Fanfiction

3S | No Other | 1

image

Story | Im Yoona | Choi Siwon | Hwi Joon (Choi Sihoo) | Lee Haru (Choi Soohee) | Sulli | Lee Donghae | Hwang Tiffany | Etc

Cover by: Sifixo @PosterChannel

Enjoy Reading~

*

*

*

Tiada yang lain..
Tak ada tempat yang lain..
Disinilah..
Hanya akulah tempat-mu kembali..
Tiada yang lain..

*

*

*

Siang hari itu, diantara ribuan kendaraan yang berlalu lalang, terdapat salah satunya sejenis sedan berwarna merah melaju dengan kecepatan cukup kencang, menyalip satu demi satu kendaraan lain yang melaju didepannya.

Sang pengemudi yang berada dibalik kemudi kendaraan itu, nampaknya sedang diburu waktu. Selain masih harus menyelesaikan pekerjaan yang telah ditugaskan sang atasan kepadanya, ia juga harus terlebih dulu menjemput dua buah hatinya yang mungkin sudah mendumal sejak tadi. Akibat dari keterlambatannya yang nyaris tiga puluh menit ia telah membiarkan mereka menunggunya..

“eomma..!!”

begitu sedan berwarna merah itu menepi diarea sebuah gedung sekolah bertingkat dan seorang wanita yang tadinya berada dibalik kemudi kendaraan itu keluar dari dalamnya, seorang bocah perempan kecil langsung berseru dan berlari menghampirinya.

“mengapa eomma lama sekali?”

dengusnya dengan wajah memberengut terlihat kesal..

“Maafkan eomma, sayang..”

wanita itu lantas sedikit menunduk untuk mengusap peluh serta menyibak anak rambut yang menutupi dahi putri kecilnya.

Ia kemudian tersenyum..

“dimana kakakmu?”

“Si hoo oppa, dia bermain dilapangan tadi..”

“Oh, ayo kita cari.. Eomma harus segera mengantar kalian pulang dan kembali bekerja..”

“Apa eomma sangat sibuk hari ini?”

“Iya sayang.. Tapi bibi Sulli akan datang dan menemani kalian hari ini..”

“Jadi bibi Sulli akan datang?”

“hm..”

Wanita itu tersenyum dan menggandeng tangan kecil sang putri untuk selanjutnya mencari keberadaan satu lagi buah hatinya, putra pertamanya, jagoan kecilnya..

“Itu dia eomma, itu Si hoo oppa.. Oppa..! Oppa..! eomma sudah datang..!!”

gadis kecil itu kemudian berlarian menghampiri sang kakak..

“SooHee-ya.. Jangan berlari seperti itu sayang..”

Mau tak mau, wanita itu pun kemudian mempercepat langkah untuk mengikuti sang putri yang telah lebih dulu berlari didepannya..

Berbeda dengan sang putri yang hanya sesaat memasang wajah kesal dihadapannya, sang putra justru lebih terlihat menunjukkan kekesalannya dengan tidak menyapanya dan malah langsung berlari kearah mobilnya yang terparkir dan segera masuk kedalamnya..

“Si Hoo-ya.. Apa kau marah lagi pada eomma?”

Dari balik kaca spion mobilnya, wanita itu mengetahui sang putra yang memilih duduk dikursi belakang, kini tengah memalingkan wajah darinya..

“Oppa.. eomma sedang bertanya padamu? Apa kau tidak dengar?”

Si Hoo menoleh, hanya untuk memelototi sang adik yang ikut bersuara dan semakin menambah kekesalannya.

Namun begitu, Soo Hee tidak lantas diam..

“Jika oppa seperti itu lagi, dan tidak mau menjawab pertanyaan oemma.. Soo Hee akan adukan oppa pada Appa..”

Soo Hee melirik pada sang ibu dan mengedipkan sebelah mata, seakan memberikan tanda dukungan padanya.

Membuat wanita itu tersenyum melihatnya..

“Jika eomma tidak bisa menjemput kami, kenapa tidak menyuruh Appa saja untuk menjemput. Appa bisa mengendarai mobil dengan cepat dan pasti tidak akan terlambat seperti eomma dan membuat kami menunggu lama..”

Wanita itu hanya tersenyum setelah mendengar protes dari sang putra..

Oh, andai putranya itu tahu..
Ia bahkan telah memacu kecepatan mobilnya layaknya seorang pembalap..

Namun ia tidak akan membiarkan putra kecilnya tahu bagaimana ia telah mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, demi untuk tidak memperlama kedua buah hatinya itu menunggu..

“Ayah kalian juga sedang sibuk sayang.. eomma sudah menelpon tadi, dan ayah kalian sedang ada rapat.. Jadi bisakah Si Hoo memaafkan eomma karna terlambat datang?”

Bocah lelaki itu sesaat mendengus, tapi kemudian mengangguk walau terlihat terpaksa melakukannya..

“Besok tidak boleh terlambat lagi..”

serunya masih menyuarakan protes..

“Ya, eomma selalu mengusahakan untuk tidak terlambat..”

“eomma harus berjanji.. Eomma tidak akan terlambat lagi..”

“Ya, eomma janji..”

Setelah akhirnya mampu kembali mengendalikan sang putra, wanita itu menarik dan menghembuskan napas lega..

Terkadang ia memang merasakan sulitnya mengurus kedua buah hatinya itu. Si hoo yang lebih berwatak keras, kini semakin sering melakukan protes terhadap apapun yang ia rasa berjalan tidak sesuai dengan apa yang diinginkannya. Sedangkan SooHee, sang putri yang hanya berjarak satu tahun dengan Si Hoo, lebih memiliki sikap yang cenderung berubah-ubah. Terkadang ia bisa jadi bocah yang sangat mandiri, lebih mandiri dari kakaknya, namun kadang kala Soo Hee pun bisa jadi terlewat manja dan pemaksa.

“Kita sudah sampai sayang.. Ayo turun..”

“Oh, itu bibi Sulli, eomma.. Bibi Sulli..!”

Soo Hee keluar lebih cepat begitu melihat sang bibi yang melambaikan tangan padanya..

“Apa eomma akan kembali kekantor?”

Wanita itu baru saja melepaskan seatbelt ketika mendengar lagi Si Hoo bersuara.

Ia menoleh pada sang putra yang masih belum beranjak keluar dari dalam mobil..

“eomma memiliki tugas untuk meliput diluar sayang, apa Sihoo menginginkan sesuatu..?”

Si hoo hanya menggeleng, lalu keluar dari dalam mobil dan langsung berlari kedalam lobi gedung apartemen yang mereka tinggali. Ia bahkan mengabaikan keberadaan sang bibi yang tersenyum menyapanya.

“Ada apa dengan Si hoo, oenni?”

“Hal yang biasa.. Kau diamkan saja dia. Si hoo masih tidak bisa melakukan sesuatu sendiri, dia pasti akan mencarimu jika membutuhkan sesuatu..”

“baiklah, aku mengerti.. Lalu bagaimana dengan putri kecil ini?”

Soo hee terkikik ketika sang bibi, Sulli sedikit menggelitik pinggangnya..

“Aku lebih pintar dari Si hoo oppa, bibi.. Aku tidak akan merepotkan bibi..”

“sungguh?”

“hmm..”

Soo hee mengangguk yakin, membuat Sulli gemas dan akhirnya mencubit kedua pipinya..

“Kalau begitu, oemma harus kembali bekerja sayang..”

Soo hee yang sebelumnya bertingkah manja dengan menggelayuti lengan Sulli, lantas menghampiri sang ibu begitu mendengarnya berpamitan..

“Hati-hati eomma..”

wanita itu menunduk, memberi kemudahan saat Soohee kemudian menciumi wajahnya. Ia membiarkan sang putri merasa puas dengan melakukannya berkali-kali..

“Titip anak-anakku, Sulli-ah..”

“tentu saja, eonni tidak perlu khawatir, mereka keponakanku.. Aku akan menjaga mereka dengan baik..”

“eomma pergi sayang.. Apa yang kau inginkan untuk makan malam nanti?”

“emm, bawakan aku ayam goreng, oemma..”

“Baiklah, ayam goreng untuk putri cantik eomma akan dipesan.. Jangan merepotkan bibi, mengerti?”

Soohee mengangguk dan kembali menggelayuti lengan sang bibi, sementara membiarkan ibunya beranjak dari hadapannya..

“Yoona eonni.. Berhati-hatilah..”

Yoona..
Im Yoona..
Nama wanita itu. Ia adalah seorang ibu muda bagi dua buah hatinya, Sihoo dan Soohee dan sekaligus juga seorang yang kini bekerja sebagai reporter berita disalah satu stasiun televisi ternama.

image

Mendengar seruan Sulli adiknya, membuat Yoona kemudian kembali menoleh sekedar untuk memberikan senyuman dan sekaligus lambaian tangan untuk sang putri dan juga Sulli yang juga melambaikan tangan untuknya..

*****

Pada malam harinya, dengan tubuh lelah dan perasaan sangat menyesal karna harus melewatkan makan malam bersama kedua buah hatinya, terlebih melanggar janjinya pada sang putri Soohee (untuk membawakannya ayam goreng), Yoona justru baru tiba dipelataran parkir gedung apartemennya pada sekitar pukul sepuluh, dan masih harus berputar-putar dengan mobilnya untuk menemukan tempat parkir yang kosong.

Saat tengah mencari-cari tempat untuk memarkir mobilnya itulah, ia melihat seorang pria yang baru keluar dari dalam mobil, seorang pria yang sudah pasti dikenalnya, tidak sendirian melainkan bersama dengan seorang wanita yang kemudian dirangkul oleh pria itu.

Yoona mengernyit melihat kedua orang itu yang kemudian berjalan masuk kedalam gedung dan langsung menaiki lift. Nampak jelas dilihatnya, kedua orang itu saling tersenyum satu sama lain..

“Siapa lagi wanita yang dibawanya..?”

decaknya tanpa sadar, dan kemudian buru-buru memarkir mobilnya setelah ia menemukan satu tempat kosong. Dan lantas menyusul masuk kedua orang tadi..

“Sulli-ah.. Sulli, kau sudah tidur?”

“Oh, eonni.. Akhirnya kau pulang”

Ya..
Yoona memilih untuk lebih dulu masuk kedalam kamar apartemennya daripada mengikuti pria dan seorang wanita tadi..

“Sihoo dan Soohee baru saja tidur..”

“Mereka sudah makan?”

“Sudah, aku mengajak mereka membeli makanan diluar tadi”

Yoona dengan perasaan kecewa meletakkan bungkus makanan yang dibelinya keatas meja..

“Kalau begitu akan lebih mudah memindahkan mereka keatas..”

“nde? Maksud oenni?”

Yoona tidak memberikan penjelasan pada Sulli dan sudah langsung membuka pintu kamarnya. Mendapati kedua buah hatinya sudah terlelap diatas tempat tidur..

Bukan untuk memberikan ciuman selamat malam, Yoona justru mengguncangkan tubuh Sihoo, membangunkannya..

“Sihoo-ya.. Sihoo, bangun sayang..”

“eonni, apa yang kau lakukan?”

“bantu aku membangunkan Sihoo, Sulli-ah..”

“Tapi kenapa? Sihoo sudah tidur nyenyak eonni”

“Aku harus memindahkan mereka keatas.. Malam ini mereka harus tidur bersama dengan ayahnya..”

Sulli masih tak habis mengerti dengan apa yang coba sang kakak lakukan pada dua keponakannya itu.

Begitu Sihoo melenguh dan terbangun, Yoona kemudian meraih dan menggendong tubuh kecil Soohee. Dan meski cukup kerepotan ia menggandeng tangan Sihoo. Bocah lelaki itu dengan sedikit tidak sadar karna kantuk, mengikuti Yoona keluar dari kamar dengan  masih memeluk sebuah guling dengan tangannya yang lain..

Sulli hanya bisa geleng-geleng kepala melihatnya. Ia kini sudah dapat mengerti pada apa yang dimaksud Yoona dengan memindahkan mereka keatas..

“kita mau kemana eomma?”

Tanya Sihoo dengan suara lirih, mengantuk..

“Kekamar Appa sayang.. Ayah kalian sudah pulang, kau ingin tidur bersama Appa kan?”

Sihoo mengangguk lesu, masih mengikuti tarikan tangan Yoona yang kemudian membawanya masuk kedalam lift dan kembali keluar di satu 
lantai diatasnya..

Setelah terlebih dulu melepaskan tangan Sihoo dari genggamannya, juga membenarkan posisi tubuh Soohee yang berada dalam gendongannya, Yoona kemudian menekan bel pada pintu hingga beberapa kali, sampai akhirnya pintu dihadapannya terbuka, dan nampak memperlihatkan keterkejutan sang pria yang saat itu membukanya..

“Aku mendapatkan panggilan kerja, anak-anak tidak bisa sendirian.. Jadi sebaiknya mereka bersamamu malam ini..”

Sihoo sudah langsung masuk dan menuju kedalam kamar (bocah lelaki itu sepertinya benar-benar mengantuk), sedangkan Yoona masih berdiri diam, sedikit kesal karna pria didepannya itu tak juga membuka lebar pintu apartemennya..

“Siwon.. Apa kau akan mengambil Soohee dariku, atau membiarkanku masuk dan menidurkannya didalam? Aku harus segera pergi bekerja..”

“Oh, ya.. Masuklah..”

Pria itu..
Ia adalah Siwon..
Choi Siwon..
Ayah dari Sihoo dan juga Soohee. Suami Yoona. Tapi dulu, karna setatusnya sekarang hanyalah mantan suami Yoona.

Siwon akhirnya menggeser tubuhnya dan membiarkan Yoona masuk, kemudian langsung menuju kedalam kamarnya untuk menidurkan Soohee yang benar-benar sudah terlelap dan tidak sedikitpun terusik oleh suara ataupun gerakannya..

Usai menidurkan Soohee, juga melihat Sihoo yang kembali nyenyak diatas tempat tidur sang ayah, Yoona menciumi keduanya dan tersenyum dengan sedikit seringai diwajahnya saat kemudian ia hendak melangkah keluar dari dalam kamar Siwon, namun terhenti dengan keberadaan pria itu yang tengah berdiri diambang pintu kamarnya..

“Mereka sudah kembali tidur, aku akan pergi sekarang..”

Siwon sesaat memeriksa penunjuk waktu yang masih melingkar dipergelangan tangannya..

“Selarut ini?”

“hm, kau tahu pekerjaanku tidak mengenal waktu”

“Baiklah..”

