Fanfiction

YOU’re MINE [ 4 ]

Happy Reading~

~

~

~

~

~

~

~

~

Author POV

Shock…
Yoona hanya terdiam melihat siwon yang pada saat itu telah
berada di hadapan nya.

Sebenarnya dari dalam hati ia ingin
berlari dan memeluk siwon, namun raganya enggan untuk  melakukan nya, dan
justru mundur beberapa langkah
kebelakang saat perlahan siwon
melangkah maju mendekatinya.

Terlalu cepat..
Tuhan, ini terlalu cepat untuk mempertemukan dirinya dengan pria itu.
Ia sungguh belum lah merasa siap..

Tak mau membuang kesempatan yang  sudah sekian lama ia nantikan, tanpa keraguan
siwon mendekap tubuh Yoona dalam
pelukan nya, erat hingga
Yoona tak mampu berbuat apa-apa saat
kedua tangan Siwon memeluknya.

“kau tak tahu betapa aku ingin mati
saat kau meninggalkanku..”

Yoona merasakan tubuhnya menegang dan
airmata sudah menumpuk di sudut
matanya.
hatinya terasa perih teriris, saat mendengar Siwon mengatakan hal itu
padanya.
namun ia tak juga merespon
perkataan siwon..

“katakan apa yang harus kulakukan agar
kau bisa memaafkan ku? Katakan Yoona..”

Siwon kembali mengucapkan isi
hatinya.
Yoona yang sangat dicintai olehnya
hanya terdiam kaku dalam pelukan
nya.

keduanya justru berkutat pada
perasaan masing-masing disaat Hana yang
hanya bisa menatap bingung keadaan
di depan nya, kearah keduanya..

“mommy…are you Ok?”

Hana menarik-narik tangan
Yoona, yang lantas membuat Yoona tersadar dan
memaksa siwon untuk melepaskan pelukan
nya.
Kini Ia menjadi bingung harus berkata apa pada
putrinya..

“uncle… why my mom..?”

Siwon juga tak menjawab pertanyaan
hana, kedua matanya tetap intens menatap pada
yoona.

“please mom tell me, what happend to
you and uncke?”

Yoona perlahan mengambil kantong
belanjaannya yg antadi sempat terjatuh
dan kemudian menarik hana untuk
mengikutinya.

“Hana ya, let’s go home dear..”

Siwon mencoba mencegah yoona
pergi dengan menarik pergelangan tangan
nya, namun dengan dingin Yoona
berkata..

“lepaskan aku..”

Yang lantas membuat Siwon tak bisa berbuat
apa-apa selain melepas tangan yoona dan
menatap nanar kepergian yoona
menjauh dari pandangan
matanya.

namun siwon tak lantas
tinggal diam. Ia berjalan mengikuti
yoona yang kini telah memasuki
mobil, segera siwon menghentikan
sebuah taksi dan mengikuti laju mobil
yoona dari belakang.

>>>

Di dalam mobil Yoona menangis
menumpahkan isi hatinya.
Ia tak
mengerti disaat seperti ini apa yang
harus ia lakukan.

hana yang berada di
samping Yoona hanya bisa menatap
sedih sambil terus bertanya..

“why are you crying mom? Apa karna
paman tadi? Tapi paman itu baik
mom.. Paman itu uncle yang hana temui saat
di bandara..”

Yoona terdiam mendengar perkataan
hana, yang membuat ia baru menyadari jika ternyata
siwon telah lebih dulu bertemu dengan hana
daripada dirinya.

itukah yang dinamakan
ikatan batin?
Dan tentu saja ikatan
darah antara siwon dan hana yang tak
akan pernah bisa di putus sampai
kapanpun..

“aniyo dear..mommy menangis bukan
karna uncle tadi.. jangan khawatir..”

“really?”

“yes..”

perlahan yoona mencoba tersenyum di
depan hana..

“apa mommy mengenalnya? Kenapa
tadi uncle memeluk mu? Mommy mengenalnya…?”

“of course..uncle tadi teman lama
mommy..”

“tapi kenapa mommy tak menyapanya
dan justru meninggalkan nya?”

Yoona menghela napas untuk menanggapi Hana yang benar-benar kritis saat bertanya..

“hmm…mommy hanya terkejut saat
tiba-tiba bertemu dengan nya. Kami sudah lama tidak bertemu..”

Yoona bisa melihat Hana mengangguk sambil bergumam ‘O’ dari bibirnya.
Membuat Yoona kemudian merasa bersalah dalam hatinya..

‘Maafkan mommy hana ya, mommy tak
bermaksud membohongimu,uncle yang
kau sebut dan dari tadi kau bicarakan
bukan hanya sekedar teman tapi lebih
dari itu.
dia orang yang mommy
cintai.
dialah daddy mu yang selalu kau
tanyakan.

Maaf sayang, karna sebenarnya
mommy belum siap bertemu dengan
nya.
masih ada luka di hati mommy yang
belum bisa terobati sampai saat
ini.
mommy harap kau mengerti
dengan apa yang mommy rasakan karna
mommy sangat mencintaimu sayang’

>>>

Yoona menghentikan laju mobilnya di
depan sebuah rumah yang tak terlalu
besar yang sudah beberapa hari ini ia
tempati hanya bersama dengan hana dan seorang pelayan yang biasa menjaganya.

“mom.. kenapa kita tidak mengajak aunty
sica tinggal bersama..”

“tidak bisa sayang aunty sica tinggal
bersama aunty crystal..”

“tapi hana kesepian disini, siapa aunty
crystal, mom..?”

“dia adik aunty sica, apa kau tak
ingat? Dia juga pernah tinggal di Paris
sebelum nya..”

Hana menggeleng..

“kenapa Hana tak mengingatnya..?”

“maybe..karna waktu itu kau masih terlalu
kecil sayang..”

Yoona mengusapkan tangannya pada rambut Hana..

“ayo masuk dan tidur..
besok mommy akan mengantarmu ke
sekolah baru..”

“really mom..? Yeiii…I’m happy
now. Apa hana akan bertemu teman baru
dan takkan kesepian lagi?”

“Kau akan mendapatkan itu sayang..”

Yoona tersenyum dan keluar dari dalam mobil nya.
ia membuka pintu untuk hana
dan membantu putri kecilnya turun.
Yoona lantas mengambil barang-barang belanjaan
nya kemudian menggandeng tangan Hana masuk ke dalam rumah.

Sementara tak jauh dari
sana sepasang mata mengamati
keduanya dari dalam sebuah taksi yang ditumpanginya.
Siwon terdiam melihatnya dan membiarkan hati nya yang berkecamuk untuk kemudian terus berbicara..

‘Aku menemukan mu yoong..
dan aku
bisa kembali melihatmu,

apa sekarang kau bahagia?

Kau bahkan memiliki seorang anak sekarang,
siapa pria beruntung yang telah
meluluhkan hatimu?
Aku pasti akan benar-benar iri jika
melihatnya.

Masihkah kau menyimpan rasa sakit
itu?
Apa kau belum bisa memaafkan ku?
Itukah sebabnya kau tak tinggal
dirumahmu yang dulu?
Apa karna kau tak mau aku
menemukan mu?

Demi Tuhan Yoona..
aku sangat
bahagia melihatmu.
tapi jujur ada lebih
dari separuh hatiku sakit melihatmu
kini telah memiliki anak dan pria lain
dalam hidupmu.

Dulu aku membayangkan betapa
bahagianya jika aku memiliki anak
darimu.
tapi kini kenyataan nya kau
justru telah memilikinya dari pria lain.

sampai saat ini Aku masih berharap
kau kembali padaku .
kita buka
lembaran baru dan melupakan
masalalu..
Tapi kini setelah melihatmu
kurasa aku harus mengubur lebih
dalam mimpiku untuk bisa kembali bersamamu..’

Siwon terus memperhatikan rumah di
hadapan nya sampai pada akhirnya semua lampu
dari dalam nya padam, Ia baru bisa
beranjak pergi dengan membawa serta berbagai
pertanyaan di kepalanya.

Memory nya kemudian kembali memutar
mengingat saat-saat indah nya bersama dengan
Yoona dulu..

“aku bahagia hanya dengan
melihatmu, Yoona.. aku lebih bahagia saat
melihat kau tersenyum dan aku
semakin bahagia mengetahui kau kini
telah bahagia walau bukan dengan ku..”

