Fanfiction

YOU’re My Destiny [9]

Happy Reading~

*

*

*

*

*

*

*

Bukan hanya Siwon yang kemudian mencari tahu siapa dan darimana arah suara yang mengganggu kekhidmatan pemberkatan pernikahan itu, tapi juga Fanny dan Tn.Hwang. Juga termasuk Nickhun dan beberapa orang yang hadir disana yang lantas menoleh untuk mengalihkan perhatian mereka.

Berdiri disana, tak jauh dari altar dimana Ia berdiri, Siwon melihat Changmin menatap lurus kearahnya.

“Hentikan ini.. Demi Tuhan hentikan ini, Siwon..”

Tatapan mata Siwon dan Changmin bertemu dan beberapa kejadian kembali melintas dibenaknya.

Satu peristiwa penting dalam hidupnya yang berasal dari masalalunya yang terlupakan berhasil diingatnya, hingga kemudian menarik beberapa yang lainnya untuk bergantian satu persatu muncul dan seakan sedang terputar dihadapannya.

“Oppa..”

Fanny yang berada disampingnya menegang, menunggu respon apa yang akan diberikan oleh Siwon yang masih terdiam setelah kedatangan tiba-tiba dari pria yang bahkan tak dikenalnya. Ia juga menduga jika sang ayah sedang merasakan hal yang sama dengannya dan kekhawatiran segera menyusup kedalam benaknya.

“Siwon, Kau harus tahu jika sebenarnya..”

Changmin mulai bergerak melangkah untuk mendekati Siwon, meski Ia menyadari ada beberapa orang yang kemudian juga bergerak, mungkin untuk menghentikannya.

“Aku tahu.. Aku tidak bisa melakukan ini..”

gumamnya pada dirinya sendiri..

“Harry Oppa..”

Fanny merasakan getaran dalam nada suaranya dan rasa terguncang atas apa yang baru saja didengarnya dari gumaman Siwon yang berada disebelahnya, ditambah dengan tindakan Siwon yang langsung meninggalkan altar pemberkatan tanpa sedikitpun melirik kearahnya, apalagi meminta persetujuan darinya.

“Harry Oppa..”

Siwon benar-benar mengabaikan suara Fanny yang memanggilnya dan lebih memilih untuk menghampiri Changmin yang kian mendekatinya.

“Siwon, sebenarnya kau adalah..”

“Aku tahu.. Aku bisa mengingatnya..”

“Kau mengingatnya?”

Siwon hanya mengangguk sambil menepuk bahu Changmin.

“terimakasih, tapi aku harus bertemu dengan Yoona. Aku akan menemuinya..”

Changmin  juga mengangguk, mengiyakan dan segera Siwon berlari meninggalkan area taman dirumah sakit itu.

“Harry.. Harry..!”

Suara Tn.Hwang tercekat ketika mendadak sakit didadanya kembali ia rasakan.

“Harry Oppa..”

“Siapapun Kalian yang terlibat.. akan berurusan denganku!!”

Kalimat bernada peringatan yang diucapkan Changmin sebelum akhirnya ia mengejar Siwon, membuat sekujur tubuh Fanny lemas.

Segera setelahnya berbagai macam hal buruk membayang dibenaknya. Matanya pun menyiratkan sebuah rasa takut yang muncul dari dalam dirinya.

“Harry oppa.. Apa yang terjadi? Kau bahkan tak mengatakan apapun terlebih dulu padaku.. Jangan membenciku. Kumohon jangan membenciku.. Oppa maafkan aku..”

Tak bisa terelakkan lagi, bagaimana airmata itu kemudian mengalir dengan derasnya meski Nickhun langsung menghampiri dan memberinya pelukan, hal itu tak cukup untuk bisa menenangkannya.

Sekali lagi Fanny terguncang..

“Harry.. Harry! Cari Harry.. Cepat cari dia! Dia harus meneruskan pemberkatannya. Cepat bawa Harry kesini!”

Suara Tn.Hwang berganti menjadi erangan saat rasa sakit dengan kuat mencengkram dadanya, menyulitkan pernapasannya.

“Aboji..!”

“Tuan..!”

Dan seketika ketercengangan yang ditunjukkan beberapa orang yang hadir karna kepergian mempelai pria yang secara otomatis telah membatalkan prosesi pemberkatan pernikahan itu, berubah menjadi kepanikan ketika melihat Tn.Hwang mengerang dan kemudian tak sadarkan diri diatas kursi rodanya.

***

Siwon berlari kearah jalan raya, mencoba menghentikan apapun kendaraan yang dilihatnya. Hingga kemudian sebuah taksi meminggirkan laju kearahnya.

Secepatnya Ia harus bertemu Yoona..
Bertemu keluarganya..
Dan menjelaskan siapa dirinya sebenarnya..

Maka ketika Changmin mengejarnya, Ia sudah tak melihat dimana keberadaan Siwon disana, disekeliling area rumah sakit.

Merogoh ponsel didalam saku celananya Ia mencoba menghubungi Siwon, namun tak ada jawaban darinya. Dan yang kemudian dihubunginya adalah Sooyoung, sang istri.

“Chagiya.. kau dimana?”

“Ya Tuhan Oppa.. dimana kau? Yoona sakit. aku dan oemma membawanya kerumah sakit, jadi aku tak bisa mengajak Yoona kesana..”

“Yoona sakit? dan bagaimana keadaannya?”

“Aku belum tahu.. dia masih dalam pemeriksaan dokter”

“Kalian berada dirumah sakit mana? aku akan menyusul..”

Sooyoung menyebutkan nama rumah sakit dimana saat itu ia berada, dan Changmin langsung mengakhiri panggilan.

Ia mengendarai mobilnya untuk mencari keberadaan Siwon terlebih dulu. Jika tadi dia mengatakan akan menemui Yoona, maka besar kemungkinan saat ini Siwon berada di rumahnya atau di butik milik Yoona.

***

Keluar dari dalam taksi yang ditumpanginya, Siwon melangkah terburu setelah seorang pelayan membukakan pintu dengan wajah yang terkejut kearahnya.

“Yoona.. Yoona.. Sayang, dimana kau?”

“Tuan..”

Tanpa mengindahkan apa yang akan dikatakan sang pelayan, Siwon berlari menaiki tangga menuju lantai atas dan langsung membuka pintu kamarnya.

“Yoona.. Sayang..”

tak ada Yoona disana..

“Hana ya.. Jun ah.. Ini daddy sayang. Oemma.. Aku pulang. Dimana kalian? Sooyoungie..”

Siwon kembali turun dan terlihat frustasi, setelah tak menemukan seorangpun anggota keluarganya.

“Tuan.. Semua sedang berada dirumah sakit?”

“rumah sakit?”

“Ya Tuan.. Ny.Yoona sakit dan harus dilarikan kerumah sakit”

“Apa? Ya Tuhan..”

Saat itu juga, Siwon langsung berlari keluar dan bertepatan dengan Changmin yang menghentikan mobilnya didepan pagar.

“Siwon..”

“Yoona sakit..”

“Ya aku sudah tahu..Aku datang untuk menjemputmu. Ayo..”

Tuhan..
lindungi istriku..

***

Siwon dan Changmin nampak berlarian disepanjang koridor rumah sakit. Terburu untuk segera mengetahui bagaimana keadaan Yoona saat itu.

Setelah hampir mendekat, Siwon menghentikan langkahnya dan terengah mengatur napasnya. Menatap kedepan, Ia bisa melihat Ny.Choi berjalan mondar-mandir didepan sebuah pintu yang mungkin Yoona berada didalamnya.
Sementara Sooyoung terlihat duduk memangku Junseo dengan Hana yang juga duduk disebelahnya.

“Ayo.. Mereka akan senang melihatmu”

Changmin menepuk pundaknya dan mengisaratkan agar Siwon kembali melangkahkan kakinya untuk menghampiri mereka.

Siwon mengangguk dan lantas melangkah lebih dulu, dengan Changmin yang mengikuti dibelakangnya.

“Oemma..”

Ucapnya sambil terus melangkah mendekat.

“Oemma..”

Suaranya cukup untuk menarik perhatian, hingga kemudian Ny.Choi menoleh menatap kearahnya. Begitupun dengan Sooyoung yang lantas berdiri dari duduknya.

“Daddy.. Daddy..!”

Hana berseru kegirangan dan langsung berlari saat melihat Siwon yang kemudian merentangkan kedua tangan untuk menyambutnya.

“Daddy.. I miss you..”

Hana memeluknya erat dengan kedua tangan kecilnya..

“Daddy juga merindukanmu sayang..”

Melepaskan pelukan putri kecilnya, Siwon mengusap wajahnya dan lantas menciumi kedua pipinya.

“Kau tumbuh dengan baik sayang. Putriku yang manis dan sangat cantik.. Mommy merawatmu dengan baik, Hana ya..”

Siwon mengusap rambut Hana dan kembali memeluknya.

“Daddy benar-benar merindukanmu sayang..”

“Hana juga, dad.. Tapi mommy sakit..”

Siwon kembali melepaskan pelukannya, untuk kemudian menatap Hana.

“apa yang terjadi dengan mommy, sayang? Kenapa mommy bisa sakit?”

“Hana tidak tahu. Tapi Hana melihat mommy terus menangis. Hana tak pernah melihat mommy seperti itu kecuali saat daddy pergi. Maka Hana menjadi takut jika daddy akan pergi lagi..”

