Uncategorized

♥ I Need ROMANCE ♥ Chap 3

# Happy Reading

*

*

*

“Kau akan meninggalkan aku, ya kan?
Kau tidak akan bisa bekerja lagi
denganku setelah ini kan?”

Siwon tampak seperti merasakan sakit
yg sama, tatapan nya begitu dalam
terhadap yoona.

“Siwon.. Jangan konyol, kita akan
baik-baik saja dan aku masih akan
bekerja”

batinnya mencibir kata ‘baik-baik saja’
sungguh tidak tepat, ia sudah pasti
tidak akan menjadi baik-baik saja, tapi
ia masih punya harga diri, ia tak akan
menunjukan kesakitan nya dihadapan
siwon.

ini salahnya yg dari awal telah
melibatkan perasaannya kedalam
hubungan yg tak jelas dan sekarang ia
harus keluar dari sana dan pergi
menjilat lukanya sendiri.

“Ok..tapi kau masih akan tinggal disini
kan sampai soojung pulang?”

“tidak.. Kita sudah selesai”

“Yoona..”

“kumohon keluarlah, aku perlu untuk
memakai pakaian ku”

Yoona melangkah untuk membuka pintu
dan mempersilahkan siwon keluar dari
kamarnya.

mengambil napas dalam-dalam dengan
cepat yoona memakai pakaian nya, lalu
memasukkan pakaian dan barang-
barang lain miliknya kedalam tas, dan
setelah memastikan semuanya telah ia
bereskan yoona keluar dari kamar.

Siwon berdiri tak jauh dari kamarnya
dan terlihat dalam pandangan kosong,
yoona sampai harus berdeham tiga kali
hanya untuk menyadarkan nya.

“yoona..kita bisa berangkat kekantor
bersama kan?”

“tidak..aku perlu untuk mengembalikan
tas ini keapartemen terlebih dulu”

“aku akan mengantarmu..”

“siwon tidak.. Aku hanya ingin kau
meminjamiku salah satu mobilmu
untuk pulang, aku akan
mengendarainya sendiri”

Yoona mulai berjalan untuk membuka
pintu, namun siwon tetap diam
ditempatnya.

“ayo Siwon, aku harus pergi”

“aku akan ambilkan kuncinya”

Siwon melangkah menuju tempat
dimana ia menggantung beberapa kunci
mobilnya, sementara yoona mulai
melangkah keluar, belum terlalu jauh
saat ia mulai berjalan menunduk dan
membuatnya menabrak dada
seseorang, yoona mendongak dan
mendapati minho tersenyum
menatapnya.

“Hei noona?”

membawanya kedalam pelukan, minho
kemudian memberikan ciuman cepat
dipipinya dan terkejut ketika siwon
berteriak.

“jauhkan dirimu darinya sekarang!”

Yoona berbalik untuk menganga pada
siwon, dan berteriak dalam hati…

Ya Tuhan.. Bodoh! Apa dia ingin minho
tahu aku dan dirinya telah melakukan
sesuatu?

“yak Hyung..aku mulai berpikir kau
punya masalah mengendalikan amarah,
kau benar-benar menjadi pemarah
akhir-akhir ini dan segera kau akan
menjadi brengsek”

meraih pergelangan tangan minho,
yoona menggelengkan kepalanya dan
mengumpulkan kekuatan yg tersisa
untuk tersenyum padanya dan
menyadari minho memperhatikan tas
yg ia bawa.

“abaikan saja dia minho, aku datang
untuk fitnes dengan nya, dia marah
karna aku datang tanpa pemberitahuan
terlebih dulu, kurasa tidurnya menjadi
terganggu tadi”

yoona berharap kebohongan nya akan
membuat minho menjauhkan
kecurigaan yg mungkin sedang
memenuhi pikiran nya.

“aku ingin pulang sekarang, dan
sampai jumpa dikantor”

“kunci mobil untukmu Yoona, kau bisa
memakai SUV ku lagi”

Minho mengerutkan dahi ketika siwon
menyerahkan kunci dan yoona
menerimanya.

“noona.. Kau bilang kau tadi datang
kemari untuk fitnes.. Apa mungkin kau
tak membawa mobilmu? Aku memang
tak melihat mobilmu diluar.. Dimana
mobilmu? Kenapa kau memakai mobil
hyung”

Sial…

Kebohongan yg sedikit akan kacau
andai yoona tak dengan cepat
mengantisipasinya.

“aku menggunakan taksi tadi.. Baiklah
aku benar-benar harus pergi”

menarik langkahnya lebih cepat, yoona
menuju SUV milik siwon, melemparkan
tasnya ke jok belakang, ia kemudian
naik ke kursi dan menyalakan mesin.
ia baru saja akan menjalankan mobil
ketika ada ketukan dijendela, dan
melihat siwon berdiri disana, tak ada
pilihan lain kecuali menekan tombol
untuk menurunkan kaca jendela mobil.

“ada apa siwon?”

menelan keperihan nya, yoona
tersenyum sesaat.

“yoona.. Aku hanya.. Aku minta maaf
untuk kekacauan ini, sungguh kau
mengagumkan, wanita terbaik yg
pernah aku kenal, aku tidak pernah ingin
menyakitimu sungguh..
Aku hanya tidak
pernah ingin hubungan seperti itu, aku
sangat menyesal untuk itu.. Aku perduli
padamu, tolong katakan padaku kau
benar-benar akan baik-baik saja”

yoona menatapnya dalam diam
sejenak, apakah ia akan baik-baik
saja?

Tidak….

Tentu tidak…

Sekarang bahkan ia sudah
merasa seseorang telah mencabik
keluar hatinya, membuatnya sekarat
disini.

tapi ia sudah bertekad untuk
mempertahankan senyum diwajahnya
dan akan pergi membawa harga dirinya
dengan utuh.

“Siwon sekali lagi aku akan yakinkan
kau, bahwa aku akan baik-baik saja,
tak perlu merasa bersalah dan
menatapku seolah aku ingin
menjerumuskan diri kedalam jurang
dengan mobilmu”

Yoona tak mampu bertahan lebih lama,
menginjak gas ia mulai melesat keluar
halaman, aliran airmata mulai jatuh
diwajahnya,
beberapa blok menjauh dari rumah
siwon, yoona tak bisa menahan diri
untuk tidak berteriak, kepalanya
berdentam pusing berat dan sepanjang
perjalanan kembali keapartemen nya,ia
sampai harus tiga kali menepikan
mobil karena merasakan mual pada
perutnya…

Masih sama hingga
Sesampainya dirumah yoona
merasakan kepalanya seolah akan
pecah, membutuhkan seluruh tenaga
untuknya bisa berjalan dari mobil
sampai kedalam apartemen nya.

sepertinya migrain menyerangnya dan
kali ini salah satu yg bisa dikatakan
paling mengerikan dari semua yg
pernah ia rasakan.

melangkah kesebuah kotak penyimpan
obat, ia mengambil pil untuk
meredakan migrain nya, dan langsung
bergelung ditempat tidur.

Setengah jam kemudian yoona
terbangun, dentaman dikepala masih ia
rasakan dan ia langsung kekamar
mandi sebelum perutnya kembali
berontak, dan menghabiskan lebih dari
dua puluh menit untuk muntah.

Setelah merasa perutnya tak lagi
bergolak, ia keluar dari kamar mandi
kemudian mengambil lagi dua pil
migrain dan menelan nya dengan
segelas air.

yoona menutup semua gorden
kamarnya, membuat kamarnya menjadi
gelap sebelum ia kembali menjatuhkan
tubuhnya ditempat tidur.

***

Bangun pada tengah hari, dan
sayangnya yoona tetap merasa
mengerikan, walaupun ia merasa
migrainnya sepertinya sedikit mereda
dan ia tersadar untuk memberi kabar
pada siwon bahwa ia tak bisa datang
kekantor, mengambil ponsel ia mulai
mengetik sebuah pesan.

‘siwon mendadak aku sakit, maaf tidak
bisa masuk kerja, sampai jumpa besok’

dan sepersekian detik berikutnya
ponselnya berdering, tentu saja itu
Siwon.
Namun yoona menekan tombol
agar ponselnya diam, dan membiarkan
panggilan masuk ke voice mail, setelah
melihat layar ponselnya mati ia
langsung mematikan ponselnya, ia
butuh ketenangan saat ini.

***

Ketika merasa berada pada titik antara
bangun dan tertidur, yoona mendengar
bel pada pintu apartemen nya berbunyi.
dan ia mencoba mengabaikan nya.
namun lama kelamaan bunyinya
berubah menjadi ketukan yg dengan
cepat berubah ke gedoran.

Ketika mulai menggedor, yoona sangat
yakin siapa yg ada dibekangnya dan
andai kepalanya tidak sedang dalam
bahaya akan meledak, yoona sudah
pasti akan berteriak kepadanya.

Dengan perlahan ia berjalan kearah
pintu depan, gedoran pada pintu itu
sedikit banyak telah membuat
darahnya membeku, bahkan sebelum ia
benar-benar membukanya dan
mendapati siwon berdiri disana.

“Siwon..aku tak bisa berdiri disini, kau
bisa masuk atau pergi, terserah
padamu”

Yoona kembali berjalan kekamar,
berbaring diranjang, ia menarik salah
satu bantal untuk menutupi matanya.

Siwon mengikutinya masuk kekamar
dan yoona merasakan siwon kini duduk
disisi ranjangnya.

