Fanfiction

YOU’re MINE [8]

Happy  Reading ~

*

*

*

*

*

*

*

Siwon dengan perlahan berjalan kearah pintu masuk keberangkatan luar negri dengan tujuannya menuju LA. Ia menyerahkan paspor nya untuk di periksa sang petugas yang sedang berjaga.

Ia sempat menoleh karna terkejut saat mendengar teriakan dan tangisan seseorang. Namun Siwon tak mengetahui pasti apa yang terjadi disana ketika itu, karna banyaknya orang yang berlari dan kemudian berkerumun untuk sekedar tahu apa yang terjadi..

Rasa penasaran nya sempat membuatnya berniat mencari tahu akan apa yang sebenarnya terjadi, namun beberapa orang yang berada dibelakangnya yang juga ikut mengqntri, serta petugas yang tadi memeriksa paspornya membuatnya terpaksa mengurungkan niatnya. Ia harus segera masuk kedalam pesawat yang akan segera lepas landas ..

“ini paspor anda Tuan..”

“kamsahamnida..”

Dengan langkah ragu-ragu Siwon akhirnya masuk, ia masih sempat menoleh lagi kebelakang dalam beberapa langkahnya. entah kenapa langkah nya jadi terasa berat dan ada perasaan lain yang tiba-tiba muncul di hatinya.

“apa yang terjadi? Ada apa dengan ku? Oh Tuhan…jika memang ini adalah kehendak Mu,ringankanlah langkah ku untuk pergi..”

>>>

Sooyoung berlari menerobos antrian beberapa orang yang sedang mengantri di depan pintu masuk, berusaha agar ia diperbolehkan masuk untuk bisa mencegah Siwon pergi..

“ahjussi.. bisakah aku masuk?”

“bisakah saya melihat paspor dan tiket anda,  nona?”

“aniyo…ahjussi aku hanya ingin mencari oppa ku di dalam..”

“maaf Nona..anda tidak bisa masuk..”

“tapi ahjussi.. aku mohon kali ini saja, hanya sebentar..”

“maaf..”

Sooyoung tiba-tiba terduduk lesu dilantai dan membuat beberapa orang yang melihat heran dibuat nya. Tak terkecuali sang petugas yang berada di hadapan nya.

“Nona menyingkirlah, mereka harus segera masuk..”

“apa kalian tahu? oppa ku sakit,bagaimana jika nanti terjadi sesuatu padanya.. kumohon biarkan aku masuk untuk mencegahnya pergi..”

Sooyoung memelas dan kembali membohongi sang petugas dengan mengatakan jika Siwon mengalami sakit  tapi justru meninyalkan rumah dan pergi..

“tapi Nona, saya tidak berhak mengijinkan anda masuk tanpa tiket dan paspor yang jelas..”

“Kau tidak percaya padaku..? percayalah  ini menyangkut hidup oppa ku..! tak bisakah kalian memberi pengecualian..!!” 

Sooyoung sedikit emosi mengucapkan kata-katanya ..

“maafkan saya nona..”

“ahjussi…jebalyo.. biarkan aku masuk..”

Sooyoung masih tak beranjak dari posisinya, ia masih terduduk dan mencoba untuk meyakinkan sang petugas dengan kata-katanya..

“ada apa dengan Nona ini??”

Seorang pria berpostur tinggi tegap berjalan menghampiri Sooyoung, membuat beberapa petugas disana sontak membungkuk memberi hormat termasuk juga para petugas yang umum nya lebih tua darinya.

“Ahh…Tuan.. Nona ini memaksa untuk masuk kedalam”

“wae?”

“ia mengatakan akan mencari oppa nya di dalam..”

Pria itu kemudian mengalihkan pandangan nya pada Sooyoung,ia juga mengulurkan sebelah tangan nya pada Sooyoung dan menyuruhnya untuk berdiri dan tak lagi menghalangi para penumpang pesawat yang lain..

“apa yang kau lakukan? Cepatlah berdiri..”

Sooyoung hanya memperhatikan seorang pria di depannya yang saat itu mengulurkan sebelah tangan untuk nya, namun Sooyoung tak menyambutnya dengan menerima uluran tangan itu dari sang pria. Ia menyingkirkan nya dan memilih berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain.

“aku masih bisa melakukan nya sendiri..!”

Pria itu terlihat salah tingkah karna niat baiknya justru disambut dingin oleh Sooyoung,beberapa orang bahkan terlihat menahan tawanya namun secepat mungkin pria itu berusaha untuk bisa kembali mengendalikan keadaan..

“jadi nona, kenapa anda memaksa masuk?”

Pria itu kini mulai bertanya pada Sooyoung..

“aku harus masuk dan bertemu oppa ku..”

“waeyo?”

“dia tidak boleh pergi..”

Sang pria di hadapan Sooyoung hanya mengerutkan kening mendengarnya..

“dia sakit parah dan mencoba kabur.. aku tak mau terjadi hal buruk padanya..”

Sooyoung menundukan wajahnya, karna namja itu terus menatapnya, mendadak ia menjadi merasa takut kalau kebohongan nya akan diketahui ..

“apa yang akan kau lakukan di dalam? tidak kah kau akan membuat keributan seperti sekarang?”

“ahh…aniyo, aku hanya akan mencegah oppa ku pergi..”

“bagaimana kalau oppamu menolak?”

“dia takkan menolak, karna aku punya alasan kuat untuk membawanya kembali..”

“kau yakin?”

Sooyoung mendecak..

“Astaga.. tak bisakah kau berhenti bertanya dan biarkan aku masuk..! kau terlalu lama membuang waktu ku. Tak sadarkah kau ini menyangkut Hidup mati oppa ku..!?”

Sooyoung menaikan nada suaranya, ia sudah terlalu kesal sekarang..

“biarkan dia masuk..”

Pria itu akhirnya berucap menyuruh sang petugas untuk mengijinkan Sooyoung masuk..

“seharusnya kau melakukan nya dari tadi..!!”

Sooyoung segera berlari masuk sedangkan sang namja hanya tersenyum tipis melihatnya,
tak lama setelahnya seseorang berlari menghampiri namja itu dengan raut cemas..

“Tuan.. terjadi kecelakaan disana..”

“apa maksudmu?”

“seorang anak kecil terjatuh dari escalator, Tuan..”

“MWO..!!”

Pria tadi segera berlari dan menerobos kerumunan orang-orang yang hanya berkerumun, melihat saja..

“tolong minggir..”

Di hadapan nya kini, ia melihat seorang anak kecil dalam dekapan seorang wanita yang terus menangis..

“Hana ya.. ini mommy dear, buka matamu sayang.. Hana ya, please..”

Yoona terisak memeluk tubuh Hana, tak perduli lagi dengan banyaknya darah pada tangan dan pakaian nya..

“Hana ya..Hana please mommy mohon sayang, jangan seperti ini..”

Tn.Im hanya diam mematung, Ia terlampau shock melihat kondisi Hana pada saat itu..

“kenapa kalian semua diam saja,cepat panggil ambulance..!!”

Pria tadi kemudian meraih Hana yang tadi berada dalam dekapan Yoona,
Yoona hanya pasrah dan menyerahkan Hana, ia terlalu lemah untuk menolak…

***

Sekuat tenaga Yoona berdiri dan mengikuti langkah seorang pria yang tak dikenal nya yang membantunya untuk segera membawa Hana kerumah sakit, agar putri kecilnya itu segera mendapatkan pertolongan.

Pria itu menggendong tubuh kecip Hana dan segera masuk ke dalam rumah sakit..

“dokter suster..!! suster tolong anak ini..”

“mari ikut saya Tuan..”

Pria itu mempercepat langkah kakinya mengikuti seorang suster yang berjalan didepan nya, mengarahkannya menuju ruang dokter..

“apa yang terjadi padanya?”

Sambil memeriksa kondisi Hana sang dokter juga mencoba mencari tahu apa yang telah terjadi hingga gadis kecil itu bersimbah darah, dengan bertanya pada pria di depan nya ..

“dia terjatuh dari escalator bandara, dokter..”

Sang dokter terdiam sejenak kemudian mengarahkan pandangan nya pada suster yang juga sedang berusaha membersihkan darah di tubuh Hana ..

“siapkan ruang operasi suster..”

“Baik dokter.”

“MWO…operasi? Andwe dokter,kenapa putri ku? Apa separah itu hingga harus di operasi?”

Yoona yang sedari tadi hanya menangis langsung bersuara dan mendekati sang dokter..

“kami takut ada pembuluh darah yang ikut pecah Nyonya.. Sebelum terjadi sesuatu kita lakukan langkah yang terbaik untuk menolong putri anda”

Airmata yang deras mengalir dari kedua mata Yoona semakin tak bisa dibendung. Ia mendekap tubuh Hana yang kini terasa dingin dan menciumi wajahnya..

