Fanfiction

♥ IN THE NAME OF LOVE ♥ [OS]

image

Story by :
Im Yoona _ As : Yoona & Yoon hee (Kembar)
Choi Siwon
Lee Donghae
Jessica

* Just a Fanfiction^^

#Happy Reading~

~

~

~

~

~

~

~

Author POV

Derap langkah mondar-mandir dan
wangi parfum yang akrab di indera
penciuman nya menyadarkan nya dari
alam mimpi yang kemudian membuatnya perlahan
membuka kedua bola matanya.

dilihatnya sang istri sudah tak berada
disampingnya namun justru sudah rapi
dengan pakaian kerjanya__

dengan perutnya yang kian membuncit,
wanita itu tetap melakukan
aktifitasnya seperti biasa. sibuk
dengan rutinitas kerja padat dan tak
kenal waktu__

Siwon sang suami terus
memandangnya dari atas tempat tidur,
sementara sang istri Yoon hee sibuk
merapikan berkas yang akan ia bawa
kekantor hari ini__

Siwon: yeobo…

Yoon hee: hmm…(menoleh kearah
siwon)

Siwon: sepagi ini kau akan berangkat
kerja? (berjalan kearah yoon hee)

Yoon hee: ne waeyo??

Siwon: (memeluk yoon hee dari
belakang)

Yoon hee: banyak pekerjaan yang harus
aku selesaikan yeobo..

Siwon: (tetap memeluk yoon hee) tak
bisakah kau libur?

Yoon hee: (menggelengkan kepala)

Siwon: kau pemilik perusahaan,kau
tak perlu berangkat sepagi ini
(melepas pelukan nya)

Yoon hee: karna itu aku tak mau
memberi contoh yang tidak baik bagi karyawanku. dan aku tak mau
mengecewakan appa dialam sana. Dia
sudah menitipkan perusahaan yang
susah payah dia bangun padaku
(berbalik dan menatap siwon)

Siwon: tapi kau sedang hamil dan
sebentar lagi kau akan
melahirkan.. tolong perhatikan
kondisimu (menggenggam tangan
Yoon hee)

Yoon hee: aku baik-baik saja. kau tak
perlu khawatir.. sudahlah aku tak mau
ribut dengan mu. cepat mandi dan
bersiaplah kerja. Aku jalan duluan
(mengecup bibir siwon) seperti biasa,
ahjumma sudah siapkan sarapan
untukmu..

Siwon hanya bisa diam melihat sang
istri keluar dari kamar mereka. Ia
sadar sang istri adalah pekerja keras,
wanita mandiri dan itu sudah ia
ketahui sejak lama sebelum keduanya
menikah__

Sudah 3 tahun mereka menikah dan
yoon hee baru hamil sekarang ini, karna awalnya ia menolak keras untuk memiliki anak. Yang ditakuti nya nanti akan menyulitkan
nya bekerja.
Yoon hee lebih memilih
menggunakan alat kontrasepsi untuk
mencegahnya hamil.

namun siwon yang kemudian
terus meyakinkan nya jika semua tak akan
seperti yang ada dalam pikiran
nya. kehadiran buah hati justru akan
menambah kebahagiaan keduanya. Hingga
pada akhirnya yoon hee luluh dan mau
menuruti siwon, dengan syarat ia tetap di perbolehkan bekerja saat hamil dan setelah
mempunyai anak__

Saat ini siwon begitu menghawatirkan
kondisi istrinya. karna sibuk bekerja
yoon hee bahkan jarang
memeriksakan kehamilan nya__

~~~

Yoona sibuk merapikan buku-bukunya, ia tengah bersiap kekampus untuk
menyerahkan hasil skripsinya.

Tinggal sendiri di apartmen membuatnya
terbiasa melakukan semuanya
sendirian.
Ia dan yoon hee sudah
mandiri sejak ibu mereka meninggal
dunia dan tak lama sang ayah pun
menyusul meninggalkan keduanya__

Yoona siap dengan mengendarai
mobilnya. namun mencapai pertengahan jalan, ia teringat jika ada yang
tertinggal semalam.
Ia lupa telah
meninggalkan salah satu map hasil
riset nya dirumah sang saudara
kembar Yoon hee.
Segera setelah teringat akan hal itu, ia memutar
arah kendaraan nya__

Yoona memasuki rumah megah yang
tampak sepi karna hanya di tinggali
sepasang suami istri dan beberapa
pelayan saja.
Dengan cepat ia masuk setelah membukakan pintu untuknya. Ia lantas
mengambil map yang masih tergelak diatas meja
ruang keluarga.

Ia sudah akan langsung pergi,
namun sesaat matanya menangkap
sosok siwon yang sedang duduk dimeja
makan sendiri menikmati sarapan
paginya__

Yoona: annyeong oppa.. (tersenyum)

Siwon: Ohh…Yoong tumben pagi pagi
kau kesini..

Yoona: aku mengambil ini
(menunjukkan map nya) semalam aku
lupa meninggalkan nya. mana yoon
hee?

Siwon: dia sudah berangkat. Kemarilah.. ayo duduk,
kau pasti belum sarapan..

Yoona: aniyo oppa, aku harus segera
kekampus..

Siwon: Oh ayolah Yoong.. kau tak kasihan
padaku.. tak enak kalau sarapan
sendirian (menarik kursi di depan nya)

Yoona: ne…(duduk dikursi di depan
Siwon)

Yoona menatap siwon yang menyantap
sarapan nya. sebenarnya ia merasa kikuk. saat
seperti ini seharusnya yoon hee lah yang
menemani siwon sarapan. tapi ia juga tahu bagaimana saudaranya. Dia
memang wanita karier, bahkan sejak lama
itulah cita-cita nya, menjadi wanita yang
sukses dan tak harus bergantung pada siapapun__

Yoona: (menatap kearah siwon)

Siwon: (menyudahi sarapan nya dan
melihat yoona sedang
memandangnya)

Yoona: (kikuk dan sesaat keduanya
saling menatap satu sama lain)___

Yoona segera mengalihkan pandangan
nya saat ponsel disaku celananya
bergetar menandakan pesan masuk
dari seseorang.

*aku menunggumu
dikampus…saranghae*

itulah pesan yang ia baca dari sang
kekasih yang baru dua bulan ini menjadi
pacarnya.

Yoona: oppa aku sudah selesai, aku
harus segera kekampus (berdiri dari
duduknya)

Siwon: kau bahkan belum memakan
apapun yoong (berdiri)

Yoona: aku bisa sarapan di kantin
kampus, seseorang sudah menungguku
(tersenyum dan melangkah keluar)

Siwon: (mengikuti langkah yoona) apa
aku perlu mengantarmu??

Yoona: aniyo oppa…aku membawa
mobil tadi. bye…(melambaikan tangan)

Siwon: gomawo sudah menemaniku
makan (tersenyum)

Yoona: (balas tersenyum) sampaikan
pada yoon hee aku akan kemari kalau
libur kuliah (memasuki mobil)

Siwon: (mengangguk dan tersenyum)
___

@KAMPUS

Sekitar satu jam setelahnya Yoona tiba dikampus. Ia keluar dari dalam mobilnya dan sepintas
mata indahnya melihat sang kekasih
sedang mengobrol dengan beberapa
orang yeoja yang tak asing baginya.

Ia sudah mendengar kalau Donghae
adalah seorang playboy yang suka
berganti kekasih. status Donghae
sebagai anak pemilik kampus
mungkin yang membuat banyak wanita
jatuh dalam pelukannya.

Begitupun dengan
Yoona. ia sendiri tak pernah
menyangka pada akhirnya ia
menerima cinta Donghae yang sudah
berkali-kali menyatakan perasaan
nya, walaupun ia masih ragu dengan
perasaan nya sendiri.

Yoona: oppa.. (melambaikan tangan
kearah donghae)

Donghae: (tersenyum dan langsung
berlari kearah Yoona)

~~~

@KANTOR YOON HEE

Yoon hee masih sibuk dengan berkas-berkas yang
harus ia baca dan tanda
tangani.
matanya menatap jam
ditangan nya yang pada saat itu sudah mencapai pukul sembilan malam
dan ia masih berada dikantor.

Yoon hee: (bergumam) siwon bisa
marah kalau aku tak segera pulang..

Yoon hee langsung merapikan berkas dari atas meja
dan segera menuju mobilnya dengan sang
supir yang sudah siap membawanya
kembali pulang.

Saat di loby tadi Yoon hee sempat merasa sakit dibagian
perutnya, namun ia mencoba menahan
dan mengabaikan rasa sakitnya.

Tak sampai satu jam kemudian  Yoon hee sudah memasuki kedalam rumah dan
segera masuk kekamar. Disana ia melihat
suaminya sudah pulang dan sedang
membaca majalah diatas tempat tidur.

Yoon hee: Yeobo kau sudah pulang
(menghampiri kemudian mencium
bibir siwon)

Siwon: (diam tak menanggapi)

Yoon hee: kau marah padaku? Kau tak
bisa seperti ini.. kita sudah sepakat
sebelumnya, tak akan ada larangan
apapun darimu jika aku hamil..

Siwon: (meletakkan majalah) aku bukannya melarang, aku
hanya memintamu memperhatikan
kondisimu. Ingat anak kita..!! (menatap
tajam yoon hee)

Yoon hee: berkali-kali aku sudah
katakan, aku baik dan begitupun kandunganku. anak dalam rahimku juga pasti
paham dengan pekerjaan ku..

Siwon: Yoon Hee..!!

Yoon hee: Aku lelah, jangan mengajakku untuk ribut dan biarkan aku beriatirahat.. (berbalik
mengacuhkan siwon dan masuk
kedalam kamar mandi)

Siwon: (bergumam) kau tak paham
maksudku yeobo…aku
mengkhawatirkan mu dan anak kita yang
sangat aku dambakan sejak lama
___

Tak lama berselang Siwon justru mendengar jerit suara Yoon hee dari dalam kamar mandi..

Yoon hee: aaauuhhh…(berteriak sambil
memegang perutnya) Yeo..bo…

Siwon: (panik dan segera berlari)

Yoon hee: (semakin mencengkeram
perutnya) yeobo.. tolong aku…

Siwon: (membuka pintu dan terkejut melihat
yoon hee terduduk dilantai dengan
darah segar yang mengalir dari
selangkangan nya) astaga yeobo.. kau
kenapa? Apa ini sudah saatnya?

Yoon hee: sepertinya.. (mengangguk kemudian
menggenggam erat tangan siwon) sakiittt …

Siwon: tenanglah.. kita ke rumah sakit sekarang..

Siwon kemudian menggendong tubuh
yoon hee keluar dari kamar dan segera
membawanya kerumah sakit dengan dibantu
seorang supir pribadinya.

___

Yoona berlari tergesa-gesa dikoridor
rumah sakit. Ia panik setelah siwon
menelponnya dan mengatakan keberadaan yoon
hee berada disana.

Yoona: oppa.. bagaimana Yoon hee?

Siwon: Dia sedang didalam
yoong, kuharap dia baik-baik saja dan
melahirkan anak kami dengan selamat
(tertunduk menelungkupkan wajahnya)

Yoona: (menepuk pundak siwon)
tenanglah oppa,  yoon hee wanita yang
kuat. Dia akan baik-baik saja dan berjuang untuk
melahirkan anak kalian dengan
selamat__

Ditengah kepanikan siwon dan yoona
seorang suster menghampiri keduanya.

Suster: maaf Tuan.. Apakah anda suami Ny.choi?

Siwon: (berdiri) ya saya
suaminya. bagaimana istri saya?

Suster: maaf, tapi saya tidak bisa
menjelaskan semuanya. dokter ingin
berbicara pada anda.. mari ikut saya..

Yoona: (menatap siwon meyakinkan)
dia akan baik-baik saja oppa,
tenanglah..

Siwon: (menepuk bahu yoona dan
berjalan mengikuti sang suster)___

Siwon lantas melangkah masuk keruang
operasi dengan perasaan tak
menentu. ia sangat cemas memikirkan
nasib yoon hee dan calon buah
hatinya.

Siwon: bagaimana istri saya dokter?

Dokter: darahnya rendah dan kondisi
fisiknya melemah. tapi kami akan
lakukan yang terbaik untuk
menyelamatkan ibu dan bayinya..

Siwon: kumohon selamatkan
keduanya dokter..

dokter: (mengangguk) Saya akan berusaha… dan anda bisa
menemaninya selama operasi.

Dengan cemas siwon mengikuti
langkah sang dokter menghampiri
yoon hee yang sudah terbaring lemah
dimeja operasi.

Siwon: (menggenggam erat kedua
tangan yoon hee) bertahanlah yeobo..
kau pasti akan melahirkan anak kita..

Yoon hee: (mengeratkan genggaman
tangan siwon kemudian mengangguk
yakin)

Yoon hee merasa setengah tak sadarkan diri
setelah dokter menyuntikan obat bius nya.

