Fanfiction

Coretan | No Other

image

Happy Reading~

~

~

~

Pagi hari itu, Yoona baru saja selesai mengurusi Sihoo dan Soohee sebelum mengantarkan keduanya pergi ke sekolah, membiarkan keduanya lebih dulu menghabiskan sarapan ketika kemudian ia kembali masuk kedalam kamar untuk melihat mengapa sang suami masih tidak keluar dari dalam kamar mereka. Biasanya dipagi seperti ini, Siwon sudah berdandan rapi dan siap untuk berangkat bekerja. Tapi justru,  Yoona menemukan sang suami masih bergelung diatas tempat tidur, dengan selimut tebal yang menutupi seluruh tubuhnya..

“Yeobo irona.. Yeobo.. Kau tidak pergi bekerja?!”

“Appa..! Bisakah hari ini Appa yang mengantar Soohee ke sekolah?”

Disela menarik selimut dari tubuh suaminya,  Yoona menoleh mendengar suara sang putri. Soohee yang ternyata menyusul mengikutinya kemudian juga berusaha membangunkan ayahnya..

Yoona tersenyum melihatnya..
Melihat Soohee saat itu, membuatnya hampir tak percaya jika putrinya sudah bertumbuh sebesar itu. Soohee yang manja, Soohee yang ceria, Soohee dengan segala macam tingkah dan kepolosannya benar-benar telah mewarnai hidupnya dan juga Siwon.

Melihat Soohee membangunkan Siwon saat itu, entah mengapa membuat Yoona mengingat kejadian beberapa tahun sebelumnya saat Soohee masih berusia lebih kurang satu tahun, saat itu sang putri sedang senang-senangnya belajar berbicara, kata pertama yang diucapkannya adalah ‘Appa’ panggilan untuk Siwon tentu saja. Bahkan kemudian hal itu sempat membuatnya merasa cemburu, ia yang setiap hari bersama Soohee, mengajarkan banyak hal pada putri kecilnya itu, termasuk dengan belajar berbicara. Namun kata pertama yang terucap dengan jelas dari bibir mungil putrinya justru saat Soohee memanggil ayahnya..

Appa..
Appa..
Dan Appa..

Terlebih saat melihat sang ayah datang menemuinya setelah seharian ia tak melihatnya , Soohee akan berceloteh lebih keras -seolah memamerkan kebisaan barunya- dengan kedua matanya yang bening berbinar-binar..

Tapi kemudian, kecemburuan itu musnah saat  Yoona merasa impas karena sebelumnya Sihoo sudah lebih dulu fasih memanggilnya oemma..

Dulu, Siwon memang lebih sering bersikap jahil pada putranya, hingga Sihoo lebih memilih berlari padanya saat sang ayah iseng menjahilinya. Sementara terhadap Soohee, Siwon benar-benar memanjakannya, memperlakukan putri kecilnya itu layaknya seorang princess. Dari apa yang pernah ia dengar, kebanyakan seorang anak lelaki memang cenderung dekat dengan ibunya, dan sebaliknya anak perempuan akan lebih dekat dengan ayahnya. Tapi seiring berjalannya waktu, sekalipun statusnya dan Siwon dulu sempat bercerai, kedua anaknya memiliki porsi kedekatan yang sama terhadap dirinya, maupun terhadap Siwon, ayah mereka. Sihoo yang semakin bertumbuh menjadi putra kebanggaan mereka, juga sudah terlihat memiliki bakat alami seperti ayahnya. Sihoo senang sekali menggambar, membuat sketsa. Sedangkan putri kecilnya Soohee yang selalu menjadi kesayangan ia dan suaminya, sepertinya mulai memperlihatkan minat yang sama seperti ibunya. Soohee sering sekali menirukan gaya bicara Yoona ketika sedang melakukan siaran berita..

“Oemma.. Mengapa Appa tidak mau bangun?”

Yoona teralih dari mengingat masa lalu saat Soohee menarik pergelangan tangannya..

“Ooh, sepertinya ayahmu tidak mau pergi bekerja, Soohee-ah..”

