Fanfiction

YOU’re MINE [ 7 ]

Happy Reading>>>

~

~

~

~

~

~

~

Author POV

Tak ada yg dikerjakan Tn.Im selama berada di Seoul,pekerjaan di Paris ia tinggalkan dan hanya mempercayakannya pada beberapa staf disana. Sementara di sini, ia harus sendirian saat Hana berada di sekolah dan juga Yoona yang masih tetap mengurus butiknya.

Bel yang berbunyi dari depan rumahnya membuat Tn.Im akhirnya mengalihkan perhatian nya dari surat kabar yang dibacanya kemudian berjalan kearah pintu depan untuk membukanya..

“Annyeong haseyo appa..”

Siwon ternyata benar melakukan niatannya bertemu dengan Tn.Im.Dengan tanpa sepengetahuan Yoona, ia datang kerumah itu untuk meminta maaf secara langsung ..

“KAU… beraninya kau datang kerumahku!!”

“appa.. aku hanya ingin meminta maaf dan menjelaskan semuanya..”

Tn.Im hanya mencibir dan langsung masuk kembali kedalam rumahnya. Siwon pun masih berusaha berbicara dengan mengikuti langkah Tn.Im, ia juga memberanikan dirinya masuk kedalam rumah megah itu.

“appa, kumohon ijinkan aku menebus semua kesalahan ku di masa lalu..”

“jangan bicara omong kosong di depan ku..!!”

“Jeongmal mianhaeyo.. karna aku dulu terlalu pengecut untuk mengatakan semuanya pada appa, itu karna aku takut kehilangan Yoona.. kumohon percayalah padaku, appa.. aku sangat mencintainya”

Kini siwon berlutut di hadapan Tn.Im, bertumpu pada kedua lutut nya dan tetap berusaha untuk meluluhkan kekerasan hati Tn.Im. seseorang yang masih ia anggap sebagai ayah mertua..

“kumohon appa, aku dan Yoona masih saling terikat pernikahan,dan aku ingin kembali membangun rumah tangga kami,aku berjanji akan terus menyayangi Hana sepenuhnya seperti darah dagingku”

Tn.Im nampak terkejut mendengar kalimat yang diucapkan Siwon..

Jadi benar apa yang dikatakan Yoona sebelum nya padanya, bahwa ia belum memberi tahu Siwon tentang siapa Hana yang sebenarnya. Itu pula sebabnya mengapa Hana masih selalu memanggil Siwon dengan sebutan Paman, dan bukannya Daddy nya.

“aku akan memaafkan mu asal kau penuhi permintaan ku..”

Siwon menatap lega setelah mendengarkan ucapan Tn.Im padanya..

“asalkan appa memaafkan ku, aku akan lakukan apapun permintaan appa padaku..”

“baiklah, aku akan memaafkan mu asal kau menjauh dari Yoona..!”

Siwon terperangah, cukup terkejut dengan syarat yang diucapkan Tn.Im di hadapan nya..

“menjauhlah dan lepaskan putriku.. atau aku akan membawa lagi Yoona pergi agar kau tak bisa lagi melihatnya seperti yang kulakukan lima tahun yang lalu..!”

“appa…”

“itu syarat agar aku bisa memaafkan mu dan berhenti memanggil ku appa karna aku muak mendengarnya..!”

Tn.Im lalu meninggal kan Siwon yang masih duduk berlutut diatas kedua lututnya. Ia berjalan masuk kearah kamar setelah meminta seorang pelayan dirumahnya untuk menyuruh Siwon pergi dari rumahnya.

Masih shock dengan kata-kata dan syarat yang diajukan Tn.Im padanya, membuat Siwon tak juga beralih untuk berdiri. Ia tetap pada posisinya hingga seorang pelayan memintanya pergi.

Ia sudah beranjak untuk berdiri namun tak langsung pergi, Ia terdiam mengingat kembali ucapan Tn.Im padanya tadi. Hatinya berkecamuk…
Pedih..

‘Oh Tuhan…serumit inikah jalan yang kau berikan padaku..
Inikah balasan atas semua kebodohan ku. tapi sungguh aku sudah merasakan tersiksanya batinku karna semua kesalahan yang ku buat dimasa lalu,bukankah kau juga tahu Tuhan.. jika rasa itu masih terus menghantuiku sampai sekarang .

Apa aku harus menerima semua ini?
haruskah aku menjauh dan melepas kan yoona sesuai permintaan appa?
Tapi itu sungguh berat..
tak mungkin aku bisa kehilangan dia lagi.
separuh jiwaku bahkan mati saat dulu Yoona pergi dariku?

Atau memang ini yang terbaik?
Walau aku tak bisa lagi memilikinya setidak nya aku masih bisa terus melihatnya di pandangan mataku?
Jika aku melepaskan Yoona,appa tak akan lagi membawa yoona pergi dan menghilang seperti dulu.
aku lebih tak sanggup lagi jika itu benar-benar terjadi lagi padaku.
Apa dengan merelakan mu semua akan menjadi lebih baik Yoong?
Sungguh aku benar-benar tak tahu apa yang harus aku putuskan…’

>>>

Setelah memeriksakan dirinya dirumah sakit dan mengetahui kebenaran nya langsung, Yoona memutuskan akan mengatakan semuanya pada sang appa dan berharap janin dalam rahimnya lah yang akan meluluhkan hati appa nya untuk kemudian memberikan restu nya kembali bersama Siwon.

Yoona turun dari mobilnya dan cukup terkejut melihat mobil milik Siwon yang terparkir di depan rumahnya. Tak berlama-lama, segera ia berjalan masuk kedalam rumah. Panik dengan kemungkinan apa yang sudah terjadi..

“Si-won… apa yang kau lakukan disini?”

Kedatangan Yoona langsung bisa mengalihkan semua pemikiran nya tadi..

“Yoong..”

“apa yang kau lakukan? Kau bertemu appa? Aku sudah katakan.. biarkan aku yang membujuk apa.. kenapa kau tak yakin padaku?”

Siwon berusaha menarik kedua sudut bibirnya untuk membentuk sebuah senyum di hadapan Yoona..

“dimana appa?
apa yang appa katakan padamu tadi?”

Yoona mendekati Siwon yang terdiam tak menjawab pertanyaan nya

“apa yang appa katakan padamu?”

“aniyo…appa tak berada dirumah, aku belum bertemu dengannya..”

“appa tak dirumah?? Tapi tadi appa bilang…”

“sudahlah Yoong, jangan membicarakan mengenai appa dulu, hari ini aku ingin bersamamu, kajja…”

“Si won kita mau kemana?”

“sudah ikut saja…palli..”

Siwon merangkul erat tubuh Yoona ketika hatinya mulai merasakan nelangsa..

‘aku ingin menikmati hariku bersamamu sebelum aku tak bisa melakukan nya lagi nanti,jeongmal saranghaeyo Yoona’

Siwon yang merangkul Yoona keluar dari rumah, membawanya untuk masuk ke dalam mobilnya kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang ..

Sampai saat itu Yoona masih belum tahu akan kemana mereka pergi..

“Si won sebenarnya kita mau kemana?”

“hmm…kita akan melakukan apa yang belum pernah kita lakukan berdua..”

Sesaat Siwon menoleh dan tersenyum kearah Yoona, dan kembali fokus pada kemudinya. sementara Yoona hanya mengerutkan kening karna semakin dibuat bingung dengan jawaban yang baru diberikan Siwon padanya.

Sekitar tiga puluh menit berlalu dan kini keduanya telah sampai di sebuah pusat perbelanjaan yang cukup besar. Siwon membukakan pintu dan kembali merangkul tubuh Yoona, mengajaknya untuk masuk kedalamnya..

“Siwon..untuk apa kita kesini?”

“aku ingin berkencan dengan mu..”

