Fanfiction

♡ MY LOVE is FOR YOU ♡ Chapter 7

Happy Reading>>>

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

Siwon mempertegas langkahnya untuk
menemukan donghae.
Ia sungguh tak
menyangka donghae setega itu melakukan
nya dengan menyembunyikan kebenarannya.

dan fanny.. Ia lebih dari tak
menyangka jika fanny lah yang menjadi
sumber kekacauan ini.

Ketika melihat donghae keluar dari pantry
dengan dua cup kopi ditangan nya,
siwon langsung menghentikan
langkahnya.
menatap tajam kearahnya
penuh kemarahan.

Hae yang nampaknya tahu siwon
sedang menunggunya sejenak
menghentikan langkahnya sebelum
akhirnya kembali melangkah untuk
mendekat kearah siwon berdiri.

HAE: Siwon ssi.. (menyodorkan satu
cup kopi) mau kopi? (tersenyum)

SIWON: (menepis tangan hae) jangan
berbasa-basi denganku..!!

Karna tepisan tangan siwon, salah satu
cup yang tadi disodorkan hae kini jatuh
dan tumpah berantakan..

HAE: aku tahu kenapa kau marah
padaku..

SIWON: bagus jika kau sudah tahu,
brengsek!! (memukul wajah hae)

Satu pukulan diarahkan siwon dan tepat
mengenai sudut bibir donghae yang
langsung mengeluarkan darah segar
saat itu juga.

SIWON: kenapa kau melakukan nya
hah?? Kau keterlaluan donghae ssi..
Bajingan!! (memukul perut hae)

Donghae tak melakukan perlawanan
apapun, pasrah dengan apa yang dilakukan siwon. Hal itu membuat siwon justru semakin
tersulut emosi, dan dengan enteng kembali
melayangkan pukulan-pukulan nya,
hingga membuat tubuh donghae ambruk
tersungkur dilantai.

SIWON: (menarik kerah baju Hae)
kenapa kau tak melawanku..?!

HAE: (meringis) pukul aku jika itu bisa
membuatmu puas dan memaafkan ku..

SIWON: brengsek!! (memukul wajah
hae) kenapa kau tega menyembunyikan
kebenaran nya..!!

HAE: menurutmu apa yang membuatku
melakukan nya?

SIWON: (geram) aku bertanya
padamu.. Sialan!! kau tahu fanny yang membuat
kekacauan ini dan kau justru
menyembunyikan kebenaran itu..apa
tujuan mu? Kau tahu Yoona tak
bersalah dan kau membiarkan nya..
Brengsek kau!! (meninju perut hae)

Donghae benar-benar tak melakukan
perlawanan apapun, ia hanya meringis
pasrah menerima pukulan demi
pukulan dari siwon pada tubuhnya.

HAE: menurutmu apa yang seharusnya
aku lakukan? Percayalah siwon
ssi..aku sama sekali tak berniat
menyembunyikan nya.. Aku
menyukainya.. Aku menyayangi Fanny.. yang aku tahu, aku hanya
ingin melindunginya, dia memohon
padaku untuk melindunginya..
menurutmu apa yang akan kau lakukan
jika berada diposisi ku.. tega kah kau
melihat wanita yang kau sayangi
menangis? Aku yakin kau sangat tahu
bagaimana rasanya karna itu kau
memukulku tanpa ampun.. Aku akan
menerimanya Siwon ssi.. Maafkan aku..

Keributan itu akhirnya didengar oleh
rekan lain nya, beberapa rekan yeoja
menjerit terkejut sekaligus panik, tak
terkecuali fanny yang langsung gemetar
melihat perkelahian yang membawa-
bawa namanya.

Beberapa diantara
mereka langsung mengalihkan perhatian
mereka untuk mendekat, mencoba
melerai dengan menarik tubuh siwon.

HYUK: Siwon ssi.. Ada apa ini?

SIWON: tanyakan saja pada bajingan
ini..!!

KYU: Kalian ini kenapa menyelesaikan
permasalahan dengan perkelahian..
Kekanak-kanakan sekali..

FANNY: Donghae ssi..

Fanny mendekat meraih kepala donghae
kepangkuan nya..

FANNY: gwechana..? (menitikan
airmata)

HAE: (tersenyum & mengangguk)

FANNY: (menatap siwon) apa yang kau
lakukan? Kau seharusnya berurusan
denganku..

SIWON: kau benar..setelah dia kini
giliran mu yang akan berurusan dengan
ku!! (menarik tangan fanny) ikut dengan aku..!!

Mencengkram kuat lengan fanny, siwon
menariknya menjauh dari rekan-rekan
nya, tak ada lagi sikap lembut yang biasa
ia tunjukan kepada seorang wanita.

YOONA: Yeobo…

Suara yoona yang memanggil siwon
terdengar diantara suara rekan-rekan
nya yang lain.
Rupanya sejak tadi dia
berada disana.
Shock melihat siwon melakukan
pemukulan terhadap donhhae. ingin rasanya tadi
ia menghentikan nya, namun sica
menahan nya, takut jika nanti yoona
justru terluka.

YOONA: Yeobo.. Yeobo.. Choi siwon..
apa yang kau lakukan? (menangis)

SICA: (merangkul yoona)

Bukan karna tak mendengar suara
yoona yang memanggilnya, Siwon memang sengaja
mengabaikan nya dan tetap menarik
fanny agar mengikutinya.
Ia harus
menyelesaikan hal itu dengannya.

SIWON: (menghempaskan tangan
fanny) jadi apa yang membuatmu berbuat
serendah ini? (menatap tajam fanny)
Jawab aku!!

FANNY: (menggigit bibir bawahnya,
gemetar)

SIWON: TIFFANY..JAWAB AKU!!
(membentak)

FANNY: Siwon..maafkan aku
(menangis) aku tak tahu mengapa aku
bisa melakukan nya.. Maaf (meraih
tangan siwon)

SIWON: (menepis tangan fanny) hanya
jelaskan padaku fanny..beri aku satu
alasan yang masuk akal yang bisa
membuatku memahami tindakan
bodohmu..

FANNY: aku..aku..

>>>

Yoona yang shock setelah melihat dengan
mata kepalanya sendiri keributan yang
diakibatkan karna tindakan siwon, kini
justru merasakan sakit yang teramat
sangat dibagian perutnya.

YOONA: Auhh… (menggenggam kuat
tangan sica)

SICA: Yoona.. gwechana?

YOONA: Oenni.. Perutku (memegang
perutnya) awhh…sakit oenni..
(meringis)

SICA: Yoona…

Kepanikan sica langsung memuncak
melihat darah yang mengalir dari
selangkangan kaki yoona..

SICA: Ya Tuhan Yoona.. Kau
pendarahan..

YOONA: Sakittt… Oenni (merintih)

Kepanikan sica juga menular pada rekan-rekan kerja yoona disana..

YURI: Ya Tuhan.. Yoona.. (memegang tangan yoona)

SOO: Yoona ssi..

SICA: bertahanlah yoong kita kerumah
sakit sekarang.. (menggenggam tangan
yoona) kalian tolong cepat Cari
Siwon….

SOO: Aku akan mencarinya..

>>>

Siwon masih menatap tajam kearah
fanny ketika tiba-tiba sooyoung
menghampirinya dengan nafas yang
terengah-engah..

SOO: Siwon ssi.. Yoona.. Yoona
pendarahan.. Cepatlah..!!

SIWON: bicara apa kau?

SOO: Yoona.. Dia pendarahan, kita
harus membawanya kerumah sakit..
Palliwa (menarik tangan siwon)

SIWON: (menatap fanny) urusan kita
belum selesai..!!

Segera setelah siwon berlari pergi,
fanny langsung terduduk lemas dan
menangisi akibat dari perbuatan nya
sendiri.
Donghae yang terluka juga nyala
kemarahan siwon yang jelas menusuk
hatinya. Semua terjadi karna kesalahan dirinya.

>>>

SIWON: Chagiya…

Siwon langsung meraih tubuh yoona
kemudian membopong nya.
mengalungkan tangan nya pada leher
siwon, yoona menahan rasa sakit yang
kian bertambah dan membuat tubuhnya
lemah.

SIWON: bertahanlah kumohon..

SICA: gunakan mobilku.. Biar aku yang
menyetir..

berada dikursi belakang dan sica yang
mengemudi, siwon terus berusaha
membuat yoona tetap terjaga.

SIWON: (menggenggam tangan yoona)
bertahanlah chagi..bertahan kita akan
segera sampai dirumah sakit..

YOONA: (mengeratkan genggaman
tangan siwon)

SICA: (menekan klakson) Astaga.. Tak
tahukah mereka aku harus cepat..

YOONA: Oenni..

SICA: tenanglah yoong.. Aishh
(memukul stir) heii..aku sedang buru-
buru tak bisakah kalian mematikan
lampu lalulintasnya..

SIWON: Sica ssi.. Kau tak bisa panik
seperti ini, berkonsentrasilah
menyetir..

SICA: nde.. Arraso..

Ketika lampu lalulintas kembali
menyala hijau, sica langsung
menambah kecepatan mobilnya,
mendesak kendaraan didepan nya
untuk minggir dan tak menghalangi
lajunya.

Dua puluh menit berkeluh dengan padatnya
lalulintas jalan raya, sica akhirnya
menghentikan laju mobilnya didepan
sebuah rumah sakit, keluar dari mobil
sica meminta bantuan suster dan
dengan sigap dua orang suster
langsung menghampirinya dengan
mendorong ranjang beroda,
mempermudah siwon membawa tubuh
yoona yang kian melemah.

SIWON: bertahanlah chagi..

YOONA: (meringis menahan sakit)

SICA: Heechul oppa…

HEE: Jessica.. Astaga kenapa yoona?

SIWON: (menatap heechul)

SICA: Yoona pendarahan oppa..
Tolonglah..

HEE: nde..tenanglah (memegang bahu
sica) aku akan menghubungi
dokternya.. Suster bawa ke UGD
sekarang..

SUSTER: nde…

>>>

Menggunakan kapas yang sudah diberi
sedikit alkohol, fanny berusaha
mengobati beberapa luka dan memar
diwajah hae dengan menggunakan batu
es yang ia bungkus dengan sapu tangan
nya.

HAE: aww.. (mengernyit)

FANNY: aku bilang tahan..ini akan
sedikit perih (membersihkan luka
dibibir hae)

HAE: perih sekali..

FANNY: tahan sedikit..

HAE: (meraih pergelangan tangan
fanny) gomawo.. (tersenyum)

FANNY: untuk apa? (menatap hae)

HAE: untuk perhatian mu..terimakasih
untuk itu..