“Yoona, aku perlu melihat apakah kau
menjadi membenciku sampai kau tidak
datang bekerja, tapi ada apa? Kau
terlihat mengerikan”

“Siwon..aku tidak akan melewatkan
pekerjaan hanya karna benci padamu,
kau tahu aku masih membutuhkan
pekerjaanku, aku mengalami migrain
yg mengerikan setelah pergi dari
rumahmu, dan itu membuatku terus
mengalami muntah, tolong diam..aku
ingin sembuh”

Siwon lantas berbisik padanya.

“aku akan diam, tapi aku akan tetap
tinggal, aku tak akan meninggalkan mu
seperti ini”

“Terserah kau”

hanya itu yg bisa keluar dari mulut
yoona, muntah yg terus ia alami tadi
sudah menguras seluruh tenaganya.

***

Yoona kembali terbangun dan kemudian
meminum lagi pil migrain yg ia
letakkan diatas meja samping tempat
tidurnya.

Siwon tak ada dikamarnya, dan yoona
berasumsi siwon mungkin sedang
berada diluar menonton tv, namun
beberapa saat setelahnya pintu
kamarnya terbuka dan yoona
merasakan ranjangnya tertekan saat
siwon munduduki ranjangnya.

“Yoona,aku membawakan mu bantalan
leher yg sudah kuhangatkan, aku akan
pasangkan padamu”

yoona membiarkan siwon mengangkat
sedikit kepalanya dan menempatkan
bantalan leher disekitar lehernya.

Oh..
mengapa ia bisa lupa untuk menggunakan itu..

yoona menikmati kehangatan nya dan
memfokuskan pernapasan nya untuk
kembali tertidur.

***

Sore hari saat yoona terbangun ia
merasa lebih baik, siwon masih duduk
disisi ranjang, menjaganya..

“siwon..aku merasa lebih baik, jadi kau
bisa pergi”

“Yoona..jangan mengusirku, aku ingin
melihatmu kembali baik, dapatkah kau
bertahan selama aku berada disini?”

Oh..

Yoona rasanya perlu membalik
pertanyaan nya.

Yang benar adalah
apakah siwon bisa bertahan disini?
Dengannya??

“bukan begitu, aku hanya ingin bilang
kau tidak harus berada disini
mengurusku, kau punya pekerjaan dan
aku merasa tak enak kau meninggalkan
pekerjaanmu karena aku”

“itu tidak masalah yoona.. Tapi jika
kau tak keberatan aku perlu menjawab
beberapa email dengan tab ku? Aku
tahu cahayanya mungkin akan mengganggumu”

“tidak masalah siwon, aku sudah
baikan, kau bisa melakukan nya”

Yoona tak tahu sejak kapan siwon
melepas dasinya, membuka dua
kancing kemejanya dan juga
menggulung lengan nya.

Yang ia tahu pasti adalah semua
perhatian siwon yg diberikan padanya
sedikit banyak telah mengobati
sakitnya, terlepas dari sakit yg ada
dalam hatinya yg timbul karna sebuah
pengharapan lebih atas perasaan nya..

Kini yoona hanya ingin menikmati
memandang siwon yg sudah naik
ketempat tidurnya dan berada
disampingnya yg masih berbaring,
memfokuskan perhatian pada layar tab
ditangannya, setidaknya itu sudah
cukup untuk sesaat menyingkirkan
kesakitan dihatinya…

***

Hari-hari yoona berlalu dengan tak
kalah mengerikan bila dibandingkan
migrain yg beberapa hari lalu
menyerangnya, dan telah menjadi
catatan khusus baginya bahwa
beberapa hari ini adalah hari terburuk
dalam hidupnya.
bahkan sampai akhirnya soojung
kembali dari Jeju, ia tetap merasakan
kehampaan dalam hatinya.

“oenni.. Apa yg terjadi? Kau terlihat
lain”

“apa yg kau maksud lain? Aku
masihlah orang yg sama”

“oenni kau terlihat berbeda, kau
menjadi diam dan beberapa kali aku
mendapatimu melamun, kupikir
sesuatu mungkin terjadi selama aku
berada di Jeju, apa oenni? Katakanlah
padaku”

“tak ada yg terjadi kecuali aku
mengalami kelelahan dan pekerjaan
menuntutku untuk tetap berada disana”

Yoona meneguk setengah dari segelas
susu yg ada diatas meja, ia bahkan tak
bisa makan dengan benar selama hari
terburuk nya.

“soojung ah..aku harus berangkat”

“tak bisakah oenni meminta cuti pada
siwon oppa? Sungguh kau terlihat tak
sehat oenni”

“gwechana..ini bukan sesuatu yg patut
kau khawatirkan sayang, aku baik-
baik saja kok, Oiya aku meletakkan
uang sakumu diatas meja kamarku,
kau bisa mengambilnya”

Yoona tersenyum dan berjalan keluar,
ia merasa perlu dan harus membuat
langkah kedepan, jalan hidupnya yg
baru, ia akan mulai melakukan
kegiatan yg disukainya sebagai
pengalihan dari semua hal yg
berhubungan dengan siwon yg sampai
saat ini masih membayanginya.

hal pertama yg ia lakukan adalah
menelpon kibum selama perjalanannya
menuju kantor.

“kibum ssi..”

“yoona.. Ini benar kau?”

“ne.. Kibum ssi bisakah aku memulai
kelas dansa lagi malam ini?”

“Oh akhirnya yoona.. Aku sudah
menunggu kau mengatakan ini padaku,
tentu saja kau bisa”

“ah..benarkah? Kalau begitu aku akan
datang, sampai jumpa kibum ssi”

“ne..aku menunggumu”

Yoona memutus sambungan telpon nya
kemudian kembali memfokuskan
dirinya hanya pada kemudi dan jalanan
yg dilaluinya.

***

Pekerjaan dan kesibukan nya dikantor
sedikit banyak cukup untuk membuat
yoona sesaat menekan perasaan nya,
ia masih bekerja dengan siwon dan itu
tak berubah sedikitpun.

dihari ini ia bahkan sudah menemani
siwon di dua pertemuan berbeda dan
kembali kekantor pada saat jam makan
siang.

“noona apa kau mau makan siang
bersamaku, aku kelaparan dan tak mau
makan sendirian”

Minho berdiri diambang pintu ruangan
nya dengan wajah memelas.

sebenarnya yoona sangat tak tertarik
untuk makan siang diluar, ia akan lebih
memilih menghabiskan jam makan
siangnya dengan berdiam diri saja
diruangan nya.

“noona kau bisa memilih tempatnya,
selama itu menyajikan makanan aku
ikut”

“baiklah.. Tapi aku perlu memberitahu
bos, aku pergi makan siang dengan
mu”

“aniyo noona.. Kau tak perlu
melakukan nya, aku sudah mengatakan
pada hyung kau akan pergi denganku,
jadi sebaiknya kita tak membuang
waktu”

well…

Siwon tak menunjukan keberatan nya
ia pergi berdua dengan minho.

dan apa
yg yoona rasakan?

Ada kesakitan yg entah atas dasar apa
ia menjadi rindu sikap posesif siwon
padanya.

***

Minho dan yoona akhirnya
memutuskan untuk makan direstoran
Italia, dan memesan menu spagetti yg
menjadi favorit yoona.

Keduanya mulai terlibat percakapan
saat minho berkata sebenarnya ada
sesuatu yg ingin disampaikan nya.

“noona sebelum aku mengatakan ini
kumohon mengertilah bahwa aku
mengatakan nya karna aku sangat
menyayangimu dan noona adalah
keluarga bagiku”

Yoona memberikan tatapan cemas
karna ia sangat berharap minho tak
menyadari fakta bahwa dirinya telah
berhubungan terlalu jauh dengan siwon.

“Pria yg berdansa denganmu dalam
kompetisi, dia adalah seorang bajingan
penggoda, aku berada bersamanya di
klub yg sama dan aku melihatnya
bermesraan dengan dua orang gadis
didepan umum, ini menggangguku
karna noona akhir-akhir ini bahagia
dan puas bukan seperti biasanya, kau
menjadi lebih bersinar, tapi dibeberapa
hari ini ada sesuatu yg salah dalam
dirimu noona, kau diam dan senyummu
itu terlihat tak nyata, dan membuatku
berpikir apa si bajingan itu telah
menyakitimu?”

Sesaat yoona merasa lega karna
setidaknya minho tak memiliki
petunjuk tentang dirinya dan siwon.

Tapi…

Astaga…

Minho jelas berada digaris protektif yg
sama dengan siwon, dia bahkan
melakukan pengamatan khusus
terhadap sikapnya.

“Minho.. dia memang beberapa kali
menelponku, jika itu karna ia
mengharapkan sesuatu yg lebih dariku,
aku sungguh tidak tahu, aku hanya
menganggapnya sebagai teman dan tak
tertarik untuk sesuatu yg lebih dengan
nya, tolong jangan khawatir tentang itu
aku baik-baik saja”

“Oh Tuhan syukurlah.. Aku bahkan
sudah berniat membicarakan ini
dengan siwon hyung, mungkin ada yg
bisa kami lakukan dengan
merencanakan balas dendam pada
bajingan itu kalau saja dia yg
menyakitimu, tapi noona.. Jika bukan
dia, lantas kau kencan dengan siapa
noona??”

Oh ya..

Minho memang pintar, yoona sudah
mencoba menutup pertanyaan itu
darinya, tapi sekarang minho justru
menekan nya untuk memberikan
jawaban..

Haruskah ia mengatakan semuanya
sekarang..??

Tidak…

Yoona merasa tak siap jika membuka
semuanya pada minho sekarang.