Senyumnya penuh arti saat Yoona justru membulatkan mata mendengarnya..

“MWO…kencan? Kau tak salah?”

Yoona justru kemudian menertawai ucapan Siwon, tapi Siwon tak terpengaruh dan malah  terlihat mengangguk pasti..

“ne…bukankah kita tak pernah melakukan kencan sebelum nya?”

“tapi apa kau tak sadar?”

“wae..?”

“Siwon… kita bukan remaja lagi..”

“apa ada larangan soal itu? Bukan hanya para remaja saja yang boleh berkencan, tapi kita juga..”

Siwon lantas membawa Yoona lebih masuk kedalam. Mereka berdua melihat-lihat  ke beberapa toko pakaian, sepatu dan juga tas. Berkeliling disana namun nampaknya tak ada yang bisa menarik perhatian Yoona.

“kau suka ini?”

Siwon menunjuk kan sebuah dress cantik pada Yoona namun Yoona merespon dengan menggeleng kan kepalanya..

“kalau yang ini bagaimana..? cobalah lebih dulu, kau pasti cantik saat memakainya..”

Siwon menempelkan lagi sebuah dress lain ke tubuh Yoona ..

“hmm…ini bagus, tapi sebentar lagi aku tak bisa memakainya”

“kenapa tak bisa?”

Tentu saja karna ia sedang hamil lagi saat ini. bisa dipastikan berat badan nya akan bertambah dan perutnya juga membuncit. Namun Yoona tak memberikan jawaban yang seperti itu pada Siwon,hanya senyum dari bibirnya lah yang ia berikan sebagai jawaban.

“Wae?”

Siwon sedikit tak puas dengan responnya..

“Kajja.. tak ada yang ingin aku beli disini..”

Yoona menarik tangan Siwon meninggal kan toko..

“apa kau lupa aku memiliki butik? Aku seorang perancang busana? Aku bisa merancang gaun ku sendiri..”

Siwon tersenyum mendengarnya,ia kemudian berganti berjalan mendahului Yoona namun tak melepas genggaman tangan nya agar Yoona mengikuti langkah kakinya ..

“kalau begitu kita nonton film saja..”

“tapi aku tak suka..”

“ayolah sayang.. ini kencan yang paling ingin aku lakukan dengan mu”

“aigoo.. lihatlah kau persis seperti mereka”

Yoona menunjuk beberapa pasang anak muda yang sedang antri membeli tiket, Siwon langsung tersenyum melihatnya.

“tapi kau mau kan?”

“terserah, tapi hanya sekali ini.. lain kali aku tak mau melakukan nya”

“Film apa yang ingin Kau tonton untuk kencan kita? Action comedy atau drama?”

“Aishh.. Siwon, aku benar-benar malu pada mereka…aku tak tahu,apapun film nya sama saja buatku, kau saja yang beli tiketnya..”

“baiklah…kau tunggu disini”

Siwon berjalan mengantri untuk membeli tiket sementara Yoona duduk menunggunya. ia cukup heran dengan tingkah Siwon hari itu.

Tak berapa lama Siwon telah kembali kehadapan nya,menunjuk kan dua buah tiket pada Yoona dan juga sebungkus pop corn dan dua buah minuman kaleng di tangan nya..

“bukan kah ini seru?”

Yoona hanya tersenyum melihatnya, selang beberapa menit keduanya kemudian masuk ke dalam gedung teather yang cukup ramai karna film yang akan di tonton cukup banyak peminatnya.

“Akan lebih baik jika kita menonton musical..”

“Oh, kau ingin menonton pertunjukan musical..? Baiklah aku akan mencatat dan kita bisa melakukannya suatu saat nanti..”

>>>

Hanya sekitar lima belas menit saja Yoona terjaga, selebihnya sampai film berakhir ia tertidur dengan menyandarkan kepalanya di bahu Siwon dan juga melingkarkan kedua tangan pada lengannya.

“Sayang, bangunlah..”

Siwon mengusap-usap rambut Yoona untuk membangun kan nya, hingga perlahan kemudian Yoona mulai membuka kedua matanya dan langsung disambut senyuman dari Siwon.

“apa film nya membosan kan?”

“ne…mendengar suaranya saja sudah membuat ku mengantuk”

Siwon terkikik geli mendengarnya. Ia pun meraih kedua tangan Yoona membantunya berdiri dan keluar dari gedung teather yang sudah sepi karna ditinggal kan oleh semua penonton yang sebelumnya berada didalamnya.

“sekarang kita mau kemana?”

“terserah kau saja, tapi jam berapa sekarang?”

Siwon mengarahkan pandangan nya dan menatap jam yang melingkar di tangan nya.

“Pukul satu..”

“Ah…Hana sebentar lagi pulang,aku harus menjemput nya”

“minta appa saja untuk menjemput Hana..”

Siwon mengusulkan..

“Oh..tapi…hm, Ya sudah.. aku akan telpon appa”

>>>

Tn.im melihat mobil Yoona yang terparkir di halaman, tapi dimana dia saat itu?
kenapa tak dilihatnya berada dirumah dan justru memintanya untuk menjemput Hana di sekolah ..

“apa tadi Yoona pulang?”

tanya Tn.Im pada seorang supirnya ..

“ne..Tn, tapi nona kemudian pergi lagi bersama Tn.choi..”

“Choi Siwon maksud mu?”

“ne, Tuan..”

“Choi Siwon… apa perkataan ku tak kau dengarkan tadi..!”

Tn.Im merasa geram, ia mengepal kan sebelah tangan nya kemudian masuk kedalam mobil nya…

>>>

Setelah merasa lelah berkeliling, Yoona meminta Siwon untuk mengantarnya pulang. Tapi bukan nya kembali pulang kerumah Yoona, Siwon justru membawa nya pulang kerumahnya.

“kenapa pulang kesini? Kau tau aku tinggal dirumah appa kan?”

“memangnya kenapa? ini juga rumahmu, kajja turun..”

Sebelum turun dari dalam mobilnya, terlebih dulu Siwon membuka kan sabuk pengaman dari tubuh Yoona..

“Siwon .. antar aku pulang,kepalaku terasa pusing..”

“Oh jinja? kau bisa istirahat di dalam, aku akan menemanimu dan aku juga masih ingin bersamamu…”

Mendengar Yoona mengeluhkan pusing padanya, Siwon langsung menuntun nya masuk ke dalam rumah dan membawanya memasuki kamarnya.

“apa benar-benar pusing? Kalau begitu kau tidur dulu saja, atau kita ke dokter saja..?”

Raut kecemasan di wajah Siwon justru membuat Yoona tersenyum, Ia menyentuh pipi kanan Siwon dengan sebelah tangan nya.

“aku tidak apa-apa, percayalah.. aku hanya ingin tidur sebentar,setelah itu kau harus mengantar ku pulang ..”

Yoona mengerti apa yang dirasakannya saat itu hanyalah efek dari kehamilan nya,kandungan nya yang memang masih sangat muda seringkali membuatnya merasakan hal itu. namun ia belum berniat menyampaikan kabar bahagia itu pada Siwon sebelum berbicara dengan appa nya..

“mianhae…apa tadi aku membuatmu lelah?”

“aniyo…aku tak lelah berkencan dengan mu, aku sangat senang..”

Yoona tersenyum manis agar Siwon tak merasa bersalah, Ia kemudian menyibakan selimut yang ada di tempat tidur dan merebahkan tubuhnya diatasnya ..

“Baiklah.. tidurlah sekarang, aku akan mandi sebentar”

Yoona hanya mengangguk sebagai jawaban, ia kemudian memejamkan kedua matanya agar mengurangi rasa pusing di kepalanya sementara Siwon langsung melangkah ke dalam kamar mandi yang juga berada didalam kamarnya.