Siwon menggeser tubuhnya dan membiarkan Yoona melangkah melewatinya..

Sekilas Yoona melihat pada seorang wanita yang pada saat itu duduk disofa dengan kaki menyilang memperlihatkan sepasang kaki panjangnya. Wanita itu yang hanya memakai rok sebatas lutut dengan atasan blus tanpa lengan, lantas berdiri dari duduknya dan terlihat sedikit menarik senyum dibibirnya saat melihatnya melangkah keluar. Mungkin juga ingin menyapanya, namun Yoona lebih memilih berbalik dan kembali menatap Siwon, meninggalkan pesan untuknya..

“Kuharap kau tidak akan melakukan aktifitas yang bisa membangunkan anak-anakku..”

Siwon sempat mengernyit..
Ingin menanggapi ucapan Yoona, namun mantan isrinya itu telah melangkah cepat keluar dari dalam kamar apartemennya..

*****

“Enak saja.. Dia pikir aku akan membiarkannya bersenang-senang sementara aku kerepotan mengurus anak-anak..”

Sulli mendengar gerutuan itu ketika tak berapa lama Yoona kembali masuk kedalam apartemennya, dengan tanpa kedua keponakannya..

“eonni.. Sihoo dan Soohee, apa mereka bersama dengan Siwon oppa?”

Yoona mengangguk, dengan sisa-sisa senyum diwajahnya..

“Mengapa eonni melakukannya?”

“Aku melihat Siwon membawa pulang seorang wanita tadi.. Tentu saja aku tidak akan membiarkannya bersenang-senang dengan wanita itu”

Sulli mengernyit, lalu mengikuti langkah sang kakak masuk kedalam kamar tidurnya..

“eonni, mengapa aku berpikir jika oenni sepertinya masih menyimpan rasa pada Siwon oppa?”

Yoona memelototi adiknya..

“mengapa juga kau berpikir seperti itu?”

“Ya, karna.. karna yang eonni lakukan tadi. Dan sebenarnya bukan hanya tadi.. Dari yang beberapa kali pernah kulihat, kau selalu bertingkah aneh setiap kali Siwon oppa bersama wanita lain..”

“Bagian mana dari tingkahku yang kau sebut aneh itu?”

“Yang seperti eonni lakukan tadi.. Tidakkah kau merasa apa yang kau lakukan itu adalah karna eonni cemburu?”

Yoona justru tergelak mendengarnya..

“Cemburu bagaimana? Aku tidak mungkin cemburu Sulli-ah, tidak seperti itu. Aku hanya tidak bisa membiarkan Siwon enak-enakan sementara aku kerepotan mengurus Sihoo dan Soohee..”

“Tapi tadi kan kau tidak sedang kerepotan. Mereka bahkan sedang tidur pulas..”

Sulli tidak mau kalah, ia merasa apa yang dilihatnya adalah benar bahwa sang kakak masihlah mencemburui Siwon. Seseorang yang pernah berstatus sebagai kakak iparnya, bahkan setelah sang kakak bercerai dengannya, Sulli masih menganggap Siwon tetaplah sebagai kakak iparnya..

“Hari ini, Sulli-ah.. Aku tentu saja kerepotan, pagi-pagi aku mengurus mereka dan mengantar mereka ke sekolah. Aku juga masih harus menjemput mereka pulang, padahal seharusnya itu adalah tugas Siwon. Biar bagaimanapun kita sudah sepakat untuk membagi tugas dalam mengurus mereka dan Siwon tidak bisa begitu saja melepaskan tanggung jawabnya..”

“Kurasa eonni mulai terdengar berlebihan. Dan menurutku Siwon oppa masihlah pria yang bertanggung jawab. Dan juga biasanya oenni tidak pernah mengeluh seperti ini..”

“Itu kan menurutmu.. Kenyataannya, jika aku membiarkannya Siwon bisa jadi melupakan tanggung jawabnya terhadap Sihoo dan Soohee”

Sementara Yoona kemudian meninggalkan sang adik dengan masuk kedalam kamar mandi, Sulli masih menggerutu atas sikap sang kakak yang dirasanya sedikit tidak wajar..

*****

Pada pagi harinya, bahkan baru beberapa menit yang lalu Yoona terbangun dari tidurnya, setelah semalam ia merasakan tidur nyenyak hingga tubuhnya yang mulanya lelah menjadi terasa bugar kini.

Namun seakan tak diijinkan untuk berlama-lama menikmati segarnya udara pagi itu, ia justru sudah kembali mendapatkan panggilan tugas. Padahal ia telah mengira akan mendapatkan hari libur yang sama dengan umumnya para pekerja dihari libur itu.

Yoona sudah memimpikan akan dapat sedikit bersantai dan juga berencana mengajak Sihoo dan Soohee juga Sulli untuk bersama-sama mengunjungi taman bermain. Rasanya sudah lama ia tak memberikan kesenangan semacam itu bagi kedua buah hatinya. Selain itu juga karna Sulli sedang bersama dengannya setelah memiliki beberapa hari libur dari kegiatannya dikampus. Namun sayangnya, rencananya harus tertunda oleh pekerjaan yang menunggunya.

Kini ia hanya bisa berharap dapat menyelesaikan pekerjaan itu dengan cepat agar dapat kembali dan menjalankan rencananya..

“eonni, apa kau sama sekali tak memiliki hari libur?”

Komentar Sulli ketika melihat Yoona bersiap..

Dan sang kakak hanya bisa tersenyum kecut mendengarnya..

“sayangnya tidak dihari ini Sulli-ah”

“Huh.. Jika jadi eonni, aku akan berhenti bekerja”

“Jika kau memiliki dua orang anak sepertiku, kau tidak akan melakukannya. Kau akan tetap bekerja, bekerja dan bekerja..”

“Tapi kan masih ada Siwon oppa..”

Yoona mendesah..

“kami sudah bercerai Sulli-ah.. Aku tidak bisa bergantung padanya”

“Tapi kan Si..”

“Sudahlah, aku harus pergi sekarang..”

“Bagaimana dengan Sihoo dan Soohee?”

“Siwon pastinya tidak ke kantor hari ini.. Biar mereka bersama dengan ayahnya. Aku hanya akan mengecek mereka diatas dan berpamitan.. Aku akan menelponmu jika pekerjaan bisa cepat kuselesaikan.. Kuharap kita akan bisa berjalan-jalan nanti”

“hm, aku akan menunggu telpon dari eonni.. Berhati-hatilah..”

Setelah berpamitan pada Sulli, Yoona menyempatkan untuk terlebih dulu memeriksa kedua buah hatinya dan berpamitan pada mereka.

Untuk itu ia menaiki lift yang kemudian membawanya sampai dilantai kamar apartemen Siwon yang hanya berjarak satu lantai dengannya. Apartemen miliknya ada dilantai tujuh, sementara Siwon dilantai delapan.

Bagi sebagian orang, bukan hanya sebagian mungkin, tapi bagi rata-rata orang yang mengetahui kehidupannya dengan mantan suaminya Siwon, pasti menilai hubungannya sedikit tidak wajar. Bahkan ia sendiri juga sempat berpikir demikian untuk beberapa waktu lamanya.

Bagaimana mungkin keduanya masih bisa tinggal disatu gedung yang sama setelah perceraian yang dialami oleh keduanya?

Namun kenyataannya, seiring dengan waktu memang berjalan seperti itulah hubungannya dengan Siwon hingga kini. Mereka memang telah bercerai cukup lama. Bahkan perceraian itu terjadi sebelum Soohee dilahirkan. Namun satu pemikiran yang sama yang tak menginginkan kedua buah hatinya merasakan kekurangan kasih sayang dari salah satu dari mereka, yang kemudian membuat keadaan seperti itu terasa wajar-wajar saja bagi keduanya.

Sedikit miris tapi juga merasa bodoh tiap kali Yoona mengingat pernikahan, hingga berakhir dengan proses perceraiannya.

Dulu, ia dan Siwon memang terlibat hubungan percintaan. Namun hubungan itu berjalan melewati batas yang semestinya. Yoona hamil dan terpaksa harus menutup aib itu dengan melakukan pernikahan bersama Siwon yang untungnya mau mempertanggung jawabkan perbuatan mereka.

Pernikahan tanpa rencana itu, yang terjadi diusia keduanya yang masih tergolong muda, memang berjalan baik awalnya. Meski kerap kali muncul perselisihan bahkan pertengkaran, namun kerikil-kerikil itu berhasil mereka lewati hingga akhirnya Yoona melahirkan.

Namun masalah lain muncul setelahnya. Siwon yang masih belum memiliki pekerjaan tetap, juga seolah tak siap menjadi seorang ayah, menjadi hal lain yang kemudian memicu pertengkaran diantara keduanya. Ego yang sama-sama tinggi, ditambah dengan kurangnya sikap saling percaya untuk bisa mempertahankan rumah tangga keduanya, juga membuat biduk itu kian goyah.

Puncaknya, Yoona merasa tak terima, tak dihargai, dan disepelekan perannya sebagai seorang ibu yang harus merawat bayinya, manakala ia tak sengaja justru melihat Siwon bersama dengan wanita lain yang tak dikenalnya.

Sementara Yoona merasa kewalahan mengurus bayinya, diluar sang suami justru asyik bercanda dengan teman wanitanya.

Hal itulah yang kemudian membuat amarah Yoona kian meletup, hingga keputusan untuk bercerai dan mengakhiri pernikahannya dengan Siwon, langsung diambilnya pada saat itu.

Yang setelahnya, keputusan tergesa-gesa itu menimbulkan sesal dan sekaligus kesal saat ia mengetahui dirinya justru telah kembali mengandung bayi keduanya..

Jika mengingat kembali masa-masa itu, terkadang masih timbul perasaan sedih dalam hatinya, miris ketika mengingat ia menggadaikan cincin pernikahannya dan Siwon demi untuk membeli tambahan susu bagi Sihoo, namun juga menjadi sesuatu yang lucu..

Ya, beberapa kejadian yang dulu ia rasa menyedihkan, membuatnya marah, kini justru dapat ia ingat dan anggap sebagai kejadian yang lucu dan membuatnya tersenyum bila mengingatnya..

Seperti pada saat Sihoo, bayi pertamanya menangis, ia justru harus menghadapi mual-mual di trimester pertama kehamilannya..

Hingga membuatnya dengan terpaksa harus menghubungi Siwon dan meminta bantuannya untuk mendiamkan Sihoo.

Melihat kepanikan diwajah pucat Siwon saat Sihoo terus menangis, membuat Yoona justru bertambah kesal saat itu..

“buatkan dia susu dan berikan itu padanya.. Dia pasti haus..!”

Yoona berteriak dari dalam kamar mandi, setelah sedikit berhasil mengatasi mual dan muntah yang dialaminya..

“bagaimana caranya? Bukankah susunya ada padamu..?”

Dulu, jawaban Siwon yang menunjukkan ketidak tahuannya yang seperti itu benar-benar mengesalkan bagi Yoona, tapi sekarang setelah tahun-tahun berlalu, itu menjadi salah satu kelucuan yang bisa diingatnya..

Atau ketika Siwon benar-benar tak bisa menggantikan popok Sihoo yang basah..

“Sepertinya popoknya basah..”

“Kalau begitu, kau harus menggantinya”

“tapi bagaimana caranya? Jika mengganti popoknya semudah saat melepaskan celana dalammu, aku pasti bisa melakukannya..”

Dan ketika itu didengarnya dulu, ia benar-benar memaki Siwon habis-habisan..

“Ya Tuhan.. Kau benar-benar tidak berguna..! Harusnya aku tahu kau memang tak bisa melakukan apa-apa selain menghamiliku..!”

Yoona kemudian akan langsung mendorongnya, agar pria itu pergi dari hadapannya.

Meski begitu..
Meski Siwon selalu bersikap payah tiap kali ia membutuhkan bantuannya, Yoona masih saja menghubunginya dan meminta bantuannya. Alasannya hanyalah, ia tak mau menanggung dan kerepotan sendirian dalam mengurus Sihoo juga calon bayi yang masih berada dalam kandungannya. Siwon, mantan suaminya itu, juga tetap harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Dan Siwon memang masih menunjukkan tanggung jawabnya. Ia terus datang setiap kali Yoona menelpon. Menggantikannya menggendong Sihoo. Mengantarnya ke dokter, juga membeli dan mencarikan apapun yang Yoona atau bayi kedua dalam kandungannya inginkan. Sampai akhirnya Yoona kembali melahirkan bayi keduanya, Siwon yang sepertinya lelah bila harus mondar-mandir membantu Yoona mengurus kedua bayinya, akhirnya memutuskan untuk menyewa satu kamar apartemen digedung yang sama dengannya.

Awalnya Yoona memang berkeberatan dengan apa yang dilakukan Siwon ketika itu, namun menyadari ia juga membutuhkan keberadaan pria itu, yang bisa sewaktu-waktu dibutuhkan olehnya, membuatnya mau tak mau menerima mantan suaminya itu tinggal digedung yang sama dengannya, sampai sekarang keadaan itu sudah membuatnya terbiasa..

Tanpa sadar Yoona telah beberapa lama hanya berdiri didepan pintu apartemen Siwon, demi teringat pada masa-masa yang telah dilaluinya.

Tujuh tahun usia Sihoo kini..
Dan enam tahun usia Soohee yang juga berarti telah lebih dari enam tahun ia telah bercerai dengan Siwon. Yoona merasa kehidupan yang dijalani dengan kedua buah hatinya (termasuk juga Siwon yang juga ada didalamnya) sudahlah cukup tenang, hingga membuatnya memutuskan untuk meninggalkan kenangan-kenangan lalu yang sempat terlintas, dengan lantas menekan bel yang terdapat pada interkom dihadapannya.

Yoona mendecak, setelah beberapa kali membunyikan bel itu namun Siwon tak juga membukakan pintu untuknya..

“percuma saja memasang alat seperti ini jika dia masih tidak memasang telinganya”

gerutunya sambil memasukkan passcode dan membuka sendiri pintu dihadapannya..

Dari apa yang kemudian dilihatnya ketika kemudian Yoona melangkahkan kakinya masuk, ia mendapati ruang tamu yang sekaligus biasa dipergunakan oleh Siwon maupun anak-anaknya menonton televisi, kini dalam keadaan berantakan.

Bungkus-bungkus makanan, juga beberapa kaleng minuman bersoda nampak berceceran diatas karpet dan disekitarnya. Serta dvd-dvd film yang tak lagi tersusun rapi, bahkan sebagian telah berpindah keatas meja..

