Fanfiction / Uncategorized

YOU’re MINE [ 5 ]

#HAPPY READING~

~

~

~

~

~

~

~

~

~

~

~

Ketukan pada pintu dari luar kamarnya, berkali-kali dan terus menerus yang kemudian
perlahan-lahan membangunkan Yoona dari
tidur lelapnya.

Ia mengerjap, beberapa kali mengerjapkan kedua
matanya berusaha untuk mengumpulkan
penuh kesadaran nya.
Sekilas matanya kemudian menatap seseorang yang berada disebelahnya, di satu tempat tidur
bersamanya.

Pria yang beberapa jam yang lalu telah memberi dan
membuatnya bahagia menikmati sensasi menyengat dari
setiap sentuhan-sentuhan lembut di tubuhnya.

Yah..
Ia ingat..
Tak mungkin terlupa saat semalam ia melakukan keintiman raga bersama dengan Siwon.
Pria yang telah
membawanya kedalam kehangatan yang
selama ini ia rindukan.
Menyatu dengannya tak disadari olehnya menjadi sebuah kebutuhan yang telah lama tak terpenuhi.

Namun kemudian Yoona berada dalam kebingungannya. Entah apa yang bisa dan akan ia lakukan sekarang dan untuk selanjutnya..

“mommy…you don’t wake up?”

Ketukan pada pintu kamarnya
kembali terdengar, diiringi dengan suara hana yang mencoba untuk membangunkannya..

“Mommy…mom..!! You hear me?”

Yoona berusaha turun dari tempat tidur dan mengambil pakaian nya. Semakin menyadari dengan apa yang mungkin akan disebutnya sebagai kegilaan, setelah dikuatkan dengan jejak-jejak perbuatannya dan bukti bahwa Ia telanjang dibawah selimut yang menutupi tubuhnya.

“Mom..!!”

Hana mulai terdengar kesal, Ia menekan-nekan pada knop pintu yang terkunci, yang kemudian membuat Yoona terkesiap dan buru-buru menjawabnya..

“mommy sudah bangun sayang,hana
tunggu mommy di meja makan Ok..!”

“Oh, yes mom..”

Bergerak cepat, Yoona kemudian masuk kedalam
kamar mandi dan keluar setelah
memakai kembali pakaian dan juga
mencuci wajahnya.
Dan melihat siwon
sudah bangun dan kini duduk di atas
tempat tidur sedang menatapnya lekat saat Ia membawa tubuhnya keluar dari dalam kamar mandi.

Siwon masih
hanya mengenakan sebuah handuk putih yang tadi
sengaja di letakkan Yoona di atas
tempat tidur, untuknya.

“hana sudah bangun, aku akan keluar lebih dulu..”

Yoona selangkah berjalan untuk keluar dari kamar nya, namun Siwon berdiri dan menahan
lengan nya..

“bisakah kita kembali seperti dulu?”

Tercenung dengan apa yang Siwon katakan, Yoona terdiam sejenak sebelum
akhirnya bersuara..

“jangan membicarakan hal semacam itu
sekarang.. Aku tak mau membahasnya..”

“tapi Yoong, aku…”

“sebaiknya pakailah pakaian mu,Hana sudah bangun.. aku tak mau jika dia melihatmu seperti ini
didalam kamar ku..”

Yoona memungut pakaian milik siwon yang
masih tergeletak di lantai kamarnya, dan
kemudian meletakkan nya diatas
tempat tidur.
Tanpa sedikitpun melihat kearah
Siwon, ia langsung melangkah keluar untuk selanjutnya
menghampiri hana..

“morning dear..”

Hana masih terlihat mengantuk, ia duduk pada salah satu kursi meja makan  sambil memeluk erat boneka
pemberian siwon yang kini seakan tak pernah lepas darinya.

“morning mom…kenapa mommy telat
bangun? Hana masih harus pergi sekolah kan..”

Hana memandangnya dengan bibir mengerucut..

“sorry dear.. mommy lupa menyalakan
alarm..”

Jawab yoona asal, ia bingung mencari
alasan apa yang tepat yang bisa untuk ia katakan
pada hana.

“Ingin minum segelas susu?”

Hana hanya mengangguk pelan saat kemudian Yoona mencium pipinya dan
tersenyum melihat putri kecil nya. Ia yang
kemudian menyiapkan segelas susu
untuk hana dan juga secangkir coffe.

“good morning hana ya ..”

Siwon yang terluhat sudah merapikan dirinya, berjalan mendekat
menghampiri hana dan juga yoona yang
berada di dapur.

Merasa mengenal suara yang
menyapanya hana lantas menoleh dan terlihat
terkejut bercampur senang ketika melihat siwon
menghampirinya.

“Ohh…uncle siwon.. why uncle is
here?”

Siwon hanya tersenyum mendengar
pertanyaan hana. Ia kemudian duduk pada kursi yang
tepat berada di hadapan hana.

Yoona yang sebelumnya sudah membuatkan
secangkir coffe untuk siwon segera
meletakkan nya di depan siwon.
Ia masih sangat mengingat jika Siwon sangat menyukai meminum
coffe di pagi hari..

“gomawoyo..”

ucap siwon tersenyum menatap Yoona yang terlihat kikuk saat
kemudian Ia mengambil beberapa potong
sandwich yang sudah ia buat..

“makanlah…Hana ya, cepat habiskan
susunya setelah itu kita mandi, sayang..”

Yoona kembali ke dapur berniat untuk menyiapkan
bekal untuk hana di sekolah. Walau tujuan utamanya lebih untuk berusaha
menyibuk kan dirinya sendiri karna
sejujurnya ia terlalu gugup, kikuk ketika harus berhadapan
dengan siwon saat itu.

“why uncle is here? Apa semalam
uncle menginap?”

Hana kembali mengulang pertanyaannya yang sebelumnya..

Dan sedikit ragu siwon kemudian menjawab
pertanyaan hana..

“yes..semalam uncle memang
menginap disini..”

