Fanfiction

YOU’re MINE [9]

Happy  Reading ~

*

*

*

*

*

Siwon menggandeng Yoona masuk kedalam kamar yang ditempati Hana. Yoona merasa tak sanggup dan langsung memalingkan wajahnya saat melihat putri kecilnya yang biasanya aktif,  kini justru terkulai, terbaring lemah dengan selang oksigen dan berbagai peralatan medis untuk memantau kondisinya.

airmatanya kembali turun dan Yoona langsung membenamkan wajahnya di dada bidang Siwon,ia menyembunyikan tangisnya disana. Ternyata ia tak sekuat yang dipikirkannya. Ia tak bisa untuk melakukan keinginan Siwon untuk tidak menangis dihadapan Hana.

Siwon yang mendengarbisakan Yoona, merasakan  airmatanya membasagi pakaian yang dikenakannya, dengan segera menenangkannya. Menepuk dan mengusap punggung Yoona, sekaligus memeluk menguatkan nya. ia menetahui pasti ketika itu Yoona pasti sangatlah terpukul melihat keadaan Hana yang memprihatinkan.

“kita akan melewati ini, sayang.. kau harus kuat. Yakinlah bahwa Hana akan segera sadar dan kembali. dia akan tersenyum, tertawa dan berlari memeluk kita..”

Yoona menghapus airmatanya, untuk kemudian menatap pada mata Siwon dengan keyakinan. Hana nya memang akan kembali dengan keceriaannya.

“yeobo.. aku akan melakukan nya, Hana membutuhkan mommy nya yang kuat untuk terus berada disampingnya. Hana akan sadar karna kau juga berada disini. dia sangat merindukanmu.. dia merindukan daddy nya”

Siwon tersenyum, mengulurkan tangan untuk membantu membersihkan bekas airmata diwajah Yoona.

“ne…kita akan selalu menemaninya”

Perlahan kemudian Yoona mendekat ke sisi Hana, ia meraih tangan kecil putrinya dan mencium punggung tangan nya, kemudian menggenggam nya erat. Sementara Siwon hanya diam memperhatikan nya..

“hello dear.. are you Ok? Are you miss me? Mommy sangat merindukan mu…kau curang sekali membiarkan mommy sendirian. apa kau tak bosan berbaring seperti ini? Apa yang kau lakukan disana? Kau memimpikan mommy? Atau memimpikan daddy? Daddy berada disini sayang.. Hana tak perlu lagi bermimpi untuk bertemu daddy. Daddy ada disini, Hana ya.. C’mone dear wake up…bukankah kau harus sekolah…mommy akan marah kalau kau seperti ini? Hana ingin melihat mommy marah? Hana ya…”

Yoona terdiam, ia berusaha keras mengatur emosinya, menahan airmatanya agar tak menetes dan mencoba kembali berbicara pada Hana yang tak juga menunjukkan respon apapun.

“Hana ya.. kau tahu kan daddy ada disini…kau terus bertanya dimana daddy, sekarang daddy ada disini sayang.. apa kau tak mau bangun dan memeluk daddy.. Please Hana ya..”

Yoona mengalihkan pandangan nya pada Siwon yang hanya terdiam memperhatikan. Siwon sengaja membiarkan Yoona melakukan nya, ia percaya jika Yoona akan sanggup mengatasi nya.

“lihatlah sayang Siwon daddy disini bersama mommy…”

Yoona kembali menatap Siwon sesaat ia menggelengkan kepalanya seolah tak sanggup,namun Siwon meyakinkan dengan senyuman dan tatapan matanya. Mengisaratkan pada Yoona bahwa ia mendukungnya.

“kau bisa melakukan nya yeobo…”

Yoona mengangguk dan kembali berbicara pada Hana, ia mulai bisa mengatasi perasaan nya sendiri, dan tersenyum walau hatinya teriris setiap menatap wajah pucat putrinya yang biasanya aktif dan ceria kini justru terdiam lemah tak berdaya___

>>>

Setelah cukup lama berada dikamar Hana,Siwon dan Yoona keluar dari sana saat dua orang suster mengecek kondisi Hana.

“rasanya aneh sekali tadi, aku bicara sangat banyak dan Hana tak merespon nya..”

“Hana pasti mendengar semua yang tadi kau katakan padanya..”

Siwon merangkul pinggang Yoona dan berjalan menjauh dari kamar Hana menuju kamar rawat Yoona.

“Yoona…”

Sica Yuri dan Sooyoung yang duduk menunggu di depan kamar Yoona segera berdiri menyapanya.

“Aigoo…apa yang kalian lakukan disini?”

“Yoona…gwechana?” tanya Yuri berjalan menghampiri..

“ne…kenapa kau dan Sica disini? bagaimana dengan butiknya?”

“Ahh…ne,aku dan Sica menutupnya”

“Aishh…apa yang kau lakukan? Kau tak bisa seperti itu, kita bisa kehilangan pelanggan.. dan parahnya merugi karna hal itu.”

Yuri dan Sica saling pandang serta mengerutkan dahi mereka, cukup terkejut mendengar ucapan Yoona. Namun Siwon justru merasakan kelegaan dari dalam hatinya, ia tahu Yoona sedang mencoba mengembalikan keadaan seperti semula.

“Yoona apa kau serius..? Maksudku..”

“ne…cepatlah kalian pergi dari sini dan buka butiknya”

“Yoona.. apakah kau sudah mengetahui jika…”

tanya Sica tak yakin dengan sikap Yoona dengan perubahan mendadak seperti itu..

“aku mengalami keguguran dan Hana sedang koma.. aku sudah mengetahui semuanya…”

“kalian tenang saja Yoona baik-baik saja..”

ucap Siwon seraya tersenyum pada ketiganya ..

“tapi oppa apa…”

Sooyoung menghentikan pertanyaan nya ketika Yoona menghampirinya..

“aku tak apa-apa Soo..”

“Aku hanya sangat mengkhawatirkanmu, Yoong..”

