Fanfiction

♡ MY LOVE is FOR YOU ♡ Chapter 5

#Happy Reading

~

~

~

~

~

~

~

~

~

~

~

Siwon sebenarnya mulai terpancing
kesal dengan apa yang disangkakan
Yoona padanya. Namun ia mencoba
memaklumi nya, sepertinya Yoona lah
yang tak bersikap profesional saat ini.
tampak jelas dimata Siwon, Yoona yang sebenarnya
sedang mencemburui seorang model
dalam fotonya, hal yang sama seperti
saat Yoona menemukan foto dirinya
dan fanny.

YOONA: kenapa diam Siwon ssi,
benarkan apa yang kukatakan?

SIWON: itu hanya menurutmu Yoona
ssi, kau bisa menanyakan pada yang
lain.. apa dalam foto itu aku terkesan
hanya terfokus pada model wanita itu
atau tidak (tersenyum)

YOONA: (memelototi siwon)

SIWON: (mengangkat kedua bahunya)
silahkan melakukan nya Yoona ssi, jika
tak ada lagi yang ingin kau tanyakan aku akan
pergi, ada jadwal pemotretan hari
ini..Donghae ssi.. kita jadi pergi
bersama? (menatap Hae)

HAE: euh..aku rasa tidak, ada pekerjaan
yang masih perlu aku bahas dengan fanny
ssi..

FANNY: (menatap Hae) pekerjaan apa
maksudmu? Kurasa tak ada yang perlu
kita bahas lagi..

HAE: ada fanny ssi..kau belum
memberikan pendapatmu mengenai
hasil foto yang aku serahkan padamu
waktu itu (tersenyum)

SIWON: baiklah..aku akan pergi
dengan Seohyun saja, kajja..

YOONA: kenapa kau mengajak Seohyun
bersamamu..?

SEO: maaf Yoona ssi, aku ada liputan
dan siwon ssi akan melakukan sesi
pemotretan setelahnya..

SIWON: apa kau akan ikut bersama
kami Yoona ssi..? Kurasa sesekali kau
perlu ikut untuk melihat pekerjaan ku
diluar, agar tak menimbulkan
prasangka lain dihatimu (tersenyum)
annyeong..

Yoona nampak kesal dengan apa yang
diucapkan siwon. ditambah lagi rekan-
rekan nya yang terlihat menahan tawa
mereka seakan berpikir
‘beginikah
pasangan jika berada dalam satu
lingkup pekerjaan yang sama’

>>>

Setelah meeting berakhir dengan
sangat menjengkelkan menurut
yoona. Padahal diawal ia sudah sangat
bisa memegang kendali.

kini diruangan
nya yang juga ruangan untuk fanny, Yoona
intens menatap layar laptopnya,
membaca beberapa email masuk dari
beberapa pembaca yang tertuju untuk
majalah RAINBOW, ada fanny disana
namun keduanya tak terlibat
pembicaraan apapun sedari tadi.

YOONA: masuklah..

Fanny menengok kearah pintu saat
mendengar ucapan yoona yang
mempersilahkan seseorang yang
mengetuk pintu untuk masuk.

Ada Yuri,
sunny dan juga sooyoung yang kemudian
melangkah masuk keruangan mereka.

YOONA: ada perlu apa kalian?

SOO: Kami membawa ini untuk mu
Yoona ssi..

Sooyoung dan Yuri membawa piring berisi
makanan. sedangkan sunny membawa
piring yang berisi irisan buah.

YOONA: untuk apa? (bingung)

YURI: tentu saja untuk mu, kami lihat
kau tak makan siang tadi.. Apa kau tak
tahu wanita hamil harus lebih banyak
makan, kau kan tak hanya sendiri.. tapi
juga harus membagi asupan makanan
mu untuk anak mu..(tersenyum) kajja
makanlah..

Yoona mengerutkan kening
melihatnya, tak biasanya mereka
seperti ini.

SUNNY: ayolah Yoona ssi..aku juga
sudah membeli beberapa buah untuk
mu (mengedikan mata) agar kau
sehat..

Sunny beralih menghampiri yoona dan
memaksanya untuk duduk disofa yang
ada diruangan itu dan kemudian
membujuknya lagi agar memakan
makanan yang telah mereka bawa
untuknya.

YOONA: apa kalian sedang berusaha
‘menjilat’ ku..setelah tadi aku memarahi
kalian.  sekarang kalian mencoba
membuatku agar bersikap baik..

Ketiganya terkikik mendengar kalimat
kecurigaan yang diucapkan yoona.

YURI: aniyo.. Yoona ssi ini semua
permintaan Siwon ssi, selama dia tak
dikantor dia meminta kami
mengawasimu..

YOONA: MWO..jadi ini semua Siwon yang
memintanya?

Ketiganya kompak mengangguk
mengiyakan, sedangkan fanny yang
mendengarnya hanya menunjukan
senyum meremehkan, belum sempat
yoona meneruskan lagi ucapan nya
ponsel dimeja nya sudah lebih dulu
berbunyi, memintanya untuk menjawab
nya.

YOONA: yoboseyo.. Siwon ssi ada
apa?

SIWON: aigoo..kita berdua sedang
berdua chagiya..haruskah kau
seformal itu padaku (tertawa)

YOONA: tapi aku masih dikantor..

SIWON: baiklah chagiya aku mengerti
dengan sikap profesional mu..
(tersenyum)

YOONA: baguslah..jadi untuk apa kau
menelpon ku Siwon ssi..?

SIWON: emm.. Chagiya aku belum
selesai dengan pekerjaan ku, kurasa
kita tak bisa pulang bersama..kau
pulang naik taksi saja ne..

YOONA: maksudmu kau masih
melakukan pemotretan..?

SIWON: begitulah..mianhaeyo..

YOONA: kau bilang akan pulang bersamaku! Anio..aku tak mau pulang sendiri,
kau tetap harus menjemputku dan
pulang denganku..

SIWON: chagiya..kumohon mengertilah..

YOONA: aku tak bisa mengerti..!!

SIWON: Chagiya, sudah dulu ne..aku
harus melanjutkan pekerjaan ku,
mianhae aku tak bisa pulang dengan
mu,kita bertemu dirumah
nanti, saranghe (menutup telpon)

YOONA: Yak yeobo..yeobo…Ishh…
(meletakkan ponselnya)

Yoona nampak kesal karna siwon tak
mendengarkan keinginan nya untuk
pulang bersama, dan ucapan terakhir
nya yang memanggil siwon dengan
‘yeobo’ membuat rekan nya terkikik
saat mendengarnya. kecuali fanny yang
justru kesal karenanya.
Yah..Yoona
sepertinya melupakan jika dia ada
dikantor saat itu dan sedang bersama
beberapa rekan nya.

SOO: apakah pertengkaran lagi?
(tertawa)

YOONA: mungkin!! dan aku akan
membuat dia…..??

Sebelum sempat menyelesaikan
ucapan nya, tangan Yoona sudah lebih
dulu ditarik oleh Yuri. memaksanya
untuk kembali duduk bersama ketiga
rekan nya tadi.

YOONA: Yak kwon yuri..apa yang kau
lakukan?

YURI: Ishh.. Yoona ssi apa yang sekarang
sedang terlintas dipikiran mu..
(menatap yoona)

YOONA: emm..mungkin sesuatu yang
bisa memberinya pelajaran karna tak
mau menjemput ku..

Ketiga rekan nya yang mendengar ucapan
yoona tak bisa untuk tidak
menggelengkan kepala heran.

SOO: Ckckk…kurasa bukan hanya
disini kau mengintimidasi Siwon, tapi
dirumah juga kau melakukan nya
bukan?

SUNNY: (mengangguk-angguk) setuju
soo..

YURI: Oh.. Siwon oppa yang malang,
kenapa kau bisa jatuh tertekan
ditangan pimpinan tim.. Andai kau
bersamaku, aku pasti akan
memperlakukan mu layaknya pangeran
(terkikik)

YOONA: (menatap tajam ketiganya) yak ..
siapa bilang aku mengintimidasi
Siwon, aku justru bersikap manis
padanya saat dirumah (tersenyum
malu) dan kau kwon yuri.. jangan lagi
berfikir tentang siwon seperti itu, dia
suamiku..

Tawa ketiga rekan yoona akhirnya tak
tertahan sudah bisa dipastikan Yoona
sedang dibakar api cemburu saat ini.

YURI: ne..ne arraseo Yoona ssi, lagi
pula aku tak tertarik dengan pria
beristri..

Ucapan Yuri terdengar memanas
ditelinga fanny yang dengan alasan
mengerjakan banyak pekerjaan dia tak
mau bergabung untuk sekedar
mengobrol bersama mereka.

SUNNY: dan kau memanggilnya yeobo
tadi.. Huuu bukan kah itu sangat manis
(tertawa)

YOONA: (tersenyum malu) dia yang
meminta dan dia juga memanggil ku
chagi..

Semakin tak merasa nyaman berada
diruangan itu karna terus mendengar
yoona dan rekan-rekan nya hanya
membicarakan siwon, fanny
memutuskan keluar mencari udara
segar.

SOO: Fanny ssi..apa kau sudah akan
pulang? Ini baru jam 4 sore..

FANNY: aniy..aku hanya akan keluar
sebentar (berjalan keluar)

YOONA: (menatap fanny)

SOO: Yoona ssi.. lalu kenapa sikap mu
seperti itu tadi?

YOONA: maksudmu?

SOO: diruang meeting tadi, kau terlihat
tak profesional saat menegur siwon,
bukan seperti dirimu yang seperti
biasanya..

YURI: ne..terlihat jelas kau cemburu
tadi..

YOONA: jinjayo? Benarkah terlihat
jelas..?

YURI: (mengangguk)

YOONA: Ahh…tapi bagaimana cara
menjelaskan nya pada kalian, aku
memang benar-benar cemburu pada model
itu..

Entah didasari oleh apa, dan disadari atau tidak, yoona akhirnya
mau berbagi perasaan nya pada
rekan-rekan nya.
hal ini belum pernah
dilakukan nya, belum sekalipun mereka
sedekat ini seperti sekarang.
Ya … yoona
sedang butuh teman curhat untuk
mengatasi kekesalan nya.

SUNNY: bisa jadi itu pengaruh
kehamilan mu? emosi mu mungkin
sedikit mempengaruhi..

YURI: ne..aku juga banyak mendengar
jika wanita hamil biasanya cenderung
lebih sensitif..

YOONA: dan kesensitifan ku adalah
ketika melihatnya bersama wanita
lain..apalagi seharian ini dia sudah
bersama beberapa model-model itu,
membayangkan nya saja sudah
membuat ku kesal..

