Fanfiction

YOU’re MINE [11]

Happy Reading>>>

*

*

*

*

*

*

*

Sooyoung begitu terkejut mengetahui seseorang itu yang menarik pergelangan tangan nya hingga membuat nya terjatuh adalah seorang pria yang sebelumnya tergeletak akibat tertabrak oleh mobil yang dikendarai nya.  Benar mengenai kecurigaan yang sempat terlintas di pikiran nya, bahwa seseorang itu sama sekali tak terluka bahkan terlihat baik-baik saja.

“Awwhhh…apa yang kau lakukan?!”

Bentak Sooyoung sekali lagi ketika merasakan pergelangan tangannya yang kembali ditarik.
Namun pria itu justru tersenyum meremehkan ucapan Sooyoung.

“Kau menipuku?”

Sooyoung berdiri berniat meninggalkan tempat itu namun pria itu kembali menarik tangan nya.

“APA MAU MU?!”

Sooyoung menaikan volume suara, dan lagi pria itu masih hanya tersenyum meremehkan.

“kau sudah menabrak ku Nona, kau tak bisa melarikan diri begitu saja.. setidaknya kau harus bertanggung jawab atas apa yang telah kau lakukan”

“Hah.. kau bahkan terlihat baik-baik saja, tanggung jawab apa maksudmu?”

Pria itu tersenyum penuh minat ketika memandang Sooyoung dari ujung kaki hingga kepala. membuat Sooyoung risih karenanya.

“cepat katakan apa maumu? Aku tak punya banyak waktu..”

“emm.. tak perlu terburu-buru Nona, mungkin kau bisa menemani kami malam ini..”

Setelah mendengar ucapan terakhir dari sang pria di hadapan nya, Sooyoung merasakan sesuatu yang buruk sedang mengancam dirinya. Tak berselang lama dua orang pria yang sepertinya mengenal pria yang tadi ditabrak olehnya, datang mendekat dan tersenyum menatap Sooyoung yang sudah mulai ketakutan.

“aku harus pergi..!!”

“aigoo..aigoo…sudah kukatakan tak perlu terburu-buru Nona..”

Pria itu menghalangi langkah Sooyoung dan justru semakin mendekatinya, bahkan berani menyentuh wajahnya. Sooyoung melihat seringai menjijikkan diwajah sang pria saat itu..

“aku menginginkan mu Nona..”

Plakk~

“Brengsek kau..! Bajingan..!!”

Spontan Sooyoung langsung menampar pria itu yang tepat berada di hadapan nya. Tak pernah terpikir jika ia akan mengalami hal ini. Terjebak dengan sekelompok pria yang mempunyai niat busuk terhadap dirinya, disituasi yang cukup membuatnya ketakutan tak ada seseorang bersamanya, malam yang cukup larut membuat suasana jalan kian sepi.

“ayolah nona…kami tak akan menyakitimu”

“menjauh dari hadapanku sekarang..!!”

Sooyoung berjalan mundur mencoba menghindar, namun pria itu tetap mendekat kearah nya.

“Aku bilang menjauh kalian!!”

Sooyoung melepas kedua high heels yang ikenakannya dan kemudian melemparkan nya kearah pria tadi.

“Ck! rupanya Kau tak bisa diajak dengan pelan nona..”

“Aaaaahh..”

Namja tadi dengan cepat menarik Sooyoung lebih ke pinggir dari jalanan itu, mendorong tubuh Sooyoung hingga terjatuh dan lantas menindihnya. Dia juga langsung menarik paksa kemeja yang dikenakan Sooyoung, membuat beberapa kancingnya terlepas seketika. Dua pria lain nya justru tertawa menyaksikan ulah rekan nya.

“kumohon lepaskan aku..”

Sooyoung mulai menangis dan memohon, ia begitu ketakutan sekarang melihat pria di hadapan nya kini justru mulai membuka pakaian nya.

“jangan lakukan ini padaku, kumohon…”

“tapi aku menginginkan mu nona…tenanglah ini akan sangat menyenangkan”

Tentu saja pria tadi tak perduli dengan permohonan Sooyoung, nafsu telah menguasai pikiran busuk nya.

“lepaskan aku.. Brengsek..! Lepaskan aku..!!”

Sooyoung sudah terisak saat itu.

“Hey…bajingan kalian!!  Apa yang kau lakukan?”

Seorang yang tiba-tiba turun dari dalam mobil, segera mendorong tubuh pria itu dari atas tubuh Sooyoung. Setelah terlebih dulu menghajar dua pria yang tadi hanya jadi penonton ulah bejat rekan nya.

“Shitt..siapa kau?! Beraninya Kau ikut campur..!!”

“Pergi dari hadapan ku sebelum ku panggil polisi sekarang..!!”

Pria tadi sedikit menggeram kesal, karna ia juga kini mendengar bunyi sirine dari mobil polisi yang melakuan patroli.

“Siall…”

berlari ketakutan itu yang kemudian dilakukan pria itu bersama dengan kedua teman nya. Benar-benar pantas disebut pecundang.

>>>

Tubuh Sooyoung gemetar ketakutan, ia duduk memeluk kedua lututnya sambil menangis, seorang pria yang tadi menolongnya melepas jas yang melekat ditubuhnya untuk menutupi tubuh Sooyoung saat itu.

“gwechana..?”

“Aaaa.. lepaskan aku!! jangan menyentuh ku!!”

Sooyoung kembali berteriak histeris, ketakutan mengira sang pria yang menolong nya akan berbuat hal yang sama padanya.

“Pergi kau.. Jangan sentuh aku!! Pergi..!!”

“Sooyoung…Sooyoung sadarlah ini aku, Choi Sooyoung kau mengenaliku..?”

Sooyoung mendongakkan wajahnya, menatap pada pria yang saat itu berada di hadapan nya.

“Changmin ssi…”

“ne.. gwechana?”

“Changmin ssi…”

Yang kemudian dilakukan Sooyoung adalah segera memeluk erat Changmin yang berada di hadapan nya. Ketika itu Changmin dapat merasakan tubuh Sooyoung yang bergetar hebat dalam pelukan nya.

“gwechana…ada aku disini. tenanglah..”

“aku takut.. aku sangat takut..”

Masih dengan isak tangisnya Sooyoung mengeratkan pelukannya pada tubuh Changmin, dan perlahan Changmin mulai mengusap lembut rambut Sooyoung mencoba untuk menenangkan nya. Ia tahu pasti gadis itu sedang terguncang setelah apa yang dialaminya.  Dan untung saja ia datang tepat pada waktunya, sebelum pria brengsek tadi melakukan hal yang tak sepantasnya pada Sooyoung.

“gwechana.. mereka sudah pergi. Kau bisa ikut denganku.. aku akan mengantarmu pulang sekarang, kajja..”

Changmin menuntun tubuh Sooyoung  yang melemah untuk berdiri, namun belum sempat ia melangkah, Sooyoung lebih dulu ambruk tak sadarkan diri.

“Sooyoung.. Choi Sooyoung.”

Changmin dengan sigap menahannya dan segera membopong tubuh Sooyoung masuk kedalam mobilnya.

Sepertinya shock yang membuat Sooyoung tak bisa bertahan, hingga sampai terjatuh  pingsan.

>>>

Seorang dokter telah memeriksa keadaan Sooyoung, mendengar cerita dari  Changmin sang dokter dapat menyimpulkan jika Sooyoung hanya mengalami shock, terguncang dengan kejadian yang  dialaminya. Sang dokter juga sempat menyuntikan obat penenang pada tubuh Sooyoung dan berharap takkan ada traumatik pada diri gadis itu.

Setelah meminta seorang bibi pelayan rumah untuk menggantikan pakaian Sooyoung, Changmin kembali masuk ke dalam kamarnya untuk melihat keadaan nya. Ia memang sengaja tak membawa Sooyoung kerumah sakit namun memilih memanggil seorang dokter yang telah dikenalnya untuk melakukan pemeriksaan.

Mendekat pada sisi tempat tidur Sooyoung, Ia dapat melihat wajahnya yang pucat saat itu. Sooyoung masih tertidur setelah dokter menyuntikkan obat penenang ke tubuhnya. Maka kemudian  Changmin memutuskan untuk menemaninya. Ia menarik sebuah kursi rias kemudian duduk disamping tempat tidur itu.

Melihat gadis yang biasanya selalu bisa membuatnya tertawa dengan tingkahnya, kini justru tergolek tak berdaya setelah mengalami peristiwa yang pasti membuatnya sangat terpukul. Changmin bahkan merasakan sakit ketika mengingat bagaimana Sooyoung yang menjerit ketakutan tadi.

“mianhae.. seharusnya aku memaksa agar kau mau ku antar, tapi aku justru membiarkan mu pulang sendirian. mianhae sooyoungie.. aku terlambat datang hingga membuat mu mengalami semua ini..”

