Fanfiction

YOU’re My Destiny [12]

Happy Reading~

*

*

*

*

*

*

Melihat bagaimana wajah Fanny yang sebelumnya putih pucat, kini memerah dibagian pipi kirinya, tak ada yang mengira jika Yoona yang baru saja dengan tega melakukan tamparan itu padanya. Bahkan Siwon cukup terkesiap pada reaksi Yoona yang Ia lihat didepan matanya, wajahnya tak menyiratkan emosi namun tindakannya yang kemudian menyiratkan demikian.

Yoona sendiri juga tak mengira jika dirinya akan sanggup untuk berlaku kasar secara fisik terhadap orang lain. Terlebih terhadap seorang wanita, Itu adalah pertama kalinya Ia menampar seorang wanita dengan tangannya sendiri. Sejak dulu Ia bukanlah pribadi yang berperangai kasar, Ia lebih cenderung tenang dan halus. Seperti yang sering dikatakan sang ayah padanya, bahwa dirinya menuruni sifat sang ibu yang lemah lembut.

Namun melihat Fanny saat itu, gadis yang menjadi penyebab kesedihan dan penderitaan dalam keluarganya, mungkin telah membangunkan sisi emosional itu dari dalam dirinya. Hal yang wajar mengingat dirinya hanyalah manusia biasa yang bisa lepas kendali, meradang bila seseorang mengusiknya.

“sebelum Aku bisa memaafkanmu, tamparan itu akan lebih dulu mengingatkanmu betapa aku juga marah padamu. Kau penyebab tersiksanya hari-hari yang kulalui tanpa Siwon bersamaku..”

“Maafkan aku Yoona.. Aku benar-benar minta maaf..”

Fanny hanya bisa terus mengatakan kalimat yang sama. Ia memang bersalah, dan merasa tak memiliki pembenaran apapun atas perbuatannya.

“Aku tidak hidup sendirian.. Aku memiliki dua orang anak. Aku membutuhkan suamiku untuk membesarkan mereka. Tapi kau menjauhkannya dariku.. Kau menyembunyikannya dari kami.. Kau membuat kedua buah hatiku menangis mencari-cari ayahnya.. Tega Kau fanny.. Apa sedikitpun Kau tak pernah terpikirkan hal semacam itu?”

Kalimat itu menghantamnya dengan keras. Fanny merasakan Yoona benar-benar marah dan akan membencinya..

“Aku tidak tahu.. Aku sungguh tidak mengetahui itu Yoona. Kumohon maafkan aku.. Kau bisa menamparku ratusan kali bila itu cukup untuk menghapuskan dosa-dosa ku padamu. Pada kedua buah hatimu dan pada semua keluargamu..”

Yoona sudah kembali mengangkat tangannya untuk menanggapi ucapan dari Fanny. Namun kemudian Ia merasakan Siwon meremas bahunya, dan melihat wajah ketakutan dari Fanny dan mata sembab gadis itu yang menyiratkan kesedihan serta penyesalannya.

Yoona kembali menurunkan tangannya.
Ia tidak bisa..
Ia tidak bisa menyakiti gadis itu yang sedang dirundung kedukaan.
Ia tidak akan tega untuk melakukannya lagi..

“Kau tahu beratus kalipun Aku menamparmu itu takkan pernah bisa mengembalikan ayah kami.. Takkan pernah cukup untuk menggantikan hari-hari menyiksa tanpa Siwon disisiku.. Tidak, tidak ada gunanya memberikan tamparan diwajahmu..”

dan Ia langsung menghambur kedalam pelukan Siwon. Membenamkan wajah dan menumpahkan airmata didadanya ketika merasakan Siwon yang kemudian mendekapnya.

“Kau bisa melakukannya sayang.. Jika itu akan melegakan untukmu, jangan menahannya..”

Yoona menggelengkan kepalanya dalam pelukan Siwon..

“Aku tidak bisa lagi.. Aku sudah melakukannya sekali, tapi itu tak sedikitpun melegakan hatiku. Tanpa tamparan itu, aku tahu.. Aku akan memaafkannya..”

Yoona yang kemudian meremas kemejanya dan menumpahkan airmata didadanya, Siwon tahu bahwa pada saat itu Yoona sedang menahan diri, mengendalikan sisi emosional nya yang tadi sempat terbangun. Dia pasti melihat keterlukaan dimata Fanny dan dia takkan tega melukainya lagi.

Mendekapnya erat, Siwon juga mengusap dan menciumi puncak kepalanya. Menatapnya penuh kagum atas kelapangan hatinya untuk mampu memaafkan Fanny.

Ya..
Ia mengetahui jika Yoona adalah seorang wanita pemaaf. Dia bahkan memberinya maaf setelah kesalahan terbesar yang dulu pernah Ia lakukan padanya. Bahkan sekarang Ia bisa merasakan Cinta yang begitu besar yang diberikan Yoona untuknya.

“Kau wanita hebat.. Kau begitu mengagumkan, sayang..”

Siwon memberikan kecupan dikeningnya. Dan melihat pada saat itu Fanny tengah menatap keduanya penuh rasa terimakasih.

“Yoona ssi..”

Fanny kembali mencoba mendekat setelah melihat Yoona berbalik untuk menatapnya.

“Aku tidak tahu bagaimana kau bisa melakukan itu padaku.. Kau memaafkanku meski kesalahanku tak termaafkan. Aku benar-benar berterimakasih untuk itu..”

Fanny memberanikan diri untuk memeluk, dan menangis ketika merasakan Yoona membalas pelukannya.

“terimakasih.. Tidak ada hal berharga yang akan bisa kulakukan untuk membalas kebaikanmu. Aku sungguh berterimakasih atas kemurahan hatimu, Yoona.. Kau memiliki hati seorang malaikat dan aku merasakan itu sekarang..”

