Fanfiction

FF | Love Story 7. 7. 7 | OS

Choi Siwon | Im Yoona | Hanna Lauren |  Love Story

Haiii….
Ini story pertama yang belum pernah di posting di page maupun note fb…

Dari title aja udah gak banget yaa… #hiksss
(Buntu nyari judul)

Jangan berharap banyak karna ini tulisan kilat tanpa banyak mikir …..
Karna kalau dipikir lagi pasti ga akan pernah jadi story ini…
(Hadeuhh… maksudnya apa coba…)

Yo Wes lah….
Monggo…
Cekidot…

Happy  Reading>>>>>>>

*

*

*

*

*

*

*

Hanna menatap keadaan diluar cafe tempatnya sekarang berada. Meletakkan biola yang terbukus keatas meja dihadapannya.
Rintik-rintik hujan diluar yang membasahi dinding-dinding kaca cafe itu membuatnya menghela napas. Menahankan tetes-tetes airmata yang setiap saat sanggup membanjiri wajahnya.

Teringat akan  kejadian tiga hari yang lalu. Saat tangan tua sang mommy yang lembut,
halus, dan keriput menggapai
lengannya yang asyik menulis di
notebook di sisi pembaringan ranjang tidurnya didalam rumah sakit.

“Hanna ya…mommy ingin pulang sayang.. pulang ke rumah…”

pintanya lembut. Suara
Mommy nya memang selalu terdengar lembut dan
menyejukkan hati.
Hanna melirik jam
tangan, pukul empat sore saat itu.

Mengusap tangan dan beralih ke pipi sang mommy, Hanna menjawabnya..

“kita pulang besok ya mom…. Baru selesai dua jam
kemoterapinya…. Mommy masih mual
dan pusing kan?”

“anio.. mommy ingin pulang sekarang,
nanti malam mommy ingin mendengar mu memainkan biola…”

“Hanna akan memainkan untuk mommy disini ..”

Hanna kemudian memperhatikan kalender di dinding
kamar rumah sakit. 7 Juli. Sedikit menghela nafasnya dan menatap wajah pucat mommy nya hanna kembali berkata sambil menggenggam lembut tangannya

“Mom…. haruskah?”

Sang mommy mengangguk yakin dan membalas genggaman tangan sang putri

“Mommy ingin
pulang sore ini.. Kalau tidak kuat,
besok Hanna bisa membawa mommy untuk dirawat lagi disini.. ya sayang…”

“Tidak bisakah kita melewati
malam ini disini mom… Satu kali ini saja
dalam hidup Mommy, 7 Juli di
tempat yang berbeda… Hanna bisa memainkan biola disini. Mommy bisa mendengar gesekan-gesekan nada ‘Love story’ disini.. tidak perlu mommy harus pulang kan…?”

Sang Mommy berkeras dengan kembali
menggeleng.

“Mommy ingin pulang sayang… ayolah…”

Hanna menyerah dengan kekerasan
hati mommy nya.
Sudah lebih dari lima bulan ini
mommy nya menjalani kemoterapi setiap
bulannya,
Setelah diketahui mengidap
kanker.
Dulu mommy nya mengidap kanker rahim setelah melahirkannya. Hingga memaksa sang mommy harus merelakan rahimnya diangkat. Kankernya telah dinyatakan sembuh dan mommy nya bisa meneruskan hidupnya. Namun ternyata sel-sel kanker itu masih tersisa dan kembali menyerang mommy nya.

Hanna salut dengan keikhlasan sang mommy untuk menjalaninya.
Dia merupakan satu-satunya wanita yang
paling  ia kagumi. Juga satu-satunya yang ia punyai saat ini.Tidak pernah ada
amarah terlontar dari bibir mommy nya. Wajah
cantiknya begitu lembut dan
meneduh-kan.
Mommy nya juga lah yang mengajarkan apapun yang tak ia ketahui sejak kecil. Mommy nya menjaga dan menyayangi dirinya dan juga daddy nya yang justru lebih dulu pergi.

Setelah tiga tahun yang lalu daddy nya
meninggalkan nya bersama sang mommy karena sebuah insiden
kecelakaan mobil. Hal itu membuat
Hanna dan mommy nya menjadi
semakin dekat berdua. Mereka terpukul atas kehilangan seseorang yang begitu menjaga keluarganya. Mommy nya juga pastinya mengalami tekanan batin yang sama, namun dia bersikap tegar dengan terus menguatkan hati hanna. Dengan mengatakan siapapun pastilah akan menjumpai ajal nya.

Namun ada
satu rahasia yang tidak pernah bisa
Hanna tembus, 7. 7. 7.
Rahasia sang mommy yang ia tak mengerti. Rahasia sang mommy yang sangat
terjaga.
Bahkan daddy nya pun tidak pernah tahu
sepanjang hidupnya. Karena daddy nya
sangat menyayangi mommy nya, dia
membiarkan sang istri menyimpan
rahasia itu untuk dirinya sendiri.

Sejak Hanna kecil sampai kini berusia dua puluh dua tahun, setiap tanggal 7 juli
jam  7 malam ia selalu mempunyai
tontonan yang menarik.
Mommy nya akan menyiapkan cake
kecil, berdandan rapi dan
memainkan lagu “Love Story” dengan gesekan biola nya yang indah. Mommy nya begitu cantik dan
menghayati ketika gesekan-gesekan biola itu mengalun. Matanya
terpejam indah. Mommy nya tidak bernyanyi.
Biasanya justru hanna dan daddy nya yang menjadi
penonton lah yang kemudian
menyanyi mengiringi gesekan indah permainan biola mommy nya.

