Fanfiction

YOU’re MINE [14]

Happy Reading ~

~

~

~

~

~

~

Setengah jam setelah panggilan telpon yang dilakukan nya kepada sang ayah, dua mobil berhenti disekitar lokasi kecelakaan.

Fanny yang merasakan lututnya lemas sedari tadi hanya diam ketakutan didalam mobilnya, sampai ketukan keras terdengar pada kaca pintu mobilnya.

“Fanny ah.. Fanny.. Tiffany buka pintunya sayang.. Aboji disini, buka pintunya..”

“Aboji..”

dengan tangan nya yang masih gemetar, Fanny membuka pintu mobilnya dan langsung menghambur kepelukan sang ayah, dan saat itu juga sang ayah sadar putrinya berkendara dalam pengaruh alkohol dan itu pasti karna kondisi buruk yang belum lama harus mereka lalui.

“Aboji.. hikss aku takut..”

“gwechana.. gwechana, aboji akan mengatasi semuanya. bagaimana keadaan mu?”

Fanny mengalami luka dipelipis nya dan beberapa memar dibagian tubuhnya.

“masuk ke mobil aboji sekarang..”

Sang ayah memberi perintah,suaranya cukup tenang disituasi seperti itu.

Setelah memastikan sang putri aman didalam mobil, Tn.Hwang begitu pria paruh baya itu biasa disapa, segera memberikan intruksi pada empat orang pengawal pribadinya untuk mengecek ke dalam mobil yang terguling yang hanya berjarak kurang dari seratus meter dari tempatnya.

“kalian periksa dan jika memungkinkan selamatkan orang yang berada didalam nya”

“baik Tuan..”

keempat orang tadi segera bergerak memeriksa mobil yang tadi dikendari Siwon bersama appa nya.

asap mulai keluar dari bagian kap mobil, dua orang berada dimasing-masing pintu mobil bagian depan,mencoba membuka paksa pintu tersebut.

“aku akan menarik bagian sebelah sini dan pastikan kau mengeluarkan pengemudi itu dari dalam nya sementara aku akan terus menahan pintu agar tetap terbuka..”

intruksi salah satu dari keempatnya memaksa rekan lain nya untuk berkonsentrasi selama proses evakuasi.

“hei.. bantu aku cepat!!”

teriak salah satu yang lain saat ia berhasil menjangkau tubuh sang pengemudi.

“ada dua orang didalam mobil ini..”

“priksa detak jantungnya.. apa dia masih hidup?”

“Ya.. Dia masih bernapas”

dibantu rekan lain nya dua orang berhasil mengeluarkan salah satu dari dua korban keluar dari mobil, mengangkatnya kemudian membawanya masuk ke mobil yang tadi dikendarai oleh para pengawal Tn. Hwang..

“dia masih hidup..?”
nada suara penuh tanya lansung terlontar saat Tn. Hwang menyaksikan dua pengawal pribadinya berhasil membawa korban dan memasukkan nya kedalam mobil.

“Ya, Tuan.. kami berhasil mengeluarkan sang pengemudi, masih ada seorang lagi didalam mobil itu”

“hei.. api.. ada percikan api disitu!! cepatlah keluar sebelum mobil ini terbakar atau bahkan meledak.. Cepat keluar!!”

Teriakan panik dari seorang pada rekan nya yang masih berusaha melakukan penyelamatan terdengar keras membuat Tn.Hwang menarik mundur dua pengawalnya yang sudah berniat mendekat.

“kita harus menyelamatkan orang ini.. Dia juga masih hidup!!”

“kau bisa celaka jika tetap didalam, keluar sekarang..!!”

“kau sebaiknya membantuku! Cepat..!!”

“Aishh.. Persetan mobil ini akan meledak..!!”

dengan terpaksa seseorang tadi berlari menjauh, dan benar saja sepersekian detik berikutnya terdengar ledakan keras yang langsung membuat nyala api membakar seluruh bagian mobil.

“Abojiii..!!”

Fanny menjerit histeris, ketakutan dengan suara ledakan yang ia dengar. Dengan menutup kedua telinganya, Fanny berharap tak akan mendengar suara apapun setelahnya.

“Fanny ah.. Tiffany kau baik-baik saja sayang?”

Tn. Hwang memeriksa keadaan Fanny setelah mendengar jeritan kencang dari putrinya.

“gwechana sayang.. gwechana”

“aboji apa yang terjadi..? dari mana suara ledakan itu berasal?”

“mobil yang kau tabrak meledak dan terbakar..”

jawab Tn. Hwang ragu saat harus mengatakan kenyataan itu pada putrinya.

“Tidak, apa itu berarti.. aku.. Aku membunuh orang yang berada didalam nya.. aniya aboji.. aniya”

“tidak sayang.. Para pengawal kita telah menyelamatkan seorang pengemudi dari dalam nya sebelum mobil itu meledak..dan orang itu masih hidup, kita akan membawanya ke rumah sakit dan kau tak membunuh siapapun.. tidak sayang, tidak jangan berpikir seperti itu..”

Tn. Hwang berusaha menenangkan Fanny, terpaksa berbohong karna tak mau putrinya semakin terguncang saat mengetahui akibat kelalaian nya seorang pengawal dan seorang yang masih berada dalam mobil itu harus kehilangan nyawa.

“sebentar lagi pasti akan banyak petugas kepolisian yang akan melakukan penyelidikan.. Kalian awasi disini, dan beritahu aku perkembangan nya”

“baik Tuan..”

“dan kau, bawa korban tadi ke rumah sakit.. aku akan menyusul setelah membawa putriku pulang”

“baik Tuan…”

Suasana dini hari itu sedikit menguntungkan karna selama berada di pinggir jalan itu tak satupun kendaraan yang melintas hingga kecil kemungkinan adanya saksi yang melihat kejadian kecelakaan itu. 