Yoona kembali mendecakkan lidahnya melihat kekacauan dihadapannya.

Pastilah, apa yang saat itu dilihatnya adalah sisa-sisa yang ditinggalkan dari apa yang semalam Siwon dan seorang wanita itu lakukan..

Meletakkan tas tangannya, lalu menggelung asal rambutnya yang awalnya terurai, Yoona mulai memberesi kekacauan dihadapannya meski dengan gerutuan yang terus-terusan keluar dari bibirnya..

“Aku bukan lagi istrinya apalagi asisten rumah tangganya, mengapa aku yang harus membereskan kekacauan yang ditinggalkannya”

Ia mengumpulkan sisa dari bungkus makanan dan kaleng minuman yang berserakan, lalu memasukkannya kedalam kantong sampah. Juga merapikan lagi tumpukan-tumpukan dvd dan menyusunnya kembali ketempatnya..

Setelah ruang tamu itu kembali terlihat rapi dan layak, juga pastinya bersih hingga ia tak perlu khawatir dengan kesehatan anak-anaknya (mengingat ia akan meninggalkan mereka bersama dengan ayahnya), Yoona kemudian beralih.

Dengan geraman tertahan, ia melangkah kekamar Siwon untuk memeriksa keberadaan anak-anaknya dan juga Siwon tentunya.

Apakah pria itu juga berada didalam kamarnya?
Masih tertidurkah dia?
Atau semalam justru pergi mencari tempat lain bersama dengan wanita itu dan meninggalkan anak-anaknya sendirian?

Jika sampai Siwon justru meninggalkan anak-anaknya yang tertidur sendirian, ia benar-benar akan memecatnya sebagai seorang ayah..

Ancam Yoona didalam hatinya, saat kemudian dibukanya pintu kamar itu..

Namun yang ia lihat, Siwon berada disana. Tertidur diatas satu tempat tidur yang sama bersama dengan kedua anaknya.

Yoona menghembuskan napas lega. Itu berarti ancamannya tadi tidak akan berlaku..

Ia kemudian melangkah masuk, untuk membangunkan mereka. Terutama Sihoo dan Soohee, ia harus lebih dulu berpamitan pada keduanya sebelum pergi bekerja..

“Sihoo-ya, bangun sayang.. Soohee, sayang.. Bangunlah, eomma harus berpamitan dulu dengan kalian. Oemma akan pergi bekerja.. Sihoo-ya, Soohee-ya..”

Bukan Sihoo dan Soohee yang kemudian terbangun, justru Yoona mendapati Siwon menggeliat, lantas mengerjap dan entah apa yang dipikirkan pria itu, Siwon justru menarik pergelangan tangannya, dan membuatnya memekik..

“Siwon..! Apa yang kau lakukan!”

“Apa kau selalu se-wangi ini, Yoona? Seingatku tidak sewangi ini saat dulu kau menjadi istriku..”

“Berhenti meracau dan bangun bodoh..”

“Kau benar-benar berbau segar..”

“Siwon..! Yakk..!!”

Yoona kembali memekik ketika entah sadar atau tidak Siwon kembali menariknya dan nyaris menjatuhkannya keatas tubuh pria itu..

Dan pekikan ke-dua nya tadi yang kemudian justru membangunkan anak-anaknya..

“eomma..”

“Oh, Sihoo-ya..”

Sihoo yang pertama turun dari atas tempat tidur, mendekati Yoona dan sepertinya telah melupakan kekesalan yang ia rasakan pada sang ibu dihari sebelumnya. Bocah lelaki itu kemudian memeluk Yoona yang sudah menunduk, siap menerima pelukan dari putranya..

“Apa sudah pagi?”

“Ya, ini sudah pagi sayang..”

“Tapi eomma.. Bukankah kami libur hari ini?”

“hm, ini hari libur untuk kalian..”

Sihoo melepaskan pelukannya, mengucek kedua matanya, lantas menatap sang ibu dengan dahi berkerut..

“Tapi eomma akan pergi bekerja?”

“Ya, eomma harus bekerja sayang..”

Sesaat Sihoo membiarkan sang ibu mengusap rambutnya, selanjutnya ia tidak mengatakan apa-apa dan hanya mendesah lalu beranjak keluar dari dalam kamar.

Dan tak berapa lama setelahnya, Yoona sudah dapat mendengar suara kartun yang pasti berasal dari tayangan televisi yang di nyalakan oleh putranya..

“Kau akan pergi bekerja?”

Siwon menyusul turun dari atas tempat tidur dan bertanya padanya..

“Ya, atasanku memanggil. Aku akan pergi sebentar lagi..”

Siwon tak berkomentar apa-apa. Ia menyusul Sihoo dengan melangkah keluar dari dalam kamar dan meninggalkan Yoona yang kemudian mendekati Soohee yang sudah terbangun, namun belum berniat turun dari atas tempat tidur..

“Selamat pagi sayang..”

“eomma, bagaimana aku bisa tidur disini?”

Soohee sepertinya baru tersadar telah tidur dikamar ayahnya. Dan Yoona hanya tersenyum mendengarnya..

Ya, semalam saat ia memindahkan Soohee, putri kecilnya itu tengah tertidur pulas..

“dimana bibi Sulli..?”

“stt..”

Yoona meletakkan satu telunjuknya diatas bibir sang putri. Jika Siwon mendengarnya, apa yang akan dikatakannya nanti..

Sulli bersamanya, jadi seharusnya semalam ia tidak perlu bersusah payah memindahkan Sihoo dan Soohee jika akan meninggalkannya untuk pergi bekerja..

“eomma.. Apa eomma akan pergi bekerja?”

Yoona mengangguk sebagai jawaban ketika Soohee mengganti pertanyaannya dengan pertanyaan lain. Dan entah bagaimana Soohee kemudian berjingkat memeluknya. Mengalungkan kedua tangannya erat dileher Yoona..

“eomma.. eomma tidak boleh bekerja. Soohee ingin bersama eomma..”

“sayang, Soohee-ya..”

“Tidak mau.. Soohee tidak mau eomma pergi. Oemma tidak boleh pergi..”

Oh, putrinya merajuk sekarang..

Soohee bahkan mengeluarkan airmata untuk mencegahnya pergi..

“emm, mungkin Soohee ingin sarapan dulu sebelum eomma pergi..”

“tidak..”

“Ayolah sayang, tentu saja kau harus sarapan.. Bagaimana jika eomma memanggang roti..”

Yoona masih berusaha membujuk..
Ia bahkan menggendong Soohee, dan membawa gadis kecil itu keluar dari dalam kamar..

“Ada apa dengan Soohee?”

Siwon yang sudah kembali bergelung dengan Sihoo sambil menemani sang putra menonton tayangan kartun, kemudian beranjak saat melihat Yoona keluar dengan Soohee yang berada dalam gendongannya..

“dia tidak mengijinkanku pergi bekerja..”

“Oh, Soohee-ya.. Appa ada disini sayang. Hari ini Appa bisa bersama kalian seharian..”

“Tidak mau.. Soohee mau bersama eomma..”

image

“Tapi Appa dan Sihoo oppa akan pergi ke taman bermain nanti..”

“Pergi saja, aku tidak mau ikut..”

Siwon tak berhasil membujuk Soohee, ataupun mengambil alih sang putri dari gendongan Yoona. Putrinya itu justru makin memeluk leher sang ibu dengan erat..

“Dia hanya ingin aku membuatkannya sarapan. Bukankah begitu Soohee-ya?”

“Tapi aku tidak mau roti panggang.. Aku mau sandwich..”

Yoona sedikit lega mendengarnya. Ia tersenyum mengusap rambut Soohee dan lantas mengarahkan tatapannya pada Siwon untuk bertanya..

“Kau punya roti?”

Siwon lebih dulu meringis sambil menggaruk tengkuknya..

“Entahlah, cari saja.. Mungkin masih ada..”

Ketika Yoona kemudian memutar mata, Siwon justru beralih dengan kembali menemani Sihoo..

Yoona mendesah..
Jika ia tidak menemukan roti untuk membuat sarapan yang Soohee inginkan, tak ada pilihan lain, ia harus terpaksa meninggalkan Soohee dalam keadaan menangis dan membiarkan Siwon untuk mengatasinya..

Tapi syukurlah, setelah menurunkan Soohee dari gendongannya dan mengajaknya kebagian dapur, Yoona menemukan apa yang dicarinya. Siwon rupanya masih memiliki simpanan roti itu didalam lemari makanan, lengkap dengan bahan lainnya yang akan ia gunakan untuk membuat sandwich.

Soohee terus saja mengikutinya. Sang putri bahkan memegangi ujung pakaiannya, sepanjang Yoona membuat sarapan untuknya.

Entah bermimpi apa gadis kecilnya itu semalam?
Hingga luar biasa merajuk padanya..

Yoona sudah selesai membuat beberapa potong sandwich, menyiapkan dua gelas susu untuk Soohee dan Sihoo, serta secangkir kopi untuk Siwon.

“Sihoo-ya, kemari dan makanlah sarapanmu.. eomma sudah selesai membuatnya..”

“Nanti saja eomma, Sihoo akan makan bersama Appa..”

Tolak Sihoo yang masih asik menikmati tayangan kartun yang ditontonnya. Bahkan kemudian terdengar suara tawa dari bocah lelaki itu dan juga ayahnya, sementara Yoona sendirian yang menemani Soohee menikmati sarapannya sambil membujuk agar Soohee memperbolehkannya bekerja seperti biasanya.

Namun tidak hanya itu saja, Soohee masih merengek dan meminta Yoona memandikannya sebelum memperbolehkan sang ibu meninggalkannya untuk pergi bekerja.

Maka, demi mendapatkan restu dari sang putri (yang nantinya akan berpengaruh dalam konsentrasinya saat bekerja), Yoona sekali lagi mengikuti kemauannya. Ia menggandeng Soohee kembali masuk kedalam kamar Siwon, menuju kamar mandi yang berada didalamnya untuk memandikan gadis kecilnya terlebih dulu, juga mendandaninya dengan memilih dan memakaikannya pakaian, serta menyisir dan merapikan rambutnya dengan penjepit kecil dibagian depannya..

“Apakah tuan putri sudah puas sekarang?”

Yoona mencium pipi Soohee dan membuat gadis kecilnya terkikik lalu mengangguk dan kembali memeluk lehernya..

“Tapi eomma harus janji tidak akan pulang malam lagi?”

tuntut Soohee, lagi..

“Ya, eomma janji sayang..”

Ibu dan anak itu lantas saling menautkan kelingking dan tersenyum bersama..

Yoona sudah akan beranjak keluar dari dalam kamar Siwon, namun disadarinya pakaiannya menjadi terasa basah setelah ia memandikan Soohee tadi.

Ia jelas tak mungkin mengabaikannya begitu saja. Dan tetap memakai pakaian basah-nya untuk pergi bekerja juga bukanlah ide yang tepat. Haruskah ia kembali turun ke apartemennya dan menukar pakaiannya?

Oh, menyebalkan..

Yoona mendengus..
Bekerja dihari yang seharusnya ia mendapatkan libur memanglah sangat mengesalkan.

“kenapa eomma? Oemma tidak jadi berangkat?”

“pakaian oemma basah sayang, eomma akan turun dan menggantinya dulu..”

Soohee justru menahan pergelangan tangannya..

“disini saja eomma.. Bukankah dilemari Appa juga ada pakaian eomma?”

Yoona mengerutkan dahi mendengar apa yang dikatakan Soohee padanya..

“benarkah?”

Ia bahkan sama sekali tidak menyadari. Kapan dirinya pernah meninggalkan pakaiannya disini?

“hm, Soohee pernah melihatnya”

Soohee lantas menggandeng tangan sang ibu dan membawanya sampai kehadapan salah satu lemari pakaian milik Siwon.

Yoona lantas membukanya..
Dan benar apa yang dikatakan Soohee padanya, ia menemukan beberapa potong kemejanya disana.

Ya Tuhan..
Bagaimana ia bisa lupa..

Nyatanya bukan hanya pakaian dan barang-barang lain milik Soohee maupun Sihoo yang sebagian banyak berada diapartemen milik mantan suaminya itu, tapi bahkan pakaian miliknya juga terselip disana..

“Aku benar kan, eomma?”

“Ya, kau benar sayang..”

Yoona tak perlu memikirkan ketidak wajaran itu, ia langsung saja menarik salah satu kemejanya dan mengganti pakaiannya yang basah..

“Soohee-ya, kau belum selesai?”

Siwon tiba-tiba saja masuk ketika Yoona tengah membuka pakaiannya dan hendak menggantinya dengan kemeja yang baru diambilnya dari dalam lemari Siwon..

Pria itu seketika terdiam, namun menatapnya..

“Yak..! Apa yang kau lakukan disana?!”

“Kukira kau hanya memandikan Soohee..”

“Iya, tapi.. Keluarlah, kau tidak lihat aku sedang berganti pakaian..?!”

Menahan kegelian yang mendadak muncul setelah melihat kepanikan diwajah Yoona, Siwon lantas mundur dan kembali menutup pintu kamarnya..

“Appa..! Appa tidak boleh mengintip eomma..! Hihihii..”

Sementara melihat Soohee yang terkikik, Yoona justru menggumam kesal dalam hatinya..

Oh, siapa memangnya yang tidak kesal terlihat hanya memakai ‘bra’ saja oleh pria yang notabene telah berstatus sebagai mantan suaminya..

Yoona buru-buru memperbaiki tampilannya, dan berkeinginan untuk keluar secepatnya. Namun lagi-lagi sesuatu menahannya.

Ia benar-benar tak bisa membiarkan begitu saja kamar Siwon yang terlihat kacau dimatanya.
Pria itu benar-benar sembarangan. Pakaian kotornya tersebar dimana-mana, hampir diseluruh sudut kamar. Dan demi memikirkan kesehatan anak-anaknya, Yoona kembali harus membenahi kekacauan itu..

“Soohee-ya, panggil ayahmu kemari..”

“ne, eomma..”

Soohee lantas berlari keluar dan memanggil Siwon..

“Ada apa?”

“Apa kau tidak bisa menghubungi binatu?”

Yoona mengomel sambil memunguti pakaian-pakaian kotor milik Siwon..

“Oh, itu.. Aku belum sempat melakukannya”

“apa aku terus yang harus membereskannya?”

“Sudahlah, tinggalkan saja.. Aku akan menelpon tukang laundry itu nanti..”

