Fanfiction

♥ I Need ROMANCE ♥ Chap 10

# Happy Reading

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

Minho benar-benar mengabaikan
ucapan soojung, ia masih dan terus
memukuli tubuh siwon tanpa henti.

Anehnya tak ada sedikitpun bentuk
pembelaan diri dari siwon, dia sama
sekali tak melawan.

Siwon pasrah tubuhnya dilukai oleh
minho. Sakit dan Perih dari pukulan-
pukulan minho jelas tak sebanding bila
dibandingkan dengan kesakitan yang
dirasakan oleh yoona saat ini.

Dia memang pantas mendapatkannya,
bahkan lebih dari sekedar pukulan.
Minho benar..
Ia memang lebih pantas mati daripada
hidup hanya untuk menjadi penyebab
luka hati yoona.

“Kau gilaa.. Minho!! Apa yang kau
lakukan?”

pada akhirnya victoria lah yang mengambil tindakan untuk
menghentikan pukulan bertubi-tubi
yang dilakukan minho.

Wanita itu mendorong kuat tubuh minho
agar menjauh dan kemudian ia segera
meraih siwon yang tergeletak dengan
nafas terengah-engah.

“Siwon.. Kau tidak apa-apa?”

“Menjauhlah dariku!”

“Kau terluka.. Kenapa kau membiarkan
minho melukaimu seperti ini. Ayo
bangun.. Aku akan mengobati
lukamu..”

“Menjauhlah Victoria!!”

Vic berdecak kesal saat ia sedikit
mundur, dan membiarkan siwon bangun
untuk kemudian melangkah pelan
kearah sofa dan menyandarkan
tubuhnya disana.

“Kau keterlaluan minho.. Kau melukai
kakak mu sendiri hanya demi wanita
itu!!”

“Kalian yang keterlaluan! Aku percaya
noona dan hyung berteman baik.. Tapi
aku tak pernah menyangka jika
pertemanan kalian juga terjadi diatas
ranjang! Sialan! Kalian menyakiti yoona
noona..”

“Harusnya kau bisa menduganya
minho..”

Vic tersenyum remeh dan menjauh dari
minho, tak ingin melanjutkan
perdebatan dengannya dan lebih
memilih menghampiri siwon.

“Ayo kita pergi soojung.. Memuakkan
berada disini dengan orang-orang
seperti mereka..”

Minho menarik tangan soojung. Gadis
itu masihlah shock dan tak berhenti
meneteskan airmata.

“Oppa.. Bagaimana dengan oenni?
Dimana dia?”

“tenanglah.. Aku akan menemukan
yoona noona untukmu.. Aku berjanji..”

Minho menyeka airmata soojung
dengan tangannya, sesaat mengusap
rambutnya sebelum akhirnya
merangkulkan lengan ditubuhnya.

“Ayo..”

“Soojung ah..”

Keduanya menghentikan langkah saat
suara parau siwon terdengar
dibelakang mereka.

“Kumohon beritahu aku jika kalian
menemukan yoona.. Aku
merindukannya.. Aku merindukan yoon
jo.. Aku sangat mencintainya. Aku tak
mungkin berniat menyakitinya.
Percayalah padaku..”

Tak membiarkan soojung memberi
respon, minho bergegas membawa
soojung keluar dari rumah itu, bahkan
tanpa menoleh kearah siwon.
Emosi masih menguasainya, jika ia
melihat wajah hyung nya, yang
dikhawatirkan dirinya tak mampu lagi
mengendalikan diri dan kembali
menghajarnya.

***

“Siwon..!”

Yoona tersentak, terbangun dari
tidurnya dengan napas yang terengah-
engah.

Menatap kesisi tempat tidurnya, ia
merasakan hampa ketika
tak ada suami disampingnya.
Tak ada siwon yang biasa memeluk
dan memberi kehangatan ditubuhnya.

Yoona kembali memejamkan mata,
merasakan airmatanya merembes dan
membasahi wajahnya.

Ia ingin tidur..
Ia ingin terus bermimpi..
Ia tak ingin bangun dan menghadapi
dunia nyata.
Ia tak mau menerima kenyataan bahwa
dunianya telah runtuh, hancur karna
sebuah pengkhianatan yang dilakukan
suaminya.

Tidak..
Ia tak mau menerima itu semua.
Biarkan ia tidur..
Biarkan ia hidup dalam dunia mimpinya
saja..

“Ny.. Anda tak mau makan? Saya
sangat khawatir, Ny.. tak pernah
benar-benar menyentuh makanan yang
saya buatkan..”

Wanita paruh baya yang dipanggil ‘bibi’
oleh yoona, sedang mengetuk-ngetuk
pintu kamarnya. Membuat yoona
kembali membuka kedua mata dan
menyeka airmatanya.
Perlahan ia mengubah posisinya
menjadi duduk diatas tempat tidur dan
hanya memandang kearah pintu
kamarnya yang terus diketuk dari luar.

“Ny.. Saya tidak tahu apa yang terjadi
pada anda, tapi Ny..punya bayi,
pikirkanlah dia yang masih berada
didalam perut anda..”

Yoona tertunduk, memandang keatas
perutnya. Airmata kembali jatuh
diatasnya. Dengan segera, kedua
tangannya ia letakkan diatas perutnya,
seperti sedang memeluk bayi
didalamnya.

“maafkan aku..maafkan oemma Yoon
jo..”

Yoona sedikit tersenyum saat
menerima respon sebuah gerakan dari
dalam perutnya. Ia segera berdiri dari
duduknya dan langsung melangkah
kearah pintu dan membukanya..

“bibi, aku ingin segelas susu,
semangkuk nasi dan sup, juga apapun
yang bibi masak untukku. Tolong
siapkan sekarang..”

Bibi itu tersenyum penuh kelegaan
sambil menganggukkan kepalanya. Dan
segera membawa yoona kemeja
makan.

“Kakek belum datang?”

“hmm.. Tuan bilang ada sesuatu yang
harus diurus. Hari ini mungkin tidak
akan datang..”

“Oh..”

Yoona menyuapkan sesendok sup hangat
kedalam mulutnya.

Sudah tiga hari ia berada dirumah itu
dan sang kakek setiap hari
mengunjunginya. Keduanya akan
mengobrol beberapa lama, meski
selalu berakhir dengan lamunan yoona
yang membuat sang kakek kemudian
memintanya untuk beristirahat saja.

“Bi, bisakah katakan untuk menyiapkan
mobil untukku..?”

“anda ingin pergi Ny..?”

“ne.. Aku ingin menemui adikku..”

“Oh..baiklah, akan saya lakukan”

***

Setelah ia berada dimeja makan, satu
jam kemudian yoona telah berada
didalam mobilnya, dengan seorang
supir yang mengemudikannya.

Wanita yang melayani yoona ternyata
lebih dulu meminta ijin pada sang
kakek, dan yoona tidak diperbolehkan
pergi mengendarai mobil sendiri. Karna
itu sang kakek mengirim supir untuk
menjemput dan mengantarnya.

“apakah ini tempatnya Ny..?”

Sepertinya yoona tengah berada dalam
lamunannya, hingga tak menyadari
mobil itu telah berhenti didepan gedung
apartemennya.

“Oh.. Iya benar”

menatap kesekelilingnya, yoona lantas
mengiyakan.

“Apakah saya perlu mengantar anda
sampai kedalam?”

“tidak perlu.. Kau bisa pergi jika masih
akan melakukan tugasmu untuk
kakek..”

“tidak..tugas saya hari ini adalah
mengantarkan anda. Saya akan
menunggu disini..”

“baiklah.. Aku akan masuk kedalam..”

Supir itu turun, dan membukakan pintu
untuk yoona. Membungkuk saat
kemudian yoona turun, berusaha
tersenyum sebelum akhirnya berjalan
masuk kedalam gedung bertingkat itu.

***

Entah apa alasan utamanya saat yoona
terpikir untuk mendatangi soojung.

Apakah karna selama tiga hari berada
dirumah mewah itu, ternyata hanya
kesepian yang didapatkan nya, dan
justu menambah luka hatinya?
Dan ia membutuhkan soojung..

Atau mungkin ia merasa soojung
pastilah dalam keadaan yang buruk
ketika mengetahui kepergiaannya dan
tak dapat menghubunginya. Karna
yoona yang juga melupakan untuk
membawa ponselnya.
Pikirannya terlalu kacau saat itu.

Ya..
Soojung pasti telah tahu apa yang
terjadi.

