Fanfiction

》HATE and LOVE 《 Chapter 2

#Happy Reading》》》

Author POV

Yoona tak menyangka seseorang yang tak
sengaja ia tabrak adalah Siwon.
dengan
cepat ia menarik tangan nya yang
dipegang siwon kemudian menghapus
airmatanya.

“Yoona gwechana?”

“mianhaeyo oppa aku benar-benar tak
sengaja”

jawabnya masih dengan mengambil
barang-barang, dan memasukkan nya lagi
kedalam kantong belanjaan siwon.
Ia tak memperdulikan pertanyaan siwon
padanya.

“ini milikmu…maafkan aku”

“ne…gwechana,tapi kenapa kau….?”

“aku harus pergi oppa.. permisi…”

Lagi-lagi Yoona tak menjawab pertanyaan
siwon. Airmatanya masih menetes, ia
berlalu meninggalkan siwon karna tak
mau jika pria itu melihatnya.

Namun siwon yang merasa ada sesuatu yang
terjadi pada yoona merasa khawatir
melihatnya. Segera ia memasukkan
kantong-kantong belanjaan nya, kemudian
secara diam-diam ia mengikuti langkah
yoona dari belakang___

Yoona yang tengah berjalan gontai, dengan wajahnya
yang sayu.. matanya pun sembab karna
terlalu banyak mengeluarkan airmata. Ia
terduduk lemas disebuah halte bis dan
kembali menangis disana.

Kejadian yang tadi tak sengaja dilihatnya
sungguh sangat menyakitkan
untuknya.
Tak ia perdulikan lagi udara
dingin yang menusuk tulang dan
membuatnya menggigil. Ia enggan untuk
pulang dalam keadaan seperti itu___

Dan tak jauh dari tempat yoona berada,
siwon masih tetap mengamati
yoona, awalnya ia mengira yoona akan
menunggu bis disana tapi nyatanya ia
salah, puluhan bis yang berhenti disana
tapi yoona tak juga beranjak dari
tempatnya walaupun ini sudah larut
malam dan semestinya malam Natal
seperti ini Yoona bersama keluarganya.

Tapi apa yang terjadi hingga ia justru
berdiam diri seperti itu?

Tak mau hanya diam dan melihat saja
tanpa tahu pasti, Siwon akhirnya
berjalan mendekati yoona, ia melepas
jacket yang dipakainya dan memasangkan
nya ditubuh yoona yang memang sudah
menggigil kedinginan..

“Opp..a..”

Yoona terkejut dan mendongak menatap
siwon yang kini tepat berada disamping
nya.

“apa yang kau lakukan disini? Apa kau
mencoba membekukan tubuhmu…”
Yoona hanya diam tak menjawab.

“ayo ikut aku, aku akan mengantarmu
pulang..”

Tanpa menunggu jawaban dari
yoona,siwon langsung menarik
tubuhnya.

“yak…aku tak mau pulang..”

“wae..? Apa karna tadi kau kabur dari
rumah?”

“ani…aku tak mau pulang sekarang”

“tapi ini malam Natal,apa kau tak ingin
bersama keluargamu?”

“aniyo…aku hanya…”

“wae? Demi merayakan Natal bersama
Sooyoung dan ahjussi aku bahkan rela
berjauh-jauh datang kemari untuk
mereka. Tapi kau.. apa yg kau lakukan?
Kau justru menyakiti dirimu sendiri
dengan berada diluar seperti ini..
cepatlah aku akan mengantarmu”

“kalau itu tujuan mu lalu kenapa
sekarang kau justru berada disini,
kenapa kau tak cepat menemui
mereka? pergilah…”

“itu karna…aku mengkhawatirkan
mu…ada apa dengan mu? Kenapa kau
menangis?”

“aku tak perlu memberi penjelasan
padamu…”

Siwon menarik lagi tangan yoona
walaupun yoona berusaha menolaknya.
Siwon juga yang kemudian membuka pintu mobilnya dan
menyuruh yoona masuk kedalamnya..

“sudah kubilang aku tak mau pulang,
tak bisakah kau mendengarku dan
berhenti bersikap baik padaku..”

Yoona berusaha membuka pintu mobil
yang telah terkunci..

“aku ingin keluar buka pintunya…”

Yoona masih tetap memaksa membuka
pintu, namun siwon segera menarik
tangan nya .

“baiklah jika kau memang tak mau
pulang.. aku takkan memaksamu…tapi
setidaknya jangan berada diluar dan
membiarkan tubuhmu membeku…”

Yoona terdiam dan menunduk,
airmatanya kembali membasahi kedua
pipinya. Siwon hanya diam melihatnya,
ia tak tahu apa yg terjadi hingga
membuat yoona seperti itu____

>>>

Sudah cukup lama keduanya sama-sana
terdiam. berada dalam suasana seperti
ini sungguh bukan sesuatu yang Siwon
inginkan.

ia berniat mencairkan
suasana diantara dirinya dan yoona, saat kemudian
diambilnya kotak kado yang tak terlalu
besar dari kursi belakang mobilnya, kemudian
menyodorkan nya pada yoona yang masih
saja betah berdiam mengunci bibirnya

“merry christmas…”

Mendengar ucapan siwon membuat
yoona akhirnya menoleh dan menatap
Siwon yang ada disampingnya..

“merry christmas…ini untukmu,aku tak
tahu apa yanf kau suka tapi setidaknya
kau bisa menerimanya”

Ucap siwon tersenyum, perlahan yoona
mengulurkan tangan untuk menerima
nya walaupun dengan ragu..

“ne…gomawoyo,merry christmas untuk
mu.. maaf aku tak ada kado untuk mu”

Siwon tertawa kecil mendengar ucapan
yoona..

“ani…gwechana,lagi pula aku bukan
anak kecil lagi yang mengharapkan kado”

“jadi kau menganggapku anak kecil?”
ucap yoona cemberut.

“kurasa begitu…mana ada yeoja
dewasa yang menangis di tengah jalan
seperti tadi,kau persis seperti anak
kecil…”

“yak…Siwon oppa…”

Yoona memukul-mukul lengan siwon karna
tak terima dirinya dianggap anak
kecil.
Siwon justru tertawa karna sikap
yoona dan semakin menggodanya,
sedikit demi sedikit suasana kaku yang
tadi menyelimuti mereka kini mencair
dengan sendirinya…

“gomawo oppa…”

“de..?”

“gomawo sudah menemaniku dan
menghiburku…maafkan sikap ku tadi”

“aku tak tahu apa yang terjadi
padamu…bisakah kau katakan padaku
apa yg membuatmu menangis…?”

“emm…aku…aku dan….”

Yoona terdiam dan sedikit ragu untuk
menceritakan kejadian yg tadi
dilihatnya dan membuat hatinya sakit.
Tapi kemudian setelah beberapa saat berfikir rasanya Siwon
tak perlu tahu hal itu.

“emm…aku..mianhae tak ada yang bisa
kukatakan padamu,maaf”

Yoona tertunduk dan siwon hanya
mengangguk paham.

“gwechana…apapun itu kuharap kau
akan bisa mengatasinya, jangan merasa
sendirian karna masih banyak orang-orang yang peduli juga
menyayangimu…dan ingin melihat
senyum mu..bukan justru tangisan mu”

“ne…gomawoyo oppa”

Hanya keheningan yang selanjutnya
melingkupi keduanya.

Yoona yang terlihat lelah tak berapa lama
justru tertidur. Membuat Siwon yang melihatnya
tersenyum kemudian membenarkan
posisi kursi mobilnya agar Yoona
sedikit lebih nyaman.
Sepanjang malam
itu Siwon terus memandangi wajah
yoona, mungkin ini malam natal yang
menyedihkan untuk yoona tapi bagi
siwon justru sebaliknya, ia merasa
malam ini menjadi malam paling indah
selama hidupnya.

apa itu terdengar berlebihan??

Tapi rasanya tak ada sesuatu yang bisa dikatakan
berlebihan selama masih berhubungan
dengan Cinta___

Jadi dia mulai jatuh cinta…??

>>>

Siwon menghentikan mobilnya di depan
pagar rumah yoona. Ia sengaja tak
bertanya dulu pada yoona dan langsung
membawanya pulang. Semalam pasti
keluarganya sangat mencemaskan dan
mencarinya.

