Fanfiction

Coretan | Sorry

image

*Warning!!!

Sekedar corat-coretan.. Jangan berharap lebih..😛

#

#

#

Terik menyengat matahari siang itu tak menyurut langkah Yoona untuk menemui Siwon yang masih berada dirumah sakit. Satu kantong makanan berada ditangannya, serta senyuman manis diperlihatkannya ketika mendapati lelaki itu berada diruangannya..

“Oppa..”

Mendongak dari memeriksa hasil medis pasiennya, lelaki itu menunjukkan senyum yang sama untuk menyambutnya..

“Hei, kemarilah..”

Mendorong kursinya sedikit mundur dari meja, Siwon mengarahkan gadis itu untuk berada dipangkuannya..

Yoona dengan senang hati melakukannya. Berada dipangkuan lelaki itu dan berada sangat dekat dengannya, adalah yang paling disukainya..

“bagaiamana hari ini?”

“hm, sempurna.. Aku tadi mengepas gaun pengantinku..”

Merogoh ponsel dari dalam saku blazer yang dikenakannya Yoona menunjukkan foto-foto yang diambil saat ia melakukan fitting untuk gaun pengantinya..

“Sangat cantik..”

komentar Siwon saat lelaki itu hanya sekilas memperhatikan fotonya dan lebih tertarik untuk mengendus pada lehernya, menciumnya disana dan membuat Yoona menjadi gelisah bila terus-terusan lelaki itu melakukannya. Kini Siwon jelas sangat tahu kelemahannya adalah kesukaannya terhadap semua jenis sentuhan. Apalagi sentuhan lelaki itu tentu saja..

“euh, oppa?”

“hm?”

“Kapan kau akan mengepas tuksedo mu?”

“sudah kulakukan..”

“sungguh? Kapan?”

“dua hari yang lalu.. Aku sudah tidak sabar setampan apa saat nanti aku menikahimu..”

Saat Yoona mencibirnya, Siwon memanfaatkannya untuk menarik tengkuk gadis itu kemudian menciumnya, dan sedikit melakukan gigitan pada bibir bawahnya agar Yoona memberi celah dan membiarkan lidahnya masuk dan menginvasi rongga hangat dalam mulutnya..

“Dan tak sabar ingin segera mengabulkan keinginanmu untuk hamil..”

Yoona tersipu dengan wajah sedikit merah merona, lantas memperlihatkan senyuman malu-malu nya..

Sungguh, Siwon yang tak lagi bersopan santun padanya lebih disukainya dan selalu dirindukannya..

“Bolehkah aku datang ke apartemenmu dan menginap? Aku ingin tidur disana..”

Siwon tergelak mendengarnya..

“Aku tidak bisa menjamin kau akan tidur saat berada disana..”

Lelaki itu mengerling dan membuatnya memberengut kecewa..

Ah, ia memang sudah tergila-gila padanya sekalipun lelaki itu pernah menggilas habis harga dirinya..

Ia tidak peduli..

“Oppa..”

“hm?”

“Aku jatuh..”

akunya sedikit mengubah topik..

“Kau jatuh? Dimana? Apakah ada yang terluka..? Dibagian mana yang terasa sakit? Aku akan memeriksanya..”

Dengan tangannya, Yoona lantas memegang pada dadanya..

“disini..”

“disitu?”

Siwon dengan segera menempatkan tangannya diatas tangan Yoona yang sedang menepuk, memegangi dadanya..

“Apakah sakit?”

Yoona mengangguk..

“Kalau begitu kau harus berbaring..”

Yoona menggeleng..

“berbaringlah, Aku akan memeriksamu”

“Ini salahmu, oppa.. Aku jatuh karna salahmu..”

“salahku? Bagaimana itu bisa jadi salahku? Aku bahkan tak tahu dimana kau terjatuh..”

“itu jelas salahmu, mengapa kau menjadi dokter yang begitu tampan, hingga akhirnya membuatku jatuh..”

“Maksudnya?”

Siwon berkerut dahi samar, bingung saat kemudian Yoona justru memindahkan tangannya untuk mengalung dilehernya..

