Fanfiction / Fantasy

FF | Princess | 3

image

Story | Im Yoona | Choi Siwon | Lauren Hanna Lunde | Amber Liu | Seohyun | etc

Cover by: Berta/Xoloveyoonwon

Happy Wedding bwt yg sedang menempuh hidup baru^^ Long last yaa buu.. happy every moment with ur hubby^^ Doain aq nyusul ntar lagi #pesanterselubung Hahaa.. pokoknya aq ikut bahagia untukmu #pelukjauuhhhh

Enjoy Reading~

*

*

*

Ada yang berbeda yang ketika itu terjadi didalam kamar apartemen Yoona. Ia yang biasanya berada disana seorang diri, atau seringnya ditemani oleh Seohyun, dan terkadang Sooyoung juga datang untuk menginap, kini keadaan apartemen Yoona lebih ramai dari biasanya dikarenakan selain Seohyun dan Sooyoung yang berada disana, juga ditambah dengan kehadiran Sunny dan Tiffany, serta Jessica yang beberapa saat lalu menyusul mendatangi apartemennya. Akan lebih terasa penuh lagi ketika Yuri dan Taeyeon, juga Hyoyeon datang nanti. Ketiganya sekarang ini masih dalam perjalanan.

Bukan tanpa sebab mereka berkumpul saat itu. Selain untuk melepas rindu terhadap satu sama lain -yang terakhir bertemu adalah pada saat perjalanan tour reuni mereka- hal itu utamanya dikarenakan beredarnya beberapa pemberitaan yang kembali melibatkan Yoona setelah kedatangannya untuk menunjukkan rasa belasungkawanya terhadap anggota keluarga Choi, atas meninggalnya sang pemilik perusahaan yang sudah menjadikannya sebagai salah satu model untuk mengiklankan produk dari perusahaan mereka.

Pemberitaan itu sendiri sebenarnya sudah berkembang hanya dalam waktu tak kurang dari satu jam sejak kedatangan Yoona kerumah duka. Pemberitaan dari media massa mengenai hal itu sudah langsung ramai beredar. Selain karna Yoona muncul seorang diri, tidak ditemani oleh siapapun dari rekan dalam grup-nya maupun sang asisten dan managernya, ia juga diketahui sebagai selebriti pertama yang datang diantara beberapa selebriti yang pernah terlibat kerjasama dengan Giant’s, selaku perusahaan yang menjadikan mereka sebagai model dalam iklan promosi produk yang dipasarkan.

Respon positif bermunculan dari para penggemarnya yang memuji kepeduliaannya untuk secepatnya datang kerumah duka. Namun respon negatif lain berkembang tak kalah cepat seiring dengan hal itu. Orang-orang yang tidak terlalu menggemari dirinya, menemukan kesalahan dalam tampilannya ketika itu, lantas mengkritik Yoona habis-habisan atas pakaiannya yang kurang sopan dan cenderung tidak pantas untuk dikenakannya saat sedang berada dirumah duka. Dan dari komentar positif dan negatif itu, muncul lagi berita yang lebih menimbulkan kehebohan setelah foto kedekatan Yoona dengan putra sang pemilik perusahaan yang diketahui bernama Choi Minho, beredar hingga memunculkan berbagai tanggapan. Apalagi keberadaan Yoona hingga berjam-jam lamanya didalam rumah duka, jelas kemudian memunculkan banyak tanda tanya besar yang kemudian memunculkan dugaan akan terkuaknya hubungan diantara keduanya..

Yoona bahkan perlu untuk memijit-mijit pelipisnya saat membaca beberapa komentar miring yang beredar. Ia yang biasanya menerima pujian dalam bersikap dan berpenampilan baik, seharusnya juga telah terbiasa dengan kritik dan komentar pedas yang sudah sering ia terima dalam rentan waktunya yang sudah cukup lama berkarir didunia hiburan. Namun tetap saja, beberapa komentar yang terkadang menohok hatinya, dan tidak sesuai dengan fakta yang ada membuatnya merasakan sakit dan terluka.

Dari masalah pakaian, hingga foto yang memperlihatkan kedekatannya dengan Choi Minho, kedua pemberitaan itu masih menjadi yang paling banyak mendapatkan perhatian sekaligus tanggapan dari para pembaca berita.

Mengenai pakaiannya saat itu, Yoona menyadari dirinya memang cenderung melakukan kekeliruan. Ia sama sekali tak memikirkan tentang pakaian yang saat itu dikenakannya. Ia terburu-buru dan sedikit panik saat tiba-tiba Amber menghubunginya mengenai Lauren, hingga membuatnya begitu saja meninggalkan lokasi pengambilan gambar dengan masih mengenakan t-shirt yang dipadukan dengan blazer hitam,
serta denim shorts, dan ankle heeled boots. Gaya casual yang tadi dipakaiannya untuk keperluan pemotretan itu menjadi sumber ia menerima kritikan..

image

Dan Yoona sama sekali tak mengetahui dengan pasti dirinya akan datang kesalah satu kediaman seorang pengusaha ternama yang telah kehilangan nyawa, selain yang ia tahu hanya apa yang ketika itu Amber katakan mengenai kematian ayah Dave serta Lauren yang mengharapkan dirinya ada bersama dengan gadis kecil itu.

Lalu mengenai foto dirinya yang beredar dengan Minho, Yoona beranggapan seharusnya hal itu tidaklah perlu untuk dibesar-besarkan. Apalagi sampai memberinya sindiran terhadap usianya yang berada diatas Minho. Memangnya mereka pikir apa?

Ia memang mengenal Minho sebagai seseorang yang memiliki kuasa dalam perusahaan yang menjadikan dirinya sebagai model pengiklan. Bahkan untuk urusan kontrak kerjanya dengan Giant’s, Minho-lah yang mengambil keputusan hingga melakukan penanda tanganan disana. Hubungannya dengan Minho jelas hanya sebatas hubungan kerja profesional. Ia hanya pernah beberapa kali bertemu dengannya ketika mengikuti Tiffany selaku manager yang mengatur kontrak kerjanya pada saat proses penandatanganan perjanjian kerjanya itu. Sisanya, selama Yoona melakukan beberapa kali pengambilan gambar untuk produk-produk perusahaan Giant’s, ia tidak lagi bertemu ataupun berurusan dengan Minho yang jelas tidak pernah menampakkan diri selama proses kerjanya dalam pembuatan iklan tersebut.

Dan mengenai foto yang ketika itu beredar, hanyalah sebuah foto yang diambil oleh para wartawan pada saat Minho membukakan pintu mobilnya ketika Yoona berniat untuk pulang. Sama sekali tidak ada yang spesial, itu menurut kaca mata dirinya. Yang tentu berbeda dengan pandangan orang-orang yang melihatnya diluar sana, yang tidak mengetahui pasti adanya kronologi yang terjadi sebelumnya, sebelum kamera para pencari berita itu mengambil gambar keduanya.

Yoona mengingatnya..
Setelah cukup kesulitan melewati kerumunan para wartawan yang mencoba mendapatkan gambar kedatangannya serta ucapan bela sungkawa yang diucapkan olehnya, Yoona akhirnya memasuki halaman rumah besar itu dan langsung bertemu dengan Amber yang telah menunggunya. Yoona sedikit mempertanyakan mengapa Amber tak memberitahunya jika akan ada banyak para pencari berita yang menghadang langkahnya.

Amber meminta maaf untuk hal itu. Ia melupakan status keartisan yang dimiliki oleh Yoona karna keadaan disekitarnya. Duka orang-orang atas kematian ayah Dave, ditambah dengan kebingungannya menghadapi Lauren yang pastinya juga merasa bingung dengan keadaan sekitarnya, hingga tangis gadis kecil itu yang masih merasa asing terhadap keberadaan orang-orang baru yang mengelilinginya, yang sebenarnya adalah keluarganya. Gadis kecil itu hanya belum mengenal mereka semua, mengingat hari itu adalah untuk pertama kalinya Lauren bertemu dengan mereka..

“Amber-ssi, aku mendengar dari para wartawan disana jika.. Benarkah yang meninggal adalah ayah Dave?”

“Ya, Dave kehilangan ayahnya..”

“Maksudku Tn.Choi Kang Ho.. Apakah dia.. Dia adalah ayah Dave?”

“Ya, dia adalah ayahnya..”

Tapi Siwon-nya tidaklah memiliki keluarga..
Itu apa yang Yoona ketahui saat bersama dengannya.

“Ayah kandungnya?”

“Iya, Yoona-ssi.. Dave adalah putra pertama Tn.Choi Kang Ho”

“Aku.. Aku tidak mengetahuinya”

“Media mungkin sudah banyak yang lupa dan tidak lagi membahas mengenai Dave yang telah lama tidak kembali ke keluarganya”

“Maksudmu?”
Amber tidak memberi Yoona jawaban atas informasi mengambang yang tadi diucapkannya. Ia kemudian justru beralih memberitahu Yoona bahwa Lauren masih sedang terisak menunggunya..

