Fanfiction

YOU’re MINE [ 3 ]

# Happy Reading

*

*

*

*

*

*

Author POV

Hari itu niatan Sooyoung datang ke
kantor Siwon hanyalah
untuk mengembalikan beberapa
dokumen yang ia pinjam untuk
keperluan
kuliahnya.

Tapi apa yang saat itu dilihatnya
membuatnya kemudian bertanya.
.

“Oppa, kenapa kau melamun?”

tanyanya langsung saat memasuki
ruangan
siwon dan melihat oppa nya tengah
termenung..

“Oh, kau datang..?”

“hmm.. aku ingin mengembalikan
ini..”

Sooyoung lantas mendekat kesisi
meja kerja siwon dan meletakkan map
yang berisi dokumen ditangannya
keatas meja..

“Dan apa yang tadi kau lamunkan,
Oppa?”

“aniyo..aku bukan melamun. Aku
hanya sedang memikirkan yoona..”

“Yoo..na.. ada apa dengan nya?
bukankah dia bilang baik-baik saja”

“Yoona memang bilang begitu,tapi
kurasa akhir-akhir ini ia terlalu lelah.
aku sangat
ingin melarang nya bekerja kalau
seperti ini..”

“oppa.. kurasa yoona bisa menjaga
dirinya”

“aku tahu, tapi aku juga khawatir.. aku
mempertimbangkan untuk tak
melarangnya karna aku tak mau
menyakiti hatinya.. sudah cukup aku
melukainya di masalalu. aku tak mau
lagi menyakiti perasaan nya..”

“Oppa! apa yang kau katakan.. jangan
ungkit lagi masalah itu, Yoona kini
bahagia bersamamu.. lagipula tak ada
yang tahu selain kita berdua,yoona tak
akan pernah tahu kalau kita tak
mengatakannya. dia takkan tahu
kaulah yang telah memperkosa dia
waktu itu..”

“iya aku tahu.. tapi aku juga merasa…”

“apa maksud ucapan kalian..?!”

dengan mengumpulkan semua
kekuatan nya, tiba-tiba yoona masuk
dan
mengagetkan keduanya.

“jelaskan padaku apa maksud ucapan
kalian tadi?”

Siwon telah merasakan hatinya
mencelos saat itu..

“yeobo…kau.. aku, aku akan jelaskan
semuanya”

Siwon memegang tangan yoona yang
kini terasa dingin, namun dengan
cepat kemudian yoona
langsung menghempaskan nya..

“yeobo duduklah dan dengarkan aku..”

“tak perlu.. cukup katakan padaku apa
maksud ucapan kalian tadi?”

ada kilatan kemarahan dimatanya..

“Yoona, aku akan jelaskan padamu..”

Sooyoung yang kemudian mendekat
kearah yoona
berdiri saat itu. Namun apa yang
lantas diterimanya..

Plakk~

Yaa…
dengan cepat yoona menamparnya..

“kalian keterlaluan..!! selama ini kau
menyembunyikan semua dariku.. kau
membohongiku.. kau bilang kau
sahabatku.. tapi ternyata kau
melindungi orang yang telah
menghancurkan hidupku..”

Sooyoung kemudian hanya bisa
menangis mendengar
ucapan yoona. ia tak bisa berkata
apa-apa untuk membela dirinya
karna ia merasa apa yang Yoona
katakan adalah benar. Dan Sooyoung
juga merasa bersalah atas apa yang
telah dilakukannya pada yoona.

“yeobo.. kumohon dengarkan aku..”

“diam kau Choi siwon, bajingan!! kau
pria
brengsek.. kau yang menghancurkan
hidupku.. bisa-bisa nya kau hadir dan
seolah tak terjadi apa-apa. kau
datang
bak seorang malaikat bagiku.. kalian
berdua telah mempermainkan hidup
dan
perasaan ku. Demi Tuhan..apa
sebenarnya yang ada di
pikiran kalian?”

Yoona tak sanggup lagi menahan
amarahnya, semua ini jauh diluar
pemikiran
nya bahkan mungkin tak pernah ada
disana.

Rasa bahagia yang tadi sempat
menyelimuti
hatinya, lenyap seketika…

“aku bodoh.. aku benar-benar bodoh
telah
menikah dan menyerahkan seluruh
hidupku padamu.. aku sangat bodoh
telah
tertipu perlakuan manismu..!!”

“yeobo.. kumohon.. dengar kan
penjelasanku.. jebal..”

Siwon mendekap tubuh yoona dari
belakang, mencoba menghentikan
langkah sang istri yang melangkah
pergi
meninggalkan nya. namun seketika
yoona menolak semua perlakuan itu.
ia justru berbalik dan
menampar siwon. membuat siwon
sedikit terkejut dengan tindakan
yoona.

“KAU.. pria brengsek!! Jangan lagi
menyentuhku.. Bajingan!!”

Yoona berlari pergi dengan menahan
airmatanya, sekuat tenaga ia mencoba
menguatkan dirinya.

sementara siwon masih terpaku tak
menyangka semua berubah hanya
dalam sekejap mata.
Inilah hal yang
paling ia takutkan terjadi.

Sooyoung terisak menahan perih rasa
bersalah dalam hatinya. tubuhnya
gemetar
lemas seiring airmata yang terus
membasahi pipinya, membuatnya tak
bisa lagi
mengeluarkan suara kecuali isakan
tangisnya.

“Sooyoungie.. tenanglah. aku akan
jelaskan
semua pada yoona.. semua akan
kembali seperti semula”

Setelah sedikit menenangkan
sooyoung, Siwon segera berlari
mengejar
yoona keluar gedung megah
kantornya.

Yoona yang tak kuat lagi membendung
airmatanya, berlari sambil menangis
di loby kantor siwon. tak perduli
dengan suara
siwon yang berlari mengejarnya. dan
juga banyaknya pasang mata yang
kemudian memandangnya
penuh tanya.

segera ia memasuki
mobil dan memerintahkan sang supir
untuk
melajukan nya.

~~~

Yoona berlari kearah kamar setelah ia
memasuki rumah. pikiran nya benar-
benar kacau
saat itu.
sambil terus menangis ia
mengambil koper dan memasuk kan
semua pakaian nya.

Tak lama berselang Siwon datang
dengan napas memburu dan dengan
segera
menghampiri yoona..

“yeobo apa yang kau lakukan?”

siwon menarik koper yang berada
didepan
yoona.

“jangan seperti ini.. aku bisa jelaskan
semuanya..”

“tak ada yang perlu kau
jelaskan, bagiku
semuanya sudah jelas.”

“tapi kau tak tahu sebenarnya aku tak
bermaksud untuk…”

“hentikan!! karna aku tak ingin
mendengar apapun lagi darimu”

Yoona mengambil kopernya dan
berjalan keluar, siwon menahan
tangan
nya namun dengan segera ia melepas
genggaman tangan siwon.

“JANGAN SENTUH AKU!!”

Yoona menggerakkan sebelah
tangannya untuk menarik sebuah
cincin dari jari manisnya dan
kemudian melemparnya. Itu cincin
pernikahannya ..

Siwon menatap nanar kepergian
yoona,
airmata nya pun mengalir menangisi
yoona pergi meninggalkan nya setelah
melemparkan cincin pernikahannya..

“Yeobo…sesakit inikah perasaan mu
saat ini. mengapa ini sangat
menyakitkan di hatiku. ribuan jarum
seperti sedang bersarang dalam
hatiku…
mianhae yeobo.. mianhae, karna aku
tak
jujur padamu. aku tak sanggup
kehilangan mu.. kau bisa memukul ku
semau mu. hukuman apapun akan aku
terima asalkan kau tak pergi
meninggal kan ku.
aku tak bisa seperti ini.. aku tak mau
rumah tanggaku hancur seperti ini
dalam mimpipun aku tak akan pernah
sanggup jika tanpamu akan
kuperjuangkan cintaku meski aku tak
yakin kau akan selalu mencintaiku ..”

Siwon yang lantas mendapatkan
kekuatan dari dalam hatinya untuk
memperjuangkan dan
mempertahankan pernikahannya,
bergegas melajukan mobilnya
menyusuri padatnya jalanan kota
Seoul. satu tujuan nya saat itu adalah
mengembalikan semua seperti
semula.

~~~

Masih dengan isakan tangisnya dan
juga langkahnya yang lemah yoona
memasuki rumah appa nya.
Ia bisa melihat
Tn.Im berada di ruang tengah dalam
rumahnya dan sedang
bersantai sambil menonton siaran
berita di televisi.

“appa..”

dengan suara bergetar dan linangan
airmata yang membasahi wajahnya,
yoona
memanggil Tn.Im..

“Ohh…Yoongie ah.”

Tn.Im sedikit terkejut dan juga senang
putri nya datang menemuinya hari itu.
Yoona tak menjawab tapi justru
menghambur kepelukan sang appa
dan semakin terisak menumpahkan
airmatanya.

“Yoongie ah, gwechana.. kau kenapa? apa
yang terjadi??”

“appa..”

lagi-lagi yoona hanya bisa terisak
mendengar
pertanyaan Tn.Im..

“Ada apa sayang.. apa yang terjadi?
Katakan pada appa, Yoong..”

“appa… aku bodoh. aku benar-benar
bodoh. Siwon oppa.. dia bajingan. Dia
jahat.. dia sangat
jahat padaku”

“Yoona.. apa maksudmu? appa tak
mengerti.. kau tak boleh seperti ini.
wajar jika dalam rumah tangga terjadi
pertengkaran.. mungkin kau hanya
salah paham”

“aniyo appa.. ini bukan salah
paham. aku mendengar semuanya
dengan jelas. Choi Siwon adalah pria
brengsek yang telah memperkosaku
malam itu..”

Yoona tak sanggup lagi meneruskan
kalimatnya, sementara Tn.Im nampak
tercengang
mendengar penuturan Yoona.

Hal itu
pastilah juga
diluar pemikiran nya.

“tak mungkin yoong.. itu tak
mungkin.. Siwon pria baik. dia
mencintaimu.. dia yang selama ini
menjagamu.. appa tak percaya semua
ini..”

Yoona belum sempat  kembali
bersuara, ketika bel pada
rumah nya berbunyi. segera saat itu
juga ia
tersadar dari tangis nya.

“appa.. itu pasti siwon. kumohon
jangan biarkan dia menemuiku,aku tak
mau melihatnya lagi!!”