“kenapa tidak kau lakukan itu sekarang?”

“Aku bilang nanti.. Nanti aku akan menelponnya..”

“dari dulu kau memang tak bisa melakukan apa-apa..”

Yoona masih saja mengomel..
Ia memasukkan pakaian-pakaian itu kedalam keranjang cucian dan benar-benar tak yakin Siwon akan ingat untuk melakukannya.

Maka kemudian, ia dengan segera melangkah keluar dan mencari tas tangannya, untuk selanjutnya mengambil ponsel dari dalamnya..

“Aku yang akan menghubungi mereka, Yoona.. Pergilah, kau mungkin sudah terlambat kan..”

Mengabaikan apa yang Siwon katakan, Yoona sudah langsung menelpon ke binatu dan meminta pekerja mereka untuk datang..

Selanjutnya, ia kembali berpamitan pada Sihoo dan Soohee dengan memeluk dan menciumi mereka satu persatu, sebelum benar-benar pergi meninggalkan mereka dan keluar tanpa menoleh lagi kearah Siwon..

*****

“Oh, itu eomma.. Itu eomma, Appa.. Oemma..!!”

Sebelumnya Soohee hanya berteriak dan melambaikan tangan, namun karna tak sabar ingin segera bersama dengan ibunya, gadis kecil itu kemudian berlari untuk menghampiri Yoona..

Lain halnya dengan sang kakak, Sihoo justru mendecak saat melihat kedatangan sang ibu yang tidak sendirian, melainkan bersama dengan seorang pria yang beberapa waktu sebelumnya telah sempat diperkenalkan sang ibu kepadanya..

Siwon yang juga berada disana, mengetahui dengan pasti bagaimana reaksi berbeda dari kedua anaknya dalam menyambut kedatangan ibu mereka.

“Apa kau tahu siapa yang bersama dengan ibumu?”

“hm, eomma meminta kami memanggilnya paman Donghae..”

Saat itu, mereka tidak sedang berada diapartemen melainkan, Siwon sedang mengajak Sihoo dan Soohee untuk berjalan-jalan sekaligus menikmati makan siang diluar.

Sebelumnya Yoona memang sudah menelponnya dan mengatakan pekerjaannya telah ia selesaikan dan berencana untuk mengajak Sihoo dan Soohee untuk berjalan-jalan dengannya. Maka Siwon memberitahukan keberadaan mereka disana, agar Yoona kemudian menyusulnya.

Namun Siwon juga tak mengetahui jika mantan istrinya itu akan datang bersama dengan seorang pria. Pria yang sama sekali tidak dikenalnya..

“Oppa.. Oppa, lihatlah.. Paman Donghae memberiku boneka. Lucu kan?”

Soohee dengan riang menunjukkan mainan barunya pada sang kakak. Namun Sihoo justru menanggapinya dengan dengusan..

“Appa kan juga sudah membelikan boneka baru untukmu, Soohee..”

“Tidak apa-apa.. Bukankah jadi lebih baik, aku punya dua boneka baru sekarang..”

Soohee mengambil boneka baru pemberian sang ayah, dan sama-sama mendekap keduanya..

“Paman Donghae juga membawakan mainan baru untuk Sihoo oppa, bukankah begitu paman Donghae?”

Sang pria yang dimaksud Soohee, yang ketika itu masih berdiri disamping Yoona, kemudian tersenyum dan mengulurkan kotak mainan yang dibawanya kearah Sihoo. Namun bocah itu menggeleng dan melipat kedua tangannya, tidak mau menerima..

“ambillah.. Ini untukmu Sihoo-ya, ibumu bilang kau sedang menginginkan mobil-mobilan seperti ini kan..?”

Ucap pria itu, Donghae masih sambil mengulurkan kotak mainan mobil-mobilan itu pada Sihoo..

“Appa sudah membelikannya.. Lihatlah, aku sudah memilikinya..”

Tolak Sihoo lebih keras sambil menunjuk mainan baru miliknya yang ia letakkan diatas kursi disebelahnya. Dan kebetulan memang mobil mainan itu berjenis sama, hingga Donghae akhirnya dengan terpaksa menarik tangannya yang terulur..

“Oh, kau sudah memilikinya rupanya.. Tapi kau tetap bisa mengambil ini, Sihoo-ya.. Dan menjadikan mainanmu menjadi dua”

Sihoo kembali menggeleng..
Sama sekali tak terlihat antusias..

“Tidak mau.. Sihoo menyukai pemberian Appa”

“ehmm..”

Yoona berdeham untuk memecah kecanggungan yang terjadi, yang melibatkan seorang teman prianya dengan sang putra Sihoo. Ia lantas berinisiatif untuk kemudian mengambil kotak mainan itu dari tangan Donghae..

“eomma akan menyimpannya, mungkin Sihoo menginginkannya nanti..”

Yoona kemudian juga memperkenalkan pria yang bersamanya itu pada Siwon yang ia lihat masih hanya memandang pada dirinya dan juga pria yang bersama dengannya tentunya..

“Donghae ssi, dia Siwon.. Siwon adalah, dia.. dia ayah Sihoo dan Soohee, mantan suamiku..”

Donghae tersenyum dan kembali mengulurkan tangannya, kali ini untuk berjabatan tangan dengan Siwon..

“Lee Donghae, Senang dapat bertemu denganmu, Siwon-ssi..”

“Ya, aku juga.. Apa kalian.. Kalian menjalin..?”

Entah mengapa pertanyaan semacam itu yang pertama terucap. Namun Siwon tak sampai menyempurnakan kalimatnya ketika kemudian ia melihat Donghae merangkul bahu Yoona..

“Ya, kami berhubungan.. Dan kuharap kau tidak keberatan jika aku juga berniat untuk mendekatkan diri dengan anak-anak.. Aku ingin mengajak mereka berjalan-jalan bersamaku dan Yoona..”

Yoona justru terlihat salah tingkah mengetahui Siwon yang saat itu terus menatapnya..

Meski bukan baru pertama kalinya ia memperkenalkan seorang pria pada Siwon, beberapa memang hanya sebatas temannya, tapi kali ini ia berniat untuk berhubungan serius dengan Donghae, dan mengakhiri status janda-nya..

“Tentu saja, aku tidak keberatan kau membawa anak-anakku sepanjang kau bisa memastikan mereka aman bersamamu..”

Entah oleh karna apa Donghae justru menanggapinya dengan tergelak. Mungkin pria itu membaca kesinisan dalam kalimat Siwon yang ditujukan kepadanya..

“itu pasti Siwon-ssi, itu pasti.. Seperti aku memperlakukan Yoona, seperti itulah aku akan memperlakukan anak-anak.. Aku menerima dan menyayangi Yoona dalam satu paket..”

Entah disadari atau tidak, namun Yoona seperti mengetahui struktur wajah Siwon yang kemudian berubah. Ia tak tau mengapa mantan suaminya itu nampak memiliki rahang yang mengeras sekarang. Oleh karna itu, Yoona merasa perlu untuk secepatnya beralih dari sana..

“Donghae-ssi, mungkin sebaiknya kita pergi sekarang..”

Usul Yoona yang kemudian meraih Soohee. Ia juga ingin merangkul Sihoo namun sang putra justru lebih dulu mendekat pada Siwon, dan merangkulkan tangannya pada lengan sang ayah..

“Sihoo-ya.. Kau tidak akan ikut eomma dan Soohee, Ayo kita pergi berjalan-jalan sayang. Bibi Sulli juga akan menyusul kita nanti..”

Sihoo menggeleng..

“Ayo oppa.. eomma dan paman Donghae akan mengajak kita berjalan-jalan”

Sihoo masih saja menggeleng dengan ajakan sang adik..

“Sihoo-ya, kau pasti akan bersenang-senang nanti, ayolah..”

Donghae ikut membujuknya, seperti sekilas menginginkan untuk menerima ajakan mereka, namun dengan cepat pula Sihoo kembali menggelengkan kepala..

“Sihoo akan pulang dengan Appa..”

“Tapi Sihoo-ya, eomma juga ingin bersamamu sayang..”

“Tapi Sihoo lelah, eomma.. Appa tadi sudah mengajak Sihoo bersenang-senang, Soohee juga. Iya kan Appa..?”

Siwon tersenyum dan kemudian mengusap rambut sang putra..

“Kau bisa ikut dengan ibumu, Sihoo-ya”

“Tidak appa.. Sihoo ingin bersama appa. Kita akan bermain mobil-mobilan barunya kan..? Iya kan appa..?”

“Tapi kasihan adikmu, sayang.. Kau seharusnya juga menemaninya”

“Ayo Sihoo oppa.. Aku ingin bermain lagi dengan oppa..”

“Kalau begitu kau harusnya ikut pulang denganku dan Appa..! Kita bermain saja dirumah..!”

“Sihoo-ya..”

Tegur Siwon, setelah mendengar Sihoo berbicara dengan nada keras pada adiknya..

“Tapi Appa.. Sihoo tidak mau ikut, jangan memaksaku..”

Siwon lantas menarik tangan Sihoo, dan membawanya sedikit menjauh dari mereka..

“Dengarkan Appa.. Ikutlah dengan mereka. Apa kau tidak ingin menjaga ibumu?”

“Menjaga eomma..?”

Sesaat Sihoo menoleh dan menatap pada Yoona, juga Donghae yang berdiri disebelah ibunya. Lalu kembali mendengarkan apa yang dikatakan sang ayah kepadanya..

“Kau harus menjaga ibumu juga adikmu, dan nanti kau bisa mengatakan pada Appa, apa saja yang mereka lakukan..”

Sihoo memperlihatkan seringai diwajahnya setelah ia seakan mendapatkan misi dari sang ayah untuk menjadi mata-mata.

image

Maka kemudian, bocah itu mengangguk dan segera menghampiri sang ibu yang masih menunggunya..

“Baiklah, aku ikut dengan eomma..”

*****

Menjelang malam, Yoona baru pulang ke apartemennya. Rasanya sungguh menyenangkan setelah membawa kedua buah hatinya untuk berjalan-jalan. Ditambah dengan Sulli yang juga menyusul mereka.

“Jadi pria tadi itu adalah teman dekatmu, eonni?”

“hm..”

“Berapa lama kalian telah dekat?”

“sekitar satu bulan ini..”

“Sepertinya dia cukup baik..”

“Jika dia bukan pria yang baik, aku tidak mungkin akan menerimanya, Sulli-ah..”

“Mungkin saja, eonni hanya ingin melarikan diri..”

Yoona mengerutkan dahi mendengar apa yang dikatakan Sulli, namun ketika ia ingin mempertanyakan apa maksudnya, sang adik justru langsung masuk kedalam kamarnya..

“Apa paman Donghae adalah pacar eomma?”

Yoona hanya tersenyum mendengar celotehan tanya dari putri kecilnya..

“Badanmu lengket sekali sayang, ayo eomma mandikan..”

“eomma.. Tapi eomma belum mengatakan pada Sooohee. Apa paman Donghae adalah pacar oemma?”

“menurut Soohee bagaimana?”

“menurut Soohee, paman Donghae memang pacar eomma..”

Yoona kembali hanya tersenyum sambil telunjuknya mencolek pada hidung putrinya..

“gadis pintar..”

“Soohee juga tahu pacar Appa..”

Yoona melebarkan mata mendengarnya..

“Apa ayahmu juga memiliki pacar?”

Soohee mengangguk..

“bagaimana kau tahu, sayang?”

“Aku baru ingat, semalam aku terbangun dan mencari eomma. Tapi saat aku keluar dari kamar, aku justru melihat Appa.. Appa bersama dengan wanita itu..”

Oh, pantas saja putrinya merajuk pagi tadi..
Rupanya semalam Soohee terbangun mencarinya namun tidak menemukannya..

“Lalu? Apalagi yang Soohee lihat sayang?”

Yang ditakutkan oleh Yoona ialah putri kecilnya melihat hal-hal yang tidak sepantasnya dilihat oleh bocah seusianya..

“Apa sayang, apa yang Soohee lihat? Kau tidak melihat kan ayahmu sedang..?”

Yoona tak mungkin menyuarakan pertanyaan yang muncul dibenaknya.
Pertanyaan yang tidak pantas ia tanyakan pada putri kecilnya..

Sementara saat itu Soohee seperti sedang berusaha mengingat-ingatnya..

“Appa sedang memutar DVD?”

“memutar dvd?”

Soohee mengangguk..

“Lalu aku menangis dan menarik Appa untuk menemaniku tidur.. Appa menggendongku dan menyuruh wanita itu pergi..”

Sekilas Yoona tersenyum mendengarnya..

“Oh, putri eomma sangat pintar..”

“Jadi menurut oemma, Soohee pintar?”

“Ya, tentu saja sayang..”

“Tapi, bukankah oemma pernah mengatakan jika menangis itu tandanya bukan anak yang pintar?”

“untuk yang satu ini pengecualian, sayang..”

“Apa itu karna eomma tidak menyukai wanita itu, pacar Appa?”

Oow..
Untuk pertanyaan sang putri yang satu itu, Yoona kemudian memberikan jawaban dengan berbisik ditelinganya.

Keduanya tertawa cekikikan, bahkan hingga Yoona membawa Soohee masuk kedalam kamar mandi untuk selanjutnya mandi bersamanya..

Sementara Yoona mengurusi Soohee, memandikannya dan baru saja menidurkan sang putri yang sepertinya cukup kelelahan, Sihoo, bocah lelaki itu justru langsung mendatangi kamar ayahnya..

“Appa.. apa Appa tidak bisa membelikan eomma mobil?”

“nde?”

“belikanlah eomma mobil, Appa.. Oemma bilang mobil eomma mogok tadi..”

“Benarkah ibumu mengatakan seperti itu tadi? Mobilnya mogok?”

“Mobil eomma memang sudah sering mogok.. Karna itu, tadi paman Donghae mengantar eomma menyusul kita”

“Apa ibumu mengatakan padamu siapa pria bernama Donghae itu?”

“eomma bilang paman Donghae adalah temannya..”

“Lalu apa saja yang kalian lakukan tadi? Apa kau bersenang-senang?”

Sihoo menggeleng..

“Jadi paman Donghae itu tak bisa membuatmu bersenang-senang?”

“Anio.. Paman Donghae tidak seperti Appa. Sihoo lebih senang pergi dengan Appa..”

Siwon tersenyum lalu mengusap-usap kepala sang putra..

“Kita pasti akan pergi bersenang-senang lagi, sayang.. Sekarang kau pasti sudah lelah, Ayo kita tidur.. Kau akan tidur bersama Appa kan?”