“Dimana Lauren sekarang?”

“Dia berada didalam. Ayo ikutlah denganku..”

Yoona masih mengikuti langkah Amber ketika mereka kemudian tidak sengaja berpapasan dengan Minho yang memiliki gurat kedukaan yang terlihat diwajahnya. Minho sesaat menatapnya, sebelum kemudian ia menyadari Yoona adalah salah satu artis wanita yang menjadi model untuk beberapa produk yang dihasilkan dibawah nama perusahaan ayahnya. Yoona-lah yang saat itu bersama dengan Amber disana..

“Yoona-ssi..”

Minho lantas melangkah makin mendekatinya..

“Aku turut berduka cita untukmu, Minho-ssi”

“Terimakasih.. Tapi apa yang kau lakukan dengan membawa artis kami kesini, Amber-ssi?”

“Kalian saling mengenal?”

Amber menyela dengan memandang keduanya bergantian. Yoona mengangguk mengiyakan, begitupun dengan Minho..

“Dia model utama beberapa produk kami. Bukankah kau datang untuk ayahku, Yoona-ssi? Dan kau seharusnya membawa Yoona untuk memberikan penghormatan terakhir pada ayahku..”

“Minho-ya, sebenarnya.. Sebenarnya Yoona datang karena..”

Amber mencoba meluruskan bahwa dirinyalah yang menghubungi Yoona untuk Lauren, dan bukan untuk berbelasungkawa dengan kematian ayah Minho dan Dave. Tapi jika keduanya bahkan sudah saling mengenal seperti ini, sudah pasti Yoona akan menunjukkan belasungkawanya. Maka kemudian, Amber membiarkan saja ketika Minho meminta Yoona untuk mengikutinya..

“Ayahku disemayamkan diruang keluarga Yoona-ssi. Kau bisa mengikutiku..”

Yoona sekilas memperhatikan pada Amber, dan melihat anggukan darinya. Maka Yoona memutuskan untuk lebih dulu mengikuti Minho dan menunjukkan belasungkawa serta rasa duka citanya. Meski tidak pernah bertatap muka secara langsung dengan ayah Minho, namun Yoona sendiri mengetahui Tn.Choi Kang Ho sebagai salah seorang pemilik perusahaan yang selama ini mempercayakan beberapa produk andalan di perusahaan nya kepada dirinya.

Amber benar-benar mengatakan kebenaran jika pengusaha itu juga adalah ayah Dave. Yoona melihatnya disana. Dave yang saat itu mengenakan setelan serba hitam, sama halnya seperti Minho, sebagai lambang duka cita yang sedang dirasakannya. Ia terlihat sedang bersama seorang wanita paruh baya yang menangis dalam rangkulannya. Dave sendiri terlihat cukup bisa mengatasi kedukaannya, meski kesedihan atas kematian itu juga menggurat jelas diwajahnnya. Lebih dari yang terlihat pada Minho, Dave memiliki tatapan yang jauh lebih redup. Namun kemudian kedua matanya yang nampak redup itu, berbeda dengan yang terlihat menyala semalam, sekarang justru melebar pada saat melihat keberadaan Yoona.

Melihat Yoona disana, Dave tentu saja terkejut. Lebih terkejut lagi ketika kemudian Yoona melakukan penghormatan terhadap ayahnya. Dave masih tidak tahu pasti keterkaitan sang ayah dengan Yoona, sejauh yang ia bisa lihat, Minho sang adik sepertinya juga sudah mengenal wanita itu sebelumnya.

“Mommy.. Mommy..!”

Dave menegang mendengar suara sang putri yang pasti sedang memanggil pada Yoona. Sementara Minho dengan segera menoleh mencari sumber suara yang ternyata berasal dari sang keponakan kecilnya. Begitupun halnya yang kemudian dilakukan oleh sang ibu, wanita paruh baya itu jelas memperlihatkan raut keterkejutan diwajahnya pada saat melihat sang cucu, Lauren yang kemudian berlari memeluk Yoona..

“Mommy..  Aku senang Mommy datang. Lauren merindukan Mommy”

Lauren sudah langsung menghambur memeluk Yoona. Dan Yoona pun membalas pelukan itu dengan tanpa sedikitpun kekakuan dalam gestur tubuh yang diperlihatkan olehnya. Ia nampak memiliki kasih sayang yang tulus pada Lauren, ketika kemudian ia membelai rambutnya, serta menghapuskan sisa-sisa airmata dari wajahnya.

“Aku tidak mau disini, Mom. Lauren ingin ikut dengan Mommy..”

“Sayang, tidak apa-apa. Aku disini bersamamu..”

“Mommy tidak boleh jauh-jauh dari Lauren. Mommy tidak boleh pergi meninggalkanku..”

Lauren terlihat memegang erat pergelangan tangan Yoona.

Apa yang ketika itu disaksikan mata orang-orang yang berada disekitar Dave, ibunya, adiknya dan beberapa keluarganya yang lain, membuat Dave kemudian mendekati Yoona, untuk selanjutnya mengatakan satu kalimat tegas padanya..

“Ikut denganku sekarang..”

Bersama dengan Lauren yang masih tidak melepaskan pergelangan tangannya, Yoona mengikuti keinginan Dave yang meminta dirinya untuk mengikutinya. Ia melangkah dibelakang Dave yang sudah lebih dulu berada dihadapannya. Dave membawanya ke sebuah ruangan yang didalamnya berjejer rak-rak yang penuh berisi dengan buku-buku, dari yang berukuran tebal hingga sedang. Dan sebuah meja besar, yang terplitur sempurna hingga terlihat mengkilap bersama dengan sebuah kursi yang berada dibelakangnya. Yoona kemudian dapat menyimpulkan bahwa dirinya kini berada diruang baca atau perpustakaan. Dengan banyaknya buku-buku tebal disana, ia kemudian juga mengira bahwa mendiang Tn.Choi Kang Ho lah pengoleksi buku-buku itu..

“Apa yang kau lakukan disini?”

Yoona teralihkan perhatiannya dari memandang pada rak-rak buku disekitarnya, ketika mendengar suara Dave yang entah mengapa terasa terdengar lebih menggema sekarang. Apakah itu karena mereka berada didalam ruangan yang sepi? Sebuah ruang perpustakaan yang kedap suara..

“Sebenarnya ada apa ini? Siwon, jelaskan pada oemma, ada apa dengan kalian?”

Yoona masih belum sempat menjawab pertanyaan Dave, ketika melihat Minho bersama dengan sang ibu, serta Amber dibelakang mereka. Mereka tiba-tiba saja membuka pintu dan masuk kedalam ruang perpustakaan itu. Dan suara itu tadi adalah suara ibu Minho, Ny.Choi yang sekarang sedang berdiri berhadapan dengan Dave. Lalu berselang beberapa detik setelahnya, berganti menatap pada Yoona dan melihatnya dengan penuh keheranan pada saat mengetahui cucu perempuannya sedang melingkarkan tangannya erat pada pinggang Yoona. Bahkan Lauren seperti menyembunyikan wajahnya diperut Yoona..

“Ada apa dengan Lauren? Apa yang sekarang sedang oemma lihat, Siwon-ah..?”

Dave tentu saja merasa tak siap menjawab pertanyaan ibunya pada saat itu. Ia sendiri merasa terkejut dengan kehadiran Yoona disana. Lalu bagaimana caranya merangkai penjelasan untuk mengatakan pada ibunya perihal sang putri yang telah meyakini Yoona sebagai ibunya. Ia tidak mau terlihat konyol dimata mereka bila mengatakan Lauren menemukan ‘sang ibu’ dari internet.

Dave kemudian mencoba untuk mencari tahu apa yang bisa dilakukannya dengan membuat kontak mata dengan Amber yang biasanya memiliki kecepatan berpikir disituasi-situasi genting seperti sekarang. Yang kemudian Dave lihat, Amber seperti mengisaratkan padanya, ia lah yang akan mencoba menguraikan penjelasan. Maka kemudian, Siwon pasrah ketika Amber mulai berdeham, untuk sedikit menarik perhatian ibunya..

“Ehm, sebenarnya begini bibi.. Lauren.. Maksudku Yoona, Yoona-ssi adalah ibu Lauren”

“Apa katamu?”

“Bukan-bukan.. Aduhhh, jangan menatapku seperti itu bibi, kau membuatku gugup dan salah bicara seperti tadi..”

“Yang benar saja, Amber.. Apa maksudmu?”

