Fanfiction

FF | Second Chance | 2

image

Cover by : Berta/Xoloveyoonwon
Thanks lagi ya say covernya^^ Sorry loh yaa bikin repot  dengan bolak-balik minta cover.. #malu

Ok buat teman” pembaca semuanya, simak part keduanya ini yaa😉
Aq kasih tau dulu nih tapi masih tetep singkat kayak kemarin, jadi jangan pada ngambek yaa.. kan udah aq kasih tau duluan.. wkwkwkkk~

Happy Reading~

*

*

*

*

Sama hal nya dengan tetesan-tetesan air dari langit, yang turun dengan deras setelah mendung menggantung disepanjang hari itu, seorang wanita yang kini sedang berdiri dibalik jendela kaca rumah besar yang ditempatinya sambil memandang derasnya hujan diluar sana, juga sedang meneteskan bening airmatanya yang mengalir bak anak sungai yang membanjiri wajahnya. Larut dalam kegamangan hati yang saat itu tengah dirasakan olehnya, hingga tak menyadari ketika seseorang melangkah masuk kedalam rumah, setelah menembus derasnya hujan dengan mengendarai mobilnya.

Suaminya..
Tanpa merasa perlu untuk terlebih dulu menyapanya, sudah langsung masuk kedalam kamar mereka. Menutup pintu, dengan meninggalkan suara yang cukup keras, menjadikan wanita itu teralih dari lamunannya. Namun kemudian hanya memandang pintu kayu kamarnya dengan nanar dikedua matanya yang memerah. Matanya pasti juga sudah lelah karna terus-menerus mengeluarkan airmata..

“Apa maksudnya ini?”

Wanita itu baru saja hendak beralih, dengan kembali memperhatikan tetesan hujan deras diluar sana, ketika suara sang suami terdengar seiring dengan kemunculannya dari dalam kamar, dengan hanya handuk putih yang melilit dipinggangnya. Sebuah benda kecil berbentuk persegi berada ditangannya..

Sebuah alat tes kehamilan dengan hasil yang memperlihatkan tanda plus berwarna merah, yang sengaja wanita itu letakkan dikamar mandi, kini sudah berada ditangan suaminya..

“Jawab aku, apa maksudnya benda ini?”

“Aku hamil.. Dua hari lalu aku melakukan tes pertama dan hasilnya positif. Yang saat ini kau pegang adalah hasil tes ketiga yang tadi pagi kulakukan. Hasilnya tetap sama, aku hamil..”

Wanita itu menjawab dengan suara tenang sementara sang suami yang berada dihadapannya nampak terkesiap mendengar apa yang dikatakannya..

“Tidak mungkin..”

Sekarang, sang suami bahkan terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya serta menarik kasar rambut pendeknya..

“Kita bisa pergi kerumah sakit untuk memastikannya. Aku juga belum mendatangi dokter. Aku sedang menunggumu, kupikir rekan kerjamu dirumah sakit pasti ada yang seorang dokter kandungan kan? Atau kau saja yang memeriksaku? Meski kau bukan seorang dokter kandungan, kau tetap bisa memeriksaku kan?”

“Jangan bercanda denganku, Sooyoung-ssi..!”

Sooyoung..
Wanita itu untuk sesaat memperlihatkan keterlukaan dalam sorot matanya, sebelum kemudian dengan pintar ia kembali dapat memanipulasi sakit hatinya dengan ketenangan wajahnya..

“Aku.. Sama sekali tidak pernah tahu bagaimana rasanya bercanda, Oppa.. Jadi bagaimana bisa aku melakukan itu sekarang, denganmu?”

“Tapi kau.. Kau tidak mungkin hamil..!”

“Saat hubungan fisik diatara suami istri seperti kita terjadi, rasanya wajar bila kemudian aku hamil. Itulah yang terjadi sekarang”

“Tapi kemungkinannya sangatlah kecil.. Kita jarang sekali melakukannya..”

“Tapi ketahuilah, kau selalu memilih waktu yang tepat saat melakukannya. Terakhir kali, itu ketika aku sedang berada dalam masa subur, kau tanamkan benihmu kedalam rahimku. Kau pasti tidak sadar, kau tidak pernah memakai pengaman saat denganku, karna kau sedang mabuk. Aku pun tak peduli dengan itu karna kau adalah suamiku. Kau bebas melakukan apapun padaku, termasuk menyebut nama wanita lain saat kau sedang membuahi rahimku..”

“Ketahuilah juga, tujuan pernikahan kita bukanlah untuk mendapatkan anak, melainkan kepentingan bisnis rumah sakit ayahmu..!!”

