Fanfiction

YOU’re MINE [13]

Happy Reading~

~

~

~

~

~

~

Hanya semalam berada dirumah sakit,esok harinya Yoona sudah diijinkan pulang oleh sang dokter.

Dokter berpesan padanya untuk selalu memeriksakan kandungan nya guna mengetahui perkembangan janin dirahim nya, dan dokter juga melarang Yoona terlalu lelah ataupun memikirkan hal-hal yang bisa memicu stres mengingat kondisi kehamilan nya yang masih sangat muda.
Yoona mesti berusaha untuk santai.

Satu lagi pandangan yang di gambarkan dokter pada yoona adalah kemungkinan dia akan mengalami morning sickness yang terjadi pada trimester pertama kehamilan nya seperti kebanyakan wanita hamil pada umumnya yang memang seringkali mengalami hal demikian namun berbeda-beda kadarnya tergantung pada banyaknya hormon yang ada pada diri masing-masing orangnya.

Dan Yoona mengerti itu,ia sudah memiliki pengalaman saat mengandung Hana beberapa tahun yang lalu. Namun sepertinya kehamilan nya kali ini tak sama seperti ketika ia mengandung Hana. Morning sickness yang dialami nya kini lumayan parah, pusing dan mual-mual nya terus ia rasakan, bukan hanya pagi hingga menjelang siang saja tapi bisa terjadi setiap saat jika Yoona sudah mencium bau-bau yang mendadak tidak disukai nya.

Seperti yang terjadi malam itu, begitu pulang dari kantor dan memasuki kamarnya Siwon bisa langsung mendengar suara Yoona yang berada didalam kamar mandi sedang merasakan gejolak mual yang mendorong perutnya untuk mengeluarkan apa saja yang saat itu berada didalam nya.

“yeobo, sayang gwechana..?”

Siwon segera menghampiri Yoona dan dengan pelan menepuk-nepuk punggungnya,agar lebih mempermudah Yoona mengeluarkan apa yang menjadi penyebab rasa mual diperutnya.

“kenapa kau tak memanggil oemma..?”

Ucap siwon sambil mengelap bibir Yoona menggunakan tisu.

“oemma sedang menemani Hana tidur,dan lagi aku sudah merepotkan oemma sedari tadi..”

Siwon kemudian merangkul nya keluar dari kamar mandi setelah Yoona memastikan ia sudah tak merasa mual lagi.

Karena melihat kondisi Yoona yang seperti itu setiap harinya, Ny.Choi pun memutuskan untuk tinggal lebih lama bersama mereka setelah Tn.Choi yang berada di Jepang mengiyakan dan malah melarangnya kembali ke Jepang jika Yoona masih seperti itu.

“apa yang kau rasakan sekarang?”

“mulutku terasa pahit..”

“aku akan buatkan teh hangat untuk mu..”

“aniyo yeobo.. aku ingin tiduran saja”

Siwon kemudian membantu Yoona merebahkan tubuhnya ditempat tidur dan memasangkan selimutnya.

“aku akan menemanimu tidur setelah mandi..”

Selepas mendapat anggukan dan senyuman dari Yoona, Siwon pun segera memasuki kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.

Sekitar lima belas menit kemudian Siwon sudah keluar dari kamar mandi dengan mengenakan piyama tidurnya. di lihatnya Yoona sudah terpejam. Ia pun dengan perlahan naik ke atas tempat tidur dan merebahkan tubuhnya disebelah Yoona. Siwon tak langsung memejamkan matanya, ia justru menatap wajah Yoona yang masih tetap terlihat cantik meski berada dibawah temaram lampu tidur kamar mereka. Pesonanya membuat Siwon tak bisa menolak keinginan untuk mencium nya. Langsung saja, satu kecupan diberikan nya di kening Yoona sebagai ucapan selamat tidur dan setelah nya Siwon justru merasakan tangan Yoona merengkuh memeluk pinggangnya. Dia belum tidur rupanya.

“Oh.. sayang kau belum tidur?”

“aku tak bisa tidur tanpa memelukmu..”

Kalimat Yoona terdengar sangat manis ditelinga Siwon, jika biasanya Siwon lah yang selalu mengatakan hal itu, ia tidak akan bisa tidur tanpa memeluk Yoona, kini berganti Yoona lah yang memeluknya dan bahkan tak lepas melingkarkan tangan nya dipinggang Siwon. Seakan tak mengijinkan Siwon beralih dari sampingnya, entah pengaruh kehamilan nya yang merubah sikap nya menjadi lebih manja atau Yoona yang menciptakan sugesti pada dirinya sendiri untuk tak tidur jika tanpa memeluk Siwon. Yang pasti ia rasakan adalah keinginan untuk diperhatikan lebih oleh Siwon,suaminya.

>>>

“huekk huekk…”

Suara yang seperti itu kini sudah menjadi hal yang biasa yang terdengar selama beberapa hari terakhir, Yoona selalu saja memuntahkan lagi makanan yang telah masuk ke dalam perutnya.

Dengan sigap Siwon berdiri dari duduknya kemudian menghampiri Yoona, sebenarnya saat itu mereka sedang menikmati sarapan pagi bersama.

“kurasa kita harus ke dokter..jika terus seperti ini tubuhmu akan semakin lemah karna tak ada asupan makanan untuk mu dan juga Janin diperutmu”

“ne.. Yoona ya, mungkin dokter bisa memberikan obat atau apa agar kau tak se-mual itu”
Ny.Choi memberikan segelas air putih hangat pada Yoona.

“Mengerikan, apakah semua wanita yang hamil akan seperti itu? Sungguh tak mengenakan..”

Yoona hanya tersenyum mendengar pertanyaan Sooyoung padanya.

“tentu tidak Soo, saat aku mengandung Hana hanya beberapa minggu aku mengalami mual itu pun tak separah ini”
kenang Yoona “entahlah kurasa kehamilan ku yang sekarang sedikit lebih istimewa. dengan adanya Siwon disamping ku, kurasa anak ini meminta perhatian lebih pada ayahnya..”

Yoona kembali tersenyum bahkan lebih manis saat ini, rasanya ia cukup menikmati keadaan itu walaupun kebanyakan yang melihat pasti akan berfikir Yoona tersiksa dengan kehamilan nya. Tapi tidak baginya, dengan begitu ia mendapat perhatian lebih dari Siwon, sesuatu yang dulu tak bisa ia rasakan pada saat-saat mengandung Hana.
Yoona justru merasa senang menikmati hari-hari nya kini…

Dan semenjak kehamilan nya yang bisa dibilang merepotkan, meski Yoona tak pernah dan tak mau menyebutnya demikian, karna ia sendiri memang menikmati saat-saat yang dirasakannya seperti itu, Yoona sudah tak intens lagi mengunjungi butiknya. Hanya dua sampai tiga kali dia datang dalam seminggu itu pun jika kondisi tubuhnya memungkinkan dan setelah mendapat persetujuan dari Siwon, selebihnya ia hanya akan mengirim gambar desain nya untuk selanjutnya menyerahkan pada Yuri dan Sica untuk mengerjakan hasil akhirnya.

Kehamilan nya yang tanpa terasa sudah memasuki bulan ketiga dan morning sickness nya yang masih tetap ia rasakan, meski rasa mualnya sudah sedikit berkurang membuatnya harus merelakan pekerjaannya sedikit menjadi terhambat. Namun
Yoona telah meminta ibu mertuanya untuk kembali ke Jepang dan tak perlu  mengkhawatirkan kondisinya karna ia merasa telah bisa mengatasi keadaannya.