FANNY: kau terluka karna aku.. Maaf
(menunduk)

HAE: (memegang dagu fanny)
gwechana..(tersenyum)

FANNY: kenapa kau tadi diam saja?
Kenapa membiarkan dirimu babak
belur tanpa perlawanan apapun..
Payah sekali..

HAE: MWO.. Aku payah?

FANNY: nde.. Tubuh mu saja yang
terlihat kekar, tapi kau tak punya
tenaga untuk sekedar membalas
pukulan siwon (mencibir)

HAE: tak apa kau menyebutku payah..
Aku justru berencana meminta siwon
memukul ku lagi jika akhirnya akan
seperti ini, aku dapat perhatian
darimu..

FANNY: Ishh.. (memukul lengan hae)

HAE: (tertawa)

TAE: (membuka pintu & masuk) aku
perlu bicara dengan kalian..

Fanny dan hae langsung mengalihkan
pandangan mereka pada Taeyeon,
setelah menghadapi kemarahan siwon,
berikutnya Ny.Kim yang pasti akan
menuntut penjelasan mereka terutama
setelah kekacauan yang baru saja
terjadi.

>>>

Seorang dokter yang biasa memeriksa
kandungan yoona kini tengah
melakukan penanganan dengan
memeriksa kondisi janin dirahim
yoona.

Siwon yang berada disana
menemani yoona hanya bisa melihatnya
dengan cemas.

DOKTER: detakan jantung dari janin
nya melemah..kita lakukan operasi
sekarang..

SIWON: dokter..bukankah belum
waktunya..

DOKTER: idealnya memang perlu
beberapa minggu lagi, tapi ini
darurat..kita harus mengambil langkah
cepat untuk menyelamatkan janin dan
terutama ibunya..

YOONA: selamatkan anakku
dokter..kumohon..

DOKTER: kita akan berusaha Ny
(menatap siwon) sebelum nya saya
perlu persetujuan anda Tn.. Jika
sesuatu terjadi mana yang harus saya
prioritaskan terlebih
dulu..keselamatan Ibu atau janin nya?

SIWON: maksudnya?

DOKTER: tak ada yang bisa memprediksi
apa yang mungkin akan terjadi ketika
proses operasi berlangsung..

YOONA: anakku dokter..selamatkan
dia terlebih dulu..

SIWON: (menggeleng) tidak yoong aku
ingin kalian berdua selamat..

YOONA: (menggenggam tangan siwon)
kumohon selamatkan dia..Dia terlalu
lemah dan tak mungkin bisa berjuang
sendiri..

DOKTER: bagaimana Tuan?

SIWON: tidak..kau harus selamat
chagi.. kau yang harus terlebih dulu diselamatkan..

YOONA: aku kuat..tak akan terjadi
apa-apa padaku, percayalah..kumohon
pilihlah anak kita untuk diselamatkan
terlebih dulu..

SIWON: aku tak bisa memilih..

YOONA: Awhh.. (memegang perutnya)

SIWON: Yoona.. Yoona.. (panik)

DOKTER: (menatap suster) pindahkan
keruang operasi..

YOONA: (menangis) selamatkan dia..
Aku janji akan bertahan kumohon
yeobo..

SIWON: Baiklah.. berjanjilah kau akan baik-baik saja.. (menggenggam tangan yoona)

YOONA: (mengangguk yakin)

Setelah siwon mengambil keputusan
untuk mengiyakan kemauan yoona
dengan mengutamakan keselamatan
anak dalam kandungan yoona, dua
orang suster bersama dengan siwon
langsung membawa yoona menuju
ruang operasi.

SICA: Oh.. yoongie ya..gwechana? (cemas)

SIWON: dia harus segera dioperasi..

SICA: Ya Tuhan..(menggenggam tangan
yoona) kau kuat yoong..kau harus kuat..

YOONA: (mengangguk lemah)

HEE: (menepuk bahu siwon) dia dokter
kandungan terbaik disini..dia pasti
akan melakukan yang terbaik untuk
yoona..

SIWON: (mengangguk) aku juga yakin
begitu..

HEE: (menatap yoona) aku dan sica
akan menunggu keponakan kami lahir..
(tersenyum) bertahanlah yoong..

YOONA: (mengangguk)

SICA: Siwon..di dalam nanti kau harus
terus menguatkan nya.. Appa dan
Oemma sedang dalam perjalanan
kemari..

SIWON: aku akan melakukan nya..

Tak menunggu lebih lama lagi dua
orang suster tadi kembali mendorong
ranjang beroda dimana yoona terbaring
kedalam ruang operasi.

SICA: Yoona ah..(menangis)

HEE: (memeluk sica) ssttt…dia akan
baik-baik saja tenanglah..

SICA: aku takut..dia sudah terlihat
sangat pucat tadi..

HEE: dia wanita yang kuat.. Yoona akan
bertahan, percayalah (mengusap
punggung sica)

Membenamkan wajahnya didada
heechul, sica kembali menangis
khawatir, seharusnya yoona masih
butuh beberapa minggu lagi untuk
melahirkan bayinya, namun kenyataan
nya… tekanan emosi yang dialaminya
berdampak negatif pada kandungan
nya, ia terpaksa harus melahirkan
bayinya secara sesar dalam kondisi
premature.

>>>

Di dalam kamar dingin ruang operasi,
Yoona terus menggenggam erat tangan
siwon, ada perasaan takut dalam
hatinya karna ini menjadi pengalaman
pertamanya menjalani proses
persalinan, walaupun keinginan nya
untuk melahirkan secara normal tidak
bisa terlaksana.

SIWON: aku akan berada disini..terus
disampingmu, menemanimu.. kau harus
menepati janjimu chagi..

YOONA: (mengangguk)

SIWON: kau akan bertahan untuk
ku..dan anak kita kan?

YOONA: (mengangguk)

SIWON: (mengecup kening yoona) aku
mencintaimu..

DOKTER: anda siap Ny…saya akan
menyuntikkan obat bius pada anda, jadi
anda tak akan merasakan sakit selama
proses operasi..

YOONA: (mengangguk) anakku
dokter..selamatkan dia..

Meski sudah terlalu lemah yoona tetap
berusaha mengingatkan sang dokter
mana yang harus di prioritaskan terlebih
dulu.

DOKTER: kita akan berusaha bersama-
sama Ny… Anda harus berjuang untuk
bertahan..

Sesaat setelah sang dokter
menyuntikkan obat bius kedalam
tubuhnya, proses pengoprasian segera dilakukan.
Yoona menyadari sang dokter sedang membedah perutnya. Ia meringis ngilu membayangkan bagaimana dokter itu melakukannya.

Mengendurkan genggaman nya pada
tangan siwon, namun  kini berganti siwon
yang menggenggam erat tangan nya,
sesekali membisikkan kata-kata
penyemangat untuk yoona dan membuatnya tetap terjaga.

Dokter sudah memulai melakukan
pembedahan, dibantu dengan beberapa
suster yang siap siaga disampingnya.
Tak terelakkan ketegangan yang
menyergap perasaan siwon saat ini,
menyaksikan dengan mata kepalanya
sendiri sang dokter yang dengan serius
dan terampil membedah bagian perut
yoona dengan menggunakan peralatan
steril yang diberikan seorang suster
disampingnya.

Melihat banyaknya darah dan yoona yang
pucat tampak lemah, menimbulkan
ketakutan diwajah siwon, takut anaknya
tak bisa terselamatkan, terlebih takut
jika yoona tak cukup kuat untuk bertahan.

DOKTER: berikan gunting padaku..

SUSTER: (mengulurkan gunting)

Siwon sungguh tak tega melihatnya,
jika posisi ini dapat ditukar, ia sangat
berharap dia yang akan menjalani operasi
mengerikan seperti ini dan bukan
yoona.

Sayangnya itu tak mungkin..

Siwon makin intens memperhatikan
sang dokter yang dengan sebuah gunting
ditangan nya entah apa yang kemudian
dilakukan nya, sampai tak berapa lama
setelah nya suara tangisan lemah
seorang bayi cukup menggema
memecah keheningan ruangan.

Sang dokter yang telah berhasil
mengangkat bayi dari rahim yoona
langsung menyerahkan bayi mungil nan
lemah yang masih berlumur darah itu
kepada seorang suster lain nya.

DOKTER: bersihkan dan langsung
masukan kedalam inkubator..

SUSTER: nde..

DOKTER: seorang putra Tuan…

SIWON: Apakah dia akan baik-baik saja..?

DOKTER: kita akan mengetahuinya
nanti..biarkan saya menyelesaikan ini..

Perkataan sang dokter belum cukup
membuat siwon merasakan kelegaan.

SIWON: (berbisik ditelinga yoona) tepat
seperti yang kau katakan yoong.. Dia
namja, anak kita seorang namja.. Kau
harus bertahan chagi..dan kita akan
memberinya nama bersama-sama..

Yoona menghembuskan nafas lega, tersenyum saat kemudian ia memejamkan mata.

Sang dokter sedang melakukan tahap
akhir proses pembedahan dengan
menjahit bagian perut yoona yang tadi
dibedah.

SUSTER: Pasien kehilangan kesadarannya.. detak jantung melemah
dokter..

DOKTER: priksa darahnya..

SUSTER: masih stabil..

SIWON: chagiya.. chagi.. apa yang terjadi dokter? Katakan
ada apa? Ya Tuhan.. Yoona bangun..

DOKTER: saya mohon untuk anda
tenang Tn…kami akan menangani ini.
sebaiknya anda keluar terlebih dulu..

SIWON: tidak..bagaimana mungkin aku
meninggalkan istriku dalam keadaan
seperti ini.. Yoona demi Tuhan kau
sudah berjanji tadi.. Jangan
membuatku semakin takut, sadarlah
Chagi…

>>>

Fanny dan Donghae melangkah mengikuti
Taeyeon ke dalam ruangan nya.
sekilas menatap Taeyeon, Fanny dapat
melihat sahabat sekaligus atasan nya
itu menaruh kekecewaan besar terhadap nya.

TAE: (menatap fanny) apa pembelaan
mu untuk semua kekacauan yang kau
sebabkan, Fanny?

FANNY: (menggeleng) aku tak punya
pembelaan apapun saat ini.. Aku tahu
aku salah maafkan aku (menunduk)

TAE: Ya Tuhan.. Aku merasa tak
mengenalmu fanny ssi (menatap hae)
dan kau donghae ssi.. kau tahu dan kau
justru menutupinya..

HAE: Aku hanya.. Mianhae sajangnim
aku…

FANNY: Kumohon jangan menyalahkan
nya.. aku lah yang memaksa agar dia
melakukan nya.. Sudah cukup Siwon
membuatnya babak belur..

