Fanfiction

YOU’re MINE [ 2 ]

#happy reading

*

*

*

*

*

*

*

*

*

Author POV

Yoona seakan dipaksa kembali memutar memorinya.
Ia teringat kembali ketika seseorang
dengan paksa merampas kesucian nya..

You’re mine…

Itulah kata yang selama ini selalu terngiang di pikiran
nya.
Yang selalu menghantui tidurnya.Merusak mimpi-mimpi dalam hidupnya.
kata yang pada saat itu diucapkan dengan nada penuh kepemilikan.
kejam saat namja itu sukses
membuat hidup dan impian nya
berantakan.

Ia terus berusaha meyakinkan dirinya jika
bukanlah siwon orang yang telah
melakukan perbuatan bejat itu padanya.

Bukan..
Pasti bukan…
Demi Tuhan..
Pasti bukan dia orangnya..

Siwon yang tak menyadari pemikiran yoona yang terus berkecamuk, hanya bisa menatapnya yang sampai saat itu masih
diam mematung.

“Yoona..”

Yoona masihlah diam..

“waeyo..yoong? ada apa dengan mu?”

Yoona tak juga bergeming..

“Yoona.. wae?”

sekali lagi siwon mencoba
menyadarkan yoona. Kali ini ia menyentuh tangannya..

“mianhae oppa.. aku tak bisa. Aku tak bisa melakukan
nya sekarang..”

ucapnya menunduk sambil
mengancingkan kembali kemejanya.

“tidak apa-apa.. kita tak akan melakukan itu
jika kau tak menginginkan nya. Aku mengerti..aku
takkan memaksamu..”

Siwon segera merengkuh tubuh yoona,
kemudian membaringkan nya dan
menarik selimut untuk menutupi
tubuhnya.

“tidurlah..”

ucap nya lalu mengecup kening yoona. Yoona lantas memiringkan tubuhnya untuk membelakangi siwon. Menghindar dari tatapan siwon saat tak terasa airmata meleleh diwajahnya.
Ia menangis tanpa suara dan merasa bersalah, dimalam yang seharusnya membahagiakan untuknya dan siwon, ia justru mengacaukannya dengan teringat lagi kejadian buruk yang menimpanya…

‘Maaf oppa.. aku mengecewakan mu. Aku
tak bermaksud menyakiti hatimu. Tapi bayangan pria itu tiba-tiba muncul
dalam ingatanku..
Tak mungkin aku
mengatakan padamu kalau aku teringat
kembali pria brengsek itu.
Aku takut itu
justru makin melukai perasaan mu..
seharusnya malam ini menjadi malam
yang paling indah untuk kita.
Demi Tuhan..
Maafkan aku..
aku tak bisa melakukan nya..’

***

Yoona perlahan membuka matanya saat
sinar mentari menelusup masuk
kedalam kamarnya.
Ia sedikit terkejut
mendapati tangan seseorang kini
memeluk pinggangnya erat.
Namun segera ia menyadari statusnya kini yang
telah menikah.

Sejenak ia mulai menatap siwon
yang masih damai dalam tidurnya. Sesaat itupun
perasaan bersalah kembali merasuki pikiran
nya.
Tak seharusnya ia mencurigai
orang yang telah mengembalikan
hidupnya seperti sekarang ini.

“oppa..oppa..ayo bangun! aku akan
pesan sarapan.. kau mau apa?”

perlahan dengan enggan siwon mengerjap, membuka matanya..

“aku mau espresso dan waffle..”

“Hanya itu?”

“hm.. dan dirimu tentu saja..”

Siwon menarik tubuh yoona, mendekatkan wajahnya dan kemudian mencium bibirnya.

Yoona yang tak mengira akan mendapatkan hal seperti itu hanya bisa terbengong menerimanya.

“Aku akan mandi terlebih dulu..”

Yoona hanya mengangguk, saat siwon tersenyum kemudiam turun dari atas tempat tidur.
Masih ada rasa tak biasa dalam hati yoona yang ia rasakan.

Tak berapa lama setelah keduanya sama-sama mandi, kini mereka sedang menikmati
sarapan di balkon kamar dengan
pemandangan laut luas dan pinggiran
pantai dengan pasir putihnya.

“mianhae oppa..semalam aku
mengecewakan mu..”

ucap yoona memecah keheningan
diantara keduanya.

“aniyo yoon.. kau tak perlu minta
maaf.. aku mengerti..aku takkan
memaksamu melakukan nya”

“tapi aku merasa…”

“ssttt…kau tak perlu mengatakan
apapun lagi..lanjutkan makan mu dan setelah ini
kita akan pergi berjalan-jalan”

Yoona kemudian menjadi begitu antusias.
Akhirnya ia bisa
pergi dengan siwon menikmati wisata
di Phuket, kota utama di bagian selatan negara Thailand
yang kaya akan kecantikan alam dan
sangat romantis.

***

Puas seharian berjalan-jalan membuat
keduanya lelah, setelah membersihkan
diri yoona langsung tertidur lelap tapi
tidak dengan siwon.
Ia memang sudah
berbaring disamping yoona, tapi tak jua
memejamkan mata. Hanya terus menatap
wajah teduh yoona entah apa yang saat
itu ia rasakan, Ia hanya terus menggumam pedih..

“maafkan aku yoong.. mungkin karna
perbuatan ku dulu kau jadi seperti
ini.
Aku berjanji takkan lagi
memaksamu melakukan hal itu jika
kau belum siap..
walaupun kau tak
memberikan tubuhmu untuk kumiliki.. aku percaya kau
juga mencintaiku dan itu sudah cukup
bagiku.. maafkan aku..”

***

Ketika pagi harinya Yoona terbangun dari tidur lelapnya,
ia tak melihat siwon
disampingnya.
mungkin karna terlalu
lelah berjalan-jalan kemarin membuatnya bangun kesiangan.

Ia berjalan hendak mencari siwon tapi
langkahnya terhenti saat melihat note di atas
meja disamping tempat tidurnya.

‘Yoong… aku berenang di
bawah. Kemarilah jika kau sudah
bangun..’

yoona tersenyum setelah membaca
pesan dari siwon. ia segera mengganti
piyama tidur yang masih dikenakannya dengan pakaian santainya,
kemudian keluar kamar dan menyusul
siwon.

Sampai disana Yoona hanya duduk di pinggir kolam
renang. mengamati siwon yang sedang
berenang.

Siwon yang kemudian melihatnya segera
menyapanya nya..

“kau sudah lama berada disitu?”

“belum.. baru 10 menit”

“ayo turun..
kita berenang bersama”

“aniyo, Oppa saja.. aku tak bisa
berenang”

“ayolah yoong ini bisa menyegarkan
tubuhmu”

siwon perlahan menghampiri yoona di
pinggir kolam renang. Membuat Yoona tersenyum
melihatnya. namun tak diduga olehnya jika siwon
justru menarik tangan nya. Membuatnya akhirnya tercebur kedalam kolam bersamanya.

