Fanfiction

YOU’re My Destiny | Jessica’s Wedding | Spesial Part

Setelah You’re Mine dan berlanjut ke You’re My Destiny, yang sudah selesai beberapa waktu lalu (kalau di fb sudah beberapa bulan yang lalu) dan ternyata masih saja ada yang meminta squel._. Oh my.. #nyebutt
Sebenarnya niatnya cuma mau bikinin epilog nya aja, tapi berhubung ada beberapa pasang couple disini yang meminta diberikan penggambaran pas moment” penting mereka #ceilahh
so ini akan menjadi special part pertama, dan tidak menutup kemungkinan akan menyusul special part yang lainnya^^
Okey guys..
Enjoy Reading..

Jessica’s Wedding~

*

*

*

Langit pulau Jeju nampak cerah berseri pagi itu, seakan ikut merasakan bahagia yang sebentar lagi akan direguk oleh kedua insan manusia yang hanya dalam beberapa jam lagi akan mengikat janji suci pernikahan disalah satu tempat yang berada dekat dengan pinggiran pantai.

Jessica memang sudah menghayalkan pernikahan ini sejak lama. Dan begitu ia menemukan pria yang cocok dengannya dan bahkan menjadi tergila-gila padanya meski perkenalannya melalui ajang kencan buta, ia tidak membuang-buang kesempatan untuk segera mengikat pria itu kedalam pernikahan. Dan syukurlah, hal itu didukung penuh oleh sang calon ibu mertua. Ibu Donghae, wanita itu begitu bahagia karna putranya akan segera menikahi gadis cantik yang memiliki kemampuan mendesain gaun-gaun indah. Ibu Donghae yang begitu menyukai fashion, telah membayangkan bagaimana cocoknya obrolan dalam kesehariannya dengan sang menantu.
Maklum saja, kedua anaknya adalah pria yang jelas tidak menyukai kegiatannya yang suka  berlama-lama berbelanja , karna hal itu ia telah begitu mendambakan memiliki putri yang bisa menemaninya berbelanja. Dan Sica jelas begitu cocok dengannya.

Jessica pun memang sering kali merasa tertinggal dari sahabat-sahabat wanitanya, maka dari itu ia bertekad untuk menyusul ketertinggalan itu secepat yang ia bisa.

Jika ia mengingat Yoona yang telah jauh lebih dulu menikah, memiliki Hana dan Junseo, dan bahkan kembali mengandung calon buah hati ketiga nya.
Terlihat sangat-sangat bahagia bersama Siwon yang begitu luar biasa memanjakannya.

Bahkan Sooyoung, yang dulunya ia nilai cenderung bersikap ketus pada pria, juga telah mendahuluinya menikah, dan kini menimang bayi lucu dengan kedua tangannya. Nayoung, bayi cantiknya membuat siapapun gemas dan ingin memiliki ketika melihatnya.

Dan jangan melupakan Yuri, dia juga sudah lebih dulu menikah dan sedang memasuki usia kehamilan sembilan bulan. Yuri sedang was-was menanti proses persalinannya, yang diperkirakan oleh dokter kandungannya akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Tak salah bila sang dokter kemudian melarangnya untuk melakukan penerbangan. Namun demi berada didalam pernikahan Jessica dan ikut merasakan uforia kebahagiannya, Yuri berkeras untuk tetap pergi. Tak perlu risau karna Yunho selalu disampingnya, dan kenyataan Ia memiliki seorang saudara ipar yang mempunyai andil besar dalam pengoperasian dibandara dan sudah pasti posisinya itu bisa sangat diandalkan. Changmin lah yang mengatur penerbangan dengan menyewa pesawat khusus yang memberikan kenyamanan berlipat-lipat bagi semua anggota keluarga.

Dengan kenyataan itu, Sica sungguh-sungguh merasa berada jauh dibelakang mereka. Tapi tidak lama lagi, Ia akan bisa menyusul langkah-langkah sahabatnya yang telah lebih dulu mendahuluinya.

Sica kini berada didalam kamar hotelnya, dengan beberapa perias yang sedang membantunya untuk bersiap sebelum prosesi pemberkatannya.

“Sica ah, kau melihat I..”

Donghae tiba-tiba saja membuka pintu, dan melongok kegiatan apa yang pada saat itu terjadi didalamnya.

“Yak, Tn.Lee.. Apa yang kau lakukan? Aku sedang bersiap, jangan dulu melihatku sebelum kita bersama-sama berjalan dialtar..!!”

Donghae dengan segera kembali menutup pintu begitu mendengar nada suara Jessica yang meninggi. Dia sepertinya menjadi kesal oleh karna apa yang baru saja dilakukannya.

“Oh, maafkan aku.. Aku tidak sengaja melakukannya..”

Donghae berucap dari balik pintu yang tertutup, sambil sebelah tangannya menggaruk pada tengkuknya. Mendadak menjadi canggung, atau gugup malah setelah melihat tadi, Sica hanya mengenakan apa tadi..

Apakah itu tadi, dia mengenakan lingerie?

Senyum Donghae yang baru kali itu melihat tubuh calon istrinya yang lebih terbuka dari biasanya. Meski hanya sekilas, namun ia dapat menemukan proporsi yang begitu pas mengisi dibagian dada hingga bagian pinggulnya. Tidak salah, Sica memiliki tubuh yang berlekuk dan tak lama lagi akan segera menjadi miliknya.

Tapi apakah dia akan berpakaian seperti itu dalam acara pernikahannya.
Oh Tuhan, Tidak..
Ya, tentu saja tidak, bodoh. Dia akan mengenakan gaun pengantin. Gaun pengantin yang didesain khusus oleh Yoona dan ia yakin akan semakin terlihat indah ketika gaun itu membalut tubuh istrinya.

Ngomong-ngomong mengenai gaun pengantin, Donghae menjadi teringat niatan awalnya mendatangi kamar Jessica adalah untuk mencari keberadaan ibunya..

“Sica ah..”

Kali ini Donghae memilih mengetuk meski keinginannya
untuk kembali membuka pintu itu begitu kuat..

“Sica ah..”

Donghae kembali mengetuk, memanggil Jessica yang tidak menjawab panggilannya.

“Jangan berani-berani kau mengintipku lagi, Tn.Lee.. Atau aku tak mau menikahimu.”

Donghae justru tersenyum..
Siapa sebenarnya yang lebih bersemangat dengan pernikahan ini?
Tentu saja dia yang sedang berias diri didalam sana.
Meski Donghae juga tidak menutup fakta bahwa dirinya juga bersemangat dan merasakan bahagia karna akhirnya mendapatkan seorang wanita seperti Jessica. Dan mengetahui wanita itu menginginkan pernikahan dengan dirinya, membuat kebanggan tersendiri dalam hatinya.

“Sica ah, aku hanya ingin menanyakan sesuatu padamu..”

“Apa..!”

Nada suaranya terdengar ketus..

“Kau melihat ibuku?”

“Tidak.. Omonim mungkin bersama bibi Choi..”

Lihatlah..
Hanya dengan mendengar bagaimana cara Sica kini menyebut ibunya, sudah kembali membuat Donghae tersenyum.

“Wae?”

“Ah, aku hanya ingin menayakan padanya, apakah oemma yang menyimpan setelan baju pengantinku? Aku tak menemukan tuxedo ku dikamar..”

“Apa katamu..!”

Donghae terkejut saat pintu dihadapannya tiba-tiba terbuka, dan lebih terkejut lagi melihat Sica yang hanya menggunakan lingerie sewarna kulit, kini berdiri dihadapannya.

“Oh my God..”

Sica menggigit bibir bawahnya menyadari kekeliruan yang dilakukannya, lalu dengan cepat ia kembali menutup pintu, sedikit membantingnya malah dan membuat Donghae mengeluarkan tawa terkikik melihatnya.

Donghae bahkan masih berusaha menyembunyikan tawanya, ketika kemudian Sica kembali membuka pintu. Kali ini dengan sudah menggunakan gaun longgar yang panjangnya mencapai mata kaki.

“Apa katamu tadi?”

Donghae tidak menjawab dan malah terus menatapnya.

Sica merasa Donghae sedang mencoba melihat kedalam lingerie yang sebelumnya telah dilihatnya.

Oh sial..
Lingerie itu..

Sica merutuki dirinya sendiri yang seperti wanita bodoh, karna menurut pada apa yang dikatakan sahabat-sahabat nya. Ide yang disarankan oleh Yuri, Yoona dan Sooyoung untuknya memakai lingerie, agar menambah gairah percintaannya nanti. Hal itu dimaksudkan, agar Sica dapat langsung hamil dimalam pertamanya. Begitu apa yang dikatakan ketiganya, dan betapa bodohnya ia karna merasa tidak lebih berpengalaman dari mereka, ia begitu saja menurut pada omongan itu.

“Apa maksudmu dengan tidak menemukan setelan tuksedo di kamarmu, Tn.Lee?”

Pertanyaan Sica yang kemudian membuat Donghae sedikit tergeragap untuk menjawabnya.

“Ah, itu.. Aku sedang mencari-cari tuksedo yang akan kukenakan nanti, tapi tidak menemukan itu di kamarku. Aku bermaksud menanyakan pada ibuku, mungkin dia menyimpannya. Kupikir oemma ada bersamamu tadi..”

Sica menggeleng..

“Mungkin omonim sedang bersama bibi Choi..”

“hm, aku akan mencarinya..”

“Aigoo aigoo.. Apa yang kalian lakukan? Kenapa malah mengobrol seperti ini..”

Belum sempat Donghae beranjak dari hadapan Sica, suara Ny.Lee, yang adalah ibunya, lebih dulu terdengar. Bersama dengan Ny.Choi yang berjalan menghampiri mereka.

“Sica ah, bukankah kau seharusnya bersiap?”

“Iya bibi, tapi Tuan ini menggangguku..”

Donghae tersenyum kikuk pada Ny.Choi yang kemudian mengarahkan tatapan kepadanya.

“Saya tidak bermaksud seperti itu Nyonya, emm maksudku bibi.. Aku hanya sedang mencari oemma tadi..”

“Kau mencariku? Ada apa Donghae ya..?”

“Aku hanya ingin bertanya, apa oemma menyimpan tuksedo milikku? Aku tidak menemukannya didalam kamar..”

Ny.Lee menggeleng..

“Tidak, kukira kau yang sudah membenahinya..”

Ny.Lee dan Ny.Choi saling melempar pandangan bingung, sementara Donghae hanya bisa mengedikkah bahunya ketika tatapan Sica terarah padanya, seolah mengatakan tidak lucu kehilangan tuksedo nya disaat sepenting itu.

“Kau kemanakan tuksedo mu, Tn.Lee?”

“Sica ah, dengarkan aku.. Aku yakin ada seseorang yang sudah menyimpannya. Aku akan menemukannya..”

Donghae lantas begitu saja beranjak darisana, meninggalkan Jessica yang menatap dengan kegelisahan dimatanya.

“Sebaiknya kau masuk Sica ah, biarkan mereka meneruskan riasan diwajahmu. Donghae pasti akan menemukan tuksedo nya, tidak usah dicemaskan.. Ayo aku akan menemanimu..”