Yoona lantas berlari kekamarnya, saat
kemudian Tn.Im membukakan pintu
rumahnya dan
langsung berhadapan dengan siwon. Ia
akan
memastikan semuanya.

“appa.. aku ingin bertemu yoona..

“Apakah benar yang dikatakan yoona..
jika kaulah
orangnya??”

“appa.. aku bisa jelaskan semua
nya..”

“Bajingan..!”

*Plakk~

Tamparan keras dari Tn.Im mendarat
dipipi siwon membuatnya meringis
merasakan rasa sakitnya.

“appa.. kumohon dengarkan
penjelasanku”

“KELUAR KAU DARI SINI!! Aku tak sudi
punya menantu sepertimu.. bajingan
yang
telah menghancurkan putriku. kau tak
kan pernah bisa merasakan sakit nya
hatiku melihat putriku berbulan-bulan
seperti mayat hidup..”

“appa mianhae.. aku sungguh
menyesal karna itu. Aku benar-benar
meminta maaf atas semua
salahku.. aku tak bermaksud…”

*Plakk~

Tn.Im sekali lagi menampar siwon. Ia
juga tak bisa mengendalikan
amarahnya saat Siwon berusaha
mengatakan permohonan maaf nya.

“KELUAR KAU..!! aku akan meminta
yoona bercerai dengan mu!! Aku
takkan membiarkanmu
menghancurkan lagi kehidupan
putriku..”

sungguh kalimat yang tak pernah
diduga
siwon sebelumnya. ayah mertuanya
memintanya bercerai dengan yoona. Ia
tak sanggup membayangkan
bagaimana hidupnya tanpa yoona.

~~~

Yoona menangis tersedu dikamarnya
mendengar pernyataan appa nya yang
berencana
memintanya untuk bercerai dengan
siwon. Tak pernah terbayang dalam
benaknya semua nya akan jadi seperti
ini.

Masih tersimpan jelas di memori
nya bagaimana siwon memperlakukan
nya selama ini. rasanya baru sesaat
ia
merasakan indahnya hidup berumah
tangga. Berbagi bersama dan memadu
cinta yang tumbuh dari hasrat
keduanya. Yang
membuatnya makin terikat batin
dengan siwon.

~~~

Siwon melajukan mobil mewahnya
diatas kecepatan rata-rata. pikiran
nya
berkecamuk kacau tak terkendali.

Bagaimana
mungkin ia bisa bercerai dengan
yoona. Istri yang sudah menguasai
seluruh hati, pikiran dan jiwa raganya.

Siwon mengalihkan arah mobilnya, ia
berbelok kearah klub malam yang
cukup
ramai. Kebisingan mungkin bisa
mengalihkan permasalahan nya.
Ketika telah berada didalamnya, ia
memesan banyak wine yang cukup
untuk
membuatnya mabuk dan
menghilangkan permasalahan nya
untuk beberapa saat.

~~~

Di rumah, Sooyoung terus menunggu
dengan cemas
kabar dari siwon. Sudah jam satu
malam saat itu,
tapi siwon tak juga memberinya
kabar.
Ia juga tak berani menghubungi
yoona untuk sekedar bertanya.

Sooyoung keluar dari kamarnya saat
mendengar racauan suara
seseorang.
dialah siwon yang pulang
dalam keadaan berantakan dan mabuk
dengan bau
alkohol yang menyengat dari
tubuhnya.
ia terus
meracau memanggil yoona..

“Yoo..na… a..KU..Mencintaimu…
jaaang…an per..gi.. Aku
mencintai..mu Ak..ku.. “

“YA TUHAN…oppa..
Kau tak boleh
seperti ini..”

“Yeobo…yeobo… aku pulang..
dimana.. Kau…”

Sooyoung yang lantas memapah tubuh
siwon menuju
kamarnya. Ia kembali menangis
tatkala melihat
keadaan oppanya saat itu.

Ia seperti sedang
melihat kembali siwon yang dulu
sebelum bertemu dengan yoona.
sudah
lama ia tak melihat siwon pulang
dalam kondisi mabuk. padahal dulu ia
biasa melihat pemandangan seperti
ini dan saat ini ia kembali
menyaksikan nya. membuat hatinya
ikut merasakan sakit yang siwon
rasakan.

~~~

Yoona tak juga bisa memejamkan
matanya. sudah sejak tadi ia tetap
duduk diam memeluk kedua kakinya
diatas tempat tidur. airmata nya tak
juga kering dan masih terus menetes
membasahi wajahnya. kedua
mata
indahnya pun kini sayu dan mulai
membengkak.

Ia juga tak menghiraukan
panggilan Tn.Im yang memintanya
keluar sekedar
untuk memakan makan malam nya.

Ia mengelus perutnya yang masih
rata. Siang tadi ia mendapat kabar
gembira yang sungguh sangat
membuatnya bahagia melebihi apapun
juga.
tapi semua rasa bahagia itu hilang
seketika. ia
sendiri bingung dengan semua nya.
rasanya semua sungguh sangat berat
untuknya. Dan mustahil bila ia akan
sanggup melaluinya.

“apa yang harus aku lakukan..??”

Yoona kembali mengelus perutnya.
Merasakan kini didalamnya tengah
tertanam benih cintanya bersama
siwon.

Cinta…
harusnya ia tak menyebutnya sebagai
cinta.
melainkan kebodohonnya karna
dengan mudahnya terpedaya oleh
Siwon.

Namun kemudian yoona beranjak dan
segera berlari kekamar
mandi, saat tiba-tiba ia merasakan
perutnya bergejolak. Rasa mual di
perutnya dan membuatnya muntah,
meski hanya saliva saja yang
keluar dari dalamnya.

“OH Tuhan.. apa yang harus aku
lakukan
dengan janin ini? Aku tak sanggup
dengan semua ini..

“AKU MEMBENCIMU CHOI SIWON… Aku
benar-benar membencimu..
Brengsek..!!”

Yoona terus meyakinkan dirinya
sendiri bahwa saat itu ia memang
membenci
siwon dan tak ada lagi cinta untuknya.
semua terlalu menyakitkan dan
sangat sulit atau bahkan takkan bisa
ia terima.

‘AKU MEMBENCIMU CHOI SIWON’

berkali-kali ia mengucapkan kalimat
itu, sampai akhirnya ia bisa tertidur
walaupun itu sudahlah hampir pagi.

~~~

“yeobo…yeobo…kau sudah
bangun? kau dimana?”

Siwon terbangun dan segera mencari-
cari keberadaan
yoona.

Ia keluar dari dalam kamarnya dan
turun
kelantai bawah sambil terus
memanggil yoona..

“yeobo…yeobo..”

Ia lantas bergerak mencari yoona di
dapur.
biasanya saat pagi seperti ini yoona
selalu menyiapkan sarapan untuk nya.
namun ia juga tak menemukan yoona
disana.

Ia kemudian justru terduduk lemas di
kursi
meja makan setelah menyadari jika
semua
tak lagi sama sekarang ini.

yoona telah pergi.
istrinya telah pergi
meninggalkan nya dan itu semua
terjadi karna kebodohan nya sendiri.

Sooyoung yang mendengar bagaimana
siwon
memanggil-manggil yoona, hanya bisa
menangis didalam kamarnya. tak tahu
apa yang bisa ia lakukan untuk
mengembalikan semua seperti
sebelum nya.

Sedangkan dirumahnya, didalam
kamarnya yoona langsung terbangun
dari
tidurnya saat ia merasa seseorang
memanggil nya..

“yeobo…yeobo..”

ia memutar kepalanya kesegala arah,
mencoba mencari keberadaan suara
yang memanggilnya. rasanya tadi ia
mendengar siwon memanggil dirinya…

Apa tadi hanya mimpi…?

“yeobo, kau dimana?”

yoona mengelilingi kamarnya sendiri,
mencari-cari sosok siwon yang tak
ia lihat berada didalamnya.

Namun seketika ia terduduk lemas
di lantai kamarnya, menyadari
kenyataan yang sebenarnya. ia tidak
sedang berada dirumahnya dan siwon
melainkan dirumahnya sendiri
bersama dengan appa
nya.
dengan segera airmatanya
kembali mengalir saat teringat akan
semuanya..

~~~

Yoona perlahan menyadari jika semua
takkan sama
saat ini.

Hari itu ia memutuskan keluar dari
rumahnya untuk
sekedar menenangkan dirinya sendiri.
Ia berencana
akan menemui yuri di apartmen
nya. Ia telah merasa jika Yuri mungkin
sudah tahu semuanya
dari sooyoung. karna seminggu
ini ia tak mengangkat telpon maupun
membalas sms darinya. Sudah bisa ia
simpulkan jika yang terjadi kemudian
Yuri menghubungi Sooyoung..

“yoona..”

Ketika Yoona telah berada didepan
pintu apartemennya, yuri langsung
memeluknya. pelukan seorang
sahabat yang
sangat Ia rindukan. tak bisa ia
menahan
airmatanya saat itu dan sudah pasti
yang terjadi kemudian adalah Yoona
yang terisak menumpahkan segala
beban batin yang dirasakannya di
pundak yuri.

“masuklah yoong.. kita bicara
didalam. Aku sudah
mendengar semua dari sooyoung.. tapi
aku juga ingin mendengar semuanya
darimu..”

Yoona hanya mengangguk menuruti
langkah yuri masuk dalam apartmen
nya, dan pada akhirnya ia
merasakan sedikit kelegaan setelah
berbagi kesedihan yang dirasakannya
pada Yuri.

“yul.. bolehkah malam ini aku
menginap disini?”

“tentu saja yoon.. aku senang sekali
jika seperti itu..”