Tak butuh waktu lama, hanya perlu sepuluh menit Siwon sudah kembali keluar dari kamar mandi dengan mengenakan pakaian santai nya, di lihatnya Yoona yang sudah tertidur, dan ia pun langsung mendekatinya kemudian ikut berbaring di sampingnya. Bukan untuk tidur, melainkan hanya memandang dan terus memandangi wajah nya..

“Kau memang cantik Yoong.. bahkan sangat cantik sama seperti dulu. tak ada yang berubah sedikit pun darimu. Sebaliknya, kau justru semakin mempesona di mataku ..”

Siwon memandangi setiap lekuk di wajahnya. Melusuri dengan ujung jari telunjuknya, Siwon juga menyibakan helain rambut yang menghalangi pandangan matanya untuk menatap paras cantik dihadapan nya. Mengecup puncak kepala dan juga kening nya, Ia meraih tangan Yoona yang tersembunyi di balik selimut kemudian mencium lembut punggung tangan nya.

Rasanya Siwon sangat ingin untuk memeluk, mendekap tubuhnya. namun sebelum Ia benar-benar melakukan nya, Yoona sudah lebih dulu membuka kedua matanya, Siwon mungkin  telah mengganggu tidur nya..

“maaf sayang.. Aku membangun kan mu..” 

Sedikit melenguh, Yoona justru tersenyum menatapnya..

“aku memang belum tidur tadi..”

mendengar jawaban yang diberikan oleh Yoona, Siwon segera melingkarkan lengan pada pinggang ramping nya..

“apa masih terasa pusing?”

“aniya…sepertinya rasa pusingnya langsung pergi saat kau mencium kening ku tadi..”

“kalau begitu aku perlu melakukan nya lagi untuk mencegah rasa pusing nya datang lagi..”

Siwon  kembali mengecup  kening Yoona beberapa kali, dan
Yoona hanya tersenyum atas perlakuan yang diterimanya. Ketika kemudian Siwon menghentikan ciuman di kening Yoona, kemudian beralih untuk menatap nya, Pandangan mata keduanya bertemu dan sorot mata indah milik Yoona langsung bisa membius Siwon hingga menumbuhkan hasrat untuk memiliki nya..

“bisakah aku memiliki mu?”

“Kenapa harus bertanya.. bukan kah aku memang milikmu dan kau milik ku..”

Kata-kata yang terucap dari bibir Yoona bisa diartikan Siwon sebagai jawaban bahwa dia juga mengingin kan dirinya..

Perlahan Siwon merubah posisinya, menindih tubuh Yoona dan segera meraih bibir merahnya. memagutnya dengan lembut namun perlahan semakin mendalam. Yoona membuka sedikit bibir nya untuk menyambut lidah Siwon yang mencoba masuk menelusuri rongga mulutnya, bertukar saliva dengannya dan bertarung lidah di dalam nya.

Cengkraman Yoona yang kuat, Siwon rasakan  di bagian punggungnya saat Ia mengalihkan ciuman dibibir itu keleher jenjang nya dengan menyibakan rambut panjang Yoona yang menghalangi Siwon untuk memberikan tanda cintanya pada leher nya.

Yoona lantas menggunakan tangannya yang  mulai beralih untuk menyentuh dada bidang Siwon, mengusapnya lembut dan perlahan Siwon merasakan usaha dari tangan lembut itu untuk mencoba menarik kaos yang dikenakan olehnya. keduanya telah sama-sama mengerti dan akan memenuhi hasrat yang menginginkannya untuk menyatu dan saling memiliki.

>>>

Lelah dengan pergumulan fisik antara dirinya dengan Siwon, membuat Yoona kemudian tertidur dengan hanya menutup tubuhnya menggunakan selimut tebal. Sementara Siwon kemudian mengenakan lagi pakaiannya sebelum kembali naik ke atas tempat tidur, menjaga Yoona yang sudah berada di alam mimpinya..

Namun Siwon mendadak merasakan kesedihan dari dalam relung hatinya yang menyuarakan gelisah didalamnya..

‘Mungkin ini terakhir kalinya aku bisa sedekat ini dengan mu,merasakan hembusan nafasmu,mencium mu dan merasakan hangat tubuhmu, Yoona..

Tak masalah walau aku tak bisa menyentuhmu asalkan kau tak pernah hilang dari pandangan mataku..

aku sangat takut itu terjadi lagi,aku tak ingin jika appa membawamu lagi menghilang dan pergi dari sisiku bahkan hidupku. aku tak akan sanggup lagi menghadapi itu jika harus yang kedua kali terjadi..

Membelai rambut mu mungkin akan menjadi satu dari sekian banyak hal yang akan kurindukan tapi lebih dari apapun yang akan ku rasakan, aku akan rela merasakan itu untuk menukarnya dengan senyum mu..

Bukan aku tak menginginkan mu apalagi mencintaimu, inilah yang harus dan akan kulakukan untuk mempertahankan mu tetap disini ..

jeongmal mianhaeyo aku tak bisa lagi berdiri dengan kuat untuk cintaku padamu dan semua rasa yang ada dalam hatiku, aku terpaksa melepasmu walaupun kau pasti akan membawa lebih dari separuh nyawaku ini yang akan membuat mu tersenyum dan juga membebaskan mu dari rasa bersalah pada appa karna selalu menentang nya dan mempertahankan ego kita..

Semoga ini yang terbaik untuk mu walaupun bukan untuk ku,Saranghae..’

Sebelum keluar dari dalam kamarnya, Siwon mengecup lembut kening Yoona yang saat itu pun masih tertidur dengan pulas.

“saranghae..”

Ia mengambil jaketnya yang tergantung, kemudian membuka pintu untuk keluar dan kembali menutupnya.

“aku tak akan bisa melepasmu jika aku melihatmu lagi..”

Ia menuruni tangga dari lantai dua kamarnya menyambar kunci mobil dari atas meja, ketika membuka pintu ia berpapasan dengan Sooyoung yang baru saja pulang.

“Oh oppa…kau mau kemana?”

“aku ada urusan sebentar..”

Siwon berlalu begitu saja,meninggal kan Sooyoung yang terheran kebingungan melihat kepergiannya.

>>>

Yoona mulai terbangun saat merasakan sesuatu yang lembut nan menghangatkan menyentuh keningnya. Membuka mata dengan perlahan, Ia dapat melihat Siwon yang keluar dari daĺam kamar, sesaat meregangkan otot-otot nya yang terasa pegal, Ia melirik jam yang berada di atas meja

“Delapan  malam..”

Gumamnya saat menyadari dirinya telah terlalu lama tertidur,menarik selimut untuk menutupi tubuh telanjangnya, Yoona kemudian mengumpulkan kembali pakaian nya dari atas lantai dan segera  melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamar mandi.

Ketika Sooyoung kemudian  berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya, Ia urungkan saat hendak membuka pintu kamarnya Ia justru melihat pintu kamar Siwon yang tiba-tiba saja terbuka..

“Omo…Yoona kau disini..?!”

Yoona hanya tersenyum menanggapi ucapan Sooyoung, Ia pun kemudian menghampirinya..

“apa siwon di bawah?”

“aniyo…oppa keluar, Dia bilang ada urusan..”

“benarkah?”

“ne…wae? Apa sesuatu terjadi? Kalian tak ada masalahkan?”

“semua baik-baik saja, kalau begitu aku pulang saja, kasihan Hana menungguku..”

Baru dua langkah berjalan Sooyoung tiba-tiba menahan lengan nya, mencegahnya untuk kembali melangkah..

“waeyo Soo?”

“bagaimana dengan hasil pemeriksaanya? Apa dugaan mu benar?”

Yoona tersenyum mendengar pertanyaan Sooyoung, ingin rasanya ia mengatakan nya sekarang, tapi terpaksa harus ia tunda untuk menyampaikan semuanya, sebelum ia berbicara dengan appa nya..