Sesal Changmin yang kini telah meraih tangan Sooyoung untuk kemudian menggenggam nya erat, sesekali ia juga membawa ke bibirnya, menciumi punggung tangan itu.

“kau pasti marah jika tahu aku melakukan ini.. ”

Ia menggunakan tangan yang satunya untuk mengusap rambutnya..

“kau tak boleh berubah Soo, setelah semua ini.. aku mau kau tetap menjadi Sooyoung seperti sebelum nya, tetap menganggapku menyebalkan dan marah padaku jika aku terus menggodamu, aku mau kau tetap seperti itu dan jangan pernah kehilangan keceriaan mu..”

Changmin masih terus menggenggam erat tangan Sooyoung sampai akhirnya ia tertidur disana.

>>>

Sooyoung menyadari ada sebuah Cahaya yang perlahan mengusik tidurnya meski kedua matanya masih tertutup. Perlahan ia membuka kedua matanya, merasakan ada sesuatu beban ditangan nya. Benar saja, dengan jelas ia melihat seseorang tertidur disamping tempat tidurnya dengan masih menggenggam tangan nya.

“Changmin ssi..”

Sooyoung langsung tersadar dan mengingat semua kejadian yang ia alami semalam. Dan pria itu, Changmin lah yang telah menyelamatkan nya dari seorang brengsek yang mencoba merampas kehormatan nya.

“gomawo Changmin ssi…”

Dengan tangan kanan nya Sooyoung mencoba menyentuh rambut Changmin, namun belum sempat ia melakukan nya sang pemilik tubuh itu menggeliat menandakan ia telah terbangun dari tidurnya. Segera saat itu Sooyoung menarik kembali tangan nya yang telah terulur.

“kau sudah bangun?”

“ne.. lalu apa yang kau lakukan disini?”

“Eoh.. mianhae semalam sebenarnya aku berniat pulang, tapi entahlah ternyata aku tertidur disini…emm bagaimana dengan mu?”

“gwechana…aku tak apa-apa”

keduanya sama-sama terdiam setelahnya dan merasakan canggung terhadap satu sama lain.

“Terimakasih untuk semalam”

“ne…”

“aku tak tahu apa yang akan terjadi jika kau tak datang. aku begitu takut semalam, begitu bodoh dan lemah hingga tak bisa melawan saat mereka melecehkan ku..”

Sooyoung menjadi terlihat emosional ketika harus kembali mengingat semuanya.

“untuk itu ijinkan aku menjagamu..”

Ucapan Changmin yang langsung membuat Sooyoung terdiam.

“Aku bersungguh-sungguh Soo, ijinkan aku berada disisimu. bukan karna kejadian semalam aku jadi mengasihanimu, sama sekali bukan karna itu. aku tahu kau bukan wanita lemah.. kau kuat dan penuh percaya diri”

Changmin menghentikan kalimatnya, ia meraih tangan Sooyoung dan menggenggam nya.

“aku menyukaimu Sooyoungie…dari pertama kalu melihatmu, aku bisa merasakan ketertarikan ku padamu. apalagi setelah mengetahui bahwa kau adalah adik dari temanku, Siwon. aku semakin ingin didekatmu, aku ingin menjadi seseorang yang berarti di hidupmu,  ijinkan aku masuk dan menjaga hatimu..”

Sooyoung membeku, masih tak percaya pria yang selalu membuatnya kesal kini justru menyatakan perasaan padanya.

Tidakkah itu terlalu cepat??

“saranghae Choi Sooyoung..aku tulus mencintaimu.. bisakah kau menerimaku?”

Sooyoung meneteskan airmatanya, untuk pertama kalinya ada seorang pria yang membuatnya menitikkan airmata haru, hanya dengan mendengar kalimat yang diucapkannya.Changmin sedikit bingung melihat reaksi Sooyoung namun ia mencoba tenang menunggu sampai Sooyoung memberikan respon yang lain dengan mempergunakan bibirnya untuk bersuara.

Hingga perlahan kemudian Sooyoung mengangguk sebagai jawaban, mengiyakan bahwa ia menerima Changmin untuk mengisi hatinya.

“jadi kau menerima ku?”

Changmin segera memeluk erat tubuh Sooyoung.

“yak…siapa yang mengijinkan mu memeluk ku..!!”

Sooyoung mencoba melepaskan pelukan Changmin ditubuhnya, namun yang terjadi justru pelukan yang semakin erat yang ia rasakan.

“kurasa tak perlu lagi meminta ijin untuk memeluk mu,aku kekasihmu sekarang..”

Sooyoung tersenyum mendengarnya, ia kemudian menggerakkan tangan nya, membalas pelukan Changmin ditubuhnya.

“aku berjanji akan selalu menjagamu Soo, tak akan kubiarkan ada orang yang akan mencoba menyakitimu..”

“hm.. sebenarnya kau mau jadi kekasih atau bodyguard ku?”

canda Sooyoung, yang membuat Changmin tertawa.

“Aku bisa menjadi keduanya..”

“Oh.. apa kau memberi tahu Siwon oppa?”

“ahh..ne karna terlalu fokus padamu, aku jadi lupa menghubungi nya. aku akan melakukan nya sekarang..”

Changmin lantas mengambil ponsel dari dalam saku celananya.

“ani.. aniy, jangan menghubungi Siwon oppa..”
cegah Sooyoung saat Changmin telah mendapatkan ponsel itu ditangannya.  

“Wae? Kenapa kau tak membiarkanku melakukannya..?”

“Oppa dan Yoona sedang menikmati kebahagiaan mereka bersama appa dan umma, aku tak mau membuat mereka khawatir…setidaknya rahasiakan ini sampai mereka kembali nanti. lagi pula aku baik-baik saja sekarang. Aku tak ingin membuat kehebohan mereka disana..”

“hm, baiklah jika itu keinginan mu, kalau begitu bersiaplah..”

“Mwo? Bersiap? Untuk apa..?”

“ne…bukankah kau bilang baik-baik saja, jadi kurasa kita bisa melakukan kencan pertama sekarang..”

“Aishh.. tidak pula seperti itu. Dan apa yang kau bilang tadi? kencan? Anio.. aku tidak mau. aku lelah dan ini hari minggu, aku ingin tidur lagi..”

“jika itu maumu…akan kutemani kau tidur sepanjang hari ini. Cepat bergeserlah, aku akan bergabung denganmu..”

“Yak…”

>>>

Hari yang cerah itu sedang dinikmati oleh keluarga Tn.Choi, beberapa hari yang sudah mereka lewati bersama terasa kian cepat saja.

“Daddy…let’s go!!”

Hana berlari kecil menghampiri Siwon yang sedang mengobrol dengan Tn.Choi pada saat itu.

“Hana ya…kau mau kemana sayang?”

“haraboji.. Hana and daddy akan pergi ke taman bermain. Hana sangat menyukai berada disana..”

“benarkah..?”

Hana mengangguk dengan bersemangat..

“hm, haraboji.. can you playing with me?”

“ahh…sorry dear, haraboji ada janji bertemu seseorang..”

sesal Tn.choi yang tak bisa ikut menemani sang cucu untuk bermain hari itu.

“emm…it’s Ok haraboji, daddy c’mone..!! Ayo cepat, dad..”

Hana begitu tak sabar ingin pergi ke taman bermain yang semalam sudah dijanjikan Siwon padanya.

“Okey Hana ya…kau tak mengajak mommy pergi bersama dengan kita?”

“emm…mommy masih bertelpon dengan aunty cantik”

“Hana ya, tunggu disini ok, temani dulu haraboji…daddy akan tanyakan pada mommy akan ikut atau tidak?”

Hana mengangguk mengiyakan.

“Siwonie…kau bisa pakai supir jika perlu”

“aniyo appa…aku pinjam mobil nya saja biar aku menyetir sendiri”

Siwon kemudian melangkah menuju kamar nya berniat mengajak Yoona untuk pergi dengan nya. Begitu membuka pintu dan melangkah masuk ia bisa melihat Yoona yang usai mandi dan masih memakai kimono handuk nya. Ia sedang asyik berbincang di telpon.

“aishh…kau ini, kau kira aku hanya pergi berdua dengan Siwon..?”

dengus Yoona disambungan telpon, kesal pada Sooyoung yang terus menggoda nya.

“hahhaa.. apa keponakan ku terus mengganggu kalian?”

“kau juga bisa lihat kan bagaimana Hana, sejak dia tahu Siwon daddy nya dia terus saja menempel padanya dan juga semakin manja padanya”

Sooyoung makin terkikik mendengar nya.

“jadi kau kalah dari Hana? Kupikir di Jepang kalian akan berbulan madu lagi…”

“Ishh…sudahlah kalau kau terus menggoda ku akan ku tutup telpon nya”

“ne…ne ne kalau begitu kapan kalian pulang?”

