Fanfiction

FF | Prince | Drabble

image

Happy YoonWonited Day *_*

Sebelumnya gak kepikiran apa” untuk hari spesial ini.. Tapi tapi tapi.. dari pagi udah di colak-colek  sama yg kece” buat bikin sesuatu.. So jadilah dadakan disiang bolong tadi setelah hampir sejam hanya bengong ga ngerti mau ngapain, tertulislah kisah pendek ini..
Semoga tetap bisa dinikmati yaa..😉

Enjoy Reading~

*

*

*

“Na ya.. Yoona.. Im Yoona ssi..!”

Aku sedang menjalani make up yang dilakukan Sunny, ketika akhirnya kuputar tubuhku setelah mendengar tiga kali panggilan yang diteriakkan seseorang yang jenis suaranya sudah sangat kukenali. Salah satu dari sekian banyak teman dekatku. Yang satu ini merangkap stylish yang saat itu kulihat sedang menenteng beberapa kostum ditangannya dan menunjukkannya padaku..

“Mana yang lebih kau sukai?”

“Kau penata gaya-ku.. Kau lebih bisa menilai mana yang cocok untukku, Jessica ssi..”

“Ck! Diantara kalian bertiga, kaulah yang paling sering melakukan protes.. Dan kali ini aku hanya tak mau mendengarmu mengomel dan menjadi penyebab kau bertambah kehilangan mood sebelum naik keatas panggung hanya gara-gara kostum. Jadi yang mana?”

Well..
Sebenarnya dia selalu lebih baik dari diriku untuk urusan yang satu ini. itulah mengapa dia yang dipilih untuk menjadi penentu gaya pakaian kami..

“Berikan padaku yang merah..”

jawabku sambil kembali memutar tubuhku, membiarkan Sunny yang mendadak menjadi sang pe-make-up meneruskan pekerjaannya. Sebenarnya ini bukan pekerjaannya. Tugasnya yang sebenarnya adalah sebagai koordinator fans, dia admin yang bertugas mempromosikan kegiatan kami melalui media sosial. Namun karna hari ini salah satu yang menjadi make up artist berhalangan hadir, Sunny akhirnya ikut turun tangan.

“Tapi ukurannya sudah disesuaikan untuk Yuri..”

Suara Jessica lagi..

“Kalau begitu aku suka yang gold..”

“gold? Sooyoung baru saja menginginkannya..”

dia memaksa tubuhku untuk kembali menoleh, dan membuatku langsung memutar mata ketika melihat Jessica justru menunjukkan cengiran diwajahnya..

“Yak.. Kau sedang bercanda denganku..! Kalau begitu untuk apa kau menanyakannya jika semua sudah kau pilih dan atur sesukamu?”

dia justru terkikik singkat setelah berhasil memancing kekesalanku..

Menyebalkan..

“Hanya ingin membuat percakapan denganmu.. Sedari tadi kuperhatikan kau hanya diam saja. Ada masalah?”

“Kekanakan.. Masalahku jelas ada padamu..!!”

Dengusku kesal, namun tak membuatnya terpengaruh dan segera pergi..

“Oh, sepertinya bukan karna aku.. apa itu karna Prince.. Kau tidak membawanya lagi? Sudah beberapa lama kau tidak membawanya..”

itu memang apa yang membuatku diam sejak tadi..
Aku suka membawanya dan membiarkannya berada dipangkuanku sementara aku melakukan make up. Aku suka menyentuh bulunya yang terasa lembut ditanganku.

Tapi..
Sudah tak bisa lagi kulakukan. Aku tak sanggup membiarkannya berada dipangkuanku.
Dia menjadi sangat berat pasti. Melebihi berat tubuhku..

Dan sekarang, Aku justru meninggalkannya yang sedang sakit berada sendirian dirumah..

Aku terus memikirkannya..

“Dia sakit.. Bisakah aku pulang setelah ini? Aku sungguh cemas..”

dia mengangkat kedua bahunya, jelas tak memiliki jawaban dan justru segera melirik pada seseorang yang sepertinya memiliki telinga yang cukup panjang menyamai seekor kelinci hingga dapat mendengar percakapan kami..

