Fanfiction

| At First Sight | 8

Happy Reading~

 Prolog   1   2   3   4   5   6   7

*

*

*

*

*

*

*

Yoona POV

Kurasakan udara menjadi dingin disekitar ku. Angin yang berhembus akan dengan cepat membekukan tulang-tulangku. Aku menyalahkan apa yang tiba-tiba kurasakan sebagai dampak dari ciumannya. Bibirnya yang menutup bibirku juga membuatku menahan napas.

Tangannya yang kuat dan hangat memeluk pinggangku, dengan jemarinya menekan pada pinggulku. Aku lumpuh, tak dapat bergerak atas apa yang telah dilakukannya pada tubuhku. Rasanya aneh ketika diriku bahkan tak berusaha keras untuk menolak perlakuannya.

Ketakutanku pada Ibu nya yang berada disekitar kami, yang akan dengan mudah memergoki kami mungkin yang menjadi alasan mengapa aku tak melakukan penolakan berarti terhadapnya.

Situasi yang memojokkan ini kian membuatku berdebar. Aku meremas kemeja kerjanya yang basah saat kemudian kututup mataku.

Aroma dari keringat yang bercampur dengan parfum, menguar dari lehernya. Dan aku terang-terangan menghirup dengan hidungku. Menikmati campuran dari aroma itu yang bahkan lebih terasa merilekskan dibandingkan dengan wewangian dari bunga-bunga yang sedari tadi kuhirup.

Kacau..
Itu sesuatu yang tak wajar untuk diteruskan.
Aku tak harus memiliki rasa seperti itu. Keterpesonaan yang mungkin diam-diam sedang kurasakan hanya akan mengacaukan rencana awal ku untuk menghancurkannya.

Aku mengingatkan itu dan terus-terusan memutarnya pada otak kecilku.

Membuatku kemudian tak berkonsentrasi pada aroma tubuhnya yang mampu membiusku, pada ciumannya, pada bibirnya yang basah yang kini menempel diatas bibirku. Namun aku justru was-was dengan keberadaan ibu nya yang sepertinya masih tak beranjak.

Aku membuka mataku ketika kemudian aku sedikit mendengar langkah-langkahnya menjauh disekitar kami. Lega, wanita itu telah kembali masuk kedalan rumah besarnya, masih dengan menyebut-nyebut namaku, mencari keberadaanku.

Namun Siwon sepertinya tak menyadari hal itu. Atau dia dengan sengaja berpura-pura tidak mengetahuinya. Dia justru melakukan tindakan yang benar-benar membuatku tersentak. Aku merasakan lidahnya mendorong masuk kedalam mulutku.

Dengan sekuat tenaga mendorong dadanya yang kokoh, aku menjauhkannya dariku. Menghentikan lidahnya yang mencoba bergerak didalam mulutku.
aku merasa teramat bodoh. Tidak seharusnya aku mengikuti ide nya untuk bersembunyi dari ibunya. dia bisa bersembunyi sendiri. itu akan lebih aman. harusnya aku menyadari ini lebih awal. dia pasti sedang bermuslihat. aku akan lebih mewaspadai bila bajingan sepertinya memiliki seribu satu macam cara untuk bermuslihat.

Sialan..
Dia benar-benar bajingan sialan yang pandai memanfaatkan kesempatan. Dia memanipulasi kehadiran ibunya untuk tindakan tak senonoh yang seharusnya tak dilakukannya pada gadis berusia delapan belas tahun sepertiku.

Aku tak pernah merasakan ciuman seperti itu sebelumnya.
Tidak..
Tidak sekali pun ada seorang pria yang menciumku.
Aku bahkan menyerahkan ciuman pertama ku padanya dimalam penjebakan itu.

Aku telah mengorbankan banyak hal hanya demi menghancurkan pria ini. Demi membalaskan apa yang tidak dapat dibalaskan oleh Yuri oenni padanya. Rasa sakit hatinya yang tak mampu dia hadapi hingga membuatnya depresi.

Jangan kan hanya ciuman pertama yang telah ku relakan hilang dariku, dan tak berjalan seperti harapan para gadis-gadis belia pada umumnya. Yang mengharapkan ciuman pertama itu menjadi sesuatu yang manis dan indah, hingga akan sanggup untuk dikenang dalam seumur hidup. Alih-alih mendapatkan hal itu, Aku justru dengan mudah memberikannya pada pria bajingan dihadapanku, hanya untuk memasang perangkap yang sayangnya juga telah memerangkap diriku sendiri kedalamnya. Hingga jauh melampaui seperti apa yang bisa kubayangkan.

Aku rela mengorbankan itu.
Aku juga rela merasa tertekan dalam beberapa hari ini.
Aku rela dinilai sebagai gadis liar..
Aku rela dipandang sebelah mata dan terlihat hina..
Aku rela menerima semua itu hanya demi Yuri oenni ku.
Demi membalaskan sakit hatinya pada Siwon.

Dia bajingan yang memiliki otak mesum dikepalanya..
Rasanya aku sangat ingin meneriakkan kalimat itu didepan wajahnya.

“Aku akan masuk lebih dulu..”

bodohnya, bukan makian itu yang keluar dari bibirku. Melainkan, Aku justru berlagak tak terjadi apa-apa. Padahal dengan nyata aku merasakan dia memasukkan lidahnya kedalam mulutku.
Sialan..

“Tunggu..”

Dia menarik tanganku ketika aku mulai beranjak. Aku memelototi tangannya sampai akhirnya dia melepaskannya dan kemudian berdeham setelahnya..

“hm, bagaimana kalau oemma nanti melihatmu? Sebaiknya aku dulu yang masuk..”

Dia sama berlagak, seperti tak habis mencium ku..

“Tidak.. Aku dulu saja. Aku bisa mengendap-endap, masuk kekamar dan menyembunyikan tubuhku dibawah selimut. Nyonya tidak akan mengetahuinya..”

“Tidak.. Kau tidak akan bisa melakukan itu”

menggelikan..
Ini bukanlah sesuatu yang tepat untuk diperdebatkan. Aku memutar mata pada bagaimana dia berkeras untuk masuk lebih dulu dari pada aku..

“Tidak.. Tidak.. Aku yang akan masuk lebih dulu. Aku akan mengalihkan perhatian oemma. Dan kau bisa masuk setelahnya..”

Apa yang di katakannya itu terdengar seperti sebuah ide penyelamatan. Menyelamatkanku dari amukan ibunya mungkin..
Maka aku menyetujuinya.

“Anda bisa melakukannya, sajangnim..”

“Kau setuju?”

Aku mengangguk..

“baiklah.. ”

Entahlah apa ini hanya perasaanku, sekedar penilaian atau memang kejadian yang sebenarnya. Tapi Aku benar-benar melihatnya berjalan kikuk saat menjauh dariku..

Sebelumnya, dari kemeja kerjanya yang basah karena ulah ku, aku telah dapat melihat bagian dada dan perutnya yang berotot. Yang pasti akan terasa keras bila aku memegangnya. Tapi kini, setelah dia membalikkan tubuhnya, mengambil langkah untuk masuk ke dalam rumahnya, Aku hanya bisa memandang pada bagian punggungnya. Dia terlihat jelas memiliki bahu yang lebar dan sudah pasti kokoh. Benar apa yang pernah dikatakan Hyoyeon, jika dia bahkan bisa mengagumi pria itu hanya dari bagian punggungnya. Punggungnya memang terlihat bagus.

Oh, ya ampun..
Aku menggeleng dan memukul kepala ku sendiri.
Apa tadi?
Apa yang baru saja terlintas dalam pikiranku?
Rasanya aku ingin menyentil ke dalam otakku.
Aku gadis kecil dimata Yuri oenni ku..
Aku gadis berusia delapan belas tahun yang tidak sepantasnya memiliki pemikiran yang..
Umm…
Aku menyebutnya dengan ‘nakal’ terhadap seorang pria. Terlebih pria itu adalah Siwon. Yang nyata-nyata adalah seorang bajingan yang telah merusak, menghancurkan kehidupan Yuri oenni ku.
Aku benar-benar merasakan marah ketika mengingat apa yang dilakukannya pada Yuri oenni.

Siwon pria bajingan..
Dia bukanlah salah seorang pria yang bisa untuk membuatku terpesona, apalagi pantas untuk dikagumi.