HAE: (menatap fanny)

TAE: kau boleh keluar donghae ssi..
Aku ingin berbicara dengan Tiffany..

HAE: (menoleh kearah taeyeon) tapi
sajangnim..

TAE: kau masih akan berurusan
dengan ku nanti…tapi saat ini aku perlu
berbicara empat mata dengan fanny..

HAE: fanny ssi, kau…

FANNY: (mengangguk) gwechana…

Sebenarnya Donghae enggan keluar dari
ruangan itu, ia ingin tahu apa yang
nantinya akan dikatakan Ny. Kim pada
fanny..

Apakah akan memarahi fanny?
Atau bahkan langsung memecat fanny,
seperti apa yang dia lakukan pada yoona?

TAE: dia menyukaimu? (tersenyum
sinis)

FANNY: Ya..itu yang dia katakan padaku,
dan aku memanfaatkan rasa sukanya
padaku untuk melindungiku..

TAE: itu yang selalu kau lakukan pada
pria-pria yang menyukaimu, kau tak
berubah fanny.. (menatap fanny)

FANNY: Taeyeon..jangan menatap ku
seperti itu..

TAE: lalu apa yang harus aku lakukan?!
(membentak) kau hampir membuat
RAINBOW hancur..!! Ya Tuhan fanny.. apa
yang ada dalam kepalamu..

FANNY: maaf.. Aku tak bermaksud
seperti itu, hanya saja Yoona.. (diam)

TAE : Kau tahu sekedar kata maaf saja tidaklah cukup..

FANNY: Aku benar-benar minta maaf padamu..

TAE: Kau cemburu padanya? Kau masih
menginginkan siwon? Kenapa kau
mencampurkan hal pribadi kedalam
urusan pekerjaan.. Astaga kau bahkan
membuat ku menyakiti Yoona..

FANNY: Ya..aku cemburu pada Yoona,
aku iri padanya..hidupnya terlalu
sempurna.. sedangkan aku? Kau juga
tahu bagaimana hancurnya hidupku..
Pernikahanku berakhir dengan
perceraian dan membuatku tak bisa
mempertahankan kehamilanku..
(menangis) Kau yang membawaku kesini,
kau yang menumbuhkan harapan untuk
ku kembali pada siwon.. Tapi
nyatanya…

TAE: Siwon menyembunyikan
pernikahan nya.. Aku sungguh tak tahu
dia ternyata menikah dengan Yoona…

FANNY: aku tak menyalahkan mu.. Aku
yang lebih salah, karna masih
mengharapkan nya setelah aku
meninggalkan nya.. (menarik napas)
Aku sudah menyebabkan kerugian
besar bagi RAINBOW.. Aku siap
menerima apapun keputusan mu..

TAE: entahlah fanny aku tak tahu apa
yang akan aku lakukan padamu? Dan apa
yang harus aku katakan pada Yoona.. Aku
membuat kesalahan besar terhadapnya..

FANNY: sebaiknya memang kau tak
mempekerjakan teman dikantormu..
Aku membuatmu tak bisa bersikap
tegas.. Aku akan mengundurkan diri
dan meminta yoona kembali ke
RAINBOW..

TAE: Tiffany…

FANNY: wae? Aku tahu kau belum
menandatangani surat pengunduran
dirinya.. Kau memang tak seharusnya
melakukan nya ..

>>>

Siwon keluar dari ruang operasi
dengan wajah kusut, terlalu
mencemaskan kondisi yoona saat itu..

NY.IM: Siwon ah.. bagaimana
operasinya.. apa berjalan lancar?

SIWON: (mengangguk) Oemma..aku
mempunyai seorang putra sekarang..

NY.IM: terimakasih Tuhan..

TN.IM: (menepuk bahu siwon) aku
mempunyai cucu sekarang..
(tersenyum)

SICA: Yoona..bagaimana dengan
kondisi yoona? (menatap siwon)

SIWON: itu yang sedang aku
khawatirkan.. Dia tak sadarkan diri. suster mengatakan detak
jantungnya melemah, aku tak tahu apa
yang terjadi.. Dokter langsung
memintaku keluar..

SICA: Ya Tuhan Yoona.. (menangis)

HEE: (memeluk menenangkan sica)

NY.IM: Yoona ya.. Putriku.. Oh Tuhan
apa yang terjadi padanya? (menangis)
Selamatkan dia Tuhan kumohon..

TN.IM: (merangkul istrinya)

Siwon terus mengucap do’a didalam
hatinya, meminta agar Tuhan
memberikan kesempatan untuk dirinya dan
juga Yoona bersama-sama merawat
anak mereka.

Dari balik ruangan yang sebagian
dindingnya tertutup dengan kaca
bening, siwon meneteskan airmatanya saat
menatap bayi mungil dengan kulitnya
yang masih terlihat merah, menggeliat
menangis dalam inkubator.

SIWON: Suster.. dia menangis.. Putraku
menangis (cemas)

SUSTER: saya akan melihatnya Tuan..
(tersenyum)

SIWON: apa dia baik-baik saja? Apa
sesuatu terjadi pada putraku?

SUSTER: sejauh ini kondisinya stabil
Tuan..menangis merupakan hal yang wajar
untuk seorang bayi.. permisi, biarkan
saya memeriksanya..(masuk kedalam
ruangan)

Siwon terus memperhatikan apa yang
sedang sang suster lakukan pada
putranya, sampai seseorang
mengejutkan nya dengan menepuk
pundaknya.

SIWON: Oh Heechul ssi, waeyo?

HEE: Victoria sudah keluar.. Ahh
maksudku dokter kandungan yoona.. dia
sudah keluar dari ruang operasi.

SIWON: benarkah? Bagaimana dengan
kondisi yoona?

HEE: sebaiknya kau bertanya langsung
padanya.. dia yang lebih tahu.

Siwon segera berlari kearah ruang
operasi, dilihatnya di depan ruang
operasi sang dokter sedang berbicara
dengan Tn.dan Ny.Im.

SIWON: dokter bagaimana istri saya?

DOKTER: Tn..istri anda dia…

Victoria song, sang dokter yang tadi
mengoperasi yoona,menghentikan
kalimatnya untuk sekedar menyungging
kan senyum nya yang menawan.

VIC: istri anda.. Dia sudah dalam
kondisi stabil saat ini.. hanya saja tubuhnya lemah pasca oprasi, dia hanya butuh istirahat..(tersenyum) sejauh ini tak ada yang
perlu di khawatirkan Tuan..

SIWON: Terimakasih Tuhan…terimakasih dokter (tersenyum penuh
kelegaan) bisakah saya melihatnya..

VIC: Oh nde..tentu saja, suster akan
memindahkan istri anda keruang
perawatan, anda bisa menunggunya
disana (tersenyum)

NY.IM: trimakasih untuk
menyelamatkan putriku (menatap vic)

VIC: (mengangguk) sama-sama Ny..
(tersenyum) permisi.. saya akan
meneruskan pekerjaan saya..

SIWON: trimakasih dokter..

HEE: Thanks Victoria..(tersenyum)

VIC: Kau ini..(tersenyum) Iya..aku
duluan (melangkah menjauh)

SICA: (menyenggol lengan heechul)
kenapa tak mengajaknya berkencan..?

HEE: aku terlambat..dia menikah bulan
lalu..

SICA: (mencibir) Kau payah oppa..

HEE: Kau juga sama sepertiku..(mengacak rambut sica)

>>>

Semua kekhawatiran itu perlahan telah sirna
dan berganti dengan kelegaan yang luar
biasa, tinggal menunggu yoona terbangun dan semua akan kembali
membaik.

Setelah cukup lama menunggui
putrinya, kedua orangtua yoona
memutuskan untuk pulang dan akan
kembali lagi jika yoona telah siuman.
tinggal Jessica dan siwon yang
menungguinya dirumah sakit.

SIWON: Sica ssi..apa kau tak
sebaiknya pulang saja. kau tak bisa
istirahat disini, biar aku saja yang
menjaga yoona..

SICA: gwechana.. Heechul oppa akan
meminjamkan ruangan nya untuk ku
beristirahat malam ini (tersenyum)
euh..aku akan keluar sebentar, ada
sesuatu yang kau inginkan?

SIWON: emm..hanya hot coffe kurasa
cukup (tersenyum)

SICA: baiklah..aku akan kembali
dengan hot coffe untukmu, yakin tak
ada yang lain?

SIWON: (menggeleng)

Sica lantas membuka pintu untuk
keluar dari kamar rawat yoona,
merapatkan lagi pintu tersebut
kemudian melangkah menyusuri
koridor rumah sakit.

saat menunggu lift untuk turun ke lantai
bawah,sica dikejutkan oleh kedatangan
donghae dan fanny secara bersamaan.

SICA: Kau..untuk apa kau datang
kesini?

HAE: Sica ssi..bagaimana dengan
yoona? Apa dia baik-baik saja?

SICA: kenapa kau masih bertanya?
Bukankah kau tahu dia mengalami
pendarahan, dan membuatnya harus
melahirkan dalam kondisi premature,
sekarang dia belum sadarkan diri..
Cukupkah informasi yang kuberikan
membuat kau pergi dari sini. aku muak
melihatmu..!!

Sica menatap donghae penuh kemarahan, ia
tak berupaya memperhatikan wanita yang berada
disamping hae, karna ia memang tak
mengenalnya.

HAE: aku ingin melihatnya..

SICA: tidak perlu, bukankah sudah
kukatakan yoona belum sadar,
pulanglah.. (berbalik)

FANNY: tunggu nona..

SICA: (menatap fanny)

FANNY: bisakah aku menitipkan ini
untuk yoona..

Fanny mengulurkan keranjang buah
pada sica, belum sempat sica
meraihnya saat tiba-tiba fanny
menjatuhkan keranjang buah dari tangan
nya yang terlihat gemetar.

Tubuhnya
mendadak beku ketika melihat heechul
berjalan kearahnya.

HAE: Fanny ssi gwechana?

SICA: (menatap fanny heran)

FANNY: Donghae ssi..lebih baik kita
pergi sekarang (menarik tangan hae)

HEE: Tiffany..

Langkah fanny terhenti, dan suara
seseorang yang memanggil fanny
membuat hae membalikan tubuhnya.

HEE: Tiffany..

SICA: Oppa .. kau mengenalnya?

HEE: (mengangguk)

FANNY: (berbalik&menatap heechul)
apa kabarmu Op pa..?

HEE: aku baik..bagaimana dengan mu?

FANNY: seperti yang kau lihat sekarang..
(memaksa tersenyum)

Untuk beberapa menit setelahnya
keduanya sama-sama terdiam, sampai
donghae membuka suaranya..