Siwon mungkin telah mencarinya ke
apartemen, dan mengatakan semuanya
pada soojung.
Soojung pastilah panik karna tak
menemukannya dimanapun.
Untuk itu ia datang untuk menenangkan
nya.

Atau sebenarnya, Kau lah yang ingin
ditemukan?
Ingin agar siwon menemukanmu berada
disana?

Jangan membohongi hatimu, yoona..
Itulah alasan utama kau datang
ketempat ini.
Agar suami yang telah mengkhianatimu
itu, menemukanmu.
Itulah yang kau harapkan..

Yoona menggelengkan kepala saat
batinnya mulai menyudutkan dirinya.
Tidak..
Bukan itu alasannya.

Tapi bagaimana jika itu benar..
Dan siwon ternyata tak pernah benar-
benar mencarinya?

Oh..
Menyedihkan..

Kehadiran wanita itu pastilah
penyebabnya. Selama ini siwon akan
berlari pada victoria saat sedang
bermasalah dengannya. Dan kini
wanita itu telah berada dirumahnya,
Siwon tak perlu lagi mencarinya dan
pasti telah menjadi saat yang
menyenangkan menghabiskan waktu
bersama wanita itu.

Sialan…

Yoona memparcepat langkahnya saat
telah mendekati pintu apartemennya,
tak ingin segala pemikiran itu
mengganggunya.
Akan menyenangkan saat bersama
soojung, meski ia mungkin akan
menangis lagi dihadapannya.

Ya Tuhan..
Betapa ia telah banyak menumpahkan
airmata untuk siwon.

“Soojung ah..”

Yoona langsung membuka pintu itu, dan
mendapati soojung tengah berada
dalam pelukan minho dan menangis.

Matanya sembab dengan lingkaran
hitam disekitarnya..

“Oenni..”

“Yoona noona..”

Soojung dan minho sama-sama
terkejut dan sekaligus lega melihat
yoona dalam keadaan baik-baik saja.

“Oh Tuhan ku, trimakasih.. Oenni..”

Soojung langsung memeluknya dan
menerima pelukan yang sama dari
yoona.

“Oenni.. Kau membuat hariku menjadi
buruk”

“Aku tahu, aku bisa melihatnya
sekarang.. Maafkan aku sayang,
maaf..”

“noona.. Senang melihatmu baik-baik
saja. Demi Tuhan, aku bisa membunuh
hyung jika kau terluka..”

Yoona tercekat, pastilah telah terjadi
aksi kekerasan yang dilakukan minho
terhadap siwon.
Ia bisa melihat itu dari tatapan minho
saat berbicara.

Demi Tuhan..
Bukan seperti itu yang ia inginkan.

“Bisakah aku berbicara dengan
kalian..”

“Ya.. Oenni memang haruslah
berbicara dengan kami..”

***

Victoria terus mendecak kesal. Tiga
hari ia bertahan dirumah siwon hanya
untuk diabaikan.

Siwon tak menganggap kehadirannya.
Ia terus pergi untuk mencari yoona.
Jika tidak, ia akan betah mengurung
diri didalam kamar hanya untuk
mengasihani dirinya sendiri.

Betapa yoona telah sangat
mempengaruhi hidupnya..

Hari ini vic mengalami kekesalan yang
memuncak. Terus berada didalam
rumah telah membuatnya benar-benar
bosan.

“Siwon.. Aku akan pergi melihat cafe”

Siwon sama sekali tak menjawab atau
sekedar menoleh kearahnya, membuat
vic tak ingin berlama-lama lagi dan
langsung berjalan cepat keluar dari
rumah itu, untuk kemudian masuk
kedalam mobilnya.

“Okey.. Aku kesana sekarang, sampai
jumpa di club..”

Victoria melempar tas tangannya ke
kursi belakang dan langsung
melajukan mobilnya.

“Akhirnya wanita itu keluar rumah..
Cepatlah kita ikuti dia!”

***

“Tuan.. Tn.Choi, saya melihat
Ny.Yoona diapartemen nona soojung..”

Siwon seakan ditarik dari lamunannya,
dan langsung mendekat kearah seorang
pelayan rumahnya yang tadi berbicara.

“Apa yang kau katakan tadi?”

“Ny.Yoona berada diapartemen nona
soojung.. Cepatlah Tuan, sebelum Ny.
Pergi..”

Siwon tak membuang waktu lagi, Ia
menyambar kunci mobil dan langsung
pergi.

Kekhawatiran dan kerinduaannya pada
yoona sudah tak terelakkan.
Ia rindu mendengar suaranya.
Rindu memandangnya.
rindu menyentuh dan memeluknya
dengan segenap cinta yang ia miliki
untuknya.

Ya Tuhan..
Tidakkah kau mengatakan padanya
betapa hancurnya ia tanpa yoona dalam
hidupnya.

“Sayang.. Maafkan aku. Kumohon
maafkan aku..”

Siwon terus menggumamkan kata itu
disepanjang perjalanannya
keapartemen yoona.

***

“jadi noona bersama kakek?”

Minho terlihat jelas tak bisa
menyembunyikan keterkejutannya,
ketika yoona mengatakan saat setelah
kejadian dirumah siwon, ia pergi dan
mendatangi sang kakek.
Selama ini Minho menilai sang kakek
bukanlah orang yang mau perduli. Sang
kakek lebih mementingkan
memberinya uang daripada mendengar
apa yang ia keluhkan.

“aku tak mengerti kenapa oenni lebih
memilih mendatangi kakek siwon oppa,
daripada aku”

“Aku hanya ingin menenangkan diri..”

“dan apakah oenni bisa tenang setelah
mendatangi kakek?”

“Ya.. Kakek sangat baik. Dia
mengingatkan ku pada appa.. Kakek
pria dewasa yang sudah memiliki
pengalaman hidup lebih banyak. Dia
bisa mengendalikan emosinya dan
hanya mendengar apa yang aku
katakan. Akan lain jadinya bila aku
langsung mendatangi kalian.. Emosiku
memuncak saat itu, dan jiwa muda
kalian sudah pasti akan mengalami
emosi yang sama. Dan ketika itu
terjadi, Bukan ketenangan yang
kudapatkan, tapi kericuhan.. Bersama
kakek aku menyadari, sekuat apapun
aku, aku tetap membutuhkan orangtua.
Dan kakek bisa menggantikan posisi
itu..”

“tapi noona..”

“aku tahu minho..dalam pandanganmu
kakek pastilah seseorang yang angkuh,
tapi kau salah. Kau hanya perlu
menjalin kedekatan dengannya. Kakek
hanya kesulitan mengungkapkan
perasaan sayangnya pada kalian.
Menjamin kehidupan kalian dengan
materi mungkin satu-satunya cara
yang bisa ia lakukan”

Minho tertunduk mendengar apa yang
dikatakannya.

Ya..
Yoona mungkin benar.
Minho memang tak pernah berusaha
mendekati kakek nya.

“Aku akan mencobanya noona..”

“Aku senang mendengarmu
mengatakan demikian”

“Aku seseorang yang suka ‘mencoba’
noona..”

Minho mengarahkan senyum pada
yoona, yang kemudian dibalas dengan
senyuman yang sama darinya.

“Ketahuilah, selama ini kakek selalu
kesepian.. Kau tinggal bersamanya,
tapi kalian terasa jauh satu sama
lain..”

“Aku sadar akan itu..”

“Oh.. Baiklah oenni, minho oppa.. Kita
sudahi pembicaraan dengan topik itu.
Sekarang apakah oenni akan tinggal
denganku?”

Yoona sedikit tak yakin, apa ia akan
tinggal atau kembali kerumah yang
dikatakan sang kakek adalah rumah
miliknya.

Bersama soojung ia merasakan lega
setelah berbagi perasaannya. Yoona
tahu dirinya bukanlah seseorang yang
suka dengan kesendirian yang
membuat suasana hatinya terasa kian
dicekam.

“kurasa aku akan pergi..”

Kau jelas sedang mengingkari
keinginanmu yang sebenarnya yoona..
Batinnya menyuarakan.

Kau ingin tinggal..
Kau ingin berada disini dan akhirnya
siwon menemukanmu.
Kau rindu padanya..
Kau merindukannya bahkan setelah
pengkhianatan kejam yang
dilakukannya..
Sekali lagi batinnya menyudutkan.

Apakah seperti itu keinginan dalam
hatinya?