“Terimakasih.. tapi Siwon mengatakan jika masih banyak kesempatan untukku bisa hamil lagi, jadi pastikan kau takkan lagi berada dalam waktu yang salah…”

Ucapan Yoona dan senyuman dari bibir nya cukup membuat Sooyoung yakin bila Yoona memang sudah bisa menerima semua kenyataan yang terjadi padanya.

“Ishh…apa aku sering berada pada waktu yang salah?”

“Sepertinya..”

Sooyoung cukup tergelak..

“Ahh…aku menyayangimu Yoong, aku berdoa agar Hana segera sadar dan kembali ditengah-tengah kita”

Sooyoung memeluk Yoona yang lantas diikuti oleh Yuri dan Sica. Mereka berpeluk untuk semakin memperkuat Yoona.

“Terimakasih, kalian sahabat terbaik yang kumiliki. Yang semakin menguatkan ku untuk tegar melewati ini semua..”

“Aigoo…ada apa ini? Kenapa gadis-gadis cantik ini berpelukan?”

Tn.Im yang baru saja datang, tersenyum menghampiri mereka. Siwon pun segera membungkuk menunjukkan hormat dan Yoona kemudian melepaskan pelukan mereka..

“annyeong haseyo paman” ucap Yuri Sica dan Sooyoung berbarengan..

“annyeong…”

“appa…”

“kau baik-baik saja?”

“ne…”

“kau memang putri appa yang kuat, ini akan segera berlalu sayang, percayalah..”

“ne.. itu juga yang Siwon katakan padaku”

Siwon tersenyum meraih tangan Yoona yang terulur padanya..

“hm, apa yang appa bawa?”

Yoona memperhatikan paper bag yang berada ditangan sang ayah.

“semalam appa pulang untuk mengambil ini, mungkin kau memerlukan nya..”

“gomawo appa…”

“kau sudah mengatakan pada Yoona?” tanya Tn.Im pada Siwon..

“ne…appa, dan aku ingin meminta ijin agar Yoona tinggal bersamaku…”

“kau akan membawa Yoona bersamamu?”

“appa setuju kan?”

Tn.Im tersenyum mendengar pertanyaan dari Siwon, ia mengangguk tanda setuju.

Ya..
tak ada yang lebih diinginkan nya saat itu selain melihat putrinya merasakan bahagia dengan pria yang dicintai dan mencintainya.

“gomawo appa”

“Tapi bagaimana dengan appa? Apakah tak masalah jika appa sendirian..?”

Yoona sebenarnya merasa berat jika harus meninggalkan appa nya untuk tinggal sendirian dirumahnya.

“aigoo…bukankah appa sudah biasa tinggal sendiri? Aniya.. appa tak masalah dengan itu. lagipula kalian tinggal tak terlalu jauh dari appa, kau masih bisa tiap hari kerumah appa dan appa juga bisa kerumah kalian..”

“ne..gomawo appa”

Setelah cukup lama berada dirumah sakit, Tn.Im memutuskan pulang untuk beristirahat. Sudah ada Yoona dan Siwon yang menjaga Hana disana. Begitupun dengan Yuri dan Sica, keduanya segera kembali ke butik dan membukanya. Sesuai dengan keinginan Yoona yang berharap semua kembali seperti semula. Sedangkan Sooyoung, ia mendapatkan bagian yang lumayan berat. Ia harus menghandel beberapa pekerjaan Siwon yang tak sempat ditangani selama ia harus bolak-balik untuk menemani Yoona menjaga Hana___

>>>

Siwon mendekati yoona yg saat ini berada disamping hana,menunggu dan selalu mengajak putri kecilnya berbicara

“yeobo..kau pasti lelah, kita pulang dulu ne?”

Yoona menggeleng,ia meraih tangan mungil hana dan mengusapnya kemudian menempelkan pada wajahnya, ia begitu merindukan Hana ,suara dan tawanya sungguh sangat melekat diingatan nya

“aniyo yeobo..aku akan tetap disini bersama Hana, bagaimana jika ia bangun dan mencariku sementara aku tak ada disini”

“tapi kau terlihat lelah, kau juga perlu istirahat”

“aku bisa tidur disini”

Siwon duduk berlutut di hadapan Yoona, kemudian  meraih tangan nya dan menggenggam nya. tatapan matanya menatap lekat mengarah tepat pada kedua manik mata Yoona

“aniyo.. udara rumah sakit tak terlalu bagus untukmu, kau juga belum sepenuhnya pulih, kita pulang dulu ne..?”

“tapi Hana…siapa yang akan menjaganya?”

“aku sudah meminta suster untuk menjaga Hana, kau tak perlu khawatir”

Pada akhirnya Yoona mengangguk setuju.
Walau berat meninggalkan Hana sendirian, ia mengiyakan ucapan Siwon untuk pulang ke rumah mereka.

“Hana ya.. mommy pulang sebentar ne..”
Ia perlahan berdiri dan mengecup kening putrinya.
“You can survive dear… Mommy love you. Mommy sangat merindukanmu sayang..”

“daddy Love you too dear…cepatlah sadar. daddy ingin mendengar suaramu..”

Siwon pun melakukan hal yang sama seperti apa yang Yoona lakukan pada Hana. Ia mencium kening Hana dan tersenyum pada putrinya. Keingininannya untuk mendengar Hana memanggilnya ‘daddy’  sangat besar. Bukan lagi panggilan uncle seperti sebelum nya.

“kajja..”

Yoona mengangguk merangkul lengan Siwon kemudian keluar dari ruang kamar Hana. ia berusaha kuat menahan airmatanya agar tak menetes, menangis mungkin bukanlah solusi untuk semua cobaan dari Tuhan padanya. Tapi menangis adalah bentuk luapan emosi yang tak bisa ia tahan dari dalam hatinya, rasanya wajar jika disaat seperti ini ia menangis, tapi satu janjinya ia tak akan menangis didepan putrinya disaat seperti ini___

>>>

Memasuki rumah Siwon membuat Yoona selalu teringat beberapa tahun yang lalu, walau hanya beberapa bulan tinggal bersama didalamnya, tapi kenangan manis yang tercipta sungguh tak pernah hilang dari memorinya.