“Hana ya.. ini mommy sayang,Hana mendengar mommy kan? Putri cantik momny.. Bertahanlah sayang, mommy mohon. kita akan bertemu daddy.. please.. open your eyes dear, mommy mohon.. mommy mohon Hana ya.”

Beberapa saat kemudian dua orang suster masuk keruang dokter untuk selanjutnya membawa Hana keruang operasi..

“bertahanlah Hana ya.. bertahan sayang.. dokter selamatkan putriku.. kumohon”

“kami akan berusaha Ny”

“tolong lakukan yang terbaik untuk cucuku..”

Akhirnya setelah sedari tadi terdiam dan tak tahu harus berkata apa,Tn.Im memohon pada sang dokter demi Hana ..

“berdo’a lah pada Tuhan, Tuan.. dan kami pasti akan berusaha melakukan yang terbaik..”

Tn.Im kemudian mencium pipi dan kening Hana sebelum cucunya itu dibawa masuk ke dalam ruang operasi ..

“sorry dear.. maafkan grandpa membuat Hana seperti ini, bertahanlah sayang seharusnya grandpa yang menerima semua ini bukan kamu, cucuku..”

Pria yang sedari tadi berada disana hanya diam memperhatikan Yoona dan juga Tn.Im secara bergantian. Ia tak tahu ada cerita apa dibalik kejadian ini.

“suster saya boleh masuk?”

“maaf Ny.. Anda tidak bisa masuk,mohon untuk menunggu disini..”

“tapi putriku…dia pasti membutuhkan ku, suster.. Hana pasti takut sendirian di dalam, iya kan appa? Aku harus masuk suster..”

Suster itu menggeleng..

“maaf Nyonya..”

Sang suster lantas menutup pintu ruang operasi, dan membiarkan Yoona yang mulai histeris dibuatnya..

“suster biarkan aku masuk, buka pintunya..! dia putriku, dia membutuhkan aku, mommy nya”

Yoona semakin histeris di depan pintu yang sudah tertutup rapat,Tn.Im pun segera mendekat untuk menenangkan nya ..

“Tenangkan dirimu Yoongie ya..”

“Hana, appa…dia pasti ketakutan di dalam sana, aku harus menemaninya..”

Tn.Im hanya mengangguk, mengusap punggung Yoona dan memeluknya agar putri semata wayang yang amat di sayangi nya itu setidaknya bisa sedikit merasa tenang ..

“appa mengerti perasaan mu,appa benar-benar minta maaf Yoong.. semua ini karna appa,appa yang membuat Hana terjatuh, maafkan appa.. maafkan appa..”

Biar bagaimanapun Yoona mengetahui kemarahannya takkan bisa merubah keadaan yang telah terjadi. Ia hanya bisa memeluk appa nya erat, membutuhkan banyak kekuatan disaat seperti itu..

>>>

Sooyoung masuk ke dalam kabin pesawat dan langsung mengedarkan pandangan nya kesetiap kursi tempat duduk disana, mencari Siwon yang tak juga ia lihat dimana keberadaan nya saat itu..

“Oppa…Oppa..!! Siwon oppa kau dimana?”

Beberapa orang terus memperhatikan nya, walaupun tak sedikit juga yang bersikap cuek dan tak perduli dengan apa yang di lakukannya .

“Aishh…duduk di sebelah mana kau Oppa?”

Sooyoung menggerutu, merasa  tak cukup waktu kalau mencari Siwon seorang diri. ia lantas mendekati seorang pramugari untuk meminta bantuan..

“Bisa kau membantuku?”

“ne..waeyo?”

“tolong kau panggilkan pria bernama Choi Siwon..”

“deh..?”

“ne…dia oppa ku, namanya Choi Siwon, ini darurat.. tolong cepatlah”

“Oh..ne baiklah”

Sooyoung terus berkeliling mencari Siwon, dan seorang pramugari yabg tadi ia minta bantuan nya, segera memberitahukan melalui mikrofon dari tempat informasi..

“Aigoo…oppa apa kau tak mendengar panggilan tadi?”

Sooyoung terduduk frustasi karna tak juga menemukan Siwon dalam pesawat itu..

“apa seseorang mencariku?”

“apa anda Tn. Choi Siwon?”

“ne…aku Choi Siwon”

“seorang Nona muda mencari anda Tuan?”

“Nona muda? Nuguya?”

“saya kurang tahu pasti,sebaiknya temui dia di tempat Informasi..”

Siwon yang tadi berada dalam toilet segera menuju ke ruang informasi, dan dibuat terkejut ketika melihat Sooyoung berada disana..

“Sooyoungie…kenapa kau ada disini?”

Mendengar suara Siwon, Sooyoung langsung mendongak dan berdiri ..

“waeyo?”

“Astaga Oppa.. kemana saja kau.. apa sedari tadi kau tak mendengar aku yang mencarimu?”

“aku di toilet tadi, wae?”

“aishh.. aku tak menyangka kau benar-benar bodoh”

Sooyoung memukul lengang Siwon..

“Sooyoung apa yang kau lakukan?”

“pabo ya..! apa yang oppa lakukan disini? Hah..?”

“aku emm…”

“kau mau pergi kan? Oppa akan melarikan diri dan meninggal kan Yoona dan juga Hana anakmu, dasar bodoh..!!”

“Sooyoungie…apa yang kau katakan tadi?”

“kenapa selama ini Oppa tak sadar kalau Hana anak oppa?”

“Kau.. jangan bercanda Soo?”

“aku serius…Hana putrimu, oppa..”

“Oh Tuhan.. siapa yang mengatakannya?? Hana putriku…?”

“Yoona sendiri yang telah mengakuinya..”

“Ya Tuhan.. putriku…”

***

Tak membuang waktu, dengan ditemani oleh Sooyoung” Siwon mencari keberadaan Yoona dan Hana di dalam dan disekitar area bandara, namun hingga beberapa lama mencari mereka berdua tak juga menemukan nya.

“apa mungkin Yoona sudah pulang?”

“aniyo oppa…dia pasti menunggu ku .”

“tapi dimana mereka? Kenapa Yoona juga tak menjawab ponselnya..”

Siwon kembali mengambil ponselnya untuk menghubungi Yoona. Sudah berkali-kali ia mencobanya namun tetap sama,tak ada jawaban dari Yoona..

“mungkin Yoona sudah pulang,kita kerumahnya saja Soo..”

“ne…baiklah oppa.”

Sooyoung dan Siwon langsung menuju ke tempat parkir mobil, Sooyoung menyerahkan kunci mobilnya pada Siwon agar Siwon yang mengemudikannya.

Dengan kecepatan diatas rata-rata, bahkan bisa disebut tinggi, Siwon terus melajukan mobil,berusaha mendahului banyaknya kendaraan lain di depan nya..

“oppa…jangan terlalu cepat, kau membuatku takut”

“aku harus segera bertemu Yoona dan Hana..”

“iya aku tahu.. tapi santai saja oppa, kau terlihat tegang sekarang..”

“aku takut Soo.. Yoona mungkin sudah membenciku setelah apa yang kukatakan padanya..”

“Yoona sudah tahu jika paman Im lah yang memaksamu meninggalkan nya.. benar kan??”

“Yoona mengetahuinya..?”

“ne.. dia bahkan sudah merobek surat cerai yang telah kau tanda tangani. Maka tenanglah.. Yoona pasti akan menerimamu. jika tidak, untuk apa dia ikut mencarimu.. dan Hana juga pasti sangat senang jika tahu kau adalah ayah nya..”

“jadi Yoona melakukan nya? Dia merobek surat cerai itu? Aku benar-benar bodoh sudah berkata demikian padanya, dan Hana, dia putriku.. kenapa aku tak menyadarinya?”

“ne Oppa…harusnya kita bisa melihat senyum Hana sangat mirip dengan mu, bahkan dia juga punya lesung pipi yang sama seprtimu..”

“kau benar Soo…matanya juga sangat mirip dengan Yoona,bukankah itu perpaduan yang sempurna yang dimiliki Hana, putriku..”

Siwon tersenyum membayangkan betapa ia akan sangat bahagia saat bertemu keduanya nanti..

Beberapa waktu kemudian, di depan pagar rumah Tn.Im, Siwon menghentikan laju mobil nya. segera setelahnya ia keluar dari dalam mobil itu bersama dengan Sooyoung. Namun yang mereka lihat pintu pagar yang masih terkunci dan keadaan rumah yang nampak sepi..

“Yoona belum pulang Soo..”