“aku tidak sedang dalam sebuah
hubungan kencan dengan siapapun, jika
aku terlihat bahagia itu mungkin karna
aku terbebas dari latihan menari untuk
kompetisi yg sangat melelahkan,itu
membuatku bisa kembali menikmati
tidur dengan nyaman, dan mengapa aku
menjadi diam, itu bukan sesuatu yg
bisa kujelaskan karna aku merasa
diriku sama saja seperti biasanya,
kurasa kau hanya terbawa perasaan
khawatir padaku”

sebuah penjelasan dengan kebohongan
yg yoona buat secara susah payah bisa
ia ucapkan, tampaknya tak memberikan
keyakinan pada minho, dia jelas
menatap yoona dengan tatapan
meragukan tapi karna sifatnya yg
gentleman minho menghargai kata-
katanya dengan mengangguk seolah
memahaminya.

dan ya…

Sekarang yoona menjadi tahu, minho
pasti masih akan mengawasinya dan
untuk itu ia perlu melakukan yg terbaik
untuk menyembunyikan perasaannya.

***

Usai menyelesaikan makan siang,
yoona kembali kekantor, siwon sudah
meminta ia berada diruangannya untuk
membalas beberapa email untuk
pertemuan besok.

Rasanya susah bagi yoona untuk duduk
berada diruangan yg sama dengan
siwon.

Namun apa yg bisa ia lakukan?
Ini adalah pekerjaan nya..

Dan pada akhirnya jam mendenting
pada pukul lima sore yg sukses
membuat yoona bernapas lega, ia siap
untuk meninggalkan ruangan ketika
siwon mulai menghampirinya.

“Yoona.. apa kau punya rencana malam
ini?”

tadinya yoona berencana datang
kekelas dansa, namun mendengar
minho berkata tentang kibum, sedikit
banyak telah membuatnya bergidik
ngeri dan akhirnya mengurungkan
rencananya.

“apa kau mau makan malam denganku,
atau melakukan sesuatu.. apa saja
yoona, denganku”

Ya Tuhan…

Apa yg baru saja siwon katakan?
Apa dia sedang berpikir yoona mau
menyenangkan nya?

“Siwon..setidaknya untuk sementara
kita perlu menghindari menghabiskan
waktu berdua”

“Yoona..tidakkah kau memaafkanku?
Aku masih sahabatmu kan? Dan aku
merindukan mu..”

“Aku juga merindukanmu Siwon, tapi
aku belum siap untuk menjadi…..
Kumohon beri aku ruang untuk sendiri,
aku mau pulang, sampai bertemu
besok”

Yoona langsung melangkah keluar
menuju lift, dan pada saat pintu lift
terbuka minho menyapa dari dalamnya.

“hai noona! Kita bertemu lagi”

Yoona tersenyum dan lantas masuk
kedalam lift yg sama dengan minho.

“punya rencana untuk menghabiskan
malam ini noona?”

“tadinya aku sudah janji akan datang
ke kelas dansa dengan kibum”

“MWO.. Bajingan itu? Aniyo noona aku
tak bisa membiarkanmu pergi kesana”

“tenanglah minho, aku tak akan datang
kesana, apa yg kau katakan tadi cukup
membuatku ngeri, dan bisa menahanku
untuk tak pergi”

“keputusan yg tepat noona.. Jadi kau
tak punya rencana lain kan? Ayo ikut
aku!”

“kemana?”

“ketempat yg menyenangkan, klub”

“tapi aku harus pulang, soojung..”

“kita akan pulang menjemputnya dan
noona bisa berganti pakaian terlebih
dulu, Oh ya.. Aku juga sudah
mengundang Kyuhyun hyung dan soo
noona, mereka akan bersama kita
nanti”

meninggalkan mobil yoona ditempat
parkir, minho menggunakan mobilnya,
melajukan nya dengan kecepatan
sedang menuju apartemen yoona untuk
menjemput soojung sekaligus memberi
yoona kesempatan untuk bersiap.

***

Satu jam kemudian mereka sudah
berada di klub, minho sebelumnya telah
memesan satu meja dibagian VIP, dan
Soo bersama Kyu sudah lebih dulu
berada disana, keduanya bahkan sudah
turun kelantai dansa.

“hai..”

Soo menghampiri yoona dan
memberikan pelukan bergantian
padanya dan juga soojung.

Minho memesan satu botol vodka,
namun karna dirinya akan mengemudi
malam ini dia hanya akan meminum air mineral
biasa.

keuntungan berada di bagian VIP adalah suara
musik tak terlalu bising, mereka bisa
menghabiskan beberapa menit dimeja
untuk mengobrol, kemudian soo
menarik yoona dan soojung ke lantai
dansa.

Yoona merasa relaks dan bersenang-
senang meskipun kepalanya mulai
terasa pusing akibat alkohol yg ia
minum, ia tidak mau menjadi mabuk
malam ini dan akan membuatnya kacau
esok hari.

Akhirnya ia memutuskan
kembali kemeja untuk terlebih dulu
meminum segelas air.
Namun yg terjadi kemudian adalah
perasaan siaga yg tiba-tiba muncul, ia
merasa tersandung dan limbung
melihat siwon duduk didepan sebuah
meja dengan seorang wanita, pirang yg
seksi.

Ia merasa hancur, mengapa ia harus
merasakan perasaan seperti ini?

Sedangkan siwon jelas tak memiliki
masalah setelah berpisah dengan nya..
Dia bisa mendapatkan wanita manapun yang diinginkannya dengan mudah, semudah membalikkan telapak tangannya sendiri…

Merasa cukup melihat pemandangan yg
membuatnya merasa  jijik, yoona berbalik untuk
mencari jalan keluar dan pada saat itu
ia menemukan minho berdiri tak jauh
darinya, menatapnya dengan tatapan
kesedihan..

Ya Tuhan…

Sudah berapa lama minho
mengawasinya? Yoona jelas sedang
tidak menutupi sakit hatinya melihat
siwon bersama wanita lain didepan
matanya.

Minho langsung menyentak tangan nya,
menariknya keluar dari keramaian klub.

“noona.. sudah berapa lama kau
dengan siwon hyung?? Jelaskan
padaku apa yg sudah terjadi diantara
kalian?? Kali ini noona tak bisa
membohongiku…”

Yoona tergeragap dengan pertanyaan
yg dilontarkan minho.

“Minho.. Aku.. Apa maksud pertanyaan
bodohmu itu?”

“noona.. Aku tahu apa yg aku lihat,
semua kini menjadi masuk akal, Hari
pertama aku berada dikantor aku
sudah curiga ketika hyung melarang
mu menjadi mentorku, pagi itu kau
berada dirumah hyung dengan tas
menginap, aku sangat yakin itu
bukanlah berisi peralatan fitnesmu,
kemarahan hyung saat itu, sikap kalian
berdua, aku bisa melihatnya dengan
jelas sekarang”

Minho terus memojokkan yoona
dengan berbagai penyimpulan nya,
membuat yoona frustasi karna tak lagi
bisa mengelak.

“Ya.. Kau benar, sesuatu telah terjadi,
dan semua juga sudah berakhir, Sudah
berakhir.. Tak ada yg perlu
dikhawatirkan jadi kumohon tak usah
membahas semua itu”

Untuk sesaat Minho membeku mendengarnya.

“omong kosong noona.. Jelas ada
sesuatu yg harus dikhawatirkan,
semua itu berarti hyung
menyakitimu? Semua itu jelas
terpampang diwajahmu, semua
sikapmu yg berusaha keras terlihat
bahagia dengan senyum palsumu,
ketika kau mengira tak ada orang yg
memperhatikan.. kau salah noona, karna
aku jelas memperhatikan mu, aku
mengenalmu dan semua perubahanmu
membuatku ngeri, aku pikir seseorang
itu adalah pria lain yg tak berhubungan
darah denganku, tapi ternyata dia
adalah Siwon hyung, aku takut noona..
Aku takut hyung menghancurkanmu”

“Minho tidak.. Aku tidak hancur,
mengapa kau berpikir sejauh itu,
cukup. Jangan membesar-besarkan
masalah!!”

Oh astaga…

Sepertinya yoona salah bicara, Minho
terlihat marah, benar-benar marah..

“inikah yg ingin noona mainkan? Kau
merasa baik? Tak ada masalah? Tak
hancur ataupun terluka? Noona tak
memiliki perasaan apapun pada
hyung? Baiklah jika itu benar, ayo kita
sapa dia dan mengobrol dengan nya,
tak kan jadi masalah kan?”

“ya.. Tidak masalah, ayo kita sapa dia”

Menggelengkan kepalanya frustasi.
Minho menggandeng tangan yoona
kembali ke keramaian klub, dan pada
saat itu yoona merasa dirinya benar-
benar terjebak.

Menyapa siwon??

Jelas bukan suatu ide yg tepat.
Tapi yoona merasa perlu melakukan nya
untuk meyakinkan minho bahwa ia
baik-baik saja.

Namun saat kembali masuk keruang VIP
yoona kembali limbung dengan
pemandangan didepan nya, wanita
pirang yg tadi duduk disamping siwon
kini sedang menyentuh wajahnya dan
yoona berani bertaruh sepersekian
detik berikutnya mereka sudah pasti
akan berciuman dan bayangan siwon
akan membawa wanita itu keatas
ranjang membuatnya mual seketika.

Persetan…

Ia bukanlah seorang aktris yg pandai
berakting.