Ketika hanna semakin besar, terdorong seringnya melihat sang mommy memainkan biola nya membuat hanna kemudian tertarik untuk bisa juga memainkannya.

Hanna sudah sering bertanya pada daddy nya tentang ritual apa yang sebenarnya sedang mommy nya lakukan disetiap tanggal itu.

“Hari istimewa apa sih dad ini?”

Ulang tahun daddy? bukan.
Ulang tahun mommy?  Jelas bukan mengingat bulan lahir mommy dan daddy nya telah lewat.
Atau Tanggal
pernikahan mereka? bukan juga sebenarnya..
Apalagi Ulang tahun hanna…
juga bukan untuk itu…
Ataukah hari
pertama kencan mommy daddy nya?
Daddy nya mengatakan bukan.

Huuhhh…..

Daddy nya cuma
mengangkat bahu dan menjawab
bijaksana tiap kali hanna menanyakan hal yang sama

“Semua orang punya masa
lalu sayang….Mommy mu juga.. dia bisa cerita kalau dia
mau cerita. Jika dia ingin
menyimpannya untuk dirinya sendiri
juga tidak apa-apa kan…”

“daddy tidak penasaran? Hanna saja penasaran dan sangat ingin tahu ada apa sebenarnya…”

Daddy nya tersenyum dan kembali menggeleng

“Apakah akan ada
bedanya, Mommy menceritakannya atau tidak?
Dia tetap menyayangi daddy dan juga
menyayangimu, kan?”

Yaaahh…
Memang tidak akan ada
bedanya. Mommy nya tetaplah ibu paling baik
sedunia. Tapi, rasa penasaran dan
ingin tahu hanna terus memuncak.

Dan di hari itu ketika sore itu hanna akhirnya mengiyakan membawa mommy nya
pulang ke rumah. Menyiapkan cake kecil, menidurkan dia diranjang
dan tepat jam 7 malam, ketika hanna mulai
memainkan “love story” dengan menggesek biola nya, Ada sesuatu perasaan aneh
malam itu.
Dan sang mommy yang selama ini tidak pernah bernyanyi, saat itu justru menyanyikannya
sambil meneteskan air mata….

Where do I begin

To tell the story of how great a

love can be

The sweet love story that is older

than the sea

The simple truth about the love

he
brings to
me

Where do I start

Like a summer rain

That cools the pavement with a
patent leather
shine

He came into my life and made the
living fine

And gave a meaning to this empty
world of mine

He fills my heart….

He fills my heart with very special
things..

With angels’songs

With wild imaginings

He fills my soul

With so much love

That anywhere I go

I’m never lonely

With him along…

Who could be lonely…

I reach for his hand

It’s always there….

Entah mengapa… hanna merasa larut dan ikut merasakan
satu rasa yang aneh…
rasa kesepian
yang sangat.
Rasa cinta yang hilang,
yang tidak tergapai, dan tidak
selesai…

Air mata mommy nya semakin tak
tertahankan….
membanjiri wajah tua nya yang memucat…
Dan membuat hanna kemudian tak bisa meneruskan permainannya. Dan beralih untuk menghapus airmata sang mommy dan menggenggam tangan mommy nya…

“sebenarnya ada apa mom..? Apa yang pernah terjadi dihari ini…”

Sang mommy kian erat menggenggamkan jemarinya..

“Hanna ya…”

Ketika kemudian sang mommy memberikan sebuah buku diarinya. Hanna membacanya dan sesuatu kemudian membawanya…
Membawa hanna ke masa lalu….
Masa lalu sang mommy…..

>>>>>>>>>>>>>

Busan 15 mei  1985

Hari ini aku sendirian ketika pintu kamar ku di ketuk-ketuk dari luar.

”Im Yoona… Yoona..ada tamu
kesayanganmu…”

Aku terlonjak bangun, dan
melemparkan buku yang berisi tugas kampus di
tanganku. Menengok cermin sekilas
dan tersenyum.

Choi Siwon, Sahabatku tersayang telah berdiri di depan pintu kamarku.

“Siapa yang mengijinkanmu masuk..?”

Dia hanya mengernyitkan dahi dan mengangkat alisnya, melihatku.

“Pasti belum mandi…“

“Pastilah.. kau hapal sekali sih…”

jawabku sekenanya terkesan tak perduli dan
langsung menariknya masuk kedalam kamarku.

“sedang apa kau?”

“Mengerjakan tugas kampus… astaga.. kepalaku rasanya hampir pecah..”

“Sudah tinggalkan dulu saja.. ayo temani aku..”

“Kemana?”

“Cari teman kencan..”

“Ishh… kau ini.. kalau begitu aku tidak mau ikut..”

“hahhaa.. Ke toko bukulah yoong…. Mencari bahan untuk tambahan skripsi ku.. kajja!”

“Tapi aku mandi dulu ya…”

Siwon oppa mendecak namun kulihat ia kemudian tersenyum dan
mempersilahkan ku masuk kedalam kamar mandi sementara dia merebahkan tubuhnya diranjangku, menungguku.

***

Sore itu akhirnya kami habiskan bersama di
toko buku dan juga kedai pinggir jalan.
Siwon oppa dan aku lebih suka menghabiskan waktu di tempat seperti ini daripada cafe. Tidak pernah ada
waktu yang terbuang jika kami
bersama. Tidak pernah ada sedih
yang menyelinap di antara kami.
Semuanya penuh canda, tawa, dan
ledekan-ledekan ceria.
Kota ini, Busan beserta seluruh jalanan disini menjadi saksi, betapa
indahnya persahabatan kami.