“gomawo.. aku tak mau membuat
appa
bersedih kalau aku terus mengurung
diri dikamar..”

yuri kembali memberikan pelukan
hangatnya sembari mengusap-usap
punggungnya untuk sekedar
menenangkannya.

~~~

Sudah selama satu minggu ini siwon
tak
mengurus pekerjaan nya di
kantor.
Semenjak kepergian yoona,
siwon selalu keluar malam dan pulang
dalam keadaan mabuk berat.

Dalam setiap
hari nya ia sudah mendatangi rumah
Yoona.
namun yoona tak pernah mau
menemuinya. selalu penjaga rumah
yoona yang kemudian memintanya
untuk pergi. bahkan
Tn.Im pun juga tak mau bertemu lagi
dengan nya.

Dan karna hal itu, otomatis semua
pekerjaan nya
terbengkalai, yang kemudian membuat
appa nya
bertanya-tanya dengan apa yang
terjadi pada
siwon, dengan dan karna banyaknya
laporan yang
mampir ditelinganya tentang siwon
yang
sudah tak masuk lagi kekantor dalam
satu minggu
itu.

Namun sooyoung masih berusaha
menutupi
keadaan yang sebenarnya dari appa
dan
oemma nya yang masih berada di
jepang.
Tak ingin membuat kekacauan disana
menjadi kekhawatiran bagi kedua
orang tua nya.

~~~

Malam itu di apartemen Yuri, Yoona
tak juga bisa memejamkan
matanya meski di sampingnya yuri
sudah
terlelap dalam tidurnya.

Ia yang merasa gelisah kemudian
memutuskan untuk keluar dari dalam
kamar dan
menuju sebuah mini bar yang berada
bersisian dari ruang makan.

Disana ia mengambil gelas dan
sebotol wine, membukanya dan
kemudian meminum nya.
sedikit demi
sedikit ia terus meneguk wine dari
gelasnya. Hingga hampir sebotol wine
ia
habiskan tapi tak juga menghilangkan
kegundahan nya.

Saat Yoona beranjak dari duduknya
untuk
mencoba mengambil lagi wine yang
tersimpan
di dalam lemari, mendadak ia
merasakan sakit yang mencengkeram,
meremas kuat
perutnya. sangat sakit sampai
membuat nya berteriak memanggil
yuri…

“Auuhhh… Yuri ah… Yuri…”

Yoona makin meringis kesakitan..

“Yuri.. Yuri… Awhhh…”

Yuri seketika terbangun saat
mendengar yoona
berkali-kali berteriak memanggil
nya. Segera ia berlari keluar
kamarnya
dan menghampiri yoona yang saat itu
telah terkulai lemas.

“OH TUHAN YOONA..!!
Yoong..gwechana?”

yoona tak lagi bisa merespon karna ia
langsung
pingsan saat itu.

Yuri menjadi panik dan
terkejut saat melihat darah segar yang
mengalir dari selangkangan kaki
yoona.

Berpikir cepat Ia langsung menelpon
ambulans
dan membawa yoona kerumah sakit.

~~~

Setelah menunggu cukup lama dalam
kecemasan, Yuri memberi antisipasi
lebih ketika sang dokter
yang memeriksa yoona keluar dari
dalam ruang pemeriksaan dan
segera menghampirinya.

“anda saudara pasien?”

“ne.. saya yang membawanya,apa
yang
terjadi? bagaimana kondisinya
dokter?”

“apa saya bisa berbicara dengan
suaminya? Ini tentang kehamilan
nya..”

“hamil..?”

Yuri jelas menunjukkan keterkejutan
dalam nada suaranya..

“maksud dokter? Yoona.. Yoona
hamil..?”

“Jadi anda tidak mengetahuinya..? dia
sedang hamil dua bulan.. tapi saat ini
janin nya…”

dokter tak melanjutkan kalimatnya,
sepertinya ia
ingin membicarakan nya langsung
dengan suami yoona. Namun
kemudian Yuri terus mendesaknya
agar sang dokter mau mengatakan
yang sebenarnya terjadi dengan nasib
janin dalam perut Yoona..

“Bagaimana dengan janin nya dokter?
Katakan padaku bagaimana dengan
janin itu..?!”

~~~

“kenapa kau tak mengatakan padaku
kalau kau hamil yoong.. dan sekarang
kau membuatku bertambag khawatir
dengan kondisi janin mu??”

Yoona memang belum mengatakan
pada siapa pun tentang kehamilan
nya. Ia sendiri merasa tertekan
dengan kehadiran janin itu dalam
perutnya.

Setelah berbicara pada sang dokter,
dan berhasil memaksanya untuk
mengatakan bagaimana dengan
keadaan janin yang dikandung Yoona,
Yuri lantas
menemui Yoona yang saat itu sudah
kembali tersadar dan tengah berada di
dalam
kamar perawatan..

“yoong.. kau sudah baikan?”

“ne… perutku sudah tak sakit lagi?”

Yuri menarik salah satu kursi lebih
dekat kesisi ranjang yang ditempati
Yoona, duduk disana dan
menggenggamkan tangannya pada
Yoona..

menatapnya lekat dengan kesedihan
yang juga turut ia rasakan..

“Kau tidak memberitahu appa ku kan?”

“Tidak.. Aku tahu Kau tidak ingin aku
melakukannya..”

“Terimakasih..”

Yoona sedikit menarik senyum dari
sudut bibirnya..

“kenapa kau tak mengatakan padaku
jika
kau sedang hamil, Yoong..?”

“mianhae..”

Yoona menunduk, menatap kearah
perutnya..

“kenapa kau tak memikirkan janin
dalam
rahimmu? Taukah kau.. kau hampir
kehilangan calon
anakmu??”

Yoona mendongak kaget menatap
yuri..

“apa maksud mu yul?”

“tadi dokter sudah mengatakan
padaku.. tak seharusnya kau minum
wine karna kau sedang hamil. apa
yang kau lakukan membuatmu
hampir kehilangan janin itu andai
saja dokter tak segera memberimu
pertolongan..”

“maafkan aku.. aku sangat menyesal
yul..”

Yoona seketika menangis mendengar
perkataan
yuri..

“Aku paham jika kau tak bisa
memaafkan siwon
oppa.. tapi kau tak boleh
mengacuhkan
anakmu.. dia tak berdosa, yoong..”

Yoona semakin terisak mendengar
ucapan Yuri yang cukup keras.

Selama
ini ia telah
salah, karna tak memperdulikan janin
yang sedang bertumbuh dalam rahim
nya.

Dengan linangan tangis airmatanya, Ia
menyentuh perutnya..

“mianhae.. maaf kan umma
sayang. umma sudah melupakan
kehadiran mu.. umma menyakiti dan
tak memperdulikan mu.. maafkan
umma..
mulai sekarang umma berjanji akan
menjagamu dan melindungimu. kau
akan tumbuh dengan baik di rahim
umma.. kau juga akan lahir dengan
sehat. umma akan membesarkan mu
dengan sepenuh hati.. cinta kasih
sayang umma hanya untuk mu,
sayang..”

Yuri ikut menitikkan airmata saat
kemudian ia memeluk tubuh Yoona..

“Masih ada aku yang akan selalu
bersamamu.. Kau harus kuat Yoona..”

Meski masih tak bisa menghentikan
tangisnya, Yoona mengangguk dalam
pelukan Yuri…

~~~

Setelah memastikan semuanya telah
siap, Yoona mengelus perut nya saat
ia
akan berangkat kebutiknya.

Ya..
Ia telah memilih dan menetapkan
untuk bangkit dari keterpurukan
hatinya, dan melakukan kembali
aktifitasnya seperti sebelum nya.
Seminggu yang lalu, setelah kejadian
yang sangat ia sesalkan terjadi karna
kebodohannya, setelah ia keluar
dari rumah sakit , Yoona sudah
bertekad
akan mengulang semua dari awal.

Meski ia
bahkan belum memberi tahu kepada
appa nya
tentang kehamilan nya. menurutnya
belum tepat waktunya untuk
mengatakan semua itu pada appa
nya..

“appa.. aku berangkat dulu ya..”

“kau mau kemana yoong?”

“aku ingin ke butik menemui yuri.
.”

“Appa perlu mengantarmu?”

“aniyo.. aku bisa pergi dengan
supir,appa istirahat saja..”

Tersenyum kearah Tn.Im, Yoona
lantas keluar dari dalam rumahnya.

~~~

Sementara Yoona sedang berusaha
mengumpulkan kepingan hatinya
untuk bangkit.
Siwon justru sebaliknya, Ia makin mengacaukan
hidupnya.
tak adalagi semangat
untuk menjalani hari-harinya. baginya
semua yang ia lakukan
Hanyalah sia-sia tanpa adanya yoona
di sisinya.

alhasil Sooyoung lah yang kemudian
menjadi kalang kabut
dibuatnya. ia terpaksa mengambil alih
semua pekerjaan siwon demi
menutupi semua dari appa dan umma
nya di Jepang yang sampai saat itu
belum mengetahui
semuanya.

“oppa…ayo ikut aku..”

“kemana?”

Pertanyaan dari siwon yang tak
menunjukkan semangat dalam
suaranya..

“apa kau mau melihat yoona?”

“apa maksudmu?”

“aku akan bertemu yoona dibutik.. yuri
yang mengatakan jika dia akan datang
kebutik hari ini..”

dengan meminta bantuan yuri,
sooyoung memang terus berusaha
untuk bisa berbicara dengan Yoona.
dan hari inilah sepertinya kesempatan
untuk itu datang. Ia
akan menemui yoona dan berusaha
meminta maaf lagi padanya.

Yuri nampaknya
memang lebih memahami sooyoung,
walaupun ia juga tetap menyalahkan
soo untuk tindakannya membohongi
Yoona.
tapi setidaknya yuri juga tahu posisi
sooyoung, ia
pasti bingung dalam situasi itu harus
dihadapkan untuk
memilih antara siwon yang adalah
kakaknya, atau yoona
sahabatnya sendiri.

“oppa.. kau tunggu dulu dimobil aku
yang
akan berbicara pada yoona. Aku takut
kalau yoona melihatmu ia tak mau
mendengarkan ku..”

“aku tahu.. tapi jangan memaksanya
untuk memaafkanku.. aku tak ingin
Yoona kembali terluka karna
paksaanku”

Sooyoung merasakan kepiluan
mendengar kalimat itu.
Ia tak bersuara dan hanya
mengangguk sebagai tanda bahwa ia
mengerti.

Ia kemudian keluar dari dalam mobil
dan melangkahkan kakinya berjalan
memasuki butik Yoona.

Yuri sudah berada didalam nya dan
tak
berapa lama siwon dapat melihat
yoona dari dalam mobilnya.
Yoona yang saat itu
turun dari mobil dan berjalan
memasuki butik.
tak terasa saat itu juga airmata
siwon menetes melihatnya.

Yoona nya..
yang sekarang begitu dekat tapi ia tak
bisa untuk menyentuhnya..

