Fanfiction

》 HATE and LOVE 《 Chapter 3

#happy reading>>>

_

_

_

_

_

_

_

Yoona POV

Sudah seminggu lebih aku disini, aku
mulai terbiasa dengan lingkungan
disekitar ku.
Tidak seperti di Jinan
memang yang kebanyakan orang-orang nya lebih
ramah dengan tetangga sekitar. karena
aku tinggal di apartmen juga mungkin,
hingga tak banyak interaksi yang bisa
kulakukan.
Hanya Sunny dan suaminya,
dua orang yang biasa menyapaku dan
juga siwon oppa.
Aku juga baru tahu
ternyata Sunny lebih tua satu tahun dariku.
sifat dan tingkahnya yang ceria
membuatku tak menyadari itu, dan ku
putuskan memanggil nya oenni,
walaupun dia sedikit keberatan karena
menurutnya itu akan membuatku
menjadi sungkan terhadapnya. tapi
tidak demikian maksudku, aku justru
ingin lebih dekat dan menganggapnya
seperti oenni ku sendiri sama seperti
Sica oenni dan Yuri oenni.

ahh…aku
sungguh merindukan keluargaku…

Pekerjaan ku pun tak mengalami
kendala berarti, justru disini aku bisa
lebih santai jauh lebih baik daripada di
Jinan saat itu.
Tak ada hal yang perlu aku khawatirkan,
terlebih Siwon oppa juga sangat
memperhatikan ku.
Dia pria paling baik
yang pernah aku kenal saat ini dan aku
baru menyadari itu__

Malam ini aku pulang lebih dulu, karna
siwon oppa tak bisa menjemputku.
sedang ada pekerjaan lebih yang
memaksanya untuk lebih lama berada
di kantor itu yang dia katakan padaku.

Setelah mengistirahatkan tubuh ku
sejenak, aku bergegas ke dapur untuk
menyiapkan makan malam. kuambil
celemek dan memakainya, kuikat
rambut ku yang tadi kubiarkan tergerai dan
siap memulai aktifitas ku.
Kemudian membuka
kulkas untuk mengambil beberapa
bahan makanan.

Author POV

Yoona sibuk menyiapkan makan malam
nya, sesekali ia melirik jam di dinding
berharap siwon tak pulang lebih dulu
sebelum ia menyelesaikan semuanya.
Perhatian nya teralihkan ketika
mendengar bel apartemen nya berbunyi.

“annyeong Yoona..”

“Oenni..masuklah..”

Yoona mempersilahkan sunny untuk
masuk kedalam.

“apa yang sedang kau lakukan?”

“aku sedang menyiapkan makan
malam..”

“ada yang bisa aku bantu?”

“anio oenni.. ini sudah hampir selesai
tinggal menunggu sup nya matang..”

Senyum yoona mencegah sunny yang
berniat membantunya.
Karna yoona
melarangnya, sunny pun hanya duduk di
kursi meja makan memperhatikan sambil mengobrol
dengan yoona yang sedang mencuci
peralatan memasaknya.

“apa sungmin oppa belum pulang?”

“dia bilang sebentar lagi, tapi dari tadi
aku menunggunya sampai bosan..”

“oenni kenapa tak kemari dari tadi aku
sudah pulang..”

“aku tak tahu jika kau ternyata sudah dirumah..”

Yoona beralih mematikan kompor,
mencicipi sup yang telah matang
kemudian menata semua makanan
diatas meja.
Sunny tersenyum sendiri
melihat nya..

“kapan kalian menikah? Kulihat kau
justru lebih siap menjadi istri daripada
aku..”

Seketika ucapan sunny yang mengejutkan
bagi yoona, membuatnya salah tingkah
untuk menjawabnya..

“oenni…kami belum merencanakan
sejauh itu”

“aigoo…apa masalahnya..? apa yang terjadi sebenarnya
diantara kalian? Bukankah lebih baik
menikah saja, lagi pula kalian sudah
tinggal bersama, menikah akan
membuat kalian berdua lebih bebas
melakukan apapun berdua..”
Senyum sunny terus menggoda yoona.

“oenni…jangan membahas hal itu
sekarang”

Yoona menjadi tak tahu apa yang harus ia
katakan.
Sunny beranjak dari duduknya saat
merasa kan getaran ponsel di saku
celananya.

“yoboseyo…oh ne…ne oppa,aku
bersama yoona…ne aku keluar
sekarang”

Sunny kemudian menutup ponselnya.

“sungmin oppa sudah pulang, aku
pulang ne…selamat menikmati makan
malam kalian..”

Sunny kembali melempar senyum pada
yoona kemudian berjalan keluar
meninggal kan yoona kembali sendirian
di dalam apartmen___

Setelah sunny meninggalkan nya,
yoona yang sudah selesai memasak
melepaskan celemeknya. Ternyata
siwon belum juga pulang, hal itu memberinya waktu lebih.
Ia pun
beranjak dari dapur menuju kamarnya, mengambil handuk. sebelum siwon
pulang ia memutuskan untuk mandi
terlebih dulu___

>>>

Memasuki apartmen nya yang terlihat
sepi, membuat siwon mengarahkan
tatapan matanya keseluruh ruangan
apartmen nya.
Ia tak melihat yoona
dimana pun.

“yoona kau dimana?”

Siwon melepas sepatu hitam nya,
kemudian menggantinya sendal rumah yang telah berada tepat di samping
tempatnya kini berdiri.

Siwon semakin melangkah masuk
kedalam, meletak kan tas kerjanya
diatas sofa dan beralih kedapur. ia
mengambil air mineral dari dalam
kulkas dan menyadari sudah tertapa
rapi beberapa piring makanan diatas
meja.

“apa yoona pergi setelah menyiapkan
ini?”

Siwon meneguk kembali air mineralnya
dan matanya tiba-tiba menangkap sosok
yoona yang baru keluar dari kamar mandi.

Ternyata dugaan nya salah yoona bukan
pergi keluar melainkan mandi.

“Oh.. ku kira kau pergi keluar yoon..?”

“oppa…kau sudah pulang”

“ne…”

Hanya jawaban singkat yang kemudian Siwon berikan.
Dia terus memperhatikan gadis cantik
dengan rambutnya yang basah berada tak
jauh darinya.
Yoona yang menyadari siwon sedang
menatapnya juga hanya terdiam.Dan
untuk beberapa saat tatapan matanya
bertemu pandang dengan siwon, membuat yoona
menjadi kikuk setelah menyadari saat
ini ia hanya mengenakan handuk untuk
menutupi tubuhnya.

“oppa…mianhae aku ke kamar dulu”

“tunggu sebentar yoong…”

Siwon menghentikan langkah yoona yang
berniat masuk ke kamarnya, dan meletakkan
botol airminum nya diatas meja.

“waeyo…oppa?”

tanya yoona dengan sedikit berdebar
dan mengeratkan handuk untuk
menutupi tubuhnya, entah mengapa
tiba-tiba ada pikiran buruk yang merasuki
otaknya.

Jangan sampai terjadi tindakan tak senonoh terhadapnya…

“ahh…aniyo…aku hanya ingin bilang,
tunggu aku mandi sebentar, setelah itu
kita makan bersama..”

ucap siwon tersenyum sambil
menunjuk makanan yang sudah tertata rapi
diatas meja.