“Yoona…Yoona irona..”

Siwon mencoba membangunkan yoona
yang masih terlelap dalam tidurnya, ia
memegang lengan yoona dan
menggerakkan nya.

“irona yoon…”

Perlahan dengan sangat malas yoona
membuka kedua matanya.

Saat melihat siwon yang berjarak sangat
dekat dengan nya ia sangat terkejut.
sepertinya ia lupa sedang berada
dimana dan bersama siapa dirinya
semalam..

“oppa…kenapa kau…?”

“ini sudah pagi…masuklah
kedalam. Semalam mereka pasti
mencarimu”

Yoona memandang keluar
sekelilingnya, ia sudah berada di depan pagar
rumahnya saat ini.

“Oh ne…gomapta..”

dengan rasa kikuk yoona keluar dari
mobil siwon membawa kado pemberian
siwon dan juga mengambil tas nya.

“gomawo oppa…maaf sudah
merepotkan mu”

“gwechana…aku akan langsung
kerumah ahjussi kim…annyeong”

“ne…annyeong..”

Yoona melambaikan tangan nya sesaat
ketika mobil yang di kendarai siwon
berlalu dari hadapan nya. dan dengan
langkah pelan ia berjalan masuk
kerumahnya entah apa yang akan ia
katakan pada appa dan umma nya,
semalam ia merasa kacau hingga
enggan untuk pulang dan merayakan
Malam natal bersama keluarganya.

“Yoona oenni… Ya Tuhan..”

Seohyun yang melihat yoona masuk segera
menghampiri nya.

“oenni bukankah itu tadi mobil Siwon
oppa? Kau semalam bersamanya?”

Tak ada jawaban yang keluar dari bibir
yoona. Ia hanya diam mendengar semua
pertanyaan seohyun.

“oenni…ada apa dengan mu?”

“Yoona…darimana saja kau? Kenapa
semalam tak pulang?”
cecar Yuri padanya..

“waeyo Yoongie…”

“mianhae…aku lelah”

Yoona tak memberi penjelasan
apapun. Ia sendiri bingung apa yang bisa
ia katakan.

Segera ia berlalu dan
masuk kedalam kamarnya.
Melempar tas nya keatas tempat tidur
dan langsung merebahkan tubuhnya
disana, pikiran nya kembali mengingat
kejadian yang menyakitkan hatinya. Dan
airmatanya kembali mengalir
menyadari kebodohan nya sendiri.

bagaimana mungkin selama ini ia tak
menyadari dan bahkan sangat
mempercayai namja chingunya___

Tak ingin terus menangisi
semuanya, perlahan yoona bangun dan
menatap kado pemberian siwon. ia
mengambil dan kemudian membuka
kotak yang tak terlalu besar itu.

Sebuah
syal dan juga kartu ucapan ada
didalam nya, segera ia mengambil dan
membacanya.

‘merry christmas Im yoona…aku tak
tahu apa yg kau sukai tapi yang ku tahu
cuaca saat ini sedang dingin.. pastikan
tubuhmu tetap hangat saat berada
diluar jadi kuharap ini bisa
menghangatkan mu…’

Yoona tersenyum membaca kartu natal
dari Siwon. Ia kemudian meraih syal yang
masih berada dalam kotaknya
kemudian menempelkan nya pada
pipinya.

“lembut sekali…ini pasti juga sangat
hangat”

Ia kemudian melilitkan syal nya
dileher, ia berdiri menghadap cermin
dan tersenyum sendiri menatap
pantulan dirinya dari cermin.

Entah ada
perasaan apa yang kini menyelimuti
hatinya___

>>>

Seperti sudah tak ada beban dihatinya
ia bahkan tak perduli dengan fanny
rekan kerjanya yang ternyata bermain api
dibelakang nya.

sejenak ia melupakan
semua masalah pribadinya dan
berusaha hanya fokus pada pekerjaan
nya, menyusun beberapa laporan akhir
tahun yang harus ia selesaikan agar ia
bisa mendapatkan libur menjelang
tahun baru yang tinggal menghitung hari itu.

“sajangnim…ini laporan yang anda
minta..”

Yoona menyerahkan beberapa map
pada boss nya.

“ne…aku akan memeriksanya! Oh
yoona duduklah…ada yang harus
kukatakan padamu”

“waeyo sajangnim?”

“hmm…ini masalah pekerjaan, pihak
pusat meminta ku untuk mengirim mu
kembali bekerja disana”

“MWO…maksud anda?”

“mereka menyukai kinerjamu selama
bekerja disana.. jadi sepertinya kau
harus kembali ke Seoul secepatnya”

“tak bisakah aku tetap di Jinan saja?”

“ini kesempatan untukmu, banyak yang
ingin bekerja di pusat yoon..”

“tapi sajangnim…”

sebenarnya ini memang kesempatan
untuknya. Tapi yoona tak yakin appa dan
umma nya akan memberikan nya ijin
untuk kembali ke Seoul.

>>>

Yoona keluar dari ruangan boss nya
dengan perasaan bingung. sebenarnya
bekerja di Seoul akan semakin
membuat karier nya bagus..
tapi ia juga
perlu meminta ijin terlebih dulu pada
kedua orang tuanya.

“yoong waeyo..?”

tanya fanny saat melihat raut lain
diwajah yoona.

“aniy..”

yoona menanggapi dingin pertanyaan
dari fanny dan beranjak dari hadapan
nya

“kudengar kau akan dipindahkan ke
Seoul..?”

Yoona berbalik saat mendengar ucapan
dari fanny.

“darimana kau mengetahuinya?”

“boss yang mengatakan nya”

“kau senang kan aku akan pergi?”

“Nde…? Apa maksud mu yoon?”

Yoona hanya tersenyum sinis dan
tanpa memperdulikan fanny ia segera
berlalu meninggal kan nya.
Yoona
sepertinya sudah merasa muak dan
enggan berlama-lama dengan rekan kerja
yang tadinya akrab dengan nya tapi
nyatanya fanny justru menghianati
nya__

>>>

Setelah pulang kerja dan
membersihkan dirinya Yoona kini
duduk di meja makan bersama kedua
orang tuanya dan Seohyun.
Kini hanya
tinggal mereka berempat dirumah itu.

Sica
dan Hae sudah tinggal terpisah sejak
lama.
Sedangkan yuri bersama yesung
sudah pulang kerumah mereka sore
tadi.

“umma sudah siapkan sup kesukaan
kalian..”

“wah…umma memang tahu yang kumau”

senyum seohyun ketika ummanya
menata beberapa menu makanan di
atas meja makan.

“hmm…masakan umma kalian
memang selalu menambah nafsu
makan”

Tn.im menambahkan pujian nya untuk
sang istri.

Hanya yoona saja yang sedaritadi justru terlihat diam. Ia
terlihat memikirkan sesuatu, selain
masalah pribadinya yang belum ia
selesaikan, ucapan dari boss nya juga
masih terus terngiang di pikiran nya.

“waeyo yoongie ah..?”

tanya umma nya yang melihat yoona
hanya mengaduk-aduk makanan nya tanpa
memakan nya.

“ah…aniya umma”

“oenni…sejak malam Natal itu
sepertinya kau jadi pendiam.. kenapa..??”

“itu hanya perasaan mu Seo..”

“umma juga merasa seperti itu”

“sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan
yoon? katakan lah..”

“emm…sebenarnya ini ada hubungan
nya dengan pekerjaan ku, aku harus
kembali ke Seoul secepatnya”

“jadi kau akan bekerja di Seoul?” tanya
Tn.Im kemudian.

“ne…appa”

“berapa lama kau akan disana?”

“kali ini sepertinya aku akan menetap
disana, karna pihak pusat yang
memintaku kembali kesana, apa appa
setuju jika aku ke Seoul?”

“aniya.. umma tak mau kau kembali
kesana”

“tapi umma..”

