Fanfiction

Coretan | Sorry

image

Selamat membaca aja deh yaa~

*

*

*

*

Yoona~

Ini mungkin menjadi pertengkaran pertama kami pasca pernikahan, bulan madu dan kenyataan kini aku yang tengah benar-benar hamil..

Dan pertengkaran ini terjadi karna sikap nya yang begitu menjengkelkan..

Bayangkan seorang Choi Siwon, seorang dokter sepertinya yang mendadak menjadi seperti tak berminat untuk menghargai orang lain..
Seperti itu..
Menjengkelkan bukan?

Aku hanya bicara baik-baik dengan mengajaknya untuk menghadiri acara pernikahan dua orang temanku yang akhirnyapun menikah seperti kami. Sebagaimana keduanya yang telah menyempatkan datang diacara pernikahan kami, aku pun ingin hadir dipernikahan mereka. Tapi apa yang dikatakannya, hanya karna mendengar aku yang tak sengaja menyebut nama seorang sunbae yang mungkin juga akan datang ke acara itu, seperti sudah membakar lebih dari separuh tubuhnya.

Dia bersungut-sungut kesal..

Sungguh menjengkelkan..
Aku hanya mencoba untuk jujur diawal mengenai kemungkinan keberadaan lelaki itu padanya..
Apa sih yang kemudian dipikirkannya?
Jelas aku tidak akan melakukan kebodohan yang sama.
Mengingat betapa sulitnya perjuanganku untuk mendapatkan maaf sekaligus kepercayaan darinya..

“Kau tidak ingat lelaki brengsek itu selalu saja mencoba untuk menarikmu. Sangat mungkin dia akan melakukannya lagi nanti.. Jadi lebih baik kau tidak usah datang..”

Jadi lebih baik kau bersamaku, menemaniku dan selalu menjagaku seperti janji pernikahan yang kau ucapkan padaku..

Aku ingin mengatakan kalimat itu, namun kutahan..

Tak berhenti sampai disitu, Siwon masih terus melanjutkan walau belum sekecap-pun keluar suara dari bibirku..

“Masih beruntung aku tidak meninjunya disaat dia datang dipernikahan kita saat itu. Berani-beraninya dia masih menampakkan wajahnya didepanku. Jika sekarang kau pergi dan aku ikut pergi denganmu, mungkin aku akan memberikan tinjuku yang paling akurat kearah wajahnya yang tidak lebih tampan dariku..”

Itu menunjukkan sikapnya yang lain. Kekanakan sekaligus cenderung konyol, yang baru kuketahui setelah pernikahan. Ternyata sikap cool nya selama ini hanyalah kamuflase belaka. Hanya untuk mempertahankan imej nya sebagai seorang dokter bedah.

Aku masih membiarkannya terus mengoceh..
Sungguh, dia bisa jadi sangat cerewet..

“kau tidak boleh pergi.. Aku benar-benar melarangmu bertemu dengan lelaki brengsek itu..”

Aku sudah mulai menggertakkan gigi-gigiku ketika mendengarnya mengatakan kalimat itu..

Apa dia pikir aku juga sudi bertemu lagi dengan seorang sunbae yang sudah sempat memporak-porandakan hubunganku dengannya..

Masa bodoh dengan lelaki itu, ini bukan tentangnya. Melainkan persoalannya ini adalah pernikahan temanku. Dan aku harus menghadirinya, terlepas suka atau tidaknya, dia juga sebaiknya menemaniku.

“… Owhh, aku lebih ingin sepenuhnya menikmati hari ini. Disaat aku mendapatkan hari liburku, tidak inginkah kau memiliki suamimu untuk dirimu sendiri? Dan tidak harus berbagi waktu dengan pasien-pasien ku. Kemarilah sayang, aku juga mengundangmu untuk datang padaku.. Dan ayo kita lihat, undangan siapa yang lebih kau minati? Aku atau si brengsek pembuat onar itu?”

Dia membuatku memutar mata..

“Oppa.. aku bukan pergi untuk menemuinya. Persetan dengannya, aku datang untuk menghadiri undangan temanku..”

“Jaga bicaramu, sayang.. kau sedang hamil. Jangan biarkan bayi kita mendengarmu mengumpat”

“Kau yang memulai.. Bicaramu yang sudah keterlaluan oppa..”