Ucap Ny.Lee membujuk..

“Benar Sica ah, Hanya beberapa jam lagi upacara pemberkatannya akan dimulai. Aku akan bertanya pada Yoona, mungkin salah satu dari karyawan butiknya yang membawakan baju pengantin kalian, lupa untuk meletakkan tuksedo Donghae dikamarnya. Tidak perlu cemas, sayang..”

Sica mengangguk pada Ny.Choi yang tersenyum padanya.

Ny.Choi lantas beranjak darisana dengan niatan untuk mencari Yoona dan menanyakan pada beberapa karyawan butiknya yang ikut dalam rombongan penerbangan tadi. Namun kemudian, Ny.Choi justru berpapasan dengan Sooyoung yang baru keluar dari dalam lift, dengan Nayoung yang berada didalam kereta dorongnya.

“Oh, oemma..”

“Kau darimana, Sooyoungie..?”

“Nayoung tidak betah berada dikamar, aku membawanya keluar sebentar dan dia langsung tertidur..”

Ny.Choi  mengulurkan tangan, mengusap pelan wajah Nayoung. Ia tersenyum melihat sang cucu yang sedang tertidur pulas.

“Oh, Sooyoungie.. Apa kau melihat Yoona?”

“Tidak oemma..”

“atau karyawan butiknya?”

“hmm, sepertinya mereka sedang berada dilokasi pemberkatan. Beberapa sedang membantu mengatur kursi dan menyiapkan altar. Changmin dan Yunho oppa serta adik mempelai pria juga berada disana. Waeyo oemma..?”

“Oh, itu.. Pengacara Lee mencari setelan tuksedo nya. Dia tidak menemukan itu dikamarnya”

“benarkah?”

“Oemma pikir Yoona ataupun karyawan butiknya tau, mereka mungkin masih menyimpannya dan lupa seharusnya sudah meletakkan itu dikamar pengacara Lee..”

“Yoona mungkin berada dikamar Yuri. Aku melihat Hana disana. Dan Yuri yang sedang membantunya bersiap tadi..”

“Kalau begitu oemma akan melihat kesana..”

“Aku akan menemani oemma..”

Ny.Choi dan Sooyoung lantas berjalan bersisian, menuju kamar Yuri yang berada tak jauh darisana.

Mencapai kamar itu dan membuka pintunya kemudian masuk kedalamnya, yang berada disana hanyalah Yuri yang sedang me-make-up wajah Hana, dan Junseo yang asik bermain dengan sebuah bola, menendangnya berkeliling didalam ruang kamar yang cukup luas itu. Salah satu fasilitas yang disiapkan Donghae untuk tamu-tamu nya.

“Oh, bibi.. Sooyoungie..”

Yuri hanya sesaat menoleh, lantas kembali meneruskan apa yang dilakukannya pada wajah Hana.

“Apakah Nayoung sudah tertidur?”

Tanyanya masih sambil memoleskan bedak..

“Hm, dia mungkin masih merasa asing tadi. Yoona tidak disini?”

Yuri menggeleng..

“Hana ya, dimana mommy Yoona, sayang?”

“Hana tidak tau, halmoni.. Sedari tadi Hana bersama imo”

“Yoona menitipkan Junseo tadi, dan mengatakan ada yang ingin dia kerjakan. Ada apa mencari Yoona?”

“Pengacara Lee membutuhkan tuksedo nya..”

“Oh, bukankah sudah diletakkan dikamarnya?”

“Justru itu Yuri ah, Dia tidak menemukan tuksedo itu dikamarnya..”

“Benarkah seperti itu, bibi?”

Ny.Choi mengangguk, yang kemudian membuat Yuri menghentikan aktifitasnya.

“Kurasa semua sudah disiapkan tadi”

“jadi bagaimana sekarang?”

Sooyoung mempertanyakan dan tepat pada saat itu, Changmin dan Yunho masuk kedalam kamar itu.

“Ada apa chagiya?”

Changmin mendekat, melihat Nayoung yang tertidur dan sesaat menyempatkan untuk mengusap pipi Nayoung dengan jarinya.

“Pengacara Lee mencari tuksedo nya..”

“tuksedo?”

“Setelan baju pengantinnya.. Dia harus mengenakan itu untuk pemberkatan pernikahannya kan..”

“Oh.. Jadi..?”

“Karna itu, kami berniat menayakannya pada karyawan butik yang mengurus itu..”

“Akan aku panggilkan mereka..”

Yunho yang berkata seperti itu kemudian kembali keluar dari dalam kamar. Tak sampai lima belas menit, ia telah kembali lagi bersama dengan tiga karyawan butik Yoona.

“Aku sedang mencari tuksedoku? Adakah yang melihat atau mungkin menemukannya?”

Donghae muncul dan berdiri diambang pintu.

“Aku sudah menanyakan pada yang lain, dan tidak ada yang melihatnya”

“Maaf Tuan, tapi kami pun tidak mengetahuinya..”

“Apa?”

“Bukankah sebelumnya, Tuan yang sudah meminta itu dari kami..”

“Aku..? Meminta tuksedo itu dari kalian? Rasanya tidak..”

Ketiga karyawan tadi saling melempar tatapan kebingungan satu sama lain. Mereka merasa bahwa telah menyerahkan setelan itu ketangan Donghae, sang calon mempelai pria pada hari itu.

“Jadi kau masih belum menemukan tuksedo nya?”

Suara Sica dibelakang tubuhnya, mengejutkan Donghae yang lantas berbalik. Melihat pada Sica yang dalam langkah menghampirinya, bersama dengan sang ibu dibelakangnya.

“Maaf nona Sica, tapi Tn.Lee sudah meminta itu dari kami..”

Jessica mendengar apa yang dikatakan salah satu dari ketiga karyawan Yoona, yang juga bisa dibilang sebagai karyawannya, yang berada disana dan mencoba menjelaskan padanya.

“Jadi kau kemanakan tuksedo itu, Tn.Lee..?”

“Sica ah, aku justru sedang mempertanyakan itu”

“Mereka bilang sudah  menyerahkannya padamu. Kau lupa dimana meletakkannya? Atau kau sengaja melupakannya? Kau tidak benar-benar berniat menikahiku Tn.Lee..”

Suara Sica serak namun meninggi, menahan sesuatu semacam kecewa dan terluka didalam hatinya.

“Ya Tuhan.. Kenapa kau sampai berpikir seperti itu?”

“Mengapa tidak.. Kau bahkan melupakan dimana tuksedo mu. Lalu bagaimana dengan pemberkatannya nanti? Kau tidak akan memakai tuksedo dan malah menggantinya dengan jaket dan celana denim seperti ini? Oh, lucu sekali Lee Donghae ssi.. Jika seperti itu, lebih baik kau tidak usah menikahiku. Batalkan saja acara pemberkatannya. Kau jelas tidak bersungguh-sungguh denganku. Jangan karna aku begitu menginginkanmu, lalu kau bisa mempermainkanku sesukamu. Kau tidak akan bisa melakukan itu..”

“Sica ah.. Jessica!!”

Jessica berlari pergi, meninggalkan semua yang masih nampak tercengang dengan rentetan kalimat yang diucapkan nya. Keputusannya membuat mereka terkesiap. Hanya Ny.Lee yang kemudian berusaha mengejarnya, menyusul kemudian Ny.Choi yang lantas melakukan hal yang sama.

Donghae masih terbengong- bengong mendengarnya.

Dia tidak serius mengatakan ingin membatalkan pernikahan kan?

Tanyanya resah dalam hati..

“Ya Tuhan..”

Donghae nampak sedikit pucat, ia meremas rambutnya dan merasa menjadi frustasi hanya karna tuksedo nya.

“Tenanglah pengacara Lee, Sica pasti tidak serius dengan apa yang diucapkannya. Dan tuksedo itu, kita pasti akan menemukannya..”

Changmin lantas meminta ketiga karyawan tadi untuk mencari rekan mereka yang lain dan menanyakan keberadaan setelan pakaian sang pengantin pria yang seharusnya telah mereka siapkan.

“Apa mungkin Yoona yang menyimpannya? Tapi dimana dia? Kita semua bingung mencari tuksedo itu dan dia malah belum terlihat..”

gerutu Sooyoung yang disetujui oleh Yuri..

“Mommy pasti bersama daddy, aunty.. Daddy juga tidak terlihat kan..”

Celetukan Hana kemudian ditanggapi serius oleh Sooyoung.

“Oh, kau benar Hana ya.. Biar aunty yang akan menemukan mereka”

Sooyoung lantas menyerahkan kereta bayi Nayoung pada Changmin, dan memintanya agar memindahkan Nayoung darisana.

Dan yang kemudian dilakukannya adalah, keluar dari dalam kamar Yuri untuk selanjutnya menuju kamar Siwon dan Yoona. Kamar mereka berada satu lantai diatas kamar Yuri, maka kemudian Sooyoung menaiki lift untuk mencapainya.

Tiba didepan pintu kamar itu, Sooyoung dengan segera mengetuknya.

“Room service..”

Ketuknya sekali lagi..

“Room service..!”

ketukannya pada pintu itu makin kuat..

“Room service..!!”

Ulangnya sekali lagi, dengan tangannya yang kemudian melakukan gedoran dengan tidak sabar.

“Kami tidak memanggil layanan kamar, pergilah..!!”

Suara yang terdengar dari dalam,
itu suara Oppa nya.
Dan kami..?
Bila baru saja dia menyebutkan ‘kami’ Sudah pasti Oppa nya itu tidak sedang sendirian.

“Yakk.. Keluar kalian!! Oppa.. Yoona..! Keluar kalian..!”

Sooyoung menggedor-gedor pintu kamar itu, hingga tak lama terdengar suara kuncian pintu yang terbuka. Dan lantas memperlihatkan Yoona, yang terburu merapikan rambutnya.

“Oh, Sooyoungie.. ada apa?”

Sooyoung tidak langsung menjawab dan malah meneliti tampilan Yoona yang saat itu berdiri dihadapannya.

Rambutnya tidak serapi saat ia melihatnya sebelumnya..
Begitupun dengan pakaian yang dikenakannya. Tidak rapi dan malah terlihat kusut dimana-mana.

Ia lantas mendecak sambil menggeleng-gelengkan kepala pada dugaan dalam pemikirannya tentang apa yang sedang dilakukan Yoona sebelum kedatangannya menggedor pintu kamar itu.

“Ada apa, Soo? Kupikir benar-benar seseorang dari layanan kamar yang tadi menggedor-gedor pintu kamar kami?”

“Siapa yang berani mengganggu kita, sayang..?”

Sooyoung langsung memutar mata saat melihat Siwon muncul dengan bertelanjang dada, dan hanya mengenakan celana panjangnya. Berada dibelakang Yoona dan kemudian justru melingkarkan lengannya, untuk mendekap tubuh Yoona dari belakang. Seolah sengaja melakukan itu didepannya.

“Kalian benar-benar sedang.. Astaga..”

Sooyoung kembali mendecakkan lidahnya.

“Aku seharusnya tidak perlu terkejut. Aku sudah terpikir mengenai ini sebelumnya..”

Sooyoung mendesah..