“Sayang…apa kau mau makan? Aku akan meminta ahjumma menyiapkan makanan untuk mu”

“aniyo…aku hanya ingin beristirahat saja”

“baiklah…ayo kita naik keatas”

Siwon merangkul pinggang Yoona membawanya menaiki satu persatu dari puluhan anak tangga yang akan membawanya kelantai dua dimana kamar mereka berada.

Setelah masuk kedalam kamar Siwon menduduk kan tubuh Yoona diatas tempat tidur, tersenyum ketika ia membelai rambutnya.

“apa tak sebaiknya kita memberitahu appa dan oemma di Jepang?”

“Tidak.. aku tak mau membuat mereka cemas”

“tapi setidaknya mereka perlu tahu kau sudah kembali dan mereka juga pasti senang jika mengetahui mereka memiliki seorang cucu..”

“ne..aku juga ingin memberitahu appa dan oemma mengenai Hana, tapi sekarang bukan waktu yang tepat. aku tak ingin membuat mereka khawatir, nanti setelah Hana sembuh kita yang harus kesana mengunjungi mereka..”

“baiklah jika itu keinginan mu, sekarang tidurlah..”

Yoona tersenyum namun ia segera menarik tangan Siwon saat Siwon hendak beranjak dari hadapan nya.

“Siwon.. kau mau kemana?”

“aku akan mandi sebentar, apa kau ingin mandi terlebih dulu?”

“aniyo..kau saja”

Yoona sedikit kikuk mendengarnya, entah mengapa ia seperti kembali kemasa lalu disaat awal pertama mereka tinggal bersama. Siwon yang melihat ekspresi wajah Yoona yang berubah tersenyum, langsung mencium lembut pipi Yoona sebelum akhirnya beranjak kekamar mandi, meninggalkan semburat kemerahan 
pada wajah Yoona karena perlakuan nya___

>>>

Sooyoung sibuk dengan tumpukan map di atas meja nya yang harus ia periksa satu persatu. ia memang sudah biasa dengan pekerjaan itu di karena kan setelah lulus kuliah, ia juga langsung ikut bekerja membantu Siwon mengurus perusahaan ayah nya.

Tapi kali ini jauh lebih bera. Karna selain pekerjaan nya, ia juga harus menyelesaikan pekerjaan siwon yang dibebankan padanya untuk sementara waktu itu.

Namun sesaat perhatiannya pada banyaknya map itu teralihkan, ketika tanpa permisi seseorang tiba-tiba masuk keruangan nya dan mendekat kearahnya…

“Kau…Apa yang kau lakukan disini?”

>>>

Di hadapan gedung perkantoran yang menjulang tinggi, Changmin turun dari mobilnya. Ia tersenyum pada beberapa orang security, kemudian berjalan masuk menuju meja receptionist.

“annyeong haseyo..ada yang bisa saya bantu Tuan.?” sapa ramah sang receptionist.

“aku ada janji dengan Presdir Choi, apa dia ada?”

“Oh…ne..beliau ada diruangan nya, anda bisa naik kelantai sembilan..”

“Okey…khamsahamnida”

Changmin segera memasuki lift menuju lantai sembilan sesuai perkataan sang receptionist padanya. ia melangkah keluar lift dan segera menuju ruangan Siwon.

“annyeong haseyo…ini ruangan presdir Choi?”

“ne…Tuan. ada yang bisa saya bantu?”

“Oh..aku memiliki janji dengan Presdir Choi Siwon.. apa dia sibuk?”

“tapi presdir Choi sedang tak berada disini..”

“Benarkah? tapi tadi receptionist mengatakan Presdir ada diruangan nya..”

“mungkin yang mereka maksud Nn.Choi, beliau memang sedang menggantikan Presdir Choi Siwon..”

“Nn.choi..? Maksudnya Choi Sooyoung?”

“ne..”

Changmin tersenyum saat mengetahui Sooyoung lah yang berada didalam dan menggantikan Siwon. ia kemudian memperhatikan Sooyoung dari luar ruangan yang hanya berskat kaca itu. Senyum dibibirnya semakin tertarik melihat Sooyoung yang sepertinya kewalahan dengan semua pekerjaan nya.

Perlahan ia membuka pintu ruangan itu, dan selanjutnya berjalan mendekat . Menimbulkan keterkejutan dalam raut wajah Sooyoung saat melihatnya.

“Kau…apa yang kau lakukan disini?”

Sooyoung benar tak dapat menutupi keterkejutan nya melihat Changmin yang kini berada diruangan nya, dan berdiru tepat didepan meja kerja Siwon yang tengah dipergunakannya. Sedangkan pria itu, Changmin hanya tersenyum kemudian menarik kursi di hadapan Sooyoung dan mendudukkan tubuhnya disana tanpa menunggu persetujuan Sooyoung terlebih dulu.

Lancang..
Gumam Sooyoung kesal dari dalam hatinya.

“untuk apa kau datang kemari?”

“Aigoo…tak bisakah kau bersikap ramah pada tamu yang datang..?”
“Kau tamu yang tak di undang” dengusnya kesal.
“kalau kau ingin bertemu Siwon oppa, sebaiknya kau pulang saja.. karna oppa ku tak ke kantor hari ini”

“ne…aku tahu, tapi aku sudah membuat janji dengan presdir Choi, ada proyek yang harus kita bahas bersama”

“kembalilah lain waktu dan bicarakan urusan mu nanti bersama Siwon oppa..”

“kudengar kau yang menggantikan Siwon? Jadi kurasa aku kini harus berurusan dengan mu. Aku hanya akan membuang waktu berharga ku, jika harus kembali lain waktu..”

Seringainya membuat Sooyoung memutar mata kearahnya..

“Aishh..”

Sooyoung tak lagi menanggapi, ia malah mengambil ponselnya untuk menghubungi Siwon..

“yak..oppa kenapa teman mu ada disini?”