Saat ini dan memang telah terjadi selama ini, satu-satunya pria yang pantas untuk ku kagumi adalah Donghae oppa. Dia pria yang baik. Aku bersyukur memiliki dia dalam kehidupan kami, terlebih disaat keadaan Yuri oenni yang seperti itu, Donghae oppa tidak menjauh apalagi pergi meninggalkan kami. Dia justru menunjukkan padaku betapa dia pria yang sangat mencintai Yuri oenni.
Aku telah berjanji pada diriku sendiri, bila suatu hari nanti Yuri oenni membaik, aku akan membantunya untuk meyakinkan oenni bahwa hanya dia lah pria yang tepat untuk oenni ku. Aku akan merelakan perasaanku yang selama ini ku sembunyikan terhadapnya terkubur dalam-dalam didasar hatiku.
Aku rela..
Aku sungguh rela untuk melakukan itu..

Menghilangkan pemikiran-pemikiran itu untuk sementara dari kepalaku, Aku melihat Siwon telah masuk kedalam rumahnya. Membiarkan diriku menunggu sampai beberapa menit, sebelum kemudian mulai melangkah untuk masuk kedalam rumah. Aku mendengar suara Siwon yang sedang berbicara dengan ibu nya, entah dibagian ruang sebelah mana. Aku hanya menduganya sedikit cukup jauh dari keberadaanku.

“Kau baru pulang? Ada apa dengan pakaianmu.. Mengapa kau basah seperti ini?”

“diluar hujan, oemma..”

“hujan? Oemma bahkan baru saja keluar dan tidak sedang terjadi hujan..”

“pasti hujan turun setelah oemma kembali masuk..”

“Uh, omong kosong.. Setidaknya beri alasan yang masuk akal jika kau sedang berbohong, Siwon..”

Dengan melepas kedua alas kaki ku, aku berjalan mengendap seperti seorang pencuri. Mengatur dengan keras agar langkahku tak menciptakan bunyi yang dapat didengar oleh Ibu Siwon.

“Ahjumma Lee mengatakan kau sudah pulang dan langsung menyusul Yoona dihalaman belakang.. Jadi apa yang kalian lakukan dan dimana gadis itu sekarang? Kenapa aku tak melihat kalian disana tadi..?”

Aku terkesiap dan menutup mulutku. Dengan mempercepat langkahku, namun tak mengurangi kehati-hatianku, aku menuju tangga untuk mencapai kamar yang ku tempati. Apa yang ku dengar dari apa yang dikatakan Ibu Siwon membuatku sangat ingin untuk menghidarinya. Setidaknya sampai besok pagi, mungkin pada saat itu kekesalan telah menghilang dari dirinya.

“Yoona ya..”

Aku baru menginjakkan kaki telanjang ku pada satu anak tangga, ketika mendengar ahjumma Lee memanggilku.

“Yoona ya..”

Membalikkan tubuhku dengan menempatkan satu telunjuk didepan bibirku, aku berharap ahjumma Lee akan dapat membaca maksud isaratku. Aku menginginkannya untuk berhenti berseru memanggilku.

“Nyonya mencarimu.. Tidakkah dia melihatmu dihalaman belakang tadi?”

“ahjumma, ssttt..”

Uh, ahjumma Lee masih tidak mengerti dengan maksudku.

Rasanya aku benar-benar menginginkan untuk mengabaikan ahjumma Lee dan melupakan kesopananku padanya. Aku ingin secepatnya berlari menaiki puluhan anak tangga diatasku. Aku benar-benar perlu untuk menghindar dari Ibu Siwon. Setidaknya sampai nanti, sampai aku berada dikamar, mengganti pakaianku dan berpura-pura aku baru saja membersihkan diriku setelah menyelesaikan hukumannya yang diberikan padaku. Setidaknya hal itu akan menghilangkan kecurigaannya bahwa aku berada dihalaman belakang bersama dengan Siwon tadi.

“Yoona..”

Oh dear..
Sayangnya itu terlambat untuk ku lakukan. Ibu Siwon, wanita itu telah dalam langkah untuk mendekat padaku. Dengan tatapannya yang seolah tidak akan melepaskanku.

Sedangkan Siwon, dia hanya menaikkan kedua bahunya kearahku. Dia mencoba mengatakan ketidak berhasilannya untuk mengalihkan perhatian ibu nya, atau sebenarnya dia memang tak melakukannya.

Dasar tak bisa dipercaya..

“Kau disini rupanya..”

“omonim..”

Aku mencoba memasang senyum diwajahku, namun sepertinya tak berhasil. Aku tak bisa tersenyum dalam kegelisahan yang melandaku.

“dimana kau ketika aku mencarimu dihalaman belakang? Kau tidak mendengar aku memanggilmu, tadi?”

“Aku..em, aku..”

Tuhan..
Apa yang harus kukatakan. Dia jelas sedang menuntut alasan yang dapat menjelaskan dimana keberadaan ku tadi.

“Omonim.. Aku sudah menyelesaikan semuanya. Aku sudah mencabuti rumput-rumput liar. Memotong daun yang mengering dan menyemprotkan pupuk. Aku juga sudah menyiram semua bunga-bunga itu..”

dengan menggigit bibir bawahku setelah mengatakan apa yang sudah ku lakukan tadi, aku sedang mencoba mengalihkan dari pertanyaan Ibu Siwon padaku.

“Oh, jadi kau sudah menyelesaikan hukumanmu..? Semuanya..?”

Aku mengangguk..

“Itu berarti kau juga sudah menyelesaikan apa yang kau lakukan dengan putraku dibalik batang pohon tadi..”

Aku tidak tahu seberapa besar mataku membulat saat ini. Dan bagaimana aku ternganga dengan begitu bodoh. Sama halnya dengan Siwon yang juga memasang tampang terkejut ketika mendengar ibunya mengatakan hal itu.
Wanita itu memang benar memiliki kalimat-kalimat mengejutkan yang keluar dari bibirnya.

Jadi dia sebenarnya telah mengetahui ketika Siwon menciumku tadi..
Oh My God..

***

Makan malam tadi berlangsung dengan penuh ocehan dari Ibu Siwon. Hingga membuatku tak bisa menelan makananku. Bagaimana bisa aku menelan makanan, sedangkan Ibu Siwon terus mengoceh pada kami..
Maksudku padaku dan pada Siwon, dengan berbagai macam kalimat yang kebanyakan tidak ku mengerti. Aku terlalu gugup untuk dapat mencerna apa yang diucapkannya.
Menyedihkan..
Tapi yang pasti aku mengetahui dia sedang mengomeliku.

Aku hanya terus meminum entah berapa gelas air putih dihadapanku, untuk menghindari kekeringan tenggorokanku. Karna Ibu Siwon jelas memanfaatkan ketidak beradaan sang suami saat itu. Entah sedang berada dimana, ayah Siwon tidak ikut dalam makan malam, hingga tidak akan ada yang mencegah wanita itu untuk terus bersuara. Dia benar-benar bebas menyuarakan kekesalannya.

Hingga pada akhirnya dia selesai dengan apa yang dikatakannya, dan membuatku dapat untuk bernapas dengan lega. Sedikit bersyukur ketika kemudian Ibu Siwon memintaku untuk masuk kedalam kamar lebih dulu dan meninggalkannya bersama Siwon disana. Mungkin masih ada yang akan dia katakan pada Siwon, entahlah..
Aku merasa tak perlu untuk mengetahuinya.
Telingaku sudah cukup panas mendengar semua omelannya. Dan aku benar-benar membutuhkan untuk mengistirahatkan tubuhku. Hari ini telah kulalui dengan begitu kacau dan melelahkan. Aku butuh tidur..

Setelah terlebih dulu melakukan mandi kilat dengan menggunakan air hangat, aku memakai celana tidur dengan atasan kaos lusuh yang kuambil dari lemari. Masih merasa menyedihkan dengan apa yang kumiliki, namun aku mengabaikannya ketika telah berbaring diatas tempat tidur mewah yang pernah kurasakan seumur hidupku.

Berharap aku akan langsung tertidur dengan kenyamanan ini, tapi nyatanya pikiranku justru kembali melayang-layang.

Menyentuh bibirku, aku merasakan basah namun juga terasa hangat, bekas dari ciuman tadi.

Oh..

Aku terkesiap saat melihat wajah Siwon diatas langit-langit kamarku. Pria itu menyeringai padaku?
Sial..
Aku telah mengucek mataku berkali-kali hingga dapat menghilangkan gambaran tak wajar itu dari kepalaku. Namun secepat kemudian mendadak aku merasakan sedang mencium keharuman lain didalam kamarku. Mengendus pada apa yang berada disekitarku, aku mencium ini adalah campuran antara keringat dan parfum seperti..
Ini seperti..
Bukankah ini seperti..
Seperti saat aku mencium bau tubuh Siwon..