Seperti biasanya, setelah pulang dari perjalanan
penuh canda ceria itu kami mampir ke apartemennya dan mendengarkan
Siwon oppa bermain gitar diiringi dengan
lagu yang keluar dari suaranya yang
begitu indah dan merdu.

Kadang-
kadang aku ikut menyanyi, tapi aku merasa kurang PD karna suaraku yang
hanya cocok untuk bernyanyi di
kamar mandi.

Tapi Siwon oppa pernah
mengatakan suaraku lembut dan
merdu, aku tidak pernah percaya
padanya. Aku lebih suka memainkan biola dan dia memainkan
gitarnya. Kami memang sangat menyenangi seni, terlebih musik. Dan berkeinginan  menjadi seniman suatu hari nanti.

Biasanya kami juga suka bergerombol. Bila sudah tergabung dengan teman-
temanku juga siwon oppa yang
mendengarkan kami bermain musik seperti
pengamen jalanan.

Siwon oppa adalah kakak kelasku waktu
SMA. Waktu itu memang kami hanya saling
Mengenal seadanya. Sekedar bertegur sapa bila bertemu.
Tapi, ketika kini aku
diterima dikampus yang sama dengannya.
dari sanalah persahabatan kami mulai terjalin sampai saat ini.

Dia sudah dijodohkan dan bertunangan dengan seorang yeoja yang berasal dari ibu kota.
Tiffany namanya, gadis blasteran cantik yang katanya juga teman masa kecilnya.

Aku sudah diperkenalkan padanya.
Kadang-kadang fany oenni, begitu aku biasa memanggilnya,
datang ke Busan dan kami akan
menghabiskan hari bertiga.

Tidak ada
kecemburuan di matanya yang dia tujukan padaku. Dia
Mempercayaiku dan aku tidak akan
menyia-nyiakan kepercayaannya.

Aku yang dia minta untuk menjaga Siwon dari yeoja-yeoja
lain yang tergila-gila pada suara
indahnya, permainan gitarnya yang membius serta pada ketampanannya
tentu saja.

Aku akan seperti ahjumma yang suka mengomel ketika dia
mulai iseng meladeni yeoja-yeoja yang bertingkah genit dihadapannya.

“yakk… oppa jangan macam-macam kau ya…. Sebelum berhadapan dengan fany oenny…langkahi dulu aku kalau kau
mau macam-macam…”

Dan Siwon oppa akan tertawa, seperti tak terpengaruh dengan ancamanku.
Biasanya dia juga akan
mengacak-acak rambutku
Kalau aku sedang suntuk, dia sengaja bersikap jahil untuk menghiburku.

Dan dia juga sering mentraktirku..
mengajak aku nonton. Atau kalau dia
yang sedang sedih, dia tak segan mendatangiku
dan mengajakku makan dikedai pinggir jalan sembari menikmati soju. Hingga
kesedihannya akan hilang dengan candaan-candaan konyolku untuk menghiburnya.

Hari-hari kami lalui dengan singkat dan waktu berlalu sangat cepat hingga tak terasa sudah beberapa tahun terakhir dia mengisi hariku.
Siwon oppa menjagaku layaknya seorang kakak
lelaki menjaga adik gadisnya.

Tidak ada satu pun teman pria ku yang
lolos dari sensornya. Bahkan,ketika teman-temannya ada yang tertarik padaku, selalu
ada saja kekurangan dimatanya.

“Yoona…, Donghae bukan laki-laki yang
baik. Dia pernah berselingkuh dengan yeoja penjaga biliard, padahal dia masih berkencan dengan Jessica….”

Atau kalau tidak…

“Yoona… aku jamin kamu tak akan
bahagia bersama Kyuhyun, Aku yakin karna dia bukan
tipemu kan….”

Dan herannya, aku selalu menurut saja
dengan apa yang dikatakannya.
Aku merasa tidak
membutuhkan teman laki-laki yang
spesial karena aku sudah punya
Siwon oppa, yang memberikan segala yang
aku butuhkan. Mengajari aku tentang
materi-materi kuliah yang tidak aku
mengerti, akan memarahi aku jika
aku salah, akan mengan-tarkan
kemana pun aku ingin pergi, selalu
ada setiap saat aku membutuhkan-
nya….

*******

Busan 1 July 1985

Mungkin sekitar tiga bulan lagi, sampai skripsinya
selesai, Siwon oppa akan pergi dari kota ini, dari busan.
Dia direncanakan meneruskan bisnis keluarganya di Seoul, meski terkadang ia masih mengeluhkan keengganannya padaku karna hal itu bertentangan dengan jiwa seni yang dia miliki.

Dia juga mengatakan orangtua nya sudah sepakat untuk mengukuhkan pertunangannya dengan fanny oenni kedalam pernikahan yang sakrae.

Aku membeku tiap kali memikirkan hal itu.
Akhir-akhir ini aku pun merasakan sering
dihinggapi ketakutan. Kurang lebih lima tahun kami
bersama-sama, bersahabat dekat dan fakta bahwa aku akan ditinggalkan dan sendiri, membuatku ingin muntah.

Entah apa yang Siwon oppa pikirkan, hingga belakangan ini aku melihatnya sering
melamun. Oppa pun mulai
jarang membicarakan
tentang fany oenni lagi denganku. Padahal mereka akan menikah. Seharusnya dia merasa antusias bukan?