Siwon yang dengan setia
mendampingi yoon hee,berkecamuk di
pikirannya. Rasa bersalah karna seharusnya
ia bisa menjaga yoon hee dengan baik
dan hal ini tak akan terjadi pada istri
yang sangat ia cintai dan buah hati
mereka yang akan segera lahir ke
dunia__

Tak butuh waktu lama, dokter sudah
bisa mengeluarkan si bayi dari dalam rahim
yoon hee. Yang kemudian membuat Siwon menangis haru begitu
melihat bayi itu, anaknya yang masih berbalut
darah dengan kulit merahnya.
Kini lengkaplah hidupny, ia
telah menjadi seorang ayah dari
seorang putri cantik buah cintanya
dan yoon hee.

Sementara dokter masih cemas
melihat monitor yang memantau detak
jantung yoon hee terlihat
menurun.
benar saja detak jantung
yoon hee melemah seiring kesadaran
nya yang kemudian menghilang.

Siwon: (panik) apa yang terjadi pada
istri saya??

Dokter: seperti yang saya katakan tadi,
Tuan.. Sekarang kondisi istri anda
melemah dan ia jadi tak sadarkan
diri. Kita tunggu sampai dia melewati
masa kritis ini dan kami akan lakukan
langkah selanjutnya__

Siwon berjalan lemah keluar dari
ruang operasi, ia langsung
menghampiri yoona yang sedang duduk
menunggunya di depan ruang operasi.

Yoona: bagaimana oppa??

Siwon: aku jadi ayah yoong,putriku
sangat cantik seperti ibu dan juga
tantenya (sedikit tersenyum lega)

Yoona: cukkae oppa.. aku ikut
berbahagia (tersenyum riang dan
langsung memeluk siwon) aku tak
sabar ingin melihatnya (melepas
pelukannya)

Siwon: Suster sedang memandikan
nya..

Yoona: bagaimana dengan Yoon hee?
Dia baik-baik saja kan?

Siwon: (raut wajahnya berubah) dia kehilangan kesadarannya, yoon hee masih kritis
dan kondisinya melemah.. aku takut..
aku sangat takut terjadi sesuatu
padanya..

Yoona: Ya Tuhan Oppa.. kau jangan berpikir seperti
itu. Aku tahu bagaimana
saudaraku, Yoon hee sangat kuat.. dia
pasti akan segera sadar (memeluk
siwon memberi semangat)

Siwon: (membalas pelukan yoona)
ne…aku juga yakin begitu, Yoon hee
akan sadar dan melihat buah hati
kami__

Sepanjang malam itu Yoona dan siwon
menunggu yoon hee yang masih berada
diruang ICU__

Yoona sudah tertidur setelah tadi ia
sempat melihat keponakan cantiknya
yang ditidurkan didalam box bayi yang ada
diruangan bayi rumah sakit.

Namun berbeda hal nya dengan siwon yang tak juga bisa memejamkan
matanya.
ia masih duduk terjaga di samping ranjang
sang istri dengan tangannya yang tak lepas
menggenggam erat tangan kiri yoon
hee yang terpasang selang infus disana..

Siwon: Yeobo sadarlah.. apa kau tak
ingin melihat anak kita..dia cantik,
sangat cantik seperti dirimu
(mencium lembut punggung tangan
yoon hee dan menitikan airmata)

Tak ada respon apapun dari yoon hee
sampai akhirnya siwon tertidur di
samping ranjang sang istri__

~~~

Siwon terbangun dari tidurnya saat dirinya
merasakan tangan yang dari semalam ia
genggam kini bergerak lemah..

Siwon: yeobo.. yeobo kau sadar..terimakasih
Tuhan (mencium kening yoon hee)

Yoon hee: (tersenyum) aku haus..

Siwon: (mengambil gelas air minum
dimeja) minumlah..

Yoon hee: (meminum airnya) kenapa
yoona bisa ada disini?? (melihat kearah
yoona)

Siwon: aku menghubunginya
semalam, aku sudah menyuruhnya
pulang setelah kau selesai operasi..
tapi ia menolak dan bilang akan
menunggu sampai kau sadar.

Yoon hee: ahh…anak itu, dia selalu
perhatian padaku padahal aku justru
jarang menanyakan keadaan nya__

Yoona terbangun dari tidurnya saat
mendengar ada suara tak jauh darinya.

Yoona: Yoon hee.. kau sudah
sadar.. syukurlah (menghampiri yoon
hee)

Yoon hee: gomawo sudah
mengkhawatirkan ku (meraih tangan
Yoona)

Yoona: itu sudah seharusnya (meraih
uluran tangan yoon hee)

Yoon hee: dimana bayi ku?? (memandang siwon) aku
ingin melihat anak ku..

Yoona: (tersenyum)

Siwon: aku akan meminta suster
membawanya kemari___

Siwon melangkah keluar kamar
dengan senyum mengembang
diwajahnya. ia sangat bahagia karna
yoon hee sadar dan dia bisa melihat
buah hatinya bersama sang istri..

Siwon: suster, bisakah saya melihat
anak saya..

Suster: tentu saja Tuan.. Putri anda berada
di box bayinya seperti kemarin..

Siwon: apa saya bisa membawanya
bertemu istri saya? Dia sudah sadar
dan ingin melihat anak kami..

Suster: istri anda sudah sadar? Saya
akan hubungi dokter segera untuk
memeriksa kondisinya, tapi maaf Tuan..
Putri anda tidak bisa dibawa keruang
ICU. anda bisa menunggu sampai istri
anda dipindahkan kekamar
inap.. mianhae Tuan.. (membungkuk)

Siwon: baiklah saya mengerti
(berjalan kembali kekamar)

~~~

Sementara dikamar yoon hee,yoona
dibuat panik saat tiba-tiba yoon hee
mengeluh sakit yang teramat sangat dibagian
perutnya.
berkali-kali yoona sudah
memencet tombol agar suster dan
dokter datang. ia juga sudah berteriak
meminta tolong__

Siwon akhirnya masuk dan terkejut
melihatnya.

Yoona: oppa…yoon hee oppa…

Siwon: ada apa dengan yoon hee? dia
kenapa? (menghampiri dan berdiri
disamping ranjang yoon hee)

Yoon hee: (meringis menahan sakit)

Yoona: aku tak tahu.. tiba-tiba dia mengatakan
perutnya sakit.. aku akan panggilkan
dokter (berjalan tergesa)

Yoon hee: (mencegah dengan meraih
tangan Yoona)

Yoona: wae…??

Yoon hee: too…long..ja..ga..put..t ri
ku…ku u..mo ho n
ka…uuu…bant..tu…Siwon, Yoong
(memejamkan matanya)

Yoona: (menangis)

Siwon: yeobo..yeobo…(berteriak
menggoyangkan tubuh yoon hee)

Yoon hee: (kehilangan kesadaran)

~~~

@KAMPUS

Donghae berjalan tergesa-gesa ketika
yoona mengatakan kalau dirinya berada dirumah
sakit dan tak bisa pergi kekampus hari itu.

Dalam pikirannya Donghae mengira jika terjadi sesuatu
pada yoona. tanpa menunggu
penjelasan yoona terlebih dulu, ia langsung saja
menutup ponselnya dan dengan
segera berlari kearah mobilnya. karna keterburu-buruan nya itu, tak sengaja ia menabrak
seorang yeoja yang sedang asyik
mengobrol dengan teman- temannya..

Jessica: aauuhhh…(terjatuh)

Donghae: (terjatuh) mianhae…aku
sedang buru-buru (berdiri dan
mengulurkan tangan membantu sica
berdiri)

Sica: (menerima uluran tangan
donghae lalu berdiri)

Donghae: (menatap sica)

Sica: (menatap donghae heran)

Donghae: mianhae…

Sica: (tersenyum) tak masalah,tapi
lain kali perhatikan yang ada didepan mu saat kau berjalan walaupun kau
sedang terburu-buru..

Donghae: ne…(tersenyum dan
berjalan pergi)

Sica: (menatap kepergian donghae)
namja aneh…!!

~~~

@RUMAH SAKIT

Siwon terus mondar-mandir di depan
ruang ICU menunggu kepastian dari
dokter yang sedang memeriksa
istrinya.

Sementara yoona masih terduduk dengan
menelungkupkan wajahnya ia tak
berhenti menangis.
Ia takut yoon hee
akan meninggalkan nya seperti
oemma dan appa nya.
hanya yoon hee
satu-satunya saudaranya__

Akhirnya sang dokter keluar dan
siwon juga yoona segera
mencecarnya dengan pertanyaan..

Siwon: bagaimana dokter? Apa yang
terjadi dengan istri saya?

Yoona: dia baik-baik saja kan dokter?

Dokter: terjadi komplikasi setelah
operasi itu karna kondisi istri anda yang
lemah (menunduk)

Siwon: jadi bagaimana kondisinya?

Dokter: mianhae kami sudah berusaha
yang terbaik..

Siwon: apa maksud anda dokter?
(berteriak)

Dokter: pasien dinyatakan koma.. (menunduk)

Yoona: Tuhann… (menangis)

Siwon: apa yang kau katakan!? Kau
bilang akan menyelamatkan istriku
(histeris)

Dokter: mianhae…

Siwon: apa yang kau lakukan padanya
hingga dia koma? (berteriak) Aku akan menuntutmu..!!

Yoona: oppa tenangkan dirimu
(memeluk menenangkan siwon)

Siwon: Yoon hee…yoong, kenapa jadi
seperti ini (membalas pelukan yoona)
ini salahku, andai aku tak memintanya
agar kami memiliki anak, ini takkan
terjadi, aku masih bisa melihatnya
berjalan elegant dengan baju kerjanya. Betapa bangganya aku memiliki istri seperti dia..
(terisak dipelukan yoona) ini
salahku…

Yoona: ini bukan salahmu Oppa,kau masih
bisa bersamanya, dia pasti akan
segera sadar (melepas pelukan nya)
dokter berapa lama dia koma?

Dokter: mianhae tapi itu tidak bisa
saya pastikan…

~~~

Setelah sedikit tenang yoona
mengajak siwon untuk melihat keponakannya, putri
siwon yang ada diruang bayi.

Yoona: oppa kau sudah memberi
nama untuk keponakan ku yang cantik
itu?

Siwon: (terdiam kemudian
menggeleng dan airmatanya kembali
menetes melihat putrinya) bahkan kau
belum melihat putri kita….Yoon
hee___

>>>

1 bulan~~~

4 bulan~~~

7 bulan~~~

1 Tahun~~~

Sudah selama itu Yoon hee tak juga
sadar dari koma.
namun siwon masih
dengan setia mengunjunginya dirumah
sakit.
Ketika sempat terbersit di pikirannya
rasa lelah namun segera ia
membuang jauh pikiran itu. semua itu
terjadi pada yoon hee karna
melahirkan buah cintanya___

Yoona dengan telaten mengurus anak
yoon hee dan siwon, ia bahkan rela
mengambil cuti kuliahnya demi
keponakan nya, karna Nari keponakan
yang sangat ia cintai tak bisa ditinggal
begitu saja.
Nari sudah sangat dekat
dengan yoona. ia selalu menangis saat
malam ketika yoona tak
bersamanya.
demi rasa cintanya pada
Nari, yoona pun memutuskan
meninggalkan apartmen nya dan
tinggal bersama Nari dan Siwon__

Yoona: Nari ah ayo makan buburnya
(menyuapkan bubur kemulut Nari)
Aaaa…ayo buka mulutmu..

Nari: (tersenyum dan melengos
menggoda yoona)

Yoona: Aishh…kau ini selalu
begitu, kau harus makan dulu baru aku
akan mengajakmu jalan-jalan..

Siwon: Nari kenapa Yoong? (menuruni
tangga dari lantai dua kamarnya)

Yoona: oppa Nari tak mau makan..

Siwon: aigoo.. anak appa kenapa
seperti ini?? (mencubit gemas pipi
nari)

Nari: (tertawa riang)

Yoona: (tersenyum) lihatlah oppa nari
semakin pintar saja..

Siwon: ne..(tersenyum menarik kursi
dan duduk dimeja makan)

Yoona: (mengambilkan nasi untuk
siwon) oppa.. aku ingin mengajak Nari
berbelanja hari ini, boleh kan?
(menaruh lauk diatas piring nasi yang
siwon makan)

Siwon: apa kau nanti tak repot?
(menyantap makananya)

Yoona: aniya..aku justru senang jalan
bersama nari..

Siwon: terserah padamu Yoong,kau yang
lebih tau nari daripada aku
(tersenyum)

Yoona: gomawo oppa (tersenyum)__

Sudah satu tahun ini yoona seolah
menggantikan posisi yoon hee di sisi
siwon.
Yoona bahkan lebih perhatian
daripada yoon hee itu yang siwon
rasakan.

Setiap hari yoona selalu memasak
sarapan dan makan malam untuk
siwon walaupun ia juga repot
mengurus nari tapi ia senang
melakukan semuanya.
ia berpikir ini
semua demi yoon hee dan karna yoon
hee sudah menitipkan anaknya pada
yoona___

~~~

@MALL

Donghae mengajak Jessica kesebuah pusat perbelanjaan, berniat memberikan kado untuk
nya.