“anneyong yul..”

sapa yoona pada yuri saat memasuki
butik. Sesaat senyumnya tersungging
sampai kemudian hilang ketika ia
langsung terkejut melihat
sooyoung berada disana..

“Soo…Young…”

“anneyong yoon”

“apa yang kau lakukan disini?”

“aku ingin bicara denganmu.. tolong
dengarkan aku..”

Sooyoung perlahan mendekatinya..

“apa lagi yang mau kau bicarakan
denganku..? Kurasa tak adalagi hal
yang perlu
dibicarakan!! semua sudah jelas.. kau
dan siwon pembohong..! aku
membenci
kalian berdua..”

“yoona.. tenangkan dirimu,duduklah
dulu. kalian memang perlu bicara..”

yuri mencoba menenangkan yoona
yang
mulai terbawa emosi..

“aku minta maaf yoong aku tak
bermaksud membohongimu.
.”

“aku tak perduli apapun penjelasan
mu..”

“Tapi Siwon oppa begitu kacau
Yoona.. Dia jatuh terpuruk karna tak
mendapatkan maaf sekaligus
kehilanganmu..”

“Aku tak perduli.. Demi Tuhan Aku tak
akan pernah lagi perduli padanya..”

Yoona merasa tak mampu lagi berdiri
disana. Ia menangis dan langsung
berlari
keluar meninggalkan butik nya.

Siwon yang masih terus menunggu,
melihat yoona berlari darisana. ia
yang tak mampu lagi
menahan rasa rindunya segera keluar
dari dalam mobilnya untuk selanjutnya
berlari meraih dan mendekap tubuh
yoona
dari belakang.

Yoona sangat terkejut, namun ia
segera tahu begitu mencium wangi
parfum nya. segera ia melepas
pelukan siwon dan berbalik
menatapnya..

“Si…w..”

belum sempat yoona mengucapkan
kata yang akan keluar dari bibirnya,
Siwon sudah lebih dulu
membungkam bibirnya dengan
ciuman.

Melumat bibir merah nya dan
menumpahkan rasa rindu yang
bersarang di hatinya.
sesaat mungkin
yoona menikmati ciuman siwon
padanya namun ia segera tersadar
dan mendorong tubuh siwon, sedikit
menjauh darinya..

*Plaakkk…

Dan dengan cepat menampar siwon..

“KAU benar-benar BRENGSEK..!! Kau
sama seperti
dulu.. Bajingan!!”

Yoona berlari kejalan raya dengan
linangan airmata diwajahnya. ia tak
memperdulikan lagi apa, siapa dan
bagaimana sekitarnya.

Hingga membuat siwon
langsung berlari mengejar nya saat
melihat sebuah mobil melaju kencang
kearah yoona.

Menarik tangan dan mendorong tubuh
yoona kesamping bahu jalan,Siwon
berusaha menghindarkannya dari
tertabrak , meski karna hal itu
membuat yoona
terjatuh, shock yang kemudian
membuatnya tak sadarkan diri.

sedangkan yang terjadi pada siwon
sendiri cukup naas. Ketika ia langsung
terhantam mobil yang melaju cukup
kencang itu, hingga membuat
tubuhnya terpental beberapa meter
sebelum akhirnya jatuh disebelah
pembatas jalan.
Dan darah segar yang lantas mengalir
dari kepalanya membuat siwon
langsung
kehilangan kesadaran nya.

Sooyoung dan yuri berlarian keluar saat
mendengar suara hantaman keras dan
juga ban yang berdecit.
Keduanya spontan menjerit dalam
tangis ketika melihat siwon dan yoona
yang sama-sama tergeletak di pinggir
jalan…

~~~

Yuri dan sooyoung menunggu dengan
cemas di ruang tunggu rumah sakit
dengan
airmata yang masih terus mengalir
dari
kedua sudut matanya.
Yuri menunggui
Yoona yang sedang dalam
pemeriksaaan dokter.

sementara sooyoung berdiri mondar-
mandir di depan pintu ruang UGD.
siwon berada didalam sana dan
sedang
dalam penanganan dokter.

Tn.Im juga langsung datang setelah
yuri memberi
tahu yoona masuk rumah sakit.
sekarang pun ia dengan cemas
menunggu kepastian dokter tentang
bagaimana kepastian
keadaan yonna, putrinya..

“bagaimana putri saya dokter..?”

tanya Tn.Im saat sang dokter keluar
dari kamar yoona..

“ne.. sejauh ini keadaan nya masih
tertolong. Pasien baik.. dia
hanya mengalami shock.. dan untung
saja janin nya juga
bisa diselamatkan..”

“maksud dokter.. jadi.. apa putri
saya.. dia hamil??”

tak bisa dipungkiri Tn.Im nampak
terperangah mendengarnya..

“apa Tuan belum mengetahui? Pasien
dalam keadaan hamil dengan
kandungan nya yang
sudah memasuki bulan ketiga..”

Yuri mengangguk saat Tn.Im menatap
kearahnya. ia tahu maksud dari Tn.Im
adalah untuk memastikan apa yang
dikatakan padanya..

“OH Tuhan yoona.. kenapa kau tak
mengatakan pada Appa..”

~~~

Seorang dokter keluar dari ruang UGD
dan langsung menemui sooyoung yang
tengah frustasi dalam kecemasan
yang dirasakannya..

“bagaimana oppa saya dokter?”

“saya ingin menanyakan sesuatu pada
anda.. apa sebelum nya dia pernah
mengalami
kecelakaan?”

“ya…sudah hampir satu tahun yang
lalu..”

“jadi begini nona.. sepertinya
kecelakaan ini
mengenai titik yang sama pada
kecelakaan sebelum nya dan
mengenai persis pada pembuluh darah
yang ada di kepalanya dan pasien…”

“dan…apa dokter? apa maksud
dokter?”

“dan…saat ini pasien mengalami
koma..”

Sekujur tubuh sooyoung lemas
seketika saat mendengar dokter
mengatakan siwon koma dan tak tahu
berapa lama siwon akan sadar. segera
setelah itu
ia menghubungi appa dan umma nya
yang masih berada di Jepang untuk
memberi tahu
keadaan Siwon saat itu.

~~~

Ketika Yoona sudah sadar dan kini
berada di
ruang perawatan, raut kecemasan
nampak diwajahnya yang pucat..

“appa.. bagaimana keadaan siwon?”

“kenapa kau masih menanyakannya?
Kau mengkhawatirkan
nya yoong..? dia pasti baik-baik
saja.. bukankah dia juga bersikap
baik-baik saja setelah dia
menyakitimu..”

“appa mianhae..”

“tak perlu meminta maaf,sekarang
kau hanya perlu memikirkan apa yang
akan
kau lakukan selanjutnya.. appa tak
mau
lagi melihatmu menderita karna Choi
Siwon..”

“ne.. aku tahu dan aku sudah putuskan
akan tetap mempertahan kan anak
ku..”

“kalau begitu kau turuti perkataan
appa.. kita pindah dari seoul..”

“maksud appa..?”

“kita pindah ke Paris dan mulai
lembaran baru disana.. kau bisa
merawat anakmu dengan tenang
disana..”

“tapi appa..”

“kau harus pilih yoong.. kita pindah
atau kau bercerai dari siwon..”

“appa..!!”

Yoona terkejut dengan pilihan yang
cukup sulit yang diajukan appa nya..

“kalau kau tak mau keduanya.. masih
ada pilihan lain, tapi appa tak yakin
kau
bisa menerimanya..”

“Apa maksud appa sebenarnya??”

“GUGURKAN KANDUNGAN MU..!!”

“andwe..appa itu tidak mungkin..
jangan memintaku melakukannya..
atau appa ingin aku mati bersama
janin yang kukandung..”

“Maka ikuti apa yang appa katakan,
Yoona.. kita pergi darisini. Appa hanya
ingin kau aman..”

Itu seakan-akan appa nya
menganggap Siwon sebagai penjahat
yang mengejarnya hingga kemudian
dirinya perlu untuk diamankan.
Yoona berpikir sejenak, ragu sebelum
akhirnya memutuskan dengan sekali
menganggukkan kepalanya.
masih berat
rasanya bercerai dari siwon dan juga
ia tak mungkin tega menggugurkan
kandungan nya.

dua pilihan itu yang kemudian
dihindari olehnya dan mengambil
jalan untuk pergi dan memulai
kehidupannya yang baru di tempat
yang berbeda..

“Siapkan dua tiket ke Paris untuk
malam
ini…”

Pada akhirnya malam itu juga Tn.Im
membawa Yoona
berangkat ke Paris tanpa seorangpun
yang mengetahui kecuali orang
kepercayaan
Tn.Im.

“jangan katakan pada siapapun
kemana aku dan putriku pergi..”

“saya mengerti Tuan..”

“terutama Choi Siwon.. jangan pernah
kau beritahu dia!!”

“baik Tuan..”

Yoona melangkahkan kakinya ragu
memasuki
pintu keberangkatan luar negeri.
berat
rasanya meninggalkan Korea dan
semua kenangan nya, termasuk
Siwon.

meski pria itu telah sangat melukai
perasaannya dan menorehkan luka
menganga dalam hatinya, namun tak
bisa ia pungkiri sebagian besar hati
juga perasaannya telah terpaut dan
terikat kuat dengan Siwon.

Yoona akan menghilang, pergi tanpa
jejak. Bahkan Yuri pun tak mengetahui
tentang kepergian nya yang
mendadak,
karna dia sudah pulang sebelum yoona
tersadar dirumah sakit.

‘selamat tinggal oppa.. semoga kita
menemukan kebahagiaan masing-
masing..’

>>>>

Ny.choi tak berhenti menangisi
kondisi siwon saat itu. Dan benar-
benar tak menyangka semua itu terjadi
pada putranya.

Sooyoung sudah
menceritakan semua nya pada kedua
orang
tuanya yang mereka sungguh sama
sekali tak
menyangka permasalahan nya
sungguh sangat rumit.

Ditambah dengan Yoona yang justru
menghilang entah kemana. Tak ada
seorangpun yang mengetahui kemana
dia dan Tn.Im pergi.
Sooyoung sudah bertanya pada semua
teman-teman yoona tapi nihil, tak ada
yang tahu kemana yoona pergi
termasuk
yuri sahabatnya.

Yoona benar-benar telah pergi..
Tanpa meninggalkan jejak mataupun
pesan apapun…