SOO: (tertawa) itu tak hanya terjadi
pada wanita hamil saja Yoona ssi, tapi
semua wanita yang melihat pasangan nya
bersama dengan wanita lain pasti akan
seperti itu.. Kau tak bisa mencemburui
Siwon seperti itu.. itu kan pekerjaan nya…

YURI: tapi kurasa wajar soo, Yoona
seperti itu karna pengaruh kehamilan
nya..

SOO: tapi suami yang terus-terusan
dicemburui dengan berlebihan mereka
akan lari..

YURI: (mencibir) memangnya kau sudah punya suami?

YOONA: MWO… lari?? Maksudmu bisa
saja siwon lari dariku..

SOO: (mengangguk)

YOONA: Ottokhae? Apa yang harus
kulakukan..

SOO: bersikap manislah pada
suamimu..(tersenyum)

YOONA: tapi terkadang aku tak bisa
mengendalikan ucapanku..

YURI: tak apa yoong, sedikit menekan
nya juga tak masalah kurasa..

SOO: Siwon bisa saja lari kwon yuri..

YURI: menurut ku Siwon yang seharusnya
mengerti choi sooyoung, istrinya
sedang hamil jadi wajar jika bersikap
lebih sensitif..

YOONA: Yak kalian justru membuatku
pusing, sudah keluar dari ruangan ku
(berdiri)

SOO: Ommo..kau mengusir kami
setelah mendengar curhat mu..

YOONA: I YA… dan perlu digaris
bawahi, aku tak menyuruh kalian
kemari..

SOO: Aishh..aku sangat tak suka
perubahan sikap mu yang tiba-tiba
seperti ini..

YOONA: (mengangkat kedua bahunya)
mau bagaimana lagi, mood ku
cenderung lebih cepat berubah saat
sedang hamil (tersenyum) pengaruh hormonal.. kau tahu itu kan…

>>>

Sica berjalan santai memasuki lobby,
namun sesaat ketika melihat lift
terbuka ia mempercepat langkahnya
berharap yang saat ini berada didalam
nya menahan sebentar lift itu agar ia
juga bisa langsung masuk tanpa perlu
menunggu lagi.

SICA: Haii..kumohon tahan sebentar lift
nya, aku juga ingin naik…

Dengan sedikit berlari sica akhirnya
bisa menahan lift yang sudah hampir
tertutup rapat dengan cara menjulurkan
salah satu kakinya terlebih dulu, lift
pun kemudian terbuka sepenuhnya.

SICA: Uhh..akhirnya, gomawo…(diam
menatap seseorang didepan nya)
Oh..kau, emm…Lee Donghae ssi
(tersenyum) annyeong haseyo..

HAE: Jessica ssi (tersenyum)
annyeong.. Ada perlu apa kau datang
kekantor ku….?

Sekilas tampak keterkejutan dari raut
wajah jessica, tak menyangka bertemu
lagi dengan Donghae.

SICA: Oh..aku akan menjemput adik ku
disini, benarkah kantormu juga disini?

HAE: (tersenyum) ne..aku bekerja
disini, nuguya?

SICA: nde..?

HAE: (tersenyum) adikmu, siapa
namanya? Jika dia bekerja disini
mungkin aku mengenalnya..

SICA: Oh dia…

Ting~

Sica menghentikan kalimatnya saat
pintu lift terbuka dan Donghae langsung
mengalihkan pandangan nya dari sica,
saat melihat fanny berniat masuk
kedalam lift yang sama.

HAE: Fanny ssi..

SICA: (menoleh kearah fanny)

Fanny tak menjawab dan justru
berjalan pergi dari hadapan Hae,ia
mengurungkan niantnya untuk masuk
kedalam lift itu.

HAE: Fanny ssi, chakkaman (menoleh
kearah sica) mianhae sica ssi.. aku
duluan, ada yang ingin ku kerjakan..

SICA: nde..(tersenyum)

HAE: (berlari mengejar fanny)

Sica menatap bingung kepergian donghae yang
sepertinya terburu-buru namun segera
ia berusaha tak memperdulikan nya
dan kemudian melangkah menuju
ruangan Yoona.

SICA: (membuka pintu & tersenyum)
annyeong..

Yoona yang tadinya sedang mengerjakan
pekerjaan nya langsung mengalihkan
pandangan nya.

YOONA: Oh..Oenni ya, ada apa kau
kesini?

SICA: menjemputmu..

YOONA: menjemputku?

SICA: (mengangguk) siwon yang
memintaku..dia menelpon ku dan
bilang masih ada pekerjaan, dia tak
tega jika membiarkan mu pulang naik
taksi..

YOONA: benarkah? Tapi tadi dia justru
memintaku pulang menggunakan
taksi..

SICA: (mengangkat kedua bahunya)
entahlah mungkin dia berubah pikiran
(tersenyum) karna kebetulan aku juga
baru keluar dari kantor jadi aku
langsung kesini, apa kau sudah
selesai?

YOONA: ne..oenni aku bereskan ini
dulu..

Yoona lantas merapikan tumpukan map
yang ada dimejanya dan memasukkan
beberapa diantaranya kedalam tas
kerjanya.

SICA: eh.. Yoong, aku bertemu seorang
pria tadi?

YOONA: nugu?

SICA: sebenarnya ini kedua kalinya aku
bertemu dengan nya (tersenyum) jika
suatu saat aku bertemu lagi dengan
nya baru kuceritakan padamu..

YOONA: kau tertarik padanya?

SICA: Molla…sudahlah kajja..

Sica kemudian merangkul yoona untuk
keluar dari kantor..

YOONA: Oenni ya, kita pulang kerumah
saja..

SICA: maksudmu kerumah kita?

YOONA: (mengangguk)

SICA: tapi kenapa? Siwon memintaku
mengantarmu pulang keapartmen
kalian..

YOONA: memangnya tak boleh aku
pulang kerumah kita? (cemberut)

SICA: bukan begitu Yoong tapi… emm
baiklah aku akan menghubungi siwon
terlebih dulu (mengambil ponsel)

YOONA: (menahan tangan sica) jangan
oenni..!!

SICA: Mwo..waeyo??

YOONA: aku ingin memberinya
pelajaran..

SICA: maksudmu?

YOONA: dia yang melarangku memakai
mobil sendiri, sekarang dia justru tak
menjemputku, biarkan saja Siwon
kebingungan tak menemukanku
diapartmen..

SICA: apa kalian sedang bertengkar?

YOONA: aku hanya kesal padanya, dia
tak memikirkan ku oenni..

SICA: kupikir dengan dia memintaku
menjemput mu, itu sudah menjadi bukti
bahwa dia memikirkan mu..

YOONA: tapi alasan nya tak bisa
pulang denganku, karna dia sedang
melakukan pemotretan..

SICA: (tertawa) aigoo.. Yoona ya,
bukankah melakukan pemotretan itu
memang pekerjaan siwon sebagai
seorang fotografer..

YOONA: Iya oenni aku tahu..tapi dia
sudah melakukan nya seharian ini, apa
masih belum cukup? Membayangkan
nya sedang memperhatikan model-
model itu membuatku semakin kesal..

SICA: jadi maksudmu kau cemburu
(tertawa)

YOONA: (mengangguk) oenni ya jangan
mentertawai ku.. Pokoknya aku tak
mau pulang keapartmen jika Siwon tak
menjemput ku..

SICA: ne..ne kau memang masih keras
kepala yoong, baiklah kali ini aku
mengikuti kemauan mu..

YOONA: Pokoknya oenni jangan
menelpon siwon, arra..!

SICA: hm arraseo..

>>>

SIWON: (membuka pintu) Chagiya aku
pulang..

Begitu masuk kedalam apartmem nya,
Siwon dibuat heran karna lampu-lampu
ruanganan yang tak dinyalakan, segera ia
menekan beberapa saklar yang ada,
anehnya tak terdengar suara yoona yang
menyambutnya.

SIWON: Chagiya..

Setelah mencari keseluruh ruangan
memang yoona tak ada didalam nya,
Siwon pun langsung dibuat panik
menyadari kemungkinan yoona belum
pulang sejak tadi, hal pertama yang
dilakukan siwon tentu menghubungi
Jessica, karna tadi dia meminta bantuan
sica untuk menjemput yoona dan Sica
menyanggupinya.

SICA: iya..kau tak usah panik, Yoona
ada disini kau bisa menjemputnya..

SIWON: ne..aku kesana sekarang
(mengakhiri panggilan)

Segera setelah mendapat kepastian
dari Sica, siwon keluar dari apartmen
nya.

>>>

Saat berada didepan pintu rumah
keluarga Yoona, siwon langsung
menekan bel beberapa kali.

SICA: cepat sekali kau sudah sampai
(tersenyum)

SIWON: (tersenyum) aku ngebut tadi..

SICA: Aku yakin begitu..masuklah
yoona ada dikamarnya..

Siwon langsung menuju kamar
yoona.dibukanya pintu perlahan
kemudian masuk dan tersenyum
melihat yoona tertidur dibalik selimut
yang menutupi sebagian tubuhnya.

SIWON: (duduk dipinggir tempat tidur &
membelai rambut yoona)

YOONA: (melenguh) euhh…

SIWON: (mencium kening yoona)

Perlahan Yoona terbangun saat
merasakan hembusan napas hangat
menerpa permukaan kulit wajahnya
dan sentuhan yang begitu lembut pada
keningnya, setelah membuka matanya
disadarinya siwon sudah berada
disampingnya,duduk dipinggir tempat
tidurnya, tersenyum kearahnya sambil
membelai lembut rambutnya.

YOONA: Siwon ssi..

Satu lagi kecupan lembut pada bibirnya
yang langsung dapat ia rasakan dan
berhasil menyadarkan nya secara
penuh.

SIWON: ‘Yeobo’ kau melupakan lagi
chagiya (tersenyum)

Yoona kemudian bangun dari tidurnya
dan langsung memeluk siwon dengan
eratnya.
Siwon tersenyum senang
merasakan kedua tangan yoona
melingkari pinggangnya, ini memang
tak diduga oleh nya, sebelum nya
Siwon justru mengira yoona akan
marah padanya.

YOONA: Yeobo..

SIWON: hm..

YOONA: (menatap siwon) bagaimana
kau tahu aku disini?

SIWON: Kemana lagi memangnya kau
akan kabur jika sedang kesal padaku
kalau bukan pulang kesini..(tersenyum)

Yoona langsung menarik kedua tangan
nya yang tadi melingkari pinggang siwon,
ia lantas bersedekap dan memalingkan
wajahnya.