“molla…nanti aku tanyakan pada Siwon”

Siwon yang tanpa diketahui Yoona sudah berada didalam kamar itu, hanya tersenyum mendengar apa yang dibicarakan Yoona saat itu.

“Owh..yeobo kau mengagetkan saja.”

kaget Yoona saat merasakan dari belakang Siwon sudah memeluk tubuh nya.

“Sooyoungie.. sudah dulu ya”

“Apa Siwon oppa ada disitu?”

“ne..”

“berikan ponsel mu padanya, aku akan tanyakan sendiri kapan kalian pulang?”

“Siwon, Sooyoung ingin bicara dengan mu..”

Yoona menyerahkan ponsel ditangan nya pada Siwon, setelah Siwon menerima ponsel nya dan juga melepaskan pelukan ditubuhnya, ia beralih duduk didepan meja rias untuk mengeringkan rambutnya yang tadi belum sempat ia lakukan karna Sooyoung lebih dulu menelpon nya.

“ne…waeyo sooyoungie?”

terdengar Siwon yang mulai berbicara dengan Sooyoung.

“oppa kapan kalian pulang?”

“emm…aku belum tahu, Yoona dan Hana masih betah disini. lagipula umma dan appa belum mengijinkan kami pulang..”
Siwon beralasan.

“ishh…itu pasti karangan mu saja oppa, cepatlah pulang aku pusing mengerjakan semua pekerjaan kantor mu..”

“aigoo…bukankah ada Changmin? Aku sudah mengatakan padanya untuk membantumu..”

Tanpa diketahui Siwon, mendengar nama Changmin disebut membuat Sooyoung menarik senyum di bibir nya.

“wae? Kenapa kau diam?”

“eoh…ani, pokok nya aku tak mau tahu, segeralah pulang atau aku akan menyusul ke Jepang”

Telpon terputus setelah Sooyoung mengakhiri pembicaraan secara sepihak.

“yeobo.. kau tak kasihan membiarkan Sooyoung sendirian dirumah”

Yoona berbicara sambil terus mengeringkan rambut nya dengan menggunakan hairdryer ditangan nya.

“biarkan saja..”

“kau ini.. kasihan kan dia, Sooyoung pasti merasa kesepian”

“kau tak perlu khawatir, dia kan juga banyak teman. Aku tahu dia hanya merajuk..”

Yoona mematikan hairdryer dan meletakkan nya kemudian menyisir rambutnya, masih tetap duduk di depan meja rias ia kemudian berbalik menatap kearah Siwon.

“dimana Hana? Tadi dia sudah ribut ingin mengajak mu pergi..”

Siwon mendekat, duduk diatas tempat tidur yang tepat berada disamping meja rias.

“Hana sedang bersama appa di depan.. apa kau mau ikut pergi dengan kami?”

“ani…aku tak bisa, umma mengajakku melihat fashion show nanti..”

“benarkah? Jadi kau akan pergi dengan umma?”

“ne…”

“lalu kapan kita bisa pergi berdua?”

“eoh.. maksudmu?”

“aku ingin menikmati jalan-jalan disini berdua dengan mu”

Yoona tersenyum mendengarnya..

“lalu bagaimana dengan Hana? kau akan meninggal kan nya? dia putri kita yeobo…”

“ani.. ada umma yg akan menjaganya, ayolah…bukan kah kau juga menginginkan pergi berdua saja dengan ku?”

Siwon menyeringai..

“kapan aku berkata seperti itu?”

elak Yoona atas ucapan Siwon padanya.

“itu yang aku tangkap dari apa yang kau bicarakan dengan Sooyoung tadi, bukankah begitu…?”

Siwon tersenyum memperhatikan Yoona yg kini justru berbalik membelakangi nya.

“yeobo keluarlah..”

“MWO.. kau mengusirku? memangnya kenapa kalau aku disini?”

“aku ingin berganti pakaian…”

ucap Yoona singkat yang justru membuat Siwon tertawa mendengar ucapan nya dan langsung bergerak mendekati nya.

“apa kau lupa dengan statusku? aku suami mu, dan tentu saja kau bisa berganti pakaian didepan ku”

Siwon tersenyum menarik dagu Yoona agar menatapnya.

“Akan jadi pemandangan yang indah saat kau melakukannya, sayang..”

“yakk.. apa yang kau pikirkan Choi Siwon? Berpikir mesum..?”

Yoona mencoba mendorong tubuh Siwon agar keluar dari kamar, namun suaminya itu justru makin gencar menggoda nya dengan menarik tali kimono yang ia gunakan untuk menutup ketelanjangan tubuhnya.

“Ketahuilah jika tak ada yang bisa disebut mesum untuk pasangan yang berstatus suami istri..”

“Yakk Yeobo.. andwe andwe.. Siwon..!!”  Yoona memekik keras.

Setelah menarik tali kimono yang dipakai Yoona hingga membuat nya menjerit terkejut dan langsung mengikatkan nya kembali, sepertinya Siwon belum juga puas. Terbukti ia belum menghentikan aksi nya menjahili Yoona, sekarang ia justru menarik tubuh Yoona keatas tempat tidur, menggelitik pinggang nya  membuat Yoona makin keras tertawa bahkan menjerit dibuatnya.

“Aaaaa.. yeobo hentikan.. Siwon..” pinta Yoona dalam tawa geli yang dirasaannya.

Siwon menyukai itu, melihat Yoona yang tertawa lepas tanpa beban sungguh membuatnya bahagia, rasanya tak ada yang bisa membayar dengan apapun tawa di bibir Yoona saat itu.

“Yeobo ah Ahhahaa…”

Sepertinya suara Yoona terdengar hingga keluar kamar. Terbukti seseorang kemudian menggedor pintu kamar itu.

“Yoongie ya.. ada apa dengan mu?”

ketukan pintu yang terdengar keras dan suara Ny.Choi yang  dari luar yang menyertainya, membuat tawa Yoona langsung berhenti. hal yang sama juga dilakukan Siwon. keduanya kini saling menatap satu sama lain.

“Yoona ya..”

“ne…umma gwechana..”
jawab Yoona akhirnya.

“Apa kau sudah siap? Sebentar lagi kita akan pergi..”

“ne, umma.. aku sedang bersiap, tunggu sebentar..”

setelah mendengar jawaban dari Yoona, Ny.Choi meninggalkan depan kamar Siwon menghampiri suaminya yang sedang mendengar celotehan dari satu-satunya cucu yang mereka miliki, Hana.

“Aishh.. yeobo ini gara-gara kau, aku jadi belum bersiap dan membuat oemma harus menungguku..”

Yoona segera turun dari atas tempat tidur, kemudian melihat dirinya dibalik cermin.

“rambut ku jadi berantakan lagi…Aishh, Siwon aku tak enak jika umma menunggu terlalu lama..”

omel Yoona yang kemudian melepas kimono yang dikenakannya dan segera mengganti pakaian nya.

Siwon memperhatikannya dengan santai dan justru terkikik geli saat memperhatikan Yoona yang sepertinya sudah melupakan permintaan nya sendiri yang menyuruh Siwon keluar sebelum ia berganti pakaian.

“yak yeobo…kenapa kau justru tertawa melihat ku, cepat bantu aku..”

protes Yoona kesal pada Siwon, ia sedang kesusahan menarik resleting bajunya yang ada dibelakang.

“baiklah aku akan membantumu…”

Siwon mendekat mencoba membantu Yoona membenarkan resleting bajunya yang belum sepenuh nya tertutup. Yoona dengan cekatan segera mempergunakan tangan nya untuk memoleskan bedak di wajahnya.

“kalau kau tak jahil tadi, aku takkan serepot ini”

“kau ini…lagipula umma juga tak terburu-buru”

“tapi aku tak enak pada umma…”

Yoona masih saja mengomel pada Siwon.

“baiklah aku minta maaf…”

Siwon memberikan kecupan dipipi Yoona sebagai permintaan maaf nya.

“kau selalu mencari-cari kesempatan..”

“Daddy…kenapa lama sekali?”

Hana membuka pintu kamar dan kemudian berlari masuk.

“daddy…ayo cepat!!”

“OK…c’mone, dear..”

“eohh.. apa mommy tak akan ikut?”

“sorry dear.. mommy sudah janji akan pergi dengan halmoni, kau pergi saja dengan daddy Okey…”

“Okey mom”

“you not kiss me?”

Yoona menunjuk bibirnya sendiri dengan jari telunjuk nya.

“of course yes…I’ll kiss you mom”

Yoona sedikit berjongkok menyamakan tingginya dengan Hana, saat putri nya itu akan mencium nya sebelum pergi

Muachh~

“have fun dear”

ucap Yoona yang kemudian memeluk Hana.

