Fanfiction

YOU’re MINE [ 6 ]

#Happy Reading~

~

~

~

~

~

~

~

~

Yoona terus saja mencoba berlari menjauh, meski samar-samar Ia mendengar suara Siwon yang memanggil nya. Ia sama sekali tak ingin memperdulikan nya, dan justru semakin mempercepat langkah kakinya agar sesegera mungkin menjauh dari Siwon.

Ia merasa kesal..
Benar-benar  kesal saat itu..

Siwon juga tak kalah cepat untuk terus mengejar Yoona, menyusulnya yang justru semakin mempercepat langkah kakinya ..

“Yoona…tunggu! dengarkan aku..”

Dengan sedikit berlari Siwon mencoba mendahului Yoona, hingga kemudian bisa menghalanginya dengan berdiri tepat di depan nya..

“Minggir kau…”

Yoona dengan sinis langsung mencoba menghindar, namun siwon segera menarik pergelangan tangan nya..

“Ada apa denganmu..?”

“Aku ingin pulang..!”

“Aku bisa mengantarmu..”

“Tidak perlu..!”

“Jadi Kau akan pulang tanpa Hana.. kau membiarkan putrimu hanya bersamaku..”

Tersadar jika apa yang dikatakan Siwon adalah benar, Yoona memutar tubuhnya, matanya mencari-cari dimana Hana saat itu berada..

“Aku akan membawa Hana bersamaku..”

Yoona sudah akan beranjak dari hadapan Siwon, namun tertahan oleh cengkraman tangan Siwon pada pergelangan tangannya..

“Lepaskan aku..”

“Ada Sooyoung dan Vic bersamanya.. kita perlu bicara Yoona. Apa Kau marah padaku..?”

Yoona tak menjawab..

“Kau marah setelah melihat apa yang dilakukan Vic tadi..jika karna itu, kumohon dengarkan penjelasan ku, semua tak seperti yang kau lihat..”

“penjelasan apa yang harus kudengar darimu? Aku melihat semua dengan jelas tadi..!”

Yoona tak lagi bisa menahan diri..

“Tapi aku dan Vic sama sekali tidak…”

“sudahlah…”

Yoona memotong kalimat Siwon..

“apapun yang kau lakukan.. tak ada lagi hubungan nya dengan ku dan aku tak perduli..!”

Yoona menghempaskan tangan Siwon yang masih terus menahan nya, kemudian berjalan meninggal kan Siwon sambil menahan airmata nya. Namun Siwon tetap tak tinggal diam. Ia kembali mengejar Yoona dan menahan nya..

“benarkah kau sudah tak perduli padaku? Lalu kenapa kau berlari seperti ini..”

Yoona tak menjawab dan kembali mencoba menghindar..

“Demi Tuhan.. jawab aku, Yoona..!!”

“Aku hanya ingin pulang..!!”

“Dan kenapa kau tiba-tiba ingin pulang..? Kau bahkan jadi tak perduli telah meninggalkan Hana..”

“Karna aku marah padamu.. aku tak ingin menyaksikan kebersamaanmu dengan Victoria didepan mataku..!”

Yoona tak bisa lagi menahan airmatanya setelah kalimat itu terucap dari bibirnya. Ia kemudian menatap siwon yang juga tak lepas menatap nya..

“Ya… yang kau katakan memang benar aku tak perduli padamu. tapi mengapa hatiku sakit saat melihatmu bersama wanita lain.. mengapa aku tak bisa lepas bahkan dari bayang-bayang mu sekalipun. Kau  terus hadir dipikiran ku.. kau bahkan menguasai seluruh hatiku. Setiap malam kau selalu hadir di mimpiku. Kenapa aku tak bisa melepasmu walaupun kau sudah menyakiti hatiku..”

Siwon terdiam mendengar pengakuan Yoona, Ia membiarkan Yoona mengutarakan isi hatinya..

“bukankah Aku bodoh? aku sangat bodoh karna masih menganggapmu sebagai milik ku,kau milikku dan aku tak ingin membagi mu dengan wanita lain..”

Tanpa disadari keduanya kini menjadi tontonan pengunjung lain yang mengunjungi taman bermain yang cukup ramai saat itu. Mereka memandang keduanya penuh tanya karna tak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi..

“Yoona…”

“kenapa kau begitu egois, Siwon..mengapa kau membiarkan ku terus memikirkan mu.. selama ini aku mencoba menghapus mu dari hatiku. Tapi aku tak bisa. semakin aku mencoba melupakan mu justru membuat hatiku semakin sakit. Aku mencintaimu dan tetap mencintaimu.. sedalam apapun kau melukai hatiku aku sama sekali tak bisa membencimu..”

Merasa apa yang Yoona katakan padanya sudah cukup untuk menjelaskan, Siwon langsung merengkuh tubuh Yoona kedalam pelukan nya. Memeluk nya erat yang semakin  membuat airmata Yoona deras mengalir.

Kini Siwon mengetahui isi hati Yoona yang sebenarnya, dan itu membuatnya sangat bahagia..

“Aku mencintaimu.. aku sangat mencintaimu Yoona.. terimakasih karna kau masih mencintaiku.”

Perlahan siwon melonggarkan pelukan nya, ditatap nya kedua iris mata Yoona, kemudian menghapus sisa-sisa airmata yang masih membasahi wajahnya..

“Maafkan Aku.. maaf karna telah membohongimu.. Aku melakukannya karna aku begitu takut Yoona.. aku takut kehilanganmu..”

Yoona hanya mendengarkan sambil terus menganggukkan kepala pertanda bahwa dirinya memang telah memaafkan..

“aku tak memiliki hubungan spesial dengan Victoria.. Aku milikmu. Aku  memang milikmu dan akan terus menjadi milikmu, selamanya tak mungkin aku membagi cintaku dengan wanita lain..”

Kembali Yoona meneteskan airmatanya, kelegaan itu lah yabg sekarang ia rasakan.
Siwon terus menatapnya dalam dan mempersempit jarak diantara keduanya.

“YOU ‘re Mine..”

perlahan Yoona memejamkan kedua matanya, merasakan sentuhan lembut dari bibir Siwon di bibirnya, dalam dan semakin dalam ia merasakan kehangatan dihatinya saat Siwon menguasai dan memanjakan bibir tipisnya. menumpahkan segala yang terpendam di hatinya

“Owhh… mommy..!!”

Hana berseru namun sedetik berikutnya langsung menutup mulutnya melihat pemandangan yang belum seharusnya dia lihat. Sooyoung yang berada di samping hana juga langsung menutup kedua mata gadis kecil itu, sambil tersenyum menyaksikan Yoona dan Siwon terus berbagi ciuman tak perduli riuh tepukan tangan orang-orang di sekitarnya.

“Yeii…sukses..”

Sooyoung langsung ber high five dengan Vic yang juga ikut merasakan  kebahagiaan melihat Yoona dan Siwon saat itu.

“aunty kenapa menutup mataku? Hana ingin melihat mommy dan uncle.. aunty..!!”

Hana mencoba menyingkirkan satu tangan Sooyoung yang menghalangi pandangan nya..

“mommy…uncle..!!”

Seruan hana sekali lagu langsung menyadarkan Yoona yang kemudian melepaskan ciuman nya dari bibir Siwon.

“Oh My.. Hana ya..”

Melihat tatapan Hana yang terarah padanya, membuat Yoona bingung dengan bagaimana cara untuk menjelaskan semua itu pada putri kecilnya. Ia justru melihat Sooyoung dan Victoria terkikik dan kompak mengangkat bahu mereka.

Hal yang sama juga di tunjukkan Siwon saat Yoona melihat kearahnya..
Tak ada yang tahu benar bagaimana cara mengatasi gadis kecil itu..

“Aishh…bagaimana aku menjelaskan pada hana?”

Yoona menggerutu saat kemudian segera mendekati hana yang berada tak jauh dari tempatnya..

“Hana ya, kau mau main lagi? Ayo.. mommy akan menemanimu, sayang..”

Yoona mencoba mengalihkan perhatian hana, namun hana masih saja diam sambil menatap Yoona dengan dahi berkerut.

“mommy…”

“hm.. waeyo dear?”

“why mommy and uncle Siwon kissing?”

“MWO?”

Yoona terkejut mendengar pertanyaan hana yang membuatnya semakin  kebingungan saat itu.
Siwon juga tak tahu apa yang harus dikatakan pada gadis kecil itu, karna hana sepertinya sudah terlanjur melihatnya tadi.

Sementara Sooyoung dan Victoria justru makin menertawai kebinguan Yoona untuk menjawab pertanyaan hana.

Yoona benar-benar masih belum menemukan alasan yang tepat untuk menjelaskan semua pada hana putri kecilnya. Yg tentu belum bisa mencerna kerumitan hubungan nya dan siwon.

“tell me mom, why?”

Hana menarik-narik tangan Yoona agar segera memberi jawaban atas pertanyaan nya..

“mommy..!!”

Hana mulai tak sabar karna Yoona masih juga terdiam..

“Apa.. tidak ada yang mommy harus katakan, sayang”

“tapi mommy belum jawab pertanyaan hana.. why mommy and uncle kissing?”

Hana memberengut kearahnya..

“MWO… anio hana ya, mommy and uncle not a kissing. kau salah lihat dear..”

“hmm.. tapi hana benar melihatnya mom, benarkan uncle siwon?”

Tak puas dengan jawaban mommy nya hana kemudian beralih menghampiri Siwon yang berdiri tak jauh dari mereka,sedangkan Yoona hanya bisa pasrah melihatnya. Ia tahu pasti sifat hana yang selalu penasaran dengan apa yang dilihatnya. Dia akan terus mencecar sebelum mendapatkan jawabannya..

“why uncle Siwon shared a kiss with my mom..?”

Kini giliran Siwon yang dibuat kebingungan dengan pertanyaan hana. Sooyoung dan Vic, keduanya terus tak berhenti menahan tawa melihatnya..

“Why uncle..?!”

“hmm… cauz uncle and your mom were dating… You understand!!”

Siwon tersenyum pada hana, sedangkan Yoona membulatkan matanya mendengar jawaban yang diberikan siwon pada putrinya.

“really?”

“of course ..”

“why uncle dating with mommy,are you like my mom?”

“hm.. uncle bukan hanya menyukainya tapi uncle sangat mencintainya..”

Hana tersenyum mendengarnya membuat Siwon gemas dan mencubit kedua pipinya,  membuat keduanya lantas tertawa bersamaan.
Yoona hanya memandang diam hana dan siwon sebelum akhirnya ia juga ikut tersenyum melihatnya.

“Let’s go hana ya, we playing again..”

Siwon menggandeng tangan hana dan mengajaknya kembali menikmati wahana permainan yang ada disana.

Sementara Sooyoung dan victoria mengajak Yoona untuk mengobrol, sambil sesekali melihat hana yang sepertinya tak merasakan lelah dan terus saja bermain dengan riangnya.

“Kenapa tadi kau mengajak hana menghampiri aku dan siwon?”

Sooyoung dan Victoria langsung tertawa mendengar pertanyaan Yoona..

“Kau tak tahu anak mu terus merengek mencarimu..”

jawab Vic sekenanya..

“hmm…Vic benar, lagipula memangnya kita tahu akan ada adegan romance seperti drama yang tadi kami lihat..”

Sooyoung tersenyum melihat kedua pipi Yoona yang langsung bersemu merah dibuatnya.

“itu salah mu,vmengapa tadi berciuman di tempat umum. kalian jadi tontonan gratis tadi..”

Sooyoung dan victoria kembali tertawa menggoda Yoona..

