Fanfiction

YOU’re My Destiny [14]

Happy Reading~

*

*

*

*

*

Meninggalkan Fanny bersama dengan Nickhun, Siwon yang terus merangkul tubuh Yoona membawanya masuk kedalam salah satu mobil yang terparkir. Tidak membutuhkan sopir, Ia mengendarai mobilnya sendiri untuk benar-benar menikmati waktunya berdua bersama dengan Yoona.

“Siwon.. Kemana kita akan pergi?”

Tersenyum dan menoleh pada Yoona yang berada disebelahnya, Siwon mengulurkan tangan mengusap rambutnya..

“mari kita lihat, kemana kita bisa pergi..”

“jadi kau sendiri tak memiliki tujuan kemana kita akan pergi?”

Siwon mengangguk..

“Yang benar saja..”

Yoona sedikit memberengut membuat Siwon tergelak mendengarnya.

“Jangan khawatir sayang.. Kemanapun kita pergi, dimanapun tempat yang akan kita kunjungi. Aku pastikan semua itu akan menjadi mengesankan dan menyenangkan untukmu.. Kau sudah siap?”

Yoona mengangguk, meletakkan tangan kirinya diatas paha Siwon ketika melihatnya mulai menyalakan mesin dan kemudian melajukan mobil keluar dari halaman rumah Fanny, untuk Selanjutnya mengarahkannya kejalan raya.

Beberapa menit saat dalam perjalanan, Yoona membuka tas tangannya dan mengambil ponsel dari dalamnya. Ia menyempatkan untuk menelpon Ny.Choi untuk menanyakan tentang Hana dan Junseo..

“Yobseyo oemma..”

“Oh, Yoona ya.. Bagaimana keadaanmu sayang? Oemma baru saja ingin menelponmu..”

“Aku baik oemma.. Begitupun dengan Siwon. Kami baik-baik saja”

Yoona mengusapkan tangannya yang masih terus berada diatas paha Siwon, tersenyum ketika kemudian Siwon menoleh kearahnya..

“Katakan pada oemma.. Jika kita akan pulang besok”

Siwon seakan telah memprediksi jika selanjutnya yang akan ditanyakan oemma nya adalah mengenai kepulangan mereka. Benar saja, setelahnya Yoona mendengar Ny.Choi mengatakan pertanyaannya..

“syukurlah.. dan kapan kalian akan pulang?”

Yoona kembali tersenyum sebelum menjawab..

“Siwon mengatakan besok kami akan pulang..”

“Oh, baguslah.. Oemma sudah tidak sabar. Hana dan Junseo juga terus menanyakan kalian..”

“dan dimana Hana, Oemma? Hari ini dia baru sekali menghubungi kami..”

Yoona menanyakannya karna dihari sebelumnya Hana sampai berkali-kali menelpon ke ponselnya ataupun milik Siwon.

Tapi hari itu Hana hanya menghubunginya di pagi hari tadi..

“Oh, Hana sedang pergi bersama Sooyoung.. Dia bersemangat saat melihat Sooyoung melakukan USG.. Dan putrimu itu lebih bersemangat lagi saat Sooyoung mengajaknya untuk berbelanja keperluan bayinya”

Yoona tersenyum, Ia tahu  salah satu hal yang bisa membuat Hana merubah mood nya adalah dengan mengajaknya berbelanja. Gadis itu bisa langsung menunjukkan binar-binar bersemangat dimatanya..

“Dan bagaimana dengan Junseo oemma? Apa dia tidak menangis mencariku..?”

“Tidak perlu khawatir, Jun baik-baik saja. Tadi pagi saat bangun tidur, Ia memang sempat menangis mencarimu. Tapi oemma masih bisa mengatasinya..”

“dimana Jun? Bisakah aku bicara dengannya..”

“Oh, sayangnya Junseo sedang bersama dengan Yuri, dia tidak ada dirumah sekarang.. Dan dirumah oemma sedang merasa kesepian tanpa kedua anakmu..”

Yoona sedikit terkejut, bagaimana kemudian Junseo bisa bersama dengan Yuri. Kapan Yuri datang kerumahnya dan membawa Junseo?
Bukankah tadi Ia sempat berkirim pesan dengannya yang mengatakan keluhannya pada morning sicknes yang dialaminya, dan cukup membuatnya kacau hari itu.

“bagaimana Jun bisa bersama Yuri, oemma..?”

Ny.Choi lantas mengatakan jika mereka bertemu dirumah sakit tadi, saat Yuri dengan ditemani Yunho juga sedang memeriksakan kandungannya.

Dan Junseo menerima uluran tangan dari Yuri yang ingin menggendongnya. Hingga kemudian Junseo justru tak mau lepas dari gendongan Yuri dan menangis ketika Yuri akan meninggalkan rumah sakit. Maka dengan senang Yuri kemudian membawa Junseo untuk ikut bersamanya.

“Aigoo.. Benarkah seperti itu?”

Yoona melirik kearah Siwon yang juga menoleh kearahnya seolah mengatakan ingin tahu dengan apa yang dibicarakan ibunya bersama dengannya. Maka kemudian Yoona mengaktifkan loudspeacker dari ponselnya agar Siwon juga bisa mendengarnya..

“Ya, oemma rasa Jun begitu karna merindukanmu.. Yuri terlihat mirip denganmu kan..”

“Oh, aku juga merindukannya oemma..”

“Kami akan segera pulang oemma..”

Siwon menyela..

“Oh, tentu saja. Kalian harus secepatnya pulang Siwonie.. Bagaimana dengan keadaan disana? Apa kau sudah bisa meninggalkan gadis itu? Oemma melihat pemberitaan itu.. Cukup memprihatinkan”

Siwon hanya sedikit berbicara pada Ny.Choi karna dirinya sedang menyetir. Ia mengatakan akan menceritakan semua nanti saat sudah berada dirumah.

Yoona yang kemudian meneruskan, sebelum kemudian mengakhiri pembicaraan dengan mengatakan pada Ny.Choi bila Ia akan menghubungi Yuri setelahnya.

“Jun bersama Yuri?”

Siwon bertanya setelah Yoona memutus sambungan telponnya..

“hm.. Aku akan coba menghubunginya. Aku hanya tak yakin Junseo akan betah bersamanya, meski dia sudah cukup mengenali Yuri.. Tapi terkadang Jun sedikit susah didekati, berbeda dengan Hana..”

Siwon kembali memfokuskan dirinya pada kemudi mobil dan jalanan yang dilaluinya, membiarkan Yoona yang kemudian melakukan pembicaraan dengan Yuri..

“Aku mendengar Junseo sedang bersamamu..?”

“Oh, Yoona.. Aku baru ingin mengabarkan padamu tentang itu. Siapa yang telah lebih dulu memberitahumu?”

“Aku menelpon oemma.. Dan oemma yang mengatakannya padaku. Bagaimana dengan Jun? Dia baik-baik saja bersamamu..?”