Oh Tuhan..
Betapa bodohnya ia jika seperti itu.

Tapi bukankah kau selalu mengatakan
tak sedikitpun menyesali
kebodohanmu.

Batinnya mendebat, mendesaknya
untuk benar-benar melakukan apa yang
sebenarnya ia inginkan.

“oenni ya, tinggalah dengan ku.. Aku
akan lebih tenang jika kau
bersamaku..”

“Tapi bagaimana kalau Si…”

“Yoona! Yoona..! Sayang, buka
pintunya..!”

Yoona tercekat, belum selesai ia
menyelesaikan ucapannya ketika
gedoran-gedoran pada pintu
apartemennya terdengar kencang.

Oh Tuhan..

“Oenni..”
Soojung memperhatikan kediaman
yoona.

“Sayang aku tahu kau didalam, aku
merindukanmu.. Aku merindukan yoon
jo.. Kumohon ijinkan aku melihat
kalian.. Yoona!”

“apa yang harus kita lakukan oenni?”

“Aku tak ingin melihatnya.. Aku tak
mau bertemu dengannya”

“biarkan aku yang menemui hyung..”

Minho sudah akan melangkah saat
kemudian soojung menahan lengannya,
untuk mengingatkan…

“jangan melakukan apa yang waktu itu
kau lakukan oppa..”

“aku tak bisa menjamin itu soojung
ah..”

“Oppa!”

“Kau bawa saja yoona noona masuk
kekamar..”

Minho melangkah kearah pintu dan
kemudian membukanya. Mendapati
siwon berdiri dihadapannya dalam
keadaan yang terlihat kacau.

“Mana yoona!”

“Hyung..”

mendorong tubuh minho, siwon bisa
melihat soojung yang merangkul tubuh
yoona melangkah kedalam kamarnya.

“Sayang…”

Suara parau itu seketika menghentikan
langkah dan membekukan tubuh yoona.
Ia bahkan bisa menangis hanya karna
mendengarnya.

“Yoona…”

Pada akhirnya yoona membalikkan
tubuhnya untuk menatap siwon.
Dan ia mendapati pemandangan yang..

Ironis..

Siwon sangat kacau. Penampilannya
benar-benar berantakan.
Dia mungkin telah melewatkan untuk
bercukur, mandi dan waktu makan nya.

Ya Tuhan..
Apa wanita itu tidak mengurusnya??

Menyedihkan..

“Siwon…”

Yoona merasakan kesedihan yang
mendalam saat melihat siwon berdiri
disana.
Sangat kacau dan memprihatinkan
untuk ukuran suaminya yang tampan
dan mempesona.
Semua itu seakan telah hilang dari
sosoknya.

Ingin rasanya yoona meraih, memeluk
dan memberikan perhatiannya. Tapi
ego nya menghalangi. Amarah dan
sakit hatinya juga masih terlalu besar
bila mengingat pengkhianatan yang
dilakukan siwon kepadanya.

Membuat tatapan iba dimata yoona
berubah menjadi pandangan tak suka
padanya.

“Apa yang kau inginkan sekarang?!”

“Yoona..”

“Pergi! Aku muak melihatmu!”

“Yoona kumohon maafkan aku.. Aku
merindukanmu sayang.. Aku
merindukan Yoon jo.. Ijinkan aku
menyentuhnya”

“Tidak! Kau punya benih lain yang kau
tanam pada wanita itu.. Kita sudah
berakhir siwon. Setelah pengkhianatan
kejam mu padaku, Aku tak akan
membiarkanmu menyentuh anakku!”

“Ya Tuhan.. Sayang, Aku…”

“Cukup! Jangan memanggilku seperti
itu.. Kau tak pernah benar-benar
sayang padaku. Kau bohong.. Kau
mengkhianatiku, siwon.. Pergi! Aku tak
mau melihatmu lagi..”

“Sayang, kumohon..”

Yoona menutup telinga dengan kedua
telapak tangannya, tak mau lagi
mendengarkan apa yang akan siwon
katakan.
Ia takut..
Takut pertahanannya akan runtuh dan
kemudian ia berlari memeluk nya
seperti apa yang diinginkannya.
Yang kemudian dilakukannya adalah
melangkah cepat membuka pintu
kamarnya dan kembali menutup rapat
serta menguncinya.

“Yoona.. Kumohon, yoona.. Kita harus
bicara sayang. Demi Tuhan.. Kau harus
mendengarku.. Yoona!”

“Pergi.. Pergi kubilang!”

Siwon berkali menggedor pintu kamar
itu dengan rasa frustasi dalam dirinya.
Yoona benar-benar tak mau
membukanya.

“Sayang kumohon..”

Bahkan tak terhitung lagi berapa kali ia
telah memohon. Meski selama ini ia
tak pernah memohon untuk apapun dan
kepada siapapun.

Tapi karna yoona.
Ia tak perduli sekalipun yoona
memintanya untuk berlutut ia akan
melakukannya.

“Sayang aku merindukanmu.. Aku
sangat merindukanmu, Yoona..”

Tetesan-tetesan airmata tak henti
membasahi wajahnya. meski ia telah
menutup telinganya, suara-suara
memohon dari siwon masih sangat
jelas didengarnya.

“pergi.. Aku tak ingin melihatmu.
Soojung ah, suruh dia pergi.. Aku tak
bisa.. Cepatlah pergi!”

“Oppa..”

Soojung mencoba memegang bahu
siwon. Ia merasakan atmosfir
kesedihan di sekitarnya. Oenni nya
juga pasti sedang menangis didalam
sana.

“percuma oppa.. Oenni masih tidak
mau mendengarmu”

“tapi yoona harus mendengarku
soojung, dia semestinya mendengarkan
aku.. Katakan padanya jika dia harus
mendengarku soojung. Katakan
padanya..”

“Oenni terluka oppa.. Kau sudah
keterlaluan dengan apa yang oppa
lakukan bersama wanita itu.
Pengkhianatanmu pada oenni takkan
bisa dimaafkan begitu saja..”

“tapi aku tidak…”

Siwon meremas rambutnya, tak yakin
dengan dirinya sendiri.

Benarkah ia tak melakukan
pengkhianatan itu?

Ia sendiri masih terus mempertanyakan.

Siwon kemudian terduduk lemah pada
salah satu sofa disana, dengan
menunduk dan menangkupkan wajah
dikedua tangannya.

Ketika itu keheningan yang kemudian terjadi. Jika
sebelumnya minho merasakan marah
hingga sampai memukuli siwon, kali ini
saat melihatnya, justru perasaan iba
lah yang kemudian merasukinya.
Hyung nya benar-benar kacau.
Tak pernah sebelumnya ia melihat
siwon se-berantakan saat itu.

“Hyung..”

Minho mendekat, duduk disamping
siwon dan menepuk bahunya.

“pulanglah hyung..noona masih marah
padamu. Sebaiknya hyung
membiarkannya sendiri..”

“Tidak minho.. Jika aku pergi, aku
akan kehilangannya lagi. Yoona akan
meninggalkanku, dan saat itu aku
takkan bisa lagi melihatnya. Tidak..
Aku tak mau seperti itu..”

“Aku akan berada disini.
Hyung..percayalah padaku. Kau tak
bisa memaksakan apa yang kau
inginkan sekarang. Beri noona waktu
untuk berpikir..”

“tapi aku sudah tiga hari tak
melihatnya.. Tidakkah itu cukup untuk
memberinya waktu berpikir! Ya Tuhan..
Aku tak bisa minho..”

“Hyung.. Dengarkan aku! Lihatlah
dirimu.. Kau kacau! Pulanglah dan
rapikan penampilanmu..”

“tapi minho..”

“Aku akan memastikan yoona noona
takkan pergi darisini sebelum kalian
berbicara..”

***

Siwon menuruti perkataan minho. Ia
pulang untuk menyegarkan tubuhnya
dan mencukur rambut-rambut halus
yang tak disadarinya telah tumbuh
diseputaran rahangnya.

Memilih pakaian yang pantas, ia juga
menyemprotkan parfum setelahnya.

“ambilkan kunci mobil baruku..”

“baik Tuan..”

Oh..
Siwon bahkan langsung memesan
sebuah mercedes keluaran terbaru,
dengan harapan ia akan membawa
pulang Yoona bersamanya.

Dan saat dimalam harinya, siwon
kembali datang ke apartemen yoona. Ia
telah dalam keadaan yang berbeda dari
sebelumnya.

“Oh.. Oppa..”