“Saat kau berada di Seoul waktu itu
umma sudah sangat khawatir, sekarang
mana mungkin umma akan
membiarkan mu kembali bekerja
disana, lebih baik kau berhenti dan
mencari pekerjaan lain disini”

“tapi umma ini akan membuat karier ku
semakin bagus…umma tahu kan aku
sangat senang dengan pekerjaan ku”

“umma mu benar yoong”

“appa…”

“appa juga tak ingin kau kembali
kesana apalagi untuk menetap terlalu
lama, berhentilah bekerja”

“tapi appa…”

“mungkin ini salah appa karna tak
mampu memenuhi kebutuhan mu, tapi
appa janji akan berusaha dan bekerja
lebih keras lagi”

“appa…jangan berkata seperti itu”

“kau pikir appa tega melihatmu selama
ini bekerja dari pagi sampai
malam,seharusnya kau meneruskan
kuliahmu bukan justru bekerja seperti
ini…dan sekarang karna pekerjaan kau
harus jauh dari kami,lagi pula Seoul
bukan kota kecil seperti Jinan, appa
hanya tak mau jika terjadi sesuatu kau
hanya sendirian disana”

“appa…aku tak pernah merasa berat
dengan pekerjaan ku, aku senang
melakukan nya,jadi kumohon appa
jangan merasa seperti itu, dan ijinkan
aku ke Seoul aku janji bisa menjaga
diriku, appa jeballyo…”

Mendengar yoona memohon, membuat
Tn.Im terdiam..

banyak kekhawatiran
jika ia membiarkan sang putri di Seoul
tanpa ada yang menjaganya terlebih ini
untuk waktu yang lama..

“appa.. umma..jeball..”

“baiklah appa akan mengijinkan mu
bekerja di Seoul…tapi dengan syarat”

“apa syaratnya appa…aku akan
lakukan asal appa bisa mengijinkan ku”

“terima perjodohan yang pernah appa
bicarakan padamu untuk menikah
dengan Siwon”

“MWO…?? APPA..!!”

“Appa bisa tenang jika kau bersamanya..
atau kalau tidak berhentilah bekerja,
appa yang akan bekerja keras untuk
kalian semua”

Tn.im beranjak dari duduknya dan
meninggalkan meja makan,sementara
Yoona lemas mendengar syarat yang
diajukan appa nya.

“apa harus seperti ini? Tak bisakah
kalian memberiku pilihan lain”

“ini yang terbaik untuk mu yoong”

“tapi… umma”

“umma setuju dengan appa mu.. Siwon
Pria yang baik.. umma percaya padanya,
tapi semua keputusan ada padamu,
pikirkanlah..”

Yoona POV

Awalnya aku pikir jalan ini hanya lurus
kedepan jadi aku tak perlu khawatir
akan tersesat karna akan ada cahaya
didepan yang menuntun ku.. tapi nyatanya
aku salah…karna justru jalan yang
kulalui berkelok dan ada dua cahaya
didepan yang memaksaku untuk memilih
jalan mana yang harus aku ikuti.

Tuhan…apa yang harus aku lakukan?

Jika aku memilih berhenti bekerja aku
tak tega melihat appa harus mencukupi
semua kebutuhan kami.
aku yang
seharusnya menggantikan nya dan
membiarkan appa beristirahat.

haruskah aku memilih perjodohan ini?

memanfaatkan dan membohongi
perasaan nya demi karierku, setega
itukah diriku pada Siwon oppa…?
Otthokae…??

>>>

Author POV

Sudah berkali kali Seohyun mengetuk-ngetuk
pintu kamar yoona, namun sang pemilik
kamar itu sepertinya tak perduli dan
enggan untuk membukakan pintu.

Seohyun tak mau menyerah, untuk
kesekian kalinya ia kembali mengetuk..
lebih tepatnya kini ia menggedor-gedor pintu
kamar yoona agar sang empunya
segera keluar.

Seo yakin oenni nya itu
sedang tak tidur di dalamnya tapi memang
sengaja mengunci diri dikamar setelah
kejadian semalam.

“OENNI…IRONA..”

tetap tak ada jawaban..

“palli Oenni…YOONA OENNI
IRONA…apa yang kau lakukan di dalam?
Ayo kluar temani aku..”

Cklek>>>

pintu terbuka dan segera Seohyun masuk
kedalam. menarik yoona yang sepertinya
ingin kembali bermalas-malas an

“Aishh…oenni cepatlah mandi dan
temani aku belanja..”

“aku lelah seo..”

“palli oenni…umma meminta ku untuk
berbelanja bahan makanan.. nanti
malam kita akan berkumpul disini
merayakan pergantian tahun..”

“umma menyuruhmu bukan aku..”

“apa oenni tak kasihan padaku?
Jebalyo..”

“kau pergi bersama Yuri oenni saja”

“paboya…apa oenni lupa Yuri oenni
sudah tak tinggal bersama kita,nanti
malam dia baru datang, palli oenni..”

Seohyun tetap memaksa dan mendorong
tubuh yoona masuk kedalam kamar
mandi. Ia tersenyum puas karna
berhasil memaksa yoona.

Seohyun kemudian beralih
membuka lemari yoona.
ia berniat
memilihkan baju untuk yoona agar tak
perlu menunggu lama dan mereka
segera bisa langsung pergi..

“oenni…aku sudah ambilkan
bajunya, kau tinggal pakai saja,
cepatlah mandinya..”

“kau cerewet sekali..”

teriak yoona dari dalam kamar mandi.

Seohyun makin tersenyum lebar
mendengarnya. ia akan keluar dari
kamar yoona andai mata indahnya tak
melihat sebuah kotak kado diatas meja
disamping tempat tidur yoona.

karna rasa penasaran nya segera ia
membuka kotak kado itu..

“Syal…ini cantik sekali, darimana
oenni mendapatkan nya?”

gumam seo yang lantas mengeluarkan
syal itu dari dalam kotaknya. Ia juga
menemukan kartu ucapan dari dalam
nya, lagi-lagi karna rasa ingin tahunya Seohyun
langsung membacanya.

“OMO…Siwon oppa, Syal ini kado natal
darinya..? jadi benar Siwon oppa ada di
Jinan? Aishh…yoona oenni mulai
merahasiakan sesuatu dariku!
Baiklah…”

Seohyun tersenyum penuh arti, ia kemudian
mengambil ponselnya dari dalam saku hot
pants yang dipakai nya.

Sepertinya ia punya
rencana saat ini____

>>>

Walaupun malas..
ternyata Yoona
menuruti juga ajakan seohyun sang adik.
Keduanya
kini berada di fresh market yang
menyediakan berbagai jenis sea food
segar. Seohyun antusias memilah berbagai
jenis ikan hingga udang segar yang ada disana
Sepertinya
acara malam ini tak lepas dari
barbeque bersama.

“Seo kenapa kau membeli banyak
sekali?”

“diamlah oenni…memangnya kita akan
memakan nya sendiri..”

“tapi ini sudah terlalu banyak..”

“bukankah oenni juga makan terlalu
banyak..”

“aishh…”

Yoona memukul lengan seohyun, namun seo
justru tertawa karna berhasil menggoda
oenni nya.

“oenni…kita juga perlu daging..”

“untuk apa lagi?”

“tak lengkap jika tak ada daging…kajja
oenni..”

“kau pikir aku robot? Bagaimana kita
membawa pulang semua belanjaan ini..?”

Seo kembali hanya tersenyum mendengar keluhan yoona.

“tenanglah aku sudah mengatur nya..”

>>>

Selesai berbelanja, keduanya kini
beristirahat sambil menunggu
seseorang yang menurut seohyun adalah
temannya, yang sudah ia hubungi tadi

“mana teman mu itu seo?”

“tunggulah sebentar oenni, dia sedang
dijalan”

“jika terlalu lama lebih baik kita pulang
naik bis saja”

“ani…ani..dia pasti datang”

Seohyun mencoba meyakinkan yoona untuk
bersabar menunggu.
Dan tak berapa lama
sebuah mobil yang sudah tak asing
dimata mereka berhenti.

“oppa…”

Seohyun langsung berdiri setelah melihat
seorang namja yang tadi ia hubungi keluar
dari dalam mobil.

Yoona yang mendengar
ucapan Seohyun segera mengalihkan
pandangan nya dan terkejut ternyata
seseorang yang menurut seohyun adalah temannya,
dialah Siwon.. yang kini tersenyum
menghampiri keduanya.