SIWON: (meraih dagu yoona) marah
padaku?

YOONA: apa masih perlu kau
tanyakan?

SIWON: (mengelus perut yoona) aegy
ah..benarkah oemma marah pada appa,
tapi mengapa tadi saat melihat appa
mata oemma sangat berbinar..
(terkikik)

YOONA: Yak Yeobo.. (memukul dada
siwon) aku sedang kesal
padamu, harusnya kau membujukku
bukan justru menggodaku..

Siwon makin terkikik geli dengan
tingkah yoona, diraih nya kedua tangan
yoona yang masih memukul-mukul
dadanya dan kemudian menarik
tubuhnya kedalam pelukan hangatnya.

SIWON: Mianhae chagiya jika aku
membuatmu kesal (membelai rambut
yoona) aku tak bermaksud melakukan
itu padamu (menatap yoona) kau mau
memaafkan ku kan..

YOONA: (mengangguk)

Suara siwon yang berbisik ditelinga nya
bagaikan sihir yang langsung
menghipnotis yoona dan dengan
cepatnya ia mengangguk memaafkan,
kekesalan nya hilang begitu saja.

SIWON: (tersenyum) gomawo chagiya..

YOONA: (tersenyum)

SIWON: hm..ingin menginap disini?

YOONA: (menggeleng) aku ingin pulang
bersamamu..(tersenyum)

Siwon kemudian merangkul yoona
keluar dari kamar, mereka kemudian berpamitan
pada sica yang saat itu sedang menonton televisi.

YOONA: Oenni ya..
aku mau pulang..

SICA: Oh.. Yoong kenapa kalian tak
menginap saja?

SIWON: (tersenyum) dia tak mau
menginap..

SICA: Ishh.. Yoong kau membuat siwon
lelah, seharusnya dia tak perlu capek-
capek menjemputmu kemari kalau tadi
kau mau kuantar pulang, dasar keras
kepala..

YOONA: Jadi tadi oenni yang menelpon
Siwon dan mengatakan aku disini..

SICA: Bukan aku yang menelpon, tapi
Siwon yang menelponku dan menanyakan
mu. Jadi aku mengatakan nya.. tak ada
larangan untuk itu kan cantik (mencubit
pipi yoona)

YOONA: Aishh.. Oenni memang tak
bisa berkompromi dengan ku (menarik
tangan siwon) kita pulang.. oenni
sampaikan salam ku pada umma dan
appa..

SIWON: (tersenyum pada sica)
trimakasih telah membantuku tadi..

SICA: ne gwechana..aku mengerti adik
ku memang merepotkan (tersenyum
melirik yoona) jaga emosimu yoong,
kasian kan anak dalam kandungan mu
jika tiap hari harus menutup kupingnya
karna ocehan mu..(terkikik)

Siwon ikut terkikik mendengar pesan
yang disampaikan sica pada istrinya,
sedangkan yoona langsung
memberikan tatapan membunuh nya
pada sang kakak yang terus-terusan
menggodanya.

YOONA: aku yang hamil oenni, jadi aku
lah yang paling tahu keadaan anak ku
(mengelus perutnya) sudahlah lebih
baik aku secepatnya pulang..kajja
(menarik tangan siwon)

SIWON: kami pulang..

SICA: berhati-hatilah dijalan.. Yoona
ya ingat pesan ku tadi (tertawa)

>>>

Pagi ini Siwon sudah rapi bersiap
berangkat kekantor, duduk di kursi
meja makan menikmati sarapan nya yang
telah disiapkan yoona sambil
menunggu istrinya itu yang masih bersiap
keluar dari kamar.

SIWON: Chagiya kau belum selesai?

YOONA: sebentar lagi yeobo..

Dari dalam kamar, yoona menyahut
ucapan siwon, membuat siwon
menghela napas karna sudah cukup lama
siwon menunggunya.

SIWON: (membuka pintu kamar) astaga
chagi kau belum siap..??

Siwon berdiri diambang pintu
memperhatikan yoona yang sedang
berdiri didepan lemari pakaian
nya, masih sibuk memilih pakaian yang
akan dipakai nya untuk hari ini.

YOONA: euh..yeobo aku
bingung, semua baju ini membuatku
semakin terlihat gemuk..

Sudah tak terhitung berapa pakaian yang
sudah dicoba yoona dan tak sesuai
menurutnya yang kemudian ia lemparkan diatas
tempat tidur disamping nya..

YOONA: perutku semakin membuncit
dan berat badanku juga bertambah,
sedangkan dikantor, Yuri,sooyoung, s
eohyun, sunny dan yang lain, mereka
semua ramping dan seksi. aku menjadi
tak percaya diri jika berhadapan
dengan mereka..

Siwon menarik senyum mendengarnya,
ia kemudian melangkah masuk
mendekati yoona yang kembali mencoba
mengganti pakaian nya.

SIWON: (memeluk dari belakang) Tapi
bagiku kau tetap lah yang tercantik
(mengecup bahu yoona)

Yoona meremang merasakan siwon yang
tiba-tiba menenggelamkan kepala nya
untuk mengecupi bahu nya yang terbuka
juga di seputaran lehernya.

YOONA: euhh… Yeobo…apa yang kau
lakukan?

Kecupan-kecupan yang kini diberikan
siwon pada bahu dan juga lehernya
membuat yoona dijalari hawa panas yang
perlahan menelusup masuk kedalam
tubuhnya tanpa sempat
dicegahnya, efeknya jelas terlihat pada
permukaan kulitnya yang memerah
setelah mendapatkan sentuhan lembut
dari bibir siwon, dan yoona tak bisa
menutupi wajahnya yang juga merona
merah saat siwon membalikan
tubuhnya. keduanya kini saling
bertatapan.

SIWON: Jangan khawatir aku tak akan
melakukan hal lebih padamu pagi ini
(tersenyum) kita bisa semakin
terlambat kekantor jika aku melakukan
nya..

Apa yang diucapkan siwon terasa
semakin membuat semburat
kemerahan pada wajah yoona makin
bertambah dan kian tak bisa ia
sembunyikan

YOONA: Aishh.. bicara apa kau ini..
(memukul dada siwon) aku bingung,
baju-baju itu tak ada yang cocok untuk
ku..

Siwon mengikuti arah pandang yoona
yang tertuju pada tumpukan baju yang
berada diatas tempat tidur mereka.

YOONA: aku sudah mencoba semua itu
dan tak ada yang cocok untuk ku (duduk
dipinggir tempat tidur)

SIWON: emm..kalau begitu biar aku yang
pilihkan untuk mu..

Siwon memperhatikan satu persatu
pakaian milik yoona yang masih tergantung
dalam lemarinya,dan memutuskan
mengambil salah satu diantaranya.

SIWON: Pakailah ini..(tersenyum)

YOONA: tapi ini akan membuat perutku
yang buncit ini kian terlihat (mengelus
perutnya)

SIWON: Aigoo..bukankah itu justru
bagus, tak ada yang memiliki perut
sebuncit ini dikantor (tersenyum)

YOONA: Yak yeobo…

Yoona sudah hampir marah andai
Siwon tak meraih tangan nya dan
duduk berlutut untuk mengimbangi nya
yang saat ini duduk dipinggir tempat tidur.

SIWON: bukan kah tak perlu lagi
menyembunyikan kehamilan mu? Dan
harus kau tahu, kehamilan mu ini justru
semakin membuat aura kecantikan mu
jelas terpancar (mengelus pipi yoona)

YOONA: Jangan membual…jelas-jelas
aku terlihat lebih gemuk dibanding
sebelum nya..

SIWON: aku serius chagiya
(tersenyum) lagipula berat badan yang
bertambah disaat hamil itu hal yang wajar
bukan?

YOONA: (mengangguk)

SIWON: baiklah jika menurutmu baju-
baju itu tak cocok lagi untuk mu,kita
bisa berbelanja nanti sepulang dari
kantor..

YOONA: benarkah?

SIWON: (mengangguk) tapi sekarang
pakai dulu yang ini..

YOONA: kau harus menepatinya kalau
tidak aku akan marah…

SIWON: Iya (berdiri) sekarang
pakailah, kita sudah telat…apa perlu
bantuan ku untuk memakainya?

YOONA: ani..aniy (berdiri) aku bisa
sendiri (mendorong tubuh siwon) kau
tunggu saja diluar..

SIWON: baiklah aku akan menunggu
diluar, pastikan kau keluar dari kamar
ini dalam waktu 10 menit, jika tidak…
(tersenyum)

YOONA: (mengerutkan kening) jika
tidak apa??

SIWON: (berbisik ditelinga yoona) jika
tidak…aku akan kembali masuk, dan
saat itu kupastikan sepanjang hari kau
tak akan bisa keluar dari sini dan kita
tak akan pernah pergi kekantor hari ini
(tersenyum)

YOONA: MWO..!!

SIWON: (mengangkat kedua bahunya)
jika kau mau seperti itu..

YOONA: Yak Choi Siwon.. aku tak akan
membiarkan mu menjalankan rencana
seperti itu..

Siwon segera keluar dengan senyuman
mengembang setelah berhasil
menggoda yoona dan juga sebelum
istrinya itu melempar pakaian-pakaian
dari atas tempat tidur kearah nya.

>>>

Setelah menyelesaikan beberapa
pekerjaan dan tiba waktunya untuk
istirahat dijam makan siang, Siwon
melangkah masuk kedalam ruangan
yoona.

YOONA: Siwon ssi ada apa?

SIWON: (tersenyum) makan siangmu..

Siwon menunjukan kantong makanan
yang dibawanya kehadapan yoona.

SIWON: Aku tahu jika sudah bekerja
kau akan melupakan mengisi perutmu..

YOONA: (tersenyum) gomawo..

SIWON: makanlah..pastikan anak kita
tak kelaparan didalam sana
(tersenyum)

Sekilas yoona melirik kearah fanny yang
sepertinya terlihat acuh dan tak
perduli, Siwon memberikan perhatian
pada yoona seolah diruangan itu hanya
ada mereka berdua didalam nya.

YOONA: Fanny ssi..apa kau mau
makan denganku, Siwon terlalu banyak
membeli makanan ini..

FANNY: (menatap yoona) aniyo..aku
akan makan diluar saja..

SIWON: ne.. Fanny, kau bisa makan
bersama kami..

FANNY: begitukah? tapi maaf
sebaiknya aku tak mengganggu acara
makan siang kalian (keluar dari
ruangan)

Siwon dan Yoona saling menatap
setelah fanny begitu saja keluar
meninggalkan mereka.

YOONA: adakah yang salah dengan
ucapan ku tadi?

