Fanfiction

♡ MY LOVE is FOR YOU ♡ Chapter 6

#Happy Reading….

*

*

*

*

*

*

*

Kesibukan jelas terlihat disemua ruang
kerja masing-masing tim. Memastikan semua dapat diselesaikan dalam waktu singkat itu.

Donghae membuka kembali file-file
foto dari memori kamera nya, sejenak
ia terdiam merasa ada yang janggal dan
terasa mengganjal dipikiran nya.

RYEW: (menepuk bahu) Donghae ssi..
gwechana?

HAE: (menoleh) Oh..ne aku hanya
sedang terpikir sesuatu..

RYEW: sesuatu? (mengerutkan kening)

HAE: ne..euh..dimana siwon?

RYEW: kurasa dia diruangan
pimpimpinan tim..waeyo?

HAE: aniyo..aku masih tak yakin dengan apa
yang kupikirkan, jadi akan lebih baik jika
siwon tak mendengarnya..

RYEW: nde..? memang nya apa yang kau
pikirkan?

Ditengah obrolan donghae dan ryeowook,
sungmin masuk kedalam ruangan
mereka.

SUNGMIN: Donghae ssi..aku perlu
lampiran foto darimu..

HAE: Oh..ne aku sedang mencarinya
(berbalik menatap laptop nya)

SUNGMIN: (duduk) huftt…melelahkan
sekali, bisakah kita menyelesaikan ini
dalam sehari..

RYEW: (menepuk bahu sungmin) kita
sedang berusaha kan..

SUNGMIN: aku tak habis pikir Yoona
bisa menghilangkan semuanya.. ceroboh sekali dia…

HAE: kurasa bukan karna Yoona..

SUNGMIN: Bukan karna yoona?? Maksudmu..?

RYEW: bisa saja kan..

HAE: aniy.. kurasa seseorang sengaja
mengacaukan semua ini.

SUNGMIN: MWO.. Seseorang? Nuguya?? Jangan
katakan jika kau mencurigai ada
seseorang diantara kita yang sengaja
melakukan nya..

HAE: entahlah aku belum yakin..aku
perlu mencari tahu..

>>>

Menjelang sore hari, semua yang
diperlukan belum terselesaikan, Yoona
semakin tak tenang dibuatnya,
ditambah dengan pihak percetakan yang
terus menghubunginya, jika proses
percetakan tertunda bisa dipastikan
RAINBOW tak akan bisa terbit tepat waktu.

YOONA: Yuri ssi.. Apa belum selesai..?

YURI: kami sedang berusaha
menyelesaikan nya..

HYO: Fanny yang mengerti detail desain
cover nya, aku tak yakin ini akan
sama..

YOONA: lakukan semaksimal yang kau
bisa. Tak banyak waktu tersisa.. Aku
sama sekali tak melihat fanny..
(memperhatikan meja kerja fanny)

YURI: Sajangnim bilang dia sedang tak
enak badan.. jadi tak bisa bekerja hari
ini..

YOONA: Oh.. Kuharap Ny.Kim tak akan
menyadari kekacauan ini..

YURI: kita bisa sedikit tenang Yoona
ssi, Ny.Kim sedang diluar kantor
(tersenyum)

Yoona keluar dari ruangan itu
meninggalkan Yuri dan Hyoyeon yang kembali
melanjutkan pekerjaan nya.

Berjalan
lemah kembali keruangan nya, ia baru
menyadari sepatu flat yang dipakai nya
memberi kenyamanan untuk nya. jika
sekarang ia memakai heels mungkin
yang akan terjadi seperti yang ditakut kan
siwon. ia bisa dengan mudah nya
terjatuh karna kurangnya keseimbangan tubuhnya.

YOONA: (memijit keningnya)

SIWON: (masuk) aku bawakan
makanan untuk mu (mendekat) Ya
Tuhan..kau tak apa-apa? Wajah mu
pucat chagi..

YOONA: euh..aniyo hanya sedikit
pusing..

Yoona memaksakan senyum nya
didepan siwon, namun gagal karna
kepalanya yang kembali berdenyut.

SIWON: kau pasti belum makan..

Siwon merangkul pinggang
yoona, membawanya duduk di sofa
ruangan itu.

SIWON: makanlah dulu..

YOONA: aku tak ingin makan..

SIWON: Ayolah chagiya..kau harus
makan..

YOONA: mana mungkin aku bisa
menelan makanan ditengah kekacauan
yang kubuat ini!! (meninggikan suaranya)
kau pikir aku bisa melakukan nya?!

SIWON: Astaga Yoona..tenangkan
dirimu, kendalikan emosimu.. Kau
harus tenang chagi..

YOONA: Justru akan terlihat aneh jika
aku bisa merasa tenang disaat seperti
ini..

SIWON: Kumohon..(menggenggam
tangan yoona)

YOONA: tidak..aku tak bisa tenang
sebelum kekacauan ini berhasil diatasi
(berdiri)

Yoona kehilangan keseimbangan
tubuhnya dan hampir terjatuh andai
siwon tak meraih nya dan menduduk
kan lagi dirinya disofa.

SIWON: lihatlah dirimu.. apa yang bisa
kau lakukan dengan tubuh lemah mu?
Bagaimana kau bisa mengatasi
kekacauan yang kau sebut karna ulah mu,
jika menopang tubuhmu saja kau sudah
tak bisa..(menatap yoona) makanlah…

YOONA: (menangis)

SIWON: semua akan baik-baik
saja..kau bisa melakukan nya.. kita sedang melakukannya kan..

YOONA: (memeluk siwon) aku tak
bisa.. (menangis)

SIWON: aku tak ingin melihat mu
menangis seperti ini ..kumohon…

>>>

dengan wajah yang terlihat tegang
Taeyeon memasuki lobi kantor,menuju
lift dan langsung naik kelantai atas,
tempat pertama yang dia tuju adalah
ruangan yoona.

TAE: (membanting pintu) apa yang kau
lakukan yoona ssi..?!

Mendengar suara cukup keras dari
pintu ruangan nya yang terbuka, Yoona
langsung melepaskan pelukan nya
pada siwon, dan terkejut melihat
Taeyeon berdiri dalam ruangan nya, dengan tatapan marah kepadanya.

YOONA: Sajangnim..saya bisa jelaskan
semuanya.

SIWON: (menatap Taeyeon) biarkan dia
menjelaskan padamu..

TAE: tentu saja dia harus menjelaskan
kekacauan yang telah dibuatnya
(tersenyum sinis) jadi apa yang terjadi
hingga pihak percetakan menelpon ku
dan mengatakan bahwa kau belum
menyerahkan berkas untuk edisi
terbaru..

YOONA: mianhae sajangnim..Aku
kehilangan semua yang seharusnya kita
kirimkan (menunduk)

TAE: MWO..Omong kosong apa yang kau
katakan? Kehilangan semua..Kau
sedang bermain-main dengan ku Yoona
ssi..

YOONA: bukan seperti itu..

TAE: sudah jelas didepan mata.. kita
akan menghadapi protes keras dari
pembaca atas keterlambatan ini..kau
tak berniat membuat RAINBOW hancur
kan?

SIWON: Taeyeon ssi..

TAE: diam kau Siwon..

Taeyeon enggan mendengar penjelasan
apapun dari yoona, baginya semua tak
lagi ada gunanya, kekacauan yang terjadi
tak bisa terselesaikan hanya dengan
sebuah penjelasan.

TAE: seharusnya aku tak lagi
memberimu kesempatan yoona ssi..

SIWON: Taeyeon..

YOONA: sajangnim.. (menatap taeyeon)

TAE: ya..setelah tempo hari kau
membuat kecerobohan yang menimbulkan
masalah dengan pihak pengiklan,
setelah kinerjamu menurun dan
RAINBOW tak setabil. seharusnya aku sudah
tak membiarkan mu berada diposisi
pimpinan tim seperti sekarang..
(tersenyum sinis) aku terlalu
mempercayaimu yoona ssi..aku
membiarkan mu mengambil kontrol
penuh disini, tapi yang terjadi.. kau justru
ingin menghancurkan RAINBOW..itu yang
sekarang kau lakukan bukan??

Kedua mata taeyeon menyala dengan
kemarahan tak membiarkan yoona
terlebih siwon menghentikan kalimat
tajam yang keluar dari bibir tipis nya.

TAE: (menatap tajam yoona) kau yang
bertanggung jawab atas semuanya dan
aku akan menunggu pertanggung
jawaban mu itu dan penyelesaian
masalah ini secepatnya..ini
kesempatan terakhir yoona ssi..

YOONA: Sajangnim tunggu..

Menghiraukan ucapan yoona, Taeyeon
melangkah keluar meninggalkan
ruangan dan membiarkan yoona yang
merasa lututnya melemas seketika. Ia
hanya mengandalkan lengan siwon yang
menopang tubuhnya mencegahnya
ambruk dengan mudahnya.

SIWON: duduk dan tunggulah disini,
aku yang akan berbicara dengan Taeyeon..

Yoona tak mampu lagi bersuara,ia
mengikuti rangkulan lengan siwon yang
membawanya duduk kembali disofa.

SIWON: Taeyeon pasti sama paniknya
sepertimu (menggenggam tangan
yoona) kuharap kau tak sakit hati karna
ucapan nya, mengertilah..

Siwon bangkit untuk berdiri namun
yoona menahan lengan nya.

YOONA: tetaplah disini..

SIWON: aku akan mengatakan dan
menjelaskan semuanya pada
Taeyeon..semua ini bukan sepenuhnya
salahmu, dia harus tahu itu..

YOONA: tidak perlu.. Seperti yang kau katakan dia juga sedang panik..  sajangnim tidak
akan mendengarkan mu..

SIWON: Aku akan membuatnya
mendengarkan ku..

Yoona menunduk menutup wajah
dengan kedua telapak tangan nya
menyembunyikan airmata yang kembali
tak mampu ia bendung hingga lolos
dengan mudahnya membasahi wajah
pucat nya.

SIWON: chagi.. Aku sungguh tak ingin
melihatmu menangis, kumohon..
(mengusap rambut yoona)

YOONA:  tapi hanya ini yang bisa kulakukan (terisak)

SIWON: (memeluk yoona)

YOONA: semua ini terlalu mengejutkan
ku..aku tak mengerti mengapa aku bisa
membuat kekacauan seperti ini..

SIWON: bukan salahmu..kumohon
jangan menyalahkan dirimu sendiri,
tetaplah disini aku akan menemui
Taeyeon..

YOONA: tidak..tetaplah disini
(mengeratkan pelukan nya) aku mau
kau tetap disini. Aku membutuhkan mu yeobo..aku ingin kau
bisa membantu menyelesaikan
pekerjaan dengan ku..

SIWON: baiklah jika itu keinginan mu..

