Fanfiction

| At First Sight | 3

#Happy Reading

[Prolog]  [1]  [2]
*

*

*

*

*

*
Author POV

Setelah menjauh dari ruang kerja Siwon, dan berada dibalik pintu tangga darurat untuk memastikan ditempat itu tak akan ada seorangpun yang melihat dan terutama mendengar ketika dirinya berbicara, Donghae baru melepaskan cengkraman tangannya pada pergelangan tangan Yoona dan menangkap tatapan penuh tanya yang diarahkan Yoona padanya.

“Oppa.. Apa sebenarnya yang terjadi? Apa yang dimaksudkan pria bajingan itu? Aku menjadi sekretarisnya? Itu benar-benar konyol Oppa..”

“Kau tidak akan menyebut ini konyol jika Kau tahu hal itu justru akan menguntungkan untuk kita..”

Yoona mengerutkan dahi..

“Kau tidak lupa kan, Yoona.. Apa yang sudah kita rencanakan?”

“Ya, aku mengerti tujuan kita adalah untuk menghancurkan bajingan itu.. Tapi aku masih belum tahu apa yang sudah menjadi rencanamu untuk mewujudkan itu. Kau sama sekali tak menjelaskannya padaku.. Dan sekarang aku bertamba bingung dengan siapa yang memiliki ide untuk menjadikanku sebagai sekretaris bajingan itu. Kau kah orangnya..?”

“Bukan.. Siwon yang memiliki ide itu..”

Yoona membelalak..

“Dia yang menginginkanmu sebagai sekretarisnya”

“tapi kenapa? Apa dia tidak mengetahui Aku hanya menyelesaikan pendidikan menengah dan belum pernah menjalani perkuliahan. Aku tidak akan bisa bekerja untuknya..”

“kurasa itu bukan sesuatu yang penting untuknya. Siwon hanya ingin memanfaatkanmu untuk mendapatkan wanita yang diingkannya..”

Donghae menggulirkan cerita yang sama seperti yang dikatakan Siwon padanya. Tentang alasannya memposisikan Yoona sebagai seorang sekretaris, sampai tentang rencana pertunangan dan pengumuman pertunangan itu pada perayaan ulang tahun perusahaan yang sekiranya akan berlangsung diminggu depan.

“Apa kau mengerti jika pertunangan itu nantinya hanya akan menguatkan posisi Siwon.. Dia akan bertambah besar dengan penyatuan antara perusahaan ini dan perusahaan milik keluarga wanita itu”

“Apa itu berarti akan sangat susah untuk menghancurkan pria itu..”

Donghae mengangguk..

“karna itu, Kita tidak bisa membiarkan pertunangan itu.. Kita akan mencegahnya terjadi”

“tapi apa yang akan kita lakukan untuk menghentikan itu Oppa?”

“kita memiliki waktu sampai pada perayaan perusahaan diminggu depan. Aku akan memikirkan apa yang bisa kita lakukan untuk menghentikannya.. Untuk sementara Kau bisa mengikuti apa yang Siwon katakan. Persiapkan dirimu untuk menjadi seorang sekretarisnya mulai hari ini..”

“tapi Oppa, apa yang bisa kulakukan nanti..?”

“Kau hanya perlu mengikuti apa yang dia katakan..”

“tapi..”

Donghae menggeram..

“Hanya lakukanlah Yoona.. Posisimu dengan sendirinya menjadi dekat dengan Siwon, dan kuharap kita bisa memanfaatkan itu.. Kita akan berbicara lagi nanti”

Dengan itu Donghae meninggalkan Yoona yang masih berada dalam kebingungannya.

“Sialan.. Aku bahkan tak ingin berada dekat dengan bajingan itu!”

***

Apa yang kemudian dilakukan oleh Yoona dihari itu setelah mengemas sedikit barang pribadinya dan memindahkannya pada meja kerja seorang sekretaris yang tepat berada didepan ruang kerja Siwon, meja yang sama yang pernah dipakai Yuri oenni nya untuk bekerja. Tak ada yang Ia lakukan. Tak ada yang benar-benar Ia lakukan selain duduk tanpa mengerjakan apapun. Siwon terus berada didalam ruangannya dan belum sekalipun memanggilnya untuk melakukan ataupun mengerjakan sesuatu.

Dia pasti tahu jika dirinya memang tak akan mampu untuk melakukannya..

Ia juga bukan tipe gadis yang bisa duduk tenang, yang akan memanfaatkan waktu tanpa pekerjaan itu untuk mengecat kuku-kuku dijari tangannya, seperti yang banyak wanita lakukan. Ia tidak akan melakukan hal itu, meski Ia ingin namun kehidupannya tak mengijinkannya untuk menyibukkan diri dengan pewarna kuku.

Maka sepanjang hari itu, Yoona hanya bisa terus menggumam kesal dengan makian tertahan didalam hatinya. Mengutuki apa yang dilakukan Siwon dengan memanfaatkannya sebagai salah satu alat untuk mengesankan pribadinya didepan calon tunangan bisnisnya.

“Jam kerjamu sudah berakhir nona. Kau bisa pulang..”

Yoona hampir tak menyadari jika Siwon keluar dari dalam ruangannya dan kini berdiri didepan meja kerjanya.

Ralat..
Itu bukan meja kerjanya.
Melainkan sebuah meja yang hari itu menjadi saksi kekesalannya.

“Anda bahkan tak meminta saya untuk mengerjakan apapun..”

Yoona menggumam kesal, tak menghiraukan bila saat itu Siwon bisa mendengarnya.

Ia tak perduli..

Meski saat itu Ia juga melihat Siwon menunjukaan senyum geli kearahnya.
Hal itu justru semakin membuatnya bertambah kesal..

“Kalau begitu saya permisi Tuan..”

“hm, datanglah kembali besok.. Dan jangan lagi menggunakan seragam resepsionis itu. Kau bisa memakai yang lebih layak untuk dikenakan seorang sekretaris..”

“jadi saya seorang sekretaris..? Saya justru merasa lebih tepat jika anda jadikan security penjaga pintu ruangan anda..”

Niatannya mengatakan itu untuk menyindir Siwon, namun yang terjadi Siwon justru tergelak mendengarnya. Tawanya yang seakan tanpa beban justru membuat  Yoona menjadi kikuk berdiri didepan pria itu.

Karenanya Ia kemudian merasa perlu untuk secepatnya pergi dari hadapan Siwon..

“Saya permisi Sajangnim..”

Namun tak disangka olehnya, bila
kemudian Siwon justru menahan lengannya.

“Kau ingin aku memberimu pekerjaan? Baiklah Kau bisa bersiap untuk besok.. Besok kau akan mendapatkan pekerjaan yang bisa kau kerjakan..”

Dan kemudian Siwon lah yang justru lebih dulu meninggalkan Yoona yang masih terpaku mendengar apa yang diucapkannya.

***

Pukul sembilan malam ketika Yoona akhirnya bisa masuk ke dalam kamarnya. Harusnya Ia bisa tiba dirumah sejak tadi, namun Hyoyeon berhasil memaksanya untuk ikut menikmati makan malam disebuah kedai pinggir jalan dan akhirnya mencecar nya dengan berbagai pertanyaan mengenai apa yang dikerjakannya dihari pertamanya sebagai sekretaris.

Maka dengan dua gelas soju yang diberikan Hyoyeon padanya, telah berhasil membuatnya menceritakan kekesalannya pada gadis itu. Tidak semua nya, karna Yoona masih cukup sadar untuk tidak mengatakan keinginannya yang berencana mengahancurkan pria itu.

Melempar tas tangannya keatas tempat tidur, Ia juga kemudian menjatuhkan tubuhnya disana. Dan perlahan tangannya membuka satu persatu kancing pakaian yang dikenakannya, menariknya lepas dari tubuhnya dan kemudian melemparnya.

Hal yang dilakukannya itu lantas mengingatkannya akan kata-kata Siwon yang memintanya memakai pakaian yang lebih layak sebagai seorang sekretaris.

“Astaga..”

maka kemudian Yoona langsung melesat kekamar Yuri dan membongkar isi lemarinya. Ia tahu tak memiliki pakaian yang cocok yang bisa dikenakannya besok, dan meminjam milik Yuri oenni nya menjadi jalan satu-satunya yang bisa dilakukan.

“Oenni ya.. Kau tidak akan marah jika aku memakai pakaian kerjamu kan?”

Yoona menggumamkan pertanyaan itu sendiri sambil mengeluarkan beberapa pakaian kerja yang biasa dikenakan Yuri dari dalam lemarinya.

Ketika tengah melakukan itu, tanpa sadar Yoona menemukan sebuah buku yang tersembunyi dari dalam tumpukan pakaian.
Sebuah buku agenda kerja, yang didalamnya seharusnya berisi catatan tentang pekerjaan. Namun Yuri justru mengisinya dengan menuliskan kekagumannya pada sosok Siwon. Puja pujinya yang dituliskan untuk pria itu membuat Yoona mengetahui betapa dalamnya Yuri mencintai Siwon, namun pria itu justru yang telah menghancurkan hatinya. Dan membuat oenni nya tak lagi ingin untuk melanjutkan hidupnya.

