Fanfiction

YOU’re My Destiny [11]

Happy Reading~

*

*

*

*

*

*

*

Beberapa menit berada didalam pesawat, Yoona mendadak kembali merasakan kedinginan yang membuatnya menggigil. Setelan berwarna hitam pemberian Siwon sudah cukup tebal, ditambah dengan Pakaian hangat yang dipakainya nyatanya masih tak berpengaruh banyak untuk bisa menghangatkannya, hingga Siwon sampai harus meminta tambahan selimut untuk menutupi tubuh Yoona.

Siwon jelas terlihat khawatir. Andai pun diijinkan, Ia sudah pasti akan memangku tubuh Yoona dan mendekap menghangatkannya. Ia juga kemudian menyesalkan keputusannya sendiri yang membiarkan Yoona untuk ikut pergi dengannya. Yoona jelas belum sepenuhnya pulih dari demam nya, dan masih memerlukan istirahat dirumah sakit.

“gwecana.. gwechana yeobo, aku tidak apa-apa..”

Ucapnya dengan bibir bergetar, mencoba untuk menenangkan kepanikan Siwon. Dari wajahnya jika pun bisa, Siwon terlihat ingin menghentikan pesawat yang mereka tumpangi dan membawanya keluar dari dalamnya.

Dan hal itu jelas tidak mungkin..

“Kau menggigil sayang.. Bagaimana aku bisa membiarkanmu seperti ini..”

Siwon kembali merapatkan selimut yang membungkus hampir semua tubuh Yoona, kecuali wajahnya.

“Aku akan memanggil pramugari yang mungkin bisa membantu..”

Mengeluarkan sebelah tangannya, Yoona lantas meraih tangan Siwon menahannya, dan kemudian menggenggamnya.

“Tidak perlu, tidak akan apa-apa.. Aku hanya ingin tidur sekarang..”

“Kau yakin..?”

Yoona mengangguk..

Siwon kemudian segera mengatur sandaran kursi yang diduduki Yoona, agar membuatnya merasakan kenyamanan dalam tidurnya.

Yoona bahkan masih memberi senyum untuk meyakinkan, sebelum perlahan kemudian memejamkan matanya, dengan tak melepaskan genggaman tangannya pada Siwon.

Selama penerbangan, Siwon terus diliputi perasaan khawatir. Pandangannya tak pernah lepas untuk terus memperhatikan Yoona yang tertidur. Meski kemudian Yoona tertidur dengan tenang, Siwon masih menyadari jika saat itu wajah Yoona memucat. Rona kemerahan yang sebelumnya sempat dilihatnya dirumah sakit, kini tak nampak lagi.

Hingga sampai sekitar dua jam kemudian, Siwon bisa sedikit bernapas lega saat pesawat yang membawa mereka berhasil mendarat di Jepang.

“yeobo irona.. sayang..”

Siwon membangunkannya dengan sebuah kecupan dikening, dan belaian pada wajah Yoona..

Setidaknya sudah dua kali dihari itu Siwon membangunkan Yoona dari tidurnya. Meski Ia menyukai melihat Yoona yang sedang tertidur, namun Ia juga menjadi suka ketika membangunkan Yoona dari tidurnya, karna dengan begitu dirinyalah orang pertama yang dilihat oleh Yoona ketika dia membuka matanya.

“kita sudah sampai.. Kau masih ingin tidur?”

Yoona mendengar suara berbisik itu ditelinganya, yang kemudian menarik kesadarannya dan membuatnya terbangun dari tidurnya.

Mengerjapkan kedua matanya, senyuman diwajah Siwon yang lantas menyambutnya..

“Kita sudah sampai..”

“hm..”

Yoona memperhatikan kesekeliling dan melihat banyak penumpang lain dalam pesawat itu yang mulai berjalan keluar.

“kita sudah sampai?”

Meski Siwon sudah mengatakannya, Yoona masih mengulang menanyakannya.

Siwon hanya tersenyum dan mengangguk..

“Ayo kita turun..”

Siwon yang kemudian membuka selimut yang menutupi tubuh Yoona, namun Yoona terdiam, tak lekas beranjak.