>>>

Di dalam ruangan nya, yoona dan siwon serta
beberapa rekan lain nya bersama-
sama menyusun dan menyelesaikan
semuanya.

hingga menjelang tengah malam semua
akhirnya rampung dikerjakan, dan
seorang kurir telah dikirim kebagian
percetakan untuk menyerahkan
rangkaian artikel yang saat itu juga
semestinya bisa langsung dicetak.

harapan terakhir adalah tidak akan
terjadi keterlambatan penerbitan
maupun pendistribusian kebeberapa
kota besar. Hingga mereka bisa
menekan lebih kecil kemungkinan
terjadinya protes keras dari pembaca.
karna pembacalah kunci sukses
RAINBOW bertahan sampai sekarang,
jika pembaca sudah tak puas dan
merasa dikecewakan.. besar
kemungkinan mereka akan berpaling ke
majalah dan atau tabloid-tabloid lain
yang banyak beredar.

>>>

Gelisah yang masih dirasakan yoona
membuatnya tak bisa memejamkan
matanya dan tetap terjaga meski dini
hari telah menyapanya.

SIWON: tak bisa tidur?

YOONA: hm..

SIWON: kau harus tidur chagi..hari ini
cukup melelahkan untukmu
(melingkarkan tangan dipinggang
yoona) semua akan berlalu saat kau
terbangun esok hari..

YOONA: ne..aku akan tidur (menarik
selimut) mianhae karna merepotkan mu
tadi..

SIWON: gwechana…(tersenyum)
sekarang tidurlah..(mengecup kening
yoona)

Beberapa menit berlalu yoona sudah
bisa melihat siwon mulai tertidur,
perlahan ia pun menyingkap selimut
dari tubuhnya.

Yoona lantas turun dari tempat tidur,
membuka laci nakas yang berada
disamping tempat tidurnya, untuk kemudian mengambil
kunci mobil dari dalam nya.

Berjalan pelan karna tak ingin
membuat siwon terbangun, yoona
mengambil jaketnya yang tergantung,
semakin pelan bergerak membuka
knop pintu kamar kemudian keluar dari
dalam nya.

YOONA: aku tak bisa tenang menunggu
tanpa ketidakpastian seperti ini..
maafkan aku siwon tak meminta ijin
darimu terlebih dulu (keluar apartmen)

Yoona melangkah dengan ragu keluar
dari apartmen menuju parkiran
mobilnya, ia tahu siwon mungkin akan
marah karna ia mengendarai mobil
sendiri terlebih itu sudah dini hari,
namun ia butuh memastikan sendiri
semuanya..

>>>

Terjaga dari tidur lelap nya, Siwon
langsung panik menyadari yoona tak lagi
berada diapartmen bersamanya.
mencoba menghubungi ponselnya tapi
sia-sia karna yoona tak membawa
ponselnya…

SIWON: Oh Tuhan.. Yoona, kau pergi
kemana..??

***

Sejak dini hari tadi Yoona berada
dipabrik percetakan, untuk memastikan
pihak yang biasa melakukan percetakan
melaksanakan pekerjaan mereka saat
itu juga.

namun sayangnya harapan yoona
keliru, tak ada aktifitas apapun dini hari
tadi ketika ia datang untuk memastikan.
pihak percetakan beralasan sudah
tidak ada pekerja mereka yang masih
berada dipabrik saat seorang kurir
mengantar berkas edisi terbaru kepada
mereka.

Yoona harus menahan kekesalan
terlebih kemarahan nya dan terpaksa
menunggu, terjaga dengan gelisah
sepanjang dini hari sampai pagi hari
tadi yoona bersikeras memaksa agar
pihak percetakan membuka lebih awal
pabrik mereka dan menghubungi
beberapa karyawan yang kompeten untuk
melakukan percetakan secepat yang
mereka bisa lakukan.

YOONA: (membentak) kenapa kalian
tak bisa bergerak secepat mungkin,
semua ini harus tercetak sekarang juga
dan langsung dikirim ke distributor..

STAF: kami sedang mengusahakan nya
Ny…

YOONA: bagus jika kalian melakukan
nya! karna jika tidak.. kupastikan tak
akan menggunakan jasa tempat ini
untuk melakukan percetakan lagi
(mengancam) akan kupastikan
RAINBOW menyeleksi dan memilah lagi
perusahaan percetakan yang lebih
kompeten dari pada ini (menatap tajam)

Seorang staf yang harus menghadapi
kemarahan yoona hanya bisa
menunduk dibalik tatapan tajam dari
yoona yang terasa sangat mengintimidasi
nya.

YOONA: aku akan melihat dan
memastikan langsung proses
percetakan nya..

STAF: maaf Ny. sebaiknya
mengurungkan niat anda..anda sedang
hamil, saya hanya takut terjadi
sesuatu..

YOONA: aku bisa menjaga
diriku..tenang saja aku tak akan
menuntutmu jika terjadi sesuatu
padaku..

STAF: (menunduk) anda sebaiknya
memakai ini Ny (menyerahkan masker)

Yoona mengikuti arahan staf yang
menunjukan nya langsung proses
percetakan yang sedang berjalan.
baru kali ini yoona terjun langsung
untuk mengawasi, dengan tak
memperdulikan tampilan nya yang hanya
mengenakan piyama tidur berlapis
jaket yang tak terlalu tebal, siapa yang
mengira yoona memiliki ketegasan
dibalik setiap kalimat yang terucap dari
bibir tipisnya.

Namun sekali lagi pikiran nya
bertambah gelisah akan respon yang
pasti akan ia terima, semestinya
malam tadi percetakan langsung
dikerjakan dan pagi ini pendistribusian
kebeberapa distributor bisa dilakukan.
tapi nyatanya proses percetakan justru
belum selesai dikerjakan.

YOONA: pastikan semua selesai..aku
tak bisa menunggu disini lebih
lama.. banyak hal yang masih harus
kukerjakan dikantor..aku menunggu
sejauh mana perkembangan nya dari
kalian..

STAF: kami akan melakukan nya Ny..

Yoona akhirnya meninggalkan pabrik
percetakan menuju tempat dimana ia
memarkir mobilnya, dibalik setir
kemudi ia bisa merasakan perutnya
menegang dan sedikit nyeri yang ia
rasakan.

YOONA: (mengelus perutnya) aegy
ah..tenanglah sayang jangan membuat
oemma semakin sulit. Bantu oemma ne…

butiran airmata perlahan menetes
di kedua pipinya dan dengan cepat
yoona menyekanya dengan jari-
jarinya, meyakinkan dirinya bahwa
bukan waktu yang tepat untuk nya menangis
saat ini. masih banyak yang menunggu
untuk diselesaikan.

memandang jam digital yang berada
dimobilnya, yoona menyadari ia telah
meninggalkan siwon cukup lama, dan
bayangan akan kepanikan siwon segera
memenuhi pikiran nya, membuatnya
akhirnya menambah kecepatan laju
mobilnya.

>>>

SIWON: Astaga.. yoona!! darimana saja
kau..?!

Pertanyaan dari wajah keras yang
sekarang ditunjukan siwon langsung
menyambut yoona begitu ia membuka
pintu apartemen mereka.

SIWON: Kau tak tahu betapa paniknya
aku beberapa jam ini..kau tak
membawa ponsel ataupun
meninggalkan pesan apapun padaku,
aku menghubungi semua rekan dan tak
satupun yang mengetahui keberadaan
mu.. kemana kau sebenarnya??

YOONA: maaf (menatap siwon)

SIWON: (mendekat) semua karna kunci
sialan ini..!! (merebut kunci mobil
ditangan yoona & melemparnya)
seharusnya aku membuangnya karna
dengan begitu kau tak akan bisa
berkendara sendiri dan pergi
sesukamu..

Yoona cukup terkejut menerima respon
dari siwon, ia sudah menduga siwon
akan marah tapi tidak sekasar itu

YOONA: Siwon..apa yang kau lakukan?

SIWON: aku tak tahu lagi apa yang harus
aku lakukan untuk menghadapi mu..

YOONA: Okey.. aku salah dan aku sudah
minta maaf..tidak kah itu cukup eoh?
Aku berdiri disini, dihadapan mu
sekarang.. dan aku baik-baik
saja..tidakkah kau melihat aku bisa
menjaga diriku, kau tak seharusnya
bereaksi berlebihan padaku..

Yoona melangkah berniat menjauh dari
hadapan siwon namun dengan cepat
siwon menarik pergelangan tangan nya.

SIWON: jadi menurutmu aku
berlebihan? Aku mengkhawatirkan mu..

YOONA: ya..kau sangat berlebihan!
disituasi yang semestinya kau
menenangkan ku bukan justru
memarahi ku (menghempaskan tangan
siwon)

Yoona masuk kedalam kamar
meninggalkan ketercengangan diwajah
siwon.
menutup rapat pintunya, tubuhnya
langsung merosot jatuh kelantai seiring
tangis yang berusaha ia tahan.

sikap siwon terlalu mengejutkan
untuknya, ia membutuhkan ketenangan
dari siwon seperti biasanya. bukan
nyala kemarahan, apalagi sebuah
pertengkaran tak terduga seperti tadi..

Sesaat setelah yoona masuk ke dalam
kamar, Siwon termenung memikirkan
apa yang sudah ia lakukan tadi.
Mendengar isakan tangis Yoona dari
dalam kamar membuat siwon
menyadari sikapnya tadi mungkin
terlalu kasar untuk yoona yang sedang
menghadapi situasi sulit saat ini..

SIWON: aku hanya terlalu panik
Yoona.. Maafkan aku..

Perlahan Siwon beranjak meraih knop
pintu dan dengan perlahan
membukanya, dilihatnya yoona
terduduk dilantai dan menangis.

SIWON: Chagiya.. (mendekati yoona)
maafkan aku (meraih tangan yoona)

YOONA: (menghempaskan tangan
siwon) jangan menyentuh ku..!!

Beringsut mundur, yoona berusaha
menjauh dari siwon.

SIWON: Chagiya..mianhae, aku tak
bermaksud bersikap kasar tadi
(mendekati yoona) aku
mengkhawatirkan mu.. Aku terlalu
panik karna tak mengetahui keberadaan
mu..aku takut terjadi sesuatu padamu
dan juga anak kita..

YOONA: aku pulang dalam keadaan
utuh..aku baik-baik saja, seharusnya
itu cukup untuk bisa membuatmu
mengontrol emosi (terisak)

SIWON: (menangkup wajah yoona &
menghapus airmatanya) maafkan aku..

YOONA: kau merebut dan melempar
kunci mobil ku, kau berkata kasar
padaku, dan karna cengkraman mu kau
menyakiti pergelangan tangan ku..
Sikap mu membuat ku takut..
(menangis)

SIWON: iya aku tahu..aku tahu chagi..
maafkan aku (memeluk yoona) aku
janji tak akan melakukan hal seperti itu
lagi.. Ku mohon maafkan aku..