“Dia pria brengsek oenni.. Kau tak seharusnya mencintai nya..”

Setelah membacanya Yoona merobek catatat itu satu persatu sambil kembali menangisi kemalangan oenni nya dan teringat betapa saat ini Ia berada jauh darinya, hingga Ia tak lagi bisa untuk memeluknya.

“Aku merindukanmu oenni.. Aku pasti akan menemuimu setelah menghancurkan pria itu. Aku ingin pada saat itu Kau sudah kembali seperti dulu dan bisa tersenyum memelukku..”

Yoona kembali merasakan kesakitan yang mengiris hatinya, hingga sepanjang malam itu Ia meringkuk sambil memeluk pakaian Yuri diatas tempat tidurnya.

***

Pekerjaan apa yang kemudian didapatkan Yoona pada keesokan harinya ketika Ia kembali kekantor. Jelas Ia takkan mungkin bisa berurusan dengan berkas-berkas perusahaan ataupun mencatat negosiasi bisnis diruang rapat. Namun yang terjadi dan dirasakannya Siwon tengah sengaja ingin mempermalukannya dengan membawanya keruang rapat direksi pagi ini. Dan siangnya Siwon kembali membawanya kedalam sebuah pertemuan yang terjadi diluar kantor, hanya untuk membuatnya terbengong disana.

Bukan hanya itu, setelahnya Siwon bahkan mengajaknya untuk mendatangi sebuah butik dan membeli beberapa gaun yang entah akan diberikan untuk siapa.

Yoona berkali-kali mendesah menahan kekesalannya..

“Kau lelah..?”

Siwon mengejutkan dengan pertanyaannya..

“euh, ani.. anio sajangnim..”

“Kau mendapatkan pekerjaanmu bukan?”

Yoona tak menjawab. Otaknya sebenarnya memerintahkan untuknya melarikan diri dan meninggalkan pria itu namun Ia tak bisa melakukannya.

Donghae memintanya untuk mengikuti apa yang dikatakan Siwon, karna dengan begitu mereka akan tahu apa saja yang dikerjakan pria itu.

“bagaimana menurutmu dengan gaun ini?”

Siwon mengambil sebuah gaun berwarna merah muda dari etalase. Dan mengarahkannya pada Yoona, seperti sedang mengepaskan ketubuhnya.

“Kau tidak mendengarku?”

“Oh, ne.. Itu sebuah gaun yang bagus Tuan..”

Yoona menjawab setengah hati..

“Kau pikir begitu?”

“Anda akan membuat seorang wanita terkagum ketika anda memberikan itu padanya”

“Tapi aku tak yakin dengan penilaianmu.. Aku melihat Kau bahkan tak memiliki selera mode sama sekali..”

Yoona membelalak mendengarnya, dalam hati meneriakkan sumpah serapah untuk pria itu.

“Aku akan ambil yang ini..”

berbalik membelakangi Yoona, Siwon tersenyum menyadari kekesalan Yoona ketika dirinya mengembalikan gaun itu kedalam etalase, dan menyambar gaun lainnya untuk kemudian menuju kasir dan melakukan pembayaran disana.

“Kita pergi sekarang Yoona.. Aku tak sabar untuk memberikan ini pada calon tunanganku..”

***
Setelah kejadian disebuah butik yang menjengkelkan bagi Yoona, Siwon tak lagi memberinya atau melibatkannya dalam urusan pekerjaan apapun. Dia hanya dijadikan patung selamat datang yang diletakkan didepan ruanggnya dan duduk dibelakang meja kerjanya. Hari itu menjadi hari pertama dan terakhir Ia berlaku layaknya skretaris.

Setidaknya Ia kemudian bisa bersyukur tak mendapatkan kelelahan fisik meski kekesalan dalam hatinya terus menumpuk karna itu.

“Apa calon tunanganku ada didalam?”

Yoona kini sudah terbiasa dengan pertanyaan seperti itu. Setidaknya setelah hampir seminggu Ia menjadi sekretaris Siwon, wanita itu tak pernah absen mengunjungi pria itu. Entah disiang atau pun sore hari menjelang jam kantor berakhir, wanita itu selalu datang dan keluar bersama dengan Siwon.

Yoona kemudian memaksa dirinya untuk tersenyum dan mempersilahkan Jessica, nama wanita itu yang diketahuinya dari Donghae, untuk masuk kedalamnya.

Setiap hari selama hampir satu minggu itu lah yang dilakukannya. Yang membuatnya mengalami kebosanan ditingkat tertinggi selama yang pernah dirasakannya.

Maka diminggu pagi itu, Yoona sudah merencanakan untuk pergi bersama Hyoyeon dan Sunny resepsionis baru yang menggantikannya untuk bersama-sama mencari sebuah gaun yang pantas namun berharga miring, yang akan mereka pakai untuk malam nanti diacara ulang tahun perusahaan yang mewajibkan setiap karyawan kantor untuk datang dan berpartisipasi memeriahkan acara.

Tak kurang pukul delapan pagi itu, Yoona sudah bersiap untuk keluar dari dalam rumahnya namun terhenti ketika tiba-tiba Donghae datang menemuinya.

“Kita perlu bicara Yoona..”

Tanpa menunggu Yoona mempersilahkan, Donghae sudah lebih dulu masuk kedalam rumahnya. Hingga Yoona kemudian hanya bisa mengikutinya..

“Ada apa Oppa?”

“Aku ingin kau melakukan sesuatu malam ini..”

Donghae lantas mengatakan apa yang harus Yoona lakukan sebagai bagian dari rencana mereka.

“Apa maksudmu memintaku melakukan hal seperti itu Oppa?”

Yoona nampak tak menyetujui dengan usulan Donghae..

“Kita harus melakukannya untuk membatalkan pertunangan itu, Yoong.. mengertilah..”

“Aku tahu oppa, tapi tidak dengan cara seperti itu..!”

“lalu dengan cara apa kita bisa melakukannya? Jawab aku.. Apa kau memiliki cara lain selain yang kuusulkan tadi..?”

Yoona terdiam..

“Kau tidak memilikinya kan? Satu-satunya yang bisa membuat pertunangan itu batal adalah jika wanita itu yang membatalkannya. Dan cara untuk membuat wanita itu membatalkan rencana pertunangannya dan Siwon adalah dengan membuatnya mengira jika Siwon sudah menyelingkuhinya. Tidak akan ada wanita yang mungkin mau diselingkuhi bukan..? Aku yang akan mengaturnya.. Kau hanya perlu melakukan apa yang kukatakan..”

“tapi Oppa..”

“Kita tak memiliki banyak waktu untuk berpikir. Lakukan malam ini atau tidak sama sekali dan kubur keinginanmu untuk melihat Yuri sembuh.. Dia jelas akan tetap dalam penderitaan selama Siwon tak mendapatkan kesakitan yang setimpal”

Yoona terdiam dan berpikir, sementara Donghae terus mendesaknya. Hingga kemudian mau tak mau Ia mengiyakan.

“Aku membawakanmu ini.. Pakailah untuk malam nanti..”

Donghae menyerahkan dua paper bag, yang masing-masing berisi sebuah gaun dan sepasang sepatu untuk melengkapinya. Membuat Yoona kemudian membatalkan janjinya untuk pergi bersama dengan Hyoyeon dan Sunny.

***

Aula gedung yang digunakan untuk acara malam itu telah diisi oleh orang-orang yang mulai berdatangan. Mulai dari kolega-kolega bisnis Tn.Choi dan Siwon juga dari semua karyawan yang turut hadir.

Siwon sudah berada ditengah-tengah mereka. Menyembut dengan senyum diwajahnya, tamu-tamu yang sengaja diundang oleh nya maupun oleh ayahnya. Dari sekian banyak orang disana, matanya tiba-tiba menemukan gadis bergaun kuning pucat yang berdiri tidak nyaman diantara kedua rekannya.
image

Yoona memang sudah merasa tidak nyaman dari pertama kali Ia menginjakkan kakinya masuk kedalam sana dan tak terpengaruh dengan Hyoyeon dan Sunny yang terlihat bahagia dengan terus terkikik tiap kali seorang pria menyapa mereka.

“Ingin minum?”

“Oh, Donghae ya..”

tersenyum, donghae memberikan segelas wine untuknya dan kemudian berdiri sejajar dengannya..

“Malam ini akan banyak tamu yang hadir..”

“Ya.. Aboji mengundang semua rekan bisnis nya dan Oemma mengundang semua teman-temannya..”

Donghae terus memperhatikan ketika Siwon mulai meneguk minuman pemberiannya.

“dan dimana calon tunanganmu? Dia belum datang?”

“kurasa dia sedang mempersiapkan diri, Oemma bersamanya..”