“anio.. itu bukan salahku, Siwon yang menciumku tadi..”

“dan kau menikmatinya bukan..”

“aishh…Sooyoung!! sudahlah jangan membahasnya lagi..”

Yoona sudah tak bisa lagi meladeni ledekan sooyoung padanya. Dan merasa malu untuk kembali membahasnya ..

“Owh… Yoona apa tadi kau benar-benar marah melihatku mencium Siwon oppa?”

Yoona langsung terdiam mendengar pertanyaan dari Victoria..

“Sorry Yoong, aku tak bermaksud membuatmu marah. Sooyoung yang memintaku untuk melakukan nya..”

Vic merasa tak enak hati pada Yoona setelah apa yang di lakukannya tadi.

“aigoo.. Vic, kau tak seharusnya meminta maaf pada Yoona. dia harusnya berterimakasih pada kita karna rencana kita dia bisa mengungkapkan isi hatinya pada Siwon oppa, benarkan yoong?”

“rencana? Rencana apa maksudmu Soo?”

“Rencana untuk menyatukan lagi kalian berdua.. terutama kau yang keras kepala tak mau mengakui perasaan mu sendiri..”

“jadi kalian berdua yang merencanakan nya?”

“ani..aniy…bukan hanya kita berdua.. Yuri dan Sica juga terlibat..”

“ne.. Sooyoung benar Yoong. Yuri dan Sica juga membantu kita,hmm…sorry,makan malam ku dan Siwon itu cuma rekayasa..”

Vic tersenyum mengatakan lagi satu kebohongan nya pada Yoona ..

“aishh…seharusnya aku tahu kalian membohongiku, apa Siwon juga tahu hal ini?”

“aniyo…oppa tak tahu apa-apa. Dia justru sempat marah tadi.

“gara-gara ulah kalian aku tak tidur semalaman..”

Sooyoung langsung tertawa keras mendengar pengakuan Yoona..

“Kurasa siwon oppa harus tahu hal ini. Kau benar-benar lucu Yoong..”

“apanya yang lucu?? Awas saja kalau kau berani mengatakan ini pada siwon, Aku takkan memaafkan mu..”

“pasti oppa akan senang mendengar nya, aku akan mengatakan nya nanti..”

Sooyoung tetap tak memperdulikan ucapan Yoona. Ia justru tertawa senang karna berhasil menggoda Yoona dengan ucapannya.

>>>>>

Setelah lelah karna seharian bermain, hana langsung tertidur pulas didalam kamarnya. Untungnya Yoona sudah sempat memandikan nya terlebih dulu begitu mereka sampai dirumah tadi.

“Hanna sudah tidur..?”

tanya siwon setelah melihat Yoona keluar dan menutup pintu kamar Hana. Yoona hanya mengangguk sebagai jawaban..

“aku akan ambilkan minum untuk mu..”

Yoona ingin berjalan kearah dapurnya, namun siwon mencegah nya..

“tidak usah, duduk lah disini bersamaku..”

Siwon langsung menarik tangan Yoona agar duduk disampingnya. Yoona tak bisa menolak karna Siwon langsung memeluk pinggangnya erat begitu ia berada didekatnya..

“aku sangat merindukan ini..”

ucap siwon tersenyum manis pada Yoona.

“aku tak tahu kata apa yang tepat untuk kukatakan padamu saat ini..”

“kau tak perlu mengatakan nya.. karna aku bisa merasakan itu walaupun kau tak mengatakannya padaku..”

kini giliran Yoona yang memberikan senyuman nya pada siwon, ia juga melingkarkan kedua tangan nya untuk memeluk Siwon.

“Yoong apa kau mau tinggal lagi bersamaku?”

“tinggal bersama?? tapi aku….”

Siwon coba menatap lekat wajah cantiknya, mata indahnya kini juga intens menatap kearahnya. Siwon mencoba meyakinkan nya dengan tatapan matanya yang juga seakan memohon agar Yoona mau untuk menerima permintaan nya. Kembali tinggal bersama Yoona memanglah menjadi suatu hak yang selalu Siwon tunggu sejak keduanya terpisah sangat lama.

“kau mau kan Yoong..?”

“tapi Siwon, aku…”

“tapi apa Yoong? kau kenapa? kalau ini soal Hana, kau tak perlu khawatir karna aku bisa menerimanya. Percayalah.. Aku juga menyayangi Hana sepertimu. Tak ada yang salah jika kita tinggal bersama lagi. Kau masih sah sebagai istriku dan aku suamimu, kita masih terikat pernikahan..”

“bukan begitu maksudku, tapi aku… aku hanya perlu meminta ijin pada appa terlebih dulu..”

Siwon sedikit takb mengerti dengan apa sebenarnya maksud ucapan Yoona.
Ijin seperti apa yang ia maksud untuk kembali bersamanya.

“appa masih belum bisa memaafkan mu, dan dia melarangku menemuimu saat aku kembali ke Korea, mianhae…”

“appa belum memaafkanku?”

Yoona mengangguk..

“Ya.. aku bisa menerima semua itu benar. aku sadar tak mudah memang untuk memaafkan kesalahan besarku. kebodohan ku dimasa lalu yang membuat semua jadi seperti ini..”

Yoona meraih tangan Siwon dan menggenggamnya.

“aku akan berusaha meyakinkah appa agar menerimamu.. karna aku sudah melupakan semua itu”

Yoona juga lantas memberikan pelukan erat yang sungguh membuat Siwon merasa sangat bahagia dengan itu.
Setelah mendengar perkataan Yoona barusan, semakin menyadarkan Siwon bahwa cinta diantara keduanya tak pernah pupus walaupun sudah terpisah cukup lama.

Meski sebenarnya pada saat itu masih ada yang dirasakan oleh Siwon tengah mengganjal di hatinya mengenai siapa sebenarnya ayah dari Hana. namun Ia tak mau mengungkapkan hal itu yang justru hanya akan merusak kebahagiaan mereka kini ..

“ku mohon bersabarlah sampai aku berhasil meyakinkan appa..”

“aku akan menunggu untuk itu,gomawoyo…”

Hingga kini Siwon terus menatapnya semakin dalam dan dari dalam hatinya, jujur itulah yang membuatnya tak akan bisa lepas dari sosok Yoona. Pesona yang dimilikinya sungguh bisa membuat Siwon  terbuai untuk selalu menjadikan Yoona sebagai miliknya seutuhnya.

Yoona sendiri tahu dan mengerti bahwa perasaan yang Ia rasakan sekarang, saat bersama dengan Siwon adalah sebuah Cinta dan kerinduan yang selalu dipendamnya dan bahkan enggan untuk Ia ungkapkan.

Tapi kini semua itu sudah bisa kembali Ia ungkapkan dan meyakininya sebagai  hal tepat yang memang harus Ia lakukan.

Siwon kembali menatap kedalam manik matanya yang langsung bisa membuat jantungnya bekerja dua kali lipat. Dan ketika Siwon kemudian mendekatkan wajahnya, Ia bisa merasakan hembusan nafasnya yang menyentuh lembut permukaan kulit wajahnya.

Yoona perlahan memejamkan kedua matanya, setelah merasakan bibirnya yang kini mulai menyentuh lembut permukaan bibir bawahnya.

Menyambut yang dilakukan Siwon padanya, Yoona lantas mengalungkan kedua tangan nya yang bebas pada lehernya. saat Siwon semakin dalam menciumnya dengan menarik tubuhnya lebih dekat padanya, Yoona kian menikmati ciuman hangatnya dibibirnya. Namun tiba-tiba ketika Yoona terus terbuai, Siwon justru melepaskan ciuman nya dan kembali menatap kearah matanya. Yoona membalas tatapan itu dengan tatapan tak rela mengakhiri ciuman keduanya.

“Wae..?”

“bisakah aku mendengar kau memanggil ku yeobo, seperti dulu?”

Mendengar pertanyaan yang Siwon katakan mendadak membuat lidahnya kelu. kata itu sungguh terasa sangat asing untuk  Yoona saat itu.

Namun Yoona bisa melihat Siwon yang justru tersenyum geli melihatnya..
     
“ada yang salah?”

“hmm…aniyo aku hanya tak bisa mengatakan itu sekarang..”

“waeyo?”

“Hana, karna hana pasti akan bertanya macam-macam lagi padaku jika aku memanggil mu seperti itu. Bukankah kau tahu bagaimana tadi dia menanyakan tentang ciuman kita? aku tak mau dia berpikir sesuatu yang sesungguhnya belum bisa dia mengerti..”

Sesaat Siwon kembali hanya tersenyum mendengar jawaban Yoona, sampai kemudian Ia justru semakin mempersempit jarak diantara keduanya.

“bukankah Hana sudah tidur? Dia takkan mendengar mu memanggil ku yeobo saat ini..”

Yoona merasakan lagi sentuhan lembut di bibirnya dari Siwon yang kini semakin mempermainkan bibirnya. Menyesap, mengulumnya dengan ahli hingga memasukkan lidahnya untuk  menguasai setiap inci rongga mulut Yoona.

Setelahnya Siwon kembali melepas ciuman nya untuk kemudian berbisik lembut di telinganya..

“hanya malam ini, kumohon.. aku ingin mendengarnya darimu yeobo..”

Yoona akhirnya tersenyum  mendengar bisikan Siwon padanya. Dan perlahan Yoona menggerakkan bibirnya untuk memenuhi keinginan Siwon dengan memanggil nya sesuai panggilan yang diinginkannya saat itu.

“yeobo…kau puas? Aku sudah melakukan nya!”

“bisa kau ulangi lagi..?”

“Yeobo…”

Siwon benar-benar tersenyum senang saat mendengar Yoona mengatakan itu padanya sekali lagi. Hingga tanpa ragu Ia lantas melumat bibir merah muda itu dan mencumbui lehernya dengan gigitan-gigitan yang membuat desahan lolos dari bibir Yoon.
Ia tahu malam itu apa yang akan kembali terjadi pada mereka dan Yoona menikmati itu..

Namun sesaat kemudian Yoona tersadar jika tempat itu bukanlah menjadi tempat yang tepat untuk keduanya melakukan percintaannya. Maka kemudian Yoona sedikit mendorong tubuh Siwon, agar dia berhenti melakukan aktifitas pada lehernya saat itu.

“Wae?”

Siwon nampak tak suka dengan apa yang dilakukan oleh Yoona..

“kita tak bisa melakukan nya disini..”

Bangun dan berdiri dari sofa yang diduduki, Yoona kemudian berjalan masuk kedalam kamarnya. Ia tahu pasti jika Siwon mengerti dengan apa yang Ia maksud. Dan mengikuti langkah Yoona masuk kedalam kamarnya.

Ketika Siwon melangkah memasuki kamarnya dan tersenyum menatap pada Yoona yang mulai melepaskan pakaian ditubuhnya, Dia langsung mengunci rapat pintu dibelakangnya dan dengan cepat bergerak mendekati Yoona.

“Kau begitu cantik, yeobo..”

Yoona merona mendengarnya dan bisa memastikan dirinya akan membiarkan Siwon kembali merajai tubuhnya.

“Dan aku milikmu, Siwon..”

Siwon mengerang ketika merasakan Yoona mengalungkan kedua tangan pada lehernya, Menggesekkan dada telanjangnya ketika bibirnya mulai menempel untuk memulai ciumannya.

>>>>>

Sesibuk apa pun Tn.Im di Paris, Ia selalu menyempatkan diri untuk memantau keadaan Yoona dan juga Hanna dari seseorang yang ia percayai untuk mengawasinya.

“apa benar yang kau katakan?”