Pria itu menatapnya tajam, sebelum begitu saja meninggalkannya dengan masuk kedalam kamar. Hanya sebentar dan sudah kembali keluar setelah berpakaian. Dengan tanpa menoleh padanya, sang suami pergi meninggalkannya dirumah besar itu sendirian, menyisakan dirinya yang hanya bisa termangu menatap kepergiannya ditengah keremangan malam dan dibawah derasnya guyuran hujan..

Apakah suaminya akan pergi ke pelukan wanita itu?
Apakah wanita itu juga akan tetap membuka pintu untuk suaminya dengan senyuman diwajahnya yang manis? Bahkan setelah tadi ia menemuinya, berbicara banyak dengannya hingga memohon pada wanita itu untuk mengakhiri hubungannya. Bukan demi perasaan sakit dihatinya, ia sudah menjadi terbiasa bahkan kebal dengan yang namanya sakit hati, tapi ia melakukannya demi untuk sang jabang bayi dalam kandungannya. Sumber kekuatan baru untuknya..

Setelah sang ibu yang tak memiliki kesempatan untuk bersamanya, dan begitupun dengan dirinya yang sepertinya tidak akan memiliki kesempatan untuk merasakan bahagia, harapan terbesarnya itu tidaklah akan berlaku untuk sang anak.  Anaknya haruslah bahagia. Lebih dari siapapun, anaknya berhak mendapatkan kesempatan untuk bersama dengan ayahnya. Mendapatkan kasih sayang dan cinta dari sang ayah tanpa terbagi dengan siapapun juga. Karna itulah ia akan bertahan dalam keadaan sesakit apapun, juga melakukan hal apapun termasuk memohon pada siapapun yang berkemungkinan menghalangi kebahagiaan sang anak nantinya..

Tak ingin terus meratapi nasibnya dirumah itu sendirian, Sooyoung akhirnya pun memilih untuk pergi setelah hujan deras itu mereda. Ia pergi mendatangi satu-satunya orang yang peduli padanya. Bukan ayahnya. Mustahil pula ibu tirinya. Melainkan seseorang yang memiliki satu aliran darah yang sama sepertinya, sang kakak lelakinya..

Sampai di apartemen sang kakak, bahkan setelah menekan bel hingga beberapa kali dan sama sekali tak ada sahutan, juga setelah ia menunggu hingga beberapa menit lamanya, tak ada tanda-tanda kemunculan kakaknya. Maka kemudian, untuk pertama kalinya ia memutuskan untuk membuka sendiri pintu didepannya dengan memasukkan passcode yang memang telah lama diketahui olehnya. Sang kakak lah yang selalu memberitahunya, namun karna ia termasuk seseorang yang sangat menghargai privasi orang lain, terlebih kakaknya, Sooyoung tidak pernah sembarangan masuk kedalam tempat tinggal kakaknya. Yang menurut sang kakak, apartemen itu adalah tempatnya melarikan diri dari segala macam tekanan dalam keluarganya. Baik dari sang ayah, maupun ibunya..

“Sooyoungie.. Hai, bangun pemalas..”

Sooyoung menggeliat merasakan ada yang ketika itu mengguncang tubuhnya, membangunkannya. Lalu ia mengerjap membuka kedua matanya, dan melihat sang kakak yang sepanjang malam ia tunggu kini telah berada dihadapannya..

“Oh, Oppa.. Kau sudah pulang?”

Sooyoung lantas turun dari atas tempat tidur dan mengikuti sang kakak yang melangkah menuju dapur, hendak membuat kopi panas kesukaannya..

“Apa yang kau lakukan disini? Tidak biasanya..”

“Aku menunggumu, Oppa.. Kemana saja kau? Kau bahkan tidak pulang semalam. Apa kau memburu objek fotografi lagi..?”

Sang kakak mengangguk dan menunjukkan cengiran diwajahnya..

“Mana hasilnya?”

“Kemarin tidak berhasil.. Aku bahkan kehilangan kameraku..”

“Oh, bagaimana bisa? Kecuali tentang yang lain, setauku kau bukan yang termasuk ceroboh jika itu menyangkut kamera-mu..”

“Ada sedikit insiden kemarin yang membuatku lupa keberadaan kamera ku..Tapi lain kali, aku pasti akan kembali lagi kesana dengan membawa kamera baru..”

Melihat sang kakak yang kemudian sibuk dengan mesin pembuat kopi, Sooyoung memilih menarik kursi dan duduk menunggu kakaknya..

“Ada apa? Kemana suamimu?”

Pertanyaan sang kakak kemudian menyadarkannya jika ia bahkan tak tahu kemana suaminya sekarang. Kecuali bersama dengan wanita itu mungkin..