Siwon mengulum senyum dan kembali meneguk habis wine dari dalam gelasnya.

Biasanya tak akan jadi masalah, segelas wine takkan membuatnya mabuk. Ia bahkan bisa mengahbiskan lebih dari empat gelas tanpa merasakan mabuk.
Namun kali ini, Ia tahu ada yang salah. Hanya dengan tegukan pertama Ia bisa merasakan pusing yang kemudian menyerangnya, dan Siwon membuktikannya dengan menghabiskan segelas wine itu yang dirasakannya adalah pusing mendentam dikepalanya.

Sial..
Donghae pastilah telah melakukan sesuatu pada minuman yang diberikannya.

“Kau baik-baik saja, Siwon..?”

“Ya.. Hanya aku mendadak  merasakan pusing dikepalaku..”

“Oh, Kau ingin aku melakukan sesuatu..”

Donghae meletakkan gelas ditangannya dan membantu Siwon yang mulai kehilangan keseimbangannya.

“tidak perlu.. Aku akan berbaring sebentar diruanganku. Katakan itu pada oemma bila dia mencariku..”

“baiklah.. Atau kau ingin aku menyuruh Yoona untuk membawakan obat untukmu..?”

“Ya, lakukanlah..”

Sedari tadi Yoona sudah mengawasi ketika Donghae mulai mendekati Siwon, Ia sudah mengetahui rencana pria itu. Hingga kemudian Ia menangkap kode dari Donghae untuk mengikutinya, maka kemudian Yoona meninggalkan kedua rekannya..

“Yoona ssi.. Mau kemana kau?”

“Aku perlu ke toilet sebentar..”

“jangan lama-lama.. Kurasa acara nya akan segera dimulai..”

Yoona mengangguk dan bergegas untuk menyusul Donghae.

“Oppa..”

“Aku sudah melakukan apa yang seharusnya kulakukan.. Dan sekarang giliranmu.. Siwon ada diruangannya. Berpura-puralah bawakan obat ini untuknya.. Dan lakukan tugasmu..”

“Oppa bagaimana kalau aku tak bisa melakukannya?”

“Kau pasti bisa Yoong.. Kau hanya perlu membuat dirimu berada dekat dengan Siwon ketika aku membawa wanita itu dan ibunya kesana.. Lakukanlah ini demi Yuri. Aku tak bisa berlama-lama denganmu.. Aku akan menyusulmu dalam sepuluh menit..”

Donghae meninggalkan Yoona yang kemudian melangkah keluar dari dalam aula itu, mencari lift untuk membawanya naik keruangan Siwon.

***

“Donghae ya..”

Baru saja Donghae berniat untuk mencari keberadaan Ibu Siwon, Ny.Choi justru lebih dulu memanggilnya.

Sangat kebetulan..

“Donghae ya.. Apa kau melihat Siwon? Aku mencarinya sejak tadi.. Kita akan memulai acara nya..”

“Oh, Ny.. Siwon sepertinya mendadak kurang enak badan. Dia mengatakan hal itu padaku..”

“Apa yang terjadi dengannya? Apa dia baik-baik saja..?”

“Aku sudah meminta seseorang untuk mengantarkan obat. Siwon sedang beristirahat didalam ruangannya. Anda ingin saya mengantar untuk melihatnya?”

“Ya.. Ayo cepat antarkan aku keruangannya..”

Ny.Choi mulai terlihat khawatir..

“Omonim, ada apa? Dimana Siwon..?”

“Oh, Sica ah.. Siwon mengatakan kurang enak badan. Dia sedang beristirahat diruangannya.. Aku akan kesana untuk melihatnya..”

“Oh Tuhan.. Aku juga akan ikut untuk melihatnya..”

“mari Ny.. Saya akan mengantar anda..”

***

Sementara didepan ruangan Siwon, Yoona justru terlihat ragu-ragu untuk masuk kedalamnya. Namun kemudian Ia memberanikan diri, tanpa terlebih dulu mengetuk pintu dihadapannya Yoona melangkah masuk dan melihat Siwon yang sedang terbaring ditengah sofa yang berada ditengah ruangannya. Ia terbaring dengan beberapa kancing kemeja yang terbuka dan Jas berwarna coklat yang tadi dikenakannya, kini berada dilantai dibawahnya.

“Sajangnim.. ”

Yoona bergerak mendekat..

“Sajangnim.. Saya membawakan obat untuk anda..”

Siwon mengangkat kepalanya, dan melihat Yoona berdiri disana dengan sebuah nampan berisi obat dan segelas air putih diatasnya.

“Oh, Kau rupanya.. Kenapa kau membawakan ku obat? Aku tidak sedang sakit.. Aku baik-baik saja..”

Siwon kemudian beranjak bangun dan melangkah untuk kemudian berdiri dihadapan Yoona.

“Tn.Donghae yang meminta saya untuk membawakan ini untuk anda..”

“Oh ya.. Kenapa dia perlu membawakanku obat? Bukankah dia yang melakukan ini padaku..?”

Siwon makin merapat kearahnya..

Yoona tak cukup bisa mencerna apa yang Siwon ucapkan, ketika kemudian Ia mendengar suara langkah kaki dari luar. Buru-buru Ia menjatuhkan nampan ditangannya yang kemudian terdengar suara gelas yang pecah berkeping. Selanjutnya Yoona menggunakan tangannya untuk merangkul leher Siwon dan menutup kedua matanya ketika Ia berjinjit untuk meraih bibir Siwon. Berharap pada saat itu Ia melakukannya diwaktu yang tepat, agar wanita calon tunangan Siwon itu melihatnya seperti yang direncanakan Donghae sebelumnya.

Namun yang terjadi kemudian, Ia justru merasakan Siwon merenggut pinggangnya dan kemudian menjatuhkannya ditengah sofa, juga dengan cepat menindih tubuhnya.

“Kita akan lakukan ini dengan benar, Yoona..”

Yoona membelalak ketika Siwon berbisik ditelinganya dan dengan cepat menempatkan bibirnya untuk menuruni lehernya. Merasakan sengatan dari sebuah gigitan disana yang kemudian membuatnya memekik..

Tapi bukan..
Bukan dirinya yang memekik. Melainkan suara wanita lain yang berdiri diambang pintu dengan mata terbelalak melihatnya..

“YA TUHAN.. SIWONIE.. !! APA YANG KALIAN LAKUKAN..!!”

*****

Siwon POV

Aku sudah menduga sejak merasakan tegukan wine pemberian Donghae dan kepalaku yang mendadak bereaksi lain, hal itu adalah bagian dari ulahnya.
Maka untuk memuaskan hatinya, Aku tak ragu menghabiskan segelas penuh wine dari gelasku. Walau setelahnya aku harus menahan dentaman yang makin kuat dikepaku, hanya untuk memastikan Donghae menjalankan rencana berikutnya yang kuyakini akan melibatkan gadis itu, setelah kudengar dia menyebutkan namanya.

Benar saja gadis itu, Yoona masuk kedalam ruanganku tak lama setelahnya. Matanya yang selalu berkilat-kilat marah saat menatapku kini berubah menjadi penuh kegelisahan.

Aku memutuskan untuk mendekatinya, dan sedikit memberikan intimidasi melalui tatapan mataku. Ketika kemudian dia menjatuhkan nampan berisi obat yang dibawanya dan dengan ragu-ragu mencium bibirku sambil menutup kedua matanya, dan kusadari pada saat itu akan ada orang-orang yang memergoki kami, salah satunya aku menduga Jessica orangnya.

Aku mengerti inilah rencananya. Rencana Donghae untuk menggagalkan pertunanganku, yang memang masih tidak kuinginkan. Aku hanya tak menyangka dia akan menggunakan cara yang kuno dan murahan seperti ini.

Mereka berdua sedang menjebakku..

Maka pilihannya kemudian adalah aku yang terjebak atau mereka yang tanpa sadar akan masuk kedalam perangkap yang mereka ciptakan sendiri.

Aku bukan orang bodoh yang akan membiarkan cara murahan semacam ini berakhir dengan sama murahannya seperti yang mereka inginkan. Biar ku tunjukkan cara yang benar untuk mengakhiri permainan ini..

Aku sudah merenggut tubuhnya dan menjatuhkannya diatas sofa, sampai kemudian berada diatas gadis itu, menindihnya dan akan menunjukkan pemandangan yang menarik untuk mereka.

“Kita lakukan ini dengan benar, Yoona..”

Aku pastikan dia terbelalak shock, ketika merasakan gigitan yang kulakukan pada lehernya.

“YA TUHAN… SIWONIE..!! APA YANG KALIAN LAKUKAN..!!”

Aku sedikit tak menduga jika oemma juga berada disana, dan berteriak.

Tidak..
Tidak..
Aku pasti sudah menduganya, dan tetap melakukannya pada gadis itu.

Yoona mendorong dadaku dengan tatapan panik. Aku berdiri membenarkan kemejaku dan menerima tatapan jijik sekaligus marah dari Jessica.

