Fanfiction

YOU’re MINE [12]

Happy Reading~

~

~

~

~

~

~

~

Setelah memarkirkan mobil nya, Siwon segera berjalan masuk menuju kafe yang tadi disebutkan Yoona melalui telpon. Namun langkah nya yg terburu-buru membuatnya tanpa sengaja menabrak seorang wanita muda yang baru saja keluar dari kafe yang sama yang akan ia masuki.

Siwon lah seseorang yang tanpa sengaja telah menabrak Fany dan membuatnya sedikit merintih memegangi bahunya yang terasa nyeri.

Siwon segera meminta maaf dengan mengatakan ia sedang terburu-buru pada saat itu, namun Fany sepertinya tak menerima alasan yang seperti itu.

“Kau…”

“sekali lagi maafkan aku, nona..”

“tetap saja kau tak bisa dengan hanya mengatakan alasan seperti itu”

“bukankah aku juga sudah minta maaf, lalu apalagi yang anda inginkan, nona?”

“euh.. bukan begitu, maksudku…”

“maaf untuk kesalahanku yang tak sengaja menabrakmu, dan satu lagi maaf karna aku harus segera masuk ke dalam…”

“hei…tunggu!!”

Siwon mengacuhkan ucapan Fany dengan segera meneruskan langkahnya masuk kedalam kafe. Hal itu yang kemudian membuat Fany mendecak kesal, ia berniat menyusul Siwon masuk namun sang asisten mengingatkan bahwa mereka harus segera pergi, ada jadwal lain yang sedang menunggu fany dan lagi rasanya tak perlu membesarkan hal-hal sekecil itu, hanya sepele dan Fany pun tak mengalami luka sedikitpun di tubuh nya yang nantinya mungkin akan menghambat karier nya sebagai seorang model, intinya ia tak mengalami kerugian apapun kecuali waktu nya yang sedikit tersita.

“baiklah aku akan melupakan hal ini..”

>>>

“Daddy..!!”

Begitu pintu kafe terbuka dan kedua mata beningnya menangkap sosok Siwon yang terlihat mencari sesuatu, Hana langsung menyerukan namanya. Ia berdiri dari duduk nya dan segera berlari untuk menghambur kepelukan Siwon yang langsung tersenyum merentangkan kedua tangan nya.

“daddy menyusul kami..?”

“aigoo.. bukankah mommy dan halmoni mengatakan kau menghilang tadi, mana mungkin daddy tak khawatir..”

“ehhehehee.. I’m sorry daddy,  Hana sedikit bosan, jadi Hana keluar dari toko tadi”

“tapi kau tak boleh menghilang begitu saja. Seharusnya kau memberi tahu mommy atau halmoni sayang.. agar mereka tak cemas mencarimu”

“Okey daddy…maafkan Hana. euh daddy tau tidak, Hana menemukan sesuatu yang menarik”

“Oh…benarkah? Apa Hana tak akan mengatakan pada daddy..”

“eumm…Hana ingin menjadi seorang model”

bisik Hana ditelinga Siwon dan cukup untuk membuat Siwon mengerutkan dahi, sedikit terkejut namun akhirnya tertawa.

“why.. mommy bilang Hana bisa melakukan nya nanti..”

“tapi kau masih terlalu kecil sayang..”
Ucap Siwon sambil mencubit gemas kedua pipi Hana.

“tapi Hana sudah bisa berpose seperti aunty Fany..”

“aunty Fany? Who’s she?”

“aunty Fany seorang model, daddy.. tadi Hana melihatnya berfoto disini”

“lalu..?”

“Hana juga ingin difoto seperti aunty Fany”

“baiklah.. daddy yang akan mengambil foto Hana nanti.”

“Oh, thank you dad.. Apa daddy akan menjadi fotografer untuk Hana?”

Siwon mengangguk dan Hana langsung memberikan ciuman di pipi Siwon.

Yoona dan Ny.Choi hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Hana.

“kalau begitu daddy harus melihat bagaimana Hana berpose seperti aunty Fany.. aunty bilang Hana sangat cute tadi..”

Tentu saja apa yang kemudian dilakukan Hana saat itu membuat Siwon kembali tertawa. benar saja putri kecilnya memang benar-benar cute,sangat menggemaskan dengan segala tingkahnya yang tak terduga.

“aigoo…aigoo you’re really cute dear, baiklah ayo kita pulang ambil kamera dan lakukan pemotretan, kau setuju..”

“Uh, yes daddy..”

Hana tersenyum puas dan kembali memberikan pelukan pada daddy nya.

“kajja umma…”

Yoona akhirnya mengajak Ny.Choi untuk mendekat pada Siwon dan Hana.

“mommy, halmony.. daddy juga bilang Hana bisa menjadi model”
  
“benarkah? Kalau begitu Hana bisa jadi model baju rancangan mommy”
Ucap Ny.Choi tak kalah senang mendengar celotehan dari cucunya.

“really mom? Apa Hana bisa melakukan nya?”

“tentu saja, tapi nanti setelah Hana bertumbuh dewasa..”

Hana tersenyum mendengar jawaban mommy nya, kini tangan nya digandeng sang halmoni untuk keluar dari kafe, sementara Yoona segera merangkul Siwon, berjalan bersama meninggalkan kafe tersebut.

“umma…pulang bersamaku saja, biar nanti supir kita yang membawa barang belanjaan nya”

“Oh…baiklah, kajja Hana ya..”
Ny.Choi masih menggandeng tangan Hana sambil mendengarkan lagi celoteh nya saat berjalan menuju mobil yang tadi dibawa Siwon.

“yeobo mianhae…aku membuatmu cemas”
Sesal Yoona pada Siwon.

“gwechana…aku tahu kau pasti jauh lebih cemas tadi”

“ne…aku benar-benar ceroboh. Aku terlalu asik sendiri tadi, hingga tak tahu jika Hana merasa bosan disana”

“sudahlah.. tak usah disesali toh hana juga kini bersama kita, jadikan saja sebagai pembelajaran jadi kedepan nya tak akan terjadi lagi”

“kau tak marah padaku?”

“aniy…aku takkan bisa marah padamu, jika aku marah kau pasti takkan memberikan apa yang ku mau”
ucap Siwon penuh arti namun Yoona kurang memahami nya.

“apa maksudmu?”

“ini privasi, kau akan tau nanti..ada oemma, jadi jangan membicarakan disini”

“Ishh.. Siwon..”

Yoona mencubit pelan pinggang Siwon, sepertinya ia sudah mengerti apa yang Siwon maksud. Keduanya lantas sama-sama tersenyum dan masuk kedalam mobil dimana Ny.Choi dan Hana sudah berada didalam nya__

***

Sesuai dengan  jadwal keberangkatan yang sudah direncanakan hari itu, Siwon dan Yoona juga Hana akan kembali ke Korea. Walau masih berat hati melepas mereka kembali ke Korea, Tn. dan Ny.Choi sengaja mengantar  sampai ke bandara.

“appa, umma…aku pulang ya? Kapan kalian akan pulang ke Korea?”
pamit Yoona seraya memberikan pelukan hangatnya.

“ne.. oemma juga ingin sekali tinggal lagi di sana, tapi appa mu… bujuk dan mintalah padanya untuk pensiun”
Ny.Choi membalas pelukan Yoona di tubuhnya.

“ne…appa, kurasa sudah saatnya appa pensiun dan tinggalah bersama kami di Korea”

“aigoo…istri dan menantuku mengapa tiba-tiba jadi bersekutu seperti ini”
Tn.Choi tersenyum menggeleng-geleng kan kepalanya.

“andaikan saja appa punya satu anak lagi untuk menggantikan ku, appa juga pasti sudah memilih pensiun, Siwon sudah mengurus yang ada di Korea jadi siapa lagi yang bisa appa andalkan?”

“masih ada Sooyoung, appa…”
ucap Siwon langsung menimpali.

“kau ini…adik mu itu perempuan, appa tak tega membiarkan nya menggantikan ku..”

“maka appa cari saja menantu yang tepat untuk menggantikan appa…”

“Oh ya kau benar Siwonie..”
Tn.Choi menepuk bahu Siwon, terlihat setuju dengan usulan nya.

“iya…itu juga yang ingin umma tanyakan, apa Sooyoung sudah punya kekasih?”
Sela Ny.Choi bertanya pada Yoona.

“aniyo umma.. kurasa belum, dia terlalu susah untuk didekati”

“aigoo…gadis itu memang masih tetap sama, belum bisa menghilangkan sifat acuh nya pada pria. Siwonie…apa kau tak punya teman untuk kau kenalkan pada adikmu?”

“tenanglah umma.. Sooyoung pasti akan menemukan belahan jiwanya, jangan khawatir bersiaplah saja menyambut calon menantu nanti..”
Semua tampak langsung tertawa setelahnya, membicarakan seorang Choi Sooyoung yang entah apa yang sedang di lakukannya pada saat itu, kecuali Hana yang sama sekali tak mengeluarkan suaranya
Ia mrmberengut bingung dengan ke empat orang dewasa yang ia tak mengerti apa yang sedang mereka perbincangkan saat itu.

“Ayo sayang.. pesawatnya sebentar lagi take off”

Kembali mereka saling memberikan pelukan perpisahan sebelum melangkah masuk lebih jauh ke dalam.

“bye bye Halmoni…bye Haraboji”

Hana mengakhirinya dengan memberikan lambaian tangan nya, pada Tn. dan Ny.Choi yang juga balas melambaikan tangan untuk cucu satu-satunya bagi mereka saat ini. Kedua tangan kiri dan kanan Hana kemudian digandeng oleh mommy dan daddy nya, ketiganya tersenyum bahagia setelah cukup puas berada di Jepang selanjutnya kesibukan di Korea sudah menanti mereka__

“Yeobo.. kau tak memberi tahu Sooyoung kita sudah pulang?”

Pertanyaan Yoona pada Siwon yang saat itu sedang menggendong Hana yang masih tertidur pulas, setelah kurang lebih dua jam perjalanan mereka baru saja mendarat di Korea dan turun dari pesawat.

“aku sengaja tak memberitahu nya, biarkan ini jadi kejutan..”

Mereka kemudian menuju mobil yang telah menunggu. Sebelumnya Siwon yang sudah menyempatkan menelpon supir untuk menjemput mereka dibandara.

>>>

Sooyoung merasa semakin kesepian saja dirumah sendiri, sedari tadi ia hanya dikamar bermalas-malasan karna hari itu memang hari minggu, jadi ia terbebas dari tugas, tak perlu ke kantor dan berurusan dengan tumpukan berkas-berkas yang kian hari semakin membuatnya sakit kepala.

Ia sepertinya memang tak mengetahui jika Yoona dan Siwon pulang sore itu, setengah jam yang lalu ia telah menghubungi Changmin untuk datang dan menemaninya dirumah.

“nona Tn. Changmin sudah datang..”