>>>

Semenjak mengetahui keberadaan
Yoona, Secara diam-diam selama satu
minggu ini Siwon selalu mengikuti
Yoona saat mengantar jemput hana
kesekolah maupun saat pergi ke
butik.

walaupun tak terlalu dekat tapi
setidaknya ia masih bisa melihat
bagaimana Yoona tersenyum saat
hana mencium nya dan bagaimana
yoona sangat menyayangi putrinya
dengan memberikan belaian kasih
sayang untuk hana.

Tapi sudah satu minggu juga siwon
memiliki pertanyaan yang mengganjal di
hatinya mengapa ia tak pernah
melihat ayah hana?
Pria yang telah
memberi yoona buah hati tak pernah
sama sekali dilihatnya..

Dengan berbagai pertanyaan di
kepalanya Siwon sampai tak
menyadari Sooyoung ketika itu masuk kedalam ruang
kerjanya.

“oppa.. kenapa belakangan ini kau
selalu telat sampai ke kantor?”

Siwon sedikit tak memperdulikan pertanyaan
Sooyoung..

“padahal kau selalu berangkat lebih
pagi dariku..”

“Sooyoungie.. menurutmu apa yoona sudah
memiliki pria lain?”

“MWO..kenapa tiba-tiba membicarakan
Yoona?”

“Ck!! jawab saja pertanyaanku..”

Sooyoung mengerutkan dahi, terlihat bingung dengan arah pembicaraan itu..

“entahlah.. aku tak tahu. sudahlah jangan
bahas hal semacam itu..”

“dia kembali.. Yoona sudah kembali Soo..”

“MWO..oppa bercanda?”

“aku bahkan sudah bertemu dengan
nya..”

Siwon sedikit menghembuskan napasnya, tatapannya menerawang pada pertemuannya dengan Yoona.

“Oh Tuhan.. lalu bagaimana dengan nya?”

“dia bersikap dingin bahkan mengacuhkanku. Dan kupikir sekarang
Dia telah menemukan kebahagiaan
bersama pria lain..”

Siwon merasa tercekik oleh kata-kata nya sebdiri..

“oppa, apa yang kau katakan..”

“itu memang benar, kau ingat anak
kecil yang kita temui dibandara?”

“hm.. ya, bahkan aku mengiangat namanya..
Hana kan? Apa hubungannya dengan gadis kecil itu..?”

“dialah putri yoona..”

“Oh Tuhan..bagaimana mungkin,oppa
aku akan tanyakan ini pada yuri,dia
pasti tahu hal ini..”

“Menurutmu Yuri tahu hal ini?”

“Ya pasti..”

“Bagaimana jika semua itu benar?”

Sooyoung melihat kesedihan dimata Siwon dan turut merasakan apa yang dirasakannya..

“Kau harus mempersiapkan dirimu untuk menerima apapun itu nantinya. Kau dan Yoona telah berpisah cukup lama. Banyak hal yang bisa terjadi dalam jangka waktu itu. Termasuk Yoona yang mungkin telah menemukan penggantimu..”

Kata-kata Sooyoung bagaikan hantaman keras dan menyakitkan yang membuatnya sesak mendengarnya..

>>>

Setelah cukup lama berbincang
dengan Sooyoung, Siwon kembali
keluar dari kantor nya.
Dengan mengendarai
mobilnya, Ia menuju sekolah hana.

Dan Setelah sampai disana, Siwon justru hanya diam didalam
mobil.
Ia sudah beberapa kali mengamati, biasanya dijam seperti itu
yoona sudah datang untuk menjemput hana.

Tapi di hari itu, Siwon belum
melihatnya. Yoona mungkin terlambat untuk menjemput. Ia hanya melihat hana yang sudah berkali berjalan mondar mandir di balik pagar
sekolahnya.

Melihat gadis kecil itu mulai merasa bosan karna terlalu lama menunggu, Siwon pada akhirnya keluar dari dalam mobil dan
berdiri disamping mobilnya.

Ia kemudian
menatap lekat wajah hana dan
tersenyum melihatnya.

Hana yang menyadari kehadiran siwon
langsung berteriak untuk memanggilnya.

“uncle..uncle…uncle Siwon..”

Hana melambai-lambai kan kedua tangan
nya, mengundang Siwon yang lantas menghampirinya..

“Oh Hana ya, how did you know my name?”

“mommy told me.. mommy bilang, uncle
adalah teman nya..”

“teman??”

Siwon merasa tak terima jika Yoona hanya menyebutnya sebagai teman. Sementara lebih daripada itu, dirinya masih berstatus suaminya dimata hukum..

“hm, bukankah uncle teman lama my
mom?”

Siwon tak ingin menjawab dan memilih untuk mengalihkan..

“hmm..kenapa kau belum pulang?”

“mommy belum datang menjemput. padahal Hana
sudah bosan disini..”

Siwon justru tersenyum melihat Hana memasang wajah bosan dan terlihat kesal..

“hm, kalau Hana merasa bosan.. ayo ikut
paman..!”

“Tapi.. my mom told me, not to go with
strangers..”

“Aigoo.. I’m not a strangers,uncle was a
friend of your mommy. Right..”

“hmm..OK, but I’ll call mommy..”

“OK.. itu bukan masalah sayang, let’s go..!”

Siwon menggandeng tangan hana dan
membantunya masuk ke dalam mobil..

“uncle siwon.. give me your phone please.. Hana
will be calling  mommy..”

Siwon mengambil ponsel dari kantong
celananya, dan kemudian memberikan nya
pada Hana.

“Kau menghafal nomernya?”

“tentu saja.. mommy mengajari Hana untuk
menghafalnya..”

dengan cepat hana menekan deretan
nomer dari layar ponsel Siwon.

>>>

Sementara Yoona tengah kebingungan sendiri di
tengah jalan. mobilnya yang ternyata mogok dalam perjalanan untuk menjemput hana
di sekolah.

Dan setelah Ia kemudian menelpon pihak sekolah, Yoona justru dibuat
terkejut sekaligus panik ketika mendengar hana sudah pulang
bersama seorang paman yang menjemput nya.

Pikiran nya
semakin bertambah kacau karna ia sendiri tak
tahu siapa orang yang dimaksud yang telah menjemput
putrinya.

Tuhan..
Apakah putrinya diculik??

Pemikiran itu membuat Yoona terguncang. Ia sudah berniat menghubungi polisi ketika kemudian tiba-tiba ponsel yang masih berada di
genggaman tangan nya berbunyi dengan menunjukkan nomer yang tidak dikenalinya.

Apakah penculik yang saat itu menghubunginya?

Yoona lantas menjawabnya takut-takut jika seseorang itu akan atau malah telah melukai putrinya ..

“yoboseyo..”

“mommy..”

Sedikit merasa lega mendengar suara Hana disana..

“Oh hana ya, where are you dear?”

“I’m with uncle, mom.. kenapa mommy
tidak menjemputku?”

“sorry dear.. mobil mommy mogok sayang. Oh
hana ya, siapa yang sedang bersama mu, sayang..?”

“Hana bersama paman, mom..”

“nugu ya?”

“your friend mom, uncle Siwon..”

“MWO… Hana ya, kenapa kau
bersama…”

Tuhan…
Bagaimana bisa..
Bagaimana bisa putrinya bersama dengan Siwon saat ini..

“don’t worry mom, uncle akan
mengantarku pulang..bye..mom”

Hana tersenyum menoleh pada Siwon dan langsung menyerahkan
ponsel ditangannya pada siwon.

Siwon bisa mendengar Yoona yang masih berbicara dengan panik..

“Jangan khawatir.. hana bersamaku..”

“Kembalikan putriku..!!”

“Apa yang kau katakan? Kau pikir aku akan mengambilnya seperti penculik..? aku
akan mengantarnya pulang..”

Yoona tak dapat berkata-kata lagi, Ia
langsung saja menutup
ponselnya. Ia sudah merasakan tubuhnya lemas saat
mendengar suara siwon yang kini
bersama dengan hana.

Dan tak bisa Ia pungkiri, ketakutan sedang merasuk kedalam dirinya yang tadi sempat bersuara keras pada Siwon.

Ia takut jika Siwon akan mengambil Hana darinya,
Jika dia mengetahui siapa Hana yang sebenarnya.

Tidak..
sampai kapanpun, Ia tak akan pernah membiarkannya.

>>>

Di dalam mobil yang dikendarai Siwon, Hana terus
berceloteh ria membuat Siwon terus
tersenyum melihatnya..