YOONA: aku ingin kau mempercayai
ku..aku masih bisa menjaga
diriku..aku bisa menjaga anak kita
(mengelus perutnya)

SIWON: iya..aku akan percaya padamu,
tapi aku juga ingin selalu
melindungimu.. Kumohon jangan
melakukan hal-hal yang membuatku
panik..

YOONA: (mengangguk) maafkan aku..
(memeluk siwon)

SIWON: aku memaafkan mu chagi..
Apa kau juga memaafkan ku?

YOONA: (mengangguk)

SIWON: gomawo (mengecup kening
yoona) sekarang beristirahat lah..

YOONA: (menggeleng) aku harus
kekantor..

SIWON: Chagiya..kau perlu istirahat,
lihatlah matamu yang berkantung..kau
perlu tidur..

YOONA: tidak..kumohon, aku tak ingin
bertengkar lagi dengan mu.. Aku harus
kekantor sekarang (berdiri)

SIWON: (menghela napas) kenapa kau
begitu keras kepala..

YOONA: kenapa kau selalu
mengaturku..?

SIWON: karna aku bisa melakukan
itu..karna aku suamimu.. (mengacak
rambut yoona)

YOONA: aishh…kalau begitu aku juga
bisa terus menentangmu, karna aku
keras kepala.. Istrimu yang keras kepala..

SIWON: (tertawa) sayangnya aku
sangat mencintai istriku yang keras
kepala seperti ini.. (mencubit hidung
yoona) dan aku perlu tahu semalam
kau pergi kemana? dan apa yang kau
lakukan diluar sana.. Aku mau
penjelasan untuk itu.

YOONA: tapi sekarang aku harus
segera mandi dan pergi kekantor..
SIWON: aku juga belum mandi..

YOONA: jadi..?

SIWON: (menyeringai) jadi..kau bisa
menjelaskan padaku selama kita
mandi..

YOONA: (mengerutkan kening)

SIWON: hanya mandi denganku dan
jelaskan semuanya (tersenyum)

YOONA: (tersenyum & mengangguk)

*sensor

>>>

Kurang dari satu jam kemudian Siwon sudah memberhentikan laju mobilnya
didepan gedung kantor RAINBOW.

SIWON: aku sudah ada janji pemotretan
hari ini..kurasa kita akan melewatkan
makan siang bersama..

YOONA: ne gwechana..

SIWON: jangan melupakan makan
siangmu karna pekerjaan.. Aku akan
menghubungi rekan yang lain untuk
memastikan nya..

YOONA: (tersenyum) ne.. Arraseo..

Sebelum yoona membuka pintu mobil
siwon lebih dulu menahan lengan nya.

YOONA: (menoleh) wae?

SIWON: (mengecup bibir yoona)
selamat bekerja aku akan menghubungi
mu nanti..

YOONA: (tersenyum &keluar dari mobil
siwon)

>>>

Setibanya dikantor Yoona bergegas
keruangan nya, menghubungi
percetakan untuk mengetahui sejauh
mana pengerjaan nya.

YOONA: Sial..belum tercetak
semuanya, itu berarti akan
menghambat proses penerbitan nya..
Kacau.. Apa yang harus kulakukan?

Berpikir dengan gelisah, yoona
dikejutkan dengan deringan telpon
diatas meja kerjanya, Taeyeon
menelpon dan memintanya datang
keruangan nya.

YOONA: (masuk keruangan Taeyeon)
annyeong haseyo sajangnim..

Taeyeon mempersilahkan yoona untuk
duduk dan saat itu ia menyadari fanny
sudah lebih dulu berada diruangan
Taeyeon.

TAE: bagaimana Yoona ssi..satu
persatu masalah mulai muncul karena
kekacauan ini..

YOONA: saya sedang berusaha
mengatasinya..

TAE: Oiya..usaha apa yang bisa kaulakukan?
(tersenyum sinis) proses percetakan
belum selesai dan beberapa distributor
kita mulai mempertanyakan..
Memalukan.. Sebuah majalah besar
mengalami penundaan penerbitan, kau
pikir siapa yang ingin kau permalukan
kalau bukan aku? (membentak)

FANNY: Taeyeon ssi.. Kendalikan
emosimu..

TAE: apa Yoona ssi.. Apa yang bisa kau
lakukan?

YOONA: mianhaeyo sajangnim
(menunduk) saya akan berusaha
meminimalisasi dampak dan kerugian
nya..

TAE: tidak..kau tak perlu repot-repot
melakukan nya.. Aku ingin kau
mengundurkan diri dari pekerjaan
mu..melepas posisimu dan
meninggalkan RAINBOW.. Aku tak bisa
lagi memberimu kesempatan Yoona
ssi..

YOONA: (menatap Taeyeon)
Sajangnim…

Yoona tak menyangka jika pada
akhirnya Taeyeon memintanya
mengundurkan diri dari pekerjaan nya,
rasanya tak mungkin bagi yoona, dia
sudah cukup lama bekerja di RAINBOW
hingga pada akhirnya ia bisa
menempati posisinya seperti sekarang.

YOONA: Sajangnim…anda tidak serius
dengan apa yang anda katakan kan?

TAE: aku serius yoona ssi..

YOONA: tapi..bagaimana saya bisa
mempertanggung jawabkan kekacauan
ini jika anda justru meminta saya untuk
mundur..

TAE: anggap saja itu sebagai
pertanggung jawaban darimu.. Aku
ingin kau mengundurkan diri Yoona
ssi..

YOONA: tapi saya..

TAE: Cukup Yoona ssi.. (menghentikan
ucapan yoona) aku sudah pernah
katakan sebelum nya, jika kinerjamu
menurun Fanny akan menggantikan
posisimu..

YOONA: (menatap fanny)

FANNY: aku turut menyesalkan
kejadian ini.. (menatap yoona)

TAE: mungkin salah satu penyebab
kinerjamu menurun adalah karena
kehamilan mu Yoona ssi.. Kau sering
kali menjadi tidak fokus pada apa yang
kau tangani..

Yoona sedikit terkesiap dengan pemikiran Taeyeon..

YOONA: maaf sajangnim.. tapi semua itu
tidak ada sangkut pautnya dengan
kehamilan saya.. (menatap taeyeon)

TAE: tapi begitulah kenyataan yang
sebenarnya tak kau sadari yoona ssi..

YOONA: saya tidak akan pernah setuju
dengan penilaian anda barusan..

TAE: (menatap tajam yoona)

YOONA: jika pertanggung jawaban yang
anda minta adalah untuk saya
mengundurkan diri.. Baiklah saya akan melakukannya. Saya
mengundurkan diri.. Meskipun itu
sangat bertentangan dengan apa yang
saya pikirkan.. Bagi saya pertanggung
jawaban yang sebenarnya adalah mencari
solusi, mengatasi dampak yang timbul
dari kekacauan tersebut, dan saya siap
menanggung resiko untuk itu.. Hingga
saya bisa memperbaiki agar tak terjadi
lagi dikemudian hari..

TAE: (diam)

YOONA: dengan mengundurkan diri itu
sama saja dengan saya melarikan diri
dari masalah.. Tapi jika itulah bentuk
pertanggung jawaban yang anda ingin kan
dari saya..maka saya akan melakukan
nya (berdiri) terima kasih untuk
kepercayaan Ny.. pada saya selama ini
(membungkuk) maaf telah
mengecewakan anda sajangnim..

FANNY: (diam menatap yoona)

TAE: Yoona ssi..

YOONA: anda akan segera menerima
surat pengunduran diri saya untuk
ditanda tangani..permisi sajangnim
(melangkah keluar)

TAE: (berdiri menatap yoona)

YOONA: (menghentikan langkah &
berbalik menatap Taeyeon dan Fanny)
saya menerima jika anda mengatakan
kekacauan ini karna kecerobohan
saya..tapi saya tidak pernah menerima
ucapan anda yang mengatakan semua
terjadi karna kehamilan ini (mengusap
perutnya) demi Tuhan.. jangan lagi
mengatakan anak dalam rahim saya
sebagai penyebab masalahnya.. (keluar)

Taeyeon tercengang mendengar
ucapan yoona begitupun dengan fanny
yang tak bisa berkata apapun saat ini.

Sementara yoona bergegas kembali
keruangan nya, sekuat hati ia menahan
airmatanya agar tak menetes.

mengambil selembar kertas dan pena,
ia mulai menulis sendiri surat
pengunduran dirinya dan segera
memasukkan nya kedalam sebuah
amplop.

Membereskan beberapa barang pribadi
miliknya kedalam sebuah kotak , yoona
mulai merasakan sesak didada dan
sakit yang teramat sangat dihatinya.
menyesal karna ia tak mampu
mengatasi kekacauan ini dan menyerah
pada situasi yang memutus karier nya
saat ini.

YOONA: (memperhatikan ruangan nya)
aku pasti akan sangat merindukan
berada disini (menyentuh mejanya)
terlebih mengerjakan pekerjaan disini
(tersenyum masam) selamat tinggal..
(keluar ruangan)

saat melihat Yoona keluar dari ruangan
nya dengan sekotak barang-barang
miliknya, sontak membuat rekan-rekan
nya terkejut dan kemudian
menghampiri nya.

SOO: yoona ssi..apa yang kau lakukan?

YOONA: euh..aku mengemasi barang
pribadi ku (tersenyum)

SUNNY: tapi kenapa yoona ssi..?

KYU: biar aku bantu (mengambil box
kotak dari tangan yoona)

YOONA: gomawo kyuhyun ssi..

YURI: Yoona ada apa sebenarnya?

YOONA: (menyerahkan amplop pada
yuri) tolong berikan ini pada Ny. Kim..

YURI: apa ini?

YOONA: surat pengunduran diriku..

Ada nada tak rela saat kalimat itu
meluncur dari bibir yoona yang kemudian
disambut tatapan juga suara
keterkejutan dari rekan-rekan nya.

YURI: aniyo.. Yoona ssi Ny. Kim tak
akan mungkin menerima surat
pengunduran dirimu?

SUNNY: ne.. Yoona ssi pikirkan lagi
keputusan mu

YOONA: Ny.Kim akan menerimanya. Dia yang memintanya.. Dia
yang menginginkan pengunduran diriku
(tersenyum masam)

HYO: itu tidak mungkin Yoona ssi.. aku tak percaya..

HYUK: begitupun aku..

KYU: (menggeleng) aku juga tidak..

YOONA: itu yang terjadi..sudahlah aku
harus pergi.

HYUK: Siwon ssi sedang tak
dikantor..biar aku menghubunginya
(mengeluarkan ponsel)

YOONA: aniyo Eunhyuk ssi.. Siwon ada
pekerjaan diluar aku tak mau
mengganggunya, aku bisa
menggunakan taksi untuk pulang..

KYU: aku bisa mengantarmu yoona
ssi..

YOONA: (tersenyum) tidak perlu,tapi
aku senang jika kau mau
memanggilkan taksi untuk ku..

KYU: tentu aku akan melakukan nya..

SOO: Yoona ssi..Kita tak ingin kau
pergi..