Dia justru mengabaikan nada kesal yang berasal dari suaraku..

“hm, saranku.. bukankah lebih enak untuk kembali naik keatas tempat tidur denganku?”

Dia menepuk-nepuk sisi tempat tidur yang ditempatinya dan menunjukkan seringai culas diwajahnya..

Oh, aku juga mau memiliki seluruh waktunya untuk diriku sendiri. Tapi..

“tapi aku harus bersiap untuk pergi, Oppa sebaiknya kau juga melakukannya. Kau harus menemaniku..”

“Kau tidak akan pergi sayang, begitupun denganku”

“Tapi aku harus pergi oppa, terserah bagaimana denganmu”

Baiklah..
Lihat siapa yang akan memenangkan ini?

Yang jelas aku akan mencoba untuk memenangkannya..

Sekilas kulihat, Siwon sudah memutar matanya ketika kemudian aku melempar handuk kecil yang sebelumnya kugunakan untuk mengeringkan rambutku kearah keranjang cucian dan menggantinya dengan sebuah hair dryer untuk mempercepat proses mengeringkan rambutku..

Asal tahu saja, hampir setiap hari aku mencuci rambutku..

Itu karna ulah suamiku yang setiap hari selalu membuat kepalaku berkeringat. Bukan hanya kepala sebenarnya, tapi juga seluruh tubuhku yang selalu berpeluh setiap kali aku bergumul dengannya. Dia tak pernah lupa mengajakku berolahraga fisik, dengan dalih, setiap pasangan pengantin baru memang kerap melakukannya dan lagipula rutin berolah raga sangatlah baik bagi kesehatan. Benar-benar seorang dokter yang pandai memanfaatkan pengetahuan dari profesinya. Hilang sudah kesopan santunannya setelah berhasil menikahiku. Dan herannya, dia seperti tak pernah merasa lelah sekalipun seharian sudah bekerja dirumah sakit.

Selesai mengeringkan rambut, aku mulai sedikit menatanya dengan sebuah sisir ditanganku.
Aku melakukannya sesuai dengan kemampuanku yang cukup memadai, dan meneruskannya dengan memoleskan bedak diwajah, yang ditambah dengan perona pipi, kemudian juga memberi lipstik pada bibirku..

Lipstik berwarna merah yang kuyakin tengah menggelisahkannya yang kini masih betah hanya memperhatikanku dari atas tempat tidur.

Sesungguhnya aku masih bertanya-tanya..

Ada apa dengan tempat tidur kami?
Kelakuannya cenderung aneh, sejak kehamilanku dia justru yang menjadi bermalas-malasan diatasnya..

Jawabannya tiap kali aku menanyakan, itu karna dia menyukai aroma tubuhku yang selalu menempel disana..

Sungguh jawaban yang menggelikan namun juga manis diwaktu yang bersamaan..

“Oppa..”

Dia nyaris tak berkedip ketika aku mulai membuka lemari yang berisi gaun-gaun yang sengaja kuambil dari butik Jessica oenni.

Aku mengeluarkan beberapa jenis dan warna, kemudian berniat mencobanya satu persatu..

Lalu, mari lihat pendapatnya ketika aku berdandan sempurna untuk menemui lelaki lain.

Ups, ralat..
Aku berdandan untuk memberi ucapan selamat pada pernikahan temanku hari ini, tapi setidaknya ada kemungkinan kehadiran seorang sunbae disana sebagai seorang lelaki yang paling dia cemburui..

“Oppa, bagaimana dengan yang ini?”

“Kau sedang menentangku?”

“Aku hanya sedang bertanya, bagaimana jika aku memakai ini?”

“Ganti, jangan membiarkan oranglain melihat bahumu..”

“kalau yang ini?”

“ganti, kau juga tak bisa membiarkan punggungmu terekspos seperti itu..”

Dia sudah mulai mengeluarkan dengusan..

Kuambil satu lagi gaun berwarna pastel, dan mengenakannya. Aku belum bertanya lagi padanya, namun Siwon lebih dulu bersuara..

“Ganti yang itu, itu terlalu ketat.. Kau sengaja membiarkan si brengsek itu meneteskan air liurnya saat menikmati lekukan tubuhmu..?”

“Oppa..!”

Aku meneriakinya dan melangkah mendekatinya dengan lebih dulu melemparkan satu gaun ditanganku kearah wajahnya..