“Kau menyiapkan semua itu untuk kita kan?”

Bukan lagi kau dan aku..
Tapi siwon menhadi lebih suka menyebutnya dengan ‘kita’

“Owhh.. baiklah aku akan menunggu oppa..”

yoona tersenyum mengiyakan ucapan
siwon dan segera melangkah masuk
ke dalam kamarnya.

Sepintas siwon tersenyum
simpul,entahlah karna apa ia sendiri
bingung, segera ia masuk kekamarnya
mengambil handuk dan bergegas
menyegarkan tubuhnya di kamar mandi.

>>>

Sambil menunggu siwon mandi, yoona
yang sudah keluar dari kamar
mengenakan pakaian tidurnya berjalan
kearah dapur, ia memanaskan lagi sup
yang sepertinya sudah dingin, ia juga
menuangkan air putih ke dalam gelas
yang tadi sudah ia siapkan.

Sepuluh menit menunggu.. siwon akhirnya keluar dari
kamar mandi.
Mengenakan celana
training panjang dan kaos sebagai
atasan, ia menghampiri yoona dan
duduk di kursi meja makan tepat dihadapan yoona duduk saat ini.

“selamat makan oppa…”

“ne…kau juga.. selamat makan”

Selebihnya tak ada lagi perbincangan
diantara keduanya, yang terdengar hanya
suara sendok dan garpu yang mulai
beradu diatas piring keduanya.

Yoona merasa enggan untuk memulai
pembicaraan, sementara siwon juga
hanya diam menikmati makan malam
nya. walaupun sesekali ia mencuri
pandang kearah yoona yang duduk di
depan nya, yoona tak menyadari hal itu
karna ia terus menunduk kan wajahnya,
merasa malu dengan kejadian tadi. Bukan karna apa, tapi lebih karna baru pertama kali ada seorang namja
yang melihatnya hanya berbalut handuk
seperti tadi.

“aku sudah selesai..”

yoona memecah keheningan diantara
dirinya dan siwon, ia kemudian berdiri
untuk membawa piring dan mangkuk
sup nya untuk dibersihkan.

“biar aku yang melakukan nya kau pasti
lelah, istirahatlah..”

pinta siwon, ia juga membawa
piringnya ketempat cuci piring.

“aniyo…oppa,aku bisa melakukan nya,
oppa namja jadi tak pantas melakukan
nya”

“tapi aku bisa yoong, biar aku saja”
paksa siwon..

“ani…oppa.. sudah sana menjauh dari
dapurku..”

Yoona tersenyum mendorong tubuh
siwon, memintanya untuk menjauh.
siwon pun ikut tersenyum mendengar yoona menyebut ‘dapurku’ seolah dia lah pemiliknya.

Ya..
Jelas siwon akan rela membiarkan gadis itu memiliki dapurnya. Bukan sekedar itu rasanya ia akan merelakan apapun untuk yoona jika memang dia menginginkannya.

Menurut dengan apa yang yoona katakan, siwon lantas mengambil
remote tv kemudian menyalakan nya
dan duduk disofa, menyaksikan acara
tv yang disuguhkan.

Yoona pun kembali
kedapur, merapikan meja makan dan
mencuci peralatan makan yang tadi
mereka gunakan.
Setelah menyelesaikan semuanya
yoona menghampiri siwon yang terlihat
serius menyaksikan acara tv dihadapan
nya.

“oppa…aku tidur duluan ne..”

“Owh…ne, tidurlah..”

“selamat malam oppa..”

“selamat malam, semoga tidurmu
nenyak yoon..”

Siwon tersenyum menanggapi yoona yang
kemudian masuk kekamar nya. Namun tiba-tiba
tatapan mata siwon berubah, ia sedikit
menarik nafasnya.

‘kapan kau bisa membuka lagi hatimu
yoong’

batin nya seraya menyandarkan
tubuhnya pada sandaran sofa.

>>>

Jam di atas meja yang berada dikamar nya
sudah menunjuk kan pukul satu dini hari,
namun sedari tadi yoona tak juga bisa
memejamkan matanya.
Gelisah, ia hanya
berguling kesana kemari diatas tempat
tidur nya..

“aigoo…ada apa dengan mu Im Yoona..?”

Tanyanya pada dirinya sendiri yqng lantas mengubah posisi tidurnya, ia beralih
duduk diatas tempat tidurnya,
memegang dadanya yang terus saja
berdebar tak menentu, ini sangat tak
biasa untuknya…

“ada apa denganku?”

tanyanya sekali lagi pada dirinya sendiri.
Ia begitu
frustasi karna tak menemukan jawaban saat ini.
Disingkapnya selimut
yang tadi menutupi tubuhnya, kemudian perlahan
turun dari tempat tidur.
Tak ada yang
benar-benar ingin ia lakukan, ia hanya
mondar mandir tak jelas didalam
kamar.

“ahh…tenggorokan ku jadi kering
sekarang..”

ia akhirnya membuka pintu kamarnya berniat
untuk mengambil minum dan menyegarkan tenggorokannya yang kering, namun belum
sampai ia mencapai dapur yang dituju, langkahnya
terhenti saat melihat tv yang masih menyala,
dan siwon yang terbaring tidur diatas sofa.

diraihnya remote dari atas meja
kemudian mematikan tv dan lantas
mendekat ke sofa tempat siwon tertidur.

“oppa…oppa disini terlalu dingin
pindahlah kekamar..”

Yoona mencoba membangunkan siwon
namun tak ada respon darinya. siwon
tetap tertidur..
Hingga akhirnya ia memutuskan
masuk kekamar siwon untuk
mengambil selimut kemudian
Yoona memasangkan selimut tebal itu
untuk menutupi tubuh siwon yang
meringkuk diatas sofa.

Ketika baru dua
langkah ia menjauh, sebuah tangan kini
menarik lengan nya dan menghentikan
langkahnya.
Siwon yang melakukan itu kemudian
bangun dari tidurnya.
Dengan cepat ia kemudian
memeluk yoona dari belakang.
mendekapnya erat seperti enggan
melepaskan nya.

“bisakah kau membuka sedikit pintu
hatimu untuk ku, biarkan aku masuk
yoong…beri aku kesempatan untuk
bisa mengisi hatimu dengan cintaku,
sampai kapan kita akan seperti ini..?”

Yoona terdiam terkejut mendengarnya,
sedangkan siwon semakin erat
memeluk nya.

“bukalah hatimu untuk ku yoon..”

Siwon kembali mengulangi
kalimatnya,entah sadar atau tidak ia
juga semakin erat memeluk tubuh
yoona.
Matanya menyiratkan begitu
banyak harapan untuk bisa
mendapatkan sedikit saja cinta dari
yoona, bukan bermaksud ingin
dikasihani Siwon hanya sedang
mengungkapkan kegundahan nya yang
entah darimana asalnya keberanian itu tiba-tiba ia
dapatkan.