Linangan airmata fanny tak tertahankan ketika Ia berkali mengucap terimakasihnya pada Yoona.

“Aku tahu tidak seorangpun menginginkan hal semacam ini.. Kau juga terlukai karna kesalahanmu.. Aku mengingat apa yang Siwon katakan jika kemarahan takkan mengembalikan keadaan seperti semula, tapi sebaliknya akan membuat kita terlukai semakin dalam. Kita tak bisa menolak takdir tuhan..”

melepas pelukannya, Fanny kini benar-benar sedang menatap Yoona penuh kekaguman..

“Hiduplah dengan baik.. Jangan sampai Kau mengulang kesalahan yang sama. Dengan cara itulah Kau harus menebus kesalahanmu..”

Fanny kembali memeluknya..

“Sampai hari ini, Aku tidak pernah tahu jika ada wanita sepertimu Yoona.. Mereka yang memilikimu disisinya benar-benar sangat beruntung.. Terimakasih, Aku tahu berapa kalipun aku mengucap itu takkan pernah cukup. Aku berterimakasih padamu dan pada Harry Oppa..”

Siwon akhirnya bisa tersenyum dan merasakan kelegaan melihatnya. Melihat Yoona yang begitu bersinar dengan kelapangan hati yang dimilikinya. Dan menilai dirinya sebagai pria beruntung karna memiliki Yoona disisinya..

Kembali merangkul Yoona, Siwon membisikkan betapa Ia sungguh mencintainya. Memujanya dengan segenap jiwa raganya. Yoona tersanjung menerima itu, Ia merasakan langkahnya yang terasa ringan ketika kemudian dengan kembali mendapat pengawalan mereka meninggalkan area pemakaman itu.

Masih banyak berkerumun para pencari berita itu yang kemudian mendesakkan pertanyaan-pertanyaan yang semakin kritis. Mereka pasti telah mendapatkan lebih banyak fakta saat itu.

Namun kembali tak sepatah katapun Siwon bersuara pada mereka, begitupun dengan Yoona yang mendapat rangkulan erat dari Siwon ketika keduanya berjalan melewati mereka menuju mobil yang tadi menjemputnya dari bandara.

Nickhun juga melakukan hal yang sama, menutup mulutnya rapat dan lebih mengutamakan untuk melindungi Fanny dari cecaraan para pencari berita dan segera membawanya meninggalkan area pemakaman itu.

***

Sekitar tiga puluh menit kemudian beberapa mobil itu tiba dipelataran rumah yang ditempati oleh Fanny.
Yoona masih belum menyadari dimana dirinya kini berada, sampai kemudian Siwon mengajaknya untuk turun.

Sepanjang perjalanan dan berada didalam mobil tadi, Ia terus menyandarkan kepalanya dibahu Siwon dan merangkulkan lengan ditubuhnya.

“Kita sudah sampai sayang.. Ayo turun, Kau bisa beristirahat sekarang..”

Yoona melepaskan rangkulannya untuk kemudian memperhatikan kesekeliling dari dalam kaca mobil yang ditumpanginya. Menyadari keberadaannya dan lantas menatap Siwon penuh tanya..

“Kita tidak langsung ke bandara..? Bukankah Kau bilang akan langsung pulang setelah pemakaman? Dimana kita sekarang?”

“Kita akan menundanya sampai besok.. Kau terlihat lemah, aku tak ingin melakukan penerbangan yang beresiko dengan membawamu yang sedang sakit..”

“tapi aku sudah tidak apa-apa..”

“Kau lupa.. Kau menggigil sepanjang penerbangan menuju kemari tadi?”

Siwon tak menunggu Yoona untuk menjawab ketika kemudian Ia membuka pintu mobil..

“Ayo..”

mengulurkan tangannya pada Yoona, Ia melihat keraguan Yoona untuk mengikutinya..

“Tidak apa-apa.. Aku akan menelpon oemma nanti. Oemma pasti juga tidak akan setuju jika kau pulang dalam keadaan sakit..”

“Apa kau tinggal disini?”

“Ya.. rumah ini milik Fanny dan ayahnya”

Yoona akhirnya meraih uluran tangan dari Siwon dan keluar dari dalamnya. Baru Ia menginjakkan kakinya dan berdiri disamping Siwon, tubuhnya kemudian sudah terayun karena Siwon yang membopongnya.

“Oh, Siwon.. turunkan aku..”

Yoona sigap dengan mengalungkan kedua tangannya dileher Siwon.

“Kau terlihat lemah.. Aku tak yakin kau bisa berjalan dengan tegak..”

Siwon hanya tersenyum dan mulai melangkah..

“Oppa.. Apa yang terjadi? Ada apa dengan Yoona?”

Fanny yang baru keluar dari dalam mobil yang dikendarai Nickhun, terlihat cemas saat menghampiri keduanya.

“Dia hanya kelelahan.. Aku akan membawanya masuk untuk beristirahat. Apa kau tahu, dia mengalami demam dan seharusnya masih menjalani perawatan dirumah sakit.. Tapi Yoona mengatakan untuk ikut denganku. Maka aku membawanya..”

“Ya Tuhan.. Ayo Oppa.. Cepat bawa dia masuk. Aku akan membereskan kamarmu agar Yoona bisa beristirahat disana..”

Fanny yang lantas berlari masuk lebih dulu. Membuka pintu kamar yang biasa ditempati Siwon jika dia berada disana, dan kemudian merapikan seprai diatas tempat tidur dan membentangkan selimut diatasnya.

Yoona tak lagi menolak ketika Siwon membawanya masuk kedalam rumah itu dengan cara menggendongnya. Ia justru menikmati betapa kuat nya lengan Siwon ditubuhnya.

“Kalian bisa beristirahat sekarang..”

Fanny berbicara setelah melihat Siwon masuk dan menurunkan Yoona dari gendongannya.

“terimakasih Fanny ah..”