Habislah kesabaranku..

“Kau tahu, kau menjadi sangat menyebalkan..”

Aku mencoba memukul dadanya, namun dia lebih sigap dari dugaanku, dengan lebih dulu menangkap pergelangan tanganku. Entah bagaimana, aku sudah langsung menjerit ketika dengan cepat dia sudah menjatuhkan tubuhku di tempat tidur, sementara kedua kakiku menggantung. Dia berada diatasku, menempatkan kedua lengannya untuk mengunci tubuhku..

Tatapannya mengunci mataku..

“Aku hanya takut kehilanganmu, sayang”

“Itu konyol oppa, kau tidak akan kehilanganku..”

“Tapi lelaki itu..”

“Dia bukan seseorang yang penting, yang layak membuat kita bertengkar.. Aku hanya mencintaimu, selalu..”

“Oh sayang, aku juga sangat mencintaimu.. Dan kau tidak harus pergi. Aku tidak ingin kau pergi. Tinggalah dirumah bersamaku..”

Aku ingin menentang ucapannya, namun dia lebih dulu membungkam mulutku. Sebuah ciuman yang menggugah sesuatu dalam diriku menjadi berhasrat. Keahliannya dalam menyentuhku telah menjadi salah satu kelemahanku..

Aku akan kalah jika terus membiarkannya..

“Op-pa-ahh..”

udara menipis disekitar kami hingga dengan enggan dia menghentikan ciumannya. Dan kini hanya menatapku..

“Kau akan tinggal?”

Entah bagian syaraf sebelah mana yang kemudian memerintahkan kepalaku untuk mengalah dengan cara mengangguk patuh.

Aku lantas melihat senyum diwajahnya, saat dia menyelipkan rambut kebelakang telingaku..

“Na ya..! Yoona ya..!! Kau berada didalam kan!! Yoona ya..!!”

Aku mendengar suara decakan lidah yang berasal dari suamiku, sepertinya dia mengetahui suara siapa itu..

Jessica oenni..

Aku sedikit mendorong dadanya yang masih bertahan diatasku, dan membiarkannya berguling kesal kesebelahku..

“Aku akan membukakan pintu”

“Tak perlu menjawabnya, biarkan saja kakak iparmu itu mengira kau sedang pergi”

Aku mendecak, menghiraukan ucapannya dan langsung melangkah membukakan pintu..

“Oenni..”

“Hai, kau tidak memiliki acara kan?”

“sebenarnya aku harus menghadiri pernikahan temanku, tapi..”

Aku menoleh kearah Siwon yang masih awas memperhatikanku dari atas tempat tidur..

Aku memutuskan untuk menggantung kalimatku..

“Oenni, ada apa kau datang?”

“Aku memiliki undangan fashion malam ini. Aku ingin kau yang menemaniku..”

Aku mengikuti Jessica oenni yang kemudian mendudukkan tubuhnya disofa, dia hanya sekilas melirik pada suamiku tanpa sedikitpun terlihat berniat untuk menyapanya..

Oenni masih mempertahankan sikap bermusuhan dengan Siwon. Sesuatu yang kadang-kadang membuatku terjebak diantara keduanya..

“Kau tidak harus datang ke pernikahan temanmu kan?”

“kali ini aku setuju denganmu kakak ipar, Yoona memang tak harus datang”

Sepertinya suara Siwon yang menyela lalu mendekati kami dengan kedikan matanya kearahku, bukan hanya mendapatkan sepasang putaran mata dariku tapi juga Jessica oenni. Oenni bahkan mendecak, tak merasa perlu Siwon ikut kedalam pembicaraan kami..

“Baguslah, kalau begitu kau bisa ikut denganku Yoona. Aku sudah membawakan pakaian untukmu. Aku akan membantumu bersiap..”

“Aku akan menemani kalian..”

Siwon kembali menyela, dan kali ini mendapatkan pelototan tajam dari Jessica oenni..

“Aku tidak mengajakmu, dokter..”

“aku bukan bermaksud mengikutimu.. Aku hanya ingin menemani istriku”

“Dia pergi bersamaku..”

“Aku tak merasa dia akan aman.. Yoona sedang hamil, aku perlu kehati-hatian ekstra dalam menjaganya..”

“Aku juga masih hamil, dokter.. Dan suamiku tak masalah membiarkanku pergi”

“Aku jenis suami yang berbeda dengan suamimu, kakak ipar..”