Tn. Hwang juga telah mengintruksikan pada seorang pengawalnya untuk memeriksa kemungkinan identitas yang bisa ditemukan pada tubuh korban yang dibawanya ke rumah sakit.

“saya menemukan dompet dari saku celana korban Tuan..”

sang pengawal menyerahkan dompet itu begitu Tn. Hwang menyusulnya ke rumah sakit pada sekitar satu jam setelahnya. Membuka isi dalam dompet itu, Tn. Hwang menemukan beberapa kredit card dan kartu nama yang terselip didalam nya.

“Choi Siwon.. South Korea.. Jadi dia bukan warga Jepang?Orang Korea seperti ku? Ya Tuhan..”

Pria itu begitu tak menyangka dengan penemuan itu. Ia semakin gelisah saat menempatkan ponsel menempel pada telinganya, Tn. Hwang tengah menerima beberapa laporan dari pengawal pribadinya. Ia juga masih terus memikirkan langkah apa yang akan ia ambil untuk melindungi putrinya.

Fanny adalah putri semata wayangnya, melihatnya begitu shock bagaikan pukulan yang menyebabkan luka dalam baginya dan apapun akan dilakukan nya untuk melindungi Fanny, terutama agar tangan-tangan hukum tak mengendus terlebih menyentuhnya.

“telpon dokter pribadiku, katakan padanya untuk datang kesini..”

dua puluh menit setelah nya sang dokter pribadi datang ke rumah sakit dimana pengawal Tn. Hwang membawa korban yang dari kartu identitas, beberapa ATM maupun kredit card yang ditemukan didalam dompet korban bernama Choi Siwon seorang warga Korea.

“Nickhun ssi.. aku butuh bantuan mu.”

Nickhun sang dokter muda telah beberapa tahun terakhir menjadi dokter pribadi bagi Tn. Hwang, kepadanya Tn. Hwang  menceritakan kecelakaan yang terjadi.

“aku ingin melindungi Fanny, kau pasti paham itu kan?”

“ne, Tuan.. Saya mengerti keinginan anda”

“jadi bagaimana menurutmu jika aku membawa korban keluar negri?”

Nickhun terkejut, itu berarti Tn. Hwang sedang berniat menghilangkan jejak sang korban.

“tapi Tuan..”

“Jerman.. Aku akan membawanya ke Jerman,kau pernah bersekolah kedokteran disana.. Kau pasti punya akses ke rumah sakit besar disana..Nickhun ssi, kau bisa membantuku kan?”

“tapi rumah sakit ini tak kalah bagusnya Tuan..”

“tapi Fanny tak kan terlindungi jika tetap dinegara ini, aku tak pernah memohon pada siapapun sebelum nya, tapi kali ini kumohon Nickhun ssi, bantu aku untuk Tiffany..”

“jika hanya ini cara untuk melindungi Fanny.. saya akan melakukan nya, demi Fanny apapun itu akan saya usahakan..”

ada makna tersirat dari kata-kata  maupun dari cara berbicara juga tatapan mata sang dokter bernama Nickhun itu.

“aku percayakan keselamatan korban ditangan mu, kau ikut kami ke Jerman, aku akan mempersiapkan semuanya dan membawa Fanny bersama kita, dia akan aman di Jerman”

Nichun mengangguk tak menolak jika Fanny lah alasannya.

“kau urus prosedur pemindahan korban, pengawal ku akan menemani mu.. aku akan menyiapkan pesawat dan menjemput Fanny dirumah, kita bertemu dibandara..”

“baik Tuan..”

>>>

Dini hari yang sunyi itu kini terasa mencekam setelah kabar mengejutkan dari seorang petugas kepolisian yang mengatakan terjadi kecelakaan terhadap mobil yang dikendarai Siwon bersama Tn. Choi.

Ny. Choi histeris dengan jerit tangisnya memeluk Yoona, berharap apa yang didengar nya hanyalah mimpi belaka.

“umma.. kita akan cari tahu kebenaran nya, umma tenang ya..”

Yoona meski berlinang airmata dan juga tak kalah paniknya masih mencoba berusaha untuk meyakinkan Ny. Choi juga dirinya sendiri meski sudah berkali-kali ia mencoba menghubungi Siwon melalui ponselnya dan tak sekalipun panggilan nya tersambung hal itu tak menggoyahkan keyakinan nya jika ayah mertua dan suaminya pasti masih dalam keadaan baik.

Ya..
mereka akan baik-baik saja..mereka akan baik-baik saja..
Itu apa yang terus Yoona katakan didalam kegelisahan hatinya.

Menitipkan Hana dan Jun pada pelayan rumah tangga, Yoona dan Ny.Choi segera menuju ke rumah sakit, dan disana seorang polisi memberi penjelasan detail padanya.

“mobil mengalami kecelakaan, terguling dan meledak tak lama setelahnya, kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebabnya, sementara ini kami menyimpulkan kondisi jalan yang licin akibat turunnya hujan sebagai penyebabnya”

kecelakaan? Meledak? Ya Tuhan..

“bagaimana dengan suami dan putraku?”
tanya Ny.Choi pilu seakan ia menyesalkan kalimat itu keluar dari mulutnya.

“korban tak bisa diselamatkan ..”

tidak tidak tidak..
Tidak mungkin..

sebenarnya penjelasan sang polisi cukup lugas untuk bisa dipahami maknanya, namun pikiran mereka menolak dengan keras hal semacam itu.

Terlebih Yoona, kalimat itu langsung menohok nya, tubuhnya lunglai lemah tak berdaya..
Ia seakan dipaksa dan didorong masuk ke dalam jurang curam yang siap menelan tubuhnya.

Siwon tidak mungkin pergi secepat ini, itu tidak mungkin setelah sebelum nya ia masih merasakan pelukan hangat juga suara lembutnya.