“Ya, tentu saja.. Junseo baru saja tertidur. Setelah dari rumah sakit, Aku dan Yunho oppa membawanya berjalan-jalan tadi. Mungkin dia sedikit kelelahan..”

“Tidakkah membawa Jun akan melelahkan untukmu.. Kau mengatakan morning sicknes yang kau rasakan membuatmu kacau hari ini. Aku hanya sedikit khawatir tentang itu..”

Dari sambungan telponnya, Yuri justru tertawa mendengarnya..

“Tenanglah Yoona.. Tak akan jadi masalah. Menyenangkan membawa Junseo kerumah kami.. Sekalian untukku belajar bagaimana cara menangani bayiku nanti dan menjadi seorang ibu sepertimu. Jun membuat Yunho oppa juga semakin tak sabar menunggu kelahiran bayi kami..”

“Well.. Kalian perlu bersabar menunggu beberapa bulan lagi..”

Yuri terkikik..

“Itu akan menjadi cara ampuh untuk menguji kesabaran kami.. Oh, Yoona.. Kapan kau akan pulang?”

“kami merencanakan untuk pulang besok..”

“emm.. Aku ingin meminta ijin padamu, bolehkah Junseo menginap?”

“Kau yakin?”

“Oh my.. Tentu saja, Aku akan mengantarnya kerumahmu besok saat Kau dan Siwon oppa pulang.. Bolehkah?”

“Aku sedikit khawatir akan merepotkanmu..”

“Tidak.. Sama sekali tidak”

“emm.. Baiklah, tapi mungkin kau bisa menghubungi oemma dan juga meminta ijin padanya. Dia mengatakan kesepian tanpa Junseo.. Jika oemma mengijinkan, mintalah seseorang untuk mengirim beberapa pakaian milik Jun..”

“Tidak masalah, aku akan menelpon bibi Choi nanti.. Tidak perlu mengirim pakaian Junseo. Aku sudah membelikannya tadi..”

“Uh.. Jadi kau sudah merencanakan untuk membuat Junseo menginap dirumahmu, bahkan sebelum mendapat ijin dariku?”

Yuri tergelak mendengarnya, membenarkan jika dirinya dan Yunho memang sengaja untuk membuat Junseo menginap dirumah mereka, setelah merasa begitu menyenangkan dengan kehadiran Junseo disana.

Selanjutnya, setelah tak lagi membahas tentang Junseo, keduanya beralih membicarakan sebentar tentang butik. Yoona mengatakan telah mengirimkan beberapa desain pada Jessica, dan Yuri menanggapi akan meminta salinannya dari Jessica nanti.

Merasa tak ada lagi yang perlu dibicarakan Yoona mengakhiri pembicaraan setelah terlebih dulu mengatakan terimakasih pada Yuri yang mau direpotkan dengan menjaga putranya.
Sekali lagi Yuri mengatakan hal itu bukanlah masalah, dan Yoona merasa tenang membiarkan Junseo bersama dengan Yuri. Putranya akan aman bersama dengan sahabatnya. Betapa Ia merasa beruntung memiliki sahabat yang bukan hanya peduli dan menyayanginya tapi juga kedua buah hatinya.

“Bagaimana dengan Jun?”

Yoona tersenyum saat memasukkan kembali ponsel kedalam tas tangannya dan beralih untuk menatap pada Siwon yang masih belum menghentikan laju mobilnya.

“Yuri bilang Junseo baik-baik saja. Dia sedang tidur.. Yuri justru meminta ijin agar Jun diperbolehkan menginap dirumahnya”

“Kau mengijinkannya?”

Yoona mngangguk..

“Tapi aku mengatakan padanya agar dia juga meminta ijin pada oemma.. Oemma mengeluh kesepian tanpa Hana dan Junseo dirumah”

Siwon balas tersenyum dengan meraih tangan Yoona yang berada diatas pahanya, untuk kemudian menggenggamnya.

“Oemma pasti benar-benar kesepian.. Meski baru sebentar tanpa mereka. Hana dan Junseo telah membuat hari-hari oemma lebih berwarna..”

“Aku bersyukur memiliki oemma.. Dan berterimakasih padanya karna telah menyayangi dan menjaga Hana dan Junseo dengan sangat baik selama ini hingga aku merasa tenang saat harus meninggalkan mereka untuk mengurusi butik. Oemma seorang nenek yang hebat..”

Yoona lantas mengarahkan pandangannya pada jalan raya dan bertanya pada Siwon kapan Ia akan menghentikan laju mobilnya.

Siwon mengatakan sempat mengalami salah jalan tadi, Ia sedikit lupa namun kemudian mengingatnya dan sepertinya tak lama lagi akan sampai pada tempat yang dituju.

Benar saja, sekitar sepuluh menit setelahnya Siwon menghentikan laju mobilnya. Bukan sebuah tempat umum atau yang lainnya yang ternyata menjadi tempat pemberhentian mobilnya, melainkan Siwon menghentikannya saat masih berada dijalan raya dan hanya menepikannya saja, agar tak mengganggu lalu lintas yang ada.

“Siwon.. Kenapa kita berhenti disini?”

Siwon menatap pada Yoona yang tengah memperhatikannya..

“Aku sedikit lupa apakah disini persisnya.. Tapi sepertinya memang disekitar sini..”

“maksudmu..?”

“Kau melupakannya atau memang tidak tahu jika disinilah kecelakaan pada malam itu terjadi..”

Yoona menggeleng dan meraih tangan Siwon..

“Siwon.. Kenapa membawaku kesini? Ayo, jalankan mobilnya.. Aku tak ingin berada disini dan mengingat hari mengerikan itu. Ayo kita pergi..”

Siwon menangkap kegelisahan yang Yoona rasakan pada saat itu, dan Ia lantas menggenggamkan erat tangannya.

“Sayang.. Tidak apa-apa. Semua sudah berlalu.. Aku bersamamu sekarang..”

Siwon yang kemudian membawa Yoona keluar dari dalam mobil, merangkulnya saat keduanya kemudian berdiri disisi mobil dan mengarahkan pandangan mereka pada sekeliling jalanan itu.

Banyak lalu lalang kendaraan lain yang melintas, namun Siwon mengatakan bila Ia mengingat pada malam itu hujan mengguyur dan malam yang telah larut membuat tak banyak kendaraan yang melewati jalanan itu. Suasananya yang sepi mungkin akan membuat pengendara mobil melajukan mobilnya dilajalanan itu , namun melupakan guyuran hujan pada aspal jalan sedikit banyak telah membuat jalanan menjadi licin. Dan hal itu yang mungkin dilupakan oleh Fanny, dan akhirnya menjadi salah satu faktor penyebab saat Fanny tak bisa mengendalikan laju mobilnya hingga menghantam dengan keras mobil yang dikendarai oleh Siwon saat itu.

“Aku begitu ngeri membayangkan apa yang pada saat itu kau rasakan, yeobo.. Dan appa, Ya Tuhan…”

Yoona merangkul erat tubuh Siwon, ketika airmata mulai menggenangi matanya. Tak mampu membayangkan peristiwa mengerikan itu..