“Hana ya.. apa kau mau es krim?”

“mau..mau..uncle, I like ice
crem. terutama es krim coklat, Hana sangat menyukainya”

“really… Kau sama seperti uncle, Hana ya..”

“Benarkah uncle juga menyukainya..? Wah, kebetulan sekali uncle..”

Siwon kembali tersenyum dengan sebelah tangannya yang kemudian mengusap rambut Hana..

“hmm..hana ya, apa uncle boleh
bertanya padamu?”

“tentu saja uncle..”

Hana mengerjap, memperhatikan Siwon..

“hmm… where is your daddy?”

“I don’t know, I never meet my daddy..”

Siwon terkejut dan langsung
menghentikan mobil nya. Melihat kesedihan dimata gadis kecil itu..

“You..You never meet him?”

“uh! Mom never talked about
him.. everytime I ask her, she just look
at me and cry saying sorry..”

Hana menundukkan wajah, benar-benar sedih. Siwon kembali mengusapkan tangannya diatas rambut Hana..

“Oh Tuhan yoong.. apa seseorang juga
menyakitimu. kenapa hana sampai tak
pernah bertemu dengan ayahnya.. apa
yang terjadi??”

>>>

Setelah mendapat telpon dari
siwon, Yoona langsung meninggalkan
mobilnya begitu saja.
pikirannya hanya
tertuju pada hana saat itu.

menghentikan sebuah taksi, Ia kemudian
memutuskan untuk tak kembali lagi
kebutik dan segera pulang
kerumahnya.

“yoboseyo.. Yuri ah..”

“Oh Yoong, apa kau masih berada disekolah hana?”

“aniyo..aku sedang dalam perjalanan
pulang. mianhae aku tak bisa kembali
kebutik..”

“wae? Terjadi sesuatu..? Apa kau sakit? Ataukah hana yang sakit?”

“ani.. bukan seperti itu, tapi aku tak bisa cerita
sekarang. tolong katakan ini pada
sica..”

“Baiklah..nanti ku katakan,sekarang sica
sedang berbicara dengan teman nya..”

“nugu?”

“dia juga mencarimu tadi,namanya
Victoria..”

“benarkah ada Vic disana?”

“ne..dia disini bersama kami, sekitar tiga puluh menit yang lalu dia datang. kau mau
Berbicara dengan nya?”

“ne.. sebentar saja, please..”

“Tunggu, aku akan berikan ponselku
padanya..”

Yuri lantas menghampiri Vic yang sedang
berbincang dengan Sica kemudian
menyerahkan ponselnya..

“Victoria ssi, Yoona ingin bicara
dengan mu..”

“Oh..Yoona?”

“ne..terimalah”

Victoria kemudian menerima ponsel yang
diberikan yuri padanya dan berbicara..

“Yoona..kau dimana? Aku berada dibutik mu.. ini indah sekali dan I miss you..!”

“miss you too.. terimakasih untuk pujianmu Vic. sorry.. tapi aku harus
pulang sekarang..”

“apa ada masalah?”

“nothing… hmm apa besok kau bisa
datang lagi?”

“Oh..ya, tentu saja aku bisa datang. aku sangat senang dengan butikmu yang
besar sekali yoong. Kau benar-benar sukses
sekarang..”

Yoona sedikit menarik senyum dari sudut bibirnya ketika sekali lagi mendengar pujian Victoria pada butik yang baru dibuka nya..

“thank you Vic.. I hope you will join
with me and Sica..”

“hmm…sepertinya ide bagus..”

“kalau begitu kita bisa bicarakan besok.. ”

“OK..bye”

Yoona menutup ponselnya dan kini
pikiran nya kembali fokus pada hana.

Sementara di butik, Victoria kembali
melanjutkan obrolannya bersama dengan sica
dan yuri..

“Jadi selama berada disini kau tinggal dimana?
Apa di hotel?”

tanya sica..

“aniyo..aku tinggal bersama
seseorang yang aku kenal di Jepang..”

“Nugu ya?”

“Seorang wanita dengan kakak lelaki nya yang tadinya akan dijodohkan
dengan ku..”

“MWO…kau di jodohkan? Apa dia
tampan?”

Tanya Yuri langsung..

“Tentu saja.. bukan hanya tampan, tapi
dia juga sangat baik. Lain kali aku akan
mengajaknya kesini agar kalian bisa
mengenalnya..”

>>>

Nyatanya Siwon tak langsung mengantar hana untuk
pulang.
Ia justru mengajak hana
membeli es krim dan pergi ke taman
bermain.
melihat dan menemani gadis kecil itu
bermain, entah mengapa membuat nya merasakan
kesenangan tersendiri yang belum pernah Ia rasakan di hatinya.

“hana ya.. apa kau senang?”

“of course, I’m really happy uncle.. thank you
uncle Siwon..”

hana tersenyum memperlihatkan
lesung pipinya dan kembali asyik
bermain. Siwon hanya memperhatikan
hana yang terus ceria menikmati semua
permainan yang ada.
sesekali ia
tersenyum saat melihat hana
melempar senyum kearahnya..

“uncle siwon.. hmm apa uncle.. uncle emm.. did’t
know my daddy?”

Tanya Hana yang lantas menggigit bibir bawahnya, seakan menyesalkan apa yang baru ditanyakannya..

“I’m sorry dear, uncle tidak
mengenalnya..”

“why..? Mengapa uncle tak mengenal my daddy.. bukankah uncle teman my
mom..?”

“but uncle had not been meet your
mom..”

“uh! Hana mengerti uncle..”

Terdengar kekecewaan dalam nada suara nya..

“lalu siapa aunty yang
bersama uncle saat di bandara?”

“aunty..?”

“ya..aunty yang cantik itu? She is ur girl friend?”

“Oh…she is my sister dear. Not my girl friend, why..?”

“aniyo..dia sangat cantik..”

“really?? Hmm..lebih cantik siapa my
sister or your mom?”

“of course my mom, she is number one .. most beautiful mommy..”

Hana kembali tersenyum
memperlihatkan lesung pipinya yang
kali ini cukup membuat siwon merasa
hana sangat mirip dengan nya.

Membuatnya terkesiap saat itu juga..

“Oh hana ya, apa ada yang dikatakan
mommy tentang your daddy..”

“hmm…nothing, mommy hanya
memberikan ini pada hana..”

Hana memperlihatkan kalung yang ia
pakai.
kalung yang selama ini juga Siwon
rasa itu adalah kalung yang sama yang
pernah ia berikan pada Yoona dulu..

“mommy bilang ini adalah kalung yang
di berikan my daddy untuk
mommy, kalung yang selalu menjaga
mommy dan sekarang kalung ini dan
juga Tuhan yang menjaga hana..”

“Benarkah mommy bilang seperti itu? kalung itu
dari your daddy, right..”

“hmm.. Mommy bilang Hana harus
selalu memakainya. makanya waktu
kalungku jatuh, Hana sangat takut tak
bisa menemukan nya dan membuat mommy marah.. untung saja
uncle menemukan kalungku..”

Ucapan hana cukup membuat Siwon
terdiam dan juga berfikir jika mungkinkah
hana adalah anaknya?

kalau benar
kenapa ia tak tahu saat Yoona hamil
dan kenapa Yoona tak mengatakan
padanya mengenai kehamilannya dan tentang hana sekarang.
Bukankah ia
juga berhak tahu tentang hal ini.

Siwon terus
menatap hana dan ia semakin
penasaran mengetahui apa yang sebenarnya..

‘aku harus bertanya tentang ini
padamu yoong? benarkah yang dikatakan
hana?’

ucapnya dalam hati yang lantas meraih tangan Hana ..

“hana ya..let’s go home dear..”

“Euh..why uncle? Tapi hana masih ingin
bermain..”

“ini sudah sore sayang, mommy mu
pasti cemas.. Ayo kita pulang sayang..”

“tapi uncle.. Hana selalu kesepian berada dirumah..”

“kalau begitu besok kita bermain lagi
disini.. uncle akan menjemputmu..”

“really uncle?”

“yeahh..”

“OK let’s go…”

Hana menarik tangan siwon menuju
mobil yang terparkir tak jauh dari taman
bermain dan segera siwon melajukan
mobilnya untuk mengantar hana
pulang.