Yoona masih terdiam mematung,
ucapan siwon sungguh tak pernah
diduga nya, lidahnya tercekat, kelu
walau hanya untuk mengatakan sebuah
kata ‘iya’ atau ‘tidak’ untuk permintaan
siwon.

perlahan jari lentik dari tangannya yang
gemetar berusaha untuk melepaskan linkaran
kuat lengan siwon di pinggangnya.
kepalanya mulai menggeleng dan
sudah tampak buliran airmata yang siap
meluncur dari sudut kedua matanya.

“mianhae…mianhae oppa..”

Yoona benar benar melepaskan pelukan
siwon dari tubuhnya, ia berlari masuk
kekamar nya meninggalkan siwon yang
terdiam mematung seolah baru
tersadar dari mimpinya.

‘tidak ini bukan
mimpi,ia memang sudah berniat
melakukan nya,dan malam ini
walaupun bukan saat yang tepat tapi
nyatanya ia telah mengungkapkan nya’

berkali-kaki siwon mengatakan itu pada
hati kecilnya sebelum akhirnya
terduduk di sofa dengan menelungkupkan
wajah pada kedua tangan nya.

“mianhae yoong,bukan maksudku untuk
memaksamu.. maafkan aku. .”

>>>

Yoona menutup rapat pintu kamarnya,
kakinya terasa lemas bahkan untuk
sekedar membawa tubuhnya naik
keatas tempat tidur, ia menjatuhkan
tubuhnya dibelakang pintu, menekuk
kedua lututnya dan terisak sesudahnya.

sebelah tangan nya memegang
dadanya yang terasa sesak saat ini entah
karena apa tapi itulah yang sedang ia
rasakan, dan tangan kanan nya ia
gunakan untuk menutup mulutnya.
menghalau isakan tangisnya agar
siwon tak mendengar suaranya.

lantai kamar yang dingin semakin menusuk
hatinya membuat airmata itu kini
semakin bebas membanjiri wajahnya.

Pria itu jelas sedang meminta kepastian darinya…

Oh Tuhan…
Yoona merasakan perasaan bersalah yang muncul dari dalam dirinya…

Yoona POV

Tuhan…
apa yang sedang aku rasakan..
mengapa hatiku menjadi sakit setelah
mengetahui perasaan nya..

kenapa aku
bisa begitu tega menyakitinya..
membiarkan nya dalam ketidak pastian
dengan status kami..
Apa yabg harus aku
lakukan Tuhan..

Aku bahkan tak mengerti dengan
perasaan hatiku..
bagaimana bisa aku
mengatakan membuka pintu hatiku
untuk nya..

Oh Tuhan ku…
Kumohon katakan pada Siwon
oppa aku tak bermaksud
mempermainkan perasaan nya.. aku hanya tak siap memulai bermain
dengan perasaan cinta yang sudah
melukai begitu dalam hatiku..

“mianhae oppa…mianhae, aku tak
pantas untuk mu, bukan aku yeoja yang
seharusnya mendapatkan cintamu”

>>>

Author POV

Siwon terbangun dari tidurnya saat
suara dering ponsel menggema di
apartment nya.
Etah baru beberapa lama
yang lalu ia akhirnya bisa memejamkan
matanya.
Meregangkan otot-otot nya
adalah hal pertama yang ia lakukan.

masih berada disofa itulah saat ini yang
disadari nya.
sebuah panggilan yang masuk ke
ponselnya membuatnya teringat, ada
rapat di kantor pagi ini dan bisa di
pastikan ia sudah telat sekarang.

Siwon segera bangkit dari tidurnya
mengedarkan pandangan matanya
keseluruh penjuru aparment nya yang
sepi, tak ada tanda-tanda keberadaan yoona
saat itu.

siwon berjalan kedapur dan mendapati
sudah ada sarapan yang tertata diatas
meja, secangkir espresso yang sudah
mulai dingin menandakan sudah cukup
lama semua itu tersiap disana.

Siapa lagi jika bukan yoona yang sengaja
menyiapkan untuk nya.
Tapi dimana dia sekarang??

“apa kau marah padaku karna semalam
yoong?”

Siwon meraih cangkir dari atas meja
dan tersenyum miris, menyadari
sikapnya semalam yabg mungkin
membuat yoona marah dan merasa
enggan walau hanya sekedar untuk
membangunkan nya dan berangkat
kerja bersama seperti yang biasa mereka
lakukan.

>>>

Sepanjang hari itu siwon tak bisa
berkonsentrasi pada pekerjaan nya,
pikiran nya sedari tadi terpecah.
berandai-andau dengan apa yang sedang
dipikirkan yoona saat ini.

Tak ingin dibuat kacau apalagi frustasi
dengan pemikiran nya sendiri, siwon pun
memutuskan meninggalkan ruangan
nya dan segera keluar dari kantornya.

“kita perlu bicara yoong..” ___

Di waktu yang sama namun ditempat yang
berbeda… tak jauh bahkan hampir sama
dengan apa yang dialami Siwon, yoona
hanya membolak balik beberapa map
yang sedari tadi setia menumpuk diatas
meja kerjanya.
Seharusnya tak ada
masalah mengingat ia sudah terbiasa
mengerjakan nya, tapi hari ini ia merasa
bodoh karna tak juga bisa memahami
isi map yang berulang kali sudah ia baca.
kesimpulan nya saat ini.. ia tak sedang
cukup konsentrasi untuk bekerja.

Ternyata keputusannya untuk menghindari siwon adalah salah…

“jika sajangnim mencariku katakan aku
keluar sebentar..”

pamitnya pada seorang rekan kerja yang
berada di samping meja kerjanya.

tanpa menjelaskan lebih lanjut, segera
diambilnya tas dan sweater nya.
kemudian melangkah dengan cepat
menuju pintu keluar untuk
meninggalkan kantor nya.

>>>

Seunggi meremas sebuah kertas kecil
di tangan nya, setelah beberapa kali
memaksa juga mengancam fanny. akhirnya ia dapatkan
juga alamat kantor dimana yoona
bekerja sekarang.

“tunggu aku yoong…aku pasti akan
menemukan mu”

>>>

Karena pikiran nya yang terus diliputi
oleh ucapan siwon, yoona memutuskan
untuk menemui siwon dikantornya.
namun sayang setelah bertanya kepada
seorang receptionist yang berada di
lobby, ia tahu siwon sedang tak berada
di kantor saat itu.

Sama hal nya dengan yoona,siwon kini
juga melangkah lesu keluar dari
gedung perkantoran dimana tempat
yoona bekerja. Karna tak menemukan
yoona disana ia pun memutuskan
pulang saja ke apartemen nya.

percuma ia
kembali ke kantor dengan pikiran nya
yang sudah tak fokus dengan pekerjaan.

>>>

Yoona POV

Hari ini aku kembali pulang seorang
diri, Siwon oppa tak menjemput ku atau
sekedar menelpon ku.
apa dia marah
karna sikap ku?

Wajar memang kalau siwon marah,aku
memang salah tak memberinya
kepastian atas perasaan ku?

Ku tekan beberapa digit angka sebagai
kode agar pintu terbuka, ku langkahkan
kaki ku masuk dan melihat sepasang
sepatu siwon sudah ada disana.

dia sudah pulang..?