“sepertinya begitu, mungkin dia berada di Butik?”

“kajja.. kita ke butik saja..”

“Oh, ne Oppa..”

>>>

Yoona masih terlihat tegang, ia duduk di kursi tunggu di depan ruang operasi Hana
Wajahnya nampak sayu, memucat dengan tatapan matanya kosong.
Tn.Im hanya bisa menggenggam tangan Yoona, untuk menguatkannya. perasaan bersalah pada putri dan cucunya terus menyelimuti hatinya.

Pria yang tadi membantu mereka juga masih menunggu disana. Ia hanya pergi ketoilet untuk mencuci tangan dan sedikit membersihkan pakaiannya yang terkena darah walaupun tak seluruhnya bersih. Ia kemudian kembali lagi menunggu di depan ruang operasi.

Kurang lebih sudah satu jam menunggu, tapi mereka tak juga mendapat kepastian mengenai kondisi Hana dari dokter ataupun suster yang tak juga keluar dari ruang operasi.

“maaf Tuan.. Bisa anda mengurus administrasinya?”

Seorang suster menghampiri pria tadi, dan Tuan.Im yang juga mendengarnya langsung menjawab ..

“biar aku yang mengurusnya..”

“ahjussi tunggu saja disini, biar saya yang menyelesaikan nya..”

“biar aku saja, terimakasih atas bantuan mu..”

“ne…kalau begitu, saya akan menemani ahjussi kesana..”

“baiklah,Yoongie ya.. appa tinggal sebentar, ne..”

Yoona hanya diam tak menjawab,Tn.Im dan seorang pria tadi kemudian berjalan mengikuti sang suster guna mengurus administrasi..

Saat sedang mengisi beberapa formulir dari rumah sakit, ponsel Tn.Im berbunyi, menandakan panggilan masuk disana..

“yoboseyo..”

“ini Yuri, paman.. apa Yoona berada dirumah? Aku tak bisa menghubunginya..”

Tn.Im menarik napas sejenak sebelum mengatakan apa yang telah terjadi dengan Hana, juga keberadaan Yoona saat ini pada Yuri

“Yoona dirumah sakit,Hana kecelakaan”

“Oh Tuhan…Hana”

>>>

Segera setelah mengetahui apa yang telah terjadi, Yuri langsung mengajak Sica untuk secepatnya menuju rumah sakit. Saat hendak menghentikan sebuah taksi dijalanan depan butik, Sooyoung tiba-tiba datang memanggil keduanya..

“kalian mau kemana?”

“Oh Sooyoung.. bagaimana dengan Yoona?”

Sooyoung mengernyit..

“Yoona? Aku justru mencarinya.. wae? Dia tak disini..?”

“jadi kau tidak tahu kalau Hana kecelakaan..”

“apa yang kau bilang tadi, Yul..Hana.. Hana,  kenapa dengan Hana?”

Siwon langsung panik saat itu .

“paman Im bilang Hana kecelakaan oppa, dia berada dirumah sakit sekarang..”

“Oh Tuhan…apa yang terjadi, Hana ya..?”

“palli oppa, kita kerumah sakit..” 

>>>

Seorang suster yang sebelumnya berada didalam ruant operasi, tiba-tiba keluar dari ruangan itu. Dengan wajah panik, seorang suster itu langsung menghampiri Yoona ..

“Nyonya.. maaf Nyonya, Putri anda kekurangan banyak darah..”

“ambil saja darah saya suster..”

“kalau begitu mari ikut saya Nyonya..”

Tanpa berpikir lagi, Yoona mengikuti sang suster untuk melakukan pengecekan darahnya sebelum didonorkan pada Hana..

“ambil berapapun yang kalian butuhkan untuk putriku.. cepatlah suster..”

“tapi Nyonya.. Maaf,  kami tak bisa melakukan nya pada anda..”

“suster..apa maksudnya?”

“anda terlalu lemah, dan juga anda sedang hamil
kami takut membahayakan janin dalam rahim Ny..”

“tapi putriku membutuhkan nya suster..! aku kuat .. jadi tolong berikan darah ku pada Hana..”

“maaf Nyonya.. ini terlalu beresiko”

“suster..!!”

Yoona menjerit kesal. Hana membutuhkan pendonor dan sang suster justru tidak mengijinkan dirinya untuk mendonorkan darahnya..

“ada apa suster?”

Tn.Im bersama seorang pria tadi, yang baru selesai mengurus administrasi, terkejut ketika melihat Yoona memohon pada seorang suster dan kembali menangis ..

“cucu anda memerlukan transfusi darahv,dan Nyonya Memaksa mendonorkan darahnya..”

“lalu?”

“maaf Tuan.. tapi saat ini Nyonya sedang hamil, itu terlalu berisiko dan kemungkinan akan membahayakan janin nya”

“hamil..?”

Tn.Im jelas menunjukkan keterkejutan dalam raut wajahnya..

“ne, Tuan..”

“suster.. ambilah darah saya.. putriku harus selamat.. kumohon..”

Yoona kembali memohon-mohon. Bayangan Hana yang mungkin takkan bisa tertolong, menghantamnta dengan keras membuatnya seakan terhempas kedasar jurang yang terdalam ..

“maaf Nyonya..”

“appa.. katakan padanya aku akan baik-baik saja.. aku harus memberikan darahku untuk Hana.. Hana harus selamat. Hana harus diselamatkan, appa..!!”

“tapi Yoong, Kau…”

“kau bisa ambil darahku suster..aku ayahnya..”

***

Sebelumnya Siwon telah berlari di sepanjang koridor rumah sakit di ikuti Sooyoung, Yuri dan Sica.
saat sudah berada tak jauh dari ruang dimana Hana sedang menjalani operasi, Siwon menghentikan langkahnya. Menyaksikan Yoona yang pada saat itu terlihat sedang menangis dan memohon pada seorang suster. Berkeras untuk mendonorkan darahnya. Namun sang suster menggelengkan kepala sebagai tanda ketidak setujuan sembari meminta maaf karna terpaksa melakukan penolakan.

Siwon merasakan miris. Kesedihan kini yang meremas hatinya. Maka kemudian Ia dengan cepat menghampiri..

“kau bisa ambil darahku suster..aku ayahnya…”

Mendengar suara Siwon yang negitu tiba-tiba dirasa cukup mengagetkan bagi Yoona juga Tn.Im.
Siwon yang segera mendekat, masih sempat  membungkuk memberi salam hormat pada Tn.Im yang masih sedang menenangkan Yoona.

“apa darah yang kau butuhkan, suster?”

“B, Tuan..”

“cepatlah ambil darahku, suster.. dia memiliki darah yang sama denganku. Putri ku harus selamat..”

Yoona kembali dibuat terkejut dengan apa yang baru ia dengar dari Siwon.
dengan kedua mata yang masih penuh dengan airmata, ia hanya bisa menatap sosok yang di cintainya tanpa bersuara meski kehangatan saat itu langsung menyusup kedalam relung hatinya karna kehadiran Siwon disana.

Siwon yang melihatnya langsung merengkuh tubuh Yoona dalam pelukan nya ..

“aku sudah tahu semuanya,sayang.. maafkan aku. Aku sungguh meminta maaf telah membuatmu seperti ini..”

Yoona makin terisak dalam pelukan Siwon, ada perasaan bahagia yang kemudian ia rasakan ketika itu..

Siwon melepas pelukan nya dan kini berganti ia memegang kedua bahu Yoona dan juga menatap kedalam manik matanya ..

“Sayang.. jangan menangis lagi,percayalah padaku, Hana akan baik-baik saja. Dia akan baik-baik saja..”

Siwon menghapus airmata yang membasahi kedua pipi Yoona dengan jari-jarinya..

“saranghae.. tunggu aku disini..”

Dengan itu, Siwon mengecup kening Yoona kemudian ia berjalan mengikuti sang suster untuk terlebih dulu menjalani pemeriksaan dan selanjutnya melakukan transfusi darah__

Mungkin terlalu lelah atau karna beban yang ada dalam pikiran nya terlalu berat, Yoona pingsan sesaat setelah kepergian Siwon..

“Yoona Yoona…!! Ya Tuhan..”

“aku akan panggil kan suster, paman..”

Yuri segera berlari memanggil suster, dan tak berapa lama dua orang suster datang untuk membantu memindahkan Yoona yang masih dalam keadaan pingsan ke ruang perawatan.

>>>

Sepanjang ia berada dirumah sakit tadi, Sooyoung terus memperhatikan seorang pria yang juga berada ditempat yang sama dengan nya. Pria yang sama, yang tadi ia temui di bandara.

“ada yang salah dengan ku, nona? Kenapa kau terus menatap ku?”