Donghae: apa yang kau inginkan?
(merangkul pinggang sica)

Sica: apapun yang oppa berikan aku
pasti suka (tersenyum manis dan
merangkul pinggang donghae)

Beberapa bulan terakhir ini donghae
menjalin hubungan dengan sica
setelah yoona tak lagi bisa sering
bersamanya karna sibuk mengurus
nari.
walaupun sesekali masih bertemu
tapi tak seintens sebelum nya.

Yoona lebih
sering menolak ajakan donghae
dengan alasan tak bisa meninggalkan
nari. Donghae pun tak bisa menolak
pesona jessica yang hadir disaat yang
tepat ketika hatinya merana.
ia belum
menyatakan putus dengan yoona saat
ini namun ia sudah berkencan dengan
Sica bahkan hubungan mereka jauh lebih
intim___

Yoona menatap intens sepasang
kekasih yang sedang bercanda mesra
disebuah toko tas, niatnya berbelanja
pakaian untuk nari ia urungkan,justru
ia mendekat memastikan seseorang
dari kedua orang itu adalah sosok yang
ia kenal.

Butiran airmatanya tiba-tiba jatuh begitu
saja saat melihat donghae tanpa ragu
mencium bibir sica.

Tuhan..
ini tempat umum
namun dia berani melakukan nya…
ada hubungan apa mereka??

Yoona: kau pembohong oppa.. Brengsek!
(mendorong kereta bayi nari dan pergi
berlalu dari mall)__

~~~

Yoona pulang dengan airmata yang
masih membasahi pipi
mulusnya. Seolah tak tahu dengan
perasaan yoona, nari terus tertawa
bahagia memainkan mainanya di
dalam kereta bayinya___

~~~

Sudah jam sebelas malam itu dan siwon baru
pulang kerumahnya, ia sedikit kacau
dengan bau alkohol yang sangat
menyengat.
entah perasaan apa yang ia
rasakan malam ini ia pulang dalam
kondisi mabuk,sepertinya ia frustasi
dengan kondisi yoon hee yang tak juga
membaik dan sadar dari komanya.

Setengah sadar ia memasuki kamar
nari untuk melihat putrinya,perlahan ia
membuka pintu kamar itu, dan melihat
nari sudah tertidur pulas di dalam box
bayinya. namun matanya kemudian juga
menangkap sosok yg tak asing
baginya sedang terduduk dilantai dan
menangis di sampin tempat tidur.

Siwon: yoon hee (mendekati yoona)

Yoona: oppa…(mendongakkan
kepalanya)

Siwon: yoon hee kenapa kau
menangis? Apa aku menyakitimu?
(memeluk yoona)

Yoona: (terkejut) oppa kau kenapa?

Aku bukan yoon hee (melepas pelukan
siwon) aku Yoona oppa…

Siwon: yoon hee mianhae…maafkan
aku (memeluk yoona lagi dan makin
erat)

Yoona: (kali ini tak bisa melepaskan
pelukan siwon begitu saja)___

Yoona terkejut saat siwon memeluk
tubunya erat dan semakin erat seolah
enggan melepaskan nya.

Yoona: (melonggarkan pelukan siwon)

Siwon: (kembali memeluk yoona)

Yoona: (mendorong tubuh siwon dan
langsung berdiri)

Siwon: (menarik tangan yoona dan
menghempaskan tubuh yoona diatas
tempat tidur)

Yoona: oppa apa yg kau lakukan?
(menangis)

Siwon: yoon hee aku merindukan mu
(mendekatkan wajahnya)

Yoona: aku yoon…emmhh..

Siwon: (membungkam bibir yoona
dengan bibirnya)

Siwon mencium bibir yoona dalam
dan semakin dalam,ia tak
membiarkan yoona melepaskan
ciuman nya.
siwon terus melumat bibir
yoona memasukkan lidahnya untuk
menjelajahi setiap inci rongga
mulutnya, sesekali ia juga menggigit
bibir bawah yoona membuatnya
mengerang dan semakin membuat
airmatanya mengalir.

Kedua tangan kekar Siwon kini juga
mencengkeram kedua tangan yoona,
mengunci gerak yoona yang hanya bisa
pasrah menerima perlakuan siwon yang
makin mengganas.

Wangi tubuh yoona membuatnya
terbuai dan semakin bernafsu,yoona
pun menjadi ikut terbuai dan
menikmati ciuaman siwon,desahan
suaranya mulai terdengar saat siwon
mencumbui leher jenjangnya tanpa
henti. menciptakan tanda-tanda nafsu yang
sudah menguasainya,tubuhnya sedikit
menegang saat tiba-tiba siwon menarik
baju yang ia pakai___

___

Yoona terbangun dari tidurnya saat
dering ponsel terdengar
ditelinganya, dengan cepat ia mempar
ponselnya kesembarang arah saat
melihat nama Donghae tertera dilayar
ponselnya__

Yoona merasakan sakit disekujur
tubuhnya dan terkejut melihat siwon
tidur di sampingnya. ia menangis
seketika saat melihat tubuh polosnya,
apa yang semalam ia lakukan??

Menyadari kesalahan besar telah ia
dan siwon lakukan membuat
tangisnya pecah dan semakin
bertambah rasa bersalahnya ketika
melihat nari terlelap dalam
tidurnya___

                       ****

#1 TAHUN KEMUDIAN

Siwon masih terlelap dalam tidurnya
saat yoona memasuki kamar dan
langsung membangunkan nya.

Yoona: oppa.. apa kau tak mau
kekantor hari ini??

Siwon: hmm…(melenguh dan menarik
yoona dalam pelukan nya)

Yoona: oppa jangan seperti ini. Ini
sudah siang, apa kau tak mau
kekantor??

Siwon: (mengeratkan pelukannya
ditubuh yoona) biarkan seperti
ini, berikan aku lima menit saja.

Yoona: oppa.. dengarlah Nari bangun
(melepas pelukan siwon) kasian Nari
pasti mencariku.

Siwon: selalu nari yang kau utamakan
(cemberut)

Yoona: (mencium bibir siwon
kemudian berlari keluar kamar)

Siwon: (tersenyum)

Hubungan siwon dan yoona semakin
intim setelah peristiwa malam
itu, yoon hee yang tak juga sadar
membuat siwon merasa kesepian
namun terobati dengan kehadiran
yoona disampingnya.
Perhatian yoona
padanya membuat siwon tak bisa
menyembunyikan gejolak
perasaannya pada yoona. ia pun
seolah makin jauh dari yoon hee karna
sudah jarang ia mengunjungi sang
istri dirumah sakit.

demikian juga dengan yoona rasa
sakit hatinya pada donghae yang telah
membohongi dirinya sangat terobati
dengan perlakuan manis siwon
padanya. Ia semakin terbuai dan
terhanyut dengan semuanya tak sadar
bahwa yang mereka berdua lakukan
adalah salah.

Sangat salah karna siwon adalah
suami yoon hee saudara kembarnya
sendiri, terkadang rasa bersalah itu
muncul dari lubuk hatinya namun
sepertinya cinta telah membutakan
keduanya___

Yoona: Nari ah kau sudah bangun
(membuka pintu kamar)

Nari: (tertawa dalam box bayinya)

Yoona: (menghampiri lalu
menggendong nari keluar kamar)

Nari: (tertawa) umma…um..ma…

Yoona: Nari ah kau mau minum susu?
Umma buatkan yaa..

Nari sudah bisa berbicara walaupun
belum terlalu lancar,ia bahkan
memanggil yoona dengan sebutan
umma,Nari sudah sangat terikat pada
yoona.

Bagaimana tidak sejak bayi ia
tak pernah bertemu ibu
kandungnya,Yoona adalah satu-satu nya
wanita yang selama ini merawat dan
memperhatikan nya,Yoona lah yg
mengajarkan Nari berjalan,dengan
telaten ia juga mengajarkan nari
bicara hingga kini Nari sangat dekat
dan memanggilnya sebagai umma
nya___

>>>

Di tempat lain
donghae sangat frustasi karna tak bisa
menemui yoona, walaupun yoona
sudah memutuskan mengakhiri
hubungan mereka donghae tak trima
begitu saja, sampai saat ini ia masih
berusaha mendapatkan lagi hati yoona
walaupun nyatanya ia juga tak bisa
memutuskan jessica begitu saja___

>>>>

Suster: dokter pasien dikamar 307
menunjukkan respon.

Dokter: benarkah?? Ayo kita
periksa, syukurlah keluarganya pasti
senang mendengarnya (berjalan
menuju kamar yoon hee)

Suster: saya akan hubungi
keluarganya.

Dokter: nanti saja…kita periksa dulu
keadaannya, saya tak mau membuat
keluarganya kecewa jika hasilnya tak
sesuai yang di harapkan___

Sang dokter segera memeriksa
kondisi yoon hee saat suster
memberikan laporan.

dokter: (bertanya pada suster) respon
apa yang tadi Ny.choi berikan?

Suster: Ny.choi seperti menggerakan
bola matanya dokter, dan tadi saya
juga sempat melihat jemarinya
bergerak..

dokter: respon yang bagus,sepertinya
dia akan segera siuman.

suster: apa saya perlu menghubungi
Tn.choi?

Dokter: tunggu sampai ada
perkembangan yang lebih
signifikan. Tolong pantau terus keadaan
nya dan jangan lupa laporkan pada
saya (meninggalkan ruangan)

suster: ne..(mengikuti langkah dokter)
yoon hee: (jemari tangan nya
bergerak)

>>>>

Yoona sibuk menyiapkan makan
malam,ia mendudukan nari di kursi
balita di samping meja makan di dekat dapur tempatnya memasak dan tak
lupa memberi Nari mainan agar tak
menangis saat ia memasak. Ia selalu
memasak sendiri menu makanan
untuk nari maupun siwon,ia tak mau
pelayan rumah membantunya kecuali
Nari benar-benar tak bisa
ditinggal.
baginya saat memasak
merupakan moment yang paling ia sukai..

Nari: (tertawa riang memainkan
bonekanya yg bisa bernyanyi)

Yoona: Nari ah kau menyukainya,appa
mu benar-benar memanjakan
mu. Lihatlah berapa banyak boneka yang
sudah dia belikan untukmu. dia sampai
melupakan umma dan tak pernah
memberikan umma hadiah (cemberut)
kau menjadi saingan umma sekarang.

Nari: (tertawa riang)
umma…hahahaaa..

Yoona: aigoo…kau benar menggoda
umma (mencubit gemas pipi nari)
sudahlah umma lanjutkan
memasaknya, takkan selesai jika terus
bermain dengan mu, appa mu pasti
segera pulang (melangkah memotong
sayuran) Nari ah nanti bilang sama
appa ne, umma juga mau dibelikan
hadiah (tersenyum)

Ternyata siwon sudah masuk,namun
yoona dan nari tak
menyadarinya, Siwon hanya tersenyum
melihat percakapan lucu antara Yoona
dan Nari..

Siwon: (berjalan pelan mendekati nari
dan yoona)

Nari: (tertawa girang saat melihat
siwon)

Siwon: ssttt…nanti umma mu dengar
(mendekati yoona)

Nari: (makin riang tertawa)

Siwon: (memeluk yoona dari
belakang)

Yoona: (terkejut) Ohh…oppa kau
sudah pulang? Mengagetkan saja
(berbalik)

Siwon: (mengecup bibir yoona)

Yoona: (tersenyum) mandilah,setelah
itu kita makan,aku siapkan dulu
makanan nya.

Siwon: (tersenyum dan sekali lagi
mengecup bibir yoona)

Yoona: Aishh…oppa (mendorong
tubuh siwon) lihatlah Nari
memperhatikan kita.

Siwon: (tersenyum pada nari) Nari ah
apa yang tadi umma katakan padamu?
Apa umma meminta hadiah?

Siwon: (tersenyum pada yoona) kau
ingin hadiah?

Yoona: aku hanya bercanda (tertawa)

Siwon: baiklah tapi aku pikir ini
serius, aku akan memberikan hadiah
untuk mu malam ini (mengerlingkan
mata)

Yoona: (memukul dada siwon)

Nari: appa…appa…

Siwon: ya sayang (mendekat mencium
nari) Oke Choi Naa ri appa mandi dulu
ne…

>>>>

Setelah makan malam dan
menidurkan nari,Yoona tak langsung
tidur,entah kenapa matanya tak juga
bisa terpejam, ia memutuskan keluar
dari kamarnya dan nari,karna Nari
sudah tertidur pulas ia bisa
meninggalkan nya.

Yoona menyalakan televisi yang ada diruang
tengah,mungkin dengan menonton tv
bisa membuatnya mengantuk,namun
tiba tiba siwon turun dari lantai dua
kamarnya.

Siwon: yoona.. kau belum tidur?

Yoona: aku belum mengantuk..

Siwon: (duduk disamping yoona) ini
sudah jam sebelas.. apa kau tak lelah
seharian sudah menjaga nari
(merangkul pundak yoona) apa kau
sedang menunggu hadiah dariku
(tersenyum)

Yoona: Aishh…hadiah apa
(menyandarkan kepalanya dibahu
siwon) oppa sendiri kenapa belum
tidur?

Siwon: aku baru mengerjakan
pekerjaan kantor yang tadi belum
selesai ku kerjakan.

Yoona: oppa.. bagaimana keadaan yoon
hee? apa belum ada perkembangan?