“Siapa yang kau maksud? Apa Shim Changmin maksudmu?”
 
“Siapa lagi.. ya, dia orangnya”

“Oh..aku lupa memberitahu mu, ada proyek di bandara yang sedang ditangani perusahaan kita, kau bisa minta berkasnya pada sekretarisku..”

“lalu apa hubungannya dengan dia?”

“Aigoo…Changmin yang sekarang mengambil alih proyek itu, jadi bantulah aku untuk membicarakan mengenai detail semuanya..”

“Aishh…menyebalkan!!”

Sooyoung segera menutup ponselnya dengan kesal, tak menyangka dirinya akan berurusan lagi dengan Changmin

“bagaimana Nn.Choi..bisa kita mulai membicarakan proyeknya?”
Senyum kemenangan yang ditunjukkan oleh Changmin membuat Sooyoung sangat ingin mencakar-cakar wajahnya.

Menyebalkan..

>>>

Siwon hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, mendecak setelah Sooyoung menutup telpon nya. Ia kemudian beralih menatap Yoona yang masih tertidur disampingnya. dikecupnya kening sang istri kemudian perlahan turun dari atas tempat tidur.

Sudah cukup rasanya ia beristirahat, Siwon berniat kembali kerumah sakit untuk menjaga Hana, namun membiarkan Yoona agar tetap beristirahat lebih lama dirumah__

Tapi tak selang beberapa setelah kepergian Siwon, Yoona sudah terbangun dari tidurnya menyadari kekosongan disampinynya. Direnggangkan sedikit otot-otot nya yang terasa kaku, kemudian dilihatnya Siwon yang sudah tak lagi ada disampingnya. Dengan perlahan ia bangun dan keluar dari dalam kamar.

“yeobo…yeobo.. ”

Yoona turun dari lantai dua kamarnya untuk mencari keberadaan Siwon yang mungkin sedang berada dilantai bawah..

“yeobo.. Siwon kau dimana?”

“Maaf Nyonya.. Tua tak berada dirumah”

seorang pelayan yang berjalan menghampiri Yoona, memberitahukannya..

“benarkah? Kau tau dia pergi kemana?”

“Tuan mengatakan akan kerumah sakit”

“Oh, benarkah? Kalau begitu tolong siapkan mobil dan antarkan aku menyusulnya..”

“baik Nyonya..”

Yoona kembali naik menuju kamarnya, ia berganti pakaian dengan cepat dan lalu mengambil tasnya, kemudian turun lagi kebawah untuk segera menyusul Siwon kerumah sakit.

Dalam beberapa menit setelahnya, ia sudah berada dalam mobil dengan seorang supir yang membawanya.

Yoona masih hanya terdiam menatap keramaian jalanan sore itu, ia membuka tasnya dan berniat mengambil ponselnya untuk memberitahu Siwon bila dirinya sedang dalam perjalanan menyusulnya ke rumah sakit, namun sesaat matanya menatap sebuah kotak kecil didalam nya. ia kemudian mengambil dan membukanya.

Ternyata isi didalam nya adalah sebuah cincin pernikahan nya, ia tersenyum melihatnya. Sudah sangat lama ia ingin kembali memakainya,
dan sekarang sepertinya adalah saat yang tepat untuknya kembali memakai cincin itu dijari manisnya.

Yoona kemudian mengambilnya dan memasangkan nya di jari manisnya. Senyuman indah itu kembali terukir dibibirnya dan membingkai wajahnya.  Mengambil ponsel yang juga berada dalam tas tangannya, Yoona segera menekan panggilan cepat ke nomer Siwon..

“yoboseyo.. Yoona, ada apa sayang?”

sapa Siwon dari sebrang telpon yang sudah bisa menggetarkan hatinya. kembali Yoona tersenyum hanya karna mendengar suara itu yang terdengar mengkhawatirkannya..

“Siwon.. kau dirumah sakit? kenapa tak membangunkan ku?”

“Aku tak ingin mengganggumu..kau beristirahat saja dirumah. biar aku yang menjaga Hana disini..”

“aniya.. aku akan menyusulmu aku sudah dalam perjalanan sekarang. Tunggulah a…”

Suara Yoona terhenti ketika ia melihat sebuah mobil dari arah berlawanan melaju dengan kencang seperti hendak menabrak mobilnya, membuatnya sontak merasa takut hingga menjerit seketika..

“Aaaaaa…..”

Sambungan telpon nya yang masih tersambung dengan Siwon membuat Siwon panik saat mendengar teriakan..

“yeobo…yeobo…YOONA…YOONA…YOONA.. apa yang terjadi? Ya Tuhan…”

sambungan telpon itu kemudian terputus dan tak ada lagi  jawaban apapun dari Yoona__

>>>

Dentuman keras dari dua mobil yang beradu terdengar sangat keras, hingga memekakkan telinga. sang supir yang mengemudikan mobil membawa Yoona didalamnya, segera mengerem mobil nya untuk menghindari tabrakan yang berada di depan nya, dan nyaris menghantam mobilnya. Sang supir juga sempat merasa panik saat mendengar teriakan dari Yoona yang duduk di kursi jok belakangnya.

“Nyonya gwechana? Anda tidak apa-apa?”

“ne..”

Jawabnya lirih, Yoona masih mencoba mengatur napasnya, berusaha menenangkan dirinya sendiri. kejadian yang sangat cepat itu sungguh sangat mengagetkan nya, hingga membuat ponsel yang berada dalam genggaman tangan nya pun terjatuh dan ia terlupa ketika tadi ponsel itu masih tersambung dengan Siwon.

Napasnya memburu dan matanya menatap kedepan, kearah dua buah mobil yang bertabrakan tepat di depan mobilnya. Seorang ibu muda terlihat keluar dari dalam nya dengan tubuh penuh luka. dia menjerit kencang meminta pertolongan dari orang-orang yang mendengar teriakannya.