Tn.Im langsung menunjukkan raut  keterkejutan diwajahnya ketika mendengar kabar yang ia dapatkqn dari seseorang melalui sambungan telpon saat itu..

“Tolong awasi terus mereka, Aku belum bisa kembali lagi ke Korea saat ini. Laporkan padaku segera setelah kau yakin kebenaran nya..”

Tn.Im langsung menutup telpon dan mengeluarkan nafas beratnya mendengar kabar tentang Yoona..

“apa yang ada dalam pikiran mu Yoong? Mengapa kau berbohong pada appa…??”

>>>>>

Seperti pagi di hari sebelum nya, Yoona selalu sibuk di dapurnya. Ia menyiapkan sarapan dan juga bekal makan siang yang akan dibawa hana kesekolah.

Ditambah dengan pagi itu, Siwon yang berada dirumahnya membutnya lebih sibuk dari biasanya. Yoona bahkan sengaja bangun lebih awal untuk menyiapkan beberapa menu sarapan yang disukai Siwon, seperti hal nya yang dulu biasa ia lakukan..

“pagi..yeobo..”

Yoona cukup terkejut mendengar Siwon yang memanggilnya seperti itu. Baru saja ia ingin berbalik namun siwon sudah lebih dulu memberikan pelukannya, mendekapnya dari belakang.

“kau tak menyapaku, yeobo..?”

“Siwon, jangan memanggil ku seperti itu. Bukankah aku sudah mengatakan aku tak mau hana mendengarnya..”

“Kau pikir Hana akan mengerti dengan artinya?”

“Dia akan langsung bertanya bila ada yang tak dimengerti..”

“tapi tak ada hana disini, dia belum bangun kan?”

Perlahan Yoona memegang tangan Siwon yang melingkari pinggangnya, berusaha melonggarkan pelukannya untuk kemudian berbalik menatapnya..

“Iya, tapi kalau…”

Belum sempat Yoona meneruskan ucapan nya Siwon sudah langsung memberikan kecupan bibirnya..

“morning kiss untukmu yeobo, aku sangat merindukan ini. Kau tak merindukan nya?”

Yoona hanya tersenyum mendengar ucapan Siwon, tanpa menjawabnya ia kemudian meneruskan kegiatan memasaknya lagi, namun Siwon masih kembali memeluk nya dari belakang.

“Siwon.. jangan seperti ini, nanti hana melihat kita..”

tak ada jawaban dari Siwon, Ia justru mengeratkan pelukan nya..

“Hana sebentar lagi bangun, aku harus menyelesaikan ini terlebih dulu..”

“apa kau mau ikut aku ke Jepang?”

Siwon jelas sedang mengabaikan ucapan Yoona..

“Jepang? untuk apa kita kesana?”

“kita temui appa dan umma disana.. mereka pasti senang melihatmu kembali..”

Sesaat Yoona hanya membeku dan langsung menghentikan aktifitasnya. Namun ia melepaskan pelukan Siwon dan kemudian berbalik menatapnya..

“aku belum siap bertemu mereka,mianhae..”

“Kenapa?”

“apa mereka masih mau menerimaku?”

“tentu saja mereka akan menerimamu.. mengapa Kau khawatir tentang itu..?”

“tapi bukankah appa dan umma sempat berniat menjodohkan mu dengan Victorya?”

“itu semua karna aku yang salah,tapi itu tak sampai terjadi karna mereka tahu aku sangat mencintaimu..”

“bukan hanya itu yang ku takutkan”

“maksudmu?”

“apa mereka takkan marah padaku karna dulu aku pergi meninggalkan mu  disaat kau koma..”

Siwon sedikit heran mendengar ucapan Yoona. Yang ia tahu ia belum pernah mengatakan apa yang terjadi pada dirinya setelah kecelakaan itu.

“darimana kau mengetahui nya, Yoong?”

“aku tahu semua dari Yuri. Dia yang mengatakan nya padaku. Jeongmal mianhaeyo.. aku sungguh tak tahu keadaan mu waktu itu. Andai saja aku…”

“ssttt…sudahlah”

Meletakkan satu telunjuk diatas bibir Yoona untuk menghentikan apa yang ingin dikatakannya, Siwon lantas meraih dan menggenggam erat kedua tangan Yoona.

“semua itu sudah berlalu, aku bisa bertahan karna aku yakin bisa kembali bersamamu. dan itu terbukti bukan..”

Siwon tersenyum pada Yoona yang masih saja terdiam karna perasaan bersalah dalam hatinya.

“sudahlah sayang.. aku baik-baik saja sekarang. kau tak perlu deperti ini. Jangan justru merasa bersalah padaku, karna kesalahan ku jauh lebih besar bila dibandingkan dengan apa yang kau lakukan padaku..”

“jangan berkata seperti itu,aku benar-benar sudah melupakan nya, dari pikiranku hatiku dan juga hidupku. Semua yang sudah kau lakukan dan berikan untukku telah menghapuskan kesalahan itu…”

Yoona sudah ingin meneteskan airmatanya namun Siwon segera menangkup wajahnya agar bertatapan dengannya..

“aku tak ingin melihatmu menangis, sayang..”

Yoona kemudian tersenyum dan memeluk Siwon.
Baru saja ketika Siwon ingin mengeratkan pelukan nya, Yoona justru segera mendorong nya mundur saat melihat Hana yang tengah berjalan kearah mereka..

“mommy where are you? Mom..”

Siwon hanya tersenyum setelah menyadari jika ternyata Yoona melakukan itu karna kehadiran Hana ..

“mommy disini sayang..”

“Owh mom… uncle Siwon, good morning”

“good morning dear.. tidur nyenyak semalam?”

Hana mengangguk..

Siwon kemudian berjalan menghampiri hana dan membantunya untuk duduk,sementara Yoona menyiapkan segelas susu untuk hana.

>>>

Sebelum mengantarkan Hana ke sekolah, Yoona meminta siwon terlebih dulu mengantarnya karna ada janji dengan seseorang di butik nya.

“annyeong..”

sapa Yoona dengan senyum cerahnya pada Yuri dan sica begitu ia masuk kedalam butik miliknya.

“Oh, chukkaeyo Yoong..”

Yuri dan Sica langsung menyambut Yoona dengan pelukan dari keduanya.

“ada apa ini? Aku tak berulang tahun hari ini..”

“chukkae kau akhirnya kembali pada Siwon oppa.. wajahmu berseri-seri hari ini..”

Ucap Yuri menggodanya..

“ne, kami sudah mendengarnya… jadi kapan kau akan mengenal kan nya padaku? aku melihatnya tadi mengantarmu.. dia sangat tampan Yoong..”

Sica tanpa basa-basi memberi pujian pada Siwon,  karna ia memang belum pernah berkenalan dengan siwon secara langsung selama ini. ia hanya mendengar nama nya dari cerita Yoona maupun Yuri dan juga Sooyoung.

Yoona hanya menanggapi itu dengan senyum dibibirnya..

“nanti aku akan mengenalkan nya padamu, Sica.. Oh ya, kalian sengaja melakukan ini padaku kan?”

“aku tak mengerti apa maksudmu Yoong?”
Yuri berkilah..

“aishh…kalian berdua ikut membantu Sooyoung dan Vic dengan rencana mereka untuk membuatku cemburu kan?”

Yuri dan Sica hanya bisa terkikir mendengarnya..

“hmm… apa kau juga sudah mengatakan pada Siwon oppa jika Hana adalah anak nya?”

“belum..”

” wae? Kenapa kau tak mengatakan nya?”

“aku hanya ingin menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan nya..”

“Kapan waktu yang tepat itu? Waktu yang tepat adalah sekarang, Yoona.. saat kalian telah kembali bersama..”

belum selesai dengan obrolan nya bersama Yuri dan Sica, namun harus terhenti ketika ponsel yang berada di dalam tas milik Yoona berdering..

“sebentar, aku akan angkat dulu..”

Yoona melihat nama yang tertera pada layar ponselnya yang ternyata dari Tn. Im, appa nya menghubunginya..

“yoboseyo appa..”

“yoboseyo Yoong, kau dimana?”

“aku di butik, waeyo?”

“ani…appa hanya ingin tahu, bagaimana keadaanmu dan Hana disana?”

“Kami baik-baik saja, appa..”

“Dan kau masih ingat dengan pesan appa kan?”

“Appa..”

Yoona terdiam..

“Jangan temui Siwon, Yoong..”

“Appa aku..”

Yoona terdiam, masih bingung apakah dirinya bisa mengatakan pada appa nya sekarang, yang jelas-jelas masih menperingatkannya dan melarangnya keras untuk tidak bertemu dengan Siwon.

“Yoongie ya..  kau masih disitu?”

Karna merasa Yoona terlalu lama diam, Tn.Im lantas kembali menegurnya ..

“Sepertinya ada yang ingin kau katakan pada appa? Katakanlah..”

“hmm…appa aku”

Yoona menggigit bibir bawahnya..

“waeyo Yoong?”

“aku..hmm”

Oh Tuhan..
Yoona mengerang dari dalam hatinya.
Bagaimana kemudian cara untuk mengatakannya pada sang appa?
Dan apakah appa nya akan mau merima semua keputusannya untuk kembali bersama Siwon..
Bagaimana bila appa nya kekeh menolak..

“katakanlah apa yang ingin kau katakan pada appa.. appa akan mendengarkan mu..”

“hmm…aniyo appa aku hanya merindukan appa. Appa baik-baik saja kan disana?”

“ne…appa juga merindukan kau dan Hana. dan kau tak perlu khawatir, Appa baik disini. Tetaplah fokus pada butik mu ,dan ingat pesan appa, Yoong”

Tn.Im kembali memperingatkan..

“ne…appa, aku tahu..”

Yoona menutup ponsel ditangannya setelah mengakhiri panggilan telpon dari sang appa.

Ia memang ingat dengan semua pesan appa nya.
Tapi ia juga merasa tak akan sangguo untuk bisa membohongi hatinya. Ia tak bisa  untuk tidak memperdulikan Siwon yang jelas-jelas berada di hadapan nya. Dan nyata-nyata telah menyadarkan dirinya, bahwa Ia tak bisa lagi kehilangan nya.

Sudah cukup lama waktu yang terbuang sia-sia yang membuatnya tak bisa bersama dengan Siwon. Kali ini Yoona bertekad tak mau merasakan lagi rasanya sakit di hatinya lantaran tak bisa bersama dengan pria itu, seseorang yang sungguh sangat mencintai nya..

“bagaimana appa mu Yoong.. dia baik-baik aaja?”

Sica lebih dulu bertanya setelah melihat Yoona yang hanya terdiam usai menutup ponselnya dan mengakhiri pembucaraannya dengan sang appa.

Dengan tersenyum kearah Sica, Ia lantas menjawab..

“hmm.. Appa baik-baik saja disana..”

“Syukurlah.. aku turut senang mendengarnya. kapan paman akan kembali ke Korea?”

“entahlah Yul..appa tak mengatakan mengenai hal itu”

Tak selang berapa lama, Yoona melihat pintu butiknya yang terbuka. Awalnya Ia mengira jika client yang sedang ditunggu olehnya, yang datang  saat itu. Tapi ternyata bukan, melainkan Sooyoung dan Victoria, keduanya yang berjalan masuk menghampirinya dan juga Yuri serta Jessica.

“annyeong..”

keduanya langsung tersenyum kearah semuanya, dan Yoona langsung menduga mereka berdua pasti berniat untuk menggodanya.

“aigoo…kenapa Yoongie hari ini terlihat lebih cantik, aku jadi iri.Apa sesuatu telah terjadi padanya semalam?”