Ku pakai sendal rumah ku dan
melangkah lebih dalam, dapat kulihat
siwon yang sedang sibuk di dapur.

apa yang sedang dia lakukan?

Dia memasak?

“kau sudah pulang..?”

sapanya saat melihat ku berdiri
mematung memperhatikan nya.

“ne…”

jawab ku kikuk..
aku tak menemukan
kata lain dari ribuan kosa kata dalam
otak ku, dan ia menanggapi dengan
senyum nya.

“mandilah terlebih dulu.. aku
menyiapkan makan malam untuk kita..”

pintanya padaku tapi aku tak langsung
menurutinya, dan justru kaki ku refleks
mendekat menghampirinya.

“oppa…ini tugasku, aku yang biasa
melakukan nya”

kucoba menghentikan aktifitasnya,
namun dengan lembut ia menolak
tawaran ku.

“Tak ada tugas apa untuk siapa yoong.. sudahlah.. aku bisa melakukan
nya, ini hanya menghangatkan saja
bukan aku yang memasaknya, aku
membelinya tadi.. jadi kau mandi saja..”

seolah tak bisa menolak apa yang
dikatakan nya, aku pun menurut
mengikuti ucapan nya.

>>>

Author POV

Suara sendok dan garpu yang beradu kini
yang bisa terdengan, keduanya sama
sama terdiam menikmati menu makan
malam kali ini.
bukan tanpa alasan
atmosfir ini ya g tercipta karna
kecanggungan untuk memulai
pembicaraan yang membuat keadaan jadi
lebih atau justru semakin canggung.
padahal sebelum malam itu keduanya
sudah lumayan nyaman terutama
yoona, ia mulai banyak bercerita pada
siwon mulai dari masalah
kerja atau kerinduaan nya pada
keluarganya di Jinan.
tapi saat ini
keduanya justru terlihat seperti dua
orang yang baru saling mengenal.

“aku sudah selesai oppa..”

ucap yoona memecang hening antara
dirinya dan siwon.

“ne…aku juga”

jawab siwon beralih mengambil gelas
berisi air putih dan segera meneguk
nya.

Yoona pun membereskan meja makan
seperti yang biasa ia lakukan, siwon
masih duduk di meja makan dan terus
memperhatikan nya yang sedang mencuci
piring piring kotornya.

“aku tidur duluan oppa..”

Yoona berniat masuk kekamar setelah
menyelesaikan semuanya, namun
siwon menahan lengan nya.

“maafkan sikapku malam itu.. aku tak
bermaksud memaksamu..”

Siwon menatap kedua manik mata
yoona, ada penyesalan yang terpancar dari
sorot matanya, karna sikapnya lah yang
justru membuat yoona berubah dan
seakan perlahan menjauhinya.

“mianhae oppa…ku mohon beri aku
waktu..”

Yoona mengerti arah pembicaraan
siwon walau pria di hadapan nya sama
sekali tak menyinggung masalah
permintaan nya agar yoona membuka
hati untuk nya.

“beri aku waktu oppa..”

“ne…aku mengerti, tapi kumohon
jangan membuat ku menunggu terlalu
lama.. kau sudah tahu bagaimana perasaanku padamu..”

Yoona hanya mengangguk dan
menyingkirkan tangan siwon yang
menahan lengan nya.

“aku permisi oppa..”

Siwon diam dan kembali mendudukkan
tubuhnya, ia sudah merasa sangat mencintai Yoona yang
masih betah menutup hati untuk
seorang sepertinya.

bersabar…
hanya itu
yang kemudian bisa dilakukan nya karna ia pun tak
akan mau memaksakan perasaan nya
agar yoona membalasnya____

>>>

Di depan sebuah gedung perkantoran
yang ia yakini alamat yang benar seperti yang
ada dalam catatan kecil yang tertulis di
genggaman tangan nya, Seunggi
mencoba mengedarkan pandangan nya,
mencari sosok yang ia cari dan cukup ia
rindukan, Yoona tentu saja  yang
sedang dicarinya.

matanya intens memperhatikan
siapapun yang melintas dan terlihat masuk ke dalam
gedung itu.

dan seketika tatapan
matanya terfokus untuk memperjelas
sosok yeoja yang baru keluar dari sebuah
mobil..
dialah Yoona sosok yang dicarinya..

“gomawo oppa..”

ucap yoona saat siwon membuka pintu
mobil untuknya.

“masuklah, nanti pulang kerja aku akan
menjemput mu”

Siwon kembali masuk dan segera
melajukan mobilnya, yoona pun
melambaikan tangan nya dan segera
melangkah masuk ke dalam kantornya.

“jadi pria itu yang membuatmu
meninggalkan ku yoong…?”

Seunggi begitu menatap tak suka apa
yang baru dilihatnya.

“orang bilang cinta perlu pengorbanan
dan terkadang kita harus berkorban
karna cinta tak harus memiliki, tapi
bagiku tidak seperti itu, Cintaku dan
pengorbananku yang akan membawaku
untuk memilikimu”

Seunggi tersenyum licik mengucapkan
kalimatnya, segera ia mengikuti yoona
dan membuatnya terkejut dengan
menarik tangan nya.

“senang bertemu dengan mu Yoong”

“Seunggi oppa kau…”

Yoona masih tak percaya jika namja yang
telah menorehkan luka di hatinya kini
sedang berada di hadapan nya.

“Apa yg kau
lakukan disini..?”

“Tentu saja untuk menemuimu…aku merindukan mu yoong”

Seunggi berusaha menarik yoona
kedalam pelukan nya, namun yoona
segera memundurkan tubuhnya
menolak perlakuan seunggi padanya.

“mianhae…aku harus bekerja”

“tunggu yoong..!”

ditariknya pergelangan tangan yoona
ketika dia hendak berjalan
meninggalkan nya.

“apa yang kau lakukan? Lepaskan aku…!”

tatapan tajam dari kedua mata yoona
kini mengarah pada seunggi.

“lepas atau aku akan berteriak..”

ancam yoona yang dengan cepat
menghempaskan tangan seunggi dari
pergelangan tangan nya.
Segera ia
melangkah menjauh darinya.

“jadi karna pria bernama Siwon itu kau
berubah? Demi siwon kau
meninggalkan ku..”

Suara seunggi yang cukup keras tentu
saja dapat dengan jelas di dengar oleh
yoona, sesaat ia menghentikan
langkahnya, ingin rasanya ia berbalik
dan menampar pria itu, bisa bisa nya
dia menyalahkan siwon sedangkan
dengan jelas ia sendiri tahu penyebab
utama yoona meninggalkan nya.

namun
yoona urung melakukan nya dan
kembali melangkahkan kakinya ia tak
mau membuat keributan ditempatnya
bekerja terlebih menjadikan dirinya
sendiri tontonan gratis rekan-rekan kerjanya,
jika sampai ia dan seunggi benar-benar ribut
ditempat ini, itu yang yoona coba hindari.
Ia sudah sangat mengerti bagaimana watak seunggi selama ini.

>>>

kurang lebih sudah sepuluh menit siwon
berada dalam mobilnya yang terparkir
didepan gedung perkantoran dimana
yoona bekerja.
Seperti janjinya, ia akan
menjemput yoona saat pulang kerja hal
yang sudah biasa dilakukan nya.