“ne…aku akan turun”

ucapan dari seorang ahjumma yang menjadi salah seorang pelayan rumahnya menandakan bahwa Changmin benar menuruti permintaan Sooyoung, gadis yang baru beberapa hari itu menjadi kekasih nya.

“Oppa, kau datang..”

ucap Sooyoung riang saat berjalan menuruni anak tangga rumahnya untuk menghampiri Changmin yang sudah duduk disofa dan menyalakan televisi didepan nya.

“mana mungkin aku tak datang jika kau yang memintaku…”

Sooyoung tak lantas duduk, ia berjalan membuka kulkas yang berada didekat dapur kemudian mengambil dua minuman kaleng dari dalam nya.

“kapan Siwon akan pulang?”

“molla…sepertinya Siwon oppa sengaja mengerjai ku dengan berlama-lama berada di Jepang. enak sekali.. dia pasti melakukan bulan madu kedua disana.”

Changmin justru terkikik mendengar nya.

“apa yang kau tertawakan? Kau pikir ini lucu..”

Sooyoung justru cemberut dan langsung memalingkan wajahnya dari Changmin.

“ekspresimu lucu.. kau terlihat seperti anak kecil”

“yak…oppa, aku sedang kesal tak bisakah kau menghibur ku bukan nya malah menertawakan ku.

“baiklah.. aku akan menghibur mu, kajja kita pergi.

Changmin menarik tangan Sooyoung agar mengikutinya.

“Euh.. kita mau pergi kemana oppa?”

“kemana saja yang kau mau.. kita akan pergi ketempat itu, palliwa…”

“tunggu oppa.. aku perlu berganti baju terlebih dulu”

“tak perlu, kau sudah terlihat cantik sekarang..”

Sooyoung terdiam merasakan  wajahnya yang tiba-tiba memanas setelah mendapat pujian singkat dari Changmin. Ia menurut dan mengikuti Changmin yang lantas menggandeng tangan nya untuk keluar.

Baru saja Changmin membuka pintu rumah itu, mereka sama-sama terkejut atau lebih tepatnya di kejutkan oleh kedatangan Siwon dan Yoona.

“Oh…Oppa, Yoongie..”

ucap Sooyoung kaget dan langsung melepaskan tangan Changmin yang menggenggam tangan nya dan sedikit bergerak menjauhkan tubuhnya.

Siwon dan Yoona juga cukup terkejut melihat Sooyoung yang biasa nya selalu ribut bila sudah bertemu dengan Changmin, namun saat itu yang mereka lihat justru sebaliknya, keduanya justru sedang bergandengan tangan hendak keluar dari dalam rumah, membuat Yoona maupun Siwon sama-sama mengerutkan kening melihatnya.

“kalian..?!”

“Oh Yoongie bogoshiposo.. ”

Sooyoung langsung memeluk Yoona berusaha mengalihkan perhatian dan tatapan heran dari Yoona dan juga Siwon, darinya.

“Oppa bogoshipo.. Ah, Hana sedang tidur, aku tak bisa memeluk mu oppa, Aigoo…kenapa tak memberitahu ku kalian akan pulang..”

Mereka semua justru diam mendengar Sooyoung yang terus berbicara dengan canggung.

“waeyo.. kenapa menatap ku seperti itu? Kalian tak akan masuk?”

“kau terlihat aneh Sooyoungie..”

Komentar Siwon seraya masuk ke dalam rumahnya masih dengan menggendong tubuh Hana yang sepertinya mengalami kelelahan setelah perjalanan mereka dari Jepang.

“Changmin, tunggulah sebentar.. aku akan menidurkan Hana, setelah itu kurasa ada yang harus kita bicarakan?”

Changmin hanya mengangguk dan membiarkan
Siwon berjalan menaiki anak tangga menuju lantai dua rumahnya dimana kamar Hana berada disana. Yoona pun langsung mengikuti dibelakang nya.

“Oppa ottokhae?”

bingung Sooyoung bertanya pada Changmin setelah Siwon dan Yoona tak lagi berada diantara dirinya dan Changmin.

“maksudmu..?”

“aishh…kau ini, apa yang akan kita katakan pada Siwon oppa?”

“apalagi.. tentu kita akan mengatakan tergantung pada apa yang nanti mereka tanyakan, gampang kan..”

Sepertinya Changmin memang terlihat jauh lebih santai bila dibandingkan dengan Sooyoung yang seolah sudah tertangkap basah melakukan kesalahan besar. Tentulah Sooyoung merasa demikian, ia yang dulu antipati dengan keberadaan Changmin sekarang justru berduaan dengan orang yang sempat dianggap nya menyebalkan.

“Aishh…aku perlu meminum segelas air untuk menenangkan diriku”

Sooyoung memukul-mukul dadanya yang berdetak cukup kencang sambil berlalu mengambil segelas air didapur kemudian meneguk nya dengan cepat. Sungguh reaksi yang berlebihan dan membuat Changmin justru terlihat geli karenanya.

>>>

“Siwon.. menurutmu apa yang sedang mereka berdua lakukan tadi?”

tanya Yoona sambil menggantikan pakaian Hana dengan piyama tidur.

“mungkin mereka sedang membahas urusan kantor”

“kurasa bukan itu, ada hal lain sepertinya yang membuat Changmin oppa berada disini”

“Apa maksudmu sayang?”

“yeobo, mungkinkah Sooyoung dan Changmin sudah mulai dekat?”

setelah selesai mengganti pakaian Hana,Yoona kemudian memasangkan selimut untuk menutupi tubuh sang putri, setelahnya ia mendekat pada Siwon.

“secepat itu kah? Bukan kah kau juga melihat bagaimana tak suka nya Sooyoung pada Changmin..?”
Sepertinya Siwon sedikit tak yakin dengan apa yang Yoona simpulkan.

“hati seseorang mana ada yang bisa tahu, yeobo.. kajja kita temui mereka..”

Yoona mengajak Siwon keluar dari dalam kamar Hana. keduanya lantas turun dan bergabung dengan Sooyoung dan juga Changmin yang masih berada diruang tengah, mereka menduduki dua sofa yang saling berhadapan.

“Siwonie.. bagaimana liburan kalian di Jepang?”
tanya Changmin mengawali perbincangan diantara mereka.

“menyenangkan…”
Ungkap Siwon seraya tersenyum senang.

“Ishh…oppa tak memperdulikan perasaan ku”
kesal Sooyoung sambil menatap pada Siwon.

“wae..? kau terlihat baik-baik saja, bukankah kau juga merasa senang kami tak dirumah?”

“yeobo kau ini.. lihatlah Sooyoung, kau membuat wajahnya terlihat memerah”

“yak..! kalian berdua kenapa senang sekali membuat ku kesal…”

Sooyoung mendekat duduk disebalah Yoona, hal itu yang langsung dimanfaatkan Yoona untuk menanyakan sesuatu yang sedari tadi membuatnya penasaran.

“Oh, Sooyoungie.. tadi waktu kami datang sebenarnya kalian akan pergi kemana?”

“euh.. tadi? itu…kami…”
Sooyoung kebingungan sendiri untuk menjawab pertanyaan Yoona.

“kami ingin pergi kencan..”

ucap Vhangmin dengan santainya tak perduli Sooyoung melebarkan mata dan kemudian menatapnya dengan kesal.

“MWO..? Jadi kalian..?”

Kaget Siwon dan Yoona bersamaan, namun sedetik kemudian mereka justru tertawa dibuat nya.

“yak.. Shim Changmin apa yang kau katakan? Anio Siwon oppa, Yoona bukan seperti itu hanya saja..”

“Ya ya ya.. Choi Sooyoung, jadi kau tak menganggap kekasih mu ini..”
kini berganti Changmin yang memasang wajah protes pada Sooyoung yang tak mau mengakui yang sebenarnya.

“aigoo.. sebenarnya apa yang terjadi selama kami tak ada? baru ditinggal beberapa hari kalian sudah berkencan..? dan Sooyoungie, bukan kah kau mengatakan padaku tak tertarik pada Changmin..”

“yak… Yoona, kapan aku mengatakan itu? aniyo rasanya aku tak pernah mengatakan hal semacam itu…”

“jadi sebenarnya kau sudah lama tertarik padaku, sejak kapan Soo? Apa jangan-jangan dari pertama kita bertemu di bandara kau sudah tertarik padaku…”

“Oppa..!!”

Sooyoung bertambah kesal, semua jadi terus meledek dan menggodanya, membuat nya tak bisa lagi mengelak dan akhirnya mengakui dia dan Changmin sedang menjalin hubungan yang lebih dekat

“jadi sebenarnya apa yang membuat kalian akhirnya berkencan?”

Tanya Siwon sedikit serius, Changmin menatap Sooyoung meminta agar ia yang mengatakan nya. Seketika raut wajah Sooyoung berubah sendu dan matanya mulai berkaca-kaca mengingat kejadian buruk yang sempat  di alaminya.

“Malam itu seseorang melecehkan ku dengan mencoba merampas kehormatan ku”

“APA??”

Siwon dan Yoona tercengang mendengarnya terlebih Siwon, ada lebih banyak rasa bersalah yang ia rasakan pada saat itu.

Bagaimana tidak, mendengar Sooyoung menceritakan kejadian pahit yang menimpanya, mau tak mau memaksa Siwon mengingat lagi kebodohan nya dimasa lalu.

Melihat Sooyoung meneteskan airmata menahan amarah dan kebencian nya semakin membuat Siwon merasa ini lah yang mungkin disebut karma, tapi mengapa justru sang adik, Sooyoung lah yang harus menanggung nya. Bukankah seharusnya dirinya yang pantas mendapat hukuman.

“mianhae, aku permisi..”

“Oppa..”

Siwon berdiri tak menjawab panggilan pelan dari Sooyoung padanya. Ia kemudian berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya. Entahlah tapi ia merasa tak cukup kuat untuk berada dalam situasi saat itu. Yoona yang sedari tadi menggenggam tangan Sooyoung hanya diam melihat sikap Siwon, ia tahu pasti Siwon akan menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang Sooyoung alami.

“gwechana…aku akan bicara dengannya”

Yoona melepas genggaman tangan nya pada Soo, untuk kemudian segera menyusul Siwon. Changmin yang tak mengerti akan perubahan suasana yang terjadi saat itu segera mendekat dan memberikan pelukan nya pada Sooyoung.

“gwechana.. bukankah kau sudah janji akan melupakan dan takkan menangis karna itu,huh?”

“oppa..”

“aku akan menjagamu, tenanglah..”

Sooyoung masih meneteskan airmatanya dalam pelukan Changmin yang masih mencoba menenangkan nya, membelai lembut rambut nya dan mempertahankan pelukan hangatnya.