Meski kini Siwon nyata-nyata sedang bersamanya, namun dalam hatinya masih terus berkecamuk sedikit rasa takut yang baru disadarinya masih Ia rasakan, ketika akan menginjakkan lagi kaki nya disana.

Jepang menjadi tempat yang merampas kebahagiaannya.
Menjungkir balikkan kehidupannya yang awalnya baik-baik saja berubah menjadi kacau dan buruk. Keadaan paling buruk yang pernah dirasakannya.

Semenjak peristiwa kecelakaan itu, Yoona tak ingin lagi, atau lebih tepatnya tak berani lagi untuk berada di Jepang. Hingga kemudian pada hari itu Ia melihat Siwon. Kerinduannya yang kemudian mendorongnya, memaksanya untuk memberanikan diri pergi ke negara itu demi mencari keberadaan Siwon disana. Meski yang kemudian sempat dirasakannya adalah kesakitan lantaran Siwon tak mengenalinya, dan kekasaran yang dilakukannya kemudian membuat Yoona meyakini jika Siwon yang saat itu, bukanlah Siwon suaminya.

“Yeobo.. gwechana?”

Siwon mengusap wajahnya, menyadari saat itu Yoona justru berada dalam lamunan..

“Kau baik-baik saja..? Apa kau merasa lemas? Aku akan menggendongmu keluar kalau begitu..”

Yoona hanya menatap dalam kearahnya, yang dirasakan oleh Siwon sebagai tatapan sendu yang membuatnya bertanya-tanya mengenai apa yang saat itu sedang dirasakan oleh Yoona..

“Sayang, ada apa?”

“tidak..tidak apa-apa”

Yoona berusaha menarik senyum dari sudut bibirnya..

“Kau yakin?”

Yoona mengangguk..

“Kau ingin aku menggendongmu..?”

“tidak.. Aku masih bisa berjalan..”

Siwon tersenyum mengetahui rona merah itu kembali muncul diwajah Yoona..

“Kalau begitu ayo.. Apalagi yang kita tunggu?”

Siwon berdiri dan begitupun dengan Yoona yang lantas berdiri mengikutinya dengan merangkulkan tangannya pada lengan Siwon.

Siwon bisa menyadari ada sesuatu yang saat itu sedang Yoona rasakan.

image

Sepanjang langkah-langkah keduanya keluar dari bandara, Yoona terus bergelayut dilengan Siwon. Kedua kakinya pun melangkah dengan lemah dan seakan sedang menumpukan langkahnya di kaki Siwon.

Siwon tidak lagi berkata apa-apa, yang dilakukannya adalah membawa Yoona keluar dari dalam bandara.

Nickhun menginformasikan padanya, bahwa dia telah menyiapkan mobil dengan supir beserta salah seorang pengawal Tn.Hwang yang akan menjemputnya. Maka Ia bergegas membawa Yoona untuk masuk kedalam sebuah mobil yang telah menunggunya.

“Sir..”

Sang pengawal menerima anggukan dari Siwon, dan kemudian sang supir membukakan pintu belakang mobil untuknya. Meski ada gurat keterkejutan diwajahnya ketika melihat Siwon yang menjadi salah satu Tuan nya merangkul seorang wanita bersamanya, namun sang sopir maupun pengawal itu tak berani berkomentar.
Yang dilakukannya kemudian adalah kembali menutup pintu mobil setelah memastikan keduanya telah berada didalam mobil yang akan dikemudikannya.

Jika saat berada didalam pesawat, Siwon tak bisa memangku tubuh Yoona, maka didalam mobil itu Ia lebih bisa leluasa untuk melakukannya. Dan Yoona pun tak menolak ketika Siwon mengarahkan tubuhnya untuk duduk diatas pangkuannya, Ia yang kemudian juga merangkulkan kedua tangannya memeluk leher Siwon. Menghirup aroma tubuhnya yang bisa menenangan dan sekaligus mencari kehangatan pada bahu Siwon yang kini menjadi sandarannya.

“Apa Kau ingin tidur lagi?”

“tidak.. aku sudah tidur sepanjang penerbangan tadi. Aku tak mau kau hanya menontonku tidur..”

“tidak apa-apa itu sesuatu yang menyenangkan untuk di lakukan..”

