Fanfiction

♡ YOU’re MINE ♡ [1]

Type: Chapter

Genre: drama

Cast: Im Yoona, Choi Siwon, and many more~

*

*

*

*

*

*

*

Its my first fanfic….
Alur dan tatabahasa nya kacau sekalee T_T
Harap dimaklumi masih amatiran pake bangeetttt~
Tapi udh sedikit2 diperbaiki…
Hope U like it^^

*

*

*

*

*

*

Happy Reading>>>>>

*

*

*

‘KENAPA dengan diriku?
Mengapa aku menjadi seperti ini?
kemana diriku yang dulu?
Tuhan…
semua karna namja itu..
Dia telah
menghancurkan hidupku..
Tuhan..
Aku takkan
pernah memaafkan nya..’

***

Author POV

Yoona tengah termenung dalam
kamarnya menatap lurus kedepan
dibalik jendela kamarnya.
Entah apa
yang saat itu ada dalam pikirannya, hingga membuat mata sayunya
tiba-tiba berair dan terisak kemudian.

sepertinya ia teringat lagi kejadian
waktu itu. Kejadian yang sudah menghancurkan
hidup dan masa depannya…

***

flashback

“yoona kau sibuk sekali”
tanya yuri saat keduanya berjalan beriringan

“ia
yul skripsiku sudah selesai dan besok
aku harus sidang. banyak yang harus
kusiapkan.  aku duluan yaa..”

yoona lebih dulu pergi
sembari membawa beberapa map.

Banyak hal yang harus ia kerjakan hari itu hingga tak sadar waktu sudah terlalu malam untuk dirinya jika pulang sendirian.

“OMO..sudah jam 10 aku harus pulang
appa pasti cemas”

gumam nya pelan saat berjalan
santai menyusuri lorong kampus.
malam yang sunyi karna mahasiswa
yang lain pasti sudah pulang daritadi.

Namun tiba-tiba yoona terkesiap ketika seseorang menariknya masuk
kesebuah ruang kampus dan
menghimpitnya ke tembok.

sedetik
kemudian pria itu sudah mencium bibirnya
membuat yoona semakin terperanjat kaget dan
seketika mendorong dada namja di
depannya. memaksanya untuk mengakhiri
ciuman di bibir tipisnya.

“SIAPA KAU? Brengsek!! beraninya kau
menciumku!!”

umpat yoona seketika. Ia
tak dapat melihat dengan jelas pria itu
karna ruangan yang temaram.
Ia hanya bisa
mencium bau alkohol yang menyengat.

Pria didepannya tampak tak terpengaruh. Dia hanya menyeringai dan kembali
mendorong tubuh yoona ketembok.
membuat tas dan beberapa map yang
tadi dibawa jatuh kelantai.

Pria itu juga kemudian
mengunci tangan yoona dengan kedua
tangan kekarnya, dan kembali mencium
bibir yoona lebih dalam.

Yoona ingin berteriak..
Ia berusaha untuk berontak.
Tapi apa daya..
tenaganya tak cukup kuat untuk
melawan pria itu.
Seorang yang sepertinya
sedang mabuk dan tak bisa
mengendalikan nafsunya.

Pria itu terus
memperdalam ciumannya yang sama
sekali tak dibalas oleh yoona. walaupun
begitu ia tetap saja mencium dan
melumat bibir gadis itu.

Yoona mulai menangis..
Ia terisak ketakutan.
Entah apa yang akan dilakukan pria itu padnya…

“jangan menangis sayang.. ini akan jadi malam
yang menyenangkan bagi kita. Aku akan membuatmu takkan pernah melupakannya.. You’re
mine”

ucap pria itu dengan suaranya yang terdengar
berat.
Membuat Yoona makin terisak tanpa suara.

Tapi pria itu
sepertinya tak perduli. saat kemudian dia melepas
kunciannya ketangan yoona dan langsung menarik baju gadis itu.
merobek dan menyentak lepas dari tubuh yoona.

Gairahnya semakin terbangun.
Seringainya kejam, saat kemudian
memaksanya untuk melakukan hal
lebih. Memaksakan yoona melayani birahinya.

You’re Mine..
You’re Mine..
You’re Mine…

Kata itu menggema.. terasa begitu menyakitkan untuk yoona.
Saat pria itu benar-benar menjadikan dirinya sebagai miliknya tanpa yoona menginginkan.

Terkutuk…
Ia bersumpah takkan pernah memaafkannya…

***

Keesokan harinya keadaan di kampus begitu riuh
berita tentang pemerkosaan yang dialami yoona.

“apa itu benar? Jangan sembarangan menyebar gosip”
kaget sooyoung mendengarnya

“benar.. Ya Tuhan..
penjaga kampus yang menemukannya
tengah malam. ia sedang menangis ketakutan..”
ucap sunny menjelaskan.

“OMO..apa kau bilang? itu tidak
mungkin!”
ucap yuri tak kalah kaget

“benar yul..
penjaga kampus bilang bajunya robek
dan ada bercak darah disana.. sepertinya
ia telah diperkosa”

“Ya Tuhan… dimana yoona sekarang?”

“Dia
dirumah sakit..”

Berita pemerkosaan terhadap yoona
begitu cepat menyebar di kampus dan
terdengar pula oleh pria yang sedang
duduk termenung di kantin kampus.

***

Dua minggu sudah yoona dirawat dirumah
sakit. Tapi tak sepatah katapun kluar
dari mulut nya. ia terus saja membisu.

Tuan Im, appa yoona bingung, ia tak tahu
harus berbuat apa, setelah dokter mengatakan yoona mengalami
depresi.

Bagaimana tidak, ia hampir
menyelesaikan kuliahnya andai peristiwa
itu tak terjadi.
Tuan im bahkan berani bersumpah takkan
pernah memaafkan pria itu.
Orang yang telah merusak putrinya.

Dengan terpaksa hari itu Tuan
Im memutuskan membawa yoona
pulang dan menyewa suster untuk
merawat yoona dirumah.

flashback end

***

Author POV

‘airmata ini kenapa terus saja mengalir
setiap Aku teringat peristiwa itu..
siwon oppa .. kenapa kau belum datang?
apa kau sudah bosan menemaniku?
Aku
tak bisa bayangkan andai aku tak
bertemu denganmu dirumah sakit
waktu itu jujur kau alasan yang membuatku
bertahan sampai hari ini..’

tok..tok..tok..

terdengar ketukan pintu
dari luar kamar yoona. Setelahnya kembali
terdengar suara yang kali ini adalah suara pintu yang terbuka.

namun hal itu tak membuat yoona bergeming. Ia tetap berada di tempatnya
sampai seseorang memeluk tubuhnya
dari belakang.

“kenapa kau melamun? kau marah
padaku karna aku terlambat datang?
mianhae tadi aku mencari ini..”

Ucap lembut seorang
pria sembari menyerahkan sebuket
mawar putih pada yoona.

Pria itu adalah
orang yang sebenarny dari tadi ditunggu oleh
yoona.
Dialah siwon..
Pria yang dengan
setia datang menemui yoona walau
hanya sekedar untuk menyapa. Karna sejak dua bulan lalu, siwon mulai mengambil
alih bisnis appa nya. Yang membuatnya cukup banyak kehilangan waktu bersama yoona.

Seperti biasa
yoona tak mengeluarkan kata-kata. siwon membalikan tubuhnya,
meraih tangan yoona dan menyerahkan
buket bunga yang ia pegang.

Yoona menerima bunga itu walau tanpa
ekspresi.sudah enam bulan sejak peristiwa buruk yang menimpa dirinya
itu terjadi, tapi yoona tetap membisu
hingga sekarang.

Siwon lantas mengajaknya untuk
duduk di balkon kamar.
Yoona hanya bisa menurut.

Meski sebenarnya tak ada status pada
hubungan mereka smua mengalir
begitu saja.
Yoona tak pernah menolak
tiap kali siwon memeluk tubuhnya
ataupun mencium bibir tipisnya.

Yang ia
rasakan hanya ketulusan dan
kenyamanan tiap berada di dekat siwon. Pria itu membuatnya nyaman dan membuat yoona tak merasakan ketakutan terhadap sosok seorang pria saat bersama dengan siwon.

“apa kau sudah makan?aku ingin
mengajakmu makan siang diluar,atau
apa kau mau kita jalan jalan…”

Siwon meraih tangan yoona, mengajak gadis
itu berdiri dan merangkul pinggang nya
menuju luar kamar.
Sebelum pergi, terlebih dulu
siwon meminta izin pada Tuan Im…

***

Siwon POV

kurangkul pinggangnya menuju
mobil, kubuka pintu dan membantunya
masuk kedalamnya.
Akupun melakukan hal yang sama dengan segera masuk dan
duduk dikursi pengemudi dan siap
untuk pergi.

Namun sebelum itu, kupasangkan
sabuk pengaman untuk yoona.
kulihat ia
menatap keluar. Entah apa sebenarnya yang saat ini sedang ia pikirkan?

Kulajukan mobil dengan
kecepatan sedang saat kubuka sedikit kaca
mobilku agar yoona merasakan
hembusan angin diwajahnya.

Author POV

Yoona selalu tak dapat menolak semua perlakuan siwon
padanya.
Karna entah kenapa ia selalu merasa
nyaman bersamanya.

kali ini ia pun
tak tahu kemana sebenarnya siwon akan membawanya
pergi?

“Yoon kita sudah sampai”

Siwon sedikit
mengagetkan lamunannya.
Nampak tak menyadari kekagetan yoona, siwon segera keluar untuk kemudian
membukakan pintu untuknya.

Seperti tadi, Siwon juga
menggenggam tangan dan merangkul
pinggangnya.

Rupanya ia membawa yoona
ke sebuah taman yang indah.

Author POV

SIWON mengajak yoona duduk diatas
rumput dibawah pohon maple yang
rindang
Tak ada kata yang kluar dari siwon. ia
hanya diam memandangi wajah gadis
disampingnya.

Sedangkan yoona seperti
biasa tatapan kosong wajahnya tanpa
ekspresi, menyulitkan siwon untuk tahu apa yang mungkin sedang dipikirkan dan dirasakan olehnya.

Selain saat ini yoona yang sepertinya menikmati tiupan angin yang menerpa permukaan wajah dan membelai surai panjangnya yang halus.
Tak ada lagi yang siwon ketahui pada perasaan yoona.

Siwon terus memandangi wajahnya. Entah kenapa
matanya tak sedikitpun berniat lepas memandangnya.

Ia terus menatap juga terus menggumam dari dalam hatinya… ‘mianhae yoong
mianhae aku benar-benar minta maaf.. maafkan aku.. ‘

hanya permintaan maaf itulah yang tiap kali dan selalu diucap
siwon dalam hatinya.
Setiap kali ia melihat
keadaan yoona yang seperti itu, memprihatinkan.

Tiba-tiba yoona sudah menyandarkan kepalanya dibahu
siwon. Gadis itu rupanya sedang
terlelap.
Siwon tersenyum dan
mengusap rambut yoona sesaat. Hingga untuk
waktu yang cukup lama mereka dalam
posisi itu sampai siwon akhirnya memutuskan
menggendong tubuh yoona kedalam
mobil dan membawanya kembali
pulang.

Matahari yang beranjak tenggelam
menemani laju mobil nya saat itu.

***

Setelah mengantar yoona pulang, siwon segera melajukan mobilnya
kembali kearah rumahnya.

Jam delapan malam itu, ia sudah sampai
dirumahnya.
Di lihatnya adiknya yang sedang
menonton acara televisi…

“sooyoung.. kau sudah pulang?”

“ne..”

“Ohh.. Oppa, tadi siang aku kekantor tapi kau
tak ada.. kemana?”

“benarkah? tadi aku menemui yoona”

“bagaimana kondisinya
sekarang?”
Tanya sooyoung memberi perhatian lebih pada apa yang akan dikatakan siwon sebagai jawabannya.

“masih
sama seperti biasanya.. belum ada perubahan..”

Ucap siwon dengan nada
suaranya yang  menjadi berubah.

“aku akan ke atas
dulu ..”

Siwon segera beranjak kearah tangga menuju
kamarnya, tapi langkahnya terhenti saat kembali
mendengar ucapan sooyoung, adiknya.

“Oppa..
kapan kau akan mengatakan padanya?”

siwon menjadi terkejut mendengar ucapan
sooyoung.
Ia kembali menghampiri
adiknya dan duduk disampingnya..

“entahlah aku tak tahu apa aku bisa
mengatakannya. Aku takut semua justru
akan membuat keadaannya semakin
parah. Aku tak mau sesuatu yang buruk
terjadi padanya. Sudah cukup dalam aku
melukainya. Aku tak akan merusaknya lagi. Tapi… Ya, kurasa aku tetap akan
mengatakannya setelah keadaannya
membaik. Cepat atau lambat yoona memang harus tahu siapa aku yang sebenarnya..”

“aku tahu oppa ini teramat berat,aku tahu
beban batinmu .. kau pasti merasa sangat
bersalah padanya. Jujur kau memang
jauh berubah dibandingkan dulu sebelum peristiwa itu. Tapi aku juga
tak bisa berbuat apa-apa. kau kakak ku dan
yoona adalah temanku, aku tak tega
melihatnya seperti itu..”

“Aku mengerti soo.. aku mengerti..”

***

Kini siwon sudah berada dikamarnya
setelah beberapa saat berbagi pikiran
dengan adiknya.
Hanya sooyoung lah, satu-satunya yang
tahu semuanya….

Beberapa saat setelah menyegarkan tubuhnya. Siwon kemudian merebahkan diri dikasur empuknya.
matanya menatap langit-langit kamar dan untaian
kata terucap dari bibirnya

“mianhae yoong.. maafkan aku,andai aku
bisa memutar waktu kembali, takkan
kubuat hal itu terjadi padamu.. aku benar-benar bodoh…maafkan aku..”

***

Malam itu berlalu dengan cepat dan kini mentari telah mulai
memancarkan sinar hangatnya.