“Bajingan..!”

Aku mendengarnya menggumamkan makian itu, dan oemma langsung menatapku penuh kemurkaan. Seakan aku telah melempar kotoran kewajahnya.

“Jessica.. Dengarkan aku, Aku bisa jelaskan padamu..”

“Aku masih memiliki mata yang berfungsi dengan baik.. Apa yang kulihat sudah menjelaskan kelakuan brengsek mu Choi Siwon..”

“Apa yang kau lihat tidak sepenuhnya benar. Aku hanya..”

sebagai seorang pria sudah seharusnya aku mencoba menjelaskan bukan..

“Sialan..! Ternyata dia sekretarismu itu..”

Sica mulai mendekati gadis itu..

“Dasar murahan..! Aku tak mengira seleramu serendah ini Siwon..”

Aku sedikit kasihan melihat gadis itu yang kini juga menjadi sasaran makian yang diucapkan Jessica untuknya.
Tidak..
Aku seharusnya tak perlu kasihan. Gadis itu sudah merencanakannya.

“Kita akan mengumumkan pertunangan tapi Kau justru berencana meniduri gadis itu..! Brengsek.. Kau benar-benar Bajingan, Siwon!”

Sica berbalik untuk meninggalkan ruanganku, tapi aku mencoba menarik pergelangan tangannya. Dan dia langsung memberikan tamparan diwajah ku..

“Jangan berani menyentuhku setelah Kau menggunakan tangan itu untuk menjamah sekretaris murahan mu..!”

Aku hanya menghela napas. Sica benar-benar marah sekarang..

“Sica ah..”

kini Oemma yang berusaha menahannya..

“Aku takkan melakukan pertunangan dengan putramu bibi..”

“Sica ah jangan melakukan itu, Kau belum mendengar penjelasan Siwon. Oemma tahu Dia melakukan kesalahan, tapi oemma mohon Kau bisa memaafkannya”

“Dia mungkin bukan hanya sekali ini melakukan itu bibi. Wanita murahan itu, aku mengetahuinya sebagai seorang sekretaris. Dia berada dekat dengan Siwon setiap hari.. Aku yakin ini bukan kali pertama mereka melakukannya”

Sica kembali memandang jijik padaku dan Yoona..

“Sica ah.. Tunggu dulu sayang, Jessica.. Siwon, apa yang kau lakukan.. Cepat bujuk dia!”

“Aku tak bisa oemma.. Aku tak tahu bagaimana cara membujuk seorang wanita yang sedang marah”

“Kau keterlaluan Siwon.. Oemma tak menyangka memiliki putra sepertimu..”

“Oemma..”

Aku melihat kekecewaan dimata oemma. Dia bahkan menolak saat aku ingin meraih tangannya..

“Donghae ya.. Pergi cari suamiku dan bawalah kemari. Dia harus tahu apa yang telah dilakukan putranya..”

Donghae mengangguk, sedetik aku dapat melihat kepuasan di raut wajahnya. Dia sedang merasakan kepuasan dengan keberhasilan rencananya. Tapi Yoona, Aku masih melihatnya shock. Dia tak mengeluarkan sepatah kata pun dari bibirnya.

Aku menarikanya sedikit menjauh dari oemma..

“Lihat, apa yang sudah kau lakukan nona..”

“Sajangnim..”

Aku merasakan getaran dalam suaranya.

“Kau harus bertanggung jawab setelah membuat calon tunanganku lari dariku, dan membatalkan pertunangan kami..”

“tapi saya tak melakukan apapun.. Anda yang justru berbuat tak senonoh pada saya.. Calon tunangan anda tidak akan lari meninggalkan anda jika anda tidak bersikap brengsek..!”

“jaga bicaramu Yoona.. Kau tahu apa yang tadi kulakukan berawal darimu..”

Aku meraih dagunya, sedikit menaikkannya dengan tanganku dan mengusap bibir bawahnya dengan ujung jempolku. Dia mencoba memalingkan wajahnya namun aku menahannya dengan kuat..

“Ketika bibirmu tiba-tiba menciumku.. Kau tidak tahu apa yang sudah kau lakukan? Kau telah membuat seorang pria bergairah dengan keberanianmu..”

Aku melihat perubahan pada wajahnya yang kini menjadi memerah padam..

“Jika kau menyebut apa yang kulakukan tak senonoh.. Kau seharusnya tahu, Kau yang lebih dulu melakukan itu padaku..”

“Siwonie.. Apa yang kau lakukan? Kau tidak melihat ada oemma disini..?”

Aku merasakan tangan Oemma yang menarikku dan tatapan tajamnya mengarah pada Yoona. Gadis itu sedikit terselamatkan dengan kehadiran aboji bersama Donghae, hingga oemma kemudian mengalihkan perhatiannya.

“Ada apa ini? Kenapa kalian justru berkumpul disini.. Kita akan memulai acara”

“Oh, yeobo ya.. Tuhan.. Apa yang harus kukatakan”

oemma langsung menghampiri aboji.

“Donghae ya.. Kau bisa meninggalkan kami, sekarang..”

“baiklah Ny..”

Donghae meninggalkan ruangan ku, dan oemma langsung bersuara dengan keras.

“bagaimana ini yeobo? Apa yang akan kita lakukan..? Sica menolak untuk bertunangan dengan Siwon..”

“bukankah dia sudah setuju.. Kenapa tiba-tiba membatalkannya?”

“Semua ini karna perbuatan putramu.. Memalukan, Kami memergokinya setengah telanjang bersama dengan gadis itu..”

Aboji mulai mengarahkan tatapan matanya pada Yoona..

“Apa maksudmu yeobo? Jelaskan padaku dengan benar..”

“Ya Tuhan.. Jika aku sedikit lebih terlambat menemukannya, Siwon pasti meniduri gadis itu. Didalam ruang kerjanya, ditengah rencana pengumuman pertunangannya, Siwon melakukan itu yeobo.. Dan Sica melihatnya. Dia tentu saja marah.. Dia langsung membatalkan rencana pertunangan itu..”

Aku menerima tatapan dari aboji, yang hanya mengeleng-gelengkan kepala kearahku.

Ketahuilah aboji, aku tak serendah itu..

“Sica meyakini itu bukan kali pertama Siwon melakukannya.. Gadis itu sekretarisnya dan mereka bersama setiap hari. Kau bisa bayangkan apa yang bisa mereka lakukan disini..? Menjijikkan..”

“Saya tidak serendah itu Ny..”

Aku menoleh pada Yoona yang kini berani bersuara.

“jadi maksudmu yang Aku lihat tadi bukan sesuatu yang rendah? Kau pernah melakukan hal yang lebih rendah dari itu..?”

Aku melihat mata gadis itu yang menyiratkan keterlukaan atas apa yang oemma katakan padanya..

“Sudahlah oemma..  Jangan menyalahkannya. Aku yang bersalah. Aku minta maaf pada kalian.. Lagi pula oemma juga tahu aku tak benar-benar ingin bertunangan dengan Sica.. Aku tidak menginginkannya..”

“jadi siapa yang kau inginkan? Gadis itu..  Sekretaris yang akan kau tiduri itu..? Oh Tuhan.. Yeobo, dengar apa yang dia katakan? Apa yang akan kita lakukan.. Apa yang bisa kita lakukan pada putra kita yeobo..? Jangan diam saja katakan sesuatu..”

Aboji nampak lebih tenang dari oemma. Aku hanya melihatnya menghela napas sebagai reaksi atas apa yang oemma ataupun aku katakan..

“Yeobo..!”

oemma mulai kehilangan kesabarannya..

“Apa yang bisa kulakukan.. Jika Jessica sudah membatalkan pertunangan dan Siwon juga sebenarnya tak menginginkan pertunangan itu. Kita tak bisa memaksa mereka melakukan pertunangan yang tidak mereka inginkan..”

“Tapi aku sudah mengatakan pada teman-temanku, jika Siwon akan bertunangan.. Astaga, bagaimana ini?”

Oemma mondar-mandir dengan gelisah..

“Lihat apa yang sudah kau lakukan, Siwon.. Kau akan mempermalukan oemma.. Kau sudah dewasa, kau bukan lagi remaja yang bisa bermain-main. Oemma memilihkan Jessica untuk mendampingimu.. Dia wanita terhormat yang tepat untukmu, tapi Kau justru menyia-nyiakan nya..”

“Oemma.. Aku minta maaf. Tapi aku tak memiliki perasaan pada gadis itu. Aku tidak menginginkan Jessica.. Aku bersedia melakukan pertunangan ini karna oemma terus memaksaku. Aku menyetujuinya semata hanya karna ingin membahagiakan oemma.. Aku tak benar-benar menginginkannya..”

“Jadi siapa yang sebenarnya kau inginkan? Gadis itu.. Berapa kali kau sudah meniduri gadis itu? Katakan pada oemma.. Berapa kali kau sudah melakukannya, Siwon!!”