“Tidak sayang, tidak.. Daddy disini. Daddy tidak akan pergi meninggalkan kalian..”

Ny.Choi dan Sooyoung masih terus memperhatikan bagaimana Siwon yang sedang bercakap dengan Hana.
Mereka masih belum menyadari akan apa yang telah terjadi..

“Owh.. Changmin Oppa..”

Changmin tersenyum, mendekat kesisi Sooyoung dan merangkulkan lengannya.

“Apa yang terjadi Oppa? Dia itu..?”

“Kau akan segera tahu chagiya..”

Changmin mengambil alih Junseo dari gendongan Sooyoung, menyadari jika sang istri tak boleh lelah ditengah kehamilannya yang kian membesar.

Sementara Ny.Choi lah yang kemudian mendekat kearah Siwon dengan kedua matanya yang mulai berkaca-kaca.

“Siwon.. Siwonie..”

Siwon tersenyum pada Hana, kembali membelai rambutnya untuk selanjutnya beralih menatap pada Ny.Choi.

“Kau putraku? Kau benar-benar putraku?”

Siwon mengangguk dan kemudian mendekat menerima pelukan hangat yang sangat ia rindukan dari sang oemma.

“Oh Tuhan ku.. Ini bukan mimpi kan? Siwon Putraku..”

“Iya oemma, ini aku.. Putramu..”

“Oemma tahu.. Oemma merasakan itu ketika pertama kali melihatmu. Tapi oemma tak bisa melakukan apa-apa untuk membawamu kembali pada kami..”

Ny.Choi menangis tersedu dalam pelukan Siwon.

“Oemma tidak harus melakukan apa-apa. Aku sudah berada disini..”

“Tuhan membawamu pada kami Siwon, terimakasih..”

Melepas pelukan sang Oemma, Siwon menghapuskan airmata dari wajahnya.

“Aku merindukan Oemma..”

“Oemma lebih merindukanmu. Ya Tuhan.. Siwon, apa yang sebenarnya terjadi pada malam kecelakaan itu. Mengapa mereka bisa mengatakan Kau pergi, sementara saat ini Kau berada disini dan Oemma masih bisa memelukmu..”

Siwon masih belum bisa menjawab dan hanya kembali menyeka airmata dari wajah sang Oemma.

“Itu bisa dijelaskan nanti Oemma..”

Ny.Choi mengangguk mengerti, melihat Siwon dihadapannya sudahlah lebih dari cukup untuk membuat kelegaan didalam hatinya.

“Oppa.. Siwon Oppa..”

Sooyoung sudah meneteskan airmata saat itu dan Siwon justru menyeringai melihatnya.

“Sejak kapan aku mempunyai adik yang cengeng.. Kau bertambah jelek jika menangis seperti itu”

Hana terkikik mendengarnya..

“Jahat sekali..”

Menghambur kedalam pelukan Siwon, Sooyoung memukul-mukul dadanya.

“Kenapa kau bisa pergi begitu lama Oppa. Aku merindukanmu.. Kami semua merindukanmu. Bahkan mengira jika Kau..”

“sst.. Jangan diteruskan. Dan jangan menangis lagi, atau kau ingin memiliki bayi yang cengeng nantinya”

Sooyoung kembali memukulkan tangannya didada Siwon.

“Maafkan aku Sooyoungie, Aku tak pernah bermaksud pergi meninggalkan kalian..”

Kini Siwon menyadari alasan mengapa Ia begitu mudah menerima Fanny sebagai seorang adik adalah karna Sooyoung. Ia telah terbiasa menghadapi Sooyoung sebelumnya.

“Dad-dy.. Daddy..”

Junseo mulai menggeliat dari gendongan Changmin untuk berusaha menggapai, meraih Siwon dengan kedua tangan kecilnya.

Siwon lantas melepaskan pelukan Sooyoung dan langsung meraih tubuh putra kecilnya.

“Oh Tuhan ku.. Ini jagoan kecilku”
“Dad-dy..”

“Kau juga tumbuh dengan baik, Jun ah..”

Junseo memeluknya, mengalungkan tangan kecilnya dileher Siwon yang lantas menciuminya.

“Bagaimana dengan Yoona? Dia baik-baik saja kan?”

Belum sampai ada yang membuka suara untuk menjawab pertanyaan dari Siwon ketika kemudian seorang dokter keluar dari dalam ruangan dihadapan mereka.

“bagaimana dokter? Yoona baik-baik saja kan?”

Ny.Choi yang lebih dulu bertanya dan disusul Siwon dengan Junseo dalam gendongannya, Ia menggunakan sebelah tangannya untuk merangkul sang Oemma dan mengatakan pertanyaan yang hampir sama..

“bagaimana kondisinya dokter?  Istri saya baik-baik saja kan?”

Sang dokter menghembuskan napas pelan sebelum akhirnya memberi jawaban.

“Pasien terserang demam yang cukup tinggi. Kami sudah memberi obat untuk menurunkan demam nya. Dan kita akan lihat dalam beberapa waktu, apakah itu cukup bekerja efektif untuk menurunkan demamnya”

“bisakah kami masuk dan melihatnya?”

“silahkan, kami sudah selesai menangani. Tapi pasien sedang tertidur.. Obat yang kami berikan juga membantunya untuk tertidur. Saya menduga pasien hampir tidak tidur semalaman”

Sang dokter membuka pintu dibelakangnya dan membiarkan semuanya masuk.

Seorang suster yang masih berada didalamnya terlihat memasangkan selimut ditubuh Yoona.

“Yoona..”

Siwon mendekat kesisinya, melihat Yoona terbaring diatas ranjang rumah sakit dengan wajah yang terlihat memucat.

“Sayang, bangunlah.. Aku ingin mendengar suaramu..”

“kami memberi pasien obat untuk membantunya tertidur. Jadi dia akan tertidur dalam beberapa jam kedepan.”

sang suster menjelaskan sebelum akhirnya keluar dan meninggalkan mereka semua disana.

“Aku akan menunggumu.. Beristirahatlah dan tersenyum padaku saat kau bangun nanti..”

Siwon tak bisa menahan diri untuk tidak menciumnya.
Ia mencium pada keningnya dan merasakan suhu panas dari tubuhnya.

“Ya Tuhan.. Tubuhnya panas sekali, oemma..”

Ny.Choi mendekat untuk meletakkan punggung tangannya pada kening Yoona, dan merasakan suhu tubuhnya masih sama ketika membawanya kerumah sakit tadi.

“Ya, dia mendapatkan demam yang sangat tinggi.. Semoga kau cepat sembuh sayang dan lihatlah, Siwon ada disini. Suamimu ada disini Yoona ya..”

Ny.Choi mengusap pipinya dan merasakan airmata menetes membasahi wajahnya.

Kebahagiaan itu terasa kurang lengkap dengan Yoona yang masih terbaring lemah disana.

“umma..umma..”

Junseo menggeliat dalam gendongan Siwon untuk meraih Yoona.
Ketika Siwon kemudian mendekatkan tubuh putra kecilnya, Ia tersenyum melihat Junseo mencium pipi Yoona dan juga Hana yang lantas mengikuti melakukan hal yang sama.

“mommy akan bangun kan, dad..?”

“tentu saja sayang.. Mommy hanya sedang tertidur dan akan baik-baik saja, jangan khawatir..”
“Yoona ya.. Apa yang terjadi? Bagaimana keadaan putriku?”

Pintu kamar itu kembali terbuka dan memperlihatkan Tn.Im yang kemudian masuk kedalamnya, terkejut dengan keberadaan Siwon disana.

“Grandpa..”

Hana langsung menghampiri memeluknya, namun Tn.Im tetap mengarahkan tatapannya pada Siwon.

Ia memang sempat melihat seseorang itu dari layar berita, dan mengetahui bagaimana Yoona putrinya yang kemudian mengejarnya sebagai Siwon, namun Ia sendiri tak yakin jika pria itu benar-benar Siwon menantunya setelah melihat fakta yang ada.

Jadi apa yang terjadi hingga pria itu kini berada disana dan disamping putrinya?

“Appa..”

Siwon mengerti keterkejutan dari Tn.Im bila melihat dari tatapan yang diarahkan padanya.
Ia kemudian menurunkan Junseo dari gendongannya, dan membiarkan putra kecilnya dijaga oleh Hana.

“Appa..”

Siwon mendekat dan kini berhadapan dengan Tn.Im yang adalah ayah mertuanya.
Ia mengingatnya..
Pria paruh baya itulah yang dulu menggandeng Yoona dan menyerahkan padanya pada saat prosesi pernikahan yang dengan jelas terputar dalam memori nya.

“Kau..?”

“Choi Siwon, appa.. menantumu..”

“Ya Tuhan.. Kau Siwon? Kau benar-benar Siwon, menantuku? Ini keajaiban.. Apa yang terjadi?”

“Aku juga masih belum bisa menjelaskannya. Yang aku tahu, Aku terbangun ditempat yang asing tanpa seseorang yang kukenali. Aku mengalami amnesia, tapi aku sudah mengingat beberapa diantaranya.. Kurasa memang belum kesemuanya tapi aku bisa mengingat kalian semua adalah keluargaku..”

“Oh Tuhan memberkatimu Siwon..”

Tn.Im memberinya pelukan erat dan entah bagaimana caranya untuk mengungkapkan rasa syukurnya saat itu.