Kata-kata cinta dan juga janji jika Siwon akan segera pulang menemuinya, masih terngiang jelas ditelinganya.

“Tidak Tidak mungkin itu adalah Siwon dan appa.. itu tidak mungkin umma, Tidak..”

“iya Yoong, umma juga yakin sepertimu..”
Ny.choi meraih tangan Yoona yang gemetar dan terasa sedingin es.

“aku ingin melihat mereka..!”
pinta Yoona tegas pada sang polisi.

“aku akan membuktikan jika korban yang anda sebutkan tadi bukan suami dan ayah mertua ku..”

“sebaiknya anda tidak melakukanya Nyonya.. Karna kedua korban tak lagi dapat dikenali”

“lalu bagaimana bisa aku percaya jika itu suami dan ayah ku..!!”

teriak Yoona pada sang polisi, ia tak lagi bisa mengendalikan dirinya.

“kami akan melakukan tes DNA pada kedua jasad korban sebagai pembuktian nya,saya harap anda bisa menunggu untuk itu..”

>>>

Tatapan mata kosong dari Yoona menangkap seorang dokter dan dua suster mendorong ranjang beroda dikoridor rumah sakit, bergerak menuju akses keluar rumah sakit.

“Siwon.. itu Siwon, Yeobo..!!”

Yoona terhenyak dan langsung berdiri dari duduknya.

“Oemma.. Siwon oemma, itu Siwon.. Yeobo..!!”

Ny.Choi malah terlihat bingung dengan apa yang dikatakan Yoona.

“dimana kau melihat Siwon, Yoona? Mana dia?”

“Yeobo.. Yeobo..!!”

Yoona tak menjawab pertanyaan Ny.Choi dan langsung mengejar seorang dokter beserta dua suster yang tadi dilihatnya.

“Yeobo..”

ia mempercepat langkahnya saat melihat mereka hampir sampai di pintu keluar dan sebuah ambulance yang sudah menunggu disana.

“berhenti..! tunggu.. kemana kalian akan membawa suamiku? Hei..!”

Yoona hampir sampai di pintu keluar saat sebuah tangan menariknya, menahan nya dan membuat ia membalikan tubuhnya

“Changmin ssi.. Siwon, mereka membawa Siwon pergi”

Bersama dengan Changmin ada Sooyoung, Yuri, Sica dan appa nya, ketiga sahabat nya itu sama-sama menangis melihatnya, sedangkan Tn.Im menatap iba melihat kondisi putrinya.

“Changmin ssi.. lepaskan tanganku, aku harus mencegah mereka membawa Siwon, appa..aku melihat mereka membawa Siwon, kajja appa cegah mereka..”

Changmin tetap menahan tangan Yoona, ia yakin pada saat itu Yoona hanya berhalusinasi saja. Tak mungkin ada yang membawa Siwon pergi, sedangkan dia sendiri telah mencari tahu, meski belum ada kepastian dua korban yang ditemukan adalah Siwon dan Tn.Choi, tapi jika mendengar plat mobil yang sempat disebutkan sang polisi, besar kemungkinan korban itu memang Siwon dan Tn.Choi, Sooyoung juga mengakui mobil itu memang benar milik appa nya.

Tragis..
Mobil itu meledak dan terbakar..

“Yoongie ya, dengarkan appa sayang..kita tunggu polisi memberi kepastian, appa tahu kau terpukul.. tapi appa mohon jangan seperti ini.”

“Tidak appa.. Tidak,  jangan katakan appa juga berpikir sama dengan para polisi itu.. mereka semua bohong appa, mereka bohong.. Siwon masih hidup, suamiku tak mungkin meninggalkan ku!!”

Yoona menghempaskan tangan Changmin dari lengan nya, ia lantas berlari keluar rumah sakit, tapi sayangnya mereka yang tadi dilihatnya telah masuk ke dalam ambulance dan langsung meninggalkan pelataran rumah sakit tersebut.

“heii.. apa yang kalian lakukan? Kembalikan Siwon ku..kembalikan suamiku!!”

Yoona terduduk lemas, kedua kakinya kian tak mampu menopang tubuhnya, melihat sang putri yang seperti itu Tn.Im segera menghampiri begitupun yang lain, yang berusaha membujuk Yoona untuk kembali masuk ke dalam.

“appa mohon Yoong jangan membuat dirimu semakin terluka.. Mereka bukan membawa Siwon, itu pasti pasien lain, sayang..”

“Tidak appa.. aku yakin itu Siwon, aku bisa mengenali nya.. aku merasakan nya, aku sangat mengenali suamiku, appa..”

Sooyoung langsung menarik Yoona memeluknya erat dan menangis, ia juga tak kalah shock mendengar berita buruk itu yang berbanding terbalik dengan kebahagian pernikahan nya yang ironisnya hanya berselang beberapa jam saja.

disaat Sooyoung yang seharusnya menyesap manisnya madu pernikahan sebagai pengantin baru, tapi justru pil pahit yang sekarang tertelan ditenggorokan nya.

“bukan hanya kau yang kehilangan Yoong, tapi juga aku. kita semua kehilangan..”

“Tidak Soo.. kita tak mungkin kehilangan mereka, Tidak..”

Yoona melepas pelukan Sooyoung dan langsung berdiri, keyakinan nya membuat ia kembali mendapatkan kekuatan untuk berdiri dengan kedua kakinya.

“mereka pasti tahu kemana Siwon dibawa pergi..”

Yoona bergegas menghampiri bagian resepsionis dan bertanya pada suster yang berjaga.

“Suster.. kemana pasien yang baru saja keluar bersama dokter dan dua orang suster tadi. Kemana mereka membawanya pergi? dia suamiku suster, kemana mereka membawanya?”