Siwon: kurasa belum,dokter maupun
pihak rumah sakit belum menghubungi
ku.

Yoona: kenapa oppa tak mengunjungi
yoon hee?

Siwon: hatiku bertambah sakit jika
melihatnya seperti itu (merangkul
pinggang yoona)

Yoona: bagaimana kalau yoon hee
sadar? Apa yang akan kita lakukan dan
katakan padanya (memeluk siwon)

Siwon: entahlah yoong aku
bingung, terkadang aku merasa sangat
bersalah padanya tapi aku juga tak
bisa menutupi perasaan ku
padamu, bukan karna wajahmu mirip
yoon hee lebih dari itu, semua
ketulusan perhatian dan kasih sayang
darimu padaku dan Nari sungguh
membuatku merasa tak bisa
kehilangan mu.

Yoona: kita salah oppa, aku tak tahu
apa yang akan terjadi jika yoon hee tahu
semua ini (menangis)

Siwon: (mengeratkan pelukannya pada
yoona)

Siwon: oppa…saranghae…aku tahu
ini salah tapi aku benar semakin
mencintaimu.

Siwon: nado…Saranghae
yoong, mungkin kita berdua memang
salah tapi satu yang kutahu cinta tak
pernah salah, atas nama cinta aku
akan melakukan apapun untukmu___

>>>>

Yoon hee:

‘dimana diriku? kenapa tak ada
seorangpun bersamaku? Kemana
siwon? Dimana yoona? Kenapa
mereka tak disini bersamaku?
Mengapa mereka meninggal kan ku
sendiri? Tempat apa ini? Kenapa tak
ada seorangpun disini?
Putriku, dimana putriku? Aku harus
menemukan nya,aku harus
menemukan jalan keluar dari tempat
ini…??’

>>>

Suster: (berlari) dokter…dokter
Ny.choi sadar…Ny.Choi sudah
membuka matanya..

>>>

Siwon melangkah terburu-bura dari
kamarnya setelah mendapat telpon
dari rumah sakit, Ia mencari yoona dan
Nari yg tadi berada di meja makan tapi
hanya ada nari disana dan ia tak
melihat yoona.

Yoona: hweekk…hweekk
(memuntahkan makanan)

Siwon: yoona…yoong!! kau dimana?
(membuka kamar yoona)

Yoona: hweekk…hweekk.. (kembali
muntah)

Siwon: (masuk kekamar yoona) kau
kenapa? (panik melihat yoona muntah
muntah)

Yoona: entahlah oppa aku tak tahu ,tiba-tiba tadi setelah makan perutku
mual, kemarin juga seperti ini
(mengambil tisu mengelap mulutnya)

Siwon: kenapa kau tak bilang padaku
kita bisa kerumah sakit (menuntun
yoona keluar kamar mandi)

Yoona: tidak usah oppa, mungkin
hanya masuk angin karna semalam
aku kurang tidur, nari sedikit rewel
semalam.

Siwon: tidak.. kau tetap harus periksa
kedokter lagi pula aku juga harus
kerumah sakit.

Yoona: oppa mau bertemu yoon hee?
(lesu)

Siwon: (ragu) pihak rumah sakit
menelpon dan bilang…

Yoona: mereka bilang apa oppa?

Siwon: mereka bilang yoon hee sadar
(menunduk)

Yoona: yoon…hee…sadar…(terduduk
di tempat tidur) syukurlah akhirnya
dia sadar,ayo kita temui dia oppa..

Siwon: (menggenggam tangan yoona)
percayalah padaku (menatap mata
yoona) semua akan baik baik saja..

Yoona: (mengangguk memeluk siwon)

>>>

Siwon dan yoona mengajak nari
kerumah sakit, Siwon segera menuju
kekamar yoon hee sedangkan yoona
keruang dokter bersama nari untuk
memeriksakan kondisinya atas
permintaan siwon yang sudah terlebih
dulu membuat janji dengan seorang
dokter___

dokter: selamat Tn.Choi.. istri anda
sudah sadar.

Siwon: (tersenyum tanggung)
dokter: dia masih butuh perawatan
dan terapi selama beberapa hari untuk
memulihkan kondisi tubuhnya.

siwon: lakukan yang terbaik dokter..

dokter: (mengangguk dan berjalan
keluar kamar)

yoon hee: (menatap siwon)

siwon: (mendekat memegang tangan
yoon hee) kau sudah sadar yeobo.

yoon hee: (menggenggam tangan
siwon dan menangis)

Siwon: (menghapus airmata yoon hee)
jangan menangis, kau akan sembuh
dan kita akan bersama lagi.

>>>>

dokter: ini putri anda Nona?

Yoona: (memangku nari) sebenarnya
dia putri saudara saya tapi dia sudah
seperti anak saya sendiri.

dokter: apa anda sudah menikah?

Yoona: maksud dokter? (bingung)
hmm…saya…

Dokter: anda tak harus
menjawabnya, saya hanya ingin
menyampaikan hasil pemeriksaan tadi
(membuka map)

yoona: (menatap dokter)

dokter: (tersenyum) SELAMAT…ANDA
HAMIL
yoona: (Deg…Deg…) saa…ya
ha..mil…dokter??

Dokter: iya nona..anda hamil,selamat
dan perhatikan kondisi anda, janin nya
baru berusia satu bulan.

Yoona merasakan sekujur tubuhnya
lemas seketika saat dokter
mengatakan padanya ia hamil,apa yang
harus ia katakan pada siwon? yoon hee
sudah sadar dan membuat suasana
menjadi rumit, dari awal hubungan nya
dan siwon memang salah tak
seharusnya ia melakukan nya dengan
siwon.

ia terlalu ceroboh karna tak berhati
hati dan memikirkan akibatnya jika ia
terlalu jauh berhubungan dengan
siwon.

>>>>

Siwon: yoong bagaimana? Apa kata
dokter?

Yoona: (terdiam)

Siwon: yoong apa yang dokter katakan?
(memegang bahu yoona)

Yoona: Ahhh…dokter bilang…(diam)
Ohh…ya oppa bagaimana dengan
yoon hee?

Siwon: dia sedang istirahat
dikamarnya..

yoona: kajja oppa aku ingin bertemu
yoon hee..

Siwon: (menarik tangan yoona) tunggu
dulu yoong. Kau belum jawab
pertanyaan ku, apa yang tadi dokter
katakan?

Yoona: (menunduk) aniyo oppa…aku
baik-baik saja,dokter bilang aku hanya
lelah dan perlu istirahat, Oppa tak usah
khawatir (menggenggam tangan
siwon)

Siwon: (menarik yoona dalam pelukan
nya)

Yoona meneteskan airmata saat siwon
memeluknya, tak mungkin jika ia
mengatakan pada siwon kalau saat ini
ia mengandung anaknya. Jika ia
mengatakan semuanya hanya akan
membebani pikiran siwon,ia tak mau
memperumit keadaan dengan
mengatakan ia hamil saat ini___

>>>>

Yoona: (memeluk yoon hee)

Yoon hee: (membalas pelukan yoona)

Yoona: akhirnya kau kembali, Aku
sangat merindukn mu.

Yoon hee: gomawo…dimana putriku?

Yoona: dia bersama suster, dia tak
boleh masuk kemari. Kau harus segera
pulih agar kau bisa bersama putrimu.

Yoon hee: siapa namanya?

Yoona: Choi Naa ri.. Siwon oppa yang
memberinya nama, putrimu sangat
cantik (tersenyum)

Yoon hee: Choi naa ri, nama yang
cantik..gomawo yoong kau telah
menjaga putriku dan siwon oppa,aku
tak tahu apa yang terjadi kalau tak ada
dirimu, aku sangat berterima
kasih, aku tak tahu berapa lama aku
koma, tapi aku merasa sudah sangat
lama aku berada disini
(menggenggam tangan yoona)