~~~

@Paris

5 bulan kehamilan>>

Yoona mengelus perutnya yang
terlihat mulai
membuncit sambil menyiram bunga di
taman depan rumah nya.
Hari-hari nya terasa kian cepat
berlalu…

7 bulan kehamilan>>

Malam itu Yoona memasang musik
klasik yang ia tempel pada perutnya
agar
bayi dalam kandungan nya bisa
mendengar
dan sesekali ia juga ikut
bersenandung. senyumnya pun tak
lepas menghiasi wajah cantiknya. Tak
sabar untuk menunggu kelahiran bayi
dalam perutnya yang ia yakin akan
melengkapi hidupnya yang tak
sempurna tanpa kehadiran Siwon
disisinya…

~~~

@Seoul

Sudah selama itu namun Siwon belum
juga menunjukkan reaksi
apapun.
Selama lima bulan itu ia koma.
Dan hanya menggantungkan hidupnya
pada alat-alat medis yang masih tetap
terpasang di tubuhnya.

>>>>>

@Paris

Hingga sampai pada waktunya tiba, di
depan ruang operasi kini Tn.Im
sedang menunggu dengan cemas
yoona yang tengah menjalani
proses persalinan.

Bagaimanapun juga dirinya pasti
mengalami kesedihan yang teramat
sangat. Sang putri melakukan
persalinan tanpa kehadiran seorang
suamu disisinya.

Dalam peluh keringat dan rasa sakit
yang dirasakannya,
Yoona terus menggumamkan doa
dalam hatinya…

‘OH Tuhan…
kumohon selamatkan aku
dan anakku..
aku sangat ingin merawat
dan membesarkan nya..
Berikan aku
kekuatan untuk melahirkan anak
ku…
Tuhan…
Siwon..
tahukah kau aku sedang
mempertaruhkan nyawaku demi buah
cinta kita..
bagaimana dengan mu saat
ini??
Aku sungguh menginginkanmu untuk
berada disini meski aku tahu jika hal
itu tidaklah mungkin..
Aku tetap menginginkanmu untuk
menguatkanku…’

~~~

Dalam waktu yang sama namun
ditempat yang berbeda, Siwon
perlahan-lahan bereaksi dengan bola
matanya yang kemudian bergerak-
gerak.
Menyusul setelahnya jemarinya pun
ikut bergerak.

Sementara yoona tengah berjuang
dengan mengeluarkan
semua tenaganya untuk melahirkan
anaknya.

Ia selalu menyebut nama
siwon di setiap tarikan nafasnya.
Mensugesti dirinya dengan itu ia bisa
merasakan kehadiran siwon
disisinya..

“Sedikit lagi Ny.. Ya.. dorong..
terus…”

“Sakiitttt. .”

“Sedikit lagi Ny…”

“AAAKHHH…SIWON…”

jerit yoona pecah sebelum akhirnya ia
berhasil melahirkan bayinya yang
langsung menangis kencang…