Ny.Choi makin terlihat tidak sabar untuk mengetahui apa yang sebenarnya pernah terjadi antara putra pertamanya dengan Yoona, sampai-sampai cucu perempuannya sekarang memanggil Yoona dengan sebutan Mommy. Bagi Ny.Choi sendiri ia tentunya juga sudah mengetahui siapa Yoona dari pemberitaan media-media yang ada. Wanita itu adalah seorang artis yang cukup mempunyai nama baik dalam karier nya di industri hiburan. Bagaimana kemudian Yoona bisa berhubungan dengan putranya? Sedangkan selama ini tak sekalipun sang putra pulang dan menginjakkan kakinya dirumah setelah delapan tahun kepergiannya? Kapan dan dimana sekiranya mereka bertemu?
Dan bagaimana bisa hubungan keduanya tidak diketahui oleh media. Sedangkan artis setenar Yoona, bisa setiap hari muncul dengan berbagai pemberitaan mengenai aktifitas barunya.

Oh, karena itu tatapan mata Ny.Choi seperti sedang mengejar Amber agar mengatakan apa yang sudah diketahuinya. Mengingat selama ini, Amber-lah yang berada dekat dengan sang putra. Bahkan dari Amber lah ia mengetahui bagaimana keadaan putranya disana setelah melakukan pelarian jati dirinya. Termasuk mengenai sang cucu yang telah kehilangan ibunya, Ny.Choi sudah mengetahuinya. Ia bahkan sudah berniat menjemput Lauren agar dapat ia rawat dengan tangannya, namun sikap keras sang suami yang dulu melarang dirinya, membuatnya tak bisa untuk melakukan hal itu..

“Amber, ayo katakan..”

“Tenanglah oemma..”
Minho mendekati ibunya, kemudian berusaha menenangkannya dengan mengusap-usap pada bahunya..

“Yoona-ssi.. Eh, maksudku Lauren, Lauren mengira Yoona adalah ibunya..”

“Bagaimana bisa? Bukankah.. Bukankah kau bilang ibunya sudah meninggal? Wanita yang telah melahirkan cucuku, bukankah dia sudah meninggal, Siwon-ah?”

“Mommy.. Hikss.. Mommy..”

Dave mendapati sang ibu kini menujukan pertanyaan itu padanya, sedangkan dirinya, kini sedang menatap nanar pada sang putri yang dilihatnya makin melingkarkan tangannya erat, serta terus menenggelamkan wajahnya diperut Yoona. Hal itu dilihatnya berdasar dari pergerakan tubuh Yoona yang agak limbung pada saat Lauren bergerak mengeratkan pelukannya..

“Gwechana Yoona-ssi?”

Untunglah Amber dapat membaca situasi dan segera mendekati Yoona..

“Tidak apa-apa, Amber-ssi”

Ingin rasanya pada saat itu, Dave menarik Lauren kemudian mendekapnya. Namun yang dipikirkannya adalah sang putri yang bisa jadi justru akan menjadi histeris ketika ia memaksa melakukannya. Ia pun kemudian seperti dapat membaca maksud dari tatapan Yoona yang tertuju padanya. Wanita itu seperti sedang meminta agar Dave tidak mengatakan hal-hal yang tidak akan bisa diterima oleh Lauren, dengan membiarkannya membawa gadis kecil itu keluar dari dalam area pembicaraan mereka.

Namun Dave kemudian berpikir jika itulah saatnya. Saatnya untuk melepaskan sang putri dari ketergantungannya terhadap keberadaan Yoona, adalah dengan mengatakan kenyataan yang sebenar-benarnya dihadapan Lauren. Maka meski ia kemudian harus rela menerima tatapan konyol dari adik lelakinya Minho, dan sedikit kernyitan didahi sang ibu pada saat dirinya mulai menceritakan awal mulanya sang putri menganggap Yoona sebagai ibunya adalah dari hasil pencarian Lauren di internet yang kemudian menemukan beberapa foto yang lantas Lauren bawa kehadapannya dengan satu pertanyaan penting bagi putrinya mengenai yang manakah ibunya, yang kemudian membuat Dave kebingungan hingga salah satu diantara foto-foto yang Lauren tunjukkan padanya pada saat itu terpaksa ia tunjuk sebagai ibu Lauren. Dan kemudian menjadi awal penyebab mengapa Lauren kini meyakini Yoona sebagai ibunya. Dave tidak pernah menyangka akan sampai sejauh ini jadinya..

“Aku akui itu terjadi karena kekeliruanku dan kesalahan terbesarku adalah ketidak mampuanku untuk sejak awal mengatakan pada Lauren mengenai kondisi ibunya, kematiannya yang terjadi pada saat ia melahirkannya.. Sayang, kau dengar tadi. Maafkan Daddy, Lauren. Maafkan Daddy.. Tapi ibumu memang tidak disini sayang”

“Mommy..”

“Ibumu sudah tidak ada. Dia meninggal ketika melahirkanmu. Dia meninggal sebelum Daddy bisa menikahinya. Maafkan Daddy, sayang. Daddy janji akan membawamu melihat dimana keberadaan ibumu yang sebenarnya..”

Dave kemudian mendekati Yoona yang pada saat itu terus mengarahkan tatapan matanya kearahnya. Entah apa yang ketika itu berada dipikirannya. Ia hanya ingin meraih Lauren dan melepaskannya dari memeluk erat pinggang Yoona dengan mencoba menarik tangannya.

“Mommy..! Mommy..!” Namun seperti dugaannya, Lauren menjadi histeris sekarang. Bahkan Dave yang sudah berhasil membuat sang putri melepaskan pelukannya pada Yoona, lalu kemudian menggendong dan mendekapnya, masih tidak dapat untuk menenangkannya. Hingga kemudian Dave mendengar suara Yoona..

“Kau tidak seharusnya mengatakan hal itu padanya. Dia terlalu kecil untuk dapat menerima kenyataan pahit seperti yang telah kau katakan..”

Secara mengejutkan, Yoona bahkan merenggut tubuh Lauren dari gendongannya, hingga gadis kecil itu kembali berpindah kedalam pelukan Yoona.

“Mommy..”

“Tidak apa-apa, sayang. Tidak apa-apa.. Aku disini bersamamu..”

Didalam gendongan Yoona, dan dengan dekapan pada tubuhnya, serta usapan tangannya diatas rambut Lauren, gadis kecil itu mulai sedikit meredakan tangisnya dan perlahan-lahan menjadi tenang..

“Maaf, tapi aku harus membawa Lauren keluar denganku..”

Entah untuk siapa kata maaf itu ia tujukan, yang jelas kemudian Yoona tidak merasa memerlukan ijin siapapun untuk benar-benar membawa Lauren keluar dari dalam ruangan yang tadi ikut membuatnya merasakan sesak didada.

Dave tadinya memang tidak ingin terlihat konyol dihadapan adik dan ibunya, namun sekarang dimata mereka pasti ia terlihat memiliki kehidupan yang miris dan menyedihkan setelah berada jauh dari orangtua nya. Karena itu sang ibu kemudian memeluknya setelah mendengar ceritanya dan melihat kejadian pada saat Lauren histeris dihadapannya..

“Maafkan oemma, Siwon-ah.. Maafkan oemma karna tidak bisa membantumu. Maafkan oemma..”

“Ini juga gara-gara kau, Amber..”

Amber sebenarnya juga nyaris meneteskan airmatanya tadi. Tapi setelah mendengar Dave menuduh dirinya sebagai penyebab kekacauan hidupnya dalam beberapa hari terakhir, ia jelaslah tidak terima menjadi yang tertuduh dan apalagi dipersalahkan oleh Dave didepan Minho dan terutama sang bibi tentunya..

“Kau yang membawa Lauren, kau yang sudah membuat Lauren bertemu dengan Yoona, kau juga yang pastinya sudah membuat wanita itu berada disini sekarang..”

Amber sesaat menggigit bibir mendengarnya, tapi kemudian ia tersadar untuk melakukan pembelaan..

“Aku hanya merasakan kasihan pada Lauren, Dave. Dan lagi pula, kau sendiri yang sudah mengakui kesalahanmu yang telah menunjuk Yoona sebagai ibu Lauren. Kau tak bisa melempar kesalahanmu padaku sekarang. Bibi, kau pasti bisa memahami situasiku kan?”

“Aku mengerti, Amber. Kau sudah ikut menjaga cucuku selama ini. Coba kau lihat bagaimana keadaan Lauren sekarang..”

“Baiklah bibi..”

Setelah melihat tatapan Dave ketika itu yang jelas tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh ibunya, Amber buru-buru beralih dengan keluar dari dalam ruangan itu untuk selanjutnya mencari keberadaan Yoona dan Lauren didalam rumah besar itu.

“Ya Tuhan.. Aku sedang berduku atas kematian suamiku. Dan sekarang, duka itu bertambah saat melihat keadaan cucuku. Ampuni aku Tuhan..”

“Oemma..”

Dave merasakan kehangatan tangan sang ibu yang ketika itu menggenggam tangannya..