“Kau Sooyoungie.. Aku juga sudah tau jika kau memang belum berubah. Selalu saja datang dan mengganggu kesenanganku.. Hanya ada dua nama yang selalu melakukan itu. Jika bukan Hana, sudah pasti itu adalah kau..”

Yoona menyikut dengan sikunya saat mendengar Siwon mengatakannya..

“Itu memang benar sayang, Sooyoung memang sering melakukan itu..”

“Kenapa kalian bisa melakukannya disaat genting seperti ini?”

“Wae? Kau jelas tidak bisa menyalahkan kami. Tiga hari aku berada di Jepang dan tak bertemu dengan Yoona. Aku bahkan baru kembali satu jam sebelum penerbangan kemari..”

“Kalau begitu kau seharusnya memanfaatkan waktu untuk tidur, oppa..”

Siwon justru tertawa..

” Kau wanita dewasa yang sudah memiliki suami. Kau tentu mengerti dengan yang namanya kebutuhan.. Dan terutama hormon kehamilan Yoona..”

“Oh Tuhan, Siwon.. Diamlah..”

Yoona menyela perdebatan tak lazim yang terjadi diantara keduanya.

“Terserah, Aku tidak perduli Oppa.. sebelumnya kalian sedang bercumbu atau bercinta sekalipun. Yang pasti aku tidak akan membiarkan kalian meneruskannya. Keadaan dibawah gawat, pernikahan Sica dan pengacara Lee terancam batal hanya karna tuksedo itu hilang..”

Mendengarnya, Siwon kemudian melepaskan tubuh Yoona dari dekapannya. Sesaat bertatapan dengannya dan sama-sama merasakan keterkejutan dan sekaligus kebingungan.

“Tunggu dulu Soo.. Apa maksudmu pernikahannya terancam batal? Coba ulangi lagi apa yang kau katakan. Kau berbicara terlalu cepat tadi..”

Pinta Siwon yang malah membuat Sooyoung kembali mendecakkan lidah, namun kemudian Ia mengulang apa yang sebelumnya dikatakannya..

“Pengacara Lee mencari tuksedo yang akan dipakai dalam prosesi pemberkatan nanti. Tapi tidak menemukannya, tidak ada yang melihat dimana tuksedo itu diletakkan. Sica marah dan menilai pengacara Lee mempermainkannya. Maka dari itu aku mencari Yoona untuk menanyakannya..”

“Tapi tidak mungkin terjadi seperti itu, Soo. Sebelum penerbangan tadi, aku sendiri yang sudah memeriksa semuanya. Gaun pengantin Sica dan tuksedo milik pengacara Lee, jelas sudah dibawa. Tidak mungkin hilang, pasti ada yang menyimpannya”

“Aku justru mengira kau yang menyimpannya..”

“Tidak, saat turun dari pesawat kau lihat tadi aku memegangi Hana kan?”

Sooyoung mengangguk..

“Jadi bagaimana sekarang? Kita tidak mungkin membiarkan pernikahan ini batal..”

“Tidak.. Tidak akan seperti itu. Biar aku yang memeriksanya dan menanyakan hal ini pada karyawanku..”

Yoona menggelung rambutnya asal, kemudian menoleh pada Siwon..

“Aku akan menemanimu..”

Ucap Siwon kemudian menjawab tatapan mata dari Yoona..

“Demi Tuhan oppa, berpakaianlah dulu dengan layak. Kau ingin semua orang tau jika kau baru saja bercinta dengan istrimu..”

Siwon menahan tawa mendengarnya. Sementara Sooyoung mendengus, tangannya kemudian menarik pergelangan tangan Yoona agar ikut dengannya.

“Sebaiknya, Ayo Yoong.. Sebelum semuanya bertambah kacau..”

“ne..”

“Aku akan menyusul kalian nanti..”

Ucap Siwon lagi..

“Terserah, tapi awas saja jika kau tidak berpakaian, oppa..”

Ancam Sooyoung dengan tatapan jengkel dimatanya, kemudian ia menarik Yoona kearah lift, membawanya turun kelantai dibawahnya, tepatnya dikamar Yuri dimana sebelumnya mereka berada disana, termasuk Donghae yang sampai saat itu juga masih berada disana.

“Pengacara Lee, maaf tapi bagaimana tuksedo-mu bisa hilang..?”

Mendengar suara Yoona dikamar itu, seketika membuat Junseo beralih dari beberapa mainan dan terutama sebuah bola yang sedari tadi ditendangnya kesana-kemari. Bocah itu berseru memanggil Yoona untuk kemudian mengulurkan kedua tangan kecilnya, sebagai isarat agar Yoona meraih kedalam gendongannya.

“Umma.. Umma..”

“Jun ah, Jun bermain lagi bersama noona sebentar ya.. Umma disini..”

Junseo mengangguk-angguk dan kembali asik dengan mainannya yang beberapa sudah berserakan diatas tempat tidur maupun dilantai kamar Yuri itu.

Donghae yang sejak beberapa saat yang lalu hanya bisa tertunduk sambil mengusap-usap wajahnya, bingung bercampur cemas. Kemudian langsung mendongak untuk menanggapi pertanyaan dari Yoona yang ternyata sudah berada tak jauh dari hadapannya.

“Oh, Yoona ssi.. Aku tak tau. Aku tidak menemukannya dikamar ku..”

“Tapi aku jelas telah mempersiapkan itu sebelum penerbangan tadi. Aku memastikan semua telah kita bawa..”

Donghae menggeleng sambil menarik rambutnya..

“Aku tak tau..”

“Bagaimana jika kau memakai jas-ku saja, pengacara Lee?”

Siwon menampakkan dirinya disana..

“Aku juga menyarankan hal seperti itu tadi..”

Changmin mengungkapkan..

“Terimakasih Tn.Harry, tapi Jessica.. Dia pasti tidak menginginkan aku melakukannya. Dia sudah mengatakan ingin pernikahan yang sempurna.. Dan kesempurnaan itu juga jelas termasuk dalam tuksedo yang seharusnya ku kenakan..”

Yoona lantas meminta bantuan Siwon untuk memanggil karyawan butiknya, dan ia yang kemudian mempertanyakan langsung pada mereka mengenai keberadaan tuksedo itu.

“Aneh kan bila tuksedo itu menghilang.. Dimana kalian meletakkannya saat berada dipesawat?”

Seorang karyawan wanita yang sebelumnya menunduk dan tak berani menatap pada Yoona, kemudian dengan sedikit keberaniannya ia membuka suara.

“Kami meletakkannya bersama dengan gaun pengantin nona Jessica, Nyonya..”

“Lalu, mengapa gaun Sica ada sementara tuksedo itu tidak..”

“Itu.. Itu karna pada saat saya membawanya untuk turun dari pesawat tadi, Tn.Lee meminta itu dari saya..”

sang pelayan tadi kemudian menceritakan kronologi kejadiaannya, dimana pada saat ia membawa setelan tuksedo itu, ia berpapasan dengan Donghae, dan Donghae mempertanyakan apa yang dibawanya. Mengetahui itu, Donghae lantas meminta untuk membawa sendiri setelan pakaiaan pengantinnya.

Sampai disitu, Donghae kemudian mengingat dimana keberadaan tuksedonya.

“Oh Tuhan Ku.. Bodoh, benar-benar bodoh.. Aku telah mengacaukannya..”

Donghae kian terlihat frustasi, hingga membuat Siwon kemudian mendekatinya. Menepuk bahunya untuk memberi dukungan..

“Aku melupakan tuksedo itu saat dikamar mandi.. Itu berarti aku meninggalkan tuksedo ku dipesawat..”

“Apa??”

koor dari semua yang berada disana, yang jelas terkejut dengan apa yang didengarnya dari Donghae yang kini bertampang penuh penyesalan. Mengapa ia baru menyadari kebodohannya..

“Maafkan aku Yoona ssi, ini jelas kesalahanku dan bukan salah dari karyawanmu.. Aku lah yang mengacau. Aku tidak seharusnya mencampuri pekerjaan mereka..”

“Kau yakin meninggalkan tuksedo-mu dipesawat?”

Tanya Yoona kemudian, yang langsung ditanggapi dengan anggukan lemah dari Donghae.

“Saat sebelum turun dari pesawat, entahlah tapi aku merasa gugup, aku merasa wajahku, juga tanganku yang terus berkeringat. Karna itu aku memutuskan untuk mengambil beberapa saat dikamar mandi. Tapi aku justru meninggalkan tuksedo itu disana.. Ya Tuhan.. Bagaimana ini?”

Mereka bertukar pandang satu sama lain, mencari solusi untuk memecahkan masalah itu.

“tenanglah pengacara Lee, Aku akan mencari tau apakah pesawat yang kita gunakan tadi telah melakukan penerbangan lagi? Jika belum kita hanya perlu mengambilnya dilandasan..”

Changmin kemudian menggunakan ponselnya untuk menghubungi seseorang. Beberapa saat melakukan pembicaraan, bahkan sebelum ia menutup ponselnya mereka telah dapat menduga jika pesawat itu sudah tak berada lagi diatas tanah pulau jeju. Pesawat itu telah mengudara kembali ke Incheon.

Changmin menghela napas, menutup ponsel dan kemudian mengatakan..

“Akan sulit mendapatkannya, pesawat telah melakukan penerbangan..”

Apa yang dikatakan Changmin hanya semakin membuat raut sang calon mempelai pria hari itu, Donghae memucat mendengarnya.

“Fanny.. Aku akan menghubunginya.. Semoga kita bisa mendapatkan bantuan darinya”

Siwon telah merogoh saku celananya, mengeluarkan ponsel dari dalamnya, namun kemudian Sooyoung menahan pergelangan tangannya.

“wae? Kenapa harus menghubungi gadis itu?”

“Aku akan meminta bantuannya..”

“Tapi kenapa dia, oppa..!?”

Nada suara Sooyoung justru meninggi..

“Kenapa meminta bantuan padanya? Memangnya bisa apa dia selain mengacau di keluarga kita..”

“Astaga Soo.. Aku mengerti jika kau masih tak bisa memaafkannya. Tapi Fanny, kau tau dia seharusnya ikut dalam rombongan dan berada dalam penerbangan bersama dengan kita karna pengacara Lee juga mengundangnya untuk menghadiri pernikahan. Dan Fanny, diakhir-akhir waktu pemberangkatan, dia justru memutuskan untuk menggunakan penerbangan yang lain dengan alasan dia tak ingin menciptakan suasana tak nyaman karna keberadaannya..”

“Dia sudah sepantasnya melakukan itu.. Dan itu bukan salahku..”

“Tapi dia melakukan itu untukmu, untuk menjaga perasaanmu..”

“Sudahlah, Oppa.. Siapa sebenarnya yang menjadi adikmu? Aku ataukah gadis itu? Aku merasa kau cenderung berpihak padanya”

Siwon mendecak mendengarnya..

“Tidak seperti itu, Soo.. Kau mengerti bagaimana aku. Dan kupikir kau telah bisa sedikit berdamai dengan kebencianmu terhadap Fanny..”

