Fanfiction

YOU’re My Destiny [15]

Happy Reading~

*

*

*

*

*

Fanny yang terus memaksakan keinginannya untuk ikut bersama dengan Siwon dan Yoona, meyakinkan Siwon bahwa Ia akan bisa menerima segala konsekuensi ataupun reaksi dari keluarganya, akhirnya membuat Siwon meluluskan keinginan gadis itu untuk ikut dengannya. Namun sayangnya, Fanny tak bisa berangkat bersamanya, gadis itu harus menyusul dengan menggunakan penerbangan selanjutnya dan Nickhun pun yang kemudian bersedia untuk menemaninya.

Fanny masih berbicara dengan Siwon ketika Yoona kemudian meninggalkannya untuk mandi, namun saat keluar dari kamar mandi gadis itu sudah tak ada lagi disana, hanya Siwon yang saat itu dilihatnya sedang mengemas beberapa map dari meja kerjanya.

“Jadi, bagaimana keputusannya?”

Yoona melangkahkan kakinya untuk mendekati Siwon..

“hm.. Dia akan menyusul bersama Nickhun”

“Tidak bisa bersama kita?”

Siwon menggeleng..

“Kita tak memiliki banyak waktu untuk bisa menjadwal ulang penerbangan..”

“begitukah?”

“hm..”

Siwon mengangguk, dan kemudian mengambil sebuah handuk dari tangan Yoona yang sedang digunakan untuk mengeringkan rambutnya. Membalikkan tubuh Yoona agar membelakanginya, Siwon yang kemudian mengambil alih untuk mengeringkan rambutnya.

Yoona hanya tersenyum mendapat perlakuan itu dari suaminya..

“Kau yakin akan membiarkan Fanny ikut?”

“Apa menurutmu akan lebih baik jika Fanny tidak ikut?”

Siwon justru membalik pertanyaan..

“entahlah, tapi kupikir memang ada baiknya dia ikut..”

“Ya, aku juga berpikir seperti itu.. Mungkin setelah meminta maaf pada Oemma dan Sooyoung secara langsung, bisa untuk mengurangi rasa tertekan oleh perasaan bersalah dan penyesalan yang dirasakannya. Aku ingin dia bisa melanjutkan hidupnya..”

Yoona membalikkan tubuhnya dan kembali berhadapan dengan Siwon..

“Dia sudah terlihat cukup mampu menghadapinya. Apa kau menceritakan tentang Sooyoung padanya?”

“Ya, aku ingin agar dia lebih dulu mengetahui bahwa itu mungkin takkan berjalan dengan mudah. Tapi dia meyakinkan bahwa akan menerima apapun reaksi dari Oemma ataupun Sooyoung nantinya..”

“Dia memiliki pemikiran yang cukup dewasa, dan bertanggung jawab..”

“Sebelumnya Fanny gadis yang cukup manja dan terkadang kekanakan, namun masalah ini yang kemudian secara otomatis mendewasakannya..”

“Aku berdoa semua akan berjalan dengan baik nantinya”

“Ya, itu juga yang kuharapkan..”

Siwon mendekap tubuh Yoona dan menciumnya. Keduanya lantas meneruskan untuk bersiap, dan tiga puluh menit kemudian telah keluar dari dalam kamar.

Mereka menggunakan beberapa menit untuk sarapan bersama dengan Fanny dan Nickhun, sebelum meninggalkan rumah itu untuk menuju bandara dengan diantar seorang supir dan beberapa orang yang berada disebuah mobil yang lain untuk melakukan pengawalan. Berjaga-jaga jika akan ada para pencari berita yang kemungkinan masih menginginkan untuk mendapatkan sesuatu dari keduanya.

“Berhati-hatilah Oppa, Yoona ssi..”

“Sampai bertemu dirumah kami, Fanny..”

Fanny yang lantas meraih tangan Yoona, ketika itu Yoona merasakan betapa dinginnya tangan gadis itu. Ia yang kemudian meremasnya, tersenyum dan mencoba menunjukkan simpatinya pada gadis itu.

“terimakasih.. Aku benar-benar berterimakasih padamu dan maafkan aku, Yoona ssi..”

“Kau sudah berkali-kali mengatakan hal yang sama Fanny..”

“Tidak.. Aku bisa mengatakan itu seumur hidupku. Aku takkan pernah bisa membalas kebaikanmu Yoona ssi, Terimakasih..”

Fanny berganti memeluknya erat, Siwon maupun Nickhun hanya terus memperhatikan keduanya sebelum kemudian Fanny beralih, melepas pelukannya pada Yoona untuk selanjutnya menatap pada Siwon yang mengarahkan senyum padanya.

“Oppa..”

Fanny merasakan kedua matanya mulai berkaca-kaca, sedih..
Setelah Ia melewati semua itu, Ia masih harus siap menerima jika Siwon tidak akan terus memperhatikannya seintens dulu.

“Aku menunggumu dirumah kami..”

Fanny menganguk, memeluk Siwon dan tak lagi bisa menahan airmatanya.

“Aku pasti akan menyusulmu dengan cepat, Oppa..”

“Ya, aku menunggumu disana. Jika kau telah berpikir untuk melakukannya, Kau pasti akan bisa melakukannya Fanny ah..”

Fanny kembali mengangguk, menahan airmatanya agar tak semakin banyak yang mengalir membasahi wajahnya.

“Pergilah Oppa.. Kalian bisa tertinggal pesawat nanti”

“Ya, kami akan segera pergi.. Kau akan langsung bersiap dan menyusul kami dengan penerbangan selanjutnya kan?”

Fanny menganguk..

Siwon lantas meraih tubuh Yoona, merangkulkan lengannya pada pinggangnya untuk kemudian membawanya masuk kedalam mobil yang telah menunggu untuk mengantar mereka.

“Hubungi aku setelah kau tiba disana nanti..”

Pesannya pada Nickhun sebelum akhirnya mobil yang ditumpanginya melaju meninggalkan rumah itu.

Tak membutuhkan waktu lama untuk mereka mencapai bandara, dan benar masih saja ada para pencari berita yang menguntit mereka. Beberapa orang yang melakukan pengawalan kemudian bergerak untuk menahan mereka agar tidak semakin mendekat.