Sang pria tadi tiba-tiba bersuara, membuat Yuri dan Sica menoleh dan Sooyoung yang justru langsung mengalihkan tatapan nya.

Yuri dan Sica hanya sama-sama mengangkat bahu mereka, tak tahu apa yang sedang dimaksud seorang pria yang tak mereka sadari, sudah sedari tadi telah berada disana.

“siapa kau? Mengapa kau bisa berada disini?”

“aku…? Emm…aku bukan siapa-siapa, aku hanya membantu mereka di bandara tadi..”

“lalu kenapa kau masih berada disini?”

“kau mengusirku?”

“aniya, maksud ku..”

Sooyoung menjadi merasa tak enak hati setelah mendengar ucapan dari pria itu yang mungkin tersinggung atas apa yang di katakannya.

“aku sudah berniat pergi sebenarnya.. tapi begitu melihat Siwon tadi, kurasa aku harus mengurungkan niat ku. Sudah lama aku tak bertemu dengan nya..”

“Siwon..? darimana kau tau namanya? Apa Kau mengenal oppaku.. kau mengenal Siwon oppa?”

pria itu mengangguk dan tersenyum..

“tentu saja aku mengenalnya, kami berteman ketika sama-sama di LA..”

“Tapi kenapa oppa tadi tak menyapamu?”

Pertanyaannya menyiratkan ketidak percayaan, meski jelas-jelas sang pria telah menyebutkan nama Siwon tadi..

“kurasa ia terlalu panik tadi,hingga tak menyadari kehadiran ku..”

Senyum yang kembalu terarah padanya, membuat Sooyoung mendadak menjadi kikuk karenanya ..

“jadi yang kau maksud oppa mu adalah Siwon? Dia yang tadi kau cari-cari dibandara hingga membuat keributan..?”

Sooyoung tak tahu apa lagi yang bisa ia katakan, ia terdiam merasa malu setelah mendengar ucapan pria tadi, meski saat itu dalam hati ia merutuki kebohongan nya tadi dan kenapa harus pria itu yang ia temui.

“siapa dia?”

“kau mengenalnya?”

Yuri dan Sica yang tadi hanya diam dan tak mengerti mesku juga mendengar pembicaraan Sooyoung, kini keduanya bergantian mengajukan pertanyaan pada Sooyoung..

“kalian saling mengenal..?” tanya sica sekali lagi ..

“ani…aku tak mengenalnya”

“jadi siapa dia..?”

Pria tadi tersenyum sebelum kemudian mendekat dan sekarang ia justru telah berdiri tepat di hadapan ketiganya ..

“perkenalkan.. Shim Changmin imnida.., kalian bisa memanggil ku Changmin atau oppa… kurasa itu jauh lebih enak didengar”

Sesaat pria bernama Changmin itu kembali tersenyum setelah memperkenalkan dirinya ..

“Oh…Yuri imnida”

“Jessica imnida, senang mengenalmu..”

“ne…kurasa aku juga senang bertemu dengan kalian. dan kau..?”

Changmin beralih menatap Sooyoung yang diam tak memperkenalkan dirinya

“aku? namaku Sooyoung,gomawoyo telah membantu ku tadi..”

“jadi namamu Sooyoung? Kau Choi Sooyoung adik Siwon…yah kurasa dulu aku pernah mendengar Siwon menyebut namamu, sebagai adikknya yang manja..”

Changmin tergelak melihat Sooyoung yang lantas memelototi dirinya karna apa yang telah diucapkkannya.

>>>

Setelah meminta Yuri, Sooyoung dan juga Sica untuk menjaga Yoona, Tn.Im memutuskan untuk menemui Siwon yang saat ini masih beristirahat setelah menjalani transfusi darah untuk Hana ..

“Siwon..”

“Oh appa..aku…”

Siwon berusaha untuk bangun dari tidurnya, namun Tn.Im mencegahnya ..

“ani..ani…kau tiduran saja,tubuhmu pasti masih lemah saat ini”

“aniya appa..”

Siwon kemudian duduk dan bersandar pada sandaran tempat tidur..

“maafkan aku, Siwon.. seharusnya appa tak melakukan ini dan memisahkan kalian, ini semua terjadi karna kesalahan ku..”

Tn.Im kini menangis di hadapan Siwon, menyadari sikapnya yg ternyata salah selama ini.

“aku yang menyebabkan Hana terluka, maafkan appa..”

“aniyo…appa, appa jangan seperti ini. Aku mengerti perasaan appa. Seharusnya aku yang lebih berusaha meyakin kan appa, tapi aku justru tak melakukan nya…Yoona dimana appa?”

“Yoona..dia…”

>>>

Siwon segera berlari menuju ruang perawatan setelah mendengar dari Tn.Im bahwa Yoona pingsan dan sampai saat itu masih belum sadarkan diri.

Ia berhenti di depan pintu kamar rawat Yoona saat melihat seorang pria yang tak asing dimatanya berdiri dan menyandarkan tubuhnya pada tembok.

“Shim changmin..?!”

Siwon langsung bisa mengenali Changmin walaupun sudah cukup lama mereka tak bertemu. Setelah Siwon kembali ke Korea, ia belum pernah lagi bertemu dengan nya.

“Oh Siwon…”

Changmin langsung menghampiri dan memeluk Siwon ..

“kau..sejak kapan kau pulang ke Korea? Kenapa tak menghubungiku?”

“sudah sebulan aku disini..sorry aku belum ada waktu untuk menemuimu”

“lalu apa yang kau lakukan disini?”

“kurasa takdir yang telah membawaku. tadi aku yang membantu paman dan juga wanita bernama Yoona itu dan putrinya kesini..”

“sungguh..?”

“ne…jadi dia istri dan anakmu? Aigoo…bahkan saat menikah kau tak menghubungi ku. Lalu apa yang sebenarnya terjadi? Sejauh dari yang kulihat, sepertinya sedang terjadi sesuatu diantara kalian”

“banyak hal yang rumit yang belum bisa kujelaskan padamu..kurasa nanti aku akan ceritakan padamu”

“OK baiklah…sepertinya kau memang harus melihat istrimu saat ini, masuk lah..”

“ne…dan terimakasih atas bantuan mu”

Changmin tersenyum dan membiarkan Siwon masuk kedalam kamar yoona__

“oppa gwechana..?”

begitu melihat Siwon masuk, Sooyoung yang saat itu berada di dalam menunggui Yoona, langsung menghampirinya ..

“aku tidak apa-apa.. bagaimana dengan Yoona..?”

“kurasa dia lelah karena itu Yoona pingsan tadi. tapi tenanglah, dokter sudah memeriksanya tadi”

Siwon mendekat dan duduk disamping tempat tidur Yoona diraihnya tangan Yoona yang saat itu terpasang selang infus dan menggenggam nya erat .

“mianhae Yoong…maafkan aku..maafkan aku, sayang..”

“oppa… tenanglah, Yoona pasti akan segera sadar”

ucap Yuri dengan nada penuh keprihatinan..

“ya..aku tahu dia wanita yang kuat”

Siwon mengusap lembut wajah Yoona, dan menyibakkan helaian-helain rambut yang menutupi keningnya ..

“Oppa.. bukankah tadi kau belum sempat berkenalan dengan Sica?”

ucap Yuri lagi ..

“Oh ne…tapi aku sudah sering mendengar Yoona bercerita tentang nya. Senang akhirnya aku bisa bertemu dengan mu Sica..”

“Oh..ne oppa, walaupun aku sempat kesal dengan sikapmu pada Yoona tadi..”

“mianhae…aku tak berpikir akan berakibat sampai seperti ini. aku menyesal telah melakukan nya”

“kuharap peristiwa ini akan menguatkan cinta kalian berdua..”

“ne…gomawoyo, kalian bertiga pasti lelah. pulanglah biar aku yang menjaga Yoona disini..”

“tapi oppa…bagaimana dengan Hana?” tanya Sooyoung terdengar kekhawatiran dalam nada suaranya.

“Hana pasti baik-baik saja, dokter akan melakukan yang terbaik untuk nya. Yakinlah..”

“kalau begitu kami disini saja oppa..” ucap Sica ..

“ne…kita tunggu sampai ada kepastian dari dokter tentang keadaan Hana” sahut Yuri ..

“kalau begitu kami akan meninggalkan oppa bersama Yoona disini. Lagi pula aku lapar…kajja Sica, Yul.. kalian temani aku”

Sooyoung kemudian menarik tangan Sica dan Yuri agar segera keluar meninggalkan kamar Yoona

Setelah berada diluar dari kamar itu, ketiganya berpapasan dengan Changmin yang terlihat membawa beberapa kantong makanan di tangannya.