Namun Siwon
masih terlelap dalam tidurnya,ketika tiba-tiba
terusik oleh suara yang memanggilnya..

“Oppa..Oppa bangunlah kata Oemma
kita harus pergi ke jepang.. oppa!!”

“Mwoo.. Ke Jepang? Untuk apa?”
kaget Siwon yang langsung terbangun dari tidurnya.

“Nanti aku jelaskan..”

Sedangkan bagi yoona, ini adalah pagi yang indah untuk nya. Ia
sudah merapikan diri dibantu seorang  susternya, dan
kini ia sedang duduk dibalkon kamarnya
sendirian menghirup segarnya udara
pagi dan hangatnya sinar mentari yang
merasuk kedalam pori-pori kulitnya.

Cleek~

Terdengar seseorang membuka pintu
kamar dan menghampirinya kemudian. ternyata
Yuri yang datang mengunjunginya pagi itu..

“hai
Yoong.. bagaimana kabarmu?kau sudah
sarapan?aku kangen padamu..”

Ucap Yuri
riang berusaha membuat sahabatnya
senang.

“maafkan aku yoong akhir-akhir ini
aku jarang kesini. tugas kuliahku
banyak sekali..”

Lanjutnya dengan nada menyesal sambil
menggenggam erat tangan yoona. Ia kemudian juga
berbagi cerita dan mencurahkan isi
hatinya. walaupun tak ada respon dari
yoona tapi setidaknya ia tahu yoona pasti
mendengar keluh kesahnya.

Tak berapa lama setelahnya, tiba-tiba pintu kamar itu kembali terbuka dan dua orang yang kemudian
masuk menghampiri keduanya.

“Yuri kau disini..!”
sapa sooyoung dengan antusias.

“hai.. soo, lama tak berjumpa denganmu..  bagaimana
kabarmu?”

“Baik..dan aku semakin cantik bukan..”
Jawab sooyoung dengan PD nya.. yang hanya ditanggapi dengan cibiran oleh yuri.

“hai yoona..bagaimana kabarmu? kau
cantik sekali hari ini..”

Sooyounh tersenyum saat meraih tangan yoona.

“ehemm..”

Suara berdeham dari siwon kemudian  menghentikan
percakapan mereka.

“Oppa.. selamat pagi..”
Sapa yuri saat menyadari kehadiran siwon disana.

“pagi yul.. bisa aku bicara pada yoona..?”

“Oh..tentu”

“kalau begitu kau temani aku sarapan
yul..”

pinta sooyoung sembari menarik tangan
yuri dan keluar dari kamar yoona.

“pagi ini indah ya..matahari begitu
hangat. Kau suka?”
Ucap siwon untuk memulai percakapan dengan yoona.

“emm… ada sesuatu yang akan kukatakan
padamu.. Aku dan sooyoung akan pergi ke
jepang pagi ini..”

ucapan siwon mungkin membuat yoona sedikit
kaget. Terlihat dari raut wajahnya yang  berubah dan sorot
matanya yang seakan meredup.

“appa ku sakit yoong.. aku harus
mengurus beberapa pekerjaan appa
disana. Tak apa kan kalau aku pergi?”

Meskipun begitu yoona tetap tak memberinya respon dengan suara persetujuan maupun larangan darinya.

“aku pergi ya.. jaga dirimu..”

Pamit siwon sembari bangkit dari duduk nya dan
hendak melangkah keluar dari  kamar yoona.

Namun kemudian ia melihat yoona bangkit dan menarik
tangannya dan kemudian menggenggamnya
erat.

Apa maksudnya?
Apa dia tak mau siwon pergi?

Siwon langsung berbalik menatapnya. Merengkuh
tubuhnya dalam pelukannya.

“aku takkan
lama .. hanya beberapa hari saja..”

Siwon melepaskan pelukannya untuk kemudian menatap mata
indah yoona yang kini juga tengah  menatapnya.

“saranghae.. aku mencintaimu yoong..”

kembali siwon memeluk tubuhnya, kali ini justru lebih
erat dan dapat ia rasakan tangan yoona bergerak untuk melakukan hal yang
sama padanya.

Kembali setelahnya siwon melepas
pelukannya. Namun kemudian ia berganti untuk mengecup
keningnya cukup lama, kemudian
beralih ke kedua pipi mulusnya dan
terakhir mengecup bibir tipisnya. cukup
lama ia melakukan itu dengan hatapan yoona tak khawatir dengan kepergiannya.

“baiklah.. aku dan sooyoung pergi dulu.. kau ingin oleh-oleh  apa? Akan kubawakan nanti.. ”

Tanya siwon seraya
tersenyum membelai rambut yoona.

“aku janji setelah pulang dari jepang.. kita akan
pergi jalan-jalan berdua..”

Siwon membalikkan badan dan berjalan keluar
kamar. Di depan pintu kamar yoona, ia melihat sooyoung dan
yuri yang menatapnya penuh selidik..

“Apa.. apa yang
kalian lakukan disini?”

Tanya siwon
kemudian, yang merasa mereka sudah mengamati dirinya
dan yoona sejak tadi.

Yoona hanya bisa menatap punggung siwon  yang perlahan
menjauh darinya. Masih bisa merasakan ciuman yang siwon berikan terasa hangat di hatinya.

‘Oppa..
sebenarnya aku tak ingin kau pergi.
kenapa aku merasa kau takkan kembali
lagi. Aku takut kau meninggalkan ku.. aku
takut kau takkan kembali lagi. Oppa.. aku
juga mencintaimu..sangat mencintaimu..
kau oksigen bagiku yang membuatku
bertahan sampai sekarang..’

***

Di sepanjang perjalanan menuju bandara
siwon terus teringat pada yoona. sebenarnya
ia tak tega meninggalkan gadis itu.
Melihat kondisinya tadi membuat ia kembali teringat
lagi kebodohannya yang telah
menghancurkan impian gadis itu.
Merusak hidupnya yang semestinya berjalan sempurna.

Betapa menyesalnya ia saat ini…

Flashback~

malam itu siwon sedang berkumpul
dengan teman-teman nya yang sudah lama tak
ia temui karna kesibukannya berkuliah di luar negri.

Mereka pergi untuk minum bersama. Dan ditengah obrolan mereka ponsel milik siwon tiba- tiba berbunyi..

“Oppa.. bisakah kau jemput aku
dikampus?”

Terdengar suara adiknya di
sebrang telponnya.

“aku tak bisa sooyoungie.. aku sedang
minum dengan teman-temanku..”

“aku tak mau tahu.. Oppa.. aku
menunggumu ..”

panggilanpun terputus dengan sooyoung yang mematikan ponselnya.

Dan tak berapa lama setelahnya siwon melakukan apa yang sooyoung inginkan. Ia kemudian pergi
dari tempat itu meski dalam keadaan setengah tidak sadar, mabuk.

Menuju kampus sooyoung,
tapi  disana ia justru tak menemukan
adiknya.
Siwon lantas berjalan menyusuri lorong-lorong
kampus dan memasuki tiap ruang
disana, untuk menemukan sooyoung.

Namun entah apa yang saat itu berada dalam
pikirannya, ketika melihat
seorang yeoja berjalan sendiri ditengah
sunyinya malam. Dengan cepat ia
menarik tangan gadis itu dan
melakukan hal bodoh yang tak pernah
terbayangkan olehnya mengakibatkan
keterpurukan pada gadis itu hingga saat ini.

Flashback end~

“Oppa ayo turun.. kita sudah sampai
bandara”

ucapan sooyoung yang kemudian membuat siwon
tersadar dari lamunannya.

*

*

*

Semenjak kepergian siwon ke jepang,
yoona semakin terlihat murung. mendung selalu
menggelayut diwajah nya. Ia seperti
kehilangan separuh jiwanya.

Dua minggu
sudah siwon pergi. selama itu pula
yoona tak merasakan sentuhan lembut
serta pelukan hangat dari pria yang diam-diam
sudah masuk kedalam hatinya tanpa ia
sadari.

Walaupun setiap hari siwon selalu
mengirim bunga untuknya, tapi itu semua  tidaklah
cukup untuk membuat rasa rindunya
berkurang. Ia justru semakin
merindukannya.

***

Setelah dua minggu lebih itu, siwon berada di
jepang. Kini ia telah kembali, appa nya
sudah membaik dan bisa kembali
mengurus perusahaan mereka di sana.

Hanya beristirahat sebentar dirumahnya, siwon lantas
memutuskan untuk menemui yoona.

“aku sangat merindukanmu yoong.. apa
kau merasakan apa yang
kurasakan”
gumam nya dengan tersenyum..

“sooyoungie.. aku
akan menemui yoona tidakkah kau mau
ikut?”

“oppa benar mengajakku?? tidakkah aku
akan menjadi penggangu kalian nanti..”

siwon hanya tersenyum mendengar guyonan yang dilontarkan sooyoung.

“aku akan
kesana besok.. aku masih lelah.  Oppa pergi saja..”

“baiklah aku pergi dulu..”

***

Kurang dari  satu jam kemudian siwon telah berdiri didepan pintu kamar yoona. Mengetuk pintu kamarnya beberapa kali,
tapi yoona tak juga membuka pintu kamarnya.

Benar yang
dikatakan suster padanya, jika yoona masih
tidur.

akhirnya ia memutuskan untuk masuk saja
ke kamarnya. Melihat yoona yang tengah tertidur
di ranjangnya, siwon pun kemudian mendekat dengan duduk di pinggir
tempat tidurnya.

Memandangi nya yang masih
terlelap. tak cukup dengan hal itu ia juga menelusuri lekuk wajah yoona
dengan jemarinya

“bahkan saat tidur
pun kau tetap cantik yoong”

Sedikit membenarkan helaian rambut yang menutupi
keningnya, Siwon lantas mengecup keningnya. cukup
lama melakukannya hingga membuat yoona menyadari
perlakuan nya.
Dan perlahan yoona membuka
matanya dan menatap siwon yang tersenyum menyambutnya.

Yoona POV

‘benarkah yang kulihat sekarang?
atauaku
sedang bermimpi?
benarkah siwon
oppa telah kembali?’

“apa kau tak merindukanku?”

Tanyanya
sungguh membuat jantungku berdebar
hebat.

terima kasih Tuhan…
Kau telah
membawanya kembali padaku..

Siwon
oppa hanya tersenyum melihatku. Ia kemudian
merapikan rambutku yang berantakan
dengan kedua tangannya.
Tak kuasa
kubendung airmata ku.
Aku sangat ingin mengatakan betapa
aku sangat merindukannya.
betapa aku membutuhkannya berada didekatku…
Untuk menemaniku..
untuk menjaga dan melindungiku..

Tuhaannn… aku mencintainya..
Engkau membuatku jatuh cinta padanya…’

***

Author POV

Siwon yang menyadari yoona menangis
segera merengkuh tubuh gadis itu
dalam pelukannya.

“Kenapa menangis? Jangan menangis yoona.. aku disini untukmu”

siwon mengeratkan pelukannya dan
membelai lembut rambut panjang
yoona

“bersiaplah… aku akan menepati
janjiku padamu..”

sesuai janjinya yang sempat ia ucapkan pada yoona, bahwa setelah pulang
dari Jepang Siwon akan mengajaknya
jalan-jalan.

Hari itu siwon telah berencana mengajak yoona menikmati indah nya sore
hari di sepanjang sungai
han. menikmati semilir angin yang
menerpa permukaan kulit, juga menyaksikan
senja yang akan pulang keperaduan
nya.

Bukan hanya karna ingin menepati
janji nya saja, tetapi ada hal lain yang akan coba iakatakan pada yoona.

***

Setelah siwon pergi menemui
yoona, Sooyoung melamun
dikamarnya. Ia terus memandangi bingkai foto yang
kini ada ditangan nya.
dilihat nya
fotonya bersama yoona dan yuri
sedang tertawa bersama.

Ceria dan bahagia…

“aku merindukan tawamu yoong,kapan
kau kembali seperti dulu,kita akan
bercanda dan tertawa bersama-sama..”

airmatanya mengalir begitu saja,ia
merasa ikut bersalah dengan apa yang
menimpa yoona kini…

Flashback~

Sooyoung menghampiri siwon yang
sedang menunggunya dikantin
kampus. Ia melihat kakaknya sedang
termenung sendiri disana..

“oppa.. apa yang kau pikirkan?” sooyoung menghampiri dan
mencoba bertanya..

“ahh aniyo,ayo cepat..”
ajak siwon kemudian

“tunggu oppa, aku haus.. pesan minum
dulu ya..”
Pinta sooyoung manja dan langsung memesan apa yang diinginkannya pada penjaga kantin.

“oppa kau dengar tidak berita di
kampusku??”

“hmm..”
jawab siwon singkat..

“oppa tau tidak siapa gadis itu?”

siwon hanya terdiam dengan mata menerawang.
Oh..
Tuhan..
Siapakah gadis malang itu..

“dia yoona.. oppa, teman baikku dan
yuri, sahabatku.. Aku tak menyangka smua ini
terjadi padanya. siapa sebenarnya
namja yang tega berbuat sebejat  itu? Dia benar-benar brengsek!!”

Siwon menunduk cukup lama sampai kemudian ia memberanikan diri untuk berkata..

“aku orangnya.. sooyoung, akulah orang brengsek itu.. akulah namja itu..
aku yang melakukannya”

ucapan siwon sontak membuat sooyoung
kaget setengah mati. Ia masih mencoba mencerna apa yang baru didengarnya.

“oppa.. kau jangan bercanda aku serius..”

“mianhe.. tapi itu memang benar akulah namja
brengsek itu, soo..”

Oh Tuhan…

sooyoung langsung mengambil sikap dengan menarik tangan siwon menjauh
dari kantin kampus yang mulai ramai dengan kehadiran mahasiswa lainnya. Mereka kemudian berbicara didalam
mobil.

“apa yang oppa katakan tadi.
bagaimana
mungkin kau orang nya..? untuk apa oppa
kekampus ku malam-malam..”