>>>

sedari tadi Yoona terus saja berdiri di
depan pintu rumahnya dengan cemas
menunggu hana yang belum juga
pulang.

ingin rasanya menghubungi
nomer siwon yang tadi menelpon nya.
namun segera ia urungkan karna pasti
ia tak akan sanggup bila mendengar
suara siwon lagi.

Hingga Tak berapa lama kemudian, kilauan lampu mobil
menyilaukan kedua matanya.
sebuah
mobil yang menghentikan lajunya untuk kemudian terparkir di halaman rumahnya
yang sukses membuatnya terdiam
seketika saat Siwon turun dari dalam
mobil nya.

Siwon turun dari arah pintu kemudi
dan segera menuju ke pintu di
sampingnya. Ia meraih tubuh hana dan menggendong nya yang
sedang tertidur pulas, kemudian
berjalan kearah pintu masuk rumah Yoona, dengan yoona yang sudah menunggu di depan nya..

“dimana kamarnya? Tunjukkan padaku.. Biar aku
menidurkan nya..”

“berikan Hana padaku, biar aku yang
menidurkan nya..”

Yoona justru menjawab dingin pertanyaan
siwon..

“tapi yoong, kasihan kalau nanti dia terbangun..”

Yoona tak memperdulikan ucapan
siwon, Ia berkeras dengan langsung mengambil hana
dari gendongan siwon.
Karna yoona
melakukan nya dengan paksa
membuat hana justru terbangun dari
tidurnya dan turun dari gendongan
yoona..

“mommy..”

ucap hana sambil mengucek kedua
bola matanya, kemudian ia menatap
yoona yang terlihat marah.

“I’m sorry mom..”

hana menunduk kan wajahnya takut..

“mommy always told you, don’t go with
strangers..!”

“Tapi mom, uncle Siwon not a strangers, his
your friend! Right?”

“kenapa kau tak mendengar perkataan
mommy, Hana ya..”

karna ucapan yoona yang cukup keras
pada hana, membuat gadis kecil itu takut dan
bersembunyi di belakang siwon..

“hana ya.. Ayo cepat masuk! kau tak
mendengar mommy!?”

Hana tak beralih dari tempatnya, kini
ia justru menggenggam tangan siwon
seolah mencari perlindungan..

“ada apa dengan mu yoong? Kau
membuatnya takut padamu? Kalau kau
ingin marah jangan pada hana.. tapi
padaku karna. aku yang mengajaknya
pergi bersamaku..”

Siwon beralih menatap hana, ia
berjongkok untuk menyamakan tinggi
badan nya dengan hana.

“hana ya…masuk dan tidurlah sayang. besok
kau harus ke sekolah kan?”

Siwon mengusap rambutnya, membujuk hana agar mau untuk
masuk kedalam.
Namun hana hanya
menggeleng saja..

“ayo dear..ini sudah malam”

dengan tetap berada di tempatnya
semula yoona juga berusaha
membujuk hana dengan memelankan nada suaranya..

“mommy mu pasti tak bermaksud
memarahimu, dia hanya mencemaskan
mu, sayang..”

Siwon mencoba menjelaskan pada
hana, namun hana tetap menggeleng
dan justru memeluk siwon erat.

Yoona
yang melihatnya langsung berpaling, berusaha menahan
airmatanya agar siwon tak melihatnya
menangis..

“why dear?”

Siwon kembali membelai lembut rambut hana.

“uncle Siwon.. don’t go please!”

Siwon terkejut mendengar permintaan
hana.

“tapi uncle harus pulang sayang..”

“pleasee…uncle boleh pulang setelah
hana tidur”

Hana melepas pelukan nya dari siwon
kemudian berganti menatap yoona.

“mommy pleasee…hana mau uncle
disini sampai hana tertidur..”

Hana menggenggam tangan yoona
berusaha membujuknya agar
mengabulkan permintaan nya..

“hana ya..! ada apa dengan mu?”

“please mom, hana hanya mau uncle
tetap disini..”

“hana ya, uncle harus pulang sayang..”

Siwon perlahan berjalan kearah
mobilnya namun hana langsung
menarik tangan siwon dan
menghalanginya agar tak pergi.

“uncle..jangan pergi..”

hana menggenggam tangan siwon dan
menangis..

“please mom..! Uncle, katakan pada
mommy.. uncle mau tetap disini”

Siwon yang merasa kasihan pada hana yang
kini justru menangis memintanya agar
tetap tinggal, menatap Yoona meminta persetujuan darinya..

“ijikan aku masuk dan menemaninya
sebentar..”

ucapnya pada yoona yang hanya bisa
terdiam tak menyangka dengan
tingkah hana saat itu.
Ia sungguh tak
menyangka kalau akan secepat ini
hana menjadi dekat dengan siwon…

“Aku tidak akan mengganggumu Yoona..”

Perlahan akhirnya Yoona membuka pintu dan
menyuruh siwon untuk masuk..

“masuklah..! Hana ya, ayo masuk
dear..”

pada akhirnya yoona harus mengalah
pada putri kecilnya. ia juga tak tega
melihat hana yang terus  menangisi Siwon.

>>>

Siwon keluar dari kamar hana setelah
cukup lama berada didalamnya. hampir tiga puluh menit Ia membujuk hana agar mau untuk
tidur..

“dia sudah tidur..”

Siwon berbicara pada yoona ketika melihatnya masih
duduk pada salah satu sofa yang berada di ruang tengah dalam rumah itu.

“ne…gomawo..”

Terkesan dingin, Yoona menjawab bahkan tanpa memandang
kearah siwon..

“sudah malam pulanglah!”

Yoona berjalan meninggal kan siwon,
namun siwon mencegah dengan
menarik tangan nya hingga kemudian
memeluk nya erat..

“aku sangat merindukan mu
yoong, kumohon maafkan aku..”

Yoona berusaha melepas pelukan
siwon namun siwon justru semakin
erat memeluknya.

“lepaskan aku..! apa yang kau lakukan? Jangan membuatku berteriak untuk mengusirmu keluar dari rumahku..!!”

Siwon terkesiap dengan apa yang diucapkan Yoona, Ia pun lantas melepas pelukan nya. Namun yang kemudian dilakukannya adalah memegang kedua bahu yoona dan
menatap matanya.

“Aku mencemaskan mu Yoong dan Hana.. kumohon jawab pertanyaan ku
dengan jujur, Hana… dia putriku
kan??”

Entah apa yang dirasakan yoona saat
siwon mengatakan hal itu padanya, yang pasti tubuhnya menegang dan
aliran darahnya seolah berhenti
mengalir seketika

“jawab aku Yoona..!! dia anak ku kan?”

Siwon menggerakkan tubuh yoona yang
terdiam mematung, namun kemudian yoona
langsung menepisnya..

“apa yang kau katakan? Jangan berbicara omong kosong.. Aku tak
mengerti maksudmu..!!”

“kalung yang dipakai hana, itu adalah
kalung pemberian ku kan? Dan hana
mengatakan kalung itu adalah hadiah
dari ayah nya untukmu..”

“ya.. kalung itu memang kalung
pemberian mu..tapi kau bukanlah
ayah hana.. Jangan berpikir putriku adalah anakmu hanya karena sebuah kalung..!”

“kenapa kau mengatakan itu
pemberian ayahnya?”

“Kau memang tak mengerti cara berpikir anak kecil seperti Hana. Aku mengatakan hal itu agar dia berhenti bertanya siapa
ayahnya..”

“tapi mengapa kau merasa perlu menyembunyikan siapa ayahnya.. dia berhak tahu yoong..”

“Perduli apa denganmu.. demi Tuhan jangan lagi Kau menyampuri hidupku. Hana punya aku, aku orang tua
tunggal untuknya dia tak perlu orang
lain lagi..”

“tapi yang hana maksud bukan orang lain
tapi ayahnya, sedari tadi dia bersamaku
dia terus bertanya padaku..”

“Cukup siwon aku tak akan
membahasnya denganmu, aku lebih tahu hana
daripada dirimu, karna dia
putriku…kau pergilah dari rumahku!”

Yoona berjalan masuk kedalam kamar nya.
Ia kemudian
menangis setelah berada didalam nya.

dan Siwon, Ia hanya bisa menatap nanar
pintu kamar yoona yang tertutup. Memandanginya untuk beberapa saat sebelum
kemudian ia keluar dari rumah itu
dengan perasaan sedih dihatinya…

>>>

Di pagi harinya, Yoona sudah sibuk didapur nya untuk menyiapkan
sarapan dan juga bekal yang akan hana ke
sekolah.
Sebelum hana bangun ia
sudah biasa menyiapkan semuanya..

