Fanfiction / Vignette

FF | Touch Me | Vignette

image

Story : Im Yoona & Choi Siwon
Category : Vignette
Cover : Berta/Xoloveyoonwon
Rated: Kayaknya 18+ dehh.. wkwkwkk~

Ini Vignette lagi yang masih berhubungan dengan dua vignette sebelumnya yaa, Soulmate and A Wish..
Berhubung ngerjainnya lebih gampang karna gak terlalu panjang, jadi lebih suka bikin yang seperti ini daripada yang berchapter.. Hihihiii–

Enjoy Reading~

*

*

*

YOONA~

Ada yang tahu apa yang menjadi kesukaanku dalam beberapa bulan terakhir ini?
Ada yang bisa menebak?
Jika tidak, aku akan memberitahu kalian..

Yang ku sukai dalam beberapa bulan terakhir ini adalah terbangun di pagi hari dan mendapati wajah pria tampan yang selalu tidur bersamaku. Memandangi suamiku selagi dia tertidur adalah favoritku saat ini. Tentu saja kalian sudah tahu kan si pemilik wajah tampan yang adalah suamiku itu siapa?

Yupss..
Choi Siwon, siapa lagi memangnya yang pantas untuk menjadi suamiku kalau bukan dia? Dia tampan dan mapan. Aku tidak akan berlebihan menyebutnya kaya. Meski uang yang dihasilkan oleh nya jumlahnya memang berlebih-lebihan hingga dia perlu menyimpannya dibeberapa bank. Jika mengingat ia pernah menyombongkan berapa banyak buku tabungannya kehadapanku, rasanya aku ingin tertawa terpingkal-pingkal. Berbanding terbalik dengan reaksi ku yang cenderung kesal pada saat itu. Siwon jarang sekali menyombong dihadapanku, bahkan kurasa tidak pernah. Sekalinya dia menyombong, dia benar-benar menyombongkan semuanya. Aku masih ingat pada obrolan pertama kami setelah berakhirnya pesta pernikahan ialah mengenai bagaimana pada saat itu dia melengkapi kesombongannya dengan membawa serta begitu banyak buku tabungan didalam mobilnya..

“Jadi pada saat itu kau sudah yakin aku akan menerima ajakanmu untuk kembali bersama?”

“Sebenarnya aku lebih yakin kau akan merasa shock mendengarnya”

“Tentu saja aku merasa demikian..”

Siwon tertawa riang ketika kuayunkan kepalan tanganku kearah dadanya. Memukulnya ringan..
Tawa yang tidak ditahan-tahan. Menandakan kebahagiaan yang sedang dia rasakan. Kami berdua rasakan tepatnya..

“Apa kau selalu membawa semua buku tabunganmu dimobil?”

“Tidak.. Itu tidak semuanya..”

Ku putar bola mataku saat mendengarnya..
Kupikir ada sekitar sepuluh buku deposit keuangannya yang kulihat pada saat itu. Jadi yang ketika itu ia katakan adalah benar? Bahwa itu masih belum semuanya?
Ya Ampunnn..
Berapa banyak yang dia miliki sebenarnya..?

“Aku membawa beberapa untuk melakukan setoran tunai ke bank hari itu..”

“Jadi itu tidak direncanakan?”

“Diluar yang telah ku rencanakan..”

“Apa yang sudah kau rencanakan?”

“Rencanaku adalah mendekor kafe dengan berbagai hiasan dan ornamen yang kau suka. Lalu pada saat kau datang dan terpesona oleh keadaan disana, aku akan muncul dengan seikat bunga, berlutut dihadapanmu, lalu memintamu kembali menjalin hubungan denganku..”

“Kapan kau akan menjalankan rencanamu?”

“Pada malam itu.. Rencananya aku juga akan menjemputmu dari rumah sakit, lalu mengajakmu ke kafe dan disanalah kau akan menemukanku berlutut dihadapanmu”

“Ooh, manis sekali. Jika kau melakukan rencana yang itu, aku pasti akan langsung maju dan menciummu. Tapi kau justru memintaku dengan cara paling sombong dan menyebalkan. Benar-benar bukan seperti Siwon yang ku kenal..”

“Siwon yang kau kenal mungkin sedang tidur pada saat itu”

“Jadi aku mencintai orang yang salah?”

“Tidak, kau mencintai orang yang benar..”

“Lalu mengapa kau tidak mendekor kamar pengantin kita? Andai saja kau mendekornya, kau pasti sudah mendapati istrimu sedang telanjang sekarang..”

“Aku sudah mendapatkanmu sebelum pernikahan, jadi kurasa tidak perlu lagi mendekor kamar. Mengingat kau sudah cukup bisa dipuaskan saat kita melakukannya di sofa ruang tamu rumahku..”

Aku merengut dan memukul dadanya, mengingat lagi kejadian yang terjadi sebelum pernikahan itu, saat untuk pertama kalinya kami terlibat kemesraan serius, membuat kulit wajahku memerah. Karena kejadian itu sungguh memalukan. Sangat memalukan. Setidaknya untukku..
Tapi Siwon justru tergelak dengan kerasnya. Dia pasti senang mengingat kemenangannya pada saat itu. Saat para orangtua kami yang mendadak muncul dirumahnya, memergoki ku hanya mengenakan bathrobe yang berasal dari kamar mandinya. Hingga mereka langsung memberikan perintah agar kami menikah daripada melakukan lagi perbuatan dosa..

Rasanya, melihatnya sekarang, aku seperti masih mendengar sisa-sisa gelak tawanya pada saat itu. Diatas tempat tidur inilah biasanya kami membicarakan banyak hal. Bersamanya, aku tidak pernah merasa kesepian. Aku telah ditakdirkan untuk menjadi kekasihnya, sahabatnya, istrinya, miliknya..
Aku bahkan tak dapat membayangkan jika sekarang aku terbangun dan tidak mendapati wajah Siwon, akan seperti apa rasanya?