Astaga..

Aku bangun dari atas tempat tidur dan memukul kepalaku. Apa yang saat ini berada didalamnya benar-benar harus segera dikeluarkan.

Aku tak bisa tidur..
Aku tak bisa tidur dengan wajah Siwon yang berada dilangit-langit kamar, juga wangi tubuhnya yang mendominasi udara disekitarku.
Aneh..
Tak dapat dipercaya..
Adakah keanehan yang semacam ini?
Dan apakah keanehan ini nyata?
Aku tidak mempercayai keanehan yang kurasakan malam ini.

Aku benar-benar tak dapat memejamkan mata, bahkan untuk sebentar saja. Aku terjaga sepanjang malam akibat kebingungan pada apa yang kurasakan.

Membuka hordeng pada jendela kamarku, ini mungkin sekitar pukul lima pagi ketika kemudian aku juga membuka pintu yang menghubungkan pada balkon kamar.

Aku berada disana saat ini dan merasakan udara pagi yang dingin menusuk masuk melalui pori-pori kulitku. Kedua mataku berbinar ketika memandang ke bawah dan melihat warna-warni dari bunga yang semalam masih menguncup, kini telah bermekaran dan bergoyang dengan tiupan angin, seakan sedang memanggilku.

“Apa kalian menungguku untuk merangkai kalian menjadi lebih indah..?”

Aku berbicara seolah bunga-bunga itu dapat mendengar dan mengerti dengan apa yang kukatakan.

Aku bersemangat saat keluar dari dalam kamar, dan menuruni puluhan anak tangga dengan perlahan. Ini masih terlalu pagi untuk membangunkan orang-orang. Ahjumma Lee bahkan belum datang.

Dengan langkah yang perlahan didalam temaramnya lampu-lampu rumah yang kebanyakan dimatikan, aku mencapai pada bagian belakang. Membuka kuncian pada pintu, aku keluar dan langsung mencium, menghirup dengan berlebihan keharuman yang luar biasa menyegarkan. Aku sedang mencoba terbebas dari keharuman tubuh Siwon yang kurasakan disepanjang malam.

“Kalian benar-benar cantik..”

dengan menggunakan gunting pemotong dan sebuah keranjang, dan terlebih dulu menciumnya satu persatu, aku kemudian memotong tangkai-tangkai bunga itu yang telah bermekaran. Dengan mudah cukup banyak yang telah kudapatkan, dan aku benar-benar tak sabar untuk merangkainya. Diluar dari bisa atau tidaknya aku melakukan itu, tapi aku akan tetap melakukannya. Merangkai bunga-bunga itu sesuai dengan keinginan hatiku..

Setidaknya aku telah mendapatkan tiga rangkaian bunga pada saat matahari telah naik dan menunjukkan sinar hangatnya. Tak sadar, aku mungkin sudah dalam hitungan jam berada disini..

“Yoona ya..”

Dengan membawa satu rangkaian bunga ditanganku, aku berniat untuk masuk namun kemudian suara Ibu Siwon dan keberadaannya yang sedang memperhatikanku, menahanku..

“omonim..”

ini mungkin bukan rangkaian bunga yang sempurna seperti yang selalu diajarkannya padaku..

“Kau merangkai bunga?”

aku mengangguk..
Dia mendekat dan kemudian memperhatikan dua rangkaian bunga yang lain yang telah kuselesaikan.

Sekilas aku melihatnya tersenyum..
Benarkah?
Benarkah Ibu Siwon tersenyum saat melihat rangkaian bungaku..

“Aku mencarimu untuk mengatakan sesuatu padamu..”

Dia mengambil salah satu rangkaian bunga itu, dan membawanya dengan kedua tangannya.

“bersiaplah Yoona, kau harus ikut denganku..”

“Apa kita akan pergi?”

Dia mengangguk. Aku sedikit cemas Ibu Siwon akan membawaku pada sebuah acara seperti kemarin. Tapi itu rasanya tidak mungkin. Tidakkah dia takut aku akan mengacaukannya lagi.

“kemana kita akan pergi, omonim..?”

aku memberanikan diri untuk bertanya..

“belanja dan make over.. Aku harus melakukan perubahan pada tampilanmu..”

Oh…

***

Author POV

Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Ny.Choi dan kemudian mempersiapkan dirinya dengan mandi dan mengganti pakaian tidurnya dengan celana jeans panjang dan atasan berwarna putih, Yoona memperlihatkan tampilan casual, khas gadis-gadis muda seusianya.

Dengan terlebih dulu harus berada di meja makan untuk melakukan sarapan bersama, kegelisahan mendadak kembali menyergapnya.

Bukan lantaran Ny.Choi yang mungkin akan memprotes apa yang dikenakannya, melainkan menyadari fakta dirinya berada dekat dengan Siwon.

Keberadaan pria itu disampingnya, dengan tubuhnya yang menguarkan aroma parfum, murni parfum dan bukan bercampur dengan keringat melainkan sedilit wangi dari body wash, yang keharumannya terasa menyegarkan untuk dihirup, namun justru membuat Yoona merasa gelisah.

Sebelumnya hal itu bukanlah menjadi masalah, hingga mampu membuatnya gelisah. Namun sejak semalam, sejak Siwon memberikan ciuman yang membekas dibibirnya.
Sejak wajah pria itu yang seakan tergambar dilangit kamarnya. Serta aroma dari tubuhnya yang ia rasakan mendominasi udara dalam kamarnya dan bahkan seakan menempel pada pakaiannya, meski nyata-nyata ia telah mengganti apa yang sebelumnya dikenakannya. Perasaan aneh itu yang menjadi sumber kegelisahannya.

Namun Yoona tidak mengetahui apa yang dirasakan oleh Siwon yang kini duduk disebelahnya, dan memperlihatkan ekspresi yang biasa saja pada wajahnya, sebenarnya tak berbeda jauh dengannya.
Siwon sedang bersusah payah mengendalikan dirinya, mengatur degup jantungnya yang tak menentu saat itu.

Semalam ketika dirinya memutuskan untuk menyusul Yoona yang berada di halaman belakang rumahnya, semata hanya untuk mengetahui hukuman macam apa yang diberikan ibunya. Namun kemudian hal itu sekaligus digunakannya untuk memastikan apakah jantungnya masih akan berdegup dengan cepat saat melihat gadis itu? Ataukah apa yang dirasakannya hanyalah rasa sesaat saja..

Lalu hasil yang didapatkannya adalah sama, jantungnya masih bereaksi dengan berlebihan. Dan ketika mengetahui Yoona yang terlihat tidak mengalami kesusahan membuat kehangatan merasuk ke dalam dadanya, menjadi rasa baru yang kemudian diketahuinya.

Dan bagaimana dengan ide untuk bersembunyi dari ibunya? Hal itu sebenarnya terlintas begitu saja, hingga ciuman yang dilakukannya tanpa pikir panjang hanya karna merasa kesal dengan Yoona yang tak bisa diam, sekaligus tergoda oleh bagaimana gadis itu menggigit bibirnya. Hasratnya terbangun karna itu, dan kesempatan dalam kesempitan itu terasa sangat menguntungkan untuknya. Ia dengan cukup lama dapat merasakan bibir sewarna merah jambu itu didalam mulutnya.

Sial nya, hal itu lah yang kini menjadi sumber kegelisahannya. Hingga perlu untuk nya mengendalikan diri agar tak lagi menginginkan untuk mencicipi rasa itu didalam mulutnya..

“Kenapa kalian hanya diam saja? Dan malah terlihat canggung.. Bukankah seperti itu, yeobo..?”

Suara Tn.Choi memecah apa yang saat itu sedang berada dalam pikiran keduanya. Siwon memberi respon dengan berdeham, sementara Yoona tersenyum kikuk tanpa memberi jawaban.

Ny.Choi juga hanya berdeham, sambil terus memperhatikan antara Siwon dan Yoona. Sepertinya Ia masih belum mengatakan pada sang suami mengenai kejadian semalam yang Ia pergoki tengah dilakukan oleh Siwon dan Yoona dihalaman belakang rumahnya. Yang sukses membuatnya mengomeli keduanya, dan terutama Siwon putranya sendiri atas kelakuannya.

“bagaimana dengan acara amal yang kemarin kalian hadiri? Kau belum menceritakannya padaku, yeobo..”

Tn.Choi membuka topik, membuat Yoona langsung mengarahkan tatapannya pada Ny.Choi yang kemudian akan memberikan jawaban..

“Kau bisa tanyakan itu pada Yoona, yeobo..”

“Oh, seperti itu kah?”