“Terkadang aku memang menekan egoku untuk berhenti membencinya. Tapi terkadang emosiku cenderung lebih cepat naik hanya dengan mendengar seseorang menyebut namanya..”

Siwon menggeleng-gelengkan kepalanya..

“Dengar, Jika kau tak ingin acara hari ini benar-benar dibatalkan..”

Donghae dengan raut wajah serius mengarahkan tatapannya pada Siwon yang masih melakukan perdebatannya dengan Sooyoung..

“.. Saat ini Fanny mungkin satu-satunya yang bisa membantu kita, dan menyelamatkan pernikahan Jessica juga pengacara Lee.”

“Apa maksudmu, oppa?”

“Berdoa saja, Fanny dan juga Nickhun belum melakukan penerbangan mereka menuju kemari. Aku ingin memintanya untuk membawakan tuksedo pengacara Lee yang tertinggal dipesawat..”

“Sudahlah chagi-ya, biarkan Siwon menghubunginya..”

Changmin yang mendekat dan merangkul pada bahunya, akhirnya membuat Sooyoung melepaskan pergelangan tangan Siwon dan membiarkan sang oppa yang kemudian melakukan panggilan..

“Fanny-ah..”

“Oh, Harry oppa..”

“Kau dimana sekarang?”

“Aku masih berada diruang tunggu, dibandara.. Ada apa, Oppa..”

Siwon sedikit lega mendengarnya..

“Aku membutuhkan bantuanmu..”

Siwon lantas mengatakan mengenai kejadian yang terjadi disana, tentang tuksedo pengacara Lee dan mengharapkan Fanny untuk membantu mereka dengan membawakan setelan pengantin mempelai pria hari itu dalam penerbangannya..

“Ya Tuhan.. Benarkah seperti itu? Jadi apa yang harus kulakukan oppa? Dimana tuksedo itu berada sekarang, aku akan mengambilnya..”

Changmin memberikan isarat pada Siwon bahwa ia akan mengaturnya. Siwon pun kemudian memutus sambungan ponselnya dengan Fanny, setelah memintanya untuk menunggu sebentar.

“Fanny bisa membantu.. Dia masih berada diruang tunggu..”

“Syukurlah..”

ucap Yoona, tak bisa menutupi kelegaan yang dirasakannya yang juga pasti dirasakan oleh Donghae ketika mendengarnya.

“Tunggu sebentar, biarkan aku menghubungi beberapa petugas disana dan meminta mereka mengaturnya..”

Changmin kembali melakukan panggilan dan melakukan pembicaraan dengan menggunakan ponselnya. Ia meminta mereka untuk bergerak cepat begitu pesawat yang tadi disewa olehnya mendarat disana. Setelah memastikan telah membuat mereka mengerti dengan apa yang dikatakannya, Changmin lantas meminta Siwon untuk kembali menghubungi Fanny dan mengatakan pada gadis itu, jika Fanny hanya perlu menunggu disana karna nanti akan ada petugas bandara yang mengambil dan memberikan tuksedo itu kepadanya.

“Aku mengerti, oppa.. Tolong katakan pada pengacara Lee agar tidak khawatir. Aku akan datang dan membawakan tuksedo itu untuknya..”

“Aku akan melakukannya, kami menunggumu Fanny-ah..”

Siwon menutup ponsel setelahnya dan langsung mendengar decakan lidah juga tatapan dari raut wajah cemberut dari Sooyoung. Dan ia memutuskan untuk mengabaikannya. Jika Siwon menanggapi, ia tau pasti hanya akan membuat Sooyoung makin merajuk saja.

“Pengacara Lee, tak perlu khawatir lagi.. Kita akan mendapatkan tuksedo milikmu..”

Siwon tersenyum, menepuk bahu Donghae untuk menjauhkan ketegangan yang sepertinya sedang dirasakan Donghae pada saat itu.

“Terimakasih Tuan, terimakasih untuk bantuan kalian..”

“Tapi sudah pasti, kita harus menunda acara pemberkatannya.. Setidaknya sampai Fanny datang..”

“Tidak masalah jika terpaksa harus di tunda, asal jangan batal saja.. Tapi bagaimana dengan Jessica?”

Donghae masih mencemaskan akan keputusan pembatalan acara pemberkatan hari itu, yang diputus sepihak oleh Jessica lantaran kekecewaan wanita itu terhadapnya.

“Sica pasti tidak serius dengan keputusannya.. Dia menginginkan pernikahan ini dengan anda, Tuan..”

Ucap Yoona mencoba memberi penghiburan pada Donghae..

“Tapi dia terlihat sangat kecewa padaku, Yoona ssi. Dia menganggapku mempermainkannya.. Tuhan, ini memang salahku..”

Siwon kembali menepuk bahu Donghae..

“Anda hanya gugup pengacara Lee, percayalah Sica akan mengerti jika kita menjelaskan ini padanya..”

“Kalau begitu, biar Aku yang berbicara dengan Sica..”

Ucap Yoona kemudian..

“Kenapa tidak aku saja Yoona ssi?”

Donghae mencegah..

“seperti yang anda katakan pengacara Lee, Sica sedang merasa kecewa pada anda. Jika anda yang menemuinya sekarang, dia pasti hanya akan bertambah marah dan takkan mendengar penjelasan dari anda. Aku akan berbicara lebih dulu dengannya, maka anda bisa menyusul setelahnya..”

Siwon mengangguk-angguk setuju dengan usulan Yoona. Bagaimanapun Yoona, sebagai sahabat Sica pasti lebih tau dengan sifat sahabatnya. Maka kemudian, Donghae pun menyetujui untuk terlebih dulu membiarkan Yoona menemui Jessica.

Dengan begitu, Yoona lantas keluar dari dalam kamar Yuri dan langsung menuju kamar lain yang ditempati oleh Jessica.

Didepan pintu kamar itu, Ia melihat dua karyawannya beserta dengan seorang yang bertugas untuk merias Sica pada saat itu, tengah berdiri didepan pintu kamar dengan seraut wajah tegang bercampur dengan kecemasan.

“Kenapa kalian berada diluar?”

Tanya Yoona pada mereka, setelah mencapai depan pintu kamar itu..

“Oh, Nyonya.. Maaf, tapi nona Sica tak mau meneruskan persiapannya. Dia mengusir kami keluar..”

“Begitukah?”

“ne..”

“dan dimana dia sekarang?”

“Didalam, bersama dengan Ny.Lee dan ibu mertua anda..”

Yoona lantas mendorong pintu agar terbuka. Dan langsung dapat melihat pada dua wanita paruh baya, yang adalah Ibu Donghae dan juga Ibu mertuanya, sedang berusaha membujuk Sica.

Jessica yang saat itu sedang terisak-isak sambil berusaha menghapus riasan di wajahnya dengan berlembar-lembar tisu yang sudah berserakan dibawahnya.

“Astaga.. Sica-ah.. Apa yang kau lakukan?”

Yoona mendekatinya dan mengambil tisu dari tangan Jessica..

“Aku tidak akan melakukan pemberkatan. Aku membatalkannya..”

Ucapnya masih dengan isakan..

“Kau serius? Bukankah pernikahan ini adalah impianmu? Kau menginginkannya Sica, mengapa kau justru membatalkannya..”

“Tapi dia tak serius denganku, Yoona.. Dia tak serius. Dia mempermainkanku.. Donghae mengira karna aku begitu menginginkannya maka dia bisa melakukan sesuka hatinya. Tidak.. Aku tidak akan membiarkannya..”

Jessica kembali mengambil beberapa lembar tissu, yang kemudian dipergunakannya untuk menyeka airmatanya.

“Putraku tidak seperti itu, Sica-ah.. Dia sama sepertimu, Donghae juga menginginkan pernikahan itu denganmu..”

Sica menggelengkan kepalanya terhadap apa yang tadi dikatakan Ny.Lee padanya..

“Tidak omonim.. Maafkan aku, aku mungkin memang tidak berjodoh dengannya..”

Yoona menghembuskan napasnya sesaat sebelum kemudian meraih tangan Jessica dan menggenggamnya.

“Dengarkan aku.. Pengacara Lee sama sekali tidak bermaksud mempermainkanmu. Dia gugup.. Itulah alasan mengapa dia melupakan tuksedonya dipesawat..”

“Apa?”

Sica melebarkan mata mendengarnya, apalagi setelah Yoona menceritakan jika pesawat yang tadi membawa mereka ke pulau itu, telah kembali melakukan penerbangan. Namun kemudian Ia juga mengatakan jika untunglah Fanny bisa membantu dengan membawakan setelan itu lagi, meski terpaksa acara pemberkatan tak akan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. Pemberkatan haruslah diundur setidaknya  menunggu sampai Fanny datang.

“Dasar bodoh.. Bagaimana pria seperti itu bisa menjadi seorang pengacara..”

Kesal Jessica kemudian, sambil meremas tisu ditangannya..

“Aku memang bodoh, Sica-ah.. Mianhae..”

Berdiri disana, diambang pintu kamar itu, Donghae terlihat memandang penuh harap pada Jessica. Kemudian melangkahkan kakinya dengan perlahan.

Yoona beralih untuk memberi ruang pada Donghae, begitupun dengan Ibu Donghae dan juga Ny.Choi. Mereka sedikit menyingkir dari sisi Sica, meski tidak meninggalkan kamar itu..

“Mianhae.. Aku merasa gugup hingga melakukan kesalahan. Aku benar-benar minta maaf padamu..”

Sica hanya diam sambil terus menatap pada Donghae yang kemudian meraih kedua tangannya, menggenggamnya dan dengan tanpa diduga olehnya, Donghae menekuk kedua lututnya, berlutut dihadapannya.

“Donghae ssi..”

“Jangan membatalkan pernikahan kita, please..”

Airmata Sica menetes mendengarnya..

“Sekali lagi, aku akan melamarmu.. Menikahlah denganku, Jessica.. Menikahlah dengan pria bodoh ini yang begitu mencintaimu. Maaf, jika selama ini aku terkesan membiarkanmu yang terlihat sangat menginginkan pernikahan ini. Tapi aku juga sangat menginginkanmu Sica-ah.. Aku ingin menikahimu dan hidup denganmu.. Kumohon, menikahlah denganku..”

Jessica tidak dapat berkata apa-apa, airmatanya justru kian deras membasahi wajahnya ketika mendengar pengakuan dari Donghae dan menyaksikan ketulusan dimata pria itu saat mengatakannya. Sica kemudian mengangguk, Membuat Donghae tersenyum dan lantas mengecup punggung tangannya. Ia juga kemudian berdiri dan memeluk erat tubuh Sica..

“Aku mencintaimu.. Aku mencintaimu sayang.. Kaulah takdir ku, Sica ah..”

Sica hanya mengangguk, airmata keharuan masih saja menetes kala mendengarnya. Kebahagian itu yang begitu besar dirasakan olehnya meluap seakan tak tertampung lagi didalam hatinya..

“Yeahh.. Congratulations..”

Entah sejak kapan, yang pasti didalam kamar Sica saat itu telah ramai oleh tepukan tangan para sahabat-sahabatnya..

“Aunty..! Aunty Sica jadi menikah kan? Aunty tidak membatalkan pernikahan kan?”