“Yoona..”

semua terkejut dengan apa yang Yoona katakan namun sepersekian detik setelahnya, rasa iba lah yang muncul. Yoona bersikap seperti itu karna dirinya menolak menerima keadaan buruk yang menimpa Siwon, suaminya.

“maksud anda pasien tadi..?”
Yoona langsung mengangguk mengiyakan.

“dia korban kecelakaan, keadaan nya lumayan parah jadi pihak keluarga memutuskan memindahkan nya ke rumah sakit besar yang berada di Jerman”

“kecelakaan? Keluarga? Keluarga mana yang anda maksud, suster? Saya istrinya dan kami lah keluarga yang sebenarnya..”

“maaf Nyonya saya tak mengerti.. tapi itulah yang tertulis disini”
ucap sang suster menjelaskan data yang ada dilayar komputernya.

“kalau boleh tahu siapa nama pasien itu?”
kini Changmin mulai ikut tertarik,segala kemungkinan bisa terjadi dan mungkin kali ini Yoona benar, meski kurang rasional.

“maaf Tuan, tapi nama pasien tidak dicantumkan.. pihak keluarga terburu-buru tadi”

“kapan tepatnya pasien dibawa kemari?”

“antara jam dua atau tiga dini hari tadi”

Changmin menoleh kearah Yoona, mengisyaratkan apa yang akan dilakukan nya.

“bandara Changmin ssi.. appa, ayo cepat ke bandara sebelum mereka membawa Siwon pergi”

“tapi Yoong, dia bukan Siwon..”

“dia Siwon, appa.. percayalah padaku. Kalau begitu biar aku yang pergi sendiri..”

“aku akan menemanimu Yoona..biar aku pergi dengan nya paman”
ucap Changmin..

“oppa aku ikut..”

“anio kau lebih baik temui oemma, dia membutuhkan mu Soo..”

“baiklah jika seperti itu, appa juga akan pergi bersamamu. kita akan pastikan jika benar itu Siwon..siapa yang berniat membawanya pergi”

>>>

“Tuan.. segeralah pergi, beberapa orang yang mungkin keluarganya sedang bergerak ke bandara”

“mengapa mereka bisa tahu?”

Setelah mendapatkan informasi dari salah satu pengawalnya, Tn.Hwang segera bergegas masuk ke dalam kamar Fanny.

Di dalamnya sang putri sedang meringkuk memeluk kedua lututnya diatas tempat tidur, tubuhnya menggigil hebat .

“Fanny ah.. gwechaya?”

Tn.hwang lantas memeluk erat tubuh Fanny, dapat ia rasakan getaran dari tubuh putrinya saat itu.

“Kita pergi dari sini sayang.. kita pergi”

Fanny mendongak mendengar ucapan sang ayah.

“aboji akan membawamu ke tempat yang bisa membuatmu nyaman..”

“aboji..”

“dengarkan saja apa yang aboji katakan.. segeralah bersiap”

Tn.hwang beralih mengambil sebuah koper dan langsung membuka lemari pakaian Fanny, memasukan beberapa pakaian kedalam nya, namun Fanny justru masih diam diatas tempat tidurnya, menyaksikan dengan bingung apa yang sedang dilakukan ayahnya.

“aboji.. aku takut, aku sangat takut.”

“aku tahu,  sayang. untuk itu kita pergi, aboji tak akan membiarkan siapapun menyentuh mu”

“kita pergi kemana?”

“Jerman sayang.. Aboji dan Kau, kita akan pergi ke Jerman sekarang, aku sudah menyewa sebuah pesawat untuk kita”

Fanny menurut pada apa yang dikatakan ayahnya. Setelah mengganti pakaian nya serta memakai sweter yang cukup tebal, segera sebuah mobil melesat membawa mereka menuju bandara. 

“semua sudah kau bereskan?”

“sesuai apa yang anda inginkan Tuan..”

Fanny terkejut saat mengikuti ayahnya masuk ke dalam pesawat yang telah disewa, didalam nya ternyata sudah ada Nickhun yang langsung memberikan senyum saat melihatnya.

“Nickhun oppa..kau..”

“Fanny ah.. Nickhun akan pergi dengan kita”
ucap Tn.hwang menjawab pertanyaan tak terucap dari Fanny.

“bukankah aboji bilang.. hanya aku dan aboji yang akan pergi?”

“aboji meminta bantuan Nickhun untuk merawat nya..”

Tn.Hwang lantas mengarahkan tangan nya pada ranjang dimana terbaring tubuh lemah dengan beberapa luka disana, sontak membuat Fanny limbung melihatnya, menyadari seseorang dengan bantuan oksigen itu adalah korbannya, seorang pengendara mobil yang ditabraknya.

“aboji..dia..?”

“Ya.. dia orang itu”

“Mengapa dia disini? Bukankah seharusnya dia dirawat dirumah sakit? Mengapa dia justru berada disini.. Kenapa, aboji?”

tanya Fanny bingung sekaligus khawatir, takut sesuatu yabg lebih buruk akan terjadi lagi.

“Fanny ah, tenanglah sayang.. kita akan membawanya bersama kita”

“MWO..bagaimana jika sesuatu terjadi padanya?”

“untuk itu Nickhun ada disini, Fanny ah..”

“Nickhun oppa.. Apa aboji masih bisa mempercayainya?”

“tentu saja.. aboji sangat percaya pada Nickhun..bukan kah kau juga begitu?”

“tidak setelah dia tak bisa menyelamatkan oemma, sekarang aku juga tak yakin dia bisa menyelamatkan orang itu.. aku tak lagi mempercayai nya, aboji..”

ada tatapan kesedihan dimata Nickhun mendengar kalimat yang diucapkan Fanny. Setahun terakhir dirinya memang memberi perawatan intensif pada ibu Fanny, berusaha membuatnya tetap bertahan dari penyakit yang menggerogoti tubuhnya hingga dua hari lalu nyawa ibu gadis itu tak lagi bisa tertolong, ia pun menyesalkan hal itu harus terjadi..