Di pagi itu Yoona menggeliat terjaga dari tidur lelapnya, dan mendapati Siwon sudah tak lagi berada ditempat tidur bersamanya.

“yeobo..”

Yoona menyingkap selimut kemudian turun dari atas tempat tidurnya. Berjalan kearah kamar mandi saat mendengar gemericik air dari dalam nya, Siwon pasti sedang berada didalamnya untuk mandi.

Yoona lantas menyandarkan tubuhnya pada tembok, kemudian mengetuk pintu kamar mandi.

“yeobo.. Siwon.. ”

“hm..kau sudah bangun?”

Siwon menyahut dari dalam nya, dan tak berapa lama ia membuka pintu kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk yang dililitkan dipinggang nya.

Yoona tersenyum menyambutnya, melihat sang suami bertelanjang dada dihadapan nya menimbulkan hasrat dalam dirinya untuk menyentuhnya. Hormon kehamilannya dirasakannya benar-benar gila.

“yeobo.. Kenapa kau tetap bisa mempertahankan tubuh atletismu”

Yoona benar-benar mengulurkan tangan nya dan sedang menyentuhnya. Siwon hanya tersenyum merasakan sentuhan lembut dari jemari Yoona yang sedang menelusuri bagian perutnya.

“aku melakukan nya untuk mu..”

“untuk ku?”

Yoona mendongak menatap Siwon dengan mata bening nya.

“kenapa kau tiba-tiba menanyakan nya? Tak biasanya kau memperhatikan bentuk tubuhku..”

Siwon menyeringai dengan tatapan nya yang mengarah pada Yoona.

“aniya..siapa bilang aku tak memperhatikan bentuk tubuhmu, aku justru mengaguminya”

Semburat kemerahan langsung terlihat memerahkan kedua pipi Yoona.

“perutku akan semakin membuncit, tubuhku akan berubah karna berat badanku yang terus bertambah, apa kau akan menerima itu? Kau pasti takkan menyukai nya..”

Siwon meraih tangan Yoona dari dadanya, kemudian menggenggam nya ketika melihat raut wajah Yoona yang berubah dengan cepat.

“aigoo..apa yang kau katakan? Aku justru tak sabar untuk melihat perubahan mu seperti apa yang kau sebutkan tadi, itu pasti lucu”

“lucu?”

“ne..jika tadi kau bilang berat badan mu akan terus meningkat, aku tak sabar membayangkan pipi tirus mu ini menjadi lebih berisi, kurasa kau akan selucu Hana dengan pipi cubby nya”

“apakah menurutmu itu lucu?”

“tentu saja, lihatlah Hana dia terlihat lucu bukan? Ahh..aku semakin antusias membayangkan nya”

Yoona mempoutkan bibir mendengarnya. Namun setidaknya ia merasa lega setelahnya. Mengetahui Siwon tak berkeberatan dengan perubahan fisik nya nanti. entahlah tapi pertanyaan itulah yang tadi secara tiba-tiba terlintas dipikiran Yoona saat menyadari kesempurnaan fisik dari suaminya. Kecemasan yang mendorongnya kemudian untuk bertanya, takut Siwon takkan lagi menyukainya dan kemudian berpaling darinya. Mengingat selama ini dimata Siwon, ia selalu terlihat ramping dengan pakaian yang pas membentuk S line nya.

Yoona merasakan batinnya yang kemudian ikut tertawa bahagia mendengar ucapan Siwon, suaminya. Apakah ia memang begitu sensitif hingga terbersit pertanyaan seperti itu dipikirannya.

Harusnya ia tak perlu mencemaskan hal itu, Siwon sudah pasti akan menerimanya seperti ia yang menerima Siwon bukan hanya karna tampilan fisik nya yang begitu mempesona.

“Hei.. apa yang kau lamunkan?”

“euh..”

Yoona tersipu, batinnya sekali lagi terkikik konyol menertawai  dirinya sendiri.

“aniyo yeobo, kurasa aku akan mandi dulu..”

kilah nya kemudian..

“apa kau merasa mual?”

“tidak setelah aku memperhatikan dada telanjang mu dan juga menyentuh nya..”

Candanya dengan wajah bersemu merah..

“apa itu cukup efektif untuk menghalau rasa mual mu?”

“kurasa begitu..”

Oh Tuhan..
Dalam hati Yoona menjerit dengan kata-kata yang keluar dari mulutnya. Ia merasa mulai berani kali ini ..

“hm.. jika seefektif itu, aku bisa mempertimbangkan untuk bertelanjang dada seperti ini saat bersamamu”

Yoona tak bisa menyembunyikan tawanya ketika kemudian ia memukul pelan pada dada bidang Siwon.

“kau bisa melakukan nya jika kau ingin masuk angin setelahnya”

ucap Yoona yang selanjutnya berniat masuk kedalam kamar mandi, namun Siwon menahannya dengan justru menarik pinggangnya lebih dekat dan membuatnya menempel ditubuhnya. Siwon juga kemudian merapikan rambut Yoona dengan menggunakan sebelah tangan nya.

“apa kau akan ke butik hari ini?”

“Iya.. tubuhku dan suasana hatiku sedang baik saat ini,  kurasa hari ini akan sangat menyenangkan untuk membicarakan beberapa desain bersama Yuri dan Sica..”

“baiklah.. jika itu baik untuk mu, aku akan mengantarmu, mandilah..”

Yoona lantas merasakan satu kecupan yang diberikan Siwon dibibirnya, sebelum akhirnya ia melangkahkan kaki nya dengan sangat ringan masuk kedalam kamar mandi.

Di dalamnya Yoona menyempatkan untuk menyentuh  bibir bawahnya dengan jemarinya. Terasa hangat namun sedikit basah setelah kecupan yang Siwon berikan tadi, dan rasanya benar-benar menyenangkan mendapatkan morning kiss dari sang suami yang sangat di cintainya.

****

Yoona terus merasakan waktu yang seakan begitu cepat berjalan. Ia telah melalui bulan demi bulan kehamilan nya dengan perasaan bahagia hingga tak sadar kandungan nya kini sudah memasuki bulan ke tujuh, itu berarti kurang lebih dua bulan lagi ia akan melahirkan.

Senyum Yoona merekah tiap kali membayangkan dirinya akan menimang lagi seorang bayi yang terlahir dari rahimnya. Apalagi Siwon, Yoona merasa dia bahkan lebih antusias darinya.

Dengan perhatian yang selalu diberikan Siwon padanya, Yoona bisa melalui masa-masa kehamilan nya dengan rileks. Ia memang menyadari hormon kehamilannya yang juga mempengaruhi emosinya yang lebih cepat naik turun. Terkadang hal itu membuat Siwon harus lebih bersabar menghadapinya. Siwon bahkan pernah semalaman terjaga hanya untuk menemaninya.