“Aku baru saja menerima persetujuan untuk kalian melakukan wawancara dan pemotretan untuk Star Magazine. Tak ada seorangpun dalam tim yang bisa pulang lebih dulu, dan itu jelas termasuk kau, Yoona..”

Hanya dengan senyumnya yang menawan ditambah sekali kedipan matanya, Tiffany telah banyak mendapatkan job-job besar untuk kami, menjadikan para pengiklan mengantri untuk kami dan membuatku kelelahan setengah mati..

Oh, siapa yang dulu mengusulkannya untuk menjadi manager?

Dia sungguh sukses..

Tapi sebaiknya Tiffany harus secepatnya diganti..
Jika tidak, aku akan segera terbaring lemah diranjang seperti Prince.

Oh, Prince-ku yang malang..

Kapan aku bisa mengakhiri jadwal hari ini dan pulang untuk memeluknya..

***

“Kudengar Prince sakit? Benarkah..?”

“hm..”

Aku menjawab dengan anggukan, sedikit lesu ketika Sooyoung melangkah mendekatiku..

Kami baru saja menyelesaikan pemotretan dan bersiap melakukan wawancara. Hanya saja Yuri mendapat giliran lebih dulu. Itu mungkin akan banyak pertanyaan yang diajukan seputar film yang akan melibatkannya sebagai salah satu pemain..

“Sakit apa dia?”

“Semacam flu.. Dia hanya terus tidur dan menolak untuk makan”

“Aku punya dokter langganan yang biasa memeriksa anjing ku, kau ingin dia datang untuk memeriksanya? Aku bisa menelponnya sekarang..”

“Anio.. Tak ada yang akan membukakan dia pintu..”

“Itu bukan masalah, kita semua tahu kode untuk membuka pintu apartemenmu. Aku akan memberitahunya..”

Tidak..
Sooyoung tidak bisa melakukannya..

“Anio, Sooyoungie.. Aku tidak mengijinkanmu..”

“Wae..? Tenang saja dokter-ku bukan penjahat.. dia tak akan melakukan apa-apa kecuali memeriksa Prince-mu”

“Aku bisa mengurusnya sendiri.. Lagi pula aku sudah mengganti sandi apartemenku..”

“Kenapa? Ada yang kau sembunyikan dari kami..?”

Aku mengangkat bahu..
Belum siap menceritakan apa yang kualami padanya ataupun pada yang lain..

Mereka pasti tidak akan percaya..

“bukan sesuatu yang penting, kajja.. Mereka memanggil kita..”

***

“Taeyeon menelpon.. Dia mengatakan akan mengoreksi penampilanmu setelah dia kembali dari rumah orangtuanya. Dia segera berada dalam perjalanan..”

Seohyun tak harus mengatakan itu sekarang, setelah lebih dari dua jam Hyoyeon mengajarkan koreografi baru dan membuatku nyaris membenturkan kepalaku ke dinding berlapis kaca yang kami gunakan sebagai tempat untuk latihan..

Dia telah menciptakan gerakan yang begitu susah untuk dipraktekan, dan aku masih harus berhadapan dengan koreksi yang akan dilakukan Taeyeon?

Demi Tuhan..
Setidaknya beri aku ruang..
Dia bisa melakukannya besok atau lusa.

Tidak hari ini..

Aku harus pulang dan mengecek kondisi Prince. Memastikannya membaik, jika tidak aku sudah berniat membawanya keluar mendatangi dokter..

Tapi sebaiknya ke dokter apa?
Aku masih bingung..

“… Sepertinya dia menyaksikan pertunjukan tadi dan menyadari suaramu yang cenderung tidak stabil..”

Jika Taeyeon bertugas sebagai pelatih dan pemerhati vokal yang luar biasa kritis, Seohyun adalah seorang yang terus mengikutiku kemanapun aku pergi, juga menjadi pengingat sampai ke hal-hal yang tak penting. Dia juga temanku tapi dengan senang hati bertindak seperti seorang asisten untukku, Sooyoung maupun Yuri. Jelas saja dia mau, itu karna sesuai dengan perjanjian awal yang telah kami semua sepakati, bagian yang kami dapatkan akan dibagi sama rata apapun porsi yang menjadi tugasnya ketika kami (terhitung bersembilan) menjadi satu tim mencari peruntungan dengan memutuskan masuk kedalam industri hiburan. Yang sekarang sukses kami capai. Bisa dibilang kita sedang dalam masa gemilang dan tengah berada dipuncak popularitas..