Ya Tuhan..
Kepalaku mulai terasa berdenyut mendengar perdebatan mereka.

Siwon..
Bisa-bisanya dia mengatakan ingin menemaniku, sedangkan tadi dia menolak mentah-mentah saat aku memintanya untuk menemaniku pergi menghadiri acara pernikahan.

“Kau bisa bersiap, sayang.. Aku juga akan bersiap..”

Siwon bersikap acuh saat kemudian berbalik meninggalkan kami, dan membuatku hanya bisa memasang cengiran diwajahku ketika Jessica oenni bersungut-sungut kesal atas sikapnya.

Aku dengan segera melepas pakaianku dan menggantinya dengan pakaian yang disiapkan Jessica oenni, namun dengan segera aku sudah kembali ingin melepaskannya..

Siwon tidak akan menyetujui aku berpakaian seperti ini..

“Oenni, bisakah aku menukarnya dengan gaunku saja?”

“kenapa? Kau tidak suka?”

aku menggeleng..

“Mengapa tidak? Oh Yoona, itu begitu terlihat cantik ditubuhmu, sempurna seperti yang aku bayangkan..”

Ya, aku juga merasa ini indah, ini sempurna untukku..
Tapi, Siwon jelas akan menentang aku mengenakan kain tipis transparan seperti ini..

“Biarkan aku mengatur rambutmu dan sedikit membenarkan make-up mu..”

“Tapi oenni..”

“Kau akan mengecewakanku, Yoona ya..”

Aku mendesah khawatir..
Tapi kemudian mengangguk dan membiarkan Jessica oenni merapikan tampilanku.

“Aku siap.. Apa kau sudah siap, sayang..?”

Aku langsung menggigit bibir bawahku saat mendengar suara Siwon. Menoleh kearahnya, aku mendapatinya melebarkan mata kearahku..

Dengan apa yang telah Jessica oenni lakukan pada tatanan rambutku serta make-up diwajahku, sudah sepantasnya dia kagum atau malah terpesona dengan penampilanku. Tapi Siwon sepertinya tidak begitu..

Yang kulihat, dia justru seperti ingin merobek pakaianku, kemudian menarik selimut diatas tempat tidur kami lalu melilitkannya ketubuhku..

“Kau akan memakai pakaian itu, Yoona?”

Oh, ini masalah ketika dia tidak memanggilku dengan panggilan sayang yang terbiasa dilakukannya..

Dan aku hanya bisa mengangguk membenarkan..

“Tidak ingin menukarnya?”

Aku menggeleng..

“mengapa?”

“Aku merasa cantik memakai ini..”

“Aku tahu, aku bersumpah aku sedang memujamu sekarang.. Tapi bisakah kau menggantinya? kita akan berada diluar Yoona..”

“Apa maksudmu, Siwon ssi? Bukan Yoona yang seharusnya mengganti pakaiannya, tapi kau.. Kau terlihat jauh lebih tua dengan memakai itu. Jika kau ingin aku membiarkanmu ikut dengan kami, maka kaulah yang harus mengganti pakaianmu. Kau akan mempermalukanku dengan itu..”

Siwon menaikkan alisnya ketika Jessica oenni dengan berani melangkah melewatinya dan menuju lemari pakaiannya, lalu mengeluarkan beberapa isi didalamnya.

Siwon juga menatapku dengan isyarat agar aku menghentikan apa yang sedang dilakukan kakak iparku. Kelancangan yang dilakukannya sepertinya akan berpotensi kembali memicu pertengkaran diantara keduanya nanti..

“Oenni ya, apa yang kau lakukan?”

“Aku sudah menemukannya..”

Oenni mengabaikanku yang memberinya tatapan permohonan agar ia menghentikan aksinya, namun Jessica oenni mengabaikanku..

“Pakailah ini dan sepertinya aku juga harus membantumu menata gaya rambutmu, dokter Choi..”

Ketika Jessica oenni mengejutkanku dengan berani menyentuh kepala suamiku mungkin dengan maksud untuk merapikan rambutnya, aku langsung memekik kencang padanya..

“Oenni ya.. Kau pikir apa yang sedang kau lakukan?! Jangan sentuh suamiku..!”