Yoona lantas menyingkap selimut yang menutupi tubuh suaminya..

“Yeobo bangunlah.. Lihatlah, Soohee sudah siap.. Dia ingin kau yang mengantarnya hari ini. Yeobo..”

Siwon kemudian baru menggeliat dan melenguh saat selimut itu disingkap dari atas tubuhnya. Itu saja..
Ia tidak lantas membuka kedua matanya untuk memperlihatkan tanda-tanda ia akan bangun dari tempat tidurnya..

“Yeobo, kau sakit?”

Bukan tanpa alasan Yoona menanyakan hal itu. Selain karna tidak biasanya sang suami terbaring lesu diatas tempat tidur seperti saat ini, dipagi yang biasanya Siwon akan terlihat bersemangat untuk pergi bekerja sekaligus mengantarkan anak-anaknya ke sekolah, namun Yoona justru melihat wajah suaminya yang agak memucat..

“Aku merasa seperti itu..”

“Oh, Appa sakit?”

Soohee langsung naik keatas tempat tidur, memegangi lengan ayahnya..

“Apa yang terjadi? Semalam kau masih baik-baik saja..”

“Kepalaku terasa berat..”

Kekhawatiran langsung menyusupi Yoona saat mendengarnya. Ia lantas menempatkan punggung tangannya didahi sang suami, mengira-ngira suhu tubuhnya saat itu. Sepertinya masih normal..
Tapi juga sedikit terasa hangat..

Ooh..
Ia bukanlah seorang dokter yang pandai menentukan normal dan tidaknya suhu tubuh seseorang. Jadi ia tidak mau hanya mengira-ngira saja..

“Yeobo, sebaiknya kita pergi kerumah sakit sekarang”

“Oemma.. Appa benar-benar sakit?”

“Ne, Soohee-ya.. Sekarang Soohee bantu oemma, beri tahu bibi Sulli untuk menyiapkan mobil..”

Soohee mengangguk dan dengan cepat turun dari atas tempat tidur, untuk selanjutnya berlari keluar dari dalam kamar.

“Sayang, kurasa aku tidak bisa pergi kemana-mana..”

Siwon akhirnya membuka kelopak matanya, sambil tangannya bergerak mengurut pada pelipisnya..

“Kepalaku terasa pusing sekali sekarang..”

Keluhnya yang semakin membuat Yoona merasa cemas..

“Kalau begitu aku akan menelpon dokter agar datang memeriksamu.. Tunggu sebentar yeobo..”

Yoona lantas bergegas meraih ponselnya, menghubungi salah satu rumah sakit agar mengirimkan dokter yang bisa secepatnya datang kerumahnya untuk memeriksa suaminya..

“Appa..! Oemma bagaimana dengan Appa?!”

Sihoo berlari masuk dengan guratan cemas diwajahnya..

“Ayahmu sakit Sihoo-ya..”

“Appa.. Appa tidak boleh sakit”

“Tidak apa-apa Sihoo-ya, dokter akan datang dan memeriksa Appa..”

Siwon sedikit memaksa tersenyum untuk menenangkan sang putra..

“Oenni, ada apa? Soohee bilang Siwon oppa sakit?”

Sulli melongok dipintu kamar, sampai kemudian Yoona menghampirinya..

“Ya, tapi dia tidak mau kerumah sakit.. Aku sudah menelpon dokter agar datang memeriksanya. Bisakah kau mengantar Sihoo dan Soohee? Aku harus menemani Siwon setidaknya sampai dokter datang..”

“Tentu saja oenni, aku akan menyiapkan mobil sekarang..”

Yoona lantas merangkul Sihoo, membawanya keluar meninggalkan Siwon didalam kamar untuk mengantar anak-anaknya yang sebenarnya tidak mau bersekolah setelah mengetahui sang ayah sakit, sampai kehalaman depan dimana Sulli sudah menyiapkan mobil untuk mengantar mereka sampai kesekolah.

Yoona yang kembali masuk kedalam kamar beberapa saat setelahnya, mendapati sang suami sudah tidak berada diatas tempat tidur, melainkan didalam kamar mandi yang kemudian ia mendengar suara tak biasa dari sana.