“kalian mau kemana?”

“Oh Changmin oppa, Sooyoung lapar.. dan kami akan mencari makan diluar”

Yuri memberikan jawaban disertai senyum dibibirnya..

“benarkah..! Kebetulan aku baru saja keluar membeli makanan”

Changmin menunjukkan kantong makanan yang berada di tangannya..

“kajja kita cari tempat untuk makan bersama..”

“Makan bersama?? aniyo…aku akan makan diluar saja”

Tolak Sooyoung mencoba beranjak..

“tapi aku sengaja membelinya untuk kalian”

“aku tak meminta mu melakukan nya ..” jawab Sooyoung sedikit terdengar ketus..

“aishh…ayolah Soo, sayang sekali kalau kita menolaknya. Lagi pula kasihan kan dengan Changmin oppa. Dia sudah berniat baik.. kajja oppa..”

Kini Yuri yang justru menarik Sooyoung agar mau mengikutinya. Sooyoung terlihat memberengut, menggumam kesal karna tak menyukainya. sementara Changmin yang menyadari itu hanya tersenyum melihatnya__

>>>

Siwon masih terus memandangi wajah pucat Yoona. Kedua matanya yang indah kini justru terpejam membuatnya tak bisa menatap manik matanya yang selalu bisa menggetarkan relunf hatinya. Ia benar-benar merasa bersalah  karena telah menjadi penyebab dan membuat Yoona seperti saat itu.

“Maafkan aku Yoong.. maafkan aku sayang, seharusnya aku bisa melindungi mu dan juga Hana anak kita. Maafkan atas kebodohan ku yang justru berniat pergi meninggal kan kalian”

Siwon mengecup pungguh tangannya dan lantas mengucap terimakasih pada Tuhan, karena masih mengijinkan nya untuk kembali berada disamping Yoona dusituasi sulit  seperti saat ini__

Ia kemudian mulai merasakan jemari tangan Yoona yang mulai bergerak, dan perlahan ia membuka kedua matanya.

Tersenyum, Siwon mengecup kening Yoona lembut untuk menyambutnya..

“Si won..”

“syukurlah sayang kau sudah sadar..”

“apa yang terjadi padaku?”

“kau pingsan karna terlalu lelah tadi, sekarang beristirahat lah saja..”

“Hana…bagaimana dengan nya?”
Kecemasan mulai terlihat diwajahnya yang pucat..

“dokter masih menanganinya,tenanglah semua akan baik-baik saja..”

Siwon langsung melihat Yoona yang kembali meneteskan airmata ..

“mianhae, seharusnya aku mengatakan lebih awal tentang Hana. mianhae.. maafkan aku Siwon..”

“ssttt…sudahlah, aku seharusnya yang menyadarinya tanpa kau harus mengatakan siapa Hana,seharusnya aku tahu kalau dia adalah putriku, anak kita..”

Yoona meraih tangan Siwon untuk  kemudian meletakkan tangan nya diatas perutnya.
Siwon mengernyit, masih  belum mengerti dengan apa yang dimaksudnya ..

“aku hamil..”

Melihat Siwon yang terdiam, mungkin masih tak percaya mendengar apa yang telah terucap dari bibirnya, Yoona lantas menggerakkan tangan Siwon mengusap pada perutnya.

“aku hamil, Siwon.. ada buah cinta kita yang sedang bertumbuh dalam rahimku. Dia akan menjadi anak kedua kita..”

Yoona masih terus menggerakkan tangan Siwon agar mengelus perutnya..

“Oh Sayang.. demi apapun juga aku sangat bahagia mengetahuinya. Terimakasih Tuhan.. aku berjanji akan selalu menjagamu, menjaga kalian ..”

Tanpa ragu Siwon menjatuhkan ciuman diatas perut Yoona..

Siwon merasa ada seberkas cahaya terang yang akan menuntunnya pada jalan yang di tunjukan oleh Tuhan padanya.
Ia berterimakasih untuk semua kebahagiaan yang dirasakannya saat itu, walaupun masih ada sedikit yang menggangu dipikirannya mengenai kondisi Hana. Tapi ia mempercayai jika Hana, putri kecilnya akan baik-baik saja. Harus baik-baik saja karna Tuhan selalu menjaganya.

Ia berserah pada Tuhan, meyakini bahwa  semua rencana Nya akan selalu berakhir indah untuk nya dan juga Yoona. walaupun awalnya terasa sulit untuk mereka lalui, ia tetap  percaya dan yakin pada Tuhan yang telah menggariskan jalan untuknya.

Siwon masih mengusap perut Yoona yang masih rata dan belum ada perubahan yang bisa Ia lihat. Siwon juga masih tak percaya kalau didalam rahim Yooma kini telah tumbuh buah cinta keduanta. ini pengalaman pertama untuk nya, walaupun kenyataan nya itu akan menjadi anak kedua nya
Penyesalan dalam hatinya terasa saat membayangkan Yoona mengandung Hana, dirinya tak berada di sampingnya namun justru membuatnya terluka. Membayangkan Yoona melalui itu seorang diri, sungguh terasa mengiris, perih di hatinya seakan ada yang menaburkan garam pada lukanya.

Tak terasa butiran bening itu kini mengalir dari kedua sudut matanya. Siwon meraih tubuh lemah Yoona yang kemudian dipeluk erat dengan segenap cinta yang dimilikinya.

“mianhae…jeongmal mianhaeyo”

“Si won waeyo? kau seharusnya bahagia kenapa justru menangis seperti ini..hm?”

“aku bahagia Yoong, sangat bahagia lebih dari apapun. akulah orang yang paling bahagia didunia ini karna memiliki mu”

Siwon merasakan kedua tangan Yoona yang kini membalas dan mengeratkan pelukan itu ditubuhnya.

“aku juga sama bahagia sepertimu, kaulah sumber kebahagiaan dalam hidupku”

Kedua mata mereka kini saling menatap. Tatapan matanya dalam saat kenudian Yoona dengan perlahan mendekatkan wajahnya. Membuat Siwon dengan mudah menyapu lembut di atas bibirnya dengan tak tergesa-gesa, selalu berlaku lembut saatvmenyalurkan rasa cinta nya pada Yoona.

“OMO…”

Siwon bisa mendengar saat itu suara pekikan  tertahan sesaat setelah pintu yang sedikit terbuka namun segera tertutup lagi. Mengakhiri ciuman, keduanya lantas mengalihkan pandangan kearah pintu, namun tak ada seseorang yang bisa mereka lihat.
Siwon kembali mengarahkan pandangan matanya pada Yoona yang hanya mengangkat bahu sambil tersenyum tanda tak mengerti dengan hadirnya orang lain yang mungkin berada disekitar mereka.

“nuguya..?”

“aku tak tahu? Mungkin Sooyoung.. dari dulu bukankah dia yang selalu melakukan itu”

Siwon tersenyum mendengar kalimatnya ..

“jeongmal saranghaeyo…”

“nado saranghae, yeobo..”

Kembali saling berpeluk, menempelkan tubuhnya dan tersenyum, Siwon merasakan bahagia setelah mendengar Yoona kembali menyebutnya dengan panggilan yang sangat ia rindukan.

>>>

Sooyoung Yuri dan Sica mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam kamar Yoona. Ketiganya terkejut namun juga ikut merasa bahagia dengan apa yang tadi mereka lihat didalam sana ..

“aishh…kau tak seharusnya membuka pintu tiba-tiba seperti, Soo.. kita mengganggu mereka..” ucap Yuri ..

“ne…kau seharusnya mengetuk pintunya terlebih dulu tadi..” tambah Sica ..

“Meski aku sering menghadapi situasi seperti itu, kalian berdua tidak seharusnya menyalahkan ku.. bukankah tadi kalian juga melihatnya? Lagipula siapa juga yang tahu mereka sedang melakukan apa didalam. aku justru mengira Yoona belum sadar. aigoo…mereka masih sama seperti dulu. Tak mengenal empat saat bermesraan..”

Sooyoung mendecak, sedikit tak terima disalahkan oleh Yuri dan Sica karna tadi ia yang membuka pintu kamar Yoona ..

“ehmm…sedang apa kalian disini?”

Siwon yang kemudian keluar dari kamar Yoona melihat ketiganya yang berdiri tepat di depan pintu ..

“apa yang kau lihat?” tanyanya pada Sooyoung..

“tak ada yang kulihat.. memangnya apa yang oppa lakukan dengan Yoona di dalam??”

balas Sooyoung yang membuat Siwon tak bisa menjawab..

“hmm…apa kau tak melihat Changmin? Tadi dia disini..”

“Oh.. dia sudah pergi oppa..” jawab Yuri memberitahukan..