“mommy..”

Dengan wajah masih mengantuk, Hana menghampiri dan langsung memeluk Yoona yang
sedang menata bekal untuknya..

“morning dear…kau sudah bangun..”

“morning mom, hmm..mommy sudah
tak marah lagi kan?”

“mommy tak pernah marah padamu sayang, semalam mommy hanya
mengkhawatirkan mu,sorry.. tapi lain kali Hana tak boleh pergi dengan orang lain tanpa seijin mommy.. Kau mengerti..!”

Hana menganggukkan kepalanya..

“I love you mom..”

“I love you too dear..”

Yoona memberinya kecupan dan mengangkat tubuh hana
kemudian mendudukkan nya di kursi
meja makan..

“sekarang anak mommy minum
susunya dulu.. Ok!”

Hana kembali hanya mengangguk.

Yoona lantas kembali sibuk di dapur dengan hana yang duduk tak jauh
darinya.
Namun tiba-tiba Hana berlari kearah pintu
depan saat mendengar bel rumah nya
berbunyi..

Yoona mengernyit melihatnya.
seharusnya tak ada yang mendatangi rumahnya sepagi itu..

“Hana ya, siapa yang datang?”

Hana yang lantas membuka pintu rumahnya, terkejut ketika
melihat siwon membawa sebuah
boneka besar serta kantong makanan dikedua tangannya, juga tersenyum melihatnya..

“uncle Siwon..!!”

Hana tersenyum riang dan langsung
memeluk siwon..

“Owhh..morning dear..”

Dengan apa yang saat itu dibawa nya, Siwon kewalahan menerima pelukan dari Hana. Namun Ia menyukai bagaimana gadis kecil itu menyambutnya.

“good morning
uncle.. wahh…bonekanya besar
sekali, apa itu untuk Hana?”

tanya nya dengan mata berbinar..
Namun Siwon menggodanya dengan pura-pura berpikir.

“hmm.. sebenarnya ini untuk seseorang dear..”

“Bukan untuk Hana..”

Hana mulai memasang wajah kecewa dihadapan Siwon..

“hm.. of course, It’s for You hana ya.. most beautiful child..”

ucap siwon gemas sambil mencubit
pipi hana kemudian menyerahkan
boneka yang ia bawa ketangannya yang lantas membuat binar-binar di mata Hana kembali menyala..

“thank you uncle..”

Hana menerima dengan senyum
mengembang dan kemudian mencium pipi
siwon sebagai tambahan ucapan terimakasihnya, yang membuat siwon semakin
gemas melihatnya..

“apa kau sudah sarapan?”

Hana hanya menggelengkan
kepalanya, masih menikmati kelembutan boneka dalam pelukannya..

“uncle bawa makanan untuk hana, apa
kau mau?”

“really? Tentu saja Hana mau uncle.. ayo masuk
uncle kita makan di dalam.. apa uncle juga membawa itu untuk
mommy?”

Siwon mengangguk dan tersenyum ketika Hana langsung menarik tangan nya
agar mengikutinya menuju meja
makan.

“Hana ya.. siapa yang datang sayang?”

Yoona mengulang pertanyaannya sambil mengalihkan pandangan nya
saat mendengar derap kaki hana
mendekat kearah nya..

“Si-won..”

Yoona terkejut saat melihat hana
masuk bersama dengan siwon.

Dia tak seharusnya datang setelah apa yang dikatakannya semalam.
Harusnya Siwon menjauh darinya dan juga Hanna..

“mommy lihatlah ini, uncle Siwon
membawakan ini untuk hana..”

Hana menunjukkan boneka yang tadi
diberkan siwon padanya, Yoona hanya
tersenyum tipis menanggapinya
kemudian kembali menyibuk kan
dirinya sendiri di dapur.

Ia berkeinginan mengusir Siwon dari rumahnya, namun tak dilakukannya.
Yoona merasa tak bisa bersikap sarkatis didepan Hana.

“Uncle siwon, ayo duduk disini..”

Ucapan hana mengagetkan siwon yang
sedari tadi diam memperhatikan
Yoona.
Ia kembali teringat saat dulu
masih bersama dengan Yoona. Maka setiap paginya, seperti
itulah rutinitas yang dilakukan Yoona, menyiapkan
sarapan untuk nya sebelum ia pergi
kekantor dan sudah lama ia tak
merasakan Yoona melakukan hal semacam itu untuk
nya.

Atau selamanya Ia tak akan lagi merasakan nya..

“uncle, ayo sini..”

“Oh ya…hana..”

Siwon pun duduk di samping
hana, setelah sebelum nya ia menyerahkan
makanan yang tadi ia bawa pada Yoona. .

“makanlah..”

Yoona menyiapkan semua makanan
dan menghidangkan nya diatas meja.
ia juga kemudian duduk di kursi yang berada tepat di
depan siwon.

“terimakasih telah membiarkanku sarapan bersama kalian..”

Terjadi kecanggungan
antara siwon dan yoona saat itu, hana yang tak
paham dengan suasana sekitarnya
justru asyik menikmati sarapan nya.

“mommy.. apa Hana boleh pergi
ke sekolah diantar uncle Siwon..”

“MWO… anio mommy bisa mengantarmu
sayang..”

Siwon tersenyum mendengar
permintaan hana, dan justru merasa senang
mendengarnya..

“pleasee mom…kali ini saja, semua teman Hana pernah diantar oleh ayah mereka. Tapi Hana tidak.. Hana tidak punya daddy seperti mereka yang bisa mengantar Hana ke sekolah..”

“Hana ya..”

Yoona menjatuhkan sendok ditangannya. Merasa tertohok oleh apa yang diucapkan putri kecilnya..

“Mom.. biarkan Hana pergi dengan uncle Siwon.. teman-teman Hana akan mengira jika uncle adalah daddy. Mereka tidak akan tahu jika Hana tidak memiliki daddy..”

Tuhan..
Yoona merasakan matanya memanas menahankan airmatanya agar tak tertumpah setelah mendengar apa yang Hana katakan.

“Uncle akan mengantarmu dear..”

ucap siwon seketika tanpa meminta persetujuan dari Yoona.

“really..?yeii…thank you uncle
siwon..”

“tapi Hana… bukan Kau yang berhak mengambil keputusan..”

Kalimatnya tertuju pada Siwon..

“Aku hanya tak tega merusak harinya..”

Ucap Siwon sambil menatap pada Yoona .

“sudahlah yoong.. aku bisa mengantar
hana, sekolahnya berada satu arah dengan
kantorku..”

Yoona pun berpikiran sama untuk tak merusak keceriaan Hanna. Maka Ia tak bisa berbuat apa-apa selain mengijinkan hana pergi dengan diantar oleh
siwon.

>>>

Yuri dan Sica sedang sibuk
membicarakan desain untuk pakaian baru yang berada dibutik
sambil menunggu Yoona datang.

Namun tak lama bukan Yoona yang datang, melainkan tiba-tiba sooyoung yang datang dan cukup membuat Yuri terkejut melihatnya..

“Oh sooyoung..”

“annyeong yul..”

“bagaimana kau tahu aku disini?”

“siwon oppa yang memberitahuku..”

“Siwon oppa? Jadi Dia sudah tahu jika Yoona
disini..”

“Kau yang keterlaluan tak memberi tahu kami. Tapi Siwon oppa bahkan sudah bertemu dengan
yoona dan juga anaknya..”

“MWO..kenapa yoona tak mengatakan
padaku?”

“entahlah, yul aku kesini untuk
bertanya sesuatu padamu..”

“maksudmu?”

“Aku tak ingin berbasa-basi.. Kau pasti tahu semua tentang
Yoona, dan aku yakin kau juga tahu
siapa ayah dari anak nya..”

Yuri terdiam dan menunduk
mendengar pertanyaan sooyoung..

“benar dugaanku, kau tahu kan siapa
pria itu? kumohon katakan padaku yul!”

“mianhae tapi aku tak bisa…aku
sudah berjanji pada Yoona tak kan
pernah memberitau siapapun,maafkan
aku soo..”

“aku tak mengerti kenapa kalian
menyembunyikan ini, bukan kah kita masih
sahabat?”