“Ya, jatuh.. Aku jatuh cinta padamu oppa.. Jatuh kedalam hatimu..”

Yoona menunjukkan cengiran diwajahnya, sementara Siwon langsung mencubit gemas pada hidungnya..

“Jadi kau jatuh?”

“Ne.. Dan itu membuatku merasa sangat sakit ketika kau justru menolak keinginanku..”

Sekali lagi Yoona merasakan Siwon mencubit hidungnya, menjadikan wajahnya kembali memberengut setelahnya..

“Mengapa kau justru lebih pandai membual daripada aku..”

“Jadi?”

“Jadi apa?”

“Ishh.. Yang kuinginkan tadi, bolehkah aku menginap di tempat-mu malam ini?”

Siwon justru menunjukkan seringai diwajahnya..

“Jika itu apa yang kau mau.. Ya, silahkan saja..”

“Oh, tentu saja itu yang kumau.. Gomawo oppa..”

Yoona telah lebih dulu meninggalkan kecupan dibibir Siwon, sebelum kemudian melompat turun dari atas pangkuannya..

“Tapi jam berapa kau pulang malam ini?”

“Sepertinya cukup larut.. Aku memiliki dua jadwal operasi yang harus kutangani..”

“Baiklah, tidak masalah.. Aku bisa menunggu. Sementara itu, aku akan menyiapkan sesuatu untuk malam ini..”

“Hanya berada disana dan tidurlah, jika itu yang benar-benar kau mau. Tidak perlu menungguku..”

“Anio, aku akan menunggu.. Bukankah nanti ada yang harus kita rayakan?”

Yoona mengedip dan melihat senyum diwajah lelaki itu sebelum ia benar-benar keluar dari dalam ruangan..

###

Pukul dua belas malam saat itu, dua belas lewat lima belas menit tepatnya, ketika Yoona telah beberapa kali menguap oleh rasa kantuk, namun bertahan untuk tetap terjaga demi untuk menyambut kepulangan Siwon dan menunjukkan pada lelaki itu apa yang telah dipersiapkannya untuk malam spesial, dihari spesial lelaki itu.

Yoona telah menata meja dengan meletakkan beberapa hidangan kesukaan Siwon diatasnya. Juga menghiasnya dengan menyalakan beberapa lilin untuk mengesankan suasana romantis disana. Tak lupa, satu kue bertuliskan selamat ulang tahun yang juga telah dipersiapkannya, serta berpenampilan terbaik dengan memakai gaun yang diambilnya dari koleksi yang ada dibutik kakak iparnya..

Yoona merasa berpenampilan cantik tadi..
Ya tadi..
Sekitar satu jam yang lalu.

Tapi sekarang kecantikannya pastilah telah memudar oleh karna rasa kantuk yang telah membuatnya menguap hingga beberapa kali.

Seperti yang kemudian terjadi, Yoona menutup mulutnya sekali lagi saat ia kembali menguap, mengantuk, dan akhirnya memutuskan untuk beranjak dari kursi yang didudukinya dan menjadi tergiur saat melihat tempat tidur yang seakan menggodanya untuk sebentar saja membaringkan tubuh diatasnya..

Yoona akhirnya mendekat, dan benar-benar berbaring diatasnya. Sebelah tangannya lantas menggapai ponsel yang tadi diletakkannya diatas nakas disamping tempat tidur itu..

Sebuah pesan masuk kemudian dibaca olehnya..

Kau tidak apa-apa?
Aku masih berada dirumah sakit..

Pesan itu dikirim pada sekitar satu setengah jam yang lalu. Itu pasti ketika ia tengah sibuk dengan apa yang dikerjakannya didapur tadi, hingga tak mendengar suara dari ponselnya.

Siwon benar saat mengatakan ia akan pulang larut malam ini. Hanya saja, Yoona tak mengira akan sampai selarut ini. Hal yang sudah mulai harus ia biasakan mengingat ia akan menikahi seorang dokter yang memiliki tanggung jawab besar pada profesi itu.

Yoona tidak lantas membalas pesan yang telah dibacanya, melainkan membiarkan begitu saja ponselnya tergeletak, sementara dirinya kemudian beranjak dari berbaring nyaman diatas tempat tidur..