***

“Bisakah aku turun disini?”

“Apa yang akan kau lakukan.. Kau bisa dikenali banyak orang..”

“Aku perlu membeli sesuatu untuk Prince, mungkin dia bosan memakan makanannya yang itu-itu saja..”

“Tapi itu supermarket.. Lebih baik kau membelinya di petshop.. Tiga blok dari sini kita baru berhenti..”

Tidak..
Prince-ku tak lagi memakan makanan yang dijual disana..

“Anio, sekarang supermarket juga menyediakannya, aku bisa mendapatkannya disana. Lagi pula aku juga membutuhkan makanan untukku. Kau bisa langsung pulang Seohyun ah..”

“Aku akan ikut turun dan membantumu. Kau pasti akan kesulitan saat membawa barang belanjaanmu..”

Seohyun sungguh berniat membuntutiku kemanapun..

“Kau lelah Seohyun ah, menyetirlah dengan baik dan pulanglah..”

“Aku berencana menginap ditempatmu. Aku juga ingin menjenguk Prince.. Sudah beberapa lama aku tidak melihatnya, sepertinya aku juga merindukannya..”

Ya Tuhan..
Bagaimana cara menghentikannya..
Seohyun tak boleh datang. Dia tak bisa melihat Prince-ku..

Prince tidak perlu dijenguk..”

“Bukankah dia sakit?”

“Ah ya dia sakit.. tapi.. anio, Sebenarnya masalahnya hanya Prince dalam masa birahi, dia banyak merontokkan bulunya diseluruh ruangan. Kau tidak akan merasa nyaman saat berada ditempatku..”

“Kau harus segera mengawinkannya..”

Aku sama sekali tak berpikir demikian..

“hm.. Aku hanya belum memiliki waktu untuk mengurusnya. Kalau begitu aku turun disini..”

“Jangan lupa memakai masker untuk menyamarkan wajahmu..”

***

Kujatuhkan dua kantong berisi bahan makanan ditanganku saat kulihat dia tidak terbaring diatas tempat tidur seperti ketika aku meninggalkannya dipagi tadi, namun justru sedang berdiri ditengah dapur milikku..

Apa yang sedang dia lakukan..

Prince.. Apa yang kau lakukan?!”

Langkahku cepat ketika menghampirinya..

Dia sudah langsung menoleh ketika mendengar suaraku dan tersenyum saat melihatku..

Prince, sedang apa? Kau merasa lebih baik?”

Kutangkup wajahnya dengan kedua tangan, lalu memeriksa dahinya. Entah apakah ini cara yang sama yang bisa kulakukan padanya. Dia jelas berbeda. Dia bukan kebanyakan orang pada umumnya..

Dia masih saja tersenyum dan mengangguk untuk menjawab pertanyaanku. Kemudian beralih untuk menarik sebuah kursi pada meja makan dan memintaku untuk duduk disana..

“Apa yang kau lakukan?”

“Aku bosan.. Kau terlalu lama meninggalkanku. Aku memasak untuk menunggumu..”

“Kau? Memasak? Bagaimana mungkin..”

Aku masih tidak percaya..
Bagaimana mungkin Prince-ku memasak..?
Dia bahkan tak bisa menyalakan kompor..

Biasanya yang dia lakukan, bila tidak mencakar-cakar sofa milikku yang telah lebih dari tiga kali harus ku ganti karna ulahnya, dia hanya akan tidur setelah menghabiskan seluruh makanan yang kutinggalkan diatas meja, lalu merajuk ketika aku pulang..

Aku mendapati beberapa piring diletakkannya diatas meja dihadapanku..

Sungguh, dia bukan hanya bisa menghabiskan seluruh persediaan makananku selama seminggu, tapi dia bisa memasak..?

Oh, luar biasa..

Prince, darimana kau melakukannya? Bagaimana kau bisa?”