Karna sedikit takut yoona lantas mengalungkan
tangan nya di leher siwon..

“Yak..oppa apa yang kau lakukan?”

“aku hanya ingin berenang
bersamamu..”

“aku sudah katakan jika aku tak bisa
berenang”

“aku akan membantumu agar kau bisa
berenang..”

siwon berusaha melepaskan tangan
yoona yang melingkar di lehernya namun yang terjadi
yoona justru mengeratkan nya..

“oppa.. aku tak mau.. aku
takut.. cepat kembalikan aku kesana..”
pinta yoona manja..

“OK tapi berikan morning kiss untuk
ku”

ucap siwon yang langsung menutup
matanya.

Yoona sempat tersipu mendengar
permintaan siwon, tapi kemudian Ia pun lantas memberikan
ciuman lembut di pipi siwon.

“aishh…bukan seperti itu morning kiss
kalau kita sudah menikah .. biar aku ajarkan padamu..”

siwon dengan cepat mendekat dan
memberikan ciuman di bibir
yoona. menggigit bagian bawah bibir yoona yang
membuat nya terkejut dan berusaha
melepaskan ciumannya. namun siwon
tak membiarkan nya begitu saja ia
terus bermain-main di bibir yoona. Bahkan berusaha
memasukkan lidah nya namun yoona
tak memberikan celah pada nya.
Yoona
justru mencubit pinggang siwon agar ia
mengakhiri ciuman nya..

“aauuu..sakit yoong..”

“oppa.. kau keterlaluan.. bukan hanya kita berdua yang berada
disini. Kau membuatku malu..”

“Biarkan saja.. bila perlu mereka semua haruslah tahu, kita sedang berbulan madu saat ini. Wajar jika kita menjadikan tempat manapun untuk menunjukkan kebahagiaan kita..”

siwon  tersenyum dan juga mengelingkan mata kearah yoona.  melihatnya,
karna merasa malu yoona langsung
membenamkan wajah nya didada siwon.

“Kau benar-benar membuatku malu Oppa..”

***

Saat setelah makan siang bersama yoona,
siwon harus kembali menemui rekan
bisnisnya.
Ini adalah hari terakhir mereka di
phuket.
Dan besok mereka akan kembali ke
Seoul.

Sejujurnya siwon merasa sangat bersalah pada Yoona.
mereka
bukan nya berbulan madu karna siwon yang
lebih sering menemui rekan nya..

“mianhae yoong.. hari ini kita tak bisa
pergi seperti kemarin..”

“gwechana oppa.. Aku mengerti kita
kesini memang tak sepenuhnya untuk
Berbulan madu. Kau punya pekerjaan.. maka pergilah jangan
membiarkan orang itu terlalu lama
menunggumu”

“mianhae…aku janji akan
menyelesaikan pekerjaan secepat
mungkin agar nanti malam kita bisa
pergi bersama”

siwon mendekat dan mencium kening
yoona..

“saranghae..”

“nado sarangheyo.. pergilah, aku akan
menunggumu”

Yoona tersenyum melepas kepergian siwon keluar dari kamar hotel yang mereka sewa.

***

Setelah siwon pergi, Yoona hanya
menghabiskan waktu dengan menonton
TV, hingga kemudian membuatnya merasa bosan berada dikamar
sendirian.

Akhirnya Ia memutuskan untuk berjalan-
jalan dipantai yang tepat berada di dekat hotel
tempatnya menginap.

Berjalan-jalan di atas hamparan pasir
putih membuatnya merasa nyaman.
perlahan ia duduk di pinggir pantai
menatap lekat deburan ombak yang
bergulung-gulung, mengiringi mentari yang akan segera
kembali keperaduan nya.

Namun kemudian ia termenung dengan pikiran nya yang
kembali menerawang…

‘Tuhan salahkah aku dengan sikapku
pada suamiku ..
Aku ingin memenuhi
kewajiban ku sebagai seorang istri..
Aku ingin melayani dan menyenangkan nya dengan segenap jiwa ragaku..
Tapi kenapa aku menjadi terbayang
kembali pria itu saat aku akan
melakukan nya..
Aku tak mau seperti ini Tuhan..
terperangkap dalam masalalu yang hanya
akan menyakiti hatiku dan melukai
perasaan siwon oppa..
aku tak mau dia yang
menanggung semuanya setelah apa yabg
Dia berikan padaku..
Aku takkan mau
mengecewakan nya lagi..
Takkan
kubiarkan bayangan pria itu kembali
menghancurkan diriku dan kebahagiaan
ku..
bantu aku Tuhan..
biarkan aku bahagia
bersama suamiku..’

***

Setelah menyaksikan indahnya sunset
dipinggiran pantai, Yoona kembali
kekamarnya. Berharap pada saat itu siwon sudah
pulang.

Namun ternyata nihil..
Ketika ia membuka pintu memasuki
kamarnya hanya kesunyian yang didapatinya. Siwon masih belum pulang.

Saat kemudian Yoona mengambil ponsel untuk
menghubunginya, ternyata sudah ada
tiga missedcall dan satu pesan dari siwon di
ponselnya.
Segera ia pun membuka isi
pesan nya..

‘Yoona.. kenapa tak mengangkat telpon
nya.. apa kau tidur?
mianhae.. aku tak
bisa cepat pulang dan malam ini kita
tak jadi pergi..
tapi aku ingin makan
malam bersamamu. ku mohon tunggu
aku.
mianhaeyo..saranghae’

Yoona tersenyum membaca pesan itu. Jari-jari lentiknya kemudian bergerak untuk
membalas pesan sang suami..

‘nado sarangheyo.. aku akan
menunggumu pulang…’

Setelah membalas pesan siwon, ia pun
kembali keluar dari kamar nya untuk kemudian menuju
mini market di dekat hotel untuk
berbelanja bahan makanan.

Yoona  merencanakan untuk
memasak kali ini, bukan memesan
makanan seperti biasanya. segera ia
kembali kehotel setelah selesai
berbelanja dan mendapatkan apa saja yang dibutuhkannya.

***

Selesai memasak dan menyiapkan
hidangan nya diatas meja ia melihat
jam dilayar ponselnya. sudah jam sembilan tapi
siwon belum juga pulang atautup
menghubunginya lagi.

Yoona lantas memutuskan untuk mandi terlebih dulu
sebelum siwon datang.

Selesai menyegarkan tubuhnya dan kemudian
keluar dari dalam kamar mandi, Yoona sempat melirik kearah kopernya yang
berisi baju pemberian Yuri dan Sooyoung. Dan
Melihat
beberapa pakaian tidur didalam nya..