“ingat pesan mommy.. jangan terlalu lelah nanti”

Hana tersenyum mengangguk sambil membentuk huruf O dengan mempergunakan telunjuk dan jempol nya.

“OK…let’s go Hana ya! Yeobo aku pergi..”

Siwon merangkul Yoona kemudian mencium singkat bibirnya untuk berpamitan.

“ne…hati-hati dan  jangan lupa menelpon ku nanti..”

“arrasso…kau juga, semoga fashion show yang akan kau hadiri menyenangkan..”

Yoona tersenyum saat
Siwon mengusap lembut rambut nya kemudian berjalan menggandeng tangan Hana keluar.

>>>

Kini Yoona bersama Ny.Choi telah duduk dibarisan depan diantara tamu VIP yang lain dalam acara fashion show salah satu desainer ternama di Jepang.

Yoona intens memperhatikan setiap model yang berjalan memperagakan beberapa rancangan dari sang desainer, sesekali ia tersenyum saat Ny.Choi membisikkan sesuatu padanya.

Mengunjungi fashion show seperti ini memang sudah tak asing bagi Yoona, ia juga sudah berniat untuk mengadakan fashion show untuk beberapa koleksi rancangan pakaian yang berada di butik nya.

“apa kau tak akan mengadakan fashion show sendiri?”
tanya Ny.Choi disela acara yang masih berlangsung.

“aku pernah beberapa kali melakukan nya saat di Paris, aku masih merencanakan untuk melakukan nya lagi di Korea..”

“beri tahu umma jika kau melakukan nya, umma ingin melihat nya”

“ne…pasti aku akan memberi tahu umma nanti”

Tak berapa lama acara pun usai, setelah keluar dari ruangan tempat acara berlangsung, Yoona menggandeng lengan Ny.Choi berjalan meninggalkan tempat itu.

“Ny.Im Yoona..”

sapaan seseorang membuat Yoona menghentikan langkahnya, ia dan Ny.Choi berbalik kearah sumber suara, seorang wanita cantik tersenyum padanya.

“ternyata benar.. anda Ny.Im..”

Yoona hanya tersenyum menanggapi, ia masih bingung darimana wanita itu mengetahui namanya. Ia merasa tak mengenalinya.

“hello.. lama tak bertemu dengan anda Ny.. ”

“Oh.. deh?”

wanita itu masih terus tersenyum, meski ia sadar Yoona mungkin tak mengingat nya.

“aku mengerti anda pasti lupa dengan ku, beberapa kali aku menjadi model pakain rancangan anda..”

Yoona mencoba mengingat nya, Ya…
Seorang wanita di hadapan nya itu, tadi memang ia melihatnya sebagai model diacara fashion show itu.

“benarkah…? Maaf aku lupa”

“ya…aku mengerti, terlalu banyak model pada fashion show anda di Paris waktu itu..”

“kalau begitu boleh aku tahu namamu?”

Wanita itu tersenyum menunjukan eyesmile nya.

“Hwang Tiffany imnida…”

Yoona membalas senyuman dari wanita yang bernama fanny itu..

“senang bertemu dengan mu Nn.Hwang”

“anda bisa memanggil ku fanny”

“Oh…baiklah fanny”

“apa sekarang anda tinggal di Jepang?”

“Tidak.. aku hanya mengunjungi mertua ku disini” jawab Yoona tersenyum dan  kemudian memperkenalkan Ny.Choi pada Fanny.

“Owh.. jadi anda sudah menikah?”

Yoona tersenyum mengiyakan..

“selamat atas pernikahan anda Nyonya.. Jadi anda masih tinggal di Paris?”

“bukan begitu juga Fanny ssi..”

Yoona tersenyum menanggapi pertanyaan Fanny yg sepertinya begitu ingin tahu tentang dirinya.

“Oh…maaf Ny. Saya tak bermaksud…”
ucapnya menunduk..

“gwechana…aku tinggal di Korea bersama suamiku”

“benarkah? Maaf jika anda tak berkenan dengan pertanyaan ku…aku hanya ingin tahu karna anda salah satu desainer yang sangat saya suka hasil rancangan nya”

Fanny menjelaskan agar Yoona tak menyalah artikan maksud pertanyaan nya.

“gomawo Fanny ssi.. kau bisa mampir ke butik ku jika sedang berada di Korea”
Yoona menyerahkan kartu namanya dan dengan senang hati Fanny menerimanya.

“mungkin kau bisa membantuku nanti saat aku menggelar fashion show..”
tawar Yoona padanya..

“Saya sudah tidak tinggal di Korea, tapi tentu saja Nyonya.. aku akan sangat senang sekali bisa kembali mengenakan rancangan anda”

“kalau begitu nanti kita atur jadwalnya.. maaf kami harus pulang lebih dulu”

“ne.. trimakasih dan maaf telah mengganggu waktu anda”

Yoona kembali tersenyum sebelum akhirnya melangkah pergi bersama Ny.Choi dan meninggal kan Fanny yang terlihat senang bertemu sekaligus berbicara singkat dengan Yoona.

>>>

“Mommy…Halmoni..!!”

begitu memasuki rumah, Hana langsung menyambut dengan seruannya dan kemudian berlari untuk memeluk Yoona. 

“kenapa lama sekali, mom?”

“aigoo…I’m sorry dear, acaranya memang baru selesai”

Ny.Choi tersenyum kemudian mencium gemas kedua pipi Hana.

“hana ya…are you happy? Setelah bermain dengan daddy mu?”

“yes…I’m so happy, cauz daddy is the best”
Hana mengacungkan kedua jempol nya pada Ny.Choi menandakan ia benar-benar menikmati dan senangdengan  hari itu.
Ny.Choi yang kemudian menggandeng tangan Hana agar mengikutinya.

“Sayang.. kau sudah pulang?”

“ne…”
Yoona tersenyum saat menghampiri Siwon.

“bagaimana fashion show nya?”

“emm.. bagus.”

Yoona kemudian memilih duduk disofa tempat Siwon sedang membaca beberapa majalah di hadapan nya, ia menyandarkan kepalanya dibahu Siwon saat itu.

“dimana appa?”

“appa sedang menemui rekan nya…Ah, sayang.. apa kau mau ikut denganku?”

“eoh.. kemana yeobo?”

“kita jalan-jalan saja, sepertinya malam ini cukup cerah..”

Yoona lantas mendongak menatap Siwon.

“bagaimana dengan Hana? Apa kita mengajak nya?”

“emm…menurut mu?”
Siwon justru balik bertanya pada Yoona.

“Ishh…aku bertanya duluan padamu”
Yoona mencubit pelan pinggang Siwon membuat sang suami mengaduh, sedikit merasakan sakit karena nya.

“sudah kalian pergilah sana.. kalian memang perlu menikmati waktu berdua.”

“Oh umma…”
kaget Yoona karena Ny.Choi kini berada tak jauh dari keduanya.

“biar umma yang menemani Hana…”

“Ah, anio umma.. aku akan mengajak Hana bersama kami”

tolak Yoona karna merasa tak mau merepotkan Ny.Choi saat itu.

“kau ini.. Hana pasti lelah setelah seharian pergi dengan Siwon, lagipula dia sudah tidur di kamar umma..”

“jinjayo? Mianhae umma aku akan memindahkan Hana kekamar kami”
Yoona langsung berdiri dari duduknya.

“Kau seperti dengan siapa, Yoona ya.  Biarlah…umma juga ingin tidur bersama cucu umma, kalian pergilah..”

Ny.Choi tersenyum kemudian meninggalkan keduanya.

“gomawo umma..”

ucap Siwon akhirnya ia bisa menikmati waktunya hanya berdua dengan Yoona.

“yeobo kajja..”

Siwon langsung menarik pergelangan tangan Yoona.

“eoh.. tapi bagaimana dengan Hana, yeobo? aku merasa tak enak pada umma..”

“bukankah umma sudah bilang tidak apa-apa..”

“tapi bagaimana jika Hana bangun dan mencari kita?”

“jangan khawatir umma pasti bisa mengatasinya”

“Baiklah, tapi tunggu sebentar yeobo…”

“wae?”

“apa aku perlu mengganti pakaian ku?”

“ani…kau sudah sangat cantik sekarang”
Siwon mencolek hidung Yoona, ia begitu gemas dengan sang istri yang terlalu khawatir dan terus saja bertanya. Segera setelahnya ia merangkul Yoona dan keluar meninggalkan rumahnya.

>>>

“Siwon.. ini terlalu dingin”

Yoona menyilangkan tangan nya didepan, sambil mengusap-usap nya untuk mengurangi hawa dingin yang masuk melalui pori-pori kulitnya.