“bukankah kau yang minta di jemput.. kau
sendiri yang menelponku..”

“tapi kau bilang tak bisa.. jadi aku
pulang dengan yuri..”

“bukankah kau bilang akan
menungguku.. makanya setelah minum
dengan teman-teman ku, aku kesini
mencarimu.. tapi kau tak ada. Lalu aku
melihat gadis itu.. dan…”

“Kau mabuk saat itu?”

“Ya.. dan aku tak tahu apa yang ada dalam pikirkanku saat itu hingga aku bisa
berbuat bodoh.. aku benar-benar menyesal
sooyoungie.. mianhae..”

“aku juga salah.. maaf, aku tak
menelpon mu lagi waktu itu..”

Sooyoung benar-benar ikut menyesalkan apa yang menimpa yoona yang ternyata bermula dari dirinya.

“oppa .. sekarang ayo ikut aku,yoona
dirawat dirumah sakit, ayo kita lihat
kondisinya..”

siwon mengikuti ajakan sooyoung. mereka berdua datang ke rumah sakit dan bertemu dengan Tn.Im disana.

Setelah melihat kondisi yoona yang memprihatinkan, sooyoung
memutuskan tak mengatakan apapun
pada yoona dan juga Tuan Im.
Ia justru
meminta siwon untuk menjaga yoona..

“oppa.. kalau kau merasa bersalah
padanya.. kumohon temani dia,aku tak
tega melihatnya..”

pinta sooyoung sambil terisak. Ia jelas merasakan dilema. Disatu sisi yoona adalah sahabatnya dan ia sangat marah pada orang yang telah menyebabkan yoona seperti itu. Disisi lain, orang yang seharusnya mendapatkan cacian dan makian, juga patut mendapatkan hukuman adalah oppa nya sendiri. Ia jelas tak akan tega melihat sang kakak diadili dan dipenjarakan bila kenyataan itu terungkap.

Maka sejak saat itu sooyoung selalu berkunjung
kerumah sakit dan mengajak siwon bersama nya.
bahkan setelah yoona dibawa pulang
kerumah, siwon justru makin sering
menemuinya walaupun tanpa
sooyoung.
Hingga sampai pada yoona yang merasakan kedekatan dengan siwon.

Flashback end~

“maaf yoona.. aku tak bisa mengatakan
nya padamu. maafkan aku.. karna telah ikut menjadi penyebab kerusakan hidupmu..
membuat senyum indah itu hilang dari
hari-hari mu.. maaf.. Ya Tuhan ampuni aku..”

***

Siwon menggenggam erat jemari yoona saat
berjalan. Setelah merasa telah cukup lama berjalan dan yoona yang mungkin juga lelah, Siwon kemudian mengajaknya duduk
untuk beristirahat.

Menggunakan waktu itu untuk menceritakan apa saja
yang ia lakukan selama dua minggu lebih kepergiaannya
dijepang.
Yoona memang hanya diam mendengar
cerita nya tapi siwob tahu gadis itu menikmati cerita yang didengarnya.

Sampai pada akhirnya siwon memutuskan untuk
mengatakan apa yang sebenarnya menjadi niatannya untuk dikatakan pada yoona setelah ia memikirkan hal itu selama waktunya berada di
Jepang.

Siwon  beralih dari duduknya untuk kemudian mengubah posisinya. Ia
kini menjadi duduk berlutut dihadapan Yoona dengan lantas
menggenggam erat kedua tangan nya..

“ada yang ingin ku katakan padamu..”

Merasakan jantungnya yang semakin kuat berdegup, siwon menarik napas panjang sebelum
Kembali meneruskan..

“maukah kau menikah
denganku..? mungkin ini terlalu cepat
bagimu tapi aku serius.. aku ingin selalu
bersamamu.. menjagamu dan
menghabiskan hariku hanya
denganmu.. aku sudah memikirkan ini
selama berada di Jepang. kusadari aku
tak bisa jauh darimu,Yoona.. kau tahu betapa
aku sangat merindukan mu disana..”

Siwon dapat melihat keterkejutan itu dari sorot matanya
setelah ia mengatakan isi hatinya.

“kau tak harus menjawabnya
sekarang.. aku akan menunggu sampai
kau siap.. aku hanya ingin kau tahu aku
serius dengan kata-kata ku..”

Yoona memang begitu terkejut mendengar kata-kata
siwon.

Oh Tuhan…
Apa ia telah dilamar?

Yoona tak pernah menyangka kalau siwon
akan melamarnya karna selama ini ia
selalu berpikir siwon hanya kasihan
padanya.

Melihat yoona yang masih saja diam, siwon lantasberdiri dari duduknya, dan mengubah topik yang ia bicarakan..

“yoong.. apa kau haus? aku akan
membeli minuman untukmu.. kau tunggu tetaplah
disini ya..”

Ia kemudian berjalan meninggalkan
yoona yang sampai saat itu masih tak percaya dengan
ucapannya dan dengan apa yang telah didengar sendiri olehnya.

Ia shock oleh lamaran siwon yang tiba-tiba..

Yoona masih terus menatap siwon yang membelakangi nya dan
semakin menjauh darinya. Namun matanya
tiba-tiba menangkap sesuatu.

Siwon seperti
tak fokus pada jalannya, sementara dari kejauhan yoona melihat sebuah mobil yang melaju
cukup kencang.

refleks..

yoona berlari kearah siwon
dengan segenap tenaga yang dimiliki nya..

“OPPA…AWAS.. !!”

untuk pertama kalinya setelah
peristiwa itu terjadi akhirnya yoona
mengeluarkan suaranya.

Siwon kemudian menoleh kearah suara yang
memanggilnya, dan dengan cepat yoona
mendorong tubuhnya. Membuat
keduanya terjatuh bersama.

Yoona jatuh
diatas tubuh siwon, tapi naas bagi
siwon yang kepalanya membentur pembatas
jalan dan seketika darah segar mengalir
dari kepalanya …

‘Tuhannn…
apa yang telah kulakukan..
oppa kumohon
maaf kan aku..
aku tak bermaksud
melukaimu..
Ya Tuhan..
kumohon jangan
ambil dia dariku..
Kau tahu dia malaikat dalam
hidupku ..
kumohon selamat kan dia ,Tuhan.. selamat Siwon oppa..’

***

Yoona terus terisak diruang tunggu rumah
sakit. Ia sendirian..
Siwon sedang dalam penanganan
dokter sekarang.

Bibirnya terus bergerak menggumamkan do’a sentara tangannya
menggenggam erat handphone milik siwon.
airmata sudah tak bisa berhenti membasahi
pipinya.
Badan nya pun gemetar hebat mengingat
kondisi siwon tadi.
Ia ketakutan..
ia begitu takut
terjadi hal buruk pada siwon.
Ia takut siwon akan pergi meninggalkannya.

Tidak Tuhan…
Jangan Kau ambil dia dari sisiku..

Ketika itu tiba-tiba handphone ditangan nya berbunyi,
menandakan panggilan masuk dari
seseorang.
di tatapnya layar ponsel itu,
dengan sedikit ragu yoona kemudian menjawab
panggilan itu..

“yoboseyo oppa.. kau dimana? kenapa
lama sekali mengangkat telpon nya? apa
kau bersama yoona… oppa kau
mendengarku..?”

Yoona makin terisak saat mendengar suara
sooyoung dari sebrang telpon.

“sooyoung.. ini aku..”
ucapnya kemudian dengan suara bergetar..

“Oh Tuhan.. kau.. yoona..? kau…bagaimana
bisa..benarkah ini kau… Yoona kau sudah
sembuh? Terima kasih Tuhan.. ”

sooyoung begitu antusias tak bisa menyembunyikan kegembiraan nya. ia tak menyangka
akhirnya yoona mau berbicara..

“dimana siwon oppa? Kenapa dia tak
angkat telpon nya?”

“mianhae..maafkan aku soo,semua ini
salahku.. oppa.. oppa..”

Yoona lantas menjelaskan semua
kejadian yang menimpa siwon pada sooyoung. Ia jelas membuat soo terlonjak namun sooyoung masih mencoba bersikap tenang saat berbicara dengannya.

“baiklah aku akan kesana. kau tenang
yoona.. jangan menangis lagi.. aku yakin oppa akan baik-baik saja. Tuhan akan menjaganya..”

ucapan sooyoung untuk mencoba menenangkan yoona. ia
kemudian mengambil jaket dan tasnya
lalu bergegas menuju rumah sakit dengan mengendarai mobilnya.

***

Satu jam kemudian sooyoung sudah bertemu dengan yoona dan kini keduanya sedang berbicar dengan seorang dokter.

“kalian tak perlu cemas.. lukanya tidak
terlalu parah..”

ucap dokter melegakan untuk yoona dan sooyoung.

“Tapi pasien masih belum sadar karna masih dalam
pengaruh obat.. masuklah jika kalian
ingin melihat kondisinya ..”

sang dokter kemudian melabgkah pergi
meninggalkan keduanya yang langsung menghampiri siwon diruang perawatan.

Yoona melangkahkan kakinya cepat  masuk kekamar
rawat siwon. Melihat bagaimana terbaring
lemah diatas tempat tidur.

Ia mendekat untuk kemudian menggenggam
erat tangannya. airmata nya kembali
menetes, melihat siwon seperti itu membuat dirinya
makin merasakan perasaan bersalah padanya..

“oppa.. maafkan aku.. aku tak bermaksud
membuatmu terluka..kumohon
sadarlah..”
Yoona terisak disampingnya…

“tenanglah yoon, oppa pasti baik baik
saja, dia akan sadar.. kau dengarkan dokter bilang tak
ada luka serius ditubuhnya..”

sooyoung mencoba kembali
menenangkan nya. tapi tetap saja itu tak
menghentikan kegundahan yoona sebelum melihat siwon sadar dan kembali membuka matanya.

***

Semalaman yoona disana menunggu siwon. Ia
sampai tertidur disamping ranjang
siwon dengan tangan nya yang tetap menggenggam
erat tangan siwon.

Sedangkan sooyoung
tertidur disofa. Setelah semalam ia sudah
menelpon Tuan Im dan menjelaskan
semuanya agar tak mengkwatirkan
yoona.

Pagi menjelang ketika sooyoung perlahan mengerjap dan terbangun
dari tidurnya.

“Owh..aku lupa semalam tak makan.. pantas saja
pagi begini perutku sudah merasa
lapar..”

gumamnya sendiri dan melihat yoona yang masih
tertidur disamping ranjang oppanya.
Ia hendak membangunkan nya tapi kemudian ia
urungkan karna pasti yoona baru
tertidur setelah semalam dia terus saja
gelisah.

Akhirnya sooyoung memutuskan untuk keluar sendiri dan
mencari sarapan.

Tak lama setelah sooyoung pergi meninggalkan kamar itu, Siwon perlahan membuka matanya.

“akhh…”

Siwon mengerang..
Yang pertama dirasakannya adalah rasa sakit dan pusing pada kepala nya.

Mengedarkan pandangannya,Ia melihat
yoona tertidur disamping tempat
tidurnya.
dimana dirinya berada sekarang? Kenapa ia bisa berada disini?

ahh..
Kejadian kemarin langsung terputar dipikirannya…

“syukurlah kau tak apa-apa yoong..”

Mengulurkan tangannya, Siwon lantas membelai rambut lembut yoona. Melihatnya
menggenggam erat tangan kanannya membuat siwon tersenyum namun juga menyesal ..

“maafkan aku membuatmu seperti
ini.. terimakasih kau telah menolongku..”

Siwon kemudian bisa melihat yoona yang perlahan mulai terbangun dari tidurnya.

Saat itu Yoona seperti mendengar suara siwon berbicara. perlahan ia membuka mata dan
melihat kearah siwon.tapi ia menemukan siwon masih belum
membuka mata.

Oh..
apa ia hanta bermimpi..
Tapi rasanya tadi ia mendengar siwon berbicara pada nya. .

“oppa sadarlah.. kenapa kau seperti
ini.. kau membuatku takut. akan
kulakukan apapun untukmu jika kau
kembali sadar .. kumohon sadarlah..”

Yoona kembali meneteskan airmatanya…

“benarkah yabg kau katakan tadi?”

suara itu benar-benar membuat nya terkejut.
Ternyata Siwon memang sudah
sadar dan yoona sangat senang melihatnya.

Ia langsung memeluk siwon saat
namja itu membuka matanya.
Lega, itulah
yang ia rasakan sekarang, begitu pun dengan
siwon.
ia sangat terkejut mendengar yoona bersuara. Dan tentu juga senang akhirnya gadis itu
mau bicara padanya.
Siwon langsung menyukai suaranya. Suara yoona yang terdengar lembut ditelinganya.

“oppa mianhae ..”

“ini bukan salahmu yoona, bukan.. aku justru
berterimakasih kau telah
menyelamatkanku”

siwon kemudian menghapus airmata
dipipi yoona.

“aku senang sekali kau mau bicara
sekarang..”

Yoona tersenyum menanggapinya ..

“oh yaa..aku hanya punya tiga
permintaan..”

ucap siwon yang membuat
Yoona tak mengerti apa maksud nya.

“bukankah tadi kau bilang akan
melakukan apapun untukku..”

“ne.. jadi oppa mendengarnya.. tapi apa yang oppa mau?”

“pertama aku ingin dengar kau
mengatakan kau mencintaiku..”
yoona tertunduk malu dibuatnya..

“Itu sangat ingin kudengar, yoona.. apa kau mencintaiku? Kumohon katakanlah…”

“saranghaeyo oppa”
ucap yoona kemudian yang hanya terdengar lirih.

“apa? aku kurang mendengarnya,bisa
kau ulangi sekali lagi..”

“kalau oppa minta diulang lagi itu berarti oppa
hanya punya satu permintaan lagi..”

“baiklah.. yang kedua.. kissme”
tunjuk siwon pada bibirnya sendiri.

Yoona bingung dengan permintaan
siwon, mengapa pria itu jadi meminta yang berlebihan. Sedangkan ia benar-benar malu melakukannya.