HAE: fanny ssi.. Kau tak ingin
memperkenalkan nya padaku..

FANNY: euh..(menatap hae) dia..dia
(menatap heechul) mantan suamiku..

Kalimat itu terasa membuat
tenggorokan fanny tercekat dan
membuat donghae sangat terkejut, sama hal
nya dengan jessica yang langsung
mengarahkan tatapan penuh tanya
kearah heechul.

SICA: Oppa..apa maksudnya? Mantan
suami? Kau…

HEE: aku akan jelaskan padamu…

SICA: jelaskan padaku sekarang
(menarik tangan heechul)

>>>

Sampai saat itu Siwon masih terjaga, menunggu yoona.
menggenggam erat tangan nya untuk
menyalurkan kehangatan dari tubuhnya
pada yoona.
Jemari tangan kanan nya perlahan
menyusuri wajah pucat yoona, haru
menyelimuti hatinya, Yoona telah
bertaruh nyawa demi putra mereka.

SIWON: bangunlah chagi.. Dia yang
selalu menendang-nendang perutmu,
apa kau tak ingin melihatnya? Putra
kita sayang.. (mencium punggung
tangan yoona)

Tak disangka jemari itu akhirnya merespon,
bergerak secara perlahan membuat
siwon langsung tersenyum penuh
kebahagiaan..

SIWON: Chagi.. Chagiya.. Sayang kau
mendengarku?

Mengikuti jemarinya yang bergerak,
kedua bola matanya pun ikut
memberikan respon, bergerak perlahan
bersamaan.

YOONA: (mengerjapkan matanya)
SIWON: terimakasih Tuhan..(mengecup
kening yoona)

YOONA: yeo..bo..

SIWON: nde..aku disini bersamamu
(tersenyum)

YOONA: bagaimana dengan anak kita?
Bagaimana keadaan nya..?

SIWON: sshtt.. tak usah khawatir dia
baik-baik saja..

YOONA: dimana dia? Kenapa dia tidak
bersama kita? Aku ingin melihatnya…

>>>

Dalam ruang kerja heechul, sica
mencari penjelasan atas sebuah
ucapan yang sangat mengejutkan tadi..

mantan suami?

Bukankah heechul bilang dia tak
menjalin hubungan dengan siapapun
setelah putus dengan nya?
Lalu apa yang tadi wanita itu katakan?

SICA: jadi kau pernah menikah dengan
nya?

HEE: ya..

SICA: kapan?

HEE: saat aku berkuliah diluar negri..

SICA: dan bercerai?

HEE: ya…hanya bertahan satu tahun
waktu itu..

Sica mengatur napasnya, sedikit demi
sedikit mencerna jawaban-jawaban
singkat dari heechul.

SICA: Sulit dipercaya..kenapa kau bisa
menikah dengan wanita jahat seperti dia oppa? (menatap tajam hee)

HEE: Jahat? Maksudmu..?

SICA: ya..aku pantas menyebutnya
seperti itu.. Kau tau apa yang telah
dilakukan nya pada yoona?

HEE: (menggeleng)

Sica lantas menceritakan apa yang
diketahui nya dari cerita yoona dan
juga apa yang dikatakan donghae padanya.

SICA: dan pada akhirnya tekanan emosi
yang menyebabkan yoona pendarahan
seperti yang kau lihat tadi, berakhir
dengan kelahiran premature anaknya..
Semua bersumber dari wanita itu,
mantan istrimu..

HEE: Ya Tuhan..benarkah Fanny..

SICA: (mengangkat bahu) itu yang
terjadi.. lalu mengapa kalian bercerai?

HEE: Kurasa saat itu memang bukan waktu yang pas untuk kami menikah.. hanya sekedar hasrat. Saat itu aku sibuk dengan tugas-
tugas kedokteran, sedangkan fanny..dia
selalu menuntut perhatian lebih
dariku.. jika tidak, Dia akan selalu membandingkan ku
dengan mantan kekasihnya, itu yang
membuatku jengah dan akhirnya
membuat kami berpisah..(menghela napas)

SICA: Owhh.. kau tahu siapa mantan
kekasihnya itu?

HEE: (menggeleng) aku tak pernah
mencari tahu..

SICA: Siwon.. Dia mantan kekasih
nya..

HEE: MWO…Siwon? Choi siwon? Suami
yoona?

SICA: (mengangguk) kurasa itu juga yang
membuatnya tega menyakiti yoona..
Karna siwon.. Dia mungkin masih menginginkannya..

HEE: Astaga…

>>>

Donghae tak berniat melajukan
mobil itu, dan justru mempertahankan keheningan
antara dirinya dan fanny dalam
mobilnya, ditempat parkir rumah sakit.

HAE: kupikir aku sudah mengetahui
semuanya.. ternyata bukan hanya
tentang siwon yang adalah mantan
kekasihmu yang membuatku terkejut. tapi
pria tadi.. mantan suamimu? Ya Tuhan..Itu jauh
lebih mengejutkan ku..

FANNY: begitulah kehidupan, ada
banyak kejutan didalam nya..

HEE: apalagi setelah ini yang bisa
mengejutkan ku..?

FANNY: (menatap hae) kenapa? Kau
menyesal menyukai wanita yang dalam
hidupnya penuh dengan kejutan
sepertiku..

HAE: tidak.. (menatap fanny) bukan itu
maksudku..

FANNY: lalu?

HAE: aku hanya ingin tahu, apalagi yang
kau sembunyikan dariku..

FANNY: bukan menyembunyikan.. Aku
hanya tak berkewajiban mengumbar
kehidupan pribadiku pada orang lain..

HAE: aku sudah bilang aku
menyukaimu.. aku ingin mengenalmu
lebih dekat, fanny..

FANNY: kita baru kenal beberapa
bulan, aku belum bisa…

HAE: aku mencintaimu..(mendekatkan
wajahnya)

dengan cepat donghae sudah
memposisikan bibirnya menekan bibir
fanny penuh kesungguhan, terkejut dan
entah karna apa fanny menitikkan
airmata.

FANNY: (mendorong dada hae) aku
wanita jahat, aku seorang yang sudah pernah menikah.. aku
tak pantas untukmu..

Membuka pintu mobil dengan cepat,
fanny keluar dan langsung berlari
meninggalkan donghae.

>>>

Setelah Victoria sang dokter
memeriksanya dan mengijinkan nya
melihat putranya, yoona menunjukan
wajah cerianya saat siwon hendak
membantunya menggunakan kursi roda
karna kondisinya yang belum pulih pasca
operasi.

SICA: (masuk) Yoona ya..kau sudah
sadar, syukurlah (memeluk yoona)

YOONA: (tersenyum) kau darimana
oenni? Siwon bilang kau keluar
membeli kopi..

SIWON: dan dimana hot coffe yang kau
janjikan?

SICA: Oh.. Sorry aku tak jadi keluar,
tadi ada hal yang mengejutkan.. lebih panas dari sekedar hot coffe yang kau inginkan, Siwon.. Wow
kurasa aku hampir mati karna terkejut..

YOONA: (melengkungkan alis) apa yang
membuatmu begitu terkejut oenni?

SICA: (menarik napas) Heechul oppa.. dia yang membuatku
terkejut, kau tahu dia ternyata sudah
pernah menikah saat diluar negri..

YOONA: MWO.. Oenni ya jangan
bercanda, heechul oppa bilang dia tak
berhubungan dengan siapapun setelah
putus dengan mu..

SICA: Aigoo.. Percayalah, aku bahkan
bertemu dengan mantan istrinya tadi..

YOONA: jinjayo?

SICA: (mengangguk) kau tahu siapa
wanita itu..

YOONA: nuguya oenni?

SICA: pengacau di RAINBOW yang
membuatmu seperti ini..dia mantan
istri heechul oppa, Tiffany.. (menatap
siwon)

SIWON: (terdiam)

YOONA: Heechul oppa dan fanny..
(menatap siwon) mana mungkin..

SIWON: (menggeleng) aku tak tahu..
Aku memang tahu Tiffany menikah tapi
aku tak tahu jika pria itu adalah
Heechul..

SICA: sudahlah.. kita lupakan dulu hal itu
(memperhatikan kursi roda) kau mau
kemana yoong?

YOONA: Oh..aku ingin melihat anak
ku.. (menggenggam tangan siwon)

SIWON: (tersenyum) dokter sudah
mengijinkannya (menatap sica)

SICA: (tersenyum) ya..kau memang
harus melihatnya, ayo aku bantu..

Sica memegang kursi roda saat siwon
perlahan memapah yoona turun dari
tempat tidur dan membantunya duduk.

SICA: euh.. Apa kalian belum
memberinya nama? Kenapa masih
memanggil keponakan ku dengan Dia
Dia Dia.. (menatap yoona & siwon)

YOONA: (menggeleng)

SIWON: setelah yoona melihatnya,
kami akan memberinya nama..
(tersenyum) ada usul..??

Sejenak Jessica terlihat berpikir nama
apa yang sekiranya cocok diberikan untuk
keponakan nya.

SICA: emm…bagaimana jika Darren,
Damian, Mikail, Rafael atau Lucas,
Andrew, Harry (tersenyum) atau
Christian.. Hah..begitu banyak nama yang
aku suka (menatap siwon & yoona)
bagaimana? Kurasa kalian bisa
mempertimbangkan salah satu
diantaranya..

Saling menatap, Yoona dan Siwon
sama-sama menggelengkan kepalanya
menanggapi usulan nama dari jessica.

SICA: tidak satupun?? (Membulatkan mata)

YOONA: (menggeleng)

SICA: wae? Bukankah nama itu sangat
keren?

YOONA: Oenni.. Kau memberikan nama
kebarat-baratan pada anak ku..(merengut)

SICA: Oh.. Ayolah aku ingin keponakan
ku memiliki salah satu nama
diantaranya..

YOONA: Aniyo..jangan samakan dia
dengan mu, cukup oenni saja yang tak
mau memakai nama korea oenni, anak
ku akan tetap memakai nama korea.. sepertiku dan siwon..

SICA: baiklah.. kau memang lebih
berhak memberikan nama untuk
anakmu..

YOONA: hm..mm

SICA: tapi aku juga punya panggilan
sayang untuk keponakan ku
(tersenyum) Christian..aku sangat suka
dengan nama itu, aku akan
memanggilnya Kris..

YOONA: simpan nama itu untuk
anakmu kelak oenni..(menatap siwon)

SIWON: (tersenyum & mengedikkan
bahu)

SICA: Yoona ya.. Tahukah kau ada
banyak pria diluar sana yang memakai
nama Christian dan mereka semua
sangat kereennn..