Yoona tak bisa berkata kata dan hanya
menangis mendengar ucapan yoon
hee yang seakan menusuk hatinya. Yoon
hee salah menilai dirinya karna ia
justru telah menghianati kepercayaan
yoon hee dan merusak semuanya
begitupun siwon ia hanya bisa diam
menatap keduanya___

~~~

Setelah menjalani masa pemulihan
dan beberapa terapi untuk
memulihkan kondisi tubuhnya, kini
yoon hee sudah pulih dan ia bisa
pulang untuk segera bertemu dengan
putrinya itulah yang paling yoon hee
harapkan___

hari ini semua itu akan segera
terwujud, Siwon sudah datang untuk
menjemputnya dan ia bisa kembali
pulang__

yoon hee: (merangkul lengan siwon
memasuki rumah)

siwon: selamat datang kembali yeobo.

yoon hee: (tersenyum) gomawoyo
(melihat nari bermain sendiri)

siwon: lihatlah dia Choi Naari putri
kita, dia sangat cantik kan?

Yoon hee: ne…dia cantik sekali,aku
ingin memeluk nya (mendekati Nari)
Nari ah ini umma sayang (mendekap
nari)

Nari: (terkejut dan menangis)

yoon hee: ini umma sayang, umma
sangat merindukan mu..

Nari: (semakin kencang menangis)

Yoona yang sedang berada dikamar
mandi segera berlari menghampiri
nari saat mendengar nari menangis
kencang.

Nari: umma…umma…(menangis)

yoon hee: ya sayang.. umma disini.

yoona: nari ah kenapa menangis
seperti itu (kaget) Ohh…yoon hee kau
sudah pulang.

Nari: (berlari kearah yoona)

yoona: (menggendong nari)

nari: umma…(memeluk yoona)

yoon hee: (terkejut)

yoona: ne ini umma sayang,diamlah
umma disini jangan menangis lagi ne
(menatap yoon hee)

yoon hee: (menatap yoona) kenapa dia
memanggilmu umma?

Yoona: nanti aku jelaskan, jangan
sekarang biarkan aku menenangkan
nari dulu.

Siwon: aku yg akan jelaskan padamu..

yeobo (merangkul bahu yoon hee)

yoon hee: (mengikuti langkah siwon)

Yoona menatap siwon yang merangkul
bahu yoon hee memasuki kamar
siwon dan yoon hee,ada perasaan tak
suka dalam hatinya ketika melihat
siwon merangkul yoon hee,namun ia
juga tak bisa berbuat apa apa karna
tak ada yang salah dengan keduanya
mereka berstatus suami istri dan
dialah yang salah telah masuk terlalu
jauh kedalamnya___

>>>

Hari telah berganti hari dan yoon hee
pun sudah bisa memahami kalau nari
lebih dekat dengan yoona dibanding
dirinya. Nari bahkan tak mau tidur
bersamanya dan seperti asing jika
bersama yoon hee. Untuk
menghilangkan kejenuhan nya
dirumah, yoon hee pun memilih
melakukan lagi pekerjaan nya.

Ia kembali bekerja mengurus perusahaan
yang sempat diambil alih oleh
siwon, walaupun siwon melarangnya
yoon hee tetap bersikeras ia tak mau
hanya berdiam diri, jiwa pekerjanya
tumbuh kembali, Ia merindukan saat-saat seperti dulu, menjadi wanita
karier yg sukses dan mandiri,namun
itu justru membuatnya tak bisa dekat
dengan nari dan justru semakin jauh
karna ia sibuk dengan pekerjaan nya_

Karna itu yoona tetap tinggal bersama
mereka karna nari dan demi
nari,yoona tetap melakukan
aktifitasnya sama seperti sebelum
yoon hee sadar,namun hubungan nya
dengan siwon kian tak jelas akan
berakhir seperti apa karna siwon
sempat mengatakan tak akan pernah
melepaskan yoona dari hatinya.

yoona: (menata sarapam di meja
makan)

nari: (tersenyum melihat yoona)

yoon hee: (turun dari kamar dan duduk
dimeja makan)

yoona: nari ah, cepat habiskan
susunya..

yoon hee: apa nari selalu minum susu
kalau pagi?

Yoona: ne..dia selalu
memintanya, makanlah! kau sudah
mau berangkat? Apa kau tak lelah
semalam kau pulang larut…

yoon hee: banyak pekerjaan yang harus
aku selesaikan dikantor.

siwon: (bergabung dan duduk dimeja
makang)

yoon hee: yeobo kau tak kekantor hari
ini?

Siwon: aniyo..aku lelah,aku ingin
libur hari ini (menatap yoona)

yoona: (menunduk menutup mulutnya)

yoon hee: (memperhatikan yoona) kau
kenapa yoong?

Yoona: (berlari kekamar mandi)

siwon: (panik)

yoon hee: (menatap siwon) ada apa
dengan nya?

Siwon: entahlah aku juga tak tahu..

yoon hee: (berjalan menghampiri
yoona)

yoona: hweekk…hweekk
(memuntahkan makanan)

yoon hee: yoona, kau sakit? Kenapa
kau muntah-muntah? (curiga)

yoona: aniyo.. hanya sedikit mual
(kembali kemeja makan)

yoon hee: (kembali kemeja makan)

siwon: kau kenapa yoong? (cemas)

yoona: aku tidak apa-apa oppa..

yoon hee: pasti terjadi sesuatu
padamu,katakan padaku kau kenapa?

Yoona: apa maksudmu?

Yoon hee: aku juga pernah sepertimu..
jadi aku tahu, cepat katakan kau
sedang hamil kan??

Siwon: (tersedak)

yoona: (tersedak) apa maksudmu??

Yoon hee: kau hamil kan?! Siapa ayah
dari janin yang kau kandung? Kau masih
berhubungan dengan pacarmu itu?

Siwon: yeobo apa maksudmu? Apa yang
kau katakan?

Yoona terdiam bingung dengan apa yang harus
ia katakan selanjutnya dan sungguh tak menyangka
yoon hee bisa menebak dengan tepat
apa yang sedang terjadi padanya.

yoon hee: katakan yoong, benar kan
kau sedang hamil?

Siwon: (menatap tajam kearah yoona)

yoona: (bingung) hmm…aku..aku..

yoon hee: benarkan kataku? Apa
Donghae itu ayah bayimu?

Siwon: Yeobo…

Yoon hee: kau diamlah yeobo
(menatap tajam siwon) yoona harus
mengatakan yg sebenarnya

Yoona bingung harus berkata apa, ia
memilih diam sesaat dan kemudian
menatap bergantian antara yoon hee dan
siwon.

Dan kini yoon hee tengah menatap
yoona menuntut pengakuan yang
sebenarnya sedangkan siwon menatap
yoona dengan tatapan tajam yang
sungguh membuat yoona sedikit
takut.
ia tak dapat mengartikan arti
tatapan siwon padanya yang membuat
yoona menundukkan kepala.

yoona: (diam)

yoon hee: jawab aku yoong..!!

yoona: mianhae…maafkan aku…aku
memang hamil (menunduk)

siwon: A pa?! (terkejut mendengar ucapan
yoona)

yoon hee: sudah kuduga, lalu siapa
ayah dari anak dalam kandungan mu?
benar dia kekasihmu itu! Lee donghae
kan orangnya?

Yoona: (terdiam bingung) mianhae.. tapi
aku tak bisa mengatakan siapa dia
sekarang…maaf..

siwon: (tak bereaksi matanya fokus
menatap yoona)

yoon hee: Ok…aku akan tunggu
sampai kau mengatakan dengan jujur
siapa namja itu (berdiri) aku sudah
telat, aku harus berangkat..
yeobo aku
pergi.. (mengecup bibir siwon)

siwon: (diam tak bergeming)

yoona: (berjalan ke kamar membawa
nari)

Setelah yoon hee pergi siwon
langsung menghampiri yoona yang telah berada
dalam kamar bersama nari.

Yoona: (duduk diatas tempat tidur)

Siwon: (masuk dan langsung menarik
tangan yoona keluar kamar)

yoona: oppa ada apa dengan mu?

Siwon: (menghimpit yoona ketembok)

yoona: (mendorong dada siwon) apa
yang kau lakukan!?

Siwon: jawab pertanyaanku dengan
jujur.. benar kau hamil? Dan janin
dalam rahim mu dia anakku kan
yoong? Itu buah cinta kita.. iya kan?

Yoona: (memalingkan wajahnya) aku
memang hamil oppa tapi aku tak
mengatakan dia anakmu.. dan apa maksudmu dengan buah cinta kita? Ingat Oppa.. tak ada cinta diantara kita. Yang ada hanyalah kesalahan..

siwon: Yoona.. apa maksudmu tak ada cinta diantara kita? Aku mencintaimu.. begitupun denganmu. Kau jangan
bohong Yoona!
Karna aku tahu kau tak pernah
berhubungan dengan namja lain selain
aku, bukankah kau sudah lama putus
dengan kekasihmu itu?

Yoona: aniyo..kau salah oppa,aku
masih dan tetap berhubungan dengan
nya..

siwon: aku tak percaya,kau pasti
bohong padaku (mencengkram bahu
yoona)

yoona: (menghempaskan tangan
siwon) terserah jika oppa tak percaya
(berlari meninggalkan siwon)

Siwon terkejut mendengar pernyataan
yoona, tak menyangka dengan apa yang
dikatakan yoona. Tadinya ia berpikir
janin di rahim yoona adalah anaknya
namun kini ia ragu setelah mendengar yang di
ucapan oleh yoona, ada perasaan sakit yang kemudian dirasakan
dalam hatinya___

>>>

Jessica membangunkan donghae yang
masih tertidur dikamar apartmen
nya.
Semalam donghae memilih pulang
keapartmen sica daripada pulang
kerumah nya sendiri.

sica: oppa..bangunlah…oppa hae
oppa palli irona…! Ini sudah siang.

donghae: (perlahan membuka mata)

sica: cepat pakai bajumu dan kita
sarapan bersama, aku sudah siapkan..
(berjalan keluar kamar)

donghae: (berjalan enggan kekamar
mandi)

Saat setelah keluar dari kamar mandi suara
ponselnya terdengar, donghae segera
meraih ponselnya, dan senyum nya
mengembang tatkala melihat nama
yoona pada layar ponsel nya,segera ia
menekan tombol hijau sebagai
jawaban___

Donghae: mianhae sica,aku harus
pergi ada urusan penting..

sica: tapi oppa, kau mau kemana?

Donghae: aku tak bisa jelaskan
sekarang (berjalan keluar)

Donghae segera pergi dan tak
menghiraukan sica yang sudah
menunggunya dimeja makan___

>>>>

Yoona hanya diam membisu ia
bingung harus memulai semuanya
darimana,entah kenapa tadi ia
menghubungi donghae dan meminta
bertemu dengan nya yang sudah jelas
donghae telah menghianatinya dengan
berkencan dengan yeoja lain
dibelakang nya.

donghae: bagaimana kabarmu?

Yoona: baik oppa…bagaimana
denganmu?

Donghae: bisa kau lihat
sekarang, sama sepertimu aku juga
baik…(tersenyum) jadi apa yang mau
kau bicarakan yoong?

Yoona: aku bingun oppa, apa ini pantas
aku katakan padamu, tapi aku benar-benar
bingung dan tak tahu harus meminta
bantuan pada siapa.

donghae: katakan saja aku pasti
akan membantumu..

yoona: aku…aku…hmm…aku..

donghae: kau kenapa?

Yoona: aku..aku hamil oppa.. (menunduk)

donghae: MWO…aku tak percaya ini,
apa maksudmu? Kau hamil? Lalu
siapa namja itu yoon?

Yoona: (menangis) mianhae oppa, aku
tak bisa mengatakan nya
padamu, maafkan aku…

Donghae: lalu apa yang bisa aku lakukan
untuk membantumu?

Yoona: kalau nanti yoon hee atau
siwon oppa bertanya apakah kau ayah
dari anakku? Bisakah kau katakan iya
pada mereka…?

Donghae: apa kau mau aku jadi ayah
untuk anakmu? Aku akan melakukan
nya, aku akan anggap dia sebagai
darah dagingku (menggenggam tangan
yoona)

yoona: (melepas genggaman donghae)
aniyo…kau tak perlu melakukan nya oppa.

Donghae: baiklah jika itu keinginanmu.. aku akan
membantumu Yoona (kembali menggenggam
tangan yoona)

Yoona: gomawo___

>>>>

Siwon terus mondar mandir menunggu kepulangan
yoona. sejak tadi ia tak bisa
menghubungi yoona.
kecemasan melanda pikirannya dan ketika
pandangan matanya teralihkan saat
melihat dari balik jendela kaca
rumahnya sebuah mobil berhenti dan
terparkir di halaman rumahnya, dan
amarah segera terpancar dari matanya
saat melihat yoona turun bersama
seorang namja, dan namja itu
menggandeng tangan yoona.

Siwon tak lagi dapat menahan emosinya
melihat perlakuan manis namja itu
pada yoona. segera ia berjalan kearah
pintu untuk menemui mereka.

Siwon menghampiri yoona yang sedang
berbicara dengan donghae didepan
rumahnya.

siwon: (menarik tangan yoona) aku
mau bicara dengan mu!

Yoona: (menghempaskan tangan
siwon) lepas! apa yang mau oppa
katakan? Katakanlah.. aku sedang
bicara dengan donghae oppa..

siwon: tapi aku hanya ingin bicara
dengan mu (menatap tajam donghae
dan menarik paksa yoona)

yoona: aawwhh…oppa sakit!

Donghae: hei…apa yang kau lakukan?
Kau terlalu kasar padanya..

Siwon: (menatap tajam donghae) ini
bukan urusan mu!! (menarik yoona
masuk)

donghae: (menarik tangan yoona) kau
menyakitinya. Sialan!!

siwon: (menonjok donghae) sudah
kubilang jangan ikut campur!!

yoona: (terkejut) oppa…apa yang kau
lakukan? (mendekati donghae) oppa
gwechana? Pulanglah aku akan bicara
dengan siwon oppa..

donghae: tapi yoong..

yoona: aku tak apa-apa (tersenyum) dan terimakasih oppa..

donghae: (menatap siwon) kau akan
berurusan denganku kalau kau
menyakitinya. Ingat itu!!

siwon: (menarik yoona masuk
kedalam dan menutup pintu)

Donghae meninggalkan rumah mewah
itu dengan pikiran bingung.
Apa yang
sebenarnya terjadi antara yoona dan