“Tn.Harry.. Kemana anda akan pergi?”

seorang mulai meneriakkan pertanyaannya, yang kemudian dilanjutkan dengan yang lainnya.

“Anda akan kembali ke Korea? Tidakkah anda akan kembali lagi kemari?”

Siwon tak memberi komentar selain menunjukkan senyum kearah mereka, sementara Yoona semakin mengeratkan genggaman tangannya pada Siwon, yang lantas mengurus segala sesuatunya mulai dari tiket pesawat maupun paspor yang harus mereka perlihatkan pada petugas dibandara yang kemudian melakukan pengecekan.

Tak butuh waktu lama, keduanya sudah berada dalam pesawat yang akan membawa mereka untuk pulang. Tak sabar ingin memeluk kedua buah hati mereka, Hana dan Junseo..

Jika dalam penerbangan sebelumnya, Yoona terus tertidur karna kondisi tubuhnya yang sedang sakit. Berbeda hal nya dengan saat itu, Ia justru lebih banyak bicara pada Siwon yang berada disebelahnya, yang tersenyum mendengar apa saja yang diceritakan olehnya.

Hingga sampai dua jam kemudian mereka akhirnya mendarat, Yoona kian bersemangat karna semakin dekat dengan kedua buah hatinya.

“Mommy..! Daddy..!”

Hana melambai-lambai kan kedua tangannya, ketika melihat keberadaan keduanya, Ia ikut bersama seorang supir yang telah dikirim Ny.Choi untuk menjemput keduanya.

“Daddy..!”

“Oh, Hana ya..”

Sebelumnya Ny.Choi tidak mengatakan jika Hana akan berada disana untuk menjemput..

Siwon yang lantas balas melambai, dan Yoona balas tersenyum pada Hana yang tak lagi hanya melambaikan tangannya namun telah berlari untuk menghampiri keduanya.

“Mommy.. I miss you.. Hana really miss you..”

“Oh, I miss you too dear..”

Yoona mendekap Hana dan menciumi wajahnya.

“Semua baik-baik saja?”

Hana mengangguk, berganti pada Siwon yang sudah merentangkan kedua tangan untuk menerima pelukan darinya.

“I miss You, dad..”

Bukan pelukan yang kemudian Hana dapatkan, melainkan Siwon mengangkat tubuhnya dan memutarnya keudara.

“Woah.. Daddy..! Daddy..!”

Hana tertawa namun juga sedikit merasa takut akan terjatuh hingga kemudian Ia memeluk erat leher Siwon dengan kedua tangannya yang mengalung.

“Turunkan Hana, dad..”

Hana masih tertawa saat itu, dan Yoona hanya bisa tersenyum melihatnya. Bahagia dengan bagaimana cara Siwon bercengkrama dengan putri mereka.

“Oh, kau bertambah berat Hana ya..”

Saat Siwon akhirnya menurunkannya, Hana terkikik mendengarnya dan kemudian menghambur memeluknya dan menciumi wajahnya.

“Hana benar-benar merindukan Daddy.. Sangat merindukan Daddy.. Senang melihat kalian berbaikan dan bergandengan tangan. Hana menyayangi kalian..”

“Oh, kau begitu manis sayang.. Daddy juga menyayangimu..”

Siwon mendekapnya erat, menunda untuk memberi tanggapan tentang apa yang dikatakan Hana tentang ‘berbaikan’.

Ya..
Mungkin seperti itulah Hana mengkondisikan keadaan yang Ia rasakan. Perpisahan yang selama ini terjadi diantara mereka, dimata gadis kecilnya adalah karna sebuah pertengkaran dan kemarahan yang kemudian membuatnya pergi dan kini melihatnya kembali bersama Yoona, telah diartikan oleh putri kecilnya sebagai ‘berbaikan’.

Suatu hari nanti Siwon pasti akan menjelaskan jika tidak ada pertengkaran ataupun kemarahan. Yang ada adalah sebuah kecelakaan yang memaksa mereka untuk terpisah. Pada saat itu, Hana sudah akan mengerti dengan cobaan hidup yang telah digariskan Tuhan bagi keluarganya. Semua hanya akan menjadi sebuah cerita nantinya.

“Uh, ini sedikit terlihat curang.. Kau bahkan belum mencium mommy dan sekarang justru menghujani ciuman untuk daddy..”

Yoona sedikit memberengut, membuat Hana kembali terkikik karenanya..

“Itu karna Hana membiarkan mommy yang mencium Hana..”

“berikan ciuman itu untuk mommy, dear..”

Hana mengangguk pada apa yang diucapkan Siwon, kemudian medekat pada Yoona..

“I love you, mom..”

dan memberikan ciuman itu untuk sang mommy yang lantas tersenyum menerimanya, dan menggandengnya saat mereka kemudian berjalan menuju mobil.

“Apa Junseo sudah berada dirumah?”

“hm, saat Hana ikut dengan ahjussi kemari, Jun belum pulang. Yuri imo belum mengantarnya..”

Masuk kedalam mobil lebih dulu bersama dengan Hana, Yoona membiarkan Siwon dengan dibantu seorang supir untuk memasukkan tiga koper barang bawaan mereka kedalam bagasi, sementara dirinya kembali mendengar Hana bercerita tentang apa saja yang dilakukannya selama dirinya tidak bersama dengannya.

***

Setelah menempuh beberapa menit perjalanan dari bandara, mereka akhirnya sampai didepan rumah yang terlihat sepi diluarnya.

Hana yang langsung keluar lebih dulu dari dalam mobil..

“Halmoni.. Halmoni.. Mommy dan Daddy sudah datang..!”

Yoona dan Siwon saling melempar senyum melihat Hana yang berseru keras ketika membuka pintu rumahnya.

“Selamat datang kembali, yeobo.. Selamat datang dirumah kita..”

Yoona merangkulkan lengannya pada Siwon dan menerima sebuah kecupan darinya.

“Terimakasih untuk kesetiaanmu sayang.. Aku mencintaimu..”

Siwon sudah akan kembali memberikan kecupan untuk Yoona, ketika sebuah suara menghentikannya..

“Tidak cukupkah beberapa hari kalian sudah berduaan saja..!”