“kau tahu kenapa Siwon bersikap seperti itu?”

mendengar pertanyaan Changmin, Sooyoung pun langsung melepas pelukan diantara keduanya. Ia mengangguk mengiyakan sepertinya ia memang tahu apa yang dirasakan Siwon saat itu. Tentu saja itu karna dulu Sooyoung juga yang mati-matian membuat Siwon agar tak semakin terpuruk dalam penyesalannya. Ia juga yang terus membangkitkan semangat sang kakak agar mau mengembalikan semua kembali normal meski pasti keadaan tak akan menjadi sama seperti sebelum nya.

Dan nyatanya ia berhasil, berhasil membuat oppa nya bertanggung jawab dengan perbuatan nya meski harus menggunakan kebohongan saat itu dan berbagai jalan yang cukup panjang hingga akhirnya kini ia bisa mengatakan Oppa nya telah meraih kebahagiaan nya walaupun semua berawal dari sebuah kesalahan fatal tapi memang garis tangan Tuhan tak ada yang mungkin bisa menebak nya.

“wae?”

Changmin menggoyangkan bahu Sooyoung, menyadarkan dari lamunan nya.

“oppa.. kurasa kau perlu tahu kisah yang sudah dilalui Siwon oppa dan Yoona”

“maksud mu..?”

“Ya.. aku tahu apa yg membuat Siwon oppa seperti itu, dan itu berhubungan dengan masalalu nya”

Sooyoung berdiri dari duduknya,kemudian mengulurkan tangan agar Changmin meraih nya.

“kajja oppa.. aku akan ceritakan apa yang tadi aku masud, tapi jangan disini, kita cari udara segar diluar..”

>>>

Siwon terdiam dengan perasaan nya sendiri, apa yang tadi diceritakan oleh Sooyoung memang sangat mengejutkan untuk nya.

Terlebih dirinya dulu berada diposisi yang sama seperti pria keparat yang hampir saja menghancurkan kehidupan Sooyoung andai Changmin tak datang pada waktu yang tepat seperti apa yg tadi Sooyoung katakan.

Yoona yang kemudian menyusul Siwon masuk ke dalam kamar mereka, mencoba mencari tahu apa yang saat itu Siwon pikirkan meski ia sendiri tahu jawaban nya pasti tak akan jauh berbeda dengan apa yang berada dalam pemikiran nya.

“yeobo..”

Yoona meraih tangan Siwon dan menggenggam nya, dapat ia lihat tatapan sendu yang mengisyaratkan kesedihan terpancar dari kedua mata Siwon yang kini menatapnya.

“yeobo.. Apa yang kau pikirkan? Kau tak ingin berbagi dengan ku..?”

Ucap Yoona dengan suara lembut dan tatapan penuh keteduhan.

“katakanlah padaku.. Pasti semua karna cerita Sooyoung tadi kan?”

“pantaskah aku menerima semua ini?”

satu kalimat terlontar dari mulut Siwon.

“bukankah ini terasa aneh, aku mendapatkan kebahagiaan setelah aku menghancurkan hidup mu, dan mengapa Sooyoung yang harus menerima akibatnya? apa ini yang dinamakan karma? tapi tak seharusnya Sooyoung yang menanggungnya”

Benar ternyata apa yang ada dibenak Yoona, Siwon kini sedang menyalahkan dirinya sendiri.

“yeobo sudahlah.. Tak ada yang perlu dikhawatirkan, apalagi sampai menyalahkan dirimu sendiri. Sooyoung baik-baik saja sekarang”

“itu karna kebetulan ada Changmin yang menolongnya, bagaimana kalau tidak…bukankah sangat pasti Sooyoung akan bernasib sama seperti dirimu waktu itu, dipaksa menyerahkan kehormatan nya pada pria brengsek seperti ku, siapa yang pantas disalahkan selain aku..? aku, Yoona.. Aku yang membuat Sooyoung mengalami semua itu”

“Oh Tuhan Siwon.. apa yang kau katakan? Dengarkan aku.. di dunia ini aku tak percaya dengan adanya kebetulan, semua sudah diatur dan semua sudah di gariskan Tuhan untuk dijalani, jika dulu tak ada seseorang yang menolongku saat kau melakukan itu, itu karna memang sudah takdirku dan jika Sooyoung mengalami apa yang kurasakan itu juga karna memang apa yang harus dia jalani, bukan kebetulan jika pada saat itu Changmin datang menolongnya tapi memang Tuhan sengaja merencanakan semua itu sebagai jalan menyatukan mereka. Bukan karma seperti yang kau sangkakan, bukan.. jangan menyebutnya seperti itu, yeobo”

Siwon meraih tubuh Yoona, kemudian memeluknya erat.
Yoona menunjukan sikap yang dewasa, tak sedikitpun ucapan nya yang memojokan Siwon, justru seperti Yoona tengah menjelma menjadi sosok malaikat baginya.

Siwon masih saja mempertahankan posisinya,memeluk dengan erat tubuh Yoona sungguh cara paling ampuh untuk menenangkan perasaan dan pikiran nya.

“yeobo..”

panggil Yoona pada Siwon, karna ia merasa Siwon sudah terlalu lama memeluknya.

“hm..”

“apa kau takkan melepaskan pelukan mu?”

Siwon akhirnya melepas pelukan nya dan Yoona memberikan senyum menatap nya.

“gomawoyo.. Kau membuatku merasa lebih baik”

“itu yang akan terus aku lakukan, aku tak akan mengijinkan mu mengaitkan hal buruk yang terjadi berdasar pada kesalahan mu dimasalalu.. aku tak mau kau terus menengok ke belakang karna semua sudah berlalu dan percayalah aku sudah melupakan semua itu. Aku melihat masa depanku adalah bersamamu..”

Siwon tersenyum mendengar ucapan Yoona kemudian memberikan kecupan didahi nya.

“gomawoyo.. Tetaplah berada disamping ku karna aku tak mungkin bisa jauh darimu”

“ne.. dan ingat apa yang kukatakan, jangan lagi menyalahkan dirimu,arraseo..!”

Siwon mengangguk mengiyakan,Yoona kembali tersenyum ia pun kemudian memberi kecupan dibibir Siwon.

“aku akan mandi kemudian beristirahat, badan ku terasa lelah..”

Ucap Yoona yang kemudian berlalu dari hadapan Siwon, dan langsung melangkah ke kamar mandi.

“kau membuat ku sempurna, Yoona..”

gumam Siwon dengan tersenyum penuh kelegaan, ia sejenak mengistirahatkan tubuhnya dengan berbaring diatas tempat tidur.

“yeobo, yeobo.. Siwon kau masih disitu?”

Yoona memanggilnya dengan sedikit kencang dari dalam kamar mandi.

“ne..waeyo?”

“aku lupa mengambil handuk, bisa kau ambilkan untuk ku?”

Siwon pun beralih ke salah satu lemari untuk mengambil handuk dari dalam nya.

“ini handuk mu..”

Ucap Siwon dari luar kamar mandi, sesaat setelahnya Yoona pun segera membuka kuncian pada pintu dan menjulurkan tangan nya untuk mengambil handuk yang diberikan Siwon.

“gomawo..”

Sebelum Yoona kembali menutup pintu, Siwon sudah terlebih dulu menahan dengan menggunakan kakinya.

“Yak yeobo, waeyo?”

“kau mandi terlalu lama.. Aku tak mau menunggumu, jadi sebaiknya apa yang harus aku lakukan?”

“jinjayo.. Kau tak perlu menunggu lagi aku sudah selesai, jadi masuklah..”

Yoona melilitkan handuk ketubuhnya kemudian membuka lebar pintu kamar mandi agar Siwon segera masuk kedalam nya, namun yang terjadi setelahnya Siwon justru menarik nya kembali masuk.

“Yak Choi Siwon apa yang kau lakukan? Aku lelah…”

>>>

Sudah beberapa minggu setelah mereka kembali dari Jepang, kini semua rutinitas kembali normal dengan menjalani aktifitas masing-masing.

“mommy.. Hana ingin diantar daddy ke sekolah hari ini”

pinta Hana ditengah menyantap sarapan paginya.

“kau tanyakan saja pada daddy,apa daddy akan sempat mengantar Hana terlebih dulu atau tidak”

Jawab Yoona yang berada disebelah Hana, menunggu Siwon dan Sooyoung turun untuk sarapan pagi bersama-sama.

“Yak oppa.. kau hampir membuatku terjatuh, bagaimana jika aku berguling ditangga ini..”

Kesal Sooyoung pada Siwon yang saat itu berhasil mendahului nya menuruni anak tangga.

“Oppa..!!”

“aishh.. aku tak sengaja, lagi pula kau juga kan tidak terjatuh jadi tak perlu mengeluarkan suara berlebihan seperti itu”

“tak bisakah oppa berhenti membuat ku kesal..”

Siwon hanya tersenyum menanggapi ocehan Sooyoung yang sudah sangat sering ia dengar.

“good morning dear..”

Siwon mencium pipi Hana sebagai tambahan sapaan pagi untuk putrinya.

“morning daddy.. morning aunty”

Siwon lantas menarik salah satu kursi untuknya duduk.

“daddy.. Hana ingin diantar daddy ke sekolah”

“Okey.. Habiskan makanan nya dan daddy akan antarkan Tuan putri ke sekolah”

Hana terkikik saat Siwon mencubit hidungnya.

“Owh… Sooyoung kau tak sarapan dulu?”

tanya Yoona ketika melihat Sooyoung yang tak juga duduk dan hanya meminum segelas air putih yang Yoona siapkan.

“anio.. Changmin oppa menunggu ku diluar, aku berangkat duluan…”

“kenapa kau membiarkan nya menunggu diluar? Ajaklah dia masuk..”

“jika aku membiarkan nya masuk yang ada dia hanya akan membuang waktu ku dengan mengobrol bersama Siwon oppa”

“sudah sana pergilah..”
Ucap Siwon pada Sooyoung.

“adikmu ini memang akan segera pergi oppa.. Bye Yoongie ya.. bye bye Hana..”

“aunty cantik.. bolehkah Hana pergi bersama aunty dan uncle Changmin?”

“Hana ya, bukankah daddy akan mengantar mu..”

“I’m sorry dad.. tapi Hana berubah pikiran. Hana ingin bersama uncle Changmin”

“aigoo.. Oppa, putrimu menyukai Changmin oppa, Yak Hana ya.. His my boyfriend you know..!”

“I know aunty, but I like him too”

Hana kemudian mengambil tas sekolahnya sebelum berangkat ia tak lupa memberikan ciuman pada Yoona dan juga Siwon.

“mommy, daddy annyeong..”

“enjoy ur class Ok..”

Setelahnya Sooyoung yang menggandeng Hana keluar dari rumah dan menghampiri Changmin yang menunggu didalam mobilnya.

>>>

“yeobo kau tak perlu menjemput ku nanti.. Aku akan pulang bersama Sica”

Ucap Yoona sambil melepas safebelt nya, berniat keluar dari mobil Siwon yang mengantar nya.

“kau yakin Sica bisa mengantarmu?”

“ne.. Sore nanti kami ada janji dengan Fanny”

“Fanny? Nuguya?”