YOONA: (mencibir) benarkah itu tulus
dari hatimu..

SOO: Yak..Yoona ssi, bagaimanapun
aku salut padamu. Kami menyukai kinerjamu.. meski kadang sedikit menyebalkan..

YOONA: ne..ne aku tahu, sudahlah
kalian menahanku terlalu
lama, annyeong…

>>>

Yoona POV

Aku seperti berjalan menyeret kedua kaki ku,
sangat berat rasanya meninggalkan
pekerjaan ku, tempat ini dan mereka
rekan-rekan ku yang masih bisa
terdengar oleh ku memanggil-manggil
ku.

SUNNY: Yoona ssi.. Next time kami
akan ke apartemen mu lagi..

HYO: ne.. Yoona ssi kita bisa
berkumpul lagi..

SOO & YURI: Kami akan sering mengunjungimu..

Aku hanya melambaikan tangan ku, aku
tak ingin berbalik menatap mereka,
aku takut tak mampu lagi menahan
airmata dipelupuk mataku,
bagaimanapun caraku bersikap,
bagaimanapun keseringan ku
memarahi mereka tapi mereka tetap
menghargai ku, meski aku juga tahu
mereka sering mengeluh dibelakang
ku.

Ah..
itu terdengar lucu..

Setelah mengucapkan terimakasih ku
pada Kyuhyun yang memanggilkan taksi
untuk ku, aku masuk dan duduk dikursi
belakang, menaruh kotak yang berisi
barang-barang disamping ku, ku buka
sedikit kaca mobil saat kyuhyun
mengetuk-ngetuk nya.

KYU: sampai bertemu lagi yoona ssi..
Aku harap kau akan kembali lagi
bekerja bersama kami..

Aku tersenyum menanggapinya,
rasanya tak mungkin..

KYU: aku akan menghubungi siwon
agar dia tahu apa yang terjadi..

Kuberikan tatapan tak setuju dengan
usul nya, dan mengatakan aku sendiri
yang akan menghubungi nya.

KYU: ne..ne arraseo.. Berhati-hati lah..

Kyuhyun lantas sedikit mundur begitu taksi akan melaju, dan aku pun
langsung menutup kembali kaca mobil
dan meminta sang supir mengantarkan ku
pulang ke apartemen.

Berada di dalam
taksi seperti ini aku langsung tak bisa
mengendalikan diriku, airmata tak
kuasa terus membanjiri wajahku, aku
terisak tak perduli ahjussi sang supir
taksi mengamatiku dari kaca mobilnya.

tapi dia cukup perduli padaku dengan mengulurkan
beberapa lembar tisu untuk menyeka
airmataku.

>>>

Author POV

Yoona tiba di apartemen saat jam
makan siang, menaruh kotak berisi
barang-barang nya diatas meja
kemudian langsung masuk ke dalam
kamar dan mengunci pintunya, tanpa
mengganti pakaian nya langsung naik
keatas tempat tidur, ia meringkuk dan
kembali menangis.

Hampir tertidur setelah sekian lama
menangis, sayup-sayup ia mendengar
suara pintu depan apartemen yang
terbuka.

Siwon yang buru-buru masuk melepas
sepatunya dan langsung mencari
keberadaan yoona.

SIWON: Chagi.. Chagiya kau dimana?

Kedua mata siwon langsung menatap
kotak yang berisi barang-barang yoona.
Ia mendesah..
ternyata benar yang dikatakan yuri
padanya tadi, niatnya untuk
menanyakan apakah yoona sudah
makan siang ternyata justru mendapat
kabar tak mengenakan tentang
pengunduran diri yang dilakukan yoona.

SIWON: Chagiya.. (memutar knop
pintu) buka pintunya..sedang apa kau
didalam? Buka pintunya chagi..
(mengetok-ngetok pintu)

Yoona tak beranjak dari atas tempat
tidur dan hanya merubah posisi tidurnya.
ia kini duduk memeluk kedua lutut nya
dan kembali terisak.

SIWON: ijinkan aku masuk..
aku tahu bagaimana perasaan mu saat
ini..

YOONA: biarkan aku sendiri..

SIWON: kau sudah terlalu lama
sendirian.. Uljima Yoong, biarkan aku
masuk..

YOONA: aku ingin sendiri yeobo..
kumohon mengertilah..

Yoona kembali menelungkupkan
wajahnya, terisak memeluk lutut nya.
Siwon yang tak tenang mendengar isakan
tangis yoona segera mengambil kunci
cadangan kamarnya dari sebuah laci
meja.

SIWON: (membuka pintu & masuk)
chagi.. (menghampiri yoona)

YOONA: (mendongak)

Siwon lantas meraih tubuh yoona,
mendekap dalam pelukan nya,
membelai rambut dan punggung yoona
yang bergetar karna tangis, secara
bergantian.

SIWON: Uljima..Yoong..

YOONA: (mengeratkan pelukan nya)

SIWON: aku menelpon yuri..dia
mengatakan semuanya padaku, benar
Taeyeon memintamu mengundurkan
diri?

YOONA: (mengangguk)

SIWON: lantas kenapa kau mengiyakan..

YOONA: aku tak mau membahasnya
sekarang.

SIWON: baiklah.. (mengusap rambut yoona)

>>>

Jam 8 malam Setelah selesai
melakukan dua pemotretan bersama
Sungmin yang melakukan wawancara,
Donghae kembali ke kantor meski jam
kantor sudah berakhir dan rekan-rekan
nya sudah pulang.
Ia berniat
memindahkan beberapa file foto yang
tersimpan di komputer ruang kantornya.

ketika menyusuri koridor menuju
ruangan nya, seorang ahjumma
petugas kebersihan yang biasa
membuatkan kopi untuk nya
memanggil dirinya ..

AHJUMMA: Donghae ssi..

HAE: (menoleh) Oh ne.. ahjumma..kau
belum pulang? (tersenyum)

AHJUMMA: tugas ku belum selesai..
Hm..aku ingin menyerahkan ini..

HAE: apa ini? (bingung)

AHJUMMA: rekan kerjaku menemukan
nya ditempat sampah saat kemarin
melakukan tugas bersih-bersih..dia
tak berani membuangnya, karna
mungkin itu yabg kalian cari.. Ya
walaupun kami bodoh, tapi kami bisa
membedakan mana sampah dan mana
yabg bukan..

Hae cukup terkejut melihat berkas
ditangan nya, ini adalah artikel-artikel
itu..

AHJUMMA: Donghae ssi..

HAE: euh..aku juga tak yakin
ahjumma, tapi trimakasih telah
memberikan ini padaku, aku akan
memeriksanya..

Hae bergegas pergi, jika artikel ini
ditemukan ditempat sampah sudah
pasti ada yabg sengaja
membuangnya. Seseorang telah dengan
sengaja melakukan ini dan itu pasti
bukan yoona. Tak mungkin jika yoona yang
melakukan nya, dan membiarkan
dirinya dipersalahkan oleh Ny. Kim.

HAE: CCTV bisa menjawab
semuanya… Seharusnya aku
memeriksanya dan menemukan siapa
yang tega melakukan nya..

Dengan sedikit berlari Donghae menuju
ruang pengawasan cctv, seorang
ahjussi yang biasa berjaga diruang itu
sedang berkemas untuk pulang. karna
sepertinya tugas nya hari ini telah
selesai.

HAE: annyeong ajussi..

AJUSSI: ne annyeong anak muda
(tersenyum) kau belum pulang..?

HAE: masih ada yang harus aku
kerjakan.. euh..sepertinya ajussi
sudah akan pulang?

AJUSSI: ne..tugas ku selesai hari ini,
hm..lalu apa yang ingin kau lakukan
disini?

HAE: aku perlu bantuan ajussi..

AJUSSI: (heran) bantuan?

HAE: ne ajussi..ada yang ingin aku
pastikan.. untuk itu aku ingin melihat
beberapa kejadian yang terekam cctv
mulai akhir pekan kemarin..

Donghae sudah menaruh curiga
sebelum nya diakhir pekan yang lalu
melihat fanny berada diruangan yoona.

meskipun itu juga menjadi ruangan nya
tapi ia berada dibalik meja kerja yoona
saat itu.

AJUSSI: Oh..maafkan aku anak
muda..tanpa kuasa dari sajangnim tak
ada yang diperbolehkan melihat data yang
terekam cctv..maafkan aku tak bisa
membantu mu..

HAE: ajussi..ini sangat penting, dan
nanti aku yang akan mengatakan
langsung pada sajangnim..

AJUSSI: tapi anak muda..

HAE: ini sangat mendesak..ajussi
kumohon..

Sang ajussi akhirnya menuruti
permintaan donghae dengan memutar
beberapa rekaman cctv yang diletakkan dibeberapa ruang.

AJUSSI: dihari minggu ada beberapa
cctv yang sengaja tak diaktif kan..

DongHae memperhatikan dengan intens
gambar yang terekam dari beberapa sudut
ruangan yang terpantau kamera cctv.

HAE: Ajussi..tolong kearah ruangan
pimpinan tim..

Saat sang ajussi memperlihatkan
putaran rekaman yang diinginkan hae,
donghae melihat fanny masuk saat itu.
namun selanjut nya tak ada rekaman mengenai
apa yang dilakukan fanny di dalam nya.
karna seperti yang dikatakan ajussi tadi
beberapa cctv memang biasanya
sengaja dimatikan.

Donghae terus menajamkan matanya
mencari petunjuk yang mungkin bisa
menguatkan kecurigaan nya.

Walau
besar juga harapan nya semua kecurigaan
yang ia simpan adalah salah.

bukan fanny
pelakunya, bukan fanny yang sengaja
melakukan nya karna dimata nya tak
mungkin fanny tega melakukan hal
sedemikian rupa.
Pasti bukan dia..

Hae terus berusaha mensugesti dirinya
untuk meyakini fanny bukanlah pelakunya. Bukan orang
yang sengaja membuat kekacauan untuk
RAINBOW, namun semua nya sia-sia
ketika pada akhirnya sebuah rekaman
yang terputar di hadapan nya
memperlihatkan langkah fanny yang
dengan ringan melangkah ke sebuah
sudut ruangan yang terdapat tempat
sampah disana, memasukkan berkas
yabg saat ini berada ditangan nya
kedalam nya.

HAE: (bergumam) Tiffany..

Tubuhnya menegang tak percaya fanny
mampu melakukan hal yang demikian
rendah dimata nya.

>>>

SIWON: (bergumam) Astaga Taeyeon..
Kau hanya tak tahu apa yang sudah yoona
usahakan..

Siwon mulai bergelut dengan pikiran
nya sendiri hingga akhirnya pintu
kamar terbuka memperlihatkan yoona
yang telah terbangun dari tidurnya.

YOONA: yeobo.. (mengucek matanya)
kau meninggalkan ku..