Berdiri disana, dengan perut buncitnya dan kedua tangan yang berkacak pinggang, Sooyoung mengawasi keduanya..

“Oh, Sooyoungie..”

dengan rangkulan tangannya, Yoona membawa Siwon masuk untuk menghampiri Sooyoung..

“Bagaimana kabarmu?”

Melepaskan rangkulannya pada Siwon, Ia lantas beralih untuk memberi pelukan padanya.

“selamat untuk memiliki Na Young.. Sama seperti Hana, aku juga tak sabar menunggu kelahirannya..”

“terimakasih..”

Apa yang diucapkan Yoona membuat Sooyoung mengubah seringai diwajahnya dan menggantinya dengan menunjukkan senyum dari bibirnya.
Calon ibu yang terlihat bahagia..

“Selamat datang kembali, Oppa..”

Siwon yang kemudian berganti memberinya pelukan..

“Aku juga tak sabar untuk melihat bayi mu lahir, Sooyoungie..”

“tidak akan lama lagi..”

Sooyoung tersenyum sambil mengusap perutnya..

“dimana oemma?”

“Yoona ya.. Siwonie..! Kalian sudah datang..”

Belum sempat Sooyoung menjawab, Ny.Choi telah lebih dulu memperlihatkan dirinya bersama dengan Junseo yang berada dalam gandengannya.

“Tuhan memberkati.. Senang melihat kalian kembali, selamat datang Siwonie.. Selamat kembali kerumah kita. Betapa bahagianya oemma melihatmu saat ini.. Terimakasih Tuhan.. Terimakasih telah mengembalikan putraku..”

Ny.Choi sudah hampir meneteskan airmata ketika Siwon memeluknya..

“Kita akan terus berkumpul dan bersama-sama oemma.. Aku menyayangimu..”

Sementara Ny.Choi menyambut Siwon dalam pelukannya, Junseo telah lebih dulu berlarian menghampiri Yoona. Menunjukkan binar kebahagiaan dari mata beningnya saat melihat Yoona tersenyum kearahnya. Merendahkan tubuhnya dengan kedua tangan yang Ia rentangkan, Yoona lantas meraih tubuh Junseo kedalam gendongannya..

“Umma.. Umma datang..”

“Ya, sayang.. Jun merindukan umma tidak?”

Junseo menganggukkan kepalanya dan mencium pipi Yoona..

“Jun rindu umma..”

“Aigoo.. Manis sekali putra umma..”

Junseo terkikik saat Yoona kemudian menciumi wajahnya berkali-kali.

“dimanakah jagoan kecil daddy..?”

Yoona melepaskan Junseo dari gendongannya..

“Hey boy.. Kemarilah..”

“Daddy.. Daddy!!”

Junseo bersemangat saat menghampiri Siwon yang sudah membuka lebar kedua tangannya. Mengangkat tubuh kecil Junseo kemudian membuatnya sedikit berputar diudara, sama seperti yang tadi dilakukannya pada Hana.

Junseo terpingkal-pingkal dalam tawa, saat kemudian Siwon juga menghujaninya dengan ciuman.

Ny.Choi lantas meminta mereka agar beralih menuju ruang makan untuk melakukan makan siang bersama. Disana mereka mendapati telah banyak kursi yang ditambahkan, juga Yunho dan Changmin yang sudah berkumpul, dengan Yuri yang sedang mengarahkan dua orang pelayan rumah tangga yang sedang menata hidangan diatas meja makan. Hana juga terlihat disana dan terus mengikuti Yuri..

Siwon dan Yoona menyapa mereka bergantian dan berucap terimakasih, terutama Siwon yang berterimakasih karna mereka telah menyempatkan waktu untuk menyambut kedatangannya.

“Oh, aku tak melihat Sica.. Apa oemma tidak menghubunginya?”

Yoona menanyakan, sementara Siwon mengobrol dengan Yunho dan Changmin, dirinya kemudian mengambil Junseo dari Siwon dan mendudukkannya dikursi meja makan yang berada disisi kirinya. Hana juga lantas menarik kursi yang berada disebelah kanan Yoona dan berhenti mengikuti apa yang Yuri lakukan. Terkadang Ia memang masih memiliki kecemburuan terhadap Junseo..

“Tentu saja oemma menghubunginya.. Dia juga mengatakan akan datang..”

“Aku mendengar kalian membicarakanku.. Aku sudah datang.. Maaf sedikit terlambat bibi, aku menunggu seseorang menjemputku terlebih dulu..”

Dengan seseorang bersamanya, yang saat itu berada dibelakangnya, Sica nampak tersenyum ceria. Wajahnya menunjukkan rona kebahagiaan, namun Ia tak menyadari jika dirinya telah membuat seseorang itu terkejut saat melihat keberadaan Siwon dan Yoona disana.

“Tn.Harry..”

“Oh, pengacara Lee..”

Siwon juga cukup terkejut melihat pengacara Tn.Hwang itu berada disana.

“Anda bersama Jessica?”

Pengacara muda itu mengangguk dan Sica hanya tersenyum kearah Siwon.

Yoona yang lantas menarik tangan Sica untuk kemudian berbicara dengannya..

“Dia orangnya? Kencan buta yang kau ceritakan padaku itu?”

Sica terkikik dan mengangguk..

“bukankah aku sudah mengatakan akan memperkenalkannya..”

“Oh my.. Bagaimana bisa?”

“pertama-tama biarkan aku memperkenalkannya pada kalian semua.  ini waktu yang sangat tepat saat kita semua berkumpul..”

Sica lantas merangkul pengacara itu dan memperkenalkannya sebagai pria yang sedang dekat dengannya.

“Maaf bibi, sebelumnya aku tidak mengatakan terlebih dulu padamu jika aku akan membawa seseorang bersamaku..”

“gwechana Sica ah, Aku senang ada banyak orang dirumahku.. Kita berbagi kebahagiaan bersama..”

“Oemma, apa kau merasa sepertinya kita pernah melihat pria itu?”

Ny.Choi mengangguk pada apa yang diucapkan Sooyoung, dan lantas mengingat-ingat kemungkinan mengenai dimana pernah melihat pria yang saat itu digandeng oleh Sica sebagai teman dekatnya.