Sang suami sepertinya mengalami muntah, dan benar saja ketika kemudian Yoona melangkah masuk kedalam kamar mandi, ia menemukan Siwon sedang berjongkok didepan kloset, sambil menyeka bibirnya menggunakan sebuah handuk..

“Yeobo.. Apa kau muntah?”

“Ini kedua kalinya..”

“Ya Tuhan.. Mengapa kau tidak mengatakannya padaku..”

“Aku baru saja mengatakannya..”

“Tadi, saat kau mengatakan kepalamu pusing, mengapa kau tidak mengatakan kau juga sudah mengalami muntah?”

“Apa kau bahkan tega memarahiku yang sedang sakit..”

Siwon memasang wajah merengut, meski kemudian tangannya meraih bahu Yoona, merangkulnya agar membantunya melangkah kembali ke tempat tidur..

“Aku akan mengambilkan air hangat..”

Yoona sudah akan beranjak andai Siwon tidak menahan pergelangan tangannya..

“Kau tidak memiliki jadwal siaran hari ini?”

“Ada, tapi aku akan meminta ijin jika keadaanmu seperti ini.. Aku tidak mungkin meninggalkanmu sendirian..”

“Terimakasih sayang..”

“Itu sudah seharusnya..”

Dengan kekhawatiran yang terlihat jelas dimatanya, Yoona kemudian memberikan kecupan dipipi suaminya..

“Kumohon jangan sakit.. Jangan membuatku cemas, yeobo..”

Tak lama berselang, dokter datang untuk memeriksa keadaan Siwon. Memberitahukan diagnosa sementara dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukannya. Menurut sang dokter, Siwon mengalami sedikit demam dan asam lambungnya yang cenderung meningkat hingga mengakibatkannya mengalami muntah. Sang dokter lantas memberikan resep obat yang harus diminum olehnya. Dan mengingatkan untuknya menjaga pola makannya dengan benar..

“Yeobo.. Kau ingin memakan sesuatu?” Siwon menggelengkan kepalanya “Tapi kau harus makan dan meminum obat” Tenggorokannya bahkan terasa pahit untuk sekedar meminum air, bagaimana ia bisa makan apalagi menelan obat “Aku akan membawakan sarapan pagi untukmu..”

Yoona tak menunggu sang suami mengiyakan untuknya kemudian kembali keluar dari dalam kamar dan melangkah menuju dapur, mengambil makanan untuk suaminya..

Pada siang harinya, Siwon merasa sudah sedikit lebih baik. Ia yang tadi kembali tertidur setelah meminum obat, merasakan sepi didalam kamar tidurnya sendirian, hingga kemudian memutuskan untuk keluar. Saat sedang mencari keberadaan istri dan kedua anaknya, Siwon menemukan Yoona berada didapur sedang mengaduk-aduk isi didalam sebuah panci yang berada diatas kompor yang menyala dihadapannya..

“Sayang, apa yang sedang kau lakukan?” Yoona nyaris terlonjak karna terkejut. Namun lebih terkejut lagi saat ia melihat Siwon melangkah menghampirinya “Oh, yeobo.. Kau bangun..” Yoona lebih dulu mematikan kompor-nya, sebelum bergerak mendekati suaminya, dan memintanya untuk duduk dikursi meja makan “Apa sudah lebih baik?”

Siwon mengangguk..
Ia kemudian merasakan tangan sang istri yang menempel di dahinya, memeriksa suhu tubuhnya “Bagaimana, apa aku masih demam?”

“Sebenarnya aku tidak bisa memastikannya..” Yoona meringis, yang lantas dibalas senyum geli diwajah suaminya “Tapi kau sudah tersenyum, sepertinya kau akan segera sembuh..” Beralih dari sang suami, Yoona kembali kehadapan kompor-nya, kemudian menyalakannya..

“Apa yang sedang kau lakukan?”

“Aku membuat bubur untukmu”

“Kenapa melakukannya sendiri.. Kau bisa membelinya saja kan..”