Siwon tersenyum ketika merasakan Yoona menggelengkan kepalanya..

“dingin?”

Yoona mengangguk..

Siwon lantas memerintahkan sang supir untuk mematikan AC mobil yang menyala dan kembali memusatkan perhatiannya pada Yoona yang meringkuk dipangkuannya..

“jadi apa yang sebenarnya sedang Kau rasakan? Selain kedinginan tentu saja..”

Siwon menjalankan sebelah tangannya, mengusap pelan rambut Yoona..

“Aku hanya merasakan sedikit takut sekarang..”

Yoona akhirnya mau untuk membagi apa yang saat itu dirasakannya..

“Kenapa?”

“disini Aku pernah kehilanganmu..”

Siwon menyadari jika yang dimaksudkan Yoona pastilah karna kecelakaan yang dialaminya..

“Aku disini sayang.. Aku bersamamu. Tak ada yang perlu kau takutkan sekarang..”

Siwon menjatuhkan kecupan pada surai-surai halus rambut Yoona dan menghirup wanginya. Keharuman yang selama ini ternyata dirindukan olehnya..

“Aku tak pernah lagi datang kemari setelah itu.. Aku selalu menolak melakukan pekerjaan bila itu dilakukan disini..”

“tapi waktu itu kita kembali bertemu disini..”

Siwon ingat ketika pertama kali Yoona mendatangi kantornya dan langsung menghambur memeluknya. Kenyataan itu yang kemudian membuat penyesalan mendalam dihatinya karna pada saat itu perlakuannya sangat buruk terhadap Yoona..

“Ya, Aku memang kembali datang.. hari itu aku melihatmu berada disini.. Hal itu yang kemudian menjadi alasanku memaksa diriku sendiri untuk memberanikan diri datang dan menemukanmu. Aku merindukanmu, sangat merindukanmu.. Kerinduanku padamu lah yang menghapus ketakutanku saat itu..”

Siwon makin menyesali betapa saat itu Ia telah melukai Yoona dengan sangat keji..

“Maafkan aku sayang.. Aku tak mengenalimu waktu itu..”

“Aku yang terlalu gegabah.. Seharusnya aku mencari tahu terlebih dulu siapa Kau sebenarnya..”

“Aku senang kau mengenaliku sebagai Siwon suamimu.. Harusnya Kau mengatakan kenyataan itu padaku..”

“Aku juga ingin mengatakannya.. Tapi setelah melihat kebingunganmu dan reaksi keras mu waktu itu. Apa kau akan percaya jika aku mengatakannya..?”

Yoona menarik napas panjang untuk menghirup keharuman disekitarnya.
Tak ada yang berubah, tubuh Siwon selalu menguarkan aroma yang disukainya..

“Kau pasti hanya akan menertawakan ku..”

Yoona kembali meneruskan setelah hembusan napasnya yang menggelitik pada leher Siwon..

“Oh Tuhan.. Aku benar-benar pria bodoh. Maafkan aku sayang.. Aku benar-benar menyesal untuk itu..”

Siwon yang kemudian meraih wajah Yoona, dan merunduk untuk memberikan beberapa kali kecupan dibibirnya membuat dua orang yang berada dikursi depan mereka saling menatap, dengan sirat yang seolah mempertanyakan keintiman yang sejak tadi dilakukan Tuan nya dengan seorang wanita yang dibawanya.

Namun kemudian semua itu dapat mereka maklumi, bila mengingat jika Tuan nya pernah hidup di negara barat. Jika di negara timur saja hal seperti itu sudah bisa mereka jumpai, maka di negara barat itu pastilah sudah menjadi wajar, lumrah dan bukan lagi menjadi semacam hal yang tabu untuk dipertontonkan didepan orang lain.

Tuan nya mungkin sudah sering melakukan hal seperti itu disana, dengan kencan wanita nya..

Begitu yang kemudian ada dalam pemikiran mereka.

Yoona yang lekas tersadar jika saat itu dirinya tak hanya sedang berdua dengan Siwon, mendadak bergerak tidak nyaman dalam pangkuan Siwon. Ia juga yang kemudian meletakkan satu telunjuknya dibibir Siwon, mencegahnya yang masih ingin memberikan kecupan untuknya sebagai tanda permintaan maaf dan sekaligus ungkapan penyesalannya atas sikap kasar nya yang terdahulu terhadap Yoona.