“haruskah aku memakainya malam ini ..”

sedikit berpikir  Ia pun memutuskan untuk mengabil dan memakai
salah satu diantaranya.

“kurasa ini tak terlalu buruk..”

Gaun tidur yang dipilihnya memang berbahan tipis transparan dan membuat pakaian
dalam yang dikenakannya cukup terlihat.
Namun Ia kemudian merasa hal itu tak apa-apa dan tak akan jadi masalah
karna ia memakainya di depan Siwon,
suaminya.

Ada suatu tekad dalam hatinya yang ingin membuat sang suami
bahagia malam ini, setelah kemarin Ia mengecewakan nya di malam
pertama mereka.

***

Yoona yang kemudian sibuk memoleskan bedak
diwajahnya sampai tak menyadari
Siwon yang sudah pulang dan sedang
memperhatikan nya sekarang..

“ehmm..”

“Ohh.. Oppa.. kau mengagetkanku”

ucap yoona saat berbalik dan melihat
siwon yang sudah berada di kamar, berdiri tak jauh darinya.

“apa yang sedang kau lakukan sampai tak sadar jika
aku pulang..”

“aku sedang.. hmm…ini…aku
ahh…aniyo.. kajja oppa aku sudah menyiapkan makanan..kau bilang ingin makan
bersamaku..”

Yoona berjalan menghampiri siwon yang
masih diam ditempatnya.
Siwon seakan tersihir melihat yoona.
tak bisa di pungkiri yoona memiliki
tubuh yang indah dengan siluet nya yang sangat
mengagumkan.
Membuatnya terpesona hingga hampir tak berkedip melihatnya..

“kajja oppa..”

Yoona sebenarnya merasa malu saat siwon menatapnya seperti itu. Namun ia coba untuk tidak perduli dan memilih menarik tangan siwon agar
mengikutinya..

“tunggu yoong.. aku ingin mandi terlebih dulu.
setelah itu baru kita makan..”

Beberapa lama setelahnya, Siwon akhirnya keluar dari dalam kamar mandi dengan mengenakan
piyama tidurnya.
Ia dapat melihat yoona yang saat itu berdiri membelakanginya di samping
tempat tidur.

Sangat cantik..

Siwon berusaha menahan diri. Menahan hasratnya yang sangat ingin menyentuh yoona
untuk tak menyentuhnya.
Ia tak mau
menyakiti yoona lagi jika ia
memaksakannya.

Tapi entah mengapa
malam itu justru yoona yang seperti
menggodanya dengan gaun tidurnya yang seksi yang seakan ingin meruntuhkan pertahanannya.

Melangkah perlahan, Siwon mendekati dan memeluk
tubuh yoona dari belakang, menjadikan yoona
sedikit terkejut namun ia berusaha
mengatur perasaan nya..

“ayo kita makan.. kau bilang tadi sudah
menyiapkan makanan untuk kita..”

ucapnya yang kemudian melepas pelukan nya ditubuh yoona. Namun
seketika itu juga yoona berbalik dan
menatapnya dan tiba tiba
mengalungkan kedua tangan nya di
leher siwon.

Bukan hanya itu, Ia juga kemudian mencium lembut
bibir sang suami dan memberinya tatapan mendalam dikedua
mata siwon.

“Aku siap.. Aku ingin menjadi milikmu sepenuhnya… Kau bisa memiliki Aku, Oppa..”

Tak ada keraguan
sedikitpun yang tersirat untuk memulainya malam
ini.
Yoona telah menyerahkan dirinya sepenuhnya untuk sang suami.

Malam terakhir mereka di Phuket
akan menjadi malam pertama keduanya
memadu cinta setelah menikah dan
semakin mempererat tali cinta diantara
mereka.

makan malam yang sudah yoona siapkan pun
terlupakan begitu saja seiring hasrat untuk menyatu yang tak lagi perlu untuk ditahan
menguasai keduanya.
Mengerang dalam puncak kenikmatan bercinta…

                      **********

3 MONTHS LATER~

Pernikahan itu berjalan
harmonis sampai dengan saat ini.
Siwon begitu
memanjakan yoona dengan cinta kasih
dan perhatian nya yang membuat yoona
merasakan kebahagiaan yang belum
pernah ia rasakan sebelum nya.

setelah menikah mereka memutuskan
tinggal dirumah siwon karna keinginan
sooyoung yang tak mau jika harus tinggal
sendiri. namun sesekali yoona juga
masih menginap di rumah appa nya
bersama dengan siwon.
Karna sebenarnya Ia masih tak tega meninggal kan
appa nya hanya tinggal sendiri
bersama sopir dan pelayan rumah nya.

Seperti sebelum nya siwon masih
sibuk mengurus perusahaannya yang kian
berkembang pesat.
sementara yoona, untuk menghilangkan
kejenuhan nya di rumah, Ny.choi
mendorongnya dan mendukungnya
untuk mengembangkan bakatnya.
Karna itu
yoona pun  kemudian mengikuti saran ibu
mertuanya.
Sudah sejak satu bulan terakhir ia
disibukkan dengan mengurus butik yang
ia buka dengan bantuan Yuri, sahabatnya.

***

Pagi itu sinar mentari yang masuk kekamar
menyilaukan matanya. membuatnya
terbangun dari tidur lelapnya. di lihatnya
siwon tak lagi ada disamping nya. yang
terdengar hanya gemericik air dari
kamar mandi yang menandakan disanalah sang suami berada.

Perlahan Yoona beranjak bangun dari atas tempat tidur,
melilitkan selimut pada tubuhnya
kemudian mengambil pakaian tidurnya
dan juga siwon yang berserakan dilantai
kamarnya dan kemudian meletakkan nya di
keranjang cucian.
di ambilnya kimono
mandi yang tergantung di dekat kamar
mandi
kemudian memakainya,menggantikan
selimut yang tadi menutupi tubuh telanjangnya.

Semalam mereka kembali bercinta.. hal yang bahkan tak pernah terlewatkan sejak masa bulan madu mereka. Keduanya selalu ingin memuaskan hasrat masing-masing dengan Melebur cinta kedalam kenikmatan penyatuan raga.

Pada saat Siwon keluar dari kamar mandi dan
melihat yoona berdiri membelakangi
nya sedang merapikan tempat tidur, Ia langsung menghampiri dan memeluk tubuh yoona dari belakang..

“pagi yeobo..kau sudah bangun,aku
baru ingin membangunkan mu..”

“kau yakin ingin membangunkan
ku.. bukan malah menggangguku..”

siwon tergelak mendengarnya..

“aissh..aku sudah hapal kebiasaan mu
Choi Siwon..”

“jadi selama ini aku mengganggumu?”