“Oemma.. Aku hanya..”

“Yeobo.. Tenanglah..”

Aboji merangkul oemma untuk menenangkannya..

“Jika putra kita memang menginginkan gadis itu.. Ya sudahlah.. Biarlah mereka bersama.. Kebahagiaan Siwon lebih penting bukan?”

“Tidak.. Apa maksudmu yeobo?”

“Siwon bisa bertunangan dengan gadis itu.. Atau jika Siwon terus menginginkan gadis itu, mereka lebih baik menikah. Aku tidak akan membiarkan mereka terus melakukan perbuatan dosa.. Pernikahan akan menyelamatkan mereka dari itu.. ”

Aku melirik pada Yoona yang langsung memucat mendengar nya..

Apa yang bisa kukatakan sekarang?
Aboji memang terkadang memberi keputusan yang tak terduga..

*****

Author POV

“Apa yang kau bicarakan yeobo.. Kita tak mungkin menikahkan Siwon dengan wanita itu..!”

Ny.Choi menolak dengan keras usulan dari suaminya. Bagaimana bisa Ia membiarkan putra semata wayangnya menikah dengan seorang wanita yang belum diketahui asal usulnya.

“Apanya yang tidak mungkin.. Putra kita menginginkan gadis itu dan bukan gadis pilihanmu. Jangan memaksakan kehendakmu, itu takkan berdampak baik bagi putra kita”

“Aku justru memilihkan yang terbaik untuknya. Tapi lihatlah gadis itu.. Kau pikir dia layak untuk berdampingan dengan Siwon? Sama sekali tidak..!”

Tn.Choi mengikuti tatapan sang istri yang tertuju pada Yoona. Tatapan menyelidik yang mereka tujukan untuk Yoona benar-benar telah membuat Yoona bertambah gelisah dalam ketidak nyamanannya. Ia merasa terjebak, dan mungkin sulit untuk melepaskan diri.

“Dan kau gadis muda.. Siapa nama mu?”

Yoona mendongak menatap pada Tn.Choi yang melontarkan pertanyaan itu padanya.

“Saya.. Nama saya Yoona, Tuan..”

“hm, Yoona.. Jadi namamu Yoona”

“tak perlu berbasa-basi dengannya yeobo..”

Ny.Choi tak menyukai bagaimana suaminya yang juga tak bereaksi keras terhadap gadis yang telah membuat bencana untuknya malam itu.

“Oh, lihatlah yeobo.. Yoona gadis muda yang cantik. Dia pasti lebih muda dari Jessica, tentu saja Siwon lebih menginginkannya. Pria-pria memang cenderung menyukai yang seperti itu..”

Ny.Choi langsung memelototi suaminya, sementara Siwon harus berusaha keras untuk tidak tertawa mendengar penilaian sang ayah terhadap Yoona.

“Jangan membandingkan Sica dengannya, dia tidak pantas. Jessica wanita dewasa dan terhormat. Kau pikir berapa usianya yeobo? Aku menilai dia tak lebih dari tujuh belas tahun.. Ya Tuhan Siwon.. Kenapa kau bisa bermain-main dengan gadis belia seperti itu..”

“Saya delapan belas tahun Ny..”

Yoona mengoreksi kesalahan pada penilaian usianya..

“Astaga.. Itu tak berpengaruh. Kau jelas masih belia! Bisa-bisanya Kau melakukan hal memalukan seperti itu dengan putraku. Dimana orang tuamu? Apa mereka tidak mendidikmu.. Mereka seharusnya mengajarimu bagaimana sebaiknya seorang wanita menjaga kehormatannya.”

“jangan menyalahkan mereka Ny.. saya tak lagi memiliki orangtua. Saya telah kehilangan mereka dari dalam hidup saya..”

Siwon menangkap kesedihan yang tersirat dari raut wajah dan juga sorot mata Yoona yang meredup ketika mengatakannya.

“Aigoo.. Aigoo..”

Ny.Choi semakin merasakan lemas di kedua kaki hingga tubuhnya setelah mendengar informasi itu. Gadis belia tanpa didikan dari kedua orangtua nya, akan seperti apa jadinya. Jelas ia telah menyaksikan dengan kedua matanya tadi seperti apa gadis itu berkelakuan. Liar, kata itu yang kemudian menggambarkan gadis itu dalam benak Ny.Choi.

“Kau gadis yang malang, nak..”

Tn.Choi sekali lagi bereaksi terbalik bila dibandingkan dengan istrinya. Ia justru menatap iba kearah Yoona.

“Sejak kapan kau kehilangan mereka? Dan bagaimana dengan hidupmu? Siapa yang kemudian membesarkanmu? Bagaimana kau bersekolah?”

“Itu sudah terlalu lama untuk saya bisa kembali mengingatnya. Saya beruntung memiliki seorang kakak yang kemudian membesarkan saya.. Saya bisa bersekolah dengan baik karena nya”

“Oh, aku turut bersedih untukmu.. Dan dimana kah kakak mu sekarang? Aku bersimpati padanya.. Dia pastilah seseorang yang tegar”

“bagaimana bisa kau bersimpati pada seseorang yang membiarkan adiknya tumbuh dengan liar, yeobo? Dia pastilah tak ada bedanya dengan gadis itu”

“Tolong tarik kembali kata-kata anda Ny.. Saya terima anda menghina saya. Tapi tidak jika anda mengatakan hal buruk terhadap kakak saya.. Saya tidak akan menerimanya”

“Kau dengar yeobo.. Betapa tidak sopannya dia saat berbicara denganku”

“Aku bisa memahami itu.. Dia memebela saudaranya. Mungkin Yoona juga tidak seburuk itu yeobo.. Kita hanya belum mengenalnya”

“Aku tidak perlu mengenalnya untuk tahu betapa rendahnya kelakuan gadis itu.. Aku sudah melihatnya dengan jelas tadi!”

“Oemma tenanglah.. Sudah kukatakan, aku lah yang bersalah..”

Siwon yang tadi terlihat santai melihat perdebatan kedua orangtua nya, akhirnya kembali mencoba mendekati ibunya. Namun yang kemudian diterimanya adalah sebuah tamparan keras yang diberikan Ny.Choi diwajahnya.

“Keterlaluan..! Akan seperti apalagi kau memepermalukan oemma, Siwon..!”

“Oemma! Oemma mianhae..”

Siapa yang menyangka jika akhirnya akan menjadi sekacau saat itu. Ny.Choi melangkah keluar, pergi dari ruangan Siwon dengan perasaan marah dan terluka akibat kelakuan putra nya.

“lebih baik saya permisi..”

Yoona menegakkan tubuhnya, berharap dengan itu Ia masih mendapatkan harga dirinya dimata Tn.Choi, yang meskipun pria itu bersikap jauh lebih baik dari sang istri, Yoona tak menutup mata untuk kemungkinan penilaian rendah yang dilakukan ayah Siwon padanya.

“Kau takkan kemana-mana Yoona, Aku belum selesai denganmu..”

Siwon tak membiarkannya, Ia meraih pergelangan tangan Yoona dan menariknya. berbicara dengan pelan ditelinganya.

“Jangan kira aku akan membiarkanmu lari.. Kau harus bertanggung jawab atas kekac auan yang kau sebabkan”

Yoona mencoba menyentak pergelangan tangannya dari cengkraman Siwon, namun tenaga yang dimiliki nya tak cukup kuat bila dibandingkan dengan Siwon.

“Aku akan menyusul ibumu.. Sebaiknya kalian bicara..”

Tn.Choi baru berencana untuk menyusul sang istri yang telah lebih dulu meninggalkan ruangan itu, namun belum sampai Ia mencapai pintu Ny.Choi justru kembali masuk dengan wajah memerah menahan marah dan langsung menerjang kearah Siwon, mengepalkan tangan dan memukul-mukulkannya kedada Siwon.

“Keterlaluan! Kau benar-benar keterlaluan Siwon..! Bagaimana kau bisa melakukan itu pada oemma.. Kau ingin oemma mati karna tak sanggup menahan malu.. Hah!”

“Oemma..”

“yeobo, wegurae?”

Tn.Choi menarik sang istri dan merangkulnya, menahannya agar tak lagi menyerang Siwon..

“Kau tahu apa yang baru saja kudengar.. Gadis itu ternyata hanyalah seorang resepsionis, tapi Siwon.. Dia menjadikannya sekretaris pribadinya. Astaga Tuhan.. Dia melakukan itu demi kepuasannya, yeobo.. Menjijikkan! Bagaimana bisa dia lahir dari rahimku..”

Ny.Choi benar-benar menunjukkan kemurkaannya. Setelah dengan marah meninggalkan ruangan Siwon, Ia masuk kedalam salah satu toilet. Berniat untuk menenangkan diri dengan mencuci wajahnya yang sejak tadi menegang.
Namun yang terjadi, Ia justru mendengar dua orang gadis yang membicarakan sesuatu saat itu..

“Yoona ssi.. Dimana Kau? Kenapa lama sekali?”