SIWON: (tersenyum) euh..kemarilah
(meraih tangan yoona membantunya
duduk disampingnya)

YOONA: (bersandar dibahu siwon)

SIWON: (mengusap rambut yoona)
sedikit tenang?

YOONA: (mengangguk) ya..sedikit..

SIWON: anggap saja kau sedang
menjalani cuti hamil.. jadi kau tak perlu
memikirkan pekerjaan sampai nanti
kau melahirkan..

YOONA: tapi kenyataan nya kan tidak
begitu..aku bukan cuti tapi dipecat
(cemberut)

SIWON: bukan dipecat chagi..tapi
mengundurkan diri..

YOONA: dipaksa mengundurkan diri..

SIWON: (tersenyum) sudahlah lupakan
itu..jadi apa yang ingin kau lakukan?

YOONA: hm..apa yang ingin kulakukan?
Apa kau akan mengijinkan..apapun itu
(berbinar)

SIWON: (menganguk) tapi tidak dengan
memakai heels dan berkendara
sendiri..

YOONA: Ishh.. (cemberut)

SIWON: (mengacak rambut yoona)

YOONA: aku ingin berbelanja..
(tersenyum)

SIWON: lagi..?

YOONA: bukan untuk ku, tapi anak kita
(mengelus perutnya) kita belum
menyiapkan apapun untuk nya..

SIWON: ne..kita belum menyiapkan
apapun, apa saja yang kita butuhkan untuk
nya?

YOONA: popok, pakaian, box bayi, kereta
bayi..hmm.. mainan mungkin.  aku tak tahu banyak, ini
akan jadi pengalaman pertama untuk
ku..

SIWON: ini juga yang pertama untuk ku
chagi (tersenyum) kapan kau mau
berbelanja?

YOONA: bisakah kita pergi besok?

SIWON: (mengangguk)

YOONA: dan aku bisa gunakan kartu
kredit mu lagi..? (tersenyum)

SIWON: gunakan kartu kredit ku dan
kita pergi besok..tapi sekarang kau
harus makan, apa yang kau inginkan?

YOONA: aku ingin makan diluar
(merajuk) kita tak pernah dinner
berdua, seperti berkencan..kita belum
pernah melakukan nya, bisakah malam
ini kita melakukan itu..

SIWON: sepertinya menyenangkan..k
ita bisa memiliki kencan pertama yang
menyenangkan malam ini, ayo bersiap
(menarik yoona berdiri)

YOONA: aku perlu salah satu heels ku
untuk berkencan dengan mu..

SIWON: Aigoo..tidak untuk istriku yang
keras kepala..

YOONA: yeobo.. (cemberut)

SIWON: Tidak.

>>>

Lebih awal dari biasa ia datang ke
kantor, hari ini donghae sengaja datang
lebih pagi untuk berbicara dengan
fanny. Ia ingin tahu apa alasan fanny
hingga tega melakukan
semuanya.

mungkinkah karna
menginginkan posisi yoona atau justru
Siwon lah sebagai tujuan akhirnya…

>>>

Saat ini Fanny sudah mulai menggunakan
meja kerja yoona, tak mengenak kan
sebenarnya, menjadi pimpinan tim ia
justru langsung menghadapi masalah
yang ditinggal kan yoona. lebih tepatnya
dia lah yang mengawali masalah itu lebih dulu.

Dipusingkan oleh beberapa distributor
juga agen yang marah ditambah protes
keras dari pembaca yang kecewa
penerbitan majalah RAINBOW yang
terpaksa harus ditunda beberapa jam
hingga siap dipasarkan.. membuat fanny kewalahan.

FANNY: Ck! Taeyeon tak seharusnya
meminta yoona mengundurkan diri,
setidaknya biarkan dia menyelesaikan
masalah ini lebih dulu jika ingin
memecat nya (bergumam) jika seperti
ini aku lah yang kerepotan..

Saat tengah fokus pada beberapa
dokumen ditangan nya, Hae masuk
kedalam ruangan dan langsung
menutup rapat pintunya.

HAE: menikmati kursi barumu Tiffany
ssi..

FANNY: (mendongak) Oh.. Donghae ssi..

HAE: (mendekat) bagaimana rasanya
berada diposisi mu sekarang?

FANNY: beberapa hal yang terjadi
membuatku kerepotan..

HAE: benarkah? Tapi kau cukup puas
bukan setelah berhasil menyingkirkan
yoona (tersenyum sinis)

FANNY: apa maksudmu? (menatap
tajam hae)

HAE: apa aku salah bicara? Owh..atau
bukan itu tujuan mu..

FANNY: jangan berteka-teki denganku
donghae ssi..aku banyak pekerjaan
dan tak ada sedikitpun waktu untuk
meladeni ocehan mu, aku minta kau
keluar..

HAE: tidak sebelum kau jelaskan maksud dari semua ini
(melempar artikel keatas meja)

Donghae mulai geram dengan sikap
fanny..

FANNY: (terkejut) ini..??

HAE: itu berkas yang kau ambil dan kau
buang ditempat sampah..haruskah aku
mengulangi ucapan ku untuk
mengingatkan mu apa yabg sudah kau
lakukan? (menatap tajam fanny)

FANNY: apa maksud ucapan mu? Kau
menuduhku..aku sama sekali tak
paham.. (gemetar)

HAE: (mencengkram bahu fanny) demi
Tuhan Tiffany.. aku tak menyangka kau
setega itu.. dimana hati nurani mu..

FANNY: (memalingkan wajah)

HAE: kau tak mau mengakuinya..ha
ruskah aku membawakan rekaman cctv
agar mengingatkan perbuatan mu…

Fanny semakin gemetar, lututnya
melemas. sepertinya ia akan langsung
jatuh jika donghae melepaskan
cengkraman dibahunya, ia melupakan
kamera cctv yang bisa merekam tindakan
nya.

FANNY: aku..aku tak tahu kenapa aku
bisa melakukan nya (menggigit bibir
bawahnya) saat itu semua diluar
kendaliku donghae ssi..

HAE: Omong kosong!! kau sudah mengacaukan
semuanya fanny..

FANNY: aku tahu (menunduk) aku minta
maaf.. maaf kan aku..

HAE: kau tak harus minta maaf
padaku.. Yoona..dia pantas menerima
permintaan maaf darimu..

FANNY: kenapa yoona..?

HAE: kenapa kau justru bertanya?
Jelas dia yang sudah kau rugikan…

Donghae semakin tak mengerti dengan
jalan pikiran fanny.

FANNY: aku hanya menggantikan
posisinya.. Kehidupan nya sudah
sempurna, dia takkan jatuh hanya karna
kehilangan karir nya..

HAE: Fanny ssi..!!

FANNY: terserah apa penilaian mu
terhadapku..(menyingkirkan tangan
hae dari bahunya) jika tak ada lagi yang
akan kau katakan, kau bisa keluar..

Fanny berusaha tak menghiraukan
tatapan donghae padanya, tatapan yang
menyiratkan kekecewaan.

HAE: Kau masih menginginkan siwon?
(sinis)

FANNY: tidak begitu..tapi aku tak akan
berbohong padamu, aku masih
mengharapkan nya..

HAE: jadi untuk itu kau menjatuhkan
yoona?

FANNY: tepatnya bukan seperti itu..
Hanya saja aku ingin menunjukan jika
aku pun bisa berada diposisinya.. Lagi
pula aku tak suka dengan sikap nya?
Bukankah kalian juga begitu..

HAE: walaupun dengan cara serendah
ini..??

FANNY: (terdiam)

HAE: aku keliru menilaimu fanny ssi..
Sepertinya aku harus mengatakan
semua ini pada Ny. Kim, mungkin dia
bisa membantuku meluruskan jalan
pikiran mu..

Donghae berniat keluar ruangan
meninggalkan Fanny yang terhenyak
panik dengan apa yang akan donghae
lakukan.

Segera sebelum hae berhasil
membuka knop pintu ruangan nya, fanny
meraih tubuh donghae, memeluknya
dari belakang..

FANNY: kau bilang kau menyukai ku,
kau bilang ingin mengenal ku lebih
dekat.. Lalu apa yang akan kau lakukan?
Kau tak bisa memahami perasaan ku
(menangis)

Hae hanya terdiam tak menyangka
fanny bersikap seperti ini, menangis
memeluknya. harus dia akui sebagian
hatinya kecewa dan marah tapi ada
lebih dalam lagi hatinya yang tak tega
melihat fanny seperti itu.

FANNY: apa kau tak bisa memahami
apa yang membuatku melakukan nya?
Apa yang akan terjadi padaku jika kau
mengatakan semua pada Taeyeon
sajangnim..apa kau tak memikirkan
itu?
Iya aku salah..aku pun menyesal, tapi
yoona akan bertahan..dia punya siwon
bersamanya, tapi tidak
denganku..seseorang yang mengatakan
menyukai ku justru tak mengerti
bagaimana perasaan ku.. (terisak) ku
mohon.. jangan melakukan itu..

Donghae menyadari tangisan fanny yang
semakin menjadi, meraih tangan fanny,
hae membalikkan tubuhnya menjadi
berhadapan dan menatap kedua mata
fanny yang penuh dengan linangan
airmata.

FANNY: beritahu aku, katakan padaku..
kau tak akan mengatakan apapun pada
sajangnim.. Kumohon donghae ssi..

HAE: Tiffany.. aku tak bisa melakukan
nya (menggeleng) tidak..

FANNY: aniyo..jangan berkata begitu
(memeluk hae) kau akan melakukan
nya untuk ku..karna kau mencintai ku.. kau mencintai ku
kan?? Kau harus melindungiku donghae ssi…

Donghae terlihat bingung dengan
langkah yang akan ia ambil,disatu sisi ia
ingin kebenaran terungkap, tapi disisi
lain.. rasa sukanya pada fanny
membuatnya ingin melinduinya dan
memaksanya untuk menutup rapat
kebenaran yang ia ketahui.

HAE: fanny..(menatap fanny) aku…

FANNY: Donghae ssi.. kumohon
(kembali memeluk hae) jika kau
menyukai ku, kau pasti akan melindungi
ku, bagaimana bisa kau mengatakan
suka padaku tapi sekarang kau berniat
menjatuhkan ku..

HAE: Tiffany..aku bukan ingin
menjatuhkan mu hanya..

FANNY: hanya apa? Kau tau pasti jika
semua tahu apa yang telah aku lakukan
sudah pasti aku akan jatuh..(menangis)
ku mohon jangan lakukan itu padaku..

Fanny kembali menangis dan donghae
kian kesulitan mengambil keputusan.

KYU: (masuk) fanny ssi..aku.. Ommo..

Kyuhyun yang tiba-tiba saja masuk terkejut
melihat fanny dan donghae yang  berpelukan,
begitupun sebaliknya.. keberadaan nya
juga sama mengejutkan nya untuk
fanny dan donghae yang kemudian langsung melepas
pelukan mereka.