“hmm…aku akan melakukan nya setelah semua urusan ku selesai”

kilahnya..

“wae? Bukankah lebih baik jika kau mengetahui secepatnya”

“aku hanya mau nantinya ini menjadi kabar yang paling membahagia kan untuk semuanya”

“entahlah aku tak mengerti maksud mu..”

“kau tak harus mengerti maksudnya, aku pulang ya..”

Yoona tersenyum dan berjalan  menuruni tangga ..

“apa perlu aku antar? Kulihat kau tak membawa mobil mu..”

“aniyo…aku tahu kau lelah,beristirahatlah saja, bye..”

“lain kali bawa Hana kemari, aku sangat merindukan nya..”

Yoona hanya mengangguk kemudian meneruskan langkah nya menuruni puluhan anak tangga yang ada dibawahnya.

>>>

‘appa…aku akan melepaskan Yoona, kumohon jangan membawanya pergi lagi, besok aku akan mengatakan untuk mengakhiri semuanya’

Isi dari sebuah pesan masuk yang sedang dibaca Tn.Im dari layar ponselnya, senyuman kepuasan segera terlihat diwajahnya yang menua..

“akhirnya kau menyerah Choi Siwon, aku pikir ini akan berlanjut.. tapi bahkan ini sudah berakhir sebelum aku memulainya. Kau benar-benar seorang pria yang lemah!!”

Tn.Im kembali meletak kan ponselnya, Ia menatap pada jam dinding yang saat itu telah menunjuk ke angka sembilan, dan selarut itu Yoona belum juga pulang.

melihat Hana yang sedang tertidur diatas sofa, Tn.Im pun segera beranjak untuk memindahkan nya ke dalam kamar  ..

>>>

Karena semalam ia pulang cukup larut dan Hana serta appa nya sudah tidur, pagi ini Yoona tahu pasti akan banyak pertanyaan yang akan ia dengar terutama dari Hana ..

“Mommy..!!”

Benar saja dugaan nya, begitu keluar dari kamarnya Hana langsung berseru dan berlari memeluknya ..

“where are you going last night?”

“hmm…mommy meeting with client dear, sorry..”

“sure..?”

“hmm…”

“mom…I really miss uncle Siwon,can I meet him?”

“nanti mommy akan mengajakmu bertemu uncle… are You happy now?”

“really..?”

“yes..”

“promise me mom..”

Hana menunjuk kan jari kelingking nya di depan Yoona sebagai tanda agar sang mommy menepati janjinya ..

“Yeahh.. promise dear…”

“apa yang tengah kalian janjikan?”

Tn.im yang sekilas mendengar  percakapan ibu dan anak itu segera menghampiri keduanya..

“grandpa… mommy janji akan mengajak Hana bertemu uncle Siwon..”

Dengan senyum sumringah dan wajah senang nya serta kata-kata polosnya, Hana bercerita dengan antusias pada Tn.im ..

“I’m really happy grandpa…”

Tn.im hanya merespon dengan senyum dingin sementara kedua matanya menatap kearah Yoona ..

“appa…ada yang perlu aku katakan”

“appa sedang tidak ingin membahas apapun saat ini”

“tapi ini sangat penting appa…”

“appa juga ada urusan penting sekarang, nanti saja..”

“tapi appa…”

“Hana ya, grandpa pergi ne..”

“OK.. granpa, be carefull on the street..”

“appa..”

“Hana harus segera berangkat kesekolah, cepatlah kau mandikan dia..”

Tak memperdulikan lagi ucapan Yoona, Tn.im dengan segera keluar dari rumahnya.

“what’s your problem mom..?”

“Oh..aniyo, C’mon.. kau harus mandi sayang..”

>>>

Setelah mengantarkan Hana ke sekolahnya, Yoona langsung melaju menuju butik nya..

‘aku ingin bertemu dengan mu’

Namun satu pesan dari Siwon yang masuk ke ponselnya membuatnya berbalik arah dan menambah kecepatan mobilnya, mengetahui Siwon sudah menunggunya. Entah kenapa, ia juga merasa ingin segera bertemu dengannya. setelah kencan dadakan yang kemarin di berikan Siwon padanya, membuat Yoona merasa tak ingin lagi kehilangan pria yang paling dicintai nya..

“Si won..”

Yoona melambaikan tangan nya begitu ia masuk kesebuah cafe yang dipilih Siwon, sedikit tak jauh dari butiknya..

“wae? Ada apa kau ingin kita bertemu.. kau sudah merindukanku..”

Yoona tersenyum, senyum yang justru dirasakan Siwon sedang menyayat hatinya..

“Yoona, bagaimana kalau kita.. aku, aku ingin kita….”

Siwon tercekat oleh kalimatnya sendiri, Dadanya bergemuruh dan terasa sesak sekarang,membayangkan ia akan menyakiti hati Yoona dengan ucapan nya.

“Siwon… ada apa?”

Yoona meraih tangan Siwon agar bisa menggenggam nya, namun mengejutkannya ketika Siwon malah menepisnya.  Hal itu yang tentu saja membuat Yoona teramat terkejut, tapi kemudian ia hanya diam sambil tetap menatap pada Siwon yang berada dihadapannya.

“aku ingin kita berpisah…”

Entah ini tamparan bagi Yoona atau mimpi buruk yang sedang menakutinya, ataukah badai yang siap menggulungnya. ucapan Siwon seperti petir disiang hari. Sungguh membuatnya seperti kehilangan jiwanya, seiring kilat kesedihan dimatanya.

Terguncang oleh keputusan sepihak yang mendadak Siwon katakan..

“aku sudah memikirkan semuanya semalam, ku rasa aku tak bisa bersamamu lagi..”

“Apa.. apa maksudnya ini?? hanya semalam.. dan kau bisa mengambil keputusan semacam ini? Apa maksudmu, Siwon..!! Kau sedang mencoba mempermainkan perasaanku?  Kau membalas dendam setelah dulu aku meninggalkanmu dan sekarang giliranmu yang akan meninggalkanku dan menginginkan perpisahan..!!”

Yoona merasakan kesakitan luar biasa, begitupun dengan Siwon yang saat itu mendengar kalimat tajam dari bibirnya..

“aniyo.. aku hanya tak bisa menerima Hana diantara kita,membayangkan dirimu pernah bersama pria lain sungguh sangat menyakitkan untuk ku..”

Keberadaan Hana dirasa Siwon paling tepat untuk digunakannya sebagai alasan menjauh dari Yoona..

“Tidak pernah ada pria lain.. Demi Tuhan Si won..  Hana bukan…”

“Sudahlah Yoong, aku tak ingin mendengar apapun mengenai Hana. Kurasa aku telah jelas berkata jika sudah cukup semua sampai disini. Terus terang aku tak bisa lebih tertekan karna appa mu. Yakinlah.. bahwa kita berpisah untuk semua tujuan baik didepan.. aku percaya kita akan bisa menemukan kebahagiaan masing-masing.. selamat tinggal Im Yoona..”

“Persetan dengan apa yang kau katakan..! aku tahu ini bukan dirimu, Siwon.. Siwon.. Siwon.!!”

Dengan berat hati Siwon berdiri dari duduknya, dan berjalan dengan cepat meninggalkan Yoona yang terlihat bingung dengan semua ucapan Siwon yang tiba-tiba. kedua mata Yoona menatap kosong dan ia diam membisu.
Pada saat itu Siwon membalikkan tubuhnya untuk sekedar tau Yoona baik-baik saja disana.

“mianhae Yoona, jeongmal mianhaeyo, aku terpaksa melakukan semua ini karna appa.. maafkan aku sayang.. aku sungguh mencintaimu..”