Dan sudah tiga hari ini juga siwon oppa tidak pergi kekampus. Dia tidak menghubungi ku, apalagi datang kerumah untuk menemuiku.
Entah mengapa ada perasaan rindu ku yang
begitu hebat dan memuncak. Benar-benar merasa ingin melihat wajahnya, melihat senyum dan mendengar suaranya. Hingga akhirnya kuputuskan mendatangi apartemen yang disewanya.

Disana kudapati dia termenung dengan sebuah gitar didekapannya.

“Oppa kenapa? Ada masalah apa sih..? Ceritakan padaku…”

Dia kemudian mendongakkan kepalanya melihat ku dan
tak pernah kulihat matanya begitu
mendung seperti hari ini.

“Ada masalah dengan skripsi mu? Sini, mungkin aku bisa bantu…”

Aku tersenyum kearahnya ketika dia hanya terdiam tak menjawab dan justru menatapku lamaaa….

“Hei Oppa….kenapa sih dengan dirimu?”

“Aku ingin menyanyi…. Kau bisa mendengarku….”

Siwon oppa mulai memetik senar gitarnya, mengalunkan nada yang membius dengan syahdu… dan membuatku tercenung saat itu…
‘Love Story’ itu sangat romantis..

Lirik demi liriknya dia nyanyikan
dengan merdu dan sendu…
Menyentuh hatiku…

She fills my heart with
special
things…
With angels’songs
With wild imaginings
She fills my soul
With so much love
That anywhere I go
I’m never lonely……..

Tiba-tiba ku rasakan guncangan yang bergemuruh
hebat dalam dadaku, sesuatu
yang seakan ingin meledak saat itu…..
Rasa yang aneh…
yang kemudian menjalari
sel-sel di tubuhku…
yang tidak
pernah aku rasakan sebelumnya
ketika aku bersamanya…
Oh Tuhaannn….
Ada yang tidak beres dengan diriku…

Yang kemudian ada dalam pikiranku adalah beranjak darisitu, dan segera mencapai pintu. Aku
harus pergi…
Aku ingin pulang sekarang…

“Yoona…”

Dia menarik pergelangan tanganku. Membuat
Kami kemudian saling terdiam, membeku, dan
saling menatap.
Aku merasa ada satu ikatan yang
kuat di antara kami…

Aku melepaskan tangannya, ketika kemudian tersadar. Bukan seperti ini yang seharusnya terjadi…

“Oppa Aku
pulang dulu yaa..”

“Yoona..”

Panggilnya lagi dengan suara tercekat. Dan tiba-tiba saja aku ingin
menangis…
Aku tak bisa…
Aku benar-benar tak bisa berada disana dalam situasi seperti itu..
Sesuatu kemudian mendorongku untuk berlari pulang…

Aku merasakan sesuatu yang tidak ingin kurasakan.
Tidak dengan siwon oppa..
Tidak dengan sahabat terbaikku..
Aku tidak mau punya rasa ini…
tidak mau…
Memukul-mukul dadaku dan aku menangis tersedu-sedu malam itu.

Lima tahun saling mengenal…
Selalu bersamanya… membuatku takut
kehilangan dirinya. Aku tidak tahan
dengan tatapannya dan dengan angel
songnya…yang ia nyanyikan untukku…

Ya Tuhan..
Apa yang harus kulakukan sekarang….

Busan 7 Juli 1985

Sekitar seminggu ini kami tidak saling berkomunikasi.
Aku selalu berusaha agar tak bertemu dengannya dikampus…
Siwon oppa pun juga tak mencoba menemuiku…

Rasanya aku tidak
lagi punya jiwa…
Terasa kosong..
Kurasakan perasaan bersalah
pada fany oenni..
pada persahabatan
kami…
Pada kepercayaannya yang begitu besar padaku..

Tetapi…
aku juga tidak mau
kehilangan dia…
Kehilangan siwon oppa pasti akan membuat hari-hari ku terguncang..

Tak kusangka sore itu Siwon oppa datang kerumahku.
Dia tampak kacau dan
Wajah yang terlihat tidak bercukur dengan
membiarkan kumis dan rambut-
rambut halus di dagunya memanjang.
Tapi itu tidak menutup keterpukauanku.
Dia justru semakin tampan dan parahnya aku terpesona karenanya…

Oh…
Ampuni aku Tuhan…

“Aku ingin bicara denganmu,
Yoona…”

Aku tidak tahu, apakah aku harus
menolak atau mengiyakan. Tapi,
yang terjadi adalah aku mengganti
pakaianku dan membiarkan diriku
mengikutinya masuk kedalam mobilnya.

Kami saling diam, duduk disampingnya membuat
Jantungku berdetak lebih cepat. Aku tak pernah
merasa seperti ini sebelnya.

Ketika kemudian Siwon memberhentikan mobilnya. Dia memintaku turun.
Jantungku masih terasa sama.  irama detakannya  justru kian cepat ketika dia mulai bersuara..