“bukan begitu yeobo.. hanya saja apa
semalam tak cukup? atau kau tak puas..
hingga pagi-pagi juga masih mau
mengganggu ku..?”

“apa kau tak menyukainya?”

Siwon mulai bertindak jahil dengan mengecupi lehernya..

“aku menyukainya jika waktunya
tepat.. Ishh.. yeobo, sudah sana pakai bajumu..aku
sudah siapkan.. apa kau akan mengantar
ku kebutik hari ini??”

Dengan terpaksa Siwon menjauhkan bibirnya dari leher yoona..

“tentu saja aku akan mengantarmu..”

“aigoo…suamiku benar-benar
perhatian.. aku akan mandi dulu..”

“Seharusnya kau mandi denganku tadi…”

Siwon kembali tergelak saat Yoona memberinya respon dengan berkacak pinggang dan memelototi dirinya.

***

Setelah usai menikmati sarapan paginya, mereka kemudian
berangkat bersama.
Sebelum ke kantornya
siwon memang seringkali  mengantarkan yoona kebutiknya terlebih dulu..

“gomawo yeobo..”

yoona sudah akan membuka pintu mobil ketika
siwon menahan pergelangan tangannya dan membuat yoona
menoleh heran..

“waeyo..?”

siwon tak menjawab justru mendekat, mencondongkan tubuhnya untuk kemudian mencium lembut bibir yoona..

“Seperti ini seharusnya kau berterima
kasih pada suami yang setia
mengantarmu..”

ucap siwon dengan senyum manis disertai seringainya yang
membuat wajah yoona memanas oleh rona merah dipipinya.

setiap perlakuan siwon padanya selalu bisa
membuat hatinya berbunga..

“Oh baiklah..aku mengerti Tn.Choi..”

Dengan cepat, yoona pun mendekat dan mencium
singkat bibir siwon..

“kau puas..!”

“ne, sedikit…sampai bertemu nanti malam dan kita akan melanjutkannya..”

pamit siwon mengerlingkan sebelah
matanya.
Terlalu malu untuk menanggapi, Yoona pun buru-buru keluar dari mobil siwon dan
memasuki butik dengan senyum
cerianya…

“hai yul..kau sudah datang..”

“ne, aku harus menyelesaikan ini..”

Yuri menunjuk pada kertas-kertas ditangannya saat
Yoona segera duduk di meja
kerjanya.

lama kemudian Yoona berkutat dengan
kertas dan alat tulisnya, hingga ia
tertidur diatas tumpukan kertas gambar
desain-desain pakaiannya..

“Anak ini..kenapa jam segini sudah
tidur..?”

yuri lantas mendekat dan sedikit mengguncang bahu yoona..

“yoona.. hei…bangun.. Apa kau tak enak
badan??”

“emmh…apa aku tertidur?? Ah, mianhae yul..
akhir-akhir ini aku jadi sering mengantuk”

“apa semalam kau tak tidur?”

“aniyo.. kurasa tidurku justru sangat nyenyak semalam.. jam berapa ini? kenapa perutku terasa
lapar?”

“Ini baru jam sepuluh yoong..”

“Oh..ayo ikut aku.. kita cari makan dulu”

“Kau aneh yoong.. ada apa dengan mu?”

“Apanya yang aneh? aku tak apa-apa Yul.. aku hanya lapar. Apa
itu salah? kajja..”

***

Karena hari itu tak banyak yang yoona kerjakan, ia memutuskan pulang lebih cepat. Selain karna hal itu, ia juga merasakan badannya yang sudah terasa pegal.

Sesampainya dirumah dan usai menyegarkan tubuhnya, Ia melirik jam pada dinding kamarnya.
sudah jam delapan malam saat itu, tapi siwon masih belum
pulang. Hingga kemudian ia memutuskan keluar dari kamar, turun kelantai bawah untuk kemudian menunggunya
diruang tengah sambil menonton acara televisi.

Saat tak lama pintu terbuka ia mengira siwonlah yang datang, tapi ternyata
sooyoung yang lebih dulu pulang..

“Yoongie.. Siwon oppa belum pulang?”

“Belum… mungkin banyak pekerjaan dikantor..”

“Oh.. kalau begitu aku keatas ya..aku ingin mandi..”

Yoona tersenyum menganggukan kepala sebagai
jawaban.

Sooyoung yang makin sibuk dengan
kuliah nya membuat keduanya sudah lama tak memiliki waktu untuk sekedar
mengobrol berdua…

“yeobo.. aku pulang..”

Terdengar suara siwon, diiringi langkah kakinya saat memasuki
rumah..

“yeobo..aku disini”

Siwon tersenyum melihatnya. Ia kemudian mendekat dan segera duduk disamping yoona..

“kau lelah? apa banyak pekerjaan
dikantor hari ini??”

“hmm.. tadi aku memang lelah. Tapi semua
hilang setelah melihatmu..”

ucap siwon santai yang lantas berbaring disofa
dan meletakkan kepalanya di pangkuan
yoona..

“kau sangat pandai merayu
yeobo.. manabisa lelahmu hilang hanya
karna melihatku..”

“hmm.. baiklah tidak semuanya. karna itu apa kau mau membantu
menghilangkan sisa lelah ku yang lain?”

“ne..akan kusiapkan air hangat
untukmu mandi.. setidaknya itu akan bisa mengurangi
lelah mu.. kau bisa lebih rileks nanti..”

“aniyo…tak perlu merepotkan
dirimu.. aku punya cara sendiri untuk
mengatasinya”

“Apa?”

“kiss me..”

ucap siwon yang lantas menunjuk pada bibirnya..

“aniyo..aku tak mau..”

“ayolah yoong.. kau sendiri yang mengatakan
akan membantuku.. Lakukanlah.. ”

Siwon pun kemudian menutup kedua matanya saat
perlahan yoona menundukan wajahnya untuk
meraih bibir siwon..

“OMO…apa yang kalian lakukan
disini??”

Sooyoung terkejut ketika turun dari kamarnya untuk menuju
dapur dan melihat pemandangan manis dari kemesraan yang ditunjukan Oppa nya bersama Yoona..

Dan akibat suaranya yang juga mengejutkan tadi, sercara otomatis telah menggagalkan niatan yoona untuk memenuhi keinginan siwon dengan menciumnya..

“Aissh…anak ini selalu mengganggu
ku”

Kesal siwon yang kemudian melempar bantal
kecil yang berada di sofa kearah sooyoung..

“yak..oppa.. apa-apaan kau!!”

“kau yang apa-apaan.. kenapa kau tiba-tiba
muncul..? mengesalkan saja..”

“aku hanya ingin mengambil air,apa tak boleh..?”