Keputusan Siwon adalah bagian dari keputusannya setelah pertemuannya dihari sebelumnya dengan ayah Yoona. Pada saat itu Tn.Im  yang duduk berhadapan dengan Siwon, setelah pagi ini Siwon sudah memintanya untuk bertemu..

“jadi kau sudah putuskan untuk melepaskan putriku?”

“ne…appa..”

“kalau begitu ambil ini dan tanda tangan disitu, agar aku yakin..”

Tn.im menyerahkan amplop coklat yang ia bawa pada Siwon..

“appa.. tapi ini.. ini maksudnya?”

“ya…tanda tangan disana, itu surat cerai kalian..”

Siwon terkesiap..

“tapi appa.. aku tak bisa bercerai dengan Yoona..”

“kau bilang akan melepasnya bukan .. Kau pikir aku akan percaya begitu saja padamu..”

“tapi aku tak pernah berniat bercerai darinya..”

“lalu kau akan biarkan putriku selamanya dengan status yang tak jelas seperti ini? Hah..”

“appa…”

“cepat tanda tangani ini.. atau kau tak akan pernah lagi melihat Yoona disini”

Dengan terpaksa saat itu Siwon mengambil bolpoint yang di sodorkan Tn.Im padanya dan menandatangani surat cerai yang sungguh sangat tak di inginkan oleh nya.

“Aku merasa bodoh Yoong.. sangat bodoh.. mianhae aku yang tak bisa memperjuangkanmu.  Maaf aku benar-benar meminta maaf, sayang..”

>>>

Dengan dunianya yang seakan telah runtuh, Yoona berjalan gontai masuk kedalam butiknya.  Senyuman dan sapaan dari Yuri ataupun Sica, ia abaikan begitu saja. Pikiran nya kini dipenuhi oleh Siwon dan semua ucapan Siwon padanya ..

Wajahnya pucat pasi namun matanya memerah setelah menangis, juga karna berusaha dengan keras menahan tangis airmata yang ingin mengalir dari sudut matanya. Ia seperti sedang berada dalam alam bawah sadarnya yang mengerikan.

“Yoona…waeyo?”

Yuri yang melihat gelagat aneh dengan sikap Yoona, dengan segera menghampiri nya..

“Ahh…aniyo, apa aku sedang bermimpi?”

“apa maksudmu Yoong?”

“benarkah aku sedang bermimpi,bangunkan aku Yul.. kumohon, aku tak mau tidur lebih lama dan mengalami mimpi buruk ini,bangunkan aku Yuri ah.. Jebalyo…”

“Hey Yoona…apa yang kau bicarakan?”

Yuri memegang kedua bahu Yoona kemudian menggerakan nya mencoba untuk menyadarkan Yoona yang terus meracau. Yoona mungkin sedang berada dalam ruang halusinasi nya..

“waeyo…?apa yang terjadi.. ada apa denganmu? Kau bisa ceritakan padaku..”

Airmata itu kini dengan bebasnya mengalir membanjiri wajah Yoona, ia sudah tak bisa lagi membendungnya. di peluknya tubuh Yuri yang ada di hadapan nya dengan erat, berusaha mendapatkan kekuatan untuk bertahan dari seorang sahqbat sepertinya ..

Yuri mengusap pelan rambut dan punggung Yoona, mencoba untuk menenangkan nya. Apapun itu Yuri tau, jika apa yang Yoona rasakan bukanlah sesuatu yang mudah.

Dan lantas dengan bibir bergetar, perlahan Yoona mulai membuka suaranya ..

“Si won mengatakan jika dia menginginkan untuk berpisah denganku Yul, apa yang harus aku lakukan?”

Yuri tercengang mendengar kalimat parau yang baru di ucapkan Yoona, kini ia justru menjadi merasa tak yakin dengan indra pendengaran nya sendiri..

“MWO…apa yang kau katakan tadi? Apa aku salah dengar siwon oppa…aniyo..”

“kau tak salah dengar, Si_ Si won.. dia..”

Yoona tak sanggup meneruskan ucapan nya, tubuhnya lemas dan ia pun merosot jatuh saat kehilangan kesadaran nya ..

“Ya Tuhan.. Yoona…Yoona.. Yoona!! Sica.. Jessica bantu aku!! Cepaatttt..”

“Oh Tuhan ada apa dengan Yoona, Yuri ah..”

“entahlah…cepat Sica kau hubungi dokter..”

“ne…aku akan menelpon nya”

>>>

Sooyoung kebinguang sendiri mencari keberadaan Siwon,semalam ia tak melihat Diwon pulang dan pagi ini ia juga tak melihatnya dirumah..

“apa dia sudah di kantor?”

Gumamnya saat mengambil ponselnya, dan melihat sebuah pesan masuk disana ..

‘Soo.. Aku pergi untuk menenangkan diri’

“Aishh…ada apa dengan nya? Apa dia ada masalah?”

Sooyoung kemudian membalas pesan dari Siwon, namun tak ada jawaban darinya, ponselnya pun kini sudah tak aktif lagi..

“apa kau gila oppa.. pergi kemana kau?”

Sooyoung pun memencet kontak atas nama Yoona, berharap Yoona tau atau setidaknya memiliki penjelasan mengenai kepergian Siwon yang tiba-tiba..

“Yoboseyo Yoonngie ya.. kau tahu dimana…?”

“ini aku Soo…”

“Oh…Yuri, kau bersama Yoona? Dimana dia..  Ada yang ingin ku tanyakan padanya..”

“ne…aku bersamanya, tapi Yoona…”

“wae?”

“Yoona pingsan.. dan kini dokter sedang memeriksanya”

“MWO…apa yang terjadi?”

“aku tak tahu pasti, tapi sebelum nya dia mengatakan Siwon ingin berpisah dengan nya”

“MWO…pisah?”

“ne…datanglah ke butik, aku tak bisa menjelaskan nya di telpon”

“aku segera kesana…”   

Yuri menutup ponselnya dan beralih untuk menemui sang dokter yang baru saja selesai memeriksa kondisi Yoona. Namun Yoona sendiri masih belum sadar,pasti karna semua yang baru saja terjadi sungguh di luar dugaan nya dan membuatnya shock hingga terguncang..

“bagaimana kondisi nya dokter?”

Sebelum sang dokter pergi, Yuri mencoba untuk menanyakan keadaan Yoona menurut kacamata medis. walaupun ia paham yang terjadi saat ini akibat dari keputusan Siwon yang tiba-tiba..

“Tubuhnya memang lemah tapi syukurlah janin dalam rahim nya baik-baik saja”

“MWO…janin? Maksudnya?”

“teman anda sedang hamil,kandungan nya masih sangat muda.. jadi sangat rawan jika ia terus seperti ini”

“Oh…ne, nanti akan saya sampaikan padanya. Khamsahamnida..”

Sang dokter tersenyum dan segera keluar dari butik ..

Sementara Yuri kemudian terdiam disamping Yoona, tangan nya terus menggenggam erat tangan Yoona, berusaha menguatkan nya. Sedangkan Sica, ia justru langsung menangis mengetahui apa yang kini terjadi,kemalangan yang sedang menimpa sahabatnya. Yoona hamil dan Siwon justru berniat berpisah darinya ..

“aku tak bisa membiarkan nya seperti ini..”

Jessica berdiri dari duduknya dan berniat keluar dari butik, tapi Yuri mencegahnya ..

“apa yang akan kau lakukan?”

“aku akan mencari pria brengsek bernama Siwon itu, jadi berikan aku alamat rumah atau kantornya..”

“lalu apa yang akan kau katakan padanya, Jessica..?”

“aku akan mengatakan keadaan Yoona saat ini.. tega sekali dia meninggalkan Yoona saat sedang hamil..!”

“aku tahu siapa Siwon oppa, dia sangat mencintai Yoona. kurasa terjadi kesalah pahaman diantara mereka. Siwon oppa, dia mungkin belum tahu jika kini Yoona sedang hamil”

“makanya aku akan mengatakan semua itu padanya..”