“annyeong..”

“annyeong oppa…kenapa lama sekali?”

“mianhae..aku kurang mengenal
daerah sini.. jadi perlu beberapa waktu
untuk mencari alamat yang kau berikan”

“jinjja? Ahh…mianhae oppa aku
merepotkan mu”

“gwechana…kalian sudah selesai?”

tanya siwon berganti menatap yoona yang
sedari tadi tak bersuara.

“ne oppa..”

“ya sudah langsung saja kita masukkan
kebagasi”

Siwon membantu keduanya
memindahkan beberapa kantong
belanjaan mereka kedalam bagasi
mobilnya.

“oppa..nanti malam kau datang kan?”
tanya seohyun setelahnya.

“hmm…apa aku juga diundang?”

“tentu saja…lagi pula ahjussi kim juga
akan datang”

“baiklah aku juga akan datang”

“gomawo oppa.. aku senang sekali.
Yoona oenni juga senang kan?”

Seohyun menyenggol lengan yoona agar
tak hanya diam saja.

“Oh ne…ajak sooyoung oenni juga oppa”
ucap yoona akhirnya..

Siwon mengangguk dan tersenyum
mengiyakan.

ketiganya bersiap masuk
kemobil namun terhenti saat ada sebuah
motor yang tiba-tiba berhenti di hadapan mobil
siwon.

“Yoona apa yang kau lakukan disini?”

“seunggi oppa..”

Seunggi turun dari motornya dan
langsung menghampiri yoona. menarik
tangannya agar yoona mengikutinya.

“ada yabg ingin aku bicarakan, ikut aku..”

“aniya…bicaralah disini”

“aku tak mau orang lain
mendengarnya…”

“tapi…”

Seunggi tak juga melepaskan
cengkraman tangan nya dari lengan
yoona.
tatapan matanya menyiratkan
kemarahan.

Ya..

iya marah melihat sang
yeoja kini bersama namja lain,
sedangkan sudah beberapa hari yoona justru
seolah menghindarinya.

“tapi oppa..aku harus pulang”

“aku perlu bicara dengan mu..!”

“seunggi oppa apa yang kau lakukan pada
Yoona oenni?” Seohyun mendekati keduanya.

“Seunggi ssi.. bisakah kau tak bersikap
seperti itu..?”

Siwon berusaha meredam
amarah seunggi namun sepertinya hal
itu justru membuat seunggi makin
emosi, ditatapnya tajam siwon yang
berdiri tak jauh darinya..

“diam kau…ini bukan urusan mu!”

“Seunggi oppa lepaskan oenni..”

“Kau tunggu disini Seohyun ah.. aku memang
perlu bicara padanya”

Yoona menghempaskan tangan seunggi
yang dengan kuat mencengkram lengan
nya. Membuat Seunggi terkejut dan kemudian
mengikuti langkah yoona mencari
tempat agar keduanya leluasa untuk berbicara.

“jadi apa yang akan kau katakan padaku?”

“ada apa denganmu? Kau berubah
yoong?”

Seunggi mencoba meraih tangan yoona
namun ia menolaknya, ia masih ingat
dengan jelas betapa sang namja yabg kini
ada dihadapan nya dengan
gampangnya menggandeng tangan
yeoja lain dibelakang nya.

“wae..?”

“jika tak ada yang oppa katakan,baiklah
biar aku saja..”

Yoona terdiam sesaat untuk mengatur
perasaan nya.

“perjodohan yang waktu itu aku
ceritakan…ternyata, appa serius
dengan semua itu dan kurasa mau tak
mau aku harus menerimanya”

“MWO…lalu apa arti 2 tahun kita
bersama? Aku hanya perlu waktu,aku
akan membahagiakan mu nanti,
sungguh”

Seunggi meraih tangan yoona kemudian
menggenggamnya erat membuat yoona
sulit melepaskan nya.

“apa arti 2 tahun kita bersama? Kau
tanyakan pertanyaan itu padaku?
Kenapa tak kau tanyakan pada dirimu
sendiri oppa? Selama ini apa arti
hubungan kita menurutmu?”

“apa maksudmu? Jika ini tentang
pernikahan…aku pasti akan
menikahimu yoong”

“rasa cemburu mu dan sikap protektif
mu padaku kukira smua itu karna kau
sungguh-sungguh mencintaiku, tapi ternyata
aku salah…”

“Yoona…apa yang kau katakan?”

“apa yang akan kukatakan kuharap kau
akan mendengarnya oppa, kali ini
memang kau harus mendengarnya..
bukan aku yang selalu mendengarkan
mu…hubunganmu dengan fanny aku
sudah tahu semua itu, kau tak perlu
menjelaskan nya karna aku tak perlu
penjelasan mu, yang kuinginkan
hanyalah kita akhiri hubungan kita
oppa..”

“Yoona…apa maksud ucapan mu?
Jangan karna kau menginginkan
perjodohan itu kau menjadikan alasan
konyol ini dengan menuduhku
berhubungan dengan fanny”

Seunggi berusaha mengelak atas ucapan
yoona yang sebenarnya sungguh mengejutkan untuknya.

“jadi menurutmu konyol? Aku melihat
kalian dengan mata kepalaku sendiri,
kau penipu…”

Yoona berlari meninggalkan seunggi yang
terdiam mendengar ucapan yoona. Ia
sungguh tak menyangka ini akan terjadi.

“shiittt…kenapa dia bisa tahu?”

>>>

Yoona berlari menuju mobil siwon yang
masih menunggunya.
ia segera
membuka pintu mobil kemudian masuk
kedalam nya.

“oenni gwechana? Apa yang seunggi oppa
katakan? Kenapa oenni menangis?”

“gwechana Seo…kajja.. umma pasti
sudah menunggu kita”

Siwon tak berkata apapun dan segera
melajukan mobilnya, dari balik kaca
mobilnya ia bisa melihat yoona yang
berusaha menghapus airmatanya.

>>>

Inilah malam tahun baru yang sudah
direncanakan, Tn dan Ny Im berkumpul
bersama anak dan menantunya.mereka
juga mengundang ahjussi dan ahjumma
Kim bersama Siwon dan Sooyoung.

Di halaman depan rumah mereka yang tak
terlalu luas, kini dijadikan tempat untuk
barbeque bersama.

Yesung dan Donghae juga Siwon kini
sibuk membakar Ikan dan daging yang
tadi dibeli Seohyun dan Yoona.

Sedangkan Yuri, Sica,
Seohyun dan Sooyoung menyiapkan bahan
makanan yang lain.

Hanya Yoona yang
belum terlihat keluar dari dalam rumah.

Saat anak-anaj mereka sibuk menyiapkan
hidangan, para orangtua justru asyik
bertukar cerita.. gelak tawa itu masih
jelas terdengar mengiringi obrolan mereka..

“Oenni ada yang bisa aku bantu..?”

Suara itu membuat siwon menoleh,
Yoona keluar dari rumah dan
menghampiri mereka, raut wajahnya
kini ceria jauh berbeda saat siwon
melihatnya kembali menangis tadi.

Tampaknya
Yoona sudah berusaha keras
mengendalikan kesedihan nya, dan satu
lagi yang Siwon sadari, Yoona kini mengenakan syal pemberian nya.

“aishh..kenapa baru keluar? palli
sebentar lagi jam 12”
ucap sica menanggapinya.

Semua hidangan sudah tertata dimeja,
jarum jam yang sebentar lagi mengarah
ke angka 12 membuat smua kini
bersiap.

Siwon dan Yesung mulai menyiapkan
kembang api yang akan dinyalakan.

sedangkan yang lain sudah siap
menghitung mundur untuk menyambut
tahun yang akan segera berganti.

“4 3 2 1 Happy New Year…!!”

Terdengar Suara kembang api dan juga keindahan
nya yang kini menghiasi langit malam
kota Jinan.
membuat suasana semakin
semarak…

Namun bagi Siwon keindahan itu masih
kalah jauh dengan apa yang dilihatnya
kini.

Yoona yang tertawa dan terkagum
menyaksikan indahnya kembang api
dan sesekali menutup telinganya karna
suara yabg ditimbulkan.. itulah
pemandangan yang paling indah dimata
nya.