Siwon menenangkannya, meski Ia sendiri merasa terguncang dengan kehilangan sang appa ditempat itu. Malam itu, Ia bahkan tak berdaya untuk menyelamatkan nyawanya..

Keduanya saling berpeluk menenangkan, Siwon mungkin tak seharusnya membawa Yoona kesana dan juga membawa dirinya sendiri ketempat itu yang pada akhirnya justru membuat kesedihan itu kembali melingkupi. Namun untuk menghilangkan ketakutan Yoona, Siwon merasa jika tempat terjadinya kecelakaan pada malam itu memang seharusnya mereka datangi..

“Kau harus mengingatnya sayang, jika tempat ini tak membuatmu kehilanganku untuk selamanya. Kita hanya terpisah beberapa waktu.. Dan sekarang aku sudah kembali bersamamu..”

Yoona hanya mampu menganguk tanpa ada kata-kata yang bisa keluar dari bibirnya..

Tak cukup lama mereka berada disana. Setelah merasa cukup bisa mengendalikan kesedihan yang mereka rasakan, Siwon merangkul Yoona untuk kembali masuk kedalam mobil..

“Siwon..”

“hm..”

“Kita seharusnya menabur bunga untuk appa..”

Siwon tersenyum dan mengangguk, tangannya kemudian terulur membukakan pintu mobil untuk Yoona..

“Ya, kau benar sayang.. Kita bisa melakukannya nanti saat perjalanan pulang. Masuklah, kita pergi dari sini..”

Siwon yang lantas melajukan kembali mobilnya, mempertanyakan kemanakah Yoona ingin pergi selanjutnya. Namun Yoona tak memiliki tujuan yang pasti, dan memilih menyerahkan semuanya pada Siwon..

“Baiklah.. Kita akan menjadikan hari ini sebagai hari berkencan. Maka kau tak boleh mengeluh kemana pun aku membawamu..”

Yoona mengangguk dengan yakin, bagaimana mungkin Ia bisa mengeluh jika bersama dengan Siwon, pria yang menjadi titik kesempurnaan hidupnya.

Hanya dengan menatap wajahnya, melihat senyuman dari bibirnya.. Semua sudah pasti akan meleburkan keluhan yang bahkan tak sempat terbersit dibenaknya..

Siwon benar dengan mengatakan hari itu sebagai hari kencan untuk mereka, setelah kemudian Siwon menghentikan laju mobilnya. Mengawali kencan mereka dengan makan bersama disebuah restoran yang menyajikan masakan khas Jepang, yang dari aroma masakannya yang menguar sudah cukup untuk menggugah nafsu makan keduanya.

“Apa yang kau inginkan untuk dipesan, sayang..?”

Siwon bertanya sambil melihat pada buku menu yang berada ditangannya.

“Apapun yang kau inginkan, itulah apa yang kuinginkan sekarang..”

Siwon menyingkirkan tatapannya pada buku menu, untuk kemudian menatap pada Yoona yang tersenyum dengan merona, nampak sedikit geli sepertinya dengan apa yang baru dikatakannya..

“Uh.. Kau berbicara dengan sangat manis, sayang.. Aku akan menyukai kencan kita kali ini..”

Oh..
Hari itu pasti akan menjadi sebuah hari yang menyenangkan untuk dilewati keduanya.

Selesai dengan makan bersama, Siwon lantas menggandeng Yoona untuk berjalan-jalan disebuah taman yang mereka lewati.
Udaranya terasa hangat saat kemudian Siwon membuat Yoona tersenyum melihat dua buah eskrim yang telah berada ditangannya.

“Tidakkah kita seperti dua orang remaja yang berada disana? Lihatlah mereka yang menginspirasiku untuk membelikan eskrim ini untukmu..”

Yoona tertawa ketika Siwon menunjuk pada sejoli yang mengenakan seragam yang sama, terlihat bahagia menikmati kebersamaan mereka dengan duduk diatas rumput dan menjilati eskrim ditangan mereka masing-masing dan sesekali melakukan canda dengan mengoleskan eskrim yang meleleh kewajah pasangannya.

“mereka pasti membolos dari sekolah dan kabur dari mata pelajaran yang diajarkan.. Kau seharusnya menegur mereka..”

Yoona menerima pemberian eskrim dari Siwon..

“Oh.. Aku teringat Hana.. Dia sangat menyukai eskrim, yeobo..”

“hm.. Tentu kita akan menggantikannya nanti. Dan bagaimana aku bisa menegur mereka yang sedang kabur dari sekolah dan menghindari mata pelajaran.. Kurasa kita hampir sama dengan mereka..”

Yoona sesaat mengernyit mendengarnya, namun kemudian Ia bisa mengerti dengan maksud  ucapan Siwon..

“Kita lebih parah, yeobo.. Aku mengatakan pada Hana jika kita tak dapat pulang hari ini karna Kau masih memiliki pekerjaan. Tapi lihatlah sekarang.. Kita justru berada disini dan bersenang-senang berdua. Kita lebih parah dari mereka yang hanya menghindari pelajaran disekolah.. Aigoo.. kita sedang menghindari untuk mengurus Hana dan Junseo..”

“Aku rasa sesekali hal itu diperbolehkan.. Hana dan Junseo sedang diurus oleh orang-orang yang menyayangi mereka dan memberikan kita lebih banyak waktu untuk berdua. Jadi, Ayolah.. Jangan menyia-nyiakan hari ini sayang..”

Yoona memekik setelah Siwon mencium pipinya, bukan hanya mencium sepertinya tapi juga menjilat. Meninggalkan rasa dingin dan sisa eskrim diwajahnya. Siwon pasti sengaja melakukannya setelah menjilat eskrim miliknya, dan lantas menempelkan pada wajahnya untuk kemudian menjilatnya lagi, dan setelah itu berlari menghindari kejaran Yoona yang terlihat kesal dengan apa yang dilakukannya..

“Yak.. Siwon, berhenti..! Apa yang kau lakukan tadi?”

“Oh, percayalah Yoona.. Rasa eskrim itu lebih nikmat saat bersentuhan dengan kulitmu..”

“Siwon..!!”

Yoona dengan kesal memukul lengan Siwon, tersipu dalam pelukan Siwon yang kemudian merengkuh tubuhnya.

“Kau tidak lihat orang-orang memperhatikan kita? Kau membuatku terlihat seperti seorang anak kecil..”

“Biarkan saja.. Mereka pasti tak bisa melakukan hal semacam itu..”

“Ya.. Hanya kau lah yang bisa dan berani mempermalukan istrimu sendiri..”

Siwon tergelak melihat wajah Yoona yang memberengut. Ia yakin pada saat itu Yoona tak benar-benar kesal padanya. Ia hanya merasa malu dengan apa yang Siwon lakukan padanya..

“Kau semakin cantik jika seperti ini..”

Siwon mengusap, menghapus sisa eskrim dari wajah Yoona.

“Ayo.. Kemana lagi kau ingin pergi?”

Yoona mendongak dan berpikir..