“Sica.. Kau ingat Yoona melarang kita memberitahu siapa Hana pada Siwon dan sekarang ia juga pasti punya alasan hingga tak memberi tahunya.. kita tak bisa ikut campur kedalam urusan mereka..”

“tapi aku tak tega melihatnya seperti ini..”

“aku juga.. tapi kita tetap tak bisa ikut campur lebih dalam.. ini masalah mereka berdua”

“Yuri ah… Sica…”

Mendengar pembicaraan Yuri dan Jessica, membuat Yoona perlahan tersadar. Ia berusaha untuk duduk namun Yuri mencegahnya..

“kau tiduran saja Yoong”

“gwechana…aku baik-baik saja”

Yoona merasakan nyeri di tangan nya akibat tusukan jarum infus yang masih terpasang disana.

“Oh.. apa yang terjadi padaku?”

“kau tadi pingsan Yoong..”

“jinjja..? Aku pasti hanya lelah,kurasa aku bermimpi buruk tadi saat pingsan..”

“apa yang kau mimpikan?”

“aku bertemu Siwon dan dia bilang ingin berpisah dengan ku,bukankah itu hanya mimpi..”

Yoona sedikit tersenyum namun itu justru membuat Yuri meneteskan airmatanya,menyedihkan memang mendengar Yoona mengatakan hal seperti itu..

“Yoona…aku benar-benar tak bisa membiarkan mu seperti ini..!”

Sica dengan tegas berkata di depan Yoona ..

“Apa maksudmu?”

“Sadarlah Yoong…Siwon memang ingin berpisah darimu, kau ingat itu? Ini bukan terjadi didalam mimpimu..!”

Yoona terdiam, Ia seperti sedang mengingat lagi apa ya g sebenarnya terjadi, dan airmata nya kembali menetes seketika ..

“kau ingat sekarang? itu bukan mimpi Yoong..”

Yoona hanya mengangguk sebagai jawaban, hatinya kembali teriris mengiatnya ..

“lalu apa yang akan kau lakukan? Kau mau diam saja seperti ini?”

Sica yang melihat Yoona menangis semakin tak bisa menahan dirinya..

“Jessica…apa yang kau katakan? Biarkan yoona tenang dulu..”

Yuri mencoba menghentikan Jessica, walaupun ia tahu tak ada maksud buruk dari ucapan sica saat itu..

“Biarkan aku mengatakan apa yang ingin aku katakan..”

“Sica..!!”

“selama ini aku bingung dengan sikapmu Yoong.. kau kembali pada Siwon tapi kau tak mau mengatakan siapa Hana padanya. bahkan sekarang kau Hamil lagi dan kau juga akan diam saja..!! Apa yang kau tunggu.. kau terlalu banyak membuang qakru untuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang tak penting.. saat Kau kembali pada Siwon sudah seharusnya kau mengatakan siapa Hana yang sebenarnya..”

“Sica cukup..!”

Yuri kembali mencegah ucapan sica..

“jadi kalian sudah  tahu jika aku hamil..?”

“ne.. Yoong, tadi dokter yang memeriksamu yang mengatakan nya”

jawab Yuri ..

“bukankah ini konyol? tentang Hana dan Kau yang saat ini Hamil kau tak mengatakan nya pada Siwon…apa maksudmu dan kemana arah pemikiran mu aku benar-benar tak mengerti..!!”

Sica benar-benar mengeluarkan kata hatinya yang selama ini sering ia pertanyakan pada dirinya sendiri ..

“Sica benar Yoong, apa kau mau mengalami ini untuk kedua kali.. hamil tanpa suami.”

“Yuri.. Sica aku hanya…”

“Ingatlah betapa sakitnya dulu saat kau mengandung Hana dan tak ada Siwon disamping mu.. kau mau itu terulang lagi, kau tak bisa diam saja dan membiarkan kebahagiaan dan cintamu pergi,kau masih bisa meraihnya, Yoona..”

Yoona menunduk mendengar ucapan Sica, merasakan apa yang Sica katakan saat itu memang benar ..

“jadi katakanlah pada Siwon kalau Hana adalah anaknya dan kau juga sedang….”

“MWO…sica ah, apa yang kau katakan tadi? Hana.. Hana anak Siwon Oppa, benarkah? Kau serius.. kau tidak sedang  bercanda kan?!”

Ketiganya terkejut melihat Sooyoung yang tiba-tiba masuk kedalam butik..

“ne..Hana anak Siwon, kau bisa tanyakan langsung pada Yoona.

Jawab Sica tak lagi mau untuk menutupi kenyataan itu..

“Yoona sedang hamil saat dulu pergi meninggalkannya..”

“Oh Tuhan.. Apa itu benar Yoong? Jadi Hana adalah anak Siwon Oppa? Dan dia benar keponakan ku?”

“mianhae.. harusnya aku mengatakan nya lebih awal..”

“Oh Tuhan…aku senang sekali mendengarnya”

Sooyoung melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan nya ..

“masih ada waktu..”

“wae?”

“aku akan mengatakan pada Siwon oppa dan mencegahnya pergi..”

“Si won pergi..?”

“ne.. tadi dia mengirim pesan yang mengatakan dia akan pergi..”

Yoona terkejut dan seketika ia langsung mencabut selang infus pada pergelangan tangan nya, membuatnya sedikit merintih kesakitan ..

“Yoona…apa yang kau lakukan?”

“gwechana.. kajja Soo, aku akan ikut dengan mu…”

Tak membuang-buang waktu, Sooyoung membawa Yoona dengan mengendqrai mobilnya. melajukan mobil itu dengan kecepatan sedang, namun semakin cepat setelahnya..

“Sooyoung.. bisakah kita jemput Hana dulu?”

“wae..?”

“aku sudah janji pada Hana, akan mengajaknya bertemu Siwon hari ini..”

“Oh…baiklah, kurasa kita memang perlu mengajak keponakan ku yang cantik itu”

Sooyoung tersenyum, Ia sempat melirik kearah Yoona yang hanya terdiam saat itu..

“aku tak tahu apa yang sebelum nya dikatakan Siwon oppa padamu, tapi percayalah padaku.. dia pasti tak bermaksud seperti itu. Oppa sangat mencintaimu Yoong.. bahkan selama lima tahun kau pergi.. Siwon Oppa masih setia menunggumu”

“itulah yang aku pikirkan Soo…aku tahu pasti ada sesuatu yang membuatnya seperti ini”

Tak berapa lama, di depan pagar sekolah Hana,Sooyoung menghentikan laju mobilnya ..

“biar aku yang masuk Yoong,tubuhmu masih terlihat lemah sekarang..”

“aniyo.. guru sekolah Hana tak akan memberikan ijin kalau tak mengenalmu. biar aku yang masuk dan meminta ijin membawa Hana bersamaku..”

Sooyoung tetap ikut turun dari mobilnya kemudian membantu Yoona  untuk keluar dari dalamnya..

“gwechana.. aku bisa sendiri, kau tunggu saja disini.”

“Baiklah..”

Tak berapa lama setelah Yoona masuk, ia sudah kembali keluar bersama dengan Hana dalam gandengan tangannya..

“Oh, aunty cantik..!”

Begitu melihat Sooyoung yang saat itu berdiri di depan mobilnya,Hana langsung berseru dan berlari untuk kemudian memeluknya..

“I miss you aunty..”

“Owh…miss u too dear”

“kenapa aunty tak pernah mengajak Hana bermain lagi?”

“Oh..sorry Hana ya, aunty sibuk,hmm…let’s go Hana ya, masuk kedalam mobil aunty. kita harus cepat Yoong”

“ne.. kajja..”