Siwon menyadari kerisihan yang kemudian  mulai di rasakan oleh Yoona. Namun Siwon justru tersenyum padanya dan tak sedikitpun membiarkan Yoona turun dari pangkuannya..

“Apa kita akan langsung ke tempat pemakaman?”

Siwon menujukan pertanyaan itu untuk dua orang didepannya..

“Ya, Sir.. Hanya tinggal menunggu kehadiran anda, prosesi pemakaman akan dimulai..”

sang pengawal yang memberi jawaban.

Dan setelahnya baik Siwon ataupun Yoona tak lagi berbicara. Siwon menikmati berada dekat dengan Yoona, begitupun dengan Yoona yang kembali merasakan kenyamanan dalam pangkuan Siwon. Ia hanya sesekali menggerakkan jemarinya yang bebas untuk membenarkan kerah kemeja hitam yang dikenakan Siwon dan mengusap jas senada yang melapisanya.

Hingga kemudian keduanya menyadari telah memasuki area pemakaman, setelah sang pengawal mengatakan jika sudah ada beberapa media pencari berita yang menunggu kehadiran Siwon disana. Mereka tentu saja sangat menunggu dengan bertanya-tanya, bagaimana putra Tn.Hwang itu bisa terlambat datang pada prosesi pemakaman ayahnya.

“Kami akan melakukan pengawalan Sir.. Mereka hanya berada diluar area pemakaman dan tak akan diijinkan masuk untuk meliput”

Sang pengawal menginformasikan seiring dengan mobil yang mereka tumpangi menghentikan lajunya.

“Anda bisa menunggu sebentar Sir..”

Sang pengawal lebih dulu keluar dari dalam mobil. Dan Yoona langsung beranjak dari pangkuan Siwon kemudian duduk disebelahnya. Ia meremas jemari Siwon ketika dari dalam kaca mobil yang gelap, Ia bisa melihat jika telah banyak orang dengan peralatan peliputan mereka tengah mengerumun pada sekeliling mobilnya.

“Aku tak menyangka akan ada banyak pencari berita seperti ini..”

“Aboji.. Maksudku ayah Fanny, memiliki jaringan bisnis yang cukup luas. Orang sudah banyak mengenalnya.. Kematiannya tentu menarik perhatian mereka untuk dijadikan pemberitaan..”

Yoona mengerti, itu sebabnya pertama kali Ia melihat keberadaan Siwon juga dari pemberitaan media saat itu.

“Kita keluar sekarang Sir..”

Sang pengawal tadi kembali dan membukakan pintu. Sebelum membawa Yoona keluar dari dalam mobil, Siwon terlebih dulu mengingatkan..

“Kau harus berpegang terus padaku.. Mereka akan banyak mengajukan pertanyaan, tapi kita tak harus menjawabnya.. Kau hanya perlu diam dan mengikuti langkahku..”

Yoona mengangguk..

Dan dengan itu Siwon memberi kecupan dibibirnya. Ia keluar dari dalam mobil lebih dulu , dan langsung mendengar berbagai pertanyaan dari mereka para pencari berita..

“Anda akhirnya datang Tn.Harry, bagaimana anda bisa terlambat?”

“bagaimana dengan perusahaan yang selama ini dikelola Tn.Hwang.. Benarkah anda yang akan mewarisinya? Dan bagaimana dengan Nona Fanny..?”

“Kami mendengar Tn.Hwang telah meninggalkan wasiat.. Benarkah seperti itu..?”

“katakan sesuatu pada kami Tn.Harry..!”

Para pengawal segera mengamankan ketika para pemburu berita mulai mendesak.

Dan ketika kemudian Siwon mengulurkan tangannya untuk membantu Yoona keluar dari dalam mobil, pertanyaan-pertanyaan yang sama yang berulang kali telah mereka katakan saat itu langsung berubah..

“Siapa wanita yang bersamamu..?”

“Anda membawa seorang kekasih dalam pemakaman? Apa kalian sudah akan menikah..?”