Pada saat Tn.Choi mengarahkan perhatian padanya, Yoona menjadi sedikit memucat pada wajahnya dan keringat dingin mendadak muncul didahi nya.

“bagaimana Yoona? Apakah acaranya berjalan dengan baik..?”

“emm, itu.. Acara itu..”

Yoona memilin jari-jari tangan di atas pangkuannya. Merasa gugup oleh haruskah ia mengatakan kejadian memalukan yang dilakukannya.

“katakanlah pada ayahku, disana kau melakukan perkelahian dengan gadis yang menginginkan tunanganmu..”

Yoona memutar mata setelah mendengar Siwon membisikkan itu ditelinganya, dan menyadari pria itu justru sedang menahan geli dengan situasi yang dihadapinya.

Rasanya ia sangat ingin menendang pria itu menjauh dari sampingnya..

“saya.. Maafkan saya Tuan, tapi saya membuat kekacauan dan justru mempermalukan omonim disana. Saya sangat menyesal..”

Yoona menunduk malu, tak berani menatap pada ayah Siwon yang mengerutkan dahi mendengarnya.

“Oh, benarkah?”

Tn.Choi kemudian mengarahkan tatapannya pada sang istri yang nampak menghela napasnya dengan berat..

“Dia melakukan perkelahian dengan Jessica didalam toilet. Itu benar-benar mempermalukanku, yeobo..”

“wanita itu yang mencelaku lebih dulu..”

Yoona menyela dan kembali menunduk.

“sepertinya aku bisa me mahami penyebabnya. Tapi lain kali kau harus menjaga sikap mu, Yoona ya.. Ingatlah posisimu dan statusmu sekarang, Kau adalah tunangan putraku. Bukan aku bermaksud untuk menekanmu, tapi kau harus tau sekecil apapun hal yang kau lakukan, akan menjadi besar dimata orang-orang”

“saya mengerti Tuan.. Maafkan saya..”

Yoona berucap masih dengan menundukkan wajahnya. Benar-benar merasa tak enak hati pada ayah Siwon yang sejak awal selalu bersikap baik dan menunjukkan keramahan padanya. Bahkan telah beberapa kali melindunginya dari serangan ibu Siwon.

“Aku sudah berencana mendaftarkannya mengikuti kelas kepribadian”

Yoona mengangkat wajah mendengar apa yang dengan jelas dikatakan oleh Ny.Choi.

“tapi omonim..”

“jangan membantah, Yoona.. Itu bagian dari apa yang harus kau lakukan untuk menjadi pantas sebagai tunangan putraku..”

Yoona hanya bisa memberengut, menyadari Ia takkan mampu melawan apa yang dikatakan oleh ibu Siwon, setelah kesalahan yang kembali dibuatnya.

“Dan sepertinya kalian akan melakukan sesuatu hari ini?”

menyadari sang istri yang mulai terlihat kesal, setelah menyinggung apa yang terjadi pada acara amal dihari sebelumnya, Tn.Choi dengan segera mengubah topik pembicaraan.

“Aku tak akan membocorkan pada kalian apa yang akan kulakukan dengan Yoona. Ini murni menjadi urusanku.. Kalian hanya perlu melihat hasilnya nanti..”

“Oh, aku jelas tak sabar untuk mengetahuinya. Tapi aku akan menunggu..”

Tn.Choi berseloroh dan kembali meneruskan..

“kulihat kau dan Yoona semakin akrab. Lebih sering untuk pergi bersama memang bagus untuk kalian menjadi dekat. Kau juga setuju kan Siwon jika ibu mu dan tunanganmu menjadi dekat?”

Yang ditanya justru kesulitan memberi jawaban. Siwon hanya mengangguk sebagai tanda persetujuan atas apa yang dikatakan sang ayah.

***

Setelah menyelesaikan sarapan pagi itu, Siwon lebih dulu pergi dari rumah untuk berangkat ke kantor. Dan kini telah berada di dalam ruangannya. Memeriksa beberapa berkas yang telah berada diatas meja nya, ia kembali menerima beberapa laporan mengenai kinerja Donghae yang kian berantakan dan berpotensi merugikan perusahan.

Ia sudah mencoba memanggil Donghae agar menemuinya, bukan untuk mengkonfirmasi, karna Siwon memastikan pria itu pasti akan mengelak. Ia hanya ingin mengetahui sejauh mana Donghae akan mengatakan kebohongan terhadapnya.

Namun niatan Siwon sepertinya belum akan terlaksana hari itu, karna Donghae mengatakan masih belum sampai di kantor dan beralasan memiliki janji penting yang sudah dijadwalkan terjadi diluar kantor, hingga membuatnya mungkin tak bisa datang setidaknya setelah jam makan siang.

Siwon menggeram sambil meremas lembaran kertas diatas mejanya. Bila dirinya mau, sangat mudah sebenarnya untuk menyingkirkan Donghae. Ia cukup dengan melakukan pemecatan terhadapnya. Namun entahlah, hal itu justru tak termasuk dalam daftar rencananya. Siwon justru lebih tertarik dengan motivasi Donghae yang sangat ingin menghancurkannya. Pastilah pria itu memiliki alasan yang lebih kuat mengapa sampai harus melakukan hal setega itu setelah kebaikan yang diberikan oleh kedua orangtuanya. Ataukah alasan kuat itu hanyalah karna kondisi Yuri semata. Siwon tak habis pikir bila seperti itu lah kebenarannya..

Pintu ruangannya diketuk, sebelum kemudian seseorang meminta ijin untuk masuk ke dalam ruangannya. Seseorang yang telah Ia sewa untuk melakukan beberapa penyelidikan, kini melenggang masuk ke dalam ruangannya.

“maaf tidak menghubungi anda sebelumnya, Tuan..”

“tidak masalah.. Hal penting apa yang membuatmu sampai perlu datang menemuiku? Biasanya kau cukup mengirimkan hasil penyelidikanmu melalui email padaku..”

“Saya merasa perlu datang, karna anda perlu untuk melihat secara langsung apa yang telah saya temukan”

Pria itu kemudian menyodorkan sebuah benda kecil ke hadapan Siwon.

“itu adalah beberapa potongan dari rekaman CCTV”

“maksudmu?”

“Saya mengambil semua rekaman dari kamera CCTV disepanjang jalan yang memiliki kemungkinan dilewati oleh nona Yuri pada malam yang anda sebutkan sebelum nona Yuri menghilang dan akhirnya sempat kita temukan berada dirumah sakit jiwa..”

Pria itu menjelaskan secara gamblang. Mengatakan Ia menyisir beberapa jalan yang terpasang kamera pengawas, dan melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkan hasil rekamannya.

Siwon benar-benar menghargai dan memastikan akan membayar mahal bila rekaman yang didapatkan pria itu akan mampu untuk menguak apa yang terjadi pada Yuri dimalam itu, setelah dirinya menolak pernyataan cinta yang diucapkannya.

“putar untukku sekarang..”

Dengan memasukkan benda kecil itu pada sebuah laptop, pria itu kemudian menunjukkan beberapa gambar yang memperlihatkan Yuri didalamnya.

namun Siwon yang merasa tak puas dan tak terlalu yakin dengan hanya melihat dari layar laptop, kemudian menghubungkan rekaman itu pada layar yang cukup besar yang berada didalam ruangannya. yang biasa dipergunakannya untuk melihat hasil rancangan bisnis.

Dengan itu ia cukup dapat melihat dengan jelas gambaran Yuri disana. Yuri yang berjalan gontai dengan beberapa kali menyeka airmatanya..

“anda dapat membenarkan bahwa wanita itu adalah nona Yuri?”

“Ya.. Dia memang Yuri”

Siwon masih merasakan terkesiap, menyadari betapa malam itu Ia telah menyakiti hati Yuri dengan penolakan yang dilakukannya. Seharusnya ia mengerti perasaan seorang wanita yang rapuh.
Yuri jelas tak dapat menerima penolakan terang-terangan yang diucapkannya. Meski Ia tak memiliki maksud menyakitinya dan hanya bermaksud untuk mempertegas hubungan profesional kerja yang diharapkannya tak tercemari oleh perasaan pribadi, namun setelah melihat dari wajahnya, Siwon benar-benar tak menyangka jika Yuri sampai sesedih itu setelah dia berlari pergi meninggalkannya.

Pria itu kembali menunjukkan rekaman gambar yang lain, dan Siwon terus mengawasi dengan teliti ketika ia melihat Yuri yang terus berjalan dan tak memperhatikan pada siapa yang berada disekitarnya. Gadis itu beberapa kali hampir tersandung dan bahkan menabrak pejalan kaki yang lain, hingga beberapa orang sepertinya meneriakkan umpatan kasar padanya, namun Yuri terlihat tak mempedulikan.