Siwon masih terlelap..
Dia bahkan tidak terbangun semalam. Dan asal kalian tahu, itu membuatku agak kecewa. Aku sudah membayangkan dia akan membalas apa yang sebelumnya telah kulakukan dihari ulang tahunnya. Tapi dia tidak. Dia tidak terbangun untuk kemudian membangunkanku dan memberikan hadiah seperti apa yang kulakukan. Seperti apa yang pernah dia katakan pada saat itu..

“Kau akan membuatku gila jika sehari saja aku tidak menyentuhmu, sayang..”

Itu bukan kata-kata ku..
Itu kata-kata Siwon yang diucapkannya saat dia terkulai puas, dan memelukku erat, untuk sama-sama menghangatkan tubuh kami yang hanya tertutupi oleh selembar kain selimut..

“Dihari ulang tahunmu nanti, kupastikan kau akan mendapatkan hadiah yang sama dariku. Bahkan lebih..”

Itu yang dibisikkannya padaku sebelum kami kembali tertidur. Janji seksualnya yang sekarang membuatku menggeliat, mendambakan apa yang dikatakannya itu terwujud sekarang..

Tapi, seperti yang kulihat, Siwon masih terlelap dalam tidur. Membuatku harus puas hanya dengan memandangi wajahnya saja..

Tidak, itu tidak bisa membuatku cukup puas dengan hanya memandanginya saja. Ku ulurkan tangan untuk kemudian menyentuh wajahnya. Mengelus garis-garis tulang rahangnya yang kuat. Sedikit merasakan kekasaran dari rambut-rambut halus dirahangnya yang tumbuh akibat belum dicukur. Tapi aku suka..
Itu membuatnya terlihat lebih mempesona, gagah, menawan, dan ksatria seperti tokoh-tokoh Duke dalam historical roman yang berada dijaman kerajaan. Aku bahkan membayangkan seandainya Siwon menunggang kuda, melintasi hutan hanya untuk menemuiku sang calon Duchess yang dia inginkan..

“Menikmati yang kau lakukan, sayang..?”

Ooh..
Aku agak terkesiap. Siwon terbangun dan meraih tanganku dari wajahnya, kemudian menciumnya..
Padahal aku sedang menghayalkan hidup di jaman itu dan berada dibelahan dunia yang lain, meski faktanya aku telah menjadi istrinya sekarang. Dan itu membuatku sangat senang..

“Aku senang kau tidak bercukur”

Dia tersenyum mendengar komentarku..

“Aku belum sempat melakukannya”

“Jangan melakukannya”

“Aku ingin kau yang melakukannya untukku”

“Aku bersedia..”

Siwon kembali tersenyum, kemudian sedikit menarik tubuhku agar lebih merapat padanya dan menjadikannya dengan mudah dapat meraih wajahku..

Dia mencium keningku lama, kemudian menempelkan keningnya pada keningku. Hembusan napasnya terasa ringan menggelitiki kulit wajahku..

“Selamat ulang tahun, apa yang kau inginkan dihari ulang tahunmu?”

Dia lebih dulu mengecup bibirku, lalu membelai wajahku dengan tangannya. Oh Tuhan..
Rasanya…
Kalian tidak akan pernah bisa merasakan seperti apa yang kurasakan sekarang sebelum kalian menemukan belahan jiwa yang tepat..
Sepertiku..

“Kau sedang memikirkan keinginanmu?”

Suara Siwon kembali mengalihkanku, raut wajahnya yang seperti bertanya-tanya membuatku kemudian mengangguk memberinya respon..

“Jadi apa yang kau inginkan?”

“Apa yang bisa kau berikan?”

“Apapun yang kau inginkan..”

“Touch me..”

“Nde?”

“Aku ingin kau menyentuhku.. Aku ingin tidur denganmu..”

Siwon malah tergelak mendengar kalimatku yang terang-terangan menginginkannya..

“Kita bahkan sudah tidur semalaman, sayang..”

Dia pastinya tahu bukan tidur yang semacam itu yang kumaksud, tapi sepertinya dia mengabaikannya. Mengabaikan keinginanku agar dia menyentuhku..

“Ayo bangun, dan kita rayakan ulang tahunmu..”

Dia menepuk bokongku, lalu melompat turun dari atas tempat tidur dan menghilang dari pandangan mataku dengan masuk kedalam kamar mandi.

Astaga..
Bagaimana bisa Siwon menepuk bokongku tanpa berkeinginan untuk merabanya. Setidak-tidaknya sedikit lebih lama menempatkan telapak tangannya diatasnya, seperti yang biasa dilakukannya. Tentu saja dia tidak ingin. Bokongku sepertinya tidak terlihat menarik sekarang. Tentu saja itu tidak menarik. Karena bagian yang menarik itu kini sedang tersembunyi dibalik selimut tebal yang menutupinya. Dan jika ingin membuatnya tertarik, aku harus keluar dari dalam selimut dan menunjukkan keseksian bagian tubuh belakang ku padanya. Semuanya..

Ya, itu memang selintas pemikiran yang agak mesum. Walau aku pernah menyangkal pada Siwon tentang memikirkan hal semacam itu, tapi terkadang wanita memang memikirkan hal-hal mesum untuk dilakukan. Jadi tidak apa-apa, selagi aku memikirkan untuk melakukannya dengan suami sah-ku..

Hahhaa~

Bergerak turun dari atas tempat tidur, aku menemukan alasan untuk kemudian segera menyusulnya masuk ke dalam kamar mandi..

“Yeobo, kau bilang ingin aku mencukur-mu?”

Dia menoleh kearahku, masih dengan meneruskan menggosok giginya. Aku pun lantas melangkah untuk lebih dekat padanya, dan Siwon kemudian menyudahi apa yang tadi dilakukannya. Berkumur dan bau napasnya terasa semakin segar ketika kemudian dia bertanya padaku..

“Kau mau melakukannya?”

“Tentu saja..”