Aku sedang tak peduli dengan apapun maksudnya, karna aku tak menyukai siapapun menyentuh suamiku. Siwon milikku. Mungkin aku berlebihan, tapi aku tak peduli dengan bagaimana penilaian orang lain terhadap sikapku. Mereka hanya tak mengetahui betapa susahnya aku mendapatkannya.

Ucapanku sepertinya kemudian membuat Jessica oenni sadar jika sikapnya telah melewati batas yang bisa kuterima. Ketika aku mendekati Siwon dengan wajah memberengut kearahnya lalu meraih pergelangan tangannya, oenni hanya bisa menunjukkan cengiran diwajahnya kepadaku..

Menyebalkan..

“Aku sendiri yang akan mengurus suamiku, oenni.. Tunggulah..”

Aku merebut pakaian Siwon dari tangan Jessica oenni, lalu membawa suamiku untuk berada didalam kamar mandi agar dia mengganti pakaiannya.

Ekspresinya telah berubah jenaka ketika aku mulai mengatur tatanan rambutnya, dengan memakaikannya gel untuk merapikannya. Siwon bahkan menunjukkan keisengannya dengan beberapa kali mencuri kecupan dibibirku.

“Kakak iparmu sangat menyebalkan”

“Aku tahu, dan aku sangat kesal ketika dia menyentuhmu tadi”

“Tidak lebih merangsang daripada sentuhanmu, sayang”

“Jaga sopan santun-mu, dokter”

Aku sedikit menarik rambutnya memperingatkan, dan dia justru tergelak..

Aku selalu suka dengan tampilannya yang berkharisma sebagai seorang dokter. Tapi aku juga menyukai penampilannya yang sekarang, yang harus pula kuakui mengenai kepandaian Jessica oenni dalam mencocokkan sesuatu. Siwon semakin terlihat muda, bergaya dan menawan pastinya. Dan sepertinya dia harus lebih sering berpenampilan seperti ini.

Namun sepertinya juga aku segera menyesali hal itu, karna justru tampilannya kini menjadi petaka untukku.
Bagaimana tidak, dia bukan lagi seperti seorang dokter dengan segudang materi operasi yang memenuhi kepalanya. Siwon yang sekarang, suamiku menjadi tak kalah dengan tampilan model-model yang kini sedang berseliweran diatas ketwalk. Hingga saat beberapa fotografer mulai mengabadikan keberadaan tamu-tamu yang hadir, aku justru harus merasakan sesuatu yang menyulut dan berpotensi membakar hatiku, ketika beberapa orang yang mengira Siwon sebagai salah satu model pria (yang memperagakan beberapa koleksi sang perancang malam ini) memintaku untuk menyingkir dari sisi suamiku agar mereka bisa mendapatkan foto dengannya.

Ini sangat menyebalkan..
Namun aku masih harus menjaga sikap dengan hanya bisa menunjukkan senyuman kalem sementara membiarkan suamiku mengambil beberapa foto dengan beberapa wanita.

Yang semakin membuatku kesal, meski Siwon tidak membiarkanku untuk menyingkir darinya dan mengatakan pada mereka bahwa aku adalah istrinya, tetapi dia justru memasang senyum lebar tiap kali berpose. Sepertinya menikmati, sekaligus bangga terhadap dirinya..

“Bagaimana rasanya didekati banyak wanita, dokter?”

aku menyindirnya saat beberapa pengganggu itu mulai menjauh dari kami. Ini seharusnya telah menjadi hal biasa bagiku, karna dirumah sakit pun dia menjadi incaran bagi banyak perawat disana..

“Apa menurutmu akan lebih baik jika aku beralih profesi saja?”

“Tidak..”

Aku menjawab cepat dan memutar mata kearahnya, membuatnya justru kian tersenyum lebar, menikmati suasana hatiku yang cenderung kesal..

“Kau harus tetap menjadi dokter, dan mengurusi orang-orang yang sedang sakit serta memastikan mereka kembali pulih, bukan justru berurusan dengan wanita-wanita cantik”

“mereka mungkin saja cantik, namun tak ada yang terlihat panas kecuali kau, sayang”

Dia membuatku tersipu saat mengerling lalu merangkul bahuku, dan kembali memperlihatkan senyum ketika mengetahui seorang fotografer kembali menekan shuter kameranya kearah kami..

image

“Kemana kakak ipar-mu?”