Memasuki usia kehamilannya yang kian dekat dengan prediksi dokter mengenai waktu persalinan, segala bentuk perhatian dan sikap protektif dari Siwon kini juga mulai Yoona rasakan. Sekarang ia menjadi lebih susah mendapatkan ijin dari Siwon meski hanya untuk sekedar menengok butiknya. Maka praktis, segala sesuatu yang berhubungan dengan butik miliknya, kini telah ia percayakan pada Yuri dan Sica untuk mengurus semuanya.
Yoona hanya sesekali mengirim gambar desainnya dan sesekali mereka berdua menemuinya jika sesuatunya cukup mendesak dan butuh bernegosiasi langsung dengannya.

Pikirannya terus melayang mengingat waktu yang telah dilaluinya dimasa kehamilannya kali itu, ketika kemudian Yoona menengok Hana yang pada saat itu menemaninya. Gadis kecil itu asik dengan duduk dimeja kerja Siwon yang berada dikamar itu. Hana sedang asik dengan kertas gambar yang sedang diwarnai nya. Sama hal nya dengan Siwon, Hana juga sudah tak sabar menanti adik nya lahir. Hampir setiap hari ia terus bertanya pada sang mommy mengenai kapan anak dalam perut Yoona akan lahir.

Yoona tersenyum melihatnya dan kembali membuka buku bacaannya. Ia membaca lagi halaman demi halaman pada buku ditangannya. Sebuah buku yang membahas tentang kehamilan yang sengaja dibelikan siwon untuknya.

“Hello, Hana ya..”

“Owh.. daddy..! Daddy sudah pulang”

Mendengarnya Yoona kemudian mengalihkan pandangan nya kearah pintu kamar, dan menemukan Siwon yang sudah berdiri diambang pintu sedang menanti Hana yang langsung beranjak dari duduknya untuk selanjutnya berlari memeluk nya.

“apa yang kau lakukan disana, sayang?”

“emm.. Hana sedang menggambar. apa daddy akan melihatnya?”

“tentu saja cantik.. apa kau sudah menyelesaikan nya?”

“sedikit lagi dad, Hana akan menyelesaikan nya dan daddy bisa melihatnya”

Setelah berbicara singkat dengan Hana, dan membiarkan sang putri kembali berada di belakang meja kerjanya, Siwon langsung berjalan menghampiri Yoona. Dengan terlebih dulu melepas dasinya, membuka dua kancing atas kemejanya, Siwon kemudian duduk disamping Yoona dan bersandar dengan rileks pada sandaran tempat tidur mengikuti apa yang pada saat itu Yoona lakukan.

“bagaimana dengan hari ini, sayang?”

“aku baik, bagaimana dengan mu? Sepertinya kau terlihat lelah..”

“apa terlihat seperti itu? tadi ada negosiasi yang berjalan alot dengan salah satu pihak investor..”

“kau sudah bekerja keras Siwon, mandi dan segeralah tidur. Akan kusiapkan air hangat untuk mu..”

Yoona sudah ingin beranjak turun dari atas tempat tidur, namun siwon mencegahnya.

“tidak perlu sayang, aku bisa melakukan nya nanti. Aku ingin menyapa nya dulu..”

Siwon menunduk untuk kemudian mengusap perut Yoona, dan beberapa kali memberikan kecupan di atasnya.

“kapan jadwal nya cek up ke dokter?”

“lusa aku akan periksa, wae?”

“aku akan menemanimu..emm.. Kau benar tak ingin melakukan USG untuk mengetahui jenis kelaminnya?”

Yoona menggeleng..

“kau tidak penasaran?”

“tentu saja aku penasaran, hanya saja untuk kali ini aku ingin menjadikan nya sebagai kejutan”

“hm.. aku ingin anak kedua kita laki-laki, bagaimana dengan mu?”

“kurasa aku ingin seorang lagi seperti Hana”

“jadi kau berharap anak kedua kita perempuan lagi..?”

Yoona kembali mengangguk dan tersenyum mengiyakan..

“wae? Kita sudah memiliki Hana.. Apa kau berniat menjadikan ku satu-satu nya pria dirumah ini?”

Lagi-lagi Yoona mengangguk mengiyakan..

“apa niatku itu begitu jelas kelihatan yeobo?” tanyanya yang kemudian  tersenyum kearah Siwon.

“aku ingin dia laki-laki, jadi jika aku pergi akan ada yang menjaga kalian disini..”

“kau akan pergi kemana, yeobo?”

Yoona cukup terkejut dengan kalimat terakhirnya.
Benarkah Siwon akan pergi disaat  ia akan menghadapi proses persalinan?
Mengetahui raut wajah Yoona yang terlihat sedih, Siwon justru langsung tersenyum padanya.

“aniya.. hanya pergi untuk perjalanan bisnis. Bukankah aku sering melakukan nya”

Siwon menghapus kekhawatiran Yoona akan kepergian nya dengan kembali menyentuh perutnya. Menyapa bayi dalam perut Yoona dengan kata-kata konyol nya yang kemudian mampu membuat Yoona tertawa karenanya.

“daddy.. apa adik diperut mommy bisa mendengar nya?”

Sepertinya tingkah Siwon dan juga tawa dari Yoona telah berhasil menarik perhatian Hana. Gadis kecil itu beralih meninggalkan kertas gambar nya dan dengan cepat melompat naik keatas tempat tidur, bergabung dengan mommy dan daddy nya.

“tentu saja sayang.. kau bisa merasakan adik mu ini menendang perut mommy”

“Hana ingin merasakan nya, mom..”

“taruh tangan mu diatas perut mommy, sayang..”

Hana mencoba merasakan nya,matanya berbinar setelah mengetahui kebenaran nya.

“emm, berapa adik yang akan Hana dapatkan mom?”

“satu sayang, Why?”

“tak bisakah aku mendapatkan dua adik? Hana ingin dua adik, mom..”

Baik Yoona maupun Siwon kemudian sama-sama mengerutkan kening mendengarnya.

“teman sekolah Hana mempunyai dua adik yang sama, Hana juga mau mom. daddy, tak bisakah seperti itu? Hana juga ingin memiliki dua adik bayi seperti itu..”

“Ah.. Hana ya, mungkin next time daddy bisa memberikan nya untuk mu. Tapi kau harus tanyakan apakah mommy juga mau..”

Yoona langsung memelototi Siwon setelah apa yang dikatakan nya pada Hana, yang tentu saja membuat binar-binar senang dimata Hana.

“emm.. nanti kita bicarakan hal itu sayang, sekarang apa kau punya usul untuk nama adikmu nanti?”

Yoona mencoba mengalihkan perhatian nya dan sepertinya berhasil, Hana kemudian nampak memikirkan pertanyaannya.

****

Siwon berlari disepanjang koridor rumah sakit menuju sebuah ruang perawatan yang tadi diinformasikan oleh seorang suster padanya. Setengah jam yang lalu Yuri menghubunginya dan mengatakan Yoona mengalami kontraksi saat berada di butik dan langsung dilarikan kerumah sakit.

“Yoona.. Yoona, sayang..”

Siwon melihat dua orang suster bersama dengan Jessica dan Yuri keluar dari ruang perawatan membawa Yoona yang berbaring lemah di atas ranjang beroda. Siwon pun berlari lebih cepat untuk dapat menghampiri Yoona yang sepertinya akan segera dibawa keruang bersalin.

“yeobo gwechana..?”

Yoona mengangguk mengiyakan,meringis kala merasakan sakit di perutnya. Siwon menggenggam erat tangan kanan Yoona mencoba memberinya kekuatan.

“aku akan menemanimu, sayang..”
sekali lagi Yoona mengangguk dan mengeratkan genggaman tangan Siwon padanya.