Dengan senang aku mengambil krim bercukur yang biasa digunakannya. Sebagai seorang dokter, aku bahkan yang telah memilihkan produk itu untuknya setelah memastikan itu aman untuk kulit wajahnya. Ku oleskan krim ke seputaran rahangnya, dan pikiran centilku mulai berfantasi untuk menjilati krim itu dengan lidahku. Andai tidak mengetahui jika krim itu tidak akan terasa enak saat aku menjilatnya, aku pasti sudah melakukannya. Seperti ketika Siwon menjilat krim kue ulang tahunnya dari bibirku..

image

Fantastis..
Hanya karna krim bercukur yang kuoleskan ke rahangnya, sudah cukup untuk membuatku bergairah. Biasanya tidak seperti ini. Aku tak pernah seperti ini..

“Ada apa?”

Siwon sepertinya menyadari kedua mataku yang hanya terus menatapnya, serta melihat kegelisahan dari bahasa tubuhku. Tubuhku yang merindukan sentuhannya, menginginkan dirinya..

Oh Sial..
Aku benar-benar tak bisa menahan diriku sekarang, setelah mencukur rambut-rambut halus di sekitar rahangnya, membersihkan wajahnya, dan hanya membuatnya terlihat semakin menawan. Tanpa sadar aku telah menarik bagian belakang lehernya, mendekatkan wajahnya agar aku dapat meraih bibirnya. Menciumnya dengan bibirku, melumatnya dengan lidahku, serta menggigitnya dengan gigiku..
Apapun yang bisa kulakukan pada bibirnya saat itu telah aku lakukan, termasuk mendesah dengan suara penuh keinginan agar mendapatkan perhatian darinya. Tapi Siwon justru menarik bibirnya dariku, dengan memegang kedua bahuku dan mendorongku agak mundur darinya..

Woahhh.. Tadi itu sepertinya ciuman terbaik yang pernah kau berikan padaku”

“Aku selalu memberikan yang terbaik untukmu”

“Tentu saja.. Tapi yang tadi itu istimewa. Kau seperti rusa yang sedang kelaparan, sayang..”

“Lapar akan dirimu.. Aku menginginkanmu, yeobo..”

Tak peduli aku terdengar merengek sekarang..
Aku meraih Tshirt yang dikenakannya, mencengkramnya erat seolah aku akan terjatuh jika tidak melakukannya. Sementara kemudian Siwon justru terlihat santai saat membelai rambutku, lalu menyelipkannya kebelakang telingaku untuk selanjutnya membisikkan kalimat yang membuat sekujur tubuhku merinding..

“Aku juga menginginkanmu, sayang. Sangat menginginkanmu. Tapi tidak sekarang..”

Sesaat seringai diwajahnya dapat tertangkap oleh kedua mataku..

“Ini senin, jadwal praktekmu mulai jam sembilan nanti. Aku pun harus memeriksa laporan akhir bulan dari kafe-ku. Kita memiliki hari yang sibuk sebelum merayakan ulang tahunmu nanti malam. Jadi sebaiknya kita mulai bersiap..”

Kulepaskan cengkraman tanganku pada Tshirt nya. Untunglah, ada wastafel dibelakangku, jadi aku bisa meletakkan kedua tanganku untuk berpegang pada pinggirannya. Jadi aku tak perlu terjatuh, meski kedua kakiku sudah terasa lemas sekarang..

“Mandilah, sementara aku akan membuat kopi dan menyiapkan sarapan..”

Dan dia benar-benar keluar. Meninggalkanku berada didalam kamar mandi sendirian. Ini menandakan sekali lagi aku kalah..
Ya, kalah..
Kalah dalam usaha untuk merayunya. Aku harus merayu suamiku agar mau menyentuhku. Bahkan dihari ulang tahunku-pun Siwon tak mau melupakan permainan ‘berhenti menyentuh’ yang dicetuskan sendiri olehnya..

Adakah yang pernah mendengar ada permainan seperti itu? Berhenti menyentuh..?
Aku pun baru mendengarnya. Entah darimana asalnya dia mendapat ide gila itu. Bagaimana mungkin pasangan suami istri dilarang untuk saling menyentuh satu sama lain. Konyol bukan?

Hal ini sebenarnya baru berawal pada lima hari yang lalu, saat Siwon tiba-tiba menanyakan mengenai pil pencegah kehamilan yang aku minum..

“Kau meminum pil itu?”

Aku nyaris tersedak melihat Siwon yang tiba-tiba berdiri diambang pintu kamar kami saat aku sedang memasukkan sebutir pil kedalam mulutku. Meski sudah berterus terang padanya, aku masih saja sembunyi-sembunyi saat meminumnya.

Susah payah kemudian kutelan pil itu, ketika melihatnya yang kemudian melangkah mendekatiku. Ku pikir dia tidak mempermasalahkannya. Karna setelah aku mengatakan mengenai hal itu dihari ulang tahunnya, dia tidak lagi membahasnya. Sikapnya pun sama seperti sebelumnya. Bahkan bisa dibilang dia malah lebih panas dibandingkan sebelumnya. Apartemen ini saksinya..
Dia seperti tak pernah kehabisan ide untuk menjadikan setiap ruang, bahkan sudutnya, sebagai saksi bisu yang menyaksikan kami memadu cinta..

“Ooh yeobo.. Kau sudah pulang”

“Apa yang kau minum tadi adalah pil itu?”

Aku mengangguk kemudian menelan ludah. Seperti ada rasa pahit yang tertinggal ditenggorokanku pada saat melihatnya melangkah melewati tubuhku..

“Yeobo..?” Aku takut dia marah..

“Ayo kita sepakat untuk berhenti saling menyentuh mulai sekarang..”

“Apa?”

“Kita berhenti saling menyentuh..”

Ulangnya terdengar lebih jelas..
Jika tadi aku takut dia marah, tapi sekarang akulah yang merasa marah mendengar apa yang dia katakan. Tidakkah kata lain dari apa yang dikatakannya tadi adalah mengajakku untuk berpisah?
Dimulai dari perpisahan kami diatas ranjang, lalu…
Tidak..
Aku tidak akan pernah siap berpisah dengannya..

“Kau ingin kita berpisah?” Susah payah ku keluarkan kalimat yang terasa pahit itu..