“tadi itu tak seperti yang kau pikirkan soo..”

ucap yoona sedikit merasa malu saat
memperhatikan siwon dan sooyoung..

” tidak.. aku tak memikirkan apa-apa.. tapi aku memaklumi pasangan
pengantin memang seperti itu..tapi oppa
kusarankan lanjutkan di kamar kalian saja..
ini tempat bebas tak ada privasi disini..”

ucapan sooyoung jahil dan kembali ia
mendapat lemparan bantal dari siwon, yang lantas
membuatnya segera berlari
kekamarnya..

“Yeobo..ini gara-gara Kau.. Aku menjadi malu
pada sooyoung ..”

“baiklah kalau begitu.. ayo ikuti saran
sooyoung.. lanjutkan di kamar kita..”

siwon tersenyum menggoda yoona, dan
kemudian menarik tangannya agar
mengikuti dirinya.

***

Pagi hari ketika telah selesai menyegarkan tubuhnya dengan mandi, Siwon melihat yoona yang masih
tertidur pulas diatas ranjang mereka.

Metarik selimut yang
menutupi tubuhnya,  Siwon lantas memberikan kecupan pada keningnya,
agar Yooba bangun dari tidurnya.
Benar saja, setelahnya Yoona sedikit menggeliat
dan perlahan ia membuka kedua
matanya..

“yeobo..bangunlah.. apa kau tak akan ke butik
hari ini?”

Siwon mengernyit saat Yoona tak langsung menjawab pertanyaan
Nya.
Dalam hatinya kemudian menjadi bertanya-tanya..

ada apa dengan nya?
Mengapa Yoona
terlihat tak bersemangat?
apakah ia tak
enak badan?

Mengulurkan tangannya, Siwon lantas memegang kening Yoona untuk memastikan
suhu tubuhnya.
Namun yang dirasakannya adalah
semuanya normal..

“yeobo.. apa kau sakit?”

perlahan kemudian Yoona bangun dari tidurnya dan mendudukan tubuhnya menghadap ke arah Siwon..

“aniyo yeobo.. aku tidak apa-apa hanya
sedikit pusing..”

“kau pusing?? ayo kedokter.. aku akan
mengantarmu”

“anio.  Tidak perlu.. tak separah itu.. kau pergi
saja kekantor.. bukankah akan ada rapat
hari ini? Jangan menungguku, nanti kau
telat..”

Siwon merasa cemas saat mendengar Yoona mengeluhkan pusing
tadi.
Ia merasa penyebabnya karena Yoona yang terlalu sibuk mengurus
butik yang baru ia buka.

Sebenarnya Siwon  ingin
melarangnya, tapi kemudian ia berpikir untuk tak mau
membatasi kemauan Yoona.
Ia tak ingin jika nantinya Yoona
merasa terkekang karna menikah
dengannya.

Namun melihatnya seperti itu, Siwon juga merasa  takut terjadi
sesuatu yang tidak ia inginkan pada yoona jika ia terus terlalu lelah seperti itu..

“yeobo.. berangkat lah.. nanti kau telat..”

“kau benar tidak apa-apa? aku akan cancel
semua pekerjaan hari ini..”

“kau tak bisa seperti itu.. aku benar tidak apa-apa.. lagi pula aku
juga mau kebutik nanti..”

“sungguh??”

“hm… jangan khawatir.. aku akan baik-baik saja, percayalah..”

Pada akhirnya siwon pun memutuskan untuk meninggal kan Yoona dan
segera berangkat kekantor, Meski pikiran nya menjadi
sedikit tak tenang, apalagi karna tadi Ia melihat
wajah yoona yang menurutnya sedikit pucat..

***

Setelah siwon pergi, Yoona masihlah merasa
enggan untuk beranjak dari tempat
tidurnya.
Entah karna apa akhir-akhir ini pun ia seperti merasakan perubahan, ada yang aneh pada dirinya.
Tubuhnya menjadu cepat merasa lelah dan juga
sering mengantuk.
Terasa aneh karena nafsu makannya justru jadi bertambah.

Apa hal itu karna dirinya yang terlalu
sibuk mengurus butik??

Saat kemudian ia memijit pelan keningnya untuk
meredakan rasa pusing dikepalanya, Yoona lantas melirik
ponsel di atas meja disamping tempat tidurnya yang tiba-tiba berdering dengan layar yang menyala dilihatnya kontak atas nama Yuri yang menelponnya..

“yoboseyo..Yuri..”

“Oh..Yoong, apa kau tak kebutik hari ini? Seseorang menelpon dan mencarimu tadi.. dia mengatakan
sudah membuat janji dengan mu..”

“Ohh…benarkah?? ne.. aku nanti kesana..
aku sedang bersiap..”

Setelah mengakhiri panggilan telpon dari yuri,
dengan malas yoona lantas turun dari tempat tidur dan melangkah kan kakinya
menuju kamar mandi untuk
menyegarkan tubuhku..

***

Tak butuh waktu lama bagi yoona untuk
bersiap, kini ia telah siap berangkat
menuju butik miliknya. Sebelum pergi ia
menyempatkan diri menyantap sarapan
nya terlebih dulu..

“Yoong…kau belum jalan? aku kira kau
tadi berangkat bersama oppa..?”

sapaan sooyoung ketika melihat yoona yang
masih berada dirumah..

“Aniyo..tadi aku bangun terlalu
siang, dan siwon harus rapat pagi ini..
aku tak mau dia telat karna
menungguku ..”

“Aaahh…pasti semalam kau dan oppa
mengikuti saran ku..”
goda sooyoung yang tersenyum jahil pada yoona.. yang lansung ditanggapi yoona dengan mengerutkan keningnya.

“apa maksudmu soo.. aku tak mengerti??”

“Astaga.. sudahlah jangan berpura-pura.. aku jalan
dulu.. kau mau berangkat bersamaku??”

“bukan kah kau akan kekampus? kau duluan saja.. lagi pula kita tak satu arah kan..
aku tak mau merepotkan mu,aku akan
diantar supir nanti..”

“OK..aku duluan yaa kakak iparku..”

yoona tersenyum mendengar ucapan
sooyoung. ia pun segera beranjak dari duduknya untuk kemudian pergi kebutik miliknya.

***

Setelah tiga puluh menit perjalanan, akhirnya
yoona tiba di depan butik nya.
Ia berjalan sedikit lesu memasuki butik karna
kepalanya masih terasa pusing, namun
ia paksakan untuk tetap pergi ke butiknya.
akan ada pelanggan yang akan fitting baju
rancangan nya, untuk itu ia tak ingin mengecewakan dengan ketidak hadirannya sana..

“pagi yul..”

sapanya lemah saat melihat yuri yang
sudah sibuk dimeja kerjanya..