Ia tersenyum dan tak disangka
yoona yang tiba-tiba melihatnya juga
membalas senyuman nya___

>>>

Ahjussi kim berniat berpamitan pada
Tn.Im namun tiba-tiba Yoona mengatakan
sesuatu.

“appa…ahjussi.. ada yabg ingin
kukatakan”

“Oh ne…waeyo yoongie?” jawab
ahjussi kim

“ne…katakanlah .. kami ingin
mendengarnya”

Siwon terus menatap kearah Yoona yang
kini terlihat menunduk. ada keraguan
padanya untuk mengatakan nya, namun
ia sudah memutuskan mungkin ini jalan
terbaik yang harus ia pilih.

Tak lama yoona mengangkat
wajahnya, ia melihat semua kini
menaruh perhatian pada apa yang akan
dikatakan nya, termasuk siwon.

“emm…aku akan menerima perjodohan
nya”

Ucap yoona yang langsung disambut
senyum dari appa, umma nya dan juga
ahjussi Kim dan istrinya, serta yang lain
nya.

Namun tidak dengan siwon, ia
merasa ada sesuatu yang terjadi pada
yoona yang kemudian membuatnya dengan cepat
menerima perjodohan itu.

“kau yakin dengan ucapanmu.. yoong?”
tanya Tn.im yang hanya dijawab dengan
anggukan dari yoona.

“tapi aku harap appa menepati kata-kata
appa..”

“maksudmu..?”

“biarkan aku bekerja di Seoul..”

Yoona POV

Kuberanikan diriku untuk mengambil
pilihan ini.
saat ini memang hanya inilah yang
kurasa terbaik. Aku ingin pergi dari
Jinan bukan untuk menghindar, tapi aku
merasa perlu untuk menata kembali
hatiku.

“baiklah setelah kalian menikah appa
akan mengijinkan mu bekerja di Seoul..
karna akan ada Siwon bersamamu”

Ucap appa yang terlihat senang
mendengar keputusan ku menerima
perjodohan ini.

aku tak tahu apa
sebenarnya yang ada dalam pikiran appa
dan umma. Mengapa mereka bisa
sangat percaya pada siwon yang notabene baru
mereka kenal.
apa karna ahjussi kim?
Karna beliau teman baik appa.. jadi
dengan mudahnya appa menerima
Siwon.

“tapi appa…bisakah kami tak langsung
menikah”

Ya…
aku menerima perjodohan ini,tapi
aku tak ingin menikah dengan siwon
oppa. setidaknya untuk saat ini..

mungkin aku egois telah
memanfaatkan perjodohan ini agar aku
bisa mendapatkan ijin dari appa dan
umma.

“aku perlu waktu untuk mengenal
siwon oppa”

kulihat appa dan ahjussi kim saling
pandang, mereka mungkin sedang
mempertimbangkan keinginan ku.

“baiklah…tapi di Seoul kau harus tetap
tinggal bersama Siwon, appa takut jika
kau tinggal sendiri akan terjadi sesuatu
padamu”

Tinggal bersama Siwon oppa?

Aigoo…ini tak jauh beda dengan aku
langsung menikah dengan nya___

>>>

Siwon POV

Setelah menyetujui semua syarat yang di
ajukan appa nya, Yoona memintaku
untuk berbicara hanya berdua dengannya.

Aku menuruti keinginan nya, dan kami sedikit
menjauh dari yang lain untuk mencari
tempat yang nyaman.

Sudah sepuluh menit kami disini tapi dia
belum mengatakan apapun, kulihat raut
wajahnya yang muram, kurasa banyak hal
yang sedang berusaha ia sembunyikan.

Kupandangi wajah nya, entah kemana
arah tatapan matanya saat ini, ia
mengeratkan syal di lehernya saat
merasakan tiupan angin malam yang
membuat udara semakin dingin malam ini.

“aku sudah putus dengan seunggi
oppa”

Itulah kalimat pertama yang tiba-tiba
meluncur dari bibirnya.
ada rasa lain di
hatiku ketika mendengarnya, entahlah
mungkin ini salah satu rasa egois yang
kumiliki.

Aku justru senang
mendengarnya..

“sore tadi saat kau melihatku menangis
setelah berbicara dengan nya, saat
itulah aku memutuskan hubungan ku
dengan nya”

aku masih diam dan menyimak apa yang
ia katakan, raut wajahnya tak juga
berubah, ia justru menunjukkan rasa
sedihnya di hadapan ku dengan
meneteskan lagi airmatanya.

Jika seperti ini pantaskah aku merasa
bahagia diatas kesedihan nya?

“kukira sikap protektifnya selama ini
padaku karna dia memang mencintaiku,
tapi aku salah dia hanya….”

Yoona tak meneruskan kalimatnya dan
justru kini beralih menatapku, dapat
kulihat dengan jelas airmata
diwajahnya.

“aku harus ke Seoul dan bekerja
disana, karena pihak pusat yang
memintaku, terus terang aku senang
mengetahuinya karna aku bisa
menambah pengalaman ku dan juga
karier ku, tapi sayangnya appa dan
umma tak mengijinkan ku dan justru
memintaku berhenti bekerja”

apakah ia mulai membuka hatinya
untuk ku? Aniyo…tak mungkin secepat
ini
lalu kenapa tiba-tiba dia menceritakan
semuanya padaku?

“hanya ada satu hal yang kemudian dikatakan appa
padaku. Yaitu.. terima perjodohan ini dan
menikah dengan mu.. dengan begitu
appa akan mengijinkan ku bekerja di Seoul..”

Jadi inilah alasan nya, sakit hatinya
karna putus dari namja chingunya,
serta pekerjaan nya yang membuatnya
menerima semua ini..?

jadi dia sedang menjadikanku
pelampiasan cintanya?
Benarkah seperti itu?

“mianhae…bukan maksudku untuk
memanfaatkan mu oppa.. tapi aku hanya ingin
kau membantuku.. oppa
bantu aku meninggal kan Jinan, aku
tak mau bertemu lagi dengan Seunggi
oppa, setidaknya sampai aku bisa
mengobati luka di hatiku..
jeongmal mianhaeyo aku sungguh tak
bermaksud memanfaatkan mu..
oppa mau membantu ku kan?”

Saat melihatnya seperti ini, menangis
meneteskan airmatanya di hadapan ku
membuatku ikut merasakan luka
dihatinya?
Apa sebenarnya yang ada dipikiran pria
itu?
Tega-tega nya dia menyakitinya?

Tapi aku juga tak bisa berbohong ada
rasa sakit yang lebih di hatiku setelah
mengetahui alasan nya…

Lantas apa yang harus aku putuskan??

>>>

Author POV

Yoona masih menatap siwon, menunggu
jawaban dari sang namja didepan nya.

“jujur…kalau aku boleh jujur aku
memang mencintaimu sejak pertama
melihatmu…ah…ani ani…sejak aku
mendengar suaramu aku sudah
merasakan itu, darahku berdesir dan
jantungku menjadi berdetak abnormal”

Terkejut tentu saja yang saat ini yoona
rasakan, siwon menyatakan perasaan
padanya..

Oh..
Astaga…

Ia hampir-hampir tak mempercayainya.

“oppa…”

“kau tak perlu merasa terbebani,aku
hanya ingin kau tahu perasaan ku dan
aku tak akan pernah memaksamu
untuk menerimaku, perasaan ini hanya
milikku sendiri…”

Siwon menarik senyum nya di hadapan
yoona, kemudian ia meraih tangan nya.

“kajja…kurasa ahjussi Kim akan
segera pulang”

“oppa…tapi..”

“tak usah khawatir, aku akan
membawamu ke Seoul dan kau bisa
nyaman bekerja disana”

>>>

Sebelum berangkat ke kantor yoona
terlebih dulu membereskan barang-barang yang
akan ia bawa ke Seoul.

malam ini
setelah menyelesaikan beberapa
pekerjaan terakhirnya selama di Jinan,
Yoona akan berangkat ke Seoul
bersama siwon.

“umma aku jalan dulu ne..”

“kau masih harus ke kantor?”