“emm..aku mengenalnya saat kita di Jepang waktu itu, dan kemungkinan dia akan menjadi salah satu model untuk fashion show ku. akan ku kenalkan kau dengan nya nanti”

“baiklah.. jika Sica tak bisa mengantarmu pulang kau harus menghubungi ku”

“nde..arraseo”

Sebelum turun dari mobil terlebih dulu Yoona mencium pipi Siwon,memberikan senyum manisnya dan melambaikan tangan nya saat mobil siwon mulai melaju meninggalkan nya.

Memang bukan hal yang mudah bagi Yoona untuk menggelar sebuah fashion show, meski ini bukan yang pertama karna sebelum nya ia sudah pernah menggelar hal yang sama beberapa kali ketika berada di Paris ketika itu.

Tapi yang digelarnya nanti akan menjadi fashion show pertama untuk nya setelah beberapa bulan terakhir ia kembali ke Korea. Selain memperkenalkan brand rancangannya hal itu juga diperuntukkan mempromosikan butik miliknya.

“Yoona, bagaimana menurut mu?”

Yuri membawa dua buah pakaian yang Yoona desain dan sudah selesai dikerjakan kehadapannya. Membuat Yoona kemudian tersenyum, menandakan ia puas melihat hasilnya.

“tak perlu diperbaiki?”

tanya Yuri kemudian memastikan maksud Yoona.

“tidak usah.. Itu sudah cukup”

Yuri segera berlalu dari hadapan nya dan tak berapa lama giliran Sica yang menghampiri meja kerja Yoona.

“aku sudah menghubungi cukup banyak model untuk bergabung di fashion show nanti”

“Owh..gomawo Sica, lalu Fanny? Bagaimana dengannya.. Kita jadi menemuinya sore ini?”

“itulah yang mau aku sampaikan padamu, lima menit yang lalu dia menelpon dan membatalkan janjinya karna dia harus kembali ke Jepang. Ibunya sakit dan dia juga memintaku menyampaikan permintaan maaf nya karna tak bisa bergabung dalam fashion show nanti”

“hmm.. sayang sekali, padahal aku sangat ingin dia bergabung”

“tenanglah..sudah ada lebih banyak model yang akan membantu kita”

Senyum Sica yang lantas menjauh dari meja kerja Yoona.

Sepeninggal Sica, Yoona meletakkan kertas-kertas gambar desainnya dan menarik nafas pelan untuk merileks kan sedikit pikirannya. Harus di akui ini membuatnya sedikit tegang dan entahlah mungkin karna terlalu memikirkan nya membuat kepala nya sering terasa pusing dalam beberapa hari terakhir itu.

Mengadakan acara yang akan di gelar dalam beberapa hari ke depan membuat Yoona harus menyiapkan semuanya dengan matang dan semaksimal mungkin. Ia jelas menginginkan yang terbaik untuk dipertunjukan nanti terlebih karna akan ada sang ibu mertua yang sengaja sudah ia hubungi. Yoona ingin sang ibu mertua bangga memiliki menantu seperti nya.

>>>

“huuhh.. lelah sekali”

ucapan Yoona yang bisa disebut keluhan didepan sang suami membuat Siwon dengan segera memperhatikan nya yang pada saat itu sedang mencoba meregangkan otot-otot tangan nya. Keduanya sedang berada didalam mobil dan dalam perjalanan pulang sekarang. Karna tak jadi bertemu dengan Fanny, Yoona pun tak jadi untuk pulang bersama Sica dan sesuai pesannya, Yoona menghubungi Siwon untuk menjemput nya.

Sudah sejak tiga hari belakangan, Yoona tak lagi memakai mobilnya sendiri dan justru meminta Siwon untuk mengantar juga menjemputnya.

Yoona  tahu Siwon juga sibuk dan ia seharusnya menggunakan supir saja, tapi ia merasa menginginkan hal seperti itu. Pergi dan pulang kerja bersama dengan Siwon dirasakannya lebih dan sangat menyenangkan.

“apa semua berjalan lancar?”

“ne.. Semua sudah kita persiapkan dengan matang. aku bekerja ekstra untuk fashion show nanti, ini membuat ku lelah yeobo”

Lagi-lagi keluhan yang kembali terlontar dari mulut nya. Rasanya Yoona semakin ingin mendapatkan perhatian lebih dan lebih dari Siwon, dibandingkan sebelum nya.

“kau terlalu memfotsir tubuhmu.. kau perlu lebih banyak istirahat, sayang”

“gwechana.. Aku melakukan nya karna ingin yang terbaik,bukankah umma akan datang menyaksikan ku? Aku ingin menjadi menantu yang terbaik untuk nya”

“kau ini.. kau memang satu-satu nya menantu oemma, maka sudah pasti kau yang terbaik sekarang”

Yoona malah mengerucutkan bibirnya, sedikit merada tak suka dengan candaan Siwon kali itu. Dan melihatnya, tentu saja Siwon langsung memberikan respon.

“Baiklah.. kurasa nanti dirumah aku bisa memijit tubuhmu yang lelah agar kau tak lagi menekuk wajahmu seperti itu”

Benarkan..
Yoona memiliki mata yang berbinar sekarang. Sepertinya ia memang menginginkan sikap Siwon yang selalu bisa memanjakannya dengan berbagai cara.

“jeongmal? Kalau begitu aku ingin kau memijit bahu dan kakiku, semua otot tubuh ku terasa pegal dan kaku”

Mendengarnya Siwon hanya tersenyum, sebelum kemudian mengulurkan sebelah tangan nya untuk mengusap rambut Yoona dan dengan tetap satu tangannya lagi masih berada diatas stir mobilnya. Yoona lah yang lantas meraih tangan Siwon dari atas kepalanya, kemudian memasukan jemari nya disela-sela jari tangan Siwon. Siwon  kembali tersenyum dan mempererat genggaman tangan mereka yang kini saling bertaut.

Tak berapa lama, Akhirnya mereka tiba dihalaman rumah. Setelah mematikan mesin, Siwon terlebih dulu keluar dari dalam mobil tapi Yoona justru tetap bertahan pada posisinya sampai kemudian Siwon membukakan pintu mobil untuknya.

“kau tak mau turun?”

“Ck! Aku kan menunggumu membukakan pintu untuk ku..”

Siwon mengerutkan keningnya heran dengan sikapnya pada saat itu. Jangankan Siwon karna Yoona sendiri saja sepertinya tak mengerti dengan perubahan sifatnya yang dengan cepat berganti-ganti. Biasanya ia tak pernah seperti itu, namun kali itu rasanya Yoona ingin diperlakukan lebih manis oleh Siwon. Dan mungkin itulah salah satu diantaranya, dengan membukakan pintu mobil untuk nya. Terkesan simpel dan biasa, tapi Yoona menjadi menilai lain hal sekecil itu.

Oh..
apakah ia telah berubah semanja itu, hingga hal sekecil itu pun  terpikir olehnya.

Melihat Yoona yang masih juga belum mau turun dari mobil, Siwon kemudian meraih tangan nya, membimbingnya saat keluar dari dalam mobil juga merangkulkan lengan pada pinggangnya ketika kemudian bersama-sama masuk kedalam rumah mereka.

“daddy..mommy..!!”

Lengkingan suara khas dari Hana langsung menyambut mereka. Gadis kecil itu berlari menuruni anak tangga dan langsung menghampiri Siwon yang sudah siap dengan merenggangkan tangan nya untuk memeluk dan juga menggendong Hana, kemudian berputar-putar bersamanya. Hana tergelak terlihat sangat menyukai hal itu. Yoona ikut tersenyum ditengah tawa keduanya.

“hana ya, dimanakah aunty Sooyoung?”

“aunty cantik ada di kamarnya, mom..”

“kau ada perlu dengan Sooyoung?”
tanya Siwon saat menurunkan Hana dari gendongan nya.

“aku ingin memintanya menjadi salah satu model ku..”

itu ide yang tiba-tiba muncul dipikiran Yoona. Dengan menjadikan Sooyoung sebagai model menggantikan Fanny, rasanya tak ada salahnya untuk dicoba..

Yoona melangkah menaiki anak tangga dan meninggalkan Siwon bersama dengan Hana yang masih bercengkrama dengan riang nya. Yoona lantas menuju kamar Sooyoung. Terlebih dulu mengetuk, ia membuka pintunya dan kemudian masuk ke dalamnya untuk menemui Sooyoung.

“Sooyoungie.. Soo, kau dimana?”

“Oh Yoong kau sudah pulang, waeyo?”
Sooyoung baru saja keluar dari dalam kamar mandi.

“ada yang ingin aku bicarakan dengan mu”

Yoona memilih duduk diatas tempat tidur, diikuti Sooyoung yang kemudian melakukan hal yang sama dengan duduk disampingnya.

“ada apa? tumben sekali..”

“emm.. kau tau kan aku akan menggelar fashion show?”
ucap Yoona memulai berbasa-basi.

“ne aku tahu itu, bukankah umma juga akan datang?”

Yoona mengangguk mengiyakan..

“lantas apa hubungan nya denganku? Jika kau memintaku untuk datang, tidak perlu kau lakukan itu, aku pasti akan datang untuk mensupport mu..”

“masalahnya aku kekurangan beberapa model”

ucap Yoona berbohong.

Bukankah tadi sica sudah mengatakan padanya untuk tak khawatir karna ada banyak model yang sudah dia hubungi.

“aku mau kau membantuku kali ini, bisakah kau menjadi model untuk ku?”

“MWO?”
Sooyoung cukup terkejut dengan permintaan Yoona, namun beberapa detik setelahnya ia justru menertawai permintaan Yoona padanya.

“kau sedang ingin bercanda dengan ku? Aigoo…darimana kau mendapatkan ide untuk menjadikan ku model mu..”

“aniyo.. Aku serius,kenapa kau justru mentertawai ku?”

“kau sendiri kan tahu aku belum pernah bersentuhan dengan dunia model atau apalah itu,kurasa aku tak bisa..”

“kau pasti bisa Sooyoungie, lihatlah dirimu..”

Yoona yang lantas menarik tangan Sooyoung untuk berdiri untuk kemudian menghadap kearah cermin meja rias yang berada dikamar itu.

“lihatlah, kau cantik dan tinggi. bahkan lebih tinggi dariku, tubuhmu juga proporsional. cocok sekali bila menjadi model untuk ku”

“anio.. jangan coba merayuku”

“ayolah Soo.. kau tak kasihan padaku? fashion show nya tinggal beberapa hari lagi dan masih banyak yang harus ku bereskan selain masalah model ini, tak bisakah kau membantuku sekali saja..?”
ucapan Yoona yang terdengar memelas membuat Sooyoung menghela napas sebelum akhirnya memutuskan untuk mengiyakan saja permintaan Yoona.