“bukankah aku sudah sering
menciummu.. kali ini aku ingin kau yang
melakukannya padaku..”

dengan sedikit ragu akhirnya yoona mau melakukannya. Ia
mulai mendekatkan wajahnya kemudian
mengecup singkat bibir siwon.

“itu terlalu singkat yoong..”

protes siwon tapi yoona tak menanggapi, ia masih
tertunduk malu.

“untuk yabg ketiga.. aku akan
mengatakannya setelah keluar dari rumah sakit ini ..”

ucap siwon sambil mengerlingkan bulu matanya.

Dibalik pintu kamar rawat itu, sooyoung
tersenyum melihat tingkah keduanya.
namun kecemasan juga muncul dalam
hatinya.
bagaimana dengan reaksi yoona jika suatu saat ia
tahu yang sebenarnya…??

Oh Tuhan..
Ia tak ingin membayangkannya ..

***

Setelah keluar dari rumah sakit,hanya
butuh dua hari untuk siwon
mengistirahatkan tubuhnya
dirumah..

kini ia telah siap memulai
sederet aktifitas dan setumpuk
pekerjaan yang telah menantinya.

Dan tak ada yang merasakan bahagia melebihi
kebahagiaan yang dirasakan oleh Tuan Im saat ini.

Putrinya
telah kembali seperti dulu dan ia bisa
melihat lagi senyum indah itu di
wajah cantiknya.

Sementara bagi yoona, ia masih belum
tahu apa yang kemudian akan ia lakukan
selanjutnya.

Appa nya meminta yoona menjalankan
bisnisnya, tapi ia menolak karna belum
siap dan juga itu bukan bidangnya.

Yoona juga enggan melanjutkan kuliahnya
karna sepertinya ia masih trauma
dengan  kampus.

***

hari itu yuri merngajak nya pergi
menikmati hari-hari mereka seperti
dulu.
berjalan- jalan..
makan bersama..
bercanda dengan nya, adalah hal yabg
benar-benar yoona rindukan selama ini.

sebenarnya ia juga ingin bersama
dengan sooyoung. tapi sepertinya gadis itu
masih sibuk dengan jadwal kuliah nya.

“yoong .. aku senang kau kembali..”
berulang kali yuri telah membisikkan kalimat itu di
telinga nya.

Yoona juga merasakan hal yang
sama dengan nya.

seperti terlahir kembali itulah yang ia rasakan saat ini.

***

Hari ini sederet pekerjaan telah Siwon
selesaikan. kini ia tengah beristirahat di
kamarnya dan  baru terpikir jika sedari tadi ia
belum sempat menghubungi yoona. Kemudian
diambil nya handphone dan menekan
beberapa digit nomor disana.

“yoboseyo.. yoona, kau dimana?”

“Oh oppa.. aku sedang pergi dengan
yuri  .. wae?”

“aniyo..aku hanya rindu suaramu,maaf..
aku baru menghubungimu dan hari ini
aku tak bisa menemuimu”

“tak apa kalau kau sibuk.. kau juga harus
istirahat, kau tak boleh sakit..”

ucap yoona mengerti kondisi siwon.

“ne.. aku mengerti, terimakasih kau sudah
memperhatikanku,
besok kau bisa keluar denganku?”

“hmm..tentu saja, kita akan kemana
oppa?”

“bukankah aku masih punya satu
permintaan lagi, aku akan mengatakan
nya besok..”

“tapi, apa lagi yang oppa mau dariku?”

“tunggulah besok.. OK, have fun dan
jangan pulang terlalu malam.. jaga
dirimu aku mencintaimu yoong”

siwon pun mengakhiri panggilan telponnya.
sedangkan yoona di buat tersipu sekaligus bertanya-tanya apa
lagi permintaan siwon padanya??

“kau kenapa yoong..?”

tanya yuri yang heran melihat ekspresi
yoona.

“siapa yang menelponmu?”
tanyanya sekali lagi..

“ooh.. tadi siwon oppa, dia mengajakku
keluar besok ..”

“kencan maksudmu?”

goda yuri membuat wajahnya bersemu
merah.

“entahlah.. ayo! kita mau kemana lagi setelah ini?”

“ayolah yoong katakan padaku,kalian
akan berkencan kan? Sudah sejauh mana hubungan kalian sebenarnya?”

yuri terus saja menggoda yoona
yang menggeleng tak mau menjawab nya.

***

Pagi yang indah itu nampak tak sesuai dengan
hati siwon  yang gundah, saat menyapa sooyoung yang sedang sarapan di dapur.

“pagi sooyoungie..”

“pagi oppa.. kau sudah rapi?”

“ne, ada rapat pagi ini.. bagaimana dengan kuliah
mu??”

“aku sedang menyusun skripsi..”

“sooyoung.. malam ini aku akan mengatakan
semuanya pada yoona..”

Sejenak sooyoung tertegun mendengarnya..

“apa maksud oppa? itu terlalu cepat.. Yoona
baru pulih..”

“cepat atau lambat dia tetap harus
tahu.. sebenarnya aku pria brengsek.
bukan pria baik-baik seperti yang dia pikirkan..”

“tapi oppa.. kau bukan pria seperti
itu. kau sudah banyak berubah,kumohon
pikirkanlah lagi.. aku takut yoona tak
bisa menerima kenyataan ini..”

“Dia akan menerimanya soo.. tenanglah aku sudah siapkan
semuanya..”

Ya..
semalam ia sudah memutuskan untuk mengatakan semuanya
dan akan menerima apapun resiko nya termasuk dibenci dan dijahui yoona.

***

Sedari tadi yoona sibuk memilih pakaian
yang akan ia kenakan untuk bertemu dengan
siwon.
Puluhan baju yang telah ia coba
terasa tak cukup sempurna untuk dikenakannya.
Entah
kenapa ia ingin tampil cantik di
hadapan siwon malam ini.

akhirnya ia putuskan memakai sebuah gaun
berbahan tulle tipis yang memperlihatkan
kaki indahnya saat berjalan.
Yang kemudian dipadukan dengan make up tipis dan sepatu berhak yang tak terlalu tinggi.

Pintu kamarnya tiba-tiba di ketuk
seseorang saat yoona masih merapikan dirinya.

“yoongie ya.. Ayo.. kau sudah siap..”

ucap Tuan Im, appa nya dari balik pintu kamarnya.

“ne appa.. aku akan turun..sebentar..”

Tak lama ia membuka pintu kamarnya.

“oyo jalan..”

ajak Tuan Im yang membuat yoona mengerutkan dahi, heran.

“appa mau kemana?”

“siwon tak mengatakan padamu,Dia
meminta appa untuk datang bersamamu.. appa
tak tahu apa maksudnya. Tapi siwon bilang
ada yang ingin ia sampaikan”

***

Siwon POV

AKU begitu tak tenang saat ini,tapi
semua sudah kuputuskan dan aku tak ingin mundur disaat kini
kulihat yoona datang bersama appa nya.
Hati ku semakin gelisah..
Dada berdegup dengan jabtung yang bergemuruh..

‘Oh Tuhan Yoona… Dia benar-benar cantik saat ini.
bahkan lebih cantik dari dewi..’

melihatnya tersenyum padaku hatiku kini
terasa di iris-iris.
bagaimana bisa aku
menyakiti mu lagi..
sanggupkah aku
mengatakan semua itu padamu, Yoona.

Tuhaannn…
Beri aku kekuatan dan keberanian untuk mengatakannya…

***

Author POV

Siwon memang sengaja menyewa tempat untuk
berbicara pada yoona dan Tuan  Im malam itu.
Tempat yang privet namun tetap nyaman dan tak terlihat kaku.

“oppa ..kenapa tempat ini sepi..?”

“aku sengaja menyewa tempat
ini.. duduklah Yoong.. dan terimakasih paman sudah
mau datang..”

Sapa ramah yang ditunjukka  siwon sambil membungkukkan badan.
Masih tersimpan ada
gurat kekwatiran dari raut wajahnya.

Lama kemudian mereka berbincang diselingi
senyum cerah dari yoona. Ia terlihat
malu saat Tuan Im menceritakan masa
kecilnya pada siwon.

“appa cukup.. jangan katakan itu lagi..”

Tuan Im tersenyum menanggapi
permintaan yoona.

“Oh, oppa ..bukankah kau bilang akan
mengatakan satu lagi permintaan mu??”

seketika raut wajah nya berubah saat
mendengar perkataan daru yoona

Sanggup
kah ia menyakiti perasaan gadis yang
sedang menatapnya dengan binar-binar
matanya yang indah serta senyuman
manisnya.

“sebenarnya aku ingin..”
ucapann siwon terhenti..

“apa yang oppa inginkan? Katakanlah..”

Tuan Im hanya diam mengamati
keduanya.

“aku ingin memintamu untuk me…”

Oh Tuhan…
aku tak sanggup mengatakan
ini..

Yoona terus menatap siwon dengan dalam.
Mungkin ia sedang mencari tahu apa yang akan siwon katakan padanya.

ia pasti tak pernah menyangka jika siwon berniat
mengatakan siapa sesungguhnya dirinya.

Tuhan…
bantu aku..
apa yang harus kulakukan..

“katakan saja siwon.. lihatlah yoona
sudah penasaran dibuat nya”
ucap Tuan Im kemudian..

“aku ingin memintamu untuk menjawab
pertanyaan ku tempo hari..”

‘mianhae yoongie ya..
sebenarnya aku ingin
memintamu memaafkan ku.. tapi aku
benar-benar tak bisa mengatakan yang
sebenarnya saat ini..
aku takut kau
marah..
aku takut kau membenciku..
Ya..
Kau pastilah akan marah dan membenciku..

Tuhan…
maafkan aku telah membohonginya
lagi..
aku memang pengecut..
ku mohon
ampuni aku..’

Yoona langsung tertunduk malu mendengar
permintaan siwon.
ia mengerti maksud
ucapan nya adalah memberikan
jawaban atas lamaran siwon sebelum
kecelakaan itu.

Tuan Im yang tak mengerti maksud siwon kemudian
mencoba bertanya pada putrinya.

“apa maksud siwon yoong, jawaban untuk
apa?”

“appa.. sebenarnya siwon oppa sudah
melamarku..”

“Ohh..benarkah?”

“ne paman.. aku ingin yoona menjadi
istriku dan aku juga ingin meminta
restu paman untuk itu..”

“Kau serius?? Tapi semua terserah padamu yoong, appa
pasti mendukung apapun asal kau
bahagia..”

yoona lantas tersenyum sebelum mengatakan
jawaban nya.
di tatapnya lagi mata siwon kali ini
dengan binar-binar kebahagiaannya yang terpancar.

“ne oppa..aku mau menjadi istrimu ..”

“gomawo yoong, aku berjanji akan berusaha
membuatmu selalu bahagia bersamaku..”

siwon menggenggam erat tangan
yoona, ada kebahagiaan yang juga jelas terpancar dari tatapan
matanya.
walaupun tak bisa ia pungkiri
hatinya masih tak tenang jika belum
mengatakan yang sebenarnya pada yoona.

mungkinkah ia akan membiarkan
kebohongan itu selamanya ..

“kalau begitu siwon, aku harus bertemu
orang tuamu untuk membicarakan nya
dan juga mereka harus mengenal
yoona, kuharap mereka setuju dengan
keputusan kalian..”

“Baiklah paman.. saya akan atur pertemuan
nya..”

***

Sementara itu dirumahnya, sooyoung
menunggu dengan cemas.
ia begitu tak
tenang sampai akhirnya siwon datang.

“oppa bagaimana.. kau sungguh
mengatakan nya?”

“Tidak.. ternyata aku belum bisa soo.. setelah
melihatnya tadi entah mengapa aku menjadi  tak
sanggup. melihatnya tersenyum
membuatku takut untuk mengatakan
nya, aku takut senyum itu hilang
darinya”

“aku mengerti oppa.. aku yakin akan ada
waktu yang tepat untuk mengatakan nya
suatu saat nanti..”

“kau tahu .. aku justru melamarnya..”

“Apa? Apa yang oppa katakan?? kau serius!!”

“aku memang serius soo, aku benar-benar
mencintainya dan aku akan menebus
kesalahanku dengan terus
membahagiakan nya..”

“seserius itu kah kau padanya.. ju kira
kau hanya merasa bersalah saja..”

“awalnya memang iya seperti itu..tapi kusadari kini
aku tak bisa jauh darinya”

“bagaimana dengan paman Im,apa beliaa
setuju?”

“ya.. dan aku akan segera mengatakan
pada appa dan oemma agar mereka
bisa bertemu dengan Yoona..”

“oppa.. kau tahu kan aku selalu
mendukung apapun keputusan
mu . kuharap ini yang terbaik..”

itulah yang kemudian di ucapkan sooyoung, ia
memang sangat pengertian. ia tahu
pasti bagaimana perasaan siwon saat ini. ia tak
ingin lebih menyudutkan posisinya. yang
bisa ia lakukan hanyalah mendukung
keputusan apapun siwon.

“gomawo sooyoungie.. dan kumohon tetap
rahasiakan semuanya dari appa dan
oemma ..”

***

Siwon POV

Pagi yang cerah, ditambah hari ini adalah weekend
cukup bisa membuatku santai.

aku sudah berencana akan
menemui yoona dan memberikan
sesuatu untuknya.

“siwon…pagi sekali kau datang..”

kaget paman ketika melihatku sudah berdiri di
depan pintu rumahnya.

“ne paman.. apa yoona ada?”

“ada.. tapi dia belum bangun. Ohya..  aku
akan pergi ke Busan. Jadi tak bisa
menemanimu ngobrol. masuk lah aku
akan pergi. Titip yoona..”

“Baiklah paman.. hati-hati.. ”

Setelah paman pergi, aku segera masuk
ke dalam rumah.
kulihat bibi yang
selama ini mengurus rumah bersama
dengan suaminya yang menjadi supir bagi
paman tersenyum kearahku.
kusapa dia sebelum akhirnya aku naik ke
lantai dua kamar yoona.

ku buka pintu kamarnya perlahan. benar saja yang dikatakan paman, ia
masih berada dalam alam
mimpinya.