“Siapa nama wanita cantik yang bersamamu Tn.Harry? Kami butuh mengetahui namanya..”

“tolong konfirmasikan kepada kami Tn.Harry..”

tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir Siwon untuk menanggapi berbagai pertanyaan yang justru memusingkan kepalanya.
Sama halnya dengan Yoona yang hanya terdiam, merangkulkan tangannya dengan erat pada lengan Siwon dan terus mengikuti langkahnya untuk memasuki tempat pemakaman yang sangat luas itu, namun Ia kemudian bisa mendengar seruan seseorang yang menyebutkan namanya..

“Im Yoona.. Wanita itu bernama Im Yoona. Lihatlah, aku menemukannya..”

“Ya, dia berasal dari Korea.. Dia seorang desainer..”

Sambung menyambung dengan itu mereka dengan mudah mengetahui siapa Yoona, maka sudah bisa dipastikan dengan cepat identitas yang sebenarnya dari Siwon juga akan terkuak.

Siwon yang juga mendengarnya, mengusap tangan Yoona yang merangkul dilengannya.

“tidak apa-apa mereka tahu.. Memang sudah seharusnya mereka mengetahui siapa kau dan aku yang sebenarnya..”

Yoona mengangguk dan segera keduanya sudah berada jauh dari kerumunan para pencari berita, dan beralih pada orang-orang yang berpakaian serba hitam, mereka adalah para pelayat yang juga sedang berkerumun mengelilingi sebuah peti hitam.

Dengan melihat itu mereka mengetahui disanalah jasad Tn.Hwang akan dikuburkan..

Yoona melepaskan rangkulan tangannya pada lengan Siwon, dan membiarkannya menerima ucapan bela sungkawa dari beberapa orang disana, yang mungkin adalah rekan bisnis yang pernah bekerja sama dengannya.

“Harry ssi..”

Apa yang diucapkan Nickhun disisinya, menarik perhatian fanny. Gadis itu langsung menoleh..

“Oppa..”

Fanny yang kemudian menyeka airmata diwajahnya, tak menunggu sampai Siwon mengahampirinya, Ia yang kemudian lebih dulu menghampiri dan menghambur kepelukan Siwon dengan suara isakan tangis nya..

Yoona melihatnya..
Melihat awan kelabu diwajah Fanny dan mendung yang menggelayutinya.

Gadis itu bermata sembab dengan wajahnya yang putih pucat, sedang terisak pilu dalam dekapan suaminya..

“Oppa.. Aku sudah lama menunggumu. Aku benar-benar cemas kau tidak akan datang.. Aku akan semakin berdosa pada aboji jika kau tak hadir dalam pemakannya..”

“sekarang Aku ada disini, tenanglah..”

“Aku tak ingin aboji pergi.. Aku tak ingin dia meninggalkanku..”

“Fanny ah.. Kau sudah bisa menerima ini sebelumnya. Kau harus merelakannya.. Biarkan aboji tenang..”

“tapi aku akan sendirian Oppa.. Aku tidak memiliki siapapun lagi..”

Fanny makin terisak..

“Kau masih memiliki Aku.. Aku sudah berjanji didepan aboji, jika apapun yang terjadi Kau tetaplah akan menjadi adikku..”

Yoona terdiam menyaksikannya, Ia tak pernah mengetahui jika Siwon memiliki kedekatan yang sedemikian dekat dengan Fanny seperti yang dilihatnya saat itu.

Dan melihat dari raut wajah Fanny, tergambar bagaimana Ia merasakan sedikit kelegaan setelah apa yang Siwon katakan padanya.

“Harry ssi.. Fanny ah, Ayo.. Kita sudah harus menguburkan jasad nya..”

Nickhun mendekat pada keduanya, dia jugalah yang mengatur apa saja yang diperlukan pada pemakaman hari itu.

Dan dengan merangkul Fanny, Siwon membawanya untuk mengikuti Nickhun mendekat pada peti hitam yang berada dekat pada sebuah galian lubang yang akan menjadi tempat penguburan.

Memulai beberapa prosesi dengan dipimpin dua orang pendeta yang mendoakan, Fanny terus berurai airmata. Ia bahkan sempat menjerit histeris memanggil-manggil sang ayah, ketika kemudian peti hitam berisi jasad itu perlahan mulai diturunkan..