Sengaja ia melakukannya, dengan tidak membalas pesan yang dikirimkan Siwon padanya, Yoona ingin membuat lelaki itu memikirkan banyak kemungkinan mengenai dirinya.

Siwon mungkin akan berpikir ia sudah tidur..
Atau bisa jadi Siwon berpikir ia marah karna terlalu lama menunggu..
Atau yang lebih parah, Siwon berpikir ia marah dan akhirnya pergi dari apartemennya..

Dari banyaknya kemungkinan yang bisa dipikirkan lelaki itu terhadap dirinya, Siwon tidak akan mengira ia masih setia menunggunya dalam keadaan terjaga dan siap memberikan kejutan untuknya..

Jangan lupakan ia adalah seorang yang gigih..

Dengan pemikiran semacam itu, Yoona kembali bersemangat. Rasa kantuknya telah lenyap mungkin sejak beberapa saat yang lalu dan wajah nya yang tertekuk telah berganti dengan senyum yang berseri-seri dan kedua matanya yang berbinar..

Yoona kembali kedapur untuk selanjutnya memanaskan kembali hidangan yang telah disiapkannya. Juga mengganti beberapa lilin yang nyaris mati, serta tak ketinggalan memperbaiki tampilannya dengan kembali memoleskan bedak dan menambahkan lipstik pada bibirnya..

Dan tak berselang lama, hanya sekitar sepuluh menit setelahnya, Yoona mendengar suara dari pintu depan yang terbuka. Buru-buru ia menyalakan mesin pemutar lagu, yang kemudian mengalun suara merdu dari sang penyanyi yang menyanyikan lagu yang telah dipersiapkannya. Setelah lebih dulu mematikan sebagian lampu yang berada didalam ruangan itu, Yoona kemudian mengambil kue yang berada diatas meja (dengan lilin-lilin kecil diatasnya yang menyala) dan membawanya untuk menyambut Siwon, lelaki yang telah lama ditunggunya.

Pukul dua belas lebih empat puluh menit, ketika Yoona mulai menyanyikan lagu selamat ulang tahun, dan menjadikan Siwon tertegun oleh apa yang saat itu dilakukannya..

“Saengilcukkahamnida, Oppa.. Selamat ulang tahun Dokter Choi.. Selamat ulang tahun kesayanganku.. Selamat ulang tahun cintaku.. Selamat ulang tahun calon suamiku..”

Siwon tersenyum mendengar serentetan nama yang disebutkan Yoona untuknya, dan gadis itu masih kembali melanjutkan..

“… Aku berharap waktu lebih cepat berputar hari ini, agar esok hari menjadi lebih cepat datang.. Hari dimana kita akan menikah dan aku akan kembali mengucapkan selamat ulang tahun untukmu dengan sebutan yang berbeda yaitu suamiku..”

Yoona justru tersipu sendiri pada kalimat yang diucapkannya..

Bila kebanyakan pasangan yang akan menikah sudah tertular kebiasaan masyarakat barat dengan mengadakan pesta lajang diakhir menjelang pernikahan, namun hal itu tidak dilakukan oleh keduanya.

Entah mengapa Yoona justru tak tertarik mengadakan pesta dengan teman-teman gadisnya, begitupun dengan Siwon yang sedikitpun tak terpikir untuk mengadakan pesta bujangan dengan rekan-rekan dokter lainnya. Keduanya justru dipastikan akan menghabiskan waktu bersama-sama dimenit-menit terakhir dari status lajang yang sama-sama masih disandang keduanya..

“Terimakasih sayang..”

Yoona sedikit menggeser kuenya ketika Siwon memilih untuk lebih dulu mencium keningnya daripada meniup lilin-lilin yang berada diatas kue ulang tahunnya..

“Bisakah aku meniup lilinnya sekarang?”

Yoona mengangguk, namun dengan cepat meralat dengan gelengan kepalanya..

“Katakan dulu permohonanmu..”

“baiklah..”

“Tapi oppa, bolehkah aku mendengar permohonanmu?”