Well..
benar saja yang Ia duga,Sooyoung mengedikkan mata saat langsung menyerang dengan kata-katanya yang kemudian disambut dengan tawa terkikik dari Yuri dan Sica.

“aishh…berhenti berkata semaumu Soo..!!”

“Uh, tapi benarkan Yoong yang kukatakan..? karna semalam aku tak melihat Siwon oppa pulang kerumah. kalian pasti bersama kan??”

Yoona lantas memukul lengan nya pelan. Sooyoung memang tak pernah berubah untuk selalu bisa membuat Yoona kehabisan kata-kata.

“ne…ne Yoong, wajahmu semerah tomat.. aku tahu, aku takkan menggodamu lagi..”

“itu lebih baik..”
Yoona mencibir sebelum kemudian melanjutkan..

“Oya.. kenapa pagi-pagi kalian berdua sudah datang?”

“hmm…aku ingin berpamitan pada kalian karna hari ini aku akan pulang ke Paris ..”

ucap Victoria yang sebenarnya mereka tak cukup terkejut mendengarnya, karna memang dia tinggal disana selama ini.hanya saja mereka tentu merasa kehilangan kebersamaan singkat bersama dengan Victoria.

“aku pasti akan merindukan mu Vic..”

Sica yang pertama langsung memberikan pelukan untuknya..

“ne… Sica benar, walaupun aku baru mengenal mu.. aku juga akan merindukan mu..”

“me too Yuri ah, kau teman yang baik”

Victoria memang menjadi salah satu teman yang menyenangkan selama mereka mengenalnya. Yoona menyadari hal itu karna selama keduanya berteman  tak pernah sekalipun terjadi pertengkaran diantara keduanya.
“Yoong aku pergi ya.. maaf jika aku membuatmu salah paham..”

Yoona juga memberikan pelukan untuknya. Ia tahu bahwa Vic melakukan itu bertujuan untuk kebaikannya.

“thank you..  Kau justru membantu ku. Kalau ada waktu, kembalilah kemari..”

“of course, aku pasti akan merindukan kalian semua. Tapi sekarang, I miss my boyfriend.. untuk itu aku ingin pulang..”

Vic tersenyum malu-malu..

“benarkah?”

“tentu saja, sudah lama aku tak bertemu dengan nya..”

“dan kurasa kalian bertiga juga harus mencari kekasih agar tak terus menggangguku..”

Yoona tiba-tiba saja melontarkan kalumat itu pada Yuri Sica dan juga Sooyoung pastinya. Namun mereka hanya tertawa mendengar perkataannya.

Hingga pada akhirnya mereka harus melepas Victoria kembali ke Paris. Dan entah berapa lama mereka akan kembali bersua.
 
>>>

Tak dirasa jika sudah selama satu bulan kebersamaan Siwon dan Yoona berjalan. Kini Siwon bahkan lebih sering berada dirumah Yoona daripada pulang kerumah nya sendiri yang Ia tinggali bersama dengan Sooyoung.

hal itu yang kemudian membuat Hana senang, karna merasa kehadiran Siwon bisa untuk mengobati kesepian nya saat berada dirumah hanya bersama dengan mommy nya.

Hana juga kini lebih dekat dengan Sooyoung walaupun Yoona sampai saat itu belum juga mengatakan yang sebenarnya tentang Hana.
ia juga melarang Yuri dan Sica untuk mengatakan yang sebenarnya karna ia sendiri yang akan mengatakan semuanya ..

Yoona berjalan membuka pintu rumahnya sesaat setelah mendengar bell berbunyi ..

“kau sudah pulang?”

ternyata Siwon yang malam itu pulang kerumah nya, dan tanpa menjawab pertanyaan Yoona, Siwon langsung menghambur memeluk tubuhnya.

“Aishh…kau selalu seperti ini..”

“Biarkan seperti ini.. aku lelah dan hanya dengan memelukmu aku bisa menghilangkan kelelahan ku. Kau menyerap semua itu dariku..”

Yoona tersenyum mendengar ucapan Siwon yang terus selalu bisa membuat hatinya berbunga..
“mandilah…aku akan siapkan makan malam untuk kita”

“dimana hana?”

“Yuri dan Sooyoung mengajaknya berbelanja,Hana sangat antusias untuk itu.. kurasa mungkin sebentar lagi mereka akan mengantarnya pulang”

“hmm…baiklah aku akan mandi dulu”

Siwon terlebih dulu meninggalkan kecupan dibibir Yoona sebelum berjalan masuk ke kamar Yoona untuk mandi, setelah sebelum nya ia juga membuka jas yang sedari tadi ia kenakan kemudian meletak kan nya disofa.

Setelah Siwon masuk ke kamarnya, Yoona segera menghangat kan makanan untuk makan malam mereka.

Ditengah kesibukannya saat berada didapur, Yoona merdengar lagi bell rumahnya berbunyi, yang lantad Ia pun segera melangkahkan kakinya untuk membukakan pintu..

“Hana ya, kau sudah pulang, mommy..?”

cukup terkejut melihat bahwa ternyata bukan Hana yang pada saat itu datang, Yoona langsung menghentikan ucapan nya, raut wajahnya berubah seketika..

“appa…!!”

Tn.Im justru tersenyum karna merasa telah berhasil mengejutkan Yoona. Ia langsung masuk kedalam rumah dengan sedikit tak mengindahkan keterkejutan Yoona saat itu..

“dimana Hana? Appa sangat merindukan nya..”

Tn.im melihat-lihat keadaan rumah yang ditempati Yoona, dan Yoona pun segera mengikutinya dari belakang. Mendadak merasa takut jika appanya tiba-tiba masuk kekamarnya dan menemukan Siwon berada disana. Ia tak dapat membayangkan akan seperti apa yang nantinya  terjadi..

“Yoongie ya.. dimana Hana?”

“Ohh…Hana, emm.. Hana pergi dengan Yuri, appa..”

“Yuri..?”

“ne..Yuri, apakah appa lupa dengan Yuri?”

“aniyo.. appa masih ingat dia sahabatmu sejak dulu..”

Tn.im kembali melangkahkan kakinya, kali ini menuju dapur,.dan dapat melihat banyaknya makanan yang telah tertata diatas meja makan.

“apa akan ada seseorang yang datang? Kenapa kau menyiapkan makanan sebanyak ini?”

“ahh.. aniyo,aku hanya menyiapkan ini untuk makan malam bersama Hana.. dan Yuri mungkin mau bergabung dengan kami nanti..”

Yoona menggigit bibir bawahnya, menghalau kegugupan dalam nada suaranya.

“Bukankah kau baru saja mengatakan jika Hana pergi?”

“Owh…ne, maksudku nanti setelah hana pulang..aku memang sengaja menyiapkan nya lebih dulu”

Yoona tak tahu apakah alasan yang ia berikan menimbulkan kecurigaan atau  tidak pada appa nya.
Tn.im pun terlihat tak mau memperpanjang pertanyaan nya. Ia justru beralih kearah sofa yang biasa di gunakan untuk menonton televisi.

Yoona kembali mengikuti appa nya, matanya menatap jas milik Siwon yang tergeletak diatasnya. ingin rasanya segera mengambil dan menyingkirkan nya dari sana, namun Tn.Im lebih dulu melihat dan mengambilnya..

“Yoong, jas siapa ini? Bukankah ini jas pria?”

Yoona segera mengambil jas itu dari tangan appa nya..

“Owh.. ini milik… ”

“apa kau tinggal dengan seseorang?”

“ani…ani appa,aku tak tinggal dengan seseorang. Aku hanya bersama Hana dirumah..”

Yoona tak bisa mengelak dari kepanukannya sendiri..

“benarkah? Lalu itu milik siapa? Kenapa ada disini..?”

Yoona kebingungan menjawab pertanyaan appa nya, entah apa yang bisa untuk Ia katakan saat itu..

“Yoong…kau mendengar appa?”

“Oh, ne..appa, Jas ini milik pelanggan dibutik ini hanya contoh yang akan aku buat..”

“bukankah kau hanya membuat pakaian wanita? Apa tidak tahu jika sekarang kau juga mengerjakan pakaian untuk para pria..”

“hm.. tidak seperti itu, ini karna dia pelanggan setiaku.. jadi aku bersedia membuatkannya untuk suaminya..”

“Oh…appa mengerti..”

Yoona langsung menarik napas lega setelah mendengarnya..

“appa.. tunggulah disini, aku akan menyimpan ini lebih dulu..”

Setelah melihat appa nya tersenyu dan mengangguk, Yoona segera melangkah masuk kekamarnya untuk menyimpan jas milik Siwon..

“Oh..Yoong, Kau sudah selesai menyiapkan makan malam nya?”

Siwon yang baru keluar dari dalam kamar mandi langsung memeluk Yoona dari belakang saat melihat Yoona berada di depan lemari pakaiannya 

Yoona yang terkejut segera melepaskan pelukan Diwon dari tubuhnya, kemudin berbalik menghadapnya..

“Siwon, dengarkan aku..”

“hm.. waeyo?”

“appa ada di depan..”

Yoona mengantisipasi bagaimana kemudian Siwon bereaksi atas apa yang disampaikannya..

“MWO.. maksudmu appa datang?”

“ssttt…pelankan suaramu, appa bisa mendengarmu nanti. aishh…apa yang harus aku lakukan? Kenapa kau sembarangan meletak kan jas mu..”

“Jas?”

“ne..appa melihatnya tadi..”

“lalu apa yang kau katakan? Apa kau mengatakan itu milikku?”

“tentu saja tidak.. sudahlah aku sudah mengatasinya tadi. Sekarang sebaiknya kau pakai pakaian mu dan nanti setelah aku dan appa pergi..  kau harus langsung pergi dari sini..”

“kau mau kemana?”

“aku ingin mengajak appa untuk menjemput hana..”

Yoona ingin berjalan keluar namun Siwon menahan pergelangan tangan nya.

“biarkan aku menemui appa, yoong..?”

“Siwon…”

“aku akan meminta maaf dan juga memohon agar appa mengijinkan kita bersama..”

“Siwon… ini bukan waktu yang tepat! Biar nanti aku yang mengatakan semuanya tapi nanti setelah waktunya tepat. Appa baru saja datang.. ini akan sangat mengejutkan untuknya mengetahui kita kembali bersama..”

“tapi Yoong, bagaimana selanjutnya dengan kita?”

“sementara kita rahasiakan ini dari appa..”

“lalu bagaimana kita bisa bertemu kalau seperti ini?”

“Siwon.. nanti kita bicarakan lagi,aku harus menemui appa. Aku tak mau appa mencurigai melihatku terlalu lama di kamar..”

“Yoong…”

“kali ini saja, biar aku yang akan menyelesaikan nya. Aku akan pergi mengajak appa, tolong telpon Yuri dan katakan aku yang akan menjemput Hana..”

Yoona segera mengambil pakaian hangat dari dalam lemari pakaiaannya, kemudian keluar meninggalkan Siwon  sendiri di dalam kamar nya.

“aishh.. apa yang akan terjadi Yoong? haruskah kita backstreet dari appa? Aigoo…Ini sangat konyol, kita masih suami istri kenapa harus seperti ini?”

Siwon menggerutu dan sedikit terbayang apa yang nantinya akan terjadi pad hubungannya dengan Yoona, setelah kedatangan Tn.Im. salah satunya pasti ia akan sulit untuk bertemu dengan Yoona. Kalau pun bertemu pasti harus tanpa sepengetahuan Tn.Im..

Dan setelah menutup rapat pintu kamarnya, Yoona langsung menghampiri appa nya..