YOONA: (menggeleng) tidak.. aku tak
tahu..

SICA: Aishh.. Kau tak tahu Christiano
Ronaldo? Pesepakbola paling keren
didunia ini..

YOONA: Aku tak suka bola…

SICA: itu masalahmu (mencibir) jadi
kurasa nama yang kuberikan untuk
keponakanku tak salah.. Kris akan
menjadi generasi pria keren
berikutnya..

YOONA: Ckckckk.. (menggeleng-gelengkan kepala)

SIWON: kurasa dengan atau tanpa
nama itu putraku tetaplah akan menjadi
pria keren nantinya, karna dia mewarisi
darah ku..(tersenyum bangga)

YOONA: (terkikik & mengangguk
setuju)

SICA: Ishh..kalian ini (cemberut)

YOONA: (meraih tangan siwon) yeobo..
Ayo, aku ingin melihatnya..

SIWON: (mengangguk)

YOONA: Oenni ya.. kau mau ikut dengan
kami?

SICA: euh..nanti aku menyusul, aku
akan menelpon umma sebentar
(tersenyum)

Mendorong kursi roda yang ditempati
yoona, siwon membawanya kesebuah
ruangan bayi dimana bayi mereka
berada dalam inkubator yang berada didalam
sana.

YOONA: apa yang terjadi? (menitikan airmata) apa dia
baik-baik saja? Dia terlihat lemah..

SIWON: sshtt..sejauh ini dia stabil, kau
melahirkan premature.. karna itu dia
perlu perawatan lebih intensif, dia akan
baik-baik saja chagi.. Yakinlah
(menggenggam tangan yoona)

YOONA: maafkan oemma sayang,
seharusnya oemma bisa menjaga mu
lebih baik lagi.. Jadi kau tak perlu
berada didalam sana..

SIWON: kau sudah melakukan yang
terbaik untuknya..

YOONA: bisakah kita masuk kedalam?
Aku ingin menyentuhnya..

SIWON: (mengangguk) aku akan
panggilkan suster sebentar..

Bersama seorang suster keduanya
lantas masuk kedalam ruangan bayi
tersebut.

begitu berada didepan inkubator tempat
bayinya berada, yoona kembali
menangis tak mampu menahan airmata
yang terus lolos membasahi wajahnya,
melihat bayi dengan kulit yang berwarna
merah didalam nya.

Itu putranya..
Janin yang beberapa bulan berada dalam
rahim nya..
Kini ia bisa menyentuh
dengan kedua tangan nya.

Putranya menggeliat dalam tidurnya
begitu tangan lembut yoona menyentuh
permukaan kulitnya, dadanya naik
turun menandakan pernapasan nya yang
teratur.

SUSTER: putra anda dalam keadaan
stabil Ny..

YOONA: ne..dia sangat tenang..
(menatap suster) bisakah aku
memberikan Asi untuk nya..

SIWON: (mengusap bahu yoona)

SUSTER: (tersenyum) anda bisa
melakukan nya Ny..tapi untuk
sementara anda tak bisa memberikan
nya secara langsung, kita bisa
memompa Asi anda untuk kemudian
diberikan padanya..(tersenyum)

YOONA: (mengangguk) nde..aku
mengerti, kapan aku bisa melakukan
nya?

SUSTER: nanti kita akan lakukan tahap
pemeriksaan terlebih dulu..

Sang suster lantas meninggalkan
keduanya karna yoona masih ingin
berada disana, memperhatikan putra
kecilnya yang sedang tidur.

YOONA: dia memiliki hidung sepertimu
(tersenyum)

SIWON: Kau akan lihat nanti, dia juga
memiliki mata yang sama sepertimu..

YOONA: Oh..benarkah?

SIWON: (mengangguk) mata yang sangat
berkilau sepertimu (meraih tangan
yoona) kau tahu aku sangat-sangat lah
takut, berjam-jam kau menutup mata
indah mu, kau tak juga sadarkan diri..
Aku dicekam perasaan ketakutan akan
takbisa lagi melihat nya..

YOONA: itu berarti kau tak
mempercayai ku yeobo..
(menggenggam tangan siwon)
bukankah aku sudah berjanji sebelum
nya, aku akan bertahan dan baik-baik
saja.. Seharusnya kau mempercayaiku,
kau tak akan dicekam perasaan takut
seandainya kau mempercayaiku.. Jadi
kapan kau akan mulai percaya padaku?
(cemberut)

SIWON: (mengusap rambut yoona) iya,
aku akan selalu percaya
padamu..terimakasih untuk tetap
bertahan sayang..

Menekan bibirnya dikening yoona,
siwon memberikan ciuman penuh
kehangatan. Yoona melingkarkan tangan
nya dipinggang siwon merasakan
siwon menyalurkan rasa sayang
padanya.

SIWON: (tersenyum menatap yoona)
jadi menurutmu apa nama yang tepat
untuk anak kita?

YOONA: emm..bagaimana kalau Min
ho? (menatap siwon)

ucap yoona mengusulkan sebuah nama
untuk anaknya pada siwon.

SIWON: Min ho?

YOONA: (mengangguk)

SIWON: ada alasan mengapa kau ingin
memberi nama anak kita Min ho?

YOONA: (menggeleng) tidak..hanya
saja ada aktor yang bernama Min ho dan
aku menyukainya..(tersenyum)

SIWON: Min ho? Lee Minho maksud
mu?

YOONA: hm..mm (mengangguk tersenyum)

SIWON: Aigoo..aktor itu bahkan tak
lebih tampan dari ku.. Cari nama yang
lain, aku tak mau jika nama anak kita
justru akan mengingatkan mu pada
aktor itu.. pada pria lain selain aku..

YOONA: Ishh..(cemberut) kalau Joong
ki?

SIWON: apa dia juga aktor?

YOONA: (mengangguk)

SIWON: kalau begitu tidak.. Yang lain..

YOONA: Seung ho?

SIWON: (menggeleng) aku tahu dia
salah satu aktor muda kan?

YOONA: hm..bukankah dia tampan?
Aku ingin anak kita nantinya juga
setampan dia (tersenyum)

SIWON: Chagiya..dia sudah pasti akan
menjadi anak yang tampan, tanpa harus
kau memberinya nama salah satu
aktor-aktor itu.. Lihatlah appa nya saja
setampan ini..(tersenyum & mengerlingkan mata)

YOONA: Aishh..(memukul lengan
siwon) lantas siapa namanya? Aku tak
tahu lagi, jika semua nama yang ku usulkan tak bisa kau terima..

SIWON: emm.. Bagaimana kalau…

“Jun seo”

Siwon gagal meneruskan kalimatnya
saat kedua mertua, juga orang tuanya
Tn. dan Ny. Choi telah berdiri
diambang pintu..

YOONA: appa..oemma (tersenyum)

TN.CHOI: Junseo.. Choi Jun seo..
Kami telah membicarakan nya tadi, dan
sepakat mungkin nama itu cocok untuk
cucu pertama kami..

TN.IM: ne..apa kalian menyetujui nya?
Kedengaran nya kalian masih
kebingungan menentukan namanya..

Siwon dan yoona saling menatap
memberi isyarat lewat tatapan mata
mereka.

NY.CHOI: kami tidak memaksa..ini
hanya sekedar usulan dari kami para
orang tua (tersenyum)

NY IM: Iya terserah pada kalian
bagaimana..

YOONA: (mengangguk pada siwon)

SIWON: (tersenyum)

YOONA: (menatap ke semua orangtua
nya) ne.. Choi Junseo aku
menyukainya.. (tersenyum)

SIWON: Jadi putraku sekarang sudah
mempunyai nama.. Junseo.. Choi Jun
seo (tersenyum)

SICA: haiii.. Kris..

Jessica masuk dan membuat semua
menoleh kearahnya karna seruan darinya..

NY.IM: Kris? Nugu sica ah..?

SICA: cucu umma, keponakan ku.. Aku
memanggilnya kris..(tersenyum)

YOONA: Oenni ya.. Anak ku sudah
punya nama Junseo..jadi kau simpan
saja nama itu..

SICA: Oh.. Junseo? Nama yang
bagus..aku menyukainya (tersenyum)
tapi aku lebih menyukai memanggilnya
Kris..tak masalah bukan?

YOONA: umma.. Oenni memberi nama
kebarat-baratan pada anakku..

NY.IM: Aigoo.. Kau ini, dia sudah punya
nama sekarang..panggil dia Junseo..

SICA: aku tak janji..

YOONA: Ck!! Oenni ya..

Well..rasanya tak akan selesai jika hal
itu tetap diteruskan, sica pun akhirnya
keluar dari ruangan itu dengan terkikik
geli dan tetap mempertahankan apa yang
diinginkan nya, memanggil Junseo
dengan panggilan kesayangan darinya,
Kris…

Setelahnya Yoona kemudian kembali kekamar rawatnya
untuk beristirahat.

NY.IM: umma dan appa pulang ya
sayang.. beristirahatlah..

YOONA: (mengangguk) ne umma..
(tersenyum)

NY.CHOI: kami juga harus pulang
sayang..(menggenggam tangan yoona)
jaga Junseo untuk kami..minggu depan
kami akan kembali lagi (mengusap
rambut yoona)

YOONA: Oemonim mianhae.. Karna aku
mendadak harus menjalani persalinan,
kami tak jadi ke Busan..

NY.CHO: gwechana..yang terpenting kau
baik-baik saja sekarang, dan mudah-
mudahan Jun secepatnya bisa keluar
dari inkubator..jadi kalian bertiga bisa
ke Busan bersama (tersenyum)

YOONA: ne oemonim..(tersenyum)

SIWON: aku akan mengantar appa dan
oemma sampai kebawah..

YOONA: (mengangguk)
Setelah semuanya keluar dan kamar
nya menjadi sepi sekarang, yoona
merebahkan tubuhnya dan
memejamkan matanya untuk
beristirahat.

>>>

Hari ini kondisi yoona sudah lebih baik
dibanding kemarin, hanya sedikit nyeri
diperut bekas operasi yang ia rasakan.

Dan hari itu juga beberapa rekan
kerjanya datang mengunjungi nya..

YURI: kami sudah melihat anakmu
tadi..aku ingin menyentuhnya tapi
suster melarangku..

YOONA: Jun masih perlu perawatan
intensif..

SUNNY: apa dia akan lama berada
dalam inkubator itu..?

YOONA: molla.. Dokter hanya
mengatakan sampai keadaan nya
memungkinkan..

HYO: kasian sekali baby Jun..

SOO: Oh Yoona ssi.. Ny.Kim
menitipkan ini untukmu..

Sooyoung meletakkan buket bunga, dan
menyerahkan sebuah kartu yang terselip
ditengahnya kepada yoona.