Sooyoung membuka pintu belakang mobilnya untuk hana, sementara Yoona membuka pintu depan dan berniat masuk, namun terhenti oleh suara klakson mobil yang berkali-kali dibunyikan. Menoleh, Yoona terkejut dengan keberadaan sang ayah disana..

“appa…”

Tn.Im keluar dari dalam mobilnya dan segera menghampiri Yoona,Sooyoung yang melihatnya langsung membungkuk memberi salam ..

“kau mau kemana Yoong? Kenapa membawa Hana? Bukankah belum waktunya untuk pulang?

“aku sudah meminta ijin pada gurunya, aku ingin membawa Hana bertemu Siwon..”

Yoona menundukan wajahnya,melihat appa nya yang menatap tajam padanya. Ia tahu sang ayah tidak akan suka mengetahui dia berniat melakukannya.

“bertemu siwon? Appa tak akan membiarkan mu melakukan nya..”
Tn.Im beralih mendekati Hana..

“Hana ya, ikut grandpa pulang Ok..!”

“tapi Hana ingin bersama mommy bertemu dengan uncle Siwon..”

“kalau Hana tak mau pulang,bagaimana jika granpa mengajak Hana ke taman bermain, kau mau?”

Hana menggelengkan kepalanya..

“Oh ne…granpa tau, Hana suka ice cream kan? Kita beli sebanyak yang Hana mau, Okey..”

Hana tetap menggeleng, Ia kemudian berlari mendekati mommy nya ..

“Hentikan appa.. sudah, biarkan aku membawa Hana..”

“apa yang kau pikirkan sekarang? Hah?”

“Hana perlu tahu yang sebenarnya appa…dan aku akan mengatakan semuanya pada Siwon”

“apa kau bodoh? Percaya pada pria brengsek seperti Siwon,lihatlah apa yang dia berikan pada appa tadi..”

“APPA…”

Tn.Im berjalan kemobilnya untuk mengambil sesuatu disana..

Karna merasa ada kata-kata tak pantas dari appa nya yang semestinya tak didengar oleh Hana,Yoona segera menyuruh Hana masuk kedalam mobil Sooyoung..

“Hana ya, masuk ke mobil aunty sekarang”

“tapi mom..”

“masuk dear, mommy bicara sebentar dengan grandpa.. kau bersama aunty Sooyoung, OK..”

“Okey mom..”

Hana menghampiri Sooyoung..

“Soo.. tolong bawa Hana masuk”

“ne..aku mengerti”

Setelah mengambil sebuah amplop coklat dari dalam mobilnya,Tn.Im segera menyerahkan nya pada Yoona

“kau lihat ini..”

Yoona membuka amplop pemberian appa nya dan dengan teliti ia membacanya.
sangat terkejut melihat surat didalam nya yang adalah surat cerai yang ternyata juga sudah di tanda tangani oleh Siwon..

“sudah jelaskan sekarang? Siwon tak sungguh-sungguh ingin dengan mu, dia hanya mempermainkan mu Yoong, kau harusnya sadar akan itu..!”

“jadi appa yang melakukan ini pada Siwon?”

Walau wajahnya terlihat pucat, tapi Yoona masih bisa memberikan tatapan kemarahan nya pada sang appa, ia merasa hal itu sudah melampaui batas kesabaran nya..

“apa yang sudah appa katakan pada Siwon hingga dia tega melakukan ini padaku?”

“apa maksudmu? Siwon sendiri yang memutuskan, tak ada yang appa lakukan untuk itu..”

“omong kosong.. AKU TAK PERCAYA PADA APPA..!! aku tahu bagaimana sifat appa..”

Di depan appa nya, Yoona kemudian merobek-robek surat cerai yang berada di tangan nya saat itu..

“YOONA..!! apa yang kau lakukan?”

“apakah appa sadar? bukan Siwon yang menghancurkan masa depanku,  tapi appa..dengan melakukan semua ini,memaksa Siwon dan aku untuk bercerai.. apa appa sadar masa depanku akan hancur setelahnya..  karna aku tak bisa hidup tanpanya”

Yoona membuang robekan-robekan kecil dari kertas di tangan nya. saat itu ia benar-benar merasakan marah dan juga sakit hati pada appa nya sendiri yang sudah bersikap sangat keterlaluan di matanya..

“mianhae appa..”

Ia melangkah masuk ke mobil tanpa memperdulikan lagi ucapan appa nya..

“Yoona.. kau akan menyesal karna tak mendengarkan appa..!!”

Segera setelahnya Yoona meminta Sooyoung agar melajukan mobilnya..

“cepat pergi dari sini Soo..”

“tapi Yoong, bagaimana dengan paman?”

“biarlah…bukankah kau bilang kita harus cepat, kajja.. aku harus menemukan Siwon..”

“ne…baiklah”

“Mommy are you OK?”

Melihat wajah pucat Yoona pada saat itu membuat Hana merasa mengkhawatirkan nya ..

“It’s OK dear…”

“are you sure?”

“hm.. tenanglah”

Sooyoung semakin menambah kecepatan mobilnya, berharap masih ada kesempatan untuk mencegah kepergian Siwon, di belakang mobilnya pun Tn.Hwang terus mengikuti mereka..

“ikuti terus mobil nya.. jangan sampai kehilangan jejak”

“ne Tuan…”

>>>

Sedikit frustasi karna jalanan yg cukup padat hari itu, berkali-kali Sooyoung telah memukul-mukul stir kemudi mobilnya..

“kenapa dengan jalanan disini? tak tahukah aku sedang mengejar waktu?”

“tenang Soo..”

“tapi kita harus segera sampai bandara Yoong..”

“bandara? Jadi maksudmu Siwon akan pergi keluar negri?”

“Mungkin begitu, karna kurasa Oppa membawa cukup banyak pakaian nya?”

“tapi kemana tujuan nya? Apa kau tahu?”

“mianhae…aku tak tahu, tapi kita akan berusaha menemukan nya,percayalah Yoong”

“apa aku masih ada kesempatan, Soo? Seharusnya aku mengatakan semua nya sejak awal, aku benar-benar bodoh..”

“sudahlah Yoong, ini bukan waktu yang tepat untuk menyalahkan dirimu, kau harus yakin akan bertemu dengan Siwon Oppa dan mengatakan yang sebenarnya padanya..”

Sooyoung meraih satu tangan Yoona dan menggenggam nya ..

“percayalah..”

Yoona menarik senyum dan mengangguk, mencoba menumbuhkan keyakinan dihatinya.

>>>

Bandara yang benar-benar sibuk saat itu dengan lalu lalang banyak orang yang cukup ramai dengan tujuan penerbangan mereka yang berbeda-beda..

Siwon salah satu diantaranya, Ia masih duduk termenung diantara banyaknya orang yang sedang menunggu penerbangan. Memikirkan apa yang telah diperbuatnya pada Yoona..

Mianhae Yoong…
Aku terpaksa melakukan ini,rasanya sangat sakit Yoona.. bahkan jauh lebih sakit dari apa yang  bisa kubayangkan .

Mianhae karna aku sekali lagi telah melukai mu,
aku bukanlah pria yang bisa melindungimu dan menjagamu..
Cintaku padamu justru membuat mu terluka,
aku bukannya mengobati sakit hatimu tapi justru menggores, menambahkan luka itu…

Jika seperti ini, rasanya aku tak pantas mengucapkan Cinta padamu..
eongmal mianhaeyo Yoona…
Maafkan aku sayang..

>>>

Dengan cepat setelah mencapai bandara, Sooyoung langsung memarkirkan mobilnya. Ia dan Yoona serta Hana bergegas masuk ke dalam bandara yang sangat luas itu..

“kemana kita akan mulai mencarinya, Soo?”

“kita berpencar saja, aku akan tanyakan ke bagian informasi jadwal penerbangan dan akan aku usahakan mencari tahu tujuan Oppa kemana. Kau dan Hana cari saja di sekitar pintu keberangkatan luar negri, apa kau tak apa-apa..?”