“appa, ayo.. temani aku menjemput Hana”

“Kemana kau akan menjemputnya?”

“di apartmen Yuri, palli appa…”

“tapi appa lelah Yoong. Aku akan menunggu dan beristirahat disini. Kau saja yang menjemput Hana,appa tunggu disini saja..”

“Ahh…appa, aku masih ingin mengobrol. Apa appa tak merindukan ku?”

Yoona meraih tangan Tn.Im kemudian memintanya berdiri dan mengikutinya.

“kajja appa… Hana pasti senang melihat appa datang .”

“ne baiklah…”

Yoona langsung merangkul Tn.Im dan keduanya kemudian keluar dari dalam rumah,  bersama.
Sampai di depan halaman rumah Yoona , Tn.im baru tersadar jika dirinya melihat  sebuah mobil yang terparkir di sebelah mobil milik Yoona.

“Yoona…ini mobilmu?”

“bukan, appa..”

“lalu kenapa bisa berada disini? Mobil siapa ini?”

Lagi-lagi Yoona tak memikirkan jawaban yang terucap dari bibirnya yang justru membuat Tn.im mungkin telah mencurigainya.

“tunggu Yoong…sepertinya appa pernah melihatnya sebelumnya,bukankah ini mobil….”

Tn.Im terus memperhatikan mobil di hadapan nya. Ucapannya pada Yoona membuat Yoona was-was memikirkan kemungkinan appanya sedang menaruh curiga terhadap mobil milik Siwon.

“hmm…kurasa aku semakin tua,mengapa susah sekali mengingatnya..”

“aigoo…appa, kajja..”

Yoona kembali bisa merasa lega karna appanya tak mengetahui jika itu sebenarnya adalah mobil milik siwon. Ia kemudian segera membawa Tn.Im untuk masuk ke dalam mobilnya.

“aishh…appa baru ingat mobil itu seperti milik…”

“MWO…milik siapa appa?”

Yoona langsung terkejut mendengar ucapan Tn.Im,mungkinkah memang appanya tahu pemilik mobil itu.

“kenapa kau terkejut seperti itu?”

“Owh…ani anio appa..”

Yoona menyadari reaksinya terlalu berlebihan tadi..

“mobil itu seperti milik teman appa di Paris. Jenis dan warna nya sama persis. kalau bukan milikmu lalu kenapa ada dirumahmu, Yoong?”

Yoona kini benar-benar lega ternyata appa nya tak tahu kalau mobil itu adalah milik Siwon. Ia kemudian justru tersenyum mengingat kepanikan nya tadi. seharusnya ia sudah mengira tadi,  karna tak mungkin appanya mengetahui itu adalah mobil Siwon karna itu mobil baru milik Siwon, dan bukanlah mobil yang dulu sering di pakai oleh Siwon.

“waeyo Yoong?”

“ani appa.. itu hanya mobil teman ku. Aku memakainya karna mobil ku mogok kemarin, aku sudah menyuruh orang untuk mengantarkan nya malam ini pada pemiliknya…palli appa Hana pasti sudah menunggu”

Tn.im hanya mengangguk paham kemudian mengikuti langkah Yoona masuk kedalam mobilnya.

“Sebaiknya kau menukar mobilmu ini dengan yang lebih bagus..”

“Ya.. itu juga yang disarankan Hana padaku..”

“Oh.. appa sudah tak sabar untuk bertemu gadis kecil itu..”

Yoona tersenyum saat kemudian melajukan mobilnya..

>>>

Yuri sudah membawa Hana ke apartemen nya, dan juga meminta Sooyoung untuk segera meninggal kan Hana agar bersama nya sesuai dengan apa yang telah di katakan Siwon yang menghubunginya tadi, yang juga sama dengan pesan dari Yoona yang masuk ke dalam inbox ponsel nya. Meski Yuri juga masih merasa bingung ada apakah sebenarnya..

“Yuri imo, kenapa aunty cantik pulang?”

“hmm… aunty Sooyoung ada janji dengan seseorang, jadi harus segera menemuinya..”

“Oh..really, tapi Hana masih ingin bermain dengan aunty cantik”

“main nya bisa dengan imo saja, Okey..!”

“Ok…imo, apa Hana boleh menginap malam ini? Hana juga ingin eskrim..”

“Oh, sayang sekali Hana ya…mommy Yoona akan segera datang menjemput mu”

“hmm…baiklah, I know imo”

Yuri kemudian mengeluarkan beberapa boneka miliknya agar Hana tak merasa bosan, juga mengambilkan satu cup eskrim dari dalam kulkas untuk Hana selama dia menunggu Yoona datang.

Hingga kemudian tak berapa lama bel apartemen nya berbunyi, segera Yuri membuka pintu nya..

“Yoona, ada apa sebe….”

Yuri langsung menghentikan kalimatnya saat melihat ternyata Yoona datang bersama  dengan Tn.Im.
Segera Yuri membungkuk dan memberi salam ..

“Oh paman…bagaimana kabarnya?”

“Aku baik Yuri ah,  bagaimana dengan mu?”

“aku juga baik paman..”

“kau masih sendiri? Kapan kau akan menikah?”

Yuri hanya tersenyum mendengar pertanyaan Tn.im dan langsung mengajak Yoona dan Tn.im untuk masuk kedalam aparment nya ..

“dimana hana, Yul?”

“dia sedang bermain boneka dikamar ku, masuklah..”

Yoona kemudian berjalan kearah kamar Yuri dan membuka pintunya. Ia tersenyum melihat Hana dengan berbagai boneka milik Yuri yang mngelilinginya di atas tempat tidur.

“hello hana ya, are you happy?”

“Owh…mommy!!”

Hana langsung turun dari tempat tidur kemudian berlari kearah Yoona dan memeluknya.

“mommy…I miss you mom”

“miss you too dear, Oh ya, ada juga yang sangat merindukan mu..”

“siapa mom?”

“ayo ikut mommy..”

Dengan menggandeng tangan Hana, Yoona membawa gadis kecilnya untuk  menghampiri Tn.im yang masih berada di ruang tamu bersama Yuri.

“grandpa..!!”

Hana langsung berseru dan berlari memeluk Tn.Im ..

“miss you grandpa.. Hana really really miss you..”

Tn.Im tersenyum melihat tingkah hana yang kini berada dalam pelukannya. Ia juga sangat merindukan Hana yang selalu bertingkah manja padanya ..

“miss you too dear, Hana ya, apa kau senang di Korea?”

“yes…hana sangat senang disini”

“really? Apa hana tak mau kembali ke Paris?”

“no..!! Hana mau tetap disini”

Dengan pasti hana mengatakan menolak kembali ke Paris tempat kelahiran nya.

“why? Paris juga indah bukan?”

“tapi Hana lebih suka disini, karna ada uncle..”

“uncle..? Siapa dia?”

“uncle tidak ada di Paris.. Dia sangat baik.. uncle sering mengajak Hana bermain dan juga memberi Hana banyak hadiah…dia uncle…”

“Hana ya, let’s go home dear.. ini sudah terlalu malam”

Yoona segera saja menghentikan ucapan Hana, karna Ia tahu jika Hana pasti akan bercerita lebih banyak tentang Siwon pada appa nya.
Sepertinya kini yang harus ia jaga adalah bagaimana agar hana tidak mengatakan hal apapun tentang Siwon pada appa nya dan juga memberi penjelasan pada Hana soal ini ..

>>>

Masih seperti pagi sebelum nya, Yoona kini juga terlihat berada di dapur saat pagi hari itu.
Hari itu memang hari minggu,Hana juga libur sekolah tapi ada Appa nya yang kini berada dirumahnya, dan sedang tidur bersama dengan Hana. Maka ia harus menyiapkan sarapan untuk appa nya.

Baru saja ia berniat untuk menumis bawang, namun kemudian ia urungkan dan justru segera berlari kearah kamar mandi karna mrndadak merasakan perutnya yang bergolak, terasa mual setelah mencium aroma bawang didapurnya..

“aishh…kenapa perutku jadi mual begini..”

Gumamnya sambil kembali melangkah kedapur..

“waeyo Yoong?”

“Oh, appa sudah bangun?”

“ada apa dengan mu? Kau sakit?”

“aniyo…appa, aku hanya sedikit mual. mungkin karna semalam aku tak makan..”

“kau yakin tak ada yang serius?”

“ne…appa jangan khawatir aku hanya….tunggu sebentar appa..”

Tiba-tiba saja Yoona teringat dan menyadari sesuatu. Karna itu ia kemudian meninggalkan Tn.Im disana, dan segera berlari masuk ke kamar nya untuk memastikan sesuatu itu yang seakan dikhawatirkan olehnya.

Yoona lantas mengambil sebuah kalender meja dari dalam laci meja rias yang berada dikamarnya. Jemarinya kemudian menelusuri dengan seksama setiap angka yang tertera disana dan setelah menemukannya Ia langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan, terkejut.

“Oh…god mengapa jadi seperti ini? Kenapa harus sekarang? Otthokae….!!”

Sekali lagi Ia melusuri tiap angka pada kalender yang berada ditangannya. memastikan bahwa tak mungkin secepat itu dan berharap menemukan kesalahan disana. Namun hasilnya nihil. Berapa kalipun Ia mencermati hasilnya tetaplah sama. Menunjukkan bahwa sudah satu minggu lebih Ia terlambat mendapatkan datang bulan.

“ani…ani ini baru satu minggu aku telat..  tak mungkin aku hamil”

Meletakkan lagi kalender di dalam laci, kemudian berjalan untuk keluar, namun sebelum Ia sempat membuka pintu, Yoona justru tertahan oleh pikirannya sendiri..

“aigoo…kalau aku benar hamil lalu apa yang harus kulakukan? bagaimana aku mengatakan nya pada appa? Aishh…Im Yoona kenapa bisa ceroboh sekali,kenapa tak pernah terpikir jika aku bisa hamil lagi saat berhubungan dengan Siwon..”

Benar-benar ceroboh..
itulah yang kemudian terus Ia maki-kan pada dirinya sendiri. Ia seharusnya lebih berhati-hati dan sadar jika hal itu sangat bisa terjadi. Dan menyesalkan kenapa Ia tak menggunakan pengendali kehamilan sebebumnya.

“kalau benar aku hamil bagaimana dengan siwon? Aishh…dia bahkan belum tahu Hana anaknya..”

Yoona menarik napas panjang dan mendesah..

Ia harus lebih dulu tenang, baru kemudian memastikan  kecurigaan kehamilannya sendiri, sebelum mengatakan pada Siwon, jika dirinya benar telah kembali hamil..

Kembali kedapur, Yoona menghampiri appa nya yang sedang duduk di meja makan. Tn.Im kini tak sendirian karna ternyata Hana juga sudah terbangun dari tidurnya.

“good morning dear..”

Yoona membelai lembut rambut Hana, kemudian mencium pipi putri kecilnya yang masih terlihat mengantuk.

“aigoo…anak mommy masih mengantuk? Hanna ya, kita mandi dulu ne..”

Yoona membantu Hana yang terlihat malas untuk turun dari kursi, kemudian menuntun putri kecilnya  kearah kamar mandi.
Tn.Im hanya tersenyum melihat putri dan juga cucu satu-satunya itu bersama.

>>>

“Yoongie ya.. bagaimana kalau kau kembali kerumah appa yang dulu? Rumah ini ternyata terlalu kecil untuk kalian? Dan Appa juga ingin selalu bersama kalian.. ”

Tn.Im mengawali pembicaraan saat Yoona dan Hana kini telah duduk untuk menikmati sarapan bersama ..

“maksud appa kita tinggal dirumah yang dulu?”