“Aku ingin melakukannya sendiri untuk suamiku, Tn.Choi.. Dia mungkin sakit karna kekurangan perhatian dariku..” Yoona mengedip kearahnya..

Apakah ia sedang ingin membuat suaminya merasa terharu mendengar perhatiannya?
Tentu saja tidak..
Meski saat itu ia telah melakukannya dan membuat ruang dihati suaminya menghangat..

“Tn.Choi pasti akan sangat senang mendapatkan perhatian khusus dari anda, Nyonya..”

“Seperti apa contoh perhatian khusus yang bisa kuberikan untuknya? Apakah ini saja cukup dengan membuatkannya bubur?”

“Mungkin dengan ditambah memberikan suapan padanya”

Yoona menahan kegelian mendengarnya..

“Anak-anak masih belum pulang?”

“Sulli sedang menjemputnya. Kurasa sebentar lagi mereka pulang..”

“Oh, maka sepertinya sekaranglah waktu yang tepat untuk menerima perhatian khusus itu. Anak-anak tidak akan cemburu melihatnya..”

Tak berapa lama, Yoona sudah membawa semangkuk bubur kehadapan suaminya, dengan seulas senyum dibibirnya ia melakukan apa yang diinginkan sang suami dengan menyuapinya. Membuat Siwon berpikir jika lebih baik dirinya sakit karna dengan begitu ia bisa mendapat perhatian ekstra dari istrinya.

Apakah selama ini, sejak kembali menjadi istrinya, Yoona tidak memperhatikannya?

Yoona tentunya memperhatikan dirinya..
Bahkan saat dalam status perceraian dulu, Yoona juga memperhatikannya meski tidak secara terang-terangan.
Tapi jelas, perhatian Yoona juga terbagi untuk kedua buah hatinya. Bahkan rasanya ia hanya mendapatkan sisa-sisanya saja. Entah bagaimana nanti saat anak mereka bertambah lagi?

Apakah sekarang ia sedang mengeluh dan merasa cemburu pada dua buah hatinya yang telah lebih banyak menyita perhatian istrinya?
Jelas saja tidak..
Ia justru merasakan kebahagiaan yang tak terkira karna telah memiliki mereka kembali didalam hidupnya. Jika mengingat bagaimana perjalanannya dengan Yoona, perceraiannya yang sempat membuatnya kehilangan sang istri dari sisinya, tak ada yang lebih disyukuri Siwon seperti apa yang hari ini telah kembali dimilikinya. Anak-anak yang pintar, dan istri yang dicintai dan mencintainya yang selalu hangat memperlakukannya seperti sekarang ini..

Ia juga hangat cenderung panas diatas ranjang..

Pikirnya jahil sambil tersenyum-senyum menerima suapan demi suapan dari tangan istrinya..

“Apa yang sedang kau pikirkan hingga membuatmu tersenyum seperti itu?”

“Aku hanya sedang berpikir jika kompor yang menyala tadi pasti sama panasnya dengan tubuhmu jika sekarang aku membawamu keatas tempat tidur..”

Yoona sontak melotot mendengarnya..

“Yak.. Choi  Siwon-ssi, kau sedang sakit dan masih berpikiran mesum..!”

“Kurasa itu juga termasuk perhatian khusus yang diinginkan oleh Tn.Choi, nyonya..”

“Kau sakit, Yeobo..”

Yoona melotot gemas..

“Ooh, aku lupa kepala-ku..”

Siwon kemudian memegangi pelipisnya, membuat Yoona dengan segera beralih dari duduknya untuk selanjutnya berdiri dibelakang kursi yang diduduki sang suami guna memberikan pijatan dikepalanya.

Siwon merasakan kenyamanan saat tangan lembut sang istri melakukan pijatan dikepalanya. Sepertinya ia akan memanfaatkan sakit yang dirasakannya untuk lebih lama menikmati perhatian ekstra dari istrinya..