Dalam rekaman selanjutnya Yuri kemudian menghilang masuk disebuah gang kecil, dan sang pria yang menunjukkan itu pada Siwon mengatakan tak menemukan terdapat kamera pengawas yang terpasang disana hingga tadinya dirinya tak mengetahui kemana gadis itu pergi. Namun setelah menyelidiki lagi, ternyata lokasi jalanan itu berada dekat dengan rumah Donghae, dan gang kecil yang dimasuki oleh Yuri mengarah kesana.

“jadi malam itu Yuri berada dirumah Donghae..?”

“itu kemungkinan terbesarnya Tuan.. Karna saya menyelidiki nona Yuri tak memiliki kenalan lain disana selain pria itu. Dan anda harus melihat rekaman yang saya temukan selanjutnya. Nona Yuri baru kembali terlihat keluar dari gang kecil itu pada pukul lima pagi..”

Pria itu menunjukkan gambaran dari Yuri yang berlari tanpa alas kaki dan memanggil sebuah taksi yang kemudian membawanya. Dari sang pengemudi taksi yang berhasil ditemuinya, sang pria mengatakan jika Yuri langsung menuju rumahnya.

“itu berarti dalam rentan waktu setelah Yuri meninggalkanku malam itu, dia menghabiskan waktu dirumah Donghae?”

Sang pria mengangguk..

Siwon meremas frustasi rambut dikepalanya.

“Lalu apa yang terjadi disana..? Dan bagaimana kemudian dia sampai harus berada dirumah sakit jiwa..!!”

Sayangnya rekaman itu masih belum juga menguak apa yang terjadi..

“maaf Tuan.. Itu juga pertanyaan yang belum saya temukan jawabannya”

Sang pria kemudian juga mengatakan pada Siwon jika tak terdapat kamera pengawas disekitar lokasi rumah Yuri. Hingga ia masih belum mengetahui kapan tepatnya Yuri dibawa ke rumah sakit jiwa.

Siwon mondar-mandir didalam ruangannya. Berpikir keras untuk dapat mengaitkan apa yang terjadi antara Donghae dan Yuri malam itu. Donghae jelas mengetahui segalanya..

“Jika kau bisa mendapatkan rekaman CCTV dimalam itu, Kau juga seharusnya bisa menemukan kemana Yuri dibawa dihari menghilangnya dia dari rumah sakit jiwa itu. Mobil Donghae.. Kau bisa melacak melalui mobil Donghae. Aku yakin hari itu dia yang membawa Yuri dari sana..”

“Itu juga sudah saya lakukan Tuan.. Namun sayangnya, Tuan Donghae tak menggunakan mobil miliknya. Saya menduga dia sengaja menyewa mobil yang lain. Itu menyulitkan saya untuk menyisir rekaman CCTV nya..”

“Sialan..!”

Siwon menggertakkan gigi ketika kemudian melempar beberapa berkas dari atas mejanya. Ternyata bukan hal yang mudah untuk nya mengetahui apa yang telah terjadi dimalam itu.

“Saya harap Tuan sedikit bersabar.. Saya sedang mencoba mengorek informasi dari seorang dokter wanita yang menangani nona Yuri saat itu. Dia jelas mengetahui bagaimana kondisi pasti dari nona Yuri..”

“Apa yang akan kau lakukan? Kau tidak mungkin akan berperan menjadi seseorang yang juga mengidap ‘kegilaan’ bukan?”

Pria itu hanya memasang senyum misterius diwajahnya.

“saya seorang agen Tuan.. Saya dapat melakukan cara apapun dalam melakukan penyelidikan. Saya dibayar untuk hal itu.. Maka anda bisa menunggu informasi lanjutan yang sesegera mungkin akan saya kabarkan..”

Siwon menghela napasnya dengan berat.

“baiklah.. Aku menunggu secepatnya. Nanti aku akan mentransfer sejumlah uang ke dalam rekeningmu”

“Saya menghargai itu.. Terimakasih Tuan..”

Siwon menekan pelipisnya ketika pria itu kemudian keluar dari dalam ruangannya, tak berapa lama setelahnya seorang staf  mengetuk pintu dan menyampaikan sesuatu padanya.

“Anda telah dijadwalkan berada di Cina malam ini Tuan.. Penerbangan pada siang nanti telah disiapkan”

Siwon mengerang. Ia tak seharusnya melupakan jadwal kerjanya hari itu.

***

Sementara Siwon bergumul dengan berbagai teka-teki mengenai apa yang terjadi dengan Yuri dan penyebab depresi yang dialami gadis itu. Juga begitu misteriusnya motivasi Donghae, serta jadwal pekerjaan yang tak bisa Ia abaikan.

Yang terjadi dengan Yoona kini berbeda dengan apa yang dirasakan oleh Siwon. Ia tak banyak memikirkan apa yang akan dilakukan Ny.Choi padanya, Ia memutuskan untuk mengikuti saja perkataan wanita itu yang entah bertujuan kemana, Yoona masih belum mengetahui sampai kemudian sang sopir memberhentikan laju mobil didepan sebuah bangunan berlantai tiga setidaknya, dan terpasang plang dengan nama salon khusus wanita. Yoona kemudian menyadari harinya akan dimulai disana.

“Ayo turun..”

Keluar dari dalam mobil dan langsung mengikuti langkah Ny.Choi masuk kedalam salon itu, mereka disambut oleh seorang wanita cantik yang sepertinya sudah sangat mengenali Ny.Choi yang menjadi salah satu pelanggan tetap disana..

“selamat datang Nyonya..”

Yoona memperhatikan Ny.Choi yang tersenyum membalas sapaan wanita itu.

“inikah gadis itu?”

ucapnya kemudian menatap meneliti pada Yoona. Membuat Yoona sedikit risih karenanya. Seharusnya hal itu sudah tak lagi dirasakannya, Yoona tak perlu heran. Orang-orang yang baru melihatnya secara dekat memang selalu menunjukkan tatapan yang semacam itu terhadapnya.

“hm.. Seperti yang sudah kukatakan padamu ditelpon. Kau pasti bisa menanganinya kan..?”

“tentu saja Nyonya.. Gadis ini hanya perlu sentuhan dan beberapa perawatan”

wanita itu tersenyum dan kemudian Ny.Choi mengarahkan pandangannya pada Yoona.

“Kau bisa ikut dengannya, Yoona..”

Bukan langsung menurut pada apa yang baru saja dikatakan oleh Ibu Siwon padanya, Yoona justru melingkarkan tangannya pada lengan Ny.Choi.

“apa yang akan dilakukan wanita itu padaku, omonim..? Aku tak mau ikut dengannya”

Ny.Choi mendecak sekaligus memelototi nya.

“aku hanya akan melakukan perawatan pada tubuhmu, nona muda..”

wanita cantik itu memberitahukan.

“tapi omonim tidak akan meninggalkanku kan?”

“Ck! Tentu saja tidak, masih banyak yang harus kulakukan denganmu..”

Dengan terpaksa Yoona kemudian mengikuti sang wanita pekerja disalon itu. Memasuki ruangan khusus yang dikatakan wanita itu sebagai tempat perawatan yang telah mereka siapkan untuknya.

Ada beberapa wanita pekerja yang lainnya, yang membawakan perlengkapan dan termasuk pakaian ganti untuknya.

Yoona sedikit ngeri tentang apa yang akan mereka semua lakukan padanya, namun perlahan dengan senyum ramah yang ditunjukkan padanya, Ia mulai bisa merasa lega. Setidaknya ia sadar tidak sedang dalam bahaya.

Astaga..
Pikirannya memang sangat konyol.

“apa yang harus kulakukan sekarang?”

tanyanya terdengar bodoh..

“nona bisa mengganti pakaian dengan ini.. Kita akan melakukan lulur sebagai perawatan pertama untuk anda”

Selanjutnya Yoona tak lagi mengeluarkan suara, ia justru menikmati ketika tubuhnya dipijat dan dilulur oleh tangan yang terampil, dan juga mendapatkan facial pada wajah. Hingga tak sadar itu telah menghabiskan waktu sekitar dua jam.

Setelahnya, Ia kemudian diminta untuk berendam dengan air hangat yang telah ditaburi kelopak-kelopak mawar, dengan menggunakan waktu selama tiga puluh menit.