Hana menerobos kumpulan orang dewasa didepannya dan langsung menuju pada Jessica yang baru saja melepaskan pelukan Donghae ditubuhnya.

“Aunty jadi menikah kan?”

“hmm..”

Jessica mengerutkan dahinya seolah-olah sedang berpikir..

“Ayolah aunty, katakan pada Hana jika aunty akan menikah.. Bagaimana dengan Hana jika aunty membatalkan pernikahannya..? Lihatlah, Hana sudah selesai bersiap. Hana siap menjadi pengiring pengantin..”

Hana berputar didepan Sica, menunjukkan gaunnya yang mengembang, terlihat indah..

“Aigoo, Hana ya.. Bagaimana bisa kau lebih cantik dariku. Kau tidak boleh seperti ini.. Kau tidak boleh lebih cantik dari mempelai wanita..”

Hana terkikik mendengarnya..

“Jadi aunty akan menikah kan?”

Sica mengangguk dan tersenyum..

“Yess..! Hana akan jadi pengiring pengantin lagi.. Thank you aunty Sica..”

“Thank you sayang.. Sekarang biarkan aku bersiap dan menjadi cantik sepertimu..”

“Okey..”

Jessica lantas meminta mereka semua yang pada saat itu berada didalam kamarnya untuk keluar dan meninggalkannya, sementara ia kembali melakukan persiapan dengan memanggil kembali perias yang berada diluar kamarnya.

Hanya ibu Donghae, Ny.Choi dan juga Yoona yang tetap berada disana untuk membantunya.

***

Yoona baru keluar dari kamar Jessica dan meninggalkannya ketika Sica memintanya untuk bersiap. Ia sedikit merasa malu, memerah diwajahnya saat Sica mengomentari tampilannya.

Setelah kembali menutup pintu kamar itu, Yoona lantas kembali menuju kamar Yuri. Didalamnya kini hanya tinggal Yuri bersama dengan Yunho dan juga Hana. Yuri sedang mengepas gaun ditubuhnya, sementara Yunho dan Hana memberikan penilaian.

“Kau sudah cantik dengan itu, sayang..”

“ne, imo.. Perut imo yang seperti itu membuat imo terlihat lucu..”

“Jangan mengatakan jika imo gendut, Hana ya..”

“Tidak.. Hana tidak mengatakan seperti itu. Hana mengatakan Yuri imo lucu.. Iya kan Shamcun?”
Yunho mengangguk menyetujui..

“Imo lucu seperti badut..”

“Yakk.. Hana ya..”

Yunho dan juga Hana kemudian tertawa saat melihat Yuri yang kemudian memberengut kearahnya. Dan membuat Yoona menarik senyum dibibirnya kala melihatnya.

Hana..
Sejak mereka tiba disana tadi, putrinya itu memang justru terlihat lebih sering bersama dengan Yuri, meski biasanya Hana akan terus mengekori Sooyoung dan Nayoung..

“Hana ya..”

Hana menoleh dan mendapati Yoona yang telah berdiri diambang pintu.

“Oh, mommy..”

“Bagaimana dengan Sica, Yoong?”

tanya Yuri kemudian..

“Dia masih melakukan riasan ulang, aku meninggalkannya untuk melihat Junseo. Dimana adikmu, Hana-ya?”

“emm.. Junseo bersama daddy, mom..”

“Baiklah, mommy akan mencari mereka.. Kau akan ikut dengan mommy?”

Hana menggeleng..

“Hana ingin bersama Yuri imo.. Imo bilang tidak lama lagi imo akan melahirkan adik bayi.. Hana ingin menjadi yang pertama melihatnya..”

Yuri dan Yunho tertawa mendengarnya, sementara Yoona menggeleng-gelengkan kepala merasa geli dengan apa yang kemungkinan sedang berada dalam pikiran putrinya.

Jadi, karna itukah Hana-nya terus mengikuti Yuri sejak tadi..?

Astaga..

“Aigoo.. Jangan bilang kau ingin agar aku melahirkan bayi ini sekarang Hana ya..? Imo tidak ingin melahirkan hari ini.. Bagaimana dengan pernikahan Sica nanti.. Tidak, Tidak.. Sebaiknya tidak hari ini.. Kau dengar sayang.. Meski aku juga sudah tidak sabar untuk melihatmu, tapi sebaiknya kita bersabar menunggu setidaknya sampai acara hari ini selesai.. arraso..”

ucap Yuri sambil mengusap-usapkan tangan diatas perutnya, sedikit berkomunikasi dengan bayi yang masih berada didalam kandungannya.

Yoona lantas meninggalkan Hana, membiarkannya untuk terus bercengkrama didalam kamar itu. Sementara dirinya kemudian menuju kekamarnya..

“Yeobo-ya.. Jun ah..”

Membuka pintu kamar dengan disertai panggilan untuk keduanya, Yoona tak mendapat sahutan melainkan langsung mendengar suara gelak tawa ringan dari Junseo. Segera ia mengetahui jika sumber suara sang putra kecilnya berasal dari arah kamar mandi.

Melangkahkan kakinya mendekat kedepan pintu kamar mandi, Ia lantas mengulurkan tangan untuk membukanya. Apa yang kemudian dilihatnya, membuat Yoona sesaat melebarkan mata, sebelum kemudian hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala pada apa yang sedang dilakukan Siwon bersama dengan Junseo.

Keduanya sedang asik berada didalam bathtub, merendam tubuh didalamnya bersama dengan beberapa mainan Junseo yang ikut dibawa kedalamnya..

“Astaga yeobo.. Apa yang sedang kau lakukan?”

Yoona tak lagi hanya memperhatikan mereka dari ambang pintu, ia melangkah masuk, sampai kemudian berdiri disamping bathtub itu.

“Oh, sayang.. Jun berkeringat jadi aku berinisiatif memandikannya..”
Siwon tersenyum dan hanya menatapnya sekilas, sebelum kembali membuat Junseo tertawa ketika ia menyipratkan air kewajahnya.

Yoona mendecak..
Meski semestinya ia tak perlu heran dengan kelakuan Siwon yang seperti ini. Dirumah mereka, Siwon memang kerap kali melakukan hal demikian bersama dengan Junseo. Dengan alasan memandikan putra kecilnya, Siwon justru membuat Junseo betah berlama-lama didalam kamar mandi dengan mainan-mainannya yang ikut dimandikan. Yang kadang membuatnya sedikit merasa kesal pada Siwon karna Junseo menjadi susah untuk dibujuk mandi bersamanya. Junseo menolaknya dan mengatakan ingin mandi bersama daddy nya.

“Hentikan yeobo.. Sudah berapa lama kalian berendam seperti ini? Kita sudah harus bersiap.. Jun ah, ayo..”

“nanti.. Umma, nanti.. Jun masih bermain.. daddy..”

“Jun sudah memandikan mobil-mobil nya?”

Junseo mengangguk, sambil tangan kecilnya mengangkat mainan mobil-mobilan yang berada diatas air disekitarnya.

“sudah memandikan bola nya?”

Junseo kembali mengangguk..

“Baiklah, sudah waktunya kau keluar sayang..”

Yoona kemudian mengangkat tubuh Junseo dari dalam bathtub dan membuat bocah kecilnya itu menjerit menolak..

“Daddy.. Daddy..!! Umma Jun mau daddy..”

Masih dengan menggendong Junseo yang merengek, Yoona lantas mengambil handuk yang kemudian dipergunakannya untuk membungkus tubuh Junseo yang basah dan telah membasahi pakaian yang dikenakannya.

“Umma.. Turun.. Daddy!!”

“nanti kita lanjutkan Jun ah.. Sekarang menurutlah pada umma..”

Ucap Siwon kemudian sambil keluar dari dalam bathtub, begitu mendengar suara tangis Junseo ketika Yoona telah benar-benar menggendongnya keluar dari dalam kamar mandi.

Namun tangisan Junseo tak berlangsung lama, Yoona telah dengan cepat dapat kembali mendiamkannya. Dan kemudian memakaikan setelan khusus yang telah dipersiapkannya untuk dikenakan putra kecilnya dalam menghadiri pemberkatan pernikahan Jessica nanti..

“Nahh.. Putra umma tampan sekali..”

Junseo tersenyum malu-malu setelah Yoona berhasil memasangkan dasi kupu-kupu kecil yang melengkapi penampilan formal yang diciptakannya. Dan berharap Junseo tidak akan kepanasan dengan apa yang dikenakannya, meski ia telah memilih bahan yang nyaman dan selama ini putranya itu memang selalu menjadi anak penurut dengan tidak mengacau pada pakaian yang dikenakannya.

“Jun-ah.. Suka tidak? Umma membuatnya khusus untuk putra umma yang tampan ini..”

Junseo mengangguk, kemudian mencium pada pipi Yoona.

“Umma.. Buka pintu.. Keluar, Jun ingin bersama nu-na..”

“Aigoo.. Jun sudah tidak sabar mendengar komentar Hana noona?”

Junseo mengangguk-angguk dengan binar dikedua matanya..

“Tunggu daddy dan umma bersiap dulu, okey.. Nanti kita keluar bersama-sama. Jun boleh bermain sebentar..”

Junseo mengangguk dan lantas mendekati mainan-mainannya yang beberapa masih tersisa, tergeletak tak jauh dari samping tempat tidur.

Sementara kemudian, Yoona langsung bergerak menanggalkan pakaiannya yang telah basah, membuka lemari dan mengambil sebuah gaun yang telah dipersiapkannya..

“Yeobo.. Kau belum selesai?”

Tak terdengar lagi suara gemericik air dari shower, saat kemudian Siwon memberikan jawaban..

“Sebentar lagi, wae?”

“Aniyo, cepatlah..”

Melihat waktu pada saat itu, dan juga Siwon yang masih belum selesai berada didalam kamar mandi, Yoona memutuskan untuk tidak perlu mandi lagi dan lebih baik untuk langsung memulai bersiap.

Melihat pada Junseo yang tengah asik dengan mainannya, Yoona kemudian melepas dan mengganti pakaian dalamnya agar sesuai dengan gaunnya yang berwarna ungu muda.

“Perlu bantuan..?”

Menoleh, Yoona mendapati Siwon yang baru keluar dari dalam kamar mandi dan telah mengarahkan tatapan padanya yang masih hanya berbalut pakaian dalam saja.

“aniyo.. Aku hanya perlu memakai gaun ku saja..”

Ucap Yoona berusaha mengacuhkan seringai yang ditunjukkan Siwon diwajahnya..

“gaunmu yang seperti apa?”

Yoona memutar mata mengetahui Siwon mengambil langkah untuk mendekatinya, bukan justru kearah lemari dan mengambil setelan yang harus dikenakannya.

“Biasanya kau selalu membutuhkan bantuanku bila itu berhubungan dengan resleting pada bagian belakang gaunmu..”

“Sayangnya, untuk kali ini aku tidak memakaikan resleting pada gaunku..”

Sebelum Siwon mencapainya, Yoona lebih dulu berusaha memakai gaunnya, namun hanya dengan satu sentakan tangannya, nyatanya Siwon telah berhasil mendapatkannya dengan merengkuh tubuhnya kedalam pelukan..