Siwon tersenyum kemudian mengulurkan tangannya untuk mengusap rambutnya dan mengangguk mengiyakan permintaannya..

“Semoga pernikahan kita berjalan lancar dan menjadikan kita pasangan yang terus berbahagia.. Kuharap aku akan selalu bisa membahagiakanmu, Yoona.. Saranghae..”

“nado saranghae.. Sekarang kau bisa meniup lilinnya oppa..”

“Kita tiup bersama-sama saja..”

Usai meniup lilin, bahkan Siwon sempat mencolek krim dan menempelkannya ke hidung Yoona, calon istrinya itu sudah langsung menggiringnya menuju sebuah meja dengan dua buah kursi yang telah dipersiapkannya..

“Kau menyiapkan ini sendirian?”

“Tentu saja, ayo duduklah oppa..”

Siwon masih mengagumi apa yang telah Yoona persiapkan untuknya..

“Kau suka?”

“Lebih dari yang kau bayangkan..”

“Kalau begitu nikmatilah..”

“Tunggu, kurasa aku bisa menambahkan rencana lain dalam daftar-mu..”

Yoona mengerjap tak mengerti, sampai kemudian Siwon meraih tangannya dan menarik pinggangnya merapat padanya..

“Lagu yang kau putar sangatlah sayang bila dibiarkan mengalun tanpa kita menambahkan kesan. Berdansalah dulu denganku..”

Yoona tak sempat membiarkan wajahnya berlama-lama merona ketika Siwon telah mulai mengajak tubuhnya untuk bergerak ringan, memutar kesekitar ruangan..

“Apa kau juga mempersiapkan kado untukku?”

Yoona mengangguk..

“Apa?”

“apa yang kau inginkan?”

“apa yang kau berikan itu pasti apa yang saat ini kuinginkan..”

“Aku telah memakai pita dirambutku, jadi kurasa aku meng-kado-kan diriku sebagai hadiah ulang tahunmu..”

Yoona berkedip dan membuat Siwon tergelak mendengarnya..

“Ooh.. Sungguh hadiah yang begitu menggiurkan..”

“Jadi akulah apa yang saat ini kau inginkan?”

“Aku menginginkanmu sepanjang waktu, Yoona..”

“Tapi kau tak bisa mendapatkan kadomu sebelum kau mematenkan diriku diatas altar dan dihadapan banyak orang”

“Segera, aku pastikan akan mematenkan-mu sebagai milikku.. Hanya milikku..”

Yang kemudian Yoona rasakan adalah bibir Siwon mencecap bibirnya sebelum kemudian melumat kedalam mulutnya..

“Sebelum aku mematenkanmu, ayo kita buat kesepakatan?”

“kesepakatan? Apa?”

“Ketika sudah menjadi istriku, kau tidak akan bekerja. Tidak dibutik kakak iparmu, tidak pula ditempat manapun.. Aku ingin kau hanya dirumah dan menungguku. Kau tahu, tadi rasanya sungguh luar biasa menyenangkan ketika aku pulang dan menemukanmu disini. Aku ingin selalu seperti itu..”

Yoona dengan cepat mengangguk, seolah hal itu adalah kesepakatan mudah untuk dijalankannya..

“Apapun untuk menyenangkanmu, sebagai seorang istri, aku pasti akan melakukannya Dokter..”

Yoona mengedip main-main, kemudian merangkul Siwon dan menyandarkan kepalanya pada dada lelaki itu, merasakan kehangatannya disana..

Ketika Yoona masih menikmati menghirup aroma tubuh Siwon (keringat yang bercampur bau obat dirumah sakit) kenikmatannya terinterupsi oleh suara lelaki itu..

“Kau membungkus dirimu dengan sangat cantik.. bagaimana jika kukatakan saat ini aku sangat ingin membuka dan memiliki hadiah-ku?”

Yoona justru terkikik mendengarnya..

“Hadiahmu akan kembali dibungkus dan semakin cantik besok.. Akan kupastikan kau membuka hadiahmu. Kaulah yang akan membuka gaun pengantinku..”