“Oemma sudah mengerti semuanya, Siwon-ah. Itu pasti sangat berat untukmu. Apalagi Lauren yang masih sekecil itu. Biarkan dulu dia, kau dan Minho, ayo kita kembali menemui para pelayat yang datang untuk ayahmu..”

***

Amber pasti tidak memberitahu Dave jika Yoona berada didalam kamarnya sejak tadi untuk menenangkan Lauren, hingga menemaninya sampai gadis kecil itu tertidur sekarang.

Sebenarnya ketika membuka pintu kamar itu tadi, Yoona tidak mengetahui jika itu adalah kamar Dave. Yoona yang lebih melihat kearah tempat tidur, hanya berpikir jika disanalah tempat yang nyaman untuk kemudian menidurkan Lauren dan menenangkannya. Yoona baru mengetahui jika ketika itu ia berada didalam kamar Dave adalah pada saat pria itu masuk, dan langsung mengarahkan tatapannya kepada dirinya. Hal itu lantas perlahan-lahan membuat Yoona mencoba melepaskan tangan Lauren yang memegangi tangannya, lalu beranjak dari sisi tempat tidur dan melangkah mendekati Dave sampai akhirnya berada beberapa langkah dihadapan pria itu.

“Maaf, aku hanya mencari tempat untuk menenangkan Lauren tadi. Aku tidak tahu jika ini adalah kamar-mu”

Dave tidak bereaksi, ia masih hanya diam dan terus mengarahkan tatapannya pada Yoona..

“Lauren sudah tertidur, aku akan meninggalkannya sekarang..”

Begitu Yoona kemudian melangkah melewatinya, Dave tiba-tiba meraih pergelangan tangannya, menahannya. Sentuhan tangan itu terjadi hanya beberapa detik saja, Dave sudah langsung melepaskannya. Ketika itu, selain terkejut Yoona juga merasakan desiran aneh dalam darahnya yang rasanya tidak pernah terjadi sebelumnya. Dan untuk beberapa detik berikutnya, keduanya justru sama-sama terdiam. Dave bahkan terlihat seperti kikuk setelah apa yang tadi dilakukannya..

“Kau ingin mengatakan sesuatu?” Yoona yang kemudian membuka suara lebih dulu..

“Aku.. Aku hanya.. Terimakasih untuk menenangkan Lauren tadi..”

Yoona tersenyum begitu mendengarnya, senyum yang kemudian dalam sekejap mata menghilang dari wajahnya pada saat Dave kembali mengatakan hal yang lain padanya.. “Dan aku minta, ini terakhir kalinya kau menemuinya. Jangan lagi menemui putriku, itu tidak akan baik bagi perkembangan jiwanya”

Hah?
Apa maksud kalimatnya yang mengatakan itu tidak akan baik bagi perkembangan jiwanya?
Apa Dave mengira ia mengidap penyakit kejiwaan yang bisa menular pada putrinya? Itu jelas tidak mungkin terjadi..
Atau Dave mengira dirinya hanya akan membawa pengaruh buruk bagi Lauren?
Jika seperti itu maksudnya, tentu saja Yoona menjadi tersinggung karenanya..

“Apa maksudmu kehadiranku didekat Lauren bisa mengganggu perkembangan jiwanya?”

“Secara psikologis jika kau terus datang menemuinya, Lauren tidak akan mempercayaiku apalagi menerima kenyataan yang sebenarnya?”

“Dan itu kesalahanku?”

“Hal ini memang bermula dari kesalahan ku. Karena itu aku meminta maaf padamu sekarang. Dan sebaiknya, pergilah sebelum Lauren terbangun..”

Dari bahasa tubuhnya yang kemudian berbalik membelakanginya, Yoona sudah mengira Dave tidak akan mau lagi mendengarnya. Dan hal itu terbukti ketika pria itu kemudian melangkah menjauhinya, dengan mendekati tempat tidur dimana Lauren sedang tertidur disana. Yoona melihat ketika kemudian Dave melepas sepatunya, sebelum naik keatas tempat tidur dan membaringkan tubuhnya disebelah sang putri yang tengah meringkuk, kemudian memeluknya..

Sekarang, tubuh gadis kecil itu tidaklah terlihat, tertutup oleh punggung Dave yang memposisikan tubuhnya miring memeluk Lauren..

Beberapa lama setelah melihatnya, Yoona perlahan-lahan melangkah keluar dari dalam kamar Dave. Membuka pintu, ia sedikit terkejut mendapati keberadaan Amber yang sudah langsung berada dihadapannya dengan cengiran yang diperlihatkan diwajahnya..

“Amber-ssi?”

“Aku.. Aku hanya ingin mengetahui bagaimana Lauren sekarang. Apa dia tidur?”

“Ya, dia sedang tidur..”

“Ooh, syukurlah.. Dan terimakasih, Yoona-ssi..”

Amber meraih tangan Yoona, dan mengusap-usap punggung tangannya..

“.. Kau sangat baik memperlakukan gadis kecil itu”

“Aku menyayangi Lauren?”

“Kau menyayangi Lauren?”

“Hm..” Yoona mengangguk dan tersenyum.. “.. Lauren membuatku merasa memiliki lagi sesuatu yang telah lama menghilang dari diriku..” Janin yang berada dalam kandungannya dulu..

“Siapa atau apa itu, Yoona-ssi?”

“Bukan apa-apa, Amber..” Yoona kembali tersenyum, ia tidak mungkin mengatakan hal itu pada Amber. Amber pasti hal nya seperti yang lain, takkan mempercayai ceritanya. Kejadian yang hanya dirinya yang dapat mengingatnya..

“Oh, mungkin itu memang bukan sesuatu yang dapat kau ceritakan pada sembarangan orang. Tapi Yoona-ssi, aku ingin memberitahumu kalau bibiku ingin berbicara denganmu..”

“Bibi-mu?”

“Maksudku ibu Dave.. Dia ingin aku membawamu menemuinya..”

“Apa kau tau apa yang ingin dibicarakannya padaku? Apa dia juga marah padaku seperti Siwon.. Em, maksudku Dave?”

“Apa Dave memarahimu tadi? Keterlaluan sekali dia, bukannya berterimakasih padamu..” Yoona justru tersenyum melihat Amber yang sepertinya merasa kesal..

“Tapi Yoona-ssi.. Sebenarnya aku penasaran sekali dan sangat ingin menanyakannya padamu. Tapi jika kau tidak keberatan aku mengajukan pertanyaan padamu..”

“Apa?”

“Kau tidak keberatan?”

“Tidak.. Katakan saja..”

“Bagaimana kau bisa mengetahui Dave bernama Siwon?”

“Dave bernama Siwon?”

“Maksudku, selain namanya yang sekarang, Dave sebenarnya lebih dikenal keluarganya dengan nama Siwon. Bagaimana kau mengetahuinya? Ketika diapartemen mu waktu itu aku terkejut sekali mendengarmu memanggil Dave dengan nama itu..”

“Jadi dia benar-benar bernama Siwon?”

“Apa itu kebetulan saja kau memanggilnya seperti itu? Tapi kau juga langsung memeluknya waktu itu. Kau seperti merindukannya. Maaf, tapi aku mengira kalian pernah memiliki hubungan?”

“Maksudmu aku memiliki hubungan dengan Siwon?”

“Ya, kau dan Dave.. Aku sudah terbiasa memanggil Siwon dengan nama itu. Lagi pula, dia tidak memperbolehkanku memanggilnya Siwon. Apa kalian pernah memiliki hubungan?”

“Kau pasti tidak akan mempercayainya, Amber-ssi..” Yoona sekilas tersenyum, menjadikan Amber terlihat semakin penasaran terhadap jawabannya..

“Kalian benar-benar pernah berhubungan? Kapan? Bagaimana aku bisa tidak mengetahuinya? Aku sudah sekitar lima tahun selalu bersama dengan Dave. Dan setahuku dia pria yang dingin terhadap wanita. Tapi jika kalian pernah berhubungan, bagaimana bisa dia memarahimu karena dekat dengan Lauren? Ooh, ini memusingkan ku, Yoona-ssi..”

Yoona masih saja tersenyum mendengar apa yang dikatakan Amber mengenai kebingungannya memahami sesuatu yang terjadi disekitarnya. Bagaimana bisa Seohyun menilai Amber sebagai orang yang berbahaya? Yoona justru merasa Amber terlihat lucu sekarang, dengan raut kebingungan yang nampak diwajahnya..

“Aku tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Dave. Tapi aku pernah memiliki hubungan dengan Siwon. Siwon adalah pria yang aku cintai. Dan Dave terlihat sangat mirip dengannya. Pada saat dia datang ke apartemenku untuk menjemput Lauren hari itu, aku benar-benar terkejut dan merasa Dave adalah Siwon-ku. Karena itu aku langsung memeluknya pada saat itu”

Yoona mencoba menguraikan penjelasan paling masuk akal yang dapat diterima oleh Amber. Ia merasa Amber pasti seperti halnya rekannya yang lain, ataupun Yoojin oenni nya serta kakak iparnya yang sama sekali tidak mempercayai apa yang berada dalam ingatannya.