“Siwon oppa yang pasti sudah lebih mengenalnya.. Namanya Lee Donghae, dia seorang pengacara yang kebetulan adalah pengacara dari ayah wanita yang telah mencelakai Siwon oppa..”

Sica menggigit bibir bawahnya, menunggu akan seperti apa reaksi dari mereka yang berada disana.

“Ya, aku mengingatnya.. Pria itu yang kulihat saat konfrensi pers bersama dengan Siwon dan Yoona, juga gadis itu..”

“Selamat siang Nyonya..”

Donghae membungkuk memberi salam pada Ny.Choi..

“jadi Kau menjalin hubungan dengan seorang yang berhubungan dekat dengan wanita itu?”

Sooyoung mulai menunjukkan ketidak sukaannya terhadap siapapun yang diketahuinya memiliki hubungan dengan Fanny, gadis yang menjadi penyebab penderitaan dalam keluarganya.

“Awalnya aku juga tak mengetahuinya.. Aku baru menyadari pada saat melihatnya dalam konfrensi itu dan pada pertemuan kami setelahnya..”

Sica kemudian menceritakan tentang kencan buta yang diikutinya yang kemudian mempertemukannya dengan pria bernama Lee Donghae itu. Bukan pertemuan dengan bertatap muka secara langsung, awalnya hanya dari selembar foto dari agen kencan buta yang mengaturnya, kemudian mereka intens berinteraksi melalui chating, melakukan sambungan telpon, hingga kemudian memutuskan untuk bertemu.

Sica tahu pada saat itu posisi Donghae berada diluar negri, sampai pada saat Donghae mengabarkan akan berada di Jepang, keduanya lantas mengatur pertemuan itu.

Dan baru terjadi beberapa hari yang lalu, setelah Donghae mengurus persoalan wasiat Tn.Hwang dan juga mendampingi Fanny melakukan konfrensi pers, Ia melakukan penerbangan dan memenuhi janji pertemuannya bersama dengan Sica.

Sica yang sudah cukup dibuat terkejut pada saat melihat kesamaan antara foto kencan butanya dengan seseorang yang pada saat itu diketahui sebagai pengacara dari ayah gadis itu, akhirnya memastikan sendiri pada pertemuan pertama mereka jika pria itu adalah orang yang sama. Namun pada saat itu Ia menahan diri untuk tidak mengatakan pada Donghae jika dirinya mengenal dekat Siwon dan Yoona beserta keluarganya.

“Oh, aku sungguh tak menyangka jika anda mengikuti kencan buta, pengacara Lee..”

Siwon menahan senyum dari bibirnya, tak menyangka jika seperti itulah kisah pertemuannya dengan Jessica.

“Saya juga tidak mengetahuinya Tuan.. Ibu saya yang rupanya melakukan hal itu”

Donghae yang lantas menceritakan jika awalnya Ia sempat marah pada sang ibu yang tanpa seijinnya mengikut sertakan dirinya dalam kencan buta. Sang ibu beralasan jika sudah waktunya untuk dirinya menemukan pendamping hidup.

Donghae juga mengisahkan bahwa sebelumnya sang ayah lah yang menjadi pengacara bagi Tn.Hwang, mereka berteman. Namun sepeninggal ayahnya dirinyalah yang kemudian mengambil alih beberapa clien sang ayah, yang termasuk salah satunya adalah Tn.Hwang yang juga tak berkeberatan bila dirinya menggantikan posisi sang ayah sebagai pengacaranya. Tn.Hwang yang dikatakannya juga cukup mempercayainya.

“Aku sudah menganggap bibi Choi dan kalian semua sebagai keluargaku.. Jadi bagaimana tanggapan kalian terhadap hubungan kami? Aku ingin mendengarnya..”

“meski sebenarnya kau tak perlu meminta ijin dariku, tapi aku senang mendengarmu mengatakan itu, Sica ah.. Aku melihat kebahagiaan yang terpancar dimatamu. Jika pria itu bisa membahagiakanmu tentu saja aku akan merestui kalian..”

“Terimakasih bibi.. Begitu menyenangkan mendengar itu darimu..”

Sica tersenyum saat meraih tangan Ny.Choi dan menggenggamnya..

“Aku juga tak berhak melarang dengan siapa kau menjalin hubungan, meski fakta bahwa teman kencanmu berhubungan dengan gadis itu (Fanny) cukup menggangguku.. Tapi aku akan mengucapkan selamat pada kalian..”

“gomawo Sooyoungie.. Aku menghargaimu..”

“Apa itu berarti aunty Sica akan segera menikah?”

Hana yang sedari tadi hanya diam mendengarkan kini mulai tertarik untuk melontarkan pertanyaan yang berada dibenaknya. Ia kemudian beranjak dari kursi yang didudukinya dan menghampiri Sica..

“Aunty, bolehkah Hana menjadi pengiring pengantinnya nanti?”

Hana mengedipkan matanya pada Sica, membuat semua yang berada disana tertawa atas tingkahnya yang ditujukan untuk merayu pada Sica.

“Hana ya.. Kau ingin menjadi pengiring pengantin lagi?”

Hana mengangguk dengan pasti sebagai jawaban..

“Oh, mari kita hitung siapa saja yang pernah menjadikan mu sebagai pengiring pengantin..”

“hm, pertama Hana menjadi pengiring aunty cantik.. Kemudian Yuri imo dan selanjutnya aunty Sica, bolehkah?”

“hm, biarkan aunty berpikir dulu..”

Sica menggodanya dengan menunjukkan kerutan pada dahinya yang seolah Ia sedang memikirkan permintaan Hana. Hal itu membuat Hana semakin gemas dan tak sabar menunggu jawabannya..

“Ayolah aunty.. Ijinkan Hana, saat Hana menjadi pengiring pengantin Yuri imo, daddy tidak melihatnya. Sekarang daddy sudah kembali, Hana ingin daddy melihat Hana menjadi pengiring pengantin lagi, saat aunty menikah.. Ayolah aunty, pleasee..!”

Hana kembali merajuk pada Sica..

“Oh, Kau pasti akan terlihat semakin cantik sayang..”

Siwon menyahuti..

“Itu sudah pasti, daddy..”

jawab Hana dengan penuh percaya diri, membuat Yoona menggelengkan kepala melihatnya.