“Yakk.. Siwon..!”

Yoona sedikit menjerit dan menarik perhatian Junseo untuk beralih dari mainannya dan kemudian menoleh, melihat pada apa yang terjadi yang membuat sang umma menjerit tadi.

“Umma.. Daddy..”

Mata kecilnya jelas masih tak dapat benar-benar memahami pada apa yang terjadi dengan orang tuanya. Hanya dengan melihat mereka masih berada disekitarnya, mungkin yang membuat Junseo tak nampak risau dan justru tersenyum, sebelum kemudian kembali menggeluti mainannya..

“Jangan macam-macam yeobo, kau tak lihat ada Jun bersama kita..”

“sepertinya Jun tidak akan peduli.. Lihatlah, dia sedang sibuk dengan mainannya..”

Yoona dengan cepat mendorong dada Siwon menjauh, setelah ia mulai merasakan sebuah kecupan dibahunya yang terbuka dan sebelum Siwon berhasil menyerang lehernya.

“Ishh.. Cepatlah berpakaian..”

Membiarkan Siwon memasang wajah memberengut, Yoona meneruskan memakai gaunnya sementara Siwon kemudian juga mengenakan setelan yang diambilnya dari dalam lemari.

“Yeobo..”

“hm..”

“bagaimana? Apa Fanny sudah memberi kabar?”

Yoona menanyakan disela-sela ia me-make-up wajahnya. Siwon lantas menggapai ponselnya dan tidak mendapati panggilan atau pesan masuk dari Fanny maupun Nickhun.

“belum.. Seharusnya mereka telah mendarat, mungkin sedang dalam perjalanan kemari..”

Setelah memutuskan untuk tidak terlalu banyak memakai kosmetik, Yoona menyelesaikan merias wajahnya dan kemudian mendekat pada Siwon. Ia membantunya yang sedang mengancingkan beberapa kancing kemeja yang belum terpasang dan merapikan pada bagian mansetnya.

“Kau selalu secantik dan semenarik ini, sayang.. Kau membuatku terpesona..”

Yoona memutar mata saat mendongak dan menatap, menemukan senyum diwajah suaminya..

“Aku mulai bertambah berat badan.. kau tak tau itu..?”

“Tidak masalah dengan beberapa bagian tubuhmu yang lebih berisi, Aku menyukainya.. kau justru semakin seksi..”

“Ck! Jangan mulai dengan bualan mu Siwon..”

“Oh, aku tak pernah membual sayang.. Aku serius. Hanya kau wanita hamil paling cantik saat ini, dan kau adalah istriku.. Jun ah, kau setuju jika umma sangat cantik kan?”

Siwon dan Yoona kemudian sama-sama mengarahkan tatapan mereka pada Junseo yang sepertinya tak sedang mendengarkan karna justru bocah kecil itu tak bergeming dari mainannya.

“Ya ya yaa.. Junseo-ya.. Kau tidak mendengar daddy..!”

Junseo kemudian baru menoleh..

“Daddy..”

“Kemarilah boy..”

Beranjak dari mainan dihadapannya, Junseo kemudian berjalan menghampiri sang daddy yang memanggilnya..

“Bagaimana menurutmu.. Apa umma sangat cantik sekarang?”

“emm.. Umma yeppuda..”

angguk Junseo menyetujui, menyertai kalimat pujian yang dilontarkannya untuk sang umma.

“Kau dengar kan sayang, Jun sependapat denganku.. Kau cantik dan itu bukan hanya sekedar bualan..”

“Baiklah, terimakasih untuk pujiannya.. Aku harus membiasakan diri memiliki dua pria pembual disekitarku..”

Ucap Yoona disertai dengan senyum diwajahnya yang merona..

“Kau tau, kami bukan jenis pria pembual, tapi kami pria yang akan selalu memuja-mu.. Bukankah begitu Jun ah..?”

Jun hanya mengangguk-anggukkan kepala, sesungguhnya belum dapat mencerna dengan benar apa yang tadi dikatakan oleh sang daddy yang meminta persetujuan darinya.

“Oh Astaga.. Hentikan yeobo.. Akan seperti apalagi kau memerahkan wajahku..”

“Aku suka melihatnya..”

Siwon lantas tidak melewatkan kesempatan untuk kemudian memberikan kecupan dibibir Yoona, membuat Junseo kemudian menarik-narik gaun yang dikenakan Yoona.

“Umma cium.. Jun ingin mencium umma.. Seperti daddy.. Seperti daddy.. Umma..!”

Siwon tergelak, ia yang kemudian mengangkat tubuh kecil Junseo agar sejajar dengan tinggi tubuh Yoona dan membiarkannya yang kemudian memberikan ciuman dibibir sang umma..

“muachh..”

“Oh, Manis sekali putra umma..”

Yoona memegang wajah Junseo dengan kedua tangannya, lalu kemudian balas memberikan ciuman dibibirnya.

“Ayo, kita keluar sekarang..”

Begitu keluar dari kamar mereka dan turun kelantai dibawahnya, Yoona langsung mengecek pada Donghae yang ternyata baru saja menerima tuksedo miliknya yang dibawakan oleh Fanny dan juga Nickhun yang baru saja tiba disana.

“Terimakasih atas bantuan anda nona Fanny”

“Kau lah yang sudah banyak membantuku pengacara Lee..”

“Jika tidak keberatan aku akan meninggalkan kalian semua untuk bersiap.. Aku ingin segera menikahi pengantinku..”

Donghae berucap dengan penuh tekad dikedua matanya, membuat mereka yang berada disana tersenyum ikut merasakan kebahagiaan yang sedang dirasakan olehnya dan terutama oleh Jessica, sahabat mereka.

“Anda dipersilahkan untuk bersiap pengacara Lee..”

Ucap Siwon kemudian sambil menepuk pada bahu pria itu..

“saya akan melakukannya, Tn.Harry..”

“Bolehkah aku membantumu bersiap, pengacara Lee?”

Tawaran yang diucapkan Fanny sesaat membuat Donghae berkerut dahi, namun kemudian menanggapinya dengan senyuman..

“Suatu kehormatan bagi saya jika anda mau melakukannya, nona..”

Fanny tersenyum dan lantas mendekat kesisi Donghae untuk kemudian merangkul lengannya..

“Seharusnya kau bisa menjaga sikapmu.. Kau akan membuat mempelai wanita hari ini, Jessica salah paham bila melihat tingkah manja mu terhadap calon suaminya. Sangat tidak pantas..”

Ucapan Sooyoung yang begitu tiba-tiba, dan diucapkannya ketika Ia mendorong kereta bayi Nayoung untuk beralih dari sana, langsung membuat Fanny melepaskan rangkulannya pada lengan Donghae.
Ia menunduk sambil menggumam..

“maaf, aku tak bermaksud seperti itu..”

Namun apa yang diucapkan Fanny sama sekali tak mendapat tanggapan dari Sooyoung yang tetap meneruskan langkahnya untuk meninggalkan mereka semua yang berada disana. Namun ucapan Nickhun lah yang kemudian meski hanya sesaat dapat menghentikannya..

“Aku akan bersamanya agar tak menimbulkan kecurigaan nantinya..”

“Ya.. kau memang sebaiknya mengawasinya. Aku hanya tak mau ada lagi yang terlukai oleh karna ulahnya..”

Siwon hanya bisa menghela napasnya sambil menggelengkan kepala, heran atas sikap Sooyoung saat itu..

Begitu Nickhun meraih tangan Fanny untuk kemudian mengikuti Donghae menuju kamarnya, Yoona bersama dengan Yuri kemudian mengatakan akan melihat apakah Jessica telah selesai bersiap..

Menuju kekamar Jessica, keduanya melihat Sooyoung yang ternyata telah berada disana. Jessica pun telah duduk manis sambil sesekali senyum terkembang diwajahnya.
Melihat Yoona dan Yuri yang masuk kedalam kamar itu, Ny.Lee dan lantas Ny.Choi yang masih berada disana kemudian mengatakan akan memberi kesempatan untuk mereka yang telah sekian lama saling bersahabat itu jika ingin saling berbicara. Dengan terlebih dulu mengambil alih kereta bayi Nayoung dari tangan Sooyoung, Ny.Choi dan ibu Donghae kemudian keluar meninggalkan mereka..

Sepeninggal dua wanita paruh baya itu, keempatnya saling melempar senyum hingga tawa meski belum ada satupun yang membuka percakapan. Uforia akan melepas Jessica melangkah menuju mahligai pernikahan adalah yang menjadi sumber membuncahnya aura kebahagiaan
yang mengitari mereka saat itu..

“Terimakasih untuk kalian yang selalu mendukungku sampai sekarang.. Aku benar-benar berterimakasih memiliki kalian disisiku. Apa jadinya aku bila tak bertemu dengan kalian.. Jeongmal gomawoyo..”

Jessica berucap sambil menyusut airmata yang tanpa dapat ia kendalikan menetes jatuh dari sudut matanya dan turun membasahi wajahnya yang telah di-make-up..

“Aigoo.. Aigoo.. Kenapa justru menangis lagi..?”

Yuri buru-buru menarik selembar tisu dari kotak yang tak jauh darinya kemudian mengusapkannya kewajah Jessica secara perlahan agar tidak merusak riasannya.

“Apa lagi yang membuatmu menangis? Kau seharusnya terus mempertahankan senyum diwajahmu..”

Sica tersenyum namun airmata itu masih saja menetes dari sudut matanya..

“tentu saja Aku bahagia, Yuri.. Aku bahagia.. Gomawo..”

Ia memeluk, yang lantas dibalas Yuri dengan pelukan erat meski harus sedikit terganjal oleh perutnya yang membesar..

“Tapi jangan menangis.. Kau bisa merusak riasanmu dan kita akan memerlukan waktu lagi untuk memperbaikinya..”

Sica mengangguk ketika kemudian Yuri melepaskan pelukannya, berganti kemudian Sooyoung yang memeluknya..

“Aku turut bahagia untukmu, Sica.. Aku turut bahagia..”

“Aku tau, Soo.. Terimakasih banyak..”

Selanjutnya, giliran Yoona yang memberikan pelukan untuknya..

“Akhirnya, Sica..”

“Akhirnya, Yoong..”

Keduanya sama-sama tersenyum..

“Senang bisa menemanimu melangkah sampai sejauh ini.. Menuju kehidupan baru yang akan kau jalani..”

“Terimakasih untuk selalu menjadi teman yang baik, Yoona.. Terimakasih telah membantuku..”

“Aku lah yang berterimakasih padamu, Sica.. Kau yang telah begitu banyak membantuku. Ketika aku terpuruk dan kemudian bertemu denganmu di Paris kala itu.. Aku masih sangat ingat Kau yang kemudian banyak memberikan masukan dan menghadirkan keceriaan kehadapanku.. Terimakasih, kau memiliki andil besar dalam perjalanan hidup rumah tanggaku dan Siwon. Kau selalu ada tak cuma disaat aku mereguk bahagia.. Tapi kau juga ada dimasa penuh ujian dalam keluargaku. Kau juga aunty yang penuh cinta dan kasih pada Hana dan Junseo. Terimakasih untuk semua itu.. Aku sangat bahagia sekarang. Sudah saatnya kau merasakan kebahagiaan yang lengkap seperti yang kami rasakan.. Kau wanita yang sangat baik, kau layak mendapatkannya..”