Ucap Siwon ketika Fanny melangkah melewatinya untuk keluar dari dalam kamarnya.

“Kau juga beristirahatlah Fanny..”

Yoona menambahkan dengan tulus..

“terimakasih, aku akan melakukannya..”

Setelah Fanny keluar meninggalkan keduanya, ada seorang pelayan yang membawakan koper milik Yoona, hingga kemudian Yoona bisa terlebih dulu mengganti pakaian sebelum mengistirahatkan tubuhnya.

Keluar dari kamar mandi, Ia melihat Siwon yang sedang berbicara dengan seseorang dari sambungan ponsel yang menempel ditelinganya..

“Oh, ya.. Jadi kau marah? hm..”

Siwon tersenyum melihat Yoona mendekat kearahnya..

“Sayang.. Dengarkan dulu.. Okey.. Daddy janji.. Tentu saja daddy bersama mommy..”

Siwon kemudian menyerahkan ponselnya pada Yoona..

“Hana.. Aku sudah mengatakan pada oemma kita tak jadi untuk langsung pulang.. Dan putri cantik itu memprotes.. Dia ingin berbicara padamu..”

Siwon terlebih dulu mencium pipinya sebelum akhirnya memasuki kamar mandi, bergantian dengan Yoona untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.

Yoona tersenyum, setelah menyadari entah sudah untuk yang keberapa kalinya dihari itu ia menerima ciuman dari Siwon.

Beralih pada ponsel milik Siwon ketika Ia menempatkan ditelinganya, Yoona langsung mendengar seruan dari Hana..

“Mommy.. Mommy meninggalkan Hana..! Mengapa mom dan dad tidak menunggu Hana..”

“Oh, hana ya.. Mommy hanya..”

“dan kalian tidak akan pulang? Apa yang mommy dan daddy lakukan? mommy masih sakit?”

Yoona beralih untuk duduk diatas tempat tidur. Mengetahui jika akan terjadi perbincangan panjang antara dirinya dengan sang putri yang melakukan protes karena Ia tak memberitahukan kepergiaannya bersama dengan Siwon.

Yoona menjelaskan hingga Hana mengatakan mengerti dengan kepergiannya yang mendadak saat itu.

“Jaga Junseo selama mommy dan daddy pergi, Ok..! I love you dear..”

“I love you mom.. Bye..”

Yoona tersenyum ketika Hana kemudian menutup ponsel, mengakhiri pembicaraannya. Tepat pada saat itu Siwon keluar dari dalam kamar mandi dan langsung menghampirinya..

“Kau sudah selesai dengan Hana..?”

“hm, ya.. dia sedikit kesal kita pergi tanpa mengatakan apapun padanya.. Apa Hana membuatmu berjanji tadi?”

Siwon tersenyum..

“Ya.. Dia memintaku berjanji untuk mengajaknya dan Junseo bermain setelah kita kembali nanti..”

“Kau tak berubah.. Kau sangat suka mengajak mereka bermain..”

“tentu saja.. Itu adalah hal yang menyenangkan. Oh, ya.. Kau harus meminum obat pemberian dokter sayang, tunggulah sebentar aku akan mengambilnya..”

ketika Siwon keluar dari dalam kamar, Yoona memeriksa ponsel miliknya yang masih berada dalam tas. Melihat banyak panggilan masuk dan pesan teks dari Hana. Dan beberapa pesan lainnya yang salah satu diantaranya adalah dari ayah nya.
Yoona tersadar jika dirinya belum memberitahukan sang ayah mengenai kepergiaannya. Maka kemudian Yoona memutuskan untuk menghubungi Tn.Im..

“Yoona ya..”

pada panggilan kedua Tn.Im menjawab ponselnya..

“bagaimana dengan keadaan mu sayang.. Kau baik-baik saja?”

“Ya, aku baik appa.. Aku sedang berada di Jepang bersama Siwon. Maaf karna aku melupakan untuk memberitahumu..”

“gwechana.. Ibu mertuamu dan Changmin sudah memberitahukannya pada appa. Jadi apa yang sedang kau lakukan sekarang?”

Yoona kemudian menggulirkan ceritanya pada saat berada dipemakaman dan apa yang dilakukannya pada Fanny. Ia juga mengatakan tidak bisa untuk langsung pulang karna kondisinya yang masih tak stabil.

“Appa mengerti, beristirahatlah sekarang..”

“ne, appa terimakasih..”

Yoona menutup ponselnya dan melihat Siwon sudah kembali masuk..

“Kau menghubungi appa?”

Yoona mengangguk..

Siwon lantas melangkah mendekat, dengan sebuah nampan yang berisi beberapa obat dan segelas air putih yang harus diminum Yoona.

“Aku memberitahu appa jika saat ini aku berada disini bersamamu..”

Siwon kemudian mengulurkan satu persatu obat dari atas nampan ketangan Yoona..

“minumlah dan beristirahat setelahnya..”

Yoona menggunakan segelas air yang dibawakan Siwon untuk meminum obatnya. Setelahnya, Siwon juga mengatur bantal yang berada diatas tempat tidur untuknya beristirahat.

“Sekarang tidurlah..”

“Kau tidak akan menemaniku?”

“Kau ingin aku menemanimu tidur?”

Yoona mengangguk..

“baiklah.. Aku akan menemanimu tidur..”

Siwon sudah akan naik keatas tempat tidur disisi Yoona, namun ketukan pada pintu kamar  menghentikannya.

“Harry ssi.. Harry ssi.. Bisakah kau keluar sebentar..”

Siwon mendengar itu adalah suara Nickhun, maka kemudian Ia berjalan kearah pintu dan membukanya..

“Nickhun ssi.. Ada apa?”

“pengacara Tn.Hwang datang.. Dia ingin berbicara denganmu dan Fanny..”

Maka kemudian Ia mengiyakan pada Nickhun untuk terlebih dulu bertemu dengan pengacara Tn.Hwang.