siwon?
Bukankah siwon adalah suami
yoon hee..
lalu kenapa tadi siwon
begitu terlihat protektif pada yoona?

Berbagai pertanyaan muncul di
benaknya tak sadar seseorang kini telah berada di depan nya..

donghae: OMO…mengagetkan saja.

yoon hee: mianhae kalau aku
mengagetkan mu…apa yang kau lakukan
disini? Kau mau bertemu yoona?
Masuklah…

Donghae: aku sudah bertemu dengan
nya. Aku tak bisa masuk.. suamimu mengusir ku
tadi..

yoon hee: (bingung) maksudmu
siwon? Dia mengusirmu?

Donghae: ne..siwon mengusirku dan
sepertinya ada hal serius yang akan ia
bicarakan dengan yoona,sudahlah aku
pulang saja (berjalan memasuki
mobil)

yoon hee: (masuk kedalam rumah)__

>>>>

yoona: (berjalan mengacuhkan siwon)

siwon: Yoona…(menarik tangan
yoona) kita harus bicara!!

yoona: apalagi yang harus kita
bicarakan? Tak ada yang perlu kita
bicarakan…

Siwon: jawab dengan jujur yoong..
siapa ayah dari anakmu? apa namja
itu?

Yoona: bukankah aku sudah katakan
tadi..

siwon: aku tak percaya kau bahkan
tak pernah lagi bertemu dengan nya..

yoona: kau salah oppa..apa aku harus
memberi tahumu kalau aku bertemu
dengan nya (memalingkan wajahnya)

siwon: kau bohong!! aku tahu saat ini
kau berbohong padaku, tatap mataku
dan kumohon katakan yang
sebenarnya…

Yoona: (menatap mata siwon dan
menangis)

Siwon: katakan Yoona..

Yoona: ne…dia anakmu, janin dalam rahimku ini
anakmu.. dia buah cinta kita oppa (terisak)

Siwon: (memeluk erat yoona) kenapa
kau tak katakan sejak tadi, kau tahu
aku sangat senang mendengarnya..

yoona: apa kau tak berpikir apa yang
akan terjadi jika yoon hee tau semua
ini?

Siwon: kita katakan yang sebenarnya
padanya..

Yoona: apa kau gila?aniyo..aku
takkan melakukan nya, biarkan aku
pergi oppa.. biarkan aku hilang dari
hidup kalian..

siwon: aniyo.. aku takkan membiarkan
itu terjadi (menggenggam tangan
yoona) percayalah padaku kita akan
selesaikan semuanya (mendekatkan
wajahnya)

yoona: oppa.. (memejamkan kedua matanya)

siwon: (mencium lembut bibir yoona)

>>>

Yoon hee sangat terkejut melihat
mendengar pembicaraan yoona dan
siwon. emosinya memuncak seketika
saat melihat suaminya melumat dan
mencium mesra bibir yoona kembaran
nya sendiri.
bahkan kini yoona
mengandung anak siwon.

Oh Tuhan..
Yang benar saja..

yoon hee: (melempar tas kerjanya)
kalian gila..!! (menghampiri yoona dan
siwon)

siwon: (terkejut dan melepas ciuman
nya)

yoona: (shock melihat yoon hee)

yoon hee: jadi ini yang kalian lakukan
selama ini? Hah..? Kalian keterlaluan!!

siwon: yeobo..aku akan jelaskan
semuanya..

yoon hee: bajingan!! tak ada lagi yang perlu kau
jelaskan. aku sudah melihat dan
mendengar dengan jelas semuanya
(menatap tajam yoona) aku tak
menyangka kau melakukan ini padaku..

yoona: (menangis) mianhae…

Yoon hee: (menampar yoona)

siwon: yoon hee apa yang kau lakukan?
(menarik tangan yoon hee)

yoon hee: (menampar siwon) kalian
pantas mendapatkan nya bahkan lebih
dari itu.. Sialan! jadi sudah berapa lama kalian
berhubungan? selama aku koma,atau
bahkan sebelum aku koma kalian
sudah bermain di belakangku,sungguh
tak bisa dipercaya.
Menjijikkan..!! Dasar Wanita murahan!!

yoona: yoon hee, bukan seperti itu…

Siwon: yoon hee…dengarkan dulu
penjelasan kami.

yoon hee: Apa masih ada yang bisa dan harus
dijelaskan? KALIAN SANGAT
KETERLALUAN!! pasti kau senang
melihatku koma.. KALIAN BAHKAN
TEGA BERCINTA SEMENTARA AKU
MEREGANG NYAWA DIRUMAH
SAKIT…!!

Yoon hee sudah tak bisa meneruskan
kalimatnya hatinya terasa dicabik-
cabik sebilah pisau tajam saat ini,ia
berlari keluar rumah namun dengan
segera yoona mengikutinya di
belakang tak perduli siwon
melarangnya.
Yoona ikut masuk
kedalam mobil yang akan dikendarai
yoon hee.

yoona: yoon hee dengarkan aku…

Yoon hee: Keluar kau.. AKU MUAK
MELIHATMU.. SIALAN!!

Yoona: aniyo…aku akan tetap berada
disini sampai kita selesaikan
semuanya…

Yoon hee: baik jika itu maumu, kita
akan lihat apa yang akan terjadi pada
kita berdua (memacu kecepatan
mobilnya diatas rata rata)___

Setelahnya Yoon hee benar-benar memacu kendaraan nya
diatas rata-rata. emosi masih
menguasai hati dan pikiran
nya.

walaupun saat itu yoona merasa
takut dengan sikap yoon hee, ia
berusaha tenang dan mencoba
berbicara pada saudaranya itu..

Yoona: hentikan mobilnya yoon hee…

Yoon hee: kenapa? Kau takut?
(menambah kecepatan) aku sudah
memintamu keluar tadi..

Yoona: kumohon jangan seperti ini…
Kita bisa celaka nanti.

yoon hee: itu yang ku inginkan (menatap
tajam yoona)

yoona: kau tak bisa seperti
ini, pikirkanlah nari dan siwon oppa..

Yoon hee: untuk apa? Kau sudah
mengambil nari dariku! Dan kau
belum puas? Kini kau juga mau
merebut suamiku? TEGA KAU
LAKUKAN INI PADAKU YOONA.. SIALAN!!

yoona: aku minta maaf.. aku akan pergi
dari kehidupan kalian, aku janji
padamu.. tapi kau juga harus
memperhatikan nari dan siwon
oppa, jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan
mu, nari lebih membutuhkan ibu
kandungnya bukan aku! Mungkin saat
ini nari belum paham tapi suatu saat nanti
dia akan mengerti, kau ibunya yang
sesungguhnya dan Siwon oppa dia
juga butuh perhatian mu…

Yoon hee: CUKUP..!!  HENTIKAN
OMONG KOSONGMU!! aku istrinya.. aku
lebih paham siapa siwon daripada
kau, KAU tak lebih dari PERUSAK
RUMAH TANGGA ORANG!! Wanita murahan.. aku benar
benar muak denganmu Yoona!! (menambah
kecepatan mobil)

Yoona: hentikan yoon hee
kumohon…aku tak ingin kita celaka
(menyentuh tangan yoon hee) jeball..

yoon hee: (menghempaskan tangan
yoona)

Yoon hee kehilangan kendali, dan membuatnya justru
semakin kencang memacu mobilnya.
berkali-kali yoona berusaha untuk mengingatkan nya,
tapi sepertinya yoon hee justru
semakin emosi dan tak bisa berpikir
jernih.

Laju mobilnya semakin kencang dan
ia yang tak memperhatikan rambu lalulintas hingga
tak sadar sebuah sedan yang berada di
depan nya tiba-tiba berhenti karna
lampu merah membuat
Yoon hee membanting setir kekanan
namun naas karna dari arah belakang
mini bus justru menghantam bagian
mobilnya, membuat yoon hee semakin
tak bisa mengendalikan kemudi dan
akhirnya menabrak mobil di depan nya.
hantaman keras yang kemudian terdengar dari
tabrakan beruntun itu.

Yoona hanya
bisa menjerit pasrah menyadari mobil
yang ia naiki dan juga yoon hee
berguling tak terkendali sebelum
akhirnya berhenti menabrak pembatas
jalan.

Yoona merasakan sakit yang sangat
sakit di bagian perutnya, dan di
sampingnya ia melihat yoon hee
sudah tak sadarkan diri.
Ia masih bisa melihat
banyak darah sebelum akhirnya ia
merasakan gelap dan akhirnya tak
sadarkan diri.

>>>>

Siwon kebingungan sendiri
dirumahnya, ia mencemaskan yoona
dan yoon hee yang tak juga memberinya
kabar.
Ia semakin bertambah pusing karna sedari
tadi nari terus menangis dan tak bisa
diam.
sang pelayan sudah mencoba
membujuk nya namun nari justru
semakin kencang menangis sambil
terus memanggil umma nya.

Siwon: nari ah.. appa mohon diamlah sayang
(menggendong nari) umma pasti
sebentar lagi pulang..

nari: (perlahan menghentikan
tangisan)

siwon: (bernyanyi menina bobokan
nari)

nari: (tertidur di gendongan siwon)

Setelah nari tertidur siwon segera
menidurkan putri kecilnya itu didalam kamarnya.
setelah
itu ia langsung keluar menyambar
kunci mobilnya, Siwon memutuskan
mencari yoona dan yoon hee daripada
harus diam dirumah menunggu hal yang
tak pasti.

namun sesaat  langkahnya terhenti saat
mendengar deringan telpon rumahnya.

pelayan: (mengangkat telpon)
yoboseyo..? ne ini kediaman Tn.choi,
ada yang bisa saya bantu?

Siwon: (mengamati percakapan sang
pelayan)

pelayan: Tuan.. ada yang ingin berbicara
dengan anda..

siwon: nuguya??

Pelayan: mereka mengatakan dari
kepolisian (menyerahkan telpon ke
siwon)

Siwon segera menyambar telepon yang
disodorkan pelayan padanya,terjadi
pembicaraan yang serius sebelum siwon
akhirnya memastikan bahwa benar yang
dikatakan polisi itu padanya, dua
orang kembar itu salah satu diantara
mereka adalah istrinya yang saat ini
mengalami kecelakaan dan sudah
dilarikan kerumah sakit.

Tanpa menunggu lama, Ia segera
menancap gas menuju rumah sakit yang
sudah disebutkan polisi tadi padanya.

>>>>

Siwon: dimana dua orang pasien
kembar yang tadi mengalami
kecelakaan? (bertanya pada suster)

suster: keduanya dilarikan ke UGD
dan sedang ditangani dokter, mari ikut
saya Tuan…

Siwon: (mengikuti suster dan hanya
bisa menunggu di depan ruang UGD)

dokter: (keluar dari ruangan)

siwon: bagaimana kondisi mereka
dokter?

Dokter: apa anda keluarganya?

Siwon: ne…salah satu dari mereka
adalah istri saya.

dokter: keduanya kritis saat ini,
apakah wanita yang hamil itu istri anda?

Siwon: tidak.. bukan dokter? Istri saya tidak sedang hamil..

dokter: kalau begitu dimana
suaminya? Ada hal serius yang harus
saya bicarakan dengan suami wanita itu..

siwon: maksud dokter?

Dokter: ini mengenai kehamilan nya, ada hal lain yang lebih serius
dari itu..

siwon: dokter bisa katakan pada saya,
saya yang akan bertanggung jawab
dengan nya…

Dokter: tapi.. apa anda yakin?? ini sangat
serius dan saya harus berbicara
langsung dengan suaminya atau
setidaknya wali dari wanita itu…

Siwon: percayalah pada saya
dokter, saya yang akan bertanggung
jawab…

Dokter: baiklah mari kita bicara di
ruangan saya..

Siwon melangkah mengikuti sang
dokter memasuki ruangan nya,ada
perasaan cemas di hatinya dan
berharap yoona akan baik-baik saja.

Siwon: katakan dokter apa yang terjadi
pada yoona?

Dokter: jadi wanita itu bernama
yoona.. lalu siapa nama kembaran nya?

Siwon: yoon hee, dia istri
saya…katakan bagaimana kondisi
mereka, dokter?

Dokter: tadi istri anda sempat sadar
dan dia terus menyebut nama yoona
berkali-kali. Saya rasa dia
mengkhawatirkan saudara kembar nya..

Siwon: lalu sekarang bagaimana
keadaan nya?

Dokter: yoon hee kembali tak
sadarkan diri dan kini ia kritis karna
luka dikepalanya cukup parah..

siwon: Oh Tuhan (menunduk) lalu
bagaimana dengan yoona?

Dokter: inilah mengapa saya meminta
suami atau wali dari yoona yang
berbicara dengan saya. Ini mengenai
kehamilan nya..

Siwon: ada apa dokter? Kenapa
dengan kehamilan nya?

Dokter: dia mengalami keguguran.. dan akibat
benturan yang cukup keras
mengakibatkan rahim nya rusak dan
kami harus melakukan operasi untuk
mengangkat rahim nya..

siwon: Oh Tuhan (menangis) apa tak
ada jalan lain selain pengangkatan
rahim, dokter?

Dokter: maafkan saya Tuan.. tapi itulah jalan
satu-satunya, dia juga terus
mengalami pendarahan sehingga kami
harus melakukan operasi secepatnya
agar bisa menyelamatkan nyawanya.

siwon: apa itu artinya yoona takkan
bisa hamil dan memiliki anak?

dokter: saya sangat menyesal harus
mengatakan IYA pada anda. Inilah yang
harus di terima..

siwon: (berpikir) baiklah dokter saya
setuju, dan kumohon lakukan yang terbaik
untuk menyelamatkan nyawanya..

dokter: (menyerahkan selembar surat
perjanjian) tolong tanda tangan disini Tuan..

siwon: (dengan ragu menandatangani
surat perjanjian sebelum operasi)

>>>>

Selanjutnya Siwon hanya bisa duduk di ruang tunggu rumah
saki.
Sudah sekitar 2 jam ia menunggu yoona
yang sedang di operasi.

Menyesali kesalahan yang telah ia
perbuat, yang telah menjadikan yoona
sebagai korbannya.
Andai ia bisa
mengontrol dirinya semua ini takkan
terjadi.

Yoona pasti takkan pernah
kehilangan rahim nya, dia bisa
memiliki anak dari lelaki yang lebih baik
darinya dan tentu akan bahagia tidak
seperti ini. Siwon justru membuat
yoona menderita karna cintanya.