“Entahlah, mungkin oenni sedang berbincang dengan sesama perancang..”

“Kalau begitu bisakah kita pulang sekarang?”

“Bagaimana dengan Jessica oenni?”

“Telpon kakakmu agar dia menjemput istrinya.. aku mulai merasakan mual, sayang..”

Aku dengan cepat mengangguk dan segera merangkul lengannya, menariknya dari kerumunan..

Oh, suamiku yang malang..
Aku yang sedang mengandung, tapi justru dia yang merasakan mual dan muntah dalam setiap harinya..

Jika seperti ini terus, aku tak yakin dia akan bertahan dengan keinginannya untuk memiliki tujuh orang anak.. -_-

*

*

*

*

*

Yang minta dibikinin ff nya, minimal OS lah yaa katanya.. cuma bisa kasih corat-coretannya aja lah yaa.. gak tau apa klu aq masih punya tanggungan yg laen.. huhuu~

Okey bwt yg udah minta dibikinin ff nya tapi ga mau ninggalin komen -_- Awas aja, aq jitakin satu” nanti😛

@joongly

292 thoughts on “Coretan | Sorry

  1. simpah eonni ini keren banget ceritanya yoonwon bener bener so sweet tapi kurang panjang hehe tapi ceritanya benar benar kerennnn

  2. Hah keren banget paling cuma bisa angkat tangan dan geleng2 kepala ini lucu banget sama ngidamnya siwon oppa eh? hehehe
    Gumawo dan ditunggu pelunasan hutang ffnyA hahaha😀

  3. Astagaa aku ketinggalan banyaak saengi… Isshhh lucu bgt deeh coretan sorry nyaa cemburunya siwon and narsisnya gag ketulungaan,,dn masih aja gencatan senjata sm jessi…kkkkkkk
    Lg puyeng niiih nyari clue Mr Mr seq,, bner2 hrs usaha sendiri yaaa,,heheheeee…

  4. suka bget, lucu nget siwon oppa ngidamnya pgen dtmpt tdur mlu karna aroma yoona eonni udh gtu cmburuan bget.. dtggu ya chap slnjutnya..

  5. Omoo. Siwon jadi yadong gitu. Hehehhehe. Lucu debat mulu. Tapi romantis. Hehhehee. Itu sekalian aja anak nya 11 oppa. Tanggung 7 mah. Hehehh

  6. Hahhahaha…
    Keren, wonpa sma sica oeni aduhhh ampun. Ga’ ada akur nya.

    Wonpa nya mual… Msih ada 6 lagi.

  7. Aku selalu suka dgn coretan2 mhu Eonni..
    Diawal tdi.. aigoo.. YoonWon nya.. aduhhh bikin gemess…
    Siwon Oppa yg bawel… ahahah..
    kereennn pokokx..
    Dan omo.. Wonpa dgn sica belum akur yah..hm …
    Dan ternyata .. Siwon Oppa yg suka muall.. haha lucu eoh..
    Eonni klu ada kesempatann.. buat coretan lgi yah ..
    good job
    keep writing..
    fighting!

  8. coretanya bagus banget kok un.. keren.. konyol tapi soswit ni si yoonwon kekeke
    semoga wonppa bisa bertahan mual muntah sampe anak ke 7 kekeeke
    selamat mual muntah wonppa 😁

  9. EONNI JJANGG,,,,,habis dapat foto yoonwon yg baru langsung dpt ide mbuat coretan sorry ini,,,,,,,, keren,ngak nyangka seorang dokter bisa liar trnyata #hahaa ^_^

  10. Siwon opa cemburuan bgtzzz.. Hedehh apa it krna pengruh dedek bayi kli ya..

    Seneng, dsni siwon oppa yg mrskan ngidam.hahah
    qn biar impas.