“Tidak..Tidak.. Tidak begitu sayang. Kita tidak akan berpisah..”

“Jadi apa maksudmu?”

“Jika kau masih meminum pil itu, aku tidak akan menyentuhmu. Dan aku harus bertahan untuk menolak bila kau ingin menyentuhku..”

“Kau akan menolakku?”

“Dan pil itu..”

Rasanya kepalaku terasa agak pening sekarang. Siwon jelas-jelas berencana untuk berpisah denganku. Dimulai dengan dia menolakku, lalu dia akan meninggalkanku..
Tidak..
Apa yang akan aku lakukan tanpa dirinya?

“Sekarang aku akan berbicara terang-terangan, Yoona. Aku masih menginginkan kita segera memiliki anak. Tapi selagi kau masih meminum pil itu, aku akan berhenti menyentuhmu–”

Dia seperti memberikan ultimatum padaku..

“..Kau boleh menyentuhku tapi aku akan bertahan untuk tidak akan bercinta denganmu..”

“Kau tidak akan bercinta denganku?” Perutku mendadak terasa mulas sekarang..

“Anggap saja ini hanya sebagai permainan. Jika aku tidak bisa bertahan, aku pasti akan langsung bercinta denganmu dan kau menang. Kau boleh meminum pil itu selama yang kau inginkan dan kita masih akan terus bercinta setiap malam seperti biasanya..”

Deal..
Permainan konyol itu dimulai sejak lima hari yang lalu. Untunglah kami tidak benar-benar total berhenti saling menyentuh. Siwon masih menciumku, dia tetap memelukku, hanya saja dia akan berhenti sebelum dia melewati batas yang telah ditentukan sendiri olehnya, dan sebelum aku berhasil menarik lepas kaosnya. Jadi kalian sudah tahu kan mengapa aku merasa bergairah tadi?
Itu karna selama lima hari ini aku tidak merasakannya..
Tidak disentuh secara intim olehnya..
Tidak bercinta gila-gilaan dengannya..
Lima hari yang terasa menyiksa. Entahlah, apakah Siwon juga merasakan hal yang sama atau tidak?
Tapi sepertinya dia tidak..
Siwon terlihat baik-baik saja sekalipun aku sudah menggodanya..

Saat itu, hanya karna aku merasa yakin Siwon takkan bisa bertahan dengan apa yang di ucapkannya, aku menyetujui permainannya. Tapi melihatnya bertahan selama lima hari ini, sepertinya aku akan berada dipihak yang menerima kekalahan. Tapi sekalipun harus kalah, kurasa aku bisa membuat kekalahan ku menjadi terhormat..

Melalui kaca diatas wastafel, aku melihat diriku tersenyum..
Kuputuskan untuk segera mandi dan bersiap dan kemudian menghampirinya. Hari ini aku mengenakan blus berwarna merah dengan rok pensil hitam dan menyemprotkan lebih banyak parfum. Serta memoleskan make up dengan warna lipstik senada dengan blus-ku. Lebih menantang, itu yang nampak ketika aku mematut diri di cermin tadi sebelum keluar dari dalam kamar dan menuju dapur..

“Apa kopi-ku sudah siap?”

Aku berdiri dibelakangnya, agak mengejutkannya kurasa. Namun sebelum Siwon membalikkan tubuhnya, aku telah lebih dulu merangkulkan tangan memeluknya, menempelkan tubuhku pada tubuhnya. Hangat..

“Ini hari ulang tahunku, tidakkah kau menyiapkan sesuatu yang spesial?”

“Aku menyiapkannya?”

“Apa?”

“Secangkir kopi”

“Itu tidak spesial.. Kau membuatkannya untukku setiap hari”

Dia sepertinya tersenyum mendengar dengusanku..

“Yang ini spesial..”

Tidak seperti bibirku yang mendengus, tanganku justru bergerak, turun ke bawah perutnya, merasakan ketegangan dibalik celana yang dikenakannya..
Dan itu membuat bibirku kemudian melengkung membentuk sebuah senyuman..

Bibirnya bisa mengatakan menolakku, tapi ini bukti dia masih terus menginginkan percintaan denganku..

“Apa yang membuatnya spesial?”

“Aku menambahkan sesuatu kedalamnya..”

“Apa?”

“Harapan..”

“Ugh, kupikir kau memasukkan obat perangsang kedalamnya..”

Kulepaskan pelukanku ditubuhnya, menjadikan Siwon langsung berbalik kearahku dan memperlihatkan putaran matanya padaku..

“Wae?”

“Kau memikirkan obat perangsang?”

“Aku memikirkannya sejak kau mencetuskan permainan konyol-mu itu..”

“Oh Tuhan.. Apa kau memilikinya?”

“Kurasa mudah saja untuk mendapatkannya”

“Apa yang kau rencanakan, sayang?”

“Tidak ada.. Aku hanya ingin memberitahumu jika mudah saja bermain curang, yeobo. Tentu saja tidak sulit memberimu obat perangsang dan aku akan menang. Tapi tenang saja, tidak akan ku lakukan..”

Ku kecup bibirnya sekilas, dan mendekatkan tubuhku dengan tubuhnya, lagi..

“Bukankah aku saja cukup? Melihat dari matamu, aku jelas tidak membutuhkan obat untuk–”

Kuusapkan tanganku keatas dadanya, turun kebagian perutnya, merasakan keras ototnya, dan siap untuk kembali membelai bagian prima dibawahnya, namun Siwon lebih dulu meraih tanganku, dan mengecupkan bibirnya pada punggung tanganku..

“Aku akan mandi lebih dulu sebelum kau meniup lilin ulang tahunmu..”

Kilahnya disertai dengan kerlingan matanya yang membuatku merengut, apalagi saat dia melepaskan tanganku dari tangannya. Berniat meninggalkanku, tapi aku tidak akan membiarkannya begitu saja..

“Kurasa kau perlu menggunakan kamar mandi diluar, yeobo..”

“Apa kamar mandi kita tiba-tiba rusak?”