“Ada tidak disana?”

“tidak aku tidak melihatnya..”

“dia bilang hanya ingin ke toilet tadi..”

“entahlah.. Apa mungkin dia sudah kembali..?”

Ny.Choi tak menyadari hingga saat itu Ia masih menyimak pembicaraan dua gadis yang tak dikenalnya, tapi Ia bisa memastikan dua gadis itu adalah bagian dari karyawan perusahaan.

“eh, Hyoyeon ssi.. Kau sudah lama mengenal Yoona?”

“tidak.. Aku juga baru mengenalnya. Dia belum lama bekerja.. Tapi aku benar-benar iri dengan keberuntungannya”

“Ya, tidak banyak orang yang bisa mendapatkan keberuntungan seperti itu.. Bagaimana bisa dari hanya seorang resepsionis kemudian beralih menjadi sekretaris pimpinan perusahaan.. Kau pikir ada sesuatu hingga bisa seperti itu?”

“entahlah.. Tapi kupikir dia…”

“Yoona berhubungan gelap dengan sajangnim kan? Itu kan yang ingin kau katakan.. Aku juga mencurigai hal itu”

Ny.Choi terperangah mendengarnya, tak menduga jika telah tersebar isu seperti itu karna tindakan putranya yang sampai harus melakukan hal sejauh itu hanya karna menginginkan seorang gadis belia.

Ia kembali teringat saat Siwon meninggalkannya dan Jessica hanya untuk membawa gadis itu bersamanya.

Maka kemarahannya yang kemudian membawanya kembali keruangan Siwon..

“tenanglah yeobo.. Darimana kau mendengar hal itu?”

“itu tidak penting.. Aku juga pernah melihat Siwon membawa gadis itu dengan mobilnya.. kemana kalian pergi saat itu? Hotel..? Kau pasti membawanya ke hotel dan bukanlah ke pertemuan bisnis. dia hanya seorang resepsionis apa yang bisa dilakukannya dalam sebuah pertemuan bisnis. kebohongan apalagi yang kau lakukan pada oemma, Siwon..!”

“Tuan muda Choi tidak membawa saya kedalam pertemuan bisnis ataupun hotel, Ny.. Dia hanya mengantar saya pulang”

“Pulang? Kau bahkan berani membawa pulang seorang pria kerumahmu.. Kau pasti juga membawanya masuk kedalam kamarmu.. dan tidur bersama disana!! DASAR GADIS LIAR..!! DIMANA LAGI KAU PERNAH TIDUR DENGAN PUTRAKU..!!”

“Tidak.. saya tidak melakukan hal seperti itu..”

Yoona menggeleng dengan terluka mendengar tuduhan seperti itu. namun posisinya saat itu sebagai seorang yang bersalah membuatnya terus akan dianggap salah sekalipun Ia  mengatakan semua kebenaran yang dimiliki.

“Yeobo.. kendalikan dirimu.. tenanglah..”

“Jangan memintaku untuk tenang.. Sekarang kau tanyakan saja pada putramu itu, benar atau tidak apa yang kukatakan tadi..?!”

“Siwonie…?”

Tn.Choi tak perlu mengatakan lebih rinci mengenai apa maksudnya, namun Siwon sudah cukup mengerti dan hanya perlu mengganggukkan kepala sebagai jawaban.

“Ini tidak seperti apa yang Nyonya dan Tuan bayangkan.. Saya bisa jelaskan semuanya. saya akan katakan  mengapa Tn. muda Choi kemudian menjadikan saya sebagai sekretarisnya. Hal itu hanyalah karna…”

“Karna aku menginginkanmu Yoona..”

Siwon dengan cepat memotong kalimat Yoona dan menarik pinggangnya hingga berada dekat dengannya.

“Ya, aku menginginkan gadis ini oemma.. Tak ada yang lebih kuinginkan melebihi dia. Kumohon kalian mengertilah..”

Yoona merasakan sekujur tubuhnya menegang, namun Ia masih bisa menggunakan tangannya untuk melakukan cubitan disekitar pinggang Siwon yang keras. Berusaha untuk membuat Siwon menghentikan ucapannya, namun hal itu sama sekali terlihat tak berpengaruh. Siwon justru memasang wajah serius didepan kedua orangtua nya.

“Oh Tuhan.. Yeobo, hentikan dia yeobo.. Aku tak ingin mendengar Siwon mengatakan itu..”

“Oemma.. Aku minta maaf. Aku sama sekali tak bermaksud untuk menyakiti oemma. Aku juga takkan mempermalukan oemma dihadapan teman-teman oemma. Aku akan tetap menjalani pertunangan. Aku akan bertanggung jawab atas kesalahanku.. Malam ini aku ingin bertunangan dengan Yoona, dan selanjutnya kalian bisa mengatur pernikahan kami..”

Siwon sendiri merasa apa yang dikatakannya adalah konyol. Namun Ia sudah terlanjur basah, dan terjebak dalam kubangan permainannya sendiri. Tapi Ia takkan mau membiarkan dirinya terjebak sendirian. Maka Ia kemudian menarik Yoona, seseorang yang telah menggali jebakan itu lebih dulu untuknya, juga haruslah masuk kedalamnya untuk menemaninya.

“Apalagi yang akan kau katakan Siwon..? Kau ingin membuat oemma terkena serangan jantung!”

“Aboji menghargai pertanggung jawabanmu.. Itu barulah anakku. Putraku bukanlah seorang pecundang yang kabur dari kesalahannya. Aku tidak membesarkanmu untuk menjadi seorang bajingan.. Aku menyetujui keputusanmu, Siwon..”

“Tidak.. Yeobo, apa yang kau katakan! Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi.. Gadis itu tidak pantas untuk Siwon..”

Ny.Choi semakin meradang. Sampai saat itu Ia masih tak percaya memiliki seorang putra dan suami yang membuatnya merasakan kemarahan diwaktu yang bersamaan.

“tidak ada yang lebih pantas daripada seorang gadis yang putra kita inginkan, yeobo.. Mendengar apa yang kau katakan, dan apa yang telah Siwon lakukan, Aku bisa menilai jika Siwon memang benar-benar menginginkan gadis itu”

“Tidak.. Aku akan mengaggapnya sebagai kenakalan remaja. Aku akan memaafkannya jika Siwon meninggalkan gadis itu..”

“Kau sendiri yang mengatakan Siwon sudah dewasa. Dia dua puluh delapan tahun.. Kau tak lupa itu kan? Dia seorang pria dewasa yang tahu dengan apa dan siapa yang diinginkannya. Dan dia menginginkan gadis itu, yeobo..”

Ny.Choi merasakan tubuhnya semakin lemas, hingga membuatnya perlu untuk merangkul sang suami dengan sangat erat. Apa yang telah Siwon lakukan telah membuatnya terguncang.

“Apa yang bisa kita lakukan yeobo.. Dia gadis yang bahkan tak jelas asal usulnya. Dia tidak memiliki orangtua dan masih sangat belia untuk Siwon..”

“Lihatlah Yoona.. Dia gadis muda yang cantik. Kau tahu apa yang kulihat saat pertama melihatnya tadi..? Aku seperti melihatmu diwaktu dulu. Muda, cantik dan terkesan lugu. Siwon memiliki selera yang sama sepertiku..”

“Aku jelas lebih cantik darinya.. Tapi aku tidaklah se-Liar dia..”

Tn.Choi hanya tersenyum mendengarnya. Ia merasa sang istri mulai sedikit melunak.

“Kau juga masih belia waktu itu, tapi Yoona sedikit lebih muda darimu.. Kau lupa berapa usiamu saat menikah denganku..?”

“Aku sembilan belas tahun dan hanya satu tahun lebih tua darinya..”

Siwon menatap kagum pada sang ayah yang bisa melunakkan ibunya. Ibunya yang masih terlihat muda, menikah diusia sembilan belas tahun dan memiliki dirinya diusia dua puluh tahun. Kini usianya bahkan belum mencapai lima puluh tahun. Ibunya berada dalam usia empat puluh delapan tahun sekarang, tak heran bila Ia masih bertenaga untuk bisa memarahinya.

“Ya Tuhan yeobo.. Jangan membandingkan apalagi menyamakanku dengannya. Aku memang masih muda saat itu, tapi aku bisa menjaga kehormatanku.. Aku tidak melakukan perbuatan dosa seperti yang dilakukannya. Aku tidak akan membiarkan Siwon bersama dengan gadis seperti itu..!”

“Jadi kau akan membiarkan mereka terus melakukan perbuatan dosa? Aku jelas tidak akan membiarkannya..”

“Astaga.. Aku bisa mati saat ini juga”

“Oemma..”

Siwon berusaha untuk mendekati Ny.Choi namun sang ibu menolak.

“Oemma marah padamu Siwon.. Aku bahkan merasa tak bisa lagi melihatmu sebagai putraku”

“Oemma.. Aku minta maaf. Aku akan bertanggung jawab atas kesalahanku”

“Kalau begitu bawa Jessica kembali untuk bertunangan denganmu..!”