“Ada apa, Siwon..?”

Yoona bertanya dan berniat bangun dari atas tempat tidur namun Siwon menghentikannya..

“beristirahatlah sayang, itu yang kau perlukan..”

“tapi apa yang akan kau lakukan?”

“pengacara ayah Fanny datang dan ingin berbicara dengan kami. Maka aku akan menemuinya..”

Siwon terlebih dulu memastikan Yoona mengenakan selimut yang nyaman dan menghangatkan ditubuhnya. Ia juga kemudian memberikan kecupan dikeningnya sebelum benar-benar meninggalkannya untuk tidur.

Keluar dari dalam kamarnya, Siwon langsung menemui sang pengacara yang sudah menunggunya dan melihat Fanny yang juga sudah berada disana.

“Tn.Harry.. Saya  turut berduka cita.. Maaf karna saya baru bisa datang”

“Ya.. Jadi apa yang ingin anda bicarakan?”

“setelah mendapatkan kabar bahwa Tn.Hwang meninggal.. Maka saya tahu jika inilah yang kemudian harus saya lakukan. Hal yang dipesankan Tn.Hwang kepada saya sebelumnya.. Beliau meninggalkan surat wasiat”

Siwon dan Fanny saling menatap, hingga kemudian Siwon memutuskan untuk membahas hal itu disebuah ruang kerja yang biasa digunakan oleh nya.

“Saya akan membacakan isi surat wasiat itu sekarang..”

sang pengacara kembali memulai setelah duduk berhadapan dengan Siwon dan Fanny..

“haruskah dilakukan sekarang? Tapi aboji baru saja dikuburkan..”

Fanny menyiratkan penolakan. Ia masih berduka dan tak ingin mendengar pembacaan surat wasiat yang biasa nya identik dengan pembagian harta.

“ini pesan langsung dari ayah anda nona..”

“Kita dengarkan saja Fanny ah.. Apa yang aboji wasiatkan..”

Siwon memberikan pendapatnya dan meraih tangan Fanny, hingga gadis itu mengangguk mengiyakan.

Maka yang kemudian dilakukan sang pengacara adalah membuka surat wasiat yang dibawanya dan kemudian membacakannya dengan lantang dihadapan Fanny dan juga Siwon.

Didalam surat wasiat itu Tn.Hwang mewariskan sebagian besar hartanya pada sang putri, Tiffany. Dan beberapa yang lain pada Siwon. Namun secara bijak memberikan kuasa sepenuhnya pada Siwon untuk mengatur semuanya, sampai Fanny siap dan mau untuk menerima tanggung jawab besar yang termasuk untuk mengurus perusahaan miliknya.

Siwon tak menyangka Tn.Hwang menaruh kepercayaan besar terhadapnya untuk melakukan hal itu dan benar -benar menganggapnya sebagai anak hingga merasa perlu untuk mewariskan  hartanya.   

Tn.Hwang juga berkali menyebut permintaan maaf yang ditujukan untuk Siwon, tanpa mengatakan atas dasar sebab apa permintaan maaf itu disampaikan.

Namun Siwon berpikir jika permintaan maaf yang dimaksud Tn.Hwang adalah karna selama ini menyembunyikan jati dirinya yang sebenarnya dan fakta penyebab kecelakaan yang sekaligus kematian ayahnya adalah dikarenakan oleh Fanny.

Hal itu diperkuat dengan sang pengacara yang menyerahkan sebuah kotak tak terlalu besar kepada Siwon. Setelah membukanya, Siwon mendapati sebuah dompet yang cukup untuk menerangkan identitasnya, dan sebuah cincin. Dan mengenali cincin itu sebagai cincin pernikahannya dengan Yoona.

“Oppa..”

Fanny juga cukup terkejut mengetahui isi didalamnya..

“ini milikku..”

“Aku tidak tahu jika aboji memiliki itu darimu Oppa.. Aku sungguh tidak mengetahuinya. Aboji bertindak seperti itu karna aku, Oppa.. Aku minta maaf. Aku benar-benar minta maaf..”

Fanny kembali menjatuhkan airmata. Dari awal ayahnya mengetahui segalanya. Mengetahui kecelakaan itu menyebabkan seorang meninggal. Mengetahui identitas Siwon, tapi sengaja menyembunyikannya. Hal itu karena dirinya. Ia merasa telah membuat orang-orang yang mengetahui hal itu menjadi berbuat jahat, terutama ayahnya. Yang melakukan hal itu semata-mata hanya untuk melindungi dirinya.

“Maafkan aku Oppa.. Maaf..”

Pada saat itu Siwon memang kembali merasakan marah dan kecewa terhadap orang-orang yang selama ini dipercayai olehnya, tapi ternyata menyembunyikan hal sepenting itu dari dirinya. Namun mengetahui airmata Fanny yang kembali membasahi wajahnya, membuatnya tak tega untuk tidak menerima maafnya. Bagaimanapun gadis itu memang tak mengetahuinya.

“Kapan aboji menitipkan ini padamu?”

“sebelum kepergiannya untuk menyusul anda dan nona Fanny.. Tuan menemui saya dan meminta saya untuk menyerahkannya pada anda bila nanti terjadi sesuatu dengan beliau..”

Siwon kembali menanyakan beberapa hal dan termasuk kesiapan Fanny untuk menerima wasiat dari ayahnya. Namun Fanny menolak untuk menjalankan bisnis ayahnya seperti yang dilakukan Siwon sebelumnya..

“Aku tidak bisa Oppa.. Aku tidak memiliki kemampuan untuk itu?”

“Kau bisa belajar pelan-pelan.. Kau mewarisi darah aboji. Kau pasti juga memiliki insting berbisnis sepertinya..”