“Jadi maksudmu, Dave bukanlah Siwon yang kau maksud? Apa Siwon yang kau maksud adalah orang yang berbeda. Itu hanya kebetulan saja mereka memiliki nama yang sama?”

Yoona tersenyum dan mengangguk. Meski ia merasa Dave yang juga bernama Siwon, juga adalah Siwon, Prince-nya. Tapi ia tidak akan mengatakannya pada Amber..

“Tapi dimana Siwon-mu sekarang berada, Yoona-ssi?”

“Dia pergi..”

“Dia pergi? Dia meninggalkanmu? Bagaimana mungkin ada pria yang bisa meninggalkanmu. Siwon-mu itu pasti hanyalah pria yang bodoh. Tapi sebenarnya, Dave juga sih.. Terkadang dia menjadi sangat bodoh menurutku..”

Yoona kembali tersenyum saat Amber kemudian memperlihatkan ringisan diwajahnya. Ketika itu, Yoona juga berpikir jika Amber sangatlah mengenal Dave. Jadi mungkin ia bisa bertanya beberapa hal padanya mengenai Dave, Lauren, dan siapa wanita yang telah melahirkan Lauren. Ia mendengar dari mulut Dave tadi jika wanita itu meninggal setelah melahirkan Lauren..

“Amber-ssi, bisakah aku juga bertanya padamu?”

“Ya, tentu saja. Aku akan sangat senang menjawab pertanyaanmu jika aku mengetahui apa yang ingin kau tanyakan?”

“Emm, apa kau mengenal siapa wanita yang telah melahirkan Lauren?”

“Ooh, sayangnya tidak Yoona-ssi.. Aku tidak mengenalnya. Hanya Dave yang mengenalnya. Aku hanya mendengar beberapa cerita darinya..”

“Yoona-ssi..”

Sebenarnya, Yoona masih ingin menanyakan beberapa hal lagi pada Amber. Tapi Minho memanggil, lantas menghampiri keduanya. Ia mengatakan pada Yoona jika sang ibu ingin berbicara dengannya, dan menyalahkan Amber yang seharusnya membawa Yoona menemui sang ibu tapi justru mengajak Yoona berbicara sendiri dengannya. Amber meringis dan tersadar dengan maksudnya tadi adalah untuk membawa Yoona ke sang bibi, namun yang dilakukannya justru membuat Yoona menjawab pertanyaan yang bersumber dari rasa penasarannya. Maka setelah Minho datang dan mengingatkan, ketiga nya kemudian bersama-sama menemui Ny.Choi. Wanita yang masih dalam keadaan berduka itu, sedang menunggu Yoona didalam kamarnya..

Yoona yang kemudian melangkah mendekatinya yang sedang dalam posisi duduk bersandar pada kursi yang berada didalamnya, cukup terkejut dengan reaksi Ny.Choi yang kemudian berdiri dan meraih tangannya, menggenggamnya. Meski wajahnya mengguratkan kesedihan yang begitu mendalam, wanita paruh baya itu berusaha untuk tersenyum kepadanya..

“Cantik sekali.. Kau sungguh cantik sekali Yoona-ssi. Benar apa yang dikatakan orang-orang yang berada ditelivisi pada saat melihatmu, kau memang sungguh cantik..”

Ny.Choi menepuk-nepuk punggung tangannya sambil mengatakan pujian itu pada Yoona..

“Terimakasih Nyonya.. Anda membuat saya tersanjung..”

“Tidak, tidak.. Jangan memanggilku seperti itu. Lakukan saja seperti yang Amber lakukan. Dia memanggilku bibi..”

“Apa tidak sebaiknya dia memanggilmu ibu mertua, bibi?”

Amber menyela dengan candaannya dan bukannya membuat Ny.Choi marah, namun sang bibi justru tersenyum lebih lebar mendengarnya. Begitupun dengan Minho, meski tak memperlihatkan senyum yang selebar ibunya, namun ia terlihat cukup terhibur mendengarnya. Sepertinya baik Ny.Choi maupun Minho sudah mengenal seperti apa watak Amber yang cenderung suka bercanda..

“Jangan menakutinya, Amber. Seorang wanita biasanya tidak suka berbicara dengan ibu mertuanya”

“Itu pasti pengalaman bibi dulu kan?”

“Stt, sudah cukup bercandamu. Aku ingin berterimakasih pada Yoona sekarang..”

“Apa maksud Nyonya berterimakasih padaku?”

“Kau lihat aku sudah mendengar dari Dave tadi. Aku juga sudah bertanya lebih banyak lagi pada Amber. Dan sebagai seorang ibu, sekaligus nenek bagi cucuku, aku ingin berterimakasih padamu, Yoona-ssi. Kau telah memperlakukan Lauren dengan baik. Seorang artis sepertimu, aku tidak mengira kau memiliki kepedulian besar terhadap cucuku. Lauren yang malang, cucuku..”

Ny.Choi sebenarnya tidak ingin menangis lagi. Sudah banyak airmatanya yang tertumpah hari ini, dan sejak berhari-hari yang lalu. Bahkan bertahun-tahun yang lalu sejak kepergian putra sulungnya, ada begitu banyak airmata yang telah tertumpah dari kedua matanya..

“Nyonya tidak perlu sungkan padaku. Aku senang bisa membantu Lauren. Dia anak yang manis yang tidak seharusnya merasakan kesedihan..”

Yoona merasakan tangan Ny.Choi yang meremas tangannya sambil sekali lagi mengucapkan terimakasih padanya. Amber kemudian menyela lagi diantara apa yang dibicarakan keduanya..

“Tapi putra sulung mu itu benar-benar keterlaluan, bibi. Dia bukannya berterimakasih tapi justru memarahi Yoona-ssi”

“Jadi Siwon memarahimu?”

“Apa dia benar-benar bernama Siwon?”
Meski Amber sudah membenarkan hal itu, meski tadi Yoona juga sudah mendengar saat Ny.Choi memanggil Dave dengan Siwon, Yoona masih saja ingin meyakinkannya..

“Ya, aku dan suamiku yang dulu memberinya nama. Mengapa kau menanyakannya?”

“Ah, aku.. aku hanya, kukira namanya adalah Dave?”

“Itu mungkin dilakukan Siwon hanya untuk melancarkan pekerjaannya diluar negri. Banyak orang asia seperti kita yang memiliki dua nama seperti itu kan..”

Yoona mengangguk dan merasakan tangan Ny.Choi yang kemudian melepaskan genggaman tangannya. Wanita paruh baya itu juga meminta Yoona untuk duduk dan mengobrol dengannya, namun sayangnya Yoona tak bisa lagi berlama-lama disana. Seohyun berkali-kali menghubunginya sejak tadi. Hanya saja ia mengabaikannya. Begitupun dengan rekannya yang lain, yang mungkin telah mendapatkan pesan aduan dari Seohyun mengenai dirinya. Karenanya, ia kemudian memilih untuk berpamitan..

“Bibi, kau lihat kan Yoona sangat baik. Dia juga mengatakan padaku bahwa dia menyayangi Lauren. Bagaimana mungkin Dave justru memarahinya, sedangkan kurasa Yoona seorang yang pantas untuk menjadi ibu Lauren. Bibi juga akan setuju denganku kan?”

Yoona yang melangkah keluar dari dalam kamar Ny.Choi, masih mendengar apa yang ketika itu Amber katakan. Ia hanya tersenyum dan melanjutkan langkahnya untuk membuka pintu. Namun ternyata, Minho mendahuluinya, dengan lebih dulu menarik gagang pintunya, lalu mempersilahkan Yoona keluar dari dalamnya..

“Aku akan mengantarmu sampai keluar, Yoona-ssi..”

“Terimakasih, sebenarnya kau bisa membiarkanku sendiri. Aku tidak apa-apa..”

“Tidak, aku harus memastikan keselamatan salah satu model kami..”

Minho kemudian berjalan beriringan dengan Yoona..

“Aku masih tidak percaya dengan cerita mengenai kau dan Lauren. Awalnya itu terdengar konyol, tapi melihat keponakanku tadi yang begitu histeris dan hanya bisa ditenangkan olehmu, membuatku tak bisa berkata-kata. Semacam ada suatu ikatan yang Lauren rasakan terhadapmu. Apa mungkin itu karna keyakinannya yang sudah terlanjur kuat mempercayai kau adalah ibunya, Yoona-ssi? Hyung-ku, dia juga sangat menyedihkan. Bagaimana ia bisa mengiyakan begitu saja foto yang Lauren tunjukkan dari internet? Dan bagaimana pula fotomu bisa berada dalam salah satu foto yang Lauren temukan.. Itu benar-benar suatu misteri kurasa, atau takdir..”