“pergi? Wae..?”

“dia bilang ada pekerjaan yang harus di selesaikan. Lagi pula siapa dia? Kau mengenalnya?”

Tanya Sooyoung sedikit menyelidik..

“emm.. dia temanku saat dulu aku di LA”

“pantas saja sikapnya tak jauh beda dengamu dulu, oppa..”

“Oh ne.. apa yang dia katakan padamu?”

“ani…aku tak ingat”

ucap singkat Sooyoung mengelak dan kemudian ia membuka pintu masuk ke kamar rawat Yoona diikuti Yuri dan Sica.

Siwon yang juga akan masuk kembali ke dalam terhenti ketika melihat seorang dokter bersama suster berjalan kearahnya..

“bisa saya bicara dengan orang tua atau wali dari Hana?”

tanya sang dokter langsung tanpa basa-basi ..

“ne…saya ayahnya dokter,bagaimana keadaan putri saya?”

Sang dokter tertunduk dan menghela napas sejenak sebelum menjawab pertanyaan Siwon..

“putri anda..”

“waeyo…dia baik-baik saja kan?”

“kami sudah melakukan yang terbaik Tuan.. Tapi…”

“cepatlah katakan dokter..!!”

suara Siwon cukup terdengar keras hingga membuat Yoona dan yang lain yang berada di dalam mendengarnya..

“ada apa Soo?”

tanya Yoona penuh keingintahuan..

“entahlah, biarkan aku lihat dulu keluar”

Sooyoung kemudian keluar dan melihat Siwon yang sedang berbicara dengan dokter..

“waeyo oppa? Dokter bagaimana keadaan Hana? Bagaimana dengan keponakanku?”

“Maaf  nona, Tuan.. Putri anda kritis dan dia mengalami koma..”

“apa maksudnya dokter?!”

Yoona yang pada saat itu tiba-tiba keluar dari kamar bersama Yuri dan Sica, sontak terkejut mendengar ucapan sang dokter ..

“yeobo…apa yang dokter katakan tadi? Bagaimana dengan Hana?”

“kenapa kau keluar? Masuklah.. kau masih harus beristirahat, sayang..”

Pinta Siwon pada Yoona..

“Tidak.. aku harus tahu apa yang terjadi pada Hana. Apa yang tadi dokter katakan? bagaimana putriku?” 

Yoona mendekat kearah sang dokter dan memaksanya untuk mengatakan kondisi Hana ..

“apa yang dokter katakan tadi? Koma..? Siapa yang dokter bilang koma..? Siapa dokter..! Katakan padaku siapa!!”

Yoona mulai terlihat histeris, membuat Siwon segera menghampiri memeluk dan menenangkan nya..

“maaf Ny. Saat ini itulah yang bisa saya sampaikan..”

“aniyo yeobo…Hana tak mungkin koma. Tidak.. tidak mungkin seperti itu..!! Hana ya.. Hana…”

“tenanglah yeobo…”

“Hana.. Hana ya.. aku harus melihatnya.. aku harus bertemu Hana..”

Yoona ingin berlari, namun ia merasakan sakit pada bagian perutnya dan darah yang tiba-tiba mengalir di selangkangan nya, membuatnya kemudian merintih.

“Awwh…”

“YEOBO… YEOBO!!” 

Suara panik dari Siwon yang melihat Yoona mencengkeram perutnya kuat. merasakan sakit yang tiba-tiba menyerang bagian perutnya ..

“AWWW…sakiittt yeobo!!”

Yoona kemudian meraih tangan Siwon dan menggenggam nya kuat..

“Yeobo…bertahanlah..”

“Saakiittt…ahh..”

“Tuan.. kita harus cepat melakukan pemeriksaan. suster tolong hubungi dokter kandungan”

Seorang suster segera berlari untuk memanggil dokter kandungan yang ada dirumah sakit itu. Sementara dokter yang melakukan penanganan pada Hana, langsung meminta agar Siwon membawa Yoona yang terus merintih, masuk ke kamar rawatnya..

“Saakiittt yeobo..”

“bertahanlah aku disini menemanimu..”

“kajja oppa.. bawa Yoona masuk”

pinta Jessica yang juga ikut cemas dan panik melihat Yoona yang terus merintih kesakitan.

Sooyoung membuka pintu kamar dan segera Siwon membopong tubuh Yoona, membawanya masuk dan menidurkan nya diatas ranjang rumah sakit.

Yoona terus merintih menahan sakit. Ia memegang perutnya dan melihat darah yang mengalir pada kedua kakinya.

“aniya…apa yang terjadi? Aku tak mau kehilangan janin ku.. aku tak mau yeobo…kumohon selamatkan dia”

“dia pasti kuat sayang.. dia pasti kuat seperti dirimu. kumohon bertahanlah..”

“yeobo ak…u..”

keadaan Yoona yabg masih lemah membuatnya tak cukup kuat untuk bertahan. Ia kembali pingsan dan tentu saja membuat Siwon menjadi semakin panik.

“Yoona.. yeobo…yeobo…sadarlah, Im Yoona sadarlah jebal sayang..”

Yuri meneteskan airmatanya melihat Yoona yang begitu lemah di hadapan nya. Tak pernah ia melihat kejadian seperti ini sebelum nya. Sica pun mendekat dan merangkulnya, ia juga tak kalah terkejut dengan semua yang terjadi saat itu.

Melihat Yoona yang kembali tak sadarkan diri, Sooyoung segera berlari keluar kamar untuk memanggil sang dokter yang tak kunjung datang.

“palli dokter.. dia pingsan sekarang..!”

“baik nona, saya mengerti..”

Sang dokter masuk dan langsung memeriksa tubuh Yoona. Bersama dua orang suster yang membantunya, sang dokter  langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh dengan kandungan Yoona..

“tolong anda semua keluar sebentar, kami akan menangani pasien sekarang..”

Pinta sang dokter pada Siwon dan yang lain yang masih berada di dalam kamar itu.

“tapi dokter.. tak bisakah saya tetap disini? dia istri saya..”

“maaf Tuan.. Sebaiknya anda menunggu di luar. kami pasti akan melakukan yang terbaik untuk istri anda..”

“baiklah.. yeobo bertahanlah”

Dengan terpaksa Siwon mengikuti perintah sang dokter dan segera keluar meninggal kan Yoona.

Selama berada diluar kamar itu, Siwon merasa tak bisa tenang dan terus mondar-mandir di depan pintu..

“oppa duduklah.. tenangkan pikiran mu” pinta Sooyoung..

“tapi bagaimana dengan Yoona,aku takut Soo..”

“kau sendiri yang mengatakan dia kuat. Jadi yakin lah Yoona akan baik-bail saja”

“semua salahku, ini gara-gara aku Soo..”

“berhentilah menyalahkan terus dirimu sendiri, oppa..! tak ada gunanya lagi kau melakukan itu.. menyalahkan dirimu tidak akan mengembalikan keadaan seperti semula. Semua sudah terjadi.. maka inilah yang harus kita hadapi.”

Tn.Im yang sebelumnya berada di depan ruangan Hana, menunggui sang cucu yang tengah menjalani operasi, datang hendak kekamar Yoona berniat untuk menemuinya.

“apa yang terjadi? Yoona masih belum sadar?”

“appa…Yoona, dia…”

“katakan padaku Siwon ada apa dengan Yoona?”

“Yoona pendarahan appa…”

“pendarahan?”

“ia mendengar Hana koma dan tak bisa mengendalikan emosinya…hingga ia mengalami pendarahan”

Tn.Im merasa tubuhnya lemas seketika. Apalagi yang harus di tanggung Yoona akibat dari kesalahan yang diperbuat olehnya.

“appa…”

Siwon yang melihat Tn.Im sedikit limbung segera menahan tubuhnya dan membantunya untuk duduk .

“Apa yang bisa kulakukan, Siwon? Bagaimana cara untuk menebus ini? semua salah ku, aku penyebab semua penderitaan yang dirasakan Yoona, putriku dan Hana cucuku. sekarang apa yang bisa kulakukan..”

“appa sudahlah..”

“aku melihat Hana tadi, kasihan sekali dia, aku tak tega melihatnya”

“Oh…apa aku juga sudah bisa melihatnya, appa?”

“tentu saja.. kau memang harus menemui Hana. dia sangat ingin bertemu daddy nya. mungkin dia akan segera sadar setelah bertemu dengan mu.. cepatlah kesana.”

>>>

Siwon segera berlari menuju ruang steril tempat Hana sekarang dirawat. Tubuh kecilnya kini terlihat pucat dan terpasang selang oksigen di wajahnya. Serta berbagai peralatan medis ada disana dan itu cukup membuat Siwon  meneteskan airmata nya.