“siapa yang datang soojung ah..?”

Yoona mendekat dan terpaku
menangkap senyuman siwon yang
tertuju padanya.

“Siwon..”

“Hai.. Sayang..”

Yoona kian terpaku menatapnya. Yang
berdiri disana barulah tampilan yang
sesungguhnya dari suaminya.
Pria bertubuh tegap, tampan dan
mempesona.

Menarik…

Oh..

Apakah ia akan bisa melumpuhkan
kemarahan yoona dengan
tampilannya??

Tidak…

Yoona tak ingin terbius.
Ia tak mau semakin jauh terpesona dan
pada akhirnya luluh oleh sekedar
penampilan menawan yang ditunjukkan
siwon dihadapannya.

“Apa lagi yang kau lakukan disini!”

Ucapan nya bernada kasar, saat
kemudian yoona berbalik untuk
menghindar dari tatapan siwon. Namun
sekitar tiga langkah saat ia merasakan
tangan siwon meraih untuk
menahannya, yoona kembali terdiam.

“Aku datang untuk menjemputmu
sayang.. Pulanglah bersamaku..”

Yoona membalikkan tubuhnya dan
kembali bertatapan dengan siwon.

“Kau sadar dengan apa yang kau
katakan? Kau memintaku pulang untuk
kemudian tinggal bersama wanita itu,
selingkuhanmu.. Oh kau pikir aku gila
hingga mau melakukannya..”

Yoona menyentakkan tangannya dari
genggaman tangan siwon, dan kembali
melangkah untuk masuk kedalam
kamarnya. Namun lagi-lagi siwon
mencegahnya. Dengan menggunakan
kedua tangan, Ia menghalangi pintu
kamar yoona yang akan ditutup.

“Pergi Kau!”

“Yoona.. Kumohon sayang. Aku tak
bisa tinggal dirumahku sendiri tanpa
dirimu..”

“Oh, tentu saja kau bisa. Kau pasti bisa
tinggal disana terlebih ada wanita itu
yang bisa memuaskanmu..”

Sialan…

“Aku sudah pergi dan memberimu
keleluasaan, kebebasan untuk bersama
wanita itu. Maka pergi dari hadapanku
dan nikmati waktumu bersama dengan
wanita itu. Berikan perhatianmu pada
bayi kalian..”

Ya Tuhan..
Yoona merasakan kata-katanya
membuat dirinya sendiri tercekat.

“Sayang..”

“menjauh dariku!”

Siwon tak memperdulikan peringatan
yoona. Sudah terlalu sesak kerinduan
yang ia rasakan untuknya.
Siwon mendekat, meraih pinggang
yoona kemudian memeluknya erat.

“Aku merindukanmu sayang..”

Yoona tak sempat berpikir atau bahkan
bereaksi untuk menolak. Siwon telah
lebih dulu mendaratkan sebuah ciuman
dibibirnya. Melumat bibir bawahnya
penuh kerinduan.

Tak cukup lama, sampai yoona
menyadari tak seharusnya ia
membiarkan siwon menyentuhnya
setelah bayangan siwon yang
menyentuh wanita lain muncul
dibenaknya.

Brengsek…

Mendorong tubuh siwon, yoona
terengah namun masih sempat
memberikan satu kali tamparan
diwajah siwon.

“Sadarlah apa yang telah kau lakukan
padaku! Setelah pengkhianatanmu tak
seharusnya kau berani menyentuhku..
Brengsek!”

“Yoona.. Kau berpikir aku seburuk itu?
Demi Tuhan, aku tak pernah
menginginkan siapapun.. Aku hanya
menginginkanmu yoona.. Beri aku
kesempatan..”

“Keluar dari kamarku!”

“Yoona..”

“KELUAR..!”

Siwon terpaksa mundur, dengan berat
hati ia melangkah keluar dari kamar
yoona. Membiarkan yoona membanting
pintu kamarnya untuk kemudian
menguncinya.

“Hyung..”

Minho yang sempat keluar untuk
membeli makan malam mereka,
menghampiri siwon dan berbicara
padanya.

“Yoona masih belum bisa menerimaku,
minho.. Dia tak mau lagi memberiku
kesempatan”

“Hyung.. Aku mengerti dengan
penyesalanmu. Tapi aku juga paham
sakit hati dan luka yang yoona noona
rasakan. Tidak semudah itu
memaafkan sebuah pengkhianatan
yang hyung lakukan..”

“tapi aku..aku tidak..”

Sial..
Siwon sendiri tak yakin apakah ia
memang telah berkhianat atau tidak.
Ia menyesalkan dirinya yang seringkali
mabuk, hingga tak bisa memastikan
apa yang dirinya lakukan.

“sebaiknya kalian pulang.. Kehadiran
oppa hanya membuat oenni tertekan..”

Siwon menatap soojung penuh
kesedihan. Ia tak pernah berniat
dengan kehadirannya akan membuat
yoona tertekan seperti yang soojung
katakan.

“Pulanglah oppa.. Biarkan oenni
beristirahat. Keadaan ini bisa
mempengaruhi kehamilannya..”

“yoon jo..”

“Ya..setidaknya mengalahlah untuk
kebaikan yoon jo. Oppa tak bisa
memaksa oenni untuk menerimamu
lagi..”

Siwon benar-benar terpukul. Apakah
yoona tak akan pernah memaafkan
nya?
Apakah ia akan dipisahkan dari yoon
jo?
Tidak..

***

Malam itu siwon kembali pulang
dengan tangan hampa. Tak ada
kenikmatan mengendarai mobil
barunya tanpa kehadiran yoona
didalamnya.
Ia bahkan tak memperdulikan saat para
pelayannya melaporkan victoria belum
kembali kerumahnya malam itu.

Persetan dengan apa yang
dilakukannya..
Siwon benar-benar tak ingin perduli.

Satu-satunya yang membuatnya
kemudian tak bisa memaksa vic pergi
dari rumahnya adalah karna wanita itu
hamil dan menekankan jika bayi yang
sedang dikandungnya adalah anak
hasil perbuatan siwon, dan ia tak bisa
mengelak.

Oh..
Terserah dengan apa yang
dikatakannya, siwon tak akan
memusingkan hal itu. Yang menjadi
fokus utamanya adalah yoona dan yoon
jo, bayi mereka. Dan bagaimana
membuat yoona merasa tidak tertekan
dengan kehadirannya.

Maka pagi itu, setelah semalaman
bahkan tidak bisa tidur, siwon kembali
mendatangi apartemen yoona setelah
terlebih dulu menyegarkan tubuhnya
dan menampilkan sosoknya yang
sempurna tentu saja.

Siwon tersenyum ketika soojung
membuka pintu dan terkejut melihatnya
disana.

“Oppa..”

“selamat pagi soojung ah..”

Oh..
Ini bahkan masih fajar ia rasa..

“untuk apa oppa datang lagi?”

“Aku membawa sarapan untuk kalian..
Apa yoona sudah bangun?”

“tentu saja belum..”

“Oh, biar aku yang membangunkannya
..”

Siwon menyerahkan bungkusan berisi
makanan pada soojung. Ia kemudian
melangkah mendekati kamar yoona.
Sebelum sempat membuka pintu kamar
itu, soojung lebih dulu menahannya.

“Tapi oppa.. Yoona oenni masih tidur.
Kau tak lihat ini jam berapa..”

Soojung berdecak sedikit kesal. Jika
bukan karna siwon yang tak henti
membangunkannya lewat panggilan
telpon untuk memintanya membukakan
pintu apartemen, soojung juga pastilah
masih tidur sama seperti yoona.

“ini masih fajar oppa..terlalu cepat
untuk membangunkan oenni dan
menyuruhnya sarapan..”

“baiklah kalau begitu.. Aku tak akan
membangunkannya dulu. Aku hanya
ingin melihatnya..”

Pada akhirnya siwon tetap masuk
kedalam kamar yoona. Yoona memang
masih tidur.
Ia kemudian hanya duduk disisi tempat
tidur sekedar untuk memandangi yoona
dan sesekali karna tak bisa menahan
diri, siwon menyentuh wajahnya,
menyingkirkan helaian rambut dari
wajah cantik istrinya, kemudian
membelainya.

Ya..
Yoona masih lah istrinya,
Meskipun yoona mengatakan mereka
telah berakhir.
Tidak..
Ia tak akan pernah membiarkannya.