Berbalik ia melewati minho
dan segera melarikan diri ke kamar
mandi, menghabiskan lebih dari
sepuluh menit berada dalam
keheningan dan mencoba
mengumpulkan keberaniannya untuk
kembali keluar.

“noona.. Apa kau baik-baik saja?”

gedoran pada pintu menyentak yoona
dari lamunan nya, ia sadar akan suara
itu dan langsung membuka pintu kamar
mandinya.

“aku baik.. Tapi minho, Ya Tuhan.. Ini
kamar mandi wanita, kau bisa
menyebabkan keributan disini”

“persetan noona.. Aku tak perduli, kau
kesal dan kau jelas terluka, aku ada
disini karna noona membutuhkan
seorang teman, kita pergi dari sini
noona”

“ya.. Minho, aku ingin kau
membawaku pergi dari sini, tapi
soojung…”

“jangan khawatir, soo noona dan
kyuhyun hyung akan menjaganya dan
mengantar soojung pulang nanti”

Yoona terkulai lemah keluar dari klub,
ia merasa benci pada dirinya sendiri,
mengapa tubuhnya tak bisa menjadi
kuat dengan apa yg terjadi.
Mengapa ia harus selemah itu..

***

Tak lebih dari satu jam setelahnya
yoona sudah tiba diapartemen dengan
diantar minho.
Yoona langsung mendudukan tubuhnya
di sofa ruang tamu dan melepas
sepatunya, ia sudah pasti akan
menghadapi pertanyaan-pertanyaan
dari minho.

dan benar..

Seperti sudah tak sabar dan tak ingin membuang waktu,
minho duduk disampingnya kemudian
bertanya..

“sejak kapan kalian memulainya?”

“malam setelah kompetisi dansa, itu
pertama kalinya”

Yoona menarik dalam napasnya
menunggu reaksi minho selanjutnya.
merasa lega sebenarnya karna pada
akhirnya ia bisa mengatakan itu pada
seseorang.

“Yeah..itu masuk akal, Dia selalu
tertarik padamu noona, dan Aku tahu
hyung hampir lepas kendali saat
melihatmu menari dengan pria itu, aku
masih berasumsi hyung bisa bertahan
seperti apa yg sebelumnya dia
lakukan.. Ternyata aku keliru”

“malam itu aku juga baru menyadari
siwon punya ketertarikan padaku”

“Hyung lebih dari sekedar tertarik, tapi
selama ini dia selalu bisa
mengendalikan perasaannya padamu,
aku menjadi kesal sekarang, Dia tahu
melakukan itu akan menyakitimu, tapi dia tetap melakukannya.. Aku
akan menghajarnya karna melakukan
itu padamu noona”

“tidak Minho.. Ini semua salahku, dari
awal dia sudah memberitahuku dia tak
bisa berkomitmen, aku saja yg bodoh
karna telah melibatkan perasaanku dan
berpikir aku akan bisa mengubahnya”

“Astaga noona..Ini lebih buruk dari
perkiraanku, kau bukan hanya
menderita karna kalian berakhir, tapi
kau juga mencintai hyung”

Minho meremas rambutnya dengan
kedua tangan nya.

“Minho.. Sebenarnya apa yg membuat
siwon tak bisa berkomitmen? Aku
yakin kau tahu, Katakan padaku..
Jebal…”

Minho menatap dengan pandangan
sedih kearah yoona

“Minho..apa yg terjadi? Jangan kira
aku tak tahu, kau juga jenis pria yg
sama seperti siwon, kau juga tak bisa
berkomitmen, apa yg terjadi pada
kalian berdua? Mengapa kalian tak
percaya akan suatu hubungan?”

“komitmen adalah sebuah kematian
bagi kami”

Yoona tak bisa lagi mengibaratkan
seperti apa hatinya saat ini.

Batinnya
bahkan menjerit ketakutan oleh kata
kematian yg disebutkan minho.

Ya Tuhan…

Kematian?

Apa maksudnya
berkomitmen adalah sebuah kematian?

“Oh Minho.. Aku butuh kau berkata
jujur padaku, inilah waktunya aku tahu,
apa sebenarnya membuat kau dan
siwon merasa seperti ini”

Minho menghela napas dan diam
selama beberapa menit, matanya
berkilat oleh kesakitan yg ia coba pendam.

“darimana aku harus memulainya
noona? Semua terlalu mengerikan
untuk kembali kuingat”

“kau bisa memulai dari apa yg
mendasari semua ini”

“Ayah.. Ayah lah yg mendasari semua
ini”

Yoona diam dan berusaha untuk
menjadi pendengar yg baik.

“Siwon hyung dan sooyoung noona
lahir dari seorang ibu yg sama,
sedangkan aku dan sulli, kami lahir
dari ibu yg berbeda”

Oh…

Satu rahasia terbuka dan yoona tak
pernah menduga ada fakta seperti itu.

“Itu karna ayah bukanlah pria yg bisa
berkomitmen, dia tak bisa setia pada
istrinya, ayah tak pernah puas hanya
dengan satu wanita.. Hal itulah yg
pada akhirnya mengakibatkan
kematian?”

Ya Tuhan…

Kematian seperti apakah yg minho maksud?

Yoona jelas masih belum mengerti dan hanya bisa menunggu minho meneruskan critanya.

“kematian ibu hyung yg terluka dan
memilih mengakhiri hidupnya setelah
tahu suaminya memiliki anak dengan
wanita lain, ibu hyung bunuh diri
noona.. Dia menembak dirinya sendiri
dengan sebuah pistol, hal itu terjadi
tak berapa lama setelah ibuku
mendatanginya dan mengatakan dia
sedang hamil anak kedua dari
suaminya”

Tercekat…

Yoona merasa asupan oksigen nya
berkurang saat ini.

“ibuku menuntut pertanggung jawaban
ayah, karna telah menelantarkan aku
dan sulli yg masih dalam kandungan
ibuku”

“lalu?”

hanya satu kata itu yg bisa keluar dari
mulut yoona.

“bunuh diri yg dilakukan ibu siwon
hyung hanyalah satu dari rentetan
kengerian yg kami alami”

butuh beberapa saat bagi minho untuk
meneruskan ceritanya.

“entahlah aku terlalu kecil untuk tahu
pembicaraan apa yg terjadi antara
ayah dan ibuku, hingga pada akhirnya
ayah mau menikahi ibuku, seminggu
setelah ibu hyung dikebumikan”

Yoona mulai menggeser duduknya,
kilatan kesedihan dimata minho
semakin jelas terlihat.

“Hyung sangat membenciku waktu itu,
hal itu tak lain karna hyung merasa
ibuku dan aku adalah penyebab ibunya
bunuh diri”

yoona menarik tangan minho dan
menggenggamnya, mengisyaratkan
dengan matanya agar minho
meneruskan kalimatnya.

“Ayah tak berubah, dia tetap bermain
dengan banyak wanita diluar, bahkan
setelah sulli lahir ayah sama sekali
tak pernah menunjukan perhatian nya,
ibuku tentu saja murka, ibu memaki-
maki ayah setiap hari, dan memuncak
pada satu malam saat kakek pada
akhirnya mencoret nama ayah dari
daftar pewaris, ayah marah besar, dan
menyalahkan ibuku, terjadi
pertengkaran malam itu, sampai
akhirnya ayah menyeretku dan hyung
untuk menyaksikan apa yg dia
lakukan”

Minho sejenak memejamkan matanya,
seolah mengerti dengan kesakitan nya,
yoona mengeratkan genggaman
tangannya untuk menguatkan.

“dia menodongkan pistol dan
menembak mati ibuku, satu lagi
kematian terjadi dikeluarga kami
noona.. Bukan hanya ibuku, ayah
bahkan hampir mendatangkan
kematian padaku, dia juga
menembakku noona, dia menembakku..
anaknya sendiri, ayah mengatakan
kami pantas mati, karna jika ayah
membiarkan kami hidup, kami hanya
akan menjadi perusak sama seperti
dirinya, karna darah ayah mengalir
ditubuh kami, darah seorang perusak”

Ya Tuhan…

Ayah macam apa yg tega berkata
seperti itu pada anaknya…

“Ayah juga hampir menembakkan
pelurunya kearah hyung, tapi dia
terlambat karna kakek datang dan lebih
dulu menembak mati dirinya”

Yoona tak bisa membayangkan seperti
apa kengerian yg terjadi saat itu,
sebuah keluarga dengan mudahnya
saling membunuh..

“aku kesakitan karna peluru yg
bersarang ditubuhku, aku menangis
dan pada saat itu hyung berteriak
memaki jasad ayah dan berlari
memelukku, Hyung memelukku dan
berkata agar aku tidak takut, hyung
akan menyembuhkan ku, tapi aku tetap
menangis.. aku ketakutan.. aku takut banyak
darah yg kulihat dan ibuku yg
tergeletak tak bergerak”

entah sejak kapan airmata mulai lolos
membasahi wajah yoona, ini lebih
mengerikan dan tak pernah
terbayangkan olehnya.

“aku tak tahu apa yg terjadi setelah itu
karna aku tak sadarkan diri selama
beberapa hari, dan saat aku sadar
siwon hyung satu-satunya yg ada
disampingku, dia menjaga dan memberi perlindungan padaku.. dan sejak saat itu hyung
tak lagi membenciku, hyung
menyayangiku dan sulli.. Tapi kata-
kata ayah yg diucapkan didepanku dan
hyung masih terus melekat hingga
sekarang, jika hidup kami
hanyalah sekedar tubuh rusak yg akan
menjadi perusak karna darah ayah
telah mengalir ditubuh kami, itulah
mengapa aku dan hyung tak bisa
berkomitmen,kami takut hal yg sama
terulang..”

