Fanfiction

♥ I Need ROMANCE ♥ Chap 1

# Happy Reading

*

*

*

Yoona tersentak, terjaga dari tidurnya
saat bunyi alarm itu terdengar nyaring
menusuk gendang telinganya.
Sudah jam 8 pagi dan dia sama sekali
belum siap untuk berangkat kekantor.

Sial, sepertinya ia akan terlambat lagi,
diraihnya ponsel dengan cepat untuk
mengabarkan pada siwon ia akan
terlambat lagi hari ini.

Setelah mengetikkan pesan nya, segera
ia menyambar handuk nya dan
bergegas kekamar mandi.

15 menit setelahnya yoona keluar dari
kamarnya, mengenakan pakaian
kerjanya, ia menyisir rambutnya
mencari-cari kunciran rambutnya
namun tak juga ia temukan, tak ada
waktu lagi ia terpaksa menggerai
rambutnya
Keluar dari kamar, ia menuju dapur,
mengambil susu dari dalam kulkas
kemudian menuangnya kedalam gelas
sebagai satu-satunya menu sarapan
nya pagi ini.

“SooJung ah.. SooJung”

Soojung tak menyahut mungkin dia
sudah berangkat kuliah.
Menghabiskan segelas susu nya, yoona
berniat mengambil kunci mobilnya
namun yg ada kunci mobil Soojung yg
justru masih tergantung disana, itu
berarti Soojung memakai mobilnya.

***

Keluar dari seputaran gedung
apartemen nya, yoona memacu
kendaraan nya dengan kecepatan
cukup tinggi.
Memasuki jalan tol, semakin
memudahkan nya untuk melaju dengan
semakin kencang, sampai ia sadari ada
yg tak beres dengan mobilnya, pantas
saja soojung tak memakai mobil ini,
ternyata bensin nya minus dan dengan
terpaksa yoona meminggirkan
mobilnya.

“Ya Tuhan..kesialan apalagi ini”

memukul setir mobilnya yoona merasa
frustasi, ia bangun kesiangan karna
semalam sepulang kerja,ia masih
harus berlatih dansa dengan rekan nya
selama 4 jam penuh, guna mengikuti
kompetisi dansa minggu depan
mengambil ponsel dari dalam tasnya,
ia kembali mengirim pesan kepada
siwon, kali ini siwon bukan membalas
pesan nya,tapi langsung menelpon nya.

“halo Si…”

“Oh Sial Yoona, dimana Kau? Tadi kau
bilang 30menit kau akan sampai, tapi
ini sudah lebih dari satu jam, kemana
kau sebenarnya..”

Suara siwon dari sebrang telpon
terdengar marah.

“mianhae..aku bangun kesiangan dan
sekarang mobil ku kehabisan
bensin,aku tak melihat ada pom bensin
disekitar sini, jika tidak keberatan
bisakah kau mengirim seseorang untuk
menjemputku..”

Yoona sedikit takut-takut menjawabnya.

“tidak… Aku sendiri yg akan
menjemputmu, dimana kau sekarang?”

“aku menepikan mobil ku dipinggir
jalan tol”

terdengar siwon menggeram sebelum
kembali bersuara.

“aku akan menjemputmu, pastikan kau
kunci pintu mobilmu dan jangan berniat
keluar dari dalam nya, apa kau
mengerti”

“nde..arraso..”

Yoona mengernyitkan dahi tak
menyangka siwon sendriri yg akan
menjemputnya.

“Oh ada apa dengan pria itu”

ia kemudian meletakkan kembali
ponselnya dan mengeluarkan salah
satu map dari dalam tas kerjanya,
untuk mengipasi tubuhnya yg mulai
kepanasan karna
AC mobilnya juga ikut mati, ia lantas
membuka dua kancing atas kemejanya,
berharap dengan ini bisa mengurangi
rasa panas ditubuhnya

***

Tak sampai 20 menit Siwon sudah
sampai, yoona segera keluar dari
dalam mobilnya dan berpindah kemobil
milik siwon.

“Oh Astaga..hari ini benar-benar sial”

“Apa yg sudah kau lakukan?”

Yoona mengikuti arah pandang siwon
yg mengarah kebagian kemejanya yg
terbuka.

“Oh maaf..aku kepanasan berada
dalam mobil itu, kau sendiri yg
melarangku keluar dari mobil”
dengan kikuk ia kembali
mengancingkan kemejanya.

“kemana mobil yg ku fasilitasi
untukmu, kenapa kau memakai mobil
itu”

setelah bekerja dikantor siwon dan
siwon mengetahui yoona merelakan
mobilnya untuk sang adik pergi
kuliah,Siwon langsung memberikan
sebuah BMW untuknya.

“soojung memakainya, kurasa dia tahu
jika mobil itu ternyata kehabisan
bensin..”

“Ya Tuhan Yoong..kau membuatku
panik, sebenarnya apa yg terjadi?
Dibulan ini kau sudah dua kali
terlambat, kau tak lagi pergi ketempat
gym bersama ku, dan lihat dirimu..
kurasa kau sudah kehilangan berat
badan mu, apa yg sebenarnya kau
lakukan”

“Siwon.. Aku tak kenapa-napa, tak ada
yg terjadi, bukankah sudah kukatakan
alasan ku telat tadi, dan lagi rasanya
aku tak perlu mengatakan semua
kegiatanku padamu”

Oh astaga pria ini semakin menjadi-
jadi akhir-akhir ini.

“kau sahabatku.. Aku mengatakan
semua aktifitasku padamu, dan kurasa
kau bisa berlaku sama padaku,
tidakkah kau berpikir seperti itu”

“aku tidak merasa perlu melakukan
sejauh itu..”

“Yoona..”

“Oh ayolah siwon..kau yg membuatku
bertanya-tanya,ada apa dengan
sikapmu belakangan ini, kau
berlebihan..”

“jangan memutar balikan keadaan
yoong, masalahnya ada padamu dan
bukan padaku, kau yg berubah dan
bukan aku.. Lihatlah kau menggerai
rambut mu hal yg tak biasanya kau
lakukan..”

“Si won.. Astaga kau..”

Yoona kehabisan kata-kata untuk
menghadapi sikap siwon yg sekarang
sudah mengarah ke posesif padanya….

***

Setiba dikantor Yoona langsung
menemani Siwon melakukan
pertemuan dengan client untuk
melakukan negosiasi bisnis
Sepanjang pertemuan itu Yoona
sesekali mencuri pandang kearah
siwon,yg dengan lihai melakukan
negosiasi, pantas saja semuda ini sang
kakek telah mewariskan jaringan
perusahaan besar ini ketangannya.

Tak terhitung lagi jumlah kekaguman
dibenak yoona untuk siwon, pria ini
telah menarik perhatian nya sejak
setahun lalu, sejak pertama kali ia
melakukan wawancara kerja
Sebenarnya karna rekomendasi
Sooyoung akhirnya Yoona melamar
pekerjaan disini, Sooyoung gadis yg tak
sengaja bertemu dengan nya disebuah
klub adalah adik Siwon, sudah pasti
Soo juga yg meyakinkan siwon untuk
menerima yoona, selain karna rasa
pertemanan, pada saat itu Soo juga
membutuhkan asisten
Ya Sooyoung juga salah satu orang
kepercayaan sang kakek, yg ikut
mengelola perusahaan
Namun tak dinyana Siwon justru
menarik yoona sebagai asisten nya
dengan alasan dia lebih membutuhkan
asisten atas dasar pekerjaan nya
Dan akhirnya ikatan pertemanan
diantara mereka terjalin kian akrab,
Yoona bahkan selalu membawa
Soojung bersamanya saat mereka pergi
berjalan-jalan keluar, Selain Sooyoung
masih ada dua adik siwon lain nya yg
kebetulan seumuran dengan soojung,
mereka adalah Minho dan Jinri atau
biasa dipanggil Sulli sang bungsu
Selain mereka yg Yoona tahu sejauh ini
tak ada lagi saudara siwon yg lain
kecuali sang kakek, karna kedua
orangtua siwon sudah meninggal cukup
lama dan siwon sama sekali tak
pernah membahas hal lainnya
Yoona dan Soojung yg juga telah
kehilangan orangtua mereka, seolah
punya ikatan latar belakang yg sama yg
mendasari mereka untuk dekat sampai
sekarang.

***

“lelah..?”

Siwon masuk keruangan nya dan
melihat yoona merapikan berkas dari
atas mejanya
Yoona lantas menoleh dan tersenyum
kearahnya

“aniyo.. Aku justru bersemangat,
bukankah kita akan menonton konser
malam ini”

“kau ingat?”

“tentu saja, sudah lama aku
menantikan mereka konser disini”

“kalau begitu bersiaplah..aku akan
berganti pakaian dikamar mandi yg
lain”

Siwon mengambil sebuah tas berisi
pakaian ganti yg telah dia siapkan
sebelum nya, kemudian keluar dari
ruangan nya
Yoona pun lantas masuk ke kamar
mandi yg berada diruangan itu untuk
berganti pakaian.

***

mengenakan hot pants dan kaos
dengan bahan yg sangat lembut yoona
lantas mengganti heels nya dengan
sepatu yg lebih flat, nyaman dengan
tampilan nya Yoona sudah
membayangkan betapa dirinya akan
menikmati konser dari sebuah grup
band asal Inggris yg sangat dinantikan
nya.

“Astaga Yoona apa yg kau lakukan
dengan kakimu?”

Siwon masuk dan langsung
menghampiri yoona, mencekal lengan
nya membuat tubuh yoona berbalik
menghadapnya.

“kau akan pergi dengan pakaian seperti
ini?”

Oh pria ini mulai lagi..