“seharusnya tadi kau membiarkan aku berganti pakaian dulu”

“pakailah ini…”

Siwon langsung melepas jaket yang dipakai nya dan tersenyum saat  berpindah memakaikan nya ditubuh Yoona.

“bagaimana dengan mu? Kau tak kedinginan sekarang?”

“tentu saja aku kedinginan.. tapi aku bisa memelukmu agar aku menjadi hangat”

Siwon langsung mendekap erat tubuh Yoona dari belakang. Yoona tersenyum menerima pelukan Siwon yang semakin menghangatkan tubuhnya.

Pada saat itu keduanya sedang menikmati keindahan parade lampu  didepan mereka. Beruntung mereka keluar pada saat diadakan festival malam itu.

“yeobo.. Hana pasti senang jika kita ajak kemari”

“ne…besok kita datang lagi kesini bersama Hana. malam ini aku hanya ingin kau memikirkan ku”

“Terdengar egois..”

Yoona mencibirnya, namun Siwon justru tertawa mendengarnya.

“Siwon..”

“hm”

“aku lapar…”

“kau ini…tak bisakah kita lebih lama menikmati suasana romantis seperti ini..?”

“tapi aku memang lapar..”

Yoona memasang wajah memberengut yang disertai dengan mempoutkan bibirnya. meski ia bukan lagi gadis kecil namun ia sangat menikmati bersikap manja seperti itu pada suaminya.

“baiklah.. aku akan membawamu makan ke suatu tempat, kau pasti suka..”

Yoona tersenyum dengan kedua mata yang berbinar senang menyambut ajakan Siwon
Ia merangkul lengan Siwon, ketika keduanya kemudian berjalan beriringan.

Siwon terus mengajak Yoona berjalan, sudah sejak 15 menit yang lalu, dan akhirnya membuat Yoona mulai mengeluh, lelah karna tak juga sampai di tempat yang dijanjikan Siwon padanya. padahal ia sudah merasa sangat lapar namun Siwon hanya mengatakan sebentar sebentar dan sebentar lagi sampai.

“Yeobo…kalau begini lebih baik kita pulang saja”

Yoona menghentikan langkahnya. Merasa telah mencapai titik kekesalannya pada Siwon.

“Aigoo…sebentar lagi sayang. Bukankah tadi kau yang mengatakan lapar? itu, lihatlah tempatnya berada di sebelah jalan sana. makanan yang disajikan disana sangatlah enak, kau pasti suka..”
ucap Siwon menjelaskan.

“tapi aku capek berjalan sejauh ini.. kau tak lihat aku memakai high heels? kenapa tak naik taksi saja tadi?”
Yoona tetap tak menerima penjelasan Siwon.

“kalau begitu naiklah ke punggung ku?”

“untuk apa?”

“karna aku membuat mu lelah, jadi sebagai permintaan maaf ku, aku akan menggendong mu sampai sana. Ayo..”

“ani.. aku tak mau”

“palliwa..!”

“aniyo yeobo…kau juga pasti lelah, sudahlah ayo cepat kau bilang tempatnya sudah dekat”
kini Yoona berjalan lebih dulu mendahului Siwon.

“Yak Yoona tunggu aku…”

Siwon mempercepat langkahnya untuk menyamai langkah kaki Yoona, setelah keduanya kini berjalan beriringan Siwon langsung meraih tangannya untuk kemudian menjalinkan jemarinya dan menggenggam nya.

“mianhae…aku tak bermaksud membuatmu kesal”

Ucap Siwon dengan pandangan matanya yabg terus mengarah kejalanan didepan nya tanpa memperhatikan Yoona.

“aku sengaja mengajakmu berjalan kaki agar kita bisa lebih lama menghabiskan waktu berdua. Kita telah kehilangan banyak waktu untuk bersama..”  

Yoona beralih menatap Siwon, entah kenapa ucapan Siwon tadi membuatnya merasa bersalah karna tak lebih dulu menyadari maksud Siwon yang sebenarnya.

Siwon yang mengetahui Yoona pada saat itu diam-diam menatapnya, kemudian mengarahkan pandangan nya pada Yoona, dan tersenyum pada sang istri.

“mianhae sayang…”
pinta Siwon lagi.

“emm.. baiklah, aku akan memaafkan mu kalau kau membelikan makanan apapun yang ku inginkan, aku benar-benar sangat lapar…”

ucap Yoona tersenyum sambil mengelus perut nya, ia mencoba mencairkan suasana yang berpotensi terjadi pertengkaran diantara mereka, ia juga merangkul manja lengan Siwon dan keduanya kembali berjalan beriringan.

“tapi lain kali kau juga harus lebih memperhatikan ku, yeobo..”

“ne…aku akan melakukan nya”

“kau tak tahu kan, berjalan sejauh ini dengan memakai high heels setinggi ini, itu sangat menyakitkan..”

“tapi kau terlihat semakin cantik bila memakainya”

“Ishh…”

Keduanya terus berbicara ringan sambil terus berjalan di sepanjang trotoar menuju sebuah restoran yang dimaksud Siwon. Sesekali terdengar Yoona yang tertawa lepas atau justru memukul lengan Siwon saat sang suami terus menggodanya lewat kata-kata yang diucapkannya.

>>>

Disanalah mereka sekarang, sebuah restoran yang Siwon maksud, tak jauh berbeda dengan restoran lain nya, sepertinya memang tak ada yang istimewa dari tempat itu.

Yoona membolak-balik buku menu didepan nya, bingung menentukan menu makanan apa untuk nya.

“Siwon, sebaiknya kau saja yang memesan menu nya, aku bingung memilih nya. ”

Pinta Yoona pada siwon dengan menopang dagunya, Siwon tersenyum dan segera setelah nya ia memanggil salah seorang pelayan disana. Sambil memperhatikan Siwon menyebutkan pesanan nya, Yoona melirik pada sang pelayan. Wanita itu mencatat pesanan yang disebutkan Siwon sambil tersenyum menatap pada suaminya. Dan Yoona terlihat tak suka dengan hal itu.

“mohon tunggu sebentar Tuan, Pesanan anda akan segera kami siapkan..”

ucap sang pelayan kembali tersenyum manis pada Siwon, melihatnya Siwon membalas tersenyum ramah, membuat Yoona kembali memandang tak suka karenanya.

“kau sering kesini?”
tanya Yoona setelah sang pelayan benar-benar beralih.

“jika sedang di Jepang aku pasti kesini..”
jawab Siwon masih dengan tersenyum.

“pantas saja..”
ketus Yoona memalingkan wajah nya.

“Ada apa sayang?”

“anio..”

Tak berapa lama seorang wanita yang menjadi pelayan tadi datang membawakan pesanan Siwon. dia terus tersenyum sambil meletakkan beberapa piring makanan keatas meja.

“silahkan menikmati Tuan, Semoga anda menyukai nya..”

Sebelum beranjak dari meja Siwon, sang pelayan sempat menyelipkan secarik kertas kecil, Siwon hanya tersenyum sedangkan Yoona langsung membulatkan matanya, kembali  tak menyukai apa yang dilihatnya.

“apa itu? wanita itu memberikan apa padamu?”
nada bicara tak suka keluar dari bibir Yoona.

“Yang benar saja.. apa dia memberikan nomer ponselnya padamu?”

tak ada jawaban dari Siwon, dia hanya tersenyum menanggapinya membuat Yoona kembali menunjukan kekesalan nya.

“Yeobo..!!”
dibawah meja, kedua kaki nya mulai bermain menendang- nendang kaki Siwon. Siwon menyadari  kekesal Yoona karenanya, untuk itu ia kemudian kembali memanggil sang pelayan tadi.

“apakah ada yang ingin anda pesan lagi, Tuan?”

“Tidak.. hanya sepertinya anda meninggalkan sesuatu, nona..”

“maksud anda, Tuan?”

Siwon menyerahkan kertas yang tadi ditinggalkan sang pelayan itu padanya dan tentu saja sang pelayan menolaknya.

“eoh.. itu saya memberikan itu untuk anda Tuan..”
ucap nya tersenyum dengan wajah merona.

“tapi aku tak bisa menerimanya dan kurasa saat ini istriku cemburu melihatnya..”
ucap Siwon mengalihkan pandangannya untuk tersenyum pada Yoona.

“tapi Tuan…”

“lihatlah wanita cantik di depan ku, dia istriku.. apa menurutmu dia akan senang melihat suaminya menerima nomor telpon wanita lain, tidakkah kau lihat dia sedang marah padaku sekarang…?”

Yoona pun akhirnya tersenyum setelah mendengar ucapan Siwon, ia kemudian memperhatikan pelayan itu yang terbilang nekat, kini hanya bisa tertunduk malu setelah mendengar ucapan Siwon. 

Setelahnya, Yoona mengambil sikap, ia berdiri dari duduknya dan kemudian berkata pada sang pelayan ..