“Aboji.. Aboji.. Tidak.. Aboji..!!”

Siwon tak bisa melakukan apapun selain memberikan pelukan yang Ia harap bisa untuk menenangkan Fanny saat itu..

Sampai saat itu Fanny belum menyadari kehadiran Yoona disana. Ia tak memperhatikan jika Yoona berada dibelakang Siwon saat tadi ia menghambur memeluknya. Dan Siwon pun belum mengatakan tentang kehadiran padanya.

Yoona yang berada diantara para pelayat yang lain hanya terus diam menyaksikan apa yang terjadi didepannya.
Ia tak ikut menabur bunga seperti apa yang dilakukan Siwon..
Ia juga tak berusaha untuk mendekat kesisi Siwon..

Mulai dari pembacaan doa, penurunan peti kedalam tempat penguburan, tabur bunga dan penutupan peti hitam itu dengan galian tanah yang kemudian menguburnya, Yoona berada cukup jauh dari Siwon.

Hingga sampai prosesi pemakaman itu berakhir dan perlahan para pelayat meninggalkan area pemakaman itu, Yoona masih tak beranjak dari tempatnya dengan terus mengarahkan pandangannya pada Fanny..

Ia mengerti bagaimana perasaan gadis itu..
Ia pernah berada diposisi yang sama. Sakit yang sama ketika kehilangan orang yang dicintai dan harus menyaksikan penguburannya.

Dan sayangnya kehilangan dan kesakitan yang pernah dirasakannya akibat dari kecerobohan gadis itu..

“Sayang..”

Yoona sampai tak menyadari ketika Siwon telah mendekat dan merangkul pundaknya. Tatapannya kini hanya tertuju pada Fanny, dengan raut ketakutan diwajahnya perlahan mencoba mendekat menghampirinya.

“Aku memberitahunya jika kau juga datang.. Dan dia sangat terkejut..”

Siwon meremas pundaknya untuk mengetahui bagaimana reaksinya. Namun Yoona masih tak mengatakan apapun..

“Kau baik-baik saja?”

Yoona mengangguk tak ingin membuat Siwon kembali mencemaskannya.
Yang sedang ada dalam pemikirannya adalah bagaimana Ia akan bersikap pada Fanny saat itu. Berbagai macam hal berkecamuk dibenaknya..

“Yoona ssi..”

dengan bibir bergetar, Fanny menyapanya..

“Yoona ssi.. Kau datang.. Terimakasih untuk kehadiranmu..”

Fanny mencoba meraih tangan Yoona, namun Ia menolak. Tak membiarkan Fanny menyentuhnya.

Dengan reaksi itu yang ditunjukkan oleh Yoona, Fanny seakan lumpuh. Ada kesakitan yang tergambar jelas diwajahnya yang masih basah oleh airmata..

“Yoona maafkan aku.. Aku sungguh-sungguh minta maaf padamu. Aku bersalah..”

Yoona masih tak bereaksi..

“Aku tahu Kau tidak akan bisa memaafkanku. Tapi aku tetap ingin meminta maaf padamu.. Kumohon maafkan aku.. Aku akan menerima hukuman apapun jika itu bisa membuatmu memaafkanku..”

Yoona tetap tak bergeming meski saat itu Fanny kembali berurai airmata dihadapannya..

“Sayang..gwechana?”

Siwon juga terlihat bingung ketika Yoona tak juga bereaksi atas permintaan maaf yang diucapkan Fanny..

“Aku sungguh-sungguh menyesal Yoona.. Maafkan aku.. Kumohon maafkan Aku..”

Ketika kemudian Fanny merasakan lemas dikedua kaki nya, dan hampir saja berlutut dihadapannya, Yoona justru merenggut kedua bahunya dan kemudian memberikan tamparan keras diwajahnya.

Membuat Nickhun langsung bergerak mendekat menahan tubuh Fanny yang akan terjatuh. Dan juga membuat Siwon terkesiap melihat cara Yoona bereaksi terhadap Fanny..