Tak juga mendapati yoona keluar dari
gedung kantornya membuat siwon
merogoh saku celananya mengambil
ponsel untuk menghubungi yoona.
namun belum sampai ia menjalankan
niatnya, matanya lebih dulu menangkap
sosok yoona berjalan keluar dari
kantornya, seulas senyum seketika
terlihat dari wajahnya, ia segera
membuka pintu mobilnya berniat keluar
menghampiri yoona, namun belum juga
ia keluar dari dalam mobilnya tatapan
matanya melihat seorang namja yang
lebih dulu menghampiri yoona.

Pria itu??

Siwon
cukup terkejut karna namja itu diyakini
nya  sebagai Seunggi, pria yang pernah
dikenalkan yoona padanya saat menghadiri
pernikahan yesung dan yuri.

Dialah pria
yang kini berstatus mantan kekasih yoona. Tapi siwon meyakini masihlah tersimpan perasaan yoona untuknya.
Itulah mengapa hingga sampai detik ini yoona tak jua bisa memberi ruang dihatinya untuk seorang seperti dirinya.

Siwon hanya bisa menatap diam
keduanya dari dalam mobil tanpa bisa
mengetahui apa yang sedang mereka
bicarakan sekarang.

“yoong kau sudah pulang?”

“oppa kau masih disini?”

“tentu saja, jauh jauh aku datang dari
Jinan karna merindukan mu, jadi mana
mungkin aku pergi tanpamu..”

perlahan seunggi meraih tangan yoona
kemudian menggenggam nya.

“kembalilah padaku yoong”

“oppa…”

“ne…aku tahu aku yang salah,aku minta
maaf… aku menyesal melakukan itu, kau
tak perlu khawatir aku dan fanny sudah
tak berhubungan lagi, jebalyo..
kembalilah padaku..”

Yoona terdiam mendengar penuturan
seunggi, tak percaya tentu saja dengan
apa yang seunggi katakan.
Penghianatan bukan sesuatu yang mudah untuk di maafkan..

“kumohon beri aku kesempatan”

tanpa menunggu ijin dari yoona seunggi
langsung memeluknya, yoona yang
terkejut berusaha melepaskan pelukan
itu namun apadaya tenaganya tak
cukup bisa melepaskan pelukan
seunggi ditubuhnya.

Dari dalam mobilnya siwon hanya bisa
menatap nanar apa yang sedang
ditangkap oleh matanya.
hatinya memang merasakan sakit tapi tak ada
yang bisa dilakukan nya.
Dia memang
berstatus tunangan yoona.. tapi ia sadar,
ia bukanlah pemilik hati yoona dan
bukan dirinya lah yang yoona inginkan.

dengan berat hati ia menyalakan mesin
mobilnya, melaju pergi dari gedung
perkantoran itu dan teruma untuk
meninggalkan semua yang dilihatnya
sebelum hatinya bertambah sakit dan terluka.

>>>

“mianhae oppa aku harus pulang..”

ucap yoona akhirnya setelah seunggi
melepaskan pelukan nya.

“biarkan aku mengantarmu..”

“aniya…aku bisa pulang sendiri”

“sudahlah…kajja..”

seunggi menarik yoona agar
mengikutinya dan segera menghentikan
taksi untuk mereka.
Sepanjang perjalanan itu seunggi terus menggenggam tangan yoona, tak perduli gadis itu melakukan penolakan dan terkesan risih dengan perlakuaannya.

“gomawo sudah mengantarku..”

ucap yoona berbasa-basi saat keduanya tiba di
pelataran gedung apartmen yang
ditunjukan yoona sebagai tempat tinggalnya.

“yoong…”

“ne…waeyo?”

“kau bisa menerimaku lagi kan?”

tanya seunggi kembali menggenggamkan
tangannya dengan tangan yoona.

“mianhae oppa…aku tak bisa, aku
sudah bertunangan dan ini yang sedari
tadi ingin aku tegaskan padamu”

“tunangan? Kau jangan bohong
padaku?”

“aku sudah bertunangan dengan Siwon
oppa”

yoona lantas menunjukkan cincin yang
melingkar dijari manisnya sebagai pembuktian kata-katanya.

“aku pun sekarang tinggal bersamanya..”

yoona sepertinya sengaja mempertegas
semuanya agar seunggi tak lagi
mendekatinya.
namun mendengar
ucapan yoona tentang pertunangan dan
tinggal bersama membuat seunggi
murka, segera ia menarik paksa yoona
agar kembali masuk kedalam taksi yang
tadi mengantar mereka.

“oppa…aku mau pulang,lepaskan aku..!”

“kau harus ikut bersamaku yoong, aku
takkan membiarkan mu kembali
padanya..!”

“oppa…!”

“Jalankan mobilnya… Cepat!!”

>>>

“bukankah itu yoona?”

“ne…sepertinya iya..”

“oppa kenapa namja itu
menariknya…oppa cepat keluar..!”

sunny melepas seatbelt dan segera
keluar dari mobil bersama sungmin.

“YOONA.. YOONA…!!”

“palli… beritahu Siwon oppa…”

Tak berhasil mencegah yoona karna
taksi yang membawa yoona bersama
seorang namja yang tak sunny maupun
sungmin kenal telah lebih dulu meninggalkan
pelataran apartemen tempatnya berada.

sunny langsung mengambil ponselnya dan
berusaha menghubungi siwon.

“ottokhae oppa…siwon oppa tak
menjawab ponselnya”

keluh sunny pada sungmin dan kembali
menekan kontak atas nama siwon
berharap kali ini siwon menjawab nya.

“kita naik dulu keatas mungkin siwon
sudah pulang”

usul sungmin menggandeng lengan
sunny untuk memasuki apartmen.

“oppa…oppa..!! Siwon oppa..”

di depan pintu apartmen siwon sunny
berkali kali memencet bel juga
mengetuk-ngetuk bahkan sampai menggedor pintunya.
Tapi nihil…
bahkan sampai detik ini tak ada tanda-tanda siwon
berada didalam nya.

Sungmin pun hanya mondar mandir
menunggu sunny yang nampak cemas bila
dilihat dari raut wajahnya.

“oppa otthokae…yoona bagaimana
dengan nya??”

“tenanglah…mungkin ini tak seperti yang
kita lihat, namja itu bisa saja teman
yoona..”

asumsi sungmin yang berusaha
menenangkan istrinya.

“tapi tadi namja itu menarik paksa
yoona…oppa juga lihat kan? Tak
mungkin seorang teman melakukan hal
itu, aishh…kemana kau choi siwon? Apa
kau tak merasa tunangan mu dalam
masalah..”

“kita tunggu saja siwon pulang..”

Sunny menggigit kecil bibir bawahnya
untuk mengurangi rasa cemasnya, tak
ada lagi yang bisa ia lakukan selain
menunggu siwon datang.

>>>

Di depan sebuah motel yang masih berada
dikawasan Seoul, sebuah taksi
menghentikan lajunya.
Seunggi turun
dan mengajak yoona untuk ikut
bersamanya.