Oh Tuhan..

“alasan kejadian itu terus membekas
noona.. Ayah kami sangat kejam dan
kami tak pernah mau menjadi seperti
dia.. tidak aku tak mau seperti itu”

“Ya Tuhan minho.. Kau jelas bukan
seperti orang yg kau sebut ayah itu”

Minho terlihat sedih dan terus
menggelengkan kepalanya seolah
menolak apa yg yoona ucapkan, yoona
bahkan merasa marah saat mendengar
minho berbagi cerita itu padanya.

Jenis binatang apa yg akan melakukan
hal itu pada anak-anak nya?

Tidak…

Bahkan seekor binatang lebih berbelas
kasih terhadap anaknya..

Dan apakah kini dia menjadi senang di
alam sana? Karna telah sukses
menanam doktrinasi terhadap anak-
anaknya…

“kakek juga orang yg sama, Dia adalah
orang tua yg juga tak perduli tentang
arti keluarga, dia hanya peduli tentang
bisnis dan kami hanya…ahli waris, tak
ada kehangatan, tak ada cinta dan
kasih sayang, tapi aku masih bisa
menghargai sumbangan kakek yg
dengan hartanya setidaknya sangat
memfasilitasi kami agar tak hidup
sengsara walau tanpa kedua orangtua”

Yoona semakin ngeri dengan masalalu
yg tergambar suram melalui apa yg
diceritakan minho.

“orangtua noona meninggal sebelum
kita bertemu, tapi lihatlah…di
apartemen ini sebagian besar foto-foto
yg kulihat adalah foto kebersamaan
kalian, kalian semua saling mencintai,
jelas semua itu karna ayah noona
adalah pria yg baik yg bisa menjaga
komitmen nya, aku bahkan bisa
merasakan kehangatan nya hanya dari
melihat foto-foto itu”

sekarang yoona bisa menyimpulkan,
apa yg terjadi adalah bagian dari
trauma yg dialami minho dan siwon.

“apa sulli dan sooyoung tahu tentang
semua itu?”

Yoona bisa melihat wajah pucat minho
yg masih berusaha mempertahankan
ketenangannya.

“anio.. Sulli masihlah seorang bayi
waktu itu, dan soo noona tak pernah
tahu kejadian malam itu, yg ia tahu
hanyalah ayah dan ibuku meninggal
diwaktu yg bersamaan, ketika aku
sadar dan soo noona menemuiku
dirumah sakit, menunjukan simpatinya
padaku, aku tahu dia sama sekali tak
bersedih atas kematian ayah”

menghela napas sedih, minho
melanjutkan.

“Hyung.. Sejak saat itu aku tahu dia
selalu berusaha memberi kami
kehangatan dibalik sikap angkuhnya,
dialah yg menjaga dan mengasihi kami,
namun kurasa keadaan nya menjadi
lebih parah dari sekedar luka tembak
ditubuhku karna hyung memendam
lukanya sendiri, didalam hatinya”

“mimpi..apa siwon sering mengalami
mimpi buruk?”

pertanyaan itu tiba-tiba muncul
dipikiran yoona.

“ne..darimana noona tahu hal itu?”

“euh..itu.. Aku.. Aku tahu karna.. Aku
pernah…”

“pernah tidur dengan hyung?”

Yoona memerah mendengar
spontanitas minho.

“arraso noona..tak perlu
dilanjutkan..Ya seperti yg noona sudah
ketahui, hyung sering mengalami
mimpi buruk, tapi hyung tak pernah
mau berbagi dengan kami tentang apa
yg selalu ada dalam mimpinya,
kemungkinan besar hal itu pasti karna
hyung masih terus teringat kejadian
malam itu, sampai akhirnya hyung
memilih tinggal sendiri untuk
menghindari pertanyaan kami, tapi aku
juga selalu bertanya pada beberapa
penjaga rumah dan mereka mengatakan
beberapa kali melihat hyung bermimpi
buruk..”

“bagaimana dengan ruang
perpustakaan yg ada dirumah siwon
dan juga…aku tak sengaja melihat
sebuah pistol tersimpan disana, kurasa
siwon marah saat mengetahui aku
berada didalamnya”

Minho sedang dalam mode mau berbagi
dengannya, hal ini dimanfaatkan yoona
untuk memecahkan segala teka-teki yg
berada dalam pikiran nya.

“Oh..perpustakaan itu.. Sebenarnya
rumah yg sekarang ditempati hyung, itu
adalah rumah yg sama yg kami tinggali
bersama ayah dan ibu kami, kakek
sudah akan menjualnya tapi hyung tak
menyetujui, dia merubah semua
arsitekturnya namun membiarkan ruang
perpustakaan itu seperti sebelumnya,
perpustakaan itu adalah ruang dimana
ibu hyung sering menghabiskan
waktunya,beliau hobi membaca..itu yg
aku tahu, dan Hyung ingin menyimpan
kenangan tentang ibunya”

“dan pistol itu..??”

“itu adalah pistol yg digunakan ibu
hyung untuk bunuh diri sebagai bentuk
kesakitannya, sepertinya beliau ingin
meninggalkan pesan pada ayah bahwa
beliau mati dengan senjata yg ayah
miliki.. Pistol itu.. Pistol yg sama yg
ayah gunakan untuk menembak ibuku
dan juga aku”

“kenapa siwon menyimpan nya jika itu
adalah benda yg menyakitkan?”

Yoona tak habis mengerti dengan
berbagai pertanyaan diotak nya.

“itu lebih untuk mengingatkan, bahwa
bisa saja kami melakukan hal yg sama
seperti ayah.. Darah ayah mengalir
ditubuh kami noona”

“tidak minho..tidak, kalian…”

“bisa saja noona.. Kami bisa saja
melakukan nya dengan tubuh ini, tubuh
yg telah teraliri darah seorang perusak
adalah tubuh yg sama rusaknya, dan
hanya akan menjadi perusak
selamanya..”

“itukah mengapa siwon bermain
dengan banyak wanita? Karna dia
menganggap dirinya telah sama
rusaknya? Untuk itukah dia berpikir
bebas berperilaku sama seperti
ayahnya?”

Batinnya lantas meneriakinya,
mengapa ia mengeluarkan pemikiran
semacam itu?
Bagaimana jika itu benar?
Bukankah dia hanya akan semakin
terluka..

Dan apa yg akan ia lakukan
selanjutnya??

Ya Tuhan..

Yoona sangat ingin menolak pemikiran
nya sendiri.

“apa noona merasa hyung seperti itu?”

“molla..”

“Jawabannya adalah tidak.. Wanita-
wanita yg selama ini mendekati hyung,
mereka sudah rusak bahkan sebelum
hyung merusaknya.. Percayalah
padaku.. Selama ini hyung tak pernah
menginginkan mereka, dia hanya
menjadikan mereka pengalihan karna
aku tahu hyung hanya menginginkan
noona”

Oh…

Bisakah ini menjadi sebuah angin
menyejukkan bagi yoona

“bagaimana denganmu?”

“apa yg bisa aku lakukan noona? Aku
bahkan merasa ayah lebih banyak
mengalirkan darahnya ditubuhku..”

Minho kembali meletakkan kedua
tangan nya diatas kepala, meremas
rambutnya frustasi.

Ini buruk…

Sejarah keluarganya itu seharusnya
tak mendefinisikan mereka akan
melakukan hal yg sama, dan yoona
sangat ingin minho tahu dia salah
tentang dirinya.

Walaupun darah dan dagingnya sama
dengan ayahnya, mereka jelas
memiliki jiwa yg berbeda.

“Minho.. Kau salah, kau tak melihat
dirimu untuk apa kau sebenarnya, kau
dan siwon.. Kalian pria yg luar biasa,
kalian sama sekali tak seperti ayah
kalian, tidakkah selama ini kalian
menyadari bahwa kalian berkomitmen
untuk menjaga satu sama lain, kalian
bahkan menjagaku dan soojung, apa
itu terdengar seperti kalian pria yg
tidak bisa peduli?”

dengan tatapan matanya, Yoona
memohon pada minho agar dia
mendengarkan nya.

“satu-satunya yg menjadi masalah
adalah bahwa kalian telah termakan
omong kosong yg ayahmu katakan, Dia
memperparah dosa-dosanya diakhir
dengan kalimat yg mendoktrinasi
kalian”

Yoona memeluknya dan kemudian
berbisik.

“berhentilah membiarkan ayahmu
tinggal dikepalamu, terjebak dengannya. Ini adalah
hidupmu, jika kau tak memilih
membuat hidupmu bahagia, ayahmu
bahkan masih bisa menyiksamu dari
alam sana”

Kini yoona beralih menatapnya.

“aku tahu kau ingin dicintai, dan kau
memiliki lebih banyak cinta untuk
diberikan.. Jika aku benar..
Berhentilah mengencani wanita
gampangan yg tidak perduli kau mau
berkomitmen atau tidak! Carilah
seseorang dengan lebih mendalam,
seseorang yg bisa menggetarkan
hatimu”

“tapi noona..”

“sttt… Pikirkanlah seberapa lebih
baiknya dirimu, kau bisa memulai
warisan keluarga Choi yg baru,
memulai bab baru seluruhnya menjadi
lebih positif, jangan biarkan ayahmu
terus menguasai pikiranmu”

Setelah beberapa menit terdiam, minho
kemudian memeluk yoona erat.