*

*

*

*

*

*

*

*

To Be Continued~

Kemarin pada bilang kurang panjang kan…
Nah ini tambahannya.. kkkk~

@joongly

175 thoughts on “YOU’re My Destiny [11]

  1. Makin seru aja ceritanya, dan wonppa makin mesra dgn Yoong
    kasihan jg Fanny yah meskipun kecelakaan itu berawal dari dia
    tapi aku salut jg dia langsung tanggung jwb dan menyerahkan dirinya dan mengaku salah
    o ia apa Yoong akan memaafkan
    Tiffany dan dia jg menampar Tiffany. Makin deg2n bacanya

  2. Waaaaaaah,,, yoona unni nampar fany unni,
    aku kira yoona unni tidak akan marah, tpi,,,,,? Aku cukup tau perasaan sakit yoona unni

    sejauh ini.. Aku sangat kagum atas semua karya” yg unni buat

  3. Ksian Fany eonnie dia trus sja mrasa brsalah gatega bcanya bhkan Yoona eonnie smpai mnamparnya mngkin krna dia bner² marah. Apa lgi nanti klo Soo eonnie brtmu sma Fany eonnie bgaimna reaksinya?smakin parahkah?

  4. Makin seru aja ceritanya, dan wonppa makin mesra dgn Yoong
    kasihan jg Fanny yah meskipun kecelakaan itu berawal dari dia
    tapi aku salut jg dia langsung tanggung jwb dan menyerahkan dirinya dan mengaku salah
    o ia apa Yoong akan memaafkan
    Tiffany dan dia jg menampar Tiffany. Makin deg2n bacanya…. hikss.. hiks…hikss. 😀

  5. omooooo…..yoona knp dia menmpar fany..
    tp harus maklum sih soalx gara2 dia yoona hmpir kehilangan siwon….tp yg d pesawat sm mobil so sweet bgt..

  6. Makin mesra aja nih Yoonwon … sampe gak sadar udah jadi tontonan gratis.
    Eh, reaksi Yoona ke Tiffany kok waouw banget ya …. Mungkin begitu kali ya caranya menumpahkan semua emosinya setelah selama ini hanya bersikap adem ayem aja.
    Luar biasa mengagetkan. Harusnya sih, Tiffany menerima dengan ikhlas perlakuan Yoona yang mengejutkan itu. Karena dia kan penyebab hancurnya kebahagiaan keluarga Choi ….
    Makin seru aja nih cerita. Berasa gak mau berhenti baca.
    Ya sudahlah, saya mau lanjut dulu ….

  7. Ya ampun yoonwon benar2 deh, klo udah bermesraan selalu ga sadar tempat, berasa dunia hanya milik mereka berdua…
    Reaksi yoona ke fanny lbih mengejutkan dri pda sooyoung…

  8. Waw,, Reaksi.a Y00na sangat gk trduga,, Bisa d maklumi sih dgn pemikiran.a sebelum Fany benar2 datang & minta maaf ke dia.,
    G00d News.a, Y00nW0n m0ment.a makin manis kyk gula,^_^

  9. Moment YW nya sweet bgt❤
    woOw yoona nampar fanny ???
    tp rasa sakit dri tamprn itu gx ada apa"nya di bandingkn dngn rasa sakit & pndritaan yoona dan kluarga siwon slma 2 thn…..

  10. Huu seneng banget yoknwon bisa seintim itu dan menghumbar kemesraann..
    Dan untung hana sma jun gk pa2 gk diajak ke jepang…
    dan yoona bisa sabar gitu ya dj pemakaman,, tpi akhirnya terbayar jga dengan tamparan di pipi fanny walaupun gk seberapa tpi paling gk ad dikit..

  11. UUUH KAN BENER AKHIRNYA UNNIE YOONA BERAKSI, kasihan tiffany tapi tindakan unnie yoona sangat wajar,dengan dua tahun hidupnya yang tersiksa karena tindakan tuan hwang

  12. Wajar sama kemarahan dan tamparan mommy ke fanny
    Karena dia pantas mendapatkannya setelah penderitaan dan tangis selama 2thn itu
    Tp msh g percaya siih mommy bisa kasar,,mommy kan baik
    Hihih
    Dan mommy masih trauma yaa mom sama jepang😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s