“hm.. Aunty belum bisa menjawabnya Hana ya, kita masih harus menunggu seseorang untuk melamarku terlebih dulu.. baru kita bisa membicarakan tentang pernikahan..”

Sica tersenyum dan melirik pada Donghae yang balas tersenyum kearahnya. Hana menyadari hal itu, Ia kemudian beralih pada Donghae dan dengan tanpa sungkan mengajukan pertanyaan..

“Hello uncle..”

Hana memulai dengan memberi salam..

“Kapan uncle akan melamar aunty Sica?”

Bukan hanya Sica, melainkan semua yang berada disana kemudian tertawa saat Hana dengan cepat mempertanyakan hal itu dan melihat kebingungan Donghae untuk menanggapi pertanyaan gadis kecil itu..

Suasana kian akrab pada makan siang itu, yang penuh dengan berbagai obrolan santai diantara mereka.

Meninggalkan para orang dewasa yang terus berbincang, Hana membawa Junseo untuk bermain dengannya.

Yuri yang kemudian membicarakan dan mengeluhkan tentang morning sickness yang dialaminya yang kadang membuatnya cukup kacau, dan mendapat persetujuan dari Yunho jika Yuri memang sedang bermasalah dengan hal itu.
Yoona dan Sooyoung yang sudah pernah mengalami hal itu, yang kemudian memberi beberapa saran padanya.

Sooyoung juga mengatakan perasaan gugup nya untuk menjalani persalinan, meski Changmin sudah mengatakan akan berada disisinya dan menemaninya pada proses itu nantinya.

Yang kemudian membuat mereka bersorak adalah ketika Siwon menceritakan hal-hal yang dilakukannya bersama dengan Yoona sehari sebelum kepulangan mereka, yang membuat Yoona bahkan masih tersipu saat mendengar Siwon mengatakannya. Namun Ia benar-benar merasakan bahagia saat itu, dengan senyum dan tawa yang terus menghias wajahnya yang berseri..

Sica juga terus melibatkan Donghae dalam setiap pembicaraan, menyadari pria itu masih terlihat canggung pada yang lain kecuali dengan Siwon. Sica jelas terlihat mencoba membangun kedekatan antara dirinya dan Donghae, juga mendekatkan pria itu dengan teman-teman yang sudah seperti keluarga baginya.
Sica juga diam-diam menanyakan pada Yoona, Yuri dan Sooyoung tentang bagaimana pendapat mereka tentang Donghae, dan kemungkinan bila dirinya menikah dengan pria itu.

Sica mendapat persetujuan dari ketiganya yang menilai bahwa Donghae, yang adalah seorang pengacara memang cukup layak untuk benar-benar diinginkan oleh dirinya untuk menjadi pendamping. Namun ketiganya juga menyarankan agar Sica lebih menjajaki bagaimana karakter pria itu.

Ditengah obrolan mereka, Siwon tiba-tiba saja beranjak dari duduknya dan merogoh ponsel pada saku celananya yang saat itu berdering, Ia kemudian sedikit menjauh ketika menjawab panggilan pada ponselnya. Yoona memperhatikan apa yang Siwon lakukan saat itu..

“Harry ssi..”

“Ya, Nickhun.. Kalian sudah sampai?”

“kami masih berada dibandara.. Aku menelponmu untuk menanyakan alamat rumah. Fanny tak ingin menunda untuk beristirahat.. Dia menginginkan untuk langsung menemui kalian..”

Yoona menghela napasnya, Fanny benar-benar sudah bertekad sepertinya..

“baiklah, aku akan mengirim alamatnya lewat pesan..”

Siwon mengakhiri dan segera mengetik pesan dan mengirimnya pada Nickhun..

“Bagaimana?”

Siwon menoleh, mendapati Yoona sudah berada dibelakangnya..

“Oh, sayang..”

“Apa itu telpon dari Nickhun? atau Fanny? Mereka sudah sampai?”

Siwon tersenyum, merangkul tubuh Yoona..

“Nickhun yang menelpon.. Mereka sudah berada di bandara. Aku baru saja mengirim alamat untuk mereka”

“Aku harap semua akan berjalan dengan baik..”

Yoona meremas tangan Siwon yang berada dalam genggamannya, dan mengarahkan tatapannya pada Sooyoung yang masih berbincang dengan Ny.Choi, Yuri dan juga Sica. Reaksi Sooyoung nantinya lah yang sedikit menjadi kekhawatiran keduanya..

“Sooyoung dalam mood yang cukup baik sekarang.. Aku harap itu mempengaruhi sikapnya pada Fanny nanti”

“mudah-mudahan saja, Sooyoung akan melunakkan sikapnya ketika melihat dimatanya besarnya penyesalan yang Fanny rasakan..”

Siwon kembali membawa Yoona menghampiri yang lain dan bergabung kedalam obrolan mereka. Sica yang sepertinya sedang menjadi bahan utama ledekan-ledekan yang mereka lontarkan..

“Dua orang yang sama-sama mencari pendamping hidup kemudian dipertemukan.. Kalian benar-benar berjodoh”

ucap Changmin dan kemudian Yunho ikut menambahi..

“Lee Donghae ssi.. Apa kau sudah memperkenalkan Sica kepada ibumu? Kurasa ibumu akan senang memiliki calon menantu yang seperti nona Sica itu..”

“Aku sudah mengatakan pada ibuku bahwa aku akan menemui teman kencan buta ku. Dan dia sudah antusias menanggapinya.. Aku belum mengatakan apa-apa lagi padanya, meski setiap hari dia terus menghubungiku untuk menanyakan hal yang sama. Ibu ku masih tinggal diluar negeri untuk menemani seorang adikku yang masih bersekolah disana. Aku berencana untuk mengajak Sica dan mengenalkannya pada ibuku nanti..”

“Kau akan membawa Sica keluar negri?”

Donghae mengangguk, menatap pada Sica yang berada disebelahnya..

Sica tersenyum langsung menunjukkan rona bahagia diwajahnya, secara pribadi Donghae belum mengatakan mengenai rencana itu padanya. Tapi pria itu telah mengatakan apa yang  sudah direncanakannya pada semua orang yang berada disana, hal itu membuat Sica lebih tertarik untuk mengetahui apa lagi yang telah pria itu rencanakan untuknya..