Karena itu, Siwon berniat untuk tidak lagi meminum obat yang dokter berikan padanya. Ia tidak memerlukan obat..
Ia lebih perlu tangan sang istri yang memijat kepalanya. Menyuapinya ketika sedang makan. Menanyakan menu apa yang ia inginkan. Lalu memasaknya sendiri untuknya. Dengan begitu ia akan menghabiskan semua makanannya, dan pastinya asam dilambungnya tidak akan kembali naik hingga mengakibatkannya merasa mual..

Tapi pemikirannya yang seperti itu agaknya keliru, ia masih saja mengalami mual meski tidak lagi melewatkan waktu makannya. Selama tiga hari ini ia tidak bekerja, sang istri selalu memastikan ia makan tepat waktu seperti yang disarankan oleh dokter yang memeriksanya. Berbeda bila dibandingkan dengan saat ia berada dikantor yang terkadang kesibukan mengurusi pekerjaan membuatnya lupa dengan waktu makan yang seharusnya. Tapi mual itu masih saja ia rasakan hingga membuatnya harus berlari kedalam kamar mandi, sekalipun kemudian sama sekali tak ada yang bisa ia muntahkan..

“Yeobo.. Sebenarnya apa yang kau lakukan? Kau tidak meminum obat-mu?”

Yoona biasanya akan langsung berlari menghampiri sang suami ketika mendengarnya mengalami muntah. Tapi kali ini, ia justru hanya berdiri diambang pintu kamar mandi sambil menatap Siwon dengan kesal. Bagaimana tidak, ditangannya ia menggenggam beberapa butir dan kapsul obat yang tidak sengaja ditemukannya berada dibawah tempat tidur saat tadi ia mengambil sisir yang terjatuh dari tangannya ketika sedang merapikan rambut Soohee..

“Jelas saja kau masih selalu merasa mual karna kau justru membuang semua obatmu..”

Omelnya dengan kedua tangan berkacak pinggang. Membuat Siwon hanya bisa memperlihatkan ringisan diwajahnya karna aksinya telah diketahui oleh istrinya..

“Aku tidak mau meminum obat itu, rasanya sangat pahit..”

“Mwo.. Apa kau anak kecil seumuran Sihoo yang wajar bila takut meminum obat?”Yoona lebih kesal lagi setelah mendengar alasan yang dikatakan suaminya..

“Aku tidak mengatakan takut meminum obat itu, aku hanya tidak memerlukan itu, sayang..” Siwon keluar dari dalam kamar mandi, melewati tubuh sang istri yang kemudian tidak membiarkannya tidak memberi penjelasan pada apa yang tadi dikatakannya..

“Apa maksudmu tidak memerlukannya? Bagaimana jika pencernaanmu bermasalah karna kau terus muntah seperti ini..”

“Pencernaanku baik-baik saja.. Bukankah aku selalu menghabiskan makanan-ku? Lagi pula, aku berencana untuk pergi bekerja hari ini.. Kau tidak perlu khawatir, sayang..”

“Tapi yang membuatmu mual, pasti ada penyebabnya..”

Untuk mengetahui alasan itulah, Yoona memaksanya untuk lebih dulu memeriksakan keadaannya kerumah sakit. Tentu saja karna ia memiliki ketakutan kalau-kalau terjadi hal serius pada suaminya. Hal yang sama sekali tidak akan pernah diinginkannya..

Dan syukurlah dokter yang memeriksanya mengatakan semuanya baik-baik saja. Bahkan setelah Yoona memaksa Siwon untuk menjalani beberapa tes untuk lebih memastikan kesehatan tubuhnya. Namun sejauh hasil pemeriksaan yang dijalani, dokter tidak menemukan adanya ketidak beresan ditubuhnya. Mengenai mual yang dialaminya, dokter hanya menyarankan untuknya mengatur pola makan dan memberinya obat pereda rasa mual..

“Yeobo, karna kita sudah berada dirumah sakit.. Bagaimana kalau kita menemui dokter?”

“Bukankah baru beberapa hari lalu kita menemuinya?” Beberapa hari yang lalu sebelum pada pagi harinya ia merasakan mual “Ya, tapi tidak ada salahnya kita kembali melakukan pemeriksaan.. Sekalian saja..”