“Takdir?”

“Ya, takdir yang mempertemukan Lauren denganmu. Kurasa keponakan kecilku sudah cukup menerima kemalangan karna kehilangan ibunya, karena itu Tuhan menggantinya dengan mempertemukannya denganmu. Bukankah Tuhan memang selalu bersikap adil kan?”

Yoona ingin mencerna lebih dalam lagi mengenai Takdir yang Minho bicarakan. Namun keduanya sudah sampai dipintu keluar, dan Minho kemudian sudah langsung membukakan pintu rumahnya. Ia kemudian juga mengantar Yoona hingga sampai ke dekat mobilnya, bahkan membukakan pintu mobil untuknya, seolah tak mempedulikan para pencari berita yang mengabadikan moment pada saat itu..

“Terimakasih telah datang, Yoona-ssi..”

“Kau bisa menghubungiku jika Lauren mengingankannya..”

“Aku pasti akan melakukannya..”

Yoona kemudian masuk kedalam mobilnya, dan melajukannya meninggalkan para pencari berita yang sudah pasti mendapatkan banyak gambarnya hari itu.

Yoona mengingat semuanya yang terjadi dihari itu, dan sama sekali tidak ada kebenaran mengenai hubungannya dan Minho seperti yang sudah banyak media bicarakan. Ia sekarang justru sedang mengingat-ingat lagi apa yang Minho katakan padanya, disaat rekan-rekannya sedang dalam pembahasan mengenai gosip yang beredar tentang dirinya. Dari pada peduli dengan gencarnya pemberitaan tentang dirinya, Yoona lebih memikirkan mengenai takdir yang telah mempertemukannya dengan Lauren dan Dave. Dan untuk pertama kalinya ia merasa sedikit -hanya sedikit- mulai meragukan apa yang berada dalam ingatannya. Yang mungkin memang bukanlah suatu kejadian nyata, melainkan benar adanya seperti apa yang dokter terapis nya katakan, itu hanyalah bagian dari mimpi panjangnya ketika ia mengalami koma. Tapi..
Tidak..
Tidak..
Tidak mungkin ada mimpi yang senyata itu..
Yoona dengan cepat menepis anggapannya sendiri, dan kembali memandangi pada ponselnya. Mengapa Amber masih belum menghubunginya? Apa Lauren dalam keadaan baik-baik saja sekarang..?

Yoona kemudian memutuskan untuk lebih dulu mengirim pesan teks pada Amber, yang tidak disangkanya akan dibales oleh Amber dengan panggilan telpon..

“Amber-ssi..”

“Maafkan aku Yoona-ssi.. Aku cukup sibuk dengan pemakaman ayah Dave”

“Aku mengerti, aku hanya ingin bertanya tentang Lauren. Bagaimana keadaannya sekarang?”

“Ooh, Lauren.. Sebenarnya Lauren.. Dia..”

“Ada apa dengan Lauren, Amber-ssi?”

Yoona seperti tidak memperdulikan keberadaan rekan-rekannya, ketika kemudian ia menunjukkan kepanikan wajahnya didepan mereka. Bahkan kemudian, Seohyun mendekatinya dan berharap Yoona segera menutup telponnya apalagi Seohyun telah mendengar dengan jelas Yoona menyebut-nyebut nama gadis kecil itu dan juga wanita jadi-jadian itu, Amber..

“Dave bilang semalam Lauren terus mengigau memanggil-manggilmu, tubuhnya demam, bahkan sampai sekarang dia belum mau makan. Dia terus mencarimu. Tapi Dave benar-benar melarangku menghubungimu. Dia juga sedikit mengancamku..”

“Jadi Lauren sakit. Aku akan kesana sekarang..”

Yoona sudah langsunh mengakhiri sambungan ponselnya dengan Amber. Ia kemudian beranjak, namun tangan Seohyun kemudian juga menahan pergelangan tangannya..

“Apa yang akan kau lakukan, Yoona? Apa belum cukup gosip yang sedang beredar diluar sana? Kau masih ingin menambah skandal sekarang..”

“Lauren sakit, Seohyun-ah.. Aku harus menemuinya sekarang”

“Gadis itu bukankah sudah dibawa pergi oleh ayahnya?”

Yoona menggeleng..
Sampai sekarang, Seohyun belumlah mengetahui jika Lauren dan Dave adalah bagian dari keluarga pemilik Giant’s group. Dave, ayah Lauren bahkan putra sulung sang pemilik perusahaan itu..

“Aku harus pergi sekarang..”
Yoona dengan cepat menyambar tas tangannya..
“Kau mau kemana, Yoona-ya..?” Tiffany, meski kegiatan grup mereka sudah tidak aktif lagi, tapi sampai saat itu ia masih menjadi seorang manager untuknya. Fany bahkan sudah membentuk semacam managemant artis yang sekarang menjadi penaung bagi beberapa artis yang bergabung dengannya..

“Ada sesuatu yang mendesak, aku harus pergi sekarang Fany-ah. Mianhae, aku akan segera kembali..”

“Lihatlah Yoona, Yoojin oenni menelponku, dia pasti khawatir. Apa yang harus kukatakan padanya?”
Mendengar hal itu dari Seohyun, Yoona yang sudah berada dibelakang pintu, bersiap untuk membukanya, kemudian menghentikan langkahnya dan menoleh pada Seohyun. Diantara semua temannya yang pada saat itu mengkhawatirkan pemberitaan tentang dirinya, Yoojin oenni nya pasti adalah orang yang paling mengkhawatirkannya..

“Katakan aku baik-baik saja. Aku akan menghubunginya di perjalanan nanti”

“Kau harus menggunakan setidaknya seorang supir dan pengawal, Yoona. Tunggulah sebentar, aku akan menghubungi mereka agar bersiap”

“Tidak perlu, Fany-ah.. Aku akan pergi sekarang”

Yoona mengabaikan Fany yang memanggilnya sekali lagi, dan memilih untuk secepatnya keluar dari dalam apartemennya.

“Sebenarnya apa sih yang akan dia lakukan? Dan siapa yang menelponnya tadi? Dan Lauren yang disebut-sebutnya tadi, siapa dia?”

“Anaknya.. Lauren adalah anaknya. Yoona memiliki seorang anak sekarang..”

“Mwo?!”

Seohyun sepertinya tak bisa lagi menyimpan sendirian beberapa kejadian yang dilihatnya. Ia butuh membaginya bersama dengan rekan-rekannya yang lain agar mereka bisa membantunya mencari solusi untuk menghadapi sikap Yoona..

***

Selain Dave, dirumah itu kedatangan Yoona disambut baik oleh Ny.Choi yang sampai saat itu jelas masih terlihat berduka setelah pemakaman suaminya. Namun wanita paruh baya itu tetap keluar dari dalam kamarnya untuk menemuinya walau sebentar saja. Ny.Choi bersikap seperti sebelumnya, ia langsung meraih tangan Yoona dan mengusap-usap punggung tangannya..

“Apa kau datang untuk cucuku Yoona-ssi?”

“Ne, Nyonya.. Aku mendengar dari Amber, Lauren mengalami demam. Bagaimana keadaannya sekarang?”

“Dia berada dikamar bersama ayahnya. Siwon sedang membujuknya agar mau makan. Aku sendiri sudah melakukannya, tapi sepertinya cucuku belum terbiasa denganku..”

“Bisakah saya melihatnya sekarang?”

“Ya, tentu saja. Tapi maafkan aku, aku tidak bisa menemanimu Yoona-ssi. Tubuhku terasa lelah sekali setelah pemakaman, aku ingin beristirahat..”

“Tidak apa-apa, Nyonya.. Sebaiknya Nyonya beristirahat saja sekarang..”

“Amber, antarkan Yoona bertemu Lauren..”

“Tapi bibi, sebaiknya bibi saja yang mengantar Yoona. Hanya mengantar saja dan katakan pada Dave, agar membiarkan Lauren bersamanya. Aku sedikit ngeri pada Dave. Dia akan memarahiku nanti..”

“Kalau begitu mintalah Minho untuk menemanimu. Siwon tidak akan mungkin memarahimu apalagi adiknya nanti..”

“Minho sudah pergi untuk memeriksa perusahaan, bibi”

“Aku tidak apa-apa menemui Lauren sendiri, Nyonya..”

“Mommy..!!”

Yang ketika itu ingin Yoona temui justru sudah lebih dulu berlari menghampirinya. Gadis kecil itu, dengan wajah pucat dan sembab habis menangis, sudah langsung menghambur kepelukannya..

image

“Mommy, aku rindu Mommy. Mengapa Mommy pergi.. Mengapa Mommy tidak disini bersama Lauren?”

“Sayang, apa kau demam?”
Yoona lantas menempatkan punggung tangannya, memeriksa suhu tubuh gadis kecil itu..