“Yuri ah, bisakah kau hubungi ibu ku atau Sooyoung?”

“ne oppa tenang saja aku sudah menghubungi mereka, ahjumma dan Soo dalam perjalanan..”

“gomawo..”

“euhh… Sakittt”

Yoona mencengkeram erat tangan Siwon seolah hanya itulah pegangan nya untuk bertahan dari rasa sakit yang dirasakan nya kala itu. Siwon menatap cemas melihat nya, dan segera dua orang suster tadi semakin mempercepat langkah nya mendorong geladak dimana Yoona berbaring. Mendorongnya keruang bersalin, Siwon ikut masuk kedalam nya sementara Sica dan Yuri menunggu diluar ruang bersalin itu.

“kau pasti kuat Yoong, kumohon bertahanlah..”

“dia pasti bertahan Yuri ah.. Percayalah..”

keduanya saling menatap dalam kecemasan sebelum akhirnya saling memberi pelukan menenangkan.

Tak lama Ny.Choi bersama Sooyoung dan Hana tiba dirumah sakit dengan tak kalah cemas nya.

Setelah mendengar Yoona yang akan segera menjalani proses persalinan padahal menurut perkiraan dokter Yoona baru akan melahirkan diminggu ketiga bulan itu, karenanya baru semalam Ny.Choi datang lagi ke Korea, tak disangka Yoona justru sudah mengalami kontraksi seminggu lebih cepat dari perkiraan sang dokter.

“Yuri ah, bagaimana keadaan Yoona?”

“Yoona sudah berada diruang bersalin, bibi. Siwon oppa sudah datang dan sekarang menemaninya didalam..”

“Oh Tuhan syukurlah.. kaki ku terasa lemas sekali”

“duduklah bibi..”

Sica menawarkan dan membantu Ny.Choi untuk duduk dikursi tunggu didepan kamar bersalin itu.

“aku tak tahu jika Yoona pergi ke butik tadi..”

nada suara Sooyoung tak lepas dari kecemasan..

“Yoona datang untuk memberikan gambar desain nya”

Sica menjawab dengan suara pelan.

“dia sendiri?”

“Tidak.. Siwon oppa mengantarnya dan seperti biasa kemudian meninggalkan nya bersama kami”

“kenapa oppa begitu bodoh, membiarkan Yoona masih tetap disibukan dengan butik nya”

“tenanglah Soo.. tak ada yang tahu jika Yoona akan melahirkan hari ini. tadi dia terlihat biasa dan baik-baik saja..”

Ucap Yuri mencoba menenangkan.

“dia tidak pingsan kan?”

“Tidak.. Yoona sadar sepenuh nya, aku yakin dia akan menjalani proses persalinan dengan lancar”

“Oh astaga.. aku tak tahu kenapa aku yang jadi senewen seperti ini..”

“aunty, ada apa dengan mommy? Mommy baik-baik saja kan?”

Hana menarik-narik tangan Sooyoung meminta penjelasan.

“It’s Okey Hana ya.. Mommy Yoona akan melahirkan adik bayi untuk mu..”

“really?”

“hm, berdoa lah sayang..”

binar kebahagian terpancar jelas dari mata bening Hana, ia lantas memberi pelukan pada Sooyoung..

“emm..bukankah kau sudah siapkan nama untuk adik bayimu nanti?”

Hana mengangguk penuh semangat.

>>>

Didalam ruang bersalin, Siwon mengalami perasaan tegang yang luar biasa. Sungguh selama hidupnya inilah pertama kalinya ia merasakan perasaan yang seperti itu.

Menyaksikan Yoona bertaruh untuk melahirkan anak dalam rahim nya, merasakan cengkraman kuat dari tangan Yoona pada lengan nya memang tak bisa mengurangi rasa sakitnya, namun setidaknya Yoona bisa mendapat kekuatan darinya.

“dokter, apa tak sebaiknya dilakukan operasi saja..”

Pinta Siwon tak tega melihat rintihan kesakitan Yoona.

“sepertinya tidak Tuan. Ini sudah sangat dekat.. Tolong tarik napas kemudian dorong dengan kuat Nyonya..”

sang dokter memberi intruksi dan Yoona mengangguk mengiyakan.

“Ya seperti itu.. bagus  Nyonya.. pertahankan..”

“arghhh…”

“Ayo sayang, kau pasti bisa Yoong..”

Siwon memberi dorongan semangat sambil sesekali mengelap peluh dari wajah Yoona. Tubuh Yoona sedikit menegang, cengkraman tangan nya pada lengan Siwon juga semakin mengencang seiring dorongan kuat yang ia lakukan..

“Tahan.. Ya.. Ya.. bagus.. sekali lagi Nyonya.. Saya sudah melihat kepalanya”

ucap sang dokter memotivasi.

Napas Yoona tak teratur, ia teringat lagi saat berjuang sendiri untuk melahirkan Hana. Bagaimana ia dulu menyebut nama Siwon disetiap tarikan napasnya dan sekarang menjadi lain, ia bersyukur Siwon bersamanya dan menjadi kekuatan untuknya ketika bertaruh nyawa melahirkan bayinya.

“Yeobo.. aakhhh…!!”

Yoona menjerit kencang seiring tangisan bayi nya yang langsung menggema memenuhi ruangan.

Sang dokter lantas mengangkat bayi mungil yang masih berlumur darah itu menggeliat menangis dengan kencangnya.

“seorang putra Nyonya.. Selamat untuk anda Tuan..”

Siwon tak sadar airmata telah lolos membasahi wajahnya, dikecupnya lembut kening Yoona setelahnya.

“terimakasih sayang, terimakasih..aku mencintaimu..”

Menggenggam tangan Siwon dan meskipun tubuhnya terasa lemah Yoona tetap tersenyum, tak dapat menyembunyikan kebahagiaan nya saat itu..

****

6 Bulan Kemudian~

Yoona merasakan repotnya mengurus keluarga kecilnya, Hana yang masih terus mencari perhatian dan juga putra kecilnya yang tentu tak bisa lepas dari pengawasan nya, juga Siwon, suami yang tak mau dan memang tak akan bisa ia abaikan begitu saja ditambah lagi bisnis butiknya yang terus berkembang meski ia tak banyak direpotkan tapi Yoona tetaplah pemilik dan pengontrol penuh atas semuanya.

Putra keduanya bernama Junseo. Nama yang telah disepakati antara dirinya, Siwon dan juga Hana. Walaupun sebenarnya Hanna lah yang mengambil peran lebih didalam nya. Hanna yang dengan bersemangat memilih nama untuk adiknya. Setelah berkali-kali nama yang diajukannya ditolak oleh mommy dan daddy nya, Choi Junseo kemudian menjadi nama yang dipilih sendiri oleh Hana dari beberapa nama yang akhirnya diusulkan oleh Yoona dan Siwon pada Hana, setelah gadis kecil itu mengajukan protes karna nama-nama yang dipilihnya tak ada yang disetujui.

Dan kini, Junseo tumbuh dengan sehat di tengah keluarga dengan curahan kasih sayang yang melimpah. Baik Yoona maupun Siwon juga merasa inilah kehidupan mereka yang paling sempurna. Kehadiran Hanna dan Junseo jelas yang menjadi penyempurna itu.

“Yoona ya.. Sooyoung memanggilmu, sayang..”