KYU: maafkan aku menggangu
kalian..sebaiknya aku permisi saja
(keluar)

dengan cepat kyuhyun keluar dari ruangan
fanny dengan membawa berbagai
pemikiran tentang apa yang baru saja
dilihatnya.

HAE: aku ada janji pemotretan, aku
harus pergi..

FANNY: Donghae ssi..kau takkan
melakukan nya kan?

Tanpa menjawab pertanyaan dari
fanny, donghae langsung keluar dari
ruangan itu. Berusaha membebaskan
dirinya dari kebinguang yang pada
akhirnya membuatnya kesulitan
mengambil keputusan.

>>>

Siwon memarkir mobilnya tak jauh dari
kantor, membiarkan yoona
menunggunya didalam sementara dia akan
masuk kedalam kantor untuk menemui
Taeyeon..

SIWON: aku meminta cuti selama
seminggu..

TAE: cuti? Kenapa kau mengajukan
cuti? Apa karna yoona?

SIWON: ya..Dia lebih membutuhkan ku daripada kantor mu ini.. dan aku memutuskan untuk
menemani istriku beberapa hari
kedepan.. Yoona.. istriku yang merasakan
sakit hati karna ucapan mu..

TAE: Siwon..aku tak bermaksud seperti
itu..

SIWON: lalu apa? Memaksanya
mengundurkan diri dan mengatakan
kehamilan nya sebagai penyebab
semua ini..demi Tuhan taeyeon ssi.. apa
yang kau katakan? Dia mengandung anak
ku..apa kau tak memikirkan itu?
(menatap tajam taeyeon)

TAE: Siwon aku minta maaf..aku terlalu
terbawa emosi waktu itu, maafkan aku..

SIWON: Kau hanya tak tahu apa yang
telah dia usahakan untuk mengatasi
kekacauan yang aku sangat yakin bukan
karna dia penyebabnya..

TAE: (terdiam)

SIWON: sudahlah aku tak ingin
membahasnya lebih jauh lagi, kuharap
kau mengijinkan ku mengambil cuti..

TAE: (mengangguk)

SIWON: terimakasih..aku memulai
cutiku hari ini (keluar)

Taeyeon menatap kepergian siwon,
kemudian melihat kembali surat
pengunduran diri dari yoona yang beluam ia
tanda tangani, ia sendiri menyesalkan
keputusan nya.

>>>

YOONA: jadi kau mengajukan cuti pada
sajangnim?

Tanya yoona saat mobil yang dikendarai
siwon melesat menjauh dari area
perkantoran..

SIWON: ne..beberapa hari ke depan
aku akan selalu menemanimu..(te
rsenyum)

YOONA: kau tak perlu melakukan nya..

SIWON: waeyo? Kau tak suka?

YOONA: bukan itu maksudku.. Kau
tetap harus bekerja, bagaimana kau
akan menghidupi ku dan juga anak kita
nanti..aku kan sudah tak bekerja lagi..

SIWON: (tertawa) aigoo..ternyata itu yang
ada dipikiran mu..euh?

YOONA: aniy..sebenarnya aku senang
kau mengajukan cuti (tersenyum)
gomawo..

SIWON: ne..lagi pula kita perlu
menyiapkan banyak hal sebelum anak
kita lahir, dan yang utama.. aku harus
membuat oemma nya rileks
(menyentuh wajah yoona) apa kau ingin
pergi kesuatu tempat?

YOONA: hm..aku akan memikirkan itu,
tapi sekarang aku sudah tak sabar
untuk berbelanja barang-barang yang kita
perlukan untuk anak kita (meraih
tangan siwon dari wajahnya &
menggenggam nya)

Setelah semalam mendapatkan kencan
menyenangkan bersama yoona, hari ini
siwon membawa yoona kesebuah mall
untuk berbelanja.
Beberapa toko
perlengkapan bayi akan menjadi tujuan
utama mereka hari itu.

YOONA: Aigoo..neomu kyeopta, yeobo..
apa kau suka ini?

Yoona menunjukan pada siwon dua
pasang pakaian bayi lengkap dengan
sepatunya yang telah dipilihnya.

SIWON: itu sangat lucu.. tapi chagiya,
kenapa kau memilih warna itu lagi..?

YOONA: wae? Aku menyukainya..apa
ada yang salah?

SIWON: semua pakaian yang kau pilih
terlalu manly chagiya..bagaimana jika
anak kita yeoja?

Yoona memperhatikan lagi beberapa
pakaian yang telah berada dalam kantong
belanjaan nya..

YOONA: tapi aku merasa anak kita
seorang namja..dia pasti setampan
appa nya (tersenyum) yeobo.. apa kau
berharap anak kita seorang yeoja?

SIWON: (mengangguk) dia pasti cantik
sepertimu..

YOONA: hm..apa sebaiknya aku
melakukan USG dulu?

SIWON: sepertinya harus begitu..jika
kita sudah mengetahui jenis kelamin
nya   kita bisa mulai memikirkan sebuah
nama untuk nya (mengelus perut
yoona)

YOONA: jadi bagaimana dengan semua
pakaian yang sudah kita beli?

SIWON: mungkin saja perasaan mu
benar, anak kita seorang namja..
kalaupun dia yeoja, kau tetap bisa
menyimpan nya chagi (berbisik) untuk
anak kedua.. kita bisa mengupayakan dia
seorang namja (tersenyum)

YOONA: Aishh..(memukul lengan
siwon) bagaimana bisa kau sudah
memikirkan untuk yang kedua…

SIWON: (tertawa)

Setelah puas berbelanja membeli
pakaian, box bayi, kereta bayi dan
perlengkapan lain nya, yoona merasa
perutnya lapar, ia kemudian mengajak
siwon kesebuah resto yang biasa ia dan
keluarganya kerap makan disana.

YOONA: Yeobo..apa yang kau inginkan?

SIWON: menurutmu apa yang enak?

YOONA: Hm..kau mau aku memesan
nya untuk mu?

SIWON: (mengangguk)

Yoona lantas memanggil seorang
pelayan untuk memesan makanan,
sambil menunggu pesanan datang
siwon meraih tangan yoona, untuk memainkan
jari-jari nya.

YOONA: (tersenyum) waeyo? Adakah
yang salah dengan tangan ku..?

SIWON: Aniyo..aku hanya tak sabar
menanti kau merawat anak kita dengan
tangan mu, dia pasti akan sangat
nyaman..ini lembut sekali (mengelus
punggung tangan yoona)

YOONA: tapi kau juga harus
membantuku..sekarang saja aku sudah
mulai gugup membayangkan nya..

SIWON: hm.. apa aku akan bisa mengganti popok? Keihatannya akan sulit..

YOONA: Kau harus belajar melakukannya..

Tak berapa lama pelayan datang
membawakan pesanan mereka, siwon
pun menjauhkan tangannya dari yoona
agar memudahkan nya meraih
makanan nya.

YOONA: selamat makan (tersenyum)
SIWON: Selamat makan..

Yoona menyuapkan sesendok nasi
kedalam mulutnya. mengunyahnya
perlahan sambil sesekali
memperhatikan siwon yang nampak lahap
menyantap makanan nya.

YOONA: kau suka?

SIWON: (mengangguk)

mulutnya yang penuh berisi makanan
membuat siwon tak bisa menjawab,
hanya mengangguk dan mengacungkan
jempol nya tanda ia menyukai makanan
yang dipilihkan yoona untuknya.

YOONA: (tersenyum) kau ini..pelan-
pelan makan nya (menyodorkan
minuman) minumlah dulu..

SIWON: ini sangat enak, gomawo
yeobo.. (tersenyum)

baru beberapa suapan menyantap
makanan nya, yoona harus
menghentikan makan nya disaat ponsel
nya berdering.

YOONA: Owh.. Sica oenni (menatap
layar ponsel) yeobo..aku akan
menjawab telpon oenni dulu..

SIWON: (mengangguk)

Begitu yoona menekan tombol hijau
untuk menjawab panggilan nya, jessica
langsung mencecar nya dengan
berbagai pertanyaan.
apalagi kalau bukan tentang masalah RAINBOW.
penundaan penerbitan majalah itu tentu
saja didengar oleh sica dan sekarang
ia sedang mencari tahu, apa yang
sebenarnya terjadi.

Satu persatu yoona menceritakan nya
pada sica, mulai dari hilangnya artikel,
usaha yang telah dilakukan nya sampai pada
akhirnya pengunduran dirinya, ia
menceritakan semuanya.

Siwon hanya memperhatikan sambil
sesekali menyuapkan makanan ke
mulut yoona.

SICA: kau dimana sekarang?

YOONA: aku dan siwon baru selesai
berbelanja, sekarang kami sedang
makan..

Siwon kembali mengisyaratkan agar
yoona membuka mulutnya..

YOONA: emm.. Oenni ya, sudah dulu ne,
taukah kau siwon sedang
menyuapiku..aku sudah seperti anak
kecil saja..

SICA: yak yak..jangan tutup dulu, jadi
apa yang akan kau lakukan selanjutnya?

YOONA: entahlah oenni..aku tak mau
memikirkan itu dulu, siwon mengatakan
aku bisa menganggap ini sebagai masa cuti
hamil ku.. dan aku sedang menikmatinya..
(tersenyum)

SICA: kurasa itu lebih baik.. Kau perlu
rileks sebelum proses persalinan,
kapan kau pulang kerumah? umma
merindukan mu ..

YOONA: besok mungkin aku akan
pulang..

>>>

Setelah kemarin seharian berada
dirumah appa nya, berbincang
menceritakan beberapa hal tentang
kehamilan nya, tak lupa sedikit
menyinggung kasus nya di RAINBOW,
Hari ini keduanya memutuskan berdiam
diri di apartemen, bergumal dibalik
selimut diatas tempat tidur.

SIWON: kau belum menemukan tempat
yang ingin kau kunjungi? Kita bisa pergi
jika kau mau..

YOONA: hm…aku pernah melihat salah
satu foto diruang kerjamu, kupikir aku
ingin pergi kesana..

SIWON: benarkah? Dimana itu..?

YOONA: aku tak tahu tepatnya
dimana..jika kau melihat fotonya,
mungkin kau bisa mengingat dimana
kau mengambil foto itu, kajja…

Menyingkap selimut dari tubuhnya,
yoona turun dari tempat tidur.. menarik
siwon agar mengikutinya ke ruang
kerja siwon untuk memperlihatkan
sebuah foto yang menggambarkan tempat
dengan pemandangan yang indah dipandangan mata.

YOONA: (menunjuk sebuah foto) aku
ingin pergi kesana…

SIWON: (tersenyum) kau ingin kesana?

YOONA: hmm.. (mengangguk) apa terlalu jauh
tempatnya?

SIWON: aniy..itu ada di Busan tempat
kelahiran ku..

YOONA: Busan??

SIWON: (mengangguk) kurasa pilihan
mu tepat..kita bisa sekalian
mengunjungi oemma dan appa
(tersenyum) kita bisa pergi besok..