“aku.. Aku tak pernah berpikir seperti
itu noona, bagaimanapun kau benar,
aku telah membiarkan ucapan ayah
mengendalikanku, Aku harus mulai
berpikir tentang ucapanmu noona”

Melepas pelukan nya, yoona
tersenyum memberi semangat.

“pikirkan itu, setidaknya pasti ada satu
gadis yg kau temui yg membuat
semacam kesan untukmu”

“ya noona ada.. Tapi aku terlalu takut
bahwa aku mungkin menyakitinya,
meskipun berada didekatnya
membuatku merasa..well kurasa aku
menyukainya”

“nugu?”

“noona..”

“MWO..”

“Astaga noona.. Apa kau tak
menyadari, kau begitu cantik dan
menarik, sayangnya aku tak bisa..
Tidak.. Hyung sudah memberikan
tanda ‘dilarang melintas’ sejak
pertama aku melihatmu, bodoh jika
hyung tak bisa mempertahankan mu”

Yoona memukul lengan minho

“yak nuguya minho? Aku serius..”

“aku belum bisa membahasnya
sekarang noona, mianhae..”

Rasanya sudah cukup yoona membuat
minho mengingat masalalunya, ia akan
membiarkan nya tenang sekarang.

berjalan kedapur yoona kembali
beberapasaat setelahnya dengan
segelas hot coklat ditangan nya.

“ini akan menghangatkan mu sekaligus
membuatmu rileks sementara aku
akan meninggalkanmu untuk
mengganti pakaianku, minumlah
minho..”

“trimakasih noona..”

Yoona masuk kedalam kamarnya, ia
memutuskan untuk menyegarkan
tubuhnya dengan mandi dan mengganti
pakaiannya dengan piyama tidur.

Dua puluh menit setelahnya ia kembali
untuk melihat minho dan menyadari
minho hanya meminum setengah hot
coklat yg diberikan nya dan kemudian
tertidur disofa.

Mengambil selimut dan bantal, ia mulai
membenarkan posisinya dan
memasangkan selimut pada tubuh
minho, sesaat yoona menatap minho,
kasihan karna minho kelelahan secara
emosional.

Mengusap wajahnya, yoona lantas
meninggalkannya untuk kembali
masuk kedalam kamarnya, naik
ketempat tidurnya, ia juga merasa
terlalu lelah hari ini.

***

Rasanya yoona baru saja memejamkan
matanya ketika ia harus terbangun oleh
gedoran pintu apartemennya, suaranya
terus menerus, keras dan marah,
yoona menjadi sepenuhnya terjaga dan
itu hampir jam tiga pagi.

Yoona lantas turun dari tempat tidur
berjalan membuka pintu kamarnya, ia
melihat minho telah berjalan kepintu
untuk membukanya.

ketika pintu terbuka, yoona menganga
melihat siwon berdiri disana, berkilat
kemarahan dimatanya.

Astaga…

Apa yg akan dia lakukan ditengah
malam seperti ini?

Yoona masih bergelung dengan
pemikiran nya sendiri, ketika
sepersekian detik melihat siwon
menarik kerah kemeja minho,
mengepalkan tangannya bersiap
melayangkan tinjunya kearah minho

“Sialan Minho.. Apa yg kalian lakukan
berdua disini? Bagaimana bisa?
Bagaimana kau bisa melakukan ini
padaku??
Kau tahu kan aku tak pernah peduli
siapapun yg kau kencani, bahkan kau
tiduri sekalipun aku tak akan perduli
asalkan itu bukan Yoona!!”

Minho hanya menyeringai mendengar
tuduhan siwon padanya, hal ini
menjadikan emosi siwon memuncak,
tinjunya langsung melayang kewajah
minho.

“Brengsek! MENGAPA? Mengapa kau
lakukan ini padaku?”

Siwon berteriak dan sekali lagi
melayangkan pukulannya.

“Hentikan! Ya Tuhan, hentikan!”

Yoona berlari menghampiri minho,
namun minho mengarahkan tangannya
pada yoona, mengisyaratkan agar dia
diam dan tak semakin mendekat.

“Hyung.. Kau bodoh, kau yg brengsek
dan bukan aku, MENJAUHLAH
DARIKU!”

Kakak beradik ini saling memelototi
satu sama lain. Mata Siwon menyala
dengan amarah.

Yoona tak mengindahkan minho, ia
memaksa berada diantara keduanya,
merasa perlu untuk menghentikan ini
sebelum seseorang akan benar-benar
terluka.

“Kau.. hentikan omong kosong ini! Dan
tutup pintunya sebelum tetanggaku
memanggil polisi karna ulahmu membuat keributan disini”

menatap siwon, yoona menggeram
marah, siwon balas memelototinya dan
membanting pintu dibelakangnya
menunjuk dada siwon dengan
telunjuknya, yoona kembali bersuara

“Apa sebenarnya masalahmu?”

mendengar pertanyaannya, siwon
makin menatapnya penuh kemarahan.

“Apa masalahku? Ya Tuhan, pertanyaan
bodoh Yoona. LIHATLAH DIRIMU!
ITUlah masalahku.. Jelas aku telah
mengganggu apapun yg kau lakukan
ditempat tidur bersama adikku, minho
satu-satunya orang yg kupercayai tega
bercinta dengan satu-satunya wanita
yg sangat aku perduli, dan kau tahu
sayangnya kau juga menjadi yg
kupercayai dan kubiarkan
kewaspadaanku turun hingga kau bisa
melakukan ini padaku.. Kau pastinya
sedang menertawakanku, bagaimana
mudahnya kau bisa membodohiku,
Sialan..!!”

Sebelum siwon meneruskan ucapannya
yg seperti sedang mengulitinya, yoona
menamparnya dengan keras dan
kembali meneriakinya.

“KAU yg sialan..!! Brengsek! Kau Bodoh!
Aku pastinya TIDAK TIDUR dengan
adikmu”

Minho mencoba bergerak
dibelakangnya, namun yoona memutar
kepalanya dan meletakkan sebelah
tangannya untuk menahan minho.

“diam sebentar minho.. Aku tahu kau
marah, kau bisa berurusan dengan
kakakmu ini setelah aku selesai
dengannya”

Yoona lantas kembali mengalihkan
tatapannya pada siwon, jejak
tamparannya memerah, cukup jelas diwajah
siwon.

“inilah masalahmu, kau selalu
mengarahkan pikiranmu kekesimpulan
terburuk tentang aku, kau tak
mengenalku cukup baik untuk tahu aku
tak mungkin melakukan hal seperti itu”

“Apa yg bisa aku pikirkan yoona? Aku
bertanya apa kau punya acara dan
ingin bersamamu, tapi kau bilang kau
harus pulang, tapi apa.. Aku justru
mengetahui kau pergi keklub bersama
minho dan yg lain, aku menyusulmu
keklub tapi apa yg kudapatkan,
sooyoung mengatakan kalian tiba-tiba
meninggalkan klub jam sebelas, aku
khawatir dan sangat panik memikirkan
sesuatu yg buruk terjadi padamu, aku
mencoba menghubungi minho tapi aku
tak mendapat jawaban, aku mencarinya
dirumah kakek dan dia tak ada, aku
telah setengah melompat dari pikiranku
saat minho membuka pintu dengan
pakaian kusut dan kau jelas baru saja
turun dari tempat tidurmu”

Menggeram dalam kemarahan, minho
mendorong yoona menyingkir dan
langsung melayangkan pukulan
kewajah siwon.

“Kau bajingan Hyung! Malam ini
seluruhnya adalah salahmu, kau tahu
mengapa kami meninggalkan klub? Itu
karna noona tampak seperti dia akan
mati saat melihatmu dengan wanita
lain, KAU SAMPAH.. Bisa-bisanya kau
melemparkan tuduhan bodohmu, aku
tidak tidur dengannya! Noona juga tak
akan pernah melakukan itu.. Dia
seperti kakak bagiku”

Menarik tangan minho, yoona
menghentikan nya yang sudah bersiap
melayangkan kembali pukulannya.

“Cukup! Aku tak bisa melihat kalian
berkelahi karenaku atas alasan omong
kosong ini, kumohon tenanglah”

Siwon memucat, tatapan terarah pada
yoona.

“tidak yoona.. Wanita itu adalah teman
kuliahku dulu, dia barusaja kembali
dari luar negri dan meminta bertemu,
aku memintanya keklub itu lebih
supaya aku juga bisa memperhatikan
mu disana, dan Minho kau pastinya
tahu wanita itu adalah Victoria
temanku”

Minho mengangkat bahunya, sedikit
tersenyum namun tak mengindahkan
ucapan siwon, dan justru
mempersilahkan yoona memberi
penjelasan.

“lalu kau dan aku sama-sama salah
mengambil kesimpulan, tapi kau tak
seharusnya mempertanyakan
kepercayaanmu pada minho, dia
mengantarku pulang dan kami
berbicara banyak hingga dia tertidur
disofa, kau lihatkan bantal dan selimut
itu? Kau lihat! aku mengenakan piyama
tidur dan bukan sedang memamerkan
lingerie.. Aku tidur dikamarku
SENDIRIAN, satu-satunya pria yg
pernah tidur denganku adalah Kau..!!”

Semua kemarahan siwon menghilang
darimatanya yg ada hanya tinggalah
tatapan penyesalan.

“astaga yoona.. Aku benar-benar
membuat kacau, kau tak pantas
mendapatkan tuduhan itu, aku sangat
malu dan menyesal,aku kehilangan
pikiranku.. Minho aku tahu kau tidak
akan melakukan sesuatu seperti itu,
kegilaan ini adalah masalahku..Tapi
aku heran kenapa kau tak katakan pada
yoona, Victoria adalah temanku..”