“ne…aku perlu mengambil beberapa
dokumen disana”

>>>

Dengan cepat yoona membereskan
pekerjaan nya, menyusun laporan
terakhirnya dan langsung menyerahkan
nya pada sang boss.

“sajangnim saya sudah menyelesaikan
semuanya”

“oh ne, gomawo…kau sudah siap
berangkat ke Seoul?”

“deh…”

“baiklah .. semoga pekerjaan mu disana
berjalan lancar dan kau bisa kembali
bekerja disini karna terus terang pihak
pusat kali ini mengambil karyawan
terbaik ku…”

“kamsahamnida sajangnim”

“ne…sampai jumpa lagi Im Yoona, jika
terjadi sesuatu disana jangan ragu
untuk menghubungi ku”

“ne sajangnim”

Yoona melangkah keluar dari ruangan
boss nya kemudian menuju meja
kerjanya untuk membereskan barang
pribadinya.

“Yoona…kau benar akan kembali ke
Seoul?”

tanya fanny menghampiri yoona yang
sedang membereskan barang-barang milik nya.

“Ahh…aku tak punya teman lagi yang sebaik
dirimu..”

Omong kosong…

Yoona hanya tersenyum sinis tak
menggubris ucapan fanny.

Ya..
Dia pastilah menganggap yoona baik karna mau berbagi sang pacar dengannya ..

“apa yang harus kulakukan jika kau sudah
tak bekerja disini?”

“bukankah kau senang? Dengan
kepergian ku kau tak perlu lagi
bersembunyi dariku”

“bersembunyi? Apa maksudmu yoong?”

“berhenti berpura-pura dihadapan ku, aku
muak melihatnya”

Yoona beranjak pergi membawa kotak
berisi barang-barang pribadinya, namun fanny
menahan lengan nya.

“hey…apa maksud ucapan mu yoong?”

“aku sudah putus dengan Seunggi oppa,
kau bisa dengan bebas bertemu dengan
nya, aku tak perduli..!”

“jadi kau sudah tahu semuanya…bagu
slah kalau kau tahu aku tak perlu lagi
beralasan padamu, dan asal kau tahu
Seunggi oppa tak pernah mencintaimu,
dia hanya terobsesi padamu”

dengan angkuhnya fanny berjalan
meninggalkan yoona yang kini berusaha
untuk menahan emosinya dan tidak
terpancing dengan ucapan fanny.

>>>

Yoona mematut wajahnya di depan
cermin, ia telah bersiap untuk
berangkat ke Seoul, dua buah koper
sudah ia siapkan tinggal menunggu
siwon yang mengatakan akan
menjemputnya.

“oenni .. Siwon oppa sudah datang”

“ne.. baiklah aku sudah siap Seo”

Yoona keluar kamar dengan membawa
dua kopernya, ia cukup terkejut karna
bukan hanya siwon yang datang
menjemputnya tapi juga ahjussi dan
ahjumma Kim serta sooyoung.

kedua oenni  nya beserta suami mereka juga
sudah berada dirumahnya.

“appa…mengapa semua berkumpul
seperti ini?”

“tentu saja karna kau akan berangkat
ke Seoul, apa kau tak akan berpamitan
terlebih dulu pada kami”

“ne appa tapi kenapa…”

“kemarilah sayang, ada sesuatu yang
harus dilakukan sebelum kau dan
Siwon berangkat ke Seoul”

Ny.Im merangkul yoona dan
memintanya untuk duduk disamping
siwon.

“kami para orangtua sudah
membicarakan dan memutuskan ini”

Ucap Tn.Im mengawali pembicaraan.

“sebelum kalian berangkat ke Seoul..
terlebih dulu di hadapan keluarga
kalian akan bertunangan”

“MWO…Appa ..!”

Yoona tak dapat menyembunyikan
keterkejutan nya mendengar keputusan
sang appa yabg sebelumnya sama sekali tak
dibicarakan terlebih dulu dengan nya.

Tapi tidak dengan siwon karna ahjussi
kim telah terlebih dulu memberitahunya.

“appa kenapa secepat ini?”

“ini hanya pertunangan yoong, bukan
pernikahan.. dan appa rasa tak ada
salahnya. dengan begini appa dan
umma bisa tenang karna ada Siwon,
dengan status sebagai tunangan mu dia
pasti akan lebih melindungimu”

Yoona tak bisa lagi mengelak, ia harus
menjalaninya, tak pernah terbayangkan
olehnya ia akan bertunangan dalam
keadaan seperti ini.

hanya dengan
pakaian santai tanpa gaun, heels ataupun
make up yang akan mempercantik
wajahnya.

Siwon perlahan meraih tangan yoona
untuk berdiri, ia mengeluarkan sebuah
kotak kecil dari saku celananya. dua
buah cincin terlihat didalam nya begitu
siwon membukanya.

“mianhae karna sebelum nya aku tak
menyiapkan cincin untukmu, dua cincin
ini adalah cincin pernikahan
peninggalan orangtuaku, kuharap kau
tak keberatan memakainya, hanya
untuk simbol jika kau tak menyukainya
nanti kita bisa menggantinya sesuai
keinginan mu…kau mau kan yoong?”

>>>

Yoona POV

Aku tak menyangka dengan apa yang saat
ini aku hadapi, aku benar-benar tak siap
untuk bertunangan dengan siwon oppa.

“oppa…tapi aku…”

“Yoongie…”

umma menyentuh bahuku dan
mengangguk tersenyum meyakinkan
ku, dapat kulihat dengan jelas sorot
kebahagiaan yabg terpancar dari kedua
matanya.

Ku berbalik dan memeluk umma untuk kemudian
berkata..

“mengapa umma begitu percaya
padanya?”

“batin seorang ibu yang berkata yoong,
umma tak bisa menjelaskan nya. kelak
jika kau menjadi seorang ibu kau akan
bisa mengerti”

Umma melepaskan pelukanku dan
kembali menunjukkan senyum nya
padaku, di genggam nya erat kedua
tangan ku.

“percayalah cinta akan tumbuh seiring
berjalan nya waktu.. Siwon pria baik dan sangat mudah untuk dicintai. Percayalah sayang.. ”

Dadaku terasa sesak mendengar
kalimat dari umma, cinta? Masihkan
ada cinta yang bisa kurasakan dan akan
membahagiakan?

Jika saat ini saja hatiku justru hancur
karna cinta…

Perlahan aku kembali menatap siwon
oppa dan mengulurkan tanganku padanya. ia
tersenyum meraih tanganku dan
memasangkan cincin dijari manisku.

rasanya airmataku sudah akan turun
namun sekuat hati aku menahan nya,
kemudian mengambil satu cincin lagi
dan memasangkan nya di jari Siwon
oppa.

Ya kami bertunangan sekarang seiring
tepuk tangan keluarga kami yang hadir untuk menyaksikan nya

“selamat sayang”
umma memelukku

“cukkaeyo yoong”

“cukkae oenni”

“selamat imo”

Tae ri keponakan kecil ku ikut
tersenyum dan berlari memeluk ku..

“Yoona imo juga akan menikah seperti
Yuri imo?”

“deh..?”

aku terkejut mendengar celotehan nya,
sementara ia justru tertawa mencium
sebelah pipiku dan berlari menghampiri
Sica oenni.

Ahh…kurasa memang Sica oenni yanf
mengajarkan nya.

satu persatu semua mengucapkan
selamat padaku dan siwon oppa hingga
kami akhirnya berpamitan karna harus
segera berangkat ke Seoul.

“setiap hari kau harus menelpon umma..
arra!”

“arrasso umma”

“aku titip putriku.. Siwon”

“deh…paman”

“jagalah dia untuk kami”

“ne…aku akan melakukan nya untuk
kalian”

dapat kudengar semua pesan dari appa
dan umma yang mereka sampaikan pada
siwon oppa.

Ya Tuhan…
Mereka benar-benar serius menitipkan ku padanya..

perlahan namun pasti kami
akhirnya meninggalkan Jinan menuju
Seoul.
aku pasti akan sangat merindukan
keluargaku, temanku, suasana dan
udara pagi yang segar di Jinan, sinar
rembulan dan taburan bintang dilangit,
juga hembusan angin malam yang selalu
mengiringi langkahku saat pulang kerja.
untuk beberapa waktu aku tak kan lagi
bisa merasakan nya___

>>>

Siwon POV

Aku tahu pasti apa yang dirasakan yoona
saat ini, ia pasti tak menyangka malam
ini menjadi malam pertunangan untuk
kami.