“really?? Tapi dimana tadi uncle tidur? Bukankah tak ada kamar lagi disini?”

“hmm…”

Siwon mengerutkan dahi, bingung untuk menjawab pertanyaan
hana. Ia melirik pada Yoona yang sama hal nya dengan dirinya yang juga terlihat
terkejut mendengarnya.

“hmm… disana.. uncle tidur di sofa dear..”

Siwon menunjuk pada sofa yang biasa digunakan untuk menonton tv..

“owh..”

hana mempoutkan bibirnya lucu, melihat siwon yang  kembali menyesap meminum coffe dari cangkirnya..

“Hana kira uncle tidur dikamar
mommy..”

ucapan hana sontak membuat siwon
tersedak dan hampir saja menjatuhkan sebuah cangkir ditangannya. analisanya yang tepat juga
membuat yoona membelalakkan mata
mendengarnya..

“hm, kenapa tadi  Hana tak melihat uncle
tidur di sofa?”

Lagi-lagi hana mengungkapkan
kebingungan nya pada siwon,tanpa menyadari jika saat itu ia telah berhasil memerahkan wajah kedua orang dewasa itu.

Yoona yang
paham betul akan sifat hana, segera
menghampiri putri kecilnya berniat
mengalihkan pemikiran hana.
Gadis kecilnya tak sewajarnya memiliki pemikiran macam-macam yang belum bisa diserap oleh nalar nya.

“Hana ya…kau tak melihat uncle
karna kau masih mengantuk
tadi, cepatlah ayo kita mandi..”

Yoona menarik hana agar
mengikutinya, dan meninggalkan siwon sendiri dimeja makan yang sepeninggal keduanya justru
tersenyum-senyum mengiang
celotehan hana..

“Anak pintar..”

>>>

Pagi itu Sooyoung dan Victoria terlihat sudah
mendatangi butik milik  Yoona.
Hanya ada
Yuri dan Sica disana dengan beberapa karyawan mereka, karna sepertinya Yoona
belum datang. Dan cukup menguntungkan untuk Sooyoung melakukan pembicaraan tanpa kehadiran Yoona disana..

“annyeong…”

sapa sooyoung dan vic yang tersenyum ramah bersamaan..

“Ohh..sooyoungie, victoria ssi.. kajja
masuklah..”

sambut Yuri antusias..

“kenapa kemarin kalian langsung
pergi? Duduklah ada yang ingin aku
tanyakan..”

“aku sudah tahu apa yang ingin kau tanyakan, karna itu kita datang untuk
menjelaskan semuanya..”

“benarkah, cepat katakan..”

Sooyoung kemudian dengan semangat menggebu menceritakan
semua termasuk rencana nya untuk
kembali menyatukan Siwon dan Yoona
yang tentu saja membuat yuri dan sica
terkejut tak menyangka.

“bagaimana.. kalian setuju kan?”

tanya sooyoung di sela-sela ia yang masih mengungkapkan rencananya untuk menyatukan lagi antara Siwon dan Yoona..

“aigoo…kau yakin akan berhasil?”

“tentu saja.. aku sangat yakin karna
aku tahu Yoona masih mencintai
siwon oppa.. kalian juga pasti mengetahui hal itu kan?”

Yuri dan Sica saling melempar pandang..

“kalau begitu apa yang harus kita
lakukan untuk membantu rencanamu?”

tanya sica yang pada akhirnya juga menyetujui rencana sooyoung yang berniat menggunakan Vic untuk memancing kecemburuan Yoona.

Sooyoung pun langsung menjelaskan
apa saja yang harus Yuri dan Jessica
lakukan untuk turut serta membantunya.

“kapan kita mulai melakukan nya?”

“bagaimana kalau hari ini untuk awalnya, dan juga malam ini..”

***

Karena mobil Yoona yang kemarin ditinggalkan nya
di butik, Siwon lah yang kemudian kembali mengantar Yoona ke butik dan juga
mengantar hana kesekolah nya.

Siwon terlebih dulu mengantar hana kesekolah dengan melajukan mobilnya pada kecepatan rata-rata. Menikmati saat Hana terlihat
sangat senang hari itu. Gadis kecil ity bernyanyi ria
sambil sesekali melontarkan
pertanyaan-pertanyaan polos khas anak
seusianya yang lebih sering sukses membuat Siwon
dan Yoona tertawa mendengarnya. Hal yang lantas
tentu membuat ketegangan
diantara keduanya perlahan mencair.

Pada saat Siwon menghentikan laju mobilnya di
depan pagar sekolah hana,Yoona langsung turun dan membantu hana
memakai tas serta membawa bekal
makan siang nya.

“Ok.. Hana ya, semoga hari ini
menyenangkan sayang..”

ucap yoona seraya memberikan
ciuman lembut di kedua pipi hana..

“Ok… mom”

hana tersenyum dan membalas dengan sebuah pelukan juga
mencium Yoona..

“Ingat pesan mommy.. jangan keluar dari sekolah sebelum
mommy jemput Ok..”

“Sipp mom..”

Siwon kemudian ikut turun dari
mobilnya setelah tadi hanya
memperhatikan percakapan Yoona dan
hana..

“Hana ya…kau tak berpamitan pada
uncle?”

Mendengar hal itu, Hana pun langsung mendekat pada
siwon..

“thank you uncle Siwon, sudah mengantar Hana
kesekolah”

“Ok dear.. belajar dengan baik ya..”

Siwon tersenyum kemudian membelai
lembut rambut hana ketika dia mengangguk mengerti dengan apa yang Siwon pesankan..

“bye uncle.. bye mom..”

Hana melambaikan tangan nya kearah
Yoona dan juga Siwon, Ia tersenyum
manis dan langsung berjalan masuk
ke kelasnya.

Dengan segera Yoona kembali masuk ke dalam mobil,
begitupun dengan siwon yang langsung
melajukan mobil nya yang mengarah pada butik Yoona.

Tidak seperti ketika tadi saat bersama dengan hana yang membuat
mereka berdua bisa tertawa, kini justru hanya
keheningan yang terjadi diantara
keduanya.