“Tidak.. Aku hanya menuruni bakat ibuku. Dan sama sepertinya, Aku tak menyukai waktu ku terkekang dengan pekerjaan dalam sebuah perusahaan. Bukankah kau memiliki proyek baru yang sedang kau kerjakan bersama pria itu.. Aku tak mengingat namanya, tapi aku ingin Oppa meneruskannya..”

Fanny tetap kekeh menolak, hingga terjadi diskusi panjang yang juga melibatkan sang pengacara. Fanny menyetujui wasiat ayahnya untuk memberikan kuasa penuh pada Siwon atas semua harta yang ditinggalkan Tn.Hwang untuknya.

Fanny juga meminta untuk menjual rumah mereka yang berada di San Fransisco, yang sempat beberapa lama ditinggalinya bersama sang ayah dan juga Siwon. Ia takkan kembali kesana, dan memilih untuk menetap di Jepang. Berada dekat dengan ayah dan ibunya.

“Apakah kalian sudah selesai berbicara..?”

Suara Nickhun dari balik pintu sesaat menghentikan pembicaraan mereka yang hampir mencapai kesepakatan.

“Masuklah Nickhun ssi..”

Nickhun membuka pintu..

“kuharap tak menggangu kalian..”

“kami hampir selesai.. Ada apa?”

“Banyak pencari berita berada didepan pagar rumah sekarang.. Mereka sepertinya menemukan banyak fakta tentangmu, Harry. Dan sangat ingin mengkonfirmasikannya padamu.. Apa yang harus kita lakukan?”

Fanny menegang..
Apa itu juga berarti mereka telah mengetahui insiden kecelakaan itu?

Ya Tuhan..
Tidak..

Siwon menyadari wajah Fanny yang langsung memucat saat itu. Maka kemudian Ia melanjutkan diskusi yang tadi dilakukannya dengan sang pengacara dan melibatkan Nickhun kedalamnya. Namun dengan topik yang berbeda. Yang kali ini mereka bahas bukan lagi mengenai wasiat Tn.Hwang melainkan bagaimana cara untuk menghadapi para pencari berita yang berkerumun diluar menunggu konfirmasi dari mereka.

“Mereka mengenali Yoona dipemakaman tadi..”

“Sebaiknya lakukan konfirmasi dan klarifikasikan semua kebenarannya..”

Sang pengacara mengusulkan..

“bila mereka sudah mengetahui dan memiliki informasi yang kuat.. Kita tak bisa menghindar..”

lanjutnya..

“tapi bagaimana dengan Fanny..? Ini bisa menghancurkannya..”

Fanny mendongak menatap Nickhun yang sedang menyuarakan pemikirannya. Ia yang terdiam shock dan tak bisa mengatakan apapun saat itu, dan sepertinya Nickhun menyadari hal itu..

“Mereka telah mengetahui siapa Yoona.. Maka kemudian mereka pasti akan menggali informasi pribadinya. Dan menemukanmu sebagai suaminya.. Kecelakaan dan kematian.. Tuhan.. Mereka sangat pintar dalam hal seperti itu..”

Nickhun menatap sedih kearah Fanny dan menemukan ketakutan dimata gadis itu..

“Fanny ah.. Kau bisa melakukannya kan?”

Siwon yang kemudian meraih tangan Fanny. Merasakan gemetar dalam genggamannya.

“bagaimanapun Kau harus melewati hal seperti ini.. Aku akan memberi pernyataan pada mereka. Dan kau akan memberi pengakuan mengenai kecelakaan itu.. Kau bisa melakukannya?”

“tapi Aku takut Oppa.. Aku sangat takut..”

“Aku percaya Kau bisa Fanny ah..”

Siwon menyeka dengan jemarinya butiran airmata yang kembali jatuh diwajah Fanny.

“Aku akan berada disampingmu nanti.. Kau tidak akan melewati ini sendirian. Kami bersamamu.. Jika Kau menyesali apa yang telah kau sebabkan karna kecelakaan itu. Kau pasti bisa melakukannya dan bertahan dengan apapun resikonya..”

Dengan mendengar apa yang Siwon katakan, Fanny mengangguk mengiyakan dan kemudian menghambur kepelukan Siwon.

“Aku akan melakukannya Oppa.. Aku akan mengakui kesalahanku. Aku tidak akan takut. Aku hanya takut jika kau membenciku..  Maka jangan membenciku. Aku tidak akan takut dengan apapun yang mereka katakan jika kau tak membenciku..”

“Aku tidak bisa membencimu Fanny ah.. Kau sudah menjadi adikku”

“terimakasih Oppa.. terimakasih banyak. Bagaimana bisa ada orang sebaik dirimu.. Jika aboji tahu ini takkan seburuk yang dipikirkannya, Aku yakin aboji akan berkata jujur padamu. Maaf.. Maaf atas apa yang telah kami lakukan padamu..”

“Sudahlah.. Kau sudah berkali-kali mengatakan permintaan maafmu. Sekarang bersiaplah.. Kita akan mengkonfirmasikan pada para pencari berita itu nanti..”

Melepaskan pelukan Fanny ditubuhnya, Siwon lantas meminta Nickhun untuk menginformasikan kepada para pencari berita itu bahwa mereka akan melakukan konfirmasi dimalam nanti.

Tak mudah bagi Nickhun untuk meyakinkan para pencari berita itu dan membuat mereka agar meninggalkan depan pagar rumah itu. Mereka baru mau pergi setelah mendapat kepastian dari pengacara Tn.Hwang, bahwa akan ada konfirmasi dari Siwon dimalam nanti dan meminta mereka untuk mencatat alamat yang disebutkannya sebagai tempat berlangsungnya konfirmasi itu dimalam nanti.

***

Sekitar tiga jam kemudian setelah Siwon keluar dari dalam kamarnya, Ia baru masuk kembali kedalamnya dan langsung tersenyum mendapati Yoona yang terlihat tenang dalam tidurnya. Pengaruh obat yang tadi diberikan olehnya, mungkin yang mempengaruhi tidur nyenyak yang dimiliki Yoona saat itu.