Kuperhatikan sekilas
wajahnya yang tenang saat tidur
kemudian aku berjalan menuju balkon
kamarnya.

aku tak ingin mengganggu tidur nyenyak nya…

Namun hampir tiga puluh menit lebih aku duduk di teras
kamarnya, yoona masih belum juga bangun dari tidurnya..

“Oh, gadis ini apa semalam ia begitu lelah..? Atau apa yang dimimpikannya hingga betah berada alam mimpi..”

Kemudian kuhampiri dia dan duduk di samping
ranjangnya.
Ku kecup keningnya singkat
kemudian mencium bibir manisnya.

Ia hanya melenguh..
Benar-benar hanya melenguh  dan tak juga
membuka matanya.

kembali kucium
bibirnya.. kuharap dia akan bangun kali ini.

Yeahh..
benar saja.
Dia membulatkan mata
seketika saat bibirku menempel di
bibirnya.
Dia terlonjak kaget lalu
mendorong dadaku pelan.

“oppa apa yang kau lakukan oppa??”

“aku hanya membangun kan mu,aku
pernah melakukan nya sebelum nya..
kenapa sekarang kau kaget..”

Dia lantas menarik selimut untuk
menutupi tubuhnya yang hanya
mengenakan tank top dan celana
pendek.

“tapi tadi kau mencuri ciuman dariku..”

“itu karna kau tak bangun-bangun.. Kau tahu,
sudah tiga puluh menit lebih aku menunggumu disini”

“benarkah.. jadi dari tadi kau duduk disini?”

“Hmm.. memang dimana lagi..”

ucapku membohongi nya, membuat  dia
makin menarik selimut menutupi
tubuhnya.

“Kalau begitu.. oppa keluarlah sekarang.. aku mau mandi..”

“kau mengusirku?? Apa kau tak mau aku
bantu?”
senyumku menggoda nya yang dibalas tatapan tajam darinya..

“oppa jangan macam-macam padaku.. !! aku bisa sendiri.. aku
bahkan tak butuh bantuan suster
sekarang..”

aku tersenyum mendengar jawaban
nya.

“mandilah.. aku akan menunggumu”

ucapku sambil berjalan membuka
hordeng dan kembali duduk di balkon kamarnya.
Benar-benar sejuk berada disana..

***

Yoona POV

Setelah slesai mandi kuhampiri Siwon oppa yang
sedang berada di balkon kamarku.

“oppa.. kenapa pagi-pagi sudah datang?”

“pagi..?? lihatlah ini sudah jam sepuluh.. kau
bahkan tak tahu appa mu sudah pergi..”

“jinja.. ahh, tapi appa sudah berpamitan
semalam”

Siwon oppa mendekatiku kemudian
memelukku dari belakang, yang membuat
jantungku berdetak tak normal. namun
memberikan kehangatan di hatiku.

“kau tahu kenapa pagi-pagi aku kesini?”

ku gelengkan kepala sebagai jawaban…

“aku ingin memberikan ini..”

Dia mengeluarkan kotak kecil dari saku
celana nya. Setelah dia membukanya, kulihat
sebuah kalung yang indah berliontin
seperti sesosok malaikat berada disana.

Siwon oppa mengambil kemudian memasangkan nya di leherku..

“oppa ini indah sekali.. sangat
indah.. kenapa kau memilih kalung ini untukku?”

“itu karna aku ingin selalu dekat
dengan mu seperti malaikan yang slalu
menjagamu”

“oppa..gomawo, kau memang malaikat
dalam hidupku.. kau telah
menyembuhkan luka yang teramat dalam
di hatiku. . membuatku bangkit lagi
dengan semua perhatian mu”

ku peluk tubuhnya erat sekarang
namun kusadari ada yang aneh darinya.
Mengapa Dia kemudian meneteskan airmata..

“oppa..waeyo? Ada yang salah dengan
ucapanku?”

“aniyo..aku hanya terlalu bahagia
karnamu. Aku sangat mencintaimu.. ku
mohon tetaplah seperti ini apapun yang
terjadi ..”

“apa maksud oppa?”

ia tak menjawab pertanyaan ku namun
justu mengeratkan pelukanku,aku tak
mengerti apa yang dia rasakan saat ini.

“Berjanjilah yoong..”

“Oppa.. wae? Kenapa kau.. ”

“Ssttt.. kumohon berjanjilah padaku..”

“Ne.. aku janji oppa..”

Dia melepas pelukan nya kemudian
menatap lekat kedua mataku.

“aku sudah memberi tahu orangtua ku
dan akan ku atur pertemuan nya
segera..”

“oppa..apa mereka akan menyukaiku?”

“tentu saja.. siapa yang bisa menolak jika
menantunya secantik dirimu..”

“tapi aku kan…”

Siwon oppa meletakkan telunjuk nya di
bibirku agar aku tak meneruskan
kalimatku.

“jangan mengatakan nya.. tak ada yang
perlu di khawatirkan. . percayalah
padaku. Ayo turun.. kau harus sarapan
dulu”

Oppa lantas menggandeng tangan ku keluar dari
kamar.
Kuharap semua akan seperti yang siwon
katakan.
Mereka menyukai ku dan
menerima ku apa adanya.

Semoga Tuhann…

***

Author POV

Akhirnya saat yang di tunggu yoona tiba.
Ia dan appanya akan bertemu dengan
orang tua siwon malam ini.

sedari tadi hal itu juga terus membuat yoona gelisah. memikirkan bagaimana
nanti tanggapan mereka atas dirinya.

Ia kemudian menghubungi yuri untuk
bertemu. Berharap sang sahabat bisa menenangkan kegelisahannya.

“Yoong.. kau tega sekali.. kenapa baru
cerita padaku kalau Siwon oppa
melamarmu..”

“mianhae Yul.. kukira kau masih sibuk
dengan kuliahmu. Aku tak ingin memecah konsentrasimu..”

“aniyo.. aku hanya tinggal menunggu
sidang saja. kalau begitu.. Ayo pergi dari sini..”

“wae..kita mau kemana?”

“bukankah kau bilang ada pertemuan
keluarga malam ini.. jadi kau harus
dandan dengan cantik agar mereka terkesan
padamu”

Yuri begitu bersemangat. Ia sangat ingin
sahabatnya bahagia setelah terpuruk
cukup lama.

Ia mengajak yoona
kesebuah butik untuk memilih gaun yang
cocok untuk di pakai.

Setelah mendapatkan nya mereka kemudian
pergi ke salon untuk menata rambut dan memberi polesan make up diwajah yoona.

“Yul..bagaimana sekarang?”

tanya Yoona setelah dia selesai di make up
dan berganti gaun yang telah ia beli tadi.

“perfect yoong…ku kira mereka akan
menikahkan mu malam ini juga..”

goda yuri membuat kedua pipi yoona
bersemu merah.

“kajja…appa mu sudah menunggu di
luar”

“tapi yul..apa kau tak bisa
menemaniku.. aku gugup sekali..”

“tak bisa.. ini kan pertemuan
kluarga.. lagi pula ada sooyoung nanti.
jadi kau tak perlu kwatir..”

“tapi kau juga keluarga bagiku,kau sahabat yang sudah
seperti  kakak untuk ku”

“aku tahu.. aku berterima kasih kau menganggapku seperti itu. Well.. mungkin lain kali aku bisa
menemanimu”

ucap yuri lantas menggandeng yoona
menghampiri tuan Im yang sudah
menunggunya..

***

Setelah kurang lebih tiga puluh menit perjalanan, akhirnya
yoona dan appa nya tiba di tempat yang
sudah di siapkan oleh Siwon.

“anneyong haseyo..”

sapa Tuan Im sambil berjabat tangan
dengan kedua orang tua siwon,yoona
membungkuk memberi hormat
kemudian melakukan hal yang sama
seperti appa nya.

“senang bertemu dengan anda
tuan, mari duduk lah..”
sambut Tn.choi ramah..

Sementara Siwon justru terus memandang ke
arah Yoona yabg duduk di hadapan
nya.

Tak bisa dia pungkiri yoona sangat
cantik dan juga anggun malam ini.
Begitu menpesona dimatanya..

“oppa..kenapa kau terus memandang
yoona?”
ucap sooyoung membuat sang kakak
mengalihkan pandangan nya.

“kau ini soo..jelas saja oppa mu tak
berhenti memandang nya.. kau lihat
yoona begitu anggun sekali,oemma
saja terpana di buat nya. Tak salah kalau
oppa mu memilihnya ”

ucap Ny.choi menimpali, yang justru
membuat yoona tersipu dan siwon
hanya tersenyum mendengar penuturan
oemmanya.

“Ohh ya.. Tuan dimana istri anda?”
tanya Tn.choi..

“istri saya meninggal saat melahirkan
yoona dan saya tak bisa menemukan
penggantinya”

“Oh..mianhae..saya tak bermaksud
untuk…”

“aniyo..itu sudah berlalu,tapi sekarang
saya sangat bahagia karna ia
memberikan putri yang cantik untuk menemani
saya”

“Yoona ya.. malang sekali dirimu,mulai
sekarang kau juga bisa memanggil ku
oemma, sama seperti sooyoung..”

ucap Ny.choi sambil menggenggam
tangan yoona.

“kalau begitu kau juga harus memanggil
ku appa..”
Tn.choi tersenyum menimpali..

“Kamsahamnida…aku sangat senang
mendengarnya”
balas yoona dengan tersenyum yang  membuat Tuan Im ikut merasakan
bahagia karna putrinya akan mendapat
keluarga baru yang menyayanginya dengan tulus…

“kalau begitu mari kita bicarakan dan
putuskan tanggal pernikahan nya
kurasa kita bisa mempercepat semua
nya”
ucap Tn.Choi senang yang kemudian disetujui semuanya.

***

Sesuai kesepakatan,pernikahan yoona
dan siwon akan di laksanakan pada pertengahan bulan
depan.

Ny.choi begitu bersemangat
menyiapkan segala keperluan
pernikahan. Meskipun telah menyewa
jasa WO namun tetap saja ia turut
mengawasi smuanya. ia ingin semua
berjalan lancar terlebih ini pernikahan
putra pertamanya.

Yoona POV

Hari-hariku kini kujalani dengan
ceria.
Tuhan memang maha adil dengan
segala yang telah di berikan Nya padaku. aku
sangat bersyukur akan hal itu.

Siwon
oppa pria yang selalu menemaniku saat
aku terpuruk.
memberi kan ku semangat untuk hidup dan yang memberikan kekuatan dalam hatiku.
Pri itu tak lama
lagi akan menjadi suamiku.
Menjadi pelindung seumur hidupku.

kini baru
kupercaya Tuhan memang selalu punya
rencana indah untuk setiap umat Nya.

Aku yakin atas cintaku padanya dan
cintanya padaku akan menyatukan
kami selamanya..

Terimakasih Tuhan…

Siwon POV

Kupandangi senyum indah dibalik
fotonya.
Ku rasakan aliran darah dan
detakan jantungku yang tak menentu
hanya karna memandang foto
nya.

Tuhan…
kau telah memberikan rasa ini padaku.
Rasa cinta yang mendalam dihatiku yang hanya
untuknya.
Kuharap cintanya padaku juga
sedalam yang kurasakan padanya.
hingga suatu
saat jika semua kebodohanku di
masalalu terungkap dan ketahuinya ia bisa
memaafkan dan tetap mencintaiku.
bukan seperti yang selalu ku takutkan dia
akan berlari menjauh dari ku.

Namun ada
satu hal yang selalu ku yakini dan ku
tanamkan dalam hatiku bahwa cintaku
padanya dan cintanya padaku akan
menyatukan kami selamanya.

Semoga..
Tuhan…

***

Author POV

Secerah mentari pagi yang tak lelah
memberikan sinar hangat nya, begitu
pula yang di rasakan Ny.choi saat ini. ia begitu
antusias menyambut pernikahan
putranya. walaupun Tn.choi telah
kembali ke Jepang karna perusahaan
yang membutuhkan nya. ia bersikeras
tinggal untuk menyiapkan segalanya.

dan hari itu Ny.Choi berencana mengajak
yoona untuk memesan gaun pengantin untuknya.

Yoona POV

menikmati pagi dengan secangkir teh
hangat dan di temani hangat nya mentari
memang sungguh kenikmatan yang luar
biasa.
Appa sudah berangkat ke kantor
dan seperti biasa aku duduk sendiri di
balkon kamar yang menjadi tempat favorit
ku.

Bunyi ponsel yang kudengar kemudian  mengalihkan
pandangan ku yang sedari tadi mengarah
ke tengah kota Seoul.
senyum ku reka
ketika melihat nama yang tertera pada layar ponselku.

“yoboseyo ahjjuma..”

“Yoona ya..bukankah sudah kukatakan
untuk memanggilku ‘oemma’ euh?”

“ne..mianhae oem..ma..”

“begitu terdengar lebih baik sayang.. Oiya…
oemma akan mengajakmu memesan
gaun pengantin. Apa kau ada waktu hari
ini?”

“ne..aku bisa. Apa siwon oppa juga ikut?”

“aniyo..siwon punya perancang
pribadi. Kurasa dia akan memesan nya
sendiri. Oemma akan
menjemputmu.. bersiaplah..”

“ne,oem..ma”

Oemma…
kata itu terasa asing bagiku
karna aku tak pernah merasakan kasih
sayang seorang ibu sejak lahir. satu
lagi yang patut ku syukuri sekarang..
Tuhan kini memberiku ibu yang
menyayangiku dengan tulus. walau aku
bukan putri kandungnya.

Terimakasih oemma…

***

Author POV

Ny.choi mengajak yoona ke sebuah
butik ternama.
mereka bahkan sudah terlihat
akrab seperti ibu dan putri
kandungnya.

Yoona telah mencoba
beberapa gaun namun ia merasa itu tak
sesuai dengan kepribadian nya.