SOO: sajangnim sedang ada pekerjaan,
jadi dia belum bisa mengunjungimu..

YOONA: ne..gomawo..

Yoona lantas membaca kartu yang tertulis
ucapan selamat atas kelahiran
putranya dari Taeyeon sekaligus
menuliskan permintaan maafnya pada
yoona atas kesalah pahaman tempo
hari diantara mereka.

Yoona hanya tersenyum saat membaca
barisan kalimat yang mengatakan
Taeyeon ingin membicarakan
semuanya nanti setelah keadaan yoona
dan juga anaknya membaik.

YOONA: (tersenyum) nanti sampaikan
terimakasih ku pada sajangnim..

HYO: kau tak marah padanya?

SUNNY: ne..kau yang dipersalahkan
waktu itu, sedangkan fanny..

YOONA: Oh..bagaimana dengan fanny?

Sunny dan rekan lain nya nampak
saling menatap menanggapi pertanyaan
dari yoona.

YOONA: hei..kenapa tak menjawab?
Bagaimana dengan nya..?

HYO: kau memperdulikan nya?

YOONA: sekedar ingin tahu Hyoyeon
ssi..tak ada salahnya kan? Jadi
bagaimana dengan nya?

YURI: Kurasa kau menjadi lebih peduli
sekarang..

YOONA: (menatap yuri) aku memang
selalu peduli Kwon Yuri.. Kau saja yang
tak menyadarinya (tersenyum)
bagaimana dengan tunangan mu itu?

YURI: Aigoo.. Inikah bentuk kepedulian
mu yang lainnya..

YOONA: (tersenyum)

SOO: Kurasa yang ini kau belum tahu
Yoona ssi.. Yuri ditinggal tunangan nya
Wamil (menepuk pundak yuri)

YOONA: Ahh..benarkah? Kasian sekali,
kau pasti kesepian..

YURI: ne..(cemberut) tapi nada
suaramu terdengar seperti ejekan
buatku..

YOONA: (terkikik) itu hanya perasaan
mu saja, kurasa kau menjadi terlalu
sensitif sekarang.. Bagaimana dengan
mu? (menatap Hyo)

HYO: aku? bagaimana dengan ku? tak
ada yang salah denganku.. Kurasa aku
baik-baik saja..

SUNNY: dia akan baik-baik saja
selama ada sosialita itu yang menjamin
hidupnya..

HYO: hei..aku bekerja,aku mencukupi
kebutuhan ku sendiri,dan sama sekali
tidak bergantung pada pria manapun..

SOO: nde.. Sunny benar, sosialita itu
bisa menjamin hidupnya kalau
Hyoyeon mau..

HYO: sayangnya aku tak mau
menjaminkan hidupku pada siapapun..

YOONA: bagaimana kau bisa
mengenalnya?

HYO: Oh.. Ayolah kenapa jadi aku yang
dijadikan bahan, kita datang untuk
menjenguk mu dan baby Jun..

YOONA: kudengar dia juga penulis
(tersenyum)

HYO: Yak.. Yoona ssi, hentikan
kepedulian mu jika seperti ini..

YOONA: Sedikit berbagi kisah cintamu
dengan rekan, tak ada salahnya bukan?

HYO: Okey..aku mengenalnya sebelum
bergabung di RAINBOW, aku bekerja
diperusahan penerbitan, dia seorang
penulis..dan kurasa kalian sudah bisa
menyimpulkan bagaimana pertemuan
kami..

SOO: kau editor yang melakukan pengeditan pada
tulisan nya?

HYO: ya..beberapa (menatap yoona)
seperti yg kau katakan yoona ssi,
sedikit berbagi kisah cinta dengan
rekan memang tak ada salahnya kan..?
Bagaimana dengan mu dan siwon?
Kabar kehamilan mu dan juga
pernikahan kalian terlalu cepat dan
mengejutkan.. Kurasa dulu kau begitu
antipati pada siwon? Lalu bagaimana
bisa kemudian kau berbalik
mencintainya..

Hyoyeon sepertinya puas karna berhasil
membalik keadaan, kini semua rekan
nya beralih menatap yoona, setuju
dengan pertanyaan yang Hyo lontarkan.

Sedikit gugup karna tak mungkin yoona
menceritakan aibnya sendiri, hamil
diluar nikah dan kesepakatan
pernikahan yang dulu dilakukan nya, itu merupakan
bagian dari privasi nya.

YOONA: bukan cinta namanya jika tak
bisa menemukan jalannya untuk
berlabuh (tersenyum) kembali ketopik
awal, aku bertanya tentang fanny tadi.. jadi bagaimana dengannya?

Bukan yoona namanya jika tak bisa
mengendalikan situasi. bukan jawaban
dari pertanyaan Hyoyeon yang diberikan nya
melainkan pengalihan pembicaraan
kearah yang lain..

SUNNY: huftt..(menghembuskan napas)
fanny sudah tak terlihat dikantor sejak
ribut-ribut kemarin..

YOONA: Oh..benarkah? Lalu bagaimana
dengan pekerjaan nya?

YURI: Sajangnim sementara
menjadikan Sooyoung penggantinya..

YOONA: (menatap sooyoung) pimpinan tim
sekarang??

SOO: hei..jangan menatapku seperti
itu.. Aku memang tak sebaik dirimu
tapi aku tak akan mengambil artikel
untuk mengacaukan RAINBOW.. Oh
Yoona ssi, kurasa aku akan banyak
bertanya padamu.. kau yang sudah
berpengalaman, jadi jika tak mau aku
merepotkan mu sebaiknya kau lekas
kembali agar aku juga bisa kembali
keposisi ku..

YOONA: entahlah.. aku belum tahu,
sekarang Junseo yang menjadi prioritas
ku..

Tapi tak bisa dipungkiri yoona juga
ingin tahu tentang fanny, dimana dia
sekarang? Kenapa tak lagi bekerja?

Kenyataan dia adalah mantan istri
Heechul, seseorang yang sudah ia anggap
sebagai kakaknya, membuatnya tak
bisa bersikap seolah tak perduli
tentangnya.

>>>

Saat ini dibantu seorang suster, yoona
sedang memompa Asi untuk diberikan
pada Junseo, dan karna keadaan Yoona yang
sudah semakin membaik, dokter juga
telah mengijinkan nya pulang.

Tapi tidak dengan Junseo yang masih harus
berada dalam inkubator.

SIWON: (melongok masuk) sudah
selesai?

YOONA: ne…

SIWON: (menghampiri yoona)

YOONA: terimakasih suster
(membenarkan pakaiannya)

SUSTER: Iya Ny..saya permisi (keluar)

YOONA: kenapa langsung masuk?
Seharusnya kau menunggu suster tadi
keluar..

SIWON: (tersenyum) mungkin kau
butuh bantuan ku..

YOONA: tidak..

SIWON: mengancingkan pakaian mu
mungkin..(mengerling)

YOONA: ishh..Aku bukan anak kecil lagi.. dan jangan berpikir mesum sekarang..

Siwon tergelak mendengarnya dan kemudian menyentuh kepala Yoona untuk sedikit mengacak rambutnya..

SIWON: (tertawa) dokter bilang kau
sudah boleh pulang (mengusap rambut
yoona)

YOONA: ne..tapi aku ingin tetap disini,
siapa yang akan menjaga Jun jika aku
pulang..

SIWON: Ada dokter dan suster yang akan
menjaga Junseo.. jangan khawatir..

YOONA: tapi aku tak bisa jauh darinya..

SIWON: tapi kau juga perlu banyak
istirahat..Kita bisa kembali besok
(meraih tangan yoona) Ayo kita pulang..

YOONA: euh yeobo..ada yang ingin
kutanyakan padamu (menatap siwon)

SIWON: apa yang ingin kau tanyakan?

YOONA: apa kau tahu dimana Tiffany
sekarang?

Siwon tak lantas menjawab pertanyaan
yoona, namun justru menatapnya.
membuat yoona akhirnya mengulang
pertanyaan an.

YOONA: (menatap siwon) kau tahu
dimana fanny?

SIWON: kenapa kau menanyakan nya
padaku?

YOONA: euh..mungkin kau tahu dimana
dia, karna…

SIWON: karna dia mantan kekasih ku?
Begitukah maksudmu..?

YOONA: bukan, bukan begitu..karna dia
sudah tak lagi bekerja dan tak ada yang
tahu dia pergi kemana…

SIWON: lantas karna tak ada yang tahu
dia kemana lalu kau mengira aku
mengetahui keberadaan nya…

YOONA: aku hanya bertanya, kenapa
kau jadi marah..?

SIWON: pertanyaan mu menyiratkan
kecurigaan mu padaku, Yoona..

YOONA: aku tidak mencurigaimu..

SIWON: lalu kenapa kau tak bertanya
pada Heechul, dia mantan suaminya
kemungkinan dia tahu dimana
fanny..atau kau bisa bertanya pada
Donghae, dia yang kini dekat dengan
fanny, kemungkinan nya lebih besar
untuk tahu dimana fanny daripada Aku. Demi Tuhan
Yoona.. tak sekalipun dia
menghubungiku dan aku pun tak
berniat menghubungi nya..

Yah..
pertanyaan yoona sepertinya
membuat siwon tersinggung.
Terlihat tak
suka dan ada nada kemarahan dari
kalimat-kalimat yang diucapkan nya.

YOONA: aku hanya bertanya padamu,
kenapa reaksimu justru seperti ini? Jika
kau tak mengetahuinya, kau cukup
menjawab ‘tidak tahu’ padaku, tak perlu
seperti ini..

SIWON: (menatap yoona) Aku tidak tahu
dimana fanny, kau puas..!!

YOONA: Yeobo.. (memeluk siwon)
jangan marah padaku.. sudah kukatakan
aku hanya bertanya padamu, dan bukan
mencurigaimu, kenapa aku tak
bertanya pada Heechul oppa atau
Donghae, itu karna aku belum bertemu
dengan mereka..

Siwon hanya diam mendengarkan
penjelasan yoona, dia juga tak
membalas pelukan yoona ditubuhnya.

YOONA: (menatap siwon) jangan
marah..

SIWON: (diam)

YOONA: yeobo..(mengguncang lengan
siwon) jangan marah padaku..aku takut
jika kau marah padaku..(menunduk)

SIWON: sudahlah lupakan..

Nada suara siwon yang terkesan dingin
membuat yoona kembali
mendongakkan wajahnya menatap
siwon, dapat ia simpulkan dari sorot
matanya siwon memang marah
padanya.