“Apa kau sedang mencoba memberi gambaran menarik tentang apa yang akan terjadi esok..?”

“Sepertinya aku memang melakukan itu..”

Yoona kembali terkikit saat kemudian menarik Siwon untuk menempati salah satu kursi dari dua buah kursi meja makan yang telah ditata olehnya..

“Oppa..”

“hm..?”

“Ayo kita mulai merancang masa depan kita..”

“darimana kita akan memulainya?”

“em, perjalanan bulan madu.. Kemana kita akan pergi? Beritahu aku, kau masih belum mengatakannya padaku..”

“Itu sesuatu yang masih dirahasiakan sayang, tunggulah.. Kau akan tahu besok..”

Ketika Yoona kemudian memberengut, Siwon justru mulai membuka sebotol wine yang ada dihadapannya, kemudian menuangkannya kedalam dua gelas yang telah disediakan oleh Yoona..

“Berapa anak yang kau ingin kita miliki?”

Yoona memperhatikan Siwon yang kemudian meneguk minumannya..

“Bagaimana jika dua atau maksimal tiga saja?”

“Mengapa tidak lima atau enam? Atau tujuh..?”

Yoona memutar mata mendengarnya..

“Kau harus menikahi seekor kucing bila menginginkan tujuh anak yang dilahirkan..”

Siwon tergelak mendengarnya..

“Apa kau tidak percaya diri akan dapat melahirkan tujuh anak dari rahimmu? Karna aku sangat yakin akan mampu menanam benih sebanyak yang ku ingin..”

Yoona merasa perlu untuk juga menyesap wine guna mengimbangi pembicaraan Siwon mengenai rancangan masa depan mereka kelak..

“Tujuh anak? Sadarlah, biaya hidup sekarang sangatlah tinggi..”

“Aku akan menabung untuk itu..”

“Ooh, aku rasa menyesal telah mengurangi tabunganmu yang kau persiapkan untuk tujuh anak itu..”

“Bukan masalah sayang.. Istriku yang akan mengandung tujuh anak juga harus dimanjakan..”

“Lalu, apa yang kau rencanakan terhadap tujuh orang anak yang kau inginkan itu..?”

“Aku cukup terobsesi dengan dunia medis, karna itu kurasa aku akan mengarahkan mereka semua untuk menjadi dokter sepertiku.. Satu dokter bedah sepertiku, satu akan menjadi dokter saraf, satu lagi akan menjadi dokter spesialis jantung, dokter anak mungkin, atau dokter spesialis kandungan, atau…”

“Mengapa tidak salah satu kau jadikan dokter spesialis kejiwaan untuk mengobati kegilaanmu..”

Komentar Yoona justru kembali membuat Siwon tergelak..

“Jika semua kau jadikan dokter, lalu siapa yang akan bertugas untuk membantuku dirumah? Siapa yang akan berbelanja ke pasar? Siapa yang akan membantuku memasak didapur? Kau akan membiarkanku melakukan semua itu sendiri..?”

“Itu berarti kita perlu untuk menambah jumlah anak lagi..”

Saat Yoona kemudian memutar mata dan bersiap menyahuti perkataannya, Siwon sudah lebih dulu mendentingkan gelasnya..

Cheers .. Bersulang untuk pernikahan kita, sayang..”

Siwon mengedipkan mata, lantas membuat Yoona kembali mendentingkan gelas miliknya..

“Bersulang untuk rancangan masa depan kita yang benar-benar terdengar menggelikan.. Tujuh orang anak? Astaga.. Apa yang harus kumakan untuk mendapatkan anak sebanyak itu?”

Keduanya sama-sama tergelak setelahnya..