Yoona terdiam menahan gelisah yang dirasakannya saat tak tahu
harus berkata apa saat itu. Namun siwon yang kemudian
perlahan mencoba mencairkan
kecanggungan diantara dirinya dan Yoona..

“hmm…boleh aku tau berapa usia
Hana?”

“Oh..ne, wae??”

Yoona yang sedari tadi terdiam, sekarang justru terkejut
saat tiba-tiba siwon melontarkan
pertanyaan padanya..

“aniyo…aku hanya ingin tahu
saja, Hana sangat manis dan pintar..”

Siwon tersenyum menatap Yoona..

“Hana sudah berusia lima tahun”

“Lima tahun? dan dia sama sekali tak pernah bertemu dengan ayah nya?”

Yoona tersentak mendengar ucapan
siwon..

“apa maksudmu?”

“bukankah benar yang kukatakan tadi? Kau
tak pernah mempertemukan Hana dengan ayah nya?”

“Jangan kira kau tahu.. kau salah jika seperti itu.. karna hana sudah bertemu
dengan ayahnya..”

Spontan Siwon langsung
menghentikan laju mobilnya..

“benarkah?? lalu kenapa hana
mengatakan jika  dia tak pernah bertemu dengan
ayah nya?”

“itu karna hana tak tahu kalau pria yang dia temui adalah ayahnya.. karna aku tak
mengatakan padanya”

“kau tega sekali Yoong..”

“Jangan mengajari tentang ke-tega-an padaku.. Kau lupa, jika Kau juga tega membidohiku..!”

Tercekat oleh perkataan Yoona, Siwon berusaha untuk mengabaikannya dan kembali pada topik awal tentang pria yang menjadi ayah Hana..

“Apa kau tak
kasihan pada hana..? Dia merindukan
ayahnya..!”

“Dia sudah punya aku..! dan itu sudah cukup
untuknya..”

“Kau egois jika berpikir seperti itu.. kumohon katakan padaku siapa pria
itu yoong?”

“Tidak.. untuk apa kau mengetahuinya?”

“karna aku ingin kau kembali
padaku, dan hana.. aku juga sangat
menyayanginya, aku ingin kita bisa bersama. aku tak perduli siapa pria itu, tapi setidaknya
aku hanya ingin tahu seperti apa dia yang tega meninggal kan mu dan juga
hana..”

“hentikan aku tak mau mendengar lagi
ucapan mu..”

“Tapi yoong kita bisa kembali
bersama.. bukankah semalam kita sudah…”

“bukankah aku sudah mengatakan tak mau
membahasnya!!”

“Aku seperti tak mengenalmu.  kenapa sekarang kau menjadi keras
kepala yoong? kau bukan yoona yang kukenal dulu”

“aku memang bukan Yoona yang dulu yang
bisa kau bohongi begitu saja .. Turunkan aku sekarang..!!”

Yoona berusaha membuka pintu  dan turun dari mobil siwon..

“apa yabg kau lakukan? aku akan
mengantarmu ke butik..”

“tidak perlu.. karna aku masih bisa sendiri..”

“kumohon jangan seperti ini, Aku
hanya ingin memperbaiki semua
kesalahan ku.. beri aku kesempatan Yoona..”

“untuk apa..! bukan kah kau sudah menemukan penggantiku?”

Yoona langsung turun begitu saja dari dalam mobil Siwon,
kemudian menghentikan sebuah taksi yang melintas, dan dengan itu Ia telah meninggal kan siwon yang nampak tak mengerti dengan apa yang dimaksudkan Yoona dalam ucapannya tentang seorang pegantinya..

“Apa maksudmu yoong? apa kau tak tahu jika tak mungkin akan pernah ada yang bisa
menggantikan mu di hatiku..”

>>>

Sooyoung dan Victoria masih berada dibutik dan
berbincang dengan Jessica karna Yuri
sedang menemui seorang pelanggan
disana.
Mereka juga sengaja untuk menunggu Yoona datang.

Hingga tak berapa lama kemudian Yoona datang
memasuki butik dengan wajah yang
terlihat tak bersemangat..

“annyeong…”

“Yoong kau sudah datang..”

Sica langsung tersenyum dan
menghampiri Yoona..

“ada Sooyoung dan Victoria disini..”

Sica lantas menggandeng lengan Yoona, menariknya untuk menghampiri Sooyong
dan Victoria ..

“Hello Yoong..”

“hello Vic.. kalian sudah lama disini?”

Yoona berusaha menarik senyum dari bibirnya..

“hmm… lumayan..”

Vic tersenyum pada Yoona tapi tidak
dengan Sooyoung yang terlihat bersikap cuek pada Yoona..

“Sooyoung apa ada yang bisa kubantu?”

Yoona yang kemudian mencoba untuk bertanya lebih dulu
pada sooyoung. Bagaimanapun dia tamu butiknya..

“Ya, tentu saja kami datang sebagai pelanggan. Meski sejujurnya aku hanya menemani Vic mencari gaun untuk nya,sebaiknya
kau bantu saja Vic karna dia akan
memakainya saat bersama Siwon
oppa, kurasa kau lebih tahu bagaimana
selera siwon oppa ..”

ucapan Sooyoung yang cuek tak memperdulikan raut wajah
Yoona yang langsung berubah seketika saat
mendengarnya..

“Sooyoung apa yang kau katakan? Aniyo yoong.. kau tidak perlu melakukannya.
Yuri tadi bilang dia akan membantuku..”

Jelas jika Victoria agak nya masih merasa tak enak pada
Yoona. walaupun ini hanya sandiwara yang dikarang oleh Sooyoung, tapi tetap
saja rasanya tidak begitu menyenangkan..

“benarkah..? Ya sudah kalau begitu..”

Yoona berucap datar dan berniat untuk beranjak..