YOONA: Okey.. aku benar-benar minta maaf.. sungguh
(mencium pipi kanan siwon) maafkan
aku (mencium pipi kiri) maaf jika aku
menyinggung perasaan mu.. (mengecup
bibir)

tak cuma sekali bahkan beberapa kali
yoona memberikan kecupan singkat
dibibir siwon, namun tak membuat
siwon bergeming sampai akhirnya
yoona menyadari ada seulas senyum
yang dengan sengaja disembunyikan oleh
siwon.

Oh..
rupanya pria itu sedang
mengerjai dirinya.

YOONA: aish..(mendorong dada siwon)
paboya.. berhenti mengerjaiku..!

SIWON: (tertawa) waeyo? Aku belum
memaafkan mu..dan aku masih marah
padamu, kau perlu memberikan
kecupan lebih banyak untuk meredakan
amarahku..(menyeringai)

Siwon lantas merangkul pinggang
yoona saat yoona berniat mundur dari
hadapan nya.

YOONA: (meletakkan kedua tangannya
didada siwon) kenapa belakangan ini
kau menjadi pemarah? (menatap siwon)

SIWON: benarkah? Aku tak
menyadarinya..

YOONA: (mengangguk) kau tak bisa
seperti itu, Ingat kau telah menjadi
seorang ayah sekarang.. Kau harus
memberikan contoh yang baik untuk
Junseo..

SIWON: begitukah?

YOONA: tentu saja.. Aku tak mau Jun
mencontoh kemarahan mu..

SIWON: (tersenyum) Jun masih terlalu
kecil untuk mengerti chagi..(menyentuh pipi yoona)

YOONA: Iya..tapi dia akan cepat
bertumbuh,dan kau harus mulai
mengendalikan amarahmu..

SIWON: hm..baiklah aku mengerti, dan
lagi aku juga bukan pemarah seperti yang
kau katakan, hanya pada saat-saat
tertentu yang menyangkut dirimu
(menarik dagu yoona)

YOONA: maafkan karna pertanyaan ku
tadi…

SIWON: ssttt..(meletakkan telunjuknya
dibibir yoona) aku yang salah
mengartikan pertanyaan mu, mianhae..

Meraih lebih dekat wajahnya, siwon
lantas menanamkan ciuman dibibir
yoona, menekan lebih dalam
bibirnya.. menyesap merasakan rasa yang
seolah lama tak dirasakan nya.

Yoona terlena dalam kehangatan yang
tercipta, menautkan bibirnya
merasakan bibir siwon kian dalam
menekan bibirnya hingga terdengar
suara rintihan, butuh beberapa detik
untuk menyadari itulah suara rintihan
yang keluar dari tenggorokan nya, setelah
merasakan nyeri pada perutnya saat
siwon kian merapatkan tubuhnya.

SIWON: (melepas ciuman nya &
menatap yoona) waeyo chagi..?

YOONA: perutku terasa nyeri..

SIWON: Oh..benarkah? Apa terasa
sakit? (cemas) Aku akan panggilkan
dokter untuk memeriksanya..

YOONA: (menahan lengan siwon)
Ishh..tak perlu panggil dokter,ini
salahmu..

SIWON: salahku? (bingung)

YOONA: kau menekan tubuhku terlalu
rapat dengan mu hingga menyentuh
perutku (memegang perutnya) luka
pasca operasi belum sepenuhnya
mengering..

SIWON: Ahh, arraso arraso..lain kali aku
akan lebih hati-hati (tersenyum) Ayo
pulang..(menggandeng tangan yoona)

YOONA: kita pamit pada Junseo dulu..

SIWON: (mengangguk)

Berjalan beriringan keduanya lantas
menuju ruang bayi.
merasa heran karna terjadi kesibukan
beberapa suster didalam nya dan sang
dokter yang terlihat sedang memeriksa
Junseo putra kecilnya, memunculkan
kekhawatiran didiri yoona..

YOONA: Jun ah..apa yang terjadi? Ada
apa dengan Junseo??

Siwon mencoba menenangkan yoona yang
saat ini jelas terlihat gurat kecemasan
diwajahnya.

SIWON: tenanglah.. kita akan tanyakan
pada dokter nanti..

YOONA: tapi apa yang terjadi yeobo? Aku
ingin tahu.. Aku takut terjadi apa-apa
pada Jun.. Dia telalu lemah..

SIWON: Iya..aku juga (merangkul
yoona) tapi kita harus menunggu,
lihatlah dokter sedang memeriksanya..

YOONA: (memeluk siwon) Oh Tuhan..
Kumohon jangan biarkan hal buruk
terjadi pada Junseo..

SIWON: (mengusap punggung yoona,
menenangkan)

Tak lama berselang sang dokter keluar
dari ruangan bayi, yoona melepaskan
pelukan nya pada siwon dan segera
menghampiri Victoria untuk
menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada
putranya.

YOONA: dokter..apa yang terjadi? Ada
apa dengan Jun..?

VIC: saya baru saja melakukan
pemeriksaan Ny..

YOONA: lalu bagaimana? Bukan hal yang
buruk kan? Jun.. Jun tidak apa-apa
kan dokter..?

SIWON: (mengusap pundak yoona)

VIC: (tersenyum) bukan Ny.. Bukan
sesuatu yang mesti anda khawatirkan,
saya hanya melakukan pemeriksaan
rutin tadi dan hasilnya putra anda
Junseo.. Dia baik-baik saja
(tersenyum)

YOONA: Oh..benarkah? (menarik napas
lega)

VIC: (mengangguk)

YOONA: (menatap siwon) dia baik-baik
saja yeobo.. Syukurlah..

SIWON: (mengangguk & tersenyum)

YOONA: (menatap vic) maaf dokter
kekhawatiran ku pada Jun mungkin
terlalu berlebihan.. Itu karna aku
terlalu takut terjadi sesuatu padanya.

VIC: nde..gwechana, saya paham Ny..
ini pengalaman pertama untuk anda
(tersenyum) apakah anda sudah akan
pulang?

YOONA: nde..tadinya begitu, tapi aku
akan membatalkan nya, aku ingin
bersama Jun..

SIWON: kau juga perlu istirahat
sayang..

VIC: (tersenyum) suami anda benar
Ny.. Anda sebaiknya pulang untuk
beristirahat .

YOONA: apa tidak apa-apa jika saya
pulang, bagaimana dengan Jun?

VIC: beberapa suster yang bertugas akan
bergantian menjaga nya..lagipula
keadaan nya stabil dan semakin
membaik, kita hanya perlu menambah
berat badan nya sebelum dikeluarkan
dari dalam inkubator..

YOONA: baiklah dokter saya mengerti,
tapi sebelum pulang saya ingin
melihatnya terlebih dulu (tersenyum)

VIC: Oh silahkan, saya permisi dulu..

>>>

Jam delapan malam siwon dan yoona tiba
diapartemen, siwon sempat
menawarkan apakah yoona ingin
pulang dan tinggal sementara dirumah
orangtuanya, tapi yoona merasa belum
perlu. mungkin nanti jika Junseo sudah
boleh dibawa pulang, ia akan tinggal
sementara dirumah orangtuanya karna
pasti ia akan membutuhkan bantuan
dari umma nya.

SIWON: (memasangkan selimut)
selamat beristirahat (mencium kening
yoona) tidurlah..

YOONA: (menahan lengan siwon) kau
tak tidur juga..?

SIWON: (tersenyum) aku akan mandi
terlebih dulu, setelah itu aku perlu
menyiapkan beberapa kameraku
(membelai rambut yoona) masa cutiku
sudah habis, besok aku harus mulai
bekerja..

YOONA: Yasudah kalau begitu, euh
yeobo..bisakah kau mencari tahu
dimana fanny..?

SIWON: (mengernyit) fanny? Kenapa
kau terus menanyakan nya..?

YOONA: aku hanya ingin tahu..

SIWON: sudahlah..jangan memikirkan
yang lain, fokuslah pada pemulihan
tubuhmu dan juga kondisi Junseo..
Jangan biarkan dirimu terbebani
dengan hal lain yang tidak penting, kau mengerti?

YOONA: tapi…

SIWON: jangan bersikap keras kepala,
mengerti?

YOONA: (cemberut)

SIWON: Kau telah menjadi seorang ibu
sekarang, jangan terus
mempertahankan sifat keras
kepalamu.. Aku takut jika nantinya Jun
meniru kebiasaan mu..

Yoona makin merengut, pasalnya apa
yg siwon katakan seperti apa yang tadi
dikatakan nya saat meminta siwon tak
terus menggunakan kemarahan nya.

SIWON: kau mengerti chagi..(mengusa
p rambut yoona)

YOONA: hm..(mengangguk)

SIWON: bagus..kau akan menjadi ibu
yang baik untuk Jun (tersenyum)

YOONA: hanya sekedar bertanya pada
Ny.kim atau Donghae kau mau kan?
Mereka mungkin tahu dimana fanny..

SIWON: Chagiya..cepatlah tidur dan
tutup mulutmu atau aku yang akan
mengunci bibir manismu dengan caraku..
(menyeringai)

YOONA: Aishh..arraso arraso (menarik
selimut menutupi wajahnya) cepatlah
keluar dan lakukan apa yang ingin kau
lakukan, matikan lampunya aku ingin
tidur..

SIWON: (tersenyum)

>>>

Sudah beberapa hari berlalu setelah
kepulangan nya malam itu, dan seperti
beberapa hari sebelum nya, setiap pagi
sebelum menuju kantor, terlebih dulu
siwon akan mengantarkan yoona
kerumah sakit untuk melihat keadaan
Jun setiap harinya.

SIWON: nanti sore aku akan
menjemputmu..

YOONA: (tersenyum) ne..berhati-hat
ilah menyetir..

SIWON: aku akan melakukan nya
(tersenyum)

YOONA: (melambaikan tangan)

Setelah mobil yang dikendarai siwon
berlalu dari hadapan nya, yoona segera
melangkah masuk kedalam rumah
sakit, tak sabar untuk bertemu dengan
putranya.

YOONA: Oppa..

Sejak saat setelah menjalani operasi
yoona memang belum bertemu lagi
dengan heechul.

HEE: hei.. Yoong, kau sudah membaik,
aku melihat keponakan ku tadi
(tersenyum)

YOONA: Oppa..Kau kemana saja?

HEE: aku ada tugas diluar kota
(tersenyum) baru malam tadi aku
pulang..

YOONA: euh..ada yang ingin kutanyakan
padamu?

HEE: tentang apa yoong?

YOONA: Tiffany.. Oppa tahu dimana dia
sekarang?

Merasa heran dengan pertanyaan
yoona, heechul hanya mengerutkan
dahinya.

YOONA: Oppa..kau tahu kan?