“wae? Ini sangat nyaman”

sejenak Yoona mengamati ulang
tampilan nya.

“Oh Tuhan kakimu.. Itu sangat seksi”

Siwon meluncurkan tangan nya diatas
paha yoona.

“tak bisakah kau mengganti ini?”

“Siwon.. Ini hanya sebuah kaki, apa yg
salah?”

“kau akan menarik perhatian banyak
pria dengan itu”

“aku pergi dengan mu, tak ada yg
berani menggangguku.. Kau akan
menjagaku bukan?”

Siwon meluncurkan kedua tangan
keatas kepala, meremas rambutnya.

“Siwon..”

Siwon hanya menatap marah kearah
yoona

“Okey aku akan mengganti pakaian ku,
tapi aku tak akan pergi kekonser itu
malam ini, kau puas..”

Yoona akan melangkah pergi dari
hadapan siwon dengan kekesalan
dalam hatinya, namun siwon menahan
lengan nya.

“kita pergi sekarang”

Menggenggam tangan yoona,dia
menariknya keluar dari ruangan menuju
tempat parkir mobilnya, ia tak akan
membuat yoona membatalkan
menonton konser malam ini karna ia
tahu yoona sangat menginginkan nya.

“pastikan kau tak akan jauh dariku
nanti..”

“Okey aku janji”

tersenyum yoona membuat tanda
menggunakan tangan nya
Ayolah kau bisa mengatasi pria ini
sekarang ataupun nanti.

***

Sepanjang perjalanan menuju tempat
konser yoona terus menyanyikan lagu-
lagu dari band Inggris yg segera akan
ditonton nya
Siwon cukup terhibur karenanya,
sampai tak sadar mereka telah sampai
di tempat konser.

“aku akan membeli minum, apa yg kau
inginkan?”

Tanya siwon setelah keduanya keluar
dari dalam mobil.

“sesuatu yg menyegarkan, kurasa aku
akan menghabiskan energi ku untuk
bergoyang dengan musiknya”

tatapan tajam siwon mengarah padanya.

Please…
Apa pria ini akan mulai lagi..?

“takkan jauh dari jangkauan mata dan
terutama tangan mu,aku ingat itu..”

“tunggu disini sebentar..”

menghembuskan napasnya kasar,
yoona menyandarkan bahunya pada
sisi bagian kanan mobil, menatap
punggung siwon menjauh darinya.

“Hai nona..Kau tak masuk?”

dua pria berjalan menghampirinya.

“aku menunggu temanku”

Jangan sampai siwon melihat ini.

“kami bisa jadi teman mu nona”

“tidak trimakasih..”

tolaknya mengangkat kedua tangan
nya, saat salah satu dari pria tadi
mencoba meraihnya.

“jauhkan tangan sialan mu itu dari
wanitaku”

Sorry man kalian harus menghadapi
pria ini…

***

Mengernyit yoona mendengar siwon
menyebutnya sebagai ‘wanitaku’ hal yg
sesaat menciptakan rasa senang dalam
hatinya
Tidak..kau tidak senang siwon
menyebutmu sebagai ‘wanitaku’

Batinnya menolak dan enggan
menerimanya..
Dia bukan wanita siwon..
Tidak..
Selama ini yoona memang
menginginkan menjadi wanita siwon,
tapi apa yg bisa dia lakukan
Ia merasa tak cukup cantik terlebih
seksi bila dibandingkan dengan
wanita-wanita yg pernah menjadi
teman kencan siwon
Selama bekerja dan mengenal siwon,ia
tahu siapa saja wanita yg dekat
dengannya, dan kesemuanya adalah
wanita yg punya daya tarik dengan
lekuk tubuh yg sempurna, diantaranya
adalah super model ternama
Dan jelas yoona merasa berada dalam
tingkat paling bawah bila dibandingkan
dengan mereka yg sudah pasti
mempunyai kesempurnaan raga, jelas
merekalah wanita siwon bukan dirinya.

“menjauhlah darinya bodoh..”

Yoona tersentak, siwon mencekal
lengan nya, menarik tubuhnya kearah
siwon.

Oh Yoona apa yg kau lakukan? Kau
membuatnya marah
rahangnya keras tatapan nya tajam
menusuk kearah dua pria dihadapan
nya yg sontak mundur, seketika
kehilangan nyali.

“jangan coba mendekatinya..”

“Oh sorry man..”

Salah seorang dari keduanya
mengangkat kedua tangan nya, dan
lantas mundur berjalan menjauh dari
siwon
“Si won…”

Yoona menarik lengan siwon,
menyadari pria ini tak juga mengubah
ekspresi diwajahnya.

“Si won please..”

“Aku sudah memperingatkan mu tadi..”

“tak ada yg akan mereka lakukan..
Mereka hanya mencoba berkenalan
denganku dan aku menolaknya”

“jangan bohong Im Yoona.. Aku juga
seorang pria aku tahu tatapan dua
bajingan tadi, mereka menginginkan
kau membuka pakaian mu..”

“Si won…dan kau pikir aku akan
melakukan nya, kau pikir aku akan
dengan senang hati melucuti pakaian
ku untuk mereka.. Brengsek kau.. Kau
merendahkanku dengan kalimatmu
tadi”

Yoona merasa tersulut emosi oleh
perkataan siwon, ia tak mau kalah oleh
tatapan tajam siwon yg menusuk
kedalam jantungnya
Menggeram oleh kemarahan siwon
mengarahkan tangan nya, meninju sisi
mobilnya.

“tak ada yg boleh menyentuh
‘wanitaku’ kau tahu itu…”

“Tapi aku bukan wanitamu..”

Tak kalah marah oleh sikap siwon,
yoona lantas melangkah menjauhinya.

Oh astaga.. ‘wanitaku’..
Apa dia mengatakan nya lagi, demi
apapun jangan menyamakan ku dengan
wanita-wanita sialan mu..
Inilah mengapa batin nya menolak
menerima kegembiraan saat siwon
menyebutnya sebagai ‘wanitaku’
Yoona tak mau disamakan dengan
wanita yg hanya dikencani kemudian
dicampakkan setelah siwon bosan..
Dia jelas menolak jika diperlakukan
seperti itu..
Jika siwon menginginkan nya sebagai
wanitanya, maka siwon harus menjadi
miliknya sepenuhnya, Yoona tak mau
membaginya dengan siapapun.

Oh Yoona sadarlah..

Apa yg kau pikirkan? Siwon
menginginkan mu?
Itu tak akan mungkin kecuali hanya kau
satu-satunya dan menjadi wanita
terakhir dimuka bumi ini
Lubuk hatinya seketika menohok
pemikaran nya sendiri yg begitu saja
melintas tadi.

“Yoona tunggu… Apa yg akan kau
lakukan?”

“apa saja yg bisa membuatmu menjauh
dari hadapan ku..”

“Yoona maaf.. Maafkan aku, aku tak
bermaksud seperti itu”

Siwon berhasil menahan lengan yoona
untuk menghentikan langkahnya.

“kau sudah merusak mood ku..”

“aku tahu dan aku minta maaf untuk
itu”

Yoona mengamati raut wajah siwon yg
penuh penyesalan
Ya Tuhan..cepat sekali perubahan nya.

“kau tahu aku mengkhawatirkan mu
kan.. sama hal nya dengan sooyoung
dan sulli..”

Alasan yg sangat masuk akal bukan,
Siwon hanya menganggapmu sama
seperti kedua adik perempuan nya yg
harus dia lindungi.

“ya.. Aku tahu maksudmu”

“kau memaafkan ku?”

“untuk kali ini.. Iya aku memaafkan
mu, tapi kumohon jangan
memperlakukan ku seperti anak kecil,
kau perlu tahu aku cukup bisa
melindungi diriku sendiri”

“Yoona.. Aku hanya..”

Ya Tuhan..

“Si won.. Please kau baru saja minta
maaf”

“Okey aku mengerti.. Masih berniat
masuk dan menonton pertunjukan?”

Senyuman nya bisa langsung mencair
ketegangan di antara mereka.

“yaa..setidaknya aku perlu
memperbaiki mood ku yg sudah kau
rusak”

“Kajja..”

Menggandeng tangannya, siwon
membawa yoona masuk kearena
konser, musik sudah mendentang
dengan kencang, akibat pertengkaran
mereka tadi, yoona harus merelakan
tak bisa menikmati dua lagu yg
menjadi pembuka konser.

***

Dasar Siwon..
Dia tak membiarkan yoona
bergerak bebas menggoyangkan
tubuhnya mengikuti alunan musik
bagaimana bisa sepanjang konser,
siwon terus mempertahankan kedua
tangan nya disekitar tubuh yoona,
seolah membungkusnya agar tak ada
sesuatupun yg menyentuhnya.

Well..
sepanjang konser berlangsung
hingga berakhir, yoona harus berkali-
kali memprotes perilaku siwon, namun
sang pemilik tubuh berkeras dengan
apa yg dilakukan nya yg menurutnya
perlu untuk dilakukan.

“jadi sebelumnya dengan siapa kau
biasa menonton konser seperti tadi?”

“aku biasa menonton dengan soojung”

“hm.. Okey pastikan kau tak akan pergi
ketempat seperti itu lagi tanpa aku..”

Astaga…

***

Keesokan harinya, yoona sudah bersiap
diri sekitar pukul 6 pagi, dia sudah
berjanji pada siwon akan datang ke
gym pagi ini
Keluar dari kamarnya, ia menenteng
satu tas kerja dan satu lagi tas berisi
pakaian untuk fitnes dikedua tangan
nya.

“pagi gadis cantik”

menyapa soojung yg sedang duduk
dikursi meja makan, ia lantas
meletakkan kedua tas nya pada salah
satu kursi dan menarik kursi lainnya
untuk nya duduk.