Dan yang pasti ia juga takkan membuat
yoon hee membenci yoona,rumah
tangga mereka akan bahagia setelah
nari juga hadir diantara mereka.

Apa mau dikata, nasi telah menjadi bubur.
penyesalan memang selalu datang terlambat ketika tiada lagi gunanya. Ia
takkan pernah bisa mengulang waktu
kemasa-masa sebelumnya.

Tak terasa airmata nya menetes
menyadari kekeliruan nya, ia telah
menyakiti dua wanita sekaligus yang
sama-sama dicintai nya___

>>>>

suster: (berlari) dokter pasien yang tadi
kecelakaan sudah sadar dan dia terus
memanggil nama yoona dan siwon..

dokter: benarkah?mari kita periksa
keadaan nya (berjalan kekamar yoon
hee) tolong panggil Tn.choi siwon
kemari..

suster: ne..(berjalan menghampiri
siwon) maaf apa anda Tn.choi? suami
dari Ny.yoon hee..

Siwon: ya saya suaminya, ada apa?

Suster: istri anda sudah sadar dan
terus mencari anda, dokter meminta
Tuan untuk menemuinya..

siwon: (langsung berjalan tergesa
kekamar yoon hee)

Siwon masuk kekamar yoon hee dan
melihat kondisi istrinya yang terbaring
lemah dengan selang oksigen yang
membantu pernapasan nya,juga berbagai peralatan medis yang tak diketahui olehnya.
Dokter
mengijinkan dan memberinya waktu untuk menemui yoon
hee..

siwon: (menatap yoon hee dan
menangis) mianhae yeobo.. maafkan
aku…aku membuatmu seperti ini,aku
salah telah melukai hatimu
(menggenggam erat tangan yoon hee)

yoon hee: (melepas selang oksigen di
mulutnya)

siwon: apa yang kau lakukan?

Yoon hee: aniyo…aku yang
se..haru..snya minta..maa..af
pa..damu, aku ku…rang
memper..hatikan mu dan
ju…ga..Nari, mianhae..yo..(menangis)

siwon: aku mengerti
maksudmu, sudahlah aku tak
mempermasalahkan itu.

yoon hee: bagai…mana..kea..daan
yoona? Dia..baik…ba..ik saja kan?

Siwon: dia sedang diruang
operasi, dokter harus mengangkat
rahim yoona untuk menghentikan
pendarahan dan juga menyelamatkan
nyawanya.

Yoon hee: Oh Tuhan…(terisak) tidak.. ini
salah…ku..tak..se..har…us
nya…aku …melakukan itu pa…danya
(suaranya tercekat)

siwon: sudahlah kau tak usah bicara
lagi. istirahat saja…

Yoon hee: aniyo…yeobo aku ha..rus
bertemu yoona (memaksa bangun)

Siwon: kau tak bisa menemuinya
sekarang, dia masih diruang operasi..

yoon hee: aku akan mencegah dokter
melakukan nya, Yoona pasti tak mau
rahim nya diangkat. aku tau
bagaimana yoona, dia sangat ingin
mempunyai anak dari rahim nya
sendiri..

siwon: ini semua demi
menyelamatkan nyawanya.. kumohon
mengertilah.. (menggengam tangan
yoon hee)

yoon hee: (nafasnya sesak) kumohon
sam..paikan…permin…taan maafku
pada…yoona, aku menitip..kan nari
padanya…dan kumohon padamu
yeobo…tolong…kau
ja..ga..Yoona…dia sudah tak memiliki
siapa-siapa lagi…aku tahu kau juga
mencintai dia…jadi kumohon
bahagiakan dia untuk ku dan juga
demi nari…mianhaeyo…aku
merelakan mu bersama yoona
(napasnya tercekat) SARANGHAE…

Siwon: nado saranghae…yeobo
maafkan aku (memeluk yoon hee)

yoon hee: (memejamkan mata)

Siwon bisa merasakan tubuh Yoon hee yang semakin lunglai..

Siwon: yeobo…YEOBO…DOKTER!!
TOLONG…YEOBO…??

Mendengar teriakan Siwon, tim Dokter segera menangani yoon hee yang
tiba-tiba kembali kehilangan
kesadaran nya. Detak jantungnya
semakin melemah sehingga dokter
harus menggunakan alat pemacu
jantung untuk mengembalikan detak
jantung yoon hee kembali stabil. tapi nihil setelah tak ada
reaksi dari yoon hee___

Siwon hanya bisa berdoa dan
menunggu dokter yang sedang
menangani yoon hee. di depan kamar
yoon hee ia terlihat cemas bahkan
wajahnya terlihat memucat.

dokter: (keluar dari kamar yoon hee)

siwon: bagaimana dokter??
Bagaimana istri saya?

Dokter: (menunduk) maaf Tuan.. Kami
sudah berusaha melakukan yang terbaik.. tapi Tuhan
berkehendak lain..

Siwon: apa maksud anda? Katakan
ada apa dengan istri saya?

Dokter: nyawanya tidak bisa
diselamatkan. kami sungguh menyesal
Tn. Istri anda meninggal (menunduk)

Siwon: Andwe…ANDWE DOKTER! anda
pasti tidak seriuskan? Anda pasti
bohong.. istri saya adalah wanita yang
kuat tidak mungkin dia meninggal..

Siwon segera berlari masuk  kedalam kamar yoon
hee dan airmata tak lagi bisa ia
bendung saat melihat tubuh yoon hee
terbujur kaku berselimut kain putih
diatas ranjang rumah sakit.
Ia telah
kehilangan yoon hee untuk selama
lamanya. Istri sekaligus ibu dari
anaknya telah pergi meninggalkan nya
dan itu semua akibat dari kesalahan
nya___

>>>

Tim dokter sudah berhasil melakukan
operasi pada yoona namun kondisinya
belum stabil, ia belum sadar dan masih
dalam keadaan kritis.

>>>

Siwon menatap nanar bungkusan abu
ditangannya, saat kini ia berada di pinggir
laut lepas bersama dengan nari, putri kecilnya.
Siwon akan menebar abu dari tubuh
yoon hee dilaut. berharap arwah yoon
hee bisa tenang dan bahagia. tidak
seperti saat bersamanya.

Siwon melihat kearah nari, putri kecilnya itu
justru asyik bermain pasir.
Nari pastilah belum mengerti ia telah
kehilangan ibu kandungnya,wanita yang
telah melahirkan dia kedunia.
airmata
siwon kembali menetes tatkala nari
tertawa dengan riangnya.

bagaimana
kelak jika Nari tahu kematian ibu
kandungnya ternyata disebabkan
oleh dirinya. Apa yang akan dikatakannya..

Siwon: mianhae…mianhae yeobo aku
telah melakukan kesalahan besar
padamu, kuharap kau bahagia disana
aku berjanji akan menjaga nari dan
selalu membahagiakan nya sesuai
keinginanmu…(menebarkan aku) dari
atas sana kau harus terus melihat
kami (menebarkan abu) kau juga
harus menegurku jika aku berjalan
kearah yang salah (menebarkan abu dan
melempar karangan bunga kelaut)
Selamat jalan yoon hee maafkan
aku. Sungguh maafkanlah aku (menangis) Tuhan.. Aku tahu jika aku tak pantas lagi meminta sesuatu dari Mu.. tapi aku tetap melakukannya. Aku meminta untuk Mu menjaga Yoon hee disisimu. Kumohon Tuhan___

>>>

Sudah tiga hari sejak operasi itu namun
yoona masih juga belum sadar.
Ia memang sudah melewati masa
kritisnya namun jiwanya seperti nya
enggan untuk kembali kedalam
tubuhnya.

Yoona: (menangis)

Yoon hee: (mendekati yoona) kenapa
kau disini? kembalilah.. nari
merindukan mu.

yoona: (memeluk yoon hee)

yoon hee: mianhae yoong,maafkan
aku telah membuatmu seperti ini,aku
melakukan kesalahan besar padamu..

yoona: apa yang kau katakan? aku yang
seharusnya meminta maaf,aku
menyakiti hatimu, aku yang telah
melakukan kesalahan besar padamu.

yoon hee: aniyo…kau tak
salah, akulah yang menyebabkan diriku
kehilangan semuanya, keegoisan
diriku yang membuat ini terjadi..

yoona: kau tak boleh berkata seperti
itu aku…

Yoon hee: ssttt…kumohon dengarkan
aku, kembalilah dan bahagialah disana
aku titip nari padamu jagalah dia
untukku, maafkan aku tak bisa
menemanimu. aku bahagia disini
bersama appa dan umma..

yoona: aniyo…aku ingin bersamamu
(menggenggam tangan yoon hee)

yoon hee: kembalilah…temui nari dan
juga siwon oppa…aku menyayangimu
(menghilang)

yoona: yoon hee…yoon hee jangan
pergi (menangis) yoon hee…

>>>

Siwon dengan sabar menunggu yoona
dirumah sakit, ia takkan bisa tenang
sebelum melihat yoona sadar.

siwon: (menggenggam tangan yoona)
bangunlah yoong, sadarlah apa kau tak
merindukan nari? Nari terus menangis
mencarimu..

yoona: (menggerakkan jemarinya)

siwon: (menatap tangan yoona) kau
mendengarku yoong?? kumohon
kembalilah..

yoona: (perlahan membuka matanya)
oppa…oppa aku dimana? Mana yoon
hee?

Siwon: Terimakasih Tuhan…kau
dirumah sakit yoong. Syukurlah kau
sudah sadar..

yoona: dirumah sakit?? lalu dimana
yoon hee? tadi aku bersamanya dia
dimana oppa? (histeris) mana yoon
hee?

Siwon: tenang yoong…tenangkan
dirimu aku akan jelaskan padamu..

Yoona: katakan oppa cepat katakan
padaku. ada apa dengan yoon hee?

Siwon: yoon hee…dia tak bisa
diselamatkan, yoon hee meninggal
(menunduk)

yoona: andwe oppa…itu tidak
mungkin.. tadi aku masih bersamanya
oppa…aniyo yoon hee tak mungkin
meninggalkan aku. dia pernah berjanji
akan selalu bersamaku (menangis)
dia bahkan belum memaafkan ku..

siwon: itulah yang terjadi
yoong.. kumohon tenanglah..

yoona: ani oppa…aku yang seharusnya
pergi, aku yang telah menyakiti
dia. kenapa dia yang harus pergi…akulah
yang seharusnya pergi (terisak)

Siwon: (memeluk yoona menenangkan
nya) kau tak boleh berkata seperti itu,
ini takdir Tuhan kita tak bisa
menolaknya..

yoona: (menangis di pelukan siwon)
tapi oppa ini tak adil untuknya?? Lalu
bagaimana denganku? Janin ku dia
baik baik saja kan? (mengelus
perutnya)

Siwon terkejut mendengarnya.
Ia tak juga menjawab pertanyaan
yoona. Merasa bingung haruskah ia
mengatakan kondisi yoona saat itu
juga.

Baru saja yoona mendengar kabar
kematian yoon hee dan itu sudah
membuatnya sangat terpukul.
lalu apa
dia akan sanggup menerima
kenyataan janin dikandungan nya
telah tiada, ditambah lagi rahim nya yang
juga harus di angkat.

Yoona: oppa ada apa? Katakan
padaku! Bayi ku baik-baik sajakan?
Kenapa perutku terasa sakit dan perih
(melihat perutnya dan ada bekas
jahitan) apa ini?? oppa apa yang terjadi
padaku? KATAKAN OPPA.. CEPAT
KATAKAN!! (histeris)

Siwon: (menggenggam tangan yoona
dan menatap matanya) tenanglah
yoon, tenang dulu.. setelah kau istirahat
aku akan jelaskan padamu.

yoona: aniyo…oppa, aku takkan bisa
tenang sampai kau mengatakan
padaku (mencoba turun dari tempat
tidur) kalau oppa tidak mau
mengatakan nya aku yang akan bertanya
pada dokter..

Siwon: baiklah iya.. ya…aku akan katakan
padamu…kumohon kau harus bisa
menerimanya karna ini juga sangat
menyakitkan untuk ku (menunduk
diam)

yoona: katakanlah…

Siwon: (menatap mata yoona)
kau…kau kehilangan janin mu yoong
(menggenggam erat tangan yoona) kau
juga harus kehilangan rahim
mu…karna rahimmu rusak dan kau
terus mengalami pendarahan, sehingga dokter
terpaksa harus mengangkat rahimmu
agar bisa menyelamatkan nyawamu.

Bagai ribuan pisau menyayat- nyayat
hatinya yoona tak pernah
membayangkan semua ini terjadi
pada dirinya.

yoona: kenapa mereka tak
membiarkan ku mati saja? Kenapa
mereka menyelamatkan ku? Aku ingin
mati saja.. aku mau bersama appa dan
umma. aku ingin bersama yoon hee
(terisak)

siwon: (memeluk yoona) kau tak
boleh berkata seperti itu, kami masih
membutuhkan mu, Nari sangat
merindukan mu..

Yoona: kenapa semua ini harus
terjadi?? Tuhan menghukum ku oppa,
Tuhan mengambil janin dan
rahimku, aku takkan pernah bisa
memiliki anak. aku takkan pernah bisa menjadi wanita seutuhnya (menangis
dipelukan siwon)

Siwon: Jangan berkata seperti itu
yoong, kau punya Nari.. dia
putrimu. walaupun dia tak lahir dari
rahimmu tetap takkan mengubah
apapun kau adalah ibunya. kau yang
merawatnya, Nari lahir dari hatimu..

yoona: ini salahku, aku sendiri yang
telah menghancurkan hidupku.

siwon: mianhae…maafkan aku,akulah
yang harus disalahkan. aku telah
membawamu kedalam
penderitaan, aku membuatmu dan yoon
hee menderita, mianhae…(menangis)

Semua telah terjadi,sedalam dan
sekuat apapun penyesalan itu tak
akan ada yang bisa memutar waktu
kembali. yang bisa dilakukan sekarang adalah
menerima dan perbaiki kesalahan itu
sekarang dan dimasa depan.

>>>

Yoona terlihat merenung
dikamarnya, tatapan matanya sayu
karna pandangan matanya kosong.
pikiran nya melayang mengingat saat-saat ia hidup berdua dengan yoon
hee. masa dimana saat sulit mereka
hadapi berdua.

Yoona sendiri tak habis
pikir kenapa ia begitu tega
mengkhianati yoon hee dan mencintai
siwon. Cinta yang keliru. Cinta yang  telah membutakan hatinya.

Memori otaknya kembali berputar
disaat-saat ia bersama dengan siwon. tak
dapat dipungkiri saat bersama siwon