“Tapi menurutmu apa yang cocok yang harus Vic pakai
untuk makan malam dengan siwon
oppa nanti?”

lagi-lagi Sooyoung melempar bara untuk memanas-manasi Yoona dengan beberapa
ucapan nya yang kini mulai membuat telinganya panas dan anehnya juga bisa membuat yoona
semakin merasakan sakit di hatinya…

Mendengar Victoria yang mencari gaun dan akan
pergi bersama Siwon mendadak juga membuatnya gelisah.

Ia sendiri tak dapat mengerti alasannya dan tak
tahu apa yang harus ia lakukan…
pantaskah bila ia marah pada situasi seperti ini?
Atau sebaiknya Ia mengambil sikap biasa saja..

Setelah mendapat kode dari Sooyoung, Yuri
pun menghampiri mereka dengan
membawa beberapa gaun indah yang akan ia cocokan untuk Victoria ..

“Oh Yoong kau sudah datang?”

sapa Yuri pada Yoona dan hanya
disambut dengan senyuman kaku dari yoona..

“Victoria ssi, cobalah gaun ini..”

Yuri yang langsung menghampiri Vic dan memberikan beberapa gaun yang ia bawa untuk dicoba terlebih dulu..

“Thank you Yuri ssi..”

Vic tersenyum menerima gaun dari Yuri, Ia kemudian berjalan kearah ruang
Fitting baju untuk mengepas nya.

Yoona tak memberi komentar dan hanya bisa terdiam
melihatnya. Ia juga tak sadar jika sedari tadi Sooyoung terus memperhatikan
dirinya.

Senyuman kecil yang tersungging
dibibir Sooyoung menandakan jika rencana awal nya telah berjalan mulus.
Hanya dengan melihat
perubahan raut wajah Yoona, ia bisa memahami semuanya. Sooyoung merasa sangat
mengenal dan tahu pasti saat ini apa yang sedang dirasakan Yoona. Selain dari raut wajah, hal itu juga bisa ia lihat dari sorot mata yang menjelaskan kegelisahannya.

Victoria yang telah beberapa menit berada diruang pas, kemudian keluar dari ruang fitting itu dengan
mengenakan gaun indah yang dipilihkan
Yuri untuknya.

Dengan bersemangat Sooyoung pun langsung tersenyum dan
menghampiri Vic dan Yuri..

“Woww… ini indah, kau cantik sekali Vic, Siwon
oppa pasti senang melihatnya.. apa gaun ini Yoona yang merancangnya..?”

Yuri mengangguk mengiyakan..

“Kau membuat gaun yang sempurna Yoong.. terimakasih dengan gaun mu Kau menjadikan Vic semakin cantik, Aku tak sabar untuk melihat bagaimana reaksi Siwon Oppa nanti saat melihatmu.. Kau bisa membuatnya terpesona hanya dengan beberapa detik saja…”

Vic sedikit menyikut lengan Sooyoung karna merasa dia telah terlalu banyak berbicara…

“Sooyoung,  apa yang kau katakan..?! lihatlah
Yoona terus memperhatikan ku,aku merasa tak enak padanya..”

ucap Vic dengan suara pelan tapi
masih bisa di dengar oleh Sooyoung dan Yuri..

“biarkan saja, aku sengaja melakukan
nya.. lihatlah apa yang akan kukatakan
padanya..”

Sooyoung kemudian menghampiri Yoona yang telah
duduk di kursi meja kerjanya, mencoba
mengalihkan perhatian nya pada Victoria dengan cara mendesain beberapa pakaian..

“Yoong lihatlah, Vic cantik kan!”

Yoona memaksa dirinya untuk tersenyum pada Sooyoung,dan kemudian ia melihat
kearah Vic yang sebenarnya sudah ia
perhatikan dari tadi..

“ne…dia sangat cantik”

“Kau juga punya andil membuat vic terlihat semakin cantik, berkat gaunmu tentu saja.. menurutmu apa Siwon oppa akan
senang melihatnya??”

Apa makdudnya??

Yoona tak menanggapi dan hanya terdiam mendengar
pertanyaan sooyoung..

“kau tak apa-apa kan jika Siwon oppa pergi bersama Vic?”

“itu tak menjadi masalah untuk ku, terserah pada apa
yang akan mereka lakukan berdua.. Siwon bebas melakukan apapun yang ingin dilakukannya. Begitupun dengan Vic.. tak perlu menanyakan hal itu padaku..”

Jawabnya sinis..

Setelah merasa tak betah lagi berlama-lama dengan
Sooyoung, Yoona berdiri dari duduknya..

“kau mau kemana?”

“aku ada janji dengan pelanggan diluar, aku pergi dulu..”

Sooyoung hanya tersenyum menatap kepergian Yoona yang kini sudah mulai berjalan
kearah pintu keluar dari butiknya.

Namun sebelum sempat membuka pintu itu, Vic lebih
menahan lengan nya..

“what’s your problem? You mad at
me?”

“Oh no…aku ada janji diluar, aku
harus menemui seseorang..”

“apa kau marah karna aku dan Siwon
oppa akan…”

“tak masalah untuk ku, karna bagiku Siwon hanyalah bagian dari masalalu, kalian bebas melakukan apapun, don’t worry..”

“sorry…”

“aku sudah katakan tak masalah,kau tak perlu merasa bersalah,selamat bersenang-senang nanti.. aku harus pergi dulu”

Yoona benar-benar melangkahkan kakinya  keluar dari dalam butik
meninggalkan Victoria mematung disana.

Dan setelah melihat
Yoona yang telah pergi, Sooyoung Sica dan
Yuri segera menghampirinya..

“Bagaimana..? apa yang Yoona katakan padamu?”

tanya Sooyoung antusias..

“hmm…dia bilang tak masalah aku pergi dengan Siwon oppa, karna Ia sudah menganggap Siwon hanya sebagai masalalunya”

“aishh..dasar.. benar-benar keras kepala”

“bagaimana kalau ternyata memang benar..?
Yoona sudah menganggap nya seperti itu..”

ucap Vic terdengar khawatir..