“hai oenni..”

soojung menyerahkan setangkup roti
dengan selai strowberry didalam nya.

“oenni akan berangkat kekantor sepagi
ini?”

“hm…aku ada janji dengan siwon, dia
sudah menungguku”
jawabnya ditengah kunyahan roti
didalam mulutnya.

“Oh apa siwon oppa ada diluar?”

“aniyo..kami bertemu ditempat gym”

Menghabiskan rotinya, ia kemudian
meneguk segelas susu yg dituangkan
soojung, dan lantas berdiri menyudahi
sarapan paginya.

“Soojung ah..mana kunci mobilku?”

“hehee..mianhae oenni, kemarin aku
terburu-buru dan oenni masih tidur,
kupikir kau tak kekantor jadi aku pakai
mobil itu, karna aku lupa mengisi
bensin”

“tak masalah sayang, kenapa kau lupa
mengisi bensin? Apa kau kehabisan
uang?”

“tidak oenni, uang yg kau berikan
padaku masih ada, kalau aku
kehabisan uang aku akan langsung
mengatakan padamu”

Soojung tersenyum, pancaran matanya
menandakan betapa ia sangat
menyayangi sang kakak dengan segala
perhatian nya selama ini untuknya.

“baiklah aku harus pergi..”

Yoona melangkah keluar dari
apartemen yg sudah sejak dua tahun yg
lalu ia tempati bersama soojung.

kehilangan orangtuanya dan terpaksa
harus hidup berdua hanya dengan
soojung membuatnya harus memutar
otak untuk bertahan hidup
ia terpaksa menjual rumah satu-
satunya tempat penuh kenangan
peninggalan orangtuanya, hasilnya ia
gunakan untuk membeli apartemen dan
sebuah mobil, membayar kuliah
soojung dan juga untuk biaya sehari-
hari nya bersama soojung.

apartemen yg ia beli tak terlalu besar
tapi cukup nyaman dan yg pasti berada
dikawasan yg aman untuk ditinggali
mereka berdua.

***

Sesampainya ditempat gym yg masih
berada disekitar gedung perkantoran
milik siwon, ia langsung menuju
tempat ganti untuk mengganti pakaian
nya.

dengan alasan kepraktisan karna
lokasinya yg tak terlalu jauh dari kantor
sehingga memudahkan nya, yoona
memilih tempat ini sebagai tempat
untuk membakar kalori tubuhnya
Dan anehnya, setelah mengetahui ia
sering melakukan fitnes disini, siwon
pun melakukan hal yg sama.

dasar pria itu…

Yoona sempat terheran-heran dihari
pertama ia melihat siwon disana.

Untuk apa siwon berada disini,
sedangkan ia tahu pasti dirumah
pribadinya siwon mempunyai tempat
gym pribadi yg semua alat nya jauh
lebih bagus dibanding ditempat ini.

“hai..sudah siap? Lama sekali
mengganti pakaian mu?”

Yoona terkaget saat siwon menyapanya
didepan kamar ganti, Tshirt yg
dipakainya sudah basah oleh keringat
terlihat seksi
pikirnya.

“hai Siwon..kau sudah berkeringat”

“aku melakukan treadmil saat tadi
melihatmu masuk dan langsung
ketempat ini, kupikir terjadi sesuatu
karna kau terlalu lama berada disini”

lagi pria ini mengkhawatirkan nya
ditempat yg paling tidak tepat.

“aku hampir saja menerobos masuk
kedalam, jika pada detik tadi kau tidak
keluar”

Oh ayolah hal buruk apa yg mungkin
bisa terjadi dikamar ganti yg didalam
nya kesemuanya adalah wanita.

“tidak ada yg terjadi didalam kecuali
kau menyusupkan seorang pria untuk
masuk”

“itu hal bodoh yoona.. Kau tahu aku
takkan melakukan nya disaat kau
berada didalam sana”

Oh baguslah…

Berbanding terbalik dengan ekspresi
keras siwon, yoona justru Terkikik geli,
ia merasa terkadang sikap siwon justru
lucu
pria ini lucu?
Salah besar Im Yoona..

Batinnya kembali meneriakkan protes
pada pemikiran nya.

mencubit lengan siwon, ia kemudian
menariknya menuju alat-alat fitnes.
pertama yg keduanya lakukan adalah
treadmil, siwon mengatur kecepatan
pada alat yg dipakai yoona, sekitar 20
menit berada diatas treadmil sebagai
pemanasan.

Yoona menyeka keringat dengan
menggunakan handuk kecil yg
mengalung dileher nya saat siwon
memberikan air mineral kepadanya dan
kemudian menariknya menuju alat
selanjutnya.

sebenarnya ia bisa mendapatkan
seorang personal trainer sebagai
pelatihnya, namun praktis semenjak
siwon berada ditempat ini, ia tak bisa
lagi mendapatkan nya.

dia melarangnya…

well siwon sendiri yg akhirnya menjadi
pelatih untuk nya,mengajari nya
bagaimana cara yg benar untuk
membentuk otot tubuhnya, tapi yoona
tak tertarik memiliki tubuh berotot, ia
hanya menginginkan mendapatkan
tubuh kencang tanpa lemak
pengganggu.

***

Sudah cukup banyak ia merasa telah
membakar kalorinya, dan siwon juga
sudah terlebih dulu meninggal kan
tempat ini, yoona lantas mandi dan
mengganti pakaian nya dengan pakaian
kerja
memoles wajahnya dengan sedikit
makeup juga memakai perona pipi, dan
menata rambutnya.

selesai…

Siap untuk menyibukkan diri dengan
pekerjaan hari ini.

Melangkah dilobi kantor ia tak sengaja
berpapasan dengan sooyoung dan…

“Min ho..”

“hai noona..”

Minho dan sooyoung mendekat
kearahnya.

“baru datang?”

ucap sooyoung menanyakan.

“hm…aku dan siwon ke gym dulu tadi”

“oh oppa sudah datang”

“kurasa dia sudah diruangan nya”

Yoona mengamati tampilan minho, yg
kali ini terlihat berbeda menjadi lebih
rapi sekarang dengan kemeja dan
setelan jas ditubuhnya
genetik yg diwariskan kesemua
saudara bermarga Choi ini memang
sempurna tanpa cela..

“aku terlihat tampan bukan? Aku sudah
yakin noona akan terpesona padaku..”

“ne.. Kau sangat tampan minho ya..
Tapi kenapa kau berpakaian seperti
ini?”

“aku akan bekerja mulai hari ini”

“MWO…bekerja? Bagaimana dengan
kuliahmu?”

“tenanglah noona, aku bisa mengatasi
kuliahku, lagi pula aku sudah
mendapatkan ijin dari kakek”

“sudahlah ayo naik dan bicarakan ini
dengan oppa..”

Sooyoung melangkah menuju lift diikuti
yoona dan minho, ketiganya langsung
akan menuju ruangan siwon.

***

“Bekerja? Kau akan bekerja? Omong
kosong apa yg sedang kau bicarakan
padaku”

Siwon menolak dengan keras keinginan
minho.

“selesaikan dulu kuliahmu,kalau kau
ingin aku memberimu pekerjaan disini”

“oh Hyung ayolah..aku ingin mencoba”

“kau pikir disini tempat percobaan..”

hardiknya kasar, sooyoung tak berani
menyela dan membiarkan minho
menghadapi kakaknya seorang diri, ia
justru menarik yoona mundur beberapa
langkah.

“tapi aku sudah mendapatkan ijin dari
kakek.. Hyung bisa tanyakan pada
sooyoung noona, dia mendengarnya
tadi”

“benar yg dikatakan nya soo..?”

“ya.. Kakek mengijinkan minho”
“aku akan bicara dulu dengan kakek..”

“tapi hyung..”

Siwon tak mengindahkan minho,ia
mengambil ponsel untuk menghubungi
sang kakek
terjadi pembicaraan singkat sebelum
akhirnya siwon menutup pembicaraan
dengan tampang kesal
“bagaimana? Hyung dengar sendiri
kan, kakek mengijinkan ku..”

“sial minho, apa yg bisa kau lakukan?
Kau tak tahu apa-apa”

“yak hyung..jangan meremehkanku,
aku bisa belajar dengan cepat dan lagi
aku punya seseorang yg akan kuminta
jadi mentor ku, Yoona noona dia akan
jadi mentor yg akan menjelaskan
padaku apa saja yg harus kupelajari
dari perusahaan ini”

Minho tersenyum mendekati yoona dan
langsung meraih tangan nya.

“noona mau membantu ku kan?”

“pasti minho.. Aku akan..”

“diam kau yoong..”

rahangnya mengeras, ekspresinya
jelas marah..
Meraih tangan yoona, siwon
menjauhkan nya dari sisi sang adik.

“tidak akan minho.. Yoona tak akan
bermain-main dengan mu, dia akan
tetap bekerja untuk ku dan tidak akan
kemanapun”

0h yoong ini peringatan lagi untukmu..

“tapi hyung bagaimana dengan ku?”

“sooyoung yg akan membantumu”

“yak oppa.. Aku juga banyak pekerjaan,
aniyo aku tak bisa”

“soo noona pleasee..”

minho memelas.

“aish.. Kau selalu menyusahkan ku,
aku akan menjelaskan padamu sekali,
hanya sekali tanpa pengulangan dan
kau harus mengerti”

“Ok noona”

“ayo keruanganku..”

“ne.. Oh hyung, yoona noona nanti kita
pergi makan malam dan khusus malam
ini aku yg traktir, noona jangan lupa
ajak soojung..”