“oppa…apa yang akan kita lakukan
disini?”

bingung tentu saja yang yoona rasakan saat ini.

“kita istirahat disini, aku sudah
memesan dua tiket untuk kita pergi
besok”

“tiket? Tiket apa maksudmu, aku tak
berniat pergi dari sini, aku bekerja
disini..”

“kau akan ikut denganku yoong, itu yang
harus kau lakukan..”

“oppa…aku mau pulang..”

Yoona berbalik mencoba pergi namun
dengan cepat seunggi mencengkeram
pergelangan tangan nya, menariknya
agar mengikuti langkahnya.

“awww…sakit..”

rintih yoona,saat keduanya memasuki
motel tempat seunggi menginap
beberapa hari ini.
Banyak pasang mata
menatap keduanya, namun bukan
tatapan orang yang perduli, melainkan mereka seolah
tak heran lagi dengan apa yang mereka
lihat.
Wajar saja karna dimana yoona
berada saat ini adalah motel tempat
penginapan pria-pria hidung belang yang
suka bermain-main dengan perempuan.

Oh Tuhan…

Tempat itu menjijikkan…
Yoona tak menyangka ada tempat
seperti ini apalagi sampai dirinya
menginjakan kakinya disana.

>>>

Udara malam yang dingin tak menjadi
penghalang untuk siwon tetap berada
dipinggir sungai han yang menunjukan
ketenangan nya.

dia terdiam merenung
sambil sesekali melempar batuan
batuan kecil kearah sungai
menciptakan bunyian kecil untuk
menemani kesunyian hatinya.

“apa kau akan kembali padanya yoong?
pria itu datang mencarimu.. dia pasti
memintamu kembali padanya? Dan
kurasa kau masih menyimpan cinta mu
untuknya hingga tak ada ruang yang
tersisa untuk ku..”

Siwon tersenyum miris kembali ia
melempar batuan kecil ditangan nya,
tak sadar sedari tadi ponsel yang ia
letakkan di atas dasboard mobilnya terus
berdering menunggu jawaban nya.

>>>

Yoona berusaha mencari cara agar bisa
keluar dari dalam kamar dimana
sekarang ia berada, seunggi terus
mengawasinya sambil menyalakan tv
flat yang ada dikamar itu.

“kau tidur saja yoong..”

“ani…oppa aku lapar..”

yoona mendapatkan cara berharap
seunggi akan keluar membelikan
makanan untuk nya.

“baiklah aku akan memesan makanan
untuk mu”

seunggi meraih telpon di kamar itu
untuk memesan makanan, sial bagi
yoona semua tak sesuai bayangan nya.

“aishh…motel apa ini, jam segini
sudah tak ada makanan”

keluh seunggi menghampiri yoona.

“wae oppa?”

“aku akan keluar membelinya,
tunggulah sebentar”

“kalau memang tak ada, ya sudah tak
usah oppa..”

bohong yoona mencegah seunggi.

“aniyo…mana mungkin aku
membiarkan mu kelaparan,
tunggulah…”

seunggi tersenyum membelai rambut
yoona kemudian mengambil jaket nya
dan segera keluar dari kamar.

Tak lama setelah seunggi keluar yoona
berusaha membuka pintu namun
ternyata seunggi menguncinya dari luar.

“aishh…kau namja gila oppa..”

Yang kemudian langsung terlintas dipikiran yoona
adalah menghubungi Siwon. segera ia
membongkar tas nya agar segera
menemukan ponselnya.

“oppa…angkat ponselnya, jebal tolong
aku..”

dan berkali-kali tak ada jawaban dari
siwon, yang terdengar selanjutnya justru arahan
voice mail.

>>>

Dilorong apartmen nya siwon
melangkah lesu hingga tak menyadari
sunny dan sungmin berada didepan
pintu apartmen nya.

“oppa…kau kemanakan ponsel mu?
Kenapa tak mengangkat telpon ku?”

Siwon sedikit bingung, namun segera ia
merogoh celana nya mencari ponsel di
dalam sakunya.

“sepertinya ada di mobil, waeyo..?”

“ada seorang namja membawa yoona
pergi…”

“nde??”

“Yoona dibawa pergi seseorang..”

“MWO…jangan bercanda? apa yan kau
katakan sunny ah..?”

“namja itu menarik yoona,
memaksanya masuk kedalam taksi,
aku tak tahu dia siapa…”

“shit…”

tanpa pikir panjang siwon segera
berlari meninggalkan sunny juga
sungmin.
Setelah mendengar cerita singkat dari keduanya membuatnya merasakan ada
sesuatu yang terjadi pada yoona.

Dan setelah masuk ke dalam mobilnya
siwon kemudian mencari ponselnya dan benar
saja..
puluhan misscal langsung tertera
dilayar ponselnya bukan hanya dari
sunny tapi juga yoona yang
menghubunginya.

Ya Tuhan…

Siwon merasa bodoh
karena melupakan memeriksa benda penting yang
seharusnya bisa dimanfaatkan dan
bermanfaat tentunya disaat-saat genting
seperti ini.

“aishh…kenapa aku bisa tak
menyadarinya, namja itu.. pasti dia
orangnya..”

Siwon lantas beralih membuka voice
mail yang masuk. rupanya yoona tadi
sempat mengirim nya, segera siwon
menekan screen ponselnya untuk
mendengar isi voice mail nya.

“Siwon oppa kau dimana? Seunggi
oppa memaksaku ikut dengannya…opp
a aku tak mau pergi, aku tak terlalu paham
daerah Seoul.. yang ku tahu aku berada di
motel sekarang. tolong aku oppa.. jemput
aku disini…”

dengan nada bergetar, namun masih terdengar  jelas suara yang tersimpan di
voice mail nya, membuat siwon segera
menghubungi yoona.

“yoboseyo yoona…kau dimana?”

“Siwon oppa…tolong aku, aku takut ..
tolong aawhhh…”

“YOONA YOONA WAE…? YOONAA…!!”

tut tut tut…

Telpon singkat itu terputus setelah
sesaat terdengar teriakan dari
yoona. entah apa yang terjadi disana,
siwon semakin khawatir dan segera
melajukan mobilnya dengan kecepatan
tinggi.

“sungmin ssi, bisa bantu aku carikan
dimana letak alamat motel ini..”

ditengah lajuan mobil yang dikendarainya,
siwon menyempatkan diri menghubungi
sungmin untuk meminta bantuan nya.
mencarikan letak pasti dimana motel yang
tadi disebutkan yoona dalam voice mail
yang dikirim kan nya.

“ne…aku akan membantumu,aku akan
segera menghubungi mu setelah
mengetahuinya…”

sungmin langsung mengakhiri
panggilan telpon dari siwon.

“oppa waeyo…dimana siwon? Dia
menemukan yoona?”
tanya sunny khawatir..

“aniyo…aku tak tahu pasti, tapi aku
harus pergi membantunya..”

“biarkan aku ikut dengan mu..”

“aniy..ini sudah terlalu malam, tak baik
untukmu yang sedang hamil, ingat apa yang
dikatakan dokter tadi..”

“tapi…”

“kau tunggu disini saja aku akan
menghubungimu nanti”

pesan sungmin dan segera melangkah
keluar dari apartemen nya.