“Oh, ne oemma.. yeobo tolong kau gendong Junseo sebentar aku akan menemui Sooyoung..”

Yoona menyerahkan Junseo kedalam gendongan Siwon dan kemudian melangkah menuju ruang pengantin.

Pengantin?

Ya..
hari itu menjadi hari yang tak disangka datang dengan cepat. Sooyoung dan Changmin pada akhirnya memutuskan untuk menikah, dan disanalah mereka sekarang berada. Di dalam balroom sebuah hotel ternama di Jepang.

Mengapa Jepang yang dipilih?

Secara pribadi ini adalah permintaan Tn.Choi, mengingat banyaknya relasi bisnisnya disana dan Changmin juga tak merasa berkeberatan, karna dia sudah ditinggal kedua orang tuanya dan hanya tinggal berdua dengan kakak laki-lakinya.

“waeyo Sooyoungie..?”

Tanya Yoona begitu ia masuk kedalam ruang pengantin, tersenyum memperhatikan Sooyoung berdiri anggun sementara Yuri dan Sica merapikan riasan juga gaun pengantin nya.

“Yoona.. bagaimana menurutmu?”

“apa yang kau tanyakan Soo, tentu saja kau sangat cantik..”

“benarkah? Ahh, ini pasti karna gaun rancangan mu dan kalian yang kemudian membuatku secantik ini..”

senyum Sooyoung malu-malu..

“pada dasarnya kau memang cantik Soo.. kau sudah siap kan?”

“hm..”

“kalau begitu aku akan kembali keluar, aku tak bisa meninggalkan Junseo terlalu lama dengan Siwon, dia pasti kerepotan jika Junseo menangis lagi”

“apa Junseo sakit?”

“entah lah..kurasa dia kurang enak badan. sedari tadi Jun menjadi rewel, euh.. dimana Hana?”

“Hana mengambil bunga bersama oemma..”

“ya sudah, bersiaplah.. sepertinya pemberkatan nya akan segera dimulai. aku akan menunggu diluar..”

Yoona kemudian kembali menghampiri Siwon dan melihat Junseo terlihat nyaman dalam dekapan ayahnya. Sepertinya diluar dugaan nya yang telah mengira Junseo akan menangis karna terlalu lama ia tinggalkan.

“hei..”

“euh.. ada apa dengan Sooyoung?”

tanya Siwon begitu Yoona duduk disampingnya, sambil tangan nya menggerak-gerakkan mainan yang dipegang Junseo.

“anio.. dia hanya gugup kurasa,sama sepertiku dulu”

Yoona tersenyum sambil mengelus pipi Junseo dengan lembut.

“ku kira Junseo menangis tadi..”

“Tidak.. dia justru tenang, lihatlah dia tak melepaskan jari-jari ku” 

Keduanya terus terlibat dalam obrolan ringan sambil menggoda Junseo dengan mainan nya
Hingga tak berapa lama seorang mc berbicara dan mengatakan kedua mempelai akan segera masuk kedalam ruangan. Musik pengiring diputar, mengalun dengan indah dan membuat ratusan tamu undangan yang hadir sontak berdiri untuk menyambut kedua mempelai hari itu.

Changmin menggapit lengan Sooyoung memasuki ruangan, keduanya melangkah menuju altar. Bersama mereka ada Hana yang membawa keranjang bunga dan menebarkan nya, Hana bertugas menjadi pengiring pengantin hari itu dan ia sangat senang. Apalagi gadis kecil itu memang sangat suka menjadi pusat perhatian didepan umum. Yoona mengertu betul hal itu..

“Oo yeppuda..”

Yoona tak dapat menyembunyikan rasa senangnya menyaksikan putri cantik nya saat itu.

“Junseo ah.. lihatlah noona sayang”

Siwon menggerakkan tangan Junseo yang masih berada dalam gendongan nya, mengarahkan nya pada Hana sang kakak.

“aigoo.. yeobo, Hana benar-benar suka menjadi pusat perhatian?”

“ne.. itu mengapa dia selalu berkata ingin menjadi model, dia mewarisi bakatmu didunia fashion..”

“kau tak keberatan bukan?”

“tentu saja tidak, karna aku juga akan menjadikan Junseo sepertiku..”

Tak disadari Changmin dan Sooyoung kini sudah berdiri saling berhadapan diatas altar siap untuk mengucap janji pernikahan didepan Tuhan.

Hana yang sudah selesai dengan tugasnya langsung menghampiri Yoona dan menghambur ke pelukannya.

“mommy, bagaimana dengan Hana tadi?”

“you’re so cute dear..”

“are you sure?”

“of course yes..”

“tapi aunty Sooyoung lebih cantik..”

“itu karna aunty menjadi Ratu dihari ini sayang. Omo.. Ommo.. Hana ya, tutup matamu sayang..”

“kenapa mom..?”

Siwon tergelak ketika Yoona tak membiarkan Hana melakukan protes dan langsung menutup mata putrinya dengan menggunakan tangan nya, karna akan ada adegan yang dipertontonkan oleh Changmin dan Sooyoung dihadapan banyak nya tamu undangan, sebagai simbol cinta sekaligus bentuk luapan kebahagian setelah akhirnya keduanya dinyatakan sah menjadi pasangan suami istri…

****

Setelah pemberkatan pernikahan usai dilaksanakan, kini dalam balroom hotel yang sama sedang diadakan pesta perayaan. Changmin dan Sooyoung tak henti menerima ucapan selamat dari tamu undangan yang hadir.

“chukkae Changmin ah kau benar-benar tega mendahului hyung mu..”

“itu karna aku juga sudah terlalu lama menunggu hyung.. tapi mana, hyung justru tak segera mencari pasangan, kau terlalu asik dengan dunia mu sendiri hyung..”

Sooyoung terkikik mendengar percakapan keduanya.

“lihatlah hyung, istriku bahkan menertawaimu..”

Sooyoung langsung terdiam dan memberikan tatapan tajam kearah Changmin juga memukul pelan lengan nya. Merasa malu pada seseorang yang kini berstatus sebagai kakak ipar nya.

“waeyo chagi.. kau tak salah jika menertawakan nya.”

“Yak oppa.. Mianhae oppa, bukan maksudku untuk menertawai mu”

“Tidak apa-apa.. karna kau adalah adik iparku sekarang, jadi aku memaafkan mu”

“benarkah oppa tak punya kekasih?”

pertanyaan Sooyoung membuat sang kakak ipar tersenyum malu mengakuinya.

“aigoo.. aku tak percaya, pria setampan dirimu tak punya kekasih?”

Changmin mencibir tak suka mendengar pujian yang dilontarkan Sooyoung pada kakaknya. Namun Sooyoung justru bersikap cuek seolah tak menyadari nya.

“maukah ku kenalkan pada teman ku?”

“nde..?”

“aku akan mengenalkan oppa pada temanku, dia juga belum memiliki kekasih..”

Sooyoung beralih dari tempatnya, menarik Yuri yang berdiri tak jauh darinya agar ikut bersamanya.

“Nah oppa, ini temanku.. dia cantik kan?”

Yuri memelototi Sooyoung dengan sengaja, tapi hanya direspon dengan senyuman tak berdosa dari sang pengantin hari itu.