Apa yang Yoona katakan begitu dalam menyentuh sanubarinya, meski telah dilarang agar tidak menangis, tetap saja Sica merasakan keharuan menyeruak atas kasih sayang yang ditunjukkan para sahabat-sahabat wanitanya yang saat itu ditunjukkan padanya.

Sooyoung lantas mengajak Yuri untuk berpeluk bersama Yoona dan Sica dan langsung membuat tawa mereka sekali lagi pecah..

“Kau tak lupa memakai lingerie seperti yang kami sarankan kan..?”

Celetuk Sooyong yang lantas ditanggapi dengan wajah memberengut dari Jessica..

“Kalian membuatku malu karna itu..”

“Oh, wae?”

Tanya ketiganya kompak..

“Donghae sudah melihatku memakai itu..”

“Apa..? Jadi kau sudah menanggalkan pakaianmu dihadapannya..?”

Apa yang diucapkan Sooyoung yang seolah dengan tanpa berpikir, membuat Jessica memelototinya..

“Yakk..! Tidak seperti itu.. Tapi, begitulah.. Intinya dia sudah melihatku tadi, dan itu membuatku malu. Pasti itu mengesankan aku tipikal wanita agresif.. Bukan hanya mengenai pernikahan ini tapi juga pada malam pertama kami nanti..”

Ketiganya justru terkikik mendengarnya membuat Sica hanya semakin memberengut pada mereka..

“agresif yang dilakukan dengan sang suami tidak akan jadi masalah, Sica.. Santai saja..”

“Kau dengar apa yang baru Yoona katakan, itulah mengapa dia mengandung anak ketiga nya sekarang. Dia tipikal istri agresif saat diatas ranjang..”

“Yakk..”

Sica dan Yuri kini menertawai saat Yoona melebarkan matanya mendengar bagaimana Sooyoung mengomentari apa yang diucapkannya..

“Kalian tau kan, saat masih tinggal bersama, kamarku berada disebelah kamar Siwon oppa.. Dan hampir setiap malam aku mendengar ranjang mereka menderit disertai dengan suara-suara…”

Sooyoung tidak meneruskan, karna merasa telah cukup membuat Yoona memerah diwajahnya. Saat itu pun Hana pun tiba-tiba masuk kedalam kamar itu..

“Mom..?”

“Ne, Hana ya.. ada apa?”

“Apa aunty Sica sudah selesai bersiap?”

“hm, ya tentu saja.. lihatlah, aunty Sica sangat cantik bukan?”

image

“Woww.. Aunty..!!”

Hana sontak berseru begitu Yoona menggeser tubuhnya dan memperlihatkan Jessica yang telah memakai gaun pengantin, kini tersenyum menyambut seruan Hana yang kemudian memeluknya..

“Aunty.. Aunty Sica sangat cantik.. Hana juga ingin menjadi pengantin seperti aunty..”

“Gadis kecil belum boleh jadi pengantin, Hana ya.. Kau cukup menjadi pengiring pengantin saja, Okey..”

“Tapi kapan Hana boleh menjadi pengantin?”

“Tentu saja nanti jika kau sudah dewasa dan memiliki kekasih..”

Hana menghembuskan napasnya, seakan kecewa..

“Tapi Hana tidak memiliki kekasih. Aunty, memangnya siapa yang akan menjadi kekasih Hana nanti?”

Sica menggeleng sambil menggigit bibir bawahnya, sementara Sooyoung dan Yuri justru terkikik menahan tawa mereka. Yoona yang lantas memutar mata pada Sica, tau jika ia tak menghentikannya pertanyaan Hana akan makin melebar kemana-mana.

“Oh, Hana ya.. Apakah daddy atau uncle Changmin yang tadi menyuruhmu kemari..?”

Ucap Yoona kemudian untuk mengalihkan pemikiran Hana..

“Ahh, Ya mom.. Daddy yang menyuruh Hana.. Daddy bilang aunty harus segera keluar. Kita akan ke pantai untuk acara pemberkatan..”

“Kalau begitu, Ayo cepat..”

Sooyoung dan Yoona yang kemudian membantu Sica untuk keluar dengan memegangi gaunnya, Sementara Yuri berjalan didepan mereka untuk membuka pintu bersama dengan Hana yang menggandeng tangannya.

Jessica merasakan degup jantungnya mengencang ketika mereka mencapai lobi hotel, dan segera bergerak menuju pantai yang letaknya tak jauh dari sana. Altar yang akan menjadi tempat untuknya dan Donghae melakukan pemberkatan pernikahan, bahkan bisa terlihat darisana.

“Kau gugup?”

Tanya Yoona disampingnya..

“Sangat..”

“itu hal yang wajar.. Coba rileks dengan menarik napas dalam.. Lalu hembuskan secara perlahan-lahan..”

Sica melakukan apa yang Yoona sarankan, kemudian menarik senyum dari bibirnya, berusaha menutupi kegugupan yang masih saja dirasakannya.

Ia melihat Donghae telah berdiri disana, menunggunya untuk bersama-sama berjalan menuju altar..

Tuhan..
Sungguh tampan pria itu..
Dan dia akan menjadi suamiku..

Gumam Sica penuh syukur didalam hatinya. Matanya kembali basah, namun sekuat hati ia menahan keharuan dari perasaan bahagia yang ia rasakan agar tak tertumpah kedalam bentuk linangan airmata..

Ia berjalan diiringi para sahabatnya yang kemudian mengantarkannya  ke sebelah Donghae. Pria itu segera menerima tangan Jessica dan sesaat menggenggam dan sedikit meremasnya sebelum akhirnya mengarahkannya agar mengalung dilengannya..

“Apa kau siap?”

Sica hanya mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan yang diucapkan Donghae sebelum melangkah menuju altar dimana seorang pendeta telah menunggu untuk melakukan pemberkatan pada keduanya.

Suasana cerah tanpa awan mendung kala itu, seakan menyiratkan restu dari Tuhan untuk penyatuan janji yang segera akan diikrarkan oleh keduanya..

Disana juga..
Keluarga, sahabat, rekan dan para tamu undangan, kesemuanya tersenyum ketika menyaksikan kedua mempelai yang berjalan beriringan menuju altar. Hana berada tak terlalu jauh didepan kedua mempelai itu, dengan seorang bocah lelaki dari keluarga Donghae yang turut menjadi pengiring pengantin kecil pada saat itu.

“Lihatlah yeobo, sepertinya Hana telah mahir sebagai seorang pengiring pengantin..”

Ucap Yoona yang tak melewatkan untuk mengabadikan moment putrinya pada saat itu..

“Ya, dia sudah sangat mahir.. Berapa kali dia telah menjadi pengiring pengantin?”

“ini ketiga kalinya..”

“mungkin akan ada yang keempat kalinya..”

“menurutmu begitu?”

“hm..”

“Siapa lagi memangnya yang akan menikah..?”

Siwon mengisaratkan tatapan matanya yang mengarah pada Fanny yang berada disebelah Nickhun, dengan lengan pria itu yang melingkari pinggangnya.

“sungguh? Jadi mereka akan menikah? Kapan, yeobo..?”

“Aku juga belum tau kapan pastinya.. Tapi Nickhun memberitahuku jika dia akan melamar Fanny nanti..”

“Nu-na.. Nu-na..”

Junseo menggeliat dari gendongan Siwon dan membuat pembicaraan itu terhenti, saat ia melihat sang noona yang sengaja melempar senyum padanya..

“Sebentar Jun-ah.. Hana noona akan kemari setelah menyelesaikan tugasnya..”

“Jun ikut nuna.. Daddy, ikut nuna..”

Junseo baru berhenti merengek ketika tak lama Hana mendekat pada deretan kursi yang ditempatinya..

“Oh, my Hana.. Yeppuda.. Bagus sekali sayang..”

Puji Yoona pada sang putri yang tersenyum senang mendengarnya. Yoona lantas memberikan ciuman dipipinya.

Setelahnya, mereka kembali memusatkan perhatian pada kedua mempelai saat itu. Merasakan kekhidmatan ketika mendengar satu persatu janji suci, ikrar penyatuan keduanya terucap dengan penuh yakin..

Janji untuk setia..
Janji terus bersama dalam suka dan duka..
Janji untuk saling menjaga..
Mencintai dan menyayangi selamanya..

Bukan hanya Yoona yang kemudian bahkan tanpa sadar menitikkan airmata, bahagia menyaksikan salah satu sahabat karibnya yang akhirnya menikah..

“Atas nama Tuhan, kalian kunyatakan sebagai pasangan suami istri..”

Begitu sang pendeta mengucap kalimat itu, tepuk tangan mengiringi ketika untuk pertama kalinya Donghae mencium Jessica sebagai istrinya..

“An-ti.. Anty Ci-ka..”

Tak hanya Siwon dan Yoona yang kemudian dibuat terkejut ketika Junseo yang tak lagi berada dalam gendongan Siwon, kini berlarian kearah altar sambil memanggil Jessica..

“An-ty.. Jun cium aun-ty.. Cium anty ci-ka..”

Siapa yang kemudian tak dibuat tertawa oleh tingkah Junseo yang menarik-narik gaun pengantin Jessica, mungkin maksud bocah kecil itu untuk menarik perhatiannya.

“Aigoo.. Jun-ah, kau ingin menciumku?”

Junseo langsung mengangguk-angguk senang mendengarnya. Jessica pun meski sedikit mengalami kerepotan dengan gaun pengantinnya, kemudian meraih tubuh Junseo.

Junseo, bocah kecil itu yang telah berada dalam gendongan Jessica kemudian memberikan ciuman dibibir Sica, sama persis seperti yang sebelumnya dilakukan pada Yoona..

Gelak tawa makin terdengar meriah karna Junseo tak cuma sekali melakukannya, dan tak hanya mencium, Jun juga kemudian merangkulkan tangannya dileher Sica, sepertinya ingin bertingkah manja dengannya..

“Ya Tuhan.. Aku ingin segera memiliki anak seperti ini, Jun-ah.. Kau lucu sekali sayang..”

“Kita akan membuatnya..”

Donghae menanggapi dengan seringai diwajahnya yang langsung membuat rona kemerahan menghiasi wajah istrinya..

“Aigoo.. Sejak kapan Junseo menjadi hobi mencium seperti itu?”

Yoona geleng-geleng kepala menyaksikan tingkah tak terduga dari putra kecilnya..

“Pasti Junseo tertular kebiasaan daddy, mom.. Daddy juga sangat suka mencium. Mencium Hana, mencium Junseo dan terutama mencium Mommy.. Hana sering melihat daddy mencium Mommy dan melakukannya dengan sangaatttt lamaaa..”

Yoona melebarkan mata mendengarnya, sementara Siwon tergelak oleh karna kesimpulan yang terlontar spontan dari putrinya.

“Jun sangat lucu, mom.. dia benar-benar lucu..”

Hana yang gemas pada tingkah adiknya lantas berlari menyusul Junseo yang masih bersama dengan Jessica dan Donghae..