SIWON: tidak..sama sekali tidak,
mungkin fanny memang lebih ingin
makan diluar (tersenyum) bukankah itu
justru lebih baik, jadi kita bisa makan
berdua disini..

Siwon menarik tangan yoona untuk
mengikutinya duduk.

YOONA: Siwon ssi..

SIWON: hm..

YOONA: bisakah kau tak melakukan
hal ini lagi?

SIWON: (bingung) maksudmu?

YOONA: aku ingin menjaga perasaan
fanny.. bagaimana pun dia pernah
menyukaimu. melihatmu
memperhatikan ku seperti ini mungkin
kurang mengenakkan untuk nya..

SIWON: tapi aku tak bisa bersikap
seolah tak perduli padamu hanya karna
fanny..dia hanya masalalu ku..

Dari balik pintu ruangan itu yang tak
sepenuhnya tertutup, Donghae berdiri
disana.

Donghae yang tadinya berniat masuk
untuk menyerahkan beberapa hasil
fotonya kepada Yoona,sepertinya
mengurungkan niat nya itu setelah
tanpa sengaja mendengar pembicaraan
Yoona dengan Siwon.

HAE: Jadi benar dugaan ku selama
ini..??

Hae bergumam pelan sebelum akhirnya
berjalan menjauh dari ruangan itu.

>>>

YOONA: Kau mengerti maksud ku kan?

SIWON: aku mengerti tapi aku tak bisa
melakukan nya..

YOONA: Siwon ssi..

SIWON: kurasa itu hanya pemikiran mu
saja..sudahlah tak usah membahas hal
itu, ayo makanlah..

Siwon membuka bungkus makanan yang
dibawanya. Setelah itu keduanya makan sambil
mengobrol ringan dan sesekali saling
menyuapi.

YOONA: Kau akan keluar setelah ini?
(menatap siwon)

SIWON: (tersenyum) ne.. Taeyeon
memintaku melakukan pemotretan
disebuah galeri lukisan..

YOONA: kenapa kau sepertinya santai
sekali memanggil Ny.Kim seperti itu..?

SIWON: (tertawa) itu karna aku dan
Taeyeon sudah berteman sejak kecil,
ahh…mungkinkah aku belum pernah
mengatakan ini padamu sebelum nya…

YOONA: belum.. Kau belum
mengatakan apapun tentang hubungan
kalian berdua, kukira kau…

SIWON: (tersenyum) kau mengira aku
memiliki hubungan spesial kan dengan
nya, hingga membuatku begitu mudah
masuk dan bekerja disini..

YOONA: aku tak berpikir seperti itu..(mengelak)

SIWON: tapi itu yang kau katakan saat
malam ditempat karaoke waktu itu, kau
menyangka aku ada hubungan dengan
Taeyeon, sebenarnya kau tak salah
dengan dugaan mu karna aku memang
punya hubungan dengan Taeyeon
(tersenyum)

YOONA: benarkah? Aku tak ingat waktu
itu aku mengatakan hal seperti itu
padamu…

SIWON: tentu saja kau tak ingat karna
kau mabuk waktu itu..sebenarnya kau
tak salah dengan dugaan mu karna aku
memang punya hubungan dengan
Taeyeon, tapi hubungan persahabatan
bukan hubungan percintaan seperti yang
kau sangkakan padaku, kau terus
mengoceh dengan mengatakan aku punya hubungan
spesial dengan nya. hingga kemudian aku
terpaksa harus mencium mu untuk
membungkam mulutmu yang manis itu..tapi yang terjadi
kemudian kita justru terlarut dalam
pusaran gairah dan berakhir diranjang
yang sama pagi harinya..

Siwon tersenyum mengingat kembali
kejadian malam itu yang terjadi diluar
dugaan nya dan sekarang membuat
yoona tersipu malu karna otomatis dia
juga kembali mengingatnya.

YOONA: Itu memalukan.. Kau membuatku malu, Siwon..
Mianhae jika aku telah menuduh mu..

SIWON: Kau tak perlu minta maaf,
karna dengan kejadian itu aku
menemukan mu sebagai istri yg
sempurna untuk ku, walau sepanjang
pernikahan kita ini aku harus rela
menahan napas karna sikap keras
kepalamu (tersenyum)

YOONA: Yak!! yeobo…

SIWON: aku bercanda (mengusap
rambut yoona) justru karna sikap keras
kepala mu itu yang membuatku jatuh
cinta kepadamu..

YOONA: Oh Ya ampunn…berapa banyak
bualan yang kau ucapkan hari ini,
cepatlah pergi sebelum sajangnim
mencarimu (berdiri)

SIWON: (terkikik) sudah kukatakan aku
tak membual chagiya..(berdiri
merangkul yoona) baiklah aku pergi,
jangan lupa minum lagi vitamin mu
setelah ini (mengecup kening yoona)

YOONA: ne.. (tersenyum) jangan lupa
juga tepati janjimu padaku nanti..

SIWON: janji? (mengerutkan kening)
janji yang mana maksudmu? Untuk tak
keluar kamar seharian dengan mu..yang
itu kah??

YOONA: Aishh.. (mencubit pinggang
siwon) jangan pura-pura lupa!

SIWON: (tertawa) arraseo.. nanti
kujemput dan kita pergi bersama,
annyeong..

Yoona tersenyum memperhatikan
siwon melangkah keluar dari ruangan
nya.

>>>

Fanny kini berada disebuah tempat
makan yang berada tak jauh dari kantor,
ia duduk sendirian disana.

HAE: Sudah kuduga kau ada disini
fanny ssi..

FANNY: (menoleh kearah hae)

HAE: (tersenyum)

FANNY: Kau.. Apa yang kau lakukan
disini?

HAE: (menarik kursi & duduk didepan
fanny) tentu saja aku ingin makan
siang (tersenyum) dan kau, apa yang kau
lakukan dengan makanan mu?
Kuperhatikan kau hanya mengaduk-
aduk nya sedari tadi..

FANNY: (menatap hae) sejak kapan kau
berada disini mengikuti ku?

HAE: (menghela napas) sejak
belakangan ini sikapmu yang terlihat
berubah, sejak saat itu aku mulai
mengikutimu..

FANNY: (menatap tajam hae) ternyata
kau seorang penguntit Donghae ssi..
(berdiri)

HAE: (menahan tangan fanny) aku
bukan penguntit, tapi aku seorang yang
menyukai mu fanny ssi.. bukankah
sudah kukatakan padamu aku ingin
mengenalmu lebih dekat..

FANNY: aku juga sudah katakan
hubungan kita hanya sebatas rekan
kerja saja, tak lebih dari itu
(menghempaskan tangan hae)

Fanny mencoba melangkah
pergi, namun satu kalimat dari donghae cukup untuk membuatnya
kembali menghentikan langkah.

HAE: apa karna siwon?

FANNY: (berbalik) apa maksudmu?

HAE: (tersenyum miris) kau masih
mencintai siwon? Karna itu kau
menutup pintu hatimu dan menolak
untuk membukanya, walaupun aku
sudah mengetuk nya kau justru
menguncinya kini, begitukah??

FANNY: Donghae ssi..apa maksudmu
mengkaitkan siwon? Dia bukan siapa-
siapa untuk ku dan sama sekali tak
ada hubungan nya dengan penolakan ku
terhadapmu…

HAE: benarkah? Sayangnya kau tak
bisa membohongiku (mendekati fanny)
aku tahu semuanya..

FANNY: (mundur) Donghae ssi.. Kau…

Fanny memundurkan langkahnya saat
Donghae semakin mendekati nya
hingga kini justru meraih pergelangan
tangan nya.

HAE: Tiffany, aku tahu kau dan siwon
pernah punya hubungan, jadi kau tak
perlu menyembunyikan nya dariku..

FANNY: darimana kau tahu semua itu?

HAE: aku tak sengaja mendengar
pembicaraan siwon dan pimpinan tim..

FANNY: (menyingkirkan tangan Hae)
kalau begitu aku tak perlu menjelaskan
apapun padamu, aku permisi..

HAE: Jadi benar kau menolak ku karna
kau masih menyimpan rasa pada
Siwon..?

FANNY: (menatap tajam Hae) itu sama sekali bukan
urusan mu!! Aku harus kembali ke
kantor..

Fanny nampak tak suka mendengar
pertanyaan donghae padanya, sekali
lagi dia berniat pergi namun hae
kembali menahan lengan nya.

FANNY: Lepaskan aku Donghae ssi, apa
yang kau lakukan…

HAE: Aku tak bisa melihatmu seperti
ini.. Ku perhatikan sikapmu berubah
dingin setelah mengetahui Siwon dan
Yoona ternyata mereka menikah, tak
bisakah kau seceria seperti pertama
kali kau bergabung dengan RAINBOW
(menatap fanny)

FANNY: kurasa aku tak butuh
pendapatmu!! maaf..

Menahan airmata nya yang sudah hampir
jatuh, fanny bergegas pergi dari
hadapan donghae, agar hae tak
melihatnya menangis. namun
langkahnya yang terburu malah membuatnya
menabrak seseorang yang baru
memasuki tempat makan tersebut.

FANNY: Oh.. Mianhae..

SICA: (memegang bahunya)
ne..gwechana..

FANNY: (keluar)
Sica hanya memperhatikan dengan
heran fanny yang langsung keluar setelah
itu.

HAE: (berjalan menghampiri)
gwechana..??

SICA: (menoleh) Oh..ne..

HAE: Sica ssi.. kita bertemu lagi
(tersenyum)

SICA: ne.. (tersenyum) kebetulan..

HAE: Sedang apa kau disini?

SICA: euh…aku ada pekerjaan
disekitar sini, karna ini jam makan
siang tentu saja aku ingin makan..

HAE: benarkah? Kalau begitu mungkin
kau bisa bergabung dengan ku..
(tersenyum)

SICA: Kau sendirian?

HAE: (mengangguk)

SICA: emm.. baiklah (tersenyum)

>>>

Sedari tadi Yoona terus memperhatikan
jam yang melingkar di pergelangan
tangan nya, sambil berjalan mondar
mandir di lobi kantor. menunggu siwon
yang tak juga datang menjemput nya.

YURI: Yoona ssi, kau masih disini?

SOO: Apa sedang menunggu
seseorang?

YOONA: aku menunggu siwon
menjemput ku..

SUNNY: kulihat tadi siang dia pergi
bersama Ny.Kim..dan belum kembali sepertinya..

YOONA: iya aku tahu..

HYO: Mungkin siwon ssi masih ada
pekerjaan, kau bisa pulang bersama
kami.. jika kau mau..