>>>

Jessica sedang berjalan ditrotoar
menuju tempat mobilnya terparkir saat
dua orang berbadan besar, mendorong
seorang namja keluar dari dalam club,
dan membuatnya bertubrukan satu
sama lain.

SICA: Aww…(memegang bahunya)

____: keluar kau.. Jangan coba
mengacau didalam..(memandang sica)
hei.. nona jika kau mengenalnya bawa
pergi dia dari sini..

Dengan tampilan nya yang acak-acakan
bisa dipastikan namja ini tengah mabuk
berat, sica tak mengenalinya sampai
namja tadi mengeluarkan suara racau
nya.

SICA: (mengerutkan dahi) kau..
Donghae ssi..

HAE: (mendongak) siapa kau? Aku tak
mengenalmu (tertawa)

SICA: Donghae ssi..apa yang terjadi? Kau
mabuk…

HAE: (tertawa) dia penyebab nya..dia
pengacau itu..tapi (meracau) aku
menyukainya…aku.. (terjatuh) mencintaimu.. 

SICA: OMO.. Donghae ssi…

Dengan meminta bantuan beberapa
orang yang melintas, sica kemudian membawa donghae masuk
kedalam mobilnya.

SICA: Aishh.. Ottokhae? Kemana aku
harus membawanya? (mengguncangkan
tubuh Hae) Donghae ssi..dimana rumah
mu? Lee donghae ssi..

Tak ada jawaban apapun, Hae sudah
tertidur pulas membuat sica
kebingungan kemana dia harus
mengantarnya pulang.

berusaha mencari-cari dompet dari
saku celana donghae, tapi tak ditemukan
nya.

SICA: Aishh..pasti dua orang
menyeramkan tadi mengambil
dompetnya (memukul lengan hae)
paboya..merepotkan ku saja, berapa
botol anggur yang kau minum sampai
seperti ini..

Sica mengomeli hae walaupun ia tahu
donghae tak akan bisa mendengarnya,
sesaat sica terdiam menatap nya yang
tertidur pulas, tangan nya tiba-tiba
terulur menyingkirkan helaian rambut
hae yang acak-acakan dari dahinya,
kemudian telunjuknya turun menyusuri
tulang hidung donghae.

Donghae tiba-tiba saja melenguh
membuat sica terlonjak kaget dan
langsung menegakan tubuhnya,
membenarkan letak duduknya untuk
tetap diam dibelakang stir mobilnya.

SICA: Aigoo..aigoo (menepuk-nepuk
dadanya) mengagetkan ku saja..

Sica bisa merasakan jantung nya yang
tiba-tiba berdebar kencang, pipinya
memerah dan tersenyum sendiri malu-
malu.

Karna bingung dan tak tahu harus
mengantarkan donghae kemana, sica
akhirnya memutuskan untuk tetap
berada dalam mobil, menunggu sampai
hae terbangun.

terlalu lama menunggu membuat sica
pada akhirnya juga ikut tertidur didalam
mobilnya.

>>>

HAE: (melenguh & membuka matanya)
Omo.. (mengucek mata menatap sica)
Jessica ssi.. Aigoo apa yang terjadi
dengan ku? (memegang kepalanya)

sayup-sayup mendengar suara, jessica
pun terjaga dari tidurnya.

SICA: Oh..kau sudah bangun?

HAE: bagaimana aku bisa disini?

SICA: kau tidak ingat?

HAE: (menggeleng)

SICA: sudah kuduga..(mencibir)
Semalam kau ditendang keluar dari
club dan menabrak ku, sialnya aku yang
terlalu baik ini mengenali dirimu dan
justru menolong mu..kebanyakan
wanita pasti akan menendang pria
mabuk yang menabrak mereka apalagi
pria mabuk sepertimu.. bersyukurlah kau beruntung bertemu denganku semalam..

Donghae menggaruk tengkuk nya malu pada
jessica sekaligus merasa lucu
mendengar kekesalan sica padanya.

HAE: eh..mianhae sica ssi..aku tak
mengingat nya..

SICA: kalau boleh tahu apa yang
membuat mu mabuk seperti itu? Kau
sedang ada masalah?

HAE: bagaimana kalau kita sarapan
diluar..perutku lapar (memegang
perutnya)

SICA: sarapan? Tapi donghae ssi aku..

HAE: kajja..jika kau sangat ingin tahu masalah
ku, ayo kita makan dulu..tak enak
mengobrol disini..kajja (membuka
pintu mobil)

Sica akhirnya mengikuti donghae kesebuah
tempat makan dipinggir jalan tak jauh
dari tempatnya memarkirkan mobil.

Menyesap teh hangat pesanan nya, sica
kembali bertanya pada hae..

SICA: jadi?

HAE: jadi??

SICA: Ishh..jadi apa masalah mu?
(menatap hae)

HAE: tidak ada.. aku hanya ingin melepas penat dengan pergi ke club dan minum…

SICA: Oh, menyebalkan.. bilang saja kalau kau tak mau bercerita.. aku pergi.. (berdiri)

HAE: eh.. tunggu (meraih tangan sica)

SICA: (kembali duduk)

raut wajah donghae mulai berubah, ia
seperti berpikir perlukah menceritakan
ini pada sica tapi kemudian ia
berasumsi tak ada salahnya. mungkin
dengan menceritakan ini pada sica dia
bisa meminta pendapat nya.

HAE: kau tahu kan majalah RAINBOW?

SICA: (mengangguk)

HAE: kau juga dengar kan beberapa
hari lalu penerbitan nya ditunda..

SICA: nde..aku tahu..

HAE: jadi begini masalahnya..

Sica mulai mengerti arah pembicaraan
ini akan kemana, ketika Hae mulai
menceritakan semua dari hilangnya
artikel sampai pada akhirnya dia
mengetahui sendiri siapa pelaku
sebenarnya dan justru
menyembunyikan kebenaran itu karna
dirinya mencintai fanny.

Jessica tak menyangka dengan apa yang
baru saja didengarnya. Ia mendadak geram, tangan nya
mengepal dengan kilatan
kemarahan yang terlihat dimatanya.

Namun donghae sepertinya tak menyadari hal itu dan kembali melanjutkan..

HAE: ada satu sisi dimana aku ingin
melindunginya..itu yang membuatku
bingung (menatap sica) menurutmu apa
yang seharus nya kulakukan?

SICA: Kau memilih menyembunyikan
kebenaran dan mengorbankan orang
lain hanya demi perasaan bodohmu..??
Kau pria brengsek donghae ssi..
(menatap tajam hae) tak kusangka..

HAE: perasaan bodoh? Apa maksudmu..

SICA: Bodoh karna kau menyukai
wanita yang jelas-jelas tega menyakiti
orang lain.. Owh kurasa aku harus
meluruskan padamu.. Orang lain itu
adalah adik ku.. Yoona, pimpinan tim yang
kau sebut tadi.. dia adalah adik ku
(berdiri) brengsek kau.. (menampar
hae)

Sica benar-benar marah saat ini, ada
untung nya waktu itu dia tak sempat
menyebutkan siapa nama adiknya pada
donghae. Hingga pria itu belum mengetahuinya.

SICA: kukira kau orang baik..tapi
ternyata aku salah menilaimu..

Melangkah menjauh jessica berniat
meninggalkan donghae, namun hae
menahan lengan nya.

HAE: Jessica..aku tak tahu jika Yoona
adalah adikmu maafkan aku..

SICA: (menepis tangan hae) bukan
padaku seharusnya permintaan maaf
itu kau ucapkan..

HAE: ya..aku tahu..

SICA: aku sudah tahu semuanya dan
kupastikan kau dan wanita itu tak akan
bisa lagi menyakiti adik ku..!!
(meninggalkan hae)

HAE: Arghh.. (memukul meja) Sial..

>>>

Siwon sedang memasukan beberapa
pakaian kedalam koper, sementara
yoona membuat sarapan.
Rencananya siang nanti
mereka akan pergi ke Busan..

*bel berbunyi~

YOONA: (berjalan membuka pintu) Oh
oenni.. tumben sekali.. waeyo?

SICA: (masuk) aku tahu siapa pengacau
di RAINBOW …

Yoona masih belum paham dengan
perkataan jessica, ia kemudian
berjalan dibelakang sica,mengikutinya.

YOONA: Oenni ya..apa yang kau katakan
tadi? Pengacau di RAINBOW?
Maksudnya..?

SICA: Iya.. aku baru saja mengetahuinya
dari seseorang..

YOONA: (mengerutkan kening)
seseorang? Nuguya oenni..?

SICA: emm..kau ingat namja yang pernah
kuceritakan waktu itu..

YOONA: (mengangguk) Oh oenni
duduklah..

SICA: kau sedang apa?

YOONA: membuat sarapan (tersenyum)
duduklah oenni..

Yoona menarik salah satu kursi meja
makan untuk sica, ia kemudian
mematikan kompor menghentikan
sementara kegiatan nya membuat
sarapan, untuk mendengarkan apa yang
akan sang kakak sampaikan padanya.
yoona memilih duduk berhadapan
dengan sica.

YOONA: teruskan oenni.. apa yang tadi kau
katakan..?

SICA: ne namja itu dia..

SIWON: Chagiya..kau sudah
memasukan semua pakaian yang akan
kau bawa?

Ucapan sica terpotong oleh suara
siwon. dari pintu kamarnya siwon
melongok mencoba bertanya pada
yoona.

YOONA: Oh..ne kau bisa memasukan
beberapa pakaian tidurku..

SIWON: hanya itu?

YOONA: dan juga sweater..
ne..aku sudah memasukan yang
lain nya semalam..

SIWON: baiklah..

Siwon kembali menutup pintu
kamarnya tak menyadari keberadaan sica di
apartemen nya.

SICA: (menatap yoona) kalian akan
pergi?

YOONA: kami akan ke Busan nanti
siang (tersenyum)

SICA: mengunjungi mertuamu?

YOONA: (mengangguk)

Sejenak sica merasa ragu apakah itu
waktu yang tepat untuk mengatakan pada
yoona, tapi ia juga tak mau menunda
mengatakan kebenaran yang baru ia
ketahui.

YOONA: oenni ya.. Ayo katakan siapa
dan apa hubungan namja itu dengan
RAINBOW..?

SICA: Lee donghae, kau mengenalnya
kan?

YOONA: (mengangguk) ya..dia rekanku.  salah
satu fotografer disana..

SICA: dia tahu sebenarnya siapa yang
mengambil artikel-artikel dari meja
kerjamu dan dia menyembunyikan
kebenaran itu dengan alasan dia
menyukai wanita licik itu..

YOONA: Mwo… wanita? nuguya oenni? Aku
semakin bingung..

SICA: (tersenyum sinis) Lee donghae..
dia tahu pengacau itu dan dia
menyembunyikan kebenaran karna
ingin melindungi wanita bernama
Tiffany yang disukainya, benar-benar
namja brengsek..!!

YOONA: fanny..