“Hyung.. Itu aku..”

Minho menggaruk tengkuknya sambil
tersenyum geli karna ulahnya yg
sengaja tak memberitahu yoona.

“emm..mianhaeyo noona, aku hanya
sedikit memanfaatkan moment Hyung
bersama wanita itu untuk memastikan
sesuatu telah terjadi diantara noona
dan hyung”

Minho kembali tersenyum saat
mendapati yoona mengerutkan kening
mendengarnya.

“well.. aku sudah mendapatkan
kepastian itu dan aku juga sudah
berbagi dengan noona, kurasa aku
memaafkanmu hyung, aku mungkin
akan melakukan hal yg sama jika
berada diposisi hyung, noona wanita yg
layak untuk diperjuangkan, kau sudah
tahu itu dalam hatimu hyung”

Setelah memberikan pelukan pada
siwon, minho beralih membungkus
yoona dan berbisik padanya.

“trimakasih noona, aku akan
memikirkan apa yg kau katakan..dan
kau sudah tahu apa yg bahkan tak
oranglain ketahui, aku telah berbagi
denganmu, tidak peduli apa yg akan
kau putuskan, aku mendukungmu dan
selalu akan menganggapmu keluarga”

Minho meraih kunci mobilnya..

“aku akan pergi, kalian perlu
bicara..dan hyung,jika kau membuat
noona marah kau akan memiliki
masalah nyata denganku, bukan
sekedah salah paham”

Sebelum benar-benar keluar, minho
kembali bersuara.

“aku benar-benar menyayangi kalian
berdua, kuharap kalian dapat
menyelesaikan masalah ini”

Dengan minho yg keluar meninggalkan
keduanya suasana menjadi hening.

detik-detik berlalu dengan keduanya
yg saling menatap, tak tahu harus
berkata apa setelah beberapa waktu
lalu telah sama-sama berteriak dalam
kemarahan.

Siwon lantas mengambil beberapa
langkah untuk meraih yoona,
memeluknya erat hampir tak bisa
bernapas.

ini tak terduga…

Siwon hanya memeluk dan tampaknya
tak memiliki kata-kata lagi untuk
diucapkan.

Dan sayangnya…

Semakin lama yoona berada dalam pelukannya,
membuat keduanya ditelan oleh aroma
tubuh masing-masing,yg kemudian
memasukkan mereka kedalam pusaran
gairah yg menjadikan keduanya
tersesat dalam sensasi ketika siwon
mulai menyatukan bibir dengan bibir yoona. Memagutnya dan terus mempermainkan lidahnya didalam rongga mulut yoona.

Sangat intens..

Keduanya bahkan tak bisa berhenti untuk saling menyentuh satu sama lain.

***

Bergerak tidak nyaman, yoona
menyadari ia berada dalam pelukan
siwon setelah kembali jatuh diatas
ranjang yg sama dengannya.

Ya Tuhan…

Apa yg akan ia lakukan?

Ia tak bisa berpura-pura menjadi
korban pelecehan dan lantas menangis
disini, ia sudah berusaha menekan
sesuatu kedalam dirinya dan
sayangnya ia tak bisa mengontrolnya.

Ia terlalu merindukan siwon, pria yg
maskulin dan sangat menarik itu telah
begitu memikatnya.

Kenyataan itu mengguncang dirinya.

Ia mulai mendorong tubuh siwon sebagai
upaya melepaskan dirinya.
kebingungan mencengkram dirinya dan
ia butuh ruang untuk berpikir, beberapa
pemikiran serius tentang bagaimana
menangani hal ini.

Siwon terjaga akibat dorongan
ditubuhnya, ia tersenyum pada yoona,
senyum yg bahkan tak mencapai
matanya, disaat itu yoona menyadari
apa yg ditakutkan nya, siwon secara
mental pasti akan melarikan diri lagi.

“yoona..maaf tentang semua ini, aku
sangat lemah ketika sesuatu terhubung
denganmu”

yoona hanya mengangguk padanya,
ganjalan ditenggorokannya
menyebabkan ia tak dapat bersuara.

“aku pikir kau tahu ini tak dapat
mengubah apapun, Yoona.. aku benar-
benar peduli padamu tapi hanya ini yg
aku bisa tawarkan”

Siwon meremas rambutnya frustasi,
dan ketika itu yoona telah
membentengi dirinya untuk
menetapkan keputusannya.

“aku tahu siwon.. Aku tahu kau telah
berjuang, tapi aku tak pernah mau
hanya menjadi pemanas diatas tempat
tidur. Ini tak akan pernah terjadi lagi..
pulanglah..”

yoona bisa melihat siwon terguncang
oleh ucapannya, ia hampir benci siwon
pada saat ini karna telah bersikap
menjadi pengecut.

Yoona lantas
meninggalkan nya untuk berpakaian
kedalam kamar mandi, dan keluar
beberapa saat setelahnya, dan
menemukan siwon telah kembali
berpakaian, berdiri disisi tempat
tidurnya dengan tidak nyaman dan
tampak bingung
menatapnya.

siwon mencoba untuk
berbicara namun yoona
menghentikannya

“kita tak akan pernah membicarakan
hal ini lagi, tidak akan pernah..
Kuharap kau bisa memberiku waktu,
aku akan memikirkan apakah aku bisa
kembali bekerja denganmu”

“yoona..”

“aku akan segera memberitahumu
keputusanku, pergilah..”

membuka pintu kamarnya, yoona
mengisyaratkan siwon untuk pergi.

untuk sesaat ia melihat dalam diri
siwon yg ingin mengambil kesempatan
untuk mempertahankan nya. yoona
menatapnya dengan harapan siwon
akan menyadari bahwa ia bisa
mengambil lompatan itu.

Ya Tuhan…

Siwon jelas bukanlah gambaran pria
kejam seperti ayahnya,
sayangnya..pria penakut dalam dirinya
kembali menang,siwon memberinya
tatapan putus asa.

“aku tak punya pilihan lain selain
menerima apapun keputusanmu,
beritahu aku jika kau sudah
memutuskan”

Yoona memucat dan hanya bisa
mengangguk, sebelum siwon benar-
benar keluar dari kamarnya, suara
pintu terbuka dari depan apartemennya
terdengar dan soojung masuk dengan
keterkejutannya melihat siwon keluar
dari kamar yoona.

“Oh oppa”

Siwon tak berkata-kata, dia langsung
keluar begitu saja tanpa menoleh lagi.

“oenni kau..? Apa yg terjadi?”

“soojung ah..Oenni..”

Yoona masih menimbang apakah ia
perlu membicarakan semuanya pada
soojung.

“oenni ya..”

“euh.. Darimana kau?”

“aku..aku baru pulang, apa oenni tak
membaca pesan yg kukirim, semalam
sooyoung oenni mengajakku menginap”

Oh..

Yoona bahkan telah melupakan
ponselnya semalam, pantas saja saat
terjadi keributan soojung tak kelihatan

ia sedikit lega setidaknya soojung tak
menyaksikan keributan dini hari tadi.

“oenni..kurasa kita perlu bicara, kau
terlihat menyembunyikan sesuatu
dariku”

Menarik yoona kearah sofa untuk
duduk, soojung menatapnya dengan
cemas dan menunggu yoona untuk
bicara

“aku ada hubungan dengan siwon”

tanpa berpikir lagi, yoona langsung
mengatakannya, membuat soojung
menganga karna shock

“Ya ampun oenni! Astaga! Aku tahu ada
sesuatu yg telah terjadi ketika pagi itu
siwon oppa datang dan kau bersikap
aneh saat itu”

Yoona mengangguk, membiarkan
soojung tahu semuanya, ia
menghabiskan lebih dari duapuluh
menit untuk menceritakan segala
sesuatu yg terjadi, tak ada yg terlewat,
bahkan fakta bahwa ia telah jatuh cinta
pada siwon.

Soojung memeluknya ketika
melihatnya mulai meneteskan airmata,
yoona menangis membiarkan
semuanya keluar dalam pelukan
soojung, ada perasaan lega karena
telah mengungkapkan semuanya dan
berbagi kepiluaan dengan adiknya.

Setelah tangisnya mereda, soojung
mengambilkan segelas air untuknya.

“jadi oenni tak akan bekerja dikantor
siwon oppa lagi?”

“kurasa iya, aku tak bisa kembali
menjadi asisten nya..tapi aku belum
benar-benar memutuskan, sebenarnya
aku akan pergi, pergi berlibur untuk
menjernihkan pikiranku, aku benar-
benar membutuhkan itu”

“Hanya oenni yg aku miliki, aku akan
mati tanpamu. Berjanjilah padaku jika
kau pergi berlibur pastikan siwon oppa
tak akan mengejarmu”

“Soojung ah.. Kau bukan hanya adikku,
kau juga sahabatku, satu-satunya
keluargaku, aku tak akan pernah
meninggalkanmu, apalagi pindah dari
negara ini hanya karna patah hati”

Kelegaan terpancar dari mata soojung,
ia meremas jemari yoona dan
tersenyum.