Minho mengedikkan mata kearah yoona
dan lantas keluar mengikuti sooyoung.

“dasar bajingan kecil”

desis siwon mengepalkan tangan nya.
Bajingan kecil?
Nuguya?
Istilah apalagi yg dipakai pria ini..
Yoona menyerah untuk memikirkan nya
lebih lanjut.

***

Malam harinya sesuai janji minho tadi,
dia sudah memesan tempat disalah
satu kafe untuk makan malam mereka.

minho sudah datang terlebih dulu, soo
datang bersama sulli dan soojung
datang sendiri karna yoona tak bisa
ikut,dia harus berlatih dansa untuk
kompetisi minggu depan.

berkumpul bersama seperti ini sudah
seringkali mereka lakukan diakhir
minggu dan kali ini rasanya akan lebih
spesial karna minho berencana
merayakan hari pertamanya bekerja.

“mana yoona?”

pertanyaan yg muncul ketika siwon
baru datang, matanya menyusuri
seluruh ruangan,mencari sosoknya.

“oenni tak bisa datang oppa.. Tadi
partner dansa nya dalam kompetisi
menelpon, sepertinya ia latihan lagi
malam ini”

“kompetisi dansa? Apa maksudnya?”

Ooo..
Soojung mulut cantikmu telah
mengatakan hal yg ternyata
disembunyikan.

Siwon tahu yoona mengikuti kelas
dansa, tapi kompetisi? ini berita baru
untuknya.

“kukira oenni sudah mengatakan nya
pada oppa dan yg lain”

“tidak, aku tak tahu, jadi jelaskan
padaku sekarang”

soojung meneguk segelas air sebelum
bercerita.

yoona mengikuti kompetisi dansa karna
menggantikan rekan nya yg harusnya
mengikuti itu, namun mengalami cidera
pada saat latihan.

dan yoona hanya punya waktu 3minggu
untuk berlatih sampai ke kompetisi
minggu depan, praktis 2minggu
terakhir dia melakukan latihan 3-4 jam
penuh tiap malam dengan partner nya.

“mungkin oenni sengaja tak
mengatakan nya karna ingin
memberitahukan ini sebagai kejutan,
hah..sayang sekali aku mengacaukan
nya, Oh oenni mianhae..”

sesal soojung..

Kejutan?

Tentu saja ini kejutan..
Apa yg sebenarnya ada dalam kepala
cantikmu yoona..
Melakukan kompetisi dansa dengan
partner seorang pria tanpa
memberitahu ku, kau pikir apa yg akan
kulakukan jika aku tahu…

pikir siwon dan benar-benar tak suka dengan itu.

***

Seperti tak terjadi apa-apa siwon
dengan santai melangkah masuk
ruangan nya tepat pukul 9 pagi, siapa
yg tahu semalaman ia tak tidur karna
yoona tak bisa dihubungi
kenapa ia harus seperti itu hanya karna
yoona?

Tentu saja hatinya tahu apa sebabnya,
namun dengan keras ia menolak karna
tak mau menyakiti nya..
Menyakiti yoona adalah satu hal yg
tidak akan ia lakukan
dan yoona..
Kemana dia?
Begitu siwon membuka pintu dan
masuk keruangan nya, dia belum
datang..

***

Yoona terburu-buru melangkah dilobi
hendak memasuki lift

“ahjussi..aku ingin bertemu siwon
oppa, ijinkan aku masuk”

lankahnya terhenti melihat wanita
muda itu merengek pada seorang
security, meminta masuk
itu pasti salah satu wanita siwon..

Yoona mengacuhkan dan kembali
meneruskan langkahnya masuk
kedalam lift, jantung nya terasa bekerja
berkali lipat, ia kembali bangun
kesiangan
dan sialnya, tadi soojung mengatakan
dia tak sengaja mengatakan prihal
kompetisi dansa yg akan diikuti oleh
yoona pada siwon.

Ya Tuhan..

Siwon..

Bagaimana cara menjelaskan nya pada
pria itu??

berdiri sementara didepan pintu
ruangan siwon, ia berusaha mengatur
pernapasan nya sebelum melangkah
masuk, hendak meminta maaf pada
siwon.

maaf?

Astaga untuk apa minta maaf?

Kesalahan apa yg sudah kau lakukan
yoona..
Kompetisi dansa yg kau ikuti dan tidak
kau katakan pada siwon itu bukan
sesuatu yg salah..
Kau bukan tidak mengatakan nya, tapi
belum mengatakan nya, toh waktunya
masih minggu depan kan..
Batin nya mencegah nya melakukan
niatnya…

Tentu saja dia akan minta maaf karna
keterlambatan nya pagi ini

“Si won..maaf, aku terlambat”

pria itu mendongak menatapnya

“ini yg ketiga kalinya Im Yoona”

“iya aku tahu..maafkan aku”

Yoona menundukan wajah, dan sesaat
ia mendengar siwon menghembuskan
nafas kasar.

Tuhan please..

“mulailah lakukan pekerjaan mu”

“nde..?”

ia mendongak menatap siwon..
Lega, dia sudah mengubah ekspresi
wajahnya, ia tak melihat lagi ada
kemarahan dari wajah siwon
betapa pintarnya pria ini mengontrol
dirinya.

“lakukan pekerjaan mu yoona, aku
butuh beberapa laporan darimu”

“ne..arraso, sekali lagi maafkan aku,
aku takkan terlambat lagi”

syukurlah dia tak menyinggung
kompetisi dansa itu..
Tadi yoona sempat berpikir siwon akan
marah karna ia tak mengatakan nya..
Kau pikir dia akan marah?
Tidak yoona..
Pikiran mu salah, kenapa kau suka
sekali memikirkan hal yg jauh dari
mungkin..
Batin nya mengolok-olok
sadarlah sayang siwon pasti tak akan
tertarik dengan apa yg kau lakukan..

“Oh siwon tadi dilobi..”

yoona berbalik kearah siwon karna
teringat sesuatu

“aku melihat wanita muda mencarimu,
dia memaksa masuk”
Siwon menajamkan tatapan matanya
membuat yoona mengernyit karenanya.

“baiklah jika info tadi tak penting, tapi
ku rasa wanita yg kulihat tadi terlalu
muda untuk kau kencani”

“sialan yoona..apa yg kau katakan?
Aku tak mengencaninya”

siwon sepertinya tahu wanita muda yg
dimaksud yoona.

“well setidaknya kau sudah
menyentuhnya, wanita itu mencarimu
mungkin dia ingin meminta lagi”
nadanya sinis terdengar ditelinga
siwon, dia langsung melangkah
mendekati yoona.

“kau tahu aku hanya mengencani
wanita yg sudah berpengalaman,
wanita muda itu aku sama sekali
belum menyentuhnya, aku hanya
merusak barang yg sudah rusak”
aku menahan diriku untuk tidak
menyentuhmu, kau bukan barang rusak
dan aku takut akan membuatmu rusak
bila aku menyentuhmu.

Tatapan matanya gelap tak tertembus
mengarah pada yoona sebelum
akhirnya dia
Membanting pintu,siwon keluar dari
ruangan nya meninggalkan yoona
sendiri didalam nya,
tercengang.

apa ucapan nya tadi menyinggungnya?
Apa dia sudah sangat keterlaluan
mengatakan hal itu?
Tapi apa yg salah?
Bukankah itu benar?
Jika tidak..
Oh Tuhan aku menyakitinya..
Selama ini yoona dibuat menerka-
nerka tentang mengapa siwon tak
pernah lama bertahan dengan seorang
wanita, mengapa siwon tak mau
berkomitmen dengan salah satu
diantaranya
dan justru beralih keperempuan lain
nya
Apa masalahnya?

Ia tahu siwon cukup mapan untuk
menghidupi sebuah keluarga
selama ini dia bahkan sudah hidup
terpisah dengan sang kakek, dan
memilih tinggal sendiri dirumah
mewahnya
lantas kenapa siwon tak pernah berniat
menjadikan satu dari sekian banyak
teman kencan nya untuk dijadikan istri
dan membangun sebuah keluarga..
Keluarga yg penuh kehangatan seperti
yg dulu ia dapatkan dari kedua
orangtuanya.

Yoona selalu merindukan nya dan
mendambakan suatu saat ia akan
membangun keluarganya sendiri
Yoona apalagi yg kau harapkan?
Apa kau mulai bermimpi siwon akan
menjadikan mu istri, itu tidak
mungkin..
Jadi buang pikiran itu jauh-jauh
darimu..

“noona aku perlu bantuan mu?”
tak menyadari minho masuk dan
akhirnya menariknya dari lamunan.

“tadi aku keruangan noona, tapi
ternyata noona disini, dimana hyung?”
minho mendekat padanya

“noona gwechana? Apa yg terjadi? Kau
pucat..”

“Ohh min ho, aku tak apa-apa, bisakah
aku bertanya sesuatu padamu? Ini
tentang siwon..”

Min ho terlihat ragu mendengar
pertanyaan yoona

“apa ada sesuatu yg salah mengenai
hyung”

“kita bicara diruangan ku saja, ayo ikut
aku..”

baru saja membuka pintu dan berniat
keluar, saat dengan langkah pasti
siwon berjalan kearahnya menatap
tangan nya yg merangkul lengan minho,
spontan yoona langsung melepaskan
nya.

“Yoona kau harus ikut aku, ada
pertemuan mendadak diluar”
Oh..ia mengira pria ini tadi keluar
menemui wanita muda yg dilihatnya
dilobi

“cepat yoona, kita sudah terlambat,
mereka sedang menunggu kita”
merenggut tangan nya, siwon menarik
kesisi nya.