“heuhh.. baiklah, aku akan coba jadi model untuk mu. kenapa tak sekalian saja kau jadikan Sica dan Yuri sebagai modelmu..”

“ide bagus Sooyoungie, tapi.. tak mungkin ku lakukan karna mereka yang membantuku menyiapkan semuanya, mereka bahkan lebih banyak ku repotkan. Thanks aunty cantik, besok kau bisa datang ke butik dan kita lakukan fitting untuk menentukan pakaian yang cocok untuk mu”

“ini pertama dan terakhir aku mau menjadi model untuk mu.. kau harus memberiku harga yang pantas, Yoong”

Yoona hanya menanggapi dengan senyuman dan langsung keluar dari kamar Sooyoung.

Setelah dari kamar Sooyoung, Yoona  langsung menuju ke dalam kamarnya. Ia telah merasa hari itu benar-benar melelahkan,sangat lelah bila dibandingkan dengan hari kemarin. Sepertinya ia memang perlu meminta Siwon untuk menepati ucapan nya yang akan memijat tubuhnya.

Masuk kedalam kamar Ia melihat Siwon yang sedang membacakan buku cerita untuk Hana.

“daddy, bisakah Hana mempunyai white rabbit seperti Alice?”

Ia dapat mendengar Hana yang mulai berceloteh disela-sela cerita yang dibacakan Siwon untuk nya. Yoona kemudian menghampiri keduanya yang sedang berada diatas tempat tidur.

“mommy lihatlah.. bukankah white rabbit ini sangat lucu”

Begitu melihatnya, Hana langsung menunjukan pada sang mommy sebuah gambar yang berada dalam buku cerita itu.

“ne.. sama menggemaskan nya seperti mu, Hana ya..”

ucap Yoona sambil mencubit pelan sebelah pipinya dan Hana justru tertawa karena itu.

“yeobo ya.. Kau harus menepati ucapan mu”

“hm..? ucapanku yang mana yang kau maksud?”

Tanya Siwon pada Yoona, sambil menepuk tempat disebelahnya mengisaratkan agar Yoona lebih dekat padanya. Tapi sepertinya ia masih lupa dengan janjinya tadi.

“kau bilang akan memijit tubuhku tadi..”

Yoona kemudian bergelayut menyandarkan kepalanya dibahu Siwon. Ia dapat melihat Hana yang sudah tak memperhatikan lagi buku ceritanya, dan kini justru sibuk memainkan ponsel Siwon yang tergeletak ditempat tidur.

“mandilah dulu agar kau lebih segar..”

Siwon kemudian meraih tangan nya dan memainkan jemarinya. Ia pasti tak sadar jika apa yang dilakukannya pada saa itu justru membuat Yoona merasa tak ingin menjauh darinya bahkan untuk sekedar mandi guna menyegarkan tubuhnya. Yoona lebih memilih berlama-lama mengistirahatkan tubuhnya dengan bersandar seperti itu padanya.

“Oh, Siwon kapan oemma datang?”

“sepertinya besok.. waeyo?”

“apa halmoni akan kemari?”
Hana menyela ditengah pembicaraan yang baru dimulai oleh  Yoona dan Siwon. Meski asyik memainkan ponsel ditangan nya ternyata Hana masihlah menyimak pembicaraan sang mommy dan daddy nya.

“iya sayang halmoni akan kemari,kau senang?”

“Yes mom.. really happy”

Gadis kecil itu langsung kembali memainkan ponsel ditangan nya.

“Sooyoung mau menjadi model untuk mu?”

“tentu saja…setelah aku merayunya dia tak bisa menolaknya”

“semoga dia tak mengacaukan fashion show mu”

“kau ini ada-ada saja…”

“mommy, apa aunty akan menjadi model? Hana juga ingin mom…kenapa mommy tak mengajak Hana?”

Hana memberengut, ternyata ia memang benar masih menyimak obrolan Yoona dan Siwon. Saat itu bahkan ia telah meletakkan ponsel nya dan beralih mendekati sang mommy.

“mommy, Hana ingin menjadi model seperti aunty..”
rajuknya sambil memeluk, mencoba merayu sang mommy agar memenuhi keinginan nya.

“kau masih terlalu kecil sayang..”
 
Yoona berucap lembut, mencoba memberi pengertian untuk putrinya. Ia sudah paham jika Hana terus meminta, dia pasti memang sangat ingin mendapatkan nya. Dan Yoona dapat langsung melihat kekecewaan sang putri atas apa yang diucapkannya pada saat itu. ekspresi wajahnya yang cemberut  justru dinilai semakin menggemaskan hingga membuat Yoona dan juga Siwon tertawa karenanya…

***

Hari itu Ny.Choi direncanakan akan tiba di Korea sesuai dengan yang ia janjikan sebelumnya. Ny.Choi sengaja datang untuk menyaksikan fashion show yang akan diselenggarakan oleh putri menantunya, Yoona.

Dan saat itu, Siwon dan Yoona bersama dengan Hana juga sengaja menyempatkan waktu mereka untuk menjemput Ny.Choi dari bandara.

“Halmoni..!!”

seru Hana senang saat pandangan matanya menangkap sosok halmoni nya.

“Hana ya..”
Ny.Choi tersenyum dan langsung menghampiri Hana yang sudah menunggunya bersama Siwon dan Yoona disisinya.

“bogoshipoyo sayang”

Ny.Choi lantas menciumi kedua pipi Hana juga memeluknya..

“selamat datang oemma..”

Sambut Yoona dengan tersenyum dan memberinya pelukan.

“kenapa kalian harus repot-repot menjemput ku? bukankah lebih praktis jika mengirim supir saja..”

“Yoona yang menginginkan nya oemma.. lagi pula ini hari libur jadi sekalian mengajak Hana jalan-jalan”

“Owh, begitukah? Baiklah, kajja..”

Ny.Choi meraih tangan Hana, merekapun lantas menaiki mobil yang dikendarai oleh Siwon.

“kemana Sooyoung? Mengapa tak sekalian ikut menjemput oemma”

tanya Ny.Choi begitu mobil Siwon melaju di jalan raya.

“Soo sedang berada dibutik ku, oemma. dia sedang mencoba beberapa pakaian karna aku memintanya menjadi salah satu model nanti..”

“Sooyoung akan menjadi modelnya? apa kau tak salah Yoong?”

ucap Ny.Choi untuk memastikan ucapan Yoona, dan langsung disambut anggukan dan senyuman dari Yoona sebagai jawaban nya.

“halmoni.. Hana juga ingin seperti aunty cantik. Hana mau menjadi model, tapi mommy tidak mengijinkan Hana”

Hana mengungkapkan keinginan nya sekaligus mengadukan ucapan sang mommy yang masih belum mengabulkan keinginan nya.

Mendengar apa yang dikatakan putrinya, Yoona langsung menatap kearah Siwon yang sedang fokus mengemudi
Sama seperti Yoona, Siwon pun hanya bisa tersenyum mendengarnya.

“Siwon.. dengarlah, Hana sedang mengadu pada oemma..”

ucap Yoona pada Siwon, yang pada saat itu memang duduk disamping Siwon yang mengemudukan mobil, sedangkan Ny.Choi memilih duduk di kursi belakang bersama Hana.

“ne..kurasa Hana akan merengek lagi padamu”

dan benar saja, sepanjang perjalanan Hana terus saja merajuk. Bukan lagi pada Yoona tapi juga pada Ny.Choi.

“ayolah halmoni.. bujuk mommy agar mengijinkan Hana”

“aigoo..Hana ya, bukankah mommy sudah katakan.. Hana masih terlalu kecil dan lagi mommy tidak merancang pakaian dan fashion show untuk anak seusia mu, sayang..”

“tapi mommy masih bisa melakukan nya.. Bukankah mommy sering membuatkan Hana pakaian.. ayolah mom, Please..!”
rengek Hana tak mau kalah.

“aigoo..  yeobo bisakah kau berikan penjelasan untuk gadis kecil ini”
Yoona mengalihkan ucapan nya pada Siwon agar membantunya memberi pengertian pada Hana.

“Hana ya..dengarkan daddy, Hana nanti bisa menjadi model seperti aunty Sooyoung jadi tenanglah sayang. daddy akan membujuk mommy, Okey..!!”

“Oh dad.. are you sure? Thank you daddy..”

Hana langsung memberikan ciuman bertubi-tubi dipipi Siwon karna perasaan senang mendengarnya. Yoona hanya menggeleng-gelengkan kepala melihatnya.

“Aishh.. Siwon aapa yang kau katakan?”

“ssttt…biarlah, dengan begitu Hana takkan merengek lagi”

“itu sekarang.. tapi bagaimana  nanti? tak seharusnya kau menjanjikan sesuatu padanya”

protes Yoona pada Siwon, yang hanya ditanggapi dengan senyuman di bibir Siwon.

“yeobo..kau tak mendengarkan ku?”

kesal Yoona karna Siwon tak menanggapi ucapan nya.

“ne.. aku mendengar mu,tenanglah serahkan saja padaku..”

Jawab Siwon dengan santainya dan kembali memfokuskan dirinya kearah jalan yang dilalui nya.

>>>

Sesuai yang telah dijadwalkan sebelum nya, fashion show yang akan menampilkan mode-mode pakaian dari butik Yoona akan dilaksanakan pada hari ini. Segala persiapan pun telah selesai dikerjakan tinggal menunggu beberapa jam lagi sebelum acara benar-benar dimulai.

“yeobo.. sayang, kau tak mau bangun?”

dengan lembut Siwon membelai rambut Yoona,mencoba membangunkan nya dari tidur lelapnya sejak semalam. Sepertinya Yoona kelelahan setelah beberapa hari terakhir melakukan persiapan untuk fashion show nya.

“euhhh…”

Yoona hanya melenguh dan kemudian memeluk tubuh Siwon disampingnya tanpa berniat membuka kedua matanya.

“kau ingin terus seperti ini?”

tanya Siwon dengan senyum nya,ia tahu Yoona sudah bangun dan mendengar nya.

“hm..”
jawab Yoona singkat.

“apa kau sedang tak enak badan? Kau sakit?”

“aku merasa sedikit pusing..”

“benarkah? Kalau begitu kita harus ke dokter sekarang”

“gwechana.. tak perlu ke dokter,ini akan hilang dengan sendirinya”

“kau yakin?”

kini Yoona hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Siwon tadi.  Kehangatan yang ia rasakan dengan memeluk tubuh Siwon semakin membuatnya malas untuk beranjak dari tempat tidur.

“kau tak lupa kan hari ini kau harus datang ke acara fashion show mu.. jika kau sekarang merasa pusing mungkinkah kita batalkan saja..?”

“MWO…”
Ucapan Siwon tadi berhasil mengejutkan Yoona dan membuatnya langsung membuka lebar kedua kelopak matanya,sepertinya Yoona benar-benar terlupa dengan hal itu.

“Yak.. yeobo kenapa tak mengatakan nya dari tadi?”