SIWON: apa yang baru saja kau katakan
Sica ssi? Lee donghae dia…

Tanpa disadari keduanya siwon telah
berdiri tak jauh dari mereka, dan bisa
dipastikan dia juga telah mendengar
dengan jelas apa yang sica katakan.

SICA: (menoleh menatap siwon) Oh
siwon..

SIWON: benarkah yang tadi aku dengar?

SICA: ne..jika itu tentang namja
brengsek bernama Lee donghae, Ya.. itu
benar. dia mengatakan padaku dia tahu
Tiffany lah pengacau di RAINBOW dan
bukan Yoona..tapi dia sengaja
menyembunyikan nya..

Siwon langsung berbalik kekamar nya
dan keluar lagi setelah mengenakan
jaket dan sebuah kunci mobil ditangan
nya.

YOONA: Yeobo..kau mau kemana?
(menghampiri siwon)

SIWON: tentu saja membuat
perhitungan dengan Donghae..aku tak
menyangka dia melakukan ini padamu..

YOONA: (menahan lengan siwon) aku
yang bermasalah..biarkan aku juga yang
menyelesaikan semua ini dengan
caraku..

SIWON: Aniyo Yoong..kali ini aku tak
bisa diam saja setelah mengetahui kau
diperlakukan seperti ini.. (mengecup
kening yoona) kau tenang saja aku yang
akan mengatasinya.. (membuka pintu)

YOONA: Yeobo.. Yeobo..!! Aishh..

Yoona sedikit cemas dengan apa yang
akan dilakukan siwon..

membuat perhitungan?

Oh…

Apa maksudnya?

YOONA: Oenni ya.. kita harus menyusul
siwon..

SICA: waeyo? Dia bilang akan
menyelesaikan nya, jadi biarkan saja
dia melakukan nya..

YOONA: aku tak bisa membiarkan nya
oenni, aku takut jika nanti siwon
membuat keributan..

Yoona sepertinya teringat kembali saat
pagi dimana siwon sangat marah
padanya.
mulai dari saat itu ia sadar
siwon yang terkesan tenang juga bisa
tersulut emosi dan berlaku kasar.

YOONA: Aku perlu berganti pakaian..
Oenni kau harus mengantarku
menyusul siwon..

SICA: tapi Yoong..

YOONA: oenni.. kau tak tahu kan jika wanita
bernama fann itu adalah mantan
kekasih siwon..

SICA: MWO..(membulatkan mata)
mantan kekasih siwon? Aigoo..

YOONA: ne..

SICA: jadi apa motifasi wanita itu
Menyingkirkan mu? Karna siwon? Apa
dia masih menginginkan nya?
dasar licik..

YOONA: entahlah..aku tak tahu
(menghembuskan nafas)

SICA: sebaiknya kau jangan menyusul
siwon yoong.. biarkan dia yang
menyelesaikan nya..

YOONA: oenni jebal.. Kau hanya
mengantarku dan kau bisa langsung
pergi.. jika aku bisa aku akan
berkendara sendiri tapi aku tak mau
siwon marah jika aku melakukan nya
lagi.. Oenni Jebalyo..(menarik tangan
sica)

SICA: dasar keras kepala (bergumam)
baiklah..

>>>

Siwon buru-buru keluar dari mobil nya
setelah berhasil memarkirkan nya.
sedikit berlari dia masuk ke kantor dan
tempat pertama yang ia tuju adalah
ruangan nya yang juga menjadi ruang
donghae dan ryewook sebagai seorang
fotografer.

SIWON: dimana donghae?

WOOK: Oh Siwon ssi..ada perlu apa?
Bukankah kau sedang cuti?

SIWON: aku ada perlu dengan donghae,
dimana dia sekarang?

WOOK: dia baru saja datang..kurasa
dia keluar memesan kopi? Wae..?

SIWON: Aniy..hanya ingin membuat sebuah
perhitungan dengan nya..(keluar
ruangan)

*

*

*

*

*

*

*

*

To Be Continued~

#Thanks^^

96 thoughts on “♡ MY LOVE is FOR YOU ♡ Chapter 6

  1. Kyaaaaa geram banget bacanyaa aish tiffanyyy!!! Yoonwonya makin sweet aja oen suka deh wkwkwkwkkw duh donghae oppa kasian jg ya dia pasti serba salah udhlah oppa lupain fanny oenni mending sm sica oenni ajaaa next part penasaran apa yg bkl dilakuin wonpa ke hae oppa hmm

  2. Wah bakalan ada kekacauan nich… semoga cepat clear lah… jd yoona ga jadi berhenti…. Donghae kok mau2nya ya dibohongi ama fany….

  3. Huhhh cinta sih cinta tp kan kasian yoona yg nanggung sakit hatinya….donghae tega ya…. Fanny juga sama liat tuh wonppa jd marah……

  4. Kasian sekali yoona,,
    knp donghae menutupi kbnaran,, hmm
    di tunggu next chapternya,l
    Miahne ya author aku lom bisa nemuin chapter duanya trus aku juga blum minta pw dari author ,,
    hehehe baca yg ga di protek aja dulu ga a

  5. Owgh ap yg akn tjd??dan ap maksud Wonppa dg ‘membuat perhitungan’ itu.
    Fanny g tahu diri bgt sich,meminta Haeppa utk melindunginya dg mengatasnamakan cinta HaePpa pdnya,dan bodohnya Haeppa mw aj gitu nurutin keinginannya,bener aj Sica nampar dia,dia pantes sich dptin itu…

  6. Gak nyangka ternyata fanny licikx gak kedulungan.tegax mbuat yoona dipecat.
    Tp bgs jg sich yoona tdk krja.jd ada wktu berdua u/ yoonwon lbh mesra. Hehehe

  7. Maaf aku lsg baca chapter 6, soalnya aku nggak sabar penasaran banget. Liat siwon marah bener” menakutkan. Tuh mulut taeyeon tajam amat” aku yg baca aja nyesek.

  8. Cinta ya cinta tapi kan kasian yoona yg harus jadi korbannya,dan untungnya aja ketauan sama sica jadi bisa kebongkar semua.kira kira apa ya yg bakal dilakuin siwon ke donghae

  9. Wonpa jangan salahin hae, tapi juga ffanny! Hae kan tidak sepenuh nya salah, lagi pula ia tau nya pas young udah keluar dari kantor?

    Hae juga, lebih mementingkan hati dari pada kebenaran! Sungguh kecewa aku pada mu bang ikan!

  10. *tepokjidak* baru d komen sebelum’ aku blg siwon itu baik bgt murah senyum. tapiiii sx’y khawatir/marah,yassallaammm menyeramkan! *sabarsiwon

    Skrg donghae ney masalah’y,pake terbujuk rayuan maut panni biar ga blg2! *cintammgbuta*
    hihihihih…^^v

  11. Aiiissshhh kayaknya di chapter ini banyak banget org yg menyebalkan.taeyeon yg gampang banget nyuruh yoona mengundurkn diri tnp melihat sebesar apa usaha yoona buat memperbaiki,donghae yg mau2nya dimanfaatin fanny,klo tiffany sih udah jelas apa salahnya.
    Tp yoonwon nya makin lengket,makin sweet..aaahhh bikin aku makin cinta ….

  12. Rasain deh kalian ketauan smuanya.. lgian donghae oppa paboya bgt sih iihj ga sadar aph dy itu cma dimanfaatin sma tiffany..

    Gerak cepat bgt siihh sica oennie aaak cinta deh jdnya…

  13. Tifany tega2nya manfaatin donghae oppa untuk nutupin kekacauan yg dibuat dengan mengatas namakan cintanya donghae oppa,kasian donghae oppa akan kenasasaran kemarahan siwon oppa.

  14. Bener2 kacau… Donghae knpa sih mau 2nya d peralat sm tiffany yg jelas2 sdh nolak and mengeluarkan air mata buayanyaa,, huuuft…
    Waaah sica jd ilfeel deeh sm donghae pdhl tdinya tertarik… ╔╗╔═╦═╗╔╦╦╦══╗
    ║║║║║║║║║║╠╗╔╝
    ║╚╣╦║║╠╝║║║║║
    ╚═╩╩╩╩╩═╩═╝╚╝ aja k next chapt y biar nggak penasaran

  15. D0nghae yg tegas d0ng jd 0rang, jangan krna cinta sama Tiffany jd nyembunyiin kebenaran yg ada,.
    Kasian Y00na, d paksa mengundurkan diri,, apalagi waktu Taeye0n bilang kehamilan Y00na adalah penyebab kredibilitas.a menurun,.
    Siw0n bakal buat prhitungan apa ke D0nghae?

  16. Yoonwon sweet bget, walaupun dlam kesusahan mereka saling menguatkan satu sma lain…
    Kasian jga donghae serba salah mau ngelindungin fanny atau ngungkapin kebenarannya untung jessica cpat tau siapa penyebabnya…
    Tiffany licik bget manfaatin cinta donghae buat kepentingan drinya sendiri…

  17. yaampun tae uni tega bngt ngmng gtu k yoona, fany juga tega bngt nglakuin itu k yoona, hae oppa juga nutup2n kejhtn fany.. untunglah semua udah terbongkar

  18. Untung ja jessica ktmu donghae dan donghae certa kalau tiffany yg ngmbl artkel tu…
    Kshan jg donghae jd sasarn siwon…
    Pasti tiffany syok niii siwon ma yoona tw dy dalangnya

  19. Habis lah kalian donghae , Tiffany. Hahaha *evil.. nikmati apa yang telah kalian perbuat. Keikut emosinya siwonie: v. FF nya bagus thor fellnya dapat: )

  20. Konfliknya semakin menegangkan ni
    apalagi kekacauan di Kantor Rainbow terungkap, untung aja Jessica blm smpat memberitahukan kpd Dong Hae klo Yoona adlh adiknya
    tapi pada akhirnya semua kekacauan itu Jessica jg yg mengetahuinya.
    peran dia di sini tepat jg ya
    pas bgt dgn semua perannya
    di sini Jessica lucu jg perannya
    mau tertawa aku baca peran dia
    wow… sepertinya wonppa marah besar ni sama Dong Hae, wah… bakal terjadi perkelahian ni. Kacau bgt ini
    deg deg an bacanya

  21. Donghae apa gk tau sih kalo fanny menangis memeluknya itu bukan krn dia mencintai donghae oppa tp hanya utk menghalangi agar donghae oppa tdk membocorkan rahasia itu. Bener” gk hbs pikir ak.

  22. Ihhhh siwon bikin takut ajah klo marah donghae mao diapain yak kira2 ?
    Owh fanny kao bawa masalah ajah sih bikin ribet semua orang😦

  23. Penasaran apa yg bakal dilakuin siwon.. kasihan donghae dia sebenernya mau ngungkapin kebenaran yg ada tapi tiffany mohon” ke dia biar gak di kasih tau ke taeyeon jadi akhirnya dia yg di salahin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s