“bagaimana yoon?”
tanya Ny.choi untuk yang kesekian kalinya..

“mianhae oemma.. tapi aku kurang
menyukai nya..”

“tak apa.. kau bisa coba yang lain. Atau kau ingin kita pergi ke butik yang lain?”

“Tidak oemma.. mianhae.. tapi apa aku boleh
mendesain gaun ku sendiri?”

“tentu saja kau bisa melakukan
nya.. apa kau ingin mencobanya?”

“ne..aku ingin melakukan nya.. aku
hanya ingin gaun pengantinku simpel
tak perlu terlalu glamor..”

Yoona lantas menggambar desain yang ia
inginkan di temani Ny.choi dan seorang
karyawan butik.
Ny.choi tak menyangka
Jika calon menantunya bisa mendesain
gaun yang menurutnya sangat cantik.

“woww..Yoona ya.. ternyata kau pandai
mendesain sayang..”

“sebenarnya ini lah cita-citaku sejak dulu
oemma.. menjadi seorang desainer..”

“oemma akan mendukung keinginan
mu sayang..”

“nona berapa lama kalian bisa
menyelesaikan ini?”
tanya yoona pada sang karyawan..

“nanti kami akan menghubungi
anda.. mohon tuliskan nomor ponsel
anda..”

Yoona lantas memberikan nomor
ponselnya kemudian meninggalkan
butik bersama calon mertuanya.

***

Siwon melamun sendiri dikamar nya
karna tak terlalu banyak pekerjaan ia
bisa pulang lebih cepat hari ini.

“oppa..kau di dalam?”

ucap sooyoung sambil mengetuk pintu
kamar.

“ne..masuk lah..”
jawab siwon dari dalam kamar..

“oppa..kau kenapa? apa ada yang kau
pikirkan?”

“Sooyoung.. bisa aku bertanya padamu..”

“tentu saja katakan lah..”

“menurut mu bagaimana jika aku
mengatakan semuanya pada yoona
sebelum pernikahan kami terjadi..”

“oppa..!! apa maksudmu? kau sudah
melangkah sejauh ini.. kau tak bisa
menghancurkan kebahagian yoona lagi.
dan juga apa oppa tak lihat oemma
sangat antusias dengan pernikahan ini”

“tapi soo, aku terus saja tak tenang,aku
tak mau pernikahanku dengan yoona
diawali dengan kebohongan yang
nantinya bisa menjadi bumerang yang membuat rumah tangga
kami hancur..”

“aku mengerti oppa..tapi kurasa tidak
bisa seperti itu setelah kau melangkah sejauh
ini. Oppa bukan hanya akan menyakiti
yoona lagi.. tapi juga oemma dan appa”

“tapi soo bagaimana kalau sampai…”

“aniyo oppa.. jangan dulu berpikir negatif.. simpan semua pikiran
buruk itu yang menghantuimu karna aku
yakin itu takkan terjadi”

“sooyoung…dengarkan aku dulu..”

“tidak oppa..aku tetap tak
menyetujuinya. kumohon pikirkanlah lagi.
.”

“mianhae soo.. tapi aku….”

“Oppa… aku tak mau kau melakukannya. Tidak…”

Sooyoung lantas meninggalkan nya.

Siwon POV

aku terus memikirkan ucapan
sooyoung.
dia memang benar aku telah
melangkah terlalu jauh sekarang.
Akan sangat sulit untuk mengatakan
kebenaran yag selama ini
kusimpan.
hatiku terus gelisah tak mau
jika nantinya rumah tanggaku dan
yoona hancur karna semua itu.

Aku memang salah terlalu pengecut dan tak
mengakuinya dari awal.

Tuhan…

Mengapa semua jadi serumit ini..
apa yang harus
kulakukan?
aku ingin mengatakan
semuanya..
tapi keberanian itu sepertinya
menjauh dariku..
aku menjadi takut
untuk mengungkapkan nya.

Kumohon Tuhan..
berikan aku keberanian untuk
mengatakan smuanya pada Yoona…

***

Author POV

persiapan pernikahan siwon dan Yoona
makin matang.
Gedung yang akan digunakan sudah di pesan.
undangan pun siap disebar.

Banyak kolega dari Tn. Choi dari Jepang yang akan
hadir. begitupun rekan kerja
Tn.Im.

Pernikahan sepertinya akan
berlangsung meriah dengan banyaknya
tamu undangan.
mengingat ini juga adalah
pernikahan putra pertama Tn.choi dan
juga putri semata wayang Tn.Im.

Saat ini bersama dengan sooyoung, Ny.choi sedang
membicarakan menu makanan apa yang
akan dihidangkan di pesta nantinya.

“Sooyoungie.. bagaimana kalau kita tambahkan
menu internasional..”

“hmm…boleh juga umma.. dan juga makanan jepang. Bukan kah akan
banyak kolega appa dari jepang yang akan datang..?”

“ne..kau benar”

Di tengah perbincangan ibu dan
putrinya itu..
siwon turun dari kamarnya untuk pergu ke kantor namun dengan wajah gundah saat itu.

Ia terlebih dulu berjalan kearah umma nya.

“umma.  aku jalan dulu..”

“apa kau tak mau sarapan?”

“aniyo.. aku buru-buru.. nanti di kantor
saja..”
Sooyoung terus memperhatikan Siwon..

“aku pergi..”

siwon kemudian mencium pipi Ny.choi..

“ne..hati-hati.. jangan melupakan sarapan nanti..”

Siwon lantas berjalan keluar dan
sooyoung segera mengikuti langkahnya…

“oppa kumohon pertimbangkan lagi yang
kau katakan padaku.. jangan biarkan
semua jadi kacau..”
pinta sooyoung ketika berada di depan
pintu rumah yang tentu Ny.choi tak akan
mendengar pembicaraan mereka..

“mianhae soo.. jika semua tak sesuai
harapan mu.. aku sudah memutuskannya..”
ucap siwon dan berlalu dari hadapan
sooyoung menuju mobilnya.
dan apa yang kemudian bisa dilakukan sooyoung??
Dia hanya terdiam pasrah dengan
keputusan oppanya..

***

Semalam Yoona mendapat telpon dari pihak
butik yang mengabarkan gaun pengantin yang ia pesan telah selesai dan ia bisa mencobanya hari ini.

Yoona mengambil sebuah ponsel miliknya untuk kemudian menghubungi dan memberi tahukannya  pada Ny.Choi..

“yoboseyo.. oemma..”

“ohh..yoona ya.. ada apa sayang?”

“Oemma.. gaun pengantinku sudah selesai.. hari ini
aku berencana melihatnya. apa oemma bisa menemaniku?”

“hmm..mianhae sayang.. tapi hari ini oemma dan sooyoung sudah ada janji
memesan menu makanan”

“ohh…aku mengerti, aku akan pergi
sendiri kalau begitu..”

“aniyo…biar siwon yang
menemanimu. dia juga harus
melihatnya. Biar oemma yang menelpon
nya..”

“aniyo umma.. aku saja yang menemui
oppa dikantor..”

Ny.Choi mengiyakan dan kemudian yoona menutup sambungan telpon setelah
mengucapkan salam.

Yaa..
memang lebih baik jika
siwon yang menemaninya..

***

Di dalam kantornya, siwon terus mencoba
memantapkan keputusan nya.
kini ia
tengah berdiri mematung memandang
jalanan kota seoul dari balik jendela
ruangan nya.

Terlalu fokus pada pikiran
nya sendiri membuatnya tak sadar
seseorang masuk ke dalam ruangan
nya dan segera memeluknya dari
belakang.

“oppa…kau melamun ya?”

ucap yoona mengeratkan pelukan
nya. Siwon masih terdiam tak percaya
gadis yang sedang memenuhi pikiran nya
dan juga menguasai isi hatinya tengah
memeluk erat tubuhnya.

Dia lantas
menggenggam tangan yoona yang
memeluknya untuk merenggangkan
pelukan sang kekasih dan lantas
berbalik menatap manik mata yoona.

“kau mengagetkan ku yoong..”

“benarkan yang kubilang oppa
melamun.. apa yang kau pikirkan?”

Siwon tak menjawab pertanyaan yoona,
ia justru merangkul bahu yoona
kemudian mengajak nya untuk duduk.

“duduk lah.. aku ambilkan minum untumu”

siwon kemudian berjalan menuju
kulkas yang berada dalam ruangannya dan mengambil dua botol jus kemasan dari dalamnya,
kemudian memberikan nya pada yoona.

“gomawo oppa..”

yoona lantas meminum jusnya yang
sudah terlebih dahulu di buka oleh
siwon.

siwon duduk di samping yoona sambil
terus memandanginya yang masih
meminum jus pemberiannya.

Karna merasa di perhatikan,
yoona menjadi kikuk kemudian berhenti
meminum jusnya.

“oppa.. apa yang kau lakukan.. kenapa terus
menatap ku seperti itu?”

“aniyo…apa kau begitu kehausan?”

“sepertinya begitu.. tapi jus nya memang
sangat manis. aku suka..”

Setelahnya yoona menyandarkan kepalanya di
bahu siwon. sepertinya ia ingin
bermanja-manja pada sang kekasih. Hal yang selalu ingin dilakukannya jika bersama dengan Siwon.

“oppa.. proyek apa yang sedang kau
kerjakan?”

“saat ini aku sedang mengurus
pembangunan hotel. wae?”

“aniyo.. aku hanya ingin tahu”

Siwon tiba-tiba saja menggenggam erat
tangan yoona.

“Yoong.. ada yang akan kukatakan padamu”

“katakan saja oppa..”

“tapi kau harus berjanji dulu akan
mendengar semua penjelasanku. Jangan pergi dan mengatakan apapun sebelum
aku selesai mengatakan semuanya..”

“apa maksudmu oppa..?”

“Berjanjilah dulu padaku..”

“baiklah.. aku janji akan
mendengarkanmu.. oppa..”

siwon makin mengeratkan genggaman
tangannya. manik matanya semakin
dalam menatap yoona yang kini juga sedang
menatap nya penuh tanya.

“Yoona sebenarnya aku…aku…”

Suaranya bergetar, saat siwon berusaha mengumpulkah semua
keberanian nya.
Yoona pun kini intens
menatap nya.

kembali siwon mengulang kalimatnya seakan tak tahu bagaimana ia akan memulainya..

“sebenarnya aku…”

Siwon berusaha mengumpulkan
keberanian nya. ia mencoba tenang
ketika akan mengungkapkan semuanya
yang telah membuat ia resah akhir-akhir ini.

“yoona sebenarnya akulah…”

“apa oppa?”

Yoona sudah tak sabar karna siwon masih saja mengatakan  kalimat yang sama. Yoona juga intens menatap siwon penuh
tanya saat siwon semakin
menggenggam erat kedua tangan nya.

“akulah yang telah membuatmu…”

Ketika itu ponsel milik yoona berdering, hingga
Siwon terpaksa menghentikan kalimat
nya. karna kini yoona justru mengalihkan
pandangan nya dari siwon. Ia tengah
sibuk mencari ponsel dari dalam
tas tangan nya.

“oppa sebentar.. aku angkat dulu.”
ucapnya kemudian ketika telah menemukan ponsel miliknya dan siwon hanya mengangguk
mengiyakan.

“yoboseyo..nona Im”

sapa seseorang dari sambungan telpon.

“ne…benarkah? Owhh..baiklah saya kesana
sekarang.. ne..khamsahamnida”
ucapnya saat menutup telpon..

“oppa.. ayo temani aku. tadi telpon dari
butik.. mereka meminta ku kesana
sekarang..”

ia lupa niat awalnya datang kekantor
siwon karna ingin meminta siwon
menemaninya kebutik.
Yoona lantas menarik tangan siwon
untuk mengikutinya dan melupakan apa
yang akan disampaikan siwon padanya.

“tapi yoong.. ada yang mau kukatakan..”

“nanti saja oppa.. ppalli..mereka sudah
menungguku”

akhirnya siwon mengikuti kemauan
yoona. mereka pergi bersama ke butik
dan sekali lagi niatan siwon untuk mengatakan yang sebenarnya kembali gagal.

***

Sesampainya dibutik, yoona segera
menuju ruang fitting untuk mencoba
gaun pengantin nya.

Selang beberapa lama ia keluar dari ruang fitting dengan
senyum indah nya, dan memandang siwon
penuh tanya..

“oppa..bagaimana menurutmu?”

“kau sangat cantik..”

hanya kata itu yang keluar dari mulut
siwon. Ia begitu terpesona melihat kecantikan
yoona berbalut gaun pengantin.

Namun hanya dengan satu kalimat itu cukup membuat kedua
pipi yoona bersemu merah.

Siwon POV

DIA memang cantik. sangat
cantik. Senyum nya tak pernah lepas
dari paras cantiknya.
Dia terlihat bahagia
sekarang.

akankah dia tetap seperti ini jika
mengetahui yang sebenarnya?

apadaya, hatiku kembali ragu untuk
mengatakan nya.
ketakutan akan
kehilangan dirinya terlalu besar dan kembali menguasai
hatiku.

aku terdiam memandangnya yang
selalu tersenyum saat melihatku. Dia
masih sibuk dengan gaun pengantin
nya.
memperbaiki bagian-bagian yang
kurang pas pada tubuhnya.

Setelah selesai berbincang dengan
seorang karyawan butik itu, Dia
menghampiriku dan duduk disampingku.

“oppa..bagaimana dengan baju mu apa
sudah siap?”

“sudah.. kau tak perlu khawatir”

“Oh yaa..oppa tadi di kantor apa yang
ingin kau katakan? Katakanlah..”

aku terdiam mendengar pertanyaan
nya.

Tuhan..
inikah jalan yang kau gariskan
untuk ku. Untuk kami..
Apakah kau akan mengijinkan
aku menutup rapat rahasia ini..

aku tak sanggup jika harus kehilangan nya.
Dia bagaikan udara untuk ku..
darah yang
mengalir dalam tubuhku dia adalah
nyawaku..
bagaimana mungkin aku bisa
hidup tanpa dirinya..