Sihoo mengangguk, dan langsung naik keatas tempat tidur..

“Appa.. jika hari libur lagi, Ayo kita pergi bersenang-senang bersama. Tapi jangan mengajak paman Donghae. Hanya Appa, eomma, Sihoo dan Soohee..”

“Ya, kita akan melakukannya nanti”

“Appa.. Apa aku boleh mengatakan sesuatu lagi?”

“Hanya satu kali saja, kau harus segera tidur..”

Sihoo mengangguk..

“Appa.. Aku sangat tidak suka melihat paman Donghae didekat eomma, tersenyum pada eomma, memegang tangan eomma, juga memeluk eomma.. Aku tidak suka melihatnya..”

Siwon terdiam, sesaat ia bahkan merasa kehilangan kata-kata setelah mendengar apa yang dikatakan oleh putranya. Namun kemudian setelah merasa dapat memahami isi hati sang putra, ia menemukan kalimat yang kemudian diucapkannya..

“Abaikan saja.. Kau hanya perlu mengabaikannya, Sihoo-ya..”

*****

Sepertinya Siwon sudah mulai tertidur ketika kemudian sayup-sayup didengarnya suara pintu depan yang terbuka, suara langkah kaki yang memasuki apartemennya dan juga pintu kamarnya yang kemudian juga terbuka. Seseorang yang telah membukanya..

“Yoona..?”

“Oh, mianhae.. Apa aku membangunkanmu? Aku hanya  ingin memeriksa Sihoo. Dia sudah tidur?”

Siwon lantas beranjak dari atas tempat tidurnya..

“Sihoo sudah tidur..”

“Oh, aku memintanya untuk mandi terlebih dulu tadi, tapi dia mengatakan ingin menemuimu..”

Yoona beranjak dari ambang pintu kamar, disusul Siwon yang kemudian keluar mengikutinya..

“Sihoo sudah sangat pintar mandi sendiri tadi.. Apa Soohee juga sudah tidur?”

“Ya, dia langsung tertidur pulas.. Apa kau sudah mengantuk? Maaf sudah membangunkanmu, tidurlah.. Aku akan pulang..”

Tapi Siwon justru menahan pergelangan tangan Yoona..

“Apa tidak ada yang ingin kau katakan padaku?”

“nde?”

“duduklah, akan ku ambilkan minum untukmu..”

Yoona mengerutkan dahi melihat Siwon yang kemudian melangkah ke dapurnya. Dan ia menuruti ucapan pria itu dengan duduk disofa yang berada diruang tamu..

“Dari mana kau tau jika sebenarnya memang ada yang ingin ku katakan padamu?”

Ucap Yoona saat Siwon kembali kehadapannya dengan membawa dua kaleng minuman dingin, yang salah satunya diulurkan kepadanya..

“Jadi aku benar? Ada yang ingin kau katakan padaku..”

Apa ini mengenai pria bernama Donghae itu..
Batin Siwon sambil membuka kaleng minumannya, lalu meneguknya..

“Sebenarnya, aku ingin mengatakan padamu bahwa.. Bahwa aku mendapat promosi”

“Promosi?”

“Ya, atasanku yang menelpon dan memintaku datang tadi.. Sebenarnya dia tidak memanggilku untuk memberiku tugas, melainkan.. Dia mengatakan padaku jika aku ditarik dari lapangan, dan akan mulai bekerja di studio..”

“Benarkah?”

“Ya, aku sangat senang Siwon.. Akhirnya, aku akan menjadi pembaca berita”

“Kau menjadi pembaca berita? Sungguh?”

Yoona mengangguk dengan binar dikedua matanya..

“Ya, dan aku sangat senang karna akhirnya jam kerjaku bisa lebih pasti. Itu akan memudahkanku untuk mengasuh anak-anak”

“Itu berita bagus, Yoona.. Kita patut untuk merayakannya..”

Siwon tiba-tiba saja menempelkan kaleng minumannya pada kaleng minuman yang ada ditangan Yoona..

“Bersulang untuk kesuksesanmu Im Yoona..”

Yoona tersenyum dan mengikuti apa yang dilakukan Siwon dengan meminum minumannya..

“Sebenarnya aku sudang merayakannya tadi bersama dengan Sihoo dan Soohee, juga..”

Raut wajah Siwon seketika berubah..

Entah mengapa, walau Yoona belum atau sepertinya tidak akan meneruskan kalimatnya, Siwon merasa telah mengetahui jika nama pria itu yang akan disebutkannya..

“berapa lama kau sudah mengenalnya?”

“sudah beberapa bulan belakangan ini.. tapi kedekatan kami baru terjalin sekitar satu bulan”

“Apa hubungan kalian serius?”

“hm, Donghae pria yang baik.. Dia juga baik pada anak-anak”

“Aku juga pria baik, tapi nyatanya baik saja tak cukup untukmu, Yoona..”

“Apa maksudmu berbicara seperti itu?”

Yoona tentu saja merasa tersinggung dengan apa yang dikatakan Siwon padanya. Yang sepertinya membawa-bawa masalalu yang pernah terjadi diantara keduanya..

“Aku tidak bermaksud apa-apa. Jadi kapan aku bisa mulai melihatmu sebagai penyiar berita?”

“besok..”

“On Air?”

“Sepertinya tidak..”

“Baiklah, beritahu aku jam berapa.. Aku pasti akan menontonnya..”

“hm, aku akan menelponmu besok. Kalau begitu, aku pulang sekarang”

“Ya, beristirahatlah agar besok terlihat lebih segar..”

“Oh, aku lupa.. Mobilku mogok dan sedang ditangani dibengkel, bisakah besok kau mengantar anak-anak ke sekolah?”

“Ya, tentu saja..”

“Maaf merepotkanmu..”

“Mengapa kau menjadi sungkan seperti itu. Aku ayahnya, dan mengantar mereka kesekolah bukanlah sesuatu yang merepotkan”

“Tapi tetap saja kau menjadi harus bolak-balik.. Aku pastinya akan meminta montir itu agar segera memperbaiki mobilku, dan tidak lagi merepotkanmu”

“Demi Tuhan, Aku ayah mereka Yoona.. Bukan masalah sekalipun aku harus seratus kali bolak-balik demi mereka. Dan aneh sekali, bukankah kau selalu senang merepotkanku..”

Yoona mendengus menerima sindiran itu dari Siwon..

“Aku juga bisa mengantarmu jika kau mau..”

“Tidak perlu, Donghae akan menjemputku besok”

Siwon sesaat terdiam, namun kemudian kembali bersuara..

“Oh, baiklah.. Semoga siarannya berjalan lancar besok..”

“hm, terimakasih dan selamat malam, Siwon..”

“selamat malam Yoona..”

Siwon hanya memperhatikan langkah Yoona yang kemudian keluar dari dalam apartemennya. Bahkan untuk beberapa lama ia hanya terdiam memandangi pintu yang tertutup itu..

*****

Yoona benar-benar merasa gugup hari itu. Pagi-pagi sekali ia sudah bangun dan mempersiapkan dirinya. Bahkan untuk mengurus keperluan sekolah Sihoo dan Soohee, ia terpaksa menyerahkannya pada Sulli.
Ia juga lebih dulu pergi setelah Donghae menjemputnya, untuk selanjutnya mengantarnya hingga ke studio televisi tempatnya bekerja.

Meski tidak sampai menemaninya, Donghae nyatanya mengirimkan buket bunga untuk menyemangatinya, sesaat sebelum ia melakukan pengambilan gambar untuk siaran pertamanya.

Syukurlah, siaran perdananya hari itu berjalan tanpa kendala. Seorang penyiar yang lebih senior darinya, yang saat itu menjadi partnernya, bahkan memujinya. Membuatnya kian percaya diri untuk proses pengambilan gambar pada siaran selanjutnya.

Dan ditengah-tengah menunggu tim yang memproses persiapan materi-materi yang kemudian juga harus dipelajari olehnya, Yoona menyempatkan diri untuk menelpon Siwon seperti yang semalam dikatakannya..

“Siwon.. Kau sibuk?”

“Tidak, ada apa?”

“Aku.. Aku hanya ingin memberitahumu aku sudah selesai melakukan pengambilan gambar untuk siaran pertamaku..”

“Oh, benarkah? Bagaimana rasanya?”

“Tadinya aku gugup, tapi setelah semua berjalan lancar dan baik-baik saja.. Aku sudah merasa lega sekarang”

“Kalau begitu kapan jadwal tayangnya? Aku tak sabar, aku pastikan akan menonton wajah grogi-mu”

Yoona tersenyum mendengar candaan Siwon melalui sambungan telponnya..

“tidak akan lama lagi, kau harus menontonnya.. Aku juga ingin mendengar pendapatmu..”

“Ya, kita lihat saja nanti apakah kau masih terlihat cantik ketika sedang gugup..”

Oh, apa yang sudah dikatakannya tadi?
Cantik..
Itu sudah pasti..

Siwon menelan ludah, membasahi tenggorokannya yang mendadak kering kemudian kembali berbicara..

“Yoona, aku harus menutup telponnya..”

“Ya.. Tapi apakah kau sudah menjemput Sihoo dan Soohee?”

“Ya Tuhan.. Anak-anak..! Aku belum menjemput mereka. Aku akan pergi sekarang..”

“Astaga Siwon..! Apa yang kau lakukan..! Bagaimana jika anak-anak menangis..?”

Yoona yang tanpa sadar telah memekik tadi, membuat perhatian para kru yang berada distudio yang sama dengannya, tertarik untuk mengarahkan perhatian mereka padanya.

Yoona lantas meminta maaf dan memelankan nada suaranya, masih dengan sambungan telponnya bersama Siwon..

“Kau benar-benar tidak bisa diandalkan.. Apa aku harus terus mengingatkanmu dengan jadwal mereka..”

“Tenanglah, aku pergi sekarang.. Hanya sedikit terlambat, mereka akan mengerti. Kau tidak perlu marah-marah, aku justru takut kamera didepanmu bisa menangkap kerutan diwajahmu. Kau tidak akan terlihat cantik nanti..”

Setelah Siwon lebih dulu memutuskan sambungan ponselnya, Yoona juga sempat terpikir dengan apa yang Siwon katakan tadi..

‘kau tidak akan terlihat cantik nanti’

Apa Siwon mengatakan kalimat seperti itu tadi?

Namun Yoona tak memiliki kesempatan untuk memikirkan hal itu lebih lama, karna ia sudah harus mempersiapkan lagi dirinya..

*****

Benar apa yang dikatakan Yoona padanya bahwa dirinya akan kerepotan karna harus bolak-balik menjemput Sihoo dan Soohee. Biasanya Siwon memang berbagi tugas itu bersama dengan Yoona, dan ia baru menyadari selama ini Yoona yang lebih sering melakukannya. Tapi untuk hari ini, ia yang melakukan semuanya sendirian.

Jarak dari tempat kerjanya dan sekolah anak-anaknya lumayan jauh dan berlawanan arah, hingga ia perlu untuk memutar dibeberapa jalur. Ditambah dengan masih harus mengantar mereka pulang dan kembali lagi bekerja, membuat Siwon sedikit kewalahan. Apalagi, pekerjaannya hari itu lumayan banyak.

Ia memang mengatakan pada Yoona bila dirinya tidaklah sibuk tadi, demi untuk mendengarkan wanita itu yang menelponnya. Meski yang terjadi sesungguhnya ia tengah disibukkan dengan mengerjakan beberapa pekerjaan dari para kliennya yang sudah hampir mendekati deadline. Hal itu juga lah yang tadi sempat membuatnya lupa untuk menjemput putra-putrinya, andai saja Yoona tidak mengingatkannya.

Rasanya benar-benar cukup melelahkan hari itu, dan Siwon berniat untuk segera mengistirahatkan tubuhnya.

Ia telah memarkir mobilnya, dan bersiap untuk keluar dari dalamnya, namun tertahan oleh karna tatapan kedua matanya yang melihat seseorang yang begitu sangat tidak asing baginya..

Siwon melihat Yoona yang baru saja turun dari sebuah mobil yang berada didepannya. Awalnya mantan istrinya itu memang sudah melangkah menjauh dari mobil itu, namun entah mengapa Yoona kembali masuk kedalamnya. Mungkin ada sesuatu yang tertinggal didalamnya, Siwon tak tahu pasti sampai kemudian ia menyadari ada orang lain didalam mobil itu, yang berada dibalik kemudinya..

Tidak salah lagi..
Ada pria itu didalamnya. Seseorang yang tengah berhubungan dengan Yoona.
Lee Donghae..

Jadi pria itu tak hanya menjemput, tapi juga mengantar Yoona pulang..

Siwon menajamkan tatapan matanya, mencoba untuk memperjelas apa yang pada saat itu dilakukan sang mantan istri bersama dengan pria yang bersamanya didalam mobil itu..

Dan seketika ia melebarkan kedua matanya, melihat dan memperkirakan apa yang akan terjadi saat pria itu, Donghae nampak tengah mencondongkan tubuhnya kearah Yoona..

Siwon mencengkram erat roda kemudianya, dan entah bagaimana ia sudah kembali menyalakan mobilnya dan langsung menabrak bagian belakang mobil itu yang terparkir didepan mobilnya.

Siwon menyeringai puas, saat dengan cepat para penghuni mobil itu keluar dari dalamnya..

Ia mematikan mesin, dan menyusul keluar dengan wajah tak berdosa dan bahkan seolah menyesal dengan apa yang telah dilakukannya..

“Siwon..”

Yoona langsung melebarkan mata melihat siapa yang keluar dari dalam mobil itu dan baru saja telah menabrak mobil milik Donghae..

“Apa kau tidak bisa memarkir mobilmu dengan benar, Siwon-ssi?”

Komentar Donghae sambil melihat kebagian belakang mobilnya. Sejauh yang ia lihat, lampu belakangnya pecah dan terdapat goresan cukup dalam pada body mobilnya..

“Astaga.. Aku benar-benar tidak sengaja. Aku memarkir sambil menelpon tadi..”

Siwon beralasan sambil ikut mengecek keadaan mobil Donghae..

“Seseorang yang menelponku mengatakan sesuatu yang membuatku terkejut, dan kurasa itu yang kemudian membuatku menginjak pedal gas dengan begitu kuat”

“Benarkah seperti itu?”