“Oemma aku tidak bisa.. Aku tidak menginginkannya..”

“Sudahlah, yeobo.. Jangan bersikap keras seperti itu. Tak ada lagi waktu untuk berdebat. Kita harus turun dan memulai acara.. Aku sudah memutuskan untuk menyetujui keinginan Siwon.. Tidak ada lagi bantahan. Kalian berdua lebih baik merapikan diri.. Kami akan menunggu kalian dibawah”

Tn.Choi langsung saja membawa sang istri keluar dari ruangan Siwon, meski mengetahui saat itu Ny.Choi masih sangat menentang apa yang telah diputuskannya.

Sepeninggal kedua orangtuanya, Siwon langsung melepaskan rangkulannya ditubuh Yoona. Dan dengan santainya membenarkan kancingan pada kemeja nya yang terbuka, juga mengambil jas yang melapisinya yang saat itu tergeletak dilantai ruang kerjanya.

Yoona diam, namun menatapnya dengan kemarahan tak mengerti dengan maksud Siwon yang justru memojokkan posisinya.

“Apa yang anda lakukan sajangnim?”

“Aku membuatmu bertanggung jawab atas apa yang telah kau sebabkan.. Kau membuat calon tunanganku lari. Aku tak ingin membuat kedua orangtua ku dipermalukan, maka Kau haruslah menggantikannya..”

“Saya mendengar dengan jelas anda berkali mengatakan bahwa tak menginginkan pertunangan itu.. Mengapa justru saya yang harus bertanggung jawab? Saya justru merasa anda yang memanfaatkan saya untuk pembatalan pertunangan yang sebenarnya tidak anda inginkan itu. Anda jelas yang mendapat keuntungan..”

Siwon mendekat dan berdiri dihadapan Yoona yang menatapnya dengan nyalang.
Ia merogoh salah satu saku pada jas yang telah dikenakannya dan kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalamnya. Sebuah kotak yang berisi dua buah cincin, Ia tunjukkan pada Yoona dan kembali mengantonginya.

Dengan tak kalah santai, Ia kemudian mengambil beberapa helai rambut Yoona dan menyelipkan ke belakang telinganya.

“Jangan banyak bicara nona.. Bagaimanapun kau yang memulai ini lebih dulu dan aku akan memastikan kau bertanggung jawab sampai akhir.. Aku akan mengikatmu dalam pertunangan itu”

Siwon berucap dingin ditelinganya, sebelum akhirnya merenggut siku Yoona dan merangkulnya. Membawanya menyusul kedua orangtua nya.

Yoona merasakan sesak didadanya. Ia hampir-hampir meneteskan airmatanya. Apa yang akan terjadi benar-benar diluar dugaannya. Terbayang bagaimana rasanya Ia telah terperangkap kedalam jurang gelap menganga yang menelannya.

Ia hanya bisa memejamkan mata ketika Siwon membawanya kembali masuk kedalam aula tempat acara berlangsung, dengan cara terus merangkulnya, memastikannya takkan lari kemana-mana.

Melihat Siwon bersama Yoona, Tn.Choi langsung menghampirinya namun tanpa sang istri disisinya.

“aboji..dimana oemma?”

“oemma mu hanya ingin menenangkan diri.. tenanglah, kemarahannya hanya dibibir, Aku telah lama hidup dengannya dan tahu bagaimana wataknya. Dia memang mau yang terbaik untukmu, tapi dibalik itu ibumu juga menginginkan kebahagiaanmu..”

Tn.Choi tersenyum dan beralih pada Yoona..

“dimana kakakmu sekarang? Mungkin kau bisa menghubunginya untuk datang dan menyaksikan pertunangan kalian..”

Ada airmata yang hampir menyeruak keluar ketika Yoona mendengarnya.

“Saya tidak bisa menghubunginya.. Dia berada diluar negeri sekarang..”

Siwon membualatkan mata, mendengar keberadaan Yuri yang kini diluar negeri.

“Owh.. Baiklah, mungkin kau bisa mengabarkan ini padanya besok.. Kau sudah siap Siwon? Aboji akan mengumumkan pertunangan kalian.. Setelahnya kita bisa bahas untuk kepastian pernikahannya”

Siwon mengangguk dan merasakan tubuh Yoona gemetar saat itu. Tak ada yang bisa dilakukannya kecuali meraih tangannya, meski Yoona berusaha menolak namun Siwon tetap menggenggamnya dengan harapan Itu mungkin bisa untuk sedikit menenangkannya.

Ketika kemudian Tn.Choi memulai pidatonya mengenai ulang tahun perusahaannya malam itu dan berucap terimakasih pada semua rekan bisnis dan juga karyawan yang bekerja untuk perusahaannya, Riuh tepuk tangan mengiringinya saat itu. Namun keriuhan itu segera berubah menjadi antisipasi sesaat setelah Tn.Choi mengucap tentang pertunangan yang akan dilakukan putranya dengan seorang gadis yang menjadi pilihannya.

Banyak yang kemudian mempertanyakan siapa gadis berkwalitas dan pasti dari kalangan terhormat yang kemudian diterima dalam keluarga Tn.Choi untuk menjadi menantunya.
Dan dengan santai nya Tn.Choi memberikan jawaban..

“Dia hanyalah seorang gadis biasa yang diinginkan oleh putraku.. Kami menyetujuinya karna tak ada yang lebih membahagiakan selain melihat putra kita mendapatkan apa yang diinginkannya..”

Beberapa orang nampak menganguk menyetujui apa yang dikatakannya. Namun lebih banyak yang penasaran dengan sosok sang gadis yang begitu istimewa karna diinginkan oleh putra pemilik perusahaan yang sekarang juga menjadi pemimpin perusahaan itu.

“Aku takkan berlama-lama.. Dan inilah putraku Choi Siwon dengan calon tunangannya Im Yoona…”

Antisipasi itu berubah seketika menjadi ketercengangan, lebih-lebih bagi karyawan lain yang telah mengetahui siapa Yoona sebenarnya.

Gadis itu sudah cukup membuat kehebohan dengan posisinya yang hanyalah seorang resepsionis dan tiba-tiba menjadi sekretaris pimpinan perusahaan.

Dan kini Yoona justru membuat lebih dari sekedar kehebohan. Ia telah membuat shock sebagian besar orang-orang yang berada ditempat yang sama dengannya pada malam itu.

***

Yoona menatap dengan sedih sebuah cincin yang dipasangkan Siwon dijari manisnya. Ia tak berdaya untuk berbuat sesuatu untuk membatalkannya.

Yoona juga menyadari pada saat tadi orang-orang menatapnya dengan tanya yang menyelidik dan dengan tatapan yang seakan bisa mengulitinya. Terutama kedua rekannya, Hyoyeon dan Sunny yang hampir menjatuhkan bola matanya ketika melihat Siwon melingkarkan cincin itu dijari manisnya.

“Astaga Yoona.. Ini luar biasa, daebak.. Aku tak menyangka kau bisa menjalankan rencana melebihi apa yang aku harapkan”

Donghae memeluknya dengan suka cita. Seakan tak menyadari dengan kesedihannya.

Tentu saja..
Kini Ia telah merasa berhasil untuk menempatkan Yoona diposisi paling dekat dalam kehidupannya.
Setatus Yoona lambat laun akan dijadikan alat untuknya menjatuhkan Siwon.

Yoona jelas akan memiliki akses lebih untuk mengetahui hal-hal yang tidak bisa ia ketahui..

“Aku lelah oppa.. Tolong, bisakah antarkan aku pulang sekarang?”

“tentu saja Yoona.. Tentu aku akan mengantarmu pulang. Kau bisa tidur dengan nyenyak sekarang..”

Bahkan didalam mobil dalam perjalanan menuju rumah Yoona, Donghae terus mengatakan puja-pujinya atas apa yang dikerjakan Yoona, tak perduli pada saat itu Yoona hanya diam dan tak menanggapinya.
meski saat itu juga banyak hal mengganjal yang ingin dikatakannya pada Donghae. namun Yoona sudah terlalu lelah untuk membahasnya malam itu.

***

Tiba didepan rumahnya, Yoona tak menunggu Donghae membukakan pintu mobil untuknya. Ia hanya mengucap terimakasih dan langsung berlari masuk kedalam rumahnya yang gelap. Tak perlu menyalakan lampu untuknya tahu dimana keberadaan kamar Yuri. Ia masuk kedalamnya dan terisak tanpa suara saat membenamkan wajahnya diatas tempat tidur Yuri.

“Yuri oenni.. Apa yang harus kulakukan sekarang..? Oenni ya pulanglah.. Bantu aku, oenni..”

Rasanya Yoona baru saja tertidur dan bermimpi bertemu dengan Yuri oenni nya yang tersenyum menggandeng tangannya, namun suara gedoran pada pintu rumahnya yang kemudian menyadarkannya bahwa matahari pagi telah memunculkan sinarnya saat itu.