Tidak..
Aku tidak akan bisa..

“oppa katakan lah..”

“Yoona.. kumohon dengarkan aku.. ”
Kugenggam tangannya..

“Jika suatu saat aku membuatmu terluka..
kumohon jangan pergi dariku.. tunggu dan dengarkan semua
penjelasanku. Kulakukan semuanya
karna aku tak mau kehilangan
mu.. aku tak bisa kehilanganmu, Yoona.. jeongmal saranghaeyo..”

kuraih tubuhnya dan kupeluk dengan erat.
aku sadar dia bingung dengan
ucapanku.
Biarlah..
Mungkin inilah jalan Tuhan yang terbaik.

akan ku ikuti kemana garis Tuhan
membawaku. kurasa ini memang yang
terbaik untuk ku dan Yoona.
Aku berjanji
akan selalu membahagiakan nya sampai
akhir napasku.

Aku berjanji Tuhan…

***

Author POV

Setelah meninggalkan butik, Siwon kemudian membawa yoona ke salah satu pusat
perbelanjaan.

mereka berjalan
bergandengan tangan kesebuah toko
perhiasan.

“apa pesananku sudah jadi..?”

tanya siwon langsung pada seorang karyawan
toko.

“atas nama siapa Tuan?”

“Choi siwon”

sang pelayan kemudian mengambil
sebuah kotak kecil dan menyerahkan
nya pada siwon.

“oppa.. apa ini?”

tanya yoona ketika siwon menyodorkan
kotak itu padanya.

“bukalah..”

Yoona membuka dan nampak terkejut
melihat sepasang cincin mas putih
bertahta berlian  berada didalam nya..

“oppa.. apa ini cincin pernikahan kita?”

“apa kau menyukainya? kalau tidak kita
bisa menukarnya..”

“aniyo..aku sangat
menyukainya. gomawo..”

yoona memeluk tubuh siwon sebagai
tanda kebahagiaan yang kini sedang menyelimuti
hatinya.

Ia merasakan cinta yang luar
biasa agung yang diberikan siwon untuknya.

Namun yoona juga merasakan
ada yang aneh pada diri siwon hari itu.

Yoona dibuat tak
mengerti maksud ucapan siwon padany nya yang kemudian membuat hati kecilnya terus bertanya-tanya..

Apa
sebenarnya yang sedang mengganggu pikiran
nya?
Apa karna pekerjaan?
Atau karna
pernikahannya yang tinggal menghitung
hari?
Apa dia menyesal dengan keputusan
nya?

Yoona mencoba membuang jauh pikiran buruk
itu. Dan meyakini bahwa siwon mencintainya.

Cinta
tanpa syarat karna dia tak perduli masa
lalunya yang begitu buruk.

***

Beberapa jam setelahnya, Siwon membuka pintu mobil ketika
mereka sampai di halaman rumah
Yoona.

“masuk dan beristirahatlah..”

“ne oppa..kau juga hati-hati menyetirnya”

siwon lantas mengecup kening
yoona. Yoona tersenyum kemudian
balas mencium pipi kanan siwon.

“gomawo sudah menemaniku hari ini
bye..”

Ia melangkah masuk kedalam
rumah sementara Siwon terus  menatap nya yang berlalu
dari hadapan nya.

“kini aku yakin Tuhan.. dialah yang
kauciptakan untuk ku. Aku yakin
menyembunyikan semua ini adalah jalan
yang terbaik.. aku akan menikahi dan membahagiakan dia selamanya…akan kutebus kebodohanku itu dengan apapun yang bisa membuatnya terus tersenyum..”

***

Akhirnya..
Hari yang di tunggu keluarga Choi dan
Tn.Im segera tiba.

Tinggal hitungan jam
pernikahan akan di gelar karna itu Tn.Im meminta yoona tak melakukan
aktifitas apapun.
ia ingin putrinya
Beristirahat agar saat pernikahan besok ia terlihat segar dan
tidak kelelahan.

“Yoong . appa ke kantor sebentar,ada
sedikit pekerjaan kau istirahat ya..”

“ne appa…aku takkan kemana-
mana. Lagipula nanti yuri akan kemari”

“baiklah appa jalan dulu..”

“appa hati-hati”

pesan yoona saat mengantar sang ayah
memasuki mobil.

Tak lama setelah kepergian Tn.Im.. Yuri
datang dengan membawa tas dan
sebuah koper yang kemudian membuat yoona mengerutkan kening, heran.

“yul apa yang kau bawa?”

“ini pakaian ganti dan juga gaun ku
yoong.. malam ini aku akan menginap
disini.. waeyo?”

“aniyo..tumben sekali.. biasa kalau
menginap kau tak pernah bawa baju
ganti.. kenapa harus repot seperti ini.. kau bisa
pakai bajuku”

“tak apa.. kali ini aku tak mau
merepotkan mu”

Sepasang sahabat itu kemudian
menghabiskan waktu bersama di dalam
kamar yoona. Menonton dvd,bercanda dan
mengobrol santai disana..

“aku senang yoong.. kau segera
menikah.. tapi aku juga sedih karna kita
takkan bisa seperti ini lagi”

“tapi kita masih bisa sering bertemu
yul..”

“tapi pasti akan berbeda setelah kau
menikah kau akan sibuk mengurus
suamimu..”

“aku janji akan meluangkan waktu
untuk mu”

“siwon oppa beruntung sekali
memilikimu yoong.. aku jadi cemburu”

“kau ini.. apa yang kau cemburui?? Aku yang beruntung memilikinya
yul.. dia malaikat dalam hidupku. Kau tahu betapa aku begitu terpuruk waktu itu..”

“aku tahu.. dan siwon oppa sangat
mencintaimu.  Kuharap kalian bahagia
selamanya..
oh yaa..kau sudah siapkan keperluan
untuk bulan madumu?”

“ne.. aku sudah siapkan..”

tunjuk yoona pada sebuah koper tak
terlalu besar yang berada didekat lemarinya.

“berapa hari kau disana?”

“hanya tiga hari.. itu juga karna siwon oppa
ada pekerjaan disana jadi sekalian
saja..”

Ketika malam hari semakin larut dan mereka sepertinya
juga lelah,Yoona sudah tertidur lelap
tapi tidak dengan yuri.
Tiba-tiba ia
beranjak pelan dari tempat tidur mengambil
kopernya dan sibuk dengan baju-baju
dalam kopernya.
Tak lama ia juga
mengambil koper milik yoona entah apa maksud dari yang ia
lakukan dengan menukar pakaian yang berada dikopor yoona dengan yang berada dikopor miliknya..

Saat setelah selesai, kembali ia
meletakkan nya pada tempat semula dan
senyum tersungging dari bibirnya.
kemudian ia melangkah menyusul
Yoona yang sudah tertidur dan mungkin sudah berada dalam alam
mimpinya.

***

Matahari pagi tersenyum cerah seolah
tahu kebahagiaan yang sedang menaungi
dua keluarga yang akan segera menyatu hari itu.

Senyum pun tak pernah lepas dari raut wajah yoona yang
kini sedang menunggu acara
pemberkatan pernikahannya di ruang pengantin.

Gugup bercampur bahagia itulah yg ia rasakan
kini.

Sementara hal berbeda terjadu pada Tn.dan Ny.choi yang sibuk menyambut tamu
yang hadir. Begitupun dengan Tn.Im yang terlihat sangat
senang menerima ucapan selamat atas
pernikahan putrinya.

Sooyoung dan Yuri pun tak kalah sibuk
menyambut teman-teman nya yang juga
teman Yoona ketika ia masih
Berkuliah.
Mereka ikut berbahagia setelah apa
yang menimpa yoona waktu itu, akhirnya Tuhan
memberikan kebahagiaan untuknya.

“Yul kau yakin yoona tak
mengetahuinya..

“aaish..kau ini soo, tentu saja tidak.. aku
melakukan nya saat dia tidur. kalau tahu
dia bisa membunuhku..”

“apa dia tak curiga??”

“Dia tak membuka lagi kopernya”

“Dia pasti akan terkejut saat mengetahuinya”

“kurasa ia akan senang…kita sangat
perhatian padanya”

“ya benar.. itu kado untuknya”

“ha..ha..ha..ha..”

Sooyoung dan Yuri tertawa bahagia, setelah
entah apa yang mereka berikan pada sang
sahabat tercinta.
Keduanya kemudian
berjalan menghampiri tempat yoona
berada.

“YOONAAA…!!”

sapa sooyoung dan yuri berbarengan..

“kalian kemana saja? aku gugup sekali..”

“tenanglah.. acaranya akan segera
dimulai.. ayo, kau harus naik ke altar..”
ucap sooyoung kemudian..

“tunggu dulu.. kita ambil foto bertiga”

ajak yuri mengambil kamera miliknya yang kemudian
Yuri Yoona dan Sooyoung, ketiga
sahabat itu lantas mengambil selca
lucu sebelum yoona melangkah naik menuju altar
melengkapi kebahagiaan yang
menyelimuti mereka.

***

SIWON tak menyangka jika saat itu dirinya bisa berdiri di altar
pernikahan. menunggu pengantinnya dan siap
menyambut kehidupan baru yang akan dijalaninya bersama yoona.

Yoona yang kini menjadi segalanya
bagi hidupnya..
Takkan ia sia-sia kan semua yang Tuhan berikan untuk dirinya..

Saat melihat Yoona yang berjalan ke altar
bersama Tuan Im dan terlihat sangat cantik
dengan senyum yang tak lepas darinya, Siwon kemudian meraih tangan nya saat sang ayah mertua
menyerahkan yoona, putri satu-satunya kepadanya.

Siwon menatap mata
indah nya yang seketika membuat jantungnya
berdetak tak menentu. Dan memastikan akan
membahagiakan nya untuk selamanya.

Itulah janji yang terus terucap didalam hatinya.

***

“atas nama Tuhan kalian resmi menjadi
suami istri.. Kau bisa mencium pengantinmu
sekarang.. Tuhan memberkati..”

Detik-detik penuh kekhidmatan saat keduanya mengucap janji suci pernikahan itu telah berlalu seiring dengan ucapan sang pendeta yang telah selesai memberikan pemberkatan.

Siwon kemudian mendekatkan wajah kearah
yoona untuk memberikannya kecupan lembut di
bibir yoona yang kini telah resmi menjadi
istrinya.

Ada keharuan ditengah kebahagiaan yang membuncah dari
keduanya yang disertai riuh tepukan tangan dari
para tamu undangan yang menyaksikan tanda penyatuan hubungan mereka.

***

Setelah pesta resepsi usai, Siwon dan
Yoona akan langsung menuju bandara.
mereka akan pergi berbulan madu di Phuket
Thailand.

“Siwonie.. aku serahkan yoona
padamu.. Tolong jaga dan bahagiakan dia..
jangan biarkan perasaan nya kembali
terluka.. Aku percaya kau bisa melakukan itu.. ”
pesan Tn.Im pada Siwon..

“Aku akan melakukannya appa..”

“umma.. appa.. kami pergi dulu..”

pamit Yoona pada kedua mertuanya
kemudian memeluk mereka bergantian.

“Bersenang-senanglah sayang..”
Ucap Ny.Choi saat memeluknya..

“Ne.. oemma..”

Yuri dan sooyoung pun juga bergantian memeluk
yoona.

“kau harus bersenang-senang disana Yoong.. sudah saatnya kau bahagia..”
pesan keduanya..

“Terimakasih.. kalian selalu ada untukku.. Aku menyayangi kalian..”

“Oh Yoona.. Kami juga menyayangimu…”

Selesai berpamitan,
Yoona dan Siwon membungkuk
memberi hormat pada orangtuanya
sebelum akhirnya diantar pergi menuju
bandara…

****

****

****

Setelah menempuh beberapa jam
perjalanan akhirnya mereka tiba di
Thailand.

Siwon sudah memesan kamar
di sebuah hotel yang tak jauh dari pantai
Phuket. Juga tak jauh dengan lokasi pertemuan bisnisnya.

“yoong.. apa kau mau mandi duluan?”
tanya siwon setelah mereka memasuki
kamar hotel..

“oppa duluan saja.. bukankah kau harus
bertemu seseorang? Aku akan
membereskan pakaian kita terlebih dulu..”

“Beristirahatlah dulu.. itu bisa dilakukan nanti..”

“Tidak apa-apa.. aku akan melakukannya sekarang..”

“Baiklah… kalau kau mau seperti itu..”

Setelah siwon masuk kedalam kamar mandi, Yoona
segera melaksanakan niatnya

Yang pertama
ia membuka koper milik siwon kemudian
memasukkan pakaiannya ke dalam
lemari.
Setelahnya ia lantas berganti membuka
kopernya..

“Astaga..apa ini?
Kenapa isinya begini?
ini bukan koperku.. apa koperku
tertukar?”

guman yoona terkejut dan menyadari
ada yang aneh pada isi dalam kopernya.

“Tapi ini benar pakaian dalam ku.. tapi yang
lain nya bukan punyaku..”
gerutu yoona sambil membongkar isi
dalam kopernya yang ternyata berisi
pakaian tidur seksi dengan kain tipis transparan dan
beberapa pakaian yang menonjolkan
lekuk tubuhnya bila dipakai.
Pakaian-pakaian  yang sebelumnya
sudah ia siapkan tak ada  didalam nya..

“Aishh..aku tau ini ulahnya. Dia pasti pelakunya..

segera yoona mengambil ponselnya..

“Yuri..!! Apa yang kau lakukan dengan
koperku!?”

di sebrang telepon yuri justru tertawa
mendengarnya.

“mianhae yoong.. tapi itu bukan
ideku. Sooyoung lah yang menyuruhku melakukan
nya..”