Siwon lantas mengambil tempat untuk berbaring disisinya, dan mengagumi wajah Yoona yang berhadapan dengannya. Yang kemudian membuatnya tergoda untuk mengecupi setiap incinya.

Namun hal itu sedikit disesalinya ketika menyadari perlakuannya justru membuat Yoona terbangun dari tidur lelap nya.

“Siwon..”

Yoona mengerjapkan kedua matanya yang indah. Mengumpulkan kesadarannya yang belum sepenuhnya kembali..

“Kau disini.. Sejak kapan kau berada disini?”

“baru saja.. Dan aku menyesal telah membangunkan mu..”

“tidak.. Kau memang seharusnya membangunkanku, aku pasti sudah tertidur cukup lama..”

Yoona lantas beranjak bangun dan menyandarkan tubuhnya pada sandaran tempat tidur.

“Apa kau mau bersiap, sekarang.. Aku ingin mengajakmu untuk ikut denganku..”

“kita akan pergi?”

Siwon mengangguk dan kemudian berguling untuk menjatuhkan kepalanya dipangkuan Yoona.

“kemana kita akan pergi?”

“Aku akan menggelar konferensi pers.. Para pencari berita mengejarku sampai kemari. Mereka pasti sudah menemukan banyak fakta dan sangat ingin mengkonfirmasi kebenarannya padaku. Maka aku memutuskan untuk mengatakan pada mereka siapa aku.. Dan kau juga harus bersamaku. Aku ingin mereka tahu Kau adalah istriku dan Aku adalah suamimu..”

Siwon merasakan tangan Yoona yang berada diatas kepalanya, sedang mengusap-usap rambutnya.

“jika Kau mengatakan pada mereka mengenai kebenarannya.. Lalu bagaimana dengan Fanny? Apa dia..”

“Jika mereka memang sudah mengetahui siapa aku dan dengan kecelelakaan itu.. Apa lagi yang bisa kita lakukan selain memberi pernyataan. Fanny pun takkan bisa menghindar.. Dia mau untuk melakukan konfrensi denganku dan mengakui semuanya.. Aku tahu itu akan sangat berat untuknya. Aku memikirkan karirnya dan bagaimana masyarakat akan bereaksi terhadapnya..”

Siwon menghela napasnya..

“Ya.. Itu akan sangat berat untuk dilalui..”

“tapi cepat atau lambat itu memang harus dilakukan. Aku tak ingin membuat para pencari berita itu semakin berspekulasi”

Yoona tak bisa membayangan bagaimana Fanny akan menghadapi hal itu nanti.

“ada yang ingin kutunjukkan padamu..”

Siwon bangun dan duduk menatapnya..

“Apa yang ingin Kau tunjukkan..?”

“Bisa pejamkan matamu sebentar saja..?”

“hm.. Tapi untuk apa?”

“Kau bisa melakukannya kan, hanya sebentar..”

“baiklah..”

Siwon tersenyum saat kemudian Yoona menuruti ucapannya. Setelahnya, Ia meraih tangan Yoona dan meletakkan sebuah cincin diatas telapak tangannya.

“yeobo..”

“bukalah matamu, sayang..”

Dengan perlahan Yoona membuka mata dan memandangi benda kecil melingkar, yang berada ditangannya.

“yeobo.. Ini..? Bukankah ini?”

Siwon mengangguk, menjawab pertanyaan tak terucap dari Yoona..

“itu cincin pernikahan kita.. Aku ingin kau memakaikannya padaku..”

“Kau tidak kehilangannya?”

“Aku baru mendapatkannya.. Selama ini benda itu disimpan oleh ayah Fanny. Dia mungkin yang mengambil itu dariku. Tapi tadi pengacaranya datang untuk menyerahkan itu padaku..”

Yoona mulai terlihat berkaca-kaca..

“Aku menghargai dia tidak membuang ini..”

“Sayang..”

“benda ini menjadi saksi pernikahan kita dan apa yang sudah kita lalui selama ini. Dan aku sama sekali tidak ingin kau ataupun aku untuk kehilangan ini..”

Siwon lantas mengulurkan tangannya kehadapan Yoona..

“Maka pakaikanlah itu dijariku.. Aku berjanji untuk selalu memastikan benda itu berada disana”

Yoona sudah meneteskan airmata ketika dengan perlahan melingkarkan cincin itu kembali kejari Siwon..

“Aku mencintaimu Siwon.. Terimakasih untuk kembali padaku..”

Yoona langsung menghambur kedalam pelukannya..

“Aku juga sangat mencintaimu, sayang.. Terimakasih untuk kesetiaanmu padaku. Tidak ada yang lebih beruntung daripada Aku yang memilikimu..”

Siwon menyeka airmata Yoona dan kembali melihat senyum dibibir nya.

“Aku mencintaimu sayang..”

dan tak ada yang lebih indah saat itu selain merasakan bibir Yoona yang dengan lembut memagut bibirnya.

***

Tak kurang dari dua jam setelahnya, Siwon sudah membawa Yoona bersamanya untuk melakukan konfrensi pers seperti yang dijanjikannya dengan para pencari berita yang tak sabar untuk mendengar pernyataannya.

“Kalian sudah siap?”

Nickhun memastikan setelah melihat ruang konfrensi yang disiapkan telah dipenuhi banyak orang.

Siwon mengangguk dan melihat kearah Fanny yang nampak tegang..

“Fanny ah..”

“Oppa..”

“kemarilah..”

Fanny mendekat dan langsung menerima pelukan Siwon ditubuhnya..

“Oppa..”

dan Ia hampir menangis saat itu..

“Aku yakin Kau akan bisa melakukannya..”

“Ya.. Aku juga yakin Oppa. Aku tidak akan takut..”