Dengan wajah kacau, mata sembab karna tangis, perlahan Yoona turun dari atas tempat tidur dan berjalan keluar untuk membuka pintu rumahnya dan terkejut dengan kehadiran Ibu Siwon disana.

“Nyonya..”

“Kemasi barang-barangmu sekarang. Mulai hari ini kau akan tinggal bersama kami. Kau akan berada dalam pengawasanku.. aku yang akan mendidikmu dan mengajarimu untuk menjadi layak sebagai tunangan Siwon, putraku..!!”

*

*

*

*

*

*

*

*

*

To Be Continued~

@joongly

198 thoughts on “| At First Sight | 3

  1. Hhuuaaacchhh.. Malahh yoong Ɣĝ kenaa dehh.. Niatnya mauu btlis prtungan.. Ehh, malahh diaa sndri ygg ditunangkan.. Aarrgghh.. Psti lbih mnrik lgi crta chapter brkutnya..
    Keren eonni..
    Yukk lanjutt

  2. Mamanya Siwon galak banget. Hahaha
    Hhmmm.. jangan2 si Yoona cuma dijadiin bonekanya si Donghae..
    mungkin kah Donghae memang dari dulu benci atau iri sama Siwon? Kayanya depresinya Yuri cuma dijadikan alasan untuk menghancurkan Siwon..

  3. Jahat bgt donghae gk peka sma apa yg dirasakan yoona. Mnurutku Ny choi sbenernya orang yg baik. Donghae oppa keterlaluan,kasihan yoona oenni

  4. Ini jadinya siapa yang di jebak dan siapa yang terjebak,,
    Donghae yang merencanakan sesuatu,,
    Tapi malah siwon yang menguasai permainan,,
    Parah nya malah donghae sama sekali ga sadar kalo siwon lah yang lebih mendominasi di permainan yang di ciptakan olehnya..

    Tapi kasian juga karna malah yoona yang jadi korban,,
    Yoona yang malah masuk perangkap sendiri…
    Ny, choi nya serrem ya,,,
    Tapi untung dia ga ampe mengacaukan pertunangan siwon dan yoona,,
    Untung aja dia masih bisa di luluhin ama appanya siwon..😊

  5. Siwon bnar2 pinter,,ya… Dia dgn sengaja msuk dlam prangkap yg donghae rencakan dan menarik yoona utk msuk dlm prngkap yg sama..?? Sbnarnya bwt apa sih siwon haruz smpe ngelakuin itu..??

  6. wwhhaa.. ceritanya makin seru ajaa🙂
    tp kasian yoong eonni yg direndahin sama ny. choi😦
    dan pertunangan dadakan yg menggemparkan, itu daebakk bgt!

  7. Ini akan dan sudah menjadi chapter yang ter-favorite buat gueee
    Sukaaaa banget 😀
    Suka sama rencananya Siwon
    Ada yang aneh dari sikap DongHae. Sepertinya dugaan Siwon yang lebih benar
    Terakhir, Tn.Choi di sini bener-bener keren. Paling suka sama Tn. Choi dah😀

  8. Ya ampun d part ini membuat saya cengo …. Ais unni ff benar” menarik sekalehhh . Ny.choi jngan galak” napa nanti kamu terpikat sama yoong un loh. Apa setelah ini yoona akan bahagia lanjut part 4 let’s go….!!!!!!

  9. Ku bingung kemarin udah komen tapi gak muncul jadi ku ulang ya author. Disini donghae oppa jahat mangatin yoona oeni semoga semua baik2 saja

  10. yoona pasti kesal setengah mati.
    niatan dia cuma ingin membatalkan pernikahan malah dia yg harus melakukan pernikahan dan terjebak berada di dekat siwon.
    padahal yoona kesel setengah ma.ti sama siwon.
    entah kenapa aku malah pngen ketawa pas liat mommy nya siwon melihat yoona dan siwon berciuman dan udah ceramah panjang lebar malah ujung ujungnya suaminya merestui mereka.
    bener bener siwon dan appanya bikin mommynya kesel.

  11. Oh yuri cinta am siwon nih tp kok ampe gila ya klo cuman ditolak aj misteri bgt nih, ya yoona mau aj lg disuruh donghae begitu am siwon, hahahaha gak papa akhirx pasti yoona di jadi in tunangan siwon oh makin seru nih kisah balas dendam yoona

  12. Siwon dilawan. Hha semakin seru nih cerita.. Komplit bgt,
    Aq kok ketawa sebdiri yh ttg percakapan ny choi dan yoona. Lucu bgt sumpah meskipub ucapanny yg pedes..
    Aigoo.. Aigoo.. Ini sbnrny siapa yg jebak dan siapa yg kejebak..

    Gadis belia yg mlang sekaligus beruntung… Berharap siwon jtuh cinta ma yoona secepatny biar seru moment yewe ny.. Dan pgn liat momebt ny choi dg yoona, kykny seru tuh

  13. Wah, kayaknya ini awal dari hubungan yoona dan siwon, gue yakin pasti mereka bakal saling mencintai dimulai dari hari ini, walaupun niat yoona awalnya menggagalkan pertunangan siwon tapi akhirnya dia juga ikut terjerumus ke dalam rencananya sendiri

  14. NOOOO!,,,.,,aq bner2 ga ska ma cra donghae buat mnjebak siwon…..ckckck
    Gra2 itu yoona jdi kliatan sperti wanita ga bner di mata ibu na siwon,,,pdahal kan ga sperti tu,,,ksian bnget yoona onni,,,,,aq bner2 criga ma donghae!!!!!!!!

  15. niatnya mau ngejebak ehh malah yoong yg terjebak sendiri sama rencananya haeppa. tp kasian jg sama yoong dia jd kayak wanita gk bener dimata ibunya wonppa.
    yoong yg malang sekaligus beruntung hahaha.

  16. jadi ceritanya yoona kejebak sama permainan si donghae? hahaha menarik!! ngga bisa bayangin ekspresinya Ny. Choi pas tau itu pasti kocak

  17. Yoona kejebak sama permainannya sendiri.. apa yg akan dilakukan siwon dgn mengimbangi perminan yoona dan donghae
    Makin seruu
    Dan yoona dijemput ny. Choi buat tinggal di rumahnyaa
    Akan spt apa nnt???

  18. donghae kenapa licik sama siwon .untung siwon pintar kerena sudah menduga rencana yang di buatnya .tapi gk apa apa deh soalnya jadinya yoona yang bertunangan sama siwon

  19. Kasian yoona eonii,,kta” ny choi tajam bngt tpi q suka sikap ny choi ,,semoga yoonwon cept” jath cinta,,seru keren autor critnya nex prt,,,

  20. yoona kena jebakan nya sendiri tpi ksian yoona onnie semoga aj umma siwon bsa nerima yoona and hbungan yoonwoon bsa baik

  21. Kasihan yoona malah kejebak permainan yang dibuat sendiri ama donghae. Siwon keren eui, cerdas kekekeke. Eommanya siwonbikin gemes aja, walu serem gitu tapi malah jadi lucu. Udah ngomong buwanyak e malah direstui appanya siwon.
    Daebak eonn, awalnya kesel malah jadi senyam senyum.
    Fighting eonnie!!!🙂

  22. Rencananya cuma mau gagalin pertunangan siwon malah akhirnya yoona yg tunangan siwon.. eommanya siwon juga sampe marah” kayak gitu karna salah paham tapi kenapa nesoknya dateng ke rumah yoona n nyuruh yoona ngemasi barang”nya trus yoona di ajak tinggal di rumahnya..

  23. hahahha jd siwon udah tau rncna donghae….wah q pkr yoona akn tdr ma siwon atau berteriak eh trnyt dia mencium siwon hehe ny choi lcu bgt ya tegas tp lmbt….ksian yoona

  24. kaak kok koment ku gk kekirim pdahal kn dah bbrapa kali aku ulngin tpi pmbrithuanya “galat dijumpai kmntar yg sama anda sudah mngtkn itu sblumnya” tpi pas buka kgk kliatn kmntarnya aduhhhh… 😰😰

  25. kaak kok koment ku gk kekirim pdahal kn dah bbrapa kali aku ulngin tpi pmbrithuanya “galat dijumpai kmntar yg sama sepertinya anda sudah mngtkn itu” tpi pas buka kgk kliatn kmntarnya aduhhhh… 😰😰

  26. Heol…
    niatnya mau menjebak eh malah terjebak,bisa2nya donghae nyuruh yoona untuk ngelakuin seperti itu,bnar2 cara murahan pantas aja siwon lngsung tahu apa yg direncanaknya,,,
    Tapi baguslah itu berarti siwon batal bertunangan dngan jessica dan malah dengan yoona..
    tapi apa yg terjadi selnjutnya yah,melihat ibu siwon begitu keras apa yoona juga akan diperlakukan secara kasar…?semoga itu tidak terjadi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s