“Oh.. yoona, kau sudah datang.. ada apa
dengan mu?”

yuri langsung tahu keadaan yoona
setelah melihat dari wajah nya yang sedikit
pucat..

“aku tidak apa-apa.. hanya sedikit
pusing..”

“kau tak perlu memaksakan dirimu
datang jika kau tak enak badan,aku
akan urus semuanya..”

“ani..aku masih bisa mengatasinya..”

ucap yoona sambil sedikit menarik senyum dibibirnya dan kemudian berjalan menuju
meja kerjanya.

Saat tak berapa lama pelanggan yang ia tunggu
datang, Yoona tetap berusaha menyambutnya
dengan senyuman. walaupun pusing yang ia rasakan justru kian mendentam dikepalanya.

Setelah menjelaskan
semua detail nya, yoona berdiri dari
duduknya, ia ingin menunjukkan hasil
akhir desain nya.
namun saat itu tubuhnya mendadak limbung. ia kehilangan keseimbangan
nya dan jatuh pingsan disamping meja kerjanya.
Hal itu langsung membuat sang
pelanggan terutama yuri terkejut dan panik
dibuatnya..

Yuri yang kemudian segera berlari untuk mencapainya..

“Oh Tuhan…Yoona.. ada apa denganmu? Kau kenapa?”

di bantu karyawan butik, ia lantas memindahkan tubuh yoona dan
menidurkan nya di sofa.
Ia kemudian juga
duduk di sampingnya, sambil terus berusaha
menyadarkan yoona..

“sadarlah yoong.. kumohon
sadarlah.. jangan membuatku takut..”

Yuri tak dapat menahan airmata nya, ia
begitu cemas dan takut.
Tangan nya terus
menggenggam erat tangan yoona, dan kemudian
ia terpikir harus menghubungi siwon di
saat seperti ini.

Pada saat akan melepaskan
genggaman tangan nya ditangan yoona, ia mengurungkan nya karna tiba-tiba merasakan yoona
menggerakkan tangan nya..

“Ohh…Yoona..Yoona..”

Dan perlahan yoona membuka kedua
matanya. Tangan nya langsung
memegang keningnya yang terasa pusing..

“syukurlah kau sudah sadar yoong.. kau
membuatku takut tadi..”

“mianhae.. sudah membuatmu khawatir
yul..”

“kau harus ke dokter sekarang,biar aku
telpon siwon oppa untuk mengantarmu..”

Yuri berdiri dari duduk nya namun
tangan nya di tahan oleh yoona..

“aniyo..jangan menghubungi siwon.. aku
tak mau membuatnya cemas. aku baik-baik
saja sekarang..”

“tapi yoong.. tadi kau pingsan bagaimana
mungkin kau bisa menyebut dirimu
baik-baik saja. Kalau tidak biar aku saja yang mengantarmu.
.. Ayo..”

“Tidak usah.. mungkin aku hanya  kelelahan. Aku akan
pulang dan istirahat.. sungguh kau tak
usah cemas..”

“Kau bahkan tak bisa memastikan kondisi tubuhmu.. kita perlu bantuan dokter, Yoona..”

“Aku hanya butuh tidur dan beristirahat.. tenanglah..”

Yoona pun akhirnya meninggalkan butik dan pulang untuk
beristirahat.

Sesaat setelah Yoona pergi, Yuri segera menelpon siwon untuk
mengatakan kondisi yoona. namun ia tak mendapat jawaban karna ponsel siwon yang tak aktif. ia pun lantas
menelpon sooyoung..

“Yoboseyo…”

“ne sooyoung-ah kau dimana?”

“aku dikampus yul, wae?”

“ani..hanya saja ada yang ingin kukatakan
padamu.. ini soal yoona..”

“Yoona..? ada apa dengan nya?”

“apa belakangan ini kau tak merasa
ada yang aneh padanya?”

“maksudnya?? entahlah kami sama-sama
sibuk, jadi tak sempat mengobrol,tapi
kurasa dia baik-baik saja”

“ne.. dia juga mengatakan seperti itu. mungkin ini hanya perasaan ku saja. tapi
aku harus katakan ini padamu,tadi
yoona pingsan di butik..”

“apa kau bilang? Yoona pingsan..? Oh Tuhan..”

“dia melarangku mengatakan pada
siwon oppa.. tapi kurasa siwon oppa
harus tahu agar bisa menasehati yoona
untuk tak memaksakan diri terus
bekerja..”

“ne..aku mengerti maksudmu. nanti aku yang akan
mengatakan pada oppa.. gomawo yul”

Setelah menutup telpon dari yuri,sooyoung pun segera
menghubungi siwon dikantornya..

“Oppa segeralah pulang….”

***

Siwon berjalan cemas memasuki
rumahnya, saat seorang pelayan membuka
pintu untuk nya.
Ia segera naik kelantai
atas kamarnya.

Membuka pintu kamar, Ia melihat yoona yang
sedang tertidur. wajahnya menyiratkan
kecemasan saat menatap nya. bagaimana
tidak, sooyoung menelpon dan mengatakan padanya
yoona pingsan di butik.
Setelah itu tak ada yang dipedulikannya selain pulang secepatnya dan memastikan keadaan Yoona ..

“kenapa kau tak menghubungiku,
yeobo..?”

di dekatinya yoona yang sedang
tertidur untuk mengecup kening nya dan kemudian ikut berbaring di samping
istrinya..

***

Pada saat Yoona terbangun dari tidurnya, ia dikejutkan dengan kehadiran siwon yang sedang tidur dengan
memeluk pinggangnya..

‘kapan dia pulang..?’

batin nya kemudian dari dalam hati..

‘dia bahkan tak mengganti pakaian nya
dulu..’

Dengan perlahan menggeser lengan siwon dari tubuhnya, Yoona kemudian bangun dan turun dari atas tempat tidurnya.

kemudian keluar saat dilihatnya  waktu telah menunjukkan jam delapan
malam saat itu..

‘siwon pasti belum makan..’

Pikirnya yang kemudian berjalan menuju dapur untuk
menyiapkan makanan..

“Ny.muda apa yang sedang anda
lakukan?”

seorang pelayan tergopoh saat melihat yoona yang saat itu mulai
memasak didapur..

“biar saya yang menyiapkan.. Ny.muda
istirahat saja..”

“tidak apa bi.. saya baik-baik saja . saya
hanya ingin memasak untuk suami
saya.. bibi istirahat saja..”

“Tapi Ny..”

“Tidak apa-apa.. jika perlu bantuan, saya akan memanggil bibi nanti..”

sang pelayan pun meninggalkan yoona
yang sibuk menyiapkan makan malam
sendiri..

***

Saat Siwon terbangun dan tak melihat yoona
disampingnya, ia segera keluar dari
kamar untuk mencari nya.
Turun ke lantai bawah, di lihatnya yoona yang
sedang berada di dapur dan sibuk memotong
sayuran dengan tangan nya sendiri.