YURI: ne Yoona ssi.. Aku bisa
mengantarmu pulang (tersenyum)

YOONA: trimakasih atas tawaran
kalian, tapi aku akan tetap
menunggunya karna dia sudah berjanji
tadi..

SUNNY: tapi tak semua janji bisa
ditepati yoong..keaadaan lah yang
terkadang tak memungkinkan untuk itu..

YOONA: aniyo.. Siwon sudah berjanji
padaku, dan kurasa dia akan tahu apa
yang akan kulakukan jika dia tak
menepati janjinya padaku..

Mendengar yoona yang bersikeras, rekan-
rekan nya hanya bisa menggelengkan
kepala mereka.

SOO: (menghela napas) kuharap kau
tak lagi mengintimidasi suami mu
Yoona ssi..

YOONA: (memelototi Sooyoung)

SOO: (terkikik)

YURI: kajja kajja sebelum pimpinan
tim mengeluarkan tanduk nya kita
harus pergi dari sini (tertawa) annyeong
Yoona ssi.. Sampai bertemu lagi besok,
kuharap siwon segera datang..
Sebelum Yoona bereaksi keras..

Yuri
buru-buru menggiring rekan-rekan nya
untuk pergi dari hadapan yoona.

YOONA: yak…kalian.. Menyebalkan!!

Yoona lantas duduk menunggu,membuk
a tas mengambil ponsel nya berharap
ada pesan yang dikirim siwon padanya,
karna tak menemukan pesan masuk
maupun panggilan dari siwon, ia lantas
memutuskan untuk menghubungi nya.

YOONA: Yoboseyo.. Kau dimana?

SIWON: Oh.. Chagiya, aku masih di
galeri, pemotretan nya belum selesai..

YOONA: (menghela napas) belum
selesai?

SIWON: ne..tadi waktu pemotretan nya
tertunda, wae?

YOONA: (mengerutkan kening) wae?
Kau bertanya mengapa..? Apa kau
melupakan janjimu padaku..

SIWON: janji? Chagiya mianhae,janji
apa yg kau maksud..?

YOONA: tak penting..lupakanlah..
Selamat bekerja Choi siwon ssi..

Yoona langsung memutuskan
panggilan, mendengus kesal karna sia-
sia saja 20 menit ia sudah membuang
waktu untuk menunggu siwon yang
bahkan sama sekali tak mengingat
janjinya untuk menjemput dan
kemudian pergi berbelanja bersama.

YOONA: semudah itu kau melupakan
janjimu padaku Choi Siwon..

Yoona berniat beranjak dari duduknya
namun terhenti saat ponsel yang berada
ditangan nya berdering.

SIWON: chagiya apa kau marah?

YOONA: atas dasar apa aku marah..

SIWON: tapi itu yang terlihat dari raut
wajahmu..(tersenyum)

YOONA: (mengerutkan kening)

SIWON: (terkikik) jika seperti itu aku
justru ingin mencium kening mu..

YOONA: Siwon ssi..kau dimana? Apa
kau sedang melihat ku? Bagaimana kau
bisa tahu? (bingung)

SIWON: menolehlah kekiri..

YOONA: (menoleh) Kau membohongi ku
Siwon ssi..

SIWON: (tersenyum) aku hanya suka
menggoda mu..

YOONA: (cemberut)

SIWON: sepertinya sekarang aku harus
mencium bibir mu agar tak cemberut
seperti itu (berjalan mendekat)

Siwon tersenyum menutup ponselnya
dan lantas berjalan mendekati yoona.

SIWON: (mengecup bibir yoona)

YOONA: (kaget & mendorong dada
siwon) apa yang kau lakukan?

SIWON: bukankah sudah kukatakan aku
akan mencium mu.. (tersenyum)

YOONA: kau gila!! ini dikantor..!

SIWON: tapi ini sudah lewat jam kantor
chagi.. (merangkul yoona)

Yoona memperhatikan sekeliling
nya, masih ada dua resepsionist dan
juga security yang berjaga,tampak
tersenyum malu melihat mereka,
membuat yoona secepatnya mengajak
siwon keluar untuk menuju mobil nya.

YOONA: apa yang kau pikirkan tadi?
Mencium ku disana..apa kau tak
melihat ada orang lain tadi..?

SIWON: aniy..kurasa aku hanya
melihatmu tadi, hanya ada kau yang ada
dalam pandangan mataku (tersenyum)

jawaban yang dilontarkan siwon berhasil
menghentikan kemarahan yoona, sudah
terlanjur banyak bunga yang kini
bermekaran dihatinya, rona kemerahan
tak lagi bisa disembunyikan dari kedua
pipi mulusnya.

YOONA: (memukul lengan siwon)
berhenti membual padaku, dan
berkonsentrasilah menyetir, aku masih
kesal sekarang.. kurasa aku perlu
banyak menghabiskan uangmu sebagai
gantinya..

Setelah sampai disebuah pusat
perbelanjaan, yoona langsung menarik
siwon agar mengikutinya. berkeliling
sesuka hatinya untuk mendapatkan
pakaian yang sesuai dengan keinginan nya.

YOONA: Yeobo palliwa..kenapa jalan
mu lambat sekali (menarik tangan
siwon)

SIWON: kita kemana lagi chagi??
apa ini
semua belum cukup? Uang didompet ku
sudah habis…

YOONA: aku belum merasa puas dan
lagi.. bukankah masih ada kartu kreditmu yang belum
kugunakan (tersenyum) ayolah..

SIWON: Aigoo.. Kau benar-benar
sedang memeras ku…

YOONA: ini salahmu.. kau harus bertanggung jawab
karna membuatku kesal..

Yoona kembali memasuki sebuah toko
pakaian, senyum nya mengembang saat
mencoba beberapa pakaian untuk
mencocokan dengan tubuhnya dan juga
meminta pendapat siwon.

YOONA: Yeobo..bagaimana dengan yang
ini?

SIWON: bagus..

YOONA: menurutmu ini pas untuk ku?

SIWON: (mengangguk)

YOONA: benarkah? (menatap ke
cermin)

SIWON: apapun itu.. akan menjadi cantik
jika kau yang memakainya..

YOONA: (tersipu) baiklah..aku akan
ambil yang ini (tersenyum) mana kartu
kreditnya?

Sesaat siwon menghela napas sebelum
akhirnya mengambil dompet,mengeluarkan kartu kredit dari dalam nya
kemudian menyerahkan nya pada
yoona.

YOONA: gomawo yeobo (mencium pipi
siwon) kau suami terbaik..

Siwon tersenyum mendengarnya,
menjadi kebahagiaan untuknya karna
dapat menyenangkan istrinya, tak
perduli jika itu harus menguras isi
tabungan nya tentunya.

YOONA: Yeobo..masih ada sesuatu yang
harus kubeli, kau tunggu dimobil saja..

SIWON: aniy..aku akan menemanimu.

YOONA: tidak perlu..aku hanya sebentar, sebaiknya
kau masukkan ini kedalam mobil.

Siwon mengikuti apa yang dikatakan
yoona, ia lantas berjalan lebih dulu kemobil
nya.

>>>

Cukup lelah tapi sangat menyenangkan
untuk yoona.
Setelah berhasil
memuaskan hasrat nya untuk
berbelanja tadi, kini setelah
menyegarkan tubuhnya ia masuk
kedalam kamar. dilihatnya siwon sudah
tertidur pulas, sepertinya dia kelelahan
setelah menemani yoona tadi.

YOONA: (mengusap rambut siwon)
seharusnya aku juga merasa lelah
setelah seharian ini, tapi entah kenapa
aku justru tak merasakan nya, gomawo
yeobo.. (menatap jam dinding) masih
dua jam lagi…

Yoona berbaring disebelah
siwon, namun ia tak memejamkan
matanya. ia menunggu alarm di
ponselnya berbunyi nanti.
Tak mau
melewatkan untuk memberikan ucapan
selamat ulang tahun pada siwon, yang
sepertinya lupa dengan ulang tahun
nya sendiri.

YOONA: Yeobo awhh..(menjerit)

Siwon seketika terjaga saat mendengar
jeritan tiba-tiba dari yoona.

SIWON: Chagiya waeyo? apa perutmu
sakit lagi?

YOONA: (menggeleng)

SIWON: lalu apa? Katakan padaku apa
yang kau rasakan? (cemas)

YOONA: (tersenyum) Saengil
cukkahamnida yeobo…

SIWON: (terkejut) Chagiya..

YOONA: Selamat ulang tahun untuk mu,
trimakasih telah menjadi suamiku,
trimakasih untuk cinta dan perhatian
mu, aku sangat bahagia kuharap aku
juga bisa memberi kebahagiaan yang sama untuk
mu (mencium bibir siwon)

SIWON: gomawo chagi (memeluk
yoona) bagaimana kau bisa tahu? Aku
bahkan lupa jika hari ini ulang tahun ku..

YOONA: tentu saja aku
tahu.. sebenarnya aku juga tak tega
membangunkan mu tapi aku tak mau
melewatkan moment pertama ini..

SIWON: aku justru senang..gomawo chagi…

Yoona mengambil sebuah kotak kecil
untuk selanjurnya ia berikan pada siwon.

YOONA: ini untuk mu.. maafkan aku
tak sempat membelikan kue untukmu
SIWON: ne..gwechana, apa ini?
YOONA: kado untukmu, aku
membelinya tadi saat aku memintamu
kemobil lebih dulu..

SIWON: chagi ya..kau tak perlu melakukan
nya..

YOONA: tapi aku ingin melakukannya.. jangan menolak ku.. tenanglah aku membelinya
bukan dari kartu kreditmu (tertawa)

SIWON: (tersenyum) trimakasih (mencium kening yoona)

YOONA: Aww…(memegang perutnya)

Siwon mengalihkan perhatian nya
karna yoona yang tiba-tiba merintih.

SIWON: Chagiya waeyo?

YOONA: Yeobo dia menendang perut ku..

SIWON: MWO..benarkah?

YOONA: ne..coba rasakanlah..

SIWON: (memegang perut yoona)
ne..ini luar biasa..

YOONA: kurasa dia ingin merayakan
ulang tahun mu (tersenyum)

SIWON: Ahh..(mencium perut yoona)
gomawo aegy ah..trimakasih chagi..

YOONA: kau sudah mengucapkan terlalu banyak kata trimakasih, yeobo..