Yoona masih terdiam shock saat itu, namun ketika ia melihat seseorang yang berhasil membuka pintu dan berusaha mengeluarkan seorang dari dalam mobil itu, Yoona mulai bereaksi. Melihat seseorang itu menggendong tubuh seorang anak kecil dari dalam nya dan sang ibu muda yang semakin menjerit histeris melihat putrinya kini berlumur darah, membuat Yoona hendak keluar dari dalam mobilnya, namun sang supir mencegahnya.

“Nyonya.. Anda mau kemana?”

“Hana..Han na ahjussi itu Hana..”

“Itu bukan Hana, Nyonya..”

“itu Hanna  putri ku ahjussi..dia terluka..!! aku harus menolongnya, Hana ya..”

“Nyonya tenanglah.. bocah itu bukan Hana. Dia bukanlah putri anda.. lihatlah wanita yang menangis itu. dialah ibunya..”

“bukan Hana..? Dia bukan Hana putriku?”

“ne…Nyonya.. Kita akan segera kerumah sakit menyusul Tuan. jadi Nyonya tenanglah.. Hanna bersama dengan tuan sekarang.”

Sang supir mengambil jalur lain yang ada disebelahnya, dan segera melajukan mobilnya. Di dalam mobil, Yoona masih merasa shock dengan kejadian yang tadi dilihatnya. Tubuhnya lemas dan dalam pikiran nya ia terus memikirkan Hana. Ia baru akan merada tenang bila sudah melihat Hana dan mendekap tubuh sang putri kedalam pelukannya___

>>>

Siwon sangat cemas memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada Yoona. Ia keluar dari kamar Hana dan beberapa kali mencoba menghubungi Yoona, namun nihil. ponsel milik Yoona kini justru tak aktif lagi.

“Oh sayang.. apa yang sebemarnya terjadi?”

Tak ingin hanya diam saja tanpa kepastian, Siwon sudah berniat mencari tahu dimana Yoona sekarang. Namun ketika baru saja ia meminta seorang suster untuk menggantikan nya menjaga Hana, suara yang sangat dikenalnya berseru memanggilnya..

“Yeobo.. Siwon..”

sosok yg sangat dicemaskan nya kini berlari menghampirinya, Yoona langsung memeluk siwon begitu ia mencapainya.

“Yeobo…”

tubuhnya bergetar hebat dan seketika langsung menangis dalam pelukan Siwon.

“Oh, sayang.. gwechana? Apa yang terjadi? Kau membuatku khawatir..”

Yoona mengeratkan pelukan nya dan menggelengkan kepalanya, ia belum bersuara dan masih tetap menangis. Siwon yang tak mengerti dengan apa yang sesungguhnya telah terjadi, hanya bisa mencoba menenangkan nya, dengan membelai rambut panjang bergelombang milik Yoona dan juga membalas pelukan nya.

“tenanglah.. tak ada hal buruk yang akan terjadi. Hanna juga baik-baik saja.. tak ada yang perlu kau khawatirkan. Aku akan terus ada disini bersamamu..”

Yoona menghentikan tangisnya dan melepaskan pelukan nya, berganti menatap Siwon yang kini sedang menghapus sisa-sisa airmata diwajahnya.

“Yeobo.. bagaimana dengan Hana?”

“Aku sudah katakan dia baik-baik saja, sayang.. Hana ada dikamar bersama dengan suster yang menjaganya.. tenanglah..”

“aku ingin melihatnya.. aku ingin bertemu Hana, putriku.. aku merindukan nya..”

“ne.. tapi tunggu dulu..”

Siwon menghentikan Yoona, ia kembali mengusap airmata yang membekas di wajah nya.

“jangan menangis di depan putri kita…kajja…”

Siwon merangkulkan lengannya dipinggang Yoona dan masuk kedalam kamar Hana yang langsung membuat kelegaan dihati Yoona. putrinya ada didalam nya bukan seperti yang ada dalam pikirannya tadi___

“yeobo kemarilah..”

Siwon memanggil Yoona agar mendekat dan duduk disebelahnya. Keduanya masih berada didalam kamar Hana saat itu.

“sini duduklah..”

Yoona mengikuti ajakan Siwon, dengan mendudukan tubuhnya di sofa yang sama  dengan Siwon.

“waeyo yeobo?”

“ani.. aku hanya ingin kau disampingku”

Siwon tersenyum meraih tangan Yoona, menggenggam nya erat menjadikan jari-jari mereka bertaut, menyatu dengan sempurna.

Yoona ikut tersenyum, ketika kemudian ia menyandarkan kepalanya di bahu Siwon. Matanya masih mengawasi Hana diatas tempat tidurnya. Perih melihat sang putri kecilnya dalam keadaan tak berdaya..

“yeobo.. Hana pasti sedang memperhatikan kita..”

Ucapnya menghibur diri sendiri..

“ne…dia pasti melihatnya”

“emm.. menurutmu kapan Hana akan sadar?”

“secepatnya Hana pasti sadar, dia anak yang kuat seperti mu”

“ne…Hana anak yang kuat, bahkan sejak dalam rahimku”

Siwon terpaku mendengar ucapan yang baru saja keluar dari bibir Yoona. saat itu pasti menjadi saat yang paling berat untuk Yoona.

“Sayang.. ceritakan padaku apa yang kau rasakan saat mengandung putri kita. Aku ingin kau menceritakannya padaku sekarang. aku juga ingin merasakan apa yang saat itu kau rasakan”

Yoona mulai memutar lagi memory nya..

“emm.. rasanya aneh sekali yeobo, aku merasa pusing.. mual dan  badanku terasa mudah lelah,tapi setelah memasuki beberapa bulan rasa itu hilang, walaupun aku sempat kesal karena berat badanku bertambah tapi aku sangat bahagia mengetahui ada nyawa dalam rahim ku. terlebih Hana sangat aktif..  dia sering menendang-nendang perut ku, saat aku mengingatmu, saat aku menangis.. Hana seperti tahu hal itu, dia terus menendang-nendang perutku. mungkin maksudnya dia tak mau jika aku bersedih. saat itu Hana lah yang menguatkan ku.. kekuatanku bersumber dari kehadirannya.”