“Tidak.. Tapi yang dikamar itu berisi air hangat semua, sedangkan kurasa kau lebih membutuhkan air dingin sekarang..”

“Sial..”

Dengan cekikikan saat mendengar umpatannya sebelum masuk kedalam kamar mandi, aku kemudian beralih ke kursi meja makan. Ada seikat bunga yang diletakkannya disamping cangkir kopi-ku, dan itu membuatku tersenyum senang. Meminum kopi buatannya dengan ditemani bunga pemberiannya, adalah pembuka hari diulang tahunku yang begitu indah..

Siwon rasanya sudah terlalu lama berada didalam kamar mandi, kopi didalam cangkir ku bahkan telah habis. Ku putuskan untuk kemudian beranjak dan mengetuk pintu kamar mandi, memanggilnya..

“Yeobo, berapa lama lagi kau akan keluar? Aku harus segera kerumah sakit dan kita belum meniup lilin ulang tahunku..”

Mendengarku, Siwon lantas membuka pintu kamar mandi, dan kini berdiri tepat dihadapanku dengan tubuhnya yang basah, dan hanya tertutupi oleh handuk yang melilit dipinggangnya..

“Aku akan berpakaian lebih dulu..”

Ucapnya dan melewati tubuhku untuk selanjutnya menuju kamar kami..

Betapa menyebalkannya saat yang bisa ku lakukan hanyalah memandanginya yang sedang mencoba menemukan pakaian yang pas untuk dikenakannya hari ini, tanpa bisa menyentuhnya..

“Jangan memakai yang itu, yeobo. Pakai saja kemeja-mu yang putih itu?”

Dia menoleh kearahku, menjadikanku kemudian berpose dengan tubuh bersandar pada pintu kamar, kaki disilangkan, tangan bersedekap dan tatapan mata yang hanya tertuju kearahnya. Siwon mengerutkan dahinya melihatku..

“Kau disana?”

“Hmm, apa salahnya melihat suamiku berpakaian?”

“Tidak ada yang salah.. Asal kau tidak menginginkan yang macam-macam”

“Keinginanku tidaklah macam-macam, yeobo. Bahkan dihari ulang tahunku, aku hanya menginginkan dirimu..”

Aku tersenyum mendapati sorot matanya yang seperti menggelap ketika mendengar pengakuanku. Ayolah..
Aku tahu kau juga menginginkanku, Siwon..
Setengah mati kau pasti menahan diri untuk tidak menyentuhku. Lima hari..
Itu waktu terlama diantara kita sejak pernikahan..

“Apa kau mau aku membantumu berpakaian? Biasanya itu akan jadi menyenangkan..”

Tawarku dengan mengingatkan apa-apa saja yang pernah kita lakukan berdua. Tapi untuk sekarang, aku sudah tahu akan ditolak olehnya..

“Tidak.. Kau tidak perlu melakukannya”

“Baiklah.. Jadi mengapa kau tidak segera memakainya saja?”

Dia menyeringai kearahku, dan mulai menanggalkan handuk-nya untuk kemudian memakai kemeja putih seperti yang aku usulkan. Dan yang kulakukan hanyalah menggigiti bibir bawahku, sementara dia justru seperti membuat pertunjukan dihadapanku dengan memamerkan tubuh telanjangnya yang sempurna..

“Yeobo?”

“hm?”

“Sampai kapan kau akan menolakku?”

“Itu tergantung pada dirimu sendiri, sayang”

Aku mendengus..

“Tapi jangan sampai sikapmu yang terus menolakku justru membuatku berpikir untuk menginginkan pria lain..”

Ooh, sepertinya aku salah bicara..
Siwon menatapku dengan kedua matanya yang menyala merah, dan langsung menghampiriku, mencengkram erat bahuku, lalu mencium bibirku, menggigitnya..

“Apa yang kau katakan tadi? Tarik kembali kata-katamu itu sekarang..”

Setelah berhenti menciumku, dia mengatakan hal itu sambil mengusap sudut bibirku yang basah..

“Wae?”

“Tidakkah kau berpikir aku pun bisa menginginkan wanita lain jika kau terus meminum pil itu..?”

Sial..
Dia benar. Bagaimana aku tidak berpikir sampai kesana..

“Kau lupa aku seorang dokter? Sebelum kau bisa melakukannya, aku akan mengebiri-mu. Jadi jangan coba berpikir macam-macam..”

“Dan aku seorang pemilik kafe yang tersebar dimana-mana. Suatu saat pria yang mungkin kau inginkan itu pasti akan mendatangi salah satu kafe-ku. Dan disaat itu, aku akan membuatkannya kopi dan mengisi cangkirnya dengan racun”

Ku cubit pinggangnya, dan dia langsung mengerang. Bibirnya kembali menyentuh bibirku, menciumku, membelaiku dengan lidahnya, mencumbuku dengan sempurna hingga tak sadar tangannya telah menarikku hingga kemudian tubuhku jatuh keatas tempat tidur..

“Buanglah pil yang kau minum, please.. Aku sudah tidak tahan, Yoona. Aku harus menyentuhmu..”

Aku tersenyum saat menangkup wajahnya dengan kedua tanganku. Terlihat jelas dimatanya, betapa sebenarnya dia juga menginginkan bercinta denganku..

“Aku sudah berhenti minum dan membuang pil itu sejak semalam..”

“Benarkah?”

“Ya.. Aku bahkan menunggumu semalaman untuk membangunkanku dan memberiku hadiah ulang tahun seperti yang pernah kau janjikan”

“Ya Tuhan.. Bagaimana bisa kau tidak mengatakannya semalam?”

“Bisakah aku mengatakannya sekarang..? Dihari ulang tahunku ini, yang menjadi keinginanku adalah mewujudkan keinginanmu. Aku ingin hamil, aku ingin mengandung anakmu..”

“Kalau begitu, jangan pergi kerumah sakit hari ini. Kita akan bekerja keras untuk mewujudkan keinginan kita bersama. Bersiaplah, aku akan menyentuhmu dimana-mana..”