“Fanny ah.. Ibu mu tak bisa tertolong karena penyakitnya sudah menyebar, bukan karna Nickhun..dia sudah melakukan yang terbaik untuk membuat ibumu bertahan..”

“Tidak aboji.. Tidak… lalu bagaimana dengan keluarganya? Apa mereka mengijinkan aboji membawanya?”

“kita tak tahu siapa dan dimana keberadaan saudaranya, sayang..”

“dia pasti membawa kartu identitas kan? Apa kau tak menemukan nya..?”

tatapan tanya Fanny mengarah pada seorang pengawal yang berdiri tak jauh darinya. Dan melihat pria itu menggeleng.

“kami tidak menemukan nya Nona, tak ada petunjuk yang mengarahkan kita untuk mengetahui siapa dirinya”

“tidak mungkin.. kenapa kita tak bertanya pada polisi, mereka bisa mencari data-data tengtang nya”

“Fanny ah, kau sadar dengan apa yang baru kau katakan? Apa kau tak berpikir jika kita melibatkan polisi apa yang akan terjadi nanti, publik akan tahu insiden ini..mereka akan mengorek informasi sekecil apapun dan akhirnya dengan mudah mereka akan menemukan fakta bahwa kau mengendara dalam keadaan mabuk”

Fanny terdiam mendengar perkataan Tn.hwang, malam itu ia memang berada dalam pengaruh alkohol, kehilangan ibu nya membuatnya terpukul dan akhirnya setelah prosesi pemakaman selesai ia pergi ke sebuah night club untuk sekedar melupakan sesaat rasa kehilangan ibunya yang teramat mendalam.

“setelah itu mereka akan menyalahkan mu, bergunjing tentang dirimu dan takkan berhenti menyudutkan mu..pada akhirnya karir mu didunia model akan hancur seketika..impian mu sejak kecil dan sekarang berhasil kau raih akan hancur dengan mudahnya, apa kau menginginkan itu terjadi..?”

Fanny menggeleng tanda dirinya sama sekali tak menginginkan hal yang semacam itu.

“kalau begitu ikuti apa yang aboji katakan, semua demi kebaikan mu Fanny ah..”

“Tapi aboji, bukankah kita masih bisa melakukan nya disini.. kita bisa menyembuhkan orang itu disini kan? aku sendiri yang akan memohon maaf padanya atas kecerobohan ku. aku tak mau pergi ke Jerman aboji, aku tak mau meninggalkan oemma sendirian”

“Tiffany.. aku tak ingin berdebat dengan mu. Semua ini demi kebaikan mu. dan satu lagi, ibu mu sudah tenang beristirahat, iklaskan dia pergi sayang..duduklah, kita akan segera berangkat..”

Tn.Hwang jelas tak mau mengatakan alasan sebenarnya pada Fanny, yang sengaja dibawanya pergi ke Jerman karna tak mau mengambil resiko jika nantinya ditemukan bukti yang bisa menyeret putrinya ke ranah hukum. Sebisa mungkin ia akan mencegah hal itu terjadi. bagaimana mungkin ia tega melihat putrinya di adili dan dipenjarakan sedangkan melihat Fanny yang sekarang, sudah sangat menyakitkan untuk nya.

“Tuan, ada kabar mengatakan polisi sedang melakukan tes DNA”
bisik seorang pengawal pada Tn.Hwang .

“apa yang kau lakukan untuk mencegahnya?”

“tidak ada yang bisa mencegah hal itu untuk tidak dilakukan, tapi saya sudah mengambil DNA korban dan seseorang bisa menukarnya..”

“jadi pria ini akan dianggap mati?”
“hanya itu yang bisa kita lakukan untuk mencegah pihak kepolisian meneruskan proses penyidikan”

“bagaimana dengan keluarga pengawal itu?”

“saya kenal dengan istrinya.. akan saya jelaskan padanya nanti”

“aku percaya kau bisa mengatasinya..”

Sekilas Tn.Hwang menatap pada Fanny yang tak lagi bersuara, putrinya itu kini tengah termenung, kemudian ia memperhatikan korban yang ditabrak oleh putrinya dan menggumamkan sesuatu disampingnya..

“maafkan aku melakukan semua ini.. demi putriku, ini kulakukan demi putriku, hanya dia yang aku punya didunia ini.. jika kau menjadi seorang ayah kau pasti tahu bagaimana rasanya.. Aku akan membawamu pergi, dan berjanji akan membuat kondisimu pulih, setelah kau sembuh kita bisa bicara.. aku akan memohon padamu untuk tidak melakukan tuntutan apapun pada putriku..hanya itu yang aku inginkan, jika kau mengabulkan permohonan ku.. aku sendiri yang akan membawamu kembali pada keluargamu.. Maaf..maafkan aku Choi Siwon..”

>>>

Yoona berlari memasuki bandara diikuti Changmin dan appa nya, menuju tempat informasi mencari tahu pesawat mana yang akan terbang ke Jerman saat itu.

“maaf Ny. pesawat menuju Jerman terakhir lepas landas sore kemarin.. dan untuk hari ini baru sekitar jam 12 siang akan ada penerbangan lagi menuju ke sana”

“cobalah kau cek lagi nona.. pagi ini mungkin ada penerbangan ke sana, kau hanya melewatkan nya.. ku mohon periksa dengan benar”

“ini ketiga kalinya saya memeriksa nya Nyonya, maaf..”

Yoona sedikit lemah karna ia seakan semakin kehilangan keseimbangan nya.