“Sooyoungie..?”

“Oh, dia.. Dia diluar kota..”

“Seminar kedokteran?”

“Hm, yaa.. Seperti itulah..”

“Kau bohong padaku, Sooyoungie.. Katakan ada apa?”

“Op-pa..”

“Aku akan menghajarnya..!”

Sooyoung seketika berdiri saat sang kakak telah lebih dulu berdiri dengan mengepalkan jemari tangannya..

“Aku tidak mengatakan apa-apa tapi bagaimana bisa kau bereaksi seperti ini?”

“Cukup dengan aku melihat kedua matamu yang membengkak, aku tahu dia sudah menyakitimu.. Berapa banyak airmata yang sudah kau keluarkan? Sebanyak itu pula aku akan mengeluarkan darah ditubuhnya..”

Sooyoung langsung menghambur kepelukan sang kakak. Haru yang dirasakannya membuat airmatanya tertumpah didada kakaknya. Ia bisa menjadi seseorang yang kuat didepan semua orang, teramat kuat malah seolah ia sudah mengalami mati rasa. Tapi tidak didepan sang kakak. Ia bisa menjadi teramat rapuh, nyaris remuk..

“Tidak Oppa.. Jangan lakukan apa-apa padanya. Jangan menyakitinya. Sekalipun aku menangis setiap hari oleh karenanya, tapi aku mencintainya..”

“Apa?”

“Aku mencintainya.. dan dia adalah ayah dari calon anakku. Aku sedang hamil, Oppa..”

“Kau hamil?”

Sooyoung mengangguk, kemudian melepaskan pelukannya..

“Calon keponakanmu..”

Diantara suara kepedihan hatinya, terdapat senyum yang coba ia perlihatkan diwajahnya..

“Tetap saja, kau harus mengatakan padaku apa yang dilakukannya hingga kau menangis setiap hari..?”

“Op-pa..”

“Kau tidak bisa menyembunyikannya dariku. Mulailah, katakan padaku sekarang..”

“Dia memiliki wanita lain, seorang suster dirumah sakit yang sudah berhubungan dengannya sejak kami belum menikah”

Dengan linang airmata diwajahnya, Sooyoung akhirnya menceritakan pada sang kakak awal mula ia mengetahui hubungan terlarang suaminya dengan wanita itu, bahkan hingga akhirnya ia menguatkan hati untuk berbicara bahkan memohon pada sang wanita agar mengakhiri hubungan mereka demi sang jabang bayi dalam kandungannya..

“Aboji seharusnya tidak menikahkanmu dengan bedebah sepertinya. Aku benar-benar akan menghajarnya dan tunggu saja disini.. aku akan membawanya untuk berlutut dihadapanmu..!!”

Geraman sang kakak, disertai dengan rahangnya yang mengeras menjadikan Sooyoung terlihat panik ketika kakaknya beralih dari hadapannya untuk selanjutnya menyambar kunci mobil dan bergerak membuka pintu apartemennya..

“Oppa.. Jangan lakukan itu. Kumohon Oppa.. Jangan melakukannya. OPPA..!!”

Sooyoung terduduk lemas didepan pintu saat tak berhasil mencegah kepergian kakaknya. Terisak..
Lagi-lagi itulah yang dilakukannya..

*

*

*

*

To Be Continued~

Cast keduanya udah muncul nih yaa dan menjawab salah satu pertanyaan di part Pertama-nya kan..😀
Tinggal siapa yang ada dibalik tokoh si ‘suami’ yg udah mendua dan minta ditonjok kalau punya laki kek begini..
Tapi kayaknya setelah baca ini akan banyak yg tebakannya bener deh..😀
Dan pasti juga sudah mengira” selain itu siapa yg jadi kakaknya Sooyoung??

Tunggu update selanjutnya yaa.. #tq😉

@joongly

253 thoughts on “FF | Second Chance | 2

  1. Ow sooyoung yg jadi suami y sapa ..?
    Kaknya siwon oppa kah..?
    Lalu yg hamilin yoona bukan wonpa aaawww teteh unnie lalu bagai mana bagian yoonwon’y ..?
    Aaa siapa suami soo unn ..?
    Iii udah gitu pendek pisan cuman nyebut nama soo unnie doang hahahahahah hadeh unn kepo ku nambah. Ayo buru” part 3 lah .

  2. Huhu itu si suami yang mendua siwwon yah😥😥
    Masak iyah? Biasanyakan soo itu dicouplein breng siwon😀
    Nah kakaknya siapa?

    Ahh makin penasaran
    Next yah🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s