Dia menunjuk TV plasma yang berada ditengah ruangan, yang baru kusadari layarnya dalam keadaan menyala..

“Aku sering melihatmu melakukannya.. Aku menyalakan itu dan belajar dari caramu melakukannya..”

Ya Tuhan..
Dia sungguh pintar. Dia meniru kebiasaanku yang selalu menonton acara memasak sebelum akhirnya mempraktekannya dan menyiapkan itu untuknya.

“Kau mengurusku dengan sangat baik.. Sekarang aku ingin membalas kebaikanmu..”

Oh..
Prince-ku sangat manis..

***

Prince..”

“hm..?”

Aku sudah berbaring diatas tempat tidur bersamanya, memeluknya, merasakan kehangatan yang berasal dari tubuhnya..

“Ayo kita temukan nama lain untukmu..”

“nama untukku?”

Aku mengangguk, kemudian mendongak untuk melihatnya. Dia sedang mengerutkan dahinya saat melihatku..

“Aku berencana membawamu keluar dan aku tak bisa memanggilmu Prince ketika kita berada diluar”

“Tapi bukankah kau mengatakan kau masih tidak diijinkan untuk melakukannya?”

Aku mendesah..

Aku tahu jika aku melakukannya, akan ada orang-orang yang memotret kemudian menyebarkannya dan menjadikannya berita. Lalu membuatku terlibat skandal..

Tapi aku sudah cukup lelah menyembunyikannya..

“… Jangan khawatir, aku tidak apa-apa hanya tinggal disini, asalkan kau masih terus kembali dan kita bisa terus seperti ini..”

Itu masalahnya..
Bulan depan, kami akan memulai promosi keluar negri, dan aku takkan bisa membawanya bersamaku. Kami akan berpisah..

Maka sebelum itu terjadi, aku berencana memperkenalkannya pada anggota tim, agar dia nanti bisa tetap ikut denganku.

Mereka mungkin tidak akan terima, tapi aku akan tetap mencoba..

“Apa kau ingin memilih nama-mu sendiri? Atau aku yang akan memilihnya untukmu?”

“Kau serius ingin membawaku keluar?”

Aku mengangguk, kemudian kurasakan kecupannya dirambutku..

“Sesungguhnya, aku juga memiliki namaku sendiri..”

“benarkah? Kau punya?”

Dia mengangguk dan tersenyum..

“Kenapa tidak mengatakannya?”

“Aku menyukai nama yang kau berikan padaku..”

“Tapi aku tetap ingin mengetahui siapa nama mu yang sebenarnya?”

“Siwon.. Choi Siwon.. Aku memiliki nama itu sebelum kutukan itu datang padaku..”

Jadi namanya Si-won..
Choi Si-won..

Namanya tentu saja tak terlalu buruk, sesuai dengan wajahnya yang tampan..

“Baiklah, namamu Choi Siwon.. Kita akan menggunakan itu saat kau berada diluar dan memperkenalkanmu pada teman-temanku..”

“Tapi aku sudah cukup mengenal semua temanmu..”

Dia erat memeluk tubuhku..

“Itu jelas berbeda dengan yang sekarang.. kau bukan lagi seekor…”

Tiba-tiba saja dia sudah membalikkan tubuhku dan berada diatasku. Menjadikanku tak berkedip ketika menatap sorot kedua matanya yang menggelap..

“Seekor kucing yang sedang dalam masa birahi..?? Itu kan yang kau katakan pada temanmu tadi..?”

Oh, aku lupa dia bisa mengetahuinya..

Aku memberengut ketika dia justru memperlihatkan seringai diwajahnya..

“Kali ini jangan menggigit bahu atau mencakar punggungku..”

“Apa itu menyakitimu?? Aku seperti  tak sadar ketika melakukannya..”

Bukan..
Bukan karna itu menyakitiku. Hanya saja aku tak ingin mengarang penjelasan lagi jika besok Jessica mengepas kostum untukku, dia akan melihat kemudian mempertanyakan bekas gigitan ataupun cakarannya ditubuhku..

Dia bisa saja telah menaruh curiga padaku..

“… maafkan aku..”

Aku mengangguk dan tersenyum maklum..