“Baiklah, kurasa aku juga ingin mengetahui bagaimana perkembangannya..” Mereka kemudian beralih menuju ruang genekologi, dan bertemu dengan seorang dokter wanita disana..

“Oh, Ny.Choi.. Apa sesuatu terjadi dan membuat anda datang lebih cepat dari jadwal kunjungan?”

“Anio, dokter.. Kebetulan aku mengantar suamiku untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Jadi kupikir, aku bisa sekalian menemui dokter..”

“Oh yaa, tentu saja.. Jadi apa ada yang ingin anda keluhkan? Bagaimana dengan morning sickness nya?”

“Sejauh ini, saya belum merasakan adanya morning sickness, dokter..”

“Oh, benarkah..? Anda tidak merasa mual dan mengalami muntah-muntah?”

“Tidak, dok..” Dokter itu lantas menuliskan apa yang Yoona katakan pada catatan medis-nya..

“Tapi dokter.. Apakah, apakah mungkin morning sickness itu bisa dirasakan oleh suamiku?”

Dokter itu kemudian mendongak mendengarnya..

“Apa suami anda mengalami mual dan muntah, Nyonya..?”

Yoona mengangguk sambil menatap pada sang suami yang mengerutkan dahinya..

Ia mungkin belum mengalami morning sickness dalam kehamilan ketiga nya kali ini, karna sebelumnya saat mengandung Soohee, ia pun baru mengalaminya diusia kandungannya yang menginjak usia tiga bulan.  Karna itu, dulu ia terlambat mengetahui kehamilannya karna tanda-tanda kehamilan itu memang baru muncul disekitar minggu ke sepuluh. Dan mengenai morning sickness yang mungkin dialami oleh suaminya, Yoona merasa ini sesuatu yang baru terpikir olehnya. Mengingat dari hasil pemeriksaan terhadap kondisi tubuh Siwon yang menunjukkan keadaannya baik-baik saja, sementara dalam beberapa hari ia telah melihatnya mengalami mual dan muntah, Yoona kemudian berpikir bagaimana jika seandainya sang suamilah yang mengalami morning sickness dalam kehamilannya kali ini. Mungkinkah ada hal semacam itu yang sebelumnya pernah terjadi?

Dokter yang melakukan konsultasi dengannya itu tersenyum, kemudian mengajukan pertanyaan pada Siwon..

“Apa anda merasa cemas dengan kehamilan istri anda kali ini, Tuan..?”

Siwon mengangguk..

“Aku merasa cemas karena ketika hamil biasanya aku melihatnya begitu tersiksa.. Dia terus mual hampir setiap hari”

Dan kemudian mereka mendengarkan penjelasan  sang dokter mengenai pendapat ilmiah terhadap kondisi yang seperti itu. Beberapa mengatakan jika masalah psikologi dan pengaruh dari kerja hormon yang menjadi penyebab mengapa seorang suami bisa mengalami morning sickness dimasa kehamilan sang istri. Seorang suami yang cemas dengan kehamilan istrinya, akan menyebabkan estrogen dalam tubuhnya meningkat sehingga memicu rasa mual dalam dirinya.

“Jadi, bagaimana kau bisa merasa cemas dengan kehamilanku yang sekarang, yeobo..?”

Yoona menanyakan setelah mereka meninggalkan rumah sakit dan kembali berada dirumah mereka yang terasa sepi saat Sihoo maupun Soohee belumlah pulang..

“Sejak mengandung Sihoo, kemudian Soohee.. Juga janin yang waktu itu sempat kau kandung, kau selalu terlihat mengkhawatirkan dengan mual dan muntah yang terus-terusan. Aku mencemaskanmu sayang, aku khawatir kau akan kesulitan menangani kehamilanmu kali ini, juga masih mengurus anak-anak dan membagi perhatianmu nantinya..”

“Bukankah kita memang sudah berencana menambah anak lagi setelah kehilangan calon anak ketiga kita?”