“ne…appa sudah menyuruh orang membersihkan nya, kau bisa langsung pindah kesana..”

“tapi appa, aku…”

Yoona menahan kalimatnya karna tak yakin apa ia bisa untul mengatakan nya saat itu.

“Kenapa Yoong? Hana pasti suka disana?”

“anio appa… hanya saja aku sudah merasa nyaman disini? Bukankah appa akan kembali ke Paris?”

“ne…apa akan ke Paris setelah appa menyelesaikan semua urusan disini. Jadi appa harap kau dan Hana bisa menemani appa selama berada disini..”

Yoona masih terdiam mendengar permintaan Tn.Im.  Ia berpikiran akan sangat susah bertemu dengan Siwon jika dirinya tinggal bersama appa nya.
Namun ia juga tak tega membiarkan appa nya tinggal sendirian.
Ia tak mungkin bisa membiarkan keegoisan nya melakukan hal semacam itu..

“kau mau kan Yoong?

Yoona hanya menjawab dengan anggukan kemudian tersenyum pada Tn.Im..

“Hana ya.. kita tinggal dirumah grandpa ne..”

“Owh…Hana mau grandpa? Apa rumahnya besar seperti di Paris?”
“yes…kau bisa berenang setiap hari seperti waktu di Paris..”

“sure..!”

“of course…grandpa tidak bohong”

“Hana mau grandpa.. kapan kita pindah kesana mom?”

Hana beralih menatap Yoona yang berada disampingnya ..

“hmm…nanti setelah kita bereskan barang disini, kita pindah ke rumah grandpa”

“Appa akan menyuruh orang untuk melakukannya..”

Yoona tersenyum kemudian meminta hana kembali meneruskan sarapan nya yang masih tersisa.

>>>

“Mom.. aunty cantik menelpon!”

Hana berseru dan berlari sambil membawa ponsel milik Yoona, kemudian menghampirinya yang saat itu sedang membereskan meja makan setelah mereka menyelesaikan sarapan.

“ini mom ponselnya..”

“gomawo dear..”

Hana kembali menghampiri Tn.Im yang tadi menemaninya untuk bermain dan juga menyaksikan beberapa tayangan di televisi.

“yoboseyo..”

Sapa Yoona menjawab ponselnya setelah ponsel itu berada ditangan nya..

“Oh,  Sooyoung.. ada apa?”

“Yoong.. bisakah Kau datang kesini? Siwon oppa.. dia sedang sakit.”

Apa yang dikatakan Sooyoung dari seberang telpon dari nada suaranya terdengar cemas

“MWO…Siwon sakit?”

Yoona berusaha mengecilkan suaranya dan menahan keterkejutan nya agar tak di dengar oleh Tn.Im ..

“ne, aku kesana sekarang..”

Segera menutup ponsel kemudian melepas celemek yang sedari tadi ia kenakan, Yoona langsung berjalan masuk kekamar nya untuk mengambil kunci mobil dan membawa serta tas tangan nya.

“Appa, titip Hanna sebentar ne..aku ada urusan diluar”

“kau mau kemana Yoong?”

“aku…hmm aku akan bertemu seseorang dibutik. nanti aku jelaskan lagi.. Hana ya, mommy pergi sebentar ne! Kau dirumah bersama grandpa..”

“OK mom..!”

dengan terburu Yoona langsung berjalan keluar rumah menuju mobil nya dan dengan cepat telah melajukannya.

>>>

Dengan segala kecemasannya pada Siwon, Yoona berjalan masuk ke dalam rumah yang dulu sempat ia tinggal kan begitu saja, karna rasa sakit hati yang lebih menguasainya.

Kini setelah sekian lama akhirnya ia menginjakkan lagi kedua kakinya disana..

“Yoong, kau sudah datang..”

Sapa Sooyoung yang melihat Yoona ragu untuk melangkah masuk..

“kajja masuk, oppa ada dikamar kalian..”

Senyum jahil Sooyoung pada Yoona dan langsung menarik tangan Yoona agar mengikutinya naik ke lantai dua kamar Siwon..

“masuklah, Oppa di dalam..”

“kenapa tidak dibawa ke dokter?”

“Siwon Oppa tak mau Yoong,lagipula tadi dokter sudah kemari memeriksanya..”

Yoona perlahan masuk kekamar,ia sempat tertegun melihat semua yang berada didalam nya tak berubah dan masih sama seperti dulu, ketika Ia pergi. Foto-foto pernikahan nya pun masih setia menghiasi dinding, maupun beberapa yang terletak diatas meja.

Matanya kemudian menatap kearah tempat tidur, dimana saat itu Siwon sedangtertidur dengan selimut tebal di tubuhnya..

“Si won…”

Yoona berjalan mendekat..

Mendengar suaranya, Siwon langsung membuka selimut yang menutupi tubuhnya kemudian melihat Yoona yang berjalan menghampirinya ..

“Yoong..”

“kau tak apa-apa?”

Yoona langsung duduk di pinggir tempat tidur disamping Siwon..

“kenapa tak kerumah sakit saja..”

Tangan Yoona kini menempel di kening Siwon mencoba mencari tahu suhu tubuhnya..

“kau demam, Siwon..”

Siwon hanya tersenyum dan lantas meraih tangan Yoona ..

“gwechana… tadi dokter sudah datang memeriksaku,mendekatlah..”

Tangan Siwon meraih tubuh Yoona agar berada disampingnya yang kini duduk dan bersandar di atas tempat tidur..

“Darimana kau tahu aku sedang sakit?”

“Sooyoung menelpon ku..”

“Aishh…anak itu, aku sudah melarangnya memberitahu mu”

“waeyo? Kenapa aku tak boleh tahu? Aku justru akan marah jika tak diberitahu keadaanmu..”   

Yoona langsung memeluk pinggang Siwon erat dan hal yang sama juga dilakukan Siwon pada Yoona..

“kenapa semalam kau tak bilang jika kau tak enak badan?”

“bukankah ada appa? Aku jadi tak mau mengatakan nya padamu..”

“ne.. kau benar, aku yang salah.. seharusnya aku tahu saat kau pulang dan langsung memeluk ku, itu terasa lain.. kau pasti sudah merasa tak enak badan..”

Siwon tersenyum dan langsung mencubit hidung Yoona..

“kau memang pintar..”

“Aishh…aku bukan anak kecil seperti Hana, jadi jangan suka mencubitku..”

“makanya jangan suka menyalahkan dirimu sendiri, aku tak suka..”

Yoona kemudian melepaskan pelukan nya di tubuh Siwon..

“Kau pasti terlalu lelah di kantor,sekarang tidurlah aku akan keluar..”

Yoona menggeser duduknya dan berniat turun dari atas tempat tidur. Tapi dengan segera Siwon meraih pinggangnya agar tetap berada disamping nya..

“siapa bilang kau boleh keluar? Aniy, aku tak mengijinkan mu..”

“tapi kau harus istirahat agar demam nya turun, arasso..”

“ne.. Tapi aku mau kau tetap disini menemaniku..”

“Aigoo…mengapa kau jauh lebih manja daripada Hana?”

“itu karna kau tak pernah memanjakan ku..”

Lagi-lagi Siwon memberikan cubitan pada hidung Yoona yang lantas membuat semburat kemerahan di kedua pipinya semakin jelas terlihat ..

“Si won…auu sakit. kalau kau masih mencubit ku lagi aku akan keluar dan me…”

Belum selesai Yoona menyelesaikan kalimat nya, Siwon yang sedari tadi terus menatap nya lekat justru lebih duly membungkam bibirnya,dengan memberikan ciuman mendalam yang tak diduga oleh Yoona ..

“kalau kau berani keluar aku akan lakukan yang lebih padamu..”

“Apa yang bisa kau lakukan? Kau sedang demam.. kau takkan memiliki cukup tenaga..”

“Apa itu berarti kau sedang menantangku..!!”

Siwon menyeringai..
Dan langsung membuat Yoona menggeleng dengan cepat.

Siwon tersenyum penuh kemenangan pada Yoona, dan kemudian meletakkan kepalanya di pangkuan Yoona..

“Huhh…sakit pun kau masih bisa mempermain kan ku..”

Hanya senyuman yang ditunjukkan Siwon menanggapi ucapan dari Yoona. Ia memejamkan kedua matanya merasakan saat Yoona perlahan mengusap-usap rambutnya dan juga menelusuri lekuk wajahnya.

Siwon sangat menikmati sentuhan lembut tangan Yoona di setiap inci kulit wajahnya..

“aku akan pindah dan tinggal lagi bersama appa untuk beberapa waktu..”

Ucapan singkat dari bibir Yoona sukses membuat Siwon terkejut dan langsung membuka kedua matanya..

“kau serius?”

Anggukan kepala dari Yoona membuat Siwon langsung bergerak bangun dari pangkuannya ..

“lalu bagaimana dengan kita? Bagaimana aku bisa bertemu dengan mu dan Hana?”

“sementara kita tak bisa sering bertemu, mianhae..”

“karna itu Yoong.. biarkan aku bertemu dengan appa dan bicara padanya..”

“ne..aku mengerti maksudmu, tapi tidak sekarang..! Mengertilah..”

Yoona tetap kekeh pqda keputusannya..

Ia kemudian turun dari tempat tidur dan beralih memandang foto pernikahan nya dan Siwon yang masih terpasang indah di dinding kamar. Posisinya bahkan tak bergeser sama sekali. Kedua matanya juga intens memperhatikan semua benda yang ada di dalam kamar itu,  yang dulu juga menjadi kamarnya..

“kenapa semuanya masih sama seperti dulu?”

Siwon yang mengerti maksud ucapan Yoona langsung beralih dari tempat tidur dan mendekat kearah Yoona berdiri. Dirangkulnya pinggang ramping Yoona dengan tangan kanan nya..

“Karna aku tak mau kehilangan setiap sentuhan tanganmu di kamar  kita..”

Haru itulah yang kini dirasakan oleh Yoona karna ucapan Siwon yang begitu dalam menyentuh hatinya..

“gomawoyo..”

Pelukan erat diberikan Yoona ditubuh Siwon sebagai rasa terimakasih karna rasa cinta yang diberikan untuknya sungguh sangat luar biasa mendalam. Hal yang selama ini tak pernah ia sangka..

“hmm…tunggu disini aku punya sesuatu untukmu..”

“Siwon.. kau harus istirahat..!”

ucapan Yoona tak lagi dihiraukan Siwon. Ia berjalan membuka lemari, kemudian mengambil sebuah kotak kecil dari dalam sebuah laci yang berada di dalam nya ..

“ini milikmu..”

“apa ini?”

“bukalah..”

dengan perlahan Yoona membuka kotak kecil pemberian Siwon itu, dan segera tetesan airmata membasahi kedua pipinya ketika melihat benda yang tak asing baginya telah ada didalam nya ..

Sebuah cincin pernikahan miliknya yang dulu sempat ia lempar begitu saja di hadapan Siwon, kini kembali berada ditangan nya ..

“Si won..”

“aku sangat ingin melihatmu memakainya lagi..”

Yoona menghambur ke dalam pelukan Siwon, menyesali dan menyadari semua waktu yang terbuang sia-sia hanya karna rasa benci yang dulu membutakan hatinya.

“jeongmal mianhaeyo…”

Siwon mengusap lembut rambut Yoona yang kini menangis dalam dekapan nya ..

“jangan meminta maaf untuk hal yang sama sekali bukan kesalahan mu”

“tapi aku memang salah..”

“ssttt… Jangan katakan apapun lagi, pakailah..”