“Kau tak pernah menyakitiku Prince.. “

Kau justru membuatku jatuh cinta padamu..

***

Aku telah menjadi seorang bintang yang banyak dikenal..
Apa yang kemudian akan orang-orang katakan jika mengetahui aku terlibat cinta dengan seekor kucing jantan??

Ya Tuhan..
Bumi ini akan segera menelanku..

Tapi sungguh, aku tak peduli selama dia terus ada bersamaku..

Aku tak bisa kehilangan Siwon..
Tak bisa kehilangan Prince-ku..

*

*

*

                         ~END~

Terasa krik krikk krikk gak sih..?? Hwaaaaa.. #nangiskejerr
Rada absurd gini yaa.. Huhuhuuu..
Blm pernah nulis drabble sebelumnya /eh, udah pernah belum sih?? #jiahhh lupa…
Jadi gak ngerti penulisan dlm bentuk drabble tuh seperti apa dan sepanjang apa..
Dan juga blm pernah bikin cerita berbau fantasi, sebenarnya ini tertular virus Sindo (sinetron indo) yang nyaris semua titlenya berbau binatang.. #ewww

Yang ga puass, bisa saia maklumi lah (aq juga gak puas kok)

Masih mau dikembangin kedalam satu cerita lengkap, tapi ga tau kapan waktunya bisa terwujud..
Jadi sementara trima ajalah yaa, apa adanya seperti ini wkwkwkws…

Sekali lagi, Happy YoonWonited Day *_*
bolehlah mencintai YeWe, tapi sebaiknya jangan terlalu berambisi pada mereka.. Yang santai” aja lahh seperti saia^^
Tunjukan kecintaan kalian ke mereka dgn bahasa karya, bukan justru dgn mencela yg lainnya.. /apa ini maksudnya? Hahahaa.. #abaikan

Thanks and see you soon^^

JANGAN NAGIH LANJUTAN  SORRY  & SQUEL  Mr. Mr.  PLEASEEE.. !!! #CAPSLOCK
Keduanya masih di awang” critanya .-.

@joongly

258 thoughts on “FF | Prince | Drabble

  1. crita’a aga pendek tpi seneng bca’a, seruuu walaupun msih bnyk tnda tanya nya, knpa wonppa di kutuk jdi kucing, trus knpa skrng udah jdi mnusia lgi, trus gmn awal prtmuan mrka yg jdi’a yoona ngrwat wonppa saat msih di kutuk
    walaupun pendek tpi seruu pko’a feel’a jga dapet
    keep writing author

  2. Masih belum ngerti nih kenapa seekor kucing bisa jadi seorang siwon,,
    Awal baca agak sedikit ilfeel sih, soalnya yoona kenapa cinta sama seekor kucing peliharaannya sendiri..

  3. Ya ampun, aku baru tau kalo sebelum ff ‘Princess’ ada ff ini, aku cuma tertarik dgn Top Post dan akhirnya klik ‘Princess’ (tertarik dgn judul) yg ternyata sbelumnya ada ff ini :3
    pantesan di ff ‘Princess’ Yoona pernah nyinggung kata Prince dan kucing, jd Siwon itu dikutuk mnjd kucing😮
    ijin baca sequel ya July🙂

  4. Awalnya sdikit bingung, prince siapa yg dimaksud kucing or seorg pangeran/? trnyata itu siwon yg dikutuk jadi kucing? Aigoo mau baca chap 1 dah :*

  5. Awalnya sdikit bingung, prince siapa yg dimaksud kJoonglyucing or seorg pangeran/? trnyata itu siwon yg dikutuk jadi kucing? Aigoo mau baca chap 1 dah :*

  6. Aku masih bingung
    Jd prince itu kucing tp jg tiba2 jd siwon
    Siwon dikutuk gitu?,
    Kok bisaa??
    Dan kenapa bisa jd siwon kembali dan yoona yg merawat??

  7. prince?,? oh my deer. gilaa kerem kaa. ini siwon ceritaya jd siluman kucing gitu? wkwkwkakw daebak. yoona oh yoonaa. dirimu selalu terlihat manis. bahkan jelas terbayang d otakku saat ini . oh my.. #gubrak Xd

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s