“Bawa aku ke pusat perbelanjaan. Hana memiliki beberapa pesanan yang dia inginkan dan Kau mengatakan akan membelikan untuknya.. Jika kita akan pulang besok, Kita harus mencarinya sekarang..”

“Tentu, bukan masalah..”

Tak butuh waktu lama untuk keduanya kembali masuk kedalam mobil, dan hanya beberapa menit setelah melajukan mobilnya, Siwon sudah berbelok pada sebuah pusat perbelanjaan yang tak sedikit orang berada didalamnya.

Tempat pertama yang mereka lihat tentulah yang banyak menjual kebutuhan untuk anak seusia Hana.

Yoona yang lantas memilih dua sepatu dan menyesuaikan nomer untuk ukuran Hana. Dan kemudian menuju pada tempat penjualan tas. Mengambil satu dari etalase dan kemudian membiarkan Siwon untuk membayarnya.

Siwon terkagum akan betapa cepatnya Yoona menentukan ukuran dari beberapa leging, sebuah jaket berwarna merah seperti yang disebutkan dalam salah satu pesanan Hana..

“Kau yakin itu tak terlalu besar untuk Hana?”

Yoona memberikan senyumnya pada Siwon..

“Tidak.. Aku cukup mengenal Hana dengan baik. Aku memastikan ini ukuran yang pas untuknya?”

“Ya.. Seharusnya aku tak perlu mempertanyakan. Kau pastilah sudah sering berbelanja untuknya..”

Yoona merangkulkan lengannya pada tubuh Siwon dan menariknya kesebuah tempat penjualan parfum khusus untuk anak-anak..

“Apalagi yang tuan putri itu inginkan?”

“emm.. Kurasa dia menyebutkan parfum tadi..”

Yoona tertawa saat mengetahui Siwon melebarkan mata medengarnya..

“Astaga.. Gadis kecil itu menginginkan parfum?”

Yoona mengangguk..

“Kenapa.. Kita tidak akan membelikannya..?”

“Aku hanya terkejut..”

“Anak-anak bertumbuh dengan cepat.. Kita harus terus memantau dan mengikuti juga mengawasi perkembangannya..”

“Selama masih belum berlebihan itu bukan masalah, sayang.. Kita hanya  perlu mengarahkan. Jangan terlalu ketat mengontrol nya.. Biarkan Hana bertumbuh dan menikmati masa-masa dirinya menjadi anak-anak yang masih memiliki banyak keinginan.. Itu takkan bisa terulang..”

“Ya, aku tahu.. Aku hanya sedikit memiliki kekhawatiran terhadap pertumbuhan Hana.. Aku merasa ingin agar dia terus menjadi putri kecilku, Aku tak ingin Hana tumbuh dewasa sebelum waktunya..”

Siwon tersenyum memahami kekhawatiran yang dirasakan Yoona sebagai seorang Ibu yang mengkhawatirkan putrinya.

Karakter seorang Ibu mungkin demikian, memiliki kekhawatiran yang lebih terhadap anak gadis nya. Sama halnya seperti ibunya yang selalu mengkhawatirkan Sooyoung dan Yoona. Siwon bisa menilai Ibunya yang kini bahkan menjadi lebih mengkhawatirkan Yoona putri menantunya, ketimbang dirinya yang adalah anak kandung.

Berbeda dengan karakter seorang ayah yang tidak melulu membesarkan kekhawatiran, tapi lebih memberi perlindungan. Seorang ayah cenderung lebih rasional, bila dirinya memberi perlindungan maka tak banyak yang akan dikhawatirkan.

Setelah mendapatkan semua yang diinginkan Hana, Yoona juga membelikan beberapa macam untuk Junseo. dan membelikan sebuah tas tangan untuk Ny.Choi

Dan kini ada sekitar tujuh paper bag, dua yang berada ditangannya dan sisanya Siwon yang membawanya.

Setelah memasukkannya kedalam mobil, Yoona mengira jika mereka akan langsung pergi. Namun Siwon justru kembali merangkulnya masuk kedalam pusat berbelanjaan.

“Siwon.. Kita sudah mendapatkan semuanya. Apalagi yang akan kita lakukan?”

“Kita belum mendapatkan apapun untukmu, Yoona..”

Yoona menarik Siwon agar menghentikan langkahnya..

“Apa? Aku tidak membutuhkan apapun sekarang..”

“Aku tahu.. Tapi kau akan membutuhkannya sebentar lagi..”

Siwon memberinya senyum  misterius dan kembali merangkul Yoona agar mengikuti langkahnya.

Yoona sedikit terkejut saat Siwon mengajaknya masuk kesebuah tempat yang memamerkan berbagai jenis perhiasan.

“Siwon.. Untuk apa kau membawaku kesini?”

“Aku hanya ingin melihat-lihat apakah ada yang cocok atau tidak..”

Mereka disambut seorang karyawan yang kemudian memperlihatkan koleksi terbaru dari perhiasan yang mereka jual.

Siwon lantas memilih beberapa jenis dan meminta Yoona untuk mengepaskannya..

“Siwon..”

Yoona menggeleng sebagai tanda penolakan..

“Oh, jangan mengecewakanku sayang..”

“Tapi aku sudah memiliki beberapa dirumah.. Dan semua sudah lebih dari cukup. Aku tidak membutuhkannya lagi..”

“Aku tahu, dan menyadari jika Kau mampu untuk membelinya dengan uangmu sendiri, tapi kali ini biarkan aku memberikannya sebagai hadiah untukmu..”

“Tidak perlu.. Kehadiranmu sudah menjadi hadiah terbesar yang kuterima”

“Kau seharusnya menyenangkanku.. Tapi kau akan mengecewakanku bila menolaknya..”

Melihat Siwon menunjukkan kekecewaan diwajahnya, Yoona kemudian melepaskan sebuah syal yang masih melilit dilehernya, dan hanya berharap beberapa tanda merah disana telah menghilang ketika Ia membiarkan Siwon memasangkan sebuah kalung yang berkilau dengan berlian yang menjadi liontinnya.

“semakin indah saat berada dilehermu sayang..”

“Ini sangat indah Siwon..”

Siwon tersenyum..

“Kau menyukainya?”

“tapi aku masih belum membutuhkannya..”

“Kau menyukainya?”

“Siwon..”

“Ayolah sayang, jawab pertanyaanku..”

“Ya, aku menyukainya.. Tapi aku tak harus memilikinya, dan Kau tidak harus membelikan ini untukku..”

“Kenapa tidak jika kau menyukainya. Aku akan ambil yang saat ini dipakai istriku.. Untuk yang lain kalian boleh membungkusnya, aku akan membayar semuanya..”

“Siwon..”

Yoona sedikit memprotes, Siwon bukan hanya memberikan sebuah kalung yang saat ini melingkari lehernya, tapi juga satu set perhiasan yang lainnya.

“Kau pantas mendapatkannya, sayang..”