“ani… itu tidak mungkin, kita lihat saja nanti..”

ucap Sooyoung justru terdengar yakin dengan semua
rencananya untuk mempersatukan
kembali antara Yoona dan Siwon.

>>>

Jam delapan malam itu Siwon sudah pulang dari
kantornya, dan langsung disambut oleh Sooyoung serta Victoria yang sedang berbincang sambil
menyaksikan siaran televisi..

“Oh…oppa kau sudah pulang?”

“ne…apa yang kalian lakukan?”

“kami hanya mengobrol”

Vic menjawabnya dengan tersrnyum..

“Oppa.. aku pinjam ponsel mu
sebentar”

pinta sooyoung tiba-tiba..

“Ponsel? untuk apa? Kau kan juga punya ponsel..”

“hmm.. punyaku lain dengan punyamu. Pinjam sebentar.. aku hanya akan menggunakannya untuk mengetahui apa
rencanaku berhasil ..”

“Mwo…rencana apa maksudmu?”

“aishh…aku tak akan mengatakan
padamu sebelum rencanaku berhasil.. lagipula ini urusan wanita..”

Siwon terlalu lelah untuk mendebat, hingga kemudian Ia pun mengambil ponsel dari dalam
saku celananya dan menyerahkan
pada sooyoung..

“Kembalikan padaku kalau sudah selesai.. atau letakkan saja dikamarku, aku
lelah dan akan tidur duluan..”

“OK…sipp istirahatlah Oppa, jalja..”

Sooyoung lantas  melihat-lihat ponsel siwon dan
tersenyum setelah menemukan kontak atas nama Yoona ada pada daftar kontak didalamnya..

“Sooyoung.. apa sebenarnya yang akan kau lakukan dengan
ponsel itu?”

“tidak ada yang akan kulakukan.. aku hanya ingin tahu apa Yoona akan menelpon atau tidak?”

Sooyoung malah tersenyum sendiri
membayangkan bagaimana perasaan Yoona
malam itu.

>>>

Sedari tadi atau bahkan sudah sejak pagi tadi Yoona merasa terus saja gelisah.
Kini justru bayangan Siwon yang sedang berduaan dengan Victoria terus hadir dan memenuhi dipikiran nya.

Ia juga terus mondar-mandir di depan hana
yang sedang mengerjakan tugas rumahnya, membuat gadis kecil itu mengernyit bingung dengan tingkah mommy nya..

“mommy… what’s wrong with you??”

“Oh…mommy tak apa dear,lanjutkan
belajarmu..”

“tapi mommy menggangu konsentrasi Hana..”

Memberengut, Hana juga meletakkan pensil ditangannya..

Yoona kemudian mendekati hana dan duduk disampingnya..

“Oh, sorry dear..”

“apa yang mommy pikirkan..?”

“hmm.. nothing..”

Yoona hanya bisa menggigit bibir bawahnya..

“Nothing??”

Hana menyipitkan mata taj mempercayai ucapannya..

“emm.. mommy hanya.. menurut hana apa yang sedang
uncle Siwon lakukan sekarang?”

Hana justru tertawa mendengarnya..

“kenapa kau tertawa?”

“karna mommy lucu, jadi itu yang mommy pikirkan sejak tadi.. mana Hana tahu mom dengan
apa yang uncle lakukan sekarang, Hana kan ada
disini.. tidak sedang bersama uncle Siwon..”

Hana kembali tertawa dengan
polosnya ..

“kenapa menanyakan uncle, apa
mommy merindukan nya?”

“Oh…no, untuk apa mommy
merindukan nya, aniyo…”

“kalau ingin tahu uncle sedang apa?
mommy telpon saja.. Mudah kan?”

Yoona menimbang-nimbang ide Hana.

“haruskah aku menelpon nya?
Aishh..apa yang kupikirkan”

Tapi kemudian dengan ragu perlahan Yoona pun
mengambil ponselnya yang ia letakkan diatas meja, meski yang dilakukannya kemudian hanyalah
memandangi nama Siwon yang ada dalam deretan nama pada daftar kontak di ponselnya..

“haruskah aku menelpon nya? Lalu apa yang akan aku katakan padanya?”

Yoona hanya bergumam sendiri
sambil memainkan ponsel di tangan
nya..

“mom cepatlah telpon uncle..”

Hana rupanya masih terus memperhatikannya..

“Tidak.. untuk apa mommy menelpon nya
dear?”

“bukankah tadi mommy bilang ingin tahu uncle sedang apa?”

Hana mengambil ponsel dari tangan Yoona dan  kemudian langsung menekan kontak atas
nama Siwon..

“Hana ya, apa yang kau lakukan sayang..?”

“ssttt…mommy tenanglah, Hana
sedang menelpon uncle Siwon..”

Tak ada yang dilakukan Yoona selain membiarkan hana yang menelpon Siwon, karna memang sejujurnya ia sangat
penasaran dengan apa yang Siwon lakukan
malam itu.

Benarkah dia sedang bersama dengan Victoria..

Hana masih mencoba menghubungi dengan kembali menekan nomor Siwon setelah panggilan pertamanya tak diangkat.

>>>

Sooyoung terlihat tertawa puas
melihat pada layar ponsel Siwon yang berkedip dengan nama Yoona yang ternyata benar-benar menghubunginya tepat seperti apa yang
ia pikirkan.

“bukankah aku sangat pintar..”

ucap Soo dengan sangat percaya diri pada Vic yang berada di sebelahnya..

“Iya.. Ya Tuhan, bagaimana kau bisa tahu Soo..?”

“aku sudah mengenal Yoona cukup lama Vic, aku tahu bagaimana
sifatnya ..”

Tak lama ponsel Siwon yang ada pada Sooyoung kembali berdering dan lagi sebuah panggilan dari nomor Yoona. Dan setelah pada panggilan yang pertama tadi sengaja ia
acuhkan, kini Sooyoung benar-benar akan
melakukan rencananya..

“Vic angkatlah.. dan katakan pada Yoona seperti apa yang aku katakan tadi..”