Dan seperti
mendengar panggilan seseorang yang
lantas menariknya kedalam
kesadarannya,
siwon pun membuka kedua bola
matanya dan tersadar setelah kurang
lebih 7 bulan mengalami koma…

~~~

Siwon menatap nanar cincin
pernikahan nya.
cincin yang seharusnya
melingkar indah di jari manis yoona
kini
justru berada dalam genggaman
tangannya.
Setelah Yoona melempar cincin itu
sesaat sebelum ia pergi meninggalkan
rumah.

Sudah lebih dari sebulan sejak
siwon keluar dari rumah sakit, ia terus
mencari keberadaan yoona. namun
nihil karna tak
ada seorangpun yang tahu ataupun
mereka sengaja menyembunyikan
dimana keberadaan yoona
kini.

Sooyoung sudah mengatakan
padanya bahwa yoona menghilang
setelah kecelakaan yang menimpa
mereka. Membuat siwon pun akhirnya
hanya
bisa pasrah pada takdir.
Takdir yang telah memisahkan
mereka..

“Yoona..dimanapun kau berada
kuharap kau bahagia..
Jeongmal
saranghaeyo yoong.. aku akan terus
menunggumu kembali.. menunggumu
sampai kapanpun..”

*

*

*

5 TAHUN KEMUDIAN>>>>

@Paris

Seperti biasanya, Yoona
melangkahkan kakinya pasti saat
memasuki
gedung yang menjadi letak dari salah
satu butik miliknya.
kini yoona telah
berubah, atau sengaja mengubah
hidupnya dari keterpurukan. ia
menjadi wanita mandiri yang
elegant.

Setelah melahirkan putrinya,
yoona memutuskan mengambil
sekolah mode dan dua tahun setelah
ia
menyelesaikan study nya ia merintis
karir sebagai desainer di negara yang
terkenal dengan Icon mode nya.

Dengan dukungan penuh dari Tn.Im,
kini ia
sukses menjadi desainer ternama di
Paris.

Dan bersama dengan Jessica, salah
satu teman sewaktu
ia bersekolah mode, kini yoona
semakin mengukuhkan namanya
sebagai desainer muda berbakat di
Paris..

“Yoona.. aku sedang membicarakan
rencana meluncurkan brand kita di
Korea..”

“Korea? Apa maksudmu?”

“kita akan meluncurkan beberapa
desain pakaian kita disana.. kau
setuju
kan?”

Sica menatapnya penuh harap..

“tapi sica.. Aku belum siap kembali
kesana..”

“ayolah yoong.. kau bilang sudah
memaafkan dan melupakan
semuanya.. Kau tak lupa dengan kata-
kata mu sendiri kan..”

“ne.. aku memang sudah melupakan
itu.
tapi…”

“Aku tak ingin mendengar ada kata
tapi, Yoona.. Kau tak boleh terus
seperti itu. sekarang kita hanya
tinggal tanda tangan kontrak dan kita
bisa meluncurkan brand kita di
Korea..”

dengan bujukan sekaligus desakan
dari Jessica, Yoona pun akhirnya mau
tak mau dan masih dengan
keengganan juga keraguan dalam
harinya, Ia setuju
dan menerima kontrak untuk
peluncuran brand pakaian nya di
Korea.

Akankah ia siap untuk kembali dan
menghadapi kemungkinan besar akan
bertemu lagi dengan siwon suatu saat
nanti disana..

Tuhan…
Aku ingin kau selalu bersamaku..

>>>

@Korea

Sudah cukup larut malam itu, tapi
siwon belum
juga tidur.
ia masih sibuk di depan
layar laptop nya, dan setumpuk map
diatas meja kerjanya.

Setelah menyadari dirinya telah
benar-benar kehilangan
yoona, Siwon semakin menyibukkan
diri
dengan semua pekerjaan.
hal itu ia
lakukan semata untuk mengalihkan
pikiran
nya dari yoona yang hingga sampai
saat itu pun
tidak bisa ia lupakan..

“oppa kau belum tidur..?”

Sooyoung masuk dan
menghampirinya..

“hm.. banyak pekerjaan yang harus
aku
selesaikan soo..”

“tapi oppa.. ini sudah sangat
malam.. Kau seharian berada dikantor
dan juga membawa pekerjaan
kerumah. kau butuh istirahat Oppa..
jangan
terus seperti ini terus..”

“ne.. Aku tahu. tapi ini memang harus
selesai
malam ini..”

Sooyoung hanya bisa mendesah
dengan alasan Siwon..

“Oh ya oppa.. umma dan appa
meminta
kita ke Jepang minggu depan..”

“untuk apa ke Jepang?”

“entahlah.. tapi mereka bilang
penting..”

“Penting? apa ada yang mau mereka
bicarakan??”

Sooyoung hanya mengangkat bahu
untuk menanggapi..

>>>

@Paris

Yoona sedang membicarakan
rencananya untuk
kembali ke Korea dengan Tn.Im..

“appa.. aku harus ke korea untuk
mengurus pekerjaan disana..”

“maksudmu kau akan kembali ke
korea?”

“ne.. aku akan kesana bersama
jessica dan mengajak Ha na
bersamaku”

“kau sudah siap kembali yoong?”

“ne..aku akan coba”

“Berapa lama kau akan berada
disana??”

“Aku belum tahu.. bagaimana kalau
appa ikut
bersamaku?”

“aniyo.. bagaimana dengan pekerjaan
appa kalau aku ikut kembali
denganmu..”

“hmm..bukankah appa bisa
mengalihkan lagi pekerjaan appa ke
korea?”

“tidak semudah itu yoong.. kalau kau
memang ingin kembali ke Korea,appa
akan menyuruh orang menyiapkan
tempat tinggal kalian dan kau harus
ingat yoong.. jangan pernah temui
Choi siwon..”

“ne appa, aku mengerti..gomawoyo..”

Setelah pembicaraan dengan appa nya
usai,
kini Yoona dan Hana putri kecilnya
yang cantik, beralih untuk mengemasi
pakaian dan barang yang akan
mereka bawa ke Korea..

“mommy…where we’re going?”

“kita akan ke korea sayang.. dulu
mommy dan grandpa tinggal disana..”

“Are there very beautiful place?”

“Of course.. Korea is a very beautiful
country, You’ll love it..”

“really?”

“ya… sekarang tidurlah.. besok pagi
kita akan pergi bersama aunty
Jessica”

“OK mom.. good night”

“good night honey..”

>>>

Pagi harinya Yoona dan hana serta
jessica telah
berada di bandara Paris, mereka akan
segera bertolak ke korea
menggunakan penerbangan pertama..

“aishh… Hanna ya, kau cantik sekali
sayang..”

“thank you aunty sica.. aunty juga
cantik..”

Jessica tersenyum saat kemudian
mengusap sayang rambut Hanna..

“Oh yoona.. lihatlah wanita itu.. aku
seperti mengenalnya..?”

Jessica menunjuk pada seorang
wanita
yang saat itu sedang menarik sebuah
koper dan berjalan
kearah mereka..

“ne.. sepertinya dia… hmm.. bukandah
dia..Victoria..!”

Begitu menyadari siapa wanita yang
saat itu mereka lihat, Yoona langsung
memanggilnya..
Dan membuat wanita itu langsung
menfokuskan pandangannya pada
mereka..

“Yoona.. Sica..long time no see,how
are you? Really miss you girls..”

Victoria meletakkan kopernya dan
kemudian memberi pelukan pada
keduanya ..

“fine..how about you? Oh My.. Kami
juga merindukanmu..”

“I’m fine too.. kalian akan pergi?
kemana?”

“kami akan pergi ke Korea..”

Vic mengangguk mengerti dan lantas
menurunkan pandangannya pada gadis
kecil disamping Yoona..

“Oh yoona.. apakah dia Hanna? Bayi
kecilmu itu..?”

“ya.. ini putri ku.. Hana ya.. berikan
salam pada aunty
vic, sayang..”

“yes mom…hello aunty vic..”

Hana menunjukkan senyum manis
berlesung pipit yang dimilikinya
kearah Victoria..

“hello Hana.. Kau cantik sekali
sayang..”

“thank you aunty, I’m preety like my
mom..”

Yoona dan Vic sama-sama tersenyum
mendengarnya..

“Victoria.. kau mau pulang?”

tanya sica kemudian..

“hm.. orangtua ku meminta ku kembali
ke Jepang.. mereka bilang ada hal
penting yang akan dibicarakan..”

“Ohh.. kalau begitu kami pergi dulu.
kalau
kau ada waktu temui kami di korea ..”

pamit yoona dan kembali memberi
pelukan pada victoria..

“yaa…semoga kita bisa bertemu lagi
nanti, disana.. “

>>>

Siwon dan sooyoung akan memenuhi
permintaan orangtua mereka.
kini keduanya telah berada di bandara
Korea menunggu jadwal penerbangan
untuk kemudian
bertolak ke Jepang.

Dan Setelah menempuh beberapa jam
perjalanan, akhirnya Yoona, Hanna
serta
sica tiba di bandara korea.senyum
kelegaan terlihat di wajah yoona yang
akhirnya menginjakkan kakinya
kembali ke korea. tempat yang sudah
beberapa tahun ia rindukan..

‘Trimakasih Tuhan..
telah
mengijinkanku kembali kesini..
Aku
sungguh merindukan berada disini..
Aku rindu udara segar ini..
aku sangat merindukan semua
yang berada disini..
Termasuk Yuri..
Sooyoung…
dan Siwon…
Tuhannn…
sebagian besar hatiku hancur
karenanya, tapi aku tak
bisa membohongi diriku jika aku
masihlah sangat
merindukan nya…‘

>>>

Hana juga terlihat senang setelah tiba
di
bandara, tak nampak raut kelelahan
diwajahnya.
dan sepertinya ia juga akan suka
berada di korea jika Yoona
memerlukan beberapa waktu untuk
menetap guna mengurusi
pekerjaannya.

“hana ya… mommy akan berada toilet
sebentar.
tunggulah disini dengan aunty sica..
Ok??”

“OK mom..”

“sica.. aku titip hana sebentar ya..”

“tak masalah yoong.. aku akan
menunggu mu disini..”

Yoona kemudian berjalan
meninggalkan keduanya menuju arah
toilet.

Suatu hal yang mengejutkan yang
tanpa pernah ia duga sebelumnya, jika
saat itu kedua matanya akan
menangkap
dua orang yang tak asing baginya
sedang berdiri tak jauh dari
tempatnya.

Yoona sangat terkejut dan
segera berjalan masuk kedalam toilet
yang berada tak jauh darinya..

Jantungnya bergemuruh kala itu…

“OH Tuhan.. benarkah yang kulihat
tadi?
mereka Siwon dan Sooyoung? Kenapa
mereka berada disini..? Dan Siwon..
Kau terlihat baik-baik saja..”

Cukup lama yoona berada dalam toilet
hal ini ia lakukan untuk menghindari
bertemu dengan Siwon dan sooyoung.

karna tak juga kembali Hana pun
mulai gelisah dan terus bertanya pada
sica.

“aunty sica.. dimana my mom?”

“mommy Yoona sedang di toilet
sayang.. kita tunggu disini ya”

“tapi mengapa mommy terlalu lama..?”

“mungkin mengantri sayang, apa kau tunggu
disini? aunty akan memanggil mommy
yoona untukmu..”

“hm..OK. aunty juga jangan lama..”

“don’t worry Hana ya..”

Hana akhirnya menunggu sendirian sementara
jessica meninggalkannya untuk mencari yoona di toilet.

karna merasa bosan, Hana kemudian mulai berjalan-jalan
di sekitar bandara tak jauh dari
tempatnya menunggu.

Ketika Siwon dan Sooyoung melangkah dengan
terburu-buru saat mengetahui pesawat
yang akan mereka tumpangi akan segera
lepas landas, Siwon tak menyadari
seorang anak kecil sedang berjongkok
mengambil sesuatu yang terjatuh dan ia
menabraknya..

“Oh…mianhae aku tak melihatmu..”

Hana yang tadinya berjongkok pun
langsung berdiri lagi..

“I’m sorry uncle aku mengganggu
jalan mu.. sorry aunty..”

hana membungkuk meminta maaf..

“Oh…anak cantik kau bukan dari
korea, where did you come from?”

Siwon pun bejongkok untuk mengimbangi
tinggi hana..

“Paris..”

“Paris..?”

“hm..”

Hana mengangukkan kepalanya..

“Kau bersama siapa sayang..? Dan
sedang apa kau berjongkok di tengah
jalan?”

“I’m with my mom and my aunty.. tadi
aku menjatuhkan kalungku dan aku
sedang mengambilnya.. Mommy akan marah jika aku menghilangkannya..”

Hana menunjuk pada kalungnya yang tadi
terjatuh dan menunjukkan pada
siwon, membuat Siwon terkejut saat melihat kalung