Bertepatan dengan itu, Yoona datang ke butik bersama
dengan Victoria yang tak sengaja
bertemu dengan nya di tempat parkir,
Yoona yang kemudian membawa Victoria masuk kedalam butiknya, tampak kaget saat melihat
sooyoung berada disana.

“Soo…young”

“Yoona..”

“Oh Vic, kenapa Kau bisa disini?”

sooyoung juga merasa terkejut saat melihat victoria masuk
bersama dengan Yoona.

“Yoona adalah teman ku, dia yang aku
ceritakan padamu soo..”

“jadi temanmu itu, Yoona?”

“ne..”

Sooyoung kembali mengarahkan tatapan pada Yoona..

“Yoong, aku ingin bicara denganmu..”

“katakanlah..”

“benarkah kau sudah tak mencintai
Siwon oppa?”

“apa maksudmu soo?”

“jawab saja yoong!!”

“kurasa aku tak perlu menjawab
pertanyaan mu..”

“Begitukah.. apa aku bisa menyimpulkan jawabanmu adalah tidak?? jadi itu sebabnya kau bisa memiliki
anak sementara kau masih terikat
pernikahan dengan siwon oppa..”

Sooyoung merasa kesal bahkan nampak sedikit emosi, yang membuat  Victoria
terkejut mendengarnya..

“kalau begitu tak salah juga kalau
Siwon oppa juga memiliki
penggantimu..!! asal kau tahu, Victoria yang ternyata temanmu adalah
calon penggantimu..”

Entah apa yang sooyoung rencanakan saat ini,
hingga ia mengatakan kebohongan
pada Yoona.

Ia lantas juga menarik tangan Victoria keluar dari butik dan meninggalkan
yoona yang terdiam dan terlihat kaget
mendengarnya…

Keluarnya Sooyoung dan Victoria dari dalam butik nya, membuat Yoona terdiam cukup lama. Ia mencoba untuk
mencerna lagi apa yang sooyoung katakan tadi..

“Yoong minumlah dulu ini ..”

Yuri menyadari Yoona mungkin saja shock setelah mendengar perkataan Sooyoung, Ia lantas emberikan segelas air putih
pada yoona..

“gomawo yul..”

Yoona meminum air yang diberikan Yuri
kemudian duduk bersama Yuri dan Jessica..

“menurutmu, benar tidak apa yang tadi
Sooyoung katakan?”

“entahlah yoong, tapi kemarin Victoria sempat bercerita pada kami dia memang
dijodohkan..”

“di jodohkan??”

“ne..dia bilang begitu, dan sekarang dia
tinggal dengan nya..”

“tinggal bersama?? Maksudmu tinggal bersama Siwon?”

“Dan Sooyoung, Yoong.. mereka tidak hanya tinggal berdua, masih ada Sooyoung disana”

“Apapun itu yang jelas Siwon tinggal bersama Victoria..”

Ada perasaan kecewa, sakit hati, terluka dan marah yang kemudian bergerombol masuk kedalam dirinya.

Yuri hanya mengangguk sebagai tanggapan dan sica kini
mulai mengerti situasi yang saat itu terjadi..

“hmm.. jadi orang yang di maksud Victoria
adalah Siwon? pria yang sering kau
bicarakan yoong?”

“ne..Sica”

“Astaga.. lalu bagaimana dengan
mu dan juga Hana, Yoong? Kau masih
terikat pernikahan dengan nya..”

“Aku sudah menganggap tak memiliki hubungan dengannya..”

“Jangan munafik Yoong.. dan benar yang sica katakan yoong dan
lebih baik kau katakan yang sebenarnya
tentang Hana pada Siwon Oppa..”

Yoona terdiam memikirkan perkataan
Yuri dan Sica.
Jika benar yang mereka
katakan bagaimana kelanjutan
hubungan nya dan juga siwon serta
nasib hana nantinya.

apa ini karna ia yang keras kepala tak
mau mengatakan yang sejujurnya pada
siwon tentang Hana dan juga
perasaan nya sendiri yang masih tetap menyimpan cinta nya untuk Siwon mungkin sampai kapan pun.

>>>

Keluar meninggalkan butik milik Yoona, Sooyoung mengajak Victoria berbicara di
sebuah cafe untuk menceritakan
semua tentang kisah cinta Yoona
bersama Siwon.

Victoria jelas cukup terkejut mendengarnya.
Ia tak menyangka ada kisah sedemikian rupa dan  kenyataan bahwa dunia ini
sangat sempit karna ia bisa di
pertemukan dengan dua orang yang
ternyata terikat satu sama lain.

“hmm.. apa kau tahu saat di Paris
Yoona dekat dengan siapa? Dan siapa
ayah Hana?”

“aku tak tahu, karna aku mengenal
Yoona saat dia sudah memiliki hana
dan dia selalu sendiri. Sibuk dengan
study dan juga mengurus Hana, itu yang dilakukannya. Dia menolak kencan dari banyak pria asing yang coba mendekatinya..”

“aku semakin yakin kalau dia masih
mencintai Siwon oppa..”

“Begitukah?? Tapi kenapa tadi kau mengatakan aku sebagai
pengganti nya? Aku tak mengerti maksudmu.. perjodohan itu batal soo..”

“Ya aku tahu.. sebenarnya karna aku ingin melihat apa yang akan dilakukan Yoona selanjutnya,apakah dia tetap
pada sikapnya sekarang? Ataukah mengubah kekeras kepalaan nya.. jadi aku mohon
bantuan mu..”

“Bantuan seperti apa?”

“Seperti yang aku katakan, berpura-pura lah menjadi lebih dekat dengan Siwon oppa..”

“tidak.. aku tak mau Yoona salah paham
padaku..”

“ini hanya sementara Vic.. kumohon!”

“tapi soo..”

“aku hanya ingin membuat Yoona dan
Siwon oppa kembali bersama,karna
aku yakin mareka masih saling
mencintai..”

Vic masih memikirkan ide Sooyoung, dan melihat bagaimana dia terus mencoba untuk memohon padanya..

“hmm…baiklah aku akan coba membantumu. aku juga ingin melihat
temanku bahagia..”

Sooyoung pun tersenyum senang
karna Victoria bersedia membantunya.

>>>

Menjelang pada saat Hana pulang, Yoona sudah
berada di sekolahnya untuk
menjemput putri kecilnya dan
mengajaknya ke butik.

“mommy..!!”

hana berseru sambil berlari dan kemudian memeluk Yoona..

“hello dear, bagaimana hari ini?”

“Semua baik mom.. tapi apa mommy bisa
menelpon uncle Siwon..?”

“MWO…kenapa mommy harus
menelpon nya?”

“uncle Siwon promised.. hari ini akan mengajak Hana bermain lagi..”

“Tapi sayang, uncle must be busy at the
office. Jadi lain kali saja ya,sekarang Hana ikut mommy.
kita ke Butik mommy saja.. aunty Sica
and Yuri imo miss you..”

“hmm…OK mom..”

Hanya butuh tiga puluh menit untuk mereka sudah
sampai di butik.
baru saja keluar dari dalam
mobilnya bersama hana, Yoona melihat
mobil Siwon yang terparkir di samping
mobilnya dan tak lama justru melihat siwon yang keluar dari
dalam nya..

“Uncle Siwon..!!”

hana yang juga melihat dan langsung menyadari
kehadiran siwon disana, berseru saat berlari
kearahnya..

“hello hana..!”

“uncle bilang kita akan bermain
lagi kan? Ayo uncle..”

hana merengek menarik-narik tangan
siwon..

“sorry dear.. tapi uncle ada meeting
sekarang. jadi tak bisa menemanimu..”

“yahh..”

hana memasang wajahnya yang kecewa
didepan siwon..

“hmm…bagaimana kalau weekend
saja kita pergi..”

Siwon memberi usul, berharap kekecewaan yang ditunjukan gadis kecil itu menghilang dari wajahnya ..

“really?”

“Ya..”

Hana langsung tersenyum ceria dan
kembali menghampiri Yoona..

“mommy bolehkah hana pergi
bersama uncle?”

Melihat hana yang terlihat sangat
senang ketika siwon mengajaknya untuk
pergi, membuat Yoona tak tega untuk
menolak nya dan akhirnya
mengangguk mengiyakan..

“thanks… mommy is the best, I love
you mom ..”

Hana memeluk dan memberinya sebuah ciuman..

“mommy love you too dear..”

Siwon hanya bisa menyaksikan bagaimana kasih sayang itu terpancar dari mata Yoona pada putrinya. Hana seakan menjadi permata dihidupnya..