“Ya, tapi kurasa aku takkan tega bila melihatmu mengalami mual dan muntah..” Yoona tersenyum kemudian memberikan kecupan dipipi suaminya “Terimakasih sudah mencemaskanku, yeobo..” Tangannya lantas mengerat dilengan suaminya, dengan kepala bersandar dibahunya..

“Sebenarnya yang lebih membuatku cemas adalah tidakkah aku akan semakin berada jauh dibelakang dalam daftar penerima perhatian darimu?”

Yoona mendengus mendengarnya..

“Aku sudah mengira, daripada mencemaskanku ataupun pengasuhan anak-anak, kau pasti akan lebih cemas pada dirimu sendiri, termasuk dengan libido-mu..”

Siwon sesaat sempat tergelak, sebelum kemudian ia menyadari satu hal dari apa yang sang istri katakan “Oh Tuhan.. Setelah kau melahirkan nanti, itu berarti butuh sekitar satu bulan untuk masa pemulihan?”

“Ya, seperti saat aku melahirkan Sihoo dulu.. Kau baru bisa menyentuhku lagi sebulan setelahnya..”

“Itu sungguh waktu paling menyiksa dalam hidupku..”

“Bukankah lebih menyiksa setelah perceraian kita.. Bayangkan berapa lama kau tidak menyentuhku..”

“Itu hampir membuatku gila asal kau tahu..”

Siwon lantas menarik bahu sang istri, menjadikan tubuh Yoona menempel dengan dadanya, dan bibirnya memagut erat bibir istrinya. Memberikan ciuman yang begitu mendalam terhadap satu sama lain..

“Kalau begitu aku harus lebih sering menengoknya sebelum dia lahir..”

Yoona tertawa ketika sang suami kemudian menjatuhkan tubuhnya keatas tempat tidur. Terlebih mendengar kata menengok yang memiliki konotasi lain itu terucap dari bibir suaminya. Bibirnya yang teramat pandai mencumbuinya. Namun sebelum cumbuan itu terjadi, Yoona lebih dulu mengernyit melihat Siwon yang justru menggelengkan kepalanya, sedikit terlihat frustasi dengan telapak tangannya yang membekap mulutnya, lantas dengan cepatnya berlari masuk kedalam kamar mandi..

Yoona melongo, sebelum kemudian justru tertawa geli mendengar suara keran air dari dalamnya..
Suaminya kembali muntah?
Astaga..
Ia merasa kasihan, tapi sekaligus geli dengan kenyataan Siwon yang justru merasakan morning sickness untuk kehamilannya kali ini..

~

~

~

~

#DadaDadahKePembaca

Yang sempet baca coretan Champagne Haefany, ini di modif biar bisa nyambung bwt crita No Other.. kenapa gak ngikut jadi cerita Champagne juga dengan versi YoonWon, karna Kemarin lumayan banyak yang protes dengan endingnya No Other kan yaa.. jadi biar pada diem lahh ini aq bikinin yg No Other..Wkwkwkwkkk~

Yang nunggu Princess masih dalam proses pengetikan yaa.. Second Chance juga seperti itu.. jadi ditunggu aja dengan sabar yaa^^ #tq :-*

@joongly

156 thoughts on “Coretan | No Other

  1. Belum baca second change,belum baca princess jg,abis’y takut’y kepooo berkepanjangan aliaass penasaran klo msh TBC,jd dilewat duluu deehhh!!😁😁😁

    Daann aku merindukan sihoo & sohee,aahh anak b2 itu mo pny adik!! Wlpn moment mereka disini secuil doang!!
    Senang’y klo wanita hamil yg mual suami’y,jd penderitaan’y terbagi!! Hahaha… Sabar yaa siwon appa!!πŸ˜†πŸ˜†

  2. Wow.. Unik ceritanya n lucu! Love it!
    Tapi thor, kenapa part 3nya ga ketemu y thor? Cuma keliatan teasernya aja😦
    Padahal penasaran bagt ceritanya part endnya😦
    Thanks n GBU

  3. karna ga kebagian baca part 3 aku langsung ke bagian coretan ini hahahahaha

    siwon kasian yaaa. tp jadi bukti dia sayang banget sama yoona. aaaah so sweeet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s