Yoona memicingkan matanya kearah Siwon, sepertinya tidak begitu mempercayai apa yang dikatakan pria itu tadi. Yang ia tahu, Siwon sangat pintar dan cenderung lihai dalam mengemudi. Belum pernah ia dengar riwayat kecelakaan yang pernah dialaminya saat berkendara..

“Ya, itu benar Yoona.. dan aku tak menyangka jika kalian ada didalam”

“Sudahlah, jika kau memang tidak sengaja Siwon-ssi.. Ini masih bisa diperbaiki..”

“Kau bisa mengirim tagihan biayanya padaku.. Aku akan bertanggung jawab”

Siwon dengan santainya mengambil dompet dan mengeluarkan sebuah kartu nama yang kemudian diberikannya pada Donghae.

“Aku buru-buru, temanku akan datang.. Jadi aku harus segera masuk sekarang. Jangan lupa untuk menghubungiku, Donghae-ssi..”

Yoona menatap tajam kearah Siwon yang kemudian dengan langkah lebar meninggalkan kekacauan yang telah diperbuatnya..

“Donghae ssi, maaf.. Sepertinya Siwon memang tidak sengaja”

“Ya, dia sudah mengatakan dia tidak sengaja tadi.. Kalau begitu aku harus pergi sekarang. Aku akan memperbaikinya dan lihat apakah mantan suamimu itu memiliki cukup uang untuk sekedar membayar kerusakan yang diperbuat olehnya.. Mungkin harga perbaikan mobilku akan jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga mobil butut miliknya”

Yoona menggigit bibirnya, sadar akan kemarahan yang tersirat dalam kalimat yang baru saja diucapkan oleh Donghae.

Dan begitu pria itu melajukan mobil meninggalkannya. Yoona dengan segera melangkah untuk selanjutnya memasuki lift dan bukannya turun dilantai tujuh apartemennya, Yoona justru keluar dari dalam lift yang terbuka dilantai delapan..

Ia harus membuat perhitungan dengan Siwon..

“Siwon..! Buka pintunya..!! Buka pintunya.. Siwon..!!”

Yoona menggedor-gedor pintu itu meski ia sebenarnya tahu dengan pasti, passcode untuk membukanya. Tapi Yoona menyadari statusnya, ia hanya mempergunakan itu disituasi tertentu, atau yang dirasanya mendesak..

“Apa yang kau lakukan..! Cepat buka pintunya..! Siwon..! Siwon..!!”

Tak sabar dan sekaligus kesal dengan apa yang diperbuat oleh Siwon, Yoona akhirnya membuka sendiri pintu itu, masuk dan langsung mencari keberadaan Siwon didalamnya..

Yoona sempat melongok kedapur, lalu kedalam ruang kerja pria itu, sebelum akhirnya membuka pintu kamar Siwon dan dapat mendengar gemericik air yang berasal dari kamar mandi, yang sekaligus menandakan jika pria itu sedang berada didalamnya..

Yoona mendecak..

Oh..
Pria itu sungguh-sungguh mengesalkannya.

Yoona yang sudah berada didalam kamar Siwon, telah berniat untuk keluar dan menunggu pria itu di ruang tamu. Namun belum beranjak dari sana, pintu kamar mandi itu justru lebih dulu terbuka dan memperlihatkan Siwon yang keluar dari dalamnya. Nampak segar sehabis mandi dengan rambutnya yang basah, yang bahkan masih meneteskan sisa-sisa air ke bagian tubuh atasnya yang telanjang..

image

Yoona terdiam, mendadak justru merasa gugup melihat pria itu yang menatapnya. Sepertinya sedikit terkejut melihatnya..

“Yoona.. Kau disini?”

“kita harus bicara..”

“Oh, kau ingin menanyakan pendapatku tentang siaran perdanamu tadi?”

“Tidak.. Lupakan saja itu..”

Melihat Siwon yang hanya melilitkan handuk berwarna putih disebatas pinggangnya, membuat Yoona sedikit merasa tidak nyaman..

“Aku akan menunggumu diluar”

Yoona beranjak hendak membuka pintu, namun Siwon justru menahannya. Mengurung dengan kedua lengannya dibelakang pintu kamar itu..

“Apa yang kau lakukan?!”

Yoona memelototinya, namun Siwon justru memperlihatkan senyum padanya..

Sial..
Apa yang pria itu lakukan?
Dan mengapa ia harus merasa gugup sekarang.

Rutuk Yoona didalam hatinya..

“Katakan saja apa yang ingin kau bicarakan”

“Sebaiknya kita bicarakan diluar”

“Katakan saja.. aku akan mendengarmu sekarang”

“Kau dan perbuatanmu tadi.. Mengapa kau menabrak mobil Donghae?”

“Oh, jadi karna itu.. Bukankah sudah kukatakan tadi, aku tidak sengaja..”

“Aku tidak percaya padamu.. Pria bodoh mana yang menabrak saat sedang memarkir?”

“Jadi maksudmu aku pria bodoh itu?”

“Ya, karna aku tidaklah bodoh, Siwon.. Itu tidak mungkin terjadi jika kau tidak sengaja melakukannya..”

Siwon malah tergelak..

“Hey, ini bukan masalah bodoh ataupun tidak.. Kenyataannya kecelakaan itu bisa terjadi dimana saja, Yoona.. Dan bukankah aku sudah katakan akan bertanggung jawab. Aku akan membayar ganti rugi..”

“Kau bahkan tidak meminta maaf tadi..”

“Jadi kau marah hanya karna aku tidak meminta maaf, atau sebenarnya ada hal yang lain..?”

“apa maksudmu?”

“Mungkin kau marah karna jika aku tidak menabrak mobil kekasihmu tadi, kau bisa mendapatkan ini darinya..”

Yoona benar-benar terkejut hingga tubuhnya serasa kaku, ketika Siwon dengan cepat menempelkan bibirnya, menciumnya..

“Aku benarkan? Kau marah karna gagal mendapatkan ciuman darinya..”

“Brengsek..”

Yoona sudah mengangkat sebelah tangannya, hendak menampar wajah Siwon atas kekurang ajaran yang dilakukan olehnya, namun Siwon mencekalnya..

“Untung saja aku yang memergoki kalian dan bukan anak-anak..”

“Apa maksudmu membawa-bawa nama anak-anak?”

Yoona kian meradang..

“Kau berkencan dengan pria itu dan membawa anak-anak. Menunjukkan keintimanmu bersama Donghae dihadapan mereka. Berpegangan tangan, berpelukan.. Kau melakukannya didepan Sihoo dan Soohee. Apa menurutmu itu pantas dan baik bagi perkembangan mereka?! Mereka sudah cukup besar untuk dapat mencerna apa yang kau lakukan..”

“Oh, jadi kau menggunakan anak-anak untuk memata-mataiku?”

“Sihoo yang mengatakannya tanpa aku minta..”

“Lalu bagaimana denganmu? Membawa-bawa pulang wanita lain kemari kau pikir itu contoh yang baik? Kau pikir itu tidak akan berpengaruh bagi perkembangan anak-anak? Berkacalah sebelum kau menyebutku seperti itu..!!”

Terengah setelah keduanya sama-sama saling serang dengan menggunakan kata-kata tajam, Yoona ingin mengakhiri pertengkaran itu dengan pergi dari sana, namun yang tak diduga olehnya, Siwon justru menarik kuat pergelangan tangannya. Membuat tubuhnya membentur keras pada dada Siwon.

Amarah yang juga dirasakan oleh Siwon nampaknya justru membangunkan sisi lain dalam dirinya. Gairah yang selama ini ditahan olehnya..

Siwon dengan tanpa permisi melumat bibirnya, keras dan menuntut hingga Yoona tak kuasa untuk menolak apalagi sekedar menghindar..

Bahkan, entah disadarinya atau tidak, Siwon yang terus mencumbuinya hingga membuatnya seolah kehilangan akal sehat, kini telah berhasil menjatuhkan tubuhnya keatas ranjang tidurnya..

Oh Tuhan..
Apa yang telah mereka lakukan??

Yoona merasakan tubuhnya yang tadinya terkulai lemas kini gemetar setelah tersadar dengan apa yang baru saja ia dan Siwon lakukan. Perbuatan yang seharusnya tak pantas untuk dilakukan oleh dua orang yang telah berstatus sebagai mantan suami istri seperti mereka, baru saja justru ia dan Siwon lakukan..

Yoona dengan cepat mendorong tubuh Siwon dari atas tubuhnya..

Turun dari atas tempat tidur itu untuk kemudian memunguti pakaiannya, dan kembali mengenakannya..

Tubuhnya masih saja gemetar..

“Yoona.. Aku..”

“Kurang ajar..! Kau benar-benar brengsek..!”

Yoona mengumpat dan lantas membuka pintu kamar itu dan berlari menuju pintu keluar. Menghiraukan Siwon yang memanggilnya dan bahkan mengejar langkahnya..

“Yoona.. Dengarkan aku.. Tadi, tadi itu..”

“Diam kau brengsek..!”

Selama ini..
Lebih dari enam tahun sudah usia perceraiannya. Tak sekalipun Siwon berbuat kurang ajar kepadanya. Jika hanya berulah jail didepan Sihoo dan Soohee dengan mencium pipinya, Siwon memang beberapa kali (bahkan ia bisa menyebutnya sering) dilakukan olehnya, dengan alasan demi untuk memperlihatkan hubungan baik didepan anak-anaknya.

Tapi ciuman dibibir..
Bahkan terlibat kemesraan bersama diatas ranjang..
Yoona ingat jelas terakhir kali mereka melakukannya, itu saat masih berstatus suami istri, sebelum ia menggugat perceraian..

“Yoona dengarkan aku..”

Dengan perasaan luar biasa kesal dan marah (bukan hanya pada Siwon tapi juga dirinya), Yoona membuka pintu apartemen Siwon untuk secepatnya keluar dari sana. Namun ia justru berpapasan dengan seorang wanita yang sepertinya baru saja datang..

“Oh, maaf.. Tapi benarkah ini apartemen Choi Siwon?”

Yoona tidak menjawab, tapi justru memperhatikan wanita didepannya yang sepertinya bukanlah wanita yang sama seperti yang pada malam itu dibawa pulang oleh Siwon. Ini wanita lain lagi yang berbeda..

“Masuklah Tiffany..”

Siwon yang mengetahui kedatangan tamunya, segera mempersilahkannya masuk dan membuat Yoona menoleh, lalu memutar mata pada Siwon yang sepertinya tidak mempedulikan apa yang saat itu dikenakannya. Masih hanya sebuah handuk yang sudah kembali melilit dipinggangnya..

“Apa aku mengganggu kalian?”

Wanita itu, yang tadi dipanggil oleh Siwon dengan nama Tiffany, kemudian sekilas memperhatikan pada Yoona dan juga Siwon tentunya..

Dan membuat Yoona merasa dapat membaca pikiran wanita itu yang pastinya melihat dengan jelas betapa kacau penampilannya. Ia sudah akan bersuara namun Siwon mendahuluinya..

“Sama sekali tidak Fany-ssi, kami sudah selesai..”

Yoona kembali menoleh pada Siwon dan memelototinya, namun dengan kurang ajar nya, pria itu justru mengerling padanya.

“Mantan istriku sudah akan pulang, masuklah.. Aku akan berpakaian..”

Sementara Siwon kemudian melangkah masuk kedalam kamarnya, Yoona dengan cepat melangkah membawa kekesalan selaligus amarahnya terhadap Siwon hingga sampai ke apartemennya..

“Beraninya dia berbuat kurang ajar padaku..”

Gerutu Yoona yang sudah memasuki apartemen, dan sedang melepas sepatunya lalu menggantinya dengan sendal rumahan..

“eomma.. eomma sudah pulang”

Soohee menghampiri dengan membawa sebuah buku ditangannya..

“Oh Soohee-ya.. Apa yang sedang kau lakukan sayang?”

Masih merasakan shock dengan apa yang tadi telah ia dan Siwon lakukan, Yoona lantas mencoba menenangkan diri dengan mengistirahatkan tubuhnya dengan duduk menyandar pada sandaran sofa. Dan meski lelah yang bercampur dengan perasaan tak percaya dengan apa yang telah diperbuat olehnya, ia masih tetap menerima Soohee yang kemudian naik keatas pangkuannya..

“Soohee memiliki tugas eomma, bisakah eomma membantuku mengerjakannya?”

“Oh, apa bibi Sulli tidak mengajarimu?”

“bibi Sulli sedang membantu Sihoo oppa.. Dan oppa bilang aku harus bergantian dengannya. Tapi aku ingin menyelesaikan tugas ini sekarang.. Oemma bisa membantuku kan?”

“Tapi eomma ingin mandi terlebih dulu sayang..”

Untuk membersihkan dirinya dari keringat yang berasal dari bermesraan dengan Siwon tadi..

Oh Tuhan..
Mengapa ia bisa kehilangan kewarasannya tadi?

Yoona terus merutuk didalam hati..

“Jadi eomma tidak bisa membantuku sekarang?”

“emm.. Bagaimana jika Soohee meminta bantuan Appa saja?”

“apa Appa juga sudah pulang?”

“Ya, ayahmu sudah pulang dan seharusnya masih memiliki banyak waktu untuk mengajari putrinya yang cantik ini.. Tapi ayahmu juga sedang memiliki tamu yang datang..”

“Apa yang datang adalah seorang wanita? Pacar Appa?”

Yoona mengangguk..

“Oh, bagaimana kau bisa tau sayang?”

Soohee mendengus lalu melompat turun dari atas pangkuan ibunya..

“Kalau begitu Soohee mau keatas dan meminta bantuan Appa..”

“Apa eomma perlu mengantarkanmu, sayang?”

“anio, eomma.. Aku bisa sendiri..”

“Kau harus meminta ayahmu untuk mengajarimu dengan benar, Soohee-ya”

“Okey eomma..”

“Jangan biarkan ayahmu mengobrol saat sedang membantumu menyelesaikan tugas itu”

“okey oemma..”

“Dan nanti, beritahu eomma apa saja yang dilakukan ayahmu bersama dengan wanita itu..”

“Sipp..”

Yoona menyeringai puas..
Soohee jelas cukup pintar untuk menjadi mata-matanya, dan membuatnya tahu sejauh mana hubungan Siwon dengan wanita itu.

Benarkah mereka berpacaran?

Tapi mengapa Siwon tidak mengatakan padanya, seperti hal nya dirinya yang telah mengatakan perihal hubungannya dengan Donghae?
Bahkan sudah mengenalkan pria itu padanya..

Bukankah seharusnya Siwon melakukan hal yang sama?