Aku tertawa, saat dengan tidak sabarnya Siwon mencoba melucuti pakaianku..

                             ~*~

“Ap-pa.. Ap-pa…”

“Oem-ma.. Oem-ma..”

“Ap-pa.. Ap-pa.. Ap-paaaa..”

“Oem-ma.. Oem-ma.. Oemma.. Jia-ya..”

Aku merengut pada putriku yang terus mengoceh memanggil ayahnya. Choi Jia, adalah nama bayiku, bayi kami tepatnya, yang baru berusia sebelas bulan. Atau sebenarnya dia lebih cocok disebut sebagai bayi ayahnya. Lihat bagaimana dia mengoceh memanggil Siwon..

Ya, keinginan Siwon untuk memiliki anak dan keinginanku untuk mewujudkan keinginannya telah terkabul..
Aku hamil setelah berhenti meminum pil dan Choi Jia lahir pada sebelas bulan yang lalu setelah kurang lebih sembilan bulan berada didalam kandunganku. Memiliki Jia adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupku. Jika tahu rasanya akan se-wonderful ini ketika memiliki bayi, aku tidak akan pernah menunda kehamilanku. Jia benar-benar menjadi permata dalam kehidupan rumah tanggaku dan Siwon. Dia pencipta keceriaan yang tak pernah habis..

Tapi sekarang, Jia sedang membuatku sedikit agak merasa kesal. Bagaimana tidak..
Lihatlah betapa bersemangatnya dia memanggil-manggil Siwon. Sementara aku sedang mengajarinya memanggilku ‘oemma’ sambil menyuapinya sarapan. Pagi hari seperti ini menjadi satu-satunya waktu berkualitas yang bisa kuhabiskan bersama putri kecilku sebelum aku berangkat ke rumah sakit. Jia memang lebih banyak menghabiskan waktunya bersama dengan Siwon di kafe. Atau bila Siwon sedang sibuk mengurusi kelangsungan bisnis kafe nya, Jia akan kami titipkan pada orangtua kami..

“Appa datang, sayang..!”

Siwon yang kemudian keluar dari dalam kamar kami, makin membuatku merengut ketika kemudian ia mendekat dan menghujani Jia dengan ciuman. Menjadikan Jia tertawa kegirangan..

“Ap-pa..”

“Siap untuk pergi, Jia-ya..? Pakai dulu topimu sayang..”

Siwon memasangkan topi rajut dikepala Jia, yang membuatnya semakin terlihat menggemaskan..

image

“Yeobo, ku bilang kan kau jangan keluar dulu.. Aku sedang mengajari Jia..”

“Tapi aku mendengar Jia memanggil-manggilku tadi. Bukankah begitu Jia-ya..?”

“Dia memang seperti itu. Dia hanya mengoceh..”

Dengusku yang sepertinya menarik perhatian Siwon untuk kemudian mendekatiku..

“Sepertinya kau kesal karna aku belum menciummu yaa?”

“Ishhh..”

Kudorong dadanya dan memaksanya mundur dari hadapanku setelah dia berhasil meraih bibirku..

“Jangan begitu, kita harus terus menjaga kemesraan.. Bukankah Jia harus diberi setidaknya dua orang adik?”

Ku tunjukkan putaran mata kearah Siwon yang justru mengedikkan matanya menggodaku..

“Jia bahkan belum bisa berjalan sendiri Yeobo, bagaimana bisa dia memiliki adik”

“Tapi dia sudah mulai belajar berdiri. Jika kau hamil sekarang, aku yakin saat kau melahirkan nanti Jia sudah bisa berlari..”

“Tapi Jia belum bisa memanggilku ‘Oemma’.. Kurasa dia belum pantas memiliki adik..”

“Jadi Jia harus terlebih dulu bisa memanggilmu ‘Oemma’?”

Aku hanya mengangkat bahu saat Siwon kembali mendekati Jia dikursi makannya..

“Ooh Jia-ya.. Kau harus sungguh-sungguh belajar memanggil ‘Oemma’, sayang.. Ibumu akan memberikan adik jika kau bisa melakukannya..”

Aku kembali memutar mata mendengar apa yang Siwon katakan pada Jia. Tapi kemudian bibirku melengkung mengulas senyum, melihat bagaimana Siwon mengajarkan pada Jia untuk memanggilku Oemma. Dia mengulang kata itu beberapa kali seperti yang ku lakukan dan meminta Jia agar menirukannya. Aku bahkan setidaknya sudah satu minggu mengajarkan padanya, namun Jia tetap saja lebih fasih memanggil-manggil ayahnya. Jadi kurasa Siwon juga takkan berhasil melakukannya..

“Ayo sayang, ikuti Appa.. Oem-ma.. Oem-ma.. Buka mulutmu dan katakan Oemma..

“Um-ma.. Um-ma.. Um-maa”

Aku melongo takjub mendengar suara yang keluar dari bibir mungil Jia, sementara Siwon kemudian menunjukkan tawa renyahnya sekaligus seringaian wajahnya padaku..

*

*

*

END~

#HappyYoonaDay
Semoga doa qu untukmu terkabul.. #Aamiin^^
Yang ultah siapa yg minta dikabulin doanya siapa.. Hahahaa~

Ooh yaa skalian.. bwt para teman pembaca semuanya, berhubung seminggu lagi udah mau puasa, sebelum masuk bulan Ramadhan yg penuh keberkahan, aq mau minta maaf kalau ada salah” kata, kalau suka bikin kesel karna apdetnya lamaaa, kalau suka telat bales permintaan password, malah kadang gak ngasih.. hehehee~ Pokoknya semua kesalahan mohon dimaafkan yaa, agar puasa nanti juga berkah.. #Aamiin tq :-*

@joongly

149 thoughts on “FF | Touch Me | Vignette

  1. awwww ini keren dan manis buanget apalagi di hari ultahnya mommy ^^
    pasti ini authornya bikin sambil bayangin suaminya niih xD penganten baru cieee xD
    ditunggu ff lainnya :*
    #HappyYoonaDay