“tapi Soo.. aku tak bisa melakukan nya..”

“Ayolah Vic.. kau pasti bisa,pleasee…!
tunggu.. aku akan putarkan lagu
romantis agar Yoona mendengarnya..”

Sooyoung terus tersenyum puas saat kemudian bergerak untuk
memutar lagu yang sudah ia siapkan pada sebuah dvd player dan dengan ragu Victoria pun menekan tombol
hijau dari ponsel siwon untuk
menerima telpon dari Yoona..

>>>

Hana langsung menyerahkan ponsel yang berada di tangan nya pada Yoona
setelah tahu panggilan telpon nya telah tersambung..

“mommy, uncle Siwon
mengangkatnya.. cepat bicaralah..”

“MWO…Hana ya, kau saja yang bicara pada uncle”

“PR hana belum selesai mom..”

Hana kembali duduk menghadap
buku-buku nya dan kembali mengerjakan
tugasnya, sedangkan Yoona dengan ragu ia mendekatkan ponsel ke telinganya..

“yoboseyo…”

“hallo… Oh Yoona”

Raut wajah Yoona langsung berubah seketika mendengar suara yang
menjawab telpon nya ternyata bukanlah Siwon melainkan Victoria..

“Yoona… you hear me?”

“Oh..yes”

“ada apa kau menelpon? Adakah yang ingin kau bicarakan dengan Siwon oppa?”

“Uh.. emm…”

Yoona bingung sendiri mendengar
pertanyaan Vic, tak tahu apa yang harus
ia katakan.
Yang benar saja jika harus mengatakan tujuannya menelpon Siwon untuk mengecek kebenaran dan keberadaan keduanya.

Itu jelas tidak mungkin..

“Sorry Yoong, tapi Siwon oppa sedang di toilet ,apa kau ingin menitipkan pesan? biar nanti
aku sampaikan atau Siwon oppa harus menghubungimu?”

“Ani.. tak perlu, tak ada yang
penting..”

Yoona akan mematikan ponselnya namun Victoria dengan segera menghentikan nya..

“Yoona…Yoong kau masih disana?”

“ya..ada apa Vic?”

“hmm…ada yang ingin aku tanyakan
padamu..”

“apa yang ingin kau tanyakan?”

“emm.. sebenarnya aku merasa tak enak
menanyakan ini padamu tapi…”

Yoona mengernyit ..

“tapi apa? Katakan saja..”

“sorry… sebenarnya Siwon oppa
memintaku memesan menu makanan tadi, tapi aku tak tahu makanan apa yang
dia suka, Kau tahu kami belum lama dekat.. jadi aku belum terlalu mengenalnya..”

Yoona seakan berhenti bernapas saat mendengarnya..
Wajah nya pun memucat saat itu juga..

Namun Vic masih terus melanjutkan..

“kalau kau tak keberatan, bisakah kau membantu ku.. tolong katakan padaku kira-kira makanan seperti apa yang Siwon oppa sukai..”

Yoona benar-benar tercekat mendengar pertanyaan Victoria padanya. Dan terjawablah rasa penasarannya tadi, ternyata
memang benar jika Siwon dan Victoria sedang bersama.

Jika sudah seperti itu, lalu untuk apa Siwon
memintanya kembali kalau ternyata dia sudah menemukan orang lain
untuk menggantikan posisinya..?

“Yoong…kau bisa kan membantuku?”

“Yaa.. aku akan membantu mu..”

Yoona akhirnya menyebutkan beberapa menu makanan pada Vic, beberapa jenis makanan kesukaan Siwon yang bahkan tanpa ia sadari  masih diingat oleh nya.

Dan yang pasti ia
sadari saat itu adalah hatinya yang kini merasakan sakit
membayangkan Siwon bersama
wanita lain terlebih wanita itu  adalah Victoria salah satu
sahabatnya sendiri.

>>>

Sooyoung tertawa puas mengetahui
rencananya kembali berjalan
mulus. Mendengar nada bicara Yoona tadi semakin membuatnya
bersemangat untuk melakukan step lanjutan yang telah berada di kepalanya..

“Thank you Vic, Kau KEREN..!”

“apa aku tak berlebihan tadi? Yoona pasti akan membenciku..”

“Anio.. itu tidak akan terjadi kalau dia tau kita melakukan
semua ini untuknya..”

>>>

Kembali pada Yoona yang setelah tadi menidurkan hana, Ia
langsung masuk ke dalan kamarnya berniat untuk tidur.

Namun yang terjadi,
ia justru tak juga bisa memejamkan matanya sampai
pada jarum jam di dalam kamarnya yang
telah menunjuk kan pukul sebelas lebih, Yoona masih  hanya berbolak-balik diatas
tempat tidurnya.

Gelisah, pikiran nya begitu tak
tenang saat itu dan terus mengingat bagaimana
Siwon dan Victoria melakukan makan malam dengan
suasana romantis seperti lagu yang sempat ia dengar saat tadi
bertelepon dengan Vic..

Itu sudah pasti bisa disebut sebagai kencan..

“aishh…apa yang ada di
pikiranku..? mengapa bayangan mereka berdua terus mengganggu ku. Aku tak
ingin seperti ini.. dan  kenapa aku harus jadi
seperti ini hanya karna mereka..? Oh Tuhan.. apa yang terjadi dengan ku? Apa
karna Choi Siwon aku seperti ini? Astaga tidak…!”

Yoona malah teringat kembali bagaimana perasaan nya kemarin malam ketika
Siwon mencumbu dan membelai
lembut tubuhnya yang membuatnya
akhirnya terbuai dan menikmati
semua sentuhan siwon di tubuhnya dan akhirnya bercinta dengannya.

lalu pantaskah bila sekarang ia
menyesali semua itu yang jelas-jelas sangat
ia rindukan kehangatan nya..

“OMO…Yoona, kenapa kau terus
memikirkan nya.. hentikan semua itu dari pikiran mu!!”