Siwon tersenyum puas..
Melakukan pembayaran dengan cepat, mendapatkan perhiasan yang telah dibungkus dengan cantik dan kemudian merangkul Yoona untuk keluar dari sana dan beralih menuju sebuah tempat yang menjual banyak gaun indah yang dipajang pada beberapa manekin dan sebagian yang lain tergantung dan diletakkan pada etalase.

“Aku perancang busana.. Aku memiliki banyak gaun indah dalam butikku. Aku tidak membutuhkannya, yeobo..”

“Aku akan setuju dengan apa yang kau katakan bila sekarang Kau bisa menunjukkan sebuah gaun yang kau miliki padaku..”

“Siwon.. Apa maksudnya?”

“Kau jelas membutuhkan gaun sayang..”

“untuk apa?”

“untuk malam ini.. Aku ingin melengkapi kencan kita dengan sebuah makan malam eksklusif hanya denganmu..”

Siwon mengindahkan keterkejutan dimata Yoona dan lebih memilih memanggil seorang karyawan untuk membantunya menemukan sebuah gaun yang pas ditubuh Yoona.

Yoona mengakui dirinya seorang desainer. Ia terbiasa memberikan gaun-gaun yang indah untuk para pelanggannya. Ia tidak pernah merasa kesulitan saat melakukannya. Ia juga begitu lihai saat memilihkan pakaian-pakaian untuk Hana dan Junseo.

Tapi kali ini, untuk membalut tubuhnya sendiri dengan sebuah gaun yang pas, Yoona justru merasa sangat kesulitan. Ia gugup menyadari Siwon akan memperhatikannya, dan sedang menunggu untuk apa yang dikenakannya.

Ia sudah lima kali keluar masuk kedalam kamar pas, namun tak sekalipun gaun yang dicobanya dirasa cocok untuknya meski Siwon sudah memuji tiga diantaranya sebagai yang terbaik saat Yoona mengenakannya.

“Sayang, Kau belum juga menemukan gaunnya..?”

Siwon bertanya dari luar kamar pas. Ia sudah siap setelah mengepas satu stel pakaian yang lebih terlihat formal, sementara Yoona masih berada didalamnya untuk mencoba gaun keenam atau mungkin ketujuh, dengan seorang karyawan yang membantunya..

“eh, belum.. Tunggu sebentar..”

Menunggu Yoona mengenakan gaunnya, Siwon duduk pada sebuah kursi yang berada tak jauh dari kamar pas. Mengambil ponsel dan menghubungi seseorang..

Ia sedang dalam pembicaraan dengat seseorang melalui sambungan telpon, ketika melihat seorang karyawan tadi keluar dari kamar pas, dengan membawa serta gaun ditangannya.

Siwon menggeleng, itu berarti Yoona masih menginginkan untuk mencoba gaun yang lain..

Maka kemudian Siwon mengakhiri pembicaraannya. Meminta seorang karyawan lain untuk menurunkan sebuah gaun berwarna broken white dari sebuah manekin, dan menghentikan karyawan yang tadi membawa gaun untuk Yoona, dan kini membawakan gaun lainnya agar tidak masuk kedalam kamar pas, karena Siwon sendirilah yang kemudian masuk dengan sebuah gaun pilihannya.

Beberapa karyawan disana saling melempar senyuman geli dengan satu sama lain saat melihat apa yang dilakukan Siwon dan mendengar suara Yoona yang menjerit begitu pria itu masuk kedalamnya..

“Siwon..!! Apa yang kau lakukan? Aku belum mendapatkan gaunku..”

Yoona merapatkan kimono sutra yang Ia kenakan untuk menutupi tubuhnya..

“Karna itu, aku akan membantumu sayang.. Pakailah yang ini..”

Mendekat, Siwon mengulurkan gaun ditangannya pada Yoona..

Menerima gaun pemberian Siwon, Yoona menatapnya sejenak dan bertanya..

“Kau tidak akan keluar?”

“Tidak.. Aku ingin melihatmu..”

Yoona mendengus dan berbalik membelakangi Siwon, untuk kemudian menarik lepas ikat kimono sutra yang dikenakannya, menurunkan dari bahunya dan membiarkannya jatuh dibawah kakinya.

Ia tahu, pandangan Siwon yang pada saat itu sedang menikmati tubuhnya yang hanya tertutupi pakaian dalam..

Menyadari hal itu, membuat Yoona merona dan dengan segera Ia memakai gaunnya. Ia bisa mengenali bahan halus yang digunakan sang perancang gaun itu sangatlah berkwalitas, lembut dan terasa nyaman saat bersentuhan dengan kulitnya. Dan dengan banyaknya taburan kristal yang menghiasinya, Yoona bisa memastikan gaun itu dibandrol dengan harga yang tak bisa dibilang murah.

Yoona tersenyum pada pantulan dirinya dari sebuah cermin dengan gaun indah yang telah Ia kenakan, dan melihat Siwon yang berada dibelakangnya bergerak maju mendekatinya pada saat Yoona ingin menarik sebuah risleting dibagian punggungnya.

“Ini menjadi tugasku sayang.. Biar aku yang melakukannya..”

Siwon mengambil alih dan Yoona membiarkannya melakukannya. Ia menikmati tangan Siwon yang dengan sengaja berlama-lama saat menarik risleting gaunnya hingga keatas, memanfaatkan beberapa kesempatan untuk membuat jemarinya bersentuhan dengan punggungnya dan membuat Yoona menahan napas dengan perlakuannya.

Siwon mengakhiri semua itu dengan sebuah kecupan dibahu Yoona dan membalikkan tubuhnya agar bertatapan dengannya..

“bagaimana dengan yang ini? Kau suka..?”

Yoona mengangguk, merasakan gaun itu memeluk erat tubuhnya..

“Ini indah..”

“Kau terlihat sempurna dengan pakaian dalam yang senada..”

Siwon tergelak ketika melihat Yoona melebarkan mata mendengarnya, dan dengan cepat memukul lengannya.

“jadi yang kau lihat bukanlah gaun yang kukenakan, melainkan…”

Yoona tak bisa meneruskan dan justru tersipu dengan tatapan Siwon yang seakan sedang menelusuri seluruh tubuhnya.

“Aku tak menyangka akan memilihkan warna yang senada dengan yang kau kenakan..”

“Siwon..!”

“Oh, baiklah.. Bisa kita pergi sekarang?”

Siwon menyudahi candaannya dengan memberikan lengannya agar Yoona merangkulnya..

“Tunggu sebentar.. Aku perlu merapikan rambutku..”

Yoona beralih pada tas tangannya dan mengambil sebuah sisir dari dalamnya. Merapikan rambutnya yang tergerai dan bergelombang dengan indahnya, Ia tak membutuhkan lebih dari lima menit sebelum akhirnya kembali pada Siwon dengan tersenyum saat memeluk lengannya..

image

“Aku siap..”

“Baiklah.. Aku sudah menunggu lama untuk ini..”