Bila kedunya benar-benar berhubungan secara serius, bukankah wanita itu juga akan menjadi ibu bagi anak-anaknya?
Dan tentu saja ia merasa perlu untuk mengenal seperti apa calon ibu tiri bagi anak-anaknya nanti..

Oh, mengapa pula ia harus memusingkannya..

Sekalipun Siwon dan wanita itu serius, Sihoo dan Soohee masih memiliki dirinya sebagai seorang ibu yang benar-benar menyayangi mereka dengan tanpa batas..

Bukankah yang lebih penting sekarang adalah menghapuskan jejak-jejak jamahan Siwon ditubuhnya..

“Aishh.. mengapa aku begitu bodoh tadi.. dan Siwon benar-benar brengsek”

*****

Dengan pekerjaannya yang sekarang, Yoona merasa lebih memiliki jadwal yang pasti bila dibandingkan dengan pekerjaannya sebagai seorang reporter yang lebih banyak terjun dilapangan. Yoona dituntut untuk siap kapan saja dalam mengejar narasumber-narasumber yang namanya bisa dijadikan obyek pemberitaan dalam perkara ataupun kasus hingga skandal yang sedang melibatkan nama sang tokoh.

Karenanya, setelah akhirnya ia bisa mendapatkan promosi dan hanya bekerja didalam studio, Yoona bisa menjadi lebih santai dalam mengurusi kedua buah hatinya.

Seperti pagi ini, Yoona yang biasanya memesan bekal makan siang untuk Sihoo dan Soohee, kini memasak sendiri menu makan siang itu untuk kedua buah hatinya..

Sekaligus mempersiapkan sarapan pagi bagi mereka..

“eonni.. Sepertinya harum sekali? Apa yang sedang kau masak?”

Aku menyiapkan bekal untuk Sihoo dan Soohee, itu sarapan untuk kalian. Aku sudah menatanya diatas meja..

“Woahh, sepertinya sekarang oenni bisa menjadi seorang ibu yang lebih normal”

canda Sulli, yang memang tahu pasti seperti apa dan bagaimana susahnya sang kakak dalam membagi waktu antara pekerjaan dan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu untuk mengasuh anak-anaknya. Hingga tak jarang, meski telah berbagi tugas dengan Siwon, Yoona masih kerap meminta Sulli untuk menjaga anak-anaknya..

“Jadi apakah selama ini aku bukan ibu yang normal?”

“Ya, pekerjaanmu yang membuat eonni menjadi ibu yang seperti itu”

“Tapi setidaknya, aku tak menelantarkan anak-anakku”

“itulah hebat nya oenni-ku.. Dan aku salut padamu..”

“Jadi setelah menyebutku tidak normal sekarang kau juga memujiku..”

Sulli terkikik dan justru mendekati Yoona untuk kemudian memberikan ciuman dipipinya..

“Yoona oenni adalah ibu yang terbaik untuk Sihoo dan Soohee..”

“Oh, manis sekali Sulli-ah, kau bisa membuatku menangis sekarang”

“eonni menangis mungkin bukan karna terharu dengan ucapan manisku, tapi karna irisan bawang dihadapanmu..”

Keduanya tertawa, dan Yoona benar-benar merasakan kehadiran sang adik dapat untuk menghiburnya.

“Kau seharusnya memang tinggal bersamaku Sulli-ah, pindahlah kemari..”

“Tapi Aboji dan eomma tidak akan membiarkanku berhenti kuliah”

“Tentu saja kau tidak akan berhenti.. Kau bisa memindahkan kuliahmu dan menemukan perguruan tinggi disini yang tak kalah bagus dengan di Busan..”

Sulli mendesah..
Sepertinya ide untuk berpindah kuliah, masihlah terlalu sulit untuk ia lakukan.

“Biar aku nanti yang akan berbicara dengan Aboji dan eomma..”

“Setelah kejadian eonni dulu, aku yakin mereka tidak akan mengijinkanku tinggal jauh dari mereka. Aboji dan eomma ingin agar bisa terus mengawasiku”

Apa yang Sulli katakan membuat Yoona mengingat saat dulu ia mengecewakan kedua orangtuanya. Ia yang memang memutuskan untuk berkuliah di Seoul daripada tetap berada di Busan, membuatnya kehilangan pengawasan dari kedua orangtuanya.

Akibatnya..
Ia hamil, terpaksa menikah, dan berakhir dengan perceraian yang harus dihadapinya diusia yang masih relatif muda..

Entah sudah berapa banyak ia telah mengecewakan kedua orangtua nya. Dan membuat hubungan antara dirinya dengan kedua orangtuanya menjadi tidak begitu baik hingga sekarang..

“eonni, maaf.. Aku tidak bermaksud membuatmu..”

ucap Sulli yang kemudian menyadari keterdiaman Yoona..

“gwechana Sulli-ah.. Kau benar, itu terjadi karna kesalahanku..”

“Tapi eonni.. Kau sudah menebus kesalahanmu. Kau menjadi ibu yang baik, dan kau juga sukses dengan pekerjaanmu. Kau tahu, aboji dan eomma begitu bangga saat melihatmu muncul sebagai penyiar berita..”

“Benarkah? Aku bahkan tak sempat memberitahu mereka”

“Aku yang sudah memberitahu Aboji dan eomma.. Dan mereka sangat senang..”

Yoona tersenyum..
Benarkah orangtuanya merasa senang dan bangga terhadapnya?

“Oh, Sulli-ah.. Bangunkan Sihoo dan Soohee, mereka harus sarapan dan bersiap ke sekolah”

Sulli melakukan apa yang dikatakan oleh Yoona. Ia membangunkan kedua keponakannya itu dan langsung menggandeng mereka keluar dari dalam kamar, menuju dapur sekaligus ruang makan..

Setelahnya, justru terdengar suara bel yang berasal dari interkom yang berada di pintu depan, yang kemudian membuat Sulli lebih dulu menanyakan pada Yoona siapakah kira-kira yang datang sepagi itu..

Yoona hanya mengangkat bahu, dan meminta Sulli untuk melihatnya..

“Oh, Siwon oppa..”

“Hai adik ipar..”

Sulli justru terkikik mendengar Siwon yang ternyata berdiri didepan pintu, dan kemudian menyapanya dengan masih menyebutnya sebagai adik ipar..

“Aku kehabisan kopi, apakah kau memilikinya?”

“kurasa Yoona eonni punya, masuklah oppa..”

Sulli mempersilahkan Siwon untuk masuk dan saat mengetahui jika Siwon-lah yang datang, Yoona merasakan sedikit salah tingkah..

Setelah Siwon dengan kurang ajar berani menciumnya semalam dan menjadikannya ikut bertindak bodoh dengan membiarkan pria itu memesrai dirinya, Yoona sama sekali belum ingin bertemu lagi dengannya. Ia lebih ingin menghindar, dan berharap tak melihat pria itu sekarang. Ia jelas masih merasa kesal oleh apa yang telah Siwon lakukan..

“Oh, Appa..!!”

Berbeda dengan Yoona, Sihoo dan Soohee justru sangat antusias melihat sang ayah dipagi hari itu. Keduanya langsung berlari menghampiri sang ayah dan berebut untuk memeluknya..

“Aigoo.. Apa kalian baru saja bangun?”

Soohee mengangguk..
Gadis kecil itu yang kemudian digendong oleh Siwon, lantas mengucapkan selamat pagi pada sang ayah lalu menciumi wajahnya, dari mulai pipi, hidung hingga pada bibirnya..

“Oh, dicium oleh tuan putri sungguh membuat pagi ini bertambah indah.. Terimakasih sayang..”

Soohee terkikik saat sang ayah yang merasa gemas kemudian mencubit hidungnya..

“Appa.. Ayo sarapan bersama kami..”

Sihoo menarik ayahnya keruang makan..

Sampai disana, Siwon menurunkan Soohee dari gendongannya, lalu duduk dan menyapa Yoona yang terlihat sibuk didapurnya..

“Selamat pagi Yoona..”

Yoona menoleh..
Tidak membalas sapaannya namun justru bertanya dengan nada ketus..

“Apa yang kau lakukan disini?”

“Appa ingin sarapan bersama kami eomma..”

Sihoo yang menjawab, ditambah dengan Sulli yang kemudian mendekat pada Yoona untuk membantunya..

“Siwon oppa menginginkan kopi, eonni.. Biar aku buatkan..”

Yoona sengaja menyibukkan dirinya dan membiarkan Sulli yang membuatkan kopi untuknya..

“Sampai sekarang aku terus bertanya-tanya, mengapa oenni dan Siwon oppa harus bercerai?”

ucap Sulli dengan suara lirih sambil mengaduk kopi yang ia seduh didalam sebuah cangkir..

“Berapa kali sudah ku katakan padamu, aku terpaksa menikah dengannya.. Pernikahan itu terjadi karna kesalahan, karna aku hamil..”

balas Yoona dengan suara tak kalah lirih..

“Kalau hanya Sihoo yang lahir aku akan percaya itu karna kesalahan, tapi bagaimana dengan yang kedua, bagaimana dengan Soohee?”

“Yang kedua itu juga kesalahan..”
“eonni.. Menurutku itu bukan kesalahan, tapi ketagihan..”

Sulli nyaris terkikik melihat sang kakak yang kemudian melebarkan mata kearahnya. Buru-buru ia beralih dari Yoona, dan menyerahkan cangkir kopi buatannya pada Siwon..

“Oh, terimakasih Sulli-ah.. Tapi kau keterlaluan sekali.. Datang kesini tapi tidak keatas mengunjungiku..”

“Aku belum sempat Oppa, dan lagi pula bukankah kau sedang disibukkan dengan tamu-tamu wanitamu”

“Tidak.. Siapa yang mengatakan hal seperti itu?”

“Yoona eonni..”

“jadi kakakmu yang mengatakannya?”

“hm, eonni bilang kau membawa pulang seorang wanita ke apartemen.. Karna itu Yoona eonni..”

“Sulli-ah..”

Yoona menunjukkan tatapan peringatan kearah sang adik. Sulli bisa jadi bicara macam-macam jika ia tidak cepat menghentikannya..

“kemarilah dan bantu aku.. Aku harus menyelesaikan ini dan segera menyiapkan Sihoo dan Soohee..”

“Biar aku yang mengurus anak-anak”

Siwon menyambar kalimat Yoona, dan membuatnya mendengus ketika kemudian ia melihat pria itu menggandeng kedua buah hatinya untuk selanjutnya mandi dan bersiap pergi kesekolah..

“Memangnya aku mengatakan membutuhkan bantuannya.. Menyebalkan sekali..”

“eonni-ya, ada apa denganmu..? Sepertinya kau kesal sekali. Apa kau dan Siwon oppa bertengkar?”

“Tidak.. Untuk apa aku bertengkar dengannya? Aku tak perduli padanya..”

Sahut Yoona cepat sambil melepas celemek yang dipakainya, menyudahi kegiatan memasak-nya..

“Tapi eonni, kelihatannya..”

“Kau bisa membantuku membersihkan meja kan? Aku harus bersiap..”

Sulli hanya mengangguk, lalu mengernyit heran saat sang kakak beralih dan terlihat jelas seperti menghindari pertanyaannya..

“Pasti telah terjadi sesuatu diantara mereka..”

*****

Setelah mendapatkan paksaan dari Sihoo dan Soohee untuk pergi bersama, Yoona terpaksa harus berada didalam satu mobil dengan Siwon.

Pria itu jelas terlihat santai, seolah tak pernah terjadi sesuatu yang salah dengannya. Dia benar-benar seperti tak merasa telah melakukan kesalahan dan perbuatan kurang ajar yang pada beberapa malam lalu dilakukan padanya.

Siwon justru bergembira dan menikmati saat ikut bernyanyi bersama Sihoo dan Soohee, mengikuti lagu-lagu yang berasal dari pemutar musik dimobilnya..

Tadi, suasananya begitu ceria hingga sedikit menutup kekesalan yang masih dirasakan oleh Yoona. Namun setelah menurunkan anak-anaknya disekolah, dan menjadikannya harus berdua saja dengan Siwon didalam mobil itu, sempat membuat keheningan terjadi cukup lama karna keduanya yang sama-sama tidak saling bersuara..

“Ayolah, jangan terus menekuk wajahmu seperti itu..”

Siwon yang kemudian berulah jail dengan mencolek dagu Yoona dan membuat mantan istrinya itu menoleh kearahnya dengan tatapan horor penuh permusuhan..

“Kau marah padaku karna kejadian semalam?”

“Aneh sekali jika aku tidak marah padamu.. Kau sudah berbuat kurang ajar padaku..”

“Bukankah kita sama-sama menikmatinya saat itu. Kau bahkan me…”

Siwon tak meneruskan kalimatnya ketika menyadari Yoona benar-benar marah padanya..

“Aku tidak bermaksud melakukan itu.. Aku hanya terbawa emosi dan kesal karna kau datang dan mengomel hanya gara-gara aku merusak moment kencanmu”

“Aku marah karna kau sengaja menabrak mobil Donghae dan tidak meminta maaf padanya..”

“hei, sudah kukatakan aku tidak sengaja.. Dan aku akan bertanggung jawab Yoona. Apa itu masih belum cukup?”

Yoona tak menjawab, Siwon pun tak kembali mencoba untuk berbicara. Keduanya sama-sama terdiam sampai akhirnya Siwon menghentikan laju mobilnya didepan sebuah gedung bertingkat yang dijadikan tempat berkantor salah satu stasiun televisi dimana Yoona bekerja..

Siwon melihat Yoona yang kemudian buru-buru melepaskan sabuk pengamannya. Ia kemudian membuka pintu dan berniat turun namun Siwon menahan pergelangan tangannya..

“Maaf untuk kejadian semalam..”

Siwon menatapnya sungguh-sungguh, namun Yoona masih tidak mengatakan apa-apa dan justru menyentakkan pergelangan tangannya dan dengan cepat keluar dari dalam mobilnya..

*****

Setelah seharian disibukkan oleh pekerjaan, Siwon baru tiba diapartemennya pada sekitar pukul delapan malam. Ia sejenak mengistirahatkan tubuhnya diatas sofa, menyalakan televisi dan meneguk sekaleng minuman dingin yang diambilnya dari dalam kulkas..

Sepertinya ia sudah nyaris tertidur saat kemudian didengarnya pintu yang terbuka dan suara sang putra yang berteriak memanggilnya..

“Appa..! Appa..!!”

“Oh, Sihoo-ya.. Ada apa? Apa yang terjadi?”