“Astaga, kau benar-benar demam Lauren. Sudah meminum obat?”

Lauren menggeleng..

“Kenapa sayang, kenapa tidak meminum obat..?”

“Aku tidak mau. Lauren tidak suka meminum obat, Mom”

“Tapi kau mau sembuh kan?”

Lauren mengangguk..

“Kalau begitu kau harus meminum obat. Apa kau sudah makan?”

Lauren kembali menggelengkan kepalanya..

“Oh, Lauren.. Aku akan marah jika kau seperti ini..”

“Mommy jangan marah padaku..”
Lauren melingkarkan tangannya makin erat dipinggang Yoona..

“Kalau begitu kau mau makan? Ingin aku buatkan sesuatu untukmu..”

“Omelet seperti yang waktu itu, Mom. Aku sangat menyukainya..”

Yoona tersenyum sambil mengusap rambut Lauren. Gadis kecil itu benar-benar masih mengingat apa saja yang pernah dilakukannya ketika ia menginap di apartemennya beberapa hari yang lalu itu..

“Baiklah aku akan membuatnya, tapi.. Apakah saya diijinkan menggunakan dapur anda, Nyonya?”

“Astaga.. Kenapa harus meminta ijin untuk hal sepele seperti itu. Kau bisa melakukan apa saja yang cucuku inginkan, Yoona-ssi..”

Meski tak ikut bersuara, namun Yoona mengetahui pada saat itu Dave terlihat sedang mengawasinya. Mengingat pada apa yang pria itu katakan setiap bertemu dengannya, agar dirinya tidak lagi menemui Lauren, entah apa yang akan dilakukan pria itu seandainya Ny.Choi tidak bersama dengannya ketika itu. Untungnya lagi, wanita paruh baya itu juga kemudian mengikuti Yoona yang membawa Lauren keruang makan. Ny.Choi mungkin sudah lupa dengan lelah ditubuhnya dan keinginannya untuk beristirahat tadi. Ia kemudian memilih duduk dikursi meja makan, disebelah sang cucu dengan maksud agar Lauren terbiasa dengannya. Sementara itu, Yoona terlihat mulai sibuk didapur bersih yang berada disebelahnya. Sebenarnya banyak pekerja dirumah itu yang bisa membantunya, namun Yoona memilih mengerjakan semuanya sendiri. Hanya Amber-lah yang ketika itu ia perbolehkan membantunya. Itu pun hanya sebatas menyiapkan piring untuk meletakkan omelet buatannya..

“Ayo Lauren.. Habiskan semuanya dan minumlah obat jika kau ingin sembuh..”

“Okey Mom.. Tapi apakah aku boleh meminta dibuatkan lagi jika omelet-ku sudah habis?”

Yoona tersenyum dan mengangguk sambil mengusap kepalanya, lantas duduk disebelah Lauren yang langsung menyendok Omelet buatannya..

“Aigoo.. Cucuku pintar sekali. Kau mirip sekali dengan ayahmu, sayang. Ayahmu sewaktu kecil juga sangat menyukai omelet sepertimu. Dia sudah seperti anak-anak berdarah campuran saja, sama persis sepertimu..”

“Apa benar Daddy seperti aku, Ha.. Ha-l..”

“Halmoni, sayang.. Hal-mo-ni..”

“Hal-moni?”

“Ya, begitu.. Pintar sekali..”

Meski tidak dalam jarak yang cukup dekat, Dave yang ketika itu ikut mengawasi apa yang sang putri lakukan, akhirnya memilih untuk beralih setelah merasa Lauren terlihat cukup nyaman bersama dengan sang ibu dan juga Yoona. Setidaknya untuk saat itu, Dave tidak ingin bersikap keras dengan memisahkan Lauren dari artis wanita itu. Ia sudah merasakan sendiri kekahwatirannya semalam pada saat Lauren terus mengigau memanggil-manggil Yoona, disertai demam pada tubuhnya yang cukup tinggi. Dan melihat putrinya sekarang yang sudah memperlihatkan senyumnya, membuat rasa tak tega itu muncul hingga akhirnya membuatnya memilih untuk meninggalkan mereka dengan kembali berada didalam kamarnya.

Sementara itu dengan Yoona, setelah Lauren menghabiskan makanannya dan memberinya obat penurun demam, ia lantas menemaninya untuk beristiahat didalam kamarnya. Ny.Choi telah meninggalkan mereka beberapa saat yang lalu untuk kemudian juga beristirahat. Hanya bersama Amber-lah yang ketika itu setelah mengantarkan sang bibi kedalam kamarnya, kembali masuk dan menemani Yoona menidurkan Lauren. Keduanya kemudian juga mengobrol setelah Lauren tertidur..

“Apa kau membaca berita mengenai aku dan Minho?”

“Ya, aku membacanya..”

“Dan bagaimana reaksimu?”

“Aku hanya tertawa.. Aku baru tahu sekarang, jika para pencari berita itu bisa sangat berlebihan dalam menuliskan kabar yang belum pasti benar”

“Dan aku sudah mengalami itu setidaknya lebih dari delapan tahun lamanya..”

“Aku salut kau bertahan sampai selama itu dengan karirmu, Yoona-ssi”

“Tapi berkat pemberitaan dari media juga aku bisa dikenal banyak orang sekarang”

“Tapi ngomong-ngomong, aku baru tahu jika ternyata kau salah satu model untuk produk-produk Giant’s”

“Hm.. Aku senang Minho mempercayaiku”

“Berapa lama kau sudah menjadi modelnya?”

“Sekitar dua tahun.. Tapi, Amber-ssi.. Ada yang ingin aku tanyakan padamu”

“Apa? Katakan saja?”

“Dave adalah putra sulung Tn.Choi Kang Ho kan.. Tapi mengapa dia tidak terlibat dalam perusahaan ayahnya?”

Yoona mendengar Amber seperti menghela napas mendengar pertanyaan itu darinya..

“Apa pertanyaanku salah, Amber-ssi?”

“Anio.. Bukan seperti itu. Hanya saja, jika mengingatnya aku masih merasa sedih. Apalagi setelah pamanku, ayah Dave meninggal dan belum sempat berbaikan dengan putranya. Mereka berkonflik, Yoona-ssi”

“Berkonflik?”

Amber dengan mudahnya berbagi cerita pada Yoona mengenai kisah Dave. Dari mulai awal mula konflik itu terjadi karena Dave yang ketika itu disekolahkan sang ayah diluar negri untuk mendapatkan pendidikan tentang ilmu bisnis, justru terlibat hubungan dengan seorang gadis asing disana, dan hal itu ditentang keras oleh ayahnya. Puncaknya ketika Dave yang juga sama berwatak keras seperti ayahnya, memilih untuk mempertahankan hubungannya dengan wanita itu daripada menuruti sang ayah yang memintanya kembali. Dave akhirnya harus keluar dari rumahnya setelah sang ayah yang murka dengan sikapnya, mengatakan mengusirnya dari rumah dan mencoretnya dari daftar anggota keluarga.

“Dave mengalami masa-masa yang sulit setelahnya. Aku baru mengetahuinya, setelah tiga tahun kepergian Dave dari rumah. Dia mengatakan keberadaannya padaku, dan aku langsung menyusulnya. Lebih dari saudara kami yang lain, aku dan Dave memang sangat dekat. Dulu aku juga memanggilnya, Siwon. Tapi dia melarangku memanggilnya seperti itu pada saat kami bertemu lagi saat itu diluar negri..”

Amber meneruskan ceritanya dengan mengatakan ia sangat terkejut ketika Dave membawa seorang bocah kecil bersamanya. Usia Lauren sekitar dua tahun ketika itu. Dan dia sudah menjadi bocah yang sangat menggemaskan. Tapi dibalik bocah menggemaskan itu, ada begitu banyak cerita getir yang menyertainya. Dave mengatakan putrinya sudah tidak memiliki seorang ibu. Wanita yang mati-matian ia pertahankan itu, meninggal pada saat melahirkan Lauren. Dan menurut Dave itu terjadi karena kesalahannya..

“Dave mengatakan ia sempat meragukan anak yang dikandung wanita itu bukanlah anaknya..”

“Lauren bukan putrinya?” Yoona terus menyimak apa yang Amber katakan..

“Lauren putrinya. Lauren benar-benar putri Dave..”

“Jadi mengapa dia bisa meragukannya..?”

“Ini adalah satu kejadian miris yang pernah dialami Dave. Aku yakin dia hanya menceritakannya padaku dan tidak pada siapapun. Bahkan bibi ku pun tidak tahu. Kuharap dia memang tidak pernah tahu..”

“Jadi aku pun tidak boleh tahu kejadian apa itu?”

“Aku sudah terlanjur banyak bercerita padamu. Kurasa aku bisa mengatakan kejadian apa itu asal kau tidak mengatakan pada Dave aku memberitahumu..”