Mendengar cerita yang mengalir dari bibir Yoona, tak terasa airmata Siwon menetes. Ia begitu menyayangkan saat itu dirinya tak bisa melihatnya. Namun kemudian Yoona justru yang segera menghapus airmata itu dengan jari-jarinya.

“jangan menangis di depan putri kita.. kau yang terus mengingatkanku seperti itu. Maka kau pun tak boleh menangis.. arasso ..”

Yoona tersenyum menatap Siwon, yang dengan segera Siwon merengkuh tubuhnya dalam pelukan nya___

Penyesalan serta rasa bersalah itu yang siwon rasakan. namun Yoona dengan pelan dan lembut meyakinkannya bahwa semua hanya bagian dari jalan berliku yang memang harus mereka lalui.

“yeobo.. semua telah berlalu, jangan terus menengok kebelakang dan terpuruk karna masalalu. jadikan semua sebagai pembelajaran untuk melangkah menuju masa depan…”

Siwon melepas pelukan nya dan menatap sang istri yang dengan tulus tersenyum kepadanya.

“lihatlah ini..”

Yoona menunjukkan cincin yang telah melingkar di jari manisnya..

“Sayang… ini..”

“ne…ini cincin pernikahan kita, aku menemukan nya tadi didalam tas ku, dan kurasa ini waktu yang tepat. aku sudah menantikan untuk bisa memakai lagi cincin ini..”

“ini semakin cantik dijarimu..”

Siwon meraih tangan Yoona kemudian mencium punggung tangan nya.

“haruskah kita melakukan lagi janji 
diatas altar?”

“tak perlu yeobo… kita masih tetap suami istri, Tuhan juga pasti tahu isi hati kita yang selama ini, aku hanya mencintaimu”

Yoona melingkarkan kedua tangan nya di pinggang Siwon, tersenyum menatap nya dan Siwon membalas perlakuan nya dengan memberikan kecupan di keningnya.

“Jeongmal saranghaeyo yeobo.. Aku benar-benar berterima kasih Tuhan menciptakan wanita sepertimu, Yoona..”
____

>>>

Seperti beberapa hari yang sudah berjalan, Sooyoung masih tetap mengambil alih beberapa pekerjaan Siwon. walaupun sebagian besar Siwon juga masih ikut terlibat dan memantau perkembangan nya, tapi tetap saja untuk bagian meninjau lokasi, Sooyoung lah yang harus melakukan nya seperti pada saat ini..

“jadi berapa dana yang harus kita keluarkan untuk proyek ini?”

“sepertinya lumayan besar nona.. tapi itu sebanding dengan keuntungan yang akan kita dapatkan”

“kau yakin ini akan menguntungkan?”

“sangat yakin Nona.”

“baiklah.. kurasa kau bisa tinggalkan aku, aku akan berkeliling sebentar.”

“ne..”

Sooyoung berkeliling meninjau beberapa lahan disekitar bandara, cuaca di sore hari tak terlalu panas jadi cukup nyaman untuknya berkeliling.

“selamat sore Sooyoungie..”

Sooyoung menoleh kearah sumber suara yang menyapanya. tak terlalu terkejut,  ia bahkan sudah menduga sebelum nya pasti dirinya akan bertemu dengan Changmin disana. mengingat Changmin lah yang memang mempunyai andil terbesar dalam segala sistem yang menyangkut pembangunan di lokasi bandara.

“selamat sore..”

Sooyoung menjawab sekenanya, sebenarnya ia sangat malas berurusan dengan pria itu, kalau saja bukan demi perusahaan ayahnya dan terutama demi Siwon yang masih dirundung kedukaan karna Hana tak kunjung sadarkan diri dari koma.

“bagaimana menurutmu.. tak salah bukan berinvestasi disini?”

“aku sedang meninjaunya..”

“ternyata kau yeoja yang cukup tangguh, kau tak lelah?”

Sooyoung hanya memaksakan senyumnya dan kembali berjalan tanpa memperdulikan ucapan Changmin. Namun pria itu nampaknya tak peduli dengan sikap cuek yang ditunjukkannya, terbukti dengan tetap saja mengikuti langkah Sooyoung kemana-mana.

“bagaimana keadaan putri Siwon?”
 
“dia belum sadar?”

“Oh…kasian sekali gadis kecil itu..”

“aku sudah selesai..”

“benarkah? Kalau begitu ayo ikut denganku..”

Tanpa menunggu Sooyoung mengiyakan, Changmin langsung saja menarik tangannya.

“yak…apa-apaan kau!! Apa yang akan kau lakukan?”

“Hanya ikutlah denganku, Sooyoungie.. kita bisa minum kopi sebentar dan membicarakan proyek..”

“aniyo…aku tak suka kopi. Aku tak mau menumpuk kafein ditubuhku..”

“bagaimana kalau kita makan saja?”

“aku sedang melakukan diet..”

“kalau begitu kau hanya perlu menemaniku..”

“yak…apa maksudmu? Tak ada waktu untuk ku bermain-main. aku harus menemui Siwon oppa dirumah sakit ..”

“baiklah kajja, aku juga ingin bertemu dengab Siwon..”

Changmin tersenyum dengan tetap menarik tangan Sooyoung agar mengikutinya..

“masuklah.. kita bisa pergi kerumah sakit bersama..”

Changmin membuka pintu mobilnya dan justru membuat Sooyoung mendecakkan lidah karenanya.

“aku membawa mobil tadi..”

Sooyoung segera beralih saat tangan Changmin tak lagi memegang tangannya. dengan kesal ia berjalan cepat menuju mobilnya.

“baiklah aku akan mengikuti mobilmu..!!”

Ucap Changmin sedikit berteriak..

“Aishh…dasar namja tak tahu malu.. menyebalkan..”

Setelah masuk kedalam mobilnya, Sooyoung dengan segera mengambil ponsel untuk menghubungi Siwon. ia akan mengungkapkan atau lebih tepatnya mengadukan kekesalan nya karna Changmin, pada Siwon..