Sejenak Yoona terpaku menatap pada Siwon yang berniat memasangkan cincin di jarinya. Ingin rasanya ia menerimanya namun waktu dirasanya tak tepat pada saat itu..

“tapi bagaimana kalau…”

Yoona menarik tangan nya dari genggaman tangan siwon..

“waeyo Yoong?”

“Siwon.. aku tak bisa memakainya sekarang , mianhae..”

“karna appa?”

Yoona mengangguk..

“ne.. tapi percayalah padaku, aku juga sangat ingin memakainya kembali..”

Yoona mengambil dan meletakkan lagi cincin nya dalam tempat semula kemudian mengembalikan nya pada Siwon..

“kau simpan saja, aku akan memintanya darimu nanti..”

“aniyo…ini milikmu, jadi kau yang harus menyimpan nya”

“hm… baiklah.. akan kusimpan dan pasti aku akan bisa memakainya nanti, gomawoyo..”

Yoona kembali memeluk Siwon yang tentu saja menyambut antusias dan berlaku hal yang sama terhadapnya..

“tidurlah sebentar, aku akan buatkan bubur untuk mu. nanti kubangun kan..”

Siwon mengangguk mengiyakan dn tersenyum melepas Yoona yang mulai melangkah keluar dari kamarnya.

>>>

“apa yang kau lakukan Yoong?”

Tanya sooyoung yang kemudian juga menghampiri, saat melihat Yoona sibuk di dapur rumahnya..

“Ahh…aku hanya membuat bubur untuk Siwon. ”

“Owh…! Sini aku bantu..”

Sooyoung mendekat kesisi Yoona yang sedang menyiapkan bahan memasak nya ..

“kenapa kau tak mengajak Hana kemari?”

“ada appa dirumah..”

“MWO…jadi benar, paman Im datang?”

Yoona mengangguk..

“lalu bagaimana dengan mu dan Siwon Oppa? kalian tetap bersama kan?”

“Ya.. tapi sepertinya aku tak bisa sering bertemu Siwon, karna aku akan pindah kerumah appa..”

“aigoo…apa itu berarti kalian akan berpisah lagi?”

“bukan seperti itu hanya saja…”

Ucapan yoona terhenti saat tiba-tiba ia merasakan lagi mual di perutnya ketika mencium aroma bawang yang menguar ketika Sooyoung mulai memotong-motong nya.

“Kenapa Yoong?”

tanya Sooyoung sedikit bingung saat melihat Yoona menutup mulutnya, dan hanya menggeleng sebagai jawaban. Sedetik berikutnya Yoona sudah langsung berlari kearah wastafle..

“Oh, Yoona.. apa kau sakit?”

Segera sooyoung mengikuti, menghampirinya dan membantu menepuk-nepuk bagian punggungnya ..

“kau kenapa Yoong? Oppa.. Siwon Oppa.. bisakah kau kemari..!!”

Teriak Sooyoung memanggil Siwon yang berada didalam kamarnya..

“Oppa..!! Siwon oppa palli..”

Teriakan Sooyoung makin keras karna Yoona tak juga berhenti memuntahkan apa yang bergolak didalam perutnya, walaupun hanya saliva yang keluar tetap saja hal itu membuat Sooyoung merasa panik ..

“gwechana Soo..aku hanya sedikit mual tadi..”

“Ada apq Sooyoungie..?”

Siwon berjalan menuruni tangga kamarnya dan segera menghampiri Sooyoung dan Yoona..

“Yoona muntah-muntah Oppa.. kurasa dia juga sedang sakit, tapi tetap datang kemari..”

“Ya Tuhan.. sayang, kau sakit?”

Siwon kemudian merangkul pundak Yoona dan menyentuh keningnya..

“sudah kubilang jangan menghubungi Yoona tadi.. kenapa kau tetap menghubunginya..”

“mianhae oppa, aku kan juga tak tahu jika Yoona sedang sakit..”

Sooyoung membela dirinya dari omelan Siwon..

“Si won.. sudahlah aku tidak…”

Yoona langsung menyingkirkan lengan Siwon dari pundaknya,perutnya kini semakin terasa mual ..

“Astaga.. Kau harus ke dokter jika seperti ini..”

Kepanikan terlihat diwajah Siwon,  sambil terus menepuk-nepuk bahu Yoona agar ia mudah memuntahkan saliva nya ..

“Iya Yoona.. aku akan mengantarmu”

“anio… Sooyoung, tidak perlu..”

“kau tak usah menolak Yoong.. aku takut kau kenapa-napa”

“ne.. Sooyoung benar sayang..aku juga akan ikut mengantarmu”

“ani.. ani kau masih demam, kau istirahat saja.

“tapi Yoong?”

“aku tak mau pergi ke dokter, jika kau ikut. Aku tidak apa-apa.. kau yang sedang sakit..”

“baiklah aku tidak akan ikut.. tapi kau harus tetap pergi dengan Sooyoung, aku takut jika melihatmu sakit..”

Yoona tersenyum..

“jangan khawatir..  aku baik-baik saja..”

Tak berapa lama kemudian, Sooyoung sudah siap dengan mobilnya untuk mengantar Yoona..

“telpon aku jika sesuatu terjadi, arra..!”

pesan Siwon pada Sooyoung. .

“arra, arraso Oppa.. aku akan segera menghubungimu.”

Sooyoung segera menutup kaca mobil dan langsung melajukan mobilnya ..

>>>

Hana sudah mulai jenuh lantaran terlalu lama di tinggal oleh Yoona. Berkali-kali ia mencoba menghubungi sang mommy, namun tak ada jawaban dari ponsel Yoona yang ternyata masih berada di dalam tas tangannya yang Ia tinggalkan dikamar Siwon..

“grandpa.. kenapa mommy lama sekali..”

“mungkin mommy belum selesai sayang.. sabarlah..”

“lalu kenapa ponselnya tidak diangkat? Mommy kemana..”

Hanna memberengut kesal..

“hmm.. kalau mommy sedang meeting dengan pelanggan, tak bisa menjawab telpon Hana ya..granpa juga seperti itu..”

“really?”

“yes dear..”

“Huhh… jika ada uncle disini, pasti Hanna tak kesepian..”

Hana terus cemberut dan bergumam sendiri sambil memainkan boneka ditangan nya..
Apa yang dicelotehkan Hana cukup menarik perhatian Tn.Im, pasalnya sudah beberapa kalu ia mendengar gadis kecil itu menyebutam tentang uncle..
Siapakah uncle yang Hanna maksud?

“uncle? Hana ya, siapa uncle yang kau maksud?”

“Uh.. Uncle yang selalu datang menemui Hana dan mpmmy, grandpa .. why?”

“Jadi uncle itu selalu datang menemui kalian?”

“tentu saja, uncle bilang.. uncle with mommy Yoona sedang dating”

“MWO…dating??”

Hanna mengangguk dengan yakin dan antusias..

“siapa nama uncle itu?”

“emm.. Uncle Siwon”

Jawab Hana dengan senyum diwajah nya, ia tak menyadari raut wajah Tn.Im yang berubah seketika ..

“uncle siwon sangat baik grandpa, dia selalu memberi Hanna hadiah..”

“appa sudah tau ini terjadi Yoong,appa tak percaya kau bisa berbohong hanya demi Siwon..”

Tn.Im menggeram kesal..

“why grandpa?”

“Owh… aniyo dear”

>>>

Di tengah perjalanan ke rumah sakit, Yoona tiba-tiba meminta Sooyoung untuk menghentikan laju mobilnya..

“wae Yoong?”

“aku  tak apa-apa Soo, tak perlu kerumah sakit..”

“Ishh.. kau ini, aniyo kita tetap akan pergi. Jangan menahan rasa sakit mu atau..”

“anio…aku serius, kita tak usah kerumah sakit sekarang..”

“maksudmu?”

“antarkan aku ke apotik dulu, ada yang ingin ku beli..”

“kau ingin membeli apa ke apotik? Dirumah sakit dokter akan memberikan obat yang tepat untukmu..”

“aku harus memastikan sesuatu terlebih dulu..”

Sooyoung mengernyit bingung..

“aku semakin tak mengerti maksud mu, Yoona..”

“aku tahu apa yang terjadi pada diriku.. aku tidak sakit. Hanya..emm.. kurasa aku Hamil..”

“MWO…kau hamil??”

“mungkin.?”

Terkejut namun juga bahagia itu tergambar jelas dari raut wajah Sooyoung saat mendengar kata-kata yang terucap langsung dari bibir Yoona..

“Wah…chukkaeyo Yoongie..”

Sooyoung memberikan pelukan nya di tubuh Yoona sebagai seorang sahabat dan juga adik ipar tentunya. Ia senang bila akhirnya akan mempunyai keponakan. Ia sudah menantikannya lama..

“aku masih belum yakin Soo..”

Yoona melepas pelukan Sooyoung kemudian beralih menatapnya ..

“aku perlu memastikan nya terlebih dulu, ini hanya dugaan ku saja..”

“kalau begitu untuk apa ke apotik, memang sebaiknya kita ke dokter biar semuanya pasti tanpa ada keraguan..”

Sooyoung bersemangat..

“tapi Soo..”

“sudahlah.. kau menurut saja”

Sooyoung kembali memacu mobilnya dan menambah kecepatan tidak seperti sebelum nya, tujuan utama mereka adalah rumah sakit dan tak lama hanya butuh tak sampai dua puluh menit perjalanan keduanya tiba di salah satu rumah sakit elit di kota Seoul itu..

“palli Yoong..”

Sooyoung sudah melepas sabuk pengaman nya berniat keluar dari dalam mobil namun Yoona justru terlihat seperti sedang kebingungan..

“Ada apalagi Yoona..?”

“Aigoo Soo…apa tadi aku tak membawa tas ku?”

“ne..sepertinya begitu”

“Ahh…aku ingat tadi meninggal kan nya di kamar Siwon, otthokae…”

“wae…?”

“Ponsel ku ada didalam nya, dan aku ingin menghubungi Hana, dia pasti kesal karna aku sudah pergi terlalu lama..”

“Oh karna itu.. pakai ponsel ku saja”

Sooyoung mengambil ponsel dari dalam tasnya kemudian menyerahkan nya pada Yoona

“gomawo Sooyoungie..”

Yoona kemudian menekan beberapa digit nomor telpon rumahnya, menunggu beberapa saat sebelum akhirnya ada suara yang menjawabnya ..

“hallo…”

Terdengar suara kecil yang sudah akrab di telinga Yoona ..

“hello Hana ya..”

“Oh…mommy, where are you mom?”

“sorry dear mommy harus bertemu dengan seseorang..”

“who? Apa uncle Siwon? Hana juga mau bertemu uncle mom,kenapa mommy tak mengajak Hana! Are you dating again?”

Pertanyaan-pertanyaan dari Hana membuat kedua sudut bibir Yoona tertarik, ia tersenyum simpul mendengar ucapan penuh tanya dari sang putri..

“Ahh.. kau merindukan uncle Siwon, Hana ya?”

“of course mom…hmm…mommy, can I meet unc…”

Suara hana terhenti dan membuat Yoona bingung ada apa dengan Hana ..

“hello…Hana ya, kau masih disitu?”

tak ada jawaban dari suara Hana yang tentu membuat Yoona bertambah bingung ..

“Hana ya..hello..Hana kau dengar mommy, sayang..?”

“appa mendengarmu, Yoong..”

“appa…”

Raut wajah Yoona pucat seketika saat mendengar Tn.Im lah yang kini berada di sambungan telpon rumahnya dan bukan lagi Hana ..