Soojung menghela napasnya. Ia hanya
berdiri diambang pintu untuk
memperhatikan apa yang dilakukan
siwon pada oenni nya.

Merasa tak ada yang perlu ia
khawatirkan setelah melihat siwon
melakukan apa yang ia katakan dengan
tidak membangunkan yoona. Maka
soojung memilih meninggalkan ambang
pintu itu untuk kemudian menuju
kedapur untuk mempersiapkan sarapan
yang telah dibawakan siwon untuk
mereka.

***

Yoona perlahan mengerjap, ia
merasakan kehangatan yang
menggenggam tangannya. Ketika kedua
matanya telah terbuka sepenuhnya, ia
terkejut dengan kehadiran siwon disisi
ranjangnya.

“Siwon.. Kau.. Apa yang kau lakukan?”

“selamat pagi sayang.. Aku hanya ingin
menyapamu dan yoon jo..boleh kan?”

Siwon ingin menyentuhkan tangannya
diatas perut yoona, namun yoona
bergerak kesamping ranjang
menjauhinya. Membuat siwon tercekat
dengan pandangan nanar menatap
yoona.

“Sayang..”

“Pergi! Aku tak ingin melihatmu..”
“Yoona..”

Siwon masih mencoba meraihnya,
namun kemudian yoona menepis
tangannya dan langsung turun dari
tempat tidur dengan memberinya
tatapan marah.

“berapa kali harus kukatakan aku muak
melihatmu..”

Yoona merasa jengah.
Ia tak menginginkan sikap siwon yang
memberikan perhatian padanya.
Ia takut kemudian akan menjadi luluh
karenanya.
Biar bagaimanapun, apapun yang
dilakukan siwon tak akan bisa
mengubah kenyataan yang ada.
Bahwa, Dia telah berkhianat pada
dirinya…

“Yoona kumohon..”

“Ini terakhir kalinya aku melihatmu..
Jika kau masih mendatangiku, aku tak
segan melakukan seperti apa yang
ibumu pernah lakukan..”

Tidak..
Tidak..
Kau tak serius dengan perkataanmu
bukan?
Ya Tuhan..
Batinnya ketakutan dengan apa yang
baru ia katakan.

“Yoona..”

“pergi siwon.. Aku muak melihatmu!
PERGI..!!”

Siwon harus tahu, biar bagaimanapun,
betapapun inginya ia untuk kembali,
yoona tak akan pernah melakukannya.
Dia takkan melakukannya setelah
wanita itu memasuki rumah tangganya.

Siwon tertohok oleh pernyataan yoona.
Istrinya mengancam akan bunuh diri
seperti yang pernah dilakukan ibunya,
bila ia masih terus mendatanginya.

Oh Tuhan..
Betapa menjijikkan dirinya hingga
membuat yoona sampai harus
mengatakan hal yang mengerikan itu.

Siwon menyerah.
Ia tak ingin yoona bertindak serius
dengan melakukan ancamannya.

Dengan hati yang terkoyak, perlahan  ia keluar
meninggalkan kamar yoona.

“oppa..”

“jaga yoona untukku..hubungi aku bila
kau membutuhkan sesuatu..”

pesannya pada soojung saat kemudian
benar-benar pergi dari apartemen
yoona.

“oenni..”

Setelah melihat siwon pergi, soojung
lantas menghampiri yoona. Oenni nya
sedang terisak didalam kamarnya.
Begitu menyedihkan..

“oenni ya..”

“aku begitu kejam mengatakan hal itu
padanya, soojung ah.. Aku pasti sudah
menghancurkan hatinya..”

“oenni..kenapa kau tak memaafkan
siwon oppa jika kau masih
menginginkannya. Kalian akan sama-
sama terus terluka jika seperti ini”

“Aku tidak bisa.. Tidak soojung..”

***

Saat tiba dirumahnya, siwon disambut
oleh senyum victoria yang telah
kembali berada dirumahnya.

Seolah tak memperdulikan tatapan
kemarahan siwon, vic terus tersenyum
menghampirinya.

“Hai sayang..”

“Diam victoria! Aku ingin kau pergi dari
rumahku..”

“Siwon.. Kau tak bisa melakukan itu
padaku. Aku sedang hamil..”

“persetan dengan kehamilanmu.. Lihat
apa yang kau lakukan padaku. Kau
telah menghancurkan hidupku.. Pergi
kau! Sialan!”

“Siwon! Kau sendiri yang membuat
hidupmu seperti di neraka.. Kau hanya
perlu melupakan yoona dan menerima
kehadiranku. Maka kau akan
mendapatkan kembali kehidupanmu
yang baik-baik saja bersamaku dan
bayi kita.. Aku akan keluar dan kau
bisa memikirkan apa yang kukatakan
adalah benar..”

“Sialan.. Pergi Kau!!”

Victoria melangkah kesal keluar dari
rumah siwon.

***

“Tuan..sesuatu yang kami temukan
dari wanita itu sangat mencurigakan..”

“selidiki lagi.. Dan cepat katakan
padaku. Aku harus segera
menyelamatkan pernikahan cucuku..”

“baik Tuan..”

***

Yoona masih mengurung diri dalam
kamarnya.
Semenjak kepergian siwon
yang ia usir keluar dari apartemennya,
kesedihan makin menggelayutinya.

Ditambah lagi saat mengetahui siwon
pagi itu datang demi untuk
membawakan sarapan untuknya.
Betapa menyakitkan ketika mengetahui
hal itu dan ia justru mengusirnya
keluar tanpa memberi kesempatan
untuk siwon berbicara.

Oh..
Sudahlah…

Mungkin itu yang terbaik. Dengan
begitu siwon takkan pernah lagi
mengharapkannya kembali.
Ia tidak bisa, ia tidak akan pernah bisa
kembali pada siwon..

“Oenni ya..”

Yoona mendongak ketika soojung
berdiri dipintu kamar, memanggilnya.

“ada apa?”

“emm.. Seharian kau diam saja. Ayo
kita keluar.. Udara sore terasa sejuk.
Kita bisa berjalan-jalan ditaman”

“Tidak.. Kurasa aku ingin kembali
kerumah kakek..”

“mwo?”
Soojung terkejut dan langsung
mendekati yoona.

“oenni kau tak serius kan? Untuk apa
oenni kesana? disini bersamaku apa
tak cukup baik untukmu?”

“bukan begitu, tapi..”

“kakek tidak akan mengkhawatirkan
mu.. Minho oppa sudah
memberitahunya kau tinggal denganku”

“tapi Aku khawatir siwon akan datang
lagi..”

“Kau pikir siwon oppa akan datang
setelah apa yang oenni katakan
padanya..?”

“entahlah.. Aku tidak tahu. Tapi itu
mungkin saja.. Siwon bukan orang yang
mudah ditebak..”

“hmm.. Baiklah, jika itu bisa membuat
oenni merasa nyaman. Biarkan aku
yang mengantarmu kesana..”

“terimakasih sayang.. Kau bisa tinggal
denganku disana kalau mau. Aku akan
meminta ijin pada kakek..”

“tidak, tidak.. Aku sudah menyatu
dengan apartemen ini. Aku rasa aku
takkan bisa pindah dari sini..”

“Kau ini.. Bagaimana jika kau menikah
nanti. Kau pikir minho akan mau tinggal
disini..”

“Jika minho oppa mau menikahiku, dia
juga harus menerima persyaratan yang
aku ajukan.. Dan tinggal disini menjadi
salah satu poin dalam persyaratan
itu..”

Yoona hanya mendecak sembari keluar
dari kamarnya. Tak ada yang perlu ia
bereskan untuk dibawa, maka ia hanya
mengenakan mantel milik soojung dan
menunggu sang adik bersiap untuk
kemudian pergi.

“Ayo oenni..”

Soojung menghampirinya dengan
membawa kunci mobil didalamnya ditangannya.

Melihatnya, yoona jadi teringat ia
membawa salah satu mobil siwon
untuk pergi waktu itu. Dan mungkin ia
harus mengembalikannya segera.

Suamimu tak akan risau hanya dengan
satu mobil yang kau bawa yoona.
Dia pastilah takkan perduli sekalipun
kau berniat membakarnya..
Batinnya bersuara..

“OMO.. Siapa kalian? Apa yang kalian
lakukan disini?”

Yoona mendekati soojung yang sudah
membuka pintu dan berbicara dengan
seseorang disana.

“ada apa soojung ah..?”

“Oenni ya.. Lihatlah mereka? Siapa
mereka?”