“Aku senang mendengar itu darimu..”

Siwon terlebih dulu mengusap punggungnya, sebelum akhirnya melepaskan pelukannya.

“Kita lakukan ini sekarang..?”

Fanny berusaha menarik senyum diwajahnya saat mengangguk mengiyakan apa yang Siwon katakan.

“Mari Tuan..”

Sang pengacara yang juga akan ikut dalam konfrensi itu, mempersilahkan Siwon untuk berjalan lebih dulu memasuki ruang konfrensi pers.

Siwon yang kemudian merangkul tangan Yoona untuk masuk kedalamnya, diikuti oleh Fanny dan kemudian sang pengacara yang berada dibelakangnya langsung mendapatkan kilatan cahaya dari banyaknya pasang kamera yang tidak membuang-buang waktu untuk mengambil gambar mereka.

“dimohon untuk tenang.. Kami akan mengklarifikasikan dan kalian akan diberi kesempatan untuk mengajukan beberapa pertanyaan..”

sang pengacara yang terlebih dulu berbicara dan lantas mengisaratkan pada Siwon untuk memulai.

Ketika Siwon mulai mengatakan tentang siapa dirinya dan memperkenalkan Yoona sebagai istrinya,   orang-orang mulai riuh dengan pertanyaan masing-masing.

“tolong tenang.. Aku akan melanjutkan..”

Ketika kemudian Siwon menggulirkan kisah kecelakaan itu yang membuatnya mengalami amnesia dan terpisah dari keluarganya dan telah dianggap mati. Tapi nyatanya Ia berada dibelahan dunia yang lain, dan justru mendapatkan kehidupannya yang baru sebagai seorang Harry, yang diketahui sebagai putra Tn.Hwang.

Fanny yang berada disampingnya menegang mendengarnya. Tubuhnya gemetar mengetahui tatapan para pencari berita yang mulai tertuju padanya. Dan satu persatu melontarkan pertanyaan kepadanya.

“Jadi andalah penyebab kecelakaan itu nona..? Hingga Tn.Harry terpisah dari keluarganya dan tak mengetahui bahwa dirinya telah kehilangan ayah kandungnya dalam kecelakaan itu..?”

“Aku meminta maaf.. Aku berada disini untuk mengakui kesalahanku.. Aku tahu kesalahanku takkan termaafkan. Dosa ku takkan terhapuskan.. Tapi aku dengan sungguh-sungguh akan terus meminta maaf pada mereka. Pada Harry oppa.. Pada Yoona, istrinya. Pada kedua buah hati mereka.. Dan pada seluruh keluarganya. Aku meminta maaf.. Aku menyesal telah melakukan hal itu pada kalian..”

Baik Siwon maupun Yoona hanya bisa menatap sedih kearah Fanny. Menatap gadis itu yang dengan suara bergetar karna tangis, mengakui kesalahannya.

“bagaimana dengan karir anda sebagai seorang model..? Orang-orang akan memandang anda dengan buruk setelah ini.. Itu jelas menghancurkan karir anda nona..”

“itu mungkin memang yang harus aku terima, maka Aku akan menerimanya..”

“bagaimana dengan kasus itu.. Akankan anda melakukan tuntutan terhadap nona Fanny, Tuan..?”

pertanyaan mulai beralih ke Siwon..

“Kami sudah memberinya maaf.. Tidak akan ada tuntutan hukum yang akan kami ajukan..?”

Siwon menjawabnya sambil menatap Yoona, dan menerima anggukan persetujuan darinya..

“bagaimana.. Bagaimana bisa anda melakukan hal demikian?”

“Itu sudah keputusan kami..”

Siwon menegaskan..

“yang bersalah harus dihukum Tuan..!”

seruan dari salah satu orang, yang membuat Fanny bertambah pucat.

“Tn.Harry dan Nona Fanny sudah berdamai..”

Sang pengacara yang memberikan jawaban.

“Apa anda menerima ganti rugi yang cukup besar yang nona Fanny berikan sebagai kompensasi..?”

“Tidak..! Apa yang kau bicarakan? Harry oppa tidak meminta apapun dariku..”

Fanny justru meradang. Tak terima bila seseorang yang kebaikannya tak akan pernah bisa untuk ia balas, justru sedang dipojokkan.

“Kita semua tahu jika Tn.Hwang sudah meninggal. Dan tentu meninggalkan banyak hartanya.. Mungkin beliau menyerahkan harta itu pada anda. Dan anda menggunakan kesempatan itu untuk membaginya dengan Tn.Harry tapi atas dasar syarat…”

“Tidak.. Tidak ada hal semacam itu. Berhenti berspekulasi bodoh seperti itu..!”

“Anda bisa tenang nona Fanny..”

“Tidak.. Mereka sudah keterlaluan! Aku yang bersalah.. Tapi Harry oppa memaafkanku dengan tulus. Itu yang seharusnya mereka tahu dan Catat..!”

Para pencari berita itu terdiam mendengar apa yang Fanny katakan..

“Aku yang bersalah.. Kalian bisa dengan bebas menuliskan apapun yang buruk tentangku. Tapi jangan sekalipun kalian menjelekkan Harry oppa.. Aku akan menuntut siapapun dari kalian yang berani melakukannya!”

Dengan itu Fanny meninggalkan ruang konfrensi dan mengakhirinya. Ia langsung memeluk Nickhun yang sudah menunggunya, dan menumpahkan airmata didadanya..

“gwechana Fanny ah.. Tidak apa-apa. Kau seharusnya sudah tahu jika para pencari berita memang kadang kala berlebihan. Kau harus bisa lebih menahan diri untuk menghadapi itu..”

“mereka sudah keterlaluan Oppa.. Mereka akan semakin keterlaluan bila aku tidak menghentikannya..”

“Fanny ah..”

Siwon dan Yoona yang juga meninggalkan ruang konfrensi, bergegas untuk menghampirinya.