“aku tak suka dengan apa yang kau lakukan.. dia suamiku jadi ambilah lagi ini. Jika tidak.. aku perlu bicara dengan manager disini..”

“Tidak Ny.. jangan lakukan itu”

“Maka simpan ini dan kau bisa berikan pada pria lajang dan bukan suamiku..”

Yoona meraih tangan sang pelayan tadi untuk mengembalikan secarik kertas yang sengaja diberikan sang pelayan untuk Siwon.

“Yeobo.. ayo pergi!”

“bukankah kau lapar? kau bahkan belum memakan nya..”

“Aku kehilangan selera makan ku, kita makan dirumah saja…”
Yoona meraih tangan Siwon agar berdiri mengikutinya.

“tunggu sebentar..”

Siwon mengambil dompet dari saku celananya untuk kemudian mengeluarkan beberapa lembar uang dari dalam nya.

“ini untuk pesanan ku…maaf kami tidak jadi makan disini”

Siwon menyerahkan uang itu pada sang pelayan yang masih diam menunduk. Sang pelayan seperti tak bisa lagi bersuara, ia hanya menerima uang yang disodorkan Siwon padanya kemudian membungkuk memberi hormat. Setelah nya Siwon merangkul pinggang Yoona keluar dari dalam restoran yang lumayan ramai malam itu.

“jadi sekarang kau mau kemana?”
tanya Siwon, setelah ia dan Yoona berada diluar restoran.

“kita pulang saja”

“apa tadi itu kau benar-benar cemburu?”
Siwon tersenyum mengeratkan rangkulan nya dipinggang Yoona.

“aniyo.. menurutmu aku terlihat cemburu tadi? Hah.. kau salah yeobo.. aku hanya tak suka melihatnya”

Siwon terkikik, Yoona tak mau mengakuinya.

“wae? Kau menertawai ku?”

“aniya…”

“lalu..?”

“sekarang kau terlihat lucu dan menggemaskan seperti Hana…”
Siwon mencubit pelan hidung Yoona.

“Aishh.. Siwon ini sakit”

“benarkah?”
Siwon kembali mengulangi nya.

“Ck! Siwon..!!”
Kesal Yoona akhirnya.

“kenapa kau tak mengaku saja? Aku tak keberatan jika kau cemburu tadi…”

“Ku bilang aku tidak cemburu, tak ada alasan untuk ku cemburu pada pelayan tadi…”

“benarkah.. tapi dia lebih muda darimu yeobo..”

“jadi maksudmu aku terlihat tua sekarang?”

“emm…”

“geurae…dia memang lebih muda dariku, jika kau mau kembalilah dan temui dia..”

Yoona memalingkan wajahnya tak mau melihat Siwon.

“kau yakin?”
Siwon justru tersenyum meraih dagu Yoona agar ia bisa melihat raut wajahnya.

“jika aku menemuinya apa yang akan kau lakukan?”

“hmm…aku akan pergi membawa Hana dan meninggalkan mu”

“aigoo.. kau serius? Apa kau bisa berjauhan dengan ku?”

“tentu saja bisa.. aku bahkan meninggalkan mu selama lima tahun lebih. Tidakkah itu cukup membuktikan..”
ucap Yoona terdengar yakin namun ia langsung memalingkan lagi wajahnya untuk menyembunyikan senyum nya.

Terlihat ia yang tak sedang berbicara serius saat itu.

“tapi akhirnya kau juga kembali padaku”

Ucap Siwon tak mau kalah, ia kembali meraih dagu Yoona agar kembali bertatapan dengannya.

“Itu karna kau tak berhenti mengikutiku, yeobo..”
Yoona memukul dada Siwon kemudian tertawa.

“ne.. aku memang selalu mengikutimu, itu karna aku tak mau lagi kehilangan mu”

Ucap Siwon yang lebih terdengar sebagai pengakuan nya.

“jadi jangan pernah berkata kau akan pergi meninggalkan ku…aku tak akan bisa hidup tanpamu, itu sangatlah menyakitkan sayang..”
Siwon langsung memeluknya erat. Yoona tersenyum dan membalas pelukan sang suami di tubuhnya.

“itu tidak akan terjadi lagi yeobo.. aku tidak akan nelakukannya.taukah kau, jauh darimu membuat ku terasa sakit dan tentu aku tak mau lagi merasakan itu”

“karena itu kau harus menjaga suamimu yang tampan ini. setelah memiliki Hana, aku bahkan masih terlihat mempesona, kau harus berhati-hati dengan wanita diluar sana yang mencoba mendekatiku”

Ucap Siwon membanggakan dirinya sendiri untuk membuat Yoona tertawa dan ia berhasil. Yoona menggeleng-gelengkan kepalanya, menutup mulutnya dengan sebelah tangan nya menghalau agar tawa nya tak terdengar keras.

“berhentilah menyombongkan dirimu yeobo.. kajja kita pulang…”

“eoh.. Tunggu sayang..”

“wae?”

“saranghae…”

“nado saranghae…”

Siwon menyentuh dagu Yoona dan menariknya perlahan, kemudian mendekatkan bibirnya dan pada akhirnya Yoona bisa merasakan sentuhan lembut bibir Siwon yang memagut bibirnya, lidahnya menjelajah. Keduanya menikmati berbagi rasa cinta yang mendalam satu sama lain.

>>>

Siwon sudah memutuskan jika lusa mereka akan kembali ke Korea. Walaupun Tn. dan Ny.Choi merasa keberatan dan masih enggan membiarkan mereka kembali tapi Siwon juga merasa kasian pada Sooyoung yang sendirian mengurus pekerjaan nya.

Saat ini bersama Hana dan ditemani Ny.Choi, Yoona sedang memilih saat membeli beberapa titipan yang dipesan Yuri dan Sica padanya.

“mommy…apa Hana bisa mendapatkan sesuatu?”

“Apa yang kau inginkan, sayang?”

“emm..  Hana masih belum menemukan nya, tapi Hana akan mencari dan memilihnya dan menunjukkannya pada mommy nanti..”

Yoona dan Ny.Choi tersenyum saat kemudian memperhatikan Hana yang sibuk sendiri, entah apa yang diinginkan nya, Yoona hanya mengawasi nya.

“umma…bagaimana dengan ini?”

“sepertinya bagus juga..”

“emm…kalau begitu aku akan ambil yang ini saja ya, umma..”
Ny.Choi mengangguk mengiyakan, dan kembali mereka mencari-cari barang yang Yoona ingin kan.

Setelah mendapatkan semuanya Yoona pun kemudian berjalan kearah kasir untuk membayarnya, dan baru ia sadari ketika itu Hana tak lagi terlihat oleh pandangan matanya.

“umma.. dimana hana?”

“Oh…hana, umma juga tak melihat nya.. Hana ya?”

Ny.Choi kemudian berjalan ketempat tadi dimana Hana yang masih terlihat sibuk mencari-cari apa yang diinginkannya. Namun tak terlihat keberadaan bocah itu disana.

Yoona pun dibuat panik setelah mengelilingi toko, tapi ia tetap tak menemukan putri kecilnya.

“Hana..!! Hana ya.. Oh Tuhan…where are you dear?”

Yoona maupun Ny.choi semakin panik, setelah bertanya pada beberapa pelayan toko namun tak satupun dari mereka melihat dimana Hana pada saat itu.

“nona tidak kah kau melihat cucuku? Tadi dia berada disini..”
Ny.Choi kembali bertanya dan semakin mempertegas dengan menunjukan tempat terakhir dimana ia masih melihat Hana tadi.

“maaf Nyonya.. begitu banyak pelanggan tadi, saya pun tak bisa memantau satu persatu”

mendengar perkataan sang pelayan pada Ny.Choi, Yoona kian tak dapat menutupi kepanikan nya, kedua pipi tirusnya bahkan telah basah oleh airmata sejak tadi, bagaimana Hana bisa menghilang dan luput dari pengawasan nya kalau bukan karna keteledoran nya sendiri. Ia terlalu asyik memilih-milih barang yang dicarinya hingga tak menyadari sang putri yang sudah tak berada disekitarnya.

“Hana ya.. kau kemana sayang? Kau membuat mommy takut..”

Yoona terduduk lemas disebuah kursi tunggu yang berada didalam toko, Ny.Choi yang melihatnya segera menghampiri anak menantunya itu.

“umma…bagaimana ini? Bagaimana jika kita tak menemukan Hana? Umma…Aku takut”

“jangan berkata seperti itu, kita pasti menemukan nya”

Ny.Choi merangkul Yoona dengan kepanikan yang sama mencoba untuk menenangkan nya. Dan sesungguhnya ia sendiri tak kalah takut seperti hal nya Yoona. Sebagai seorang ibu tentu Ny.Choi paham bagaimana perasaan Yoona saat itu.