Jujur aku juga masih tak percaya jika
status kami sekarang sudah
bertunangan.
hanya status memang, yang mungkin
akan membuat aku dan dia terikat, tapi
tidak untuk perasaan dan hatinya karna
aku tahu aku belum bisa memiliki
hatinya.

“mianhae yoong..”

dia menoleh kearah ku setelah
mendengar kalimat yang kuucapkan.

“maaf karna telah membuatmu tak
punya pilihan lain”

“oppa…apa yang kau katakan?”

“kita tak seharusnya bertunangan, aku
tahu kau keberatan dengan semua ini”

“bukan begitu tapi…”

“kau bisa melepaskan cincin itu jika
kau mau, jangan merasa tak enak hati
denganku, aku tak keberatan”

“oppa…apa yang kau katakan? Jujur aku
memang keberatan dengan ini,
walaupun begitu aku takkan seenaknya
melepaskan nya, disini.. dalam cincin ini..
kedua orangtuaku menitipkan
kepercayaan mereka padaku, sebenci
apapun aku dengan pertunangan ini aku
takkan pernah melepaskan cincin ini
tanpa seijin orangtua ku, ada do’a dan
harapan mereka disini”

aku tertegun mendengar semua ucapan
nya, aku tak menyangka dia berpikir
seperti itu.

“lalu kenapa oppa memberikan cincin
ini padaku? Bukankah ini sangat
berharga untuk mu?”

“ya…itu memang benda paling
berharga peninggalan orangtuaku,
entahlah aku juga tak mengerti tapi ada
keyakinan dari dalam hatiku untuk
memberikan ini padamu, sudahlah
jangan dipikirkan, aku tak mau kau
terbebani dengan cincin ini hanya karna
ini peninggalan orang tua ku”

Ku fokuskan lagi kemudi mobilku untuk
melewati jalanan yang akan membawa
kami ke Seoul___

>>>

Author POV

Setelah beberapa jam menempuh
perjalanan, keduanya kini telah tiba di
Seoul dan langsung menuju apartmen
Siwon yang akan mereka tempati
bersama.

“masuklah..”

Yoona mengikuti langkah Siwon masuk
kedalam apartmennya.

“kau bisa memakai kamar ini, biasa
sooyoung yang memakainya jika ia
kesini”

Siwon membuka pintu kamar dan
memasukkan dua koper milik yoona
kedalam nya.

“gomawo oppa…”

“kau pasti lelah istirahatlah…”

“Siwon oppa kau sudah pulang? kenapa
pintunya terbuka?”

Seorang yeoja tiba-tiba masuk ke
apartmen dan langsung menghampiri
siwon.

“oppa kau lama sekali…aku
merindukan mu”

Yeoja itu langsung memberikan
pelukan pada siwon, membuat yoona
mengerutkan dahinya karna terkejut.
namun tak ada yang bisa ia lakukan karna
sepertinya siwon cukup nyaman
dengan yeoja yang sedang memeluknya.

“apa yang kau lakukan selama aku
pergi?”

“aku kesepian oppa, Oh…siapa dia?”

tanya yeoja itu setelah menyadari
kehadiran yoona di antara mereka.

Yoona menatap aneh seorang yeoja di
hadapan nya yang tadi memeluk siwon.
sedangkan siwon masih bingung
mengatakan status Yoona dengan dirinya.

“Owh dia…dia…”

Sekali lagi Siwon menatap kearah
yoona.

“aku tunangan Siwon oppa…annyeong
haseyo Im Yoona imnida”

Siwon tak menyangka Yoona akan
mengakui pertunangan mereka.

“ahh…jadi kau yeoja yang dijodohkan
dengan Siwon oppa? Annyeon Lee
sunny imnida…senang bisa bertemu
dengan mu..kau sangat cantik”

“gomawo..”

Yoona tersenyum mendengar pujian
dari sunny,ia kemudian mengalihkan
pandangan nya pada siwon seolah
bertanya ‘siapa sunny’

“Sunny teman ku dan sooyoung sejak
kecil”

“ne…yoona ssi kami sudah berteman
lama, sepertinya kalian lelah
istirahatlah aku juga harus
pulang…annyeong”

Sunny tersenyum pada keduanya
kemudian berjalan keluar
meninggalkan apartmen siwon.

“tidurlah yoon..”

“ne…selamat malam oppa”

Yoona segera masuk kedalam kamar
kemudian menutup pintunya rapat.
mengistirahatkan tubuhnya malam ini
sebelum esok memulai hari
pertamanya kembali bekerja di Seoul.

>>>

Mendengar alarm dari ponselnya yang
berbunyi perlahan walau dengan
enggan membuat yoona membuka
kedua matanya, ia turun dari tempat
tidur kemudian berjalan kekamar mandi
untuk menyegarkan tubuhnya,
mempersiapkan dirinya untuk bekerja.

“yoong apa yang kau lakukan?”

tanya siwon yang baru bangun dan
melihat yoona didapur dengan mengenakan pakaian
rapi.

“oppa kau sudah bangun? Aku hanya
mencari bahan makanan untuk sarapan..
tapi aku tak menemukan apapun di
kulkas”

“aku selalu makan diluar, maklumlah
aku tak bisa memasak jadi tak ada
bahan makanan apapun”

Yoona hanya ber O mendengar
penjelasan siwon.

“kau sudah akan berangkat?”

“ne oppa aku harus menemui
direkturnya terlebih dulu jadi aku harus
berangkat lebih awal”

“tunggulah 15 menit aku akan
mengantarmu”

“aniya…oppa aku bisa berangkat
sendiri, aku tak mau merepotkan mu”

“aniy…kita berangkat bersama saja”

Siwon tetap kekeh ingin mengantar
yoona, segera ia masuk kekamar mandi
dan bersiap.

>>>

Di dalam mobil di sepanjang perjalanan menuju tempat
kerja, Siwon dan Yoona
terlihat mengobrol, sepertinya sudah
tak ada kecanggungan lagi diantara
keduanya.

“jadi Sunny tinggal di apartmen yang
sama dengan kita oppa?”

“ne…tepat di depan kita”

“jinjja..?”

“dia baru saja menikah dua bulan lalu,
tadinya dia tinggal bersama
orangtuanya.. setelah menikah dia
pindah mengikuti suaminya yang juga
rekan kerja ku”

“kebetulan sekali…sahabatmu menikah
dengan rekan kerjamu”

“aku memang sengaja mengenalkan
mereka tak kusangka akhrinya mereka
justru menikah”

Siwon tersenyum kemudian kembali
fokus menyetir.

“kenapa kau mengatakan pertunangan
kita pada sunny?”

“ada apa memangnya? Ah…apa oppa
keberatan sunny mengetahuinya?
Mianhae oppa aku tak tahu, maafkan
aku?”

“ani…bukan itu maksudku, aku hanya
tak menyangka kau akan mengatakan
nya”

“nyatanya memang kita sudah
bertunangan oppa, walaupun
pertunangan kita sungguh tak terduga
oleh ku sebelum nya, tapi tak ada yang
salah dengan itu.. jadi tak ada yang perlu
di sembunyikan, akupun tak berniat
menyembunyikan nya”

Yoona menghembuskan nafasnya
pelan,mengalihkan pandangan nya
kearah kaca mobil disebelahnya,
memandang jalanan yang cukup padat
dengan kendaraan pagi ini.

“kita sarapan dulu Yoong”

tiba-tiba siwon memberhentikan mobilnya
di depan sebuah rumah makan.

“aku biasa sarapan disini, kajja turun”

“tapi oppa aku harus segera ke tempat
kerja”

“aku tahu..lagi pula tak mungkin sepagi
ini direkturmu itu sudah datang.. kajja..”

Siwon membuka seatbelt nya kemudian
turun dan membukakan pintu mobil
untuk yoona.

“kau mau pesan apa yoong?”

tanya siwon melihat yoona yang hanya
membolak balik daftar menu ditangan
nya.