Yoona segera menyingkap selimut dari tubuhnya, turun dari tempat tidur dan berlari kekamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.

“Awhhh.. Siwon..!!”

baru beberapa menit berada didalam kamar mandi, Yoona justru terdengar berteriak memanggil Siwon..

Dan dengan cepat ia dapat mendengar suara dari Siwon yang mengiringi ketukan bertubi-tubi pada pintu kamar mandi. Nadanya keras, Siwon pastinya jelas khawatir setelah tiba-tiba mendengar suara  teriakan dari Yoona ketika memanggilnya.

“yeobo gwechana.. Kau kenapa? Sayang.. kau baik-baik saja kan?”
suara kepanikan dari Siwon terdengar disertai dengan usahanya yang mencoba membuka paksa pintu itu agar secepatnya terbuka.

“gwechana.. aku baik-baik saja”

Yoona menjawab sebelum Siwon berhasil membuka paksa pintu itu.

“apa yang terjadi? Kenapa kau berteriak tadi..?”

“aniyo.. tadi aku hanya takut karna lampunya tiba-tiba mati tapi sekarang tidak lagi..”

“kau yakin tak apa-apa?”

“ne..gwechana”

Ucapan Yoona untuk meyakinkan nya. ia tahu Siwon pasti tak akan percaya begitu saja. Karna sebenarnya tadi Yoona sedang merasakan kepalanya yang terasa sangat pusing, hingga membuatku berteriak memanggil Siwon. Entah karna apa hari itu Yoona justru merasa tak enak badan dan membuatnya merasakan kurang bersemangat. Padahal hari itu menjadi hari yang sudah ia tunggu-tunggu, dan seharusnya ia merasakan lebih antusias dibanding sebelumnya.

“kau yakin tidak apa-apa?”

begitu melihat Yoona yang kemudian keluar dari dalam kamar mandi, Siwon langsung menghampirinya. Yoona  menunjukan senyum padanya, tak ingin membuat Siwon mengkhawatir nya saat itu.

“gwechana.. bukankah sudah ku katakan aku tidak apa-apa..”

“tapi teriakan mu mengejutkan ku tadi..”

“mianhae.. Aku tak bermaksud membuatmu seperti itu..”

Yoona kembali tersenyum dan mendorongnya masuk ke dalam kamar mandi.

“Kau mandilah dulu, aku akan melihat Hana”

Ucap Yoona pada Siwon yang sudah berada didalam kamar mandi. Ia pun lantas keluar dari kamarnya untuk kemudian melihat Hana.

Di dalam kamar sang putri, Ia melihat sang ibu mertua yang sedang mengurus putrinya. Ny.Choi telah mandikan dan kini sedang memakaikan baju untuk Hana.

“good morning dear..”

sapa Yoona yang langsung menghampiri.

“morning mom..”

Hana membalasnya dengan tersenyum.

“pagi oemma…”

“Selamat pagi sayang.. bagaimana? kau sudah siap untuk hari ini?”

“aku merasa gugup oemma..”

Yoona bergerak meraih tangan Ny.Choi dan kemudian menggenggam nya dengan erat. Ia memang sudah merasakan gugup saat itu, walaupun setidaknya masih ada beberapa jam lagi sebelum acara benar-benar dimulai.

“tenanglah.. oemma yakin semua akan berjalan sukses sesuai harapan mu..”

“ne..aku juga berharap seperti itu”

Ny.Choi mengeratkan genggaman tanganya, dan tersenyum memberikan keyakinan sekaligus kekuatan nya untuk nya.

>>>

Pada saat tinggal beberapa menit fashion show itu di mulai, Yoona masih sibuk mengecek dan bahkan ikut turun tangan langsung mendadani beberapa modelnya dengan dibantu Yuri dan Sica yang juga tak kalah sibuk sepertinya.

Beberapa menit lagi acara akan segera dimulai, dan sudah banyak tamu undangan yang datang.

“Sica, kau sudah selesai?”

“ne.. aku sudah memberi pengarahkan pada mereka Yoong, jangan khawatir..”

“bagaimana dengan Sooyoung? dia merasa nyaman kan?”

“Yuri sedang membantunya,tenanglah aku dan Yuri memilihkan pakaian yang paling nyaman untuk nya, dan lagi dia kan model special hari ini. Sooyoung juga yang akan menemanimu saat bagian akhir nanti..”

“Oh, baiklah..”

disaat Yoona sibuk menyiapkan semuanya, Ny.Choi bersama Hana telah menunggu acara untuk dimulai dengan duduk dibarisan depan diantara tamu undangan yang hadir. Sedangkan Siwon terlihat mengobrol dengan Changmin.

“Hana ya, kau mengenal pria yang bersama dengan daddy mu?”

Ny.Choi menunjuk kearah Changmin yang dilihatnya asik mengobrol bersama dengan Siwon.

“Oh, he is aunty boyfriend halmoni.. uncle Changmin namanya”

“are you sure?”

“yes..”

“Oh, jadi Sooyoung sedang berkencan”

gumam Ny.Choi sedikit tak yakin dengan ucapan Hana,
dan tak lama Tn.Im juga datang ke acara untuk memberikan support nya bagi sang putri, Yoona.

“hello grandpa.. I miss you..”

“Ohh.. miss you too, Hana ya..”

Hana memberikan pelukan rindunya pada Tn.Im yang memang sudah cukup lama tak bertemu dengan grandpa nya.

Ny.Choi yang melihat kedatangan Tn.Im segera berdiri memberi salam, terjadi pembicaraan singkat diantara mereka setelahnya, saling meminta maaf sepertinya salah satu hal yang menjadi bahan pembicaraan singkat itu sebelum akhirnya Tn.Im juga duduk di barisan depan diantara tamu yang lainnya.

Tak berapa lama pun acara itu dimulai, musik yang lumayan terdengar kencang mengiringi langkah beberapa model yang mulai berjalan memperagakan pakaian-pakaian rancangan dari Yoona. Sebagian besar tamu undangan yang mayoritas adalah wanita pecinta fashion cukup antusias dan berdecak kagum melihatnya. Nampak puas dengan berbagai macam mode pakaian yang diperkenalkan Yoona diacara fashion show perdananya disana.

Di bagian akhir acara setelah semua model-model nya keluar, Yoona yang kemudian muncul berjalan keluar memberikan rasa terimakasihnya, dengan ditemani Sooyoung dan juga menggandeng putri kecilnya Hana..

Ya..
Gadis kecil itu, Hana akhirnya mendapatkan apa yang menjadi keinginannya. Atas usulan dari Siwon, Hana ikut dilibatkan untuk menemani mommy nya. Senyum bocah kecil itu terlihat sumringah. Hana bahkan melambaikan tangan nya pada Tn.Im dan juga Ny.Choi yg nampak gemas melihatnya.

“khamsahamnida..”

Yoona tersenyum sebelum kemudian sedikit membungkukan badan nya. Ia merasa lega telah berhasil menyelesaikan acara nya.

“cukkaeyo yeobo, aku benar-benar bangga kau adalah istriku..”

dengan membawakan sebuket bunga Siwon tersenyum menghampiri Yoona, memberikan ucapan selamat juga pelukan untuk nya.

“kau benar-benar luar biasa mengagumkan, sayang..”

pujinya lagi pada Yoona.

“gomawoyo yeobo..”

Yoona menunjukan senyum nya,sebagian besar tamu memberikan tepukan tangan melihat pemandangan kehidupan Yoona dengan keluarganya yang terlihat sempurna.

Namun tak lama senyum itu langsung menghilang dari wajahnya,Yoona  tampak limbung hingga membuat buket bunga pemberian Siwon terjatuh dari tangan nya, dan Yoona dengan tiba-tiba ambruk, tak sadarkan diri setelahnya..

“Yeobo, Yeobo..!! Sayang..”

Jerit keterkejutan tak urung langsung terdengar. Bagaimana tidak, Yoona yang adalah sang pemilik acara justru terjatuh pingsan setelah fashion show yang mengagumkan berhasil di suguhkannya.
 
Siwon yang tepat berada disisinya, segera merengkuh tubuh Yoona. Menggendong nya menuju mobil dan langsung membawanya ke rumah sakit terdekat. Ia begitu panik melihat wajah Yoona yang sudah memucat  pada saat itu.

“Yoona ya, bangun sayang..”

Ny.Choi yang ikut bersama dalam mobil Siwon terus mencoba menyadarkan Yoona.

“apa yang kau rasakan sayang? Oemma mohon bangunlah.. kau membuat ku cemas bila seperti ini..”

“apa Yoona meresponnya, oemma?”

“anio.. belum Siwonie, kau fokuslah menyetir kita harus cepat sampai ke rumah sakit,oemma takut Yoona kenapa-napa..”

Siwon menambah kecepatan laju mobilnya, seperti yang dikatakan oemma nya, ia juga sangat takut jika Yoona mengalami kondisi yang buruk.

Maka segera, setelah sampai di rumah sakit Yoona langsung mendapat perawatan dan ditangani oleh seorang dokter. Sayangnya baik Siwon maupun Ny.Choi tak diijinkan masuk.  mereka hanya diperbolehkan menunggu diluar, hal itu yang tentu saja semakin membuat gelisah karna tak bisa melihat bagaimana keadaan Yoona didalam sana.

“oemma bagaimana denganYoona..?”

tak selang beberapa lama Sooyoung yang masih tampak mengenakan gaun yang tadi dipaikainya sebagai model dadakan untuk Yoona, tiba dirumah sakit bersama Changmin dan Hana juga Tn.Im. sedangkan Yuri dan Jessica masih harus mengurusi acara fashion show tadi dan mengatakan akan segera menyusul jika mereka sudah menyelesaikan semuanya.

“dia sedang ditangani dokter..”
jawab Ny.Choi lemah tak bisa menutupi kegundahan nya.

“aigoo..ada apa dengan Yoona,kenapa jadi seperti ini?”

gumam Sooyoung cemas, kemudian mendudukan tubuhnya dikursi tunggu bersama dengan oemma nya.

“daddy, hikss.. kenapa mommy pingsan? Hana ingin bersama mommy, dad..”

Hana masih menangis takut, itu pertama kalinya dia melihat mommy nya pingsan tak berdaya. Siwon pun kemudian berusaha menenangkan putri kecil nya.

“dokter sedang merawat mommy sayang.. setelah dokter selesai memeriksa, Hana bisa bersama dengan mommy lagi..”

“tapi Hana takut dad.. Hana tak mau mommy sakit..hiks hikss..”

“Ssttt.. jangan menangis lagi dear, mommy tak akan suka jika melihat Hana menangis. Sekarang Hana lebih baik berdo’a agar mommy cepat sadar, Okey.. kau mengerti sayang..”

Hana memeluk erat daddy nya,Siwon mengerti putrinya kini sedang merasakan ketakutan yang berlebih karna gadis kecil itu memang seakan tak bisa lepas dari Yoona.