“aku tahu oenni, tapi sulit, kau tahu?
Ayah dan ibu pergi begitu cepat, dan
selama ini kau selalu kuat, sangat
mirip ayah, kau pintar, cekatan,
percaya diri dan bijaksana, melihatmu
sedih..aku merasa sakit, belum pernah
aku melihatmu menangisi seorang pria,
aku benci siwon oppa karna telah
menyakitimu”

“inilah yg aku takutkan, kau akan
membenci siwon karna ini, semua ini
terjadi sebagian besar adalah karna
diriku sendiri, siwon dari awal telah
jujur padaku,dia tak bisa berkomitmen
tapi aku menerobos dan berharap bisa
mengubahnya, kumohon jangan berpikir
untuk membencinya, aku tak berniat
untuk kehilangan kontak dengannya,
dengan minho, sooyoung ataupun sulli,
kau juga membutuhkan mereka jangan
karna aku sedang kacau, hal itu
membuatmu menyingkirkan mereka”

sejenak soojung merenungkan apa yg
yoona katakan.

“akan kucoba..meski sulit untuk
melihat siwon oppa seperti
sebelumnya, bagaimanapun dia
bertanggung jawab atas rasa sakitmu,
dan aku marah karna hal itu”

Setelah cukup berbicara dengan
soojung, yoona masuk kedalam
kamarnya untuk mandi dan berkemas,
ia benar-benar memutuskan akan pergi.

“kemana oenni akan pergi?”

“belum tahu, yg kubutuhkan sekarang
hanya masuk mobil dan pergi
kemanapun sesuka hatiku”

“Oenni ya.. berjanjilah padaku kau akan baik-baik saja”

“Aku akan baik-baik saja sayang.. percayalah..”

Tak membutuhkan waktu lama, yoona
telah siap, sebelumnya ia menukar
kunci mobilnya pada soojung, merasa
tak enak jika ia pergi menggunakan
mobil yg difasilitasi siwon untuknya.

“aku akan menghubungimu setelah
menemukan tempat yg kuinginkan”

“ne..oenni, berhati-hatilah dan
bersenang-senanglah, lantas kembali
dengan keceriaanmu.. secepatnya
telpon aku”

Yoona tersenyum dan memberikan
pelukan, ia kemudian meninggalkan
apartemen dan juga soojung.

***

Beberapa jam sudah yoona pergi,
soojung bahkan telah menghitung
waktu, ini sudah lebih dari delapan jam
setelah yoona keluar dari apartemen,
tak menghubunginya dan tak bisa
dihubungi.

ketika menyadari itu, soojung mulai
panik dan berpikir hal buruk telah
terjadi pada yoona.

ia tak bisa berbuat banyak kecuali
menghubungi minho dan yg lain, dan
saat minho datang bersama sulli,
soojung sudah terlihat kacau dan
frustasi.

“soojung.. Apa yg terjadi?”

“oppa..ottokhae? Oenni.. Yoona oenni
pergi dan tak bisa dihubungi”

“Ya Tuhan..kemana noona pergi?”

“aku tak tahu.. Oenni bilang dia akan
menghubungiku, aku takut.. Oenni..
Aku
takut sesuatu terjadi padanya, dia
dalam kondisi tak baik saat pergi, Ya
Tuhan.. Ini salahku, kenapa aku
membiarkannya pergi, kenapa aku tak
mencegahnya”

Soojung kembali menangis, sulli
memeluknya untuk menenangkan,
minho terlihat cemas dan mulai sibuk
dengan ponselnya, beberapa saat
kemudian sooyoung datang bersama
kyuhyun.

“Apa yg terjadi? Bagaimana Yoona
pergi tanpa seorangpun tahu
tujuannya..”

“ponselnya dimatikan..”

Minho membanting tubuhnya lemah
diatas sofa, saat soojung mulai
berteriak dalam tangisnya..

“DIMANA SIWON OPPA?? DIMANA DIA…?!! Dia yg harus
bertanggung jawab jika sesuatu terjadi
pada Yoona oenni..Ya Tuhan dimana oenni..??”

*

*

*

TBC~

*Yuhuuu…..
Coments disini dan dapatkan bonus PeWe bwt next Chap yg pasti akan di protect^^

174 thoughts on “♥ I Need ROMANCE ♥ Chap 3

  1. tragis bngt masalalu keluarga wonppa ampe bikin trauma.. yaampun oppa udahan traumanya .. mulailah brkomitmen kasian yoona kekeke

  2. Kasihan bgt yoona oenni krn siwon oppa yg gk bisa menahan dirinya sendiri dn itu membuat yoona oenni jd tersiksa dg perasaannya sendiri. Mudah”am yoona oenni baik” saja

  3. “komitmen adalah sebuah kematian
    bagi kami”
    bener-bener merinding
    start dari kalimat itu sampai percakapan terakhir di apartemen YoonA, semuanya bikin merinding
    ada rasa jengkel, teramat jengkel
    ini bener-bener makin seruu thor x)

  4. sungguh mengerikan masa lalu di kluarga choi….
    tp knpa siwon malah mnyakiti yoona…. kasian yoona nya…smoga tdk trjd apa”…
    bnr”seru thor critanya🙂

  5. Ngeri banget ceritanya Minho😦
    Ternyata alasannya bener2 bikin Nyesek… Pasti berat banget kalau punya trauma kaya gitu dn tragis banget masa lalunya siwon 😢
    Yoona dewasa banget dalam bersikap tapi kasian yoona juga hubungannya gk jelas 😢
    Berharap siwon suatu saat mau berkomitmen sama yoona

  6. Ternyata ada masa lalu yang mengerikan yang menghantui siwon dan minho..😢
    Pantesan siwon sampe segitunya ga mau berkomitmen ternyata karna sesuatu yang mengerikan yang menghantui mereka dan itu disebabkan ayah nya sendiri…
    Tapi kasian kaan yoona nya kenapa siwon ga berusaha nerima yoona sih kan ga ada salahnya mencoba..
    Terus gimana yoona nya sekarang..
    Moga dia gpp deh..😣

    Nex baca..😊

  7. ternyata itu alasan siwon oppa gak mau berkomitmen.. masa lalu keluarga choi ternyata serem juga ya.. oppa kau tidak boleh terpedaya sama masa lalu kasian yoong eonninya, yoona eonni padahal dah cinta bgt sama oppa..

  8. Kisah kelurga siwon oppa sangan mengerikan, ibu siwon bunuh dirikarna suaminyaa punyaa anak dari wanita lain, dan ibu siwon yang lebih parahnyaa lagi dia di tembak sama suaminyaa sendiri yaitu ayah siwon sungguh kisah yang sangat2 mengerikan…
    Dan yang jadi buat siwon ngga mau berkomitmen itu karena ucapan ayahnyaa sendiri bahwa mereka juga bakalan sam seperti dirinyaa, karna darah ayahnyaa mengalir di tubuh mereka…
    Mudah2an yoona eonni bisa buat siwon oppa berubah dan tidak mempercayai ucapan ayahnyaa itu yang ngga masuk akal. Walaupun ditubuh mereka mengalir darah ayahnya tapi sifat mereka belum tentu sama apa lagi nyampe merusah seorang wanita, ..
    Yoona eonni pergi kemana? Apa yoona bakalan menyerah, ? Next

  9. Kisah keluarga siwon oppa tragis banget, kasihan oppa harus trauma seumur hidupnya, semoga yoona mau menerima semua kekurangan siwon oppa, dan bertahan sama cintanya

  10. Kasian siwon minho.cuma karna masa lalu nyaa mereka berdua gak mau berkomitmen walaupun sebenarnya pengen.tp karna rasa trauma lebih besar mereka mutusin buat tetap gak berkomitmen dengan siapa pun.

  11. akhirnya terjawab alasan knp wonppa gk mau berkomitme. dan alasanya karna omongan ayahnya yg gk masuk akal. yg bilang bahwa mereka bklan jdi kayk ayhnya yaitu seorang perusak hanya karna darah ayah mereka udah ngalir ditubuh mereka. semoga aja yoong bisa ngubah pikirannya wonppa supaya wonppa gk takut lagi buat berkomitmen..

  12. yaaa walaupun belum baca part 2nya tapi aku bisa berkhayal sedikit apa yg terjadi diantara mereka…
    yaak,ngeri uuyy,dg masa lalu keluarga choii.
    yoona pergi kmana ya?
    lanjutt ke part berikutnya

  13. Serem ih story family nya siwon ,
    Tapi yonna kau harus bisa merubah semuanya
    YoNna harus “nyuci lagi” otak siwon sm adeknya supaya bisa lebih baik lagi🙂

  14. Yaampun ternyata karena ky gitu, jelas2 siwon oppa sm minho oppa beda dr appa nya plis ilangin pikiran kaya gitu, yoona eonni kmnaa huaa.. Pliss yoonwon jgn end, siwon ga gentle bgt 😭

  15. Jadi alasannya kenapa daddy dan minho oppa gga bisa berkomitmen karna ayah mereka ? juga kejadian di masa lalu mereka ? ?
    astaga! kejam sekali ayahnya daddy…
    tapi daddy bukan orang yang seperti itu kan ? semestinya mereka gga termakan omongannya choi harabeoji..

    dan kemana perginya mommy..?
    mudah2an mommy baik2 saja….
    .
    aduhh.. ceritanyaa makin bikin tegang….

  16. Terjawab sudah knapa siwon oppa tidak mau berkomitmen dengan yoona.. kasihan sekali siwon dan minho oppa yg masih terbayang2 ucapan ayahnya.. sungguh ayahnya kejam
    Kemana perginya yoona eonni??

  17. ternyata begitu tragis kejadian yg meninmpa siwon n minho…
    yoona prgi kmn sih? apkh dia berlibur atau melarikan diri…
    smg kepergiaan yoona bs mmbuat siwon sdr…
    laniut…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s