Usai itu, Yoona mendapati seseorang kemudian membersihkan kuku-kuku dari jari tangan dan kakinya sekaligus menawarkan warna apa yang disukainya untuk mewarnai kuku-kukunya. Yoona sudah akan menjawab, ketika kemudian Ny.Choi muncul hanya untuk memberitahukan jika Yoona akan mewarnai kukunya dengan warna merah.

Ia hanya bisa mendengus, sebenarnya ia lebih menyukai putih daripada merah. Yoona merasa kurang menyukai warna merah. Tapi Ibu Siwon jelas tak mau dibantah..

“Oh, sudah selesai..?”

ketika seseorang itu masih mewarnai kuku-kukunya, seorang wanita cantik yang tadi menyambutnya saat pertama kali datang kembali datang menghampirinya.

“Aku yang akan mengurus rambutmu, nona..”

“Apa kau akan memotong rambutku?”

“sedikit..”

ucapnya sambil menyentuh mahkota hitam yang tergerai dalam keadaan basah sehabis mandi berendam yang dilakukan Yoona.

“emm, dan Nyonya memintaku untuk mengganti warna rambutmu..”

Yoona langsung melebarkan mata mendengarnya. Gerakannya juga membuat seseorang yang sedang mewarnai kukunya terkejut, karna ia hampir saja mengacaukan apa yang sedang dikerjakannya.

“maaf..”

ucap Yoona kemudian meminta maaf, dan lantas menatap pada cermin didepannya untuk kembali berbicara pada sang wanita yang sudah siap dengan peralatan yang akan digunakan untuk memotong rambutnya dan kemudian mewarnainya.

“Aku tidak menginginkan mengganti warna rambutku.. Bisakah kau tidak melakukannya?”

“Oh, sayang..”

ucap wanita itu terdengar berlebihan.

“percayalah padaku, apa yang kulakukan bertujuan untuk mempercantik dirimu”

“tapi aku tak menginginkannya..”

“Aku yang ingin kau untuk melakukannya, Yoona ya..”

Ny.Choi kembali muncul dengan tatapan memperingatkan kearahnya.

“omonim..”

“lakukan seperti apa yang kukatakan tadi..”

Ny.Choi tidak menggubris apa yang ingin dikatakan oleh Yoona dan justru memerintahkan seorang wanita itu untuk melakukan pekerjaannya.

“Uh, Aku sedang dijadikan boneka hari ini..”

keluh Yoona setelah Ny.Choi kembali meninggalkannya disana.

“Kau akan berterimakasih karna menjadi boneka cantik ibu mertuamu..”

“dia bukan ibu mertuaku..”

dengusnya pelan..

“hey.. Kau pikir aku tak bisa mengenalimu. Tentu saja dia ibu mertuamu.. Kau sudah bertunangan dengan putra semata wayangnya bukan? Pertunangan kalian cukup menghebohkan..”

“karna aku gadis biasa? Dan terlihat tak pantas melakukan pertunangan itu..?”

“em, aku takkan berbohong memang salah satunya karna itu. Tapi pertunanganmu dan Tuan muda itu setidaknya telah mematahkan anggapan bila keluarga kaya tak mungkin ber-mantu-kan gadis biasa..”

Yoona kembali hanya bisa menghela napasnya dan masih dengan menunjukkan wajahnya yang memberengut. Ia juga masih harus menunggu beberapa jam setelah sang wanita melakukan pengecatan pada rambutnya.

Tidak selesai sampai disitu, sambil menunggu proses pewarnaan pada rambutnya, seorang yang tadi mewarnai kukunya juga kemudian melakukan waxing pada bulu-bulu halus di kakinya, membuat Yoona mengeluarkan jeritan kencang dari bibirnya. Dan hanya bisa meringis sambil menggigit bibir bawahnya ketika Ny.Choi kembali masuk untuk melihat apa yang terjadi dengannya.

“Kau hanya sedang di waxing, Yoona..! Berhentilah menjerit seperti itu..”

“Tapi aku tak pernah merasakan perawatan yang semacam ini sebelumnya.. Ini sedikit terasa sakit omonim..”

Ny.Choi mendecakkan lidah dan menggeleng heran kearahnya. Maka kemudian, untuk menghilangkan kekesalannya yang mulai kembali ia rasakan pada Yoona, Ny.Choi beralih pada sang pekerja salon.

“apa masih perlu menunggu lama untuk pewarnaan rambutnya?”

“hanya menunggu sebentar lagi Nyonya..”

“Kau memberikan warna yang telah ku pilihkan?”

“ne, Nyonya..”

“Jika sudah selesai, tolong antarkan dia ke butik yang berada diatas. Aku akan berada disana..”

“baiklah, Nyonya..”

Ny.Choi sempat memberikan tatapan yang mengisaratkan agar Yoona berhenti berulah dan Yoona hanya mengangguk sebagai jawaban.

Tak sampai tiga puluh menit setelahnya, wajahnya mulai dirias dengan bedak tipis, diberi perona dikedua pipinya, alis dan bulu matanya juga diatur. Dan bibirnya diberi pewarna merah muda dengan menggunakan lipstik, dan lipglos untuk memberikan kesan lembab dan basah.

Rambutnya telah diatur sedemikian rupa, hingga sempat membuat Yoona merasa tak mengenali dirinya yang kini memiliki rambut berwarna coklat, bergelombang dan berkilau terang.

Apakah dirinya menjadi seperti cerita dalam dongeng?
Si itik buruk rupa yang menjelma menjadi angsa jelita..?

Yoona mengerjap beberapa kali memandangi pantulan dirinya dicermin..

“Kau menyukai penampilan baru mu, nona muda..?”

“ne..”

“Kalau begitu, ayo ikut aku.. Ibu mertuamu pasti telah memiliki sesuatu untukmu..”

Yoona mengikuti wanita itu menyusul Ny.Choi yang telah menunggunya di butik yang berada dilantai paling atas. Salon itu rupanya digunakan oleh sang pemilik merangkap sebagai butik. Beberapa gaun berwarna soft, dipajang pada beberapa manekin. Dan lebih banyak yang lain digantung dengan berjejer pada etalase.

“omonim..”

“Oh, kau sudah selesai..”

Yoona mengangguk ketika Ny.Choi beralih dari seorang wanita yang sepertinya seusia dengannya, yang diyakini Yoona sebagai pemilik tempat itu, untuk kemudian menjalankan tatapan kearahnya, menelusuri setiap jengkal pada tubuhnya, menggunakan kedua matanya yang awas.

“ganti pakaianmu dengan ini..”

Yoona menerima sebuah dress berwarna merah ditangannya.

Merah..
Mengapa Ibu Siwon selalu memberinya warna merah?
Ia sedikit memprotes meski hanya dilakukannya dalam hati saja.

Berbalik menuju kamar pas dengan bantuan seorang wanita muda pegawai butik, Yoona tak membutuhkan waktu lama untuk menukar pakaian yang saat itu dikenakannya dengan dress merah yang dipilihkan Ibu Siwon untuknya.

Keluar dari kamar pas, Yoona kembali menghampiri Ny.Choi dan sesaat melihat wanita itu tersenyum melihatnya..

“Kau memiliki calon menantu yang cantik..”

pujian terucap dari sang pemilik butik yang berdiri disamping Ny.Choi.

“para pekerja salonmu benar-benar sudah mengubahnya..”

Ny.Choi membalas sambil mengeluarkan kredit card dari dalam dompet di tas tangannya.

“Aku membayar untuk semuanya..”

Setelah selesai dengan salon sekaligus butik itu, Ny.Choi mengajak Yoona untuk pergi dari sana, dengan membawa tiga paper bag ditangannya.

Sudah lewat tengah hari saat itu, entah berapa jam mereka menghabiskan waktu disana. Awalnya Yoona mengira sudah cukup sampai disitu dan Ibu Siwon akan membawanya pulang. Namun wanita itu sepertinya tak kehabisan tenaga untuk kemudian membawa Yoona mendatangi setidaknya lima butik ternama lainnya.

Meminta Yoona menjajal setidaknya puluhan pakaian, dari mulai gaun dan dres-dres pendek. Pakaian santai hingga pakaian tidur yang Yoona tak dapat menghitung berapa jumlah pastinya.

Ia juga dibuat ternganga ketika Ny.Choi mengeluarkan kartu kredit tanpa limit miliknya, dan terheran bahkan hampir tak percaya Wanita itu merelakan ratusan ribu atau mungkin telah mencapai jutaan won hanya untuk membayar pakaian-pakaiannya.

Ny.Choi hanya mengatakan padanya..