“Semakin lama aku
memikirkanmu, semakin aku tidak
dapat berpikir jernih…”

katanya dengan suara tercekat…

“kamu harus tahu yoona..  beberapa bulan terakhir ini
hubunganku dengan fany rasanya hambar, berantakan dan semakin tak karuan… Aku yang salah. Ini semua karna Aku
menemukan sesuatu yang lain
dengan seseorang. Aku merasa
sejiwa dengannya… Dan
merasakan dialah belahan jiwaku..
yang sesungguhnya aku inginkan
untuk menjadi pasanganku. Mendampingiku…. untuk
mengisi hari tua bersama… seseorang
yang telah menguasai seluruh hati dan pikiranku…
dan membuatku menginginkan dia selalu ada
di sampingku. Saat aku terbangun di
pagi hari dan saat aku memejamkan
mata di malam hari… aku hanya ingin dia. Hanya dia…”

Seketika itu Aku merasakan suatu kesedihan
yang menghujam jantungku…
Mengiris hatiku…
Dan merobek paru-paruku..
Membuatku terkapar dan kehilangan napasku..
Sesak..
Sungguh sesak kurasakan itu…

Dia lantas mengangkat daguku yang mulai basah oleh air mata yang
semakin deras menetes…
Membanjiri wajahku…

“Aku menginginkanmu Yoona…
untuk menemaniku, melewati hari-
hari yang akan datang…”

Aku memejamkan kedua mataku,
menahan isakan yang nyaris keluar…

“Bukan fany yang aku inginkan
menjadi pendamping hidupku… bukan.. bukan dia.. tapi
kau Yoona… Semakin tinggal sedikit waktu
yang akan kita lewati
bersama….semakin aku merasa
galau dan kacau…
Aku tidak ingin
meninggalkanmu sendirian di sini, aku tak bisa membayangkan kelak kau menemukan penggantiku setelah aku pergi. Seorang itu yang akan menemanimu.. menggantikan posisiku. Persetan dengan keegoisan.. demi Tuhan aku tak rela membiarkan orang lain dekat denganmu. Aku
selalu ingin bersamamu Yoona…”

Aku menutup wajahku dengan
kedua tanganku, menahan dengan
segala rasa isakanku…
Tapi, air mata ini terus
mengalir tanpa seizinku…

“Mianhae.. Yoona… Aku mengacaukannya.. aku merusak
Persahabatan kita…
Aku mencintaimu dan aku
melamarmu sekarang… di sini…
Maukah kau menikah denganku?”

Sekarang, aku tidak dapat lagi
menahannya, aku menangis tersedu….
Memukul-mukul dadanya…

Mengapa semua jadi seperti ini?

Dia merengkuhku dalam
pelukannya dan aku terus
menangis menenggelamkan wajahku dalam dekapan hangatnya….
Tak tahu apa yang bisa aku katakan sekarang..
Saat dia terus menciumi puncak kepalaku..

Dan saat itu jam sudah menunjukkan pukul 7
malam. Senja telah tenggelam entah sejak kapan.
7 Juli  7pm.
7. 7. 7

*****

Busan 10  Oktober1985

Malam itu dia datang..
Siwon oppa berdiri di pagar rumahku
dengan tubuh basah kuyup di guyur hujan malam itu..

Dan aku menangis..
Menangisinya dari balik pagar rumahku…
Aku kehujanan…
ikut merasakan guyuran hujan yang membuat kami menggigil..
Aku ingin membukakan dia pintu pagarku..
Aku ingin menghangatkan tubuhnya dan tubuhku…
Aku ingin tapi tidak…
Aku tak bisa melakukan itu..

Setelah dihari sebelumnya Aku menemukan surat dari fany oenni, untuknya… ketika aku membantunya
packing barang-barangnya yang akan dia bawa pulang ke Seoul…

Siwon oppa….aku tak tahu apa
salahku…? Apa yang terjadi denganmu?
Kau berubah? Disaat hari pernikahan kita semakin
dekat, tapi kau justru
menjauh…menjauhiku…
Aku telah meyakini kau akan jadi milikku…
Aku tidak mungkin bisa melanjutkan
hidupku jika kau meninggalkan ku.. tidak aku tak bisa…
Kau satu-satunya pria
dalam hidupku..
Jangan tinggalkan aku oppa jebal…
Aku tidak bisa…. Aku akan mati tanpamu…

Aku tak sanggup lagi membaca
lanjutannya. Aku menyimpannya lagi ditumpukan buku-buku nya dan
menangis pulang…

Betapa banyaknya hati yang
terluka jika aku melanjutkan
hubungan ini…
Ini jelas menjadi terlarang untuk kami…

“Kenapa.. Yoona?” bisiknya parau menggigil
dalam keremangan malam dengan rintik hujan yang masih terus turun. Sama hal nya seperti airmataku…

“Aku tak bisa bersamamu oppa….aku
tidak bisa..”

“Aku memang salah yoong… Aku menyalahi fanny.. aku menyelingkuhi dia..
Tapi kau juga harus tahu. Aku tak bisa meredam rasaku padamu
Aku mencintaimu Yoona.. aku cinta padamu…”

“Aku tak ingin ada yang terluka oppa.. aku tidak mau ada yang
menangis ketika aku menikah…. Aku
tidak ingin ada hati yang tersakiti ketika aku merengkuh bahagia… Bahagiaku tidak pernah
akan sempurna jika wanita sebaik fany oenni tidak mau
melanjutkan hidupnya….”

“Tapi Aku sudah memilihmu, Yoona…”

“Aku tak ingin menjadi pilihan… pulanglah…
Pergilah oppa… selesaikan urusanmu
dengan fany oenni… Kalau kita ditakdirkan untuk bersama.. Tuhan pasti akan
mempertemukan kita kembali. Dan ketika saat itu tiba, kita sama-sama
sedang sendiri dan tak ada hati
yang terluka…”

Malam itu pun aku meninggalnya masuk kerumah..
Membiarnya berada dalam guyuran hujan yang kembali turun dengan keras..
Hingga kurasakan malam itu menjadi malam paling kelabu selama hidupku..
Malam yang kemudian berlalu dengan rasa
sakit yang luar biasa. Aku bahkan
nyaris tak sanggup menghadapi
malam-malam selanjutnya.