“tenanglah Siwonie.. appa yakin Yoona tak akan kenapa-napa, dia putriku yg sangat kuat. Kau juga tahu itu kan..”

Tn.Im mendekat pada Siwon,menepuk bahunya meyakinkan.

“nde.. appa aku juga berkeyakinan seperti itu, kurasa Yoona kelelahan setelah beberapa hari ini melakukan persiapan untuk acara tadi. Maafkan aku,  ini menjadi kesalahan ku. Seharusnya aku lebih memperhatikan nya..”

“sudahlah, kau jangan berkata seperti itu. Appa tahu kau selalu melakukan yang terbaik untuk Yoona dan juga Hana. Jangan selalu menyalahkan dirimu sendiri pada setiap keadaan buruk yang terjadi, aku yakin itu apa yang akan dikatakan Yoona jika mendengarmu berkata seperti itu tadi”

Tn.Im tersenyum meyakinkan, membuat Siwon pun merasakan sedikit kelegaan mendengarnya.

Hingga setelah menunggu beberapa menit akhirnya sang dokter yang menangani Yoona keluar bersama dua orang suster dibelakang nya, dan sang dokter sadar hal ini tentu saja akan langsung disambut dengan tatapan bertanya dari keluarga pasien yang tadi ditangani nya.

“bagaimana istri saya dokter? Dia sudah sadar kan? Istri saya baik-baik saja kan dokter? Tak ada sesuatu yang perlu kami khawatirkan. iya kan dokter..?”

dengan sangat tidak sabar Siwon mencecar sang dokter dengan pertanyaan-pertanyaan nya, membuat sang dokter sesaat menghela napas, Siwon tak mengerti maksud ekspresi wajah sang dokter, Ia juga jadi tak yakin jika apa yang nantinya dikatakan sang dokter akan membuat nya tenang.

“jawab dokter, kenapa anda hanya diam saja..?”

“tenangkan dirimu Siwonie..”

Ny.Choi mendekat, berusaha untuk menenangkan putranya

“katakan pada kami dokter,bagaimana keadaan nya? dia menantuku..”

“setelah melakukan pemeriksaan tadi, saya bisa katakan jika pasien mengalami kelelahan hingga membuat tubuhnya lemah dan sampai membuatnya pingsan tadi”

ucap sang dokter menjelaskan dan kembali meneruskan.

“saya sudah berikan suntikan beberapa vitamin untuk menstabilkan fisik nya dan pasien sedang beristirahat sekarang dan juga ada hal yang harus saya sampaikan…”

ucap sang dokter terputus, dan lantas menatap kearah Siwon yang telah diketahuinya tadi adalah sebagai suami dari pasien yang ditanganinya.

“mungkin saya harus menyampaikan langsung pada suaminya..”

“saya suaminya dokter,katakanlah apa yang ingin anda sampaikan pada saya..”

Ucap Siwon langsung karna ia merasa sang dokter sudah sangat bertele-tele mengatakan kondisi Yoona hingga membuatnya justru belum menemukan kesimpulan dari penjelasan sang dokter itu.

Bagaimana keadaan Yoona saat ini? Tak tahukah sang dokter sebenarnya telah membuat nya hampir tak bisa bernapas jika terus tak memberi kepastian seperti itu padanya.
Batin Siwon tak tenang.

“begini Tuan, tadi istri anda sempat sadar dan mengeluhkan beberapa hal yang akhir-akhir ini dia rasakan, setelah kami lakukan pemeriksaan, hasil nya adalah istri anda…”

“kenapa dengan istri saya dokter? cepatlah katakan..!”

Siwon menatap tajam sang dokter yang sekali lagi memutus ucapan nya.

Mendapat tatapan tajam seperti itu dari Siwon justru membuat sang dokter menarik senyum dari bibirnya, sang dokter menyadari telah membuat suami pasien menjadi semakin cemas saat itu.

“istri anda.. dia sepertinya terlalu sibuk hingga tak menyadari sedang ada janin yang bertumbuh didalam rahim nya.Selamat untuk anda Tuan, Istri anda hamil. saya harap anda bisa membantu nya dengan selalu mengingatkan istri anda agar menjaga kondisi fisiknya,mengingat kandungan nya yang masih rentan terjadi keguguran, karna baru memasuki bulan pertama..”

penjelasan sang dokter sukses membuat suasana penuh kecemasan berubah seketika menjadi penuh dengan aura kebahagiaan yang terutama melingkupi Siwon saat itu.

“jadi istri saya sekarang sedang hamil, dokter..?”

Sang dokter tersenyum mengangguk memberi kepastian pada Siwon.

“sekali lagi selamat Tuan..”

“nde..khamsahamnida dokter..bisakah kami menemuinya?”

“boleh.. tapi pasien sedang beristirahat,dia perlu mendapatkan cairan infus ditubuhnya, anda bisa melihatnya tapi saya harap untuk tidak membangunkan nya dulu..”

Sang dokter kemudian permisi dan melangkah pergi meninggalkan mereka disana yang sedang berbahagia.

“selamat untuk mu Siwonie.. dan juga selamat untuk appa karna akan mendapatkan seorang cucu lagi dari kalian”

Tn.Im memberikan pelukan nya, ia juga sangat bahagia mendengar berita itu. Terlebih setelah beberapa waktu lalu dengan tanpa kesengajakan ia telah menciptakan suatu kondisi memilukan yang pada akhirnya membuat Yoona terpaksa harus merelakan janin yang sedang bertumbuh dalim rahim nya.

“ne..appa aku bahagia sekali..”

“Selamat Siwonie, mulai sekarang kau harus lebih memperhatikan istrimu”

“ne.. Oemma, aku pasti melakukan nya”

“cukkaeyo oppa..kau akan memberiku satu keponakan lagi, Hana ya..kau harus bersiap-siap menjadi seorang kakak, jadi mulai sekarang tak boleh cengeng lagi Okey..”

Sooyoung juga terlihat berbahagia, ia mencubit gemas pipi hana yang sepertinya belum bisa mengerti apa yang terjadi.

“Yak Hana ya..kau tak dengar apa yang aunty katakan tadi?”

“aunty.. apa yang aunty maksud Hana akan menjadi kakak?”

“aigoo.. jadi kau belum paham, mommy Yoona sedang hamil sayang, jadi beberapa bulan lagi kau akan mendapatkan seorang adik. adik Hana ya.. bukan boneka yang selalu kau ajak bicara”

“benarkah? Jadi mommy tak sakit, mommy akan memberi Hana adik..”

Sooyoung mengangguk memastikan dan Hana justru langsung beralih pada daddy nya.

“yak Hana ya..aku yang memberi tahu mu. mengapa kau justru memeluk daddy mu..”

protes Sooyoung pada Hana yang membuat Hana terkikik dibuatnya.

“I’m sorry aunty cantik..”

“are you happy..?”

“Hana senang sekali dad.. Hana tak akan kesepian lagi dirumah,Hana akan punya adik seperti teman-teman disekolah”

“jadi Yoona hamil, lagi..?”

Yuri dan Sica kompak mengajukan pertanyaan yang sama, keduanya baru saja sampai setelah terlebih dulu menyelesaikan segala sesuatu yang berkaitan dengan fashion show yang seharusnya ditangani Yoona secara langsung namun akhirnya mereka berdua yang harus mengambil alih nya.

“ne.. Yoona hamil lagi disaat kita bahkan belum menikah”

Ucapan Sooyoung membuat semuanya tertawa geli. Memang tak bisa dipungkiri terselip rasa iri yang muncul dalam diri ketiganya jika melihat kehidupan Yoona saat itu. Hidupnya akan kian sempurna saja.

“chukkae oppa.. aku turut bahagia mendengarnya”
Yuri tersenyum tulus menyampaikan nya.

“ne, Siwon oppa.. aku juga bahagia dengan kabar ini”

“gomawo Yuri, terimakasih Sica,kalian selalu membantu Yoona saat aku tak bersamanya. aku akan melihat keadaan nya..”

“oemma juga..”

Karna tak mau mengganggu istirahat Yoona, hanya Siwon dan Ny.Choi yang kemudian masuk ke dalam ruang perawatan untuk memastikan keadaan Yoona. Didalam nya Yoona memang sedang terbaring diatas tempat tidur rumah sakit, dan dengan selang infus yang terpasang ditangan kirinya. Saat itu Siwon benar-benar lega mendapati wajahnya yang sudah tak sepucat tadi.

“oemma bersyukur kalian akan diberikan titipan lagi oleh Tuhan..”

“ne oemma.. aku sendiri sampai tak bisa mengungkapkan perasaan bahagia yang kurasakan saat ini”

Siwon menatap sayang ke arah Yoona, dengan tangan nya mulai membelai pada wajah Yoona,menyingkirkan helaian rambut yang menutup paras cantik nya.

“kau pantas berterimakasih padanya Siwonie, setelah semua yang terjadi dimasa lalu dia masih berbesar hati memaafkan dan menerima mu kembali disisinya..”

“inilah mengapa aku selalu mengatakan jika aku pria paling beruntung karena memilikinya..”

Setelah beberapa saat Siwon dan Ny.Choi keluar untuk meminta yang lain untuk pulang karna tak ada yang perlu di khawatirkan lagi, Yoona hanya perlu beristirahat dan Siwon yang akan menemaninya dirumah sakit malam itu.

Dan setelah semuanya pergi meninggalkan nya, Siwon kembali masuk ke dalam kamar Yoona untuk menjaganya, ia duduk disebelah tempat tidur  sambil menggenggam tangan Yoona dan beberapa kali menciumi punggung tangan itu.

“Terimakadih sayang, kau membuatku menjadi pria paling bahagia saat ini”

tangan Siwon kemudian terulur mengelus perut Yoona, mengetahui telah ada buah cintanya yang sedang bertumbuh didalam nya, dikecupnya kening Yoona cukup lama dan sepertinya perlakuan nya mengusik Yoona hingga sampai membuatnya terbangun dari tidur nya.

“Yeobo..”

Yoona bisa merasakan kehangatan dari ciuman Siwon dikeningnya, perlahan ia membuka kedua matanya dan mendapati Siwon tersenyum padanya.

“Siwon..”

“kau bangun? Apa aku mengusik tidurmu? Mianhae..”

sesal Siwon sambil mengusap lembut pipi Yoona.

“euh, aku haus..”

Yoona mengulurkan tangan nya mencoba mengambil air dari meja kecil disampingnya, tenggorokan nya terasa kering saat itu.

“biar aku saja..”

dengan pelan Siwon kemudian membantu Yoona untuk minum.

“kau masih merasa pusing?”

“sedikit..”

Ucap Yoona sambil memegang keningnya, ia juga mencoba tersenyum agar gurat kecemasan dari raut wajah Siwon segera hilang.

“jangan khawatir aku baik-baik saja, yeobo..”

diraihnya tangan Siwon dan menggenggam nya erat.