Apakah dia juga sudah berencana melamarnya?
Dan merancang pernikahan dengannya?

Oh..
Sica sungguh merasakan ketertarikannya terhadap pria itu. Dan hatinya yang terus mengatakan keinginannya untuk selalu bersamanya.

“sepertinya kami harus pulang lebih dulu..”

Setelah cukup lama berbincang, Yunho akhirnya mengajak Yuri untuk berpamitan.

“terimakasih untuk makan siang nya bibi..”

“Sama-sama Yuri ah..”

Yuri memberi pelukan pada Ny.Choi..

“dan terimakasih untuk membiarkan Junseo menginap dirumah kami, Yoong..”

“Aku yang berterimakasih karna Kau telah menjaga Jun untukku..”

Yoona kemudian memanggil Hana dan Junseo yang sedang bermain agar memberi salam saat Yuri dan Yunho berpamitan untuk pulang.

“Sampai berjumpa lagi imo dan uncle..”

“bye Hana ya.. Jun ah, tidak memberi imo pelukan?”

Yuri merendahkan tubuhnya dan membuka kedua tangannya saat Junseo berjalan mendekatinya dan kemudian memeluknya.

“aigoo.. Anak pintar. Ingin menginap lagi dirumah imo?”

Junseo sempat mengangguk oleh tawaran Yuri, namun kemudian menggelengkan kepalanya. Membuat Yuri mengerutkan dahi melihatnya.

“Oh, waeyo.. Jun tidak mau lagi menginap?”

“Jun mau bersama umma..”

Dan bocah kecil itu lantas berlari menghampiri sang umma, memeluk kaki Yoona sebelum kemudian Yoona meraih tubuh Jun dalam gendongannya dan menciumnya..

“Uh, jika sudah ada umma mu, Kau melupakanku, Jun ah..”

Yuri sedikit memberengut..

Sica dan sang pengacara yang bersamanya juga kemudian mengikuti Yunho dan Yuri untuk berpamitan.

“terimakasih sudah datang pengacara Lee..”

“senang bisa mengenal dan berbincang dengan keluarga anda diluar tentang pekerjaan, Tn.Harry..”

Donghae tersenyum..

“eh, tapi apakah tidak masalah jika saya tetap memanggil anda sebagai Tn.Harry? Atau saya harus mulai membiasakan untuk memanggil anda dengan Tn.Choi Siwon..?”

“tidak masalah.. Yang mana saja yang membuat anda nyaman”

mereka lantas berjalan kedepan, kearah pintu untuk kemudian keluar. Namun ketika mereka semua sampai disana, sebuah mobil yang baru saja menghentikan lajunya didepan rumah itu, membuat mereka menghentikan langkah untuk sekedar mengetahui siapa gerangan tamu yang datang pada saat itu.

Tak lama kemudian pintu belakang mobil itu terbuka dan Nickhun terlihat keluar lebih dulu, tak berselang lama Fanny juga terlihat keluar dari dalam mobil itu.

Setelah sempat kucing-kucingan dengan para pencari berita yang berada di Jepang yang masih mencoba untuk menguntit nya, mereka akhirnya bisa sampai disana dengan keadaan baik. Meski merasakan gugup, Fanny mencoba memperlihatkan ketenangannya untuk menghadapi apapun reaksi yang nanti akan diterima olehnya..

“Nona Fanny..”

Sica memperhatikan Donghae yang menggumam..

“Wanita itu.. Untuk apa dia datang kemari..!”

Hanya dengan melihat Fanny yang kemudian melangkah bersisian dengan Nickhun untuk mengarah pada mereka, sudah membuat Sooyoung merasakan amarah dalam darahnya.

Mengetahui desisan dalam ucapan Sooyoung, Siwon lantas mendekatinya dan Changmin membiarkan Siwon untuk berada disisi Sooyoung pada saat itu.
Siwon mungkin akan lebih bisa untuk menenangkan Sooyoung nantinya..

“Apa yang akan dia lakukan, Oppa!”

“tenanglah, dia hanya bermaksud baik..”

Siwon merangkul bahu Sooyoung dan meremasnya..

“Kau tau dia akan datang.. Dan kau justru membiarkannya? Aku tak ingin melihat wanita itu disini, Oppa!”

“sst..tenanglah Sooyoungie, kau bahkan belum mengetahui apa yang akan dia lakukan. Kumohon kendalikan dirimu dan dengarkan apa yang akan Fanny katakan.. Dia bermaksud untuk meminta maaf”

Jika Siwon mengambil langkah untuk kemudian berada disisi Sooyoung, Yoona lah yang selanjutnya merangkul sang ibu mertua, dengan Junseo yang masih berada dalam gendongannya, juga Hana yang berdiri disampingnya.
Ny.Choi masih terdiam sambil terus menatap lekat kearah Fanny yang saat itu berada tak jauh darinya..

“Harry Oppa.. Selamat siang, bibi.. Bagaimana kabarmu? Aku datang untuk berbicara dengan kalian..”

Fanny cukup terkejut melihat keberadaan pengacara sang ayah disana, Ia ingin bertanya mengenai apa yang dilakukannya disana, namun akhirnya memutuskan untuk mengurungkannya. Dan lebih memilih untuk melakukan tujuan kedatangannya, Ia terlebih dulu mencoba menyapa meski hanya Siwon lah yang kemudian merespon dengan menyuruhnya masuk kedalam rumahnya.

Yunho dan Yuri lantas bergeser untuk memberi jalan ketika Fanny dan Nickhun masuk. Tidak ada yang kemudian pergi dari rumah itu, mereka semua kembali masuk kedalam untuk mendengarkan apa yang akan gadis itu katakan.

“Saya datang untuk meminta maaf..”

Ada getaran dalam nada suaranya yang menandakan kegugupannya pada saat itu.

“Saya benar-benar minta maaf pada Harry oppa dan terutama Yoona, juga bibi.. Saya minta maaf telah menyebabkan kesedihan dalam keluarga kalian. Maafkan saya bibi.. Saya sungguh menyesal..”

Fanny menundukkan wajahnya..