>>>

Siwon hanya tertawa mendengar semua omongan Sooyoung padanya. Ia hanya menanggapi santai kekesalan Sooyoung karna ulah teman nya.

“yeobo.. waeyo?”

Tanya Yoona yang sedari tadi memang telah memperhatikan Siwon dengan penuh tanya diwajahnya..

“Sooyoung…dia sedang kesal pada Changmin”

“Changmin? Nuguya yeobo? Sepertinya aku tak mengenalnya”

“dia teman ku, kebetulan dia juga yang menolong mu dan Hana saat dibandara..”

“Jinjjayo? Jadi pria itu temanmu?”

“ne…dia teman ku saat dulu aku berkuliah di LA”

“aku tak sempat berterimakasih waktu itu, kenapa Sooyoung bisa kesal padanya?”

“nanti kau tanyakan saja pada Sooyoung sebabnya, dia akan kemari”

Keduanya kini tengah berada dikamar rawat Hana, yang sekarang sepertinya juga telah menjadi ruang kerja mereka.

Siwon sesekali mengerjakan pekerjaan nya, sedangkan Yoona disibukkan dengan kertas-kertas desain nya, ia sengaja melakukan itu agar tetap bisa produktif dalam rancangan nya dan tetap bisa berinteraksi dengan Hana.

“Hana ya…kau suka mommy mendesain ini? Lihatlah…”

Yoona menunjukkan gambar desain nya didepan Hana..

“jika kau sadar nanti, mommy akan membuatkan nya untukmu..”

Yoona meraih jemari Hana dan menggenggam nya, tanpa ia duga-duga Hana memberinya respon dengan menggerakan jarinya, yang tentu langsung membuat Yoona histeris senang.

“Siwon.. Yeobo…Yeobo Hana sadar Yeobo…”

“benarkah..?” segera Siwon mendekat kesamping Yoona..

“Aku akan panggilkan dokter untuk memeriksanya…”

Siwon segera berlari keluar untuk memanggil dokter, sedangkan Yoona masih terus memegang tangan Hana. merasakan jemari putrinya semakin aktif bergerak. Airmata haru menetes membasahi wajahnya..

“ini mommy Hana ya…kau mendengar suara mommy kan? Open ur eyes dear.. please..!! kau harus segera sadar sayang, mommy dan daddy menunggumu..”

Yoona menyentuh lembut wajah Hana, ia melihat Hana juga mulai menggerak-gerakan bola matanya. Yoona semakin senang hingga tanpa sadar airmata kebahagiaan itu kian deras membasahi kedua pipinya.

“mommy ada disini dear.. buka matamu sayang..”

Pintu kamar itu kembali terbuka dengan Siwon yang kembali masuk bersama seorang dokter dan dua orang suster yang selama ini menangani Hana.

“dokter, putriku sadar.. dia sudah menggerakkan tangannya..”

Ucap Yoona saat sang dokter masuk dan langsung mendekat kesamping tempat tidur Hana.

“saya ikut senang mendengarnya Nyonya.. tapi biarkan kami melakukan pemeriksaan terlebih dulu”

Sang dokter tersenyum kemudian memeriksa Hana, ia memperhatikan beberapa peralatan medis yang berada disana.

“suster, berapa denyut nadinya?”

“normal dok..”

“tekanan darahnya?”

“normal dok..”

“sepertinya gadis kecil ini memang akan segera sadar, ia pasti sudah tak sabar bertemu kalian..”

ucap sang dokter tersenyum pada Yoona dan Siwon. Membuncahkan harapan keduanya untuk kesembuhan sang putri..

“benarkah dokter? Terimakasih Tuhan..”

“kita hanya perlu menunggu sebentar sampai putri anda benar-benar sadar..”

Yoona tak sabar dan ia kembali mendekat, menatap lekat sang putri yang ada di hadapan nya

“Hana ya…ini mommy dear! Can you hear me? C’mone dear.. mommy dan daddy merindukanmu..”

Yoona menciumi punggung tangan Hana, mencoba menyadarkan sang putri agar segera membuka matanya.

“Open ur eyes dear..”

Siwon mendekat dan merangkul bahu Yoona..

“Hana pasti mendengarmu, sayang..”

“tak ada yang perlu di khawatirkan Nyonya.. Putri anda hanya perlu penyesuaian untuk kembali membuka matanya”

“ne dokter saya mengerti…”

“bisakah anda keluar sebentar…kami akan melakukan pemeriksaan menyeluruh pada putri anda”
pinta sang dokter..

“tak bisakah kami tetap disini..?” tanya Siwon..

“hanya sebentar Tuan..”
Senyum sang dokter menolak..

“baiklah dokter, ayo sayang..”

Sebelum melangkah keluar, terlebih dulu Yoona membisikkan sesuatu pada Hana ..

“Hana ya.. mommy keluar sebentar, kau harus bangun Okey! Promise me dear..”

Yoona tersenyum kemudian menautkan jari kelingking nya pada kelingking Hana, ia ingat ini yang sering Hana lakukan jika memintanya untuk berjanji___

>>>

Sooyoung berjalan cepat dilorong rumah sakit, ia mencoba menghindari Changmin yang terus mengikuti dibelakang nya.

“hey Sooyoungie.. aku tahu kau memiliki kaki yang panjang, tapi tak bisakah kau pelankan langkah mu? kita bisa berjalan bersama kan?”

Sooyoung tak perduli teriakan Changmin ia tetap berjalan mendahului pria yang selama ini selalu membuatnya kesal..

Langkahnya mungkin terlalu cepat hingga tak menyadari lantai yang ia pijak licin, dikarenakan seorang petugas kebersihan rumah sakit sedang mengepel lantai nya.
ditambah high heels yang ia pakai membuat langkahnya menjadi tak seimbang.

“kyaaaa…”

Sooyoung menutup kedua matanya karna merasa sesuatu yang memalukan akan ia alami. Ia sudah akan jatuh karena terpeleset andai seseorang tak dengan cepat merangkul pinggang nya untuk menahan tubuhnya.