“haruskah aku menghubungi suamiku dan juga Siwon?”

“umma.. bagaimana jika Siwon tahu dan dia marah padaku?”

“anio.. Siwon tak mungkin seperti itu, tenanglah umma yang akan bicara pada Diwon”

Ny.Choi kemudian mengambil ponsel dari dalam tas tangannya, dan segera menekan kontak atas nama Siwon, tak berapa lama sudah bisa ia dengar suara Siwon menyapanya.

“yoboseyo umma..”

“Siwonie.. sekarang kau berada dimana?”

“Euh… Aku dirumah, waeyo umma? Apa Yoona belum selesai?”

“emm.. bisakah kau kemari?”

Yoona terus memperhatikan Ny.Choi yang sedang berbicara dengan Siwon, ada begitu banyak rasa takut pada dirinya, takut bila Siwon marah dan menyalahkan nya karna kehilangan Hana.

“Hana.. Hana menghilang Siwonie, ottokhaeyo.. oemma dan Yoona sudah mencarinya tapi kami…”

Akhirnya kata itu terucap juga dari Ny.Choi, Yoona yang mendengar nya meremas jemarinya sendiri yang gemetaran menunggu bagaimana reaksi Siwon setelah mendengar kabar mengejutkan dan tak mengenakan seperti itu.

“MWO.. Apa yang umma
katakan? Hana menghilang? Hana.. Ya Tuhan mana mungkin.. bagaimana bisa, oemma..?”

“ne.. Siwonie oemma juga menyesal ini bisa terjadi, maafkan oemma..”

Ny.Choi kemudian menceritakan detail apa yang terjadi hingga mereka bisa kehilangan Hana.

“Yoona.. bagaimana dengan Yoona, umma?”

“Yoona terlihat ketakutan, ia masih tak berhenti menangis sampai saat ini..”

“aku akan segera menyusul, sebelum itu tolong umma berikan ponselnya pada Yoona aku ingin bicara dengan nya”

Yoona menggelengkan kepalanya pelan berusaha menolak ponsel yang diulurkan Ny.Choi padanya, namun Ny.Choi meyakinkan nya dengan tatapan matanya yang seolah mengatakan ‘semua akan baik-baik saja‘ dengan menggunakan tangan nya yang masih gemetar, perlahan Yoona menerima ponsel itu kemudian menempelkan pada telinganya.

“Hikss…Yeobo.. ”

Siwon langsung bisa mendengar suara parau yang diiringi isakan tangis dari Yoona.

“Yeobo Hana… aku takut…”
ucap Yoona terputus, ia tak sanggup berkata lebih pada Siwon.

“gwechana…tenanglah, aku akan kesana dan kita akan mencarinya bersama, yakinlah Hana baik-baik saja dan pasti kita akan menemukan nya..”

Ucap Siwon menenangkan Yoona, namun depertinya sia-sia. suara tangis istrinya itu justru kian terdengar lebih emosional dari sebelum nya

“Siwon.. mianhae, jeongmal mianhaeyo ini salahku, tak seharusnya Hana luput dari pengawasan ku”

“aniya jangan menyalahkan dirimu sendiri, kumohon tenanglah sampai aku datang”

Siwon mematikan sambungan ponsel ditangan nya dan segera meminta kunci mobil pada seorang penjaga di rumah nya.

>>>

Hana tersenyum memperhatikan seorang wanita cantik yang berada tak jauh darinya.

Wanita itu terus tersenyum menghadap kamera dengan berbagai pose sesuai arahan sang penata gaya, hal itu yang sepertinya menarik perhatian Hana hingga tak berapa lama setelah sang wanita yang terlihat olehnya telah menyudahi aktifitas nya, Hana segera mendekat menyapanya.

“hello aunty…”

Wanita yang disapanya itu mengerutkan dahi, terlihat bingung mendapat sapaan tiba-tiba dari bocah kecil dihadapannya, namun ketika melihat Hana tersenyum dengan sangat manis ia pun lantas tersenyum dan balas menyapanya.

“hello cantik.. apa yang sedang kau lakukan disini?”

“emm.. aku melihat aunty, dan aku ingin menjadi seperti aunty”

“kau ingin seperti ku?”

Hana langsung mengangguk yakin, membuat wanita itu kembali menunjukan senyum nya.

“tapi kau masih kecil sayang…”

“tapi aku juga bisa bergaya seperti aunty..”

Hana langsung berpose dihadapan wanita itu dan menirukan beberapa pose yang sama seperti saat tadi wanita itu melakukan nya. Hal itu langsung membuat sang wanita tak berhenti tersenyum, bahkan sampai tertawa. Ia mulai terlihat gemas dengan tingkah Hana

“Oh my.. You’re so cute dear..what’s ur name?”

“my name is Choi Hana, aunty…”

“Oh…Choi Hana, siapa yang membawamu kemari sayang”

“I’m with my mom and halmoni”

“emm..where is ur mom?”

“my mom? My mom, euh..”

Hana menengok kesekeliling nya, ia terlihat bingung tak ada mommy dan halmoni nya disana.

“Oh.. mommy, mommy where are you??”

***

Yoona masih saja tak bisa menahan airmatanya walaupun Siwon tadi sudah sempat menenangkan nya melalui sambungan telpon. Ia terlalu takut jika nanti ia tak dapat menemukan putri nya. Sudah cukup rasanya waktu yang lalu ia kehilangan janin dirahim nya. Yoona tak akan pernah rela jika harus kehilangan Hana terlebih karna kecerobohan nya sendiri. Ia pasti takkan sanggup.

“Nyonya, Sepertinya saya tahu dimana putri anda..”

seketika itu juga Yoona mendongak mendengar nya, dan melihat seorang pelayan berjalan cepat menghampiri dirinya dan sang ibu mertua.

“saya menemukan putri anda Nyonya..”

“benarkah? dimana dia sekarang?”

Yoona dan juga Ny.Choi langsung berdiri dari duduk nya, seperti ada lentera dengan cahaya yang akan menuntun mereka keluar dari sebuah ruang gelap yang saat itu mereka rasakan.

“anda bisa memastikan nya sendiri, mari ikut saya.. dia berada di cafe tak jauh dari sini”

Tanpa membuang waktu lagi, Yoona dan Ny.Choi segera mengikuti pelayan tadi keluar dari toko, dan berjalan melewati beberapa toko lain yang terletak berjajar dipinggir jalan. Benar saja  tak jauh dari toko tempatnya berbelanja tadi, ada sebuah cafe yang terlihat ramai yang ternyata tempat itu memang sedang disewa untuk dijadikan set sebuah pemotretan.

“apakah gadis kecil itu putri anda, Nyonya?”

Pandangan mata Yoona menyapu keseluruh ruangan, dan langsung terfokus pada arah yang ditunjuk sang pelayan, dan benar ia sangat mengenali gadis kecil yang sedang tersenyum saat berbicara pada seorang wanita. Kelegaan langsung menjalarinya.

“Ya Tuhan, Hana ya.. Ya itu putri ku, trimakasih telah menemukan nya.. trimakasih banyak..”

Yoona menundukkan kepala sebagai rasa terimakasih nya, sang pelayan pun tersenyum kemudian meninggalkan mereka.

“umma.. itu Hana umma, Hana ada disana..”

“ne.. itu dia, lihatlah apa yang sedang dia lakukan.. aigoo..”

Ny. Choi dan Yoona langsung tersenyum melihatnya, apalagi menyaksikan Hana berpose dihadapan seorang wanita yang dia ajak berbicara.

“OMO…OMO Yoong apa yang putrimu lakukan?”
ucap Ny.choi yang kini tertawa dengan melihat tingkah Hana.

“entahlah umma..”

Yoona juga hanya bisa tersenyum melihatnya.

“umma, aku akan mengabari Siwon bahwa kita telah menemukan Hana, jadi dia tak perlu khawatir lagi”

“ne…kau bisa melakukan nya”

tak berapa setelah Yoona menghubungi Siwon, dan kembali memperhatikan sang putri, ia bisa menangkap raut bingung dari wajah Hana.

“kajja umma.. sepertinya Hana sedang mencari kita..”

>>>

Hana memutar tubuhnya mencari mommy dan halmoninya, sepertinya ia tak menyadari kini telah berada di tempat yang berbeda.

“Oh mommy…where is my mom aunty?”

“ur mom not here? Lalu bagaimana kau bisa sampai ketempat ini?”

Wanita itu menjadi bingung karenanya.

“Hana ya…”

mendengar suara yang sangat tak asing ditelinganya, Hana langsung membalikan tubuhnya, Yoona tersenyum merentangkan kedua tangan nya.

“mommy..!”

Hana segera berlari menghambur kepelukan Yoona.

“apa yang kau lakukan disini? Kau membuat mommy takut karna tak menemukan mu tadi..”