“Appa.. Ayo turun..! Ayo ikut Sihoo turun..”

“Apa ada sesuatu yang terjadi? Mengapa kau sepertinya panik, sayang..”

“eomma, Appa.. Eomma..”

“eomma? Ada apa dengan ibumu Sihoo-ya?”

“eomma.. eomma dibawah.. Dibawah ada paman Donghae, Appa.. Paman Donghae membawa bunga, lalu berlutut didepan eomma.. Apa yang dilakukan paman Donghae, Appa..?! Appa ayo turun dan lihat apa yang dilakukan paman Donghae..”

Siwon langsung menyambar tangan Sihoo dan menggandengnya keluar. Keduanya dengan cepat masuk kedalam lift dan kembali keluar dilantai apartemen Yoona..

Sedikit berlari, Siwon dan Sihoo langsung menuju pintu apartemen Yoona yang terbuka..

Melihat apa yang sedang terjadi didalamnya, Siwon kemudian justru terdiam diambang pintu dan menahan pergelangan tangan Sihoo agar sang putra tetap berada didekatnya..

“Maukah kau menikah denganku, Yoona..?”

Melihat Yoona yang memegang sebuket bunga, dengan tatapan terharu dan mengangguk pada Donghae yang telah mengulurkan sebuah cincin padanya, membuat Siwon merasa seseorang sedang  mencubit hatinya..

Rasanya sungguh sakit..

*

*

*

*

*

To Be Continued~

Yoyoyooo..
dinilai-dinilai..
dan dikomen juga gimana dengan crita baru saia^^
Hahhaa…

@joongly

399 thoughts on “3S | No Other | 1

  1. Suka bget ma ceritax eon meskipun ceritax yoonwon udah pisah tapi sebenarx mereka itu masih saling cinta dn saling membutuhkn untuk mengurus ke2 buah hte mereka
    semoga aja mereka bisa cepat rujuk kembali
    udah gak sbar pengen baca cerita selanjutx

  2. Suka bget ma ceritax eon meskipun ceritax yoonwon udah pisah tapi sebenarx mereka itu masih saling cinta dn saling membutuhkn untuk mengurus ke2 buah hte mereka
    semoga aja mereka bisa cepat rujuk kembali
    udah gak sbar pengen baca cerita selanjutx

  3. Seru banget ceritanya, apalagi kalau yoona sama wonppa lagi bertengkar…
    Mereka menggunakan anak-anak untuk jadi pengintai…
    Semoga Yoona nggak nerima lamarannya donghae…

  4. Ceritanya keren…
    Yoona dan Siwon keknya masih saling cinta tapi sama sama gengsian. Dan kenapa donghae harus muncul? Semoga aja Yoona gk jadi sama Donghae, Sihoo dan Soohee nya lucu.

  5. lucu banget udah cerai tapi masih saling peduli dan cemburu.
    apalagi saat yoona maupun siwon sama sama meminta kedua buah hatinya buat menjadi mata2.
    aku yakin siwon dan yoona masih sama sama saling mencintai buktinya baju baju yoona yg ada dilemari siwon gak dibuang.
    bener kata sulli kalau yoona cemburu dengan kedekatan siwon dan pacarnya.
    donghae kok gtu banget si orangnya, pengen tak sumpel rasanya.
    andwee yoona jangan terima lamaran donghae plizz.
    kasihan siwon

  6. Owowow
    Ternyata Siwon sama Yoona MBA toh😮
    Siwon di sini sedikit pervert juga ya wkwk
    Menurutku kok mereka masih saling suka ani cinta ya sebenernya…
    Tapi yang paling gengsi itu Yoona ckck
    Buktinya pas waktu malam itu malah ikut menikmati *halah apaan sih-_-*
    Fixed, Donghae jadi orang ketiga!
    Siwon cemburu sama Donghae tuh…
    Lagian kenapa coba Yoona pake nerima lamarannya Donghae hm hm
    All the best for Yoonwon deh, eh ani buat Joongly eonni deh ya, biar tiap kali bikin story bisa bikin ketagihan buat baca😀

  7. Semua ff yg dibuat author july emang keren bgtt ^^ trbkti aku smpai terbawa suasananya lho!!hahah😀 sihoo dekat sama appanya sdngkan sohee dekat sama appanya,, tnggal appa dan eommanya nihh hayoo blikan lg dong ^^

  8. Kok mereka bisa smpai cerai sih??? Pdhal udh serasi banget loh.. Hahaha yoona gk sengaja keintip sma siwon lagi ganti baju 😀😀 kayaknya mereka masih saling cinta deh cuman gengsi aja ngakuin nya.. Buktinya masih suka cemburu kalau liat satu sma lain lg pdkt sma yg lain.. Nae doain mereka brsatu krmbali baik di dunia nyata 😀😊 maupun di ff

  9. Hihi.. Lama gk bca ff udah ada ajah crita bru hmm ni curi2 wktu sbnrnya di sela2 kgiatn kmpus..

    Tnyata gk sia2 bnyak crita yg ngantri buat di baca hoho snangnya😀

    kalu jongly unnie yg punya crita mah sy dah akuin crtnya bgus dn gk mnoton kyk ff lain unnie udah jd author faforit lah sma kek kak uchie, syema, ma biang. critnya kgk pernah ngecewaain cumant bkin ktagihan sih iya.

    Aduhh ini genre ksukaan sumvah mirrage life yah walopun dah cerei tpi kalu castnya yoonwon prcya pasti bakal bsatu lg cuman yg bkin sru tuh jalan critnya gmna bisa balikn lg tuh yg ngebuat sy dan raders lanya *pastinya* buat ngebaca ni crita ampe slesei..
    So, hehe aku dluanin ngebaca No others dulu dah dluan jatuh cnta ma ni crita eunn..

  10. Hihi.. Lama gk bca ff udah ada ajah crita bru hmm ni curi2 wktu sbnrnya di sela2 kgiatn kmpus..

    Tnyata gk sia2 bnyak crita yg ngantri buat di baca hoho snangnya😀

    kalu jongly unnie yg punya crita mah sy dah akuin crtnya bgus dn gk mnoton kyk ff lain unnie udah jd author faforit lah sma kek kak uchie, syema, ma biang. critnya kgk pernah ngecewaain cumant bkin ktagihan sih iya.

    Aduhh ini genre ksukaan sumvah mirrage life yah walopun dah cerei tpi kalu castnya yoonwon prcya pasti bakal bsatu lg cuman yg bkin sru tuh jalan critnya gmna bisa balikn lg tuh yg ngebuat sy dan raders lanya *pastinya* buat ngebaca ni crita ampe slesei..
    So, hehe aku dluanin ngebaca No others dulu dah dluan jatuh cnta ma ni crita eunn….

  11. Setelah sekian lama Baru aq baca ff lagi…
    Dan langsung baca ff INI nih.. Ffnya seru aq ska.. Apalagi klo ada adegan cburu2 gtu… Kkk

  12. AQ ska bgt ff nya bagus Thor…
    Aq Baru aja buka2 ff lagi sekarang Dan udah banyak btg ff yg baruny..
    Pengen baca semua tapi tugas numpukkk

  13. Salut loh sama yoonwon mereka udh pisah tapi kalo soal anak anak mereka nomor 1, siwon sampe rela pindah apartement biar deket gituuu.. Sihoo sama sohee juga bikin salut sekaligus gemessss mereka tau orgtua mereka pisah tapi ga masalahin malahan mereka enjoy enjoy aja hahahaha
    Sihoo bantu appa eomma mu bersama lagi yaaa, jangan biarin donghae nikah sama yoona huwaaaa andwaeee.. Aku punya feeling nih di part berikutnya kalo donghae bukan cowo baik hahahaha

  14. cie cie oppa siwon cemburu sama mantan istrinya, mana istrinya cantik banget, untung ada anak anaknya yg lucu kalo liat ortunya pacaran haha

  15. cie cie oppa siwon cemburu sama mantan istrinya, mana istrinya cantik banget, untung ada anak anaknya yg lucu kalo liat ortunya pacaran haha

  16. hai salam knal..aq baru baca ini ff dan gila keren banget..tp kenapa yoona sama siwon cerai sih padahal kan mereka cocok bngt..dan kya”a juga masih pada cinta satu sama lain..pdhal mreka udh punya dua anak..semoga mreka kembali brsama…mkin penasaran sama jln cerita selanjutnya

  17. hai salam kenal…aq baru pertama kali baca ff ini…dan keren ceritanya seru juga..apalagi yoona sama siwon..tp sayangnya mereka sudah bercerai..tp wlupun udh cerai kalo brhubungan dengan anak kompak..dan kyanya yoonwon masih saling mencintai de..pnasaran dg cerita slnjutnya

  18. Hahahha, ceritanya kocqk binggo, hahaha
    Mereka masih saling mencintai tapi sama2 masih belum menyadarinya atau mungkin lebih tepatnya sudah menydari tapi mencoba untuk mengingkari apa kata hati mereka..
    Untungnya mereka punya anak2 yang bisa diajak kerjasama dengan cara jadi mata-mata…
    Hahaha

  19. Udah 6 tahun cerai aja. Masih ehm… ya.yoonwon emang forever…. bilang ga cinta ya masih mau lho yo.
    Semoga donghae ma tiffany aja deh hehehe🙂

  20. kenapa mereka harus cerai, padahal mereka masih saling mencintai tapi mereka masih saling mengingkari kalau mereka saling cinta dan udah punya dua anak lagi untung aja kedua anaknya bisa buat kerjasama untuk nyatuin mereka berdua hahaha pokoknya daebak eon ff mu

  21. cerita ny lucu dan dan bkin gregetan tk kirain yoowon suami istri bahagia punya 2 orng eh trnyata udah cerai semoga bsa bersatu lagi;😉

  22. Sihoo apakah kau keturunan evil? Ahaha mw ajh di suruh daddy nya😀 yoong pertama hamil duluan trs cerei eh pas abis pisah tw2nya hamil lg..ckck trs hamil anak ke 3 status nya masih mantan pasutri lg.. #pooryoong😀

  23. Really like it dehhh eonni…
    As always suka banget sama tulisan eonni, mian ya eonni aku baru baca hehhe
    Sumpah aku baru baca cerita YoonWon yg cerai gini rasanya ga kebayang deh haha tapi feelnya tuh kerasa banget, serasa ngerasain gimana sih perasaan mereka sebenernya cuman eon aku masih kurang jelas sama masa lalu mereka yg sweet and masih adem ayem semoga dipart selanjutnya ada flashback yaaa🙂
    Okey deh lanjut baca part selanjutnya dehhh hehhehe
    Eon jangan lupa dilanjut Second Chancenyaaa gasabar nih nunggunya aku suka cerita affair gitu….
    Cuman sayang disitu suaminya bukan Siwon tapi gapapa yg penting endingnya YoonWon ya eon hehe
    Udah ahh cerewet banget ya aku
    FIGHTING EON!!

  24. Oh jadi ceritanya mereka cerai tapi masih saling perhatian.
    Yoona juga nikah sama siwon gara2 hamil sihoo moga ajah gara2 malam “itu” yoona hamil lagi dan gak jadi nikah sama donghae

  25. penasaran bagaimana mereka bisa bercerai tpi yoonwon masih saling mencintai dan masih perhatian satu sama lain dan untungnya mereka punya dua anak yg kompak buat nyatuin mereka semoga yoona gak jdi nikah sama donghae

  26. Mereka berdua lucu banget apa udah pisah tapi masih saling cemburu Satu sama main ckckck pake anaknya buat mata-mata lagu ckckck semoga yoonwon bisa bersatu fighting!

  27. Lucu liar mereka berdua walaupun udah lama bercerai tapi tetap aka cemburu Satu sama lain pake anak-anaknya untuk menjadi mata-mata lagi ckckck sangat berharap buat yoonwon bisa bersatu lagi. Fighting!

  28. Haha kocak anaknya bkin gemes.
    Ehm jdi yoona cemburu liat wonppa bwa cewe.
    Ffnya slalu seru.
    Bru baca lg.
    Next unn :-*

  29. Awal baca sih kaget ya, kalo yoona sudah pnya 2 anak, umurnya juga selisih setahun/? Tapi eonnie sudah menjelaskannya tadi, kkk~
    Dari ceritanya juga keliatan spertinya mreka msih saling menyukai, knp yoona mau mnikah sama lee donghae😣
    Bgaimna dengan siwon😣
    Mau baca chap selanjutnya😂

  30. Awal baca sih kaget ya, kalo yoona sudah pnya 2 anak, umurnya juga selisih setahun/? Tapi eonnie sudah menjelaskannya tadi kkk~
    Dari ceritanya juga keliatan spertinya mreka msih saling menyukai, knp yoona mau mnikah sama lee donghae😣
    Bgaimna dengan siwon😣
    Mau baca chap selanjutnya😂

  31. Wow.. Ceritanya menarik thor!
    Especially anak2 mereka dalam bayanganku lucu bagt n super duper cute!
    Daebak thor..
    Aku lanjut next chap y thor🙂
    Thanks n GBU

  32. Yoonwon kayaknya masih saling cinta deh buktinya yoona nyuruh anak anaknya untuk ngintai siwon siwon lagi cemburu sih cemburu tapi masa mobil orang di tabrak semoga ja nanti anak anak mereka dapat menyatukan yoonwon lagi soalnya mereka masih mencintai

  33. Wah..dibuat pusing sm problem di sini. Aku ngefeel bgt sm Yoona di cerita ini tau eon !… Joha joha. Jd greget sm Yoona, knp dia gak peka bgt yawloh, bilang mau rujuk kek. Cowok kece badai jgn ditolak duh wkwk..

  34. pantesan aku ngerasa dari semua ff mu ada yg belum aku baca, ternyata ini toooh.
    wah aku telat banget thooor. mian

    sebenernya agak sedih setiap pairing yoonwon ada donghaenya karna shiper sebelah sadis juga kalo udah menyangkut yoona siwon donghae. tapiiii aku penasaran sama disini peran donghae ke hubungan yoonwon gimana.

    hmm ijin baca next part yah thor🙂

  35. . Hmmm knf yoonwon hrz bercerai cikh pdhl mrka udd pnya 2 anak yg bgtu lucu n mnggemaskn …😔 dn knf mrka bgtu egois n mnutupi perasaan satu sama lain klo mrka msh saling membutuhkn dn tuch knf hae oppa pke a car a nglmar yoona cikh… kira” gmn reaksi sihoo n wonppa liat yoona D lmar hae oppa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s