HEE: fanny? Kenapa kau bertanya
tentang dia padaku?

YOONA: Ishh..Aku sudah tahu,kau
ternyata pernah menikah dengan
fanny.. Sica oenni yang menceritakan nya
padaku.

Heechul sepertinya telah melupakan
fakta bahwa sica dan yoona,dua
bersaudara ini sangat dekat, sudah
pasti sica akan menceritakan apa yang
diketahuinya pada yoona.

YOONA: dia tak kembali ke kantor dan
tak ada yang tahu dimana keberadaan
nya..

HEE: Owh..tapi aku juga tidak tahu dia
dimana yoong..

Heechul mengatakan bahwa setelah
pertemuan tak terduga antara dia dan
fanny waktu itu, ia belum pernah lagi
bertemu dengan fanny ataupun bertukar
kabar dengan nya.

HEE: aku bahkan tak punya nomor
ponselnya..

YOONA: apa hubungan kalian tak baik
setelah perceraian itu..?

HEE: hm..entahlah aku tak bisa
menyebutnya baik atau tidak
baik, hanya.. aku dan dia tak lagi
berkomunikasi setelah itu..kita jalan
masing-masing (tersenyum)

YOONA: Owh…

HEE: kenapa kau ingin tahu
tentangnya? Bukankah dia telah
menyakitimu..

YOONA: aku hanya ingin tahu, entahlah
tak ada alasan lain selain itu..

HEE: (menyentuh bahu yoona) kurasa
fanny hanya sedang membutuhkan
waktu sendiri, dia akan bisa
menentukan apa yang terbaik untuk
hidupnya..(tersenyum) kau akan
melihat Junseo kan?

YOONA: hmm..(tersenyum)

HEE: dia semakin sehat, Vic sedang
memeriksanya, Lihatlah kesana..aku
akan memeriksa pasienku (tersenyum)

YOONA: ne.. Oppa sampai bertemu
lagi..

>>>

Tersenyum pada beberapa suster yang
berpapasan dengan nya, yoona
langsung menuju ke ruang dimana
Junseo berada.

disambut senyuman ramah dari suster
yang bertugas, Yoona masuk kedalam
tempat yang sudah tak asing lagi baginya.
setelah setiap hari ia mendatanginya.

YOONA: annyeong..(tersenyum)

VIC: (menoleh) annyeong haseyo Ny..
(tersenyum) anda datang lebih pagi hari
ini..

YOONA: nde.. Suamiku berangkat kerja
lebih pagi tadi.. Bagaimana dengan Junseo,
dokter?

VIC: dia baru selesai dimandikan dan
saya juga sudah melakukan
pemeriksaan seperti biasa (tersenyum)
kabar baik untuk anda Ny..

YOONA: Oh..benarkah? Apa dokter?
Apa Junseo sudah bisa pulang bersama
ku?

Memperhatikan raut wajah vic, yoona
berusaha mencari tahu jawaban nya.

VIC: (mengangguk) kurasa anda bisa
membawanya pulang esok hari..
(tersenyum) Jun tak memerlukan
inkubator lagi, dia sangat sehat
sekarang..

Tersenyum sekaligus meneteskan
airmata, yoona merasakan keharuan
dalam hatinya, dan berterimakasih
pada Victoria sebagai dokternya, juga
beberapa suster yang telah ikut merawat
Jun dengan sangat baik.

Seorang suster lantas membantu yoona
meletakkan Junseo dalam gendongan
nya, menatap mata Jun dan merasakan
tubuh mungilnya menggeliat, yoona kini seakan
tengah merasakan kebahagiaan
terbesar dalam hidupnya.

>>>

Malam ini setelah tadi siwon
menjemputnya dirumah sakit dan
kembali keapartemen untuk mengambil
semua keperluan Jun, dari mulai
pakaian, box bayi sampai kereta bayi yg
tempo hari telah mereka siapkan.
keduanya langsung menuju kediaman
orang tua yoona.

Ya..untuk sementara yoona dan siwon
akan tinggal disana, sampai yoona
merasa bisa mengurus Junseo tanpa
bantuan umma nya.

YOONA: (menekan bel)

SICA: (membuka pintu) Yoona ya
benarkah Kris sudah boleh pulang?

YOONA: Junseo oenni..

SICA: Ah..sama saja, benar besok kau
membawa Kris pulang kesini?

YOONA: (tersenyum & mengangguk)

SICA: Kyaaaa..(memeluk yoona)
akhirnya aku bisa bersamanya setiap
hari..

YOONA: Oenni ya (melepas pelukan
sica) bisa kau bantu siwon menurunkan
barang-barang Jun? Aku akan melihat
kekamar ku untuk memastikan tempat
yang cocok untuk memasang box bayi
milik Jun (tersenyum)

SICA: Ishh..Kau mengganggu
kesenangan ku..

Meninggalkan sica yang menggerutu,
yoona langsung kekamarnya..

SIWON: (masuk)

YOONA: euh yeobo..dimana kita
meletakkan box nya?

SIWON: emm..bagaimana kalau disitu?

Siwon menunjuk kesebelah kanan
tempat tidur.

YOONA: itu terlalu jauh dengan ku, jika
Jun menangis aku tak akan langsung
bisa meraihnya, bagaimana jika disini?

SIWON: dan memindahkan meja
riasmu?
YOONA: (mengangguk)

SIWON: baiklah..kita akan
memasangnya disini..

YOONA: aku akan membantumu..

SICA: (masuk) biarkan aku yang
menyusun pakaian Kris..(tersenyum)

YOONA: ani aniy.. Oenni bantu siwon
saja, aku yang akan menyusun baju
Junseo..

menarik tas dari tangan sica, yoona
sekali lagi membiarkan sang kakak
menggerutu karena nya.

>>>

Pagi harinya yoona bangun bahkan
sebelum alarm yang biasa
membangunkan nya berbunyi,
menyingkap selimut dari tubuhnya ia
kemudian mengguncangkan tubuh
siwon.

YOONA: Yeobo irona.. Palli irona..

SIWON: (melenguh)

YOONA: palliwa..Kita harus menjemput
Jun (menyingkap selimut siwon)

SIWON: (mengucek mata & melihat
jam) tapi ini masih terlalu pagi chagiya..

YOONA: Tidak masalah.. Ayo, cepat yeobo..

Tak perduli ucapan siwon,yoona
langsung menarik siwon dan
mendorongnya kekamar mandi.

Ia benar-benar telah bersemangat membawa Junseo pulang hari itu..

>>>

Setelah cukup lama menunggu, seseorang akhirnya menutup kembali kaca mobilnya.
Sedan
silver itu pun lantas melaju mengikuti laju
mobil yang dikendarai siwon dari
belakang…

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

To Be Continued~

Thanks for reading^^

76 thoughts on “♡ MY LOVE is FOR YOU ♡ Chapter 7

  1. Yeee,, yoonwon punya baby😀 seneng deh liatnya,
    btw itu nanti fanny gimana ya? Terus donghae juga gimana? Penasaran nih, ijin baca next chap dulu yaa🙂

  2. Yey happy happy, selamat bergabung di choi family joon😀

    Btw btw young knapa nyari fany? Apa mungkin ada yang ingin dibicarakan??

    Emm saran buat hae oppa, lebih baik kau beralih saja sama sica!😀 yayayayayaya *maksa😀

    Oky deh eon aku mau otw otw next chapter, izin ne!🙂

  3. Waduuuh siapa tuh yg ngikutin mobil siwon?jgn blh itu tiffany yg mau berulah lg,Ga puas apa dia??
    Aiiissh ternyata org2 disekitar yoonwon pd terlibat hubungan dimasa lalu.
    Jd penasaran endingnya kayak gmn?secara skrg hidup yoonwon udah makin lengkap dgn adanya junseo. Next chapter ya…

  4. Yoonwon momenya soswiett banget,keluarga kecil yang sangat bahagia,kenapa yoona tiba2 nanyain kaberadaan tifany dan apa alasan yoona pengen tau keberadaan tifany,yoona terlalu baik klo begitu mudah memaaf kan tifany setelah kekacauan dan kesalahan yang dibuat tifany .

  5. Yeeeaayy baby jun sdh boleh pulaang,,
    Apa si hae nggak sm sica?? Yaaahh..
    Benee kn si heechul mantan suami fany,,kmn tuuh fany kaburnya, bner2 nggak tanggung jawab udah bikin kekacauan malah kabuur…
    Sapa yg ngikutin mobil siwon??

  6. Ternyata heechul mantan suaminya fanny…
    Untung yoona n baby jun ga apa2, tpi kmna tiffany kok menghilang bgitu saja, siapa yah yg ngikutin siwon…?

  7. Syukurlah Y00na bisa ngelahirin anak.a dgn selamat, sempat tegang gara2 Y00na gk bangun2 pasca 0perasi,.
    Tiffany mengejutkan bgt kehidupan pribadi.a,, Sekarang jg gk jelas dimana keberadaan.a,.
    Y00nW0n m0ment.a super banyak,-_-
    Siapa tuh yg ngikutin m0bil.a Siw0n?, Jangan sampai brniat buruk ke Y00nW0n,,.

  8. Brsyukur yoona udh nglhirin anknya dg slamat…
    Seneng bgt part niii moment yoonwonnya bnyk..
    Trnyta haecuul mnta suaminya fanny gk nynhka bgt…
    Aduuh spa lg yg ngkutn siwon..

  9. Siwon seram sekali: o, fanny juga apa” an sih. Tu lah akibatnya. Jessica juga lucuu maksa banget buat ngubah nama anaknya yoonwon: v kocak .. yeayy tinggal baca the last part: )

  10. Syukurlah Yoona lahir dgn selamat
    sempat tegang aku bacanya, ku pikir Yoona keguguran ternyata bayinya selamat jg meskipun pada akhirnya dia lahir secara prematur
    Gak ku sangka Tiffany bisa berbuat jahat gitu hanya karena cemburu
    dan lebih mengejutkan lgi ternyata Tiffany pernah menikah dgn Hee Chul
    Aigo… benar2 di bikin kejutan ni
    O ia lucu bgt lihat tingkah Jessica skit perut ku wktu dia memberi baby YW Kris
    Dia tetap bersikeras memanggil baby YW dgn nama panggilan sayangnya
    wkkkkk…. Peran Jessica yg menghidupkan inti dlm cerita ini
    Btw kira2 apa kbr Tiffany ya, apakah dia melarikan diri

  11. Alhamdulillah yoona oenni dn bayinya selamat. Ak pikir salah satunya akan meninggal tp ternyata dugaanku salah dn fanny oenni sekarang sudah tobat. Lengkaplah kebahagiaan yoonwon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s