“gwechana?”

Jantungnya tiba-tiba berpacu cepat mendengar suara yang tak asing di telinganya. dalam hati ia merutuki dirinya sendiri, sekali lagi ia telah mempermalukan dirinya sendiri di hadapan pria yang bernama Changmin itu.

Masih dalam posisinya,  perlahan kemudian ia memberanikan diri membuka kedua matanya. untuk beberapa saat pandangan mata mereka saling bertemu, tatapan mata Changmin serta senyuman nya cukup membuat Sooyoung menjadi kikuk.

“yak…apa yang kau lakukan? Siapa yang memberimu ijin untuk memeluk ku..”

“yang benar saja.. kau menganggap aku memelukmu? Akan kutunjukkan padamu apa yabg disebut dengan pelukan..”

Mendengar ucapan Changmin, seketika membuat Sooyoung refleks mendorong dada nya agar menjauh darinya.

“berani kau menyentuhku..akan ku tendang kau!!”

Sooyoung semakin kesal dan berjalan meninggalkan Changmin. Sementara pria itu justru tertawa renyah dengan tingkah Sooyoung..

“kau yeoja yang menyenangkan Sooyoungie..”

>>>

Siwon dan Yoona saling merangkul satu sama lain, menunggu dan berharap Hana benar-benar akan segera sadar dari koma yang dialaminya.

“Oh Oppa.. Yoona.. kenapa kalian berada diluar?”
Tanya Sooyoung saat sudah berada di depan kamar Hana dan mendapati Siwon dan Yoona disana.

“dokter sedang melakukan pemeriksaan.. sepertinya Hana akan segera sadar..”

“jeongmal oppa? Syukurlah..”

“dimana Changmin? kau bilang tadi dia mengikutimu..”

“aku disini…”

Suara changmin membuat Sooyoung bergumam kesal tapi justru membuat Siwon dan Toona menertawainya.

“Aigoo.. kenapa baru menemuiku?”

“mianhae Siwon, aku sibuk mengerjakan proyek baru bersama Nona muda Choi”
godanya melirik kearah Sooyoung yang masih memasang wajah penuh kesal padanya.

“Sayang.. dia Changmin temanku, dia yang menolongmu kan?”

Yoona mengangguk..

“ne…annyeong, maaf tak sempat berterimakasih waktu itu. gomawoyo atas bantuan mu.. aku benar-benar berterima kasih.”

“gwechana.. aku mengerti kepanikan mu..”

Sambut Changmin merasa tak masalah.

“permisi..Tuan dan Nyonya, anda bisa masuk sekarang.. putri anda sudah sadar”

Seorang suster keluar dari kamar Hana dan kemudian memanggil Siwon dan Yoona untuk masuk kedalam.

Maka dengan segera mereka masuk kembali masuk kedalam nya. Yoona kembali meneteskan airmata keharuannya ketika melihat Hana yang kini telah membuka kedua matanya..

“Hana ya.. ini mommy sayang.. mommy merindukanmu..”

Yoona mengusap dan menciumi wajahnya..

“Hana ya.. sayang.. ini mommy dear..”

namun Hana, putri kecilnya hanya terdiam dan tak membalas sapaan nya..

*

*

*

*

*

*

*

*

To Be Continued~

@joongly

187 thoughts on “YOU’re MINE [9]

  1. Bikin spot jantung nih oennie dikirain bneran yoona oennie kecelakaan lg haaah wonppa bisa stres kalo yoona oennie kecelakaan jg.. nah lho hana kenpa lagi.. apa lagii ini.. aaaakk ya Tuhan gg habis2 cobaannya..
    NExt chapter oennie.. gomawo

  2. Rasanya semakin berat aja cobaan buat YW, sambil menangis aku baca ff ini tapi adegannya benar2 mengharukan dan syukurnya tuan Im merestui YW lg.
    Tpi ada apa dgn Hana apa dy kehilangan ingatan
    Omo.. jgn smpe itu trjdi padanya

  3. Aku bacanya sampe menangis dan terharu jg sampai menetes air mataku bacanya
    begitu berat rintangan cinta YW
    tpi syukurnya mereka bersatu lgi
    apalagi Tuan Im sdh merestui mereka, tpi sosok Tuan Im sosok yg setia ya sma mendiang istrinya
    begitu besarnya cinta untuk istri dan anaknya. Terharu jg aku
    O ia rasanya di bagian yg paling lucu dan paling kocak itu cerita Soo Yoong dan Chang Min
    Aigo… smpe skt perutku bacanya
    authornya pintar bgt pnya inspirasi membuat Tokoh SooMin
    benar2 keren author
    kata2nya sangat pas bgt

  4. Senyum2 sendiri waktu baca ChangS00 m0ment, Gimana usaha.a Changmin buat ngedeketin S00y0ung., & S00y0ung yg malah kesal krna sikap Changmin.,
    Hana udah sadar, tp gk ada reaksi apa2 saat Y00na nyapa dia.. Sem0ga aja gk ada hal yg menyedihkan lg kedepan.a.,,

  5. hai thor~
    huwaaaa akhirnya hana sadar juga, turut berduka untuk yoona dan siwon😦, setelah sekian lama nunggu hana sadar akhirnya hana bangun .. changmin sama sooyoung lucu banget , new couple ^^ hana kenapa thor ?? ~keep writing thor🙂

  6. Soo jgan terlalu benci lah sma changmin nanti jdi cinta loh, si changmin gencar deketin soo…
    Akhirnya hana sadar jga, tpi kok ga ada reaksi dri hana sih liat yoona, semoga hana gak knpa2…

  7. Yang CPCP cham oppa syo eoni.
    Wonpa sma yoongeoni mkin mesra. Senyum2 sndiri baca.

    Hanna sadar… Tp knap cuma diam aja.
    Msih penyesuaian?

  8. Aku bersyukur hana udh sadar…
    Tpi aku penasaran knapa hana gk ngerespon ya…
    Apakah dia amnesia…
    Oh jgn blg seperti itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s