“Oh ne.. kenalkan, namaku Yunho”

Yunho pria itu yang adalah kakak changmin tersenyum menatap Yuri sambil mengulurkan tangan kepadanya. Dengan kikuk Yuri menerima uluran tangan nya dan memperkenalkan dirinya.

“Kwon Yuri imnida.. Kau cukup memanggilku Yuri..”

“Oh ne, Yuri ssi.. senang berkenalan dengan mu”

Sooyoung tersenyum menatap Changmin dan mendapat tatapan pujian darinya.

“Oh, Yuri ah.. kurasa kau bisa mengenalkan Yunho oppa pada Sica, kulihat dia mengambil minum disebelah sana”

Sooyoung mengedikkan matanya pada Yuri, kemudian mendorong tubuh Yuri juga Yunho secara bersamaan.

“semoga malam ini menyenangkan untukmu Yunho oppa, hingga kau tak menyesal jauh-jauh datang ke Jepang hanya untuk pernikahan kami..”

Ucap Sooyoung mengiringi langkah Yunho dan Yuri menjauh darinya.

“bagaimana oppa, menurutmu jika Yunho oppa dan Yuri bersama?”

“hm.. kurasa tak masalah, dan mereka terlihat cocok bersama”

Jawab Changmin merangkul Sooyoung agar lebih dekat dengan nya.

Sementara itu, yang terjadi dengan Yoona dan Siwon adalah keduanya yang telah memutuskan untuk kembali ke rumah ditengah acara yang masih berlangsung. Itu karena Junseo yang lumayan rewel sedari tadi, dan mungkin suasana pesta di balroom yang ramai membuat Junseo merasa tak nyaman berada disana.

Yoona menggendong Junseo dalam dekapan nya, putra kecilnya sesaat bisa merasa tenang namun akan tiba-tiba menangis dengan kencang,membuat Yoona menjadi bingung dengan apa yang harus dilakukan nya.

Saat Junseo kemudian bisa tenang, Yoona baru dapat menidurkan nya ditempat tidur sambil mengajaknya bicara.

“Jun ah, waeyo..? Kenapa kau terus menangis sayang, apa yang harus oemma lakukan, hm?”

ucapnya dengan membelai lembut pipi putranya, entahlah Junseo justru kembali menangis dengan kencangnya, Yoona lantas berusaha mendiamkan putranya dengan menyusui nya namun Junseo hanya sesaat menerimanya dan kembali menangis.

“yeobo, apa sebaiknya kita bawa Junseo ke dokter? mungkin dia tak enak badan..”

Siwon yang baru selesai menyegarkan tubuhnya langsung menghampiri Yoona yang masih berusaha menyusui Junseo,walaupun putranya kini terus menolaknya.

“tapi suhu tubuhnya normal yeobo, kurasa Junseo hanya tak betah berada disini. Bisakah kita kembali ke Korea besok? aku tak tega melihatnya menangis terus”

“baiklah jika seperti itu, aku akan bicara pada appa dan umma nanti..”

Junseo masih menangis dan Siwon langsung naik ke atas tempat tidur, melihat bagaimana Yoona yang memaksakan Junseo agar mau meminum asi nya.

“mungkin dia sedang tak mau menyusu, sayang.. sini biar aku yang mencoba mendiamkan nya”

Siwon meraih tubuh Junseo kedalam dekapan nya, menepuk-nepuk pelan bagian punggungnya dan tak lama Junseo menjadi tenang dan diam dengan sendirinya. Melihatnya, Yoona kemudian beranjak duduk dan membenarkan letak bra nya juga mengancingkan kembali pakaian tidurnya.

“aigoo.. Junseo ataupun Hana,mengapa keduanya bisa begitu diam, tenang dan penurut padamu..”

Siwon tersenyum mendengarnya..

“ne, mereka memang anak yang tenang dan penurut, kurasa hanya oemma nya yang tak bisa diam saat bersama ku..”

“MWO.. aku tak bisa diam? Apa maksud mu?”

Yoona melebarkan mata ke arahnya..

“ne, kau tak bisa diam dan cenderung liar saat berada diatas ranjang denganku”

Bluush~

Wajah Yoona merah padam mendengar ucapan Siwon, sedangkan Siwon justru tergelak melihat ekspresi Yoona yang terlihat berusaha menyembunyikan rasa malu dari wajahnya.

“waeyo yeobo? Kau tak sadar itu, atau kau sedang tak mau mengakui nya?”

“Aishh.. Aku sedang tak ingin membahas hal semacam itu. turunkan Junseo, sepertinya dia sudah tidur..”

Siwon menidurkan tubuh mungil Junseo disampingnya, tersenyum menatap Yoona yang juga tengah berbaring disebelah putranya.

“kenapa menatap ku seperti itu..?”

Siwon tak bisa mengalihkan tatapan matanya pada Yoona, bertumpu pada siku lengan kirinya, tangan kanan nya kemudian terulur meraih wajah Yoona, membelai nya.

“kau cantik sayang.. masih sama cantiknya saat aku menikahimu”

Yoona tersenyum geli mendengarnya..

“ada apa dengan mu Choi Siwon..tak biasanya kau memuji ku?”

cibir Yoona yang seolah tak mempercayai ucapan suaminya.

“apa kau tahu Aku bahkan memujamu disetiap tarikan napas ku..?”

“kurasa tidak.. itu terlalu berlebihan menurut ku”

“tak ada yang berlebihan jika itu tentang dirimu..”

Siwon menyeringai, sesaat mengacak rambut Yoona sebelum kemudian turun dari tempat tidur dan beralih mendekat berdiri disamping Yoona.

“bergeserlah..”

“euh..”

“bergeserlah.. karna aku sedang ingin memelukmu”

“aishh.. kita bisa membangunkan Junseo nanti. Aku lelah yeobo, setelah seharian dia rewel terus”

“hanya ingin memelukmu,tak ada lagi yang akan kulakukan..kecuali kau menjadi liar karna pelukanku..”

Yoona tak lagi menjawab setelah Siwon terang-terangan menggodanya membuat pipinya kian memanas. Yang kemudian ia lakukan adalah mengikuti perintah Siwon, dengan menggeser tubuhnya sepelan mungkin agar gerakannya tak membuat Junseo terbangun. Dan segera setelah mendapatkan sedikit tempat disebelah Yoona,Siwon merebahkan tubuhnya ,melingkarkan tangan nya pada pinggang Yoona, tersenyum menghirup wangi rambut nya.

“aku suka wangi rambutmu..”

“hanya itu?”

“aniyo..”

Siwon lantas mulai menjalankan tangannya menyusuri sepanjang lengan Yoona…

“aku suka kulitmu yang lembut, aku suka wangi pada tubuhmu..”

Yoona merasakan Siwon yang seakan sedang mengendus kulit lehernya..

“aku suka menyentuhmu.. semua bagian tubuhmu”

Yoona merasakan meremang oleh kalimat yang diucapkan Siwon dengan berbisik di telinganya. Ia berubah merinding ketika tangan Siwon kini beralih menyentuh diatas bagian dadanya.

“Dan aku juga suka memberimu kehangatan dengan pelukanku”

“tapi kau membuatku kepanasan sekarang”

“panas dalam arti??”

“dalam arti yang sebenarnya..”

Sesaat Siwon menjadi terkikik geli mendengar nya dan kembali menenggelamkan wajahnya pada rambut Yoona, menghirup dalam-dalam wanginya.