“Aku bisa sedikit menjelaskan apa yang terjadi pada kecelakaan waktu itu..”

Changmin yang lantas mengatakan apa yang diketahuinya dari informasi dan bukti-bukti yang diserahkan orang suruhannya.

Semua terlihat terkejut, terlebih Siwon yang hampir tak mempercayai jika Fanny dan Tn.Hwang ada dibalik semua itu.

Ia masih belum bisa memikirkan apa yang selanjutnya akan dilakukannya.
Yang utama adalah Ia ingin melihat kesembuhan Yoona dan berbicara dengannya.

***

Menciumi buku-buku jari Yoona, Siwon telah menghabiskan lima jam disana hanya untuk menungguinya.
Melihatnya tertidur dan mendengar ketika Yoona berkali-kali mengigau didalam tidurnya memanggil namanya dan sekaligus ‘Harry’ yang juga telah menjadi namanya yang lain..

“Si-won.. Siwon..”

“Aku disini sayang, bangunlah..”

“Tidak .. Harry.. Harry.. ”

Siwon mengeratkan genggaman tangannya melihat Yoona yang kian gelisah dalam tidurnya..
demam nya sudah turun dan cukup melegakan untuknya.

“Bukalah matamu, dan lihatlah aku berada disini untukmu yeobo..”

Siwon berbisik ditelinganya dan kemudian mencium pada keningnya serta kedua mata Yoona yang tertutup..

“Buka matamu sayang..”

Dan Ia bisa melihat perlahan Yoona menggerakkan kedua bola matanya yang lantas sepenuhnya terbuka dan Ia tersenyum menyambutnya…

“Harry…”

Yoona mengerjapkan kedua matanya, masih tak begitu yakin dengan apa yang saat itu dilihatnya.
Siwon berada dihadapannya dan tersenyum kearahnya..

“Harry ssi..”

Mungkin Ia sedang bermimpi?

Yoona kembali menutup matanya dan menghembuskan napasnya.

Tidak mungkin ia melihat pria itu tadi.
Pasti ia hanya sedang berhalusinasi.

“Buka matamu dan lihatlah aku, sayang..”

Siwon tersenyum melihat reaksi Yoona, Ia justru kemudian menyentuh wajahnya, menyingkirkan helaian rambut diatas keningnya dan sedikit membelai pipinya.

Yoona tersentak, dan lantas membuka kembali matanya yang tertutup.

“Apa yang kau lakukan?”

Ia mencoba beringsut dari tidurnya dan berusaha untuk duduk, namun rasa pusing menghantam kepalanya.

“Jangan memaksakan dirimu, berbaringlah lagi, Yoona..”

“Apa yang kau lakukan disini?”

Yoona memperhatikan kesekelilingnya, Ia bisa mengingat ketika dirinya dibawa kerumah sakit dengan ditemani ibu mertuanya. Tapi tak ada Ny.Choi disana..

“dimana oemma ku..?”

“Oemma sedang berada diluar. Jun dan Hana berteriak lapar, begitupun dengan Sooyoung. Jadi mereka sedang pergi mencari makanan..”

Yoona mengerutkan dahi, mendengar bagaimana Siwon memanggil ibu mertuanya tadi..

“Apa kau baru saja memanggil ‘Oemma’ pada ibu ku?”

“Ibu ku..”

Siwon meraih tangannya, namun Yoona menariknya..

“Dia ibu ku..”

“Aku tahu.. Oemma Ibu ku dan Ibu mertuamu tepatnya”

Yoona makin mengerutkan dahi mendengarnya..

“Tidak.. Dia ibu ku”

“Ya baiklah.. Ibu mu dan juga Ibu ku, sayang.. Oh ya, apa aku juga sudah mengatakan ada Appa diluar? Appa juga menungguimu, dia berada diluar bersama Changmin, sedang membicarakan sesuatu.. Kau ingin aku memanggil mereka.”

“Harry ssi.. Apa yang kau bicarakan? Jangan memusingkan ku lagi..”

“Tuhan.. Apa aku telah membuatmu pusing? Aku akan panggilkan dokter untukmu..”

Siwon berlagak panik meski tersembunyi senyum disudut bibirnya.

Yoona hanya menghela napas melihatnya..

“Yeobo..”

Sekali lagi Yoona tersentak mendengar apa yang dikatakan Siwon..

“Coba tatap aku, yeobo..”

Siwon meraih tangan Yoona, meski Yoona berusaha menolak namun dengan erat Ia menggenggamnya.

“tatap aku dan katakan padaku siapa yang saat ini kau lihat sedang berada dihadapanmu..”

“apa maksudmu?”

“tatap aku yeobo..”

Yoona hanya sekali mengerjap terlihat bingung, namun akhirnya Ia melakukan apa yang Siwon inginkan.

Menatapnya dalam kedalam manik mata Siwon, dan merasakan gemuruh dari dalam hatinya.

Tidak mungkin..
Tidak mungkin Ia melihat Siwon suaminya disana.

Yoona lantas menggeleng-gelengkan kepalanya, untuk menolak apa yang saat itu dirasakannya. Ia juga berusaha menarik tangannya dari genggaman Siwon, meski Ia tak berhasil melakukannya karna Siwon terlalu erat menggenggamnya..

“Katakan padaku Yoona, siapakah yang kau lihat?”

Yoona menggeleng dan justru menutup matanya dan tanpa sadar airmata lolos membasahi wajahnya.

Siwon terlihat bingung, mengapa Ia justru membuat Yoona menangis sekarang.
Ia sudah akan menyeka airmata itu, ketika kemudian Yoona berkata..

“Siwon.. Aku melihat Siwon. Aku hanya bisa melihat Siwon suamiku..”

“maka lihatlah aku, Yoona..”

“Tidak.. Aku tidak ingin melihatmu. Kau bukan Siwon ku. Pergilah.. Aku sudah katakan, Aku hanya akan selalu menganggapmu sebagai Siwon ku dan bukan sebagai Harry. Selalu kau hanya akan menjadi bayang-bayang suamiku?”

Siwon tersenyum tiap kali Yoona menyebutnya dengan ‘Siwon Ku’ yang kemudian membuatnya tak tahan lagi untuk mengatakan dirinya yang sebenarnya.

Bahwa Ia adalah Siwon..
Bahwa Ia suaminya..
Ia tidak meninggal dalam kecelakaan itu..
Dan Ia sudah bisa mengingatnya.

Yoona masih meneteskan airmatanya ketika merasakan ada jemari yang sedang menyeka airmatanya dan kemudian menangkup wajahnya dengan kedua tangan dan mengecup bibirnya.

Untuk yang kesekian kalinya Yoona terkesiap, namun belum sempat ia mengatakan apa-apa, Siwon sudah lebih dulu merengkuh tubuhnya kedalam pelukannya.

“Kau benar untuk apa yang kau lihat sayang. Aku Siwon.. Aku suamimu, Yoona.. Aku ada disini, Aku tidak pergi meninggalkanmu..”

Tuhan apa yang terjadi..

“Tidak.. Itu tidak mungkin. Apa yang kau katakan? Aku dalam keadaan sadar, jangan kau pikir kau bisa membohongiku..”

“tidak sayang, tidak..”

Siwon melepas pelukannya untuk kemudian bertatapan dengan Yoona..

“Apa kau tahu aku menderita amnesia? Aku selamat dari Kecelakaan itu dan hanya menderita amnesia.. Tapi sekarang aku bisa mengingatnya. Aku mengingatmu sebagai istriku.. Aku mengingat Hana dan Junseo, buah hati kita. Aku Siwon suamimu, Yoona..”

Tuhan..
Apa Kau sedang memberinya mimpi indah?

“Kau Siwon ku?”

“Iya, sayang.. Aku Siwon mu”

airmata kian deras membasahi wajah Yoona..

“Apa aku sedang bermimpi? Kau Siwon.. Siwon ku..?”

Yoona meraih tubuh Siwon dan memeluknya erat, seakan tak lagi merasakan rasa pusing dikepalanya.

“Ini bukan mimpi Yoona, Kau bisa memelukku sekarang. Atau kau ingin menciumku? Kau juga boleh memukulku karna aku telah begitu lama terlupa tentangmu..”

ada humor dalam kalimatnya yang lantas membuat Yoona melepaskan pelukannya ketika Siwon kemudian menatapnya dan kembali bertanya..

“yang mana yang akan kau lakukan? aku akan menerima nya sekalipun kau ingin memukulku..”

“Aku ingin mencium mu..”

Merona oleh apa yang di ucapkannya sendiri, Yoona melihat Siwon tersenyum dan kemudian menutup kedua matanya.

“lakukanlah apa yang kau inginkan tadi.. Dengan senang hati aku akan menerimanya”

Dengan perlahan mendekatkan wajahnya pada Siwon, Ia merasakan debaran kencang dijantungnya saat kemudian bibirnya menyentuh bibir bagian bawah milik Siwon.

Terasa lembut dan hangat setelah Ia menggerakkan bibirnya, dengan Siwon yang juga membalasnya dengan sangat manis.

Tuhan..
Rasanya tetaplah sama seperti yang selalu dirindukannya.
Ciuman suaminya..

Yoona kembali meneteskan airmata, yang juga dirasakan oleh Siwon saat cairan itu turut membasahi wajahnya.
Yang kemudian membuat Siwon lebih dulu melepaskan pagutan bibir keduanya, mengakhiri ciumannya.