Ketika aku akhirnya memutuskan untuk tak mau lagi menemuinya.
Siwon oppa terluka…
Dan aku terluka
lebih parah….

Betapa luar biasa sakitnya membohongi diri
sendiri.
Aku mencintainya dengan segenap
jiwaku…
Aku mencintainya setinggi bintang dilangit…
Dan bintang di langit itu tak akan pernah bisa ku gapai…
Bahkan ketika langit runtuh sekalipun.. aku tetap tak bisa menggapai bintangku.. cintaku…

*****

Paras cantik dengan mata biru itu kembali mengeluarkan airmata. Hanna mendekap tas tangannya. Didalamnya tersimpan buku diary sang mommy..

Diary itu yang telah berkali ia baca dan selalu membuatnya meneteskan airmata bahkan ketika ia hanya mengingatnya….

Mommy nya mencintai seseorang di masa lalunya hingga mencapai separuh hidupnya.
Sang mommy telah membuat suatu ruang khusus dalam hatinya untuk seseorang.
Tidak pernah dia biarkan orang lain memasuki ruang itu.

Hanna menyeka airmatanya ketika bahunya disentuh oleh seseorang..

“Hanna?”

Seorang pria paruh baya menyapanya.
Senyumnya sungguh hangat.
Gurat-gurat ketampanan masih menggaris diwajahnya. Membuat
Hanna terpana memandangnya. Pria itu begitu tinggi sama seperti daddy nya.
Dan dia kembali bersuara ditengah keterpesonaan hanna…

“Setelah menerima email-mu aku langsung memutuskan untuk datang.. sebelumnya aku belum pernah mengunjungi jerman
…”

“paman Siwon sendirian? Tidak mengajak bibi fanny? ”

Siwon hanya tersenyum tipis, sedikit sedih sedih sepertinya….

”Kami sudah bercerai… dua puluh
tahun yang lalu…”

“dan anak paman?”

Siwon menggelengkan
kepalanya…

”Kami tidak punya
anak..”

“Oh…maafkan hanna paman.. hanna tidak tahu..”

”Tidak apa-apa…“

Siwon tersenyum dan bercerita,
bahwa dirinya disibukkan oleh urusan kantor. Mewarisi bisnis keluarga. Dan menyesalkan cita-cita nya menjadi seorang seniman harus dia kuburkan.

“Tahu kah kau hanna.. dulu aku dan mommy mu sangat menyukai musik.. kami bisa berjam-jam menghabiskan waktu untuk menciptakan lagu.. dia suka menulis lirik… tapi tidak mau menyanyikannya. Dan selalu memintaku menyanyikannya… Dia
perempuan yang sangat luar biasa…”

Matanya menerawang jauh, ada
sedikit kebahagiaan di sana, mungkin
saat kenangan indah bersama yoona berkelebat saat itu.

“Aku turut berduka cita tentang kematian daddy mu dalam kecelakaan..
Sungguh, aku baru tahu berita itu… saat membaca emailmu..”

“apakah paman membenci Mommy ku? Karna…”

Hanna mencoba bertanya dengan hati-hati…

“Tidak.. tidak pernah sedikit pun terbersit ada rasa seperti itu untuknya. Yang ada
hanyalah rasa sayang. Selalu
ada..sampai sekarang…”

Siwon masih melanjutkan..

“Aku melalui
hari-hari yang gelap setelah mommy mu menolakku. Aku tidak
sekuat dan setegar dia…
Dia sungguh luar biasa…
menekan egonya untuk kebahagiaan
orang lain….”

Siwon tampak mulai berkaca-kaca.. menerawang kekelaman masalalunya setelah yoona tak mau lagi bertemu dengannya..
Perasaannya hancur..
Hatinya remuk seremuk-remuknya..
Bahkan tak ada lagi kepingan-kepingan yang tersisa…

“Aku menikahi fany lima bulan setelahnya… dan mendengar berita, mommy mu dinikahi seorang warga asing dan pria itu adalah  daddy mu…
Aku tidak mengenalnya..yang aku tahu daddy mu adalah anak seorang diploma. Dan dia langsung membawa mommy mu kesini…Jerman, negara asalnya. Tapi meskipun begitu..meski aku jauh darinya, aku selalu memonitor
keadaannya. Namun, aku
menghindari kontak dengannya. Aku
takut rasa sayangku akan menguasai
kami lagi. Aku tahu daddy mu adalah pria baik yang kemudian membahagiakan nya.. aku tak ingin merusak kebahagiaannya.. dan pada akhirnya fany tahu, bahwa aku tidak pernah mencintainya
selama pernikahan kami… Dulu
mungkin iya..aku sempat mencintainya  dan itu sebelum
mommy mu hadir dan mengisi hati dan hari-hari ku”

Sesaat siwon menghela nafas nya berat..
Hanna tercenung mendengarnya..

“pernikahanku dan fany hanya bertahan dua tahun.. dan
setelah perceraian itu..
aku menutup hatiku dan tidak
lagi mencari tahu apa pun tentang mommy mu. Bukan karna rasaku hilang untuknya.. Aku hanya takut, aku tak bisa
menguasai diri dan akal sehatku kemudian menculiknya….”