“kalian berdua memang gila.. keterlaluan sekali.. mana
mungkin aku memakainya didepan
siwon oppa”

“Jadi kau sudah melihatnya..? kau ini bagaimana sih yoong,oppa
sekarang suamimu.. ”

Sahut sooyoung mengambil alih yang ternyata saat itu sedang bersama dengan
yuri.
Keduanya sedang tertawa keras
bersama saat mendengar gerutuan sebal dari yoona, hingga akhirnya yoona menutup
ponselnya dengan kesal.

“aishh..awas saja kalian..!!”

Siwon yang terlihat baru keluar dari kamar mandi nampak
heran melihat tingkah yoona..

“kau kenapa yoong?”

tanya siwon berjalan mendekati yoona.
yoona menoleh kearah nya namun
sesaat ia justru terpana melihat tubuh
atletis siwon yang hanya menggunakan
handuk.

“yoong.. kau kenapa?”

“Oh.. oppa lihatlah ini..”

yoona menunjukkan isi kopernya..

“kenapa dengan itu?”

“oppa.. ini bukan milikku. Ini ulah adikmu
sooyoung.. mana mungkin aku
memakainya”

siwon justru terkikik geli melihat
tingkah yoona dengan wajah kesalnya..

“pakai saja.. lagi pula aku juga ingin
melihatmu memakainya.. kau tak keberatan kan..”
Seringainya yang justru mendapat pukulan dari yoona dilengannya..

“Oppa..”

Yoona dibuat malu dengan ucapan
siwon.. segera ia masuk kedalam kamar mandi
untuk menyegarkan tubuhnya,meninggalkan siwon yang
makin terkikik geli dibuatnya.

***

Sambil menunggu siwon datang setelah
menemui rekan bisnis nya.. kini yoona
sibuk menyiapkan makan malam untuk
mereka.

Menyiapkan piring dan juga
mangkuk sup untuk menaruh makanan
yang tadi ia pesan.

Tak lama menunggu,
pintu kamarnya terbuka dan yoona
segera berlari kecil kearah pintu
menyambut siwon datang.

“oppa kau pasti lelah.. ayo masuk aku
sudah memesan makanan untuk kita..”

siwon hanya diam memandang yoona. Ia sedikit
kaget sekaligus terpana melihat penampilan istrinya.

Ya..
yoona sedang mengenakan kemeja
siwon sekarang.
Ia lebih memilih
menggunakan kemeja yang kebesaran
daripada pakaian sexy yang dibawakan
yuri.

Yoona yang menyadari siwon
memperhatikan dirinya menjadi sedikit kikuk dibuatnya..

“oppa aku pinjam kemejamu.. aku tak
mau memakai baju yang diberikan sooyoung
dan yuri.. aishh…aku jadi jengkel jika
mengingatnya. Mereka berdua keterlaluan
sekali.. bukan memberiku kado
pernikahan tapi justru mengerjaiku..”

siwon justru tersenyum mendengar
ocehan yoona.

“kau lucu sekali.. tapi kau semakin
cantik dengan kemejaku.. aku suka melihatmu seperti ini..”

goda siwon mencubit kedua pipi yoona
gemas.
Yoona lantas bergelayut manja
di lengan siwon menarik sang suami
menuju meja makan yang sudah ia
siapkan.

***

Setelah selesai makan malam yang menyenangkan bersama yoona, siwon segera mandi untuk
menyegarkan tubuhnya.

Sementara menunggu siwon selesai, yoona memilih berada di balkon kamarnya untuk
menatap indahnya langit malam yang
berhiaskan ribuan bintang saat itu.

mereka memang belum sempat
berjalan-jalan hari ini karna siwon
harus menemui rekan bisnisnya. Tapi hal itu tak menjadi masalah bagi yoona karna ia menyadari tanggung jawab pekerjaan siwon juga penting untuk
masa depan nya kelak.

Siwon yang sudah keluar dari kamar mandi
segera menghampiri saat melihatnya berada disana..

“kau sedang apa? terlalu dingin berada disini?”
ucap siwon sambil memeluk yoona dari
belakang. Mencoba memberikan sedikit
kehangatan padanya.

“aku hanya sedang menikmati
indahnya langit disini dan berterima
kasih karna Tuhan begitu
menyayangiku dengan memberikan mu
disisiku”

yoona berbalik dan menatap siwon.

“aku yang seharusnya bersyukur
mempunyai bidadari sepertimu”

perlahan siwon mendekatkan wajahnya
pada yoona, seolah mengerti dengan apa yang diinginkannya, yoona pun kemudian
menutup kedua matanya. menikmati
ciuman yang diberikan siwon. Pagutan bibirnya
menimbulkan sensasi yang tak biasa
pada dirinya membuatnya tak bisa tinggal
diam dan membalas ciumannya.

itu memang bukan ciuman yang pertama diantara keduanya,
namun malam ini sepertinya gairah mulai menguasai keduanya.
dengan status mereka sekarang tak masalah
jika keduanya melakukan hal lebih intim daripada sekedar berciuman.

Perlahan kemudian Siwon menuntun tubuh yoona
masuk kedalam kamar dan
membaringkan nya diatad tempat
tidur.
Tangan nya dengan  perlahan juga mulau membuka
kancing kemeja yang dikenakan yoona.

Siwon melepas
ciuman nya dan lantas berbisik di
telinga yoona..

“You’re mine..”

Mendengarnya, entah mengapa membuat yoona dengan cepat
mendorong dada siwon menjauh
darinya. membuat siwon terkejut
dengan sikap nya.

“waeyo..??”

Siwon terlihat terkesiap saat kemudian melihat tubuh yoona yang bergetar.

Berbagai pemikiran yoona  sedang berkecamuk saat itu..

Ya Tuhan…
apa yang tadi dia katakan?
Mengapa dia bisa
mengatakan itu?
kata;kata itu sama
persis dengan yang dikatakan namja
brengsek yang sudah menghancurkan
hidupku saat ia merampas kesucianku..

apa mungkin oppa orangnya??
Mungkinkah namja brengsek itu siwon
oppa..??

Tidak…
Ya Tuhan…
Itu tidak mungkin….

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

To Be Continued~

*

*

*

Yeehhiiii…
Finally YaM hadir disini…
Masih banyak part2 panjang yg akan dilalui…
So..
Prepare saja lah yaa…
Xixixixiii…

#Thanks^^

142 thoughts on “♡ YOU’re MINE ♡ [1]

  1. Yak Siwoonnn ppa!! knp tega beud dah memperkosa yoona?
    Buruk ney ketika pernikahan d awali dgn kebohongan. knp ga jujur aja dulu!?
    huwwwaaa…jd ngeri kan,mlm pertama aja udh ke inget2. -__-

  2. ini ff yang paling bikin deg deg penasaran. alurnya jelas, cerita ny beda sama cerita yg lain yg pernah aku baca.
    mungkin Siwon memang sudah ditakdirkan Tuhan bersama Yoona dengan cara seperti itu. aku harap Yoona tidak mengalami trauma lagi dan semoga ending ny happy forever. next chap… ^_^

  3. Awal baca ku pikir org lain yg perkosa yoona dan siwon adlh kekasih yoona yg mau menerima yoona apa adanya,ternyata….justru siwon pelakunya dan yoona jatuh cinta sama org yg sudah memperkosanya.
    Bacanya bikin deg2an,nebak2 kpn siwon bakal jujur dan berhenti berbohong atau justru ketauan.ternyata malah di mlm pertama kebohongan itu terbongkar. Ya tuhan apa yg akan trjadi selanjutnya…. Bikin penasaran nih

  4. Ternyata wonppa orgnya.. aduh gmn yah wajat siih kalo yoona oennie marah tp kasian jg wonppa nya kan itu lg mabuk wktu itu dy jg udh merasa brsalah dan nebus kslahannya dgn mmbahagiakan yoona oennie.. smoga yoona oennie ga benci sma wonppa smoga cma shock dan butuh wktu aj..
    next chapter oennie
    *thumbsup* gomawooo 😉

  5. Ah. Sbnrnya bingung mau komen apa.
    Siwon bnr2 tega ma yoona. Tpi ga tega jga sma siwon. Jdi gmna donk?
    Shrusnya siwon ju2r dlu ma yoona seblm menikah. Dan skrng mrka bru nikah tpi udh mulai kebngkr.
    Kira2 siwon bkal brkata ju2r tau mlh mnbh kebohongan di chap slnjtnya

  6. wah.. ternyata tg memperkosa yoong wonppa sendiri, tpi syukurlah wonppa mw bertanggung jwb dan benar2 memcintai yoong
    lalu gmna nanti klo kebohongan itu terungkap

  7. Aku baca lgi ff ini, ternyata benar wonppa yg buat Yoong menjadi trauma bgtu dan org yg memperkosanya adlh Wonppa sendiri, aigo… sangat membingungkan di satu sisi mereka sudah mulai bahagia lalu bagaimana nanti jika kebohongan itu pada akhirnya terbongkar?
    ya ampun.. ni ff sumpah keren bgt
    baru baca part 1 udh bikin menegangkan, sangat seru
    gak bosan bacanya
    Good Job author….

  8. Aku baca lgi ff ini
    apalagi gk bosan dgn ceritanya
    ff nya keren bgt
    apalagi baru baca part 1
    udh bikin menegangkan
    gak kebayang gmna seandainya kebohongan itu bakal terungkap
    Oh My Good… gak bisa di bayangkan apalagi itu org yg melakukan pria yg sudah terlanjur mencintai kita,
    Good Job author
    ff mu benar2 keren serasa nyata alias serasa nonton drama sungguhan

  9. Siwon tega bgt ngancurin masa depan Yoona, bikin trpuruk & trauma. Tp, dikira.a Y00na, Siw0n adl dewa pnyelamat.a., Siw0n jg ada acara gk jadi bilang ke Y00na yg sbnar.a krn takut Y00na bkl mnjauh dari.a.,
    Ngakak wktu baca ide S00young & Yuri yg ganti baju2 Y00na jd baju yg seksi2,,
    Ending part.a Y00na wktu dngar Siw0n bilang “Y0u’are Mine” dia jd ke inget sama kejadian kelam malm itu tuh..,

  10. hai author~ aku reader baru,, lihat ff author langsung suka .. ini pertam kali baca ff siwon sam yoona, baca sekali lnsung srekk ^^
    ini pertama cerita kasihan banget yoona stres trus tiba tiba ada siwon tapi pas dibaca tambah kebawh siwon yang buat yoona gitu .. tambah penasaran sma chap berikutnya🙂 keep writing thor~

  11. Bca ff ini bkin deg degan…
    Walaupun siwon pelakunya tpi dia ga sepenuhnya slah kan waktu itu dia lgi mabuk, lgian siwon sdah mau nebus kesalahannya…

  12. Ff nya bgus,Q gk nyanka bahwa yg menghancur kan masa depan nya siwon..ya walaupun siwon bersalah tapi dia mau bertanggung jawab…
    Aduh knpa sich setiap siwon mau jujur pasti ada halangan nya,
    Ya siwon kenapa ngucapin kta itu jdi yoona inget kan ,penasaran klanjutan nya

  13. waw” eon…….mian baru komen cz. aq baru inget klo blm komen🙂 dh sampai slesai baca.a ………. aq tu org.a klo mau baca ff klo lagi mood, jadi klo ada ff aq copy-paste ke word trus di save jadi klo mau baca gk usah pakek modem ……… tapi aq punya list ff yg dh dibaca trus ma yg blm komen🙂 …………. mian aq ngomel di sini
    buat ff.a sih bagus cz. dh baca sampai slesai jdi gk pnasaran ma next cp.a hehe

  14. Wahh ffnya keren🙂 aigoo siwon oppa kenapa bicara kata2 yg membuat yoona depresi duhh..kira2 tau gaa yaa yoona kalo siwon oppa pelakunya? Ω̶ќυ̲̣̥ harap tidakk,

  15. wonpa kenapa km tega menghancurkan masa depan yoona oenni, sampai trauma seperti itu…
    apalagi kau memutuskan menyimpan kebenaran…

  16. Ksian yoong eoni, msa dpan nya suram. Smua krna wonpa.
    Knpa wonpa smpai punya pikiran sprti itu.

    Won pa keterlaluan, wlaupun sdh bertanggung jwab ttp aja yoong oeni msih trauma.

  17. Kasihan Yoona oenni mengalami hal buruk sampai dia depresi berat…
    Tapi lega banget akhirnya dia bisa sembuh dari depresinya, dan itu semua berkat Won pa… Tapi masalahnya orang yg bikin Yoona oenni depresi adalah Won pa… Meskipun hal itu Won pa lakuin tanpa sengaja…
    Dan Yoona oenni sangat sensitif banget dg kalimat “you’re mine”…
    Semoga saja hubungan mereka tdk ada masalah…

    Good Job Oenni…

  18. Ah,,,,aku bngung mau nyalah kn siwon oppa krn mmperksa yoona,,pi di sisi lain siwon oppa kn lgi mabuk,kasihn liat yoona smpe trauma gtu.

  19. Sebenernya aku udh pernah baca ff ini di fb…
    Tpi aku pengen baca lagi disini…
    Ff nya keren jadi aku pengen baca terus…
    Memang alkohol bisa membuat org kehilangan kendali…
    Jadi siwon bisa2 nya ngelakuin itu…
    Gk kebayang gmana reaksi yoona nanti…
    Sekarang an kykny udh ngerasa krna siwon ngucapin kata you’re mine

  20. Kasian banget liat mommy seperti itu …
    untung daddy bertanggung jawab dan mau merawat mommy sampai bner2 pulih…
    bagaimana reaksi mommy kalo dia tahu daddy yang berbuat seperti itu padanya ?
    oohh! astaga ! kalimat ituu….
    semoga saja mommy gga ingat dan buar daddy yang ngejelasinnya…
    .
    kyaaa! critanya keren dan bisa bikin puass..
    panjang bget yaahh

  21. Jadi siwon berulang kali minta maaf karena siwon udah perkosa yoona..walaupun tanpa sadar melakukannya tetap saja kasian yoona eonni..
    Pernikahan diawali kebohongan akan beeakhir gimana
    Penasaran dgn cerita selanjutnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s