“Kau menangis.. ada apa? Kau masih tidak yakin jika aku adalah Siwon, suamimu..”

Yoona menggeleng dan lantas kembali memeluk tubuh Siwon. Airmata juga semakin tak bisa berhenti mengalir dari kedua matanya.

“yeobo.. ada apa?”

“maafkan aku.. Dari awal Aku sudah sempat meyakini jika kau adalah Siwon ku. Aku juga sudah lebih dulu mengetahui jika kau menderita amnesia. Dan begitu cepatnya Hana dan Junseo menjadi dekat denganmu, seharusnya semua itu cukup untuk memupuk keyakinanku bahwa kau adalah suamiku. Seperti yang kau katakan malam itu, harusnya aku lebih memikirkan tentang kemungkinan jika kau adalah suamiku. Aku memang telah memikirkan hal itu sebelumnya tapi aku tidak berani melakukannya dengan lebih. Aku justru berkubang dalam ketakutan dan ketidak inginanku untuk kembali merasakan kekecewaan. Maafkan aku yeobo.. Harusnya aku bisa mengenalimu, sebaik Hana dan Jun mengenalimu..”

Siwon mengeratkan pelukannya..
“Ya Tuhan.. Tidak sayang, tidak.. Semua itu bukan salahmu. Aku yang telah bersikap brengsek padamu pada saat itu. Wajar jika hal itu kemudian menghapuskan keyakinanmu padaku..”

Siwon melepaskan pelukannya dan kemudian menatapnya, mengulurkan tangannya untuk menghapus airmata dari wajah Yoona.

“Aku yang seharusnya mengenalimu sebagai istriku..”

“meski kau tidak mengenaliku sebagai istrimu. Tapi kau telah mengenaliku sebagai wanita yang kau cintai. Bukankah malam itu kau mengatakan jika kau mencintaiku..”

Siwon tersenyum mendengarnya, dan mengangguk setelahnya..

“meski Kau juga tidak mengenaliku sebagai suamimu. Tapi aku senang bahwa kau mengenaliku sebagai pria yang kau cintai.. Bukankah kau mencintai Harry?”

“Aku tidak mengatakan aku mencintai Harry..”

Siwon justru menyeringai saat mendengar Yoona mengelak apa yang dikatakannya.

“Kau tidak perlu mengatakannya. Tapi tatapan matamu yang sudah berbicara.. Malam itu saat aku menciummu dan kau membalas ciumanku, aku tahu jika kau juga mencintaiku. Ketika aku mendatangimu di butik, aku melihat bagaimana Kau menahan diri dan menahan perasaanmu agar tetap bersembunyi. Mengaku sajalah Yoona..”

Siwon menjalankan jemarinya membelai wajah Yoona..

“Aku tidak ingin mengakuinya..”

“kenapa?”

“Aku hanya akan mencintai Suamiku..”

Siwon meraih kedua tangannya dan menggenggamnya erat..

“dengarkan aku.. Kau tak seharusnya menyembunyikan perasaanmu. Sekalipun aku benar-benar pergi, Kau berhak jatuh cinta dan bahagia dengan pria lain. Kau tetaplah harus melanjutkan hidupmu dan menerima kebahagiaan yang baru..”

“tidak, aku tidak mau seperti itu.. Aku hanya ingin bahagia bersamamu. Hanya Kau yang kuinginkan untuk membahagiakanku..”

Yoona kembali meraih tubuh Siwon dan memeluknya..

“Jangan lagi mengatakan hal seperti itu, aku tak menginginkannya..”

airmata kembali lolos dari sudut mata Yoona. Hanya dalam beberapa menit saja, Ia telah banyak mengeluarkan airmatanya..

“Yoona ya.. Oemma simpulkan jika airmata dan pelukan itu adalah sebuah tanda kebahagiaan kalian..”

Siwon dan Yoona melepaskan pelukan mereka dan mendapati Ny.Choi juga yang lain telah berdiri diambang pintu.

“Oemma..”

Ny.Choi berjalan masuk lebih dulu, menghampiri dan memeluknya..

“Yoona ya.. Siwon kembali sayang. Putra oemma.. Suamimu, Dia kembali. Tuhan mengembalikannya pada kita..”

Seiring dengan airmata Ny.Choi yang mengalir, Yoona kembali menangis bersamanya..

“Mommy..”

Hana berganti menghampiri dan memberikan pelukan..

“mommy sudah bangun.. Mommy tidak sakit lagi kan setelah daddy datang? Jangan menangis mom..”

“mommy bahagia sayang..”

Yoona segera menyeka airmatanya, menggantinya dengan senyum saat mengusap rambut Hana dan merasakan Siwon yang sedang mencium rambutnya..

Bergantian setelahnya adalah Sooyoung yang juga memeluknya, Junseo yang lantas merengek meminta perhatian darinya dan Tn.Im yang mendekat dan mencium keningnya..

“Appa luar biasa bahagia untuk mu sayang.. Lekas sembuh dan kembali pulang bersama suamimu..”

“Terimakasih Appa, aku sungguh bahagia memiliki Kalian semua disini..”

Ketika keharuan masih menyelimuti kamar rawat Yoona, seseorang menerobos masuk dan menimbulkan keterkejutan bagi semuanya..

“Harry ssi.. Kumohon ikutlah denganku sekarang.. Tn.Hwang terus memanggilmu..”

Sebelumnya..

Fanny terus saja menangis disamping tempat tidur sang ayah. Tn.Hwang semakin kritis hingga membuatnya begitu ketakutan. Ditambah lagi dengan kepergian Siwon yang begitu saja meninggalkannya membuatnya kian bertambah kacau.

“Har-ry.. Har-ry..”

“Aboji..”

Fanny menggenggamkan jemarinya ditangan sang ayah.

“aboji.. Fanny disini menjaga aboji..”

“Harry.. Har-ry..”

“Harry oppa pergi aboji.. Harry oppa pergi. Dia mungkin tidak akan kembali lagi.. Oppa akan membenci kita..”

Sang ayah tak merespon apa yang diucapkannya. Tn.hwang hanya terus memanggil Siwon dalam ketidak sadarannya..

“Aku akan mencari Siwon, dan membawanya kemari.. Tenanglah..”

entah sudah sejak berapa lama Nickhun berada disana, Fanny sama sekali tak menyadarinya. Ia baru mengetahui ada Nickhun disampingnya setelah pria itu menyentuh bahunya dan berbicara.

“Oppa..”

“jagalah ayahmu.. Aku akan kembali secepatnya..”

Nickhun sekali lagi mengusap bahunya sebelum Ia keluar dari kamar ICU, dimana saat itu Tn.Hwang ditempatkan.

“gomawo Oppa..”

Nickhun berbalik sebagai respon ketika mendengar suara Fanny..

“maafkan Aku.. Selama ini aku bukanlah membencimu, aku hanya kecewa padamu karna tak bisa menyelamatkan oemma untukku. Aku tahu itu bukanlah salahmu, maafkan Aku..”

“Aku mengerti.. Tidak apa-apa Fanny ah, aku mengerti.. Tapi kumohon jangan menangis, semua akan baik-baik saja. Aku akan terus bersamamu..”

Apa yang dikatakan Nickhun kemudian mendorong Fanny untuk mendekat dan memeluknya.

Ia membutuhkan seseorang..
Ia butuh bahu untuk bersandar dan menumpahkan airmatanya disana.

Beberapa hari yang telah dilaluinya begitu berat dan terasa tak akan sanggup lagi untuknya melewati hari nya yang akan datang..

“Aku takut.. Aku sungguh-sungguh ketakutan Oppa..”

“Aku takkan membiarkanmu sendirian, tenanglah..” 

Nickhun telah menggunakan lebih dari sepuluh menit waktunya untuk mencoba menenangkan Fanny, sebelum akhirnya Ia meninggalkan rumah sakit guna mencari keberadaan Siwon saat itu.

Dengan bantuan beberapa orang pengawal Tn.Hwang, akhirnya Ia menemukan keberadaan Siwon saat itu.

Memutuskan untuk menerobos masuk pada salah satu kamar rawat pasien, Nickhun sedikit terkejut ketika mendapati Siwon yang begitu terlihat dekat dengan orang-orang yang berada disana terutama dengan seorang wanita yang tengah terbaring diatas ranjang rumah sakit itu.

Tuhan..
Benarkah dia telah mengingat semuanya?
Benarkah wanita itu adalah istrinya, seperti apa yang tadi diungkapkan salah seorang pengawal Tn.Hwang padanya..

Nickhun ingin mencoba menggali lebih untuk itu, namun tujuannya mencari Siwon bukanlah untuk hal itu melainkan memintanya agar mau ikut bersama dengannya.

“Harry ssi.. Kumohon ikutlah denganku sekarang. Tn.hwang terus memanggilmu..”

Siwon menoleh kearah suara yang memanggilnya, dan melihat Nickhun yang berdiri diambang pintu kamar rawat Yoona.

“Nickhun ssi..”

“Ikutlah denganku Harry, kumohon..”

Siwon bisa merasakan saat itu Yoona yang lantas meraih tangannya dan menggenggamnya erat, seakan mengatakan tak ingin membiarkannya untuk pergi..

“Apa yang kau katakan? Aku takkan lagi kembali bersama kalian. Inilah keluargaku.. Aku sudah bisa mengingatnya..”