“tak perlu melebarkan matamu seperti itu, Yoona.. Semua itu akan masuk kedalam tagihan Siwon. Dia yang harus membayar semuanya untukmu. Salahnya karna telah memilih bertunangan dengan gadis yang masih harus banyak didandani sepertimu..”

Yoona tak ingin merasakan tersinggung oleh kata-kata seperti itu.

“Semua itu akan menunjang penampilan mu.. Setidaknya untuk terlihat pantas sebagai tunangan putraku, Kau harus terlebih dulu terlihat pantas dalam segi penampilan. Itu yang pertama kali dipandang oleh orang-orang diluar sana”

Yoona sama sekali tak mengeluarkan suaranya. Karna Ia tak memiliki kalimat yang bisa digunakan sebagai bantahan. Atau dirinya sudah terlalu lelah hari itu meski hanya untuk sekedar mendebat apa yang dikatakan Ibu Siwon padanya. Yoona sadar, ia masih belum bisa melawan wanita itu..

Sekitar jam delapan malam itu, Yoona akhirnya bisa sedikit bernapas lega ketika mobil yang ditumpanginya bersama dengan ibu Siwon menghentikan lajunya.

Dengan membiarkan Ny.Choi untuk lebih dulu masuk, Yoona kemudian menyusul dibelakangnya dan menyerahkan semua paper bag yang berada dibagasi mobil diurus oleh sang supir.

Masuk kedalam rumah, Yoona menerima tatapan dan decak kekaguman yang dilontarkan Tn.Choi padanya. Ayah Siwon itu terang-terangan memujinya cantik didepan Ny.Choi, dan anehnya sang istri pun tak mendecak seperti biasanya.

“sebelumnya Yoona memang gadis muda yang cantik, tapi Kau membuatnya menjadi luar biasa cantik, yeobo..”

“jangan terus-terusan memujinya, yeobo.. Dia bisa besar kepala nanti. Oh ya, dimana Siwon? Dia belum pulang?”

“Siwon memberitahuku, dia memiliki perjalanan ke Cina. Mungkin sampai dua atau tiga hari dia akan berada disana”

“kenapa anak itu tak memberitahukannya padaku?”

“sepertinya Siwon sendiri juga melupakan kunjungannya kesana..”

“Ck! Dia terlalu memikirkan gadis itu hingga melupakan pekerjaannya..”

Yoona mendengus pada dengan mudahnya Ibu Siwon membuat kesimpulan.

***

Malam itu dan dimalam berikutnya setidaknya Yoona tak akan lagi dibuat tak dapat tidur hanya karna mencium aroma tubuh Siwon didalam kamarnya. Pria itu tak berada dirumah dan Yoona merasa bisa berhenti merasakan kegelisahan didalam dirinya.

Malam itu Yoona bahkan mendapatkan tidurnya yang lelap. Kelelahan bepergian seharian tadi pastilah yang menyebabkan dirinya dapat dengan mudah memejamkan matanya.

Pagi harinya Ia kembali menemani ibu Siwon merangkai bunga. Disiang hari wanita itu akan kembali mengajaknya ke berbagai butik, hingga menjelang malam mereka baru akan pulang. Dan berlanjut dihari berikutnya.

Ny.Choi sepertinya menikmati mengajak Yoona berbelanja dan membuat penampilannya semakin terlihat sempurna dimatanya. Ia menyukai Yoona yang menurut dengan segala macam yang dipilihkannya. Ia pernah melakukan hal yang sama bersama dengan Jessica. Tapi gadis itu lebih sering menolak apa yang disarankannya. Jessica memiliki selera sendiri dalam berbusana, yang berbeda dengannya. Sedangkan Yoona, Ia selalu mengiyakan apa saja yang dipilih Ny.Choi untuknya. Hingga wanita itu dengan senangnya mendandani Yoona sesuai dengan seleranya, dan menjadi layaknya seorang putri nya.

“putri anda benar-benar cantik, Nyonya..”

Ny.Choi sempat mengerutkan dahi ketika salah satu dari pemilik butik yang didatanginya memuji Yoona dan mengira gadis itu sebagai putrinya. Namun kemudian ia merespon dengan senyum diwajahnya, seakan tak berkeberatan dengan anggapan yang seperti itu.

Ny.Choi juga tak perlu lagi risau bila membawa Yoona bertemu dengan teman-temannya, seperti yang dilakukannya hari itu. Temannya justru berbalik memuji Yoona, dan memujinya tentu saja yang telah membuat perubahan besar pada calon menantunya itu.

“Yoona ya, ayo pulang sekarang.. Suamiku mengatakan jika Siwon akan pulang hari ini”

mendengar itu, mendadak Yoona merasakan debaran dalam dadanya. Terhitung sejak sarapan dipagi itu Ia memang belum bertemu lagi dengan Siwon dan pria itu juga belum melihat perubahan tampilannya.

Apa yang mungkin akan dipikirkan oleh Siwon ketika melihatnya nanti?
Dan bagaimana penilaian pria itu terhadapnya nanti?

Pemikiran itu mendadak muncul dalam benak Yoona..

“ne, omonim..”

Sekitar satu jam kemudian pada sore hari menjelang malam, Yoona telah berada dirumah. Ia duduk diteras belakang, memakan potongan buah yang disiapkan oleh ahjumma Lee. Bersama dengan Ny.Choi disana, yang mengagumi tanaman bunga miliknya.

Entah bermula darimana hingga kemudian keduanya terlibat dalam perbincangan. Yoona menceritakan masa kecilnya dan Ny.Choi menimpali dengan sesekali menceritakan tentang Siwon dimasa kecilnya, hingga membuat tawa terpingkal dari Yoona ketika mendengarnya.

Siwon yang baru beberapa saat masuk kedalam rumah, dibuat heran oleh tawa terkikik dari ibu nya dan seorang gadis yang dilihatnya tengah bersama dengannya.

“Siapakah gadis yang sedang bersama dengan ibuku, ahjumma..?”

Siwon langsung bertanya ketika berpapasan dengan ahjumma lee dari arah teras belakang rumahnya.

Ahjumma Lee justru mengerutkan dahi mendengarnya..

“Oh, Siwon ah.. Kau pulang? Dan gadis mana yang kau maksud?”

“Itu.. Dia yang sedang bersama oemma..”

Siwon menunjuk pada gadis berambut coklat yang duduk memunggunginya.

“aigoo.. Berapa hari kau pergi dari rumah ini? Kau melupakan gadis itu? Kau tidak mengenalinya?”

“ahjumma, aku serius.. Siapa dia?”

“aigoo.. siapa lagi gadis yang ada dirumah ini. Dia tunanganmu Siwon ah, tentu saja dia adalah Yoona..”

ahjumma Lee meninggalkan Siwon terbengong disana.

Bukankah tiga hari hanyalah waktu yang terlalu singkat?
Tapi nampaknya ia telah melewatkan banyak hal selama tiga hari kepergiannya..

Siwon yang masih belum mempercayai apa yang dikatakan ahjumma Lee, kemudian melangkah cepat menghampiri ibunya dan harus bersusah payah menahan ke-terpana-an ketika melihat Yoona, dan sisa-sisa tawa yang menggurat diwajahnya yang bersemu kemerahan. Jantungnya bergemuruh hebat, seakan hendak melompat keluar dari dalamnya.

“Omo.. Siwonie.. Mengagetkan saja..”

Ny.Choi langsung berdiri dari duduknya untuk memberikan pelukannya.

“boghosippo..”

“na.. na do boghosippo, oemma..”

Susah payah kalimat itu keluar, setelah seakan menyangkut ditenggorokannya.

“bagaimana dengan perjalanannya? Pekerjaanmu berjalan baik?”

“hm, semua baik-baik saja, oemma..”

Siwon kembali menatap pada Yoona yang sekarang sedang menundukkan wajahnya.

“Kau mungkin ingin berbicara dengan Yoona.. Sekali ini saja oemma akan membiarkanmu berdua dengannya. Aku akan meminta ahjumma lee menyiapkan makanan”

“anio.. Oemma..!”

Responya keras membuat Ny.Choi mengerutkan dahinya, ketika Siwon menahan lengannya.

“wae? Harusnya kau berterimakasih.. Setidaknya oemma bisa bersikap pengertian dengan membiarkanmu bersama dengan Yoona.. Kau tidak merindukannya?”

Siwon hampir-hampir tergagap untuk betkata-kata setelah mendengar apa yang dikatakan oleh sang ibu kepadanya.

Sejak kapan ibunya bisa bersikap manis seperti itu terhadap hubungan nya dan Yoona.

“Aku.. Aku perlu mandi terlebih dulu. Aku akan berbicara dengannya nanti..”