yang di perlihatkan hana. ia merasa mengenali
kalung itu yang seperti tak asing baginya..

“ Darimana kau mendapatkan kalung ini?”

“apa uncle menanyakan tentang
kalung ini..?”

“hm .. darimana kau mendapatkan nya??”

“my mother give me.. as my birthday
present, why uncle?”

“Oh, no.. tapi aku seperti pernah
melihatnya..”

“Really?? my mom bilang liontin
malaikat di kalung ini menandakan
kalau mommy ingin terus berada di
sampingku seperti malaikat yang selalu
melindungiku..”

Siwon begitu terkejut, ia pernah
mengatakan hal yang sama pada yoona
saat ia memberikan kalung yang ia rasa
sama persis dengan yang kini berada
pada seorang anak kecil di depan nya.

memory nya kembali terngiang namun
ucapan sooyoung kemudian mebuyarkan
semuanya..

“oppa.. ayolah kita bisa ketinggalan
pesawat. Oh ya.. gadis cantik what is
your name?”

sooyoung bertanya pada hana..

“my name is Hana, aunty”

“Oh ..Han na.. nama yang cantik untuk gadis kecil sepertimu sayang”

Hana tersenyuk ketika Sooyoung mengusap rambutnya..

“OK hana ya.. aunty dan uncle harus
pergi ne. kau jangan terlalu jauh nanti
mommy mu mencarimu..”

“OK aunty”

“bye bye hana.. oppa kajja..”

Siwon menatap lekat mata hana, entah mengapa ia
merasa melihat yoona pada diri gadis
kecil itu. karna sooyoung terus
mengajaknya menuju pesawat yang akan
segera lepas landas, dengan berat hati
ia pun berjalan mengikuti sooyoung..

“bye uncle.. bye aunty.. bye bye…”

Dengan ceria hana melambaikan
tangan kearah siwon dan sooyoung yang
perlahan menjauh dari hadapan nya.

Yoona yang lantas melihat hana segera
memanggilnya..

“Ha na ya…apa yang kau lakukan disana
sayang? Come on dear..”

“Oh mommy..”

hana pun kemudian berlari menghampiri yoona..

“kau bertemu dengan siapa tadi?”

“hana bertemu uncle and aunty,
mereka tampan dan cantik..”

“benarkah…aigoo my child is so cute..”

“really mom.. kalau mommy bertemu
dengan paman itu mommy pasti akan
menyukainya..”

Celotehnya..

“dimana aunty sica, mom..?”

“aunty sica sudah menunggu kita di
mobil.. Ayo..”

Yoona menggandeng gadis kecilnya
berjalan menuju mobil yang telah
menjemputnya dan segera melaju
meninggalkan bandara.

>>>

Siwon dan Sooyoung telah mendarat di
bandara Jepang, dan
Tn.choi pun juga sudah
mengirim supir untuk menjemput
keduanya..

“sooyoungie.. apa umma tak mengatakan
apapun,kenapa kita harus kesini?”

“aniyo oppa.. mungkin mereka hanya
merindukan kita..”

“tapi tak biasanya seperti ini.. kita juga kan
baru pulang sebulan yang lalu..”

“entahlah oppa.. kita temui saja dulu
appa dan umma..”

Sooyoung menghindar dari pertanyaan Siwon meski dalam hati ia kemudian menggumam..

‘Mianhae oppa aku tak bisa katakan
padamu..
Jika aku mengatakan
padamu kau pasti takkan bisa terima.
kau pasti akan langsung menolak
nya.. aku melakukan ini karna aku juga
ingin melihatmu bahagia.. sama
seperti appa dan umma, kami ingin
kau kembali tersenyum dan mungkin
dengan mempertemukan mu dengan
seseorang bisa mengalihkan pikiran
mu dari yoona yang tak jelas kini keberadaan nya
dimana..
mianhaeyo oppa…’

>>>

Siwon tak habis pikir jika appa, umma dan Sooyoung ternyata merencanakan
Sesuatu untuknya.

Merasa jika mereka tak mengerti dengan dirinya yang
tak butuh yeoja lain.
setelah ia berjanji pada dirinya sendiri untuk akan menunggu
yoona sampai kapanpun.
Dan karna ia meyakini dengan pasti Yoona akan kembali
suatu saat nanti.

Tapi dengan sikap menghargai dan juga tak mau
membuat hati orangtua nya sakit, Siwon akhirnya mengikuti ajakan mereka untuk bertemu
yeoja itu beserta orangtuanya pada sebuah acara makan malam
bersama..

“bagaimana siwon menurutmu?”

Pertanyaan tanpa basa-basi yang diucapkan Tn.Choi cukup untuk membuat Siwon terkejut mendengarnya..

“apa kau menyukai Victoria putriku?”

ditambah pertanyaan dari Tn.song yang justru semakin
membuatnya  tersentak.

“Apa ini benar-benar serius?”

“Ya.. tapi kami mengerti jika mungkin Kau perlu waktu.. maksudku kalian perlu waktu untuk saling mengenal..”

“aniyo… aku  tidak memerlukan waktu apapun.. aku tak bisa menerima
ini.. maaf telah merepotkan kalian
semua. Tapi sungguh aku tak bisa
menerima perjodohan ini. Aku sangat mencintai
istriku.. kami masih terikat pernikahan,
dan aku akan tetap menunggunya
kembali..”

Apa yang baru diucapan Siwon tadi telah membuat ketercengangan bagi semuanya. Tapi nampalnya Siwon tak begitu memperdulikan.

Menurutnya memang seperti itu lah yang seharusnya ia katakan. Ia tak mau membohongi ataupun memberi mereka harapan
dengan menerima perjodohan itu.

“maaf.. aku harus pergi..”

Tak melupakan kesopanannya, siwon terlebih dulu membungkukkan badan sebelum akhirnya melangkah keluar meninggalkan
acara makan malam.

Namun Victoria, gadis yang akan dijodohkan dengannya malah mengikutinya dari belakang..

“Siwon ssi.. bisa kita bicara sebentar?”

“mianhae nona.. aku tak bermaksud
mengecewakan mereka ataupun Kau..”

“aniyo…aku juga terkejut mereka ingin menjodohkan kita. Jika aku mengetahui hal ini
sebelum nya, aku juga akan
menolaknya karna aku sudah punya
kekasih..”

“jadi.. apa orang tuamu tak mengetahui tentang hal itu??”

Vic tersenyum dan menggeleng..

“aku belum mengatakan pada mereka
karna aku tinggal di Paris dan sudah
lama aku tak bertemu orangtuaku
disini..”

“Begitukah?”

“hm.. jika aku bisa menyimpulkan  Kau berpisah dengan istrimu? apa yg membuat kalian
berpisah?”

Siwon menghela napasnya berat..

“semua karna kesalahan dan
kebodohanku.. aku yang telah membuatnya
pergi dari sisiku. tapi sunggung aku
sangat mencintainya sampai saat ini..”

“yeoja itu seharusnya memaafkan mu.. dia pasti akan merasa sangat beruntung jika tahu dirinya di
cintai begitu dalam olehmu .. boleh aku
tahu siapa namanya?”

“Dia, namanya Im…”

“Siwon oppa..Vic unni, mereka memanggil
kalian..!”

Seruan dan kedatangan sooyoung menghampiri keduanya, menghentikan
pembicaraan siwon dengan Victoria..

“kajja oppa, masuk dan kita bicarakan semuanya dengan baik-baik”

pinta sooyoung pada Siwon..

“Sooyoung benar siwon ssi,Ayo kita kembali masuk.. akupun akan mengatakan
menolak perjodohan ini karna aku
juga sangat mencintai kekasihku..”

“OH unni.. kau sudah punya kekasih?”

“ne…kalian seharusnya bertanya dulu
sebelum menjodohkan kami?”

“hehehe..mianhae unni”

“aku mengerti perasaan siwon, dia
pasti sangat mencintainya.. kajja siwon
ssi, kita selesaikan semuanya..”

“Ya.. baiklah..”

Siwon akhirnya menyetujui usulan Victoria
dan sooyoung.
Ketiganya kemudian melangkah masuk bersama..

“Oh ya sooyoung, aku harap kau tak
memanggilku unni.. panggil saja
Victoria, biar kita bisa lebih dekat..
mungkin setelah ini kita bisa menjadi
teman ..”

“ne unni, hmm…maksudku Vic dan
kuharap kau bisa berlibur ke korea..”

“kalian tinggal dikorea? Bukankah
ajjusi dan ahjumma di Jepang?”

“ne..kami tinggal di Korea, aku dan
sooyoung mengurus perusahaan appa
di Korea..”

“kebetulan sekali, aku juga berencana
pergi ke Korea.. apa kita bisa pergi
bersama?”

“tentu saja vic.. ada yang ingin kau
temui disana?”
tanya sooyoung..

“Ya.. aku ingin bertemu teman saat kami
bersekolah di Paris. Sekarang dia menjadi
desainer dan beberapa hari lalu dia pindah dari Paris dan
kembali ke Korea..”

“hmm…ayo oppa kita masuk dan
selesaikan semuanya supaya kita
bisa cepat kembali ke korea bersama
Victoria juga..”

dan pada akhirnya perjodohan mereka
batal karna keduanya menolak untuk
di jodohkan.

>>>>

Setelah menggunakan beberapa hari waktunya guna menyelesaikan semua
keperluan untuk butik barunya, Yoona
mengajak hana serta Jessica bertemu dengan
Yuri.
Mereka datang ke apartmen yuri tanpa pemberitahuan terlebih dulu dengan niatan
untuk memberi kejutan padanya
.

Yuri yang berada dalam apartemennya melangkah terburu ketika mendengar bel pada pintu
apartmen nya berbunyi.
Ia segera
membuka pintu dan terkejut ketika melihat
yoona berdiri di depan nya dan tersenyum kearahnya…

“kau tak rindu padaku.. kenapa tak
memeluk ku ..”

“Ya Tuhan ku.. Yoona..”

Yuri pun langsung memeluk yoona dan seketika
menangis karna kerinduannya..

“kau tega sekali padaku yoong.. kenapa
pergi tanpa memberiku kabar.. Kau menghilang begitu saja..”

“mianhae yul.. maaf.. maafkan aku..”

Yoona pun merasakan hal yang sama ketika kemudian ia juga menangis dipelukan yuri.
menumpahkan rasa rindunya pada
sang sahabat..

“Oh, Yuri.. kenalkan ini sica, dia yang selama
ini menemaniku..”

“annyeong.. jessica imnida..”

Sica tersenyum memperkenalkan dirinya..

“annyeong Sica.. Yuri imnida, senang bertemu denganmu”

Yuri kemudian melirik pada bocah kecil yang merangkul lengan Jessica ..

“Oh Yoong..
siapa gadis cantik ini?  Dia…?”

Yoona mengangguk mengerti maksud pertanyaan
yuri..

“Hana ya.. sini sayang, beri salam untuk Yuri imo..”

“hello Yuri imo..”

hana menunduk memberi salam, juga tersenyum dengan manis..

“aigoo… Yoona, putrimu.. kau cantik sekali hana. kajja
kita masuk..”

Memasuki kedalam apartemen Yuri, mereka berbincang santai di ruang
tengah.
sementara hana
asyik bermain sendiri.

Yuri dibuat terkagum ketika Yoona menceritakan tentang kehidupannya di Paris. Mengurus Hana, mengambil sekolah mode hingga menjadikannya seorang desainer. Yuri menilai jika Yoona telah berhasil mengatasi kekecewaan, keterpurukan dan kesakitan hatinya dimasa lalu. Kini Yuri bisa melihat Yoona yang berseri bersama dengan kehadiran Hana dalam kehidupinya. Kehadiran Hana juga lah yang sedikit banyak telah menyembuhkan luka dihatinya.

“apa yang kau lakukan selama aku tak
ada yul..?”

“aku menutup butik kita
yoong.. mianhae, aku tak bisa
mengurusnya tanpamu dan aku
memutuskan bekerja di salah satu
perusahaan..”

“tidak apa-apa.. aku mengerti. hm.. apa sekarang kau mau masih mau membantuku lagi, yul..?”

“tentu saja.. apa yang kau butuhkan yoong? Katakan saja..”

“aku ingin memintamu membantuku
dan juga sica.. kami akan membuka butik
disini..”

“benarkah? Tentu saja aku mau yoong.. aku sangat
rindu bekerja bersamamu. Tapi sebelumnya bolehkag aku
Bertanya yoong?”

“hmm…apa yang ingin kau tanyakan?”

“apa kau memberi tahu siwon jika kau
kembali kesini..”

Yoona menegang dan hanya bisa menggeleng sebagai jawaban untuk
pertanyaan yuri..