Yoona terus berbicara pada dirinya sendiri
yang dianggap nya tak lagi berlogika saat kembali
berhubungan dengan Siwon. Dan malah menikmati ketika pria itu menyatu dengannya…

>>>

Pada pagi hari nya itu Siwon sudah berencana untuk menepati
janjinya pada Hana, yang akan
mengajak gadis kecil itu berjalan-jalan dan bermain di area sebuah taman bermain.

Siwon sudah bersiap merapikan dirinya, dengan
mengenakan pakaian casual yang membuatnya merasakan kenyamanan lebih di
tubuhnya.

“Oppa kau mau kemana?”

“aku ada janji, aku pergi dulu ne..”

“Oppa akan pergi kemana..? aku ingin ikut!”

Menggelengkan kepalanya tanda tidak menyetujui ide dari  Sooyoung, Siwon lantas hanya melambaikan tangan
kearah Sooyoung sekaligus sebagai tanda kalau ia tak
mengibginkan sooyoung ikut dengan nya..

“aishh.. Jinja..? Oppa..!!”

Sooyoung melakukan teriakan dan percuma..

“Ck! pasti dia akan bertemu dengan Yoona.. aigoo…Victoria! Victoria..!! Ayo cepat ikut aku..”

Sooyoung mengencangkan suaranya
memanggil Vic yang berada di dalan kamarnya.

“Oh God.. why are you screaming?”

“tak ada waktu untuk menjelaskan
nya sekarang.. nanti saja di mobil, palli
kita ikuti Siwon Oppa..”

Sooyoung langsung menarik Vic yang memasang wajah kebingungan,
masih tak mengerti dengan apa yang di maksud sooyoung
saat itu. Namun Sooyoung justru berkeras menyuruhnya agar segera masuk ke dalam
mobil dan secepatnya melajukan mobil nya mengikuti kemana arah mobil Siwon pergi.

>>>

Beberapa menit setelahnya, Siwon sudah memberhentikan laju mobilnya, dan keluar dari dalam nya kemudian
melangkahkan kakinya ke depan pintu rumah Yoona dan segera menekan sebuah bel yang berada disana.

“annyeong..”

Tersenyum dengan sapaannya setelah pintu terbuka dan ternyata Yoona sendirilah yang membukakan pintu untuknya, Siwon mengernyit memperhatikan Yoona yang
hanya diam dan tak membalas sapaan nya.

Yoona justru terlihat kesal saat
melihat siwon berada di hadapan nya..

“untuk apa kau kemari?”

ucapanya dengan nada ketus dan dingin pada Siwon.

“hmm…sesuai janji ku pada
Hana, weekend ini aku ingin mengajak
nya pergi denganku”

Meski merasa heran dengan sikap Yoona saat itu, setelah sebelumnya Yoona mulai membuka diri dan bersikap lunak padanya. Namun Siwon berusaha tak terpengaruh dengan keketusan yang ditunjukkan oleh Yoona.

“Aku menelpon mu tadi..
mengapa kau tak menjawabnya?? Ada yang sedang Kau kerjakan?”

“Tidak .. aku  memang sengaja tak mengangkatnya..”

jawab Yoona ketus dan membuat Siwon mengernyitkan keningnya..

“waeyo.. apa ada yang salah denganku? Kau menyesal karna malam itu kita…”

Siwon menghentikan kalimatnya menyadari jika Yoona tak akan suka bila dirinya mencoba membicarakan hal itu..

“aniyo..aku hanya malas berbicara denganmu..!”

“Ok fine.. Kau tak harus bicara padaku.. aku datang hanya ingin mengajak Hana, dimana dia sekarang?”

Belum sempat Yoona membuka suara untuk menolak maksud kedatangan Siwon, Hana
sudah lebih dulu berlari kearah Siwon saat
mendengar suaranya..

“uncle Siwon..!!”

“Hello cantik..apa kau siap untuk
pergi?”

“what are we going to play..?”

“of course dear..”

“yippii… apa mommy akan ikut?”

Siwon hanya menaikkan kedua
bahunya pertanda ia tak
mengetahuinya..

“mommy.. apa kau akan ikut bersama
kami?”

“aniyo dear mommy lelah..”

Dan sebaiknya Kau juga tidak pergi..

Yoona ingin menambahkan itu, namun tak tega untuk mengatakannya ketika melihat dengan jelas binar-binar dimata putri kecilnya..

“please mom..! temani Hana bermain kali
ini saja.. hanya sekali mommy jangan bekerja terus..
Hana juga ingin bermain bersama mommy..”

Hana merengek sambil menarik-narik tangan yoona agar mengabul kan keinginanan nya..

“mommy…c’mon mom, please..!!”

Siwon justru tersenyum melihat hana yang merajuk, berusaha untuk membujuk Yoona..

“mommy…ayo mom..!”

Hana mulai memasang wajah memelas..

“Mom..”

“Okey…mommy akan ikut. Tapi Hana, berganti baju lah dulu..”

“Ok.. mom!”

Hana langsung berlari masuk kearah kamarnya..

“aku akan tunggu kalian di mobil..”

Tak lama menunggu, Yoona dan hana sudah selesai bersiap.
Siwon tersenyum menatap pada keduanya yang terlihat kompak
mengenakan setelan kaos yang sama dan sedang berjalan
menghampiri mobil nya.

Siwon yang kemudian turun
dari dalam mobil nya dan langsung mencubit
gemas kedua pipi hana..

“aigoo…kenapa kau begitu cantik sayang? Kau bahkan lebih cantik dari mommy mu..”

Ucap Siwon meledek sambil melirik ke arah
Yoona dan kemudian mengangkat tubuh
hana. memutar-mutarnya, membuat
hana tertawa senang..

“Hana ya, apa kau sudah siap?”

“Siap uncle..! and excited..”

“OK.. let’s go..!”

Siwon membuka pintu depan mobil nya untuk Yoona, sedangkan Hana
duduk di kursi belakang.
Dan dengan
segera Ia langsung melajukan mobil nya keluar dari halaman rumah Yoona,  tanpa sedikitpun menyadari jika sedari
tadi Sooyoung bersama Victoria sedang mengikutinya.