Beberapa menit berlalu Yoona sudah hampir terlelap namun suara pintu kamar yang terbuka membuat dirinya kembali terjaga, menggeliat dari pelukan erat Siwon ditubuhnya.

“yeobo.. Hana sudah pulang, singkirkan tangan mu ..”

“memangnya kenapa? Tak ada yang salah dengan tangan ku”

Siwon tak bergeming dengan permintaan Yoona dan justru kembali memejamkan matanya.

“mommy, daddy..”

Hana menutup pintu kemudian melangkah mendekat, berdiri disamping tempat tidur dengan wajah cemberut merasa tak mendapat sambutan dari mommy dan daddy nya.

“Oh.. Hana ya, kau sudah pulang sayang..”

“eumm.. Hana kira mommy sudah tidur”

“mommy menunggumu pulang, sayang..”

“and dad..?”

“mommy akan berterima kasih jika kau mau membangunkan daddy dan melepaskan mommy..”

“Okey mom..”

Hana dengan antusias menggelitik pinggang Siwon membuat Siwon akhirnya menyerah dan mau tak mau melepaskan pelukannya pada tubuh Yoona.

“gadis nakal..”

dicubitnya hidung Hana yang justru membuat putrinya itu terkikik karenanya.

“peluk daddy, sayang..”

“daddy..”

merentangkan kedua tangan nya Siwon menyambut Hana dalam pelukan nya.

“Kau harus mandi terlebih dulu, Hana ya..”

Yoona beringsut turun dari tempat tidur.

“tak bisakah Hanna langsung tidur seperti Junseo, mom..?”

“aniy.. kau harus membersihkan tubuhmu yang berkeringat, mommy akan siapkan air hangat untuk mu..”

Yoona berjalan ke kamar mandi mengatur suhu air panas sebelum Hana menggunakan nya.

“Hana ya.. mandilah sekarang”

“Ok mom.. euh mom, aunty cantik dan uncle Changmin menginap di hotel, Hana tak mau tidur sendirian di kamar aunty.. Bisakah Hana bergabung dan tidur bersama mommy, daddy dan Junseo?”

pinta Hana dengan wajah polos penuh pengharapan.

“tentu saja sayang..sekarang mandilah”

Yoona lantas mendorong pelan tubuh Hana masuk ke dalam kamar mandi.

“jangan lupa menggosok gigi, Hana ya..”

“iya mom..”

Selanjutnya berjalan ke arah lemari pakaian, Yoona mengambil pakaian tidur untuk Hana dari dalam nya. Pada saat itu ia menyadari tatapan Siwon mengawasinya.

“menikmati apa yang kau lihat yeobo..?”

“ehem.. aku selalu suka melihatmu mengurus Hana dan Junseo”

“dan mengurusmu?”

“tentu saja dan mengurusku..”

“Hana akan tidur bersama kita, jadi kau harus memberikan tempat mu untuk nya dan tidur di bawah..”

mengambil beberapa selimut tebal dari dalam lemari, Yoona langsung menatanya agar Siwon bisa menggunakan nya dan tidur dengan nyaman meski tak berada diatas satu tempat tidur bersamanya.

“Aku kira Sooyoung dan Changmin akan pulang kesini..”

“mereka akan langsung ke bandara dan pergi ke Hawai besok pagi..”

“pasti menyenangkan berbulan madu disana..”

gumam Yoona yang masih dapat didengar oleh Siwon.

“apa kau mau kita melakukan bulan madu kedua..?”

“sekarang kita punya anak-anak yeobo..”

“tak usah khawatir, umma bisa menjaganya..”

“Hana mungkin iya..tapi tidak dengan Junseo jika dia rewel seperti tadi umma akan kewalahan menjaganya”

Pembicaraan terhenti saat Hana keluar dari kamar mandi dan Yoona yang berganti mengalihkan perhatian nya pada Hana, memakaikan pakaian tidur untuk putrinya.

“sekarang Hana bisa pergi tidur..have a nice dream dear..”

“good night mom, good night dad..”

Tak butuh waktu lama, Hana langsung tertidur dengan pulasnya.

“tak ingin bergabung di bawah bersamaku..?”

“tidak karna kau membuatku kepanasan”

“dan kau membiarkan ku kedinginan”

“aku perlu menjaga anak-anak ku”

“anak kita ..”

“Ya, anak kita.. dan Junseo bisa terbangun sewaktu-waktu jika dia haus”

Benar saja apa yang diucapkan oleh Yoona, Junseo yang tadinya telah terlelap tidur tiba-tiba terbangun dan menangis..

“kenapa dengan Jun, mom..?”
suara tangisan Junseo juga ikut membangunkan Hanna.

“dia mungkin haus sayang..kembalilah tidur, mommy akan menyusui nya”

membuka dua kancing piyama tidurnya, Yoona lantas memiringkan tubuhnya, bertumpu pada sikunya agar memudahkan nya untuk menyusui Junseo.

“perlu bantuan ku untuk mendiamkan nya..?”

“Tidak usah.. Jun sudah mulai tenang setelah mendapat apa yang dia inginkan, tidurlah..”

“Siwonie.. Siwon..”

terdengar ketukan di pintu kamar dan suara Tn.Choi yang memanggil dari luar, Siwon bangkit dari tidurnya untuk membukakan pintu.

“ne appa, waeyo?”

“Oh.. Ku dengar Jun menangis lagi, apa dia sakit?”

“anio.. suhu tubuhnya normal, Junseo terbangun karna haus. Dan menurut Yoona, Jun tak betah disini, jadi dia terus saja rewel. kami berencana kembali ke Korea besok”

“Owh..secepat itu kah?”

“Yoona tak tega jika Junseo terus-terusan menangis karna tak nyaman”

“baiklah jika itu yang terbaik.. tapi Siwonie, appa ingin minta bantuan mu sekarang”

“nde..”

“bisakah kau mengantar appa bertemu rekan bisnis sebentar..appa terlanjur menyuruh supir pulang”

“apa tak bisa ditunda besok?”

“Sayangnya tidak.. mereka datang ke pernikahan Sooyoung tadi, dan akan kembali ke Cina malam ini juga”

“Oh baiklah, appa bisa menungguku sebentar..aku akan memberi tahu Yoona terlebih dulu..”

saat Siwon kembali masuk, Junseo sudah diam dari tangisnya. Mendekat ke arah tempat tidur, Siwon melihat Yoona yang masih menyusui Junseo.

“Sayang.. aku akan keluar sebentar, appa memintaku menemaninya menemui rekan bisnisnya”

“selarut ini?”

Yoona melirik jam dinding yang tepat mengarah ke angka sebelas.

“ne.. karna setelah bertemu appa, mereka akan langsung kembali ke Cina”

“Oh.. berhati-hatilah”

“ne.. aku hanya sebentar”

Mengambil jaket yang tergantung, Siwon lantas menyambar kunci mobil dari atas meja, sesaat sebelum ia berhasil membuka knop pintu Junseo menangis kencang membuat Siwon langsung menghentikan langkahnya.

Junseo menyentak kan puting Yoona dari mulutnya seolah enggan atau tak mau lagi menerima asi dari Yoona.

“Jun ah..gwechana? Oemma disini sayang..”

Yoona lantas meraih tubuh mungil Junseo dan mendekap dalam pelukan nya, mencoba untuk menenangkan putranya.

Hal itu membuat Siwon berbalik,kembali mendekati Yoona.