“kurasa mulai sekarang aku tak bisa menaruh kepercayaan penuh padamu..”

Yoona terlihat mengerutkan keningnya, bingung dengan maksud ucapan Siwon padanya.

“mengingat kau juga yang mengatakan baik-baik saja tapi kemudian pingsan diakhir acara fashion show tadi, menurutmu setelahnya apa aku akan mempercayaimu?”

Mendengar itu, Yoona kini mulai mengingat apa yang tadi dirasakan nya. Rasa pusing yang sudah sejak pagi ia rasakan tiba-tiba menyerangnya kuat membuat pertahanan tubuhnya melemah hingga akhirnya ia harus menyerah dan kehilangan kesadaran nya, pingsan.

“Demi Tuhan sayang.. kau membuatku panik dan benar-benar takut”

“mianhae.. aku tak bermaksud membuatmu seperti itu, aku juga tak tahu bagaimana bisa kepalaku terasa sangat berat dan semua serasa gelap secara langsung, mianhae yeobo..”

Siwon menarik senyum mendengar penuturan Yoona,sepertinya dokter belum mengatakan padanya karna Yoona sepertinya belum mengetahui rasa pusing dikepalanya itu karna pengaruh dari kehamilan muda nya.

“dokter mengatakan kau kelelahan, dan karena kesibukan mu sampai kau tak menyadari sedang ada janin yang bertumbuh didalam rahim mu..”

kedua mata Siwon nampak berbinar ketika mengucapkan kalimat yang sukses membuat Yoona tercengang.

“kau sedang hamil sayang, benih dari percintaan yang ku tanam kini tumbuh dirahimu. Buah cinta kita.. anak kita, yeobo..”

Siwon jelas bahagia, ia terus saja mengusap sayang perut Yoona dan Yoona nampak meneteskan airmatanya pada saat itu.

“Sayang kenapa kau justru menangis..?”

dengan menggunakan ujung jari-jari nya Siwon mencoba menghapus airmata yang mulai mengalir membasahi wajah Yoona.

“aku bahagia.. sangat bahagia..”

kedua sudut bibir Yoona tertarik,membentuk senyum indahnya walau airmata itu juga tak mampu dibendungnya. Keharuan yang kian merengkuh dan menyelemuti nya dari kebahagiaan yang luar biasa sedang dirasakan nya pada saat itu.

Yoona patut bersyukur, berterimakasih pada Tuhan atas rencana indah Nya untuk dirinya. Ia sungguh sangat bahagia karna pada akhirnya Tuhan memberikan ganti dengan cepat setelah ia tak bisa mempertahan kan janin nya waktu itu.

Ia merasakan tangan Tuhan yang benar-benar merengkuh nya ke dalam kebahagiaan, bukan hanya dirinya sendiri tentu saja, tapi juga orang-orang disekitarnya yang juga merasakan kebahagiaan itu bersamanya. Di dalam hatinya Yoona kemudian berjanji untuk akan mempertahankan janin itu apapun yang terjadi. Ia tak akan melepaskan janin yang kembali tumbuh dalam rahimnya, yang kini menjadi salah satu penambah, sumber baru kebahagiaan nya.

Ketika melihat binar bening cahaya kebahagiaan dimata Siwon, suaminya.  Sungguh membuat Yoon merasakan menjadi wanita paling bahagia dan membuatnya mulai berpikir egois dengan merasa menjadi wanita paling sempurna untuk nya.

Ya..
Sepertinya ia  harus berfikir begitu karna Siwon adalah suaminya. Ia memilikinya tentu saja tak ada wanita yang lebih sempurna dibandingkan dengan dirinya.

Oh..
ia benar-benar sedang berpikir egois.

“gomawo yeobo…”

Senyum Siwon begitu tulus mengiringi setiap kalimat yang meluncur dari bibirnya.

“kita akan bersama-sama menjaganya..”

Usapan tangan nya terus Yoona rasakan menyentuh bagian perut nya.

“kau harus mengatakan apapun yang kau rasakan padaku..jangan sembunyikan apapun dariku..”

Yoona tersenyum mendengar nada posesif dari kalimat Siwon yang baru diucapkan padanya.

“kenapa hanya tersenyum? aku ingin kau menjawabnya, yeobo..”

“ne.. tapi terkadang aku berfikir tak mau membuat mu mencemaskan ku.”

“kau tak boleh seperti itu, taukah kau.. memikirkan mu,mencemaskan mu, merindukan mu apapun yang berhubungan dengan mu itulah yang membuat ku merasa semakin hidup”

“tak perlu membual yeobo..”

Yoona mencibir sambil tersenyum mengejeknya.

“apa kau tak mempercayainya?”

“aku percaya tapi kau tak boleh seperti itu, karna aku tak sendiri,aku seorang ibu,aku punya Hana dan juga calon adiknya dalam perutku, mana mungkin aku akan membiarkan ayah nya tak memikirkan mereka dan hanya memikirkan ku..”

Siwon tergelak mendengar apa yang diucapkannya.

“setidaknya malam ini hanya ada kau dalam pandangan mataku..”

Siwon membalas dengan mengerlingkan matanya dan langsung memberikan kecupan bertubi-tubi diwajahnya
Mulai dari alisnya..
Turun ke kelopak matanya..
ke hidungnya..
Dan bergeser pada pipinya…
Semua bagian tak luput mendapatkan kecupan darinya dan termasuk dengan
bibirnya…

Siwon bukan hanya mengecupnya tapi lebih dari itu…
dia menyesap dan memagut bibirnya kedalam ciuman yang selalu mampu menghangat kan seluruh tubuhnya..
Membuat Yoona merasakan dirinya semakin erat terjerat dalam jala cintanya…
Hingga ia pun tak bisa untuk tak membalas ciuman nya…

*

*

*

*

*

*

*

*

To Be Continued~

@joongly

136 thoughts on “YOU’re MINE [12]

  1. Saya suka saya suka😀 moment hanna siwon nya banyak🙂 o ya selamat ya buat hanna mau dapet ade lagi tuh, wonpa harus lebih perhatian tuh, soal nya young gak mau jauh jauh dari siwon!😀 selamat juga buat fasion show nya!😀

    Joongly ff mu sungguh daebakk aku serasa nonton filem nya langsung meskipun ini khyalan!!😉 izin baca next chapter ne eon!😉

  2. Yoonwon mesra mesra an terus nih,dan sekarang yoona hamil lagi.keluarga mereka bener* bahagia.lucu banget hana pengen jadi model

  3. hana nampaknya masihh binggung tuhh,,,akhirnya mau dapet adek jugaa,,hana emang ngegemeziinnn bgttt,,,
    masih penasaran ma fany??moga gak gangguin hubungan siwon yoona dehh,,

  4. Hohoho chukae yoona unnie akhirnya hamil lagi…
    Aku trut bahagia mndengarnya..
    Hehe mesti itu hanya di cerita fiksi tapi serasa bner bner nyata..

  5. Dari awal baca smpe chapter ini bnr* suka ceritanya. Author ff keren banget. Sya suka sma crtanya dr awal smpe skrg.. daebak (y)😉

  6. uwaaaa…..Yoona hamil lagi,, horeeeee….
    semoga setelah ini keluarga Siwon dan juga Yoona selalu mendapat kebahagiaan yg melimpah. aminn

  7. aigoooo yoona hamil lg?gmn Ga bakalan cpt hamil yoonwon mesra2an mulu.banyak banget sweet moment nya… I like this chapter. selamat Hanna ya bakalan punya adik.
    Semoga kebahagiaan ini terus berlangsung. Next chapter sweet moment lg ya….

  8. Untung aja pusingnya yoona oennie krna hamil udh scare aj kirain penyakitan kangker atw aph gtu..aaaaah legaaaaàaa…. chukkaeyo hana km bakalan pnya adik nak.. haha
    Next chapter oennie. Gomawo

  9. aigo… bahagianya lihat keluarga mereka, apalagi Yoong di nyatakan hamil. makin lengkap kluarga mereka, senang bgt dgn kisah mereka

  10. Yuhuuu … Sebentar lagi hana akan mendapatkan seorang adik.

    M0ga RT yw tetap terjalin harm0nis,

    dari awal sampai sekarang nae j0ngmal suka sama ff eonni.

  11. Sangat senang melihat mereka bahagia, aigo… Soo Yoong jdi model dadakan, hehe.. lucu bgt ya
    senang deh lihat Hana apalagi dia anak yg periang dan lbh sukanya lht Soo Yoong dia gadis yg cukup tangguh seperti yg di katakan Chamg Min. Haha…
    akhirnya mereka pacaran jg deh
    dan lbh bahagianya Yoona hamil lgi aigo… terharu aku dngarnya sebelumny sempat sedih jg lht mereka kehilangan anak keduanya
    tpi pada akhirnya Hana akn mendapatkan adik

  12. Wahhh selamat eonni oppa klian akan mndpat kbahagiaan bru.

    Ff eonni daebakk.bner bner nyentuh+dpet feel nyaaa.bru prtma kli bca ff YoonWon yg seru+kere kya gniii(y) daebakkkkkk

  13. Waaaaaaah yoona unni hamil lgi…
    Selamat oppa, selamat unni,
    hana bakal punya adik niih..
    Kehiddupan mereka semoga selalu bahagia.
    Amin

  14. Y00na bijak bgt nanggapin & nyadarin Siw0n dr kesalahan.a d masa lalu,, jd Siw0n bisa m0ve 0n lg.,,
    Kyaa, Y00na hamil lg bahkan sebelum S00y0ung, Yuri & Jessica nikah, bikin iri tuh (tunjuk S00YulSic),,
    Part ini istimewa bgt.,^

  15. yoona hamil? lagi? wah~ hebat bgt siwon #haha ngalahin sooyoung yg habis married *emang dh married?mian aq lupa cerita cp.ini😀

  16. Smua luka lama akhirnya terblas dengan kebhagian.

    Hana punya adik baru. Buat yuri, sica dan syo eoni slamat menyusul tp sblum itu cari dulu pendamping nya?

  17. Saya suka saya suka moment
    hanna siwon nya banyak o ya
    selamat ya buat hanna mau dapet ade lagi tuh,
    wonpa harus lebih perhatian tuh, soal nya
    young gak mau jauh jauh dari siwon!
    selamat juga buat fasion show nya!
    Joongly ff mu sungguh daebakk aku serasa
    nonton filem nya langsung

  18. Moment yoonwon nya romantis banget, hehe,salut buat yoona yang udah ngelupain semua yang terjadi di masa lalu mereka, kalo kaya gini makin kuat dech aku jadi yoonwon shipper

  19. Uwah cukkae yoong…
    Akhirnya hamil lagi….
    Walupun kemarin sempet keguguran tpi skarang udh bisa hamil lagi…
    Semoga janinnya sehat sampek persalinan ya dan mendapatkan anak yg tanpan atau cantik…
    Aku seneng di chapter ini merwka bahagia banget dan mesra hahahahai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s