Siwon tertawa kecil setelahnya…

“Paman…”

“hmm…”

”Tahukah paman.. jika Mommy ku selalu merayakan tanggal 7 juli  di setiap
tahunnya?”

Siwon terkesiap, kemudian menatap lama kearah mata biru hanna….

“7 juli itu..  tepat jam 7 malam..
ketika aku melamarnya…”

“Yaa… 7 juli pukul 7 malam… Mommy akan memainkan Love Story menggunakan biolanya…”

Hanna menatap sekilas biola yang diletakkannya diatas meja..
Itu biola yang biasa dimainkan mommy nya…

“apa yoona.. mommy mu…Dia…..melakukan itu setiap
tahun..?”

Hanna mengangguk dan ingin
mengatakan betapa hebatnya
Sang Mommy menjaga cintanya…

“Aku…juga melakukan hal yang
sama…disetiap 7 juli di jam 7 malam… dan
Love Story.. Aku selalu mengenang
saat itu dengan memetik senar gitarku sendirian…”

Sekarang, Hanna kembali dibuat terpana.
Ya Tuhan….
Tidakkah mereka..
Mommy nya dan seorang pria dihadapannya bagaikan jiwa yang terbelah…

Fakta itu memunculkan binar dimata siwon. Dia tersenyum dan meraih pergelangan tangan hanna…

“Ayo..
sekarang kita ke rumah sakit…aku
tak sabar ingin memeluknya,
menciumnya dan menikahinya…. setelah sekian lamanya aku menunggu…akhirnya aku bisa
mendapatkan belahan jiwaku… Aku terus teringat kata-katanya malam itu… ‘Kalau kita ditakdirkan bersama pasti Tuhan akan mempertemukan kita
kembali. Dan ketika itu tiba, kita
sama-sama sedang sendiri dan tidak
adai hati yang terluka’

Hanna menahankan tangannya…

”paman… apakah paman tidak membuka email yang hanna kirim setelah email pertamaku?”

Hanna mulai merasa matanya kembali berkaca-kaca saat
memandangi perubahan raut wajah siwon yang hanya
menatapnya, diam dalam kebisuan dan beku…

“Jangan, Hanna…jangan katakan apapun yang buruk tentangnya… demi Tuhan aku tidak bisa mendengarnya…”

Airmata hanna tertumpah dan ia langsung memeluk siwon…
Terisak disana…

“Mommy sudah pergi, paman… Dua hari yang lalu… mommy sudah pergi… meninggalkan hanna sendirian…”

Malam itu setelah memaksa pulang…
Yoona colaps ditengah malam, ketika hanna telah terlelap setelah menuliskan email yang ia kirim untuk siwon.. yang juga dilihat oleh yoona. Hanna terlambat menyadari dan yoona terlambat mendapatkan pertolongan…

Dan malam itu, dia menutup mata untuk selama-lama nya. Membawa mati cintanya terkubur bersamanya….

         ~~~~~~~FIN~~~~~~~

*

*

*

*

*

*

*

*

*

Huaaaaaa…
Jangan ada yang memelototi diriku ya… #galisumur

Well…
Aq pembenci sad story sebenarnya…banget-banget ga suka…
Tapi apa ini??
Ini ga masuk kedalam sad story kan??
Gak sampe ada yang nangis kan??
So masih aman lah bwt aq berkeliaran…hihihiii…
Ini tangan lagi khilaf kurasa…
Makanya bikin tulisan seperti ini… #plaakkk

Pernahkah baca cerita yang serupa seperti ini??
Karna jujur ini memang menyerupai cerpen yang pernah aku baca online atau punya temen atau dimana gitu…
Udah lama sih jadi rada lupa..
Tapi aq remake lagi dan tulis sendiri juga…

Okey…
Many many thanks bwt yang sudah meluangkan waktunya bwt baca.. #bow

98 thoughts on “FF | Love Story 7. 7. 7 | OS

  1. ђαϑϱђ (¬˛¬) sadis bener chingu,,, waaah trnyata walau terpisah jarak dan waktu tp mereka masih ttp saling mengingat…so sweet,,, true love never end…

  2. yakkk eonni…!!! jelas” ini sad ending, bner” gak rala kalau yoongie pergi duluan sebelum bertemu dg wonppa, hwaaaa😥 tanggung jawab eonn kenapa harus sad ending coba…

  3. Yaah.. kog sad ending. Aku pikir bakal happy end, ehh..trnyata??
    Aduh kasihan y Wonppa mau nemui Yoong eonni, ehh Yoong eonni nya udah meninggal. aku suka ff ini, mskipun gk suka ama endingnya. kkkk~🙂

  4. Apa yng gk nangis eonni??? ni air mata jatuh trus,,sbnar nya aq #sangat tdak ska ff sad end

    Kasian de wonppa mau nemuin dna nikahi yoona eonni ,, tpi yOona eonni udah pergi

  5. ya ampun sedih bgt,, knp diwaktu mereka udah sendiri” yoong eonni udah pergi…
    aku kira bapaknya hana itu siwon ternyata bukan,,huuuh sedih bgt…
    ditunggu ffmu yg laen eonn^^

  6. apaan ga sampai nangis..ini malah banjir airmata nih…hiks…
    Aku kira tadi daddy ny Hanna Siwon..ternyata bukan..dan malah lebih parah ny lagi..mereka bener2 ga di takdir kan bersama..aaaa..nyesek.huh..tapi keren ff ny sih..mewek2 tetep aku baca..:P
    Oh yah..mianhae telat baca…

  7. tumben banget kak july bikin ff sad. perbanyakin lagi ya kak, ff sad nya.. kkkkk~ #ditimpuknited okay, yang aku bingungin daddy nya hana sama yang jadi suami nya yoona siapa ya? hoho…

  8. Hampir menitikan air mata eh taunya ‘fin’ gajadi deh nangisnya.. Huh yaallah sungguh cerita yg menguras emosi.. Cinta sejati dibawa mati.. Oh (-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩) nyesek sebenernya knp ga happy end😦 tp its okeeeee. Ini udah bagus bgt bgt bgt..
    Yoonwon jjang!!