“Minho ah..katakan pada sooyoung
untuk menghandel pekerjaan ku disini”

“ne…tapi hyung, aku membutuhkan
bantuan yoona noona”

“ada banyak hal yg harus dikerjakan
yoona denganku, jangan
mengganggunya..dan lagi kau yg mau
repot dengan mencoba-coba bekerja,
jadi rasakan sendiri hasil percobaan
mu, Ok aku harus pergi jangan lupa
katakan pesanku pada sooyoung”

Yoona menatap minho meminta maaf
karna ia harus mengikuti siwon dan tak
bisa membantahnya

“It’s ok noona”

Minho tersenyum melihatnya berjalan
mengikuti langkah siwon.

***

Pertemuan bisnis itu berlangsung
cukup lama, sampai tiba waktunya
makan siang
Siwon membicarakan beberapa hal
sambil menyantap makan siangnya,
sementara yoona merasa tak bernafsu
dengan makan siangnya
merasa ada yg mengganjal dalam
pikiran nya,
setelah berbicara terakhir kali dengan
minho tadi, siwon tak lagi mengajaknya
bicara.

aneh…

Lalu untuk apa dia tadi mengajaknya
bertemu rekan bisnisnya kalau bukan
hanya untuk menjadikan nya penonton
negosiasi bisnis yg ia yakini akan
semakin menggelembungkan kekayaan
yg dimiliki siwon.

menit-menit menjengkelkan bagi yoona
akhirnya berakhir saat beberapa orang
rekan bisnis siwon saling melempar
senyum sambil berjabat tangan dan
akhirnya keluar meninggalkan ruangan,
menyisakan siwon dan yoona hanya
berdua didalam nya.

“selesai.. ayo pulang”

ucapnya dingin tanpa menoleh kearah
yoona

“siwon tunggu.. Kau masih marah
padaku?”

dia hanya menarik napas dalam tanpa
memberi jawaban.

“maaf untuk keterlambatanku tadi,
maaf jika mungkin kau tak suka dengan
perkataanku yg menyinggungmu aku
tak bermaksud…”

“kita masih harus kembali kekantor
sekarang..”

Oh astaga dia sedang tak tertarik untuk
membahasnya.

yoona hanya bisa mendesah pelan,
memperhatikan siwon berdiri dan
melangkah keluar, kemudian dengan
terpaksa ia harus mengikutinya.

***

Biasanya akan menyenangkan saat
menghabiskan beberapa menit didalam
mobil dalam keheningan sambil
mendengarkan musik dengan siwon,
tapi ketegangan diantara keduanya
terasa terlalu kental untuk itu.

Yoona merasa lega ketika mereka
sampai ditempat parkir kantor.

trimakasih Tuhan akhirnya..

ia merasa kesulitan bernapas
sepanjang jalan tadi
Siwon keluar dari mobil dalam sekejap,
membanting pintu begitu keras sampai
mobil bergetar.

disaat itu yoona menyadari, siwon
mungkin dalam hari yg buruk sekarang,
tapi karna apa? Apa karna dirinya?

Yoona membuka pintu untuk keluar dari
dalam mobil,terkesiap saat melangkah
menabrak dada siwon.

“Ya Tuhan Siwon! Kau mengagetkanku”

ia lantas berjalan memutarinya tapi
siwon dengan cepat mengangkat satu
tangan nya untuk menghentikan nya,
kemudian mendorongnya hingga
punggung yoona menekan mobil dengan
tangan siwon dikedua sisi kepalanya,
memenjarakan yoona.

mereka sangat dekat dan yoona
berharap ia bisa mengatur detakan
jantungnya menjadi stabil.

“Yoona.. Kenapa semalam kau tak
datang untuk makan malam bersama
kami”

pertanyaan ini tadinya yoona kira tak
akan pernah keluar dari mulut siwon
karna ia tahu akan mengarah kemana
semua ini.

“bukankah soojung sudah mengatakan
alasan ketidak hadiranku”

ia berusaha setenang mungkin, meski
sulit ketika wangi parfum yg bercampur
aroma alami tubuh siwon begitu
mengacaukan otaknya.

“kenapa aku tak pernah tahu kau
mengikuti kompetisi dansa dengan
seorang pria? Aku merasa kau tak lagi
menceritakan padaku, apa sesuatu
terjadi?”

Sekarang ia membuat yoona menjadi
jengkel, lagi..

“Siwon.. Ini bukan seperti aku dengan
sengaja tidak memberitahumu, itu
hanyalah masalah waktu yg belum pas,
dan Kau tentu tak menceritakan padaku
Semua yg Kau lakukan”

Siwon terdiam dan mengambil langkah
mundur lalu menggelengkan kepalanya.

“Yoona, sebenarnya aku selalu
memberitahumu hampir semua yg
kulakukukan, aku merasa kau bisa
mengenalku lebih baik selain ketiga
saudaraku, kau sahabatku. Aku minta
maaf jika kau merasa aku terlalu
mencampuri urusan mu”

“Oh ya ampun Siwon! Hentikan itu, aku
tidak berpikir kau mencampuri
urusanku, fakta bahwa aku punya
partner dansa kupikir bukanlah hal yg
menarik untukmu”

“well, kukira itulah yg kau pikirkan”

siwon kembali menggelengkan
kepalanya

“mianhae”

“ya Tuhan siwon cukup,kau tak perlu
minta maaf, sebenarnya kompetisinya
akan berlangsung minggu depan dan
aku ingin mengundangmu juga yg lain,
itupun jika kau mau duduk menonton
pertunjukan semacam itu, kau bisa
mempertimbangkan nya dulu…”

Sebenarnya ide mengundang siwon
bagi yoona hanyalah sekedar basa-
basi, bahkan membayangkan siwon
duduk menonton dansa di ballroom
sangatlah tak masuk akal.

“jam berapa dan dimana? Aku akan
datang dan memberi tahu saudaraku yg
lain agar mereka bisa pergi denganku,
apa soojung juga akan datang?”

Wow…

Ini kejutan..
Yoona menyeringai tak yakin dengan
kesediaan siwon atas undangan nya

“emm..ya tentu soojung akan datang,
nanti aku akan berikan alamat
lengkapnya, kau yakin akan datang?”

“ya..aku harus melihat pertunjukan
mu? Wae?”

“baiklah..akan kusiapkan kursi Vip
untukmu”

Yoona benar-benar tak mengantisipasi
ketika siwon merangkulnya dan
memberikan senyuman mega watt-nya,
meredakan ketegangan diantara
keduanya.

***

Kembali keruang kerja, yoona dan
siwon menghabiskan beberapa menit
membicarakan hasil negosiasi tadi.

Setelahnya yoona diminta
menyelesaikan beberapa draft yg akan
ditandatangani siwon, bukan berada
dalam ruang kerja nya sendiri tapi
siwon memintanya mengerjakan nya
disini, diruangan siwon.

pada saat itu yoona setidaknya puluhan
kali mendapati siwon menatapnya,
benar-benar menatapnya, yoona tidak
merasa yakin apa yg sedang ada dalam
pikiran siwon yg pasti ia sangat
berharap siwon berhenti khawatir
padanya tentang hal yg tidak perlu.

Setelah semuanya selesai, keduanya
memutuskan keluar dari kantor tepat
pukul enam,bukan untuk pulang
melainkan pergi kesebuah restoran
Italia yg menyajikan berbagai macam
pizza yg diinginkan yoona untuk makan
malam mereka kali ini

“aku yg akan memesan”
dengan semangat yoona membolak-
balik buku menu pizza ditangannya

“dan aku yg akan membayar”

“tentu saja kau yg lebih banyak uang
daripada aku”

Yoona memanggil pelayan untuk
mencatat pesanan nya setelah nya ia
mulai mengobrol hal-hal ringan yg bisa
ia bahas bersama siwon, ia masih bisa
melihat siwon gelisah dan berharap ia
tak akan lagi merusak suasana hatinya

“jadi, siapa pria yg berdansa
denganmu?”

Well…

inilah pertanyaan yg paling tidak
ingin ia dengar keluar dari mulut siwon
dan terbalik, sekarang yoona lah yg
merasa mulai gelisah, mungkin siwon
akan mencecarnya dengan berbagai
pertanyaan layaknya seorang detektif
pelindung.

berusaha tersenyum yoona kemudian
menjawab.

“namanya Kibum, sebenarnya aku tak
secara khusus mendaftar untuk
kompetisi, masalahnya partner nya
mengalami cedera kaki dan pelatihku
meminta agar aku membantunya,jadi
aku melakukan nya”

“Kibum..seperti apa dia? Muda? Tua?
Apa dia tampan? Apa pekerjaan nya?
Selain saat menari apa kau juga
bertemu dengan nya? Apa dia tertarik
padamu? Atau justru Kau yg tertarik
padanya?”

Wow…

Ini adalah pertanyaan yg beruntun,
mungkin ini juga yg siwon lakukan saat
sooyoung berkencan dengan Kyuhyun,
atau justru sebaliknya siwon bersikap
biasa karna Kyuhyun adalah teman nya,
jadi dia membiarkan soo melakukan
nya
mengabaikan tatapan siwon,ia
berusaha menarik sudut bibirnya
seolah membayangkan bagaimana
mendeskripsikan sosok yg menjadi
partner dansanya.

“dia muda dan sangat tampan, dia juga
salah satu pelatih dan menari hanya
hobinya, beberapa kali aku pergi
makan malam setelah latihan dansa,
tapi selain itu kami tak punya sesuatu
yg lain dan kurasa aku tak tertarik
padanya, atau belum mungkin
entahlah..”

siwon menjalankan kedua tangan
dirambutnya,mencerna jawaban yoona
beberapa saat

“jadi beberapa kali kau makan berdua
dengan nya? Dan apa maksudmu
mungkin.. Apakah itu seperti dia layak
dipertimbangkan?”