“Kau baru minta maaf sekarang.. Setelah bertahun kau menyembunyikan Siwon oppa dari kami! Dan sekarang kau baru mengatakan permintaan maaf.. Kau sungguh tak pantas meminta itu dari kami..”

Menyadari jika suasana akan menjadi tidak sesantai sebelumnya, Yoona membisikkan pada Hana, menyuruhnya agar Ia masuk kekamarnya. Sica rupanya cukup mengerti keadaan, Ia mengambil Junseo dari gendongan Yoona dan kemudian membawanya mengikuti Hana untuk berada dikamarnya.

Mendengar ucapan Sooyoung, Fanny lantas mengangkat wajahnya, melihat kemarahan dalam tatapan tajam dari Sooyoung yang tertuju padanya.

“Aku tahu.. Aku memang tak pantas untuk dimaafkan, tapi tolong berilah pengampunan itu pada ayahku, aku yang akan menanggung dosa-dosanya”

“sama hal nya denganmu, Ayahmu juga tak dapat dimaafkan.. Dia pria yang benar-benar jahat!!”

“Sooyoung..”

Siwon kembali meremas pundaknya agar Sooyoung berhenti mengatakan kata-kata yang Ia tahu menyakiti Fanny saat itu..

“Aboji melakukan kejahatan itu karna aku.. Dia hanyalah seorang ayah yang ingin melindungi putrinya, namun dia menggunakan cara yang salah untuk itu..”

seperti hal nya semua orangtua yang selalu ingin melindungi anaknya, seorang anak juga bisa melakukan apa saja untuk melindungi orangtuanya. Ketulusan itu yang kemudian dilihat oleh Ny.Choi dari sorot mata Fanny..

“Kau terdengar begitu menyayangi ayahmu..”

bukan hanya Fanny yang kemudian menatap pada Ny.Choi setelah apa yang dikatakannya..

“Hanya ini yang bisa saya lakukan untuknya.. Saya menyesal semasa aboji masih hidup saya lebih banyak mengabaikan ucapannya. Saya baru menyadari betapa aboji sangat mencintai saya setelah kepergiannya. Saya tak lagi memiliki kesempatan untuk membahagiakannya. Mohon maafkan kesalahannya, bibi..”

Ny.Choi mengangguk..

“Oemma..!”

Sooyung tak menyetujui apa yang telah Ny.Choi isaratkan, dengan anggukan kepalanya itu tanda bahwa sang ibu juga telah memaafkan..

“Setelah Siwon oppa dan juga Yoona.. Kini oemma dengan mudahnya juga memaafkannya?”

“Sooyoungie.. Kita takkan bisa terus membencinya. Siwon sudah kembali.. Oemma tahu memaafkannya juga adalah hal yang sulit. Tapi gadis itu ataupun kita, juga harus tetap melanjutkan hidup.. Oemma tak ingin kita terus berkubang dalam kebencian pada gadis itu”

“Aku tidak bisa oemma.. Tidak, aku mungkin bisa memaafkan tapi aku takkan pernah bisa melupakan apa yang telah dia lakukan. Gadis itu yang menyebabkan appa pergi.. Selamanya, saat aku melihatnya hal itulah yang akan selalu terbayang dan kemudian kesakitanlah yang pada akhirnya akan kurasakan”

Sooyoung menjauhkan tangan Siwon dari pundaknya..

“Suruh gadis itu pergi, atau aku yang akan pergi oppa.. Aku tak bisa lagi melihatnya..!!”

“Sooyoungie..”

“Aku menganggap kau lebih memilih aku yang pergi.. Baiklah..”

“Chagiya..”

Changmin mencoba untuk menghentikannya, namun Sooyoung mengabaikannya. Kemarahan lebih menguasainya, Ia berusaha melangkah dengan cepat kearah anak tangga untuk menuju kamarnya. Namun baru menginjakkan kakinya pada anak tangga ketiga, Ia mengalami tergelincir pada salah satu kakinya yang kemudian membuatnya terjatuh dan menjerit..

“Awhh..”

Sooyoung merasakan nyeri pada perutnya setelah bagian pinggulnya terbentur, dan menjadi panik saat mengetahui telah ada darah segar yang mengalir diantara kedua kakinya..

“OPPA..! Oppa.. Awwhhh..!”

“Sooyoungie.. Ya Tuhan..!”

“Ya Tuhan..! Chagiya..!”

Sontak semua berlarian kearahnya dan suasana tegang bertambah dengan kepanikan saat melihat Sooyoung menangis..

“Na Young, Oppa.. Oemma, Aku takut.. Bagaimana dengan Na Young..”

“bertahan Chagiya.. Bertahanlah, kita akan menyelamatkannya..”

“Oh Tuhan.. Selamatkan putriku.. Cepat bawa Sooyoung kerumah sakit!”

Ny.Choi meneteskan airmata nya saat Yoona kemudian merangkulnya. Yoona nampak terkesiap melihat kondisi Sooyoung yang tiba-tiba mengkhawatirkan seperti itu..

“bertahanlah Soo..”

Changmin meraih tubuh Sooyoung dan langsung membopongnya..

“Ayo cepat.. Aku yang akan mengendarai mobil”

“Kami akan mengikuti mobil kalian..”

Siwon meminta kunci dari salah seorang pelayan rumah dan kemudian berlari menyiapkan mobil..

Kepanikan dari semua orang yang berada disana membuat Fanny merasakan lemas dikedua kakinya hingga membutuhkan bantuan Nickhun untuk menopang tubuhnya, sang pengacara juga kemudian mencoba untuk menenangkannya dengan mengatakan sesuatu agar gadis itu kuat. Sekali lagi Fanny merasa bersalah, karena kedatangannya telah mengacaukan keadaan disana hingga membuat Sooyoung mengalami pendarahan seperti yang saat itu dilihatnya..

“Ini salahku, Oppa.. Semua ini salahku..”

Fanny menangis ketika kemudian Nickhun memeluknya.

“Kita harus mendoakannya, agar dia dan anak dalam kandungannya bisa diselamatkan..”