Yoona mengernyit, ia mengenali dua
orang berbadan tegap itu sebagai
bagian dari para pengawal yang biasa
berada dirumah siwon.

“Kalian.. Sedang apa kalian disini?”

“Kami sedang bertugas Ny..”

salah seorang diantaranya menjawab..

“bertugas?”

“Tn.Choi menugaskan kami untuk
melakukan pengamanan pada anda..”

Oh..
Pengamanan?

Apa ia pikir kau salah satu target
penculikan hingga perlu untuk
diamankan..

Batinnya sedikit geli mendengarnya..

“Tuan juga menitipkan ini.. Ini ponsel
milik anda, vitamin dari dokter yang
harus anda minum dan beberapa
pakaian yang mungkin anda
butuhkan..”

Oh..
Ya Ampun..
Menurutmu ini perhatian atau
pengusiran secara halus??

Itu jelas perhatian..
Jika pengusiran? siwon tak perlu
melakukannya, karna jelas-jelas yoona
sudah lebih dulu meninggalkan rumah itu.

Yoona lantas menerima apa yang
dititipkan siwon untunya.

“aku sudah menerimanya, kalian
pergilah..”

Kedua orang itu sama-sama
menggeleng dengan cepat.

“bukankah kami sudah mengatakan
kami disini untuk melakukan
pengamanan Ny.. Maka kami akan
tetap berada disini untuk
mengamankan dan berjaga-jaga jika
anda membutuhkan sesuatu..”

astaga..
Jadi ia akan diawasi?

***

Siwon memang tak lagi mendatanginya,
tapi bagaimana kemudian yoona bisa
pergi meninggalkan apartemennya. Jika Dua
orang yang terus berada didepan pintu
apartemennya benar-benar tak
beranjak dari sana.

Keduanya akan mengikuti yoona
kemanapun ia pergi. Mengikutinya
ketika soojung mengajaknya berjalan-
jalan ditaman, bahkan saat ia hanya
keluar untuk membeli biskuit yang
berada dimini market disebrang gedung
apartemennya.

“Oh astaga.. Aku bisa gila jika mereka
terus mengikutiku..”
keluhnya pada soojung..

“tapi setidaknya aku bisa tenang.. Saat
aku pergi kekampus, ada mereka yang
menjaga oenni..”

“Siwon benar-benar keterlaluan. Dia
tidak lagi datang tapi mengirim dua
pengawal itu..”

“jadi oenni mengharapkan siwon oppa
datang lagi?”

“bukan juga seperti itu..”

Soojung tersenyum mendengar
bantahan dari yoona.

“sudah mengaku sajalah oenni..”

Saat hendak menanggapi godaan
soojung, ponsel milik yoona berdering
hingga ia kemudian mengalihkan
perhatian pada ponselnya untuk
menjawab panggilan..

“yobseyo..”

“Yoona..”

“Oh..kakek, ada apa?”

“Ada yang akan kakek beritahukan
padamu..”

Oh..
Apa…?

Yoona kemudian menjadi sedikit gelisah ketika
mendengar sang kakek berniat
memberitahukan sesuatu padanya.

“Ini mengenai wanita itu..”

Oh…

“Tapi sebelum aku mengatakannya
padamu.. Aku ingin bertanya sesuatu
terlebih dulu..”

“Apa yang ingin kakek tanyakan?”

Yoona makin gelisah, ia lantas berdiri
untuk kemudian mengambil segelas air
putih dan meneguknya.

Ia juga hanya tersenyum sesaat dan
melambaikan tangan sebagai tanda
persetujuannya, ketika soojung
berpamitan untuk pergi setelah minho
datang menjemputnya.

“kakek?”

“kupikir ada seseorang bersamamu..”

“Oh, hanya soojung yang berpamitan
untuk pergi..”

“Jadi kau sendirian sekarang?”

“Ya..euh, tidak juga.. Ada..”

“pengawal yang siwon kirimkan
maksudmu?”

“darimana kakek tahu?”

“tentu saja aku tahu yoona.. Untuk itu
aku tak mengkhawatirkan mu selama
berada disana, karna sudah ada mereka
yang terus menjagamu..”

Yoona beralih lagi untuk mencari
tempat yang bisa membuatnya lebih
santai. Dan saat itu ia memilih duduk
disalah satu sofa yang berhadapan
dengan televisi. Ia mengecilkan
volumenya agar tak mengganggu
pendengarannya saat melakukan
pembicaraan dengan sang kakek.

“Jadi apa yang ingin kakek katakan
tentang wanita itu? Sebenarnya aku tak
ingin mendengar apapun tentangnya..
Membicarakannya saja membuatku
serasa ingin muntah..”

“Oh, tenanglah sayang.. Kau harus
mendengar apa yang akan aku katakan.
Tapi sebelumnya biarkan aku
menanyakan sesuatu terlebih dulu..”

“ne..baiklah kakek, jadi apa yang ingin
kakek tanyakan padaku?”

“Apa wanita itu pernah menunjukkan
bukti kehamilannya? Apa kau melihat
bukti itu?”

Oh..
Yoona memikirkan hal itu sejenak.

“Tidak..”

“Tidak?”

“ne.. Dia tak menunjukkan.. dia hanya
mengatakannya..”

Terdengar sang kakek menghela napas
disebrang sana..

“Oh Tuhan.. Itulah kesalahanmu
sayang..”

“apa maksud kakek itu kesalahanku?”

“Wanita itu tidak menunjukkan bukti
dan kau percaya dengan cerita
kehamilannya.. Oh, yang benar saja
yoona..”

“Tapi aku melihatnya.. Aku dan siwon
melihatnya mendatangi dokter
kandungan. Tidakkah itu cukup sebagai
bukti?”

“Kau yakin dia kesana untuk
memeriksakan kehamilannya?”

Yoona masih belum mengerti…

“Sebenarnya aku sangat ingin
mendatangimu dan mengatakan
langsung padamu. Tapi hari ini aku
merasa tubuhku tidak cukup baik..”

“apa kakek sakit?”

“Tidak.. Jangan membicarakan itu
sekarang. Fokuslah pada apa yang
akan aku sampaikan padamu..”

Yoona mengangguk..

“Aku menyuruh orang-orangku untuk
menyelidiki wanita itu? Sedikit
terlambat kurasa, itu karna wanita itu
baru keluar dari rumah siwon setelah
tiga hari berada disana.. Tahukah kau
apa yang mereka dapatkan dari
penyelidikan itu?”

Yoona masih menyimak dan berharap
ia tak mendapat berita yang semakin
membuat keadaannya bertambah
buruk..

“Wanita itu tidak hamil.. Tidak, dia
tidak sedang mengandung..”

“Apa? Tapi..bagaimana mereka tahu?”

“Mereka terus mengikutinya.. Dan
setiap kali keluar dari rumah siwon,
wanita itu selalu pergi ke club dengan
teman-temannya dan mabuk.. Dia baru
akan pulang kerumah siwon setelah
pengaruh alkohol ditubuhnya hilang..”

“Tapi wanita hamil tak seharusnya
mabuk..”

“Ya..kau benar sayang. Itu pasti yang
kau lakukan karna kau benar-benar
hamil. Tapi tidak dengan wanita itu.
Dia tidak sedang hamil..”

“tapi dia kedokter kandungan..”

“Ketahuilah Yoona.. Orang-orang
suruhanku sudah memastikan. Dr.Kim
Taeyeon yang adalah dokter
kandunganmu itu adalah teman
lamanya. Dihari itu ia mendatanginya
karna meminta bantuannya untuk
memasangkan alat kontrasepsi. Jadi
dia tidak sedang hamil..”

Yoona merasakan telinganya panas
mendengarnya dan darahnya
mendidih..

“Aku menyesalkan kau kehilangan
kewaspadaanmu sayang.. Wanita itu
hanya pintar memanfaatkan moment
pertemuan kalian dirumah sakit, dan
kau begitu saja mempercayainya. Dan
juga siwon yang hanya merutuki
dirinya sendiri tanpa mencari terlebih
dulu kebenarannya.. Aku sangat
menyesalkan sikap kalian..”

Bodoh..
Yoona menilai dirinya sendiri bodoh
hingga dengan mudah Victoria bisa
membodohinya.

“Jika kau masih belum mempercayai
apa yang kusampaikan? Kau bisa
membuktikannya. Wanita itu sedang
berada di club sekarang..”