Percakapan terhenti saat pelayan
datang mengantar pesanan mereka, dan
yoona mulai menggigit pizza yg ia
pesan, selain karna lapar ini lebih
untuk sekedar memikirkan jawabannya.

“Um..dan apa maksudmu ‘layak
dipertimbangkan’ ”

“maksudku, apa kau sedang
mempertimbangkan dia sebagai pria yg
potensial dalam hidupmu?”

sekali lagi Yoona menghindari tatapan
mata siwon, dan justru beralih
memainkan sedotan minuman bersoda
nya sebelum ia meminum nya dengan
perlahan.

“entahlah..tapi mungkin ada benarnya
sekarang waktunya untukku mencoba
tertarik pada seseorang dan bukan nya
justru tergila-gila pada…”

yoona mendadak menghentikan ucapan
nya, dia hampir saja mengatakan fakta
bahwa dirinya selalu saja dilanda
perasaan gugup ketika dia berhadapan
dengan siwon, dia adalah kelemahan
nya
Siwon terlihat tak terlalu senang saat
yoona kemudian menatapnya,
membuatnya membutuhkan beberapa
detik untuk kembali berbicara

“menilai dari apa yg kau katakan…jadi
ada seseorang yg membuatmu tertarik?
Yg mungkin tak bisa kau
miliki..benarkah begitu? Tolong
katakan padaku kau tidak sedang
tertarik pada pria yg sudah menikah
kan?”

Oh Tuhan..

Gelisah dikursinya, yoona
menghembuskan napas frustasi.

“ini jelas bukan pria yg sudah menikah,
dia adalah… emm ini bukan sesuatu yg
ingin kubicarakan sekarang, bisakah
kita berhenti? Dan kau perlu memakan
pizza mu…”

Sayangnya percakapan ini sudah
membunuh selera makan siwon, dan
yoona juga merasakan hal yg sama, ia
tak lagi antusias menggigit pizza
berikutnya…

***

Sisa minggu ini berlalu begitu saja,
yoona merasa siwon lebih tegang dari
biasanya, tapi satu fakta bahwa
seminggu ini adalah waktu yg paling
sibuk dalam pekerjaan, mungkin itulah
penyebabnya mengapa siwon menjadi
lebih tegang.

bahkan yoona tak bisa lagi meluangkan
waktunya untuk menikmati berolahraga
bersama siwon, karna setiap malam ia
harus menghabiskan waktu untuk
berlatih dan itu membuatnya sangat
kelelahan, dan benar-benar
membutuhkan istirahat.

***

Kompetisi dansa akan dilakukan sore
ini, dan yoona sangat berharap ia bisa
melakukan yg terbaik sampai
kompetisi berakhir
dan pagi hari ini ia punya waktu 3 jam
untuk mematangkan persiapan mereka,
kembali melakukan latihan disebuah
studio mereka akan melakukan tarian
tango dengan diiringi lantunan lagu
“Rock Your Body” dari Justin
Timberlake
Setelahnya mereka langsung menuju
area pementasan yg terletak disebuah
ballroom salah satu hotel ternama di
Seoul, yoona langsung menuju bagian
belakang panggung untuk bersiap-siap.

Saat mengenakan kostumnya ia baru
menyadari, benar apa yg dikatakan
siwon, jika berat badan nya turun,
mungkin sekitar 3 sampai 4 kilogram
kostumnya berwarna merah dengan
aksen hitam dan beberapa hiasan
kristal. berpotongan diagonal menutupi
payudaranya namun terbuka dibagian
perutnya,dan sebagian besar bagian
belakangnya memamerkan keindahan
punggungnya.

Rok nya berbahan lentur dengan panjang
mencapai pergelangan kaki namun
memiliki potongan terbuka pada kedua
sisinya yg jika ia bergerak akan
dengan jelas memperlihatkan kaki
jenjangnya dan benar-benar seksi.

Yoona mendapati keuntungan dari
penurunan berat badan nya, tubuhnya
begitu langsing dari semua penari yg
lain, bahkan kini ia harus mengakui
dirinya terlihat sangat cantik dengan
rambut terurai dan sedikit dikeriting.

plus makeup yg juga terlihat seksi yg
sangat tepat untuk kesempatan ini
menatap tubuhnya dicermin ia
tersenyum dan merasa bahagia saat ini.

***

Sebelum tiba giliran nya untuk tampil,
yoona bersama Kibum menonton
pasangan lain yg sedang menari diarea
pementasan melalui monitor
dan ketika tiba giliran mereka
memasuki lantai dansa, yoona sangat
tenang dan tak merasa demam
panggung, ia begitu lincah berputar-
putar dengan cepat, berbalik maupun
sedikit melompat menginterpretasi
lagu yg dimainkan, dan tanpa salah
langkah hingga bagian akhir
dan pada bagian akhir dari gerakan
mereka yoona terkejut dan benar-benar
tak menduga, kibum menurunkan
kepala dan menangkup mulutnya
dengan sebuah ciuman sebelum
akhirnya melepaskanku dan kami
membungkuk memberi hormat.

Astaga…

Yoona merasa kurang senang dengan
keberanian nya itu, namun ia harus
tersenyum dan menegakkan tubuhnya
dan melangkah keluar dari lantai dansa
dengan tangannya dalam genggaman
kibum.

Yoona sempat menengok kekiri dan
matanya langsung terkunci dengan
tatapan yg sangat-sangat gelap milik
siwon.

Sial..!!

Belum pernah ia melihat ekspresi itu
sebelum nya diwajah siwon, dia benar-
benar terlihat menyala dalam
kemarahan.

Setelah beberapa saat yoona
menyimpulkan mungkin itu karna
pakaian nya, siwon selalu aneh tentang
hal seperti ini atau itu karna ciuman
tadi?

Oh astaga..

***

Dibelakang panggung kibum terlihat
puas dengan penampilan mereka tadi

“Yoona tadi itu luar biasa dan apakah
ciuman tadi mengganggumu?”

“tidak..hanya tolong jangan melakukan
nya lagi, karna aku sedang tertarik
dengan seseorang”

“Oh aku benar-benar tak tahu, maafkan
aku..”

Ketika kompetisi telah selesai dan
hasilnya luar biasa menggembirakan
untuk yoona, mereka mendapat juara
kedua dan rasanya itu lebih dari cukup
sebagai pengganti kelelahan mereka
3minggu terakhir.

Kibum sempat menawarkan pada yoona
untuk melakukan perayaan namun
yoona menolak karna ia sudah ada janji
dengan soojung, siwon dan yg lain.

Setelah semua berakhir, yoona buru-
buru menemui soojung dengan
bersemangat.

“Oenni ya.. Aku tidak tahu kau bisa
berdansa seperti itu, sangat
menakjubkan”

Soojung memberinya sebuah pelukan
erat

“Chukaeo.. Yoona”

“sooyoung trimakasih..”

“kuharap kau tak keberatan aku
mengajak Kyuhyun bersamaku”

“tentu saja tidak, aku senang melihat
kalian bersama disini untuk ku”

“Noona.. Wow, aku sangat terkesan”
Minho mendekat dan memeluknya

“kau terlihat cantik, sangat-sangat
cantik noona”

“minho.. kau membuatku malu,
trimakasih untuk kedatangan mu”

dalam sekejap senyum yg tadi
ditunjukan pada minho sirna saat yoona
bertatapan langsung dengan siwon

“Pertunjukan yg menakjubkan Im
Yoona..”

kata ‘pertunjukan’ yg dia tekankan
benar-benar kejam, belum berhenti
sampai disitu, siwon memelototinya
sambil menunjuk kearah pakaian nya

“Aku tidak tahu jika kau tidak akan
mengenakan Pakaian… tidakkah kau
merasa seharusnya perlu
memperingatkan kami bahwa kau
benar-benar nyaris telanjang…”

Merasa tak terima dengan omongan
siwon, yoona melangkah maju semakin
dekat dengan siwon dengan tatapan yg
sama, siap meledakan kemarahan nya
setelah apa yg siwon katakan
padanya…

Sadar akan apa yg mungkin akan
segera terjadi, mereka yg berada
diantara siwon dan yoona, kompak
memundurkan langkahnya, bahkan sulli
yg tadinya menunggu giliran untuk
memberikan ucapan selamat pada
yoona, terpaksa harus mengurungkan
niatnya, lantas merangkul soojung
kemudian berbisik padanya

“menurutmu apa yg akan terjadi?”

“molla.. Yg pasti yoona oenni terlihat
marah sekarang, kau lihatkan sulli itu
karna oppa mu sudah keterlaluan”

“iya aku tahu, siwon oppa memang
over protektif, aku pun sering kesal
padanya”

Yoona benar-benar emosi dan ia tak
mau menutup mulutnya dan membalas
perkataan siwon padanya

“Sialan kau Siwon! Aku tahu kau terlalu
protektif padaku,tapi ini sudah
kelewatan. Aku berpakaian untuk acara
yg tepat dan ‘pertunjukan’ku adalah
sebagai seorang penari,aku bukan
menggerakkan tubuhku untuk sebuah
bayaran, pembicaraan seperti ini
sangan konyol, kapan kau akan
berubah dengan sikapmu, aku lelah,
aku ingin pulang”

Yoona sudah bertekad tak akan
membiarkan perilaku siwon merusak
kebahagiaan nya saat ini.

Dengan kesal ia berbalik dan pergi,
hampir mencapai pintu keluar ketika
siwon meraih tangan nya dan memutar
tubuhnya hingga mereka saling
berhadapan

“Yoona,aku minta maaf, kumohon
jangan pergi”

biasa yoona akan langsung luluh,
setelah melihat penyesalan dari sorot
mata siwon, tapi kali ini tidak, dia
benar-benar telah membuatnya marah.