Rupanya Tn.Im langsung meminta telpon itu dari hana setelah mendengar Hana menyebutkan nama Siwon tadi ..

“pulanglah sekarang.. atau appa yang akan menjemputmu dirumah Siwon..!!”

“ap..paa aku..”

“appa sudah tahu semuanya.. kau tak perlu lagi membohongi appa, cepatlah pulang kita harus bicara..!”

Ponsel milik Sooyoung yang tadi berada ditangan Yoona, kini jatuh begitu saja, membuat Sooyoung yang masih berada di samping Yoona mampak heran melihatnya .

“kita pulang saja Soo..”

“Mwo…waeyo? Kau bilang ingin memastikan semuanya. Lalu kenapa…”

“Kurasa aku terlalu berlebihan tadi, kita pulang saja..”

“Yoona..! ada apa dengan mu?”

“Anio aku hanya merasa kurang yakin, mungkin beberapa hari lagi jika memang tak mendapatkan datang bulan, aku pasti akan kembali kesini..”

“tapi Yoong..”

“Ayolah Soo, aku kasian pada Hana dirumah..”

Sooyoung kembali memasang sabuk pengaman nya dan melajukan mobilnya menjauh dari area rumah sakit ..

“Sooyoungie..”

“ne..wae?”

“tolong jangan katakan apapun pada Siwon, aku tak mau memberi taunya sebelum semuanya pasti..”

“arrasso…tapi kau harus janji? cepatlah periksa ke dokter. ”

“hmm…aku tahu”

Setelah tiba didepan rumah Siwon untuk mengambil mobil miliknya, Yoona turun dari mobil Sooyoung dan melangkah masuk kedalam rumah dengan di ikuti Sooyoung ..

Yoona menaiki tangga menuju kamar Siwon untuk mengambil tas  dan juga kunci mobilnya..

Ia membuka pintu perlahan agar tak mengejutkan Siwon. Benar saja Siwon sedang tertidur dengan selimut tebal yang menutupi tubuhnya ..

Perlahan Yoona mendekat pada Siwon, terlebih dulu Ia ingin memastikan apakah demamnya sudah turun. Di tempelkan nya bahu tangannya pada dahi Siwon untuk merasakan suhu tubuhnya ..

“sudah turun, syukurlah..”

Yoona ingin beralih mengambil tasnya namun tangan Siwon tiba-tiba meraih pergelangan  tangan nya ..

“kau sudah pulang? Apa kata dokter??”

Siwon hendak bangun dari tidurnya namun Yoona mencegahnya ..

“aku tidak apa-apa, kau tidurlah saja.. aku harus pulang karna Hana sudah kesal aku pergi terlalu lama..”

“ne.. pulanglah, terimakasih kau telah datang..”

Yoona menunjukan senyuman manisnya dan juga memberikan ciuman lembut dipipi Siwon sebelum pergi ..

“saranghae..”

“nado saranghaeyo Yoona.. berhati-hati lah dijalan dan sampaikan salam rinduku pada Hana..”

“ne…”

>>>

Yoona mempercepat langkah kakinya memasuki rumahnya sendiri. Gelisah, tak dapat ia bayangkan apa yang akan di katakan appa nya setelah mengetahui ia berhubungan lagi dengan Siwon.

“appa..”

Yoona sangat terkejut melihat Tn.Im sudah mengemasi barang-barang miliknya ..

“kenapa appa…?”

“kau pasti taukan kenapa sampai appa melakukan ini?”

“mianhae appa.. tapi aku…”

“kau dan Hana ikut appa sekarang…”

“MWO….appa!!”  

Apa yang harus Ia lakukan kini.. Yoona tak mengerti.
Ia juga bingung darimana harus mulai menjelaskan pada appa nya yang sudah bisa Ia pastikan kemarahanya yang jelas bisa kulihat dari tatapan matanya, hal itulah yang akan diterima olehnya..

“appa sudah mengemasi barang-barang milikmu dan juga Hana, jadi kau tak perlu repot..”

“appa dengarkan aku please…”

“kita pindah kerumah appa sekarang itu keputusan appa.
.”

“appa jebalyo..”

Masih berusaha memohon pengertian dari Tn.Im itulah yang yoona lakukan sekarang. Berharap sang appa bisa untuk lebih memahami perasaannya.

“appa, kumohon maafkanlah Siwon.. aku telah melupakan semuanya. tak bisakah appa menerimanya lagi..?”

“Apa kau sudah tidak waras..!! kenapa kau bisa memaafkan pria brengsek seperti dia! kau tak sadar dia telah menghancurkan hidupmu, Yoona..!!”

“appa salah tentang itu.. apakah appa tak bisa melihat kesuksesan ku sekarang.. masa depanku tidak hancur. aku bahagia sekarang dan itu semua karna Siwon appa..”

“Yoongie..!!”

“appa… mungkin semua memang sudah jalan hidupku aku mengalami hal yang menyakitkan dimasa lalu, aku bisa terima itu karna di balik itu semua Tuhan punya rencana indah untuk ku,appa bisa lihatkan aku bukan lagi Yoona yang lemah seperti dulu,aku bisa membanggakan appa dengan karir ku..”

“tapi appa tetap tak akan mengijinkan mu kembali bersama Siwon. Terlalu sakit hati appa bahkan hanya untuk mendengar kau menyebut namanya apalagi melihatnya kembali bersamamu.. appa pernah bersumpah tak akan pernah memaafkan pria yang telah menghancurkan putriku..”

“appa…semua itu sudah berlalu,jika aku dulu tak melewati peristiwa itu, aku juga tak akan menjadi seperti saat ini..”

“aniyo Yoong, Jangan bodoh dan menerima rayuan pria brengsek itu..!!”

Tn.Im berkeras menentang..

“appa juga mohon padamu, cobalah mengerti kekhawatiran appa padamu..”

Oh Tuhan..
Pada saat itu ingin rasanya Yoona untuk menjerit sekuat-kuatnya.
Sesakit itukah hati appa nya?
Lalu bagaimana dengannya?

Haruskah Ia menentang sang appa dan mempertahankan keegoisannya sendiri.

Oh Tuhan..
Tidak..
Yoona tak akan bisa melakukannya.
Yang bisa Ia lakukan pada saat itu hanyalah berdoa.  Memohon agar Tuhan membukakan pintu maaf di hati sang appa agar bisa kembali menerima Siwon untuk betsamanya.

“Hana ada dikamarnya.. cepatlah ajak dia bersamamu, appa sudah siapkan mobil..”

“waeyo appa? Kenapa appa keras kepala seperti ini?”

“itu karna appa tak mau kau disakiti lagi oleh pria seperti Choi Siwon..!!”

“Tapi appa, sekarang aku…”

“sudahlah Yoongie ya, apa kau mau appa melakukan hal yang lebih dari ini..?”

Yoona tercekat mendengarnya..

“kau mengerti maksud appa?”

“anio appa…”

Sebenarnya Ia mengerti jila sang appa sedang mengultimatum dirinya.

“appa bisa membawamu kembali ke Paris jika kau bersikeras untuk tetap bersama Siwon..!”

Ucapan sang appa menjadi pukulan berat di hatinya. Sungguh Ia tak akan bisa menerima jika appa nya benar-benar akan melakukan itu padanya.

“appa..”

Suaranya lemah memohon..

“appa akan memaksamu menutup butik disini, dan kita kembali ke Paris, atau kebagian  bumi yang lain yang takkan tersentuh.  Kau mau appa melakukan hal sejauh itu..?!”

Apa yang bisa dilakukannya??
Tidak ada..

Yoona  hanya bisa menggeleng memberi jawaban. airmatanya sudah menetes dan itu membuatku tak bisa berkata apapun saat itu.

“kalau kau masih ingin tinggal disini.. menjauhlah dari Siwon. kalau tidak appa benar-benar  akan membawamu ke Paris. Kau taukan hika sebenarnya appa tak suka melihatmu lelah bekerja di butik, lagi pula appa masih bisa mencukupi kebutuhan mu dan Hana.. ”

Dan airmata Yoona memang benar sudah tak bisa Ia bendung lagi.
Pilihannya sulit..
haruskah ia mengorbankan kebahagiaannya demi untuk menjaga perasaan appa nya..

“appa tak pernah bermain-main dengan ucapan yang keluar dari mulut  ku. Kau pasti tahu itu..”

Mungkin saat itu yang bisa Yoona lakukan hanya pasrah dan menuruti keinginan sang appa. Bukan waktu yang tepat untuk melawan keegoisan nya dengan tetap mempertahan kan ego nya sendiri. Yoona sangat berharap akan bisa kembali membujuknya nanti ..

>>>

Sudah satu minggu berlalu sejak kepindahan Yoona di rumah Tn.Im, dan sejak saat itu pula lah Siwon tak bisa bertemu dengan Yoona.

Itu semua karna permintaan Yoona sendiri yang ingin jika semua kembali normal terlebih dulu.
Menunggu sang appa melunak hatinya itulah yang menurut Yoona hal yang terbaik untuk dilakukan.

Tapi tidak dengan Siwon, ia merasa tak bisa menunggu lebih lama lagi. Tn.Im marah karna kesalahan nya dan ia ingin mengembalikan lagi kepercayaan Tn.Im padanya,bertemu dan berbicara langsung dengan Tn.Im itulah rencana yang akan segera ia lakukan.

>>>

Setelah mengantar Hana kesekolah seperti biasa, pagi itu Yoona tak langsung menuju butik tapi ia melajukan mobilnya menuju sebuah rumah sakit yang pernah ia datangi sebelum nya bersama dengan Sooyoung meski ada saat itu tak sampai masuk kedalamnya..

Sudah pasti niatnya adalah untuk memastikan semuanya karna benar sampai saat ini ia tak mengalami datang bulan.

“bagaimana dokter?”

Sang dokter tersenyum sebelum menyerahkan hasil pemeriksaan tes urine pada Yoona ..

“selamat Ny. Anda positif hamil..”

dengan ragu Yoona menerima hasil pemeriksaan dari tangan sang dokter, dan melihat langsung bahwa benar ia hamil saat ini, tertulis jelas disana kata ‘positif’  yang langsung bisa merubah perasaan nya.
Namun kemudian ia merasa  bingung, di saat seperti ini bisakah ia bahagia mengetahuinya atau justru bersedih dengan kenyataan yang ada.

Maka kemudian bibirnya terus menggumamkan doa..

“Oh Tuhan aku mengandung benih cinta dari Choi Siwon.. pria yang sama yang telah menanamkan benih pertama kali dirahim ku..
Inikah petunjuk dari Mu?
Apa mungkin dengan kehamilan ini appa bisa menerima lagi Siwon disampingku?
Ya…aku akan mengatakan ini pada appa, semoga ini memang jawaban atas doa-doa ku.. Bantu aku Tuhan…”

~

~

~

~

~

To Be Continued~

@joongly

 

159 thoughts on “YOU’re MINE [ 6 ]

  1. Ok, yoona balkan lagi kesiwon oppa, tapi belum bisa kasih tau appanya soalnya, bakal marah banget yang sabar ya siwon oppa, dan semoga kehamilan yoona buat appa yoona luluh ya

  2. Yoona hamil lagi…
    Tpi gmana hubungan dia sma siwon krna dilaranh tn. Im
    Semoga tn.im bisa menerima siwon lgi kalo tau yoona hamil…
    Semoga aj ad keajaiban

  3. yeehh ! mommy hamil lagi…
    mudah2an dengan kehamilan mommy yang kedua , hubungan yoonwon kembali seperti 5 tahun yang lalu dan juga tuan im bisa menerima dan memaafkan daddy …
    .
    huuuft keren deh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s