  2. kangen bingitss sm author kece yg satu nii,
    gmn sesi honeymoonnya eonn?? keke😀
    makin jago bikin ff yg 18+++
    kayanya menghayati benerr..
    eon, SCnya kpn dilanjut eon??
    setia menanti update-anmu eon🙂🙂

  3. waw ff ini manis plus ga tanggung” rayuan yuna,
    hahaha siwon menang lagi nih kaya nya yuna siap” hamil lagi nih

  4. Benar2 keluarga ini buat iri,,,,wah benar2 istri yg ganas,,,salut ma usaha yoona bujuk siwon byar pun ujung2 nya yoona kalah juga,,yes,,,,dan akhir nya wonpa jadi pemenang nya melawan pil yg di minum yoona,

  5. Kenapa yoona jd seagresif ini sih kayanya tuh pengen bgt disentuh sama siwon sampe segitunya tp mereka berduanya jd sweet bgt gto,Siwon juga ngapain sih pake berusaha nahan” segala sok kuat bgt sih,Jianya lucu bgt. Ditunggu next ff nya

  6. yoona yadong jg yaaaa hahaha…choi jia lucu bgt…bner2 anknya siwon appa nih.nurutnya ma siwon doank hehehe
    Ntar bkin lgi donk joongly lnjutannya.jebal…:-)

  7. Ya ampunn mereka manis banget !! Apalagi scene yg ditempat tidurrr,, cuma begitu aja udh romantis sekaleee klo yoonwon yg main…
    Sekian banyak ff yoonwon yg aku baca,, ff july terasa beda . Ga tau kenapa, dr kata2nya, dialoqnya dan lain2nya.
    Bikin ketagihan!!!!!
    Jadinya bawaannya kurang aja gitu.. maunya tiap hari postingnya .omaigat😂

  8. Omooo yoona eonni bener bener agresif ya wkwkwkwk ternyata mereka berdua sama sama menginginkan wkwkwk , daebak unnie ff nya bikin senyum senyum sendiri & Bikin ngakak (y) :V

  9. Nih ff masih ada bagian laonnya kan??…sweet banget. Apalagi siwon yang ngambek gaje, tapi tak apalah kan demi punya anak, harapan ada bagian yoonwon yang sibuk ngurus anak mereka(jia) semangat author

  10. Kaaa julyyyyyy yg abis honeymoon ya hihihi entah lah kaa mau komen apa ini BAGUSSSS BANGETTT… SO SWEET BANGETTT SUMPAH YOONWON AAAAAAAA.. KEREEENN BANGET CERITA NYA KAAA SUKAAAA 😘😘😘
    yoona nya agresif bangett seneng deh liatnya haha bosen kan kalo siwon mulu yg agresif wkkwkw..
    Kaaa sumpahh bagusss bangett cerita ciyuuss. .

    Hmmm malah aku mikir yg bagian awal jgn2 pengalaman pribadi nih “Yang ku sukai dalam beberapa bulan terakhir ini adalah terbangun di pagi hari dan mendapati wajah pria tampan yang selalu tidur bersamaku. Memandangi suamiku selagi dia tertidur adalah favoritku saat ini” >>> ini kayaknya curahan hati ka july deh😄 wkwkwkwk
    .
    Aku minta maaf juga yaa kak kalo ada salah maaf lahir bathin🙂 smga puasa kali ini lancar Aamiin😀
    Pkknya seneng banget deh kalo kak july update, sering2 buat crta kayak gini yaa kaa..
    Fighting😀
    .
    Xoxo❤

  11. Choi jia kenapa kmu sangat menggemaskan…ahh lucunyaaa…coba yoonwon beneran nikah ya..pasti anaknya bakal jadi anak ayahhh bangettt….di tunggu kelanjutanya jonglyyy

  12. ya elah…ternyata alasan siwon gak tergoda sama yoona tu gegara permainan mereka wkwkwk akhirnya yoonwon punya anak juga,, lucu bet banyinya hoho poor yoona, dia udah susah payah buat ngajarin jia buat manggil eomma, tapi selalu gagal, tapi begitu siwon yang ngajarin, jia langsung bisa wkwkwk gak kebayang gimana meriahnya rumah mereka kalo jia beneran punya 2 adik lagi,,ceritanya bagus, ditunggu ceritanya yang lain😀

  13. Hah ya ampun cerita nya bikin ngiri deh hahaha . Akhirhnya permintaan siwon terkabul ya pengen punya anak , saking pengennya tuh anak paling deket nya sama siwon , kesian yoona nya

  14. Manis sekali,,,,
    Keeeerrrreeeeeennnnnn eyyy..
    Ciieee yg skrg lagi ngerasain manisnya cinta kyk yg dilakuin Yoonwon cieeee…
    Pokoke ciamikk eyy bkin pnsaran gimna rasanya.. Na lho..hehe
    dag dig dug.. Jantungku getar

    buat July dan teman2 semua maafin aku jg ya kalo ada salah
    mnjelang Ramadhan yg tgl brpa hari lagi baiknya saling mf2an
    biar berkah😀
    selamat berpuasa!!
    saaaaayang kalian semua,, saranghae…….

  15. Manis sekali,,,,
    Keeeerrrreeeeeennnnnn eyyy..
    Ciieee yg skrg lagi ngerasain manisnya cinta kyk yg dilakuin Yoonwon cieeee…
    Pokoke ciamikk eyy bkin pnsaran gimna rasanya.. Na lho..hehe
    dag dig dug.. Jantungku getar

    buat July dan teman2 semua maafin aku jg ya kalo ada salah
    mnjelang Ramadhan yg tgl brpa hari lagi baiknya saling mf2an
    biar berkah😀
    selamat berpuasa!!
    saaaaayang kalian semua,, saranghae…….

    #HappyYoonaDay

  16. Haha.. ada2 ajha nhii Yoonwon..
    ini adalah ff pertama setelah aku ngk baca ff selama aku ujian..
    rindu bca ff.. rindu dgn moment2 YoonWon.. hehe..
    akhirnyaa yoonwon punya anak juga yah.. kenginan oppa terkabul.. keluarga udah lengkap sudah..
    ceritanya keren..
    Good job
    keep writing..
    fighting..