“Siwon..perilakumu yg seperti ini
benar-benar tak bisa ku terima, kenapa
kau tak bisa menguasai dirimu, aku
bukan anak kecil dan aku tak suka
dengan penilaian mu padaku tadi, kau
tak berhak menilaiku seperti itu, Kau
bukan Ayahku..”

“Yoona.. Ya Tuhan.. Aku tidak berpikir
aku adalah ayahmu, dan tentu aku tak
pernah menganggapmu anak kecil,
maafkan aku.. Aku tak bermaksud
menjadi brengsek seperti tadi,maaf..
Ayo kita lupakan ini dan lakukan
rencana kita untuk makan malam
setelah ini”

Yoona menengok kebelakang dan baru
sadar ia melupakan mereka semua
beberapa saat lalu, ini karna siwon yg
membuatnya marah dan belum ada
seorangpun yg pernah membuatnya
semarah itu tadi.

menghembuskan nafas lelah yoona
berkata

“baiklah..tapi aku perlu pulang terlebih
dulu,kau bisa menjemputku satu jam
lagi, dan kuharap kau gunakan waktu
itu untuk menenangkan dirimu karna
aku tak akan pernah lagi mau makan
bersamamu jika kau mulai bersikap
seperti itu lagi”

Yoona memanggil soojung untuk pulang
bersamanya, kemudian pergi sebelum
siwon bisa mengatakan sesuatu lagi.

***

Sesampainya diapartemen yoona
langsung masuk kedalam kamar mandi,
butuh sekitar 15 menit untuknya
menyegarkan tubuhnya.

Mengenakan dress selutut berwarna
krem, memoleskan bedak tipis pada
wajahnya, lip gloss dibibirnya, ia
kemudian menguncir rambutnya ekor
kuda dan mengambil sepatu ber merk
Burberry untuk melengkapi penampilan
nya, tak lupa sebelum melangkah
keluar kamar ia menyemprotkan
parfum favoritnya.

Simpel..
Tapi ia sangat menyukai tampilan nya
yg seperti ini.

***

Yoona sudah merasa tenang ketika bel
apartemen nya berbunyi dan soojung
membuka pintunya, itu pasti siwon yg
datang menjemput mereka.
Yoona membuka pintu kamarnya,
keluar dan lega mendapati siwon
tersenyum kearahnya.

Oh.. Pria ini sudah berada dalam mode
normal

“Hai”

Siwon menatapnya dari atas sampai
kebawah dan memberikan sebuah
siulan sebagai pujian

“gaun yg indah Im Yoona,
menakjubkan..”

“Oh,trimakasih..ini gaun lama ku”
Siwon tertawa dan yoona merasa
senang melihatnya, siwon telah
kembali menjadi dirinya sendiri
sangat menawan…

***

Perjalanan menuju cafe yg telah
mereka pesan terasa menyenangkan
dengan canda dari soojung dan sulli yg
ternyata tadi menunggu mereka dimobil.

sedangkan yoona mengotak-atik iPod
siwon yg menempel diradio untuk
mencari lagu yg ia inginkan.
Siwon berusaha fokus pada kemudi,
meski ia tak bisa mengelak untuk
sesekali mencuri pandang kearah
yoona.

perjalanan nya tak terlalu jauh,hanya
membutuhkan waktu 30 menit dan
mereka akhirnya sampai.
Beberapa menit setelahnya Sooyoung
dan Kyuhyun sampai, kemudian Minho
datang dengan mengendarai motor.

mereka langsung menikmati makan
malam dalam suasana penuh
keakraban dan sangat menyenangkan

“Yoona ah.. Chukkaeyo,aku tak sempat
memberimu selamat tadi”

“ne..gomawo Kyuhyun ssi, kuharap kau
memaklumi sikapnya tadi”

Kyu terkikik kearah siwon

“Apa?”

“anio..aku mengerti yoona, aku sudah
mengenalnya jauh sebelum dirimu”

Kyuhyun terus tersenyum kali ini lebih
untuk mengejek siwon

“baiklah kurasa aku dan sooyoung
harus pergi”

“mau kemana kalian?”

“kau tak perlu tahu siwon..tenanglah
akan ku kembalikan adikmu yg
cantik ini dalam keadaan utuh”

Menyeringai pada siwon kyu lantas
menggandeng sooyoung keluar dari
cafe

“noona.. Soojung akan pergi dengan ku,
bolehkan?”

“Mwo.. Kalian juga akan pergi?”

“Minho oppa akan ikut balap motor
oenni,dan aku ingin melihatnya..”

“Minho.. jangan macam-macam!!”

“sekedar menguji adrenalin Hyung..tak
masalah bukan?”

“Oppa aku ikut..”

Sulli merengek…

***

Makan malam berakhir karna masing-
masing dari mereka telah
merencanakan acara selanjutnya.

Sooyoung dan Kyuhyun jelas
menghabiskan malam mereka dengan
kencan berdua, dan Minho membawa
Soojung bersamanya mengendarai
motor, tentu setelah mendapat pesan-
pesan khusus dari siwon agar minho
menjaga soojung.

Yoona sedikit geli dengan apa yg
disampaikan siwon pada minho, tapi
sekaligus terwakilkan untuk menjaga
adiknya, seperti inilah siwon, dia akan
menjadi sangat protektif untuk orang-
orang terdekatnya.

Dan sulli, gadis ini harus menekuk
wajahnya, kesal pada oppa nya,
walaupun sudah merengek dengan
sedramatis apapun Siwon tak
bergeming untuk mengijinkan ikut
bersama minho dan soojung

“Sulli ah.. Mungkin kita bisa pergi dulu
kesuatu tempat sebelum pulang”
Yoona mencoba bertanya pada sulli yg
tengah duduk dikursi bagian belakang
mobil siwon dengan cemberut, ketiga
nya sedang berada dalam perjalanan
pulang.

“anio..kecuali ketempat minho oppa
dan soojung pergi, hanya tempat itu yg
ingin kudatangi sekarang”

bersedekap, sulli memalingkan
wajahnya menatap keluar kearah
situasi ramai jalan raya yg penuh
dengan kendaraan lainnya
Yoona menyentuh lengan siwon
memberinya kode untuk bicara

“oppa sudah katakan tidak sulli, maka
mengertilah”

“tapi oppa membiarkan soojung pergi,
lalu kenapa oppa malah melarangku, ini
tak adil..”

protesnya, makin kesal.

“Minho berjanji akan menjaganya”

“maka minho oppa juga akan
menjagaku sama seperti menjaga
soojung..aku adiknya”

“dia pasti bisa lengah dengan harus
menjaga dua gadis seperti kalian, oppa
tak mau mengambil resiko.. Kau
mengerti!”

“tidak.. Aku tak akan mengerti oppa”

“maka diamlah karna oppa akan
mengantarmu pulang kerumah”

“aku ingin pulang kerumah oppa”

“tidak..”

“waeyo?”

“kau akan pulang kerumah kakek”

“Oppa…”

“diam sulli, oppa sedang menyetir, kau
tak mau kan kita mengalami
kecelakaan konyol gara-gara kamu”

“mungkin itu akan lebih baik..”

ban mobil itu berdecit, yoona terlonjak
kaget karna siwon mendadak
mengerem mobil, berbalik menatap
marah pada sulli

“jadi kau ingin kita mengalami
kecelakaan? itu maumu hah?”

Sulli tak menjawab, ia menjadi takut
saat melihat tatapan kemarahan dari
oppa nya

“Siwon..”

yoona menarik lengan siwon
bermaksud meredakan amarahnya, pria
ini sangat mudah marah namun juga
bisa dengan mudah menjadi tenang.

Oh.. Sungguh membingungkan

“aku tak bermaksud seperti itu oppa,
maafkan aku.. Aku hanya kesal
padamu”

“kau cukup diam sampai aku
mengantarmu pulang, setelah itu kau
bisa meneruskan kekesalan mu, kau
bisa mengumpat padaku nanti..dikamar
cantik mu, kau mengerti!”

“ne..”

Yoona menggeleng-geleng kan
kepalanya heran dengan hubungan
persaudaraan diantara keluarga ini,
terlihat akrab namun juga penuh
dengan ketegangan, benar-benar aneh.

***

Selesai mengantar sulli pulang,
keduanya berada dalam keheningan,
yoona sepertinya asik menikmati
alunan musik yg diputar siwon

“ehm.. Mau nonton denganku”

Yoona menoleh setelah mendengar
pertanyaan siwon

“dimana?”

“dirumahku.. Kau tak lupa kan, aku
punya teater dirumahku”

“sombong sekali, baiklah aku mau”

akhirnya siwon memutar arah mobilnya
setelah menemukan ide untuk mengisi
malam ini selanjutnya bersama yoona.

***

Setelah tiba dirumahnya, Siwon menuju
ruang teater untuk menyiapkan film
sedangkan yoona duduk disofa luar
menunggunya

“sudah siap, aku akan ambil minuman
dan makanan untuk kita”

Yoona mengangguk sambil terus
memandang siwon yg melangkah
menuju dapur, namun setelahnya yoona
mulai gelisah, kakinya terasa pegal
mungkin karna penampilan dansanya
tadi, menggeser duduknya ia mulai
melepas sepatunya

“kenapa Yoona? Apa kakimu terluka?”

Siwon mendekatinya dan menyerahkan
segelas minuman untuknya.

“euh..hanya sedikit pegal, kurasa efek
berdansa tadi”
“maka minumlah ini, dan aku akan
mengurusmu”

“wine?”