  11. Ya ampun siwon oppa bner2 kyk anak kecil…
    Akhirnya yoona malah ga jd datang ke acara pernikahan temannya tpi malah ke acara fashion show…

  12. Baca ni cerita senyum terus lucu bgt sambil ngebayangin klo beneran kejadian bahagia bgt ya merreka semoga jadian beneran ya. Keren bgt deh authirx bikin coretan yg menyentuh hati berada beneran kejadian

  13. Yuhuu coretan again..paling seneng bacanya apalagi ff yoonwon (y). Emang mereka berdua suka foto2 romantis gituu kenapa ga pacaran aja sihh trus ke pelaminan dehh😀 #aminn. Oh iya aku tnggu coretan sorry selanjutnya author july :*

  14. EONNIEE… Sumpah ini kereeeeennnnnnnn bgtttt…
    Suka waktu Daddy cemburu sama sunbae yg pernah dekatin Mommy dulu…
    Daddy kasihan jiga harus ngalami mual padahal Mommy yg lagi hamil…

  15. July eooonnn
    Selalu ada aja ide buat nulis cerita tentang Yoonwon dari momen mereka wkwk
    Ceritanya baguuusss, cuma kurang panjang aja eon😀
    Ditunggu cerita lainnya yaaa hihi

  16. hallo kak. saya kembali ke peradaban untuk menggeluti cerita cerita kakak lagi. setelah sekian panjang hari saya terlalu sibuk dengan sekolah. akhirnya ada waktu luang juga …
    kembali menenggerkan nama “Febri” di setiap
    postingan kakak wkwkwk apaancoba ini..

  17. ehh, ternyata msh berkelanjutan ni si dokter tampan😀
    dan ihh wwooww bgt liat tu gambar..
    bajunya yoona eonnie bnr2 transparan?? OMG😮
    tp cantiknya emg alami bgt deh eonnie,
    dah bawaan orok kali yaa?? :p

  18. makin seru aj walau cuma coreta sebenarnya lebih tertarik klw di bikin chapter supaya lebih panjang hehehe..setelah menikah siwon mkn protektip bngt yah sama yoona apa lgh klu hamil nya udh besar atau udh lahiran pastinya siwon makin ptotektip…sepertnya jessica sudah menerima siwon walau pun msh suka ngerecokin yoonwon hehehe..knph yoonwon msh tinggal di alpartemen yah engga beli rmh gituh?

  19. yahhh….yahhh…yahhh…bagaimana ini. aku gak bisa berhenti cengar cengir baca setiap kata di ff ini. woahhhhhh daebakkkkk…aku harap semua yg ada disini nyata tanpa rekayasa. ahhhh, what a perfect couple… siwon yoona buru gih bikin pengumuman tentang skandal hubungan kalian, lalu nikahan romantis, punya anak banyak, trus pamerin anak anak ganteng dan cantik kalian ke khayalak rame biar kayak anak2 trah bechkam tuyh… huwaahhhh aku berimajinasi liar lagii…….bikin yg banyak lagi dong sis….

  20. ahh kelakuan nih couple, udh nikah jg masih aja perang mulut..untung masih tetep romantis. Dan siwon benar2 berbeda dari dia yg dulu..skrg comel yaa kebangetan, bawel nih si abang… mana siwon yg kalem dan cool?! wkwkwkk
    kirain baju yg yoona pake bakal narik perhatian org, ternyata malah siwon yg kyk model wkwkwkk sabar yaa deer, suamimu memang tampan kok tapi tetep lahh cinta cuma padamu..tuh liat aja, yg ngidam malah siwon kkk

  21. madih penasaran sama nama sunbaenya
    ya allah nama siapa si kok q penasaran banget
    ok makasih buat eunni yg udah mau pw sorry chap 3
    siwon oppa posesif banget ma yoong eunni
    masak mau keluar aja dilarang a
    gitu mau punya anak 7 baru hamil aja siwon oppa udah ngidam

  22. Keren keren aku suka sama ceritanyaaa…
    Siwon oppa jadi mesum sekarang hahhaha
    Yoonwon, kapankah klian bisa main drama bareng, menanti kalian foto bareng aja harus nunggu bertahun2😦

  23. ngeliat foto di ff ini jadi inget diri aku sendiri yang seneng bangeeeetttt loncat loncat ga karuan pas di tl twitter aku rame banget sama foto iry, sampe senyam senyum ga jelas juga pas baca respon org org sama foto itu, ‘daddy won dan mommy yoong’ aku kasih judul itu buat foto itu.. Ehh ko aku malah jadi curhat gini yak hahahaha

  24. hahaha lucu bgt wonppa cemburu sunbae yg suka sama yoong dan dia gk mau dateng ke pernikahan temen yoong cuma gara2 ada sunbae itu.. wonppa jg jadi makin mesum, dan dia yg mual2 padahal yoong yg hamil hahaha kasian wonppa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s