“ne..aku masih kuat, Soo..”

“baiklah.. nanti akan aku hubungi jika aku dapat informasinya. Kau pun harus langsung menghubungiku jika sudah menemukannya..”

“Bagaimana jika kita tak menemukannya? Bagaimana jika terlambat.. dan Siwon sudah pergi”

“Kita belum mencobanya Yoona.. jangan dulu menyerah sebelum itu..”

Yoona mengangguk, dan
Sooyoung dengan segera meninggalkannya untuk berlari ke bagian informasi.
Sedangkan Yoona, kemudian dengan lemah berjalan menggandeng tangan Hana..
 
“mommy.. dimana uncle Siwon?”

“kita akan segera bertemu sayang..”

“tapi kenapa kita berada disini? Apa uncle akan pergi?”

Yoona berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan Hana, ia menatap dalam manik mata putri kecilnya. Tetesan airmata kini tak terelakkan jatuh membasahi pipinya ..

“why you crying mom?”

Dengan kedua tangan mungil nya Hana menghapus airmata Yoona ..

“dengarkan mommy bicara dear..”

Hana mengangguk dan tersenyum manis..

“Uncle Siwon is Your Daddy…,his your daddy dear”

“mommy.. are you serious?”

“Of course yes…dia daddy yang selalu kau tanyakan sayang. Apa kau bahagia mendengarnya?”

“tentu mom, Hana really really happy..”

Seketika hana menghambur memeluk Yoona dengan sangat erat ..

“daddy daddy daddy… Uncle Siwon My daddy..”

Tergambar jelas kebahagiaan itu dari raut wajah Hana ..

“Cepat mom, Hana ingin segera bertemu Daddy, I miss my daddy so much”

“ne…kita akan bertemu daddy sayang..”

Yoona kembali memeluk Hana, meneteskan airmata kebahagiaan nya melihat putri kecilnya tertawa ceria dan benar-benar bahagia pada apa yang baru dikatakannya.

Sementara itu, di bagian pusat informasi Sooyoung terus mencecar beberapa petugas disana dengan berbagai pertanyaan nya..

“mengapa aku tak bisa mengetahui daftar penumpang yang akan pergi keluar negri,”

“maaf Nona tapi itu tak di perbolehkan..”

“apa kau tahu, oppa ku sakit keras dan dia kabur dari rumah..”

ucap Sooyoung berbohong..

“apa kalian akan bertanggung jawab jika penyakit oppa ku kambuh dan terjadi sesuatu disana?”

Sang petugas saling pandang mendengar ucapan dari Sooyoung .

“aku pastikan akan menuntut kalian semua yang ada disini, jika sesuatu yang buruk terjadi padanya..”

“tunggu sebentar Nona, baiklah saya akan carikan informasinya,siapa nama oppa anda, nona?”

“Choi Siwon..”

“tunggu sebentar.. Choi Siwon,oppa anda bertujuan ke LA dan penerbangan nya sekitar 15 menit lagi”

“LA..? Aishh…kau benar-benar bodoh oppa. awas jika aku sudah menemukan mu..”

Setelah berhasil membohongi petugas informasi, kini Sooyoung harus berusaha menerobos ketatnya penjagaan pada pintu masuk ke penerbangan menuju LA..

>>>

Yoona dan Hana sudah mengitari di hampir semua pintu keberangkatan luar negri namun tak juga menemukan keberadaan Siwon disana. Hingga mereka kini berada di lantai dua bandara,mencoba mencari Siwon disana. Yoona bahkan sempat berpikir jika Siwon mungkin saja tak berada disana dan tidak berniat pergi keluar negri. Tapi dimana dia berada sekarang?

“daddy daddy..!! mom.. mommy itu daddy, mom..”

Hana berseru..

Sepintas memang Yoona melihat sosok itu seperti Siwon jika dilihat dari postur tubuhnya,namun Yoona tak bisa melihat wajahnya dengan jelas untuk memastikan, karna pria itu berada di lantai bawah dan dengan tubuh yang memunggunginya..

“Come on mom..”

Hana menarik tangan Yoona agar mengikutinya, namun tak disangka pada saat itu Tn.Im datang dan menghalangi keduanya ..

“Appa..”

“appa sudah katakan jangan temui dia, Yoong..”

“grandpa.. uncle Siwon is my dad,Hana ingin bertemu daddy.. grandpa pleasee..”

“no.. Hana ya”

“grandpa pleasee.. I’m really miss my daddy..”

Tn.im mencoba mencegah Hana dengan menahan lengan nya,namun Hana justru berontak, Ia berlari menuju eskalator untuk turun, namun entah apa yang kemudian terjadi pada gadis kecil itu hingga membuat Hana kehilangan keseimbangannya, dan akhirnya  terguling di tangga eskalator..

“AAAAAAhh…”

“HANAAA YAA…!!”

seketika Yoona menjerit sekencang-kencangnya, namun kejadian nya terlalu cepat, Ia bahkan tak sempat mencegahnya. Sekarang yang ia lihat justru darah segar yang mengalir dari kepala Hana…

*

*

*

*

*

*

*

*

To Be Continued~

@joongly

171 thoughts on “YOU’re MINE [ 7 ]

  1. hiks hiks hiks, sedih bgt…
    uri hana kasian.
    tn.Im tega bgt deh, jebal jangan pisahkan uri yoonwon ahjussi, semoga hana baik-baik saja

  2. Hiks sedih bngt bacanya😦😦 sebel bngt sama Tn.im😦 yoonwon hana bersabarah ! Kalian pasti bersatu ! Goodjob Thor🙂

  3. Duh galau bgt ini chapter, gemes bgt knpa wonppa jdi lemah, yoona eonni kbnykn mkir dan tn. im yg jdi jht gtu..

  4. Part ini bkin galau, kasian sma yoonwon d paksa cerai sms tn.im…
    Semoga soo bsa cegah siwon buat prg…
    Hananya jdi celaka kan, semoga hana ga apa2…
    Tn.im cpetan deh sadarnya…

  5. kn lagi” rasa.a dalam bgt…………. waktu baca ulang cp. ini nyesek bgt😦
    daddy.a yoona kejem bgt ,,, huh~

  6. Oooohh….
    Knpa jadi bgni? Tn I’m mengalah saja, yoong eoni sja mau melupakan dan memaafkan, knap ada tdk?

    Mmg luka itu menyakitkan, tp tdk akan slama nya menyakitkan buktinya yoong eoni bisa lebih dewasa dan tegar.

  7. Aaah… kenapa kayak Romeo and Juliet gini
    Habis YoonA yang pergi, sekarang Siwon juga pergi
    Pas baca adegan HaNa yang jatuh, di dini satu-satunya yang memerankan karakter antagonis adalah Tn. Im x(

  8. hiks hiks hiks, sedih bgt…
    uri hana kasian.
    tn.Im tega bgt deh, jebal jangan pisahkan uri
    yoonwon ahjussi, semoga hana baik-baik saja

  9. Tn.im kok tega banget sih sma yoona…
    Sampek nyuruh siwon ninggalin yoona trus ditambah harus ceraikan yoona…
    Sedih banget di posisi yoona itu…
    Dan skarang hana jatuh…
    Gmana sama keadaannya?
    Semoga tn.im bisa sadar dari kecelakaan yg dialami hana ini

  10. Aduuhh! knapa hubungannya yoonwon rumit sekali ? ?
    Tuan im begitu tega sama yoonwon !
    omona ! hana ? ?
    mudah2an dia baik2 saja !

  11. Sedih bgt..hana ya semoga baik2 aja yaa
    Siwon kenapa lemah gitu dan mau ninggalin yoona gitu ajaa
    Dan tn im sungguh kejam
    Hiks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s