Siwon kemudian  mendekat dan memeluknya dari
belakang..

“yeobo..apa yang kau lakukan?”

“Ohh..yeobo kau mengagetkan ku ..”

“istirahatlah.. kau sedang sakit..”

“aku..sakit? Sakit apa.. aku baik-baik saja
yeobo..”

“Jangan bohong.. Sooyoung bilang kau pingsan di butik  ..”

“sooyoung .. darimana dia tahu?? Tidak.. aku baik-baik saja sekarang..”

“kalau begitu duduklah,biar aku yang
siapkan..”

Siwon menarik tangan yoona dan
menyuruhnya duduk di kursi meja
makan yang tepat berada di dekat dapur.
Kemudian
ia yang mencoba meneruskan apa yang tadi
yoona kerjakan.
Meskipun ia menjadi bingung
sendiri dengan apa yang harus ia kerjakan..

“yeobo.. apa benar begini? ini dimasuk kan kedalam sup nya ya?”

siwon pun  justru menjadi sibuk bertanya pada yoona..

“yeobo biar aku saja.. kau tak mengerti..”

“Eitss…tetaplah duduk disitu..”

perintah siwon saat melihat yoona berdiri dari kursinya.

Lima belas menit kemudian Setelah Siwon selesai  menyiapkan
semuanya diatas meja makan, Ia duduk disamping Yoona untuk kenudian mengambilkan
semangkuk nasi untuk nya ..

“yeobo.. kau harus makan yang banyak..  aku
tak mau kau pingsan lagi”

“ne..aku baik-baik saja yeobo..”

“baiklah.. aku percaya padamu, ini..
cobalah bagaimana rasanya?”

Siwon menyuapi yoona dengan sumpit
yang ia gunakan..

“yeobo.. ini terlalu asin.. berapa banyak garam yang kau tambahkan??”

ucap yoona lalu meminum segelas air
putih didepannya..

“mianhae..tapi sekarang cobalah sup nya..”

lagi siwon menyuapkan sup hangat
pada yoona..

“bagaimana rasanya? Tidak asin kan?”

“ne..ini sangat enak.. aku suka..”

Yoona mengambil sendoknya tapi
siwon mencegahnya..

“aku akan menyuapimu”

siwon lantas merapatkan duduknya di
samping yoona..

“yeobo kau berlebihan.. aku bisa makan sendiri.. dan kau juga makanlah..”

siwon tak memperdulikan ucapan
yoona ia tetap saja menyuapinya.
.

“Aigoo..kalian melakukan nya lagi
disini???”

Sooyoung memasuki rumah setelah
memarkirkan mobilnya, dan langsung menggeleng-gelengkan kepala mendapati
Yoona dan Siwon tengah asyik bersama…

“sungguh membuatku iri..”

Yoona dan siwon terkejut sekaligus
heran mendengar ucapan sooyoung..

“apa maksudmu  dengan melakukan nya
lagi??”

tanya siwon  dengan mengernyitkan dahinya..

“bukankah tadi kau akan mencium
nya..?? Aish…masih saja mengelak ..”

“Makanya kalau kau melihat pakai mata.. aku hanya
ingin mengelap bibir yoona.. bukan menciumnya..”

“aku tak percaya..”

“Siwon benar soo.. kau ini..  Ayo sini,  makanlah bersama kami..”
ajak Yoona kemudian..

“apapun itu.. kalian telah membuatku iri”

“cepatlah cari kekasih dan menikahlah..”
saran yoona sambil tersenyum kearahnya..

“aniyo..aku masih mau kuliah, Oh ya
yoong.. apa kau baik-baik saja? Yuri bilang kau
pingsan tadi ..”

“ne..tapi aku tidak apa-apa..”

“Ia akan baik-baik saja jika bersamaku..”
pungkas siwon menyela diantara keduanya..

“kau terlalu percaya diri oppa..”

Sooyoung yang kemudian duduk dan ikut makan bersama
mereka langsung memberikan komentarnya…

“Aish.. siapa yang memasak ini? tak enak
sekali..”

“Jika tak suka jangan dimakan..”

sahut siwon kesal..

“Jangan-jangan oppa yang memasak? Aigoo..ada apa
dengan mu hari ini? Aku bahkan belum
pernah melihatmu memasak sampai
saat ini..”

Yoona hanya tersenyum geli melihat sooyoung
dan siwon yang saling adu mulut…

“oppa.. ini terlalu asin, aku jadi tak berselera makan.. sudahlah, lebih baik aku
ke kamar saja..”

“tapi soo.. kau harus coba sup
nya.. yoona bilang ini enak..”

“ani..ani…aku tak yakin dengan
ucapan istrimu”

ledek sooyoung lantas berlari  kearah tangga menuju kamarnya…

“aish..dia benar-benar menyebalkan”

Yoona yang melihat kekesalan pada raut wajah siwon kemudian menarik lengannya untuk
berdiri..

“yeobo.. aku mengantuk.. Ayo kita tidur..”

Siwon pun yang kemudian berdiri mengikuti Yoona, tiba-tiba meraih tubuhnya dan
menggendongnya..

“yeobo apa yang kau lakukan,cepat
turunkan aku..!!”

“Tidak..sebelum kita sampai kekamar..
aku takkan menurunkan mu..”

“Aku masih bisa berjalan sendiri..
bagaimana jika sooyoung melihat kita..”

“biarkan saja.. tak usah perdulikan
anak itu..”

Siwon berkeras dengan apa yang dilakukannya. Ia menggendong tubuh yoona
sampai ke dalam kamar mereka dan segera
beristirahat kembali.

***

Entah sudah berapa lama Ia tertidur saat kemudian Siwon terbangun dari tidurnya saat
mendengar suara tak biasa yang terdengar dari arah kamar
mandi. Segera ia turun dari atas tempat tidur dan melangkah mendekatinya..

“Astaga yeobo.. ada apa denganmu?”

siwon yang sudah mendekat terlihat panik mendapati yoona sedang memuntahkan apapun itu yang berada dalam perutnya..

“entahlah.. tadi saat bangun tiba-tiba saja
perutku menjadi mual..”

“Cepat ganti bajumu.. aku akan mengantarmu
ke dokter..”

“Aniyo..kau harus kekantor..”

“itu tak penting lagi sekarang.. Ya Tuhan.. kau sedang
sakit, cepatlah bersiap.. ”

“yeobo tak perlu.. kurasa ini karna aku
makan masakan mu semalam..”

ucap yoona yang justru terdengan bercanda..

“saat seperti ini kau masih bisa
bercanda denganku.. apa kau tak tahu aku sangat
cemas melihatmu seperti ini..!!”

mendengar ucapan siwon yoona
langsung menghampirinya dan
kemudian memeluknya..