SIWON: baiklah.. (mencium bibir yoona) akan kuganti dengan banyak ciuman (mencium bibir)

YOONA: emmhh.. (membalas ciuman siwon)

***

Siwon terjaga dari tidurnya, saat disamping
nya yoona masih tertidur lelap.

semalam setelah yoona
membangunkan siwon dengan
mengejutkan nya di jam dua belas
malam untuk memberikan ucapan
ulang tahun sekaligus memberikan
kado kecil. keduanya berbincang
sampai jam dua dinihari dan sekarang
matahari sudah beranjak naik, jam
telah menunjukan pukul sembilan pagi.

namun yoona masih terlihat nyaman
dalam tidurnya, dan kebetulan ini
adalah hari minggu jadi ia tak perlu
bangun pagi untuk kekantor.

SIWON: (membelai rambut yoona)
gomawo chagi ya..

Siwon tersenyum menelusurkan
jemarinya menyusuri puncak kepala
hingga wajah yoona, sentuhannya
sepertinya mengusik yoona menariknya
dari mimpi indah yang mungkin tengah
menari-nari dialam bawah sadarnya.

YOONA: euhh.. (melenguh)

SIWON: (tersenyum) irona chagiya..

YOONA: eh..yeobo aku masih
mengantuk..

Yeona justru menggeser posisi
tubuhnya lebih dekat pada siwon dan
kemudian melingkarkan tangan nya
memeluk siwon.

SIWON: irona chagi…
Apa kau tak ingin menikmati minggu
pagi ini?

YOONA: (menggeleng)

SIWON: kau tak mau berjalan-jalan?

YOONA: (menggeleng) aku ingin tidur
seharian ini..

SIWON: emm..bagaimana kalau
berbelanja lagi? Kau mau?

YOONA: (membuka matanya) aku
mau..tapi yang aku ingin kan sekarang
adalah mengganti heels ku, kau tak
mengijinkan ku membelinya
kemarin..apa hari ini kau
memperbolehkan?

SIWON: (menggeleng) tidak..kau
seharusnya tak lagi memakai
heels, aku takut kau terjatuh..

YOONA: Kalau begitu aku tak mau
kemana-mana (menarik selimut &
menutup matanya)

SIWON: irona Chagi.. Aku lapar.. bisakah
kau membuatkan sarapan untuk ku, kau
juga harus makan kan? (mengusap pipi
yoona)

YOONA: (membuka matanya) apa yang
kau inginkan untuk sarapan?

SIWON: (tersenyum) kau mau
membuatkan nya untuk ku?

YOONA: (mengangguk) ini ulang tahun
mu, mianhae seharusnya aku bisa
membuatkan sup rumput laut untuk mu,
tapi aku justru bersembunyi dibalik
selimut tebal ini (menyingkap
selimutnya)

SIWON: Oh..gwechana chagi, tidurlah
lagi kau pasti lelah..aku akan membeli
makanan diluar..

Siwon merasa menyesal dengan
ucapan nya tadi.

YOONA: aniya.. (tersenyum) aku sudah
tidur terlalu lama (turun dari tempat
tidur) jadi apa yang kau inginkan?

SIWON: terserah padamu, apapun itu
aku pasti akan memakan nya
(tersenyum) gomawoyo..

YOONA: ne.. Kau mandilah terlebih
dulu (keluar kamar)

Setelah terlebih dulu membasuh muka
dan menggosok gigi, yoona kemudian menyibukan
diri membuat sarapan sementara siwon
berada dalam kamar mandi.

YOONA: Kau sudah selesai?
makanlah..

SIWON: kelihatan nya enak, aku akan
menghabiskan nya (menarik kursi &
duduk) kau juga harus makan chagi..

YOONA: ne..tunggu sebentar..

Yoona meninggalkan siwon dimeja
makan, ia berjalan masuk kedalam
kamarnya, tak berapa lama setelahnya
ia kembali menghampiri siwon dimeja
makan.

YOONA: yeobo..malam ini umma
menyuruh kita kerumah (duduk
dihadapan siwon)

SIWON: Oh..benarkah?

YOONA: ne..aku baru menelpon umma
dan mengatakan kau berulang tahun
hari ini, dan umma memarahiku karna
aku tak membuatkan sup rumput laut
untuk mu jadi umma meminta kita
kesana, umma akan memasaknya
untuk mu.. (menyesap teh)

SIWON: aku sudah bilang tak apa-apa
chagi, kenapa jadi merepotkan umma..

YOONA: aniy..kau tak merepotkan
siapapun, umma justru mengatakan
senang bisa memasaknya dihari ulang
tahun menantunya.. (tersenyum) jadi
kau mau kan?

SIWON: ne..gomawo (menggenggam
tangan yoona)

YOONA: (tersenyum)

>>>

Didepan gedung kantor RAINBOW
sebuah mobil menghentikan laju nya.
dan ketika pintu depan kemudi terbuka,
fanny terlihat turun dari dalam nya.
Mengamati sesaat sebelum
memutuskan niatnya untuk masuk
kedalam nya.

Sedang tak ada kesibukan didalam gedung itu,
karna itu kantor majalah RAINBOW sepi
dan hanya ada seorang security yang
berjaga diluar.

FANNY: (tersenyum) ahjussi.. bisakah
saya masuk..?

SECURITY: tapi hari ini kantor tutup
nona..

FANNY: saya perlu mengambil sesuatu
didalam, saya tak sengaja
meninggalkan nya kemarin..

SECURITY: apa anda bekerja disini?

Fanny tersenyum karna sepertinya
sang ahjussi yang bertugas sebagai
security tak mengenalinya, fanny pun
mengeluarkan ID nya dan lantas
membuka kacamata yang menutupi wajahnya.

SECURITY: Oh..nona Hwang
mianhaeyo..saya tak mengenali anda
(membungkuk)

FANNY: ne gwechana.. Jadi bisakah
saya masuk?

SECURITY: tentu saja silahkan
nona..saya akan menemani nona
keatas?

FANNY: Owh..ani aniy.. Saya sendiri
saja, hanya sebentar saja ahjussi..(tersenyum)

Fanny segera naik keatas melalui tangga
karna lift yang sengaja dimatikan dihari libur.

Setelah sampai
dilantai dimana ruangan nya dan yoona
berada fanny langsung masuk,namun
bukan menuju meja kerja nya fanny
justru melangkah ke meja kerja yoona,
mencari-cari sesuatu dari dalam
beberapa laci yang saat itu tak terkunci.

>>>

HAE: annyeong haseyo ahjussi..

SECURITY: Donghae ssi..apa yang kau
lakukan disini? Kau tak menikmati hari
liburmu?

HAE: salah satu kameraku yang kubutuhkan
tertinggal, dan aku ingin mengambilnya..

SECURITY: Oh..naiklah, nona Hwang
juga sedang berada diatas..

HAE: maksud ahjussi Tiffany disini? Untuk apa?

Setelah mendapat penjelasan dari sang
security yang sedang bertugas, Donghae pun
segera menuju keatas.

HAE: (tersenyum) jadi fanny ada disini..
ini kesempatan untuk ku, mungkin dia
mau pergi denganku setelah dari sini..

Donghae makin mempercepat
langkahnya menaiki puluhan anak
tangga menuju lantai atas dimana
ruang kerjanya pun ada disana.

Setelah mengambil kameranya donghae
langsung berniat memastikan
keberadaan fanny.
Dilihat nya pintu
ruangan Yoona dan Fanny yang tak
sepenuhnya tertutup.

HAE: Fanny ssi (masuk)

sapaan tiba-tiba donghae membuat
Fanny cukup terkejut. Ia terlonjak kaget
melihat donghae berdiri diambang
pintu, dengan tatapan matanya yang penuh tanya
kearah nya.

Segera fanny menegakkan
tubuhnya, mengatur napas dan
menepuk-nepuk dadanya untuk
menenangkan keterkejutan nya sendiri.

HAE: waeyo fanny ssi..kau seperti
terkejut sekali melihat ku..

FANNY: kau memang mengejutkan ku
Donghae ssi..

HAE: apa yang kau lakukan dimeja kerja
Yoona?

FANNY: euh..aku (gemetar) aku
sedang…aku mencari cincin ku.. Ya
cincin ku jatuh, ku kira ada dibawah
meja ini (tersenyum gugup) aku sedang
mencoba mencarinya..

HAE: benarkah? Biar ku bantu
mencarinya..

FANNY: Ahh..aniy ani..sudah lah tak
perlu, aku akan segera pergi..

HAE: (menatap fanny) sebenarnya apa
yang kau lakukan sebelum nya hingga
kau kehilangan cincin mu?

FANNY: tidak..tidak ada..

HAE: (heran) tapi tadi dibawah,ahjussi
bilang kau mengambil barangmu yang
tertinggal, bukan kah itu benar?

FANNY: Oh..ne aku ingin mengambil
ini..

Fanny segera melangkah kesamping
meja kerjanya, kemudian menyambar asal salah
satu map dari atas mejanya.

FANNY: artikel ini belum selesai
kuperiksa, aku akan mengoreksi nya
lagi sebelum kuserahkan pada Yoona nanti..

HAE: Ohh.. (mengangguk mengerti) apa kau
akan langsung pulang?

FANNY: ne..waeyo?

HAE: bisakah kita pergi makan
bersama?

Fanny sepertinya tak bisa menolak
ajakan hae kali ini, Donghae hampir
saja mengetahui apa yang dilakukan nya,
fanny tak mau mengambil resiko jika
nantinya donghae menaruh curiga padanya,
seperti yang tergambar dari sorot
matanya.

FANNY: baiklah (tersenyum) kajja..

>>>

Yoona mematut wajahnya didepan
cermin meja riasnya. memakai setelan
yang pas dan nyaman yang dibelinya tempo
hari bersama siwon, siap untuk bekerja
hari itu.

SIWON: (membuka pintu kamar) kau
sudah siap? (menghampiri yoona)

YOONA: (tersenyum) ne.. (mengambil
tas) kau memakai jam tangan itu lagi..

SIWON: (merangkul yoona) aku suka
hadiah ulang tahun darimu..

YOONA: apa kau tahu mengapa aku
memberikan jam tangan itu?

SIWON: aniy..aku tak tahu, apa ada
maksud tertentu?

YOONA: ya.. tentu saja. Itu agar kau tak lagi lupa
waktu dan mengabaikan ku..

SIWON: Aigoo…kau bahkan berniat
mengintimidasi ku dengan kado ulang
tahun mu..

YOONA: Sepertinya memang begitu..(tersenyum)

SIWON: baiklah kali ini aku menyukai
caramu mengintimidasi ku..(mencium
pipi yoona) ayo berangkat..

Yoona mengikuti langkah siwon yang
merangkul nya keluar dari kamar.
namun ia memisahkan diri menuju
pojok ruangan dimana ia menyimpan
beberapa pasang sepatu yang biasa
dipakainya kekantor.