***

Beberapa menit dalam perjalanan dan akhirnya sampai disebuah rumah sakit, Sooyoung langsung dilarikan keruang unit gawat darurat, ada sekitar tiga dokter yang salah satunya adalah dokter kandungan yang kemudian melakukan pemeriksaan, dan memberitahukan bahwa mereka harus segera mengambil tindakan terhadap bayi yang berada dalam kandungan Sooyoung..

“Kita harus mengeluarkan bayi itu secepatnya..”

Oh Tuhan…

*

*

*

*

*

*

To Be Continued~

Next, mungkin akan menjadi part terakhir^^ /fiuhh…

@joongly

133 thoughts on “YOU’re My Destiny [15]

  1. Waaah saking serunya Ga kerasa udah mau end.
    Disini Tiffany baik ya … Jd kasian ma dia udah Ga punya siapa2 di benci pula sama orang2
    Semoga semuanya berakhir bahagia dan soo sama na young selamat.

  2. the next new comer, haesica couple & Na young!
    mudah2an sooyoung ga papa yaa, melahirkan na young dgn selamat.
    aaahhh…next chap bakalan jd yg trkhir, mdh2an happy ending yaa. agak ga rela sey, pgn lyt moment yoonwon hana junseo lbh bnyk lg sbgai keluarga bahagia. :’)

  3. Aduh , soo seperti nya masih belum bisa nerima yaa ? Kasian soo. Mudah mudah.an baby sama soo nya ga kenapa kenapa ? Terus sikap nya ke fany juga😦 . Dan yg penting siwon udah kembali lagi ? Hehehhe cie ada haesica yang mau nyusul yuri hehehhe

  4. Bikin kacau tuh s fanny yaaah pergi jauh2 deh… sok2an nangis mnta dikasihanin bgt… alaaaah manjaa bgt siih..
    Ttep gak bsa maafin dy pnnya… kesellll…

  5. Oh Soo yoong segitu emosinya dirinya, smpe2 sulit dia memaafkan org lain. Padahal Fanny udh minta maaf atas kesalahannya yg tdk di sengajanya
    Emg sulit jg rasanya menerima semuanya, tpi apa mau di kata
    lalu ceritanya gmna dgn Soo Yoong
    oh akibat emosinya yg meledak2 smpai terpleset dia. Moga aja anaknya gk apa2, ceritanya makin seru aja author. idemu ini rasanya gk ada habisnya, semua ceritanya benar2 sangat keren terutama authornya sendiri ^_^

  6. Fany unni kasihan banget yaaah, udah mencoba minta maaf, eh ternyata ada masalah lgi,
    semoga soo unni gag apa” dan bayinya bisa selamat

  7. akhirnya yoonwon bersatu juga.. ff nya keren banget. Mian Aq baru coment di part ini… aq baru baca ff yg ini,, ternyata ini kelanjutan dari ff you’re mine ya..

  8. Waduuuhh ….. bahaya nih. Kayax Tiffany salah langkah deh. Yakin, si Sooyoung bakalan makin benci sama dia apalagi kalo sampe terjadi sesuatu sama Nayoung … Soo, semangat ya … Nayoung pasti baik2 aja.
    Yang lainnya, ayo bantu doa untuk Sooyoung and Nayoung …
    Jangan sampe ada masalah lagi deh. Semua udah baik2 aja, jangan sampe carut marut gak jelas lagi. Itu akan mengerikan sekali …
    Tinggal satu chap lagi, gak sabar mau baca …
    Yuk, langsung cuz aja …

  9. Salut bget sma persahabatan yoona, sica, soo n yuri, mereka saling menyayangi 1 sama lain…
    Sepertinya akan ada tambahan orang bru nih, semoga keadaan soo dan na yong baik baik saja…
    fanny makin merasa bersalah untunglah ada nichkhun yg selalu setia berada d sisinya n menguatkannya…

  10. Selamatkan bayi sooyoung ..kasian ingin melihat semuanya tersenyum kembali.
    Tiffany jadi model pakaian yoona ajah, biar dia tetep bahagia bersama keluarga barunya.

  11. D0nghae cepat lamar Jessica, biar Hana bisa jd pengiring pngantin lg, ^^
    Prmintaan maaf Tiffany udah d terima sama Ny. Ch0i, tp bagi S00y0ung yg masih belum terima malah berakibat pd ‘Na Y0ung’,,
    Sem0ga aja S00y0ung & bayi.a bisa selamat.,

  12. Aaaaa…soo kegugurankah????…jangan sampe deh siwonkan baru kembali kalo soo keguguran gak lengkap dong kebahagian keluarga siwon,,,ayo berdo’a massal agar soo gak keguguran..

  13. Waaah saking serunya Ga kerasa
    udah mau end.
    Disini Tiffany baik ya … Jd kasian ma dia udah
    Ga punya siapa2 di benci pula sama orang2
    Semoga semuanya berakhir bahagia dan soo
    sama na young selamat.

  14. Wah lucu bener sma jun ini… apalagi pas ditanya yuri mau ikut nginep lagi gk..
    Trus dia ngangguk abis itu geleng…
    Hahahahaha memang anak kecil ngegemesin kalo gitu….
    Dan bentar lagi end…
    Huu gk sabar…
    Apalagi liat reaksi sooyoung tadi sampek haru melahirkan sekarang…
    Ditunggu pw nya eon

  15. Seneng deh liat mereka bahagia,tpi syang sooyoung belum bisa maafin tiffany kan kasian tiffany.dan semogaa tidak terjadi apa apa untuk sooyoung dan bayinya lah….. semangat onnie

  16. Ishhh kenapa sih siwon slallu belain fany dari pada sooyoung yg adik kandung nya sendiri, padahal kan dya akar dari semua masalah nya
    Tpi salut bgt deng ama yoona yang bisa maafin fany dengan tulus nya
    Semoga tidak terjadi apa2 deh sama kandungan sooyoung dan semoga bayi nya lahir dengan sehat

  17. Omo apa yang terjadi dengahn sooyoung dan bayinya ya,sooyoung bener2 gak bisa menahan emosinya liat tiffany ada disana ya,mudah2an sooyoung dan bayinya nayoung bisa selamat,berharap baca part endnya

  18. Aduh makin emosi ini sooyoung sama tifanny dgn kejadian itu..
    Kasian jg fanny
    Makin tertekan dia
    Semoga sooyoung dan baby selamat yaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s