>>>

Hari menjelang malam, ketika hana sudah mulai merasa bosan karna terlalu
lama berada di butik.
Dan dia terus merengek hingga kemudian Yoona pun
memutuskan untuk pulang lebih dulu dan meninggalkan Yuri dan Sica yang masih berada disana.

Masuk kedalam mobilnya bersama dengan Hana, Yoona
langsung memasukkan kunci untuk menstater dan menghidupkan mobilnya.
Namun yang terjadi
entah mengapa mobilnya justru tak dapat
dinyalakan..

“aishh…ada apa lagi ini?”

“why mom..”

“entahlah, mommy akan memeriksanya dulu ..”

“Apakah mommy bisa melakukannya?”

“Mommy akan mencobanya sayang..”

“Hmh.. seharusnya mommy menggantinya dengan yang lebih baru. Belilah mercedes atau audy mom.. itu akan terlihat keren..”

Yoona menyeringai kearah Hana..

“Uh.. nanti kau akan melihat mommy memilikinya sayang.. waiting..”

Terkikik dengan candaannya juga Hanna, Yoona turun dari dalam mobil untuk kemudian membuka kap
mobilnya.
Namun tak ada yang bisa ia mengerti, apalagi yang bisa dilakukan.
Yoona justru dibuat kebingungan
sendiri melihatnya karna ia sama
sekali tak paham soal mesin.

“ada apa dengan mobil mu?”

membeku mendengar suara itu, Yoona menyadari
Siwon yang  tiba-tiba datang entah darimana menghampiri dan mendekat kesebelahnya.

“ahh.. hmm.. aku tidak tahu, mobil ku tiba-tiba mogok..”

“minggirlah.. biar aku  memeriksa apa yang terjadi..”

Yoona menggeser tubuhnya dan membiarkan Siwon melihat keadaan mesin dan
mengecek semuanya.

Tapi Siwon tak menemukan ada
masalah sama sekali. Ia kemudian
beralih kearah kemudi mobil dan
mengecek apa ada yang salah disana. Dan
langsung tersenyum setelah
mengetahui alasan mengapa Yoona tak bisa
menjalankan mobil nya..

“kau hanya kehabisan bensin, yoong..”

Oh Bodoh..
Yoona merutuki ketidak cermatannya..

“Oh..benarkah? aku tak mengecek nya
tadi..”

Yoona tersenyum kaku menyadari
kebodohan nya..

“kau pulang saja denganku, aku akan
mengantar kalian..”

“ani… aniyo aku hanya perlu membeli
bensin saja kan.. terimakasih untuk tawaranmu, tapi itu tak perlu.. pergilah, aku bisa mengurusnya sendiri..”

Sesaat Siwon menghela napas mendengarnya..

“Kau tak kasihan pada hana..? lihatlah
dia sudah tertidur, pasti dia sudah sangat kelelahan..”

Tanpa menunggu persetujuan dari Yoona, Siwon berjalan kesisi pintu mobil Yoona yang lain untuk meraih tubuh Hanna dan menggendongnya, kemudian
memindahkan nya masuk kedalam mobil miliknya. Hingga mau tak mau, tanpa membantah apa yang dilakukan oleh Siwon,
Yoona pun akhirnya mengikuti
ajakan siwon untuk pulang bersama
dengan nya…

>>>

Hanya keheningan yang terjadi diantara
Yoona dan Siwon bahkan setelah beberapa menit perjalanan yang mereka lewati.

Hana yang saat itu
sedang tertidur pulas di kursi
belakang menambah kesunyian yang
terjadi diantara keduanya.

Tak ada yang ingin Ia katakan , Yoona hanya menatap keluar dari
balik kaca mobil dan tak pernah sekalipun
ia mengalihkan pandangan nya dari
sana.

Sementara Siwon terus mencoba untuk fokus pada
kemudinya meski terasa sulit dengan keberadaan Yoona.Sesekali ia masih menatap
kearah Yoona dan mencoba menerka-nerka
apa sebenarnya yang sedang berada dalam
pemikiran nya saat ini?
Siwon hanya bisa menggumamkan itu didalam hatinya..

‘Apa yang sebenarnya kau pikirkan
yoong?
kenapa kau masih saja
bersikap dingin padaku?
aku tak tahu bagaimana perasaan mu
kini padaku..
aku tak tahu apa yang terjadi padamu
setelah kau pergi dariku..
kuharap kau bisa menerima lagi diriku
di hatimu walau pun aku sudah terlalu
dalam melukai perasaan mu tapi cinta
ku padamu tak pernah berubah..
Tak akan berubah..
cintaku padamu tak pernah berkurang
dan akan tetap seperti ini sampai
kapan pun..
Saranghae Yoona..
kuharap kau akan mengatakan lagi
bahwa kau juga mencintaiku suatu
hari nanti..’

>>>

Setelah beberapa menit yang kembali berlalu tanpa disadari, Siwon sudah menghentikan laju mobilnya di
halaman rumah Yoona.

Yoona yang kemudian menyadari
jika kini ia sudah berada di depan
rumahnya segera turun dan berniat
membawa hana masuk, namun dengan
segera siwon mencegahnya..

“biar aku saja yang menggendong
Hana, kau pasti lelah.. kau bisa membuka saja
pintu rumahmu..”

Tak ingin mendebat, tanpa berkata-kata Yoona memilih untuk menuruti
ucapan Siwon.
Ia kemudian mengambil
kunci rumah dari dalam tas nya,dan menyadari sesuatu dari dalam hatinya jika inilah sebagian bentuk dari
perhatian yang selalu ia rindukan dari Siwon.

Sudah lama ia tak merasakan lagi
perasaan tenang seperti saat ini, saat ketika rasa aman dan nyaman serta merasa dijaga dan terlindungi oleh kehadiran Siwon disisinya.

Siwon yang menggendong hana dan kemudian masuk untuk
menidurkan nya dikamar hana,
dengan
telaten melepas satu persatu kaos kaki dan juga sepatu yang hana pakai. Ia juga
kemudian menyelimuti tubuh hana, dan
sebelum meninggal kan nya keluar Siwon
sempat mengecup kening hana sambil
berkata…

“good night dear, have a nice dream Hana ya..”

Siwon terlebih dulu mematikan lampu
dan hanya menyalakan lampu tidur
kemudian keluar dari dalam kamar hana.

>>>

Yoona membawa secangkir espresso
dan juga teh hangat setelah melihat
siwon keluar dari kamar hana.
Ia kemudian memberikan secangkir
espresso di tangan nya pada siwon..

“minumlah dulu ini..”

“ne..gomawo..”

Siwon perlahan menyesap sedikit
demi sedikit espresso pemberian
Yoona. karna masih terasa panas dengan uap yang sedikit mengepul membuat Siwon tak
langsung menghabiskan nya. Siwon kemudian meletakkan cangkirnya di
atas meja dan beralih memandang
kearah Yoona yabg ternyata sedari tadi sudah
terus menatapnya.

Untuk beberapa detik Keduanya sempat saling menatap satu
sama lain dengan kikuk. Dan karna Yoona yang merasa lebih
canggung, Ia yang dengan segera mengalihkan
pandangan nya..

“hmm…bagaimana pekerjaan mu? apa
semua berjalan lancar?”

Yoona mencoba sedikit mencairkan
kecanggungan diantara mereka dengan bersikap lunak pada Siwon..

“ne.. semuanya lancar, aku bahkan
lebih sibuk sekarang..”

Siwon tersenyum menanggapi..

“lalu bagaimana keadaan
umma… emm, maksudku bagaimana dengan
orang tua mu? mereka masih tinggal di
Jepang?”

“ya.. aku sudah membujuknya untuk
pindah, tapi umma lebih nyaman
berada disana dab menemani appa. Dan bagaimana dengan mu, Yoong?”

“aku…hmm.. Kau pasti bisa melihatnya. everyting is fine.. aku
bahagia bersama hana sekarang..”

Mendadak Yoona justru menjadi teringat lagi ucapan
sica dan juga yuri padanya. terutama
ucapan sooyoung yang masih belum bisa
ia percayai sampai saat itu.
Ia berniat
menanyakan langsung pada siwon
mengenai kebenaran nya..

“Hmm…Siwon ada yang ingin aku
tanyakan padamu?”

ragu..
Yoona menggigit bibir bawahnya..

“apa yang ingin kau tanyakan? katakan
lah..”