Yoona mengangguk, dan melihat Amber lebih dulu menarik napas panjang sebelum mengatakan..

“Dave sempat terlibat kecelakaan maut. Kecelakaan yang nyaris merenggut nyawanya..”

“Kecelakaan?”

“Ya, dia bahkan mengalami koma selama empat bulan. Untunglah dia kembali bangun dan selamat..”

“Dave koma? Empat bulan?”

Bagaimana mungkin itu seperti kejadian yang sama seperti  yang orang-orang ceritakan padanya pada saat Yoona pertama kali terbangun hari itu. Ia mengalami kecelakaan dan juga koma empat bulan lamanya..

“..Dan setelah ia terbangun, Dave diberitahu oleh wanita yang menjadi kekasihnya bahwa ketika itu wanita itu sedang hamil, mengandung anaknya..”

Sejauh ini, itu adalah kenyataan paling tidak masuk akal yang pernah Amber dengar. Dave yang mengalami koma selama empat bulan, yang berarti selama itu pula Dave tidak berhubungan dengan wanita itu. Tapi hasil tes DNA terhadap putri yang dilahirkan wanita itu justru menunjukkan bahwa Dave adalah ayah biologisnya..

“Dihari wanita itu harus menjalani persalinan, ia menghubungi Dave. Dan mengatakan jika Dave tidak mempercayainya, ia bisa mempercayai darah siapa yang mengalir ditubuh putrinya. Maka hari itu Dave menemui wanita itu dan harus menerima pukulan dahsyat pada saat wanita itu meninggal setelah proses persalinan dan apa yang dikatakannya memanglah benar. Hasil tes memperlihatkan jika bayi yang dilahirkannya adalah putri Dave..”

Yoona memproses semua itu kedalam otaknya..
Ia sudah terbiasa menyaksikan kemustahilan terjadi didepan matanya ketika ia bersama dengan Prince. Jadi bukan tidak mungkin hal itu juga terjadi terhadap wanita yang telah mengandung Lauren. Wanita itu mungkin tidak mengetahui apa-apa. Dia hanya menerima titipan dari para dewa untuk mengandung putrinya. Ya, Yoona semakin meyakini jika Lauren adalah putrinya. Putrinya yang terlahir dari rahim wanita lain..

Namun kelebat dari pikirannya yang berlogika juga turut melintas dikepalanya. Dave memiliki kehidupan yang normal sebelumnya. Ia memiliki seorang ibu yang telah melahirkannya, memiliki adik, memiliki keluarga..
Sedangkan Prince, dia adalah seorang jelmaan dewa. Tapi Prince dan Dave, keduanya sama..
Berwajah sama, dan memiliki nama yang sama..

Dan apa yang Amber katakan mengenai kecelakaan yang pernah Dave alami, semakin menambah kecamuk pemikiran Yoona.
Kecelakaan yang sama..
Dalam kondisi koma yang sama..
Mungkinkah mereka hanya bertemu dalam mimpi saja. Dialam bawah sadar mereka yang hanya sedang berkelana..
Dia benar-benar hanya bermimpi..
Mimpi yang begitu kuat..
Mimpi yang kemudian membawanya pada sosok lelaki yang mampu menggetarkan hatinya..
Mimpi yang menjadi bagian dari jalan takdirnya..

Takdirnya untuk bertemu dengan Lauren dan Dave..

Jalan takdirnya yang benar-benar membingungkan. Seharusnya tidaklah terlalu membingungkan bila Yoona bisa menetapkan satu kesimpulan bahwa ia bermimpi, dan mimpi yang kemudian menjadi nyata saat ia benar-benar dipertemukan dengan sang Prince dikehidupan nyata, bukan sekedar alam bawah sadarnya yang sedang berkelana..

***

Gosip kedekatan Yoona dan Minho akhirnya mereda setelah manager Yoona, Fany mengklarifikasikan ketidak benaran pemberitaan yang beredar. Meski Yoona sudah sekali lagi mendatangi rumah keluarga Minho untuk melihat keadaan Lauren hari itu ketika Lauren sakit, namun sepertinya tak ada para pencari berita yang melihatnya. Namun begitu, Yoona tak bisa setiap hari datang menemui Lauren. Ia sebenarnya ingin, namun jadwal pekerjaan yang harus diselesaikannya, serta tidak mudahnya mencari alasan untuk melarikan diri dari pengawasan Seohyun, membuat Yoona dalam dua hari ini tidak bisa menjumpai gadis kecil itu. Paling hanya berbicara dengan Lauren melalui ponsel Amber, itupun dilakukannya diam-diam dan hanya dalam beberapa menit saja.

Akibatnya, Lauren yang merindu terhadap Yoona hanya terus merengek pada sang ayah dan juga Amber untuk mengantarnya bertemu dengan ibunya. Yang kemudian membuat Dave sebisa mungkin mengalihkan perhatian sang putri dengan mengajaknya berjalan-jalan ke beberapa tempat hiburan, menemaninya menaiki berbagai wahana. Tapi sayangnya, tetap saja disela-sela permainan yang dimainkannya Lauren terus menanyakan mengapa ayahnya tidak mau mengantarnya bertemu dengan sang ibu.

Andai Dave tidak mendengar kalimat terakhir yang diucapkan sang ayah padanya. Yang menitipkan sang ibu serta Minho padanya, Dave benar-benar sudah langsung membawa Lauren kembali kerumah mereka yang tenang, jauh dari orang-orang yang bisa jadi akan mengusik ketenangan hidupnya. Salah satunya adalah Yoona..
Wanita itu lah yang Dave rasa mengusik dirinya karena membuatnya harus menerima rong-rongan dari sang putri yang terus menanyakan perihal dirinya..

“Ooh, Mommy.. Daddy, apa Daddy sedang memberi kejutan untukku?”

“Kejutan?”

“Iya, Dad.. Daddy pasti yang menelpon Mommy kan. Itu Mommy.. Itu Mommy, Dad. Mommy..!”

Dave masih tidak melihat keberadaan Yoona sampai kemudian Lauren melepaskan genggaman tangannya untuk selanjutnya berlari, menuju seseorang yang kemudian diketahuinya sang putri tengah bersemangat menghampiri Yoona..

“Mommy..!!”

“Ooh, Lauren..”

Dalam waktu beberapa detik saja, Lauren yang pada saat itu langsung menghambur memeluk Yoona disela-sela proses syuting sebuah acara game show yang sedang dikerjakan oleh Yoona pada saat itu, telah mampu untuk menarik perhatian para kru. Tak hanya kru saja sebenarnya, tapi para penggemar Yoona yang berada disana untuk menyaksikan kegiatan sang idola, dan keberadaan beberapa para pencari berita disana, juga langsung mendekat dan memanfaatkan kamera mereka untuk mendapatkan gambar.

Ketika banyak orang mengerumuninya disertai dengan kamera yang mengarah padanya, termasuk dengan beberapa kamera milik kru, Lauren menjadi terlihat mengalami kepanikan. Jika Yoona sudah terbiasa dengan hal seperti itu, tentu tidak demikian halnya dengan Lauren. Gadis kecil itu langsung merangkulkan tangannya erat pada lengan Yoona, sementara Yoona kemudian mencoba membawa Lauren keluar dari kerumunan. Pada saat itu, Yoona kemudian melihat Siwon, atau Dave -siapapun nama pria itu- yang jelas dia sekarang sedang dalam langkah mengarah padanya..

Dave meraih Lauren kedalam gendongannya, lalu berusaha membawanya pergi dari kerumunan orang-orang disana. Dengan sebelah tangannya ia menahan tubuh sang putri dalam gendongannya. Sebelah tangan lainya entah sadar atau tidak kemudian menarik tangan Yoona, membawanya serta dari sedikit kericuhan yang kemudian terdengar dari suara-suara para pencari berita disana yang mencoba mendapatkan penjelasan dari Yoona mengenai kejadian yang terjadi didepan mereka..

image

Nampaknya, Yoona harus bersiap-siap untuk menghadapi pemberitaan lain yang akan lebih menyeruak mengenai ia, Lauren dan juga Dave..

*

*

*

To Be Continued~

Adakah yang sudah bisa memutuskan Yoona bermimpi atau tidak? Prince itu nyata atau tidak?? Atau masih bingung memutuskan seperti Yoona.. Hihihiii..

Apdet selanjutnya ditunggu aja yaa^^

@joongly

251 thoughts on “FF | Princess | 3

  1. mungkin kh yoona itu ibu lauren cous kn yoona jga pnrh mengandung, mnkin mreka (yoonwon) berdua di msa llu prnh ada hubungan tp krna suatu hal mereka psah ??
    tp kok siwon gk knal ama yoona ??
    ah membingungkan, unnie bner” hbat,sring membuat tanda ?? di otak pra readers,smgat buat nrusin crtanya ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s