“Yoona ya.. mungkin orang yang kau lihat itu bukan Siwon, dia orang lain Yoong.. kau juga tahu polisi sedang melakukan pemeriksaan pada dua korban yang mereka temukan. Appa mohon jangan menyesatkan dirimu kedalam halusinasi”

“appa.. bagaimana mungkin appa bisa mengatakan hal seperti itu padaku. Aniyo appa, dia Siwon ku.. aku bisa merasakan nya”

disaat mendengar Yoona yang terus berusaha meyakinkan appa nya, Changmin merasakan getaran ponsel pada saku celananya. Sooyoung yang ternyata menghubungi nya, sedikit menjauh ia mengankat telepon nya.

“oppa..”

Suara yang bergetar dan juga tangisan yang menyesakkan terdengar begitu Sooyoung bersuara..

“chagiya.. ada apa?”

“Oppa.. Siwon oppa dan appa..me re..ka pergi, mereka telah pergi..”

Suara Sooyoung tersendat-sendat karna isakan tangis, namun Changmin masih bisa memahami maksudnya. Rasanya ia tak akan tega mengatakan kenyataan itu pada Yoona.

Dari yang telah Sooyoung katakan tadi, polisi sudah memastikan kedua jasad itu adalah Siwon dan Tn.Choi setelah mencocokan hasil tes DNA yang sama diantara keduanya.

“Yoona.. kita kembali ke rumah sakit”

“Tidak Changmin ssi.. Siwon akan dibawa ke Jerman, aku harus mencegahnya”

“Siwon dirumah sakit Yoon, dia ada disana.. Polisi sudah memastikan itu”

“Andwe.. Maldo andwe..!! Changmin ssi jangan membohongi ku..!!”

Yoona merasakan kepalanya begitu berat dan tak ada cahaya yang bisa ditangkap oleh retina matanya. Semuanya menjadi gelap, Yona langsung tak sadarkan diri saat itu.

>>>

Isakan tangis, jeritan tak terima masih dengan jelas terdengar tatkala melihat dua peti mati dihadapan mereka.

kabut duka segera menyelimuti siapa saja yang menghadiri prosesi pemakaman itu. Tak terkecuali alam yang juga ikut berduka, rintik-rintik hujan yang turun seolah mengisyaratkan jika ia juga merasakan kesedihan yang dirasakan oleh anggota keluarga itu.

Di tanah kelahiran nya mereka akan dikembalikan, kedua peti mati itu akan segera dimasukan ke dalam tempatnya dan ditutup dengan tanah, berharap kesedihan juga akan tertutup dan berakhir setelahnya.

Mendekap Jun dalam pelukan nya, Yoona masih meratapi nasib yang membawanya dan kedua buah hatinya dalam situasi teramat sulit saat ini sepanjang hidupnya.

Ia merasa tak sanggup..
Yoona mungkin saja akan menyusul Siwon andai ia tak mempunyai Hana dan Junseo..
Kedua buah hatinya, tanda cinta Siwon padanya masih sangat membutuhkan kehadiran nya..

Jika Junseo belum mengerti apa yang terjadi, tidak dengan Hana.. Ia tahu makna dari kata kematian adalah takkan lagi bisa bertatap muka dengan daddy dan haraboji nya.
Memeluk erat foto daddy nya.. menjerit dengan tangisnya yang pecah tak rela Tuhan mengambil daddy nya begitu saja.

Ya..
Tuhan telah dengan mudah nya menjungkir balikkan kehidupan keluarga itu hanya dalam waktu sekejap mata.
Hanya dengan semalam
semua berubah..
semua tak kan sama seperti sebelum nya…

Yoona terisak pilu, airmatanya menjadi pengiring ketika peti hitam itu dimasukkan kedalam galian tanah menganga yang menelan kebahagiannya yang indah…

Aku disini untuk mu..
Aku ingin melihatmu, menciummu, memelukmu dalam dekapan ku..
Kenapa kau tak mengijinkan ku melakukan semua itu sebelum kau pergi..
Mengapa kau justru mengatakan padaku akan kembali..
Kau akan kembali dan mengatakan kau mencintaiku..
Tapi nyatanya kau justru pergi membawa kata cinta itu bersamamu..
Kau menyakiti hatiku yeobo..
Kau pergi tanpa menitipkan pesan apapun padaku..
Kau tega meninggalkan ku..
Kau tega meninggalkan Hana dan Junseo..
Lihatlah Hana tak berhenti menangisimu..
Dia sama terluka nya sepertiku..
Terluka kau pergi tanpa penjelasan apapun pada kami..
Lihatlah Junseo sekarang..
Dia memang diam karna dia belum mengerti apa itu arti sebuah kematian..
Satu yang kini terus aku pikirkan dan menjadi sangat aku sesalkan..
Jun berkali-kali menangis mungkin dia tahu kau akan meninggalkan nya..
Dia kembali diam saat kau mendekapnya..
Kenapa kau tetap pergi yeobo..
Mengapa kau tega meninggal kan kami..
Apa yang bisa aku lakukan tanpamu..

Kau seharusnya tak pernah hilang dari diriku..
Karna kau adalah bayangan tubuhku..
Kau akan selalu berada bersamaku kemanapun aku melangkah..
Aku mungkin bisa mengiklaskan dirimu..
Tapi aku takkan pernah bisa melupakan mu..

Kau milik ku..
Kau milik Hana dan Junseo..
Kau milik kami..
Namun sekarang aku harus merelakan mu..
Kau milik Tuhan yang lebih menyayangi mu..
Selamat jalan cintaku..
Selamat jalan suamiku..
Aku mencintaimu..
Aku merindukan mu..
Tunggu aku disana untuk bersamamu..

>>> 

“daddy..daddy..daddy..hahhahaa..”

“yeobo..kemari”

“daddy… Jun menangis..”