“oppa…jika perlu kau hubungi polisi
untuk berjaga-jaga..”

“ne…baiklah aku akan melakukannya..”

>>>

Begitu masuk kedalam kamar motel yang
disewanya, seunggi langsung murka
menyadari yoona yang ia dengar
menyebut nama siwon dalam telpon
nya.

Segera ia merebut paksa ponsel yang
sedang digunakan yoona.

Yoona yang tak
menyadari seunggi yang sudah berada di
dalam kamar terkejut melihatnya.

“aawhhh….”

jerit yoona setelah seunggi merebut
dan membanting ponselnya.

“oppa…”

“APA YG KAU LAKUKAN? Siwon…kau
menghubungi pria itu? Kau
menghubunginya.. meminta tolong? KAU
TAKUT? Apa yang kulakukan hingga
membuatmu TAKUT? Hah..?”

“oppa…aku…”

“APA YANG KULAKUKAN HINGGA
MEMBUATMU TAKUT YOONG… JAWAB
AKU…!!”

Emosi seunggi sepertinya memuncak
melihat yoona yang justru menitikan
airmata mendengar ucapan nya.

“JAWAB AKU IM YOONA…aku
kekasihmu tak mungkin kau takut pada
kekasihmu sendiri…”

Seunggi meraih wajah yoona kemudian
memaksa mendaratkan ciuman
dibibirnya.
Yoona menolak dan
mendorong seunggi dengan sekuat
tenaganya, namun seunggi kembali
memaksanya.

plakkk…

Sebuah tamparan sukses dilayangkan
yoona pada wajah seunggi.

“brengsek…!! Apa sebenarnya kau
memang namja seperti ini?”

“kau bilang aku brengsek!!
Hhahaa…namja brengsek biasa
melakukan ‘ini’ bukan hanya
berciuman…”

Seunggi menarik lengan kemeja yang
dikenakan yoona, kemudian mendorong
tubuh yoona hingga jatuh diatas tempat
tidur.

“yak…apa yang kau lakukan? Kau gila…”

“bisa ulangi lagi apa yang kau katakan?”

“kau gila, aaahh…”

Yoona yang berusaha turun dari tempat
tidur langsung menjerit saat seunggi
menarik rambutnya.

“aku gila karenamu…I Love You…”

“Aku benci padamu..aahhh…”

Yoona masih kesakitan karena seunggi
tak melepas tangan nya dari rambut
yoona dan justru semakin kuat
menariknya.

“Love you yoona…”

“hentikan oppa…aahhh…”

“katakan kau mencintaiku…”

“aniya…”

“fine…aku akan membuatnya tak lagi
bisa memilikimu”

Entah apa yang ada dalam pikiran
seunggi, ia kemudian mengambil sebuah gunting
yang tanpa sengaja dilihat nya tergeletak
diatas meja yang berada disamping tempat
tidur. Kemudian
Seunggi mengarahkan gunting yang
kini ada ditangan nya kewajah yoona.

“kita akan lihat yoong apa Siwon akan
tetap menyukaimu, jika kau tak lagi
secantik ini..”

Yoona merasakan gemetar ditubuh nya,
tak menyangka bagaimana mungkin
seunggi yang dulu dicintainya berubah
seperti ini, namja dihadapan nya bukan
hanya bersikap posesif padanya kini
juga berubah menjadi namja yang bisa
disebut sikopat.

“Okey…Okey…I Love you”

hanya ini sepertinya cara agar bisa
meredam emosi seunggi.
Yoona
mencoba setenang mungkin
menghadapinya.

“kau mencintaiku Yoong..”

“ne…oppa aku mencintaimu..”

Seketika yoona merasakan pelukan
seunggi di tubuhnya dan…

Brakkk…

“Yoona…”

>>>

Setelah mendapatkan alamat tepat
dimana keberadaan motel yang
disebutkan yoona dari sungmin, Siwon
semakin menambah kecepatan
mobilnya, seorang diri ia menuju
tempat itu walau sungmin melarang
dan meminta agar menunggunya yang
sedang meminta bantuan polisi untuk
berjaga jaga.

Namun karena rasa
khawatir nya pada yoona mengalahkan
semua ucapan sungmin dari balik
ponselnya, siwon tak mau menunggu
lagi.
Di depan motel kini siwon
menghentikan mobilnya, dengan cepat
ia keluar dan berlari masuk. sempat ia
beradu mulut dengan beberapa orang
penjaga motel yang tak mengijinkan nya
masuk. namun siwon memaksa dan
menerobos masuk hingga membuat
beberapa penjaga motel itu tersulut emosi.

“diam dan biarkan aku masuk atau aku
akan melaporkan tempat busuk ini
kepolisi..”

ancam siwon dengan tatapan
kemarahan nya, membuat seorang
penjaga akhirnya mengalah dan
memerintahkan rekan nya untuk
mundur dan membiarkan siwon
melakukan keinginan nya.

“YOONA…YOONA IM YOONA…”

Beberapa pintu kamar sempat di gedor
oleh siwon membuat penghuni didalam
nya mengumpat tak terima. namun
siwon tak perduli ia terus mencari
yoona, menggedor puluhan pintu kamar
yang tertutup rapat.

“YOONA…YOONA”

Mendengar sebuah teriakan yang diyakini
nya suara yoona membuat siwon
akhirnya mendobrak sebuah pintu yang
terkunci.

Braakkk…

“Yoona…”

Sedikit terkejut memang pemandangan
didepan matanya sungguh diluar
pemikiran nya, ia justru menyaksikan
Yoona berpelukan dengan seunggi.

namun sedetik kemudian semua
berubah, Yoona yang mendengar suara
siwon merasakan akan mendapat
perlindungan, dengan kuat ia
mendorong tubuh seunggi menjauh
darinya dan segera berlari memeluk
siwon.

“Oppa…Oppa hikss…”

airmata yoona langsung tertumpah
dalam pelukan siwon, tubuhnya
gemetar karna sejujurnya ia sangat
ketakutan tadi.

“Oppa…”

“tenanglah aku bersamamu disini”

Siwon membelai lembut rambut yoona,
mencoba menenangkan nya
Seunggi terlonjak kaget melihatnya, ia
tertipu oleh ucapan yoona yang beberapa
saat lalu bahkan masih terngiang
jelas di telinganya. yoona mengatakan
mencintainya.. amarah jelas terlihat
dari tatapan matanya, ia menghampiri
yoona dan menarik tangan nya
membuat tubuh yoona terlepas dari
pelukan siwon.

Plaakkk…

Emosinya yang memuncak membuat
seunggi menampar yoona. membuat
yeoja itu terjatuh dibuatnya. Dan Yoona
semakin terisak setelahnya.

“kau membohongiku Im Yoona…”

“APA YANG KAU LAKUKAN PADANYA…?”

Bentak siwon marah, tak terima melihat
yeoja yang dicintai nya diperlakukan
seperti itu di depan nya.

“BRENGSEK… KAU TAK BERHAK
MENYAKITINYA…”

“SIAPA KAU? HAH…KAU YANG TAK
BERHAK IKUT CAMPUR…IM YOONA
DIA MILIKKU…”

Seunggi menekankan ucapan nya pada
siwon.