ia sangat bahagia dan terlebih
menyaksikan pertumbuhan Nari yang
membuatnya merasakan kebahagiaan
menjadi seorang ibu yang kini sudah
bisa dipastikan ia tak akan bisa
menimang buah hati dari rahim nya
sendiri.

Butiran airmata kembali membasahi wajahnya
yang pucat.
karna tak kuat dengan semua
memori yang terus terngiang di otaknya,
ia kemudian memutuskan keluar dari rumah
sakit seorang diri__

>>>

Yoona duduk berlutut diatas hamparan
pasir dibibir pantai laut lepas, ia
berada ditempat dimana abu dari
tubuh yoon hee ditebar.
matanya
membengkak menandakan tangisnya
yang sedari tadi tak bisa ia tahan.
beban batinnya terlalu berat, sangat berat ia rasakan dan
ia berpikir tak akan sanggup
menghadapinya.

Yoona: maafkan aku yoon
hee…maafkan aku appa umma, aku
bukanlah putri yang baik untuk kalian..
aku juga bukan saudara yang baik
untukmu yoon hee…aku sangat
menyesal…ingin rasanya aku
menyusul kalian. aku ingin berlutut
meminta maaf di depan appa.. umma..
dan terutama didepan mu yoon hee..
maafkan aku tak bisa memenuhi
permintaan mu. aku tak bisa menjaga
Nari karna aku harus pergi. ya.. aku
akan pergi.. kaulah yang harus
menjaganya dari sana..mianhaeyo
jeongmal mianhae.. aku harus
meninggalkan mu disini. semoga kau
berbahagia bersama appa dan umma
disurga___

>>>

Siwon berjalan tenang memasuki
pintu rumah sakit dengan Nari yang berada dalam
gendongan nya.

hari ini dokter
mengijinkan yoona pulang dan siwon
datang untuk menjemputnya.

Siwon: (membuka kamar yoona dan
tak melihat yoona dikamarnya) suster
dimana pasien dikamar 007?

Suster: maksud anda Nn.Im Yoona?
Dia sudah keluar 30 menit lalu..

Siwon: apa maksud anda? Yoona
sudah keluar? Lalu dia bersama
siapa?

Suster: Nn.Im sendirian.. dia
mengatakan ada urusan yang sangat
penting dan dokter juga sudah
memperbolehkan nya pulang. jadi kami
tak bisa mencegahnya..

Siwon: (berkata dalam hati) Oh Tuhan
Yoong.. apa yang akan kau lakukan?
Kumohon jangan pergi.. aku tak akan
sanggup jika harus kehilangan mu
juga____

Siwon tak habis pikir dengan apa sebenarnya
yang di inginkan oleh yoona. mengapa ia bisa
pergi begitu saja.

Siwon melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit. ia
memutuskan mengantar Nari pulang
terlebih dulu dan kembali mencari keberadaan
yoona.

Satu tempat yang kemudian ada dalam
pikiran nya adalah Laut dimana ia
menabur abu yoon hee disana. Siwon
sangat yakin yoona berada disana
karna sebelum nya yoona sempat
bertanya dimana ia menebar abu yoon
hee.

>>>

Dengan berat hati Yoona perlahan
bangun dari duduknya. Ia menghapus
airmata yang masih membasahi pipinya dan kemudian menghentikan taksi dan
meminta sang sopir membawanya
pergi dari tempat itu.

>>>

Siwon telah sampai ditempat dimana
ia membuang abu yoon hee, tapi nihil
karna ia tak menemukan yoona berada disana.
tak ada tempat lain yang ada dipikiran
nya yang menurutnya akan di datangi
yoona. Ia pun meninggalkan tempat itu
dengan frustasi.

>>>

Yoona melangkah memasuki rumah
mewah yang sudah lama ia tinggali dan
senyum ramah beberapa pelayan
langsung menyambutnya.

pelayan: Nn. Yoona anda pulang
sendiri? tadi Tn. Siwon mencari anda..

Yoona: (terdiam) lalu dimana siwon
oppa sekarang?

Pelayan: Tn. Pergi lagi setelah
mengantar Nari pulang..

Yoona: Nari dimana sekarang?

Pelayan: Nari berada dikamar. Dia sedang tidur,
saya akan menghubungi Tn. bahwa
anda sudah pulang..

Yoona: aniyo…jangan
menghubunginya.

pelayan: tapi tadi Tuan Berpesan agar
saya menghubunginya jika Nn. sudah
pulang..

Yoona: maksudku.. nanti aku yang akan
menghubunginya (berbohong) kau tak
perlu melakukan nya.

pelayan: kalau begitu saya permisi
Nona..

Yoona perlahan membuka kamar nari,
ia melihat gadis kecil itu sedang
tertidur pulas. airmatanya kembali
menetes mengingat ia telah membuat
malaikat kecil itu telah kehilangan ibu
kandungnya.

Yoona: Mianhae nari ah.. maafkan
umma, umma telah membuatmu
kehilangan Yoon hee umma, aku tak
pantas menjadi ibu untuk mu, aku tak
pantas kau panggil umma,mianhaeyo..
umma harus pergi, umma tak bisa
bersamamu, kau harus bahagia
sayang (mencium Nari)

Yoona mengambil koper dan
memasukkan beberapa pakaian
kedakam nya, sungguh berat rasanya
meninggalkan nari, tapi inilah keputusannya, yang
menurut nya terbaik untuk dirinya,
Siwon dan juga Nari.

>>>

Siwon memperhatikan sebuah taksi yang
berhenti tepat di depan rumahnya dan
tak lama yoona muncul dan hendak
memasuki taksi itu. dengan segera
siwon keluar dari dalam mobilnya.

Siwon: (menarik tangan yoona) kau
mau kemana?

Yoona: (terkejut) oppa…

Siwon: apa yang kau lakukan? Kau mau
pergi? Kau mau meninggalkan aku dan
nari?

Yoona: mianhae oppa.. ini yang
terbaik. aku harus pergi..

siwon: aniyo…aku takkan
membiarkan mu pergi (mengambil
koper yoona) apa belum cukup yoon
hee yang meninggalkan ku? Dan sekarang Kau juga
ingin meninggalkan ku? Aku tak
sanggup jika kau juga pergi dariku Yoona..

yoona: tapi ini yang terbaik untuk kita!
Aku bukanlah umma yang baik untuk
nari.. aku tak pantas menjadi umma
nya.

Siwon: siapa yang mengatakan hal
bodoh itu? Kau adalah umma terbaik di
dunia ini, kau umma yang tepat untuk
nari (memeluk yoona)

Yoona: (menangis) tapi aku yang telah
membuat yoon hee…

Siwon: ssttt…jangan lagi kau berkata
seperti itu, semua adalah takdir.. jika
ada yang harus disalahkan akulah
orangnya.

Yoona: mianhae…tapi aku sungguh
tak bisa berada disini (melepas
pelukan siwon dan berjalan memasuki
taksi)

Siwon: (menarik tangan yoona dan
mendekap erat tubuh yoona) apa kau
tak mengerti ucapan ku?
Jeball…kumohon jangan tinggalkan
kami..

Yoona: (menangis di pelukan siwon)

Siwon: kalau kau memang benar-
benar ingin pergi, baiklah.. ayo kita
pergi bersama, aku kau dan nari.. kita
pergi dari sini. kita pergi ketempat
dimana kau merasa nyaman dan kita
lupakan semua yang ada disini.

Yoona: oppa…(menatap siwon)

Siwon: kau setuju kan? Kita pergi
bersama?

Yoona: (mengangguk memeluk siwon)

>>>

Sebelum meninggalkan Korea dan
pindah keluar Negri, Yoona Siwon dan
Nari terlebih dulu mengunjungi Yoon hee untuk
terakhir kalinya.

Siwon: yoon hee.. kami akan pergi,
sekali lagi maafkan aku telah
menyakitimu.. kuharap kini kau bahagia
disana (melempar karangan bunga
kelaut)

Yoona: mianhaeyo…mianhae
(menangis) aku tahu kau pasti bahagia
disana bersama appa dan umma
(melempar karangan bunga)
terimakasih telah melahirkan Nari, dia
adalah nyawaku saat ini…

Siwon: (merangkul bahu yoona)

Siwon menggendong tubuh mungil
Nari yang terus tertawa girang tanpa
beban. tangan kanan siwon
menggandeng tangan yoona dan
perlahan berjalan pergi meninggalkan
tempat itu.
mereka akan pergi
ketempat dimana tak ada seorang pun
yang mengenal mereka, memulai
lembaran baru dan meninggalkan
kenangan pahit yang hanya akan melukai
hati dan perasaan mereka.

Yoona mungkin sudah mulai bisa
tersenyum tapi jauh didalam lubuk
hatinya ia terus menangisi keadaan
nya karna tak akan pernah bisa ia
memiliki anak dari rahim nya.

Namun
kehadiran Nari yang menguatkan nya
dan juga Siwon yang selalu memberinya
semangat, cukup untuk menguatkan
hatinya untuk bangkit dan tersenyum
menggapai kebahagiaan yang di impikan
nya. Meski ia juga merasa tak pantas mendapatkan kebahagiaan setelah apa yang telah dilakukannya_____

>>>

_Atas Nama Cinta seharusnya kau
Setia..

_Atas Nama Cinta seharusnya kau
Percaya..

_Atas Nama Cinta seharusnya kau
Jujur..

_Atas Nama Cinta seharusnya kau
Menjaga…

_Menjaga Hati dan Menjaga
Kepercayaan

_Atas Nama Cinta seharusnya kau
Menerima…

_Menerima Nya dalam Suka dan Duka

_Jangan mengAtas Namakan Cinta
untuk Berdusta..

_Jangan mengAtas Namakan Cinta
untuk Bersandiwara..

_Jangan mengAtas Namakan Cinta
untuk Menghalalkan Segalanya..

_Cinta seharusnya berEtika..

_Cinta seharusnya Memperhatikan yang
Lain nya..

_Namun terkadang semua itu Terlewat
begitu saja
_Karena…

_Cinta tak berLogika..

_Cinta tak berTeori ..

_Cinta adalah bahasa Hati dan Hati
seseOrang tak ada yang bisa meNyetir
nya…

_Bisakah Menyalahkan Cinta…..???

_

_

_

_

_

_

_

_

                        _The END_

_ Note:

Pada intinya aku sebenarnya ga’
setuju.. sangat amat sangat ga’ setuju
dgn yg namanya perselingkuhan.

Perselingkuhan itu menurut ku lebih
cenderung kearah nafsu bukan nya
Cinta.
dan akibatnya justru kerugian yg kita
dapat.

tapi kalau sudah berbicara tentang
YOONWON kenapa semua jadi sah
sah saja dan ga’ ada salahnya
#haduuhhh…jiwa shipper akut^^

#JEONGMAL KAMSAHAMNIDA
*BOW bareng Yoona Siwon Nari and
Yoon Hee…
#ehh Yoon Hee udh kelaut yaa??
Moga dia bahagialah disana…..(?)

@joongly

64 thoughts on “♥ IN THE NAME OF LOVE ♥ [OS]

  1. sungguh kisah cinta yg tragis… kasian yoona gx bisa hamil ..😦
    se7 sama author perselingkuhan emang bikin smuanya hancur terutama kpercayaan

    ttp smangt bwt author…🙂
    di tunggu karya” slanjutnya🙂

  2. setelah nangis2 bombayy
    akhirnya yoonwon bs bersatu, yyeeaayy..🙂
    tp kasian jg sm yoonhee
    dia yg jd korban
    aku setuju sm note yg author tulis di bagian akhir #angkatjempol

  3. Bagus banget eonn.. Tapi yoon hee udh ngerelain kan, ish cinta dateng terlambat ya, yoon he coba gak terlalu maniak sama pekerjaan.. Huhh agak sedih tp happy end sih..

  4. Kasihan yoona ngga bisa hamil , kasihan juga sama yoon hee harus di hianati cintanyaa sama siwon apa lagi dia selingkuh sama sodara kembarnyaaa😦 trus di sini yang patut disalahin siapa ?
    Pokok nyaa ini cerita bangus banget , ada pelajatannyaa juga di cerita ini pertama .kita ngga boleh terlalu sibuk sama pekerjaan kita apa lagi kita sebagai istri jangan sampai lebih mentingin pekerjaan di bandingin suami kita ,
    Yang ke dua , jangan ada nama nyaa perselingkuhan dimana pun …karna bisa buat salah satu orang tersebut tersakiti😦

  5. Duuhh ampe nangis-nangis bacanya..😭
    Aku juga sangat amat menentang yang namanya perselingkuhan tapi yaaa itu bener kata author kalo udah bicara yoonwon segala cara disahin aja dihalalin aja buat mereka,yang penting meteka nyatu..😣

    Mau nyalagin yoona tapi apalah daya saya ga sanggup buat nyalahin dia,,😔
    Sebenernya dia salah banget tapi emang bener juga kalo yamg pantes disalahin sebenernya siwon karna dia yang mulai, tapi ga akan sampai sejauh itu kalo yoona nya ga ngeladenin..😒
    Tapi ya mau gimana lagi itu lah cinta💑
    Cinta ga pernah salah hanya saja cinta terkadang datang di waktu yang salah..😢
    Bukan mensyukuri tapi gimana ya??
    Lebih rela kalo yoonhee yang pergi ketimbang yoona yang harus pergi,,
    Saya akan jau ga rela kalo yoona nya yang meninggal..😌

  6. Duuhh ampe nangis-nangis bacanya..😭
    Aku juga sangat amat menentang yang namanya perselingkuhan tapi yaaa itu bener kata author kalo udah bicara yoonwon segala cara disahin aja dihalalin aja buat mereka,yang penting mereka nyatu..😣

    Mau nyalahin yoona tapi apalah daya saya ga sanggup buat nyalahin dia,,😔
    Sebenernya dia salah banget tapi emang bener juga kalo yamg pantes disalahin sebenernya siwon karna dia yang mulai, tapi ga akan sampai sejauh itu kalo yoona nya ga ngeladenin..😒
    Tapi ya mau gimana lagi itu lah cinta💑
    Cinta ga pernah salah hanya saja cinta terkadang datang di waktu yang salah..😢
    Bukan mensyukuri tapi gimana ya??
    Lebih rela kalo yoonhee yang pergi ketimbang yoona yang harus pergi,,
    Saya akan jauh ga rela kalo yoona nya yang meninggal..😌

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s