“mianhae yeobo.. aku tak bermaksud
membuatmu khawatir. Tapi sungguh..
aku tak apa-apa sekarang..”

Siwon pun lantas mendekap erat
yoona dalam pelukan nya..

“bersiaplah kekantor, aku akan
siapkan sarapan untukmu..”

Yoona melepas pelukan nya namun
siwon menahan tangan nya kemudian
mencium bibirnya lembut..

“saranghae yoong.. aku takut terjadi
sesuatu dengan mu..”

“nado saranghae yeobo, ne..aku
mengerti, aku janji takkan membuatmu khawatir.. cepatlah mandi dan bersiap..”

***

Setelah mengantar siwon sampau kedepan rumah,  Yoona langsung kembali ke kamarnya. Mengambil ponsel miliknya
untuk kemudian  menghubungi yuri..

“yoboseyo yuri-ah..”

“ne yoong.. ada apa?”

“mianhae yul, tapi hari ini sepertinya aku tak bisa datang ke
butik..”

“Oh..tak apa, apa kau masih pusing?”

“Tidak..hanya sekarang aku merasa
mual..”

“aku mengerti istirahatlah
saja. Ohh..tunggu-tunggu yoong..!!”

“ne..waeyo?”

“tadi kau bilang mual? kemarin kau
juga pusing dan kau..juga.. Aissh
yoong.. kau benar-benar harus ke dokter, kurasa kau
sedang…?”

“aniyo..tak separah itu yul..”

“dengarkan dulu yoong.. kurasa
kau… mungkin kau hamil..?”

Hamil..??

“benarkah aku hamil..?”

“Ya.. jika melihat dari tanda-tandanya.. seperti begitu..
Tapi aku tak bisa
menyimpulkan nya sendiri.. kau harus memastikannya ke dokter..”

“Ne.. baiklah. Aku akan
mengikuti saranmu untuk periksa ke
dokter.. terimakasih Yuri..”

“Aku menunggu kabar gembira darimu Yoong..”

***

Sekitar dua jam setelah percakapannya dengan Yuri, Yoona sudah berada di ruang dokter
sekarang dan berniat untuk memastikan semua
nya saat itu..

“jadi saya sakit apa, dokter? kenapa saya
sering merasa pusing?”

“apalagi keluhan anda Ny?”

“kemarin saya sempat pingsan dan
tadi pagi saya merasa mual, dokter..”

“Sebenarnya itu hal yang wajar terjadi pada semester
pertama Ny..”

“maksud anda apa, dokter..?”

“selamat Ny.Choi anda hamil..”

“Hamil?? Jadi benar dokter saya hamil..?”

“ne…kandungan nya baru berusia tujuh minggu.. karna masih terlalu rawan
tolong perhatikan kondisi tubuh anda ..
jangan terlalu lelah atau banyak
pikiran..”

“ne, saya mengerti..khamsahamnida dokter..”

Rasa bahagia kemudian menyelimuti hati Yoona. Mengetahui jika sekarang ada janin dalam rahimnya. Ia sedang
mengandung.
Mengandung buah penyatuan cinta nya dan siwon.

Tak sabar rasanya ia ingin segera memberitahukan tentang kehamilannya pada siwon dan mengetahui akan seperti apa reaksinya…

***

Setelah meninggalkan rumah sakit, Yoona melangkahkan kakinya penuh kebahagiaan
di lobby kantor siwon..

“annyeong haseyo Ny..”

sapa ramah sang receptionist sambil membungkuk kepadanya..

“annyeong..apa suami saya ada?”

“ne..Tn.ada diruangan nya bersama
Nona Choi..”

“Oh, Sooyoung disini?”

“nde.. sejak beberapa saat yang lalu.. apa saya perlu mengantar anda Ny..?”

“Tidak..  biar aku sendiri saja..”

Tersenyum Yoona lantas menaiki  lift untuk menuju  ruangan
siwon.
Senyum nya benar-benar tak lepas mengiringi
langkah kakinya.

Namun saat kemudian ia
menghentikan langkah kakinya tepat di depan
ruangan siwon yang sedikit terbuka dan sesaat menahan
niatannya untuk masuk. Ia terkesiap
saat mendengar pembicaraan serius keduanya…

Raut wajahnya pucat seketika dan
tubuhnya menjadi lemas mendengar
pembicaraan sooyoung dan
suaminya yang berada didalamnya…

kakinya seolah tak mampu lagi
menahan tubuhnya untuk berdiri..
Namun ia kemudian mencoba menguatkan hati…

“Apa maksud pembicaraan kalian..!??”

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

To Be Continued~

* Cukup kan yaa…
ga kependekan or kepanjangan seperti yang pertama.. hihihiii..
Dan moga tetep bisa bikin penasaran untuk kelanjutannya^^

Thanks For Reading… #ketjup

177 thoughts on “YOU’re MINE [ 2 ]

  1. hai author :)~ chapt 2 langsung baca ^^
    ceritanya tambah seru ? udah ketahuan kayaknya dari awal , siwon yang bikin yoona trauma .. kayaknya sooyoung juga tau ? , keep writing thor~ FINGHTING🙂

  2. Siwon bener2 nebus kesalahannya d masa lalu dgan trus membahagiakan yoona…
    Apa yg d bcarakan siwon sma sooyoung, kok sepertinya sesuatu yg buruk…?

  3. hadeuh~ dh bahagia kluarga YW dn yoona hamil kn mesti lebih bahagia.tapi knp harus ktahuan? gpp sih lebih cpt lebih baik toh kbohongan itu gk bisa slalu di sembunyikn, cpt atau lambat y akhir.a ktahuan🙂

  4. Wonpa sma yoonh eoni mkin mesra.
    Syo eoni ganggu mulu, ga’ bisa liat org senang.
    Apa Ɣªήğ terjadi???
    Scpat itukah harus berakhir kbhagiann nya?

  5. Otokhe, siwon romantis banget ke yoona, tapi ternyata bau busuk bakal kecium juga, wah yoona, apa yang akan terjadi selanjutnya dengan pernikahan kalian, ditengah kebahagian kalian badai datang

  6. Wah wah wah pasti sooyoung sma siwon lagi berbicara ttg masalah yg dulu…
    Trus gmana nti reaksi yoona ….
    Ah gk kebayang klo mereka nti sampek berpisah..
    Andwe padahal kan yoona lagi hamil….
    Pasti gk bakaln di kasih tau klo jadinya begini

  7. yeeah ! akhirnya yoonwon bahagia juga..
    dan chukhae buat mommy atas kehamilannya..
    omo ! ! apa yang dibicarakan soo aunty dan daddy ???
    jangan…jangan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s