  17. Semakin jarang nih posting ff nya huhu, jd hrs nunggu 1 bulan untuk baca tiap ff terbarunya.
    Selalu ditunggu ya thor cerita cerita nya jgn sampe menghilang😉

  18. so sweet deh mreka ini
    lucu banget sih yoonwon ini bikin taruhan tpi akhirnya kagak tahan juga :))
    ditunggu lanjutan FF yg laennya ya thor

  19. Perasaan beda bgt kalau ttg Sica,ultahnya dispecialin bgt gx seperti ultahnya Siwon atau Yoona . Ucapannya juga cetar,di buatin fanfic sendiri juga hahahaha.Aku kira idolanya Yoona atau Siwon?! Ternyata Sica..

  20. Wkwkwkwk

    Yunahnya imut sekaligus bikin gemes bingo😀 :-* manja-manja gimana getohh😀

    Sweet banget bikin envy >.<

    Walaupun TELAT dan kayak gak niat doa (karna belum terfikir doa apa) tapi aku ucapin #HappyYoonaDay untuk my lovely sisters~❤❤
    Allah always beside you😉😉🙂

  21. daebaaak (y) yoonwon so sweet yoong eon lucu n wonppa pinter bnget rncananya brhasil juga bkin yoong eon hamil n juga bhkn anak mreka lbih nurut ma wonppa kasian yoong eon wonppa bisa aja dech hehe

  22. Wow luar biasa,, kehidupan mrka sungguh sempurna, sgt membahagiakan.
    Meskipun sempat konyol dg permainan Wonppa tp trik itu berhasil, dan Yoong mw hamil.

  23. Haha jadi yang akhirnya menang taruan Siwon ato Yoona coba ko kayanya gak ada ya soalnya sama sama gak tahan wkwk
    Ciee si Jia nurut banget ih sama bapanya

  24. Kerennn banget eonnn. arghhhh itu anak nya siapa sih?? lucu banget. aduhh ini gak bisa dibikin drama apa ya?? pengen liat kemesraan siwon oppa dan yoona eonni benerannnnn……. kerennn eonn. ditunggu ff selanjutnya.

  25. Oooooo soo swettt ya ya keluarha nbahagia ini ….makin sayng deh ..
    Unni saya juga minta maaf atas salh yg d sengaja maupun yg tidak d sengaja.
    Maaf juga baru bisa baca kekeke😀 selamat puasa ya ..

  26. Aigooo…yoona agresif banget sih…
    dan siwon pasti gila nahan hasratnya karena permainan konyol mereka…hehe 😃
    tapi selamat buat siwon yang berhasil mengalahkan pil kehamilan itu…
    jadinya yoona udah hamil sekarang dan selamat buat adek nya choi jia yang akan menyusul…
    benar2 anak yang pengertian pada ayahnya ya choi jia…lucu banget itu anak dan terakhir buat authornya please jangan bosen dan berhenti nulis ff yoonwon nya ya…
    fighting 😉

  27. Cieee cieee
    so sweet banget ceritanya bikin jadi gemes
    Kayaknya emang ya kalau yg masih ngerasain masa2 manisnya bulan madu suka kebawa bawa hehehe viss
    Pokoknya ditunggu juga updatan yg lainnya tapi ini juga udah kerdn banget dan bikin puas hahaha😀

  28. Hihihi yoona eon agresif bngts massa >_<
    Kasian siwon oppa udh nahan bngts tu2 vi akhirny ngax nahan lgi..😀
    Lucu baby ny yoonwon ^^

  29. Yaaaa joongly oenni gara” baca ff ini aku jadi pengen nikah hahahahahaha mungkin feelnya dpt bgt karna yg buat penganten baru kan???cieeecieeecieee😀 tuh kan jadi senyum” gaje gini aku…ditunggu kelanjutan cerita lainnya oenni

  30. met puasa author….so sweeeeeeett bgt deh ceritanya aq jd mupeng baca kalimat pertamanya…. semoga yoonwon bisa “ky gitu” ya ….

  31. Aduh, neguk ludah berkli-kali baca nih ff. Yoona agresif banget, tapi Siwon jual mahal amat sih di awal-awal. Padahal sebenarnya juga mau, kekekeke. Sweet banget kak july ff nya.
    Daebbak eonn, kereennn…
    Keep wriing eonnie. Fighting!!!🙂

  32. Ahaha pada akhir nya siwon g nahan juga cuyy😀 yoong pesona mu benar2 mampu meluluh lantahkan seorang Choi Siwon..Daebak ckck

  33. maniezenya yoonwon moment…yoong bisa agresif jg yaaa.awalnya aq kira siwon bosan ma yoona tp ternyata itu cma permainan mereka u/me’buat yoona melepaskan alt kontrasepsix.
    untung yoona mengalah sehingga mereka akhirnya diberikan putri yg cantik.

  34. Duh yoona nya bisa juga ya seagresif itu, tahan juga siwon nya bisa ga tergoda gitu ama godaan yoona..😄😄
    Padahal biasanya siwon yang suka agresif tapi disini malah yoona yang agresif banget ,,
    Manis banget sih mereka selalu romantis,, selalu bikin yang baca senyam-senyum ngebayangin sama merekanya..
    Ayo siwon oppa semangat bujuk yoona buat bikin adik buat jianya, kaya’x bakal gantian nih yang bakal extra menggoda…😄😄

  35. Siwon bisaan aja bikin permainan kaya gitu, ada ada + aneh 😂 dan apa yang terjadi pada yoona? Ulalaa yoona agresif begitu siwonnya malah bersikap begitu yadahlah terima nasib oppa hehe

  36. owhhh yoona agresif juga ya ternyata😀😀😀

    engga di sentuh 5 hari tapi mancing2 siwon mulu, untung siwon bisa bertahan..

    emang kenapa awalnya yoona gak mau hamil dulu malah minum pil..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s