“itu akan membantumu lebih relaks,
kau terlihat sedikit tegang”

Tegang?

Benarkah?

Oh astaga..

Yoona baru saja menyadari fakta
bahwa sebelumnya tak pernah terjadi,
ia hanya berdua dengan siwon
dirumahnya dan dimalam hari,
biasanya mereka selalu disini bersama
saudara mereka yg lain yg selalu ramai
dengan canda tawa mereka.

Meletakkan gelas miliknya, siwon
pergi kearah ruangan yg lain dan
kembali tak lama setelahnya dengan
sebotol lotion ditangan nya.

Mendudukan tubuhnya dengan nyaman
diatas sofa yg sama dengan yoona, dia
menepuk pangkuan nya

“julurkan kakimu yoona.. Aku akan
memijatnya”

Yoona tertegun sejenak, mendengar
ucapan siwon yg lebih terdengar
sebagai perintah

“trimakasih Siwon,tapi ini akan baik-
baik saja”
“julurkan kakimu yoona..biar aku yg
memutuskan apa itu baik-baik saja
atau tidak”

Yoona sudah mempertimbangkan untuk
mengatakan tidak, tapi jelas ia juga tak
ingin menarik perhatian siwon, karna
pada kenyataan nya ia gugup
memikirkan bagaimana tangan siwon
akan menyentuhnya
ragu, ia mengayunkan kakinya naik
kepangkuan siwon, dan menunggu akan
apa yg terjadi pada dirinya sendiri…

*

*

*

TBC~

244 thoughts on “♥ I Need ROMANCE ♥ Chap 1

  1. Aku akan memulai dari awal eonni.mf eonn bukanya q gk mau comen tp dulu aku gaptek.terus q coba comen di library ternyabta eong gk bs melihatnya.oke ini aku datang dgn hal baru.eonni sungguh berbakat dlm hal ini.maaf dan trimakasih eonni😊

  2. siwon oppa protektif bgt sama yoong eonni sampe2 minho oppa yang adenya sendiri nyentuh dikit aja sampe di omelin begitu.. aku tau sebenernya siwon oppa cinta bgt sama yoong eonni cuma karna gak mau nyakitin yoong eonni aja.. firasat buruk nh sama kelanjutan ffnya… okk next bacanya

  3. Yaaaa ampun itu siwon oppa over protektif banget sama yoona eonni , pacarnyaa juga bukan tapi , yoona eonni selalu di larang pake pakean yang agak terbuka,ngga boleh menggerai rambutnyaaa , ngga boleh ini ngga boleh itu huh…..
    Yoona eonni harus banyak2 bersabar di dekat siwon , siwon kelakuannya sama uoona udah kaya ke pacar atau bahkan lebih , siwon oppa terlalu over terlalu berlebihan.
    Sebenernyaa siwon oppa itu suka nggabsih sama yoona eonni , kan kalau yoona eonni emang suka sama siwon oppa ….
    Apa yang bakalan terjadi diantara mereka selanjutnyaa, dengan mereka sekarang berdua malam2 di rumah siwon oppa ?

  4. dsni wonppa nya protectif bgt tpi kya mnjurus ke sikap emosional/tempramen bgt, trus ngmong’a hga kasar iii
    tpi suka ama ide crita’a, pnsran jga knpa wonppa ga mau trikat sbuah hbngan yg srius
    next

  5. Wonpa terlalu over yes :v apa” serba gak boleh, nah loh apa yg akan terjadi sama yoona unnie? Ceritanya bagus dan Aku baru baca sekarang :3 kemana aja aku selama ini.. Tsk tsk tsk -___-

  6. Over proktektif siWon,walaupun kadang mengesalkan dengan sifat siwon tp selebihnya menyenangkan karena yoona yg di jagain,mudah2an aja sifat siwon berubah,ya walau gk sepenuhnya setidaknya kan sedikit aja…..ohh faihthingg buat onnie….

  7. Wow, bener2 kisah cinta yang meanarik, mereka gk pacaran, tapi kayak pasangan kekasih, dengan sikap siwon yang overprotektif seharusnya yoona sadar donk kalo siwon suka sama dia,

  8. alur ceritanya menarik chingu.dan bikin penasaran ama karakter siwon dsni dia cinta ga dgn yoona sebenarnya.apa mungkin TTM ya hehehehe

    q lanjut baca ya chingu.. dan terus smangat nulisnya

  9. cerita yg menarik chingu. dan bikin q penasaran ama karakter siwon dsni di xinta pa ga sebenarnya ama yoona. apa jangan2 TTM ya hehehe

    aq lanjut baca ya chingu. dan tetap smangat nulisnya

  10. ya ampun wonppa terlalu over protektif bgt sama yoong. apa pun yg dilakuin yoong serba gk boleh pdhal yoong kn cma sahabatnya bukan pcrnya tp udah protektif bgt. yoong harus sabar ya ngadepin sikapnya wonppa yg over kebangetan.

  11. Yampun wonppa over protektof bgt sm yoona, iyasih emang agak risih tapi masa yoona gapeka duh sama2 suka tapi sama2 gatau, gapapsih kalo yg over protektofin wonppa ckckck bagus eoonnnn lanjoottt hihiiii

  12. Hai eon, aku readers baru nih. Aku suka banget sama karakter siwon disini, jarang banget ada yg bikin ff karakter siwon di buat over protective banget gini, tapi seneng liatnya. Cuma kok kayaknya siwon disini bad boy ya suka gonta ganti cewek😦 But, over all bagus eon🙂 Ijin minta pw chap 2 nya yah eon, biar bisa baca sampai chap terakhir, gomawo🙂

  13. Siwon bener2 Over Protektif banget sama yoona, pacar juga bukan😀
    Mudah2an yoona bsa sabar ngadepin sifat protektif siwon
    Dn bener2 kisah cinta yg menarik😀

  14. Daddy bner² over protektif sama mommy…
    padahal mereka cuma sahabat.
    apa jangan² daddy cinta sama mommy tapi daddy gga sadar gitu? ?
    kya!!ceritanya keren ..
    panjang lag, jadi puas bacanya..

  15. Siwon ngegemesin deh, belum pacaran sama yoona udah over protective wkwk. Tapi suka banget cuma kasian yoona semacam kayak digantungin gitu. Ga ada hubungan apa2 tapi rasanya siwon kayak pacarnya

  16. ceritanya bagus gak ribet. puas baca nya soalnya alur cerita nya sama feel nya nyatu. Aku suka karakter siwon disini eonn. Pas banget sama sifat asli nya dia yang perfeksionis. Jadi kalo ngebayangin dia yang protektif sama yoona jadi senyum senyum sendiri hahaha. keren eonn. btw, minta pw chapter 2 nya ya eon, biar bisa puas baca sampe akhir. dan pasti nya gak lupa untuk komen kok eon hehehe

  17. Siwon oppa over protektiv ini sama yoona padahal cuma sahabat,,tp seperti siwon suka ini sama yoona makanya sampe overprotektiv banget.. untung yaa yoona sabar

  18. Siwon oppa over protektiv ini sama yoona padahal cuma sahabat,,tp seperti siwon suka ini sama yoona makanya sampe overprotektiv banget.. untung yaa yoona sabar
    Eonni minta pw chap 2 nya,,janji bakal ninggalin jejak

  19. Siwon protektiv banget sama yoona padahal cuma sahabat,,tp kalau dilihat2 siwon suka ini sama yoona..
    Yoona kan juga suka sama siwon
    Ah senengnya pasangan ini
    Eonni minta chap 2 boleh yaa
    Janji ninggalin jejak kok

  20. Wah keren ff nya🙂
    Siwon posesif bgt sama yoona. Keliatan bgt klo dia ada hati sm yoona. Tp dia gk mau ngakuin itu. Kadang deg2 ser sendirj sama sikap posesif siwon hahaha…
    Haduh mereka cm berduaan nih?!apa yg terjadi selanjutnya?!
    Eonni….cepetan yak kasih pw ke aq hehehe

  21. Ya ampun siwon protektiv bgt sama yoona.. tp yoona sabar yaa sama sifatnya siwon itu
    Sepertinya siwon suka ini sama yoona makanya dia protektiv bgt ke yoona udah kayak pacarnyaa..
    Eonni boleh minta pw chap 2 nya. Janji bakal ninggalin jejak..

  22. Hai, reader bru di sini. Kalau gk salah dulu aku kya prnah baca tpi lupa lupa ingat. Ok abaikan. Ok cerita yg bgus dan menarik.di tambah sifat siwon yg gimna gtu sma yoona. Ok Semoga cerita selanjutnya lbih menarik😀

  23. Wonpp benar-benar over,jelas ia peduli pada yoona melebihi perasaan seeorang kakak untuk adiknya,atau bahkan perasaan seorang sahabat.(Y) buat ceritanya eon.

  24. aku nahan napas aja liat kelakuan siwon yang protektif. paca juga bukan, bikin yoona baper dan risih aja. hati-hati ya yoonwon jangan suka berdua-duaan nanti setan nyelip. kkkk

  25. Wah aku baru nemu ff ini hehe..keren bngt ceritanya,jadi kebawa kesel sama sikap siwon yg over banget banget…haha ga sabar pengen baca nextnya, semoga cpt dpt pwnya🙂

  26. Wah baru nemu ff ini..maklum saya reader baru hehe..btw salam kenal, suka bngt sama ceritanya keren, bnr2 dpt feelnya.. jd kbwa kesel jg sama sikap siwon yg over banget haha ga sabar pngen baca next chapternya, smoga cpt dpt pwnya.. bakal jd pnghuni baru buat baca semua ff disini..dan pastinya ga lupa mampir buat komen jg🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s