Yoona langsung mematikan ponselnya.
Kemudian Ia mengambil sweater dan
melangkah membuka pintu
apartemennya.

“Anda akan pergi kemana Ny? Ini sudah
terlalu malam untuk anda keluar..”

“Aku harus pergi. Cepat antarkan aku!!”

Yoona tak perduli, ia lantas melangkah
cepat dikoridor apartemennya hingga
mau tak mau dua orang pengawal itu
mengikutinya.

Yoona bahkan tak perduli dengan
kehamilannya ketika pada akhirnya ia
sampai di sebuah club yang tadi
disebutkan sang kakek.
Ia memaksa masuk pada petugas
keamanan yang berjaga disana.

“Biarkan Aku masuk!!”

“Anda tidak diperbolehkan untuk masuk..”

“Shit..!! Bicaralah dengan mereka Aku harus masuk..!!”

Beruntung para pengawalnya yang
kemudian mengatasi, hingga Yoona
bisa menerobos masuk. Dan apa yang
kemudian dilihatnya??

Wanita itu..
Victoria yang sedang tertawa asik
meliukkan tubuhnya dibawah kilauan
lampu diatas lantai dansa dengan
sebotol anggur ditangannya.
tampak menikmati kesenangannya..

Sialan…

Yoona menyadari keberadaan nya disana kemudian menjadi
bahan decakan orang-orang yang
menjadi pengunjung club itu.
Memandangnya dengan mengernyit
keheranan. Dan juga ejekan yang kemudian diterimanya..

“Hai kau.. ini bukan rumah sakit bersalin.. Kau salah alamat..”

Ia mendengar tawa terkikik dari wanita-wanita yang bersama seorang yang mengatakan ejekan itu padanya yang terus menular pada yang lainnya…

“Atau kau sedang mencari ayah dari bayimu? Apa pria itu berencana meniduri wanita lain lagi malam ini..”

“Biarkan saja pria itu mencari kesenangannya… Kehamilanmu mungkin tak lagi bisa memuaskan gairahnya.. hingga dia perlu mencari wanita lain yang bisa memuaskannya..”

Ohh..
Brengsek!!

Tawa terbahak yang kemudian didengarnya, membuat Yoona langsung berbalik dan memberikan tatapan tajam pada mereka.

Oh..
tidakkah mereka pernah melihat seekor rusa mengamuk??
Atau setidaknya tahu bila seekor rusa juga bisa mengamuk…

Bersiaplah..
mereka akan segera tahu dan melihatnya..

“Tutup mulut kalian atau aku akan merobeknya..!!”

Yoona tak main-main dengan ucapannya. Ia mengambil gelas wine kosong yang berada diatas meja bar, kemudian memecahkan ujung gelasnya diatas meja yang sama. Dan menjadikan gelas kaca itu meruncing pada ujungnya. Terlihat tajam untuk bisa mengiris urat nadi atau merobekkan mulut orang-orang yang tadi melontarkan ejekan kearahnya.
Seperti yang ia katakan dalam ancamannya…

Beberapa wanita itu menjerit melihat apa yang yoona berani lakukan dihadapan mereka..

“Kalian percaya aku bisa melakukannya sekarang!! Merobek mulut kalian satu persatu..!! Jika kalian tak menginginkanku melakukannya. Maka tutup mulut kalian.. karna kalian tak tahu apa-apa..!!”

Ancamannya terdengar sekaligus terlihat meyakinkan. Terbukti dari diamnya mereka yang tadi mengeluarkan komentar kearahnya. Perlahan mundur menjauh dan tak memperdulikan lagi apa yang akan yoona lakukan disana.

Yoona meletakkan gelas ditangannya keatas meja. Dan kembali fokusnya terus
terarah pada wanita itu.
Victoria
nampak tak terpengaruh dengan
keributan kecil yang diciptakan yoona disana.

Ia benar-benar sedang menikmati
menggerakkan tubuhnya diiringi music
yang mendentam kencang.

Sialan…

Yoona tak lagi bisa menahan diri.
Amarah menguasainya. Emosinya
semakin memuncak melihat tawa
victoria.
Bisa-bisa nya vic melakukan hal itu
padanya dan juga siwon…

Keterlaluan..

Yoona baru akan melangkahkan
kakinya, saat tiba-tiba pergelangan
tangannya ditarik oleh seseorang.

“Ny..sebaiknya anda tak
melakukannya. Biar kami yang
membereskan..”

Rupanya dua pengawal yang
menemaninya telah berada
dibelakangnya.

“lepaskan aku! Tugas kalian hanya
mengawasiku. Bukan ikut campur
urusanku!”

“tapi Ny..”

“Kalian boleh mengawasiku.. Tapi
jangan coba-coba menghentikanku!”

Yoona lantas menyentakkan tangannya.
Ia berbalik untuk kemudian melangkah
mendekati victoria.

Sedetik kemudian yang terjadi adalah
tangan yoona yang terarah menarik
rambut wanita itu, juga mengambil
sebotol anggur dari tangannya dan
langsung menuangkannya dikepala
victoria.

Vic tak cukup sigap untuk melakukan
perlawanan. Kejadiannya terlalu cepat.
Hal yang dilakukannya hanyalah
berteriak dan memaki.

“Sialan apa yang kau lakukan..!”

Vic masih belum mengetahui yoona lah
yang melakukannya sampai kemudian
ia mendongak, merapikan rambutnya
yang basah oleh guyuran sebotol
anggur yang dituangkan yoona.

“Kau.. Sialan!”

memalukan..
Ia tak menyangka yoona berada disana
dan mempermalukan dirinya.

“Apa yang kau lakukan!”
geramnya kemudian..

“Itu tak sebanding dengan apa yang
kau lakukan padaku.. Pembohong!”

belum hilang keterkejutan victoria
melihatnya disana, yoona menambah
dengan tamparan keras dipipinya yang
lantas membuat vic mengerang.

“Kau gila! Beraninya kau melakukan ini
padaku!”

“Kau pantas mendapatkannya bahkan
lebih dari sekedar tamparan dariku.
Bisa-bisa nya kau menghancurkan
pernikahanku dan siwon dengan
kehamilan palsumu! Sialan! Kau
membuatku meninggalkan suamiku
saat dia memohon, bahkan setelah dia
bersumpah tak pernah menyentuhmu..”

Yoona kembali menamparnya…

“Itu salahmu yoona. Cintamu ternyata
tak cukup besar untuk bisa
mempercayai ucapannya..”

“Tutup mulutmu..! Kau tak berhak
menilai dan mengukur Cintaku pada
suamiku. Kau tak bisa melakukan itu..
Kau tak bisa mencari kesenangan
dengan menghancurkan kebahagiaanku
dan siwon. Apa masalahmu victoria..
Apa salah ku padamu?”

“Kau masalahku.. Kau merebut siwon
dariku!”

Apa?

“Aku lebih dulu mengenal siwon. Aku
lebih dulu mencintainya. Aku lebih dulu
menginginkannya dibandingkan
denganmu! Tapi dia hanya
menjadikanku teman. Dia selalu
memujamu dihadapanku dan dia
menikahi wanita murahan sepertimu!
Kau yang sialan! Kau yang
menghancurkan kebahagiaanku..!”

Victoria telah mengangkat sebelah
tangannya, siap membalas tamparan
yang telah dilakukan oleh yoona.
Namun kemudian tangannya dicekal,
dua orang pengawal itu yang pada
akhirnya menghalangi niatannya.

“Lepaskan tanganku Brengsek!”

“Sebaiknya anda menjauhkan tangan
anda Nona.. Atau anda ingin terluka?!”

“Sialan.. Lepaskan aku!”

“Enyahlah dari kehidupanku dan Siwon,
Victoria.. Jika kau masih berani
mendekati suamiku, Aku bisa
melakukan apapun untuk
menjauhkanmu! Ini peringatan
untukmu!”

“Sialan Kau Im Yoona..!!”

“Diam Kau wanita jalang.. atau aku akan merobek mulut kotormu..!!”

Yoona melangkah keluar dari keramaian itu, meninggalkan victoria yang masih saja mengumpat padanya.

Persetan dengan apa yang dikatakannya…

***

Didalam mobil yang membawanya,
Yoona terengah. Ia tak menyangka bisa
berbuat anarkis ditengah
kehamilannya.

Terisak kemudian setelah meyadari
kesalahannya karna tak lebih
mempercayai siwon dan justru tertipu mentah-mentah
oleh omongan victoria.