Masih terlihat raut keterkejutan diwajah Nickhun, meski Ia telah menduga hal itu sebelumnya.

“Aku tahu kau bukan seseorang yang akan setega itu, terlebih pada seorang yang pernah kau anggap ayah.. Dia sekarat dan terus mencarimu, Harry.. Tidakkah kau memiliki nurani saat ini..!”

“Dan dimana nurani kalian! Hingga selama ini kalian dengan tega nya menyembunyikan Siwon oppa dari kami! Nurani mu yang seharusnya di pertanyakan!!”

Sooyoung yang berbicara dan terlihat kesal menunjuk kearah Nickhun, Ia masih ingin mengeluarkan makian untuk pria yang tak dikenalnya itu, namun Changmin menahan dan menenangkannya.

“Sebaiknya kita bicarakan hal ini diluar..”

Changmin menghampiri Nickhun dan memintanya untuk keluar bersamanya..

“Harry.. Hanya sebentar. Kumohon ikutlah denganku.. Fanny terus saja menangisi ayah nya. Kau seharusnya tahu betapa rapuhnya gadis itu sekarang..”

Siwon hanya terdiam ketika melihat Changmin yang lantas membawa Nickhun keluar..

“Siwon..”

Yoona mengeratkan genggaman tangannya dan menyadarkan Siwon dari apa yang saat itu tengah berada dalam pemikirannya.

“Siapa pria tadi?”

“euh.. Namanya Nickhun, Dia seorang dokter. Selama ini dia juga yang memantau kondisiku”

“Apa kau akan pergi dengannya?”

Siwon kembali terdiam tak menjawab..

“tidak Oppa, sebaiknya kau tidak pergi. Kau memang tidak perlu pergi dengannya..”

Sooyoung memberinya jawaban..

“kurasa aku akan pergi Soo..”

“Daddy..”

mendengar kata pergi sontak membuat Hana mendekat dan merangkulkan kedua tangannya pada lengan Siwon..

“tenanglah sayang, daddy akan kembali lagi..”

“Oppa..”

“Aku tahu apa yang harus kulakukan Sooyoungie..”

“wanita itu yang telah mencelakakan mu dan appa. Dan ayah nya, merekalah yang menjauhkanmu dari kami, Oppa. Tidak, Kau tak seharusnya menemui mereka lagi.. Aku bahkan akan meminta Changmin oppa melakukan tuntutan, agar polisi kembali membuka kasus kecelakaan itu dan memenjarakan mereka semua yang terlibat..”

Siwon harus lebih dulu meyakinkan semuanya, termasuk sang oemma dan terutama Sooyoung yang tak begitu saja membiarkannya untuk pergi.

“Oemma, percaya padaku.. Aku tahu apa yang harus kulakukan”

“Ya, dan berjanjilah Kau akan kembali lagi Siwon..”

“tentu saja oemma.. tentu aku akan kembali dengan kalian..”

Siwon memberi pelukan pada Ny.Choi sebelum beralih pada Sooyoung.

“Jangan dulu perpikir terlalu jauh Sooyoungie, dan jangan mengkhawatirkanku.. Aku akan melakukan apa yang seharusnya kulakukan”

“tapi Oppa, mereka sudah..”

“dengarkan Aku.. Bagaimanapun merekalah yang selama dua tahun terakhir ini memberi kehidupan untukku. Aku tahu Kau marah, sama hal nya denganku yang merasakan kecewa karna selama ini ternyata mereka menyembunyikan dan merekayasa jati diriku. Namun selain itu tak ada lagi hal buruk yang mereka lakukankan padaku. Fanny gadis yang baik, dia menyayangiku. Begitupun dengan ayahnya, dia seseorang yang selama ini mengajarkan banyak ilmu bisnis nya padaku..”

“Tapi aku takut Oppa.. Aku takut mereka akan membawamu pergi dan menjauh dari kami..”

“Tidak.. Mereka takkan bisa melakukan itu, Changmin akan ikut bersamaku..”

“Aku juga akan menemanimu Siwon..”

Siwon menoleh kearah Tn.Im dan tersenyum padanya..

“terimakasih appa..”

beralih pada Sooyoung, Ia kembali melanjutkan..

“Kau dengarkan, Aku tidak akan pergi kesana sendirian..”

“biarkan Siwon menyelesaikan apa yang seharusnya dia selesaikan Sooyoungie..”

Tn.Im mendekat, dan ikut meyakinkan Sooyoung..

“tapi paman..”

“Aku juga akan ikut bersamanya, tenanglah.. Kau sedang hamil, maka sebaiknya jangan terlalu berpikir macam-macam. Kendalikan dirimu sayang, stres tidak berakibat baik bagi janinmu..”

Tn.Im tersenyum mengingatkan.

“dan terimakasih untuk menghubungiku dan memberitahu mengenai keadaan Yoona..”

“ne, paman.. Tapi berjanjilah padaku jika paman akan membawa Siwon oppa kembali”

“tentu saja akan kulakukan, bukan hanya untukmu tapi juga untuk Ibumu, untuk Yoona, Hana dan Junseo. Siwon akan kembali untuk kita semua..”

Pada akhirnya Sooyoung mengangguk memberi persetujuan.

“Aku sungguh memiliki seorang adik yang keras kepala? Aku tak percaya ini..”

Siwon terlebih dulu mengacak rambutnya dan membuat Sooyoung memberengut kearahnya, dan kemudian mendekat kesisi tempat tidur Yoona. Mencium Junseo yang sudah tertidur disamping Yoona, Ia menggenggam tangan Yoona dan menatapnya..

“Kau akan membiarkanku pergi sebentar kan? Appa dan Changmin akan menemaniku..”

Yoona mengangguk, Ia sepenuhnya percaya pada Siwon terlebih appa nya akan ikut bersamanya.

“pergilah, aku akan menunggumu..”

Siwon terngiang akan kata-kata itu. Yoona juga mengatakan hal yang sama pada malam sebelum kecelakaan itu terjadi.
Dan mendadak kesedihan mengisi hatinya, menyadari jika dirinya telah membiarkan Yoona begitu lama menunggunya kembali.

“terimakasih sayang, Aku hanya sebentar dan takkan lagi membiarkanmu menungguku terlalu lama..”

Siwon menambahkan kecupan dikeningnya dan lantas beralih pada Hana yang kembali melingkarkan kedua tangan kecilnya pada lengannya, seakan ingin menahannya.

“Hana ya, jaga mommy Ok!”

“daddy tidak akan lama?”

“tidak sayang..”

Hana mengangguk, dan lantas melepaskan rangkulannya pada Siwon.

***

Keluar dari kamar rawat Yoona bersama dengan Tn.Im, Siwon menghampiri Nickhun yang sedang berbicara dengan Changmin.

“jadi maksudmu gadis itu tidak mengetahui jika kecelakaan itu membuat orangtua kami terbunuh?”

“tidak, selama ini kami menyembunyikan kenyataan itu darinya. Dia hanya tahu jika korbannya adalah Harry dan kami sudah menyembuhkannya kecuali amnesianya. Hal itu telah cukup banyak membantunya menghilangkan rasa takutnya atas kecelakaan itu. Percayalah padaku jika dia tidak sengaja menabrak mobil yang dikendarai Harry, malam itu dia berada dalam suasana hati yang buruk setelah kehilangan ibunya..”

Nickhun berusaha menjelaskan pada Changmin.

“beberapa hari yang lalu Fanny baru mengetahui jika kecelakaan itu berakibat pada hilangnya nyawa seseorang dan telah cukup membuatnya terguncang. Ditambah dengan keadaan ayahnya yang sekarang memburuk, Kau semestinya bisa membayangkan seperti apa perasaannya saat ini. Jadi kumohon padamu, biarkan Harry ikut denganku..”

“semua itu tergantung pada Siwon. Aku tak tahu apakah dia masih berkeinginan untuk bertemu dengan mereka yang selama ini telah menipunya, menjauhkan dirinya dari keluarganya. Kau juga semestinya bisa membayangkan bagaimana perasaan keluarganya yang mengira jika Siwon telah pergi untuk selamanya”

“Aku tahu kami lah yang bersalah, tapi Aku juga ingin kalian sedikit memaklumi. Tn.Hwang hanyalah seorang ayah yang ingin melindungi putrinya”

“tapi dia melindungi putrinya dengan cara yang salah. Dia mengorbankan keluarga kami..!”

Nickhun sedikit frustasi, dengan cara apalagi Ia bisa menjelaskan. Ia memang tidak dalam posisi yang benar saat itu.
Dan patut untuk dipersalahkan..

“Kumohon, Harry harus ikut denganku..”

“Aku akan ikut denganmu, Nickhun ssi..”

Pada akhirnya Nickhun bisa sedikit
bernapas lega setelah Siwon bersedia
untuk ikut dengannya.

Bersama dengan Changmin dan juga
Tn.Im mereka lantas mengikuti
Nickhun kesebuah rumah sakit yang
berbeda, yang menjadi tempat
dirawatnya Tn.Hwang disana.

“bagaimana keadaan terakhirnya?”

“Makin buruk.. Tn.Hwang kembali
mendapat serangan setelah
kepergianmu”

berjalan cepat dikoridor rumah sakit,
mereka sampai didepan pintu ruangan
ICU. Nickhun membukanya dan
mendapati Fanny masih bertahan
disisi ayahnya. Tidak menangis, tapi  jelas terlihat mendung yang masih menggelayut diwajahnya.