>>>

Berada di taman bermain, Hana jelas terlihat bertambah
senang. Ia menikmati semua wahana yang
ada bersama siwon ataupun sesekali juga bersama dengan
Yoona.
Walaupun lebih sering Siwon yang menemani Hana menaiki wahana yang
ada, sementara Yoona hanya melihat keduanya yang asik bermain.
Menyaksikan putri kecilnya Hana
tertawa dan bertingkah manja pada Siwon membuatnya merasa bersalah telah membohongi keduanya. Rasa bersalah itu menyeruak dan membuatnya tercenung.

Ketika Yoona masih bergelung dalam rasa bersalah dihatinya, kedua matanya tiba-tiba melihat dua wanita yang
sangat dikenalinya tengah menghampiri Siwon
yang sedang menemani Hana
bermain.

Keduanya adalah Victoria dan juga Sooyoung. Tak pernah Ia duga sebelumnya jika keduanya kini berada disatu tempat yang sama dengannya.

Yoona tak dapat melewatkan, Ia terus menatap kearah mereka yang memang berada tak jauh dari tempatnya berdiri sekarang..

“Oppa..”

“Sooyoungie.. Victoria, kenapa kalian bisa berada disini?”

“hmm…kami bosan berada dirumah. Jadi aku mengajak Vic kemari, Oppa juga kenapa bisa berada disini??”

“em.. aku sedang menemani…”

Siwon menghentikan ucapannya saat kemudian Hana berseru..

“Oh aunty Vic dan aunty cantik
disini..?! hello aunty..”

sapa manis Hana setelah mengenali keduanya..

“hello.. hana ya..”

Vic memberikan senyum yang sama padanya ..

“Hana ya..kau masih ingat denganku?”

Hana mengangguk..

Sooyoung justru terheran karna ia hanya sekali bertemu dengan
Hana, dan itupun tanpa di sengaja saat bersama dengan Siwon berada di bandara.

“tentu saja..Hana tak akan lupa
dengan aunty cantik..”

“aigoo…manis sekali..”

Sooyoung kemudian mengusap rambutnya..

Dan Yoona masih tak beranjak dari tempatnya,
matanya intens menatap Victoria yang terlihat berada sangat dekat dengan Siwon saat itu.
Bahkan tak segan untuk menggandeng
lengan siwon..

“Oppa.. kau juga bersama dengan Yoona kan?”

“ne.. wae?”

“baguslah..”

ucap Sooyoung yang kemudian
mengedikkan mata pada Vic sebagai tanda.

Victoria yang nampaknya sudah mengerti akan maksud dari Sooyoung, kemudian semakin mendekat pada Siwon dan tiba-tiba memberanikan diri untuk mencium pipi Siwon..

“mianhae oppa aku tak bermaksud…”

“apa yang kau lakukan?”

Siwon cukup terkejut dengan sikap Victoria yang tiba-tiba berani menciumnya.

Tak berbeda jauh dengan Yoona yang langsung membelalak hingga memunculkan kekesalan juga marah ketika melihatnya..
Dan sempat membuatnya terpaku sesaat dengan gumaman dari dalam hatinya…

‘apa-apa an itu..? mengapa Siwon diam saja saat Vic mencium nya..? Apakah benar dia menyukainya? Apa dia tak
melihat keberadaan ku..? Atau memang sengaja menunjukkannya padaku? Tuhan.. Kau tak tahu
betapa sakitnya hatiku saat ini, Siwon…’

Ketika Siwon langsung mengalihkan pandangannya untuk  mengetahui apakah Yoona melihat apa yang dilakukan Vic padanya atau tidak, Ia menemukab kekecewaan dari wajahnya…

“Yoona…”

Dan segera pada saat itu yang dilihatnya adalah Yoona yang kemudian berlari
menjauh dari tempatnya.

“Yoona..! Yoona…!”

Siwon yang berniat akan mengejarnya, terhenti saat Sooyoung
menahan lengan nya..

“biarkan saja oppa..”

“apa maksudmu?”

“kami sengaja melakukan nya Oppa..”

Victoria meneruskan..

“jadi ini semua rencana kalian?! Apa maksudnya..? kau justru membuat Yoona
salah paham padaku..”

“aku hanya ingin membantumu oppa..”

“kalian justru mengacaukan
semuanya..!”

Siwon justru terlihat marah pada Sooyoung dan juga
Victoria. Tak mengerti dengan maksud mereka.

Ia yang kemudian meninggalkan keduanya bersama dengan Hana, dan berusaha untuk mengejar
Yoona…

~

~

~

~

~

~

~

~

~

~

~

To Be Continued~

*gak pake NC NC-an yee.. wkwkwkwkkks…

@joongly

166 thoughts on “YOU’re MINE [ 5 ]

  1. Sebenernya agak ga suka sama cara SooYoung. Emang niatnya baik, tapi SooYoung dan Victoria kan ga tau apa yang sudah terjadi antara Siwon dan YoonA sebelumnya. Jadi, YoonA mungkin merasa dipermainkan
    Next next

  2. Ya ampun rencana mereka bikin yoona nyesek abiss….
    Dan apa yg bakal siwon lakuin saat mengejar yoona…
    Yuhuuuu semakin penasaran aja nih aku hahahahahaha

  3. Mommy sangat keras kepala..
    kalo masih cinta yah bilang sajalahh…
    astaga, jadi cemburu sendiri kan waktu di kerjain vic aunty dan soo aunty…
    makin seru aja

  4. Rencana sooyoung berhasil.. mommy pliss jangan keras kepala lagii
    Akuilah mom kalau masih cinta sama daddy
    Aduh,,pnasaran sama kelanjutan ceritanya
    Gimana reaksinya setelah daddy ngejar mommy

  5. yeee yoona patah hati berat ini. rencana sooyoung cs sukses me’buat yoona cemburu.
    semoga part selanjutnya yoonwon sudah rujuk yaa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s