Siwon memegang cangkirnya dan kembali meminum espresso
nya. namun entah karna apa, pada saat Ia ingin
meletak kan cangkirnya diatas meja, ia justru menumpahkan nya..

“aawhh… mianhae yoona, aku tak
sengaja..”

“ne.. bukan masalah, tidak apa-apa.. aku akan
membuatkan nya lagi untukmu..”

Yoona mengambil cangkir itu,
kemudian berjalan hendak mengarah kedapur.

namun Siwon tiba-tiba berdiri dan
menarik pergelangan tangan nya..

“Si__won…”

“Aku tak bisa lagi bertahan, Yoona..”

Dengan cepat Siwon menangkup wajah Yoona dengan kedua tangan nya. ia
langsung mencium bibir Yoona karna
tak sanggup lagi menahan hasratnya
selama ini.
sudah sangat lama ia
menunggunya untuk kembali.

Yoona yang terkejut dengan sikap Siwon,
langsung menjatuhkan cangkir yang berada
ditangan nya, membuatnya pecah menjadi beberapa keping setelah membentur lantai. Ia juga sudah ingin terjatuh karna ketidak seimbangan tubuhnya, namun Siwon segera merangkul
pinggangnya dan semakin
memperdalam ciuman nya.

Yoona hanya terdiam tak berbuat apa-apa saat siwon terus mengulum
bibirnya dan juga mempermainkan
lidahnya.
Yoona hanya menerima perlakuan Siwon tanpa membalasnya.
Ia masih
merasa canggung saat berhadapan
dengan Siwon apalagi menerima sentuhannya.

Namun Siwon justru
semakin ingin mengembalikan lagi apa yang selama ini telah menjadi miliknya. Hingga
perlahan pun ia menuntun Yoona
masuk kedalam kamar.

Yoona mulai tersentak ketika Siwon meraba punggungnya, menurunkan resleting pakaian yang dikenakannya dan dengan segera mengekspos punggungnya yang terbuka.

Yoona justru tak berdaya ketika kemudian Siwon meremas dadanya dan mendorongnya terbaring diatas tempat tidurnya.

Seharusnya Ia berteriak dan menolak, namun yang terjadi justru desahan yang keluar dari bibirnya dan erangan ketika Siwon melucuti semua pakaian yang menutupi tubuhnya dan menjalankan tangannya untuk terus menyentuhnya…

Hanya batinnya yang kemudian bisa berbicara..

‘Oh Tuhan …
kenapa aku tak bisa
menolak semua ini darinya?
Inikah yang aku inginkan?
Sudah terlalu lama aku tak merasakan
semua ini darinya..
Apa ini yang selama ini aku rindukan?
Sentuhan dan belaian cinta yang selama
ini tak pernah lagi kurasakan
darinya..
Sekarang aku bisa merasakan
nya lagi..
merasakan aliran darah dan detakan
jantungku yang berdetak abnormal ..
Tuhan…
inilah yang aku rindukan!!

Ya.. bertahun-tahun aku merindukan
semua ini darinya..
sangat rindu
padanya..

Maka..
Ijinkan aku Tuhan.. untuk membiarkan
diriku bahagia walaupun mungkin aku
akan menyesalinya nanti tapi
setidaknya untuk malam ini aku ingin
tubuhku merasakan kebahagiaan saat
bersamanya..’

Dan nyatanya Ia memang menginginkan kehangatan tubuh Siwon untuk melingkupi tubuhnya. …

~

~

~

~

~

~

~

~

~

~

~

~

To Be Continued~

*Sorry ya kalau bagian akhirnya rada-rada krik krikk krikkk… gtu jadinya ._.
Kekekekeee….

@joongly

186 thoughts on “YOU’re MINE [ 4 ]

  1. Idiiw wonppa gak nahan jg haha.. yoona oennie udh baikan aj jgn gengsi2 lg.. kasihan hana.. buka lembaran baru oennie aaaah smoga ini awal yg bagus buat mereka kembali lg.. amiin
    Next chapter oennie..
    *thumbsup* gomawo 😉

  2. Yeah… akhirnya YW bertemu lg
    tpi syngnya Yoong blm menerima wonppa utk kembli dan bersatu
    ini benar2 daebak dan semakin seru aja ceritanya. Kuharap mereka bersatu dan Yoong mw memberitahukan Klo Hana adlh anak wonppa

  3. Heol~ jangan sampai rencana s0oyoung yg ingin buat cemburu y0ona jadi victoria yg terjebak dlm pesöna siw0nppa,

    kalau scen yg terakhir nae tutup mata eön,

  4. Aish… aku merasa Yoona emg benar2 keras kepala ya, seharusnya dia mendengar apa yg di sampaikan sahabatnya bahwa sudah seharusnya dia kembali bersama Wonppa dan memberitahukan bahwasannya Hana adlh anaknya
    mereka sama2 saling mencintai hanya saja Yoona nya aja yg mempertahankan egonya
    kasihan Hana dia selalu mencari2 ayah2nya, ya ampun Yoona kenapa drimu setega itu
    aish.. jdi campur aduk aku bacanya

  5. Yaaaaaak yoona unni pura” gag mau lgi…
    Tpi ternyata kangen juga sma belaian wonpa…he…he…he…
    Udahlah unni jngan lama” marahnya…
    Balikan ya….OK…

  6. Tragis bgt waktu Hana sampai m0h0n ke Y00na biar dia bisa dekat dngan Siw0n. Dan Y00na yg trharu & nahan tangis ngeliat kedekatan Hana & Siw0n. Tp untung aja Siw0n ada pncerahan kalau Hana adlh anak.a dr kalung yg d pakai Hana., S00y0ung punya rencana buat nyatuin Y00nW0n dgn minta bantuan Vict0ria.,
    Wah ending part.a Y00na gk bisa n0lak sentuhan Siw0n yg trnyata jg dia rindukan tuh. Cepat2 deh Y00na ngakuin perasaan.a yg mash ttap buat Siw0n.,

  7. sooyoung aku setuju dengan rencanamu, harus berhasil ya, jgn smpe gagal…
    lah lah, siwon udh gk tahan aja tuh,

  8. hai thor~ chap 3 langsung baca chap 4, hana lucu thor , akhirnya mereka ketemu juga walau kayak gitu , seenggaknya bisalah lepas rindu🙂 sooyoung memamng daebak ^^ bisa-bisanya buat rencana kayak gitu~ fighting sooyoung

  9. Kasian sma hana yg ga tau klo siwon daddynya, terharu bget waktu hana pengen d anterin siwon k sekolah gra2 iri liat tmnnya d antar sma daddynya…
    Rencananya soo briliant, semoga deh rencana buat nyatuin yoonwon berhasil…
    Yoona mending maafin siwon deh kan masih cnta jga buktinya ga bsa nolak sentuhan siwon, biar hana jga scepatnya tau siapa daddynya…

  10. Aduh yoona maafin jha atuh siwon oppa dan baikan lg kya dlu,kasian hana dia jga btuh siwon oppa.dqn berterus terang klw hana anak siwon oppa,wow daebok berharap mereka baikan lg kya dlu

  11. Wahh,akuu gak nyangka kalo mereka berhubungan seperti. Itu tanpa penolakan dari yoona😀 bahagiaa akhirnya mereka mulai bersatu lagi setelah sudah lama berpisahh,daebakk author jeongmal daebakk

  12. yoona nya masih ttp mempertahankn ego nya,,,pdahal dia sendri mrindukn siwon dan lgian yw blum brcerai knpa gx balikn ajh dan memulai dri awal,,,,,kasihan hana yg trus mempertanyakn daddy nya

  13. Ya ampun gk nyangka mereka bakalan ngelakuin itu…
    Hahaha semoga ini menjadi awal yg baik..
    Dan siwon udh mulai deket sma hana…
    Yah semoga kehidupan mereka bisa kembali seperti dulu

  14. Yakkk! knapa mommy blum mau memaafkan daddy ?
    kasihan hana !
    .
    dan ooo…oo..
    kuharap mommy jangan menyesali apa yang mommy dan daddy lakukan malam itu…
    .
    semakin seruuuu

  15. Semoga rencana sooyoung membuat yoona cemburu berhasil
    Dan ya ampun cerita terakhirnyaa.. hihihi
    Mommy ingin merasakan kehangatan dengan daddy
    Ayoo mom terima daddy kembalii
    Makin seru ceritnya joongly

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s