“berikan aku tisu..”

pengawalnya yang berada dikursi
depan, lantas mengulurkan tisu untuk
nya.

Tapi Yoona masih terus terisak-isak
bahkan setelah menyeka airmatanya.

“Aku ingin pulang.. Cepat antarkan aku
pulang..”

“Baik Ny..”

Seorang pengawal yang mengendalikan
kemudi, menambah kecepatan
mobilnya. Jalanan tak terlalu lengang
malam itu, namun kelihaian pengawal
itu cukup membawa yoona dengan
cepat kembali ke apartemennya.

“Kita sudah sampai Ny..”

Yoona memperhatikan sekelilingnya…

“Aku ingin pulang kerumahku..kenapa
kalian justru membawaku kesini..”

“Tapi anda kan..”

“Aku ingin pulang kerumah suamiku..
tidakkah kalian menganggap itu juga
adalah rumahku. Keterlaluan! Hikss..!”

isakan yoona seperti seorang anak
kecil yang merengek membuat dua
pengawal itu saling pandang, nampak
geli mendengarnya. Namun tak berani berkomentar dan dengan
cepat segera melajukan kembali mobil
itu sebelum yoona memarahi mereka.

Tak lama mereka memasuki halaman
rumah siwon. Yoona dengan tak sabar
membuka pintu dan langsung
melangkah masuk kedalam.

“Siwon.. Siwon..!!”

memasuki kamarnya yoona tak
menemukan siwon didalamnya.

Ya Tuhan..

Dimana dia?
Kemana siwon?
Ini terlalu larut untuknya berada diluar..

“Siwon.. Dimana kau? Siwon..!”

“Ny..Tuan..”
Seorang pelayan menghampirinya..

“Dimana suamiku..?”

*

*

*

*

*

*

*

*

*

TBC~

Yeahh…
ada tambahan dikit2 dari yang di page ya..^^

135 thoughts on “♥ I Need ROMANCE ♥ Chap 10

  1. Untunglah victoria ga bener2 hamil, kessseeel bget sma vic, yoona kurang keras sma vic, hrusnya tuh dia nyiksa vic sedikit lah kan dia hmpir ngerusak rumah tangga yoonwon…
    Untunglah kakeknya siwon bsa cpat nemuin buktinya, semoga itu jdi pelajaran buat yoona untuk lbih percaya sma siwon…
    semoga keluarga yoonwon bsa bahagia n ga ada konflik lgi…

  2. Syukurlah victoria gk hamil..
    Akhrnya yoona tau kbenerannya dan mdh2n dy bsa bahagia ma siwon…
    Kmana siwon pergi mdh2n gk trjadi sesuatu lg diantara mereka..
    Udh gk sbar lhat yoon jo lahir

  3. Untunglah kakek siwon baik,n mencari bukti tentang vic..
    Dasar vic dia gk hamil,n hanya ingin merusak RT yoonwon..
    Semoga siwon baik2 aja..
    N chinggu aku bagi PW part 11nya bolehkan..
    Gomawo..

  4. Semakin baik kesini sininya.. Hhhmmm.. Stlh badai Ɣĝ luar biasa mguras emosi reader cengeng kayakk akuu, happy momentnya mulai mncul kepermukaan!! Pgenn baca endingnya dehh.. Gak sbr..hohoww

  5. Syukurlah victoria gk beneran hamil …
    Akhirnya yoona mau pulang kerumah..tpi siwon oppa gk ada ? Tmbah pnasaran dia kemna ? Smoga gk trjadi sesuatu yg buruk

  6. Ternyata victoria gk hamil…

    Tapi siwon kemana, kasian yoona kalo siwon kenapa”, mimin bagi pw part 11 nya dong, pliiiisss !!!!

  7. Akhirnya kebongkar juga smua kepalsuan si vic itu.
    Kra’n.. Uda berpikiran yang macam2 td. Takut2… Kalau itu benar.

    Untung ada kakek Ɣªήğ bantu’n. Tp siwon ke mana? Di panggil2 ko’ ga’ ada?

  8. Huuuuuu victoria ,, auuuuaaaahhh gelapp, tetep bersyukur sama tuhan dan author kebusukan victoria kebongkar, udah dari awal keliatan ngibulnya victoria, tapi masalah hampir kelar berkat kakek choi, bau bau happy ending ini😀 keep writing thor~ ^^

  9. Rasanya cukup lama ga baca adegan kisseu dari part-part sebelumnya, yang memang rata-rata cuma pelukan dan holding hand
    Kacau kacau…
    Aku jafi pengen punya kakek kayak kakek Siwon di sini.. anah-aneh aja ya #sorry
    langsung ke part selanjutnya ajalah. Penasaran bangeeett..

  10. Syukurlah akhirnya yoona sudah mengetahui kebenarannya berkat bantuan kakeknya Siwon…
    Yoona sangat keren padahal dia sedang hAmil tapi bertindak anarkis sama Victoria, dan sikap Protektif Siwon gk bisa di Ilangin, siwon gk datang malah ngirim dua Bodyguardnya buat ngawasin yoona..

  11. teprok tangan dulu ah sama aksinya yoong eonni.. prok prok prok.. yoong eonni keren eoh..akhirnya terungkap juga, victoria emang bagaikan iblis.. ah apa ini akhir dari ceritanya ??.. waitttt apa yang terjadi sama siwon oppa.. eohh jgn bikin orang jantungan..

    dari pada penasaran lanjut ahh bacanya

  12. Huuuuhhh ternyata siwon engga menghianati yoona,,
    Benarkan ternyata itu cewek emang beneran punya niatan buruk dan ingin menghancurkan hubungan yoonwon..
    Untung aja ada kakek dia sangat membantu,, coba aja kalo dia ga menyelidiki si victoria pasti yoona ga akan kembali pulang kerumah siwon..
    Liat nih setelah ini apa yang akan siwon lakukan pada wanita itu,,
    Heeeeehhh udah gregget banget ama nih cewek..😡

  13. Wow daebak yoona eonni emang paling tangguh, paling2 segalahnyaaa yoona berani banget sama victoria, ah aku seneng victoria digituin sama yoona hahhaha
    Yang seharusnya di sebut cewek murahan tuh dia yang udah merusak rumah tangga orang dengan tidak tau malunyaa bukan yoona eonni,
    Semoga ini awal yang baik buat kehidupan rumah tangga yoona dan siwon, karna victoria sekarang sudah terselesaikan hahha

  14. Kan bener victoria penipu untung, yoona cewek yang sangat kuat dia berani nantang victoria dan terima kasih kakek, ngebantu ngungkap siapa victora sebenarnya, mudah-mudahan happy ending buat mereka ya,

  15. Yoona keren banget pas ngelabrak victoria.untung ada kakek yang bantuin masalah yoonwon yaaa.
    makin seru ni.smoga happy end yaaa

  16. ku kira victoria hamil cwo lain ngaku2 nya anak wonppa, tpi untung’a dia ga hamill
    hrus’a yoona jga jgn lngsung prcya, trus wonppa saking frustasi yoona prgi jga ga mkir panjang buat nylidikun mslh victoria
    next

  17. tuh kan bener si victoria itu pembohong,licik. tega2 nya dia mau ngacurin hubungan yoonwon bener2 gk tau malu.untung aja ada kakek yg bergerak cpt buat nyelidikin victoria kalo gk mungkin kesalah pahaman bisa2 terus berlanjut.. semoga aja kedepannya gk ada masalah2 kayak gini lagi.

  18. Ternyataa kakekknya baik astagaa… Sumpah victoria emg minta dirobekrobek ajaa ahhhh ngeselin banget dapet bgt feelingnyaa.. Untung ada kakekk.. Btw itu siwon kemanaa jangan tinggain yoonaa 😭😭😭😭

  19. victoria benar2 licik tega2nya dia berbohong ! aiss ! jinjja ?
    syukurlah kalo mommy sudah tdak salah paham lagi dan mau pulang kerumahnya dan siwon oppa. .
    tapi siwon oppanya kemana ?

  20. Akhirnya kebenaran terungkap.. terima kasih kakek sudah membantu membongkar kebohongan victoria
    Dan salut dengan keberanian yooona.. hebat dan keren
    Dan kemana skg siwon oppaa???

  21. omo
    apakah x ne siwon yg melarikan diri????
    :lucu pas yoona bs2nya menghajar victoria….
    lalu menangis…
    yoona terkadang jg bodoh krn bs2 aja dia gk percaya pd suaminya itu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s