Berjalan keluar dari kamar pas, Siwon terlebih dulu melakukan pembayaran dan saat itu Yoona menyadari bila tampilannya sedikit kurang pas bila dipadankan dengan sepatu yang dipakainya. Harusnya tak menjadi masalah karna gaun yang saat itu dikenakannya panjangnya menyapu lantai, hingga sepatu apapun yang dikenakannya sudah pasti tidak akan terlihat kecuali Ia menaikkan gaunnya.

Namun Siwon bisa membaca keganjilan itu, dan tersenyum saat memanggil seorang karyawan yang kemudian membawakan sebuah kotak persegi dan memberikannya pada Yoona..

“Siwon..”

Apalagi yang bisa dikatakannya ketika melihat sepasang higheels didepan matanya. Yoona hanya bisa terkagum akan betapa Siwon tengah menyempurnakan harinya.

“pakailah..”

“Kapan kau mendapatkan ini?”

“saat kau sedang berlama-lama mencari gaun yang cocok..”

“terimakasih, aku akan memakainya..”

Dengan binaran dimatanya, Yoona mengganti sepatu yang dikenakannya dan merasakan tampilannya kian sempurna setelahnya.

Ia kembali merangkul lengan Siwon saat keduanya segera meninggalkan tempat itu..

Namun beberapa langkah menuju mobil, Yoona justru sudah berkali-kali menoleh kebelakang. Seakan mencari-cari sesuatu disana..

“Ada yang salah?”

Siwon mempertanyakan..

“eh, tidak.. Hanya saja..”

Yoona memelankan suara dengan berbisik ditelinga Siwon..

“Tidakkah kau merasa ada yang mengikuti kita, yeobo..?”

Siwon melihat kesekeliling dan mengerti akan apa yang dimaksudkan oleh Yoona..

“Kau baru menyadarinya?”

“jadi kau sudah tahu?”

Siwon mengangguk..

“mereka sudah mengikuti kita bahkan sejak kita berada direstoran dan taman tadi..”

“jinjayo..?”

Siwon kembali mengangguk dan tersenyum..

Yoona heran akan betapa santai nya Siwon bersikap, sementara Ia mengetahui ada beberapa pencari berita yang sejak tadi mengikuti mereka.

“tak perlu dicemaskan.. Selama mereka tidak mengganggu kita, biarkan saja.. Mereka hanya mengambil gambar. Dan mungkin akan mengikuti kita sepanjang hari..”

Maka Yoona mengikuti apa yang Siwon sarankan, meskipun Ia merasa agak risih setelah mengetahui ada orang-orang yang sedang mengikuti dan mengambil gambarnya.

“mereka bisa menjadikanku artis bila terus-terusan mengambil gambar kita..”

Siwon tertawa dengan komentar yang diucapkan oleh Yoona ketika dirinya membukakan pintu mobil untuknya dan mempersilahkannya agar lekas masuk kedalamnya..

“dimana kita akan makan malam?”

Siwon tersenyum saat menghidupkan mesin mobilnya..

“akan jadi kejutan untukmu,  sayang.. Bersiaplah..”

Sepanjang perjalanan Yoona mengantisipasi dengan suka cita, kemana Siwon akan menghentikan laju mobilnya dan melengkapi kencan mereka hari itu dengan sebuah diner berdua.

Dan tak kurang dari lima belas menit berada dalam mobil yang dikendarai Siwon, Yoona merasa mengenali tempat yang pada saat itu dituju oleh Siwon dan sekarang yang menjadi tempat pemberhentian laju mobil yang dikendalikan olehnya.

“Yeobo..”

Membuka sabuk pengaman yang dikenakannya, Siwon lantas menoleh pada Yoona dan memberikan senyum kearahnya.

“hm..”

“disini? Kita akan makan malam disini?”

Yoona menoleh pada belakang mobil Siwon, mencari tahu akankah masih ada para pencari berita yang mengikuti mereka. Namun Yoona tak bisa memastikannya..

“Ya.. Kau keberatan?”

“Tidak.. Kita sudah beberapa kali kemari. Disini menyajikan makanan yang enak.. Hanya saja..”

Yoona kembali menoleh kebelakang..

“Ada apa?”

“para pencari berita itu.. Tidakkah mereka masih mengikuti kita?”

Siwon kini juga menoleh kebelakang mobilnya, mencoba mencari tahu seperti apa yang dilakukan Yoona..

“Sudahlah.. Aku memesan ruang khusus, tak akan jadi masalah.. Jangan biarkan mereka mengganggu kencan kita..”

Siwon lebih dulu keluar dari dalam mobilnya, bergerak memutar membukakan pintu untuk Yoona dan mengulurkan tangan ketika Yoona turun, kemudian merangkulnya masuk kedalam restoran.

“Selamat datang Tuan.. Nyonya..”

Seorang pelayan menyambut didepan pintu, Siwon mengatakan telah melakukan reservasi dan seorang pelayan lain menunjukkan pada mereka sebuah ruangan yang telah dipesan.

Hanya ada dua kursi didalamnya dan beberapa lilin yang menyala diatas meja..

“duduklah sayang..”

tersenyum, Yoona lantas menduduki sebuah kursi yang telah ditarik oleh Siwon untuknya..

Sang pelayan menunjukkan daftar menu, dan Siwon yang kemudian memesan. Yoona hanya memandang sang suami dengan kekaguman dimatanya..

Siwon hanya tersenyum dan meraih tangan Yoona yang berada diatas meja, dan menggenggamnya..

“Kau sangat cantik..”

“terimakasih.. Kau sudah banyak membual malam ini..”

Siwon tergelak..

“Kau menyukainya?”

“Sangat..”

Yoona mengeratkan genggaman tangannya, mengabaikan seorang pelayan yang masuk dengan membawa dua gelas wine untuk mereka sementara menunggu hidangan mereka disiapkan.

Siwon mengangkat gelasnya dan meminta Yoona melakukan hal yang sama..

“Untuk menghapus semua kenangan buruk dan menggantinya dengan kebahagiaan dihari-hari selanjutnya..”

“Ya.. Terimakasih Tuhan..”

dan keduanya mendentingkan gelas, sebelum menyesap wine dari dalam gelasnya.
Hanya sedikit, Yoona lantas meletakkan gelasnya..

“Kau tidak akan membuatku mabuk kan?”

“Tidak.. Kau yang justru sudah membuatku mabuk dengan kecantikanmu..”

Hidangan yang mereka pesan datang, dengan diantar oleh seorang pria dan wanita yang melayani mereka.

Wanita itu tersenyum dan Siwon balas tersenyum kearahnya. Yoona mengernyit melihatnya..

“Senang bisa melihat anda kembali, Tuan.. Dan Nyonya, selamat malam.. Selamat menikmati hidangannya..”

Yoona merasa tak mengenali wanita itu yang sedang mencoba bersikap ramah padanya..

“Saya melihat anda dalam beberapa siaran berita hari ini.. Dan saya sangat terkejut dan tidak menyangka..”

“Aku juga tak menyangka jika Kau masih mengenaliku nona..”