  9. *usapairmata sambil lapin ingus…

    DAEBAK!!! Aunty sini aq kecup *plak… Akhirnya, stelah mengemis2 minta dibikinin ff angst yg bikin mewek k s jumma n gk dikabulin(?), malah dirimu yg bikinin…

    Sukses bikin nangis dr pertengahan crita, agak kaget tba2 siwon muncul tanpa angin tanpa ujan tp krn email dr hanna o.O n yoonany udh pergi TT_TT….

    Makin ksini, aq menemukan ffmu makin bnyak kata2 puitis sbelumny kan lngsung tothepoint aja hehehe… ☺кёё semangat aunty!! Udh bnyk yg pd kangen ma drmu tuh… #hug

  10. Ahh jadi seperti itu akhir ceritanya. Aku pikir Yoona menikah dengan Siwon tetapi tidak apalagi saat aku mengetahui warna bola mata Hanna tidak sama dengan Siwon yaitu coklat. Dan itu diperkuat saat afda kata yang menuliskan “Yoona menikahi seorang pria berkebangsaan German”.

    Walau sad story tapi aku suka karena perjalanan cinta Yoona dan Siwon selalu ada bahkan sampai Yoona telah tiada cintanya untuk Siwon masih tersimpan rapih dilubuk hatinya.

  11. singkat iya.ringkes iya.feelnya iya.ush..bner2 ngena bgt ni ff di hati.y ampunn eonn kok bisa sih buat crita yg sdihnya kaya gini.tp gpp juga sih..ak suka semua genre..terima ap jdinya..yg jls ad cnta antra yoonwon..wkwk
    top deh ini.aku acungin jempoll (y) wlopun ga pnjng..tp kereeeennn abyyysss😀

  12. Kyaaaa oenni garela yoonwon ga bersatu, ternyata sad ending hiks tp ceritanyakeren bgt oenn dapet bgt sedihnya T_T

  13. SAd ending,,,kisAh yg bener2 menyedihkan…
    Tp untunglah Hanna menemukan cinta pertama eommanya walaupun mrka g b bersatu…
    YoonWon te2p setia satu sama lain meskipun mrka berpisah tp mrka te2p menyimpan&menjaga cinta mrka…

  14. sampai nangis bacanya sedih bnget,, cinta yg tak bisa memiliki karna akan menyakiti hati orang lain,dan yoona menjaga hatinya hanya untuk siwon sampai dia meninggal,,,, bener-bener cinta sejati……

  15. Huaaaaa….apanya yg nggak sad story?ini mah bikin sedih banget ampek banjir ni kamar aku gara2 nangis #lebay..please eon jngan buat sad story lagi😦 bikin romance ajja

  16. Huuuaaaa…..nyeseeekkkk….
    Sebenernya Ga rela yoonwon Ga sempet bersama menjalani hari2 penuh cinta
    Tp keren ceritanya mereka sama2 merayakan 7.7.7 seolah2 yoonwon bermain musik bersama seperti dulu saat mereka bersama
    Sekali lg daebak….

  17. Hua eounni kau bilang smpai gk ada yg mewek,trus gue apa dongk,jujur gue bnci cerita yg brakhir SAD,gk suka bnget,knapa eunni gk buat yoona sdikit egois saat itu,jngan cuman mikirin prasaan fany dan gk mikiri n p’rasaanya coba,bner2 tembok percintaan mreka tinggi bnget,dan gue pkir saat siwon datang kerumah sakit tembok cintanya akan peccah dngan k’hadiranya siwon,tapi tapi astaga yoona meninggal.gue gk habis pikir,kesakitan yg kedua kali,dan kasian sma hana dia di tnggal sndiri gk tau gimana gk enaknya jadi yatim piyatu,mudahan aja siwon ngadopsi hana#biar gue yg lanjutin khidupanNya hana hahha.ok fix‘Kalau kita ditakdirkan bersama pasti Tuhan akan mempertemukan kita
    kembali. Dan ketika itu tiba, kita
    sama-sama sedang sendiri dan tidak
    adai hati yang terluka’ ”gue bnci kata2 itu…karena brawal dari kata2 itu yg akhirnya yoonwon gk b’rsatu…di tnggu yg lain tapi harus happy ending.

  18. Huuufttt menghela nafas.. Bener2 cinta mreka gag ad yg menandinginya,, dn saling menjaga sampai maut memisahkn walo tdk pnh bersatu…

  19. Hikss yaampun pertama2 baca ceritanya ini udh tegang banget.. Kenapa yoona ninggal duluan hiksss siwonn yoonaaa huuaaa😥 yaampun ff ini ngiris2 banget dah bikin sesekk sumpah bacanya… Merekaaa huaa😥 bagus eonn:'(

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s