“KAU YANG TAK BERHAK ATASNYA…DIA
TUNANGAN KU DAN DIA AKAN
MENJADI ISTRIKU…KAU TAHU ITU!!”

Bukk…

Seunggi tak bisa lagi mengendalikan
dirinya, satu pukulan diwajah siwon
membuat nya tertawa puas.

namun siwon tak tinggal diam, mengingat
bagaimana seunggi dengan tega
menampar yoona membuat siwon juga
akhirnya melakukan pemukulan.

ditariknya kerah baju seunggi kemudian
memukul nya beberapa kali. cukup
keras pukulan-pukulan yang ditujukan siwon
ditubuh seunggi, membuatnya akhirnya
tersungkur jatuh.

“Tak seharusnya kau memperlakukan
orang yang kau cintai seperti ini…kau tak
tahu apa itu cinta”

Ucap siwon pada seunggi yang kini
tersungkur lemah dilantai.

Siwon lantas beralih mendekati yoona,
yeoja yang berstatus tunangan nya itu
kini sedang terduduk memeluk kedua
lututnya, tubuhnya yang bergetar
menandakan ketakutan nya.
Segera Siwon merengkuh tubuh yoona kedalam
pelukan nya.

“tenanglah…”

Siwon bisa merasakan tubuh yoona yang terus
gemetar, diusapnya rambut yoona
penuh sayang.

“ada aku disini…”

siwon melepas pelukan nya berganti
menghapus airmata yoona.

“gwechana..? Wae…kenapa kau
menangis,aku disini…apa yang tadi dia
lakukan padamu?”

“dia…di..a menciumku…?”

yoona terus memegang bibirnya
merasa risih.

“kau tak menyukainya…?”

“diaaa…memaksaku”

“pejamkan matamu…”

siwon meraih tangan yoona kemudian
menggenggam nya.

“deh…?”

yoona tak mengerti maksud ucapan
siwon padanya.

“pejamkan matamu dan aku akan
menghapusnya…”

Perlahan siwon mendekatkan wajahnya,
meraih bibir yoona memberikan
ciuman lembut dibibirnya.
Sesaat yoona terkejut namun kelembutan dan
kehangatan yang ia rasakan pada
akhirnya membuat yoona menikmati
semuanya.
Ia pun memejamkan
matanya menikmati sentuhan lembut
dan kehangatan yang diberikan siwon di
bibir nya.

“aku sudah menghapus ciuman nya
dari bibir mu”

ucap siwon setelah melepaskan
ciuman nya, membuat yoona menunduk
menyembunyikan semburat merah
diwajahnya.

“aku takkan membiarkan mu
memilikinya…”

mendengar suara seunggi membuat
siwon kemudian membalikkan tubuhnya.

Tapi naas
ia tak bisa melakukan apapun, terlebih perlawanan saat
dengan cepat sebuah gunting ditangan
seunggi menusuk kedalam perutnya.

“Awhhh…”

“OPPAAA….”

Yoona menjerit  dengan keras saat menyaksikan apa yang terjadi didepan kedua matanya, dan melihat darah segar yang
langsung membasahi pakaian yang
melekat di tubuh siwon____

_

_

_

_

_

_

To Be Continued~

gak ada kata penutup apapun selain thanks for reading…
Hihihiiii…
Dan menghargai yang komen^^
Last boleh di PeWe yaw…
Kekekeeee~

176 thoughts on “》 HATE and LOVE 《 Chapter 3

  1. Ttp berjuang wonpa apa pun yang terjadi yakin kalau yoong eoni akan luluh.

    Oooo… Siapa pun tolong wonpa?
    Seunggi oppa ampun, ngeri.

  2. DIH WHAT THE HELL
    Dooh itu kasian banget Siwonnya ditusuk sama Seunggi TT_TT
    Seunggi nya ditenggelemin aja sih -__-

  3. Aish seunggi jelas jelas udah di tolak masih aja ngejer ngejer pake cara yang kasar ke yoona sumpah deh bikin jengkel banget. God, siwon oppa ditusukkkkkkkkkkkk pake gunting yaampun… Semoga siwon bisaa bertahan trus yoona sadar kalo dia nti suka sm siwon oppa..Yoonwon❤️

  4. astaga seung gi oppa bener2 psikopat.. apa yang terjadi sama siwon oppa eohhh.. bawa aja dia kerumah sakit jiwa.. harusnya tadi mereka menyimpan ciuman mereka dulu buat di rumah nanti..

  5. Seunggi oppa tetlalu terobsesi tuh sama yoona eonni , itu mah bukan cinta . Masa cinta nyakitin orang yang di cintainyaaa aneh.
    Ayoo lah yoona coba buka hatinyaa buat siwon oppa , padahalkan yoona eonni udah sika deh sama siwon …..
    Seunggi udah keterlaluan , semoga siwon ngga kenapa2 …

  6. omoo!! seunggi elu jahat bnerr nyulik eonni gue, kalo mmg cinta bkn gini cranya kasian yoona eonni lu jambak begonoh, memding sinii elu aja yg gue jambak, ngeselin deh eloo,, what? what? siwon oppa kena tusuk, seunggi masuk penjara aje loh sonooh ohh siwon oppa guee:(
    chapter ini bner* menegangkan eon ,, next

  7. aduh lsg makin menjadi udah ditolak masih aja maksa pke cara kasar, gak tau malu bgt.kyaknya dia perlu dibawa ke dokter deh kelakuannya udah kayak gitu. dan tdi astaga dia nusuk wonppa pake gunting moga aja wonppa gk napa2.

  8. Sumpah seung gi bner2 psychopat,gue ampe deg2an sendiri bacanya,,
    Tapi dengan adanya kejadian itu membuat yooba sedikit bisa membuka hatinya untuk siwon, terbukti saat siwon mencium yoona dan yoona gak merasa risih..
    Wah chapter end di password ya,,,
    Boleh minta passwordnya ya eonni🙂

  9. iihhh benci gua ama lee sungi krnpa sih jadi egois gtu apa sih haknya kan bkn pacar yoona lahi??? yooona otu uda tunangan ama wonppa kok egois sih jadi orng gliran dia blh sling tapi yoona di curigain trus!!!
    wonppa kasian bngt smpe ktusuk gutingg gara2 lee sungi, jahat banget

  10. Lee seunggi bener bener dahh.
    Jangan sad ending dong, lee seunggi egois banget yoona itu cuma mantan pacarnya aja ga lebih dia juga udah punya tunangan tapi tetep aja pengen dapetin yoona

  11. q benci sama seung gi koq yoona di gtu,in egois bnget lgi,an kan yoona udh gk mau blikan ma dia koq mlh maksa oh author please wonpa di buat selamat y jngan di buat sad ending kasihan wonpa ntar sia2 nunggu yoona ny yg bru aj buka hti ny buat wonpa buat happy ending aj: 😉

  12. Ah wonpa selamat kan joongly.. jangan sampai kenapa2 yaa joongly wonpa nya
    Dan benci sama seunggi oppa..
    Eonni boleh minta pw chapter 4 nyaa??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s