Dengan langkahnya yang lebar, Siwon menghindar dengan melesat cepat masuk kedalam kamarnya.

***

Yoona sendirian duduk dikursi teras itu, setelah Ny.Choi meninggalkannya untuk memberitahu ahjumma Lee agar menyiapkan makan malam dan menambah menu masakan untuk Siwon.

Yoona menghela napasnya, merasakan keletihan pada tubuhnya. Setelah seakan diajak untuk bermaraton tanpa henti setiap harinya mengelilingi berbagai butik bersama dengan Ny.Choi dalam tiga hari itu.

Kakinya terasa pegal, saat kemudian Ia mulai membungkuk dalam duduknya, dan menjalankan tangannya untuk memijat pada bagian betis sampai pada mata kaki nya.

“Apa ibuku telah membuatmu berlarian hari ini?”

Yoona mendongakkan wajahnya..

“sajangnim..”

“Dibagian sebelah mana yang terasa pegal? Kau bisa menunjukkannya padaku..”

belum sempat Yoona memberikan respon, Siwon sudah lebih dulu duduk berjongkok dihadapannya dan lantas menarik kakinya untuk berada diatas pahanya, menekan pada bagian betis dan telapak kakinya..

“Aku bisa memijatnya untukmu..”

Oh dear..
darimana asalnya kupu-kupu yang kini berada didalam perutnya?
Yoona jelas tak mengetahuinya..
Ia hanya merasakan kupu-kupu itu kini sedang berterbangan disana..

*

*

*

*

*

*

*

To Be Continued~

Yeahee..
Selalu AFS yang lebih dulu muncul ya.. tapi tenang, yang udah nagihin You’re MINE tunggu sampai nanti malam ya^^  semoga bisa di share, hari ini aq kerjain dulu…
*Thx

@joongly

191 thoughts on “| At First Sight | 8

  1. Terxta ibu siwon baik jg iya walaupun ada embel2 spy dia bisa menjadi menantu yg bisa d banggakan n waooooo….siwon memijat kaki yoona..ada angin apa tuh..semoga k dpnx mereka lbh baik lg..

  2. Saat yoona oenni msh berpenampilan biasa saja siwon oppa udah suka apalagi skaranf yoona oenni berubah penampilan. Hhhmmmm penasaran bgt ma klanjutan ceritanya

  3. Uuuuu yoona sepertinya udah mulai merasakan getaran-getaran aneh tuh..😄😄
    Bukan hanya siwon yang dibuat terpesona ama yoona,,
    Begitu pula sebaliknya,,
    Yoona juga udah mulai terpesona tuh am pria yang dia bilang brengsek..😄😄
    Ayooo yoona, gimana tuh rencana pengen bales dendam ko malah jadinya jatuh dalam pesonanya…😊

    Nyonya choi udah mulai membuka hati untuk yoona,,,
    Dia malah menjadikan yoona boneka cantik nya,,😄😄
    Yang bisa di dandani dengan barang-barang mahal nan mewah..

    #Kasian aja tuh ama siwon yang harus bayar semua tagihan nya,,, 😄😄

  4. wahh, siwon oppa cari2 kesempatan nii biar bs skinship-an sama yoong eonni??
    ga kebayang gmn perubahan penampilan yoong eonni setelah dirombak abis sama ny. choi
    tp eonni mah emang dah cantik dr sananya..

  5. huwaaaaa……it’s amazing. what a wonderfull story. aku penasaran kelanjutannya. mereka udah saling ngerasa canggung, yg artinya kumpulan kupu2 udah mulai berkeliaran. ahhh… senangnya.. i hope author make more a beuatifull scene of them in her story.kkkk

  6. Aigoo.. Ending-nya bener-bener dah😀😀😀
    Seneng banget bacanya😀
    Komen apalagi ya, sebenernya tadi udah kepikiran mau komen apa pas di tengah-tengah baca chapter ini. Tapi gara-gara ending-nya kayak gitu, lupa mau komen apa. Mian
    FIGHTIIIING😀

  7. Aaaaaa cie cie yg sama” dag dig dur awh yg baca ff’y juga terbawa suasana manis nan roman sampe” senyum gx ada henti’y dari tadi. Ny.choi kau membuat ku ingin memeiliki mertua seperti mu #bhakss makin so sweet makin gereget ama yoonwon.. :*

  8. akhirnya si itik sudah menjadi angsa yang cantik.
    aku liat sepertinya ibu yoona sudah mulai menyukai dan menerima hubungan yoona dan siwon mungkin karena yoona menurit atas apa yg selalu dia suruh dan ucapkan.
    siwon juga kenapa jadi aneh, harusnya dia senang ibunya memberikan kesempatan buat ngobrol sama yoona bukan malah lari jadi pecundang gitu.
    tapi seneng karena akhirnya siwon udah mulai perhatian, bukan dg niatan menggoda tapi memang murni peduli.

  9. Yoona beruntung bgt sih dpt mertua yg bauk bgt kayak nyonya choi, walaupun galak nya ampun ampun deh, tp dia tulus kayak nya sayang ama yoona, siwon ampe gak bisa ngomong lg dengan perubahan yoona yg dimake over am eommax cantik bgt deh sampe siwon terpesona hehehe

  10. Yoona beruntung bgt sih dpt mertua yg bauk bgt kayak nyonya choi, walaupun galak nya ampun ampun deh, tp dia tulus kayak nya sayang ama yoona, siwon ampe gak bisa ngomong lg dengan perubahan yoona yg dimake over am eommax cantik bgt deh sampe siwon terpesona hehehe daebak pokokx ni cerita kayak sinetron

  11. Oh dear.. Mengapa eonni bisa membuat ff sebagus ini.
    Lagi dan lagi interaksi ny choi dg yonah menjadi favorit aq .
    Sneng smw org udh mulai menyayangi yoona.. Hemm ny choi udh berhasil memberikan perubahan besar trdhp yoona siwom saja smpai tdk mngenali.. Sneng bgt wktu yw sdh sling pny rasa satu sama lain.. Wah moment manis apalagi yg terjadi antr ny choi dg yoona dan tentu saja moment yw..

    Donghae.. Ini org psti ada sangkut pautny trhdp kondisi yuri..

  12. yoong beruntung punya calon mertua kayak ibunya wonppa meski kadang omongannya pedes bgt tp dia kyaknya udah mulai sayang dan nerima yoong jdi tunangannya wonppa. dia mau ngerubah yoong yg tadinya biasa jdi luar biasa sampe2 wonppa gk ngenalin yoong..

  13. HIHIHIHIHi…ternyata omma na siwon dah tau mereka dsna…….aq ngrasa yoona dah mlai dsayang ma ibu na siwon ya wlopun msih aga jdes sih…hihihihihi
    aiiisss siwon oppa malu2 liat yoona onni…hehehehe

  14. Yeyey,akhirnya Ny.Choi bisa sedikit bersikap baik pada yoona, seneng pas ada yg bilang yoona putri Ny.choi dan dia tidak membantahnya, semoga next chap lebih2 deket lagi ya🙂

  15. ahh akhirnya sikap Ny.Choi bisa bisa sedikit melunak sama yoona,
    hahaha ceritanya mau ngumpet dari Ny.Choi, tapi tetep aja ketahuan

  16. Akhirnya ny choi sudah bisa akrab dan nerima yoona
    Dan siwon sampai g ngenalin yoona gitu.. yoona makin cantik yaa sampai bikin siwon mau memijat kakinya haha

  17. Ah,,,,gak kebayang lagi,,,,enak nya yoona di pijitin ma won pa,,,aku seperti anak abg baca ne ff seyum2 sendir,,,

  18. Senengnya dlm hati setelah baca ff ini. Daebbak!!!
    Eommanya Siwon baik banget gitu ke Yoona, jadi tambah suka akunya. Yoona udah mulai tumbuh kayaknya rasa suka sama Siwon, dan Siwon juga. Semoga hubungan diantara mereka berlanjut, jadi seneng aku bayanginnya.
    Kak July, keren banget…
    Daebbak lah pokoknya!!!🙂🙂

  19. Seneng akhirnya eommanya siwon udah nerima yoona walaupun kadang” masih ketus.. siwon langsung terpesona tuh sama penampilan yoona bahkan sampe mau mijetin yoona segala..

  20. Uuuhhhh,sepertinya ibu siwon udah mulai luluh dan nrima yoona nih,semoga ini bisa berjalan dengan baik,dan sepertinya siwon juga mulai menyukai yoona.hanya dia ragu karena mengetahui rencana yoona yg ingin menghancurkannya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s