YOONA: kemana semua sepatu ku?
(bergumam) yeobo.. kau tahu kemana
pergi nya semua sepatu ku?

SIWON: aku sudah menyimpan
semuanya..

Siwon memberikan jawaban dengan
santai, tak perduli yoona yang memutar mata mendengarnya.

YOONA: MWO…apa maksudmu?

SIWON: aku hanya menyimpan nya
agar kau tak memakai lagi sepatu high
heels mu itu..

YOONA: (mendekat) wae? Kenapa kau
melakukan itu? Aku masih membutuhkan nya..

SIWON: Chagiya..aku hanya khawatir
dengan kandungan mu..

YOONA: apa hubungan nya dengan
kandungan ku (mengelus perutnya)

SIWON: Yuri dan Seohyun bilang padaku
kau pernah hampir terjatuh karna high
heels itu, aku tak mau mengambil
resiko dengan membiarkan mu
memakainya lagi. Dan aku juga sudah
berkonsultasi ke dokter kandungan mu..
dan dokter itu bilang sebaiknya kau
memang tak memakai high heels lagi
diusia kehamilan mu sekarang..

YOONA: Yeobo..(merangkul lengan siwon) aku hanya hampir
jatuh sekali..dan aku akan berhati-hati
lagi. Aku janji padamu.. jadi kembalikan semua
sepatuku..bagaimana aku bisa
kekantor tanpa sepatu ku.. (merengut)

SIWON: (tersenyum) aku sudah
mengganti dengan ini..

Siwon menunjukan sepasang sepatu
flat pada yoona.

YOONA: kau tak berpikir aku akan
memakai itu kan kekantor? Aniyo aku
tak mau..

SIWON: Aigoo..cobalah memakainya,
ini akan membuatmu lebih nyaman chagi..

YOONA: Yeobo.. Kau tak berpikir apa yang akan dikatakan
rekan-rekan kantor jika melihatku
memakai itu..

SIWON: percayalah padaku tak akan
ada yang berani berkata aneh padamu..

YOONA: tapi aku tak bisa tanpa high
heels ku.. Yeobo ayolah biarkan aku
memakai heels ku (merangkul siwon)

Yoona merajuk membujuk siwon

SIWON: kenapa tak bisa? Kau sudah
cukup tinggi tanpa perlu heels itu, dan
aku melakukan nya karna
mengkhawatirkan mu juga anak kita
(mengelus perut yoona) aku akan
memakaikan nya untukmu..

YOONA: Ck! Yeobo…

***

Sepanjang perjalanan menuju kantor
Yoona terus cemberut, menahan
kekesalan nya pada siwon.
Ia tak lagi
bisa menolak, semua yang dilakukan
siwon memang benar untuk
keselamatan dirinya.

Ketika sampai Yoona enggan keluar dari dalam mobil
meskipun siwon telah memarkinkan
mobilnya di basemant gedung kantor.

SIWON: (membuka pintu mobil) kau tak
mau turun??

YOONA: (bersedekap & menggeleng)

SIWON: (tersenyum) ayolah chagiya…

Siwon membukakan sabuk pengaman
yoona kemudian meraih tangan nya
agar mau mengikutinya turun dan
keluar dari dalam mobil.

YOONA: kenapa kau menjadi suka
memaksaku (merengut)

SIWON: itu hanya akan berlaku jika kau
tak menurut (merangkul pinggang
yoona) kajja…

YOONA: (menyentak tangan siwon) kita
sedang dikantor..

Siwon kembali tersenyum melihat
yoona berjalan lebih dulu meninggalkan
nya dengan menghentak kan kakinya
pertanda ia benar-benar kesal saat itu.

siwon kemudian hanya mengikuti langkah
yoona dari belakangnya.

Begitu memasuki lobi, yoona bisa
menyadari tatapan dua resepsionis
tertuju padanya.

YOONA: Apa yang kalian lihat..!?

dua orang resepsionis tadi langsung
menunduk tak berani menatap setelah
menyadari tatapan tajam dari yoona
terarah pada mereka.

Siwon tentu melihat itu dan ia hanya
menggelengkan kepalanya,
menggumam pelan pada kedua
resepsionis yang masih menunduk meski
yoona telah berjalan memasuki lift.

SIWON: dia hanya sedang kesal
padaku (terkikik)

mendengar ucapan siwon, sontak
keduanya mendongak dan merasa lega
melihat ekspresi geli diwajah siwon
akibat tingkah istrinya.

>>>

Keluar dari lift yoona langsung menuju
ruangan nya, sebelum membuka pintu
beberapa rekan menghampirinya..

SOO: (memperhatikan yoona) ada apa
dengan mu?

YOONA: tak ada apa-apa…

Jawab yoona ketus tak suka dengan
tatapan mata sooyoung pada dirinya.

SOO: kau tak memakai heels?

Yoona sepertinya sudah menebak
pertanyaan ini yang pertama kali akan
didengarnya.

YURI: ne, Yoona ssi kau meninggalkan
heels mu..? Tumben sekali..

YOONA: (menatap yuri)

YURI: (mengangkat kedua bahunya)
wae?

LUNA: kurasa pimpinan tim memang
sengaja melakukan nya, kalian tak lihat
usia kandungan nya..akan beresiko
jika wanita hamil tetap memakai heels
terlalu lama (tersenyum) bukankah
begitu yoona ssi..

YOONA: ini bukan kemauan ku, siwon
menyimpan semua heels milikku dan
mengganti nya dengan sepatu seperti ini (mendengus) ia
tak mengijinkan ku memakai lagi heels
ku..dan itu semua gara-gara kau Yuri
ssi..

YURI: MWO.. Aku? Apa salahku? Aku
sama sekali tak mungkin terlibat
dengan urusan rumah tangga kalian…

YOONA: Ck! Kalau bukan karna kau dan
Seohyun yang mengatakan aku pernah hampir
terjatuh gara-gara heels ku, siwon tak
akan melakukan ini padaku..

YURI: (terkikik) Oh..mianhe Yoona ssi,
tapi siwon memang ada benarnya, dia
pasti khawatir padamu..

YOONA: (menggumam kesal) itu juga
yang ia katakan padaku..

Yoona mendengar suara siwon dan kyuhyun berada
tak jauh dari tempatnya. mereka sedang
membicarakan sesuatu yang sepertinya
menyenangkan hingga membuat tawa
diantara keduanya.

YOONA: aku harus masuk dan
mengerjakan pekerjaan ku..

Rekan-rekan nya tentu menyadari
keberadaan siwon yang saat itu membuat yoona
menghentikan cepat obrolan diantara mereka.

SOO: (bergumam pelan) sepertinya terjadi pertengkaran
rumah tangga lagi..

YOONA: aku mendengarnya Sooyoung..!!

SOO: (tertawa)

YOONA: pergilah keruangan kalian dan
kerjakan tugas masing-masing..

Sebelum yoona sempat membuka pintu
ruangan nya, sunny berjalan
menghampirinya.

SUNNY: Yoona ssi.. Ny.Kim
menanyakan apakah kau sudah
mengirim semua artikel kepercetakan?

YOONA: Oh..nde, aku baru akan
mengirim nya hari ini..

SUNNY: baiklah aku hanya
menyampaikan pesan nya..(tersenyum)

Yoona kemudian memasuki ruangan
nya.
meletakkan tas tangannya dan duduk
dikursi meja kerjanya.

Sekilas ia
menatap meja kerja fanny, wanita itu
belum datang rupanya.

Yoona lantas menjalankan tangan
nya untuk membuka laci meja kerjanya.
mencari susunan artikel yang sudah siap
untuk dikirim ke percetakan.

YOONA: kurasa aku meletak kan nya
disini..(membuka tumpukan map)

Yoona mulai gelisah karna tak berhasil
menemukan nya. beberapa laci yang ada
dimeja kerjanya telah ia periksa satu
persatu dengan teliti bahkan berulang
kali, tak mungkin ia bisa kehilangan
nya.

Tapi nyatanya ia memang tak
menemukan nya.
lalu apa yang akan
terjadi jika memang artikel-artikel itu
hilang?
Apa yang harus dilakukan nya?

Ny.Kim sudah bisa dipastikan akan
bereaksi keras bila mengetahui nya..

YOONA: (panik) otthokae..Kenapa
semuanya tak ada (mengambil telepon)
Sunny ssi aku ingin diadakan meeting
sekarang..

>>>

Fanny diam didalam mobil nya, ia
merasa tak tenang saat ini menyadari
mungkin sedang terjadi kepanikan
diantara rekan-rekan nya, terlebih
yoona.
Ia tahu pasti hari ini seharusnya
semua artikel yang sudah siap, lengkap
dengan semua desain nya sudah harus
dikirim kepercetakan, dan ia justru
mengambil semuanya.
Minggu ini
RAINBOW tak mungkin
tidak
diterbitkan bukan?

FANNY: aku sudah melangkah terlalu
jauh, mengapa aku jadi tak tenang
sekarang, haruskah aku mundur..??

Fanny memilin jari-jari nya berusaha
menghalau rasa gemetar yang mulai
menyerang tubuhnya.

>>>

Yoona berjalan tergesa menuju ruang
meeting, ia harus mendapatkan solusi
untuk memecahkan masalah ini
sebelum Ny.Kim mengetahui
semuanya.

Sementara di dalam ruang meeting semua sudah menunggu dan tampak kebingungan dengan diadakan nya meeting
mendadak oleh yoona.

Seharusnya
mereka bisa sedikit lebih santai karna
tugas telah selesai, hanya tinggal menunggu
RAINBOW selesai dicetak dan
diterbitkan.

SOO: apa yang terjadi hingga kita
memerlukan meeting hari ini? (menatap
sunny)

SUNNY: (mengedikkan bahu) Yoona tak
menjelaskan apapun padaku.. Oh
Siwon ssi mungkin kau tahu apa yang
terjadi?

SIWON: sama sekali tidak.. Yoona tak
pernah membahas urusan pekerjaan
kami dirumah..

HYO: mungkinkah kita akan membahas
konsep untuk edisi mendatang?

HYUK: Aigoo.. Ku harap bukan, kita
bahkan belum menerbitkan edisi bulan
ini..

KYU: ne.. Yoona seharusnya memberi
kita jeda untuk beristirahat..

SEO: sudahlah kita tunggu pimpinan
tim saja..

YOONA: (membuka pintu & masuk)

KYU: Yoona ssi.. Apa yang….

Yoona mengangkat sebelah tangan nya
mengisyaratkan agar kyuhyun
menghentikan pertanyaan yang hampir
dia ucapkan.