Hana yang sangat aktif kini terkulai, tertidur lemah di hadapan nya ..

“Hana ya.. ini daddy dear, buka matamu sayang.. bukankah kau ingin bertemu daddy…C’mone dear peluk daddy.. daddy berada disini. daddy juga sangat merindukan mu.. bangun dan peluk daddy, Hana ya..”

Siwon meraih tangan Hana, dan terus memperhatikan jari-jari kecil miliknya. bagaimana mungkin Tuhan tega melakukan ini pada gadis kecilnya.

“Oh God please.. save my child and my wife. aku tak bisa hidup tanpa mereka. Tolong kembalikan putriku.. biarkan aku yang menggantikan nya. Aku rela.. kumohon Tuhan..”

belum siap dan merasa tak kuat terlalu lama berada didalam, Siwon kemudian keluar setelah sebelumnya membisikkan kalimat di telinga Hana ..

“daddy disini dear, bangunlah…daddy menunggumu. I Love you, Hana ya..”

Siwon lantas kembali menuju ruang rawat Yoona dan melihat sang dokter yang baru saja keluar setelah melakukan pemeriksaan . Berlari, Siwon dengan cepat menghampirinya.

“bagaimana putriku?” tanya Tn.Im ..

“istri saya baik-baik saja kan dokter?”

“maaf Tuan.. Kami sudah melakukan yang terbaik tapi…”

“wae?”

“Saya menyesal harus mengatakan ini. sepertinya Nyonya mengalami situasi yang cukup membuatnya terguncang dan itu berakibat pada janin di rahim nya..”

“jadi maksud anda dokter?”

“kandungan nya baru berusia satu bulan dan ini memang masih sangat rentan…maaf jika kami tak bisa berbuat banyak, istri anda mengalami keguguran…”

“Oh Tuhan Yoona…”

Langit diatasnya seakan runtuh.Siwon terduduk lemas tak menyangka akan menjadi seburuk itu. membayangkan akan seperti apa yang terjadi nanti, jika Yoona sadar dan mengetahuinya___

>>>

Setelah cukup merasa tenang dan menerima dia telah kehilangan calon buah hati kedua yang bahkan baru ia  ketahui keberadaannya beberapa saat yang lalu, Siwon masuk kekamar rawat Yoona dan melihat istrinya itu tertidur diranjang rumah sakit dengan wajah pucatnya dan selang infus yang terpasang di pergelangan tangan nya.

Ia sendirian disana karena Yuri Sica dan Sooyoung sudah pulang terlebih dulu. Tn.Im juga memutuskan pulang untuk mengambil beberapa barang yang mungkin akan dibutuhkan oleh Yoona selama berada dirumah sakit. Semua yang kini terjadi memang menjadi salah satu pukulan berat baginya. akibat sikap egois nya putri dan cucunya yang justru menanggung derita nya, namun Tn.Im juga tak mau menyerah begitu saja pada keadaan,ia berusaha kuat dan menguatkan hatinya agar tetap bisa mendampingi Yoona disaat seperti ini dan juga menebus semua kesalahan nya___

>>>

Matanya yang terpejam,Tubuhnya yang lemah, wajahnya yang putih pucat , juga telapak tangan nya yang dingin, ketika Siwon melihat Yoona dalam keadaan seperti itu, rasanya sungguh sangat menyakitkan untuk nya. Dirinya tak pernah membayangkan itu semua harus terjadi pada Yoona.

“Maafkan aku Yeobo.. aku tak bisa berbuat apa-apa untuk mencegah semua ini terjadi. tapi aku berjanji tak akan pernah lagi meninggal kan mu.. tak kan kubiarkan kau bersedih. dan percayalah, aku pasti akan selalu ada disamping mu. Kita akan melalui ini bersama-sama. mungkin inilah bagian dari rencana Tuhan yang harus kita jalani. Tuhan pasti akan membawa kita kedalam kebahagiaan dimasa depan..”

Siwon mengusapkan tangannya pada wajah Yoona..

“ini pasti menjadi salah satu hari paling berat untuk mu.. maafkan aku.”

Menggenggam tangan Yoona yang terasa dingin, Siwon kemudian memberikan kecupan pada keningnya. Berharap agar dalam tidurnya dan di dalam mimpinya, Yoona bisa merasakan kehadirannya disana bersamanya.

“saranghaeyo Choi Yoona..”

>>>

Siwon masih menggenggam erat tangan Yoona, semalaman ia tertidur dikursi di samping tempat tidur Yoona .

Perlahan Yoona terbangun, ia berusaha mengembalikan penuh kesadaran nya. Matanya seakan sulit untuk terbuka, tubuhnya pun lemah dan rasa sakit yang sempat menyerang perutnya juga masih bisa ia rasakan nyeri disana.

Namun ia tak mau tidur dan terbaring lebih lama. Yoona ingat dengan jelas apa yang diucapkan dokter tentang Hana yang mengalami koma, yang kemudian membuatnya semakin lemah hingga tak sadarkan diri .

“Yeobo…Yeobo, irona.. Siwon..”

Yoona mencoba membangunkan Siwon yang masih tertidur, ia menyentuh bahu Siwon untuk membangunkan nya namun masih tak ada jawaban dari Siwon ketika itu.

“Yeobo…”

Yoona perlahan menarik sebelah tangannya yang masih dalam genggaman Siwon, ia memaksa melepas sendiri selang infus dan mencoba turun dari atas tempat tidur, walaupun rasa sakit diperutnya belum juga hilang .

dengan langkah lemah ia kemudian berjalan menghampiri pintu untuk keluar ..

“aawchh…”

Yoona mencengkeram kuat perutnya saat baru saja ia ingin membuka pintu, tangan kanan nya memegang knop pintu untuk menahan tubuhnya agar tak jatuh.

“aawhh…”

Sekali lagi Yoona kembali mengerang sakit dan kali ini membuat Siwon terbangun dan terkejut melihatnya.

“Yeobo..!!”

Siwon segera menghampiri Yoona dan merangkulnya..

“apa yang kau lakukan? Kenapa tak membangun kan ku?”

“Ahh.. aniyo yeobo, aku hanya ingin melihat Hana. bagaimana kondisinya? apa Hana sudah sadar, ia mencariku kan? Hana pasti mencariku yeobo..aku harus kekamarnya sekarang..”

Yoona seakan berada dalam alam bawah sadarnya, ia terus menarik lengan Siwon dan mencoba keluar dari dalam kamar yang ditempatinya.

“Tenanglah yeobo.. aku akan menemanimu bertemu Hana”

“cepatlah Siwon.. kasihan Hana menunggu kita terlalu lama”

“ne.. tapi berjanjilah padaku,jangan menangis dihadapan nya..”

“aku tak kan menangis yeobo..aku pasti tersenyum dan memeluknya, aku sangat merindukan nya. palli yeobo..”

Siwon merasa miris mendengar ucapan Yoona, dengan perlahan ia lantas membuka pintu dan merangkul Yoona yang masih lemah untuk keluar dari kamar .

“aawhh…”

“gwechana?”

Siwon semakin cemas saat Yoona kembali memegangi perutnya.

“ah.. aniyo.  aawhh..”

“sebaiknya kita masuk lagi, kau masih terlalu lemah setelah…”

“Tidak..aku bisa, kajja..”

Yoona memaksa menarik senyum diwajahnya agar Siwon tak mencemaskan nya. namun setelah beberapa langkah ia terdiam dan terlihat memikirkan sesuatu .

“wae…?”

Siwon yang merasa aneh melihat Yoona yang sebelumnya bersemangat mengajaknya untuk cepat menemui Hana, kini justru menghentikan langkahnya  dan terdiam..

“waeyo yeobo?”

“Siwon.. apa yang terjadi padaku?”

“apa maksudmu?”

“apa yang terjadi setelah aku pingsan?”

Yoona menatap mata Siwon menuntut jawaban. ada keterkejutan dari raut wajah Siwon setelah mendengar pertanyaan Yoona.

“waeyo yeobo? Mengapa aku merasakan ada sesuatu yang lain ditubuh ku..”

Yoona masih menatap mata Siwon namun Siwon tak juga memberikan nya jawaban.

“perut ku terasa sakit..  Apa yang terjadi? dan…”

Yoona mengelus perutnya dan mencoba merasakan sesuatu,berbagai pertanyaan kini terlintas di benak nya.
 
“janin ku…? Siwon, bagaimana dengan janin ku? dia baik-baik saja kan? Apa yang terjadi yeobo? katakan padaku apa yang terjadi..!!”