“Fanny ah..”

Menoleh karna suara Nickhun yang
memanggilnya, Fanny sontak berdiri dari duduknya ketika melihat Siwon
yang juga berada disana. Berdiri
disamping Nickhun dan menatapnya.

“Harry Oppa..”

Dengan cepat menghampiri Siwon,
Fanny memeluknya dan kembali
membuatnya menangis.

“Oppa, aboji.. Aku tak ingin
kehilangan aboji, aku takut..”

Sesuatu yang berbeda yang kemudian Fanny rasakan ketika Siwon tak lantas
membalas pelukannya, ataupun
mencoba untuk menenangkannya
seperti yang selalu dilakukannya.
Siwon hanya diam dan
membiarkannya menangis..

“Oppa..”

“Aku sudah tahu Fanny ah.. Aku sudah bisa mengingatnya. Malam itu, kecelakaan itu.. Sedikit banyak aku
bisa kembali mengingatnya”

menegang dan sekaligus merasakan
ketakutan yang seakan langsung
mencekamnya, Fanny melepaskan pelukannya pada Siwon dan lantas
menatapnya.

“Aku.. Maafkan aku.. Maafkan aku
Oppa..”

dengan tubuh gemetar dan juga
bibirnya yang ikut bergetar, Fanny
terus menggumamkan permintaan maafnya. Namun ia tak menerima respon apapun dari Siwon, hingga kemudian membuat Fanny lunglai dan
merosot jatuh, bersimpuh dikaki
Siwon.

“Fanny ah, apa yang kau lakukan?”

Nickhun mencoba menariknya, namun Fanny tak menghiraukannya.

“maafkan aku Oppa.. Maaf, aku bukan sengaja melakukannya. Dan aku sungguh-sungguh tak mengetahui jika kecelakaan itu membuat seseorang
terbunuh.. Ayahmu.. Aku tidak tahu itu..”

Fanny makin terisak-isak..

“bangun Fanny ah..”

Siwon akhirnya merespon..

“tidak.. Oppa maafkan aku. Kau
bahkan belum mengatakan jika kau memaafkan kesalahanku”

“Kau seharusnya sadar, jika
kesalahanmu tidak akan terhapuskan hanya karna aku menerima permintaan maafmu. Tapi Kau juga harus meminta maaf pada keluargaku.. Akibat kesalahanmu kau
telah menyakiti keluargaku. Banyak airmata tertumpah karna hal itu. Kau bisa bayangkan bagaimana ibuku
menangis.. Kau bisa bayangkan
bagaimana Yoona begitu terpukul. Yoona istriku Fanny, dia istriku.. Hana dan Junseo adalah anakku. Dan aku
melupakan mereka semua karna
kalian tak sedikitpun mengatakan kejujuran padaku..”

Fanny kian gemetar setelah
mendengar apa yang Siwon katakan.

“Dia tidak tahu apa-apa Harry ssi..!”

Nickhun mencengkram kerah kemeja putih yang masih dikenakan Siwon,
dan menatapnya marah atas apa yang baru saja dikatakannya pada Fanny dan membuat gadis itu semakin ketakutan.

“Tega kau mengatakan hal itu,
sedangkan beberapa jam yang lalu kau masih menganggapnya dan mengasihinya sebagai adikmu!”

“Aku hanya mengatakan apa yang juga harus dia lakukan..”

“Ya Kau benar.. Tapi tidak sekarang Harry ssi. Kumohon jangan sekarang..
Bisakah kau sedikit saja memberinya ketenangan. Dia membutuhkanmu
sebagai kakak nya.. Dia
menyayangimu.. Dia tidak pernah mau kehilanganmu. Apa kau tidak melihat ketakutan dimatanya. Dia sangat takut kau membencinya.. Fanny juga terguncang! Setidaknya Kau bisa
melihat hal itu sekarang..”

Nickhun melepaskan cengkraman tangannya, dan beralih menunduk
memaksa Fanny untuk berdiri. Namun Fanny berkeras dengan menepiskan tangan Nickhun dari tubuhnya.

“Fanny ah..”

“tidak Oppa, biarkan seperti ini..”

meski kedua matanya telah
membengkak, namun airmata itu tak juga habis dan masih terus
membasahi wajahnya..

“Bangun Fanny ah..”

Siwon yang memintanya..

“Tidak..”

“bangun Fanny ah, atau aku akan
marah padamu..”

Memegang kedua bahunya, Siwon memaksa Fanny untuk berdiri dan bertatapan dengannya dalam airmata
yang terus menggenangi kedua
matanya.

“Harry Oppa.. Maafkan aku. Demi
Tuhan, kumohon maafkan aku..”

“berapa kali kau sudah mengatakan hal itu..”

“Aku tidak perduli, berapa kalipun aku akan terus mengatakannya. Sampai kau memaafkanku.. Aku juga akan meminta maaf pada keluargamu. Pada
ibumu.. Pada Hana dan Junseo, dan terutama pada Yoona.. Aku akan melakukan apa yang kau katakan. Aku akan meminta maaf pada mereka. Aku
tidak akan takut untuk menerima
hukumanku jika mereka menuntutku. Aku lebih takut jika kau membenciku Oppa.. Aku sangat takut jika Kau
membenciku. Aku menyayangimu Oppa.. Aku ingin Kau terus
menganggapku sebagai adikmu..”

Fanny kembali menghambur
kepelukan Siwon, dan kini merasakan Siwon mengusap punggungnya. Bagaimanapun juga Siwon tersentuh
dengan apa yang Fanny katakan. Dan apa yang selama ini dilakukan gadis
itu kembali terbayang olehnya.

Fanny yang ceria..
Fanny yang selalu bertingkah manja padanya, dan Fanny yang telah banyak
membantunya dengan mencoba
mendekatkannya pada Yoona.

Semua itu membuat Siwon berpikir jika Fanny memanglah tidak mengetahui jati dirinya yang sebenarnya.
Jika benar apa yang dikatakan
Nickhun, bahwa mereka
menyembunyikan kebenaran hal itu dari Fanny dan terutama dari dirinya.

“Har-ry.. Har-rry..”

Mendengar gumaman lirih dari
Tn.Hwang yang memanggilnya, Siwon melihatnya seolah tengah menggapai-gapai mencoba untuk meraihnya.

“Aboji..”

Fanny dan Nickhun yang lantas
mendekat, diikuti Siwon yang juga melakukan hal yang sama.

“Aboji.. Harry oppa datang, lihatlah..”

Fanny kembali meneteskan
airmatanya.

“Har-ry..”

dengan tangannya yang lemah,
Tn.Hwang berusaha untuk meraih tangan Siwon dan menggenggamnya.

“Har-ry..”

“Aku disini..”

Siwon menyambut uluran tangannya..

“terimakasih.. Aku kira Kau sudah tak mau lagi melihatku.. terima-kasih”

dengan suara terbata Tn.Hwang terus mencoba untuk berbicara, mengatakan apa yang ingin dikatakannya selagi
masih ada kesempatan untuk melihat Siwon berada disisinya.

“maafkan Aku Har-ry.. Aku bersalah padamu”

Setetes airmata membasahi wajahnya. Tn.Hwang termasuk seseorang yang
pantang menangis. Ia hanya sekali menangis ketika istrinya meninggal, Ibu dari Fanny yang selalu menemaninya. Itu pun tidak dihadapan
orang-orang seperti saat ini.
Ia menyembunyikan tangis
kesedihannya saat itu, yang kemudian juga dipertanyakan oleh Fanny, mengapa sang ayah tak menangis dan
menyesali kematian ibunya.

“Aku tahu kesalahanku tidak akan termaafkan, Kau pun tak seharusnya memaafkanku.. tapi aku akan tetap meminta maaf padamu. Jika aku masih bisa.. Aku akan berlutut dikakimu”

“Aboji.. berhentilah berbicara, Aku akan membiarkanmu untuk
beristirahat..”

“tidak.. Aku ingin terus berbicara
padamu”

“aboji..”

Tn.Hwang mengeratkan genggaman tangannya pada Siwon.

“terimakasih untuk tetap mau
memanggilku ayah, Harry.. Aku sangat senang mendengarnya. Kumohon mengertilah, apa yang kulakukan padamu semata karna aku ingin melindungi putriku.. Jika kau seorang
ayah, Kau akan mengerti bagaimana perasaanku..”

Siwon menyadari napas Tn.Hwang yang mulai tersengal, Ia mencoba untuk menghentikannya agar tidak
kembali berbicara.

“berhentilah, Aku akan tetap
memanggilmu seperti itu, maka
sembuhlah.. Fanny masih sangat
membutuhkanmu dan kau juga akan bisa mendengarku memanggilmu seperti itu, aboji..”

namun Tn.Hwang tetap terus
berbicara.

“Aku mungkin manusia paling egois didunia ini, dengan kesalahanku dan putriku, aku masih berkeinginan untuk
memintamu menjaga Fanny. Aku
sudah tidak bisa lagi menjaganya dan dia tak memiliki siapapun lagi nanti..”

“aboji.. Jangan mengatakan hal
seperti itu. Kau membuatku takut..”

Fanny menyentuh lengannya..
Jangan lagi ditanya, Ia masih terus menangis saat itu.