Siwon yang melihat tanda tanya yang tergambar diwajah Yoona kemudian mengatakan padanya, jika sebelumnya, sebelum Siwon mendapatkan ingatannya dan masih menganggap dirinya sebagai Harry, Fanny pernah mengajaknya ketempat itu dan sekali lagi bertemu dengan wanita pelayan itu yang mengenalinya. Sekarang wanita itu mungkin bukan lagi sebagai pelayan, dia tak lagi mengenakan seragam. Pasti jabatannya telah dinaikkan.

“Dia yang pertama kali mengatakan jika aku memiliki seorang istri dan pernah membawamu kemari, namun dia sedikit mengacaukannya..”

Wanita itu tertunduk malu..

“Maafkan saya.. Saya kira malam itu saya salah mengenali anda. Tapi ternyata anda mengalami amnesia.. Saya turut prihatin..”

Setelah meneliti wajahnya, Yoona teringat akan sesuatu jika wanita itu yang dulu pernah dengan lancang memberikan nomor ponselnya pada Siwon..

“Ya.. Aku mengingatnya..”

“Maafkan saya untuk malam itu, Ny..”

“Tidak masalah.. Aku sudah melupakannya..”

Wanita itu tersenyum dan lantas mengatakan keinginannya untuk mendapatkan foto dengan keduanya.

Yoona mengernyit atas permintaanya. Wanita itu pernah memberikan nomer ponselnya pada sang suami dan kini meminta foto bersamanya dan Siwon.

“Anda dua orang baik hati yang kini sedang banyak dibicarakan.. dan saya ingin menunjukkan pada orang-orang jika saya mengenal anda..”

Dengan alasan itu, Yoona dan Siwon tertawa sebelum akhirnya mengiyakan permintaan foto bersama dengan wanita itu, dan menikmati makan malam mereka setelahnya.

***

Yoona menutup mulutnya menggunakan sebelah tangannya, setelah Siwon berkali-kali menyuapkan makanan untuknya..

“Hentikan yeobo.. Kau membuatku terlalu banyak makan hari ini.. Kau mengacaukan program diet yang kujalani..”

“aku tak percaya kau menjalani program diet.. kau seharusnya menaikkan berat badanmu..”

Siwon akhirnya meletakkan kembali dua sumpit ditangannya..

“baiklah.. Aku juga sudah selesai..”

Siwon mengambil segelas air putih yang kemudian Ia berikan untuk Yoona, dan mengambil lagi untuk dirinya. Lalu mengambil sebuah serbet diatas meja untuk menyeka bibirnya dan melakukan hal yang sama pada Yoona.

“hm.. Sebelum kita keluar, mari kita lihat bagaimana cara istriku mengungkapkan perasaannya untuk hari ini..”

Yoona tersenyum mendengarnya, kemudian mendorong kursi yang didudukinya. Berdiri untuk kemudian mencondongkan tubuhnya kearah Siwon, Ia meraih bibirnya, menciumnya dan kembali menduduki kursinya dengan wajah merona..

“Luar biasa.. Aku menikmati hari ini.. Aku menyukai kencan kita.. Terimakasih yeobo.. Aku menunggu kencan kita selanjutnya bersama Hana dan Junseo..”

“Oh, kita pasti akan sering melakukannya sayang.. Aku janji padamu..”

Siwon berdiri dari duduknya, meraih tangan Yoona agar mengikutinya. Sebelum keluar meninggalkan ruangan itu, Ia terlebih dulu memberikan kecupan pada keningnya dan menyuarakan rasa cintanya..

“Aku mencintaimu, Yoona..”

“Aku lebih mencintaimu..”

“Aku sangat mencintaimu, sayang..”

“Aku lebih daripada itu..”

“Oh, terimakasih sayang..”

Dan sekali lagi berbagi ciuman yang menghangatkan bibir keduanya..

“Pastikan kita melanjutkannya dirumah..”

***

Meninggalkan restoran itu dengan bahagia yang memayungi keduanya, dalam perjalan pulang mereka kemudian menyempatkan untuk menabur bunga untuk ayah Siwon, seperti yang telah mereka rencanakan sebelumnya.

Tak ada lagi yang mereka keluhkan tentang mengapa hal itu sampai harus terjadi pada ayah mereka.
Yang tinggal hanyalah kepasrahan dan keiklasan menerima takdir yang telah digariskan Tuhan..

Saling berpeluk, keduanya memanjatkan banyak doa untuk sang ayah agar bahagia disana dan menyaksikan kebahagiaan mereka..

“Aku menyayangimu, appa..”

Meski telah berusaha keras menahannya, namun airmata itu tetaplah lolos membasahi wajahnya..

“Kami akan berbahagia appa.. Aku akan menjaga oemma dan Sooyoung dengan baik.. Appa harus menyaksikan bagaimana aku melakukannya.. Aku berjanji padamu..”

Siwon melemparkan setangkai bunga terakhir yang berada ditangannya dan tercenung beberapa saat, Sebelum akhirnya Yoona merangkulnya.

Keduanya lantas kembali menaiki mobil dan meninggalkan jalanan itu..

***

Kembali kerumah Fanny, Nickhun mengatakan Fanny sudah lebih baik dan sudah tertidur satu jam yang lalu. Siwon lantas membawa Yoona masuk kedalam kamar, Ia lebih dulu masuk kedalam kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya. Dan tepat saat Yoona meletakkan tas tangannya diatas tempat tidur, ponsel yang berada didalamnya berdering..

“Oh, Hana ya.. Bogoshipo dear.. Kau tidak merindukan mommy? Kenapa tidak menelpon sedari tadi..?”

Hana justru terkikik..

“Why?”

“I’m sorry mom.. Hari ini Hana sangat sibuk..”

Hana kembali terkikik..

“Uh, benarkah.. Apa yang kau lakukan seharian ini sayang?”

“emm.. Hana menemani aunty kerumah sakit. Hana melihat adik bayi didalam perut aunty.. Dan aunty mengajak Hana berbelanja untuk adik Na Young..”

“Oh, kau benar-benar sangat sibuk.. Dan siapakah adik Na young itu..?”

“Na Young adalah adik bayi didalam perut aunty cantik, mom.. Uncle Changmin yang memberinya nama tadi. Dia seorang perempuan.. Hana sudah tidak sabar menunggu Na Young lahir..”

“benarkah.. Dan apa saja yang aunty belanjakan untuk Na Young? Kalian banyak berbelanja tadi..”

Hana yang kemudian bersemangat menceritakan apa saja yang dibeli oleh Sooyoung untuk bayinya..

“Apa mommy juga sudah membelikan apa yang Hana inginkan?”

“Hana ya..”

“hm.. Bagaimana mom?”

“bagaimana jika mommy mengatakan mommy tidak bisa membelikan apa yang kau inginkan, sayang..?”

Hana terdiam..

“Kau akan marah pada mommy..?”

Yoona merasakan Hana menarik napasnya..

“Tidak mom.. Hana tidak akan marah. Mungkin mommy tidak sempat membelikannya.. Atau mungkin mommy menganggap Hana masih belum membutuhkannya. Hana tidak apa-apa mom.. Hana tidak marah, Hana lebih membutuhkan mommy dan daddy disini..”