“tapi aku lebih suka kau mengatakan langsung dihadapan ku”

“aku selalu menunggumu..cepatlah kembali”

Aku mendengar dengan jelas suara-suara itu..
Darimana sebenarnya suara itu berasal?
Aku tak bisa melihatnya..
Siapa mereka?
Siapa wanita pemilik suara lembut itu?
Siapa gadis kecil yang selalu tertawa dan bersuara nyaring itu?
Dan suara bayi..
Tangis dari bayi siapa itu?
Kenapa hanya suara-suara itu yang selalu kudengar selama ini..

Dimana aku?
Mengapa tak ada kehidupan lain disini..
Apakah aku sudah mati?
Ya..kurasa ini alam kematianku..
Jika tidak, tubuh ku tak mungkin seringan ini..
Tapi aku suka tempat ini..
Aku suka suara-suara itu..

Tidak..
Tidak jangan membawaku pergi dari sini..
Aku tak mau kehilangan suara-suara itu..

Hei..
kalian yang selalu bersuara padaku tolong lah aku..

“nado saranghae..aku selalu menunggumu..”

Jangan..
Jangan hanya bersuara padaku, tunjukan dirimu dan tolong aku..aku tak mau berpisah dengan mu.. 

Yang kemudian dirasakan Siwon adalah, tubuhnya yang seakan ditarik pergi dari padang hijau berkabut putih yang selama ini menjadi tempatnya dengan hanya suara-suara itu yang menemaninya..

>>>>

Nickhun berusaha memantau kondisi Siwon setiap jam nya, setelah dua kali menjalani operasi pria itu belum juga sadarkan diri..

sudah seminggu itu mereka berada di San Fransisco.
Setelah Tn.hwang merasa tujuan mereka ke Jerman terasa kurang aman..
San fransisco dipilih karena disinilah dia dan keluarga nya pernah tinggal, jadi mereka tak akan kesulitan karna sudah sangat mengenal negara itu dengan baik.

“Yoo-na.. Yoon-a.. Yoo..”

Suara racauan itu yang kemudian membuat Nickhun langsug mengalihkan tatapan nya dari layar motinor yang memperlihatkan detak jantung nya.

Di lihatnya kedua bola mata Siwon bergerak-gerak, serta wajahnya yang pucat menjadi berkeringat..

“Yoo-na.. Yoo-na”

“Tuan..anda bisa mendengar saya..?”

“Yoona..”

mata itu perlahan mengerjap sebelum terbuka sepenuhnya, Nickhun tersenyum akhirnya sang pria yang dalam beberapa hari ini berada dalam pantauan nya dan cukup mengkhawatirkan kini berhasil mendapatkan kesadarannya..

“Nickhun ssi.. apa yang terjadi?”

“Nickhun oppa..”

“Owh.. Tn.hwang.. Fanny ah.. dia sudah sadar, lihatlah”

Tn.hwang dan Fanny langsung mendekat berdiri disalah satu sisi tempat tidur, melihat Siwon yang saat itu masih berusaha menyesuaikan cahaya dimatanya.

“Tuan.. anda bisa melihat saya?”

Tanya Nickhun akhirnya, takut-takut pria itu mengalami kebutaan akibat kecelakaan yang dialaminya..

Siwon hanya mengangguk mengiyakan, hal itu langsung membuat Fanny gugup hingga ia mencengkram kuat lengan sang ayah.

“tidak apa-apa Fanny ah, tenanglah..”

“Oh.. saya Nickhun, Tuan.. salah satu dokter yang memantau kondisi anda. bisakah saya mengetahui siapa nama anda?”

ucap Nickhun selanjutnya bersikap ramah memperkenalkan dirinya, dan Siwon masih hanya menggelengkan kepalanya.

“teman,saudara, atau kekasih..anda ingat?”

Siwon kembali menggeleng membuat Nickhun mengerutkan kening nya..

“kalau begitu apa yang bisa anda ingat sekarang.. tolong katakan pada saya”

“tidak ada.. aku tak bisa mengingat apapun”

Siwon menekan pada pelipisnya. Masih ada perban yang melilit di kepalanya saat itu..

Baik Tn.Hwang maupun Fanny dan juga Nickhun sama-sama terkejut mendengarnya.

“arghh..!!”

Mendadak Siwon merasakan kepalanya berdenyut, terasa luar biasa sakitnya..

“aku tak ingat.. tidak bisa..”

“dengarkan aku.. jangan memaksakan dirimu, aku akan memberitahu siapa namamu”

“siapa nama ku?”

“Harry.. Nama mu Harry”

“aboji..”

“Tn.hwang..”

“diamlah kalian.. Setelah kau pulih aku akan jelaskan padamu, Harry..”

“Harry.. namaku Harry..”

_

_

_

*satu kebohongan akan membuatmu melakukan kebohongan berikutnya*

*

*

*

*

*

*

SELESAI~~

#Yuhuu… YOU’re Mine selesai di chapter ini yaa.. (akhir yang maksa) Kkkk~
Okey..say good bye to YaM *hikss
(dilarang protes)

bagaimana takdir akan mengembalikan Siwon pada pemiliknya??
We’ll see ==> YOU’re My Destiny (YaMD)
So kisah ini masih akan panjang dan berliku^^ #eaaaa

Dan buat yang bertanya-tanya.. FF ini emang sudah pernah dishare ya di fb saia.. dan bahkan squelnya yang You’re My Destiny ini sudah kelar sepenuhnya…
so bagi yang belum baca tunggu aja ya, karna sepertinya bakalan dishare secara maraton.. karna pinginnya pas bulan puasa nanti udah gak ada tanggungan dengan ff ini^^

Okey Thanks..
@joongly

129 thoughts on “YOU’re MINE [14]

  1. Oalaaahh…msh lanjut toh trnyata,cm bersequel&berganti jd you’re my destiny!
    Dipikir udh kelar,pantes curiga tiffany kog nongol’y cm seencriittt. ternyata eh ternyata untuk selanjut’y tiffany yg brperan sbg biang keladi.