“Oppa.. Oppa maafkan aku.. Aku..”

“stt.. Sudahlah. Kita tidak perlu lagi membahasnya. Kau sudah mengakui kesalahanmu dan melewati ini.. Aku menghargai keberanianmu. Biarkan saja mereka berspekulasi tentang apapun yang terjadi. Kita sudah menjelaskan.. Hak mereka untuk percaya atau tidak dengan apa yang sudah kita katakan..”

Fanny menghambur kedalam pelukan Siwon, dan mengakui kematangan cara berpikir pria itu.

Menganggap hal itu telah selesai dan tak ada lagi yang akan mereka lakukan disana, maka kemudian mereka memutuskan untuk meninggalkan tempat itu dan kembali pulang.

***

Yoona sedang mengganti pakaiannya ketika merasakan Siwon memeluk tubuhnya dari belakang, dan kemudian menciumi bahunya yang terbuka..

“yeobo..”

“hm..”

“jam berapa kita akan pulang besok..”

“Kau sudah benar-benar ingin pulang? Tak betah disini?”

“Aku memikirkan Hana dan Junseo.. Kau tahu berapa kali Hana sudah menelponku tadi?”

“Aku tahu.. Dia melakukan hal yang sama pada ponselku..”

Siwon mengumpulkan rambut Yoona kesatu sisi agar memudahkannya untuk mencium bagian lehernya.

“Awhh.. Siwon!”

“kenapa?”

“Apa kau baru saja menggigitku?”
“Tidak..”

“Ya.. Kau melakukannya..”

“Jika sudah tahu kenapa masih bertanya..”

Siwon kembali mengulang apa yang dilakukannya..

“Siwon.. Kau belum menjawab pertanyaanku..”

“Apa?”

“jam berapa kita akan pulang besok..?”

Yoona sedang berusaha mengalihkan perasaanya ketika merasakan Siwon terus mencumbui leher dan bahunya.

“Kita belum akan pulang, sayang..”

“Kenapa? Kau bilang kita akan pulang.. Keadaanku sudah lebih baik..”

Yoona memang terlihat lebih membaik. Tubuhnya tak lagi lemah setelah meminum obat dan mendapatkan tidur nyenyaknya tadi. Bahkan suasana diruang konfrensi tadi tak mempengaruhinya.

“karena aku masih punya misi yang harus dilakukan..”

Siwon lantas menjauhkan bibirnya dari bahu dan leher Yoona. Kemudian memutar tubuh Yoona untuk berhadapan dengannya..

“Apa misi mu?”

“membuat ketakutanmu saat berada dinegara ini sirna.. Aku ingin mengganti kenangan buruk itu dengan sesuatu yang indah. Dan misi ku akan dimulai pada malam ini..”

“malam ini? Apa yang akan kau lakukan malam ini?”

“Aku merindukanmu Yoona.. Malam ini aku ingin  meleburkan  kerinduanku padamu. Bercintalah denganku sayang…”

Yoona menahan napas ketika dengan perlahan Siwon mulai menarik lepas pakaian ditubuhnya..

[Mature]

*

*

*

*

*

*

To Be Continued~

Hohohoo.. surprise ga sih kalau saia menambahkan bagian mature aka dewasa or NC”an, disini??
Wkwkwkkk..

Cuma sedikit sih..
Gak dibaca juga ga akan mempengaruhi cerita lanjutannya^^

Tapi yg nekat pingin baca harap telah memasuki usia dewasa. Minimal 18(+).. yang masih under age jangan dulu membaca yaa.. Coba bijak dalam memilih bacaan^^

jadi kalau ga memenuhi usia tersebut untuk mendapatkan password nya, maaf kalau permintaannya saia abaikan.. / Thanks~

@joongly

220 thoughts on “YOU’re My Destiny [12]

  1. Waaaaaahhhhh akhirnya …. semua sudah clear. Semua sudah berjalan sesuai yang semestinya. Padahal belum sampai pada kata END, tapi baca part ini aku udah bisa bernapas lega … Yoonwon bisa melewati semua ujian dan cobaan dengan baik dan sabar. Luar biasa …
    Eeeeiii itu kok belum-belum udah proses buat adek untuk Hana and Jun ?? Padahal Jun kan masih kecil … atau itu jadi ajang honeymoon kedua ya …
    next chap …

  2. aigoo, siwon sudah benar-benar rindu kyaknya nih,,,
    tuhkan hana ngomel, ampe nelpon2 + ngirim pesan suara gitu

  3. Salut deh sma sikap dewasa yoonwon dlam menghadapi masalah, serta fanny yg berani mengakui kesalahannya dan meminta maaf…

  4. Y00nW0n bijak sekali dgn mau memaafkn Fany,,
    Fany jg mau ngakuin kesalahan.a d masa lalu d depan umum, mskipun prtanyaan yg d l0ntarkn m0j0kin dia & beresik0 pd karir.a.,
    Y00nW0n semakin mesra, wkwkwk..,

  5. Sebnernya aku kasian sma fanny…
    Tpi dia jga harus ngerasain sakit yg dirasakan yoona dan keluarganya…
    Dan omong2 jadi siapa yg bakalan ngelanjutin bisnis tn.hwang…
    Klo tiffany gk mau masuk dunia bisnis, rpi dunia modelling dia jva pasti tumbang…
    Yah itu akan terjawab di cerita selanjutnya…
    Hahahaha aku seneng krna siqon mau mengganti kenangan yoona di jepang dwngan kebahagiaan…
    Rpi jgn sampek kecolongan dan akhirnya jadi adek jun dan hana ya….
    Jun kasian masih kecil hehehehehe

  6. Salut dengan keberanian fanny yg mau mengakui semuanyaa dan mau menerima semua konsekuensinya nanti..
    Dan penasaran sama cara daddy bikin mommy g takut lg sama jepang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s