“aku tak akan pergi jika Jun seperti ini..”

“gwechana yeobo.. dia akan kembali tenang. Pergilah.. appa pasti menunggu mu”

“kau tidak apa-apa?”

“Tidak.. hanya pergi dan cepatlah kembali, aku masih bisa menangani Jun”

senyum Yoona untuk meyakinkan Siwon.

“baiklah.. aku hanya sebentar dan akan kembali secepatnya”

Sebelum melangkah keluar Siwon terlebih dulu mengusap kepala Junseo dan memberikan kecupan dikening Yoona. Ia juga menatap Hana yang tertidur dan kemudian melangkah meninggalkan mereka.

>>>

Jam dua belas malam saat deringan ponsel membangunkan Yoona dari tidurnya yang baru sesaat, setelah susah payah berusaha menenangkan Junseo dan membuat putranya kembali tertidur.

“yoboseyo.. ne yeobo waeyo?”

“aku memikirkan mu, bagaimana dengan Jun?”

nada cemas dari suara Siwon bisa dirasakan oleh Yoona pada saat itu.

“jangan khawatir, dia sudah tidur..”

“syukurlah..”

“bagaimana dengan mu? Kau dimana sekarang?”

“appa sedang berbicara dengan rekan nya, aku menunggu di lobi, aku akan segera pulang, sayang..”

“ne..aku akan menunggu mu”

“saranghae..”

“nado saranghae.. tapi aku lebih suka kau mengucapkan nya didepan ku”

“aku akan melakukan nya nanti, tunggu aku kembali..”

“aku selalu menunggu mu, Siwon..”

“Terimakasih sayang..”

Yoona tersenyum menutup ponselnya kemudian kembali memejamkan matanya.

****

Jam satu dini hari tepat saat  Siwon melajukan mobilnya ditengah hujan deras yang mengguyur pada malam itu.

“berjalan lancar, appa?”

“ya.. seperti yang appa harapkan, setelah Changmin dan adikmu kembali dari bulan madu mereka, appa akan membiarkan Changmin menggantikan appa”

“ide bagus.. aku setuju, sudah waktunya appa beristirahat”

Jalanan cukup sepi bahkan tak terlihat ada kendaraan lain yang melintas sampai dari arah berlawanan cahaya yang menyilaukan itu datang dari sebuah mobil yang tanpa kontrol dari pengemudinya menghantam keras mobil yang dikemudikan Siwon hingga menggulingkan nya dijalan raya yang licin akibat hujan yang saat itu mengguyur semakin deras.

Tak bisa mengantisipasi apapun, Siwon hanya merasakan tubuhnya berguling dan yang ada dipikiran nya hanya satu, Yoona menunggunya kembali. Itu apa yang terus berputar-putar di pikiran nya, sebelum akhirnya semua berubah menjadi gelap tanpa ia tahu apa yang sudah terjadi.

****

Tangisan kencang dari Junseo kembali membuat Yoona terjaga dengan panik hingga tanpa sadar menyenggol gelas yang kemudian terjatuh dan menjadi pecahan-pecahan kecil, dan lantas menyadari bila Hana juga terbangun setelah meneriakkan nama Siwon dari dalam mimpinya.

“Daddy.. Daddy..!! mommy, daddy dimana??”

****

Tangan gadis itu gemetar saat mengambil ponsel dari atas dasboard mobil nya.

“Aboji.. apa yang sudah ku lakukan? Tolong aku..”

“Fanny ah..gwechana? Apa yang terjadi sayang..?”

“mobil itu.. mobil itu terguling aboji.. Aku.. aku menabraknya..aku takut, Aboji tolong aku…”

*

*

*

*

*

*

To Be Continued~

@joongly

122 thoughts on “YOU’re MINE [13]

  1. Aduuuh kok nyesek banget ya baca bagian akhir chapter ini,kaki jg jd ikutan lemes.apa krn aku jg seorg ibu dan seorg istri ya?suamiku jg lg pergi,jd parno sendiri takut kayak yoona (edisi curhat)
    Semoga siwon gpp deh,dan trnyata yg nabraknya tiffany?padahal mereka baru berbahagia krn prnikahan sooyoung.

  2. Eeh yailah pake acara kecelakaan mana s fany lg yg nabrak .. sesuatu bgt yaaah yah ya ampun wonppa.. jgn blg abis ini wonppa hilang ingatan. Andweeeeeeee

  3. Aigo… Anak YW Lengkap ya,
    senang melihat keluarga mereka. tak ku sangka mereka akan bahagia, di tambah lg dgn Soo Yoong dan Changmin mereka akhirnya menikah setelah sblmnya pertemuan mereka yg sangat konyol. Lucu bgt lihat kisah mereka mau tertawa aja bacanya.

  4. Senang deh lihat YW akhirnya mereka memiliki kluarga yg lengkap, apalagi mereka mndptkn sepasang anak. Dan lbh bahagianya lgi Soo akhrnya menikah dgn Chang Min, stelah sblmnya Soo smpt kesal dgn Chang Min yg sllu di anggapnya menyebalkan dan pda akhirnya benih2 cinta itu akhirny dtg meski sblmnya Chang Min lh yg lbh dulu mnyukai Soo, hehe…
    Yuri bakal menemukan jodohnya ni tinggal Jessica yg blm mndptkannya
    o ia aku merasa Jun rewel bgtu mngkin pirasatnya mengatakan klo daddy nya bakal mendapat musibah, ya ampun baru aja YW bersatu

  5. Omo oppa knpa?aish bru mrsakan bhagia sbntar.masa hrus sdih lgii.ahh fany eonni yg nabrak?aduh bgaimana dngan yoona eonni.apalgi soo eonni bru mnikah dan sdang blan madu.smoga wonpa dan appa-nya gaknpa knpa

  6. Happy tuh buat Changmin-S00y0ung yg baru nikah & menular ke Yunh0 yg d c0mblangin dgn Yuri,.
    D awal Siw0n udah pgn punya anak laki2 biar bisa ngejaga keluarga.a kalau dia prgi (kyk udah ngasih isyarat),, Apalagi Jun yg nangis terus & Hana yg neriakin nama Daddy d mimpinya,.
    Parah bgt Fany, dalang yg nyebapin Siw0n & Appa.a ngalamin kecelakaan,.

  7. Ouh~ sooyoung married.a d cp. ini?🙂 dh bisa ditebak klo tiffany masuk jadi other cast.a brarti crita masih brlanjut…….. dn gk akan pendek secara kak joongly klo buat ff kn superrrrrrrrrrr, panjang bener dah …….. tapi skali baca ff.a puas

  8. Oh,,my,,,kumohon,,,won pa ma appa nya jgn knpa2,,cobaan apa lagi ne?pi wat so slmat atas prnikhan nya,,yuri uga kyak nya dh nemu blahan jiwa nya

  9. Ya ampun siwon dan tn.choi bagaimana???
    Apakah parab luka mereka???
    Dan yoona sampek gemetaran gitu…
    Dan gernyata yg nabrak adlah tiffany.mm
    Bagaimana kelanjutannya? Penasaran berat

  10. Cobaan silih berganti
    Gak ada habisnyaa
    Baru mengecap kebahagiaan..
    Yg baca mau nangiss
    Nyesek banget.. daddy jangan sampai kenapa2 lagi
    Hiks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s