#



#



#



#HappySiwonDay  :*

@joongly

295 thoughts on “Coretan | Sorry

  1. Yoona eonni bner² setia nunggu Siwon oppa plang.pdahal udh lewat tengah malem.Won ppa ada² aja dehh mau pnya 7 anak dan smuanya mau djadiin dokter. Keren thor lucuu.menghibur

  2. wonpa smbuh sikap dingin’y skrg mlh jd agak2 pervet gtu ya, atau mmg sifat asli’y bgt
    yoona yg sbar sj dg sifat wonpa ok

  3. waduh ternyata masih ada kelanjutannya
    cici jd ketinggalan deh
    hmmm kirain udh nikah trnyta belum
    hmm siwon mau 7 anak aja…emang enak mengandung
    huuu siwon kasian yoona klo mesti mengandung 7 kali
    haaha
    keluarga dokter

  4. Ahhh udah kangen bgt sama ff mu chingu. Sekian lama vakum dari hp akhirnya bisa balik lagi. Aku izin baca ff mu ya chingu.

    Kangen sama moment yoonwon. Yang awalnya ceritanya bikin nguras air mata sekarang nguras bibir biar terus tersenyum mulu liat yoonwonya.. so sweet pake bgt ceritanya..

    Aku tunggu ff mu yang menakjubkan lainnya..

  5. Ya ampun mereka ini belum menikah aja,sudah romantis bgt,, mungkin kalau ada dikehidupan nyata
    Bnr2 bikin iri nih, pasangan.

  6. entah aku sudah komen apa belum eon
    suka lupa kalau suda komen , tapi aku suka baca ulang ff’2 eon ..
    bagus bagusss makanya ndak bosan baca nyaaa
    keep fighting eon😊

  7. Full with YoonWon Moment from first to Last Part .. Aa senyum” gaje lgiiii hahahaha . Gak tau mau komentar apa lgi krna ini udh lbih dri yg diharapin hihi..pdhl kl bsa lbih pnjang” lgi kyk novel hhoho :v

  8. Sweettt bgtt.. Semoga yoong dann wonppa bener* bisa smpe keprnikahan gtu.. Hhhmm.. Nice eonii.. Kerenn.. Sukaksukak!!(Y):*

  9. kerreeeen
    lucuuu
    hhaah.. andai mereka berdua memainkan drama seperti ini
    pasti akan terlahir nited-nited baru, yang menyadari betapa cocoknya mereka berdua
    YoonWon jjang!!!
    gomawo thor.. fightiiing… xD

  10. so cuteee~~~~~~~~~~ yoonwon jjang!!!!!! aku bener2 dibikin berimajinasi tentang set dicerita sama di dunia nyata. aku suka banget pemilihan kata2nya. Bagus , gak bikin bosen, enak dibaca. cuman saranku tambahin lagi dong pict2 yang mendukung suasana cerita, biar kita readers tambah suka dan makin ajib berimajinasi. hehe keep writing yoonwon ff sista ^^

  11. ciee.. yg udh nempel bgt kyk lem..
    aahh susah nih.. gue jadi baper -.-
    harusnya di atas dikasi peringatan kalau Jones dilarang baca.. jadi baper kan -.-

  12. Wah siwon sekarang terliht agak berani dan agresif tapi aku suka sama karakter siwon yang ini, ,
    Dan yoona juga begitu mencintain siwon dan begitupun sebaliknyaaa,
    Hebatnyaa lagi siwon menginginkan 7 anak dari yoona wow hahhha
    Akhirnyaa mereka berbahagia dan romantis

  13. sweet bangetttt huwaaaaaaa yoona pinter gombal ternyata wkwkwk lucu aja gitu liat yoona sedikit agresif dannn
    tujuh orang anak?? aku setuju sama siwon tujuh tuh harus ditambah lagi dan kenapa ga bikin kesebelasan aja kaya sepak bola gituu ahahahaha

  14. Rencana buat punya 7 anak mereka benar2 menggelikan ,, terutama buat Siw0n ^^

    & kad0 plg spesial.a Siw0n adalah ‘Y00na’ sendiri .. Pantas aja Siw0n gk tahan😀

  15. Astaga siwon mw punya anak 7, G kebanyakan ap???? Yg melahirkan mang siapa???? Haaaa nikah aj dulu baru kepikiran punya ank

  16. ahhh yoonwon romantis nya..
    sweet bgt yoong nunggu wonppa pulang dan ngasih kejutan buat wonppa.. cieee
    aduhh wonppa ada ada aja mau tujuh ank dan mau dijadiin dokter semua.. ckck dasar wonppa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s