Setelah acara pemberkatan dipantai, yang dilanjutkan dengan pemberian selatan pada kedua pengantin, kemudian berfoto bersama seluruh keluarga, rekan maupun sahabat-sahabat mereka, acara dilanjutkan dengan diner bersama yang dilakukan disalah satu ruang dihotel yang mereka sewa. Meski sempat diwarnai dengan insiden tertinggalnya tuksedo milik Donghae yang berakibat diundurnya waktu pemberkatan, namun  keseluruhan acara hari itu berjalan dengan sangat baik.

Suasana romantis pun tercipta disana manakala Donghae menyanyikan lagu khusus untuk istrinya, yang dibalas dengan nyanyian yang sama dari Jessica. Tak ada yang mengira jika sang pengantin memiliki suara yang sama-sama merdu, atau bisa dikatakan lebih dari sekedar enak untuk didengar..

Berlanjut dengan dansa bersama kemudian sesi pelemparan buket bunga pengantin milik Jessica menjadi acara yang paling dinanti-nanti oleh para gadis lajang yang hadir disana. Dan keberuntungan sedang memihak pada Fanny. Ia mendapatkan buket bunga itu dan mendapatkan acungan jempol dari Nickhun, entah apa maksud pria itu, yang pasti berada disana meski kadang masih saja mendapat sindiran tajam dari Sooyoung, sudahlah cukup membuat Fanny bersyukur..

“Sepertinya kau akan segera menyusul..”

Fanny menoleh ketika mendengar suara Jessica yang menghampirinya..

“Oh, Hai..”

Fanny tersenyum membalas senyum yang ditunjukkan Sica padanya..

“gomawoyo.. Untuk bantuanmu, aku tidak sempat mengatakannya tadi.. Terimakasih karna telah membawakan tuksedo milik suamiku tadi..”

Sica kembali tersenyum, bahagia benar-benar ia rasakan setelah dapat menyebut seseorang sebagai suaminya. Hal yang seringkali membuatnya merasa iri pada Yoona, Yuri maupun Sooyoung. Kini Ia telah memiliki suami dan dapat melakukan itu sesukanya..

“Tidak apa-apa, pengacara Lee juga sudah sangat banyak membantuku.. Maaf jika aku seringkali merepotkannya untuk mengurusi keperluanku..”

“Tidak masalah selama itu berkaitan dengan pekerjaannya. Aku tidak keberatan..”

“Bisakah sekarang aku memiliki pengantinku untuk diriku sendiri..?”

Donghae yang telah menghampiri keduanya, kemudian merangkulkan lengannya pada tubuh Sica. Fanny tersenyum mengerti kemudian bermaksud untuk beranjak dari pasangan pengantin baru itu.

Namun nampaknya niatan Donghae untuk membawa Sica keluar dari ruangan yang dipergunakan untuk diner pada malam pernikahannya itu, harus terhenti oleh karna jeritan Hana yang bercampur dengan suara merintih kesakitan dari Yuri…

“Samchun.. Yunho Samchun.. Imo.. Yuri imo ingin melahirkan adik bayi-nya.. Samchun.. Daddy.. Mom.. Ayo cepat bantu imo..”

Oh Tuhan….

*

*

*

*

*

SELESAI~

Uyeah..
Finally, tuntas sudah edisi maksa bikin spesial part buat wedding-nya nona Jessica.. u,u
Yang harus kuras otak buat nyempil”in moment” keluarga YoonWon didalamnya. Kalau berasa datar” aja, bisa dimaklumi lah yaa.. Mood emang gak bisa diajak kompromi-_- (lagi” si Mood ini dijadikan alasan) wkwkwkks..
Apalagi setelah insiden (30/S) yang benar” bikin saia menguras airmata (sedih gilaa) uuuuuuuu…

And then, sudah ketebak dong yaa.. Edisi maksa bikin spesial part siapa lagi selanjutnya??

Hohohoo..
Giliran Si Imo kesayangan Hana nih, Yuri yang bakalan diobrak-abrik (apadah) prosesi kelahiran si jabang bayi didalam perutnya..
Kira” cowok or cewek ya baby nya..?? (yang ini asli belum aq tentuin) apalagi spesial partnya kayak gimana, masih belum ke gambar sama sekali #plaakkk

Okey..
Thanks for reading..
Dan selamat menunggu..
Semoga berlanjut ke spesial part selanjutnya^^

@joongly

177 thoughts on “YOU’re My Destiny | Jessica’s Wedding | Spesial Part

  1. OMyGod knp tiap baca FF Eonnie rasa ny real bgt y??
    Siwon Oppa selalu menggunakan kesempatan dimanapun jk sdg berdua dgn Yoona.
    walaupun Sooyoung blm bisa memaafkan Fanny secara langsung,, tp pasti nanti akan memaafkan ny.
    sempat deg”an karna pernikahan Jessica hampir dikatakan batal,, tp untung ny semua bisa terselamatkan.
    dan lihatlah Jun aigooo lucu sekali dia,, dan Yuri … Ya Tuhan bener yg tadi Yuri blg akan melahirkan saat upacara pernikahan selesei.
    ditunggu cerita untuk Yuri ny Eonnie … ^_^

  2. Aku bru bca part ini doang rasanya udah klepek” haha july oenni emg pintar deh bikin ffnya..sudah tdk diragukan lg keahliannya hoho
    #gk nyambung bgt komentnya

  3. yeaaayyy…ayo lanjut author bikin spesial part buat yuri!
    abis itu bikin spesial part lg buat kelahiran yoona k 3 adik hana&junseo. setelah itu bikin jg buat kehamilan’y jessica! atau pernikahan fanny & nickhun! hahahahaha… #readerkurangasem ^^v
    Seru bikin special part2nya kyk gini, dan untung haesica tidak ketinggalan moment!
    Btw, jessica ga pny keluarga? kasian amat!😦

  4. Krrrrreeeen bgt chinguu FFnya dri mulai you are mine, you’re my destiny smpai weddng jessica….
    Seru kisah prsahabtn merka yg smpe prnikahan…
    Sooyong knpa msh lom bsa maagn fanny…
    Dan pling suka yaaa keluarga YoonWon..

  5. Rada gak rella gitu udh ending aj haha soalnya udh ngena bgt bacanya dr episode u’re mine smpe u’re my destiny jd berasa bgt kehilangannya pas critanya ending hahaha psti kangen sna cast2 yg ad di sini hahahah.. gomawo oennie *thumbsup*

  6. Loncaat langsung kesini abis masi greget sm part sblum2nyaa,, penasaran ihhh soo kok benci bgt sm fany yaaa,,balik lagi aja bc part sblmnyaaa,,wkwkwkwkkkkk….

  7. wahh daebak unnie…
    FF nya bagus nih jika di angkat ke layar drama….pasti booming nih…
    cerita nya gak bikin bosan…seru….
    ditunggu FF lain nya unnie
    fighting….🙂🙂🙂🙂

  8. wah itu si yoona punya anak lucu lucu bnget.. hana juga anaknya ceplas ceplos bnget.. kyak.a hrus di buat sequel eon.. gmna kelanjutan kelahiran yuri sama pernikahan tifanny nickhun,ya walaupun aku ga suka sama pasangan ini tpi seru aja buat ngelanjutin ceritanya.. hana jun sma nayoung bkal punya tmen baru tuh.. smoga jessica bisa cpet nyusul..

  9. Ada sambungan spesial Jessicanya ya, haha… lucu bgt lihat Dong Hae hbs di marahi Jessica dia. Ada2 saja Tuksedo nya bsa ketinggalan di pesawat. ya ampun… sampai sakit perutku bacanya, ni ff benar2 daebak ya…
    Omo… Yuri melahirkan lalu gmna tu apa dia baik2 saja
    kebahagian mereka lengkap smua ya….

  10. Daeebbakkkk huwaaaa jeongmal daebakk
    Hahaha mianhae eonni kalo aku bacanya + beri komentar nya telat diriku ini bener-bener kudet karena sibukk
    Ff eonni emangg bener-bener keren semuaaa aku suka😉

  11. Walaupun gak baca “you’re mydestiny”, dengan baca FF ini aja udah ngerasa suka sama ceritanya … Konfliknya dak berat tapi plotnya asik … Kok bisa hanya karena gugup yang berlebihan, Donghae melupakan tuksedonya di pesawat, gile aje … Untung banyak pihak yang cekatan membantunya. Dan akhirnya, pernikahan Haesica berjalan dengan lancar …
    Eh, Btw, Yoonwon couple jadi pasangan paling senior ya … udah punya 2 anak dan satu anak lagi yang masih dalam kandungan *waouw banget …
    Untuk calon anaknya Yunho-Yuri, aku lebih setuju kalo itu cewek …
    Changmin-Sooyoung berasa pasangan paling adem-ayem dalam special part ini …

    Uke, Author-nim, ditunggu special part selanjutnya … (^_^)

  12. Wowowowowowoww daebak eonnie saya suka saya suka feelnya dapet bgett.bner² kya nyata.keren pokoknyaaa.ditunggu edisi Yuri eonnie.klo bsa smpai Yoona eonnie mlahirkan, Jessica eonnie hamil dan pernikahan Tiffany eonnie dan Nickkun oppa*hahakebanyakanmaunya

  13. Keluarga bahagia,seneng banget akhirnya semua pemeran yang ada disini bahagia semua apalagi buat yoonwon uhh..seneng222 bangetttttt…
    Terus thor…
    Lanjut…
    Semangat

  14. aigoo, hanya karena tuxedo,,
    tapi akhirnya merka nikah juga..
    hana, selalu pengennnya jadi pusat perhatian..
    si junseo kyaknya udh bner ketularan siwon deh, suka cium-cium

  15. Suka..suka

    Semua nya dapat certa nya, sampai smua nya menemukan kebhagiaan nya. Menemukan pasangan hdup ny msing2.

    Yoonwon makin romnatis n bahgia. Hana makin pinta da jun tambah lucu.

  16. Untunglah haesica jdi nikahnya walaupun ada insiden kecil yg sgat sepele, aduh siwon sma soo bertengkarnya lucu bget, bener kta siwon ada 2 orng yg selalu ganggu moment romantis yoonwon yaitu hana n soo…
    D tunggu special part untuk couple2 yg lainnya author…

  17. Ya ampun disaat genting ky gitu yoonwon msh sempet aja ‘begituan’..
    Makin seru aja akhirnya haesica bersatu jg…..trus yuri mw melahirkan ya….g sbr mw baca lanjutannya….lanjut….

  18. ya ampun, disaat orang2 pada binggung nyarik tuxedox haepa eh malah yoonwon di kamar berasa dunia miliki berdua aja…
    jun ketularan wonpa jadi suka cium sana sini hohoho…

  19. awalnya smpet deg”n takut sica bnr” batalin pernikhnnya tp sukurlah smuanya berjalan dngn lancar🙂
    haha junseo lucu bgt😀

  20. Sooyeoung masih belum bisa memaafkan fanny belum lagi ucapan soo yg kasar itu,cerita bikin baper apalagi past moment sica dan haeppa,tapi paling .(Y) yoonwon family

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s