“aku mau hot coklat saja”

“tapi kau juga harus mengisi perutmu
dengan makanan walaupun hanya
sedikit” ucap siwon menyarankan

“baiklah aku pesan cappucino dan
waffle, tolong dipercepat” pesan siwon
pada sang pelayan.

“ini hari pertamamu..kau tak tahu apa
yang akan kau hadapi nanti, jadi hal
pertama yang bisa kau lakukan adalah
persiapkan tubuhmu dengan baik” ucap
siwon mengingatkan yoona.

“ne..kau benar oppa”

Yoona tersenyum membenarkan
perkataan siwon padanya
setelah pesanan mereka
datang,keduanya lantas menikmati
sarapan berdua untuk pertama kalinya.

“oppa terlalu boros jika kau setiap hari
makan diluar, mulai besok aku akan
memasak untuk kita”

“kau yakin bisa memasak?”

Siwon merasa ragu dengan ucapan
yoona.

“aishh…oppa meremehkan ku! Tentu
saja aku bisa, umma yang mengajarkan
nya padaku, umma bilang agar saat
men…”
Yoona menghentikan ucapan nya.

“agar apa?” tanya siwon

“ani…lupakan saja, yang pasti aku bisa
memasak”

“baiklah…pulang kerja kita belanja ke
supermarket”

>>>
“apa yang kau katakan…?”

“yoona oenni sudah bertunangan jadi
oppa jangan coba macam-macam pada oenni”

“aku tak akan membiarkan nya…”

“yak…Seunggi oppa apa yang akan kau
lakukan?”

>>>

Author POV

Siwon membereskan beberapa map
dari atas mejanya, ia telah
menyelesaikan semua pekerjaan nya
dan segera meninggalkan kantor untuk menjemput Yoona. Sesuai janji
mereka, setelah pulang dari kantor
keduanya akan terlebih dulu berbelanja
bahan makanan di supermarket___

Siwon membunyikan klakson mobilnya
saat melihat Yoona sedang berdiri
menunggu didepan gedung kantornya.
Yoona yang
menyadarinya segera menghampiri
mobil siwon kemudian masuk kedalam
nya.

“sudah lama menunggu?” tanya siwon
dan kembali menjalankan mobilnya.

“aniy..baru sepuluh menit lalu aku keluar..”

Terjadi pembicaraan lain setelahnya,
tentang pekerjaan yoona terutama.

dapat terlihat dengan jelas Yoona yang
mulai nyaman bercerita apapun pada
siwon.

“oppa…makanan seperti apa yang kau
sukai?”

tanya Yoona sambil memilih-milih bahan
makanan dalam supermarket, ia
tampak antusias dengan kegiatan nya
ini. sedangkan siwon hanya mengikuti
yoona sambil mendorong troli
belanjaan yang masih kosong.

“oppa..apa yang kau suka?” tanya yoona
sekali lagi karna siwon tadi tak juga
menjawab pertanyaan nya.

bagaimana
mau menjawab karna sepertinya siwon
tak mendengarkan pertanyaan yoona, ia
justru intens memperhatikan yoona
yeoja yant telah berhasil masuk
kehatinya.

“OPPA…”

“deh…” kaget siwon akhrinya karena
yoona menaikkan volume suaranya.

“oppa tak mendengar ku?”

“tentu saja aku mendengar mu,
waeyo?”

“aishh…kalau oppa masih bertanya itu
artinya oppa tak mendengarku”

jawab
yoona sambil memasukkan beberapa
sayur-sayuran segar yang telah ia pilih
kedalam troli yany didorong siwon.

“aku tanya… makanan apa yang oppa
sukai?” ulang yoona lagi karna siwon
memang benar tak mengerti
maksudnya.

“tak ada yang special, aku suka apapun
yang sudah dimasak untuk ku, dulu umma
selalu bilang padaku dan sooyoung tak
boleh memilih-milih makanan, karna Tuhan
sudah memberikan nya untuk kita”

Yoona hanya diam mendengarnya.

“apa aku terdengar sedang
menceramahi mu?”

mendengar pertanyaan siwon tadi
seketika yoona menggeleng kemudian
tersenyum.

“ani…yang oppa katakan tadi sama
dengan apa yang umma katakan padaku”

Yoona kembali berkeliling mencari
bahan makanan yang sekiranya akan ia
butuhkan untuk beberapa hari kedepan.

“selesai oppa…”

“tak ada yang tertinggal?”

“kurasa cukup”

“kalau begitu kajja kita ke kasir”

Yoona mengikuti siwon menuju kasir,
selesai membayar keduanya langsung
membawa beberapa kantong belanjaan
menuju mobil yang berada di tempat
parkir.

“oppa…itu terlalu berat, berikan
sebagian padaku”

“tidak usah, kau pasti lelah hari ini”

“bukankah oppa juga lelah? Berikan
padaku..”

Yoona mengambil dua kantong
belanjaan dari tangan siwon.

“begini lebih baik kan, kita saling
membantu”

Yoona menunjukan senyum nya di
hadapan siwon, kemudian keduanya
berjalan beriringan menuju tempat
parkir___

>>>

Setelah menempuh beberapa menit
perjalanan dari supermarket, mereka
kini sudah tiba di apartmen.

Siwon
membuka bagasi untuk mengambil
belanjaan yang tadi mereka beli kemudian
keduanya bersama-sama berjalan masuk
menuju apartmen.

“oppa…baru pulang?”

tanya sunny saat keluar dari
apartmennya dan melihat siwon dan
yoona.

“ne…”

“kalian darimana?”

Sunny memperhatikan kantong-kantong
belanjaan yang dibawa siwon maupun
yoona.

“Oh…kami dari supermarket, yoona
memintaku untuk tak selalu makan
diluar”

“Ahh…kau benar Yoona, Siwon oppa
memang tak pernah makan dirumah,
bersyukurlah oppa…tunangan mu ini
sangat memperhatikan mu”
Sunny tersenyum menggoda keduanya.

“tak usah malu seperti itu..”

Siwon juga tersenyum melihat yoona yang
kini tertunduk setelah mendengar
ucapan sunny.

“kalian seharusnya tak usah
bertunangan tapi langsung menikah
seperti ku, itu lebih baik”

“aishh…bicaramu semakin menjadi saja..
kajja masuk yoong jangan terus
mendengarkan nya”

“yak oppa…aku juga mau pergi”

“kau mau kemana malam-malam begini?”

“tentu saja berkencan dengan suamiku,
kita pengantin baru jadi butuh suasana
romantis setiap hari, sudahlah kalian
menikah saja…”

“cepatlah pergi kalau begitu.. jangan
membuat suamimu itu menunggu
terlalu lama, nanti dia melirik yeoja
lain disana…”

ucapan siwon tadi langsung mendapat
tatapan tajam dari sunny.

“OPPA…Sungmin oppa tak seperti
itu,dia mencintaiku… baiklah aku pergi
saja, Oh ya Yoona.. lain kali kita harus
mengobrol, akan kuberitahu kejelekan
Siwon oppa padamu”

Sunny segera berlari meninggalkan
keduanya, takut nanti Siwon marah
karna ucapan nya.

“kajja kita masuk yoong, jangan
dengarkan omongan nya tadi”

“ne…tapi kurasa aku tertarik dengan
ucapannya yang terakhir, mengenai kejelekan mu?
Hmm… sepertinya aku ingin tahu itu…” ucap yoona memberinya
tersenyum.

“hahha…kau tak kan menemukan nya”
Siwon balas tertawa kemudian
keduanya masuk kedalam apartemen___

>>>

“jangan bohong padaku, katakan
dimana yoona?”

“aku sudah bilang yoona tak lagi
bekerja disini”

“lalu dimana dia..?”

“yoona…sudah dipindahkan ke Seoul”

“MWO…apa kau bilang… Seoul?”

“ne…”

“tak mungkin…
kalau begitu berikan alamat kantornya
padaku…”

“anio…aku tak tahu…”

“Kau pastinya tahu fanny….”

“Ya.. tapi kau takkan mendapatkannya dariku, karna aku takkan memberikannya padamu Seunggi oppa..”

“Tiffany…!!”

To Be Continued~

152 thoughts on “》HATE and LOVE 《 Chapter 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s