    okelaahh,lanjut k sequel berikut’y.
    mo lyt perjalanan hidup yoona hanna junseo tnp siwon!! huwwwaaaa….😥

    Untuk ff you’re mine nya,kereeeennn enddeeesss!!
    semangat&terima kasih author… =D

  2. Ga bisa berenti nangis…. Ya tuhan yoona,hanna,dan junseo kan Ga bs hidup tanpa siwon?
    Tn. Hwang mikirin keluarga siwon Ga sih tega banget bawa siwon pergi kayak gitu.
    Siwonnya hilang ingatan lg,bisakah dia mengingat lg keluarganya?yoona,Hanna dan junseo??
    Lanjuut you’re my destiny…
    Gomawo joongly FF nya keren banget,aku suka krn FF ini bukan hanya ngajarin kita tntang percintaan,tp jg kesabaran,kesetiaan dan keikhlasan
    Keep writing

  3. Sdiiiih bcanya aplgi pas lhat yoona histeris nangisin siwon….
    Koq Tn.Hwang tega bgt nutupin identits siwon..mdh2n siwon cpet pulih n kmpul lg ma kluarganya

  4. Yaaaaaakkkk knp bgini oennie… kurang ajar bgt yah appanya s fany.. seenak jidatnya kyk gtu gak mikirin keluarganya aph.. kasian yoona oennie… aaaaaaakkk nyesek aku nangis baca part ini.. huaaaaaaaàa

  5. Omo.. apa yg trjdi dgn Wonppa dan ayahnya, kenapa hrs kecelakaan?
    dan endingnya serasa kurang memuaskan, akh.. gk rela
    baru aja YW berbahagia kenapa masalah selalu dtg menghampiri mereka. Author kenapa endingnya seperti ini

  6. Hiks.. hiks.. kenapa ya sepertinya menangis lg aku bacanya
    mskipun berulang aku bacanya
    tetap aja baca part ini menguras air mata hbsnya baru aja YW bersatu dan baru aja mereka berkumpul dgn smua kluarganya
    tiba2 kecelakaan itu hrs merenggut Wonppa dan jg Tuan Choi
    sumpah kok sedih bgt baca part terakhir ini, hiks… hiks…
    author inspirasimu emg benar2 daebak apalagi smpai bsa buat para readers jdi menangis begini

  7. Hiks.. hiks.. kenapa ya sepertinya menangis lg aku bacanya
    mskipun berulang aku bacanya
    tetap aja baca part ini menguras air mata hbsnya baru aja YW bersatu dan baru aja mereka berkumpul dgn smua kluarganya
    tiba2 kecelakaan itu hrs merenggut Wonppa dan jg Tuan Choi
    sumpah kok sedih bgt baca part terakhir ini, hiks… hiks…
    author inspirasimu emg benar2 daebak apalagi smpai bsa buat para readers jdi menangis begini
    hiks…hiks..

  8. Huuuuaaaaaah july unni, gag sanggup baca yg part ini nyesek banget bacanya..
    Gawat wonpa amnesia, tn hwang jahat banget siiih, demi anak siih demi anak, tpi jngan sampai misahin wonpa dr kluarganya donk
    kasihan yoona unni sma hana
    sbar ya unni,, yakinlah wonpa msih hidup

  9. Ksian Yoona eonni dan Hana mreka tdak brhentinya brsesih. Ksian jga Soo eonni bru sja mnikah ehh udh khilang appa dan jga oppa nyaa. Yang sbar yaa kaliannn

    Ceritanya nyentuh bget eonni. Smpe nangis bacanyaa😥

  10. kasian yoona, hana dan jun
    tn.hwang jahat bgt,, aku terharu bgt pas yoona bilang org yg dibwa adalah siwon dan ternyata itu benar, ikatan batin mereka emg kuat bgt..
    siwon amnesia andwaeee!!!

  11. Tn.hwang jahat bget, tega bget misahin siwon sma keluarganya, dia ga mikir apa untuk melindungi fanny ada keluarga siwon yg berduka…
    Tpi tn.choi beneran meninggal…?

  12. Sedih bgt, Tn. Ch0i mninggal & Siw0n d bawa Tn. Hwang prgi dgn dalih mengamankan Tiffany agar gk trsentuh tangan hukum & mlh malsuin keterangan kematian Siw0n,,
    Kasian Y00na & keluarga.a,, Apalagi Siw0n sadar tp amnesia, meskipun dlm k0ma.a dia memimpikan Y00na & anak2 nya.,
    Ending YaM yg mnyedihkn ini udah kelar, siap2 baca YaMD,^~

  13. cerita.a berlanjut, huhuhuhu🙂 seneng cerita.a berlanjut tapi kasihan liat yoona,mommy.a siwon,sooyoung,hana, dan junseo ……….. klo yg aq pikirin sih siwon bakalan jadi pasangan.a fanny di project ff lanjutan.a ……. gk tau lh baca aja nanti🙂

  14. Appa siwon oppa mningal sedih bnget,,,appa fany kok jhat sih,,??ne capter buat aku nangis bombay aja,,pi crta nya msih brlantut gc pa2,,

  15. Ya ampun nyesek abis bacanya tn.choi meninggal krna gk diselametin bodyguard itu.. tpi dia jga ikut ninggal….
    Dan siwon dibawa kejerman dengan hilang ingatan….
    Ya ampun yoona lika liku perjalanan cintamu di beri cobaan lagi

  16. Sedih sesedih sedihnyaa
    Skg malah daddy hilang ingatan dan jauh dari yoona
    Tn.choi meninggal
    Yg baca sampai nyesek
    G tega mommy hana nangiss
    Cobaan selalu datang
    Hiks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s