“Sorry mom…Hana tak menemukan apapun yang menarik tadi, jadi Hana kesini dan melihat aunty..”

“aunty? Who’s she?”

Yoona melepaskan pelukan ditubuh Hana dan segera memandang wanita yang tadi bersama Hana.

“senang bertemu lagi dengan anda Nyonya.. ini kejutan.”

“Oh.. Fany  ssi”

Wanita yang menjadi model itu adalah Fany yang sedari tadi telah bersama Hana, tersenyum menanggapi keterkejutan Yoona. Fanny juga yang kemudian sedikit membungkuk memberi salam pada Ny.Choi.

“jadi Hana adalah putri anda, Nyonya? Dia sangat cantik seperti anda Nyonya..”

“Iya, dia putri ku ..”

Fany kemudian mengajak Yoona dan Ny.Choi untuk duduk dan berbincang dengan nya.

“kupikir aku akan kehilangan nya, aku sudah sangat panik karna tak menemukan nya ditoko tempat ku berbelanja tadi..”

“benarkah? Sedari tadi Hana memperhatikan pemotretan ku, dia lucu sekali..”

Fanny tersenyum mengusap rambut Hana.

“mommy, Hana ingin seperti aunty Fanny..”

“Oh benarkah? Hana bisa melakukan nya nanti jika sudah besar sayang..”

“dia benar-benar sangat lucu Nyonya.. Aku tak menyangka jika dia putrimu, anda terlihat masih sangat muda untuk ukuran seorang ibu”

“kau ini…Oh ya sepertinya kau terlalu formal dengan ku Fany ssi…panggil saja aku Yoona”

“tapi Nyonya, anda…”

“kurasa kita bisa menjadi teman…jadi kuharap kau tak seformal seperti ini Fanny…”

Yoona tersenyum..

“baiklah.. Yoona”

Fany balas tersenyum ..

“tapi ini terdengar aneh…”

“kau hanya belum terbiasa…”

“ya, sepertinya begitu..”

Ditengah berbincangan nya Fanny terpaksa harus menyudahi obrolan mereka, seorang asisten nya sudah memintanya meninggalkan cafe untuk bergegas ketempat yang lain nya.

“maaf Yoona.. aku masih ada jadwal yang lain”

“aku mengerti, terimakasih tadi telah menemani putriku..”

“aku senang melakukan nya,sampai bertemu lagi..”

“kurasa kita tak akan bertemu lagi disini..”

“Oh.. jadi?”

“lusa aku dan Hana bersama suamiku akan kembali ke Korea..”

“emm.. jika ada pekerjaan yan dijadwal kan di Korea aku akan menemuimu, bye bye Hana..”

“bye bye Aunty Fanny”

Fany tersenyum kemudian berjalan keluar meninggalkan cafe untuk menuju mobil yang akan membawanya. Baru berapa langkah ia keluar, seseorang yang hendak berjalan memasuki cafe  dari arah berlawanan menabraknya, membuatnya hampir terjatuh andai sang asisten tak menahan tubuhnya.

“Awwhhh..”

Rintih Fanny langsung memegangi bahunya yang terasa nyeri.

“maaf nona, aku sedang terburu-buru..”
Sesalnya ..

“apa yang kau lihat hingga tak memperhatikan jalan mu..!!”

“maaf, aku benar-benar sedang terburu-buru”

“Kau…”

*

*

*

*

*

*

*

*

*

To Be Continued~

@joongly

126 thoughts on “YOU’re MINE [11]

  1. aduhh soo tu anehh bgt dulu jutek bgt ma changmin eh sekali tembak mau juga ternyata,,,hahhaa
    kencannya romantis bgt hananya juga gak gangguinn lg,,,
    itu fanny muncul lg semoga gak ganggu rumah tngganya yoonwon dehh,,

  2. ga nyangka sooyoung bisa jadian sama changmin
    itu pelayannya berani banget ngasih nomer hp di depan yoona ga takut apa hahaha .
    wah ada tiffany muncul, semoga aja ga jahat ya

  3. Finally … Changmin meluluhkan hati SooYoung jg ….. Hana Hana knp suka sekali membuat Mommy Yoona kuatir nak??
    siapa yg bertabrakan dgn Fanny tdi??

  4. Jgn blg fany nabrak wonppa trus naksir lg.. aaaaaaahhj. Ad2 aj… dsni bnyk scene yg ngejutin bgt yh oennie haaaah spot jntung.. pake acara ngilang lg s hana yaaah…
    Next chapter oennie. Gomawo

  5. lucu bgt di sini ksh Soo Yoong
    rasanya cuma dia peran yg menyegarkan ceritanya, pas bgt dgn sft aslinya.
    Aku senang bgt YW bersatu
    tpi aku penasaran dgn part 10 nya hbsnya di protect
    ff mu benar2 daebak Chingu

  6. Mungkin siwonppa benar2 khawatir sampai2 tidak hati2,

    hana benar2 cute banyak banget yg gemas sama dia,

    akankah tiffanyi org yg akan menjadi org ke3 dlm RT yw

  7. Yee…. akhirnya Soo dan Changmin pacaran jg ya, tpi ntah napa ya sepertinya Soo Yoong terkena karma gtu akibat oppa nya melakukan pemerkosaan pda Yoona dan berimbas ke Soo Yoong
    tpi untung aja Chang Min cpt menolongnya dan gk lama mereka jdian deh, senang deh hehe…
    Aigo… ternyata Hana pengen jdi foto model ya, selain lucu dia anak yg ceria. suka bgt peran Hana dia di gambarkan anak yg baik dan tdk nakal, ide yg bgs author

  8. Udah mles klau udah ada fany unni, karna fany unni pasti bkal jdi btu sandungan hubungan yoonwon,
    tpi ku harap tdk terlalu rumit, semoga aja wonpa sma fany unni cuma sebatas teman

  9. Untunglah changmin dteng nolongin soo, cie cie akhirnya changmin soo jdian…
    Semoga karakter fanny d sni ga jahat deh…
    Siapa yg tabrakan sma fanny yah…?

  10. Trnyata tebakan Q salah, kirain yg ke tabrak m0bil S00y0ung Changmin, tp mlh pria2 yg mau ngelecehin S00y0ung, untung aja ada Changmin yg n0l0ngin & brlanjut dgn mereka yg jadian.,
    Aig00, Y00na jeal0us sama pelayan yg brniat ngasih n0. HP nya ke Siw0n, , (nyeremin jg kalau marah^^),.
    Kirain Hana ngilang kemana? Trnyata ngeliatin Fany yg lg pem0tretan, Syukurlah Y00na bisa nemuin lg & Fany jg senang bisa ketemu sama Y00na yg n0tabene adalah ‘id0l’ nya d dunia fashi0n,,
    Siapa tuh yg gk sengaja tabrakan sama Fany??

  11. klo dh ada fany,eemmm pasti cerita.a bakalan lebih panjang nih……….. pnasarn ma cp.10 cz di pw……… eon minta PW

  12. untung aja changmin oppa cepet dateng nyelamatka soo oenni and akhirx mereka jadian juga —–> lirik changsoo..
    seneng baget liat keluarga kecil wonpa bahagia…

  13. Akhrnya sooyoung ma changmin jadian, walaupun ada insiden ga menyenangkan sebelumnya. Hanaa lucu bgt, kayaknya pengen jadii model tuh. Yoona cemburunya lucu, siwon oppa so sweet bgt. Senyum2 sendiri baca part ini.

  14. Baca nya ke potong?

    Jadi nya lompat k sni.
    Hana… Hadeh in bocah aktf bgt.

    Chang oppa sma syo eoni crta sdh resmi nih. Askyikkk…

  15. aduhh soo tu anehh bgt dulu
    jutek bgt ma changmin eh sekali
    tembak mau juga ternyata,,,hahhaa
    kencannya romantis bgt hananya juga gak
    gangguinn lg,,,
    itu fanny muncul lg semoga gak ganggu rumah
    tngganya yoonwon dehh,,

  16. Untung sooyoung di tolong sma changmin… klo gk berabe….
    Dan sekarang mereka jadian.. padahal tdinya sooyoung masih jutekin chanhmin, bisa2nya dia terima heheheheehe
    Dan yoonwon terlihat bahagia sekali…n
    Apalagi ngeliat tingkah hana satu inu…
    Sampek ilang dicariin kemana2 ternyata lagi berfos jadi model hahaaha
    Dan siapa yg bertemu dgn fany itu?

  17. Sooyoung lucu yaa.. dulu galak bgt sama changmin,,sekalinya ditembak dia mau.. hahah
    Tp untung ada changmin yaa jd sooyoung slamat
    Kenapa tiba2 ada fanny?? Dan siapa yg nabrak fanny?? Siwon kah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s