“tolong jaga Fanny untukku.. Jaga dia Harry.. Jaga putriku. Dia memang pantas dihukum sama hal nya denganku. Tapi sekali lagi aku akan memohon padamu untuk tidak menghukumnya.. Kesalahan terbesar
ada padaku, Fanny tidak tahu apa- apa. Tuhan sudah menungguku untuk memberikan hukuman.. Aku akan
menerima hukuman berat dari Nya. Maka kumohon padamu, jangan lagi menghukum Fanny ku..”

Tn.Hwang menekan dadanya,
merasakan sesak disana.

“Nickhun ssi, lakukanlah sesuatu.. Hentikan dia agar tidak terus
berbicara!”

Siwon menatap cemas kearah
Tn.Hwang.

“Tuan saya mohon berhenti, anda akan beristirahat sekarang..”

“Ya, Kau benar Nickhun ssi, Aku akan beristirahat.. Tolong, Kau juga harus membantu Harry untuk menjaga Fanny. Aku akan meninggalkannya dan beristirahat dengan istriku. Aku
akan menemuinya sebelum Tuhan menghukumku..”

“berhenti aboji.. Hentikan..”

Fanny dicekam kengerian oleh kata-kata sang ayah. Sedangkan Siwon berusaha untuk mundur, berharap dengan melakukan hal itu Tn.Hwang akan menghentikan ucapan-ucapannya. Namun nyatanya dia
justru menahan lengannya.

“Jangan Har-ry.. Jangan pergi.. Aku ingin melihatmu setidaknya untuk yang terakhir kalinya. Aku ingin melihat putriku dan juga melihatmu, putraku. Aku pernah sangat bangga memilikimu sebagai putraku, Siwon.
Aku seharusnya memanggilmu seperti itu sedari awal.. Tapi aku terlalu takut untuk melakukannya, terimakasih Siwon, terimakasih untuk telah mau menjadi putraku. Aku menyayangimu..
Aku menyayangimu Fanny ah, maafkan aboji yang tak bisa menjagamu dengan baik. Maafkan aku..”

Dan setelah kalimat terakhir itu
terucap, Fanny menjerit histeris dalam tangisnya. Siwon menyadari pada saat
itu Tn.Hwang sama sekali tak
mendengar jerit kepiluan dari Fanny. Dia telah kehilangan detak jantungnya, Dia tidak akan lagi
bernapas. Dia telah pergi untuk
selama-lamanya.

***

Beberapa jam setelahnya Siwon telah kembali berada didalam kamar rawat
Yoona dirumah sakit.

Tn.Hwang dinyatakan meninggal, dan Ia telah menggunakan dua jam waktunya untuk menemani Fanny dan mencoba untuk menenangkannya.
Hingga kemudian Fanny lah yang
memintanya untuk pergi setelah Ia menceritakan padanya bagaimana keadaan Yoona yang sedang terbaring
lemah dirumah sakit.

Maka setelah terlebih dulu meminta Nickhun untuk menemani Fanny,
Siwon meninggalkannya ditempat dimana jasad Tn.Hwang disemayamkan, dan kemudian
kembali kerumah sakit dimana Yoona masih menjalani perawatan.

“Siwon..”

Yoona yang tadi telah tertidur,
terbangun dan melihat Siwon yang tengah duduk lumayan jauh darinya dan hanya terus memandanginya.

“Kau sudah kembali..”

“hm..”

“kemana Oemma dan yang lain?
Dimana Hana dan Junseo..?”

Yoona tak melihat mereka semua
berada dikamarnya, sedangkan Ia mengingat sebelum tertidur tadi, Junseo telah berada disisinya dan tidur dengannya.

“Appa pulang setelah mengantarku. Aku juga meminta Oemma untuk membawa Hana dan Jun pulang, tidak
akan nyaman untuk mereka tidur
disini. Aku juga meminta Sooyoung dan Changmin untuk menginap agar bisa
menemani mereka dirumah”

Siwon tersenyum kearahnya..

“dan apa yang kau lakukan disana? Hanya terus memandangiku?”

“menyenangkan melihatmu tertidur seperti itu, sayang..”

“kemarilah..”

“tidurlah lagi, Kau masih harus banyak beristirahat..”

“kemarilah Siwon..”

Yoona menggeser tubuhnya dan
menepuk pada tempat disebelahnya.

“Ayo kemarilah..”

“tidak, Kau harus tidur..”

“Aku ingin kau menemaniku..tidurlah disini denganku..”

“tapi Kau tidak akan bisa tidur dengan nyaman jika aku berada disana bersamamu..”

“kita belum mencobanya kan.. Ayo kemarilah..”

Yoona tersenyum kearahnya, dan membuat Siwon tak bisa lagi
menolak. Ia sebenarnya juga tak ingin menolak.

Maka kemudian Siwon melangkah mendekat, dan naik keatas tempat tidur yang sama dengan Yoona.
menempati sisi kosong yang telah disediakan Yoona untuknya
disampingnya. Berbaring berhadapan dengannya.

“ini terlalu sempit untukmu sayang, aku akan turun.. Kau harus tidur lagi..”

“tidak.. Ini justru terasa hangat,
tetaplah disini..”

Yoona menahannya dengan
merangkulkan lengannya ditubuh Siwon.

Siwon tersenyum dan lantas mencium keningnya.

“Aku merindukanmu Siwon, sangat merindukanmu..”

“Begitupun denganku, sayang..”

“apa yang terjadi tadi? Kau terlihat sedih sekarang..”

“benarkah terlihat seperti itu?”

“Ya, itu terlihat jelas.. Ada apa?”

Untuk sesaat siwon menghembuskan napasnya dan melakukan hal yang
sama ditubuh Yoona dengan
merangkulnya.

“Fanny kehilangan ayahnya.. Pria itu meninggal..”

“Oh Tuhan..”

“Kuharap kau tidak keberatan karna aku menemaninya tadi..”

“tidak.. tentu saja tidak..”

“Aku memikirkan Sooyoung, pasti dia marah saat mengetahui aku bersikap baik padanya..”

“Kau harus bisa memakluminya jika Sooyoung bersikap demikian. Kau bisa mengingat.. Jika kami
kehilanganmu dan appa pada saat malam setelah pesta pernikahannya.. itu sangat buruk..”

“Ya, aku sedikit mengingat tentang itu..”

“Itu pukulan terberat bagi kami, dan terutama Sooyoung.. Dia juga sangat terpukul dan terguncang.. Dia bahkan mengalami dua kali keguguran karna kondisinya yang tidak stabil”

“Ya Tuhan..benarkah seperti itu?”

“hm, kali ini adalah kehamilannya
yang ketiga.. karna itu Changmin
cukup protektif padanya. Dan hal itu juga yang mempengaruhi tingkat emosinya”

“Aku senang melihatnya akan
memiliki seorang bayi.. Tapi Aku masih tak merasakan jika kau juga marah pada Fanny..”

Siwon menjalankan jemarinya
menyentuh wajah Yoona..

“Kau tidak marah padanya?”

“tentu saja aku merasa marah.. Tapi entahlah, Aku merasa cukup bisa mengendalikan emosiku. Aku mengenal Fanny.. Dan selama ini aku menilainya sebagai gadis yang baik.
Aku benar-benar tak menyangka jika yang terjadi seperti itu..”

“Ya.. Dia memang gadis yang baik..”

“dan bagaimana keadaannya
sekarang?”

Yoona sedikit mendongak untuk
bertatapan dengan Siwon.

“Dia terus menangisi ayahnya.. Dia benar-benar tidak bisa berhenti menangis”

“Aku turut bersedih untuknya..”

“Besok aku akan kembali kesana.. Aku mungkin juga akan pergi ke
Jepang”

Yoona sedikit terkejut mendengarnya..

“Jepang? Kau akan pergi ke Jepang?”

“Fanny meminta agar jasad ayahnya dimakamkan disana.. Sama seperti Ibunya. Dan Kau tahu, jika ayahnya
memiliki perusahaan disana juga
banyak memiliki kolega bisnis.
Mereka semua mengetahui jika Aku adalah putranya, karna itu aku harus berada disana untuk menerima ucapan bela sungkawa, Aku akan
menemani Fanny..”

“bisakah aku ikut denganmu..?”

“Kau ingin ikut denganku? Tapi kau masih sakit sayang..”

Siwon menempatkan punggung
tangannya untuk mencoba mengetahui suhu tubuh Yoona saat itu.

“Aku masih bisa merasakan Kau
sedikit demam, sayang..”

“Tidak.. Aku akan baik-baik saja. Aku juga ingin bertemu dengan Fanny..”

“tidak harus besok.. Dan bukan kau yang harus menemuinya. Tapi Fanny lah yang akan menemuimu..”

“Dia sedang berduka.. Jangan
khawatir, Aku tidak akan berbuat apa-apa.. Aku tidak akan mengatakan kemarahanku padanya, jika itu yang
kau takutkan..”

“tidak.. Bukan seperti itu maksudku. Aku hanya mengkhawatirkanmu.. Aku
takut terjadi sesuatu padamu. Kau tidak dalam keadaan yang cukup baik untuk bepergian.. Kau sedang sakit sayang..”

“Aku akan baik-baik saja selama
bersamamu..”

Yoona tersenyum meyakinkan..

“Kau yakin?”

“hm..”

“baiklah.. tapi hanya jika dokter
mengijinkanmu pergi. Jika tidak, kau tidak boleh memaksa..”