“tahukah kau, apa yang waktu itu terjadi pada siwon
oppa setelah kecelakaan itu?”

Yoona menjadi terkejut mendengar apa yang dikatakan
yuri tentang siwon..

“apa maksudmu yul? Apa yang terjadi
pada siwon?”

“siwon oppa…..”

Tak bisa dibohongi dari tatap matanya jika Yoona merasakan kekhawatiran saat
yuri mengatakan padanya terjadi
sesuatu pada siwon ketika dirinya pergi meninggalkannya..

“apa.. apa yang terjadi pada siwon yul? Dia baik-baik saja kan?”

“Siwon oppa..dia se..”

“mommy..!!”

seruan dari hana  menghentikan
pembicaraan Yuri dan Yoona..

“waeyo hana ya..?”

“mommy.. bolehkah hana minta ice cream?”

“nanti dear.. mommy sedang berbicara dengan
Yuri imo..”

“tapi mom… hana ingin
sekarang.. pleasee mom..!”

“hana ya..!!”

Yoona sedikit meninggikan nada suaranya..

“You’ll be waiting Ok..! Tunggu setelah mommy selesai berbicara dengan imo..”

Hana menundukkan wajah mendengarnya..

“gwechana yoong..”

Yuri yang kemudian mendekati hana..

“Hana ya… sepertinya imo punya ice cream,  kau mau sayang..”

“really imo??”

“hmm..”

“yeiii…thank you Yuri imo..”

Binar dimata hana ketika kemudian ia memberikan ciuman di pipi yuri.
Yoona dan sica hanya bisa tersenyum
melihatnya..

“Imo akan ambilkan untukmu preety
girl..”

“Yuri ya, biar aku saja yang mengambilkan nya
untuk hana. kau bicaralah dengan
yoona..”

“gomawoyo sica..”

“ne…lets go hana ya.. kita habiskan ice
cream nya ..?”

“OK aunty sica..”

hana mengikuti langkah sica menuj kearah dapur dimana ada sebuah kulkas disana.

Sementara itu Yuri kembali meneruskan pembicaraan nya dengan
yoona..

“Yoona, kuharap ini tidak lagi menyakitkan
untukmu..”

“gwechana yul…katakanlah”

“setelah kecelakaan yang menimpa
kalian, Siwon oppa mengalami luka
parah di kepalanya dan membuat dia mengalami koma
cukup lama..”

Yoona menunjukkan raut terguncang diwajahnya..

“Oh Tuhan..kau serius yul?”

“ne.. Aku dan Sooyoung kebingungan
mencarimu Yoong.. waktu itu kami
harap dengan kehadiran mu Siwon
oppa akan bisa secepat sadar, tapi…”

“lalu bagaimana keadaan nya
sekarang..?”

“Sekarang siwon oppa sudah tidak apa-apa. tapi menurut sooyoung, Dia kini
terlalu memfokuskan hidupnya untuk
pekerjaan, yang semata dilakukannya untuk mengalihkan pikirannya darimu. karna dia tak bisa
berhenti memikirkan mu Yoong,
kenapa kau tak memberi kabar waktu
itu?”

“appa melarangku menghubungi
siapapun.. dan aku juga sibuk dengan
sekolah mode dan mengurus hana. Itu
yang kemudian membuatku mengalihkan dan
melupakan semua yang ada disini..”

“tapi kau tak lupa kan pada siwon
oppa?”

Yoona terdiam tak menjawab pertanyaan
dari yuri..

apa dirinya lupa?
Apa ia bisa melupakan?
Semestinya iya..
tapi kenyataannya tak semudah itu ia melupakan bahkan setelah bertahun tanpa melihatnya, Ia masih merasakan jantungnya berdebar tiap kali mendengar nama Siwon..

“Ku pikir Siwon baik-baik saja jadi aku tak lagi memikirkannya. Entahlah apakah itu berarti aku sudah melupakan atau tidak..”

apa yang dikatakannya jelas bertentangan dengan apa yang dirasakan olehnya..

“tapi aku yakin kau pasti merindukan
nya.. temuilah dia yoong dan
selesaikan semuanya..”

“Tidak.. entahlah yul, apa aku bisa dan sanggup bertatap
muka dengan siwon..”

“waeyo yoong…kalau kau tak mau
kembali padanya, setidaknya kau
beritahu dia tentang hana. Siwon oppa
perlu tahu begitupun dengan hana..”

“Tidak.. kau pikir apa yang kau bicarakan. Hana anakku yul.. dia punya aku.. dan
dia tak butuh orang lain lagi!”

“Siwon bukan orang lain yoona..dia ayah
nya, apa kau lupa itu..”

Yoona menggelengkan kepala dan kembali menangis mendengar ucapan
yuri..

“Jangan mendesakku.. beri aku waktu yul, aku tak bisa..”

“mianhae yoong..maaf aku tak
bermaksud memaksamu..”

Yuri memeluk dan menenangkan
yoona dari tangisnya..

“Aku benar-benar tak bermaksud membuatmu menangis.. maafkan aku..”

Hana yang mendengar isakan sang mommy yang sedang
menangis, segera berlari untuk memeluk
yoona..

“mom.. why are you crying?”

“Tidak.. mommy tidak menangis dear.. don’t worry..”

“sorry mom.. pasti mommy menangis
karna hana nakal. Hana tidak menurut.. I’m promise mom,
takkan meminta ice cream lagi jika
mommy sedang berbicara dengan imo
dan aunty..”

“Oh hana ya… Mommy says, it’s not
because of you dear.. bukan, bukan karna Hana, sayang..”

Yoona memeluk erat putri kecil nya.
tak menyangka hana akan mengatakan
hal demikian. Yang kemudian kini membuatnya sadar jika hana
tumbuh semakin besar dan
sensitifitas nya pun bertambah
sekarang.

Setelah cukup lama berada di
apartmen Yuri, Yoona dan hana serta Jessica memutuskan untuk pulang dan kembali bertemu lagi nanti untuk membahas tentang butik yang dibuka oleh Yoona.

“hati-hati yoong..”

“ne..besok jangan lupa datang ke
butik kami..”

“ne pasti aku akan kesana, setelah memberikan surat pengunduran diriku pada perusahaan tempatku bekerja.. aku akan bergabung dengan kalian..”

“gomawoyo yul…hana ya..beri salam
pada Yuri imo, sayang..”

“yes mom…bye bye Yuri imo.. bolehkah Hana kemari dan meminta ice
cream lagi?”

“tentu saja sayang… nanti imo akan
Membelikan banyak ice cream khusus untuk
hana..”

“yeiii… I love you Yuri imo..”

“love you too, hana ya..”

Yuri mencubit gemas kedua pipi hana, membuat gadis kecil itu terkikik dibuatnya.

>>>

Setelah mengantarkan sica pulang terlebih dulu, Yoona
dan hana berbelanja bahan makanan
di salah satu supermarket yang berada di pinggir
jalan, tak jauh dari dirinya menurunkan Sica tadi.

Hana tak sedikitpun terlihat lelah, Ia justru menikmati berkeliling menemani sang mommy berbelanja..

“Apa yang kau inginkan untuk makan malam sayang?”

“Hana ingin salmon yang ada disitu mom?”

“Salmon?”

“hm.. bolehkah?”

“Yes.. as your wish dear..”

Hana berjingkat senang, sementara Yoona tersenyum mendorong sebuah troly dibelakang nya.

>>>

Siwon, Sooyoung dan Victoria akhirnya
kembali ke korea bersama setelah
beberapa hari berada di Jepang.

Hanya beberapa hari bersama sudah membuat ketiganya menjadi
akrab.

“oppa, kau akan langsung pulang?”

“aniyo…aku ada urusan sebentar,kau
dan victoria duluan saja..”

Siwon berjalan sendiri dan
menghentikan sebuah taksi untuk
mengantarkan nya ke tempat yang akan ia tuju.

Sementara Victoria dan Sooyoung pulang dengan
taksi yang mereka tumpangi bersama..

“Oh..Victoria, kau akan tinggal dimana
selama berada di Korea?”

“kau tak perlu khawatir, aku akan
menginap di hotel..”

“hotel? kenapa kau tak tinggal saja dengan
kami..”

“Ah tidak.. mana boleh seperti itu. Aku tak mau merepotkan kalian..”

“aniyo.. tinggallah dengan kami,aku
senang sekali kalau ada yang
menemaniku.. Siwon oppa terlalu sibuk untuk sekedar mengobrol denganku .. Aku kesepian..”

Vic memperhatikan raut wajah memelas yang ditunjukkan Sooyoung padanya..

“Oh ayolah.. please..!! Aku pastikan kau tak akan menyesal tinggal bersama kami. Aku akan mengajakmu berkeliling nanti..”

Vic berpikir sejenak..

“hmm…baiklah kalau begitu.. aku akan tinggal denganmu.. dan Siwon, apa tidak apa-apa jika dia tahu?”

“Tentu saja tidak.. tenang saja, Aku yang akan berbicara dengannya nanti..”

>>>

Yoona dan hana masih asyik
berbelanja sedari tadi.
Bahkan hana terus berlari-larian di
sekitar supermarket dan tanpa sadar ia kembalu
menjatuhkan kalung yang ia pakai.

Ketika sedang melangkahkan kakinya disebuah supermarket, Siwon tanpa sengaja hampir menginjak sesuatu.
Ia menurunkan tubuhnya untuk melihat sebuah kalung yang terjatuh di
lantai dan lantas mengambil nya.

dan tak jauh darinya ketika itu, Ia bisa melihat
gadis kecil yang menundukkan wajahnya. Sepertinya dia sedang mencari-cari kalung yang ditemukannya.

“kau mencari ini?”

Hana mendongak dan berbinar melihat kalung itu berada ditangan Siwon..

“kalungku…Ohh..?”

Hana mengamati…

“Owhh.. uncle.. hello ..”

Siwon berusaha mengingat-ingat, Ia memang merasa mengenali bocah kecil dihadapannya.

“Oh hana..? Ya Tuhan..kita bertemu lagi? kenapa kau
selalu menjatuhkan kalungmu..”

“sorry uncle.. Hana sedikit tidak hati-hati..”

“sedang apa kau disini? Dan bersama siapa? Kau tidak sendirian kan..?”

“Hana bersama my mom..emm.. itu dia…”

Hana menunjuk kearah yoona yang
berjalan dengan membawa beberapa kantong belanjaan dikedua tangannya.

dan betapa terkejutnya Siwon saat itu,
melihat orang yang di maksud hana
adalah yoona yang sangat ia rindukan..

“Yoo..na..”

Yoona pun merasakan hal yang sama, terkejut dan menegang setelah menjatuhkan
kantong belanjaan nya ketika melihat Siwon yang
kini berada di hadapan nya.

“Si..won..”

Oh Tuhan..
Apa ini sebuah kebetulan?
Ataukah bagian dari rencana Mu yang sedang Engkau tunjukkan…

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

To Be Continued~

*Agak lama yee.. #Sorry -_-

@joongly

169 thoughts on “YOU’re MINE [ 3 ]

  1. akhirnya mereka dipertemukan kembali setelah sekian lama tidak bertemu kira2 nanti yoona memaafkan siwon oppa gk yah?haii author Ω̶ќυ̲̣̥ ijin baca lg yaa kamsamnida🙂

  2. akhirnya mereka dipertemukan
    kembali setelah sekian lama
    tidak bertemu kira2 nanti yoona memaafkan
    siwon oppa gk yah?haii author Ω̶ќυ̲̣̥ ijin baca lg
    yaa kamsamnida

  3. Hahahahaha aku seneng banget siwon sma yoona akhirnya ketemu jga..
    Ad hana lagi…
    Tpi mungkinkah yoona memberitahu ttg hana dengan siwon?

  4. Hahahahha akhirnya siwon sma yoona ketemu juga….
    Apalagi ad hana…
    Tpi mungjinkah yoona ngasih tau ttg hana dengan siwon…????
    Wah makin seru ceritanya

  5. Mommy bner2 hebat…
    mengurus hana sambil mengambil sekolah mode..
    aisd! tapi knpa mommy tega sama daddy ??
    bukannya waktu itu mommy sudah janji kalo gga bakal ninggalin daddy ? ?
    .
    omonaa ! akhirnya yoonwon bertemu setelah 5 tahun berpisah !
    apa yang akan terjadi ya?

    .
    . ceritanya bner2 keren

  6. Akhirnya yoona balik ke korea dan siwon bisa sadar dari komanya
    Hana.. anak cantik perantara buat mommy daddynya bisa ketemu setelah sekian lama berpisah
    Mommy harus maafin daddy..

  7. yoona kagak bisa move on dri siwon ya,terbukti dri 5th perpisahan mereka yoona ttp memikirkan suaminya. berharap mereka bsa rujuk lg.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s