Yoona tersentuh dan rasanya sangat ingin untuk meraih Hana dan memeluknya.
Gadis kecilnya ternyata cukup mengerti dengan apa yang selama ini dikatakan olehnya, jika tidak semua apa yang Ia inginkan harus bisa untuk terpenuhi.

“Hana menyayangi mommy..”

“Oh, mommy juga menyayangimu sayang.. Tunggu mommy dan daddy pulang besok, Ok..!”

Hana terdengar senang mengetahuinya, Ia mengatakan sangat menunggunya dan kemudian telpon sudah berpindah pada Sooyoung.

“Astaga Yoona.. Kau harus tahu, Hana memonopoli apa yang ingin kubelikan untuk bayiku.. Putrimu akan menjadi penata gaya untuk bayiku nantinya.. Aigoo, aku tak bisa membayangkannya..”

Yoona tertawa mendengar Sooyoung menceritakan bagaimana Hana yang lebih bersemangat melebihi dirinya. Hana yang banyak memilih pakaian untuk bayinya dan segala macamnya.

Keduanya banyak bercerita tentang hari itu, sampai akhirnya Yoona mengakhiri obrolannya dengan Sooyoung ketika Siwon telah keluar dari dalam kamar mandi, dan memintanya untuk menyegarkan tubuhnya kemudian beristirahat untuk persiapan kepulangan mereka besok.

***

Yoona merasakan kehangatan didahinya, dan mendapati Siwon memberikan kecupan-kecupan diwajahnya ketika dipagi hari Ia membangunkannya..

“Irona yeobo.. Kita harus bersiap..”

Yoona mengerjap, melihat Siwon yang sudah rapi dengan harum sabun mandi yang menguar dari tubuhnya..

“Jam berapa sekarang?”

“delapan.. Dan jadwal penerbangan kita pukul sepuluh..”

Yoona bergerak bangun dan duduk diatas tempat tidur..

“mandilah.. Aku sudah siapkan air hangat untukmu..”

Yoona mengangguk dan sudah turun dari atas tempat tidurnya ketika kemudian langkahnya terhenti melihat Fanny yang menerobos masuk..

“Harry oppa.. Kalian akan pulang hari ini?”

“Ya.. Kami tak bisa terlalu lama meninggalkan Hana dan Jun.. Aku sudah mengatur penerbangan..”

“Kenapa tidak memberitahuku lebih dulu?”

“semalam aku ingin mengatakannya padamu.. Tapi Nickhun mengatakan Kau sudah beristirahat..”

“Oppa, Aku ingin ikut bersama kalian.. Aku ingin meminta maaf secara langsung pada Ibumu dan keluargamu yang lain.. Bisakah?”

Siwon menatap pada Yoona, sepertinya apa yang ada dalam pemikiran mereka adalah sama. Jika Fanny ikut bersama mereka, bagaimana dengan sikap Sooyoung nantinya yang masih menyimpan amarah terhadapnya…

*

*

*

*

*

*

To Be Continued~

@joongly

124 thoughts on “YOU’re My Destiny [14]

  1. Iiiih seneng bgt jadi yoona bner2 d manjain sm siwon,,mau doooonnkkk
    Udah aku tebak pasti deeh k resto yg dlu ittu,,iiihhh seneng bgt jd ngerasa bner2 istrinya siwon walo cm ngebayangin doank,kkkkkk.. Gmn klnjutan fany d next chapt?lanjuut..

  2. Aku yakin soo unni pasti sudah mulai bisa memaafkan fany unni,
    kasihan fany unni udah cukup menderita
    yoonwon so sweet banget, wonpa romantis banget deeeh

  3. Makin romantis aja mereka siapa lgi klo bkn Wonppa yg sllu memanjakan sang istri dan sllu memuji Yoona
    aigo… kasihan Fannya ya selain terguncang dia jg sangat menyedihkan untung aja YW org yg baik hati dan mau memaafkan kesalahannya
    dan Yoona benar2 wanita yg baik sama sperti dia bsa memaafkan kesalahan yg pernah di buat Wonppa
    duh… di part ini banyak kli momen romantis YW puas bgt bacanya
    ide yg bagus author

  4. Iiiih seneng bgt jadi yoona bner2 d manjain sm siwon,,mau doooonnkkk
    Udah aku tebak pasti deeh k resto yg dlu ittu,,iiihhh seneng bgt jd ngerasa bner2 istrinya siwon walo cm ngebayangin doank,kkkkkk.. Gmn klnjutan fany d next chapt?lanjuut..

  5. Oo oo … sepertinya akan ada perang antara Sooyoung dan Tiffany nih … waouw ,,, semakin penasaran aja jadinya …
    Waaaahhh kapan Nayoung lahir ? pasti makin berasa lengkap jadinya kalo semua punya anak. Tinggal Jessica yang belum nyusul, nyusul …
    aku udah kehabisan kata-kata untuk diungkapkan.
    Pokoknya seneng aja gitu, apalgi tau Yoonwon yang udah makin lengket kaya amplop ma prangko. Romantis gak ketulungan …
    sudahlah, saya cus to next chap aja …

  6. Iri bget sma yoona d perlakukan sangat spesial sma siwon, moment yoonwonnya bikin senyum2 sendiri…
    Setuju sma fanny yg mau nemuin kel. Choi buat minta maaf, hrusnya itu hal pertama yg hrus d lakukan oleh fanny…

  7. Kencan Y00nW0n.a beda dr yg prnah ada (?), dg Y00na yg malu2 dgn prlakuan Siw0n yg manjain dia,,
    Ngakak jg waktu Siw0n ner0b0s masuk ke kamar ganti.a Y00na,^^
    Trharu sama kata2 dr Hana buat M0mmy.a,.
    Yg d takutin Y00na & Siw0n ttg reaksi S00y0ung nanti.a, Sem0ga gk seprti yg mereka pikirkn.,

  8. yoonwon kencanx kayak anak remaja aja, beli es krim d taman…..
    semoga soo oenni gag beraksi berlebihan waktu bertemu fany oenni, takutx ada apa2 ma bayix…

  9. lucu mliht tingkh hana yg sgt brsemangt blanja untuk kbuthn bayi sooyoung…
    gmna reaksi kluarga siwon klo tahu fanny datng ke rmhnya????

  10. Ya ampun hana bahasanya menyentuh banget…
    Walaupun dia sedih tpi tetep buat mommy nya bahagia…
    Dan tiffany mau ikut apa yg bakalan terjadi??

  11. Iya pasangan ini kencan kaya anak sekolah ya,uuh siwon oppa bener2 paham mengganti waktu dua tahun yoona tanpa siwon oppa,penasaran reaksi keluarga siwon oppa liat tiffany dateng tar

  12. Moment yoonwonnya suka suka
    Daddy romantia bgt siih.. mereka bebas kencan berdua dijepang tanpa jun dan hana yaa hihi
    Tifanny mau ikut ke korea.. ya ampun bakal kena omel habis2an ini sama sooyoung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s