Yoona mulai tak tenang, ucapan nya menuntut Siwon untuk memberinya jawaban. airmatanya pun mulai menggenangi permukaan matanya.  pikiran buruk yang sempat terlintas di benaknya, membuatnya merasa takut.

“yeobo…tenanglah, ini sudah terjadi”

“apa yang sudah terjadi..?”

“maafkan aku tak bisa mencegahnya…janin mu…anak kita…dia…”

Siwon menghapus airmata yang perlahan turun membasahi pipi Yoona, kemudian ia menggenggam erat kedua tangannya.

“Siwon.. waeyo?”

“dokter tak bisa menyelamatkan janin mu, kau mengalami keguguran…maafkan aku”

Yoona lemas seketika, tubuhnya jatuh terduduk dihadapan Siwon..

“Sayang…”

Siwon segera menyamakan posisinya dengan Yoona.

“kenapa kau tak mencegahnya pergi…kenapa kau membiarkan anak kita pergi, yeobo…”

Yoona semakin terisak, ia memukul-mukul dada Siwon dengan kedua tangan nya yang lemah. Siwon hanya diam menatapnya, ia membiarkan Yoona melanpiaskan perasaan yang ada dalam hatinya.

“kenapa yeobo? kenapa kau tak melakukan nya, kenapa kau hanya diam saja..”

Semakin lama pukulan tangan Yoona kian lemah, ia menjauhkan kedua tangan nya dari dada Siwon namun Siwon mencegahnya dan menggenggam erat tangan nya .

“maafkan aku karna tak berbuat apa-apa.  inilah yang terjadi dan kita harus menerimanya, aku juga sangat menyesalinya..”

“kenapa harus terjadi? Aku tak bisa menjaganya…aku yang membuat dia pergi Siwon… aku membuatnya pergi dari kita..”

“ini bukan karnamu dan bukan salahmu”

“tapi dia pergi karna aku terlalu lemah untuk menjaganya…”

“bukan seperti itu…”

“lalu seperti apa..? Aku memang wanita lemah yeobo, aku tak bisa menjaga Hana dan sekarang untuk janin yang masih berada dalam tubuhku sendiri, aku bahkan tak bisa menjaga dan mempertahankan nya..”

“ini bukan salahmu sayang.. bukan..”

Siwon memeluk tubuh Yoona untuk menenangkan nya, namun Yoona justru semakin terisak, tak jauh dari mereka berdua berada Yuri Sica dan Sooyoung hanya terdiam melihatnya. mereka bertiga yang baru datang tak tahu harus berbuat apa.

“kenapa dia harus pergi.. aku bahkan belum lama mengetahui keberadaan nya di rahimku, ini tak mungkin…”

Siwon mempererat pelukan nya, sebelum Yoona berhenti menangis ia tak berniat melepaskan nya.

“aku membiarkan mu menangis sekarang, tapi tidak untuk nanti…”

“Yeobo…”

“menangislah…sepuasmu sekarang, tapi nanti aku takkan pernah mengijinkan mu menangisi apa yang telah terjadi”

Yoona berusaha melepaskan pelukan Siwon tapi Siwon tak membiarkan nya. Tak ada yang bisa dilakukan Yoona, selain masih dan tetap menangisi semua yang terjadi.

Setelah beberapa saat akhirnya Siwon melepaskan pelukan nya. Ia menangkup wajah Yoona dengan kedua tangan nya dan langsung menatap kedalam manik matanya .

“ini takdir Tuhan, sayang.. kita harus menerimanya”

“tapi apa salahku yeobo? Kenapa Tuhan begitu tega melakukan nya padaku”

“Tuhan pasti lebih tahu apa yang terbaik untuk kita, Dia mengambil janin dari dalam rahim mu karna Dia menyayangi mu terlebih janinmu..”

“tapi kenapa? Kenapa Tuhan mengambilnya dariku..?”

“karna Tuhan saat ini lebih menginginkan kita untuk lebih menjaga Hana.. apa kau berfikir setidaknya bagaimana kalau dia masih berada di rahimmu sekarang?”

Yoona menggeleng..

“apa yang akan terjadi yeobo..?”

“dia masih terlalu kecil, dia butuh banyak perhatian darimu. sementara kau juga harus memperhatikan Hana..”

“aniya…aku pasti bisa tetap mempertahankan nya. kenapa Tuhan tak bertanya dulu padaku? kenapa Tuhan mengambilnya begitu saja? Kenapa…”

“Yoona…Yoona, sayang dengarkan aku..”

Siwon semakin memperdalam tatapan matanya pada Yoona yang tak juga bisa menenangkan dirinya.

“dengarkan aku sayang.. kita masih bisa melakukan nya, masih banyak kesempatan untuk mu bisa hamil lagi. ini hanya masalah waktu. Tuhan tahu ini bukan waktu yang tepat untuk mu kembali mengandung, karena itu Dia mengambil janin itu dari dalam dirahim mu…percayalah padaku inilah yang terbaik…”

Yoona terdiam dan langsung memeluk Siwon, menangis terisak dan mengangguk paham dengan semua yang Siwon ucapkan.

“aku bisa hamil lagi yeobo?”

“tentu saja…”

Siwon melepaskan pelukan Yoona dan tersenyum menatapnya .

“kau akan hamil lagi dan Hana akan mempunyai adik…kurasa bukan hanya satu”

“hm…maksud mu?”

“ne…bukan hanya satu adik untuk Hana, karna kau akan hamil lagi lagi lagi dan lagi sampai kita punya cukup banyak anak untuk meramaikan rumah kita”

Siwon kembali tersenyum dan memeluk lagi tubuh Yoona.

“aku tak sabar menanti saat itu datang…aku pasti akan sangat bahagia yeobo…”

Yoona tak menjawab dan hanya bisa meneteskan airmatanya,seharusnya ia bisa segera mewujudkan impian Siwon, andai ia bisa lebih kuat untuk mempertahan kan janin nya.

“Siwon..bagaimana dengan Hana?”

Siwon menghela napasnya sesaat mendengar satu lagi pertanyaan dari Yoona.

“kau ingat apa yang dokter katakan sebelum kau pingsan?”

Walau  Yoona mencoba memungkiri apa yang ada dalam ingatan nya tapi nyatanya itulah yang terjadi, Hana koma dan ia tak bisa mengelaknya.

“Ha..nna koma…”

“dia belum sadar sampai sekarang, dan kita harus tetap tegar untuk nya”

“aku akan melakukan nya Siwon..aku ingin Hana cepat sadar”

“ne…aku yakin kau pasti bisa, Hana pasti juga tahu mommy nya adalah wanita yang kuat”

“yeobo…apa kita bisa bertemu Hana sekarang?”

“ne…kita akan menemui putri cantik kita, berjanjilah takkan menangis didepan nya”

Yoona mengangguk mengerti dan segera mengikuti langkah Siwon yang merangkulnya___

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

To Be Continued~

@joongly

164 thoughts on “YOU’re MINE [8]

  1. yoona lucu di bagian trakhir ff ini🙂 “aniya…aku pasti bisa tetap mempertahankan nya. kenapa Tuhan tak bertanya dulu padaku? kenapa Tuhan mengambilnya begitu saja? Kenapa…” memang.a bisa bertemu tuhan? haha #justkid🙂

  2. Wonpa romantis dan bisa mengendalikan suasana.

    Cpat sembuh hana… Daddy mu sudh tau jati diri mu. Dan kau bisa memnggil nya daddy.

  3. part ini bnr” menguras air mata,,,kasihan hana mngalmi koma,,dan yoona keguguran….tp untung yoonwon sidh brsatu kmbli….jd siwon bisa membri kekuatn bwt yoona,,wlopun dia sendri mrasakn kesedihan yg mndalam,,,,

  4. yoona lucu di bagian trakhir ff
    ini “aniya…aku pasti bisa
    tetap mempertahankan nya. kenapa Tuhan tak
    bertanya dulu padaku? kenapa Tuhan
    mengambilnya begitu saja? Kenapa…”
    memang.a bisa bertemu tuhan? haha #justkid

  5. Hiks hiks hiks
    Sedih banget hana koma skarang dan yoona kehilangan janinnya….
    Semoga dibalik peristiwa ini ad hikmahnya…
    Dan tn.im skarang udh merestui hubungan mereka lagi…
    Skarang tinggal nunggu hana sadar dri komanya

  6. astaga! kisahnya bner2 sedih…
    hana koma , mommy keguguran …
    ampunn dehh! bikin yang bacanya sampe netesin air mata

  7. OMG yoonwon seperti pepatah ‘sudah jatuh tertimpa tangga pula.
    hana koma, dan yoona keguguran lengkap sudah beban mereka.
    hana…. cepat sadar yaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s