“baiklah.. aku tahu..”

membenamkan wajahnya pada dada Siwon , Yoona menghirupnya sampai kemudian  tertidur dengan aroma tubuh Siwon  yang melingkupinya… 

***

Tersentak dari tidur lelapnya, Yoona terbangun dan langsung membuka lebar kedua matanya.
Mencari-cari keberadaan Siwon disana.

Tidak ada..
Ia tak menemukan Siwon berada didalam kamar rawat nya.

Tuhan..
Apa hanya mimpi?
Benarkah hanya sekedar mimpi belaka?

Tidak..
Siwon nyata..
Siwon benar-benar datang dan bahkan memeluknya dalam tidur yang lelap.
Ia sudah lupa kapan terakhir kali merasakan tidur yang lelap seperti malam tadi.
Tapi ia merasakannya kembali semalam..

Tak mungkin semua itu hanya mimpi..
Tidak Tidak..

“Siwon..Siwon..!”

Menyingkap selimut dari atas tubuhnya, Yoona lantas turun dari atas tempat tidur setelah terlebih dulu memaksa lepas jarum infus dari pergelangan tangannya.

“Siwon.. Yeobo, dimana kau?”

membuka pintu kamarnya, Yoona keluar dan berpapasan dengan seorang suster yang melintas.

“Nyonya.. Apa yang anda lakukan? Anda membutuhkan sesuatu?”

“dimana Siwon? Dimana suamiku?”

Sang suster mengernyit tak mengerti..

“Suster, kau melihat suamiku? Kemana suamiku pergi?”

“saya tidak tahu Nyonya.. saya tidak melihat ada suami anda..”

“Tidak.. Dia menemaniku semalam. Tidak mungkin Kau tak mengetahui kemana dia pergi?”

“maaf Nyonya.. saya benar-benar tidak tahu. Anda bisa kembali kekamar, biar saya yang akan menanyakan kepada yang lain..mungkin ada yang melihat kemana suami anda pergi..”

Sang suster memegang lengannya, mencoba untuk membawa Yoona kembali masuk kedalam kamarnya. Namun Yoona menyentaknya, Ia menolak dan berkeras untuk mencari Siwon..

“Aku akan mencari suamiku. Aku harus menemukannya.. Yeobo.. Kau dimana?”

“Nyonya.. tunggu!”

Yoona membuka satu persatu pintu yang berada dikoridor yang dilewatinya, dan tetap tak menemukan Siwon disana.

Ia sudah meneteskan airmata ketika sampai pada lobi rumah sakit dan tetap tak menemukan keberadaan Siwon disana.

Menangis, Yoona merasakan ketakutan didalam dirinya jika apa yang terjadi semalam hanyalah sekedar mimpi..

Siwon tidak benar-benar nyata.
Ia hanya terlalu merindukan pria itu hingga terbawa kedalam halusinasinya.

“Tidak mungkin.. Siwon, kenapa kau pergi.. Kenapa meninggalkanku lagi..”

dengan airmata yang kian membasahi wajahnya, Yoona merasakan lemas dikedua kakinya hingga kemudian membuatnya terduduk dilantai.

Tidak menemukan Siwon dipagi saat ia bangun, setelah semalam ia merasakan begitu dekat dengannya hingga aroma tubuh Siwon masih dirasakannya menempel ditubuhnya, sungguh telah membuat Yoona terguncang.

“kenapa kau pergi.. Kenapa meninggalkanku lagi yeobo..”

Yoona masih terisak ketika seseorang menyentuh bahunya.

“Hei, sayang.. Ada apa? Kenapa kau menangis?”

“jangan pergi.. Siwon, jangan pergi..!”

“Aku disini.. Sayang, aku disini..”

“Jangan pergi.. Jangan meninggalkanku lagi..”

“Yoona.. Yoona! Lihat aku.. Aku disini..!”

Siwon sampai harus mengguncang kedua bahu Yoona untuk menyadarkannya.

“Aku disini.. Aku tidak meninggalkanmu..”

Siwon membelai rambutnya ketika kemudian Yoona mentapnya dan menyadari kehadirannya..

“Siwon..”

“Ya, ini aku.. Aku disini, sayang..”

“Kau tidak pergi? Kau tidak meninggalkanku?”

“Tidak.. Tentu saja tidak. Aku akan terus bersamamu..”

Menghambur kedalam pelukan Siwon, Yoona meneruskan tangisannya..

“Aku takut.. Aku takut jika yang terjadi hanyalah mimpi. Semalam aku bisa memelukmu tapi ketika aku terbangun, Aku justru sendirian dan tak menemukanmu. Aku takut kau tidaklah nyata.. Aku sangat takut kehilanganmu, yeobo..”

Siwon mengusap-usap punggungnya untuk menenangkan Yoona.
Ia menyadari jika Yoona terlalu emosional saat itu.
Yoona pastilah masih berada diantara ketidakpercayaannya karna dirinya yang telah dianggap mati, kini kembali berada disisinya.

“Aku hanya ingin menemui dokter dan menanyakan kondisimu.. Bukankah kau ingin ikut denganku ke Jepang? Aku ingin dokter kembali memeriksamu dan memastikan kau dalam keadaan yang cukup baik untuk bepergian”

Yoona mengeratkan pelukannya, mengalungkan kedua tangannya dileher siwon dan juga membenamkan wajahnya disana.
“maafkan aku.. seharusnya aku memberitahumu. Tapi kau tidur terlalu nyenyak tadi, aku tak ingin membangunkanmu..”

Siwon meneruskan dengan membelai rambutnya..

“Kita kembali kekamar? Dokter sudah menunggu untuk memeriksamu..”

Yoona hanya bisa mengangguk, dan dengan itu Ia merasakan tubuhnya terayun ketika dengan mudah Siwon menggendong tubuhnya dan membawanya kembali kedalam kamarnya.

Yoona tak perduli dengan tingkahnya yang seperti seorang anak kecil. Ia mungkin bisa menjadi lebih manja daripada Hana dan Junseo.

Ia hanya sangat merindukan Siwon dan menginginkan pria itu untuk terus memberikan perhatian padanya.

***

Yoona masih menjalani pemeriksaan sang dokter dengan ditemani oleh Siwon, ketika tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan Sooyoung yang lantas masuk kedalamnya dan langsung menyerang dengan kata-katanya..

“Demi Tuhan Oppa.. Apakah amnesia yang pernah Kau alami telah mengacaukan pikiranmu?! Mengapa Kau masih mengasihani wanita itu? Tidak.. Aku tidak akan membiarkanmu pergi ke Jepang..!”

*

*

*

*

*

*

*

*

To Be Continued~

@joongly

166 thoughts on “YOU’re My Destiny [9]

  1. Yiiiiippppiiieeee … Akhirnya Siwon kembali juga ke keluarga aslinya. Yoonwon family bahagia deh …. Jadi ikutan bahagia deh …
    Untung Yoona cuma demam. Jadi tegangnya gak berlarut-larut ….
    And, Yoona kok baiknya kaya malaikat sih? Udah tau keluarga Hwang pernah menyakiti dia tapi dia gak dendam ataupun benci …. Bener-bener cantik luar dalam. Beda sama Sooyoung yang meledak-ledak. Tapi emang sih, sedih juga kalo harus jadi Tiffany yang udah ditinggal kedua ortunya … Mungkin itu karma buat dia kali ya …
    Lanjut chap 10 ….

  2. aigoo, aigoo uri sooyoungie, dtg2 main ngamuk aja kerjaannya..
    akhirnya uri yoonwon kembali bersama lg,,
    kok jadi gie yg berbunga-bunga ya???
    eonni ff mu emang keren!!

  3. Akhirnya siwon ingat masa lalunya, setelah part2 sebelumnya banyak kesedihan berharap mulai part ini dan seterusnya hanya ada kebahagiaan untuk choi family…
    Walaupun msih kesel sma tn.hwang yg akhirnya mengakui kesalahannya d saat2 terakhir, tpi kasihan sma fanny yg ga tau apa2…

  4. Syukurlah Siw0n udah bisa ingat siapa dia sebenar.a & kmbali brkumpul sama keluarga.a,.
    Kasian jg sih sama Tiffany yg kehilangan Abe0ji.a krna mninggal, untung aja Abe0ji.a udah smpat minta maaf k Siw0n sebelum.a,,
    Wah, S00y0ung ngamuk tuh, tau kalau Siw0n akan ke Jepang buat ngehadirin pemakaman.a Tn. Hwang (jaga em0si S00^^).,

  5. akhirnya ingatan siwon kembali…sampe terharu bacanya :’) dan setelah skian lama banyak mnumpahkn air mata kesedihan,,skrg tiba waktunya untuk berbahagia🙂

  6. Sebenernya sikap sooyoung yg seperti itu ad bnernya krna dia kesel campur marah sma tn.hwang dan tiffany….
    Tpi aku cma berharap yg terbaik untik mereka

  7. UUUh sweet banget part siwon oppa buat kasih tau yoona ingatannya udah kembali siwon ku,apakah dikehidupan nyata yoona manggil siwon oppa,dengan siwonku,ngarep banget.hehehe

  8. Akhirnya daddy ingat semuaa
    Daddy memang baik hati.. dia bebesar hati buat nengokin tn hwang dan fanny setelah semua yg dilakukan merekaa
    Trz bahagiaa yaa dad.. jgn pergi lg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s