YOONA: (duduk)

SIWON: (menatap yoona)

YOONA: aku kehilangan semua artikel
yang seharusnya dikirim ke percetakan
hari ini..

Tanpa basa basi yoona membuka
percakapan dengan kalimat yang
membuat semuanya terkejut tak
menyangka, tak percaya bahkan.

YOONA: itu lah yang terjadi.. dan aku
harap tidak ada pertanyaan mengapa
itu bisa terjadi..

SIWON: Tapi Yoona ssi..bagaimana
bisa itu….

YOONA: (menatap siwon) sudah
kukatakan tak ada pertanyaan seperti
itu.. Okey mungkin ini keteledoranku,
aku yakin telah menyimpan semuanya
dimeja kerjaku sebelum weekend
kemarin. Tapi nyatanya aku tak
menemukan nya tadi..

HAE: kau bilang kau menyimpan nya
dimeja kerjamu?

YOONA: ne..itu yang kulakukan, tapi
sekarang aku tak ingin berspekulasi
apapun tentang mengapa semuanya
bisa hilang… akan kucari tahu nanti. Tapi
sekarang Aku hanya menginginkan
kalian mengcopy kembali semua
artikel sesuai hasil kerja kalian
kemarin.. Kita tak punya banyak waktu..

Yoona membuka buku agenda nya dan
memberikan semacam pengarahan
kepada rekan-rekan nya.

YOONA: lakukan seperti yang telah kalian
berikan padaku tempo hari..

SOO: aku mengerti tapi kita butuh
waktu Yoona ssi..

YOONA: berapa waktu yang kalian
butuhkan untuk sekedar mengcopy
data..(menatap tajam soo)

SOO: aku mengerti dan akan
kulakukan..

YOONA: bisa kita mulai sekarang.. Oh
siapa yang mendesain bagian cover
kemarin? Aku ingin semuanya sama
seperti itu..

HYO: fanny yang mendesain nya..

YOONA: fanny?

HYO: ne..aku sempat membantu
mengeditnya kemarin.. Kurasa dia
belum datang..

YOONA: (menatap kursi kosong) Oh
Tuhan..apa yang dia lakukan hingga
belum tiba dikantor.. Hyoyeon ssi, bisa
kau melakukan nya..

HYO: akan kucoba Yoona ssi..

YOONA: (menarik napas panjang)
maafkan aku atas kekacauan ini..

HAE: kita tahu bukan seperti ini yang kau
inginkan, gwechana…

YOONA: ini kesalahan terbesar ku..

SEO: Yoona ssi, tak ada waktu untuk
menyalahkan dirimu sendiri dan mari
kita atasi semua ini..

SIWON: ne..kita semua tim disini,
yakinlah kita akan bisa mengatasinya
(menatap yoona)

YOONA: ne gomawo (menatap siwon)
kuharap untuk sementara ini tak ada yang
menginformasikan pada Ny.Kim..

Masing-masing lantas bergerak untuk
mengumpulkan kembali semua data-
data artikel yang akan diterbitkan.

sementara Yoona masih terdiam
diruang meeting. Menyesali keteledorannya yang mengakibatkan kekacauan. Dan
Semua benar-benar diluar dugaan
nya.

SIWON: (meraih tangan yoona
mengajaknya berdiri)

YOONA: Siwon ssi..

SIWON: (menarik yoona dalam pelukan
nya) gwechana… (mengusap-usap punggung yoona)

YOONA: Yeobo.. (menangis)

SIWON: ssttt..jangan menangis
(membelai rambut yoona) aku tahu ini
bukan salahmu…

YOONA: (menggeleng) tidak..ini semua
salahku, kekacauan ini karna
kecerobohanku (mengeratkan pelukan
nya)

Sudah sedari tadi yoona menahan
airmata di depan rekan-rekan nya.
tapi dihadapan siwon ia tak bisa lagi
untuk membendungnya.

SIWON: aku yakin bukan salahmu..dan
secepatnya kita akan menemukan
siapa yang telah membuat kekacauan ini
(mengusap airmata yoona) percayalah
padaku..

YOONA: aku tak yakin bisa..

SIWON: hei…kau bisa chagi, semua
akan baik-baik saja (tersenyum)

YOONA: aku benar-benar tak yakin
(memeluk siwon)

SIWON: kau tak sendirian, kita semua
membantu mu..tenanglah..

>>>

Di depan ruang meeting fanny berdiri
mematung, niatnya untuk masuk
terhenti setelah melihat yoona sedang
bersama siwon didalam nya, ia
mencengkeram kuat tas ditangan nya.

FANNY: aku salah telah berniat
mengembalikan semuanya, kurasa tak
seharusnya aku berfikir untuk mundur
(tersenyum sinis) kau punya sandaran
cukup kuat untuk bertahan yang aku tak
punya Yoona ssi.. kau pasti takkan
terpuruk jika kehilangan karier mu..
Kau memiliki siwon disampingmu..

Fanny memutar langkahnya menjauh, ia
kemudian mengambil ponsel dari
dalam tas nya.

FANNY: Taeyeon…mianhae kurasa aku
tak bisa bekerja hari ini.. aku tak enak
badan (tersenyum) arraso..aku akan
kedokter..ne gomawo (menutup
telepon)

Membuka tas nya, fanny mengeluarkan
apa yang tadi berniat ia kembalikan pada
Yoona, kemudian memasukkannya kedalam tempat sampah…

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

To Be Continued~

*Thanks for reading guys…^^

83 thoughts on “♡ MY LOVE is FOR YOU ♡ Chapter 5

  1. Haha…. Tyata q dah pernah dikasih pw nya ini ma joongly. Bru nyadar pas mau minta pw AFS. Fanny jahat banget…. Jgn ganggu yonnwon. Dasar. Gomawo joongly buat FF ini

  2. Lucu banget liat yoona cemburu sama siwon,kasian bgt yoona kelabakan nyari file nya yg harus di kirim
    Fany jahat banget sih sama yoona,tega banget buang filenya

  3. Aissssshh fanny kenapa kau melakukan nya? Apa kau masih terobsesi sma siwon? Atau kah kau mau balas dendam? Kenpa harus? Dulu kau yang salah kenapa nikah sama orang hayohh?:-/ young kok jadi bahan balas dendam nya?? Dia kan gx tau apa apa sebelum nya?

    Omo apa tae bakalan tau? Apa semua rekan kerja young bakalan berhasil dengan waktu yang sangat singkat? Semoga saja😦🙂

    O ya eonnie ya gumawo ya pw nya!🙂

  4. si pani panni tippaniii bener2 daaahh,,jahaaattt!
    dendam kesumat doi gr2 iri sm kebahagiaan yoona! hadeeuuhhh…

    tp seneng yaa pny suami kyk siwon,yoona marah siwon senyum,yoona cemberut siwon senyum,yoona cemburu siwon senyum,duuhhh murah senyum bgt siwon!
    hehehhehehe…🙂🙂🙂 *ikutansenyum

  5. Aaiiihhhh suka deh chapter ini,moment yoonwonnya banyak banget,yg sweet,lucu,romantic aaahh pokoknya bikin hati berbunga2 deh liat kebersamaan yoonwon.
    Tuh kan Tiffany bikin ulah lagi dan lalu ini bener2 parah,tega banget.orang sirik emg kayak gitu ya Ga suka liat org lain bahagia.hrsnya dia mikir itu kan hasil kerja keras semua org bkn yoona aja.iiihh bener2 menyebalkan tuh tiffany .
    Semoga yoona dan rekan2nya bs mengatasi masalah ini. Fighting yoona…

  6. Diishh dsar yoeja jahat… sirik bgt liat khidupan org bahagia…
    Tenang aj yoona oennie kbenaran psti dpt trungkat.. nnti jg s fanny kena batunya sndiri..
    Wonppa manis bgt nenangin yoona oennie bgt.. aaak sosok imam idaman.

  7. Yoona punya sandaran,, tiffany knp nggak nyoba nerima hae sbagi sandarannya spya nggak ada perasaan iri..
    Pdhl kayaknya sica tertarik lho sm hae,,trs gmn dooonkk..
    Yaa harus lnjut next chapt,,biar tau kelanjutannya,heehee

  8. Trharu sama kek0mpakan semua tim bantuin Y00na yg kehilangan file.a,.
    Super sebel sama Fany yg jd dalang utama.a krn iri sama kesuksesan Y00na dlm prcintaan & karir.a,,
    Sem0ga aja bakal ketauan kalau Fany dalang.a dgn d buang.a barang bukti ke tmpat sampah,,

  9. Yoonwon makin hari makin romantis aja…
    fanny jahat bget kan slah dia sndri dlu knpa ninggalin siwon, ga usah lah ganggu yoonwon kan udah ada donghae yg jlas2 suka sma dia…
    Sepertinya jessica suka nih sma donghae tpi gmna sma donghae yah…

  10. yoonwon soswit. . bner kta wonppa fany itu cuman masa lalunya.. yaampun ksian bngt yoona uni. . smga kejahatan fany cpt trbongkar .. lanjut uni

  11. Yaaa ampuuun yoona nkin cemburuan niii ma siwon tp gpp namanya jg lg hamil jd hormonnya brpngruh ke yoona….
    Tu kan tiffany jhat ma yoona udh klhtan dy iri bgt aplgi skrg siwon bner2 cinta ma yoona tu bkin tiffany gk suka ma yoona…
    Mdh2n donghae inget prnh ktmu tiffany di meja kerja yoona

  12. Fany ssi neo michosoe. !! Aku rasa dia kehilangan fikiran dia melakukan hal tersebut. Suasana makin memanasss… dan air sekarang sudah mulai mendidih..

  13. ceritanya ada lucu2nya jg ya
    apalagi sikap Yoona di depan Wonppa
    manja dan sikapnya sangat manis, wkkk
    wah… sepertinya ada kekacauan ni di kantor Rainbow, aigo… kasihan bgt Yoona apalagi artikel2nya semua hilang.
    Ternyata itu ulah Fanny ya
    dia benar2 jahat kecemburuan menguasainya. jdi dag dig dug sendiri aku bacanya

  14. Kenapa tiffany kayak gitu bgt padahal selama ini yoona gak pernah ngapa”in dia tapi dia malah mau ngancurin karirnya yoona apa dia juga gak mikirin dg dia ngambil artikel yg mau di terbitin n gak ngembaliin lagi nantinya rainbowkan bakal rugi apalagi itukan puntanya taeyeon temennya sendiri